Your SlideShare is downloading. ×
0
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Sosiologi Kelas 10 - Korupsi dan Mencuri

706

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
706
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
14
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Korupsi & Pencurian YDSTR
  • 2. Korupsi adalah penyalahgunaan wewenang yang ada pada pejabat atau keuntungan pribadi, keluarga dan teman atau kelompoknya. Hukum korupsi yang terdapat dalam Al Qur’an adalah haram KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI
  • 3.  Rasulullah SAW bersabda: "Allah melaknati penyuap dan penerima suap dalam proses hukum." Dalam redaksi lain, dinyatakan: "Rasulullah SAW melaknati penyuap, penerima suap, dan perantara dari keduanya (Al-Hadits).  Dan Nabi Saw bersabda. “Artinya : Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu binasa karena bila ada orang terpandang diantara mereka yang mencuri, mereka membiarkannya; dan bila orang lemah yang mencuri, maka mereka tegakkan hukum atasnya. Demi Allah, andaikata Fathimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.” [Hadits Riwayat Al-Bukahri, Ahdits Al-Anbiya 3475. Muslim, Al-Hudud 1688]
  • 4.  "Barangsiapa yang berkhianat (korupsi) dalam urusan harta rampasan perang, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianati itu." (Ali Imron 161)  "Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang bathil dan janganlah kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan jalan berbuat dosa, padahal kamu mengetahuinya.” (Al Baqoroh 188)
  • 5.  “Barangsiapa yang kami tugaskan dengan suatu pekerjaan, lalu kami tetapkan imbalan (gaji) untuknya, maka apa yang dia ambil di luar itu adalah harta ghulul.(korupsi)”.(HR. Abu Daud)
  • 6. Dalam ayat-ayat diatas jelaslah sudah bahwa korupsi adalah “ ” hukumnya bagi kaum muslim. Bahkan dalam hadist riwayat Bukhori dan Muslim disebutkan bahwa pelaku ghulûl haram baginya surga, walaupun barang yang dikorup senilai kayu siwâk (semacam sikat gigi). HARAM HARAM
  • 7.  Di salib  Di bunuh  Di potong tangannya dan kakinya secara silang  Diasingkan dari tempat kediamannya  Di anggap kafir  Mendapat kehinaan di dunia  Mendapat azab yang besar di akhirat
  • 8.  Hukuman Mati Hukuman mati diperbolehkan dalam keadaan tertentu, yakni apabila korupsi dilakukan pada waktu negara dalam bahaya, terjadi bencana alam nasional, atau pada waktu negara mengalami krisis ekonomi.  Hukuman Pidana Penjara Diatur dalam pasal 2,3,4,15,16,17 UU N0. 31 th 1999 dan pasal 12, 12b ayat 2 UU No. 20 th 2001 yang diancam secara kumulatif (penjara dan denda). Hukuman kurungan penjara min. 1 tahun max. 2o tahun
  • 9.  Denda Kualitas pidana denda dalam UU 31 tahun 1999 atau UU No. 20 tahun 2001 dirumuskan terhadap perbuatan dalam pasal 2,3,4,13,15,16,17,21,22,23,24 UU 31 tahun 1999 dan pasal 5,6,7,8,9,10,11,12,12a, dan 12b UU No. 20 tahun 2001 dengan ketentuan denda minimal Rp 50.000.000,00 dan maksimal Rp 1.000.000.000,00
  • 10.  " Hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasulnya dan membuat kerusakan di bumi, hanyalah dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu kehinaan bagi mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat azab yang besar." ( al-Maidah :33)
  • 11.  “Adapun orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”(QS.Al Maidah 5:38).  "Maka demi zat yang diri Muhammad di dalam gengamanNya, tidaklah khianat korupsi salah seorang dari kalian atas sesuatu, kecuali dia akan datang pada hari kiamat nanti dengan membawa di lehernya. Kalau yang dikorupsi itu adalah unta, maka ia akan datang dengan melenguh." (Riwayat Bukhari, lihat juga Riwayat Muslim). X E N O N SMA 2
  • 12.  1. Kerugian terhadap keuangan negara yang semakin menurun 2.Saat tindakan suatu korupsi dapat dijalankan dengan lancar ,akan memicu tindakan yang lain. 3.Citra badan hukum akan jelek dimata masyarakat. 4. Tak hanya badan hukum, seluruh pemerintahan Indonesia juga akan mendapat pandangan sinis dari masyarakat. 5. Pemilu tidak berjalan sebagaimana mestinya, karena masyarakat sudah malas memilih pemimpin. 6. Terjadi perlawanan dari rakyat karena ketidakpuasan pemerintahan. Misal : Tidak ada masyarakat yang mau membayar pajak , terjadi demo besar-besaran ,keadaan negara kacau , dsb.
  • 13.  Dari Ibnu Umar r.a berkata, “Beliau (Rasulullah) memotong tangan pencuri karena mencuri perisai (baju besi) seharga 3 dirham” (Al Bukhari dalam Al Hudud no.6796 dan Muslim dalam Al Hudud no.1686/6)  “Tidaklah beriman seorang pezina ketika ia sedang berzina. Tidaklah beriman seorang peminum khamar ketika ia sedang meminum khamar. Tidaklah beriman seorang pencuri ketika ia sedang mencuri”. (H.R al- Bukhari dari Abu Hurairah : 2295)
  • 14.  Dikisahkan oleh Abu Huraira: Nabi berkata, "Allah mengutuk orang yang mencuri telur dan mendapatkan tangannya terpotong, atau mencuri tali dan mendapatkan tangannya terpotong." Al-A'mash berkata, "Dulu orang menafsirkan Baida sebagai sebuah helm besi, dan mereka terbiasa berpikir bahwa tali mungkin biaya beberapa dirham saja."
  • 15.  Potong Tangan  Mencuri yang pertama kali, maka dipotong tangan kanannya  Mencuri kedua kalinya, dipotong kaki kirinya.  Mencuri yang ketiga kalinya, dipotong tangan kirinya.  Mencuri yang ke empat kalinya, dipotong kaki kanannya  Kalau masih mencuri, maka ia dipenjara sampai TOBAT
  • 16. NB : seseorang bisa dianggap sebagai pencuri dan dikenai hukum potong tangan apabila pencurian dilakukan pada tempat penyimpanan dan telah mencapai nishab (1/4 dinar, 1 dinar = 4.25 gr emas murni(=1,0625 gr emas murni atau kalau sekarang ( 1gr emas murni 99% = Rp. 174.500)
  • 17.  Dasar sangsi dalam KUHP adalah yang tertera dalam pasal 362 yang berbunyi barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda sembilan ratus rupiah. =S
  • 18.  “Adapun orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”(QS.Al Maidah 5:38).  Dikisahkan 'Aisha: Nabi berkata, "Tangan harus dipotong karena mencuri sesuatu yang bernilai seperempat Dinar atau lebih."
  • 19.  Dikisahkan oleh Abu Huraira: Nabi berkata, "Allah mengutuk orang yang mencuri telur dan mendapatkan tangannya terpotong, atau mencuri tali dan mendapatkan tangannya terpotong." Al-A'mash berkata, "Dulu orang menafsirkan Baida sebagai sebuah helm besi, dan mereka terbiasa berpikir bahwa tali mungkin biaya beberapa dirham saja."  “Artinya : Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri potonglah tangan keduanya. ” [Al-Ma’idah :38
  • 20. 1. Bagi Pelakunya :  Mengalami kegelisahan batin, pelaku pencurian akan selaludi kejar-kejar rasa bersalah dan takut jika perbuatanya terbongkar  Mendapat hukuman, apabila tertangkap, seorang pencuri akan mendapatkan hukuman sesuai undang-undang yang berlaku  Mencemarkan nama baik, seseorang yang telah terbukti mencuri nama baiknya akan tercemar di mata masyarakat  Merusak keimanan, seseorang yang mencuri berarti telah rusak imanya. Jika ia mati sebelum bertobat maka ia akan mendapat azab yang pedih.
  • 21. 2. Bagi Korban & Masyarakat :  Menimbulkan kerugian dan kekecewaan, peristiwa pencurian akan sangat merugikan dan menimbulkan kekecewaan bagi korbanya  Menimbulkan ketakutan, peristiwa pencurian menimbulkan rasa takut bagi korban dan masyarakat karena mereka merasa harta bendanya terancam  Munculnya hukum rimba, perbuatan pencurian merupakan perbuatan yang mengabaikan nilai-nilai hukum. Apabila terus berlanjut akan memunculkan hukum rimba dimana yang kuat akan memangsa yang lemah.

×