Wujud dan Jenis Wacana Bahasa

13,309 views
13,072 views

Published on

Yudha Fadillah, dkk. Tugas kelompok mata kuliah Wacana Bahasa Indonesia.

Published in: Education
1 Comment
6 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
13,309
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Wujud dan Jenis Wacana Bahasa

  1. 1. WUJUD DAN JENIS WACANA BAHASA OLEH: YUDHA FADILLAH 032109055 ANNE FITRIANA 032109 056 RIZKI EKA J. 032109059 DEDI SETIAWAN 032109 141 LELIH 032109 147 DINA RUSNIAWATI 032109041 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVESITAS PAKUAN 2011
  2. 2. MENURUT SYAMSUDIN (1992: 7) <ul><li>Wacana dapat diklasifikasikan </li></ul><ul><li>dari sudut realitas </li></ul><ul><li>sebagai media komunikasi </li></ul><ul><li>jenis pemakaian </li></ul><ul><li>4. tujuan pemakaian </li></ul>
  3. 3. WACANA DARI SUDUT REALITAS <ul><li>M enurut realitasnya, wacana dapat berbentuk: </li></ul><ul><li>Rangkaian kebahasaan ( verbal atau language exist ) dengan semua kelengkapan struktur bahasa seperti apa adanya. </li></ul><ul><li>Contoh: Dia sedang menunggu angkot di terminal. </li></ul><ul><li>Rangkaian nonbahasa ( nonverbal atau language likes ) seperti rangkaian isyarat dan rangkaian tanda-tanda yang bermakna bahasa. </li></ul><ul><li>Isyarat dapat dibagi atas: </li></ul><ul><li>1. Isyarat atau gerak-gerik sekitar kepala atau muka. </li></ul><ul><li>2. Isyarat yang ditujukan melalui gerak-gerik anggota tubuh. </li></ul><ul><li> </li></ul>
  4. 4. CONTOH RANGKAIAN NONBAHASA
  5. 5. <ul><li>S ebagai media komunikasi, wacana dapat berupa: </li></ul><ul><li>Rangkaian ujar atau tuturan lisan </li></ul><ul><li>Wujud percakapannya: </li></ul><ul><li>1. Sebuah percakapan atau dialog yang lengkap dari awal sampai akhir. </li></ul><ul><li>2. Satu penggalan percakapan dalam percakapan yang lengkap. </li></ul><ul><li>Contoh: </li></ul><ul><li>Andrea : Kapan kamu pergi ke rumahku? </li></ul><ul><li>Hirata : Sore ini ya. </li></ul><ul><li>Rangkaian ujar atau tuturan tertulis </li></ul><ul><li>Wujud wacananya berupa surat, buku, koran, majalah, makalah, dll. </li></ul>WACANA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI
  6. 6. <ul><li>IKLAN </li></ul>CONTOH LAIN WACANA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI
  7. 7. PERBEDAAN WACANA LISAN DAN TULIS NO WACANA LISAN WACANA TULIS 1. 2. 3. 4. Kalimat dalam wacana lisan cenderung kuranga terstruktur (gramatikal). Penataan subordinatif lebih sedikit dan cenderung tidak menggunakan kalimat majemuk. Wacana lisan umumnya jarang menggunakan piranti hubung karena didukung oleh konteks. Wacana lisan cenderung jarang menggunakan frase benda. Kalimatnya cenderung terstruktur. Penataan subordinatifnya lebih banyak dan cenderung menggunakan kalimat majemuk. Cenderung menggunakan piranti hubung karena tidak didukung oleh konteks. Cenderung menggunakan frase benda.
  8. 8. <ul><li>W acana dibagi menjadi dua, yaitu: </li></ul><ul><li>1. W acana monolog (bersifat satu arah) </li></ul><ul><li>Merupakan wacana yang tidak melibatkan suatu bentuk tutur percakapan atau pembicaraan antara kedua pihat yang saling berkepentingan. </li></ul><ul><li>Contoh: </li></ul><ul><li>Teks, surat, bacaan, cerita, dll. </li></ul><ul><li>2. Wacana dialog (bersifat dua arah) </li></ul><ul><li>Merupakan wacana yang dibentuk oleh percakapan atau pembicaraan antara dua pihak. </li></ul><ul><li>Contoh: </li></ul><ul><li>Obrolan, pembicaraan dalam telepon, tanya jawab, wawancara, dll. </li></ul>JENIS PEMAKAIAN WACANA
  9. 9. <ul><li>W acana berdasarkan peran para pesertanya, yaitu: </li></ul><ul><li>1. W acana monolog </li></ul><ul><li>Wacana monolog tidak ada timbal balik. </li></ul><ul><li>2. Wacana dialog </li></ul><ul><li>Wacana dialog ada timbal ballik (pembicara menjadi pendengar dan sebaliknya). </li></ul><ul><li>3. Wacana polilog </li></ul><ul><li>Dalam suatu komunikasi terlibat lebih dari dua orang dan terjadi pergantian peran (pembicara menjadi pendengar dan sebaliknya). </li></ul>WACANA MENURUT COOK (DALAM SUPARNO, 2001: 415)
  10. 10. <ul><li>M enurut Liamzon, wacana dibagi menjadi lima, yaitu: </li></ul><ul><li>Wacana deskriptif </li></ul><ul><li>Wacana ekspositorik </li></ul><ul><li>Wacana hortatorik </li></ul><ul><li>Wacana naratif </li></ul><ul><li>Wacana prosedural </li></ul>WACANA BERDASARKAN TUJUAN PEMAKAIAN
  11. 11. <ul><li>M enurut Roltenberg dan Salmon, wacana dibagi menjadi lima, yaitu: </li></ul><ul><li>Wacana deskriptif </li></ul><ul><li>Wacana eksposisi </li></ul><ul><li>Wacana argumentasi </li></ul><ul><li>Wacana persuasi </li></ul><ul><li>Wacana narasi </li></ul>WACANA BERDASARKAN TUJUAN PEMAKAIAN
  12. 12. <ul><li>Berdasarkan dari sudut realitas, media komunikasi, jenis pemakaian, dan tujuan pemakaian, wacana sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. </li></ul>SIMPULAN
  13. 13. <ul><li>TERIMA KASIH </li></ul>

×