Your SlideShare is downloading. ×
Bab 2: Rangkaian Dioda                                                                482.9 Rangkaian Pelipat Tegangan    ...
Bab 2: Rangkaian Dioda                                                             49       Gambar 2.13 merupakan rangkaia...
Bab 2: Rangkaian Dioda                                                          50                                 D1     ...
Bab 2: Rangkaian Dioda                                                               51                          pelipat t...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Elektronika analog 1_ch2_pelipat

877

Published on

Sang Pengembara

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
877
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
49
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Elektronika analog 1_ch2_pelipat"

  1. 1. Bab 2: Rangkaian Dioda 482.9 Rangkaian Pelipat Tegangan Dengan menggunakan rangkaian pelipat tegangan (voltage multiplier) padaskunder trafo yang relatif kecil dapat diperoleh tegangan searah keluaran sebesar dua,tiga, empat atau lebih kali lipat tegangan input. Rangkaian ini banyak digunakanpada pembangkit tegangan tinggi namun dengan arus yang kecil seperti pada catudaya tabung gambar. C1 D2 - + + - Vm - Vm D1 2Vm C 2Vm + - + (a) Dioda D2 tidak menghantar C1 D2 + - + Vm Vm D1 C - Dioda D1 menghantar (b) Dioda D2 menghantar C1 D2 + - - - Vm - Vm D1 2Vm C 2Vm + + + (c) Dioda D1 tidak menghantar Gambar 2.13 (a) Rangkaian pelipat tegangan dua kali setengah gelombang; (b) kondisi pada saat siklus positip; (c) kondisi pada saat siklus negatipHerman D. Surjono, (2001), Elektronika Analog I
  2. 2. Bab 2: Rangkaian Dioda 49 Gambar 2.13 merupakan rangkaian pelipat tegangan dua kali setengah gelom-bang. Pada saat tegangan skunder trafo berpolaritas positip (setengah siklus positip),maka dioda D1 menghantar dan dioda D2 tidak menghantar. Secara ideal dioda yangsedang menghantar dianggap hubung singkat. Oleh karena itu C1 diisi tegangan me-lalui D1 hingga mencapai Vm dengan polaritas seperti ditunjukkan pada gambar 2.13b. Pada saat setengah siklus berikutnya yaitu siklus negatip, maka dioda D1 ti-dak menghantar dan dioda D2 menghantar. Oleh karena itu kapasitor C2 diisi tegan-gan dari skunder trafo sebesar Vm dan dari C1 sebesar Vm, sehingga total sebesar 2Vm. Apabila pada output diberi resistor beban (RL), maka tegangan pada ujung C2turun selama siklus positip dan diisi kembali hingga 2 Vm selama siklus negatip.Bentuk gelombang output pada ujung C2 adalah seperti bentuk output penyearahsetengah gelombang dengan filter C. Tegangan puncak inverse (PIV) untuk setiapdioda adalah 2 Vm. Rangkaian yang ditunjukkan pada gambar 2.14 adalah pelipat tegangan duakali gelombang penuh. Selama siklus positip dari skunder trafo dioda D1 menghantardan C1 mengisi tegangan hingga Vm, sedangkan dioda D2 tidak menghantar (gambar2.14 b). Selama siklus negatip dioda D2 menghantar dan C2 mengisi teganganhingga Vm, sedangkan dioda D1 tidak menghantar (gambar 2.14 c). Tegangan pun-cak inverse (PIV) untuk setiap dioda adalah 2 Vm. Jika tidak ada beban, maka tegangan pada ujung C1 dan C2 adalah 2 Vm.Jika beban dipasang pada output, maka bentuk gelombang pada ujung C1 dan C2adalah seperti halnya pada kapasitor yang diumpankan dari penyearah gelombang pe-nuh. Perbedaannya adalah bahwa pada rangkaian pelipat tegangan ini C1 dan C2berhubungan secara seri, sehingga nilainya lebih kecil dari masing-masing C. Dari rangkaian pelipat tegangan dua kali seperti yang sudah dijelaskan di de-pan kemudian dapat dikembangkan rangkaian pelipat tiga, empat kali tegangan input.Gambar 2.15 merupakan rangkaian pelita tegangan tersebut. Dari penjelasan di de-pan kiranya sudah cukup jelas bagaimana prinsip kerja rangkaian ini.Herman D. Surjono, (2001), Elektronika Analog I
  3. 3. Bab 2: Rangkaian Dioda 50 D1 + + Vm Vm C - 2Vm + Vm C2 - - D2 (a) D1 D1 (menghantar) (tidak menghantar) - + + + Vm Vm Vm C Vm C - - + - + + Vm C2 Vm C2 (c) - -(b) D2 D2 (menghantar) (tidak menghantar) Gambar 2.14 (a) Rangkaian pelipat tegangan dua kali gelombang penuh; (b) kondisi saat siklus positip; (c) kondisi saat siklus negatip Herman D. Surjono, (2001), Elektronika Analog I
  4. 4. Bab 2: Rangkaian Dioda 51 pelipat tiga (2Vm) Vm 2Vm + - + - + C1 C3 Vm D1 D2 D3 D4 C C - - + + - 2Vm 2Vm pelipat dua (2Vm) pelipat empat (4Vm) Gambar 1.15 Rangkaian pelipat tegangan dua, tiga, dan empat kali2.10 Ringkasan Penerapan Dioda semikonduktor yang sangat penting adalah sebagai pen-yearah, yaitu suatu rangkaian yang dapat mengubah sinyal bolak balik menjadi arussearah. Hal ini karena karakteristik dioda yang hanya dapat melewatkan arus padasatu arah saja. Rangkaian penyearah yang sederhana adalah penyearah setengahgelombang. Namun untuk mendapatkan hasil penyearahan yang baik diperlukanrangkaian penyearah gelombang penuh. Untuk mendapatkan stabilisasi hasil penyearahan diperlukan rangkaian regu-lator tegangan. Komponen dasar untuk stabilisasi tegangan adalah dioda Zener.Rangkaian stabilisasi tegangan diharapkan mampu mengatasi variasi sinyal input danvariasi beban.2.11 Soal Latihan1. Bila sinyal sinus sebesar 6 Vp-p dimasukkan ke input rangkaian di bawah, tentu- kan sinyal outputnya! 3K3 1N4001 output 6Vp-p input 3K3Herman D. Surjono, (2001), Elektronika Analog I

×