• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Benda berwujud dan tidak berwujud sebagai objek hukum
 

Benda berwujud dan tidak berwujud sebagai objek hukum

on

  • 18,121 views

Yeepe

Yeepe

Statistics

Views

Total Views
18,121
Views on SlideShare
17,953
Embed Views
168

Actions

Likes
2
Downloads
81
Comments
0

4 Embeds 168

http://mahapoli.blogspot.com 142
http://yunandaputra.blogspot.com 23
http://yunandaputtra.blogspot.com 2
http://mahapoli.blogspot.in 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Benda berwujud dan tidak berwujud sebagai objek hukum Benda berwujud dan tidak berwujud sebagai objek hukum Presentation Transcript

    • Benda Berwujud dan Tidak Berwujud Sebagai Objek Hukum Perdata Oleh : Yunanda Putra And Team
    • Pengertian Benda dalam Hukum Hukum Benda adalah Peraturan–peraturan hukum yang mengatur tentang benda atau barang-barang (zaken) dan Hak Kebendaan (zakelijk recht). Pengertian benda dapat dibedakan menjadi pengertian dalam arti sempit dan dalam arti luas.
    •  Pengertian benda (zaak) dinyatakan dalam pasal 499 KUH Perdata :“ Menurut paham undang-undang yang dinamakan dengan kebendaan ialah tiap-tiap barang dan tiap- tiap hak yang dapat dikuasai oleh hak milik.” Berdasarkan ketentuan tersebut pengertian benda meliputi segala sesuatu yang dapat dimiliki oleh subjek hukum, baik itu berupa barang (goed) maupun hak (recht), sepanjang objek dari hak milik itu dapat dikuasai oleh subjek hukum.
    •  Dalam sistem hukum perdata Barat (BW) pengertian benda sebagai objek hukum tidak hanya meliputi benda yang berwujud yang dapat ditangkap dengan pancaindera, tetapi juga benda yang tidak berwujud yakni hak-hak atas benda yang berwujud
    • Dasar Hukum Benda Benda yang dalam hukum perdata diatur dalam Buku II BW, pengaturan tentang hukum benda dalam Buku II BW ini mempergunakan system tertutup, artinya orang tidak diperbolehkan mengadakan hak hak kebendaan selain dari yang telah diatur dalam undang undang ini. Selain itu, hukum benda bersifat memaksa (dwingend recht), artinya harus dipatuhi,tidak boleh disimpangi, termasuk membuat peraturan baru yang menyimpang dari yang telah ditetapkan .
    •  Pada masa kini, selain diatur di Buku II BW, hukum benda juga diatur dalam: Undang-Undang Pokok Agraria No.5 Tahun 1960, dimana diatur hak-hak kebendaan yang berkaitan dengan bumi, air dan kekayaan yang terkandung didalamnya. Undang-Undang Merek No.21 Tahun 1961, yang mengatur tentang hak atas penggunaan merek perusahaan dan merek perniagaan . Undang-Undang Hak Cipta No.6 Tahun 1982, yang mengatur tentang hak cipta sebagai benda tak berwujud, yang dapat dijadikan obyek hak milik . Undang-Undang tentang Hak Tanggungan tahun 1996, yang mengatur tentang hak atas tanah dan bangunan diatasnya sebagai pengganti hipotik dan
    •  Ruang lingkup kajian hukum benda meliputi dua hal yaitu : Mengatur hubungan antara subjek hukum dengan benda. Benda adalah segala sesuatu yang dapat menjadi objek hukum. Mengatur hubungan antara subjek hukum dengan hak kebendaan. Hak kebendaan (zakelijkrecht) adalah kewenangan untuk menguasai benda.
    • Pembagian Benda Benda tidak bergerak dan bergerak Benda yang berwujud dan benda yang tidak berwujud Benda yang musnah dan tidak musnah Benda yang dapat diganti dan tidak dapat diganti Benda yang dapat dibagai dan tidak dapat dibagi Benda yang diperdagangkan dan tidak diperdagangkan
    • BENDA BERWUJUD DAN TIDAKBERWUJUD
    • Benda Berwujud Kebendaan berwujud atau bertubuh adalah kebendaan yang dapat dilihat dengan mata dan diraba dengan tangan. Penyerahan kebendaan bergerak yang berwujud cukup dilakukan dengan penyerahan yang (atau secara) nyata dari tangan ke tangan.
    •  Benda berwujud (pasal 500) yang timbul dari: 1). Hasil karena alam (natuurlijke vruchten) (pasal 502 ayat 1)  a. tumbuh timbul dari tanah sendiri, seperti buah- buahan yang berasal dari pohon  b. hasil dari atau dilahirkan oleh binatang- binatang, seperti telur, susu sapi, atau anak dari binatang-binatang yang melahirkan. 2). Hasil pekerjaan manusia yang diperoleh karena penanaman di atasnya (pasal 502 ayat 2) , seperti ubi-ubian, wortel, atau kacang tanah.
    •  Benda tidak berwujud Benda tidak berwujud yang timbul dari hubungan hukum tertentu atau hasil perdata (burgerlijke vruchten) yang terdiri atas:  Piutang-piutang (penagihan-penagihan) (vordering) yang belum dapat ditagih (pasal 501), berupa piutang atas nama (aan naam), piutang atas bawa (aan tonder) atau piutang atas unjuk (aan order);  Penagihan-penagihan lainnya (pasal 502 ayat 2) berupa uang sewa, uang upeti, uang angsuran, atau uang bunga.
    • Arti penting pembedaan ini adalah pada saat pemindah tanganan benda dimaksud, yaitu : Jika benda berwujud itu benda bergerak, pemindah tanganannya harus secara nyata dari tangan ke tangan. Jika benda berwujud itu benda tidak bergerak, pemindah tanganannya harus dilakukan dengan balik nama.
    • Penyerahan benda tidak berwujud dalambentuk berbagai piutang dilakukandengan: Piutang atas nama (op naam) dengan cara Cessie Piutang atas tunjuk (an toonder) dengan cara penyerahan surat dokumen yang bersangkutan dari tangan ke tangan Piutang atas pengganti (aan order) dengan cara endosemen serta penyerahan dokumen yang bersangkutan dari tangan ke tangan ( Ps. 163 BWI).
    • Terima kasih