DISUSUN OLEH KELOMPOK 5
 Sumber hukum Islam       Sesuatu yang  djadikan dasar acuan atau pedoman ajaran  islam. Sumber hukum Islam terdiri dari...
PENGERTIAN AL-QUR’AN                FIRMAN ALLAH SWT                TENTANG AL-QUR’ANA. AL-QUR’AN               KEDUDUKAN ...
Pengertian Al-Qur’an Al-Qur’an secara bahasa kata kerja  qara’a yang berarti membaca dan  bacaan. Al-Qur’an secara istil...
Firman Allah SWT Tentang Al-            Qur’anAn-Nisa : 59
Kedudukan Al-Qur’an(sebagai sumber utama hukum Islam)   Al-Qur’an adalah kitab suci yang merupakan pedoman dan    dasar m...
Isi Kandungan Al-Qur’an   Akidah. Terdapat Akidah islam atau tauhid, artinya    kepercayaan kepada keesaan Allah SWT.   ...
PENGERTIAN AL- HADIS               FIRMAN ALLAH SWT               TENTANG AL- HADISB. AL HADIS     FUNGSI AL- HADIS       ...
Pengertian Al-Hadis Al-Hadis menurut bahasa adalah  perkataan, berita, baru, dekat. Al-Hadis menurut istilah adalah sega...
Firman Allah SWT Tentang Al-             HadisAl-Hasyr : 7
Ali-Imraan : 31
Fungsi Al-Hadis Memperkuat aturan hukum dari ayat-  ayat Al-Qur’an. Menjelaskan Hukum Al-Qur’an. Mengecualikan kemutlak...
Mengenal Ilmu Al-Hadis   Hadis. suatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Baik    berupa perkataan, perbuatan, per...
Klasifikasi Al-Hadis   Hadis sahih adalah hadis yang diriwayatkan oleh rawi yang    adil,sempurna ingatan , sanadnya bers...
PENGERTIAN                IJTIHAD             SYARAT-SYARATC. IJTIHAD      IJTIHAD             MACAM-MACAM                ...
Pengertian Ijtihad   Ijtihad berasal dari kata    ijtihada, yajtahidu, ijtahadan.   Ijtihad menurut bahasa pengerahan se...
Syarat-Syarat Ijtihad   Memiliki ilmu pengetahuan yang luas mengenai    ayat-ayat Al-Qur’an.   Memiliki lmu pengetahuan ...
Macam-Macam Ijtihad   Ijtihad muthlaq/mustaqil            ijhtihad yang dilakukan    dengan cara menciptakan sendiri norm...
PENGERTIAN                     HUKUM                     TAKLIFID. HUKUM TAKLIFI                    MACAM-                ...
Pengertian Hukum Taklifi Menurut bahasa : menetapkan sesuatu  atas yang lain. Menurut istilah fikih : syariat.
Macam-Macam HukumTaklifiA. Ijab (wajib) : mendapat pahala jika menerjakan dan mendapat    dosa jika meninggalkan.       Wa...
Dilihat dari segi ukuran , wajib dibagi menjadi 2 :- Wajib muhaddad : kewajiban yang jumlahnya sudahditentukan secara past...
B. Nabd (sunah) : mendapat pahala jika mengerjakan dan tidak   mendapat siksa jika meninggalkan.   Macam-macam sunah :   -...
- Haram li’andihi : perbuatn yang awalnya tidak haram   dan kemudian ditetapkan haram karena ada sebab lain   yang datang ...
Disusun oleh :1. Agista Sovia Paramadina (02)2. Anggita Putri Nuryanto (05)3. Riva Listyaningsih (28)4. Sashia Forenzka Ma...
SEKIAN DAN TERIMAKASIH :DWASSALAMMU’ALAIKUM WR.WB
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sumber hukum islam

37,612
-1

Published on

Published in: Education
3 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
37,612
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
783
Comments
3
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sumber hukum islam

  1. 1. DISUSUN OLEH KELOMPOK 5
  2. 2.  Sumber hukum Islam Sesuatu yang djadikan dasar acuan atau pedoman ajaran islam. Sumber hukum Islam terdiri dari : - Al-Qur’an - Al-Hadis - Ijtihad - Hukum Taklifi
  3. 3. PENGERTIAN AL-QUR’AN FIRMAN ALLAH SWT TENTANG AL-QUR’ANA. AL-QUR’AN KEDUDUKAN AL-QUR’AN (sebagai sumber utama hukum islam) ISI KANDUNGAN AL- QUR’AN
  4. 4. Pengertian Al-Qur’an Al-Qur’an secara bahasa kata kerja qara’a yang berarti membaca dan bacaan. Al-Qur’an secara istilah adalah kumpulan firman (wahyu) yang diturunkan kepada Rasulullah SAW. Melalui malaikat Jibril secara berangsur- angsur untuk disampaikan kepada manusia agar menjadi petunjuk dan pedoman hidup bagi manusia.
  5. 5. Firman Allah SWT Tentang Al- Qur’anAn-Nisa : 59
  6. 6. Kedudukan Al-Qur’an(sebagai sumber utama hukum Islam) Al-Qur’an adalah kitab suci yang merupakan pedoman dan dasar menjalani hidup. Dua komponen dasar Al-Qur’an sebagai sumber hukum : - Hukum yang berhubungan dengan masalah kaidah(keimanan) dan tercermin dalam rukun iman. Ilmu yang mempelajari tentang ke imanan: ilmu tauhid, dll. - Hukum yang mengatur hubungn manusia dengan Allah secara lahiriah, antara manusia dengan sesamanya, dan dengan lingkungan sekitarnya. Ilmu yang mempelajarinya: ilmu fikih.
  7. 7. Isi Kandungan Al-Qur’an Akidah. Terdapat Akidah islam atau tauhid, artinya kepercayaan kepada keesaan Allah SWT. Ibadah dan muamalah. Terdapat perintah Allah untuk menyembah kepadanya dan semua kegiatan hidup manusia yang dikerjakan dengan niat ikhlas. Akhlak. Didalam Al-Qur’an Terdapat pokok-pokok isi yang menjelaskan tentang akhlak (Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia). Hukum. Didalam Al-Qur’an Allah SWT menunjukan hukum- hukum dalam Al-Qur’an tentang Perintah dan larangan. Sejarah. Didalam Al-Qur’an mengungkapkan sejarah zaman dahulu, seperti kisah para nabi dan rasul serta umatnya. Dasar-dasar ilmu pengetahuan. Didalam Al-Qur’an terkandung banyak dasar-dasar ilmu pengetahuan yang dapat diambil dan di amalkan oleh manusia.
  8. 8. PENGERTIAN AL- HADIS FIRMAN ALLAH SWT TENTANG AL- HADISB. AL HADIS FUNGSI AL- HADIS MENGENAL ILMU AL- HADIS KLASIFIKASI AL- HADIS
  9. 9. Pengertian Al-Hadis Al-Hadis menurut bahasa adalah perkataan, berita, baru, dekat. Al-Hadis menurut istilah adalah segala tingkah laku Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan, maupun ketetapannya.
  10. 10. Firman Allah SWT Tentang Al- HadisAl-Hasyr : 7
  11. 11. Ali-Imraan : 31
  12. 12. Fungsi Al-Hadis Memperkuat aturan hukum dari ayat- ayat Al-Qur’an. Menjelaskan Hukum Al-Qur’an. Mengecualikan kemutlakan hukum. Hadis sebagai hukum yang berdiri sendiri. Melengkapi hukum Al-Qur’an yang belum ada.
  13. 13. Mengenal Ilmu Al-Hadis Hadis. suatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Baik berupa perkataan, perbuatan, pernyataan, taqrir, dan tingkah laku. Atsar. Suatu yang disandarkan kepada para sahabat Nabi Muhammad SAW. Taqrir. Keadaan Nabi Muhammad SAW yang mendiamkan atau menyetujui apa yang telah dilakukan dan diperkatakan oleh para sahabat dihadapan beliau. Sahabat. Orang yang bertemu Rasulullah SAW sewaktu beliau masih hidup, dalam keadaan islam lagi beriman dan mati dalam keadaan islam. Tabi’i. Orang yang menjumpai sahabat , baik perjumpaaan itu lama atau sebentar, dalam keadaan islam lagi beriman dan mati dalam keadaan islam. Matan. Lafal hadis yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW. Atau disebut juga isi hadis Sanad. Orang yang menjadi perawi (yang meriwayatkan) hadis Nabi Muhammad SAW.
  14. 14. Klasifikasi Al-Hadis Hadis sahih adalah hadis yang diriwayatkan oleh rawi yang adil,sempurna ingatan , sanadnya bersambung, tidak terlihat dan janggal. Syarat : - Rawinya bersifat adil - Sempurna ingatan (kuat hafalan) - Sanadnya tidak terputus - Hadis itu tidak cacat - Hadis itu tidak janggal Hadis makbul adalah hadis-hadis yang mempunyai sifat-sifat yang dapat diterima sebagai dasar hukum Hadis Hasan adalah hadis yang diriwayatkan oleh rawi yang adil, tapi tidak begitu kuat hafalanya Hadis Daif adalah hadis yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadis sahih dan hadis hasan.
  15. 15. PENGERTIAN IJTIHAD SYARAT-SYARATC. IJTIHAD IJTIHAD MACAM-MACAM IJTIHAD
  16. 16. Pengertian Ijtihad Ijtihad berasal dari kata ijtihada, yajtahidu, ijtahadan. Ijtihad menurut bahasa pengerahan segala kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang sulit. Ijtihad menurut istilah suatu pekerjaan yang mempergunakan segala kesanggupan daya rohaniah untuk mendapatkan hukum syar’i atau menyusun suatu pendapat dari suatu masalah hukum yang bersumber dari Al Quran dan Hadis. Orang yang orang yang berijtihad disebut mujtahid.
  17. 17. Syarat-Syarat Ijtihad Memiliki ilmu pengetahuan yang luas mengenai ayat-ayat Al-Qur’an. Memiliki lmu pengetahuan yang luas mengenai hadis-hadis Rasulullah. Menguasai seluruh masalah yang hukumnya telah ditunjukan oleh ijma’. Mengetahi secara mendalam tentang masalah qiyas. Menguasai bahasa Arab secara mendalam, dll.
  18. 18. Macam-Macam Ijtihad Ijtihad muthlaq/mustaqil ijhtihad yang dilakukan dengan cara menciptakan sendiri norma-norma dan kaiddah istinbat yang dipergunakan sebagai metode bagi seorang mujtahid dalam menggali hukum. Ijtihad muntasib ijtihad yang dilakukan mujtahid dengan menggunakan norma-norma dan kaidah-kaidah istinbat imamnya. Ijtihad mazhab atau fatwa ijtihad yang dilakukan mujtahid dalam lingkungan madzhab tertentu. Ijtihad dibidang tarjih ijtihad yang dilakukan dengan cara mentarjih dar beberapa pendapat yang ada baik dalam satu lingkungan madzhab tertentu.
  19. 19. PENGERTIAN HUKUM TAKLIFID. HUKUM TAKLIFI MACAM- MACAM HUKUM TAKLIFI
  20. 20. Pengertian Hukum Taklifi Menurut bahasa : menetapkan sesuatu atas yang lain. Menurut istilah fikih : syariat.
  21. 21. Macam-Macam HukumTaklifiA. Ijab (wajib) : mendapat pahala jika menerjakan dan mendapat dosa jika meninggalkan. Wajib dibagi menjadi 2 : - Wajib ain : kewajiban yang dibebankan pada setiap mukalaf individu. Contoh : sholat lima waktu - Wajib ki’fai : kewajiban yang dibebankan kepada sekelompok orang untuk melaksanakannya. Contoh : menyelenggarakan pengurusan jenazah Dilihat dari waktu penunaiannya , wajib dibagi menjadi 2 : - Wajib mutlak : tidak ditentukan waktu pelaksanaannya. Contoh : membayar kifarat bagi orang yang melanggar sumpahnya - - Wajib mu’akkad : sudah ditentukan waktu pelaksanaannya. Contoh : sholat lima waktu dan puasa Ramadhan.
  22. 22. Dilihat dari segi ukuran , wajib dibagi menjadi 2 :- Wajib muhaddad : kewajiban yang jumlahnya sudahditentukan secara pasti oleh hukum Islam .Contoh : jumlah rakaat sholat , jumlah puasa Ramadhan ,jumlah zakat- Wajib gairu muhaddad : kewajiban yang jumlahukurannya tidak ditentukan secara pasti oleh hukum Islam.Contoh : mengeluarkan infaq Dilihat dari segi boleh tidaknya memilihdalam melaksanakan kewajiban , wajib dibagi menjadi 2 :- Wajib mu’ayyan : kewajiban yang telah ditentukan secarapasti wujud dan bentuknyaContoh : sholat lima waktu , zakat , puasa , haji- Wajib mukhayar : kewajiban dalm pelaksanaannya bolehmemilih
  23. 23. B. Nabd (sunah) : mendapat pahala jika mengerjakan dan tidak mendapat siksa jika meninggalkan. Macam-macam sunah : - Sunah muakkad : perbuatan yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan , tidak dosa jika tidak dilaksanakan. - Sunah za’idah : perbuatan yang dianjurkan Rasulullah saw. untuk mengerjakannya.C. Mustahab/fadilah (keutamaan) : suatu perbuatan yang dituntut sebagai penambah kesempurnaan amal perbuatan mukalaf .D. Tahrim (haram) : mendapat pahala yang meninggalkan dan mendapat siksa bagi yang mengerjakannya . Macam-macam haram : - Haram lizatihi : perbuatan yang ditetapkan haram sejak semula karena secara tegas mengandung mafsadat (kerusakan) . Contoh : berzina , mencuri , meminum khomer , memakan daging babi .
  24. 24. - Haram li’andihi : perbuatn yang awalnya tidak haram dan kemudian ditetapkan haram karena ada sebab lain yang datang dari luar Contoh : ayam pada dasarnya halal , karena diperoleh dari mencuri menjadi haram.E. Kaharah (makhruh/dibenci) : mendapat pahala jika meninggalkan dan tidak dosa jika mengerjakan.
  25. 25. Disusun oleh :1. Agista Sovia Paramadina (02)2. Anggita Putri Nuryanto (05)3. Riva Listyaningsih (28)4. Sashia Forenzka Maydiena (31)5. Yuliana Tri Pamungkas (34)
  26. 26. SEKIAN DAN TERIMAKASIH :DWASSALAMMU’ALAIKUM WR.WB
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×