• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Peraturan tentang.docx marsi k3
 

Peraturan tentang.docx marsi k3

on

  • 1,660 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,660
Views on SlideShare
1,660
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
12
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Peraturan tentang.docx marsi k3 Peraturan tentang.docx marsi k3 Document Transcript

    • PERATURAN TENTANG ERGONOMI1 VoteA. Peraturan Pemerintah Nο. 1 tahun 1951 tentang ketenagakerjaanPeraturan ini mengatur tentang jam kerja, cuti tahunan, cuti melahirkan, cuti haid bagipekerja wanita, peraturan tentang kerja bagi anak. Orang muda, wanita, persyaratan tempatkerja, dan lain-lain.Undang-undang Kecelakaan diumumkan tahun 1947, Dinyatakan berlakutahun 1951. Undang-undang kecelakaan ini disebut juga Undang-undang KompensasiPekerja (Workmen Compensation Law) mengatur tentang penggantian kerugian kepadaburuh yang mendapat kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Beberapa pasal yang patutdiketahui antara lain adalah: 1. Di perusahaan yang diwajibkan memberi tunjangan, majikan berkewajiban membayar ganti rugi kepada buruh yang mendapat kecelakaan berhubungan dengan hubungan kerja pada perusahaan itu. 2. Penyakit yang timbul karena hubungan kerja dipandang sebagai kecelakaan. 3. Jikalau buruh meninggal dunia akibat kecelakaan yang demikian itu, kewajiban membayar kerugian itu berlaku terhadap keluarga yang ditinggalkannya.B. Undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970Undang-undang ini berisi ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai denganperkembangan masyarakat, industrialisasi, teknik, dan teknologi dalam rangka pembinaannorma keselamatan kerj. DalamUndang-undang Keselamatan Kerja ini juga dicantumkan hakdan kewajiban tenaga kerja, yaitu: 1. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan atau ahli keselamatan kerja. 2. Memakai alat perlindungan dirinya yang diwajibkan. 3. Memenuhi dan menaati semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. 4. Meminta kepada Pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. 5. Menyatakan keberatan kerja pada keadaan dengan syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat perlindungan yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggungjawabkan.C. Undang undang kesehatan
    • Ketentuan hukum mengenai kesehatan kerja juga terdapat dalam UU Kesehatan. Pasal 23Undang-undang Kesehatan ini menyatakan: 1. Kesehatan kerja diselenggarakan untuk mewujudkan produktivitas kerja yang optimal. 2. Kesehatan kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat kerja, dan syarat kesehatan kerja. 3. Setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja 4. Ketentuan mengenai kesehatan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan (3) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.Pada pasal ini diatur agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirisendiri dan masyarakat sekelilingnya untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal.Diingatkan dalam pasal ini bahwa kesehatan kerja meliputi pelayanan kesehatankerja,pencegahan penyakit akibat kerja dan syarat-syarat kesehatan. Dengan demikian,upayakesehatan kerja pada hakikatnya merupakan penyerasian kapasitas kerja,beban kerja danlingkungan kerja. Pelayanan kesehatan kerja adalah pelayanan kesehatan yang diberikankepada pekerja sesuai dengan jaminan sosial tenaga kerja dan mencakup upaya peningkatankesehatan,pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit,dan pemulihan kesehatan.Syarat kesehatan kerja meliputi persyaratan kesehatan pekerja baik fisik maupun psikis sesuaidengan jenis pekerjaannya, persyaratan bahan baku,peralatan, dan proses kerja sertapersyaratan tempat atau lingkungan kerja. Yang dimaksud dengan tempat kerja di sini adalahtempat kerja yang terbuka atau tertutup, bergerak atau tidak bergerak yang dipergunakanuntuk memproduksi barang atau jasa oleh satu atau beberapa orang pekerja. Dalam pasal iniditegaskan bahwa yang wajib menyelenggarakan kesehatan kerja adalah tempat yangmempunyai risiko bahaya kesehatan atau mudah terjangkit penyakit atau yang mempunyaikaryawan lebih dari 10 orang.Sanksi hukum bagi yang melanggar ketentuan tentang kesehatan kerja, diatur dalam pasalyang sama dengan sanksi hukum pada pelanggaran kesehatan lingkungan. Untuk Kesehatanpasal 94 berbunyi: “Barang siapa yang menyelenggarakan tempat kerja yang tidak memenuhiketentuan dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan atau pidana dendapaling banyak lima belas juta”.D. Undang-undang jaminan sosial Nο. 14 tahun 1969Ketentuan pokok mengenai jaminan sosial ini diatur dalam Undang-undang Nο. 14 tahun1969. Salah satu dari jaminan ini adalah program Astek. Menunit Peraturan Pemerintah RINο. 33 tahun 1977 tentang Astek. programnya adalah berupa Asuransi Kecelakaan Kerja,Asuransi Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kematian. Dalam pasal 3 ayat 1 PeraturanPemerintah ini dijelaskan bahwa setiap perusahaan wajib menyelenggarakan program Astek.Dengan demikian, program ini akan memberikan jaminan terhadap kecelakaan, penyakit ataukematian yang timbul dan dengan hubungan kerjaE. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang KesehatanDalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 23 mengenaikesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diselenggarakan pada setiaptempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan yang besar
    • bagi pekerja agar dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakatsekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan programperlindungan tenaga kerja.F. SNI 16-7063-200 dan SK MENAKER RI nomor KEP-51/MEN/1999, tentang NilaiAmbang Batas (NAB)Nilai ambang batas fisik lingkungan kerja di Indonesia diatur dalam SNI 16-7063-200 danSK MENAKER RI nomor KEP-51/MEN/1999, tentang Nilai Ambang Batas (NAB) FaktorFisika Di Tempat Kerja. Dalam peraturan tersebut penentuan NAB temperatur menggunakanISBB (Indeks Suhu Bola Basah) atau WBGT (Wet Bulb Globe Temperature Index) yangdikeluarkan ACGIH (American Conference of Governmental Industrial Hygienists).NAB fisik hasil penelitian domain KEP-51/MEN/1999 adalah sebagai berikut: NABtemperatur untuk beban kerja ringan mengalami penurunan rata-rata sebesar 0,760 C,sedangkan NAB temperatur untuk beban kerja sedang mengalami penurunan rata-rata sebesar0,650 C. NAB kebisingan mengalami penurunan rata-rata sebesar 2,45 dB. NAB fisik hasilpenelitian domain Kuisioner adalah sebagai berikut: NAB temperatur mengalami penurunanrata-rata sebesar 5,30 C. NAB kebisingan mengalami penurunan rata-rata sebesar 4,09 dB.G. Kepmen No 1405/MENKES/SK/XI/20021. Kualitas fisik udara Suhu udara: 18-28 oC Intensitas cahaya: 100 Lux Kelembapan Relatif: 40-60%2. Kulitas kimia udara Konsentrasi debu: max 0,15 mg/m33.Kualitas biologis udara: Max770 koloni/m3ERGONOMI DASARMarch 17th, 2010 • Related • Filed UnderMasalah ergonomi dalam bekerjaErgonomi adalah studi kerja dalam kaitannya dengan lingkungan di mana ia dilakukan(tempat kerja) dan mereka yang melakukan hal itu (pekerja). Hal ini digunakan untukmenentukan bagaimana tempat kerja dapat didesain atau disesuaikan dengan pekerja untukmencegah berbagai masalah kesehatan dan untuk meningkatkan efisiensi; dengan kata lain,untuk membuat pekerjaan sesuai dengan pekerja, bukannya memaksa pekerja untukmenyesuaikan diri dengan pekerjaan. Salah satu contoh sederhana adalah meningkatkanketinggian meja kerja sehingga pekerja tidak perlu membungkuk tidak perlu untuk mencapai
    • kerjanya. Seorang spesialis di ergonomi, disebut ahli ergonomi, mempelajari hubungan antarapekerja, tempat kerja dan pekerjaan desain.Ada banyak manfaat nyata dari penerapan ergonomi di tempat kerja. Untuk pekerja, manfaatlebih sehat dan lebih aman kondisi kerja. Bagi majikan, manfaat yang paling jelas adalahpeningkatan produktivitas.Ergonomi adalah ilmu pengetahuan yang luas meliputi berbagai kondisi kerja yang dapatmempengaruhi kenyamanan dan kesehatan pekerja, termasuk faktor-faktor sepertipencahayaan, kebisingan, suhu, getaran, desain workstation, desain alat, desain mesin, desainkursi dan alas kaki, dan desain pekerjaan, termasuk faktor-faktor seperti kerja shift, istirahat,dan jadwal makan.Permasalahan yang sering terjadi dalam ergonomi pada pekerja adalah :Pekerja sering diberi banyak pilihan dan dipaksa untuk beradaptasi dengan kondisi kerja yangdirancang dengan buruk, yang dapat mengakibatkan cedera serius ke tangan, pergelangantangan, sendi, punggung, atau bagian lain dari tubuh. Secara khusus, dapat mengakibatkancedera dari:*berulang-ulang dari waktu ke waktu menggunakan alat bergetar dan peralatan, seperti bor*alat dan tugas-tugas yang membutuhkan tangan memutar atau gerakan sendi, sepertipekerjaan melakukan banyak mekanik*menerapkan kekuatan dalam posisi yang canggung*menerapkan tekanan yang berlebihan pada bagian-bagian tangan, punggung, pergelangantangan atau sendi*bekerja dengan tangan terentang atau di atas kepala*bekerja dengan punggung bungkuk*mengangkat atau mendorong beban berat.Luka dan penyakit yang disebabkan oleh dirancang dengan buruk atau tidak cocok alat danworkstation sering berkembang perlahan selama periode bulan atau tahun. Namun, seorangpekerja biasanya akan memiliki beberapa tanda dan gejala untuk jangka waktu lamamenunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah. Sebagai contoh, pekerja mungkin tidak nyamansaat melakukan pekerjaan nya, atau merasa sakit pada otot atau sendi setelah pulang darikerja. Selain itu, ia atau dia mungkin memiliki banyak strain otot kecil selama periode waktu.
    • Penting untuk menyelidiki masalah-masalah seperti ini karena apa yang mungkin mulaisebagai ketidaknyamanan dapat mengakibatkan dalam beberapa kasus cedera serius ataupenyakit mematikan.Efek psikologisnya :Para pekerja tidak akan nyaman dengan pekerjaannya, apalagi ia akan mengalami sakit yangserius jika kondisi dalam bekerja tidak baik. Para pekerja akan mengalami stres yangberhubungan dengan cedera dan penyakit (muskuloskeletal). Dan hal ini harus diperhatikanoleh majikan, supaya produktivitas pekerja tidak menurun dan pekerja juga bisa nyamandalam bekerja.Ergonomi pada Pekerja OperatorErgonomi adalah suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia merancang suatu sistemkerja, sehingga manusia dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapaitujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, aman, dan nyaman. Fokus dariergonomi adalah manusia dan interaksinya dengan produk, peralatan, fasilitas, prosedur danlingkungan dan pekerja serta kehidupan sehari-hari dimana penekanannya adalah pada faktormanusia.Para operator dalam melakukan pekerjaannya, posisi kerja mereka tidak sesuai denganprinsip-prinsip ergonomi yaitu terlalu membungkuk, jangkauan tangan yang tidak normal.Alat yang terlalu kecil, dll. Sehingga dari posisi kerja operator tersebut dapat mengakibatkantimbulnya berbagai permasalahan yaitu kelelahan dan rasa nyeri pada punggung akibat dariduduk yang tidak ergonomis tersebut, timbulnya rasa nyeri pada bahu dan kaki akibat ketidaksesuaian antara pekerja dan lingkungan kerjanya.Tidak peduli apakah pekerja harus berdiri, duduk atau dalam sikap/posisi kerja yang lain,pertimbangan-pertimbangan ergonomis yang berkaitan dengan sikap/posisi kerja akan sangatpenting. Beberapa jenis pekerjaan akan memerlukan sikap dan posisi tertentu yang kadang-kadang cendrung untuk tidak mengenakkan. Kondisi kerja seperti ini memaksa pekerja selaluberada pada sikap dan posisi kerja yang “aneh” dan kadang-kadang juga harus berlangsungdalam jangka waktu yang lama. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan pekerja cepat lelah,membuat banyak kesalahan atau menderita cacat tubuh. Untuk menghindari sikap dan posisikerja yang kurang favourable ini pertimbangan-pertimbangan ergonomis antara lainmenyarankan hal-hal seperti :* Mengurangi keharusan operator untuk bekerja dengan sikap dan posisi membungkukdengan frekuensi kegiatan yang sering atau jangka waktu lama. Untuk mengatasi problemaini maka stasiun kerja harus dirancang- terutama dengan memperhatikan fasilitas kerjanyaseperti meja kerja, kursi dll yang sesuai dengan data antropometri-agar operator dapatmenjaga sikap dan posisi kerjanya tetap tegak dan normal. Ketentuan ini terutama sekaliditekankan bilamana pekerjaan-pekerjaan harus dilaksanakan dengan posisi berdiri.* Operator tidak seharusnya menggunakan jarak jangkauan maksimum yang bisa dilakukan.Pengaturan posisi kerja dalam hal ini dilakukan dalam jarak jangkauan normal(konsep/prinsip ekonomi gerakan ). Disamping pengaturan ini bisa memberikan sikap danposisi yang nyaman juga akan mempengaruhi aspek-aspek ekonomi gerakan. Untuk hal-hal
    • tertentu operator harus mampu dan cukup leluasa mengatur tubuhnya agar memperoleh sikapdan posisi kerja yang lebih mengenakkannya.* Operator tidak seharusnya duduk atau berdiri pada saat bekerja untuk waktu yang lamadengan kepala, leher, dada atau kaki berada dalam sikap atau posisi miring. Demikian pulasedapat mungkin menghindari cara kerja yang memaksa operator harus bekerja dengan posisitelentang atau tengkurap.* Operator tidak seharusnya dipaksa bekerja dalam frekuensi atau periode waktu yang lamadengan tangan atau lengan berada dalam posisi diatas level siku yang normal.Efek psikologis :Ketidaknyamanan dalam bekerja dapat mempengaruhi kondisi psikologis pekerja. Olehkarena itu, kenyamanan dalam bekerja sangat diperlukan, supaya efektivitas danproduktivitas terus meningkat dan psikologis pekerja pun sehat.Ergonomi kerjaErgonomi berasal dari kata Yunani, Ergos= kerja dan Nomos=aturan/hukum. Ergonomimerupakan suatu aturan atau norma yang dalam sistem kerja. Mengapa ergonomi diperlukan?Dari pengalaman para pekerja, setiap aktivitas atau pekerjaan yang tidak dilakukan secaraergonomis akan berakibat tak nyaman, biaya tinggi, kecelakaan dan penyakit akibat kerjameningkat. Akibatnya perfomansi kerja menurun akhirnya terjadi penurunan efisiensi dandaya kerja. Jadi ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang memanfaatkan informasi-informasimengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia dalam rangka membuat sistem kerjayang ENASE (efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien).Dalam pekerjaan sehari-hari, ergonomi dapat membantu mencegah timbulnya masalahkesehatan dan keselamatan manusia. Dalam hal ini ergonomi dapat membantu, misalnya, darisegi pembagian shift kerja disesuaikan dengan kemampuan optimal manusia dan lingkungankerja seperti panas, lembab, dan sebagainya. Selain itu perlu diperhatikan agar tubuh saatbekerja tidak mengalami sikap paksa, dan posisi saat bekerja juga harus tepat dandiperhatikan.Di era golbalisasi menuntut pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di setiaptempat kerja termasuk di sektor kesehatan. Untuk itu kita perlu mengembangkan danmeningkatkan K3 disektor kesehatan dalam rangka menekan serendah mungkin risikokecelakaan dan penyakit yang timbul akibat hubungan kerja, serta meningkatkanproduktivitas dan efesiensi.Dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari karyawan/pekerja di sektor kesehatan tidakterkecuali di Rumah Sakit maupun perkantoran, akan terpajan dengan resiko bahaya ditempat kerjanya. Resiko ini bervariasi mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berattergantung jenis pekerjaannya.Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 23 mengenaikesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diseleng-garakan pada setiaptempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan yang besarbagi pekerja agar dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat
    • sekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan programperlindungan tenaga kerja.Hal-hal yang berhubungan pelaksanaan K3 pekantoran :Ada beberapa hal penting yang harus mendapatkan perhatian sehubungan denganpelaksanaan K3 perkantoran, yang pada dasarnya harus memperhatikan 2 (dua) hal yaituindoor dan outdoor, yang kalau diurai seperti dibawah ini :* Konstruksi gedung beserta perlengkapannya dan operasionalisasinya terhadap bahayakebakaran serta kode pelaksanaannya.* Jaringan elektrik dan komunikasi.* Kualitas udara.* Kualitas pencahayaan.* Kebisingan.* Display unit (tata ruang dan alat).* Hygiene dan sanitasi.* Psikososial.* Pemeliharaan.* penggunaan Komputer.Kondisi berikut menunjukkan beberapa tanda-tanda suatu sistem kerja yang tidak ergonomik:* Hasil kerja (kualitas dan kuantitas) yang tidak memuaskan* Sering terjadi kecelakaan kerja atau kejadian yang hampir berupa kecelakaan* Pekerja sering melakukan kesalahan (human error)* Pekerja mengeluhkan adanya nyeri atau sakit pada leher, bahu, punggung, atau pinggang* Alat kerja atau mesin yang tidak sesuai dengan karakteristik fisik pekerja* Pekerja terlalu cepat lelah dan butuh istirahat yang panjang* Postur kerja yang buruk, misalnya sering membungkuk, menjangkau, atau jongkok* Lingkungan kerja yang tidak teratur, bising, pengap, atau redup* Pekerja mengeluhkan beban kerja (fisik dan mental) yang berlebihan* Komitmen kerja yang rendah* Rendahnya partisipasi pekerja dalam sistem sumbang saran atau hilangnya sikapkepedulian terhadap pekerjaan bahkan keapatisanEfek Psikologis :Dengan adanya kenyamanan saat bekerja, membuat para pekerja akan efektif dan efisiendalam bekerja, tidak akan menimbulkan penyakit akibat kerja, dan tidak memungkinkan akanterjadi gangguan psikologi. Jika para pekerja merasa tidak nyaman, lama-lama para pekerjajuga akan mengalami gangguan psikologis, seperti stress, dan hal ini akan merugikanpekantoran atau perusahaan tersebut, karena produktivitas pekerja di perusahaan itu akanmenurun.9 Aturan Emas dalam Mengelola KeuanganBekerja keras, dan cermat mengatur keuangan, bukanlah hal-hal yang perlu Anda lakukanhanya karena Anda menjalani kewajiban. Lakukan kedua hal ini karena memungkinkan Andamemperoleh kenikmatan seutuhnya dalam menjalani hidup. Anda tidak akan menyesal ketika
    • akhirnya mampu mencapai apa yang penting bagi hidup Anda, berkat penetapan pola hidupyang terbaik.Untuk dapat menjalani pola hidup yang bijak dan mengelola keuangan dengan cermat, Andabisa mengikuti 9 aturan dasar, yang boleh dikatakan sebagai aturan emas, berikut ini :1. Hidup sesuai kemampuan. Agar benar-benar hidup merdeka, hiduplah sesuai kemampuan.Jika Anda selalu dililit hutang, entah kepada orang lain atau kartu kredit, Anda tak akanpernah menikmati hidup Anda seutuhnya. Atur agar Anda dapat menjalani hidup tanpa batasdengan menabung untuk hal-hal yang Anda inginkan, dan berbelanja sesuai rencana.2. Bekerja keras. Pekerjaan dan gaji Anda adalah aset terbesar dalam membangun kekayaan.Lakukan yang terbaik di tempat kerja, dan ambil langkah-langkah untuk membuat diri Andasangat dibutuhkan, untuk meraih posisi yang Anda inginkan.3. Membandingkan harga. Anda tahu kan, kebiasaan ibu-ibu saat berbelanja di pasar atau dihipermarket? Mereka akan berkeliling dulu membandingkan harga antara barang merek yangsatu dengan merek yang lain. Mereka baru akan memutuskan untuk membeli ketikamendapatkan harga terbaik (paling murah!). Apakah mengambil paket tur yang sedangpromosi lebih murah daripada jika Anda membeli tiket pesawat dan memesan penginapansendiri? Meskipun memakan waktu, hasil yang Anda peroleh tentu terasa lebih memuaskan.4. Hindari penyesalan belakangan. Merasa bersalah itu sangat tidak menyenangkan. Karenaitu, sebelum menyesal karena membeli sesuatu yang tak dapat dipakai, tanyalah pada diriAnda: Apakah saya benar-benar menyukainya? Seberapa sering saya akan memakainya?Apakah saya mampu membelinya? Bisakah saya mencari versi yang lebih murah di tempatlain?5. Hindari penyesalan karena terlalu hemat. Kadangkala terlalu hemat juga bisa menyisakanpenyesalan. Pernahkah Anda menemukan sesuatu barang yang sudah lama Anda impikan,namun karena Anda bertekad tidak akan tergoda, akhirnya menyesal karena tak pernah lagimelihat barang tersebut? Sekali-sekali, Anda boleh saja kok memanjakan diri. Alokasikandana untuk sesuatu yang mungkin tidak sangat dibutuhkan, tetapi bisa membuat Andabersemangat.6. Utamakan kualitas, bukan kuantitas. Menjejali lemari Anda dengan pakaian-pakaian yangsudah tak musim lagi dalam tiga bulan, bukan cara yang cerdas dalam membelanjakan uang.Belilah barang dalam jumlah yang lebih sedikit namun tahan lama. Dengan demikian Andaakan memiliki beberapa barang berkualitas tinggi yang membuat Anda merasa layakmemilikinya.7. Menabung untuk sesuatu yang sudah diduga, dan yang tidak diharapkan. Kita tentu akanpensiun pada waktunya nanti, karena itu sebaiknya Anda menabung dari sekarang. Di pihaklain, kita juga perlu mempersiapkan diri untuk sesuatu yang tak diharapkan, seperti PHK ataubiaya kesehatan. Dengan demikian kita akan selalu mampu mengontrol keuangan meskipunhal-hal di sekitar Anda tidak berjalan sesuai keinginan Anda.8. Negosiasikan. Dengan kata lain, tawarlah harga semampu Anda. Pintu tidak akan tertutupsampai Anda mendengar kata “tidak”. Begitu juga saat wawancara kerja. Lakukan tawar-menawar untuk hal-hal seperti gaji atau benefit lain yang dapat Anda peroleh. Yang Andaperlukan hanya kepercayaan diri untuk meminta.9. Tetapkan tujuan untuk memotivasi diri. Tinjau kembali tujuan Anda ketika telah berhasilmencapai tujuan yang Anda buat sebelumnya. Entah itu menabung untuk liburan ke suatutempat yang sudah lama Anda impikan, atau mempertimbangkan langkah selanjutnya dalamkarier. Pendek kata, selalu lakukan sesuatu untuk membuat Anda bergerak maju dantermotivasi.
    • BELAJAR DARI GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL UNTUK MENINGKATKANKINERJA KARYAWANBanyak pendekatan dalam gaya kepemimpinan guna meningkatkan kinerja karyawan.Dewasa ini, banyak konsep tentang gaya kepemimpinan yang dapat meningkatkan kinerjakaryawan. Dimulai dari konsep yang paling klasik sampai teori modern, yaitu teorisituasional yang disampaikan Hersey and Blancard.Gaya Kepemimpinan SituasionalBelajar dari konsep Hersey and Blancard, perilaku dan gaya kepemimpinan bersifatsituasional. Pemimpin atau manajer harus menyesuaikan responnya menurut kondisi atautingkat perkembangan kematangan, kemampuan dan minat karyawan dalam menyelesaikantugas-tugasnya. Dalam hal ini, respon seorang manajer dalam perilaku kepemimpinannyamemberikan sejumlah pengarahan dan dukungan yang bersifat sosioemosional. Sementaraitu, manajer harus menyesuaikan tingkat kematangan karyawan.Tingkat kematangan karyawan (maturity), diartikan sebagai tingkat kemampuan karyawanuntuk bertanggung jawab dan mengarahkan perilakunya dalam bentuk kemauan. Berdasarkantingkat kematangannya, menurut Hersey and Blancard ada empat jenis karyawan, yaitu: (1)karyawaan yang tidak mampu dan tidak mau, (2) karyawaan yang tidak mampu, tetapi mau,(3) karyawaan yang mampu, tetapi tidak mau, (4) karyawaan yang mampu dan mau.Ada empat respon kepemimpinan dalam mengelola kinerja berdasarkan tingkat kematangankaryawan, yaitu mengarahkan, menjual, menggalang partisipasi dan mendelegasikan.Mengarahkan (telling)Gaya kepemimpinan yang mengarahkan, merupakan respon kepemimpinan yang perludilakukan oleh manajer pada kondisi karyawan lemah dalam kemampuan, minat dankomitmenya. Sementara itu, organisasi menghendaki penyelesaian tugas-tugas yang tinggi.Dalam situasi seperti ini Hersey and Blancard menyarankan agar manajer memainkan perandirective yang tinggi, memberi saran bagaimana menyelesaikan tugas-tugas itu, tanpamengurangi intensitas hubungan sosial dan komunikasi antara pimpinan dan bawahan.Menjual (selling)Pada kondisi karyawan menghadapi kesulitan menyelesaikan tugas-tugas, takut untukmencoba melakukannya, manajer juga harus memproporsikan struktur tugas dengantanggungjawab karyawan. Selain itu, manajer harus menemukan hal-hal yang menyebabkankaryawan tidak termotivasi, serta masalah-masalah yang dihadapi karyawan.Pada kondisi karyawan sudah mulai mampu mengerjakan tugas-tugas dengan lebih baik, akanmemicu perasaan timbulnya over confident. Kondisi ini, memungkinkan karyawanmenghadapi permasalahan baru yang muncul. Masalah-masalah baru yang muncul tersebut,seringkali menjadikannya putus asa. Oleh karena itu, setelah memberikan pengarahan,manajer harus memerankan gaya menjual. Dengan mengajukan beberapa alternatifpemecahan masalah.Menggalang partisipasi (participation)Gaya kepemimpinan partisipasi, adalah respon manajer yang harus diperankan ketika tingkatkemampuan karyawan akan tetapi tidak memiliki kemauan untuk melakukan tanggungjawab, karena ketidakmauan atau ketidakyakinan mereka untuk melakukan tugas/tangungjawab seringkali disebabkan karena kurang keyakinan. Dalam kasus seperti ini pemimpin
    • perlu membuka komunikasi dua arah dan secara aktif mendengarkan mendukung usaha-usahayang dilakukan para bawahan/pengikutnya.Mendelegasikan (delegating)Selanjutnya, untuk tingkat karyawan dengan kemampuan dan kemauan yang tinggi, makagaya kepemimpinan yang sesuai adalah gaya “delegasi”. Dengan gaya delegasi ini pimpinansedikit memberi pengarahan maupun dukungan, karena dianggap sudah mampu dan maumelaksanakan tugas/tanggung jawabnya. Mereka diperkenankan untuk melaksanakan sendiridan memutuskannya tentang bagaimana, kapan dan dimana pekerjaan mereka harusdilaksanakan. Pada gaya delegasi ini tidak terlalu diperlukan komunikasi dua arah.Analisis :Kepemimpinan diatas termasuk ke dalam teori Model Leadership Continuum. Model iniberpendapat bahwa pemimpin mempengaruhi pengikutnya melalui beberapa cara, yaitu daricara yang menonjolkan sisi ekstrim yang disebut dengan perilaku otokratis sampai dengancara yang menonjolkan sisi ekstrim lainnya yang disebut dengan perilaku demokratis.Perilaku otokratis, pada umumnya dinilai bersifat negatif, dimana sumber kuasa atauwewenang berasal dari adanya pengaruh pimpinan. Jadi otoratis berada di tangan pemimpin,karena pemusatan kekuatan dan pengambil keputusan ada pada dirinya serta memegangtanggungjawab penuh, sedangkan bawahannya dipengaruhi melalui ancaman dan hukuman.Selain bersifat negatif, gaya kepemimpinan ini mempunyai manfaat, yaitu pengambilankeputusan cepat, dapat memberikan kepuasan pada pimpinan serta memberikan rasa amandan keteraturan bagi bawahan. Selain itu, orientasi utama dari perilaku otokratis ini adalahpada tugas.Perilaku demokratis; perilaku kepemimpinan ini memperoleh sumber kuasa atau wewenangyang berawal dari bawahan. Hal ini terjadi jika bawahan dimotivasi dengan tepat danpimpinan dalam melaksanakan kepemimpinannya berusaha mengutamakan kerjasama danteam work untuk mencapai tujuan, dimana si pemimpin senang menerima saran, pendapat,dan bahkan kritik dari bawahannya. Kebijakan disini terbuka bagi diskusi dan keputusankelompok.“Kunci Sukses” Memimpin BawahanSalah satu kunci penting memimpin bawahan adalah menghindari tindakan-tindakan yangmembunuh motivasi bawahan. Ini berarti, memimpin bawahan tidak cukup hanya denganmendorong bawahan berperilaku motivatif, tetapi juga menjaga diri kita, sebagai seorangpimpinan, untuk tidak melakukan sesuatu yang dapat mematahkan semangat bawahan. Sikapnegatif kita dapat menghalangi sesuatu positif dari orang lain.Berikut beberapa tips tindakan yang perlu kita perhatikan dalam memimpin bawahan :1. Jangan mengkritik bawahan di hadapan orang lain.Ini adalah pembunuh motivasi nomor satu. Jangan permalukan bawahan dihadapan oranglain. Meski kita mengatakan sesuatu yang menurut kita benar, namun mengkritiknya di depanumum, dapat melukai perasaannya. Kritik kita dapat meninggalkan bekas luka dalam yangmengubah motivasi menjadi sakit hati dan dendam berkepanjangan.
    • 2. Jangan menghina/merendahkan bawahan.Melontarkan kata-kata seperti, “bodoh”, “goblok-, atau kata-kata penuh hinaan lain adalahtindakan yang harus dihindari jauh-jauh. Berhati-hatilah dengan perkataan kita. Jangansepelekan orang lain. Mereka takkan melakukan sesuatu yang kita inginkan dengan baik jikakita sendiri menganggap mereka tidak becus3. Jangan menganggap bawahan sebagai alat.Sebagai pimpinan, kita memang menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan. Namun,jika kita bersikap seolah-olah memperalat bawahan demi tujuan kita sendiri, kita akankehilangan simpati dan motivasi bawahan untuk mau bekerja pada kita. Libatkan bawahanpada tujuan bersama. Tunjukkan bahwa kita bersama mereka sedang mencapai tujuan demikeberhasilan bersama.4. Jangan berlaku tidak adil.Adalah wajar jika kita senang pada bawahan-bawahan terbaik. Namun itu bukan alasan untukberlaku tidak adil. Perlakuan diskriminatif mudah sekali menjatuhkan semangat seluruhbawahan. Terlebih lagi bila kita tak sadar sedang “dijilat” oleh bawahan yang kita sukai.Jangan sekali-kali men-judge ada departemen yang menghasilkan dan ada departemen yangtidak menghasilkan.5. Jangan hanya memikirkan diri sendiri.Bagaimana perasaan kita saat mendengar atasan membanggakan dan memikirkankepentingan dirinya sendiri. Kita mungkin merasa direndahkan secara tak langsung. Atau kitamungkin merasa atasan kita sedang mengambil keuntungan dari kita. Maka, itu pulalah yangdirasakan oleh bawahan kita jika kita hanva berpusat pada diri sendiri dan tak memberikanperhatian pada mereka.6. Jangan ragu-ragu dalam mengambil keputusan.Bawahan membutuhkan sebuah keputusan yang tegas, segera, namun bijaksana dariatasannva. Jika kita tampak bimbang dengan keputusan kita sendiri, bawahan akan merasalebih bimbang lagi. Ini cepat sekali menjegal motivasi. Bukan hanya itu, mereka mungkin taklagi mempercayai kemampuan diri mereka sendiri juga anda.7. Jangan melemparkan tanggung jawab.Tugas pimpinan / manajer adalah membimbing bawahan agar lebih baik dan berhasil. Salahsatunva adalah dengan mendelegasikan wewenang. Tapi itu bukan berarti kita terlepas daritanggung jawab atas tugas tersebut. Melemparkan tanggung jawab dapat meruntuhkankepercayaan mereka pada kita sebagai seorang pemimpin. Disaat-saat sulit, tunjukkantanggung jawab kita. Ini menumbuhkan hormat pada kita.8. Jangan kaku, namun jangan turunkan standar kualitas kita.Situasi tidak selalu berjalan sebagaimana diharapkan. Kita harus bersikap tegas, namunjangan diartikan sebagai sikap kaku. Terbuka dan terimalah masukan-masukan dari bawahan.Namun, kita tetap harus menjaga standar kualitas yang kita inginkan. Jika kita toleranterhadap sebuah kelemahan, kita menurunkan moral bawahan lain yang memiliki inisiatiftinggi.9. Jangan menunjukkan ketidakpercayaan.Kunci memotivasi orang adalah memberikan kepercayaan pada mereka. Sebaliknya,mematikan motivasi bawahan paling mudah dilakukan dengan mencabut kembali
    • kepercayaan itu. Sepatah ucapan yang menunjukkan ketidakpercayaan sudah cukup untukmenyingkirkan motivasi mereka.10. Jangan acuh tak acuh pada bawahan.Jika kita ingin meruntuhkan motivasi bawahan, jangan berikan perhatian apapun padamereka. Jangan beri umpan balik. Jangan ingat kejadian-kejadian penting dalam hidupmereka. Jangan berikan waktu bagi mereka untuk berbincang-bincang. Jauh lebih mudahmematahkan semangat, ketimbang membangunnya. Untuk Itu, hindari hal-hal yang bisamembunuh motivasi bawahan.Ada 3 teori mengenai kepemimpinan, yaitu:1. Modern Choice Approach to Participation (Vroom & Yetton)Model ini mengarah kepada pemberian suatu rekomendasi tentang gaya kepemimpinan yangsebaiknya digunakan dalam situasi tertentu.Menurut teori ini, gaya kepemimpinan yangtepatditentukan oleh corak persoalan yang dihadapioleh macam keputusanyang harusdiambil. Ada tiga perangkat parameter yang penting dalam gaya kepemimpinan teori ini,yaitu klasifikasi gaya kepemimpinan, kriteria efektifitas keputusan, kriteria penemukenalanjenis situasi pemecahan persoalan.1. Contingensi of Leadership (Fiedler)Model ini menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang paling efektif tergantung pada situasiyang dihadapi dan perubahan gaya bukan merupakan suatu hal yang sulit. Konsepsikepemimpinan situasional ini melengkapi pemimpin dengan pemahaman dari hubunganantara gaya kepemimpinan yang efektif dengan tingkat kematangan bawahannya. Perilakubawahan ini amat penting untuk mengetahui kepemimpnan situasional, karena bukan sajabawahan sebagai individu bisa menerima atau menolak pemimpinnya, akan tetapi sebagaikelompok, bawahan dapat menentukan kekuatan pribadi apapun yang dimilikipemimpin.Model ini menyatakan bahwa keefektifan suatu kelompok bergantung padahubungan dan interaksi pemimpin dengan bawahannya, dan sejauh mana pemimpinmengendalikan dan mempengaruhi situasi.1. Path-Goal TheoryDasar dari teori ini adalah bahwa merupakan tugas pemimpin untuk membantu anggotanyadalam mencapai tujuan mereka dan untuk memberi arah dan dukungan atau keduanya yangdibutuhkan untuk menjamin tujuan mereka sesuai dengan tujuan kelompok atau organisasisecara keseluruhan. Model ini menganjurkan bahwa kepemimpinan terdiri dari dua fungsidasar, yaitu memberi kejelasan alur dan meningkatkan jumlah hasil (reward) bawahannya.Tiga Kalimat Ajaib Bagi Seorang PemimpinBanyak hal yang harus dipelajari untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Karenaseorang pemimpin adalah orang yang harus selalu bertumbuh dan belajar. Namun ada tigakalimat ajaib yang bisa membuat seseorang menjadi seorang pemimpin yang lebih baikdalam waktu singkat. Pertanyaan ini harus ditanyakan sang pemimpin kepada anak buahnyadan harus diingat baik-baik olehnya. Ketiga pertanyaan itu adalah sebagai berikut :
    • 1. Apa yang menjadi mimpi Anda baik secara pribadi maupun secara profesi?2. Apa yang menginspirasi Anda?3. Apa yang bisa saya bantu agar Anda bisa meraihnya?Sayangnya sebagian besar pemimpin tidak pernah menanyakan hal ini pada anak buahnya.Namun siapa yang melakukan hal ini akan meningkatkan kualitas karyawannya. Parapemimpin sejati akan membantu karyawannya untuk menemukan jawaban bagi ketigapertanyaan diatas. Semakin Anda mengenal karyawan Anda, semakin mudah Andamemotivasi mereka, mengaturnya dan memaksimalkan talenta mereka secara efektif bagipekerjaan.Analisis :Kekuasaan adalah kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai sesuatu dengancara yang diinginkan. Karena kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain,maka mungkin sekali setiap interaksi dan hubungan sosial dalam suatu organisasi melibatkanpenggunaan kekuasaan. Kekuasaan selalu melibatkan interaksi sosial antar beberapa pihak,lebih dari satu pihak. Dengan demikian seorang individu atau kelompok yang terisolasi tidakdapat memiliki kekuasaan karena kekuasaan harus dilaksanakan atau mempunyai potensiuntuk dilaksanakan oleh orang lain atau kelompok lain.Seorang pemimpin pasti memiliki kekuasaan. Tetapi seorang pemimpin yang baikmenggunakan kekuasaannya dengan baik dan benar. Kekuasaan dipakai untuk kepentinganbersama, tidak untuk kepentingan pribadi. Salah satu kekuasaan yang baik adalah kekuasaanyang dipakai untuk mengenal bawahan atau karyawannya supaya mereka semakin dimotivasidan bekerja lebih baik, bahkan mereka akan merasa nyaman dalam pekerjaaan mereka,sehingga mereka akan memaksimalkan pekerjaan mereka dengan sebaik-baiknya.Mempengaruhi Perilaku1. Definisi Pengaruh- Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002,849), pengaruh adalah daya yang ada atautimbul dari sesuatu (seseorang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atauperbuatan seseorang.- Menurut Badudu dan Zain (1994,1031), pengaruh adalah daya yang menyebabkan sesuatuyang terjadi; sesuatu yang dapat membentuk atau mengubah sesuatu yang lain; dan tundukatau mengikuti karena kuasa atau kekuatan orang lain.Jadi dapat disimpulkan, Pengaruh adalah suatu daya yang dapat membentuk atau mengubahsesuatu yang lain.1. Hal-hal yang berkaitan untuk mengubah perilaku1. Pengaruh dan EmosiApabila individu bermaksud untuk mempengaruhi individu lain sebaiknya ia menyadaribahwa ia sedang melaksanakan tugas emosional sebagai tugas intelektual; perubahan padaindividu, organisasi, masyarakat, selalu meliputi komponen yang luas dari emosionalitas.
    • Sebagian besar pendidik mengajarkan agar kita percaya bahwa kita mempengaruhi orang lainmelalui akal sehat. Orang harus dibujuk dengan fakta, bukti-bukti dan kebenaran.Kenyataan, akal memiliki peranan yang kecil dari proses mempengaruhi. Seorang individumerubah perilakunya atas dasar perasaan, bukan fakta-fakta. Individu berubah karena ditakut-takuti atau dirayu atau diancam.1. Motivasi orang untuk merubah perilakuUntuk mengubah perilaku, seseorang harus memliki motif atau tujuan. Harus jelas motif atautujuanya. Bentuk paling umum dari ketidakjelasan motif untuk merubah seseorang bisaberasal dari : konflik kebutuhan-kebutuhan jangka pendek dan panjang.1. Kunci untuk merubah terletak pada orang yang akan dirubahPihak yang diubah harus mempunyai kekuasaan untuk memutuskan apakah ia akan berubahatau tidak. Seorang yang akan mengubah perilaku dapat mempengaruhi keputusan tapi tidakdapat membuat keputusan.1. Perubahan menimbulkan kebingunganSelama proses perubahan perilaku seringkali orang yang akan diubah menjadi bingung,apakah itu benar atau salah.Pihak yang mengubah perilaku seringkali keliru menginterpretasikan sikap orang yangdiubahnya. Melihat orang yang diubahnya bingung, dia berpikir usaha-usaha perubahan yangdilakukanya telah gagal.1. Proses perubahan dapat menimbulkan frustasi dan konflik.Perilaku yang pada masa lalu dianggap memadai, sekarang dianggap tidak memadai lagi,namun tidak ada alternatif yang langsung tersedia sehingga timbul konflik. Apabila jalanyang ditempuh oleh seseorang pada saat sekarang ini tampak tidak sebaik pada masa lalukarena telah mulai tampak jalan baru yang lebih baik, maka akan menemukan konflik, antarajalan lama yang aman dan jalan baru yang mengandung resiko.1. Apa yang perlu diketahui oleh pihak yang merubahMelakukan “diagnosa” : pengumpulan informasi tentang orang yang akan dirubah,merupakan pedoman yang bermanfaat dalam melakukan perubahan.1. Hal-hal yang perlu diperhatikanSiapa yang paling membutuhkan informasi tentang suatu masalah yang akan dihadapi,seringkali pihak yang diubah lebih membutuhkan informasi. Pihak yang mengubah mungkinsangat memahami betul seluk beluk pihak yang diubah, tetapi mungkin dia tidak mampumengkomunikasikan kepada pihak yang diubah atau untuk merancang serangkaian tindakanyang efektif.
    • 1. Jenis informasi yang bagaimanakah yang dibutuhkan oleh pihak yang merubah dan pihakyang diubahBerhubungan dengan info tentang fakta-fakta dan info-info tentang perasaanfakta-fakta dalam arti yang biasa yaitu fenomena yang dapat diamati mungkin kurang pentingdibandingkan dengan perasaan atau tidak terjadi di dalam situasi yang sedang berubah.Ketakutan, keragu-raguan, kepercayaan, ketidakmampuan, ambisi mungkin merupakan infoyang lebih penting bagi pihak-pihak pengubah perilaku dibandingkan dengan fakta-faktaobjektif tentang tugas-tugas atau golongan gaji. Dalam hal ini pihak pengubah harus pekaterhadap perilaku yang ditampilkan dari pihak yang diubahnya.1. Berapa banyak informasi yang perlu dicariJika kita menuntut sesuatu informasi yang sempurna untuk suatu pengambilan keputusan, kitamungkin tidak akan pernah mencapai keputusan. Maka jika pihak yang merubah butuhmengetahui tentang pihak yang akan diubahnya, dia perlu dengan segera mengetahui faktor-faktor yang ada sangkut pautnya dengan masalah yang ada.1. Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Seseorang* Faktor Genetik atau Faktor EndogenFaktor genetik atau keturunan merupakan konsepsi dasar atau modal untuk kelanjutanperkembangan perilaku makhluk hidup itu.Faktor genetik berasal dari dalam diri individu (endogen), antara lain:a. Jenis RasSetiap ras di dunia memiliki perilaku yang spesifik saling berbeda satu dengan yang lainnya.Tiga kelompok ras terbesar, yaitu:1. Ras kulit putih atau ras Kaukasia.Ciri-ciri fisik : Warna kulit putih, bermata biru, berambut pirang.Perilaku yang dominan : Terbuka, senang akan kemajuan, dan menjunjung tinggi hak asasimanusia.2. Ras kulit hitam atau ras Negroid.Ciri-ciri fisik : Berkulit hitam, berambut keriting, dan bermata hitam.Perilaku yang dominan : Keramah tamahan, suka gotong royong, tertutup, dan senang denganupacara ritual.b. Jenis KelaminPerbedaan perilaku pria dan wanita dapat dilihat dari cara berpakaian dan melakukanpekerjaan sehari-hari, pria berperilaku atas dasar pertimbangan rasional atau akal, sedangkanwanita atas dasar pertimbangan emosional atau perasaan. Perilaku pada pria di sebutmaskulin sedangkan perilaku wanita di sebut feminim.c. Sifat FisikKalau kita amati perilaku individu berbeda-beda karena sifat fisiknya, misalnya perilakuindividu yang pendek dan gemuk berbeda dengan individu yang memiliki fisik tinggi kurus.d. Sifat KepribadianSalah satu pengertian kepribadian yang dikemukakan oleh Maramis (1999) adalah :“keseluruhan pola pikiran, perasaan dan perilaku yang sering digunakan oleh seseorang
    • dalam usaha adaptasi yang terus menerus terhadap hidupnya”e. Bakat PembawaanBakat menurut Notoatmodjo (1997) yang mengutip pendapat William B. Micheel (1960)adalah : “kemampuan individu untuk melakukan sesuatu yang sedikit sekali bergantung padalatihan mengenal hal tersebut”. Bakat merupakan interaksi dari faktor genetik dan lingkunganserta bergantung pada adanya kesempatan untuk pengembangan.f. IntelegensiMenurut Terman intelegensi adalah : “kemampuan untuk berfikir abstrak” (Sukardi, 1997).Sedangkan Ebbieghous mendefenisikan intelegensi adalah : “kemampuan untuk membuatkombinasi” (Notoatmodjo, 1997). Dari batasan terebut dapat dikatakan bahwa intelegensisangat berpengaruh terhadap perilaku individu. Oleh karena itu, kita kenal ada individu yangintelegen, yaitu individu yang dalam mengambil keputusan dapat bertindak tepat, cepat danmudah. Sebaliknya bagi individu yang memiliki intelegensi rendah dalam mengambilkeputusan akan bertindak lambat.1. Perubahan perilaku dalam belajarBelajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalampembentukan pribadi dan perilaku individu. Nana Syaodih Sukmadinata (2005) menyebutkanbahwa sebagian terbesar perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar.Moh Surya (1997) mengemukakan ciri-ciri dari perubahan perilaku, yaitu :1.Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional).Perubahan perilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari individu yangbersangkutan. Begitu juga dengan hasil-hasilnya, individu yang bersangkutan menyadaribahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan, misalnya pengetahuannya semakin bertambahatau keterampilannya semakin meningkat, dibandingkan sebelum dia mengikuti suatu prosesbelajar. Misalnya, seorang mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. Diamenyadari bahwa dia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. Begitujuga, setelah belajar Psikologi Pendidikan dia menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadiperubahan perilaku, dengan memperoleh sejumlah pengetahuan, sikap dan keterampilan yangberhubungan dengan Psikologi Pendidikan.2.Perubahan yang berkesinambungan (kontinyu).Bertambahnya pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki pada dasarnya merupakankelanjutan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya. Begitu juga,pengetahuan, sikap dan keterampilan yang telah diperoleh itu, akan menjadi dasar bagipengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan berikutnya. Misalnya, seorangmahasiswa telah belajar Psikologi Pendidikan tentang “Hakekat Belajar”. Ketika diamengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”, maka pengetahuan, sikap danketerampilannya tentang “Hakekat Belajar” akan dilanjutkan dan dapat dimanfaatkan dalammengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”.3.Perubahan yang fungsional.
    • Setiap perubahan perilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup individuyang bersangkutan, baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa mendatang. Contoh: seorang mahasiswa belajar tentang psikologi pendidikan, maka pengetahuan danketerampilannya dalam psikologi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari danmengembangkan perilaku dirinya sendiri maupun mempelajari dan mengembangkan perilakupara peserta didiknya kelak ketika dia menjadi guru.4. Perubahan yang bersifat positif.Perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan.Misalnya, seorang mahasiswa sebelum belajar tentang Psikologi Pendidikan menganggapbahwa dalam dalam Prose Belajar Mengajar tidak perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan individual atau perkembangan perilaku dan pribadi peserta didiknya, namunsetelah mengikuti pembelajaran Psikologi Pendidikan, dia memahami dan berkeinginan untukmenerapkan prinsip – prinsip perbedaan individual maupun prinsip-prinsip perkembanganindividu jika dia kelak menjadi guru.5. Perubahan yang bersifat aktif.Untuk memperoleh perilaku baru, individu yang bersangkutan aktif berupaya melakukanperubahan. Misalnya, mahasiswa ingin memperoleh pengetahuan baru tentang psikologipendidikan, maka mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan membaca dan mengkajibuku-buku psikologi pendidikan, berdiskusi dengan teman tentang psikologi pendidikan dansebagainya.6. Perubahan yang bersifat pemanen.Perubahan perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap dan menjadibagian yang melekat dalam dirinya. Misalnya, mahasiswa belajar mengoperasikan komputer,maka penguasaan keterampilan mengoperasikan komputer tersebut akan menetap danmelekat dalam diri mahasiswa tersebut.7. Perubahan yang bertujuan dan terarah.Individu melakukan kegiatan belajar pasti ada tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan jangkapendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Misalnya, seorang mahasiswa belajarpsikologi pendidikan, tujuan yang ingin dicapai dalam panjang pendek mungkin dia inginmemperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang psikologi pendidikan yangdiwujudkan dalam bentuk kelulusan dengan memperoleh nilai A. Sedangkan tujuan jangkapanjangnya dia ingin menjadi guru yang efektif dengan memiliki kompetensi yang memadaitentang Psikologi Pendidikan. Berbagai aktivitas dilakukan dan diarahkan untuk mencapaitujuan-tujuan tersebut.. Perubahan perilaku secara keseluruhan.Perubahan perilaku belajar bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan semata, tetapitermasuk memperoleh pula perubahan dalam sikap dan keterampilannya. Misalnya,mahasiswa belajar tentang “Teori-Teori Belajar”, disamping memperoleh informasi ataupengetahuan tentang “Teori-Teori Belajar”, dia juga memperoleh sikap tentang pentingnya
    • seorang guru menguasai “Teori-Teori Belajar”. Begitu juga, dia memperoleh keterampilandalam menerapkan “Teori-Teori Belajar”.Menurut Gagne (Abin Syamsuddin Makmun, 2003), perubahan perilaku yang merupakanhasil belajar dapat berbentuk :1. Informasi verbal; yaitu penguasaan informasi dalam bentuk verbal, baik secara tertulismaupun tulisan, misalnya pemberian nama-nama terhadap suatu benda, definisi, dansebagainya.2. Kecakapan intelektual; yaitu keterampilan individu dalam melakukan interaksi denganlingkungannya dengan menggunakan simbol-simbol, misalnya: penggunaan simbolmatematika. Termasuk dalam keterampilan intelektual adalah kecakapan dalam membedakan(discrimination), memahami konsep konkrit, konsep abstrak, aturan dan hukum. Ketrampilanini sangat dibutuhkan dalam menghadapi pemecahan masalah.3. Strategi kognitif; kecakapan individu untuk melakukan pengendalian dan pengelolaankeseluruhan aktivitasnya. Dalam konteks proses pembelajaran, strategi kognitif yaitukemampuan mengendalikan ingatan dan cara – cara berfikir agar terjadi aktivitas yangefektif. Kecakapan intelektual menitikberatkan pada hasil pembelajaran, sedangkan strategikognitif lebih menekankan pada pada proses pemikiran.4. Sikap; yaitu hasil pembelajaran yang berupa kecakapan individu untuk memilih macamtindakan yang akan dilakukan. Dengan kata lain. Sikap adalah keadaan dalam diri individuyang akan memberikan kecenderungan vertindak dalam menghadapi suatu obyek atauperistiwa, didalamnya terdapat unsur pemikiran, perasaan yang menyertai pemikiran dankesiapan untuk bertindak.5. Kecakapan motorik; ialah hasil belajar yang berupa kecakapan pergerakan yang dikontrololeh otot dan fisik.Seorang RemajaAda seorang remaja yang bernama Santi. Ia mempunyai teman yang bernama Amel. Santimelihat ada perbedaan di dalam diri Amel, karena Amel menjadi seorang pecandu rokok danalkohol, bahkan Amel sering marah-marah, ia menjadi sangat emosional. Santi ingin Amelberubah, ia ingin Amel seperti dulu yang memiliki sikap yang tidak emosinal. Ia inginmengubah Amel menjadi orang yang lebih baik.Mungkin kita pernah ingin merubah perilaku sesorang, entah itu kakak,adik, atau teman.Seperti contoh diatas, remaja yang tiba-tiba menjadi seorang pecandu rokok dan alcohol pastiada penyebabnya, karena masa remaja adalah saat-saat pembentukan pribadi, dimanalingkungan sangat berperan .Ada 4 faktor lingkungan yang mempengaruhi remaja :1. Faktor keluargaKeluarga sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan remaja. Kasih sayang orang tua dananggota keluarga yang lain akan memberi dampak dalam kehidupan mereka. Demikian pulacara mendidik dan contoh teladan dalam keluarga khususnya orang tua akan sangat memberibekasan yang luar biasa.Seorang remaja juga memerlukan komunikasi yang baik dengan orang tua, karena ia ingindihargai, didengar dan diperhatikan keluhan-keluhannya. Dalam masalah ini, diperlukan
    • orang tua yang dapat bersikap tegas, namun akrab. Mereka harus bisa bersikap sebagai orangtua, guru dan sekaligus kawan. Dalam mendidik anak dilakukan dengan cara yang masukakal (logis), mampu menjelaskan mana yang baik dan mana yang buruk, melakukanpendekatan persuasif dan memberikan perhatian yang cukup. Semua itu tidak lain, karenaremaja sekarang semakin kritis dan wawasannya berkembang lebih cepat akibat arusinformasi dan globalisasi.1. Lingkungan sekolahSekolah adalah rumah kedua, tempat remaja memperoleh pendidikan formal, dididik dandiasuh oleh para guru. Dalam lingkungan inilah remaja belajar dan berlatih untukmeningkatkan kemampuan daya pikirnya. Dalam lingkungan sekolah guru memegangperanan yang penting, sebab guru bagaikan pengganti orang tua. Karena itu diperlukan guruyang arif bijaksana, mau membimbing dan mendorong anak didik untuk aktif dan maju,memahami perkembangan remaja serta seorang yang dapat dijadikan teladan.2. Lingkungan teman pergaulanTeman sebaya adalah sangat penting sekali pengaruhnya bagi remaja, baik itu teman sekolah,organisasi maupun teman bermain. Dalam kaitannya dengan pengaruh kelompok sebaya,kelompok sebaya (peer groups) mempunyai peranan penting dalam penyesuaian diri remaja,dan bagi persiapan diri di masa mendatang. Serta berpengaruh pula terhadap pandangan danperilakunya. Sebabnya adalah, karena remaja pada umur ini sedang berusaha untuk bebas darikeluarga dan tidak tergantung kepada orang tua. Akan tetapi pada waktu yang sama ia takutkehilangan rasa nyaman yang telah diperolehnya selama masa kanak-kanaknya.3. Lingkungan dunia luar.Merupakan lingkungan remaja selain keluarga, sekolah dan teman pergaulan, baiklingkungan masyarakat lokal, nasional maupun global. Lingkungan dunia luar akanmemperngaruhi remaja, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik itu benar maupunsalah, baik itu islami maupun tidak. Lingkungan dunia luar semakin besar pengaruhnyadisebabkan oleh faktor-faktor kemajuan teknologi, transportasi, informasi maupunglobalisasi.Pada masa remaja, emosi masih labil, pencarian jati diri terus menuntut untuk mencari apapotensi yang ada di dalam diri masing-masing. Pada masa inilah seseorang sangat rapuh,mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar.Solusi :Ada hal-hal yang perlu Santi perhatikan ketika ia ingin mengubah atau mempengaruhiperilaku Amel, yaitu :1. Santi harus memiliki motif atau tujuan yang jelas. Karena kalau tidak ada tujuan, ia tidakakan bisa mengubah sikap Amel, justru ia yang akan dipengaruhi dan menjadi sama dengansikap Amel.2. Santi harus memiliki sikap tegas dan sigap. Karena pihak yang mengubah perilakuseringkali keliru menginterpretasikan sikap orang yang diubahnya, melihat orang yangdiubahnya bingung, dia akan berpikir usaha-usaha perubahan yang dilakukannya telah gagal.3. Santi harus memiliki banyak informasi dari diri Amel, dari 4 faktor diatas, apakahhubungan dia dan orangtua baik, apakah dia berubah karena pergaulan teman-temansebayanya. Santi harus mencari informasi sebanyak-banyaknya, dan melakukan diagnosa(pengumpulan informasi tentang orang yang akan dirubah), sehingga ia mengetahui selukbeluk kehidupan Amel.
    • 4. Informasi yang penting adalah info tentang fakta-fakta dan tentang perasaan Amel. Faktayang terjadi adalah misalnya Amel menjadi orang yang emosional. Santi harus peka terhadapperilaku yang ditampilkan oleh Amel.5. Jika hal-hal diatas sudah dilakukan, ia harus melakukan pendekatan dengan Amel,sehingga ia bisa mengubah perilaku Amel. Ketika sudah dalam pendekatan, perlahan-lahancoba untuk menasehati dia. Dan pengaruhi dia untuk memperbaiki perilaku yang buruk.Tags: mempengaruhi perilakuCinta (Tak) Berat Sebelah pada Anak TiriKalau bicara soal hubungan ibu tiri dan anak tiri, pasti langsung terbayang kisah penuh airmata seperti film Ratapan Anak Tiri yang sempat ngetop di tahun 70-an itu. Film itu, setelahkisah Upik Abu dan Cinderela, seolah “menegaskan” bagi setiap anak bahwa orangtua tiriadalah sosok yang menyeramkan dan harus dijauhi. Cintanya selalu dianggap palsu, kasihsayangnya semu, dan perhatiannya sepihak.Mengapa orangtua tiri dianggap “jauh” dari perilaku mencintai anak kandungnya? Tak lainkarena kita sudah telanjur membenarkan image soal keburukan orangtua tiri. Maka, ketikaanak-anak menolak kehadiran orangtua tiri, bisa jadi lantaran mereka khawatir orangtua baruini akan menjadi awal bencana dan penyebab timbulnya masalah-masalah baru dalamkeluarga kelak.Selain itu, tak dapat dipungkiri adanya faktor kedekatan dan emosi orangtua dengan anak.Pada orangtua kandung, kedalaman emosi dibangun sejak anak masih di kandungan,sehingga terjalinlah ikatan yang erat. Sedangkan hubungan orangtua tiri-anak tiri lemahkarenakurangnya hubungan emosional dan singkatnya kebersamaan (baru muncul saat orangtua tirimasuk ke dalam keluarga). Hal itu menambah sulit hubungan orangtua tiri dan anak tiri danbahkan membuat frustrasi.Tak RelaBeberapa penelitian menunjukkan, anak-anak di bawah usia 5 tahun lebih mudah beradaptasidengan orangtua barunya dibanding anak yang lebih besar, khususnya usia praremaja ke atas.Dengan kata lain, seorang anak berusia 10 tahun mungkin membutuhkan waktu 10 tahunsebelum mereka merasa benar-benar memiliki hubungan yang nyata dengan ayah/ibu tirinya.Pasalnya, semakin besar usia anak, semakin ia menyadari bahwa hubungan orangtuakandungnya telah “porak-poranda”, entah akibat kematian atau perceraian. Itu saja sudahmembuat emosi mereka terguncang. Kehadiran orangtua tiri, ibaratnya seperti memberi“smackdown”, pukulan dua kali karena mereka dihadapkan kenyataan harus menerima orangbaru sebagai pengganti orangtua kandung mereka.Kehadiran orang lain juga membuat mereka khawatir akan menimbulkan perubahan-perubahan dalam rumah yang diprakarsai oleh orangtua tiri itu. Terbayang oleh merekaadanya banyak peraturan baru, tata ruangan baru, dan segala yang serba baru yang belumtentu sama seleranya. Anak-anak bisa saja berpikir, “Aduh, aku enggak bisa bebas lagi dirumah sendiri.”Harapan Realistis
    • Berdasarkan kekhawatiran-kekhawatiran tersebut, jelaslah bahwa anak-anak tiri seringmerasa bingung terhadap hubungan keluarga baru dan “benci” terhadap perubahan yangmungkin dibawa ke dalam kehidupan mereka.Menyadari kedua hal ini, sebaiknya orangtua tiri tak perlu tergesa-gesa “masuk” ke dalamkehidupan anak-anak. Jika orangtua tiri dijauhi atau ditolak, jangan mudah sakit hati.Umumnya perilaku ini muncul karena anak-anak bingung atas hubungan yang baru inidan mereka tak mau kehilangan orangtua kandung mereka, baik secara fisik maupun emosi.Beri anak-anak ruang dan waktu untuk mengatasi emosi mereka. Memberi mereka “jarak”tapi diiringi sikap tulus dari orangtua tiri malah akan menimbulkan kedekatan yang perlahan-lahantumbuh.Intinya, jangan memaksa diri untuk bisa segera dekat dengan mereka. Sebaliknya, bila anak-anak tiri dengan mudah bersikap terbuka dan menjadi dekat dengan orangtua barunya, janganmembuat mereka kecewa. Buka tangan lebar-lebar dan sambutlah mereka seperti anakkandung yang siap dididik, dibina, dan diberi limpahan kasih sayang.Bagaimana sikap pasangan?Dalam menghadapi anak tiri diperlukan kokompakan orangtua kandung dan orangtua tiri. Itusebabnya, saat mereka pacaran, sudah dibicarakan pola asuh apa yang hendak diterapkan.Terutama dari orangtua kandungnya harus mau blakblakan bagaimana cara dia mendidik danmemberi kasih sayang kepada anak-anaknya.Nah, si orangtua tiri bisa menyesuaikan, meski tak tertutup kemungkinan dia memberimasukan mana yang perlu dikoreksi. Selanjutnya, setelah menikah, kesepakatan-kesepakatanitulah yang dijalankan. Jangan sampai anak melihat orangtua tiri dan kandung beda pendapatdalam mendidik mereka. Kalau ini terbaca oleh anak, mereka bisa “mengadu domba”.Apalagi kalau dari awalnya memang ada ketidaksukaan pada kehadiran orangtua tiri.Selain itu, orangtua kandung tidak perlu membanding-bandingkan pola asuh yang dijalankanbersama pasangannya dulu karena akan menjadi kontraproduktif. Bukannya muncul solusi,yang ada malah problem baru karena pasangan barunya merasa diperlakukan tidak adilsehingga timbul rasa sakit hati. Bisa saja hal ini berdampak pada dirinya dalam menghadapianak-anak tirinya semisal malah bersikap cuek pada kebutuhan mereka dan bukannyamemberi kasih sayang.SolusiAntara ibu tiri dan anak tiri harus ada komunikasi yang baik. Tanpa komunikasi yang baik,hubungan tidak akan terjadi, sehingga tidak adanya pendekatan dan penerimaan dari anak tiritersebut.Komunikasi ada 2 jenis :1. Komunikasi verbal
    • Adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan dengan menggunakan kata-kata ataulisan.1. Komunikasi non verbalAdalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contohkomunikasi non verbal adalah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah, dankontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gayaberbicara.Ibu tiri harus bisa berkomunikasi dengan anak tirinya dengan cara verbal dan non verbal.Berlaku sopan, menghargai anak tiri, menyayangi seperti anak kandung sendiri dan tidakpilih kasih atau berlaku adil terhadap anak-anaknya yang lain. Tidak seperti ibu tiri yang adadi film-film, tetapi benar-benar mengasihi anak tiri sama terhadap ayah anak tersebut, tidakberpura-pura mengasihi anak tiri hanya di depan ayah anak tersebut. Sehingga anak tiri dapatmenerima ibu tiri mereka sebagai ibu kandung mereka.A. Fungsi layanan perpustakaanLayanan teknis adalah pekerjaan perpustakaan dalam mempersiapakan buku yang nantinyadapat digunakan untuk menyelenggarakan layanan pembaca. Lima jenis perpustakaan itudapat di uraikan sebagai berikut:1. perpustakaan sekolahMemberikan layanan kepada pembaca meliputi murid, guru, kepala sekolah dan stafadministrasi lainnya. Layanan ini berfungsi untuk memperkaya pengalaman guru danmempermudah prose belajar mengajar.2. perpustakaan umumPerpustakaan umum harus dapat melayani anak-anak, remaja, dan orang tua dari berbagaitingkat pendidikan. Karena itu, koleksi harus lengkap dan bersifat rekreasi sampai bahanpenelitian.3. perpustakaan khususPelayanan perpustakaan khusus ditujukan untuk mereka yang bekerja pada departemen danperusahaan4. perpustakaan perguruan tinggiMemberikan pelayanan kepada civitas akademika seperti mahasiswa, dosen, peneliti, gurubesar, pimpinan, serta seluruh staf administrasi dan akademika.
    • 5. perpustakaan nasionalFungsi utamannya menyimpan semua bahan publikasi yang pernah diterbitkan suatu Negara.B. Tujuan dan fungsi pelayanan perpustakaanMenurut nasution (1990: 139): perpustakaan adalah pelayanan. Pelayanan berarti kesibukan.Bahan pustaka harus sewaktu-waktu tersedia bagi mereka yang memerlukannya: . . .”Fungsi layanan perpustakaan yaitu Memberikan informasi untuk penelitian, rekreasi, danmengembangkan pendidikan. Tujuan perpustakaan, agar bahan pustaka yang sudah di olahdapat sampai ke tangan pembaca. Jadi fungsi layanan perpustakaan adalah mempertemukanpembaca dengan bahan pustaka yang mereka minati.