Your SlideShare is downloading. ×
Presentasi keramik
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Presentasi keramik

918
views

Published on


0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
918
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Analisa Pengaruh Briket 100%, Campuran Briket 90% dengan Silika 10%, serta Campuran Briket 80% dengan Silika 20% Terhadap Air Selokan dengan Pemanasan pada Suhu 200 O C Selama 10 menit
  • 2.  
  • 3.
    • Air Kebutuhan pokok
    • Kualitas air yang baik bagi manusia
    • Pengolahan air
  • 4.
    • Mengetahui cara untuk dapat meningkatkan nilai arang tempurung kelapa
    • Mengetahui pengaruh kenaikan suhu terhadap Karbon Aktif
    • Mengetahui pengaruh komposisi briket dengan silika terhadap Karbon Aktif
  • 5.
    • Briket - Briket 100 % (50 gr)
    • - Briket 90% (45 gr)
    • - Briket 80% (40 gr)
    • Silika - Silika 10% (5 gr)
    • - Silika 20% (10 gr)
    • Air Selokan
    • Sagu
  • 6.
    • Proses Penghancuran Briket
    • Pelaksanaan : Kampus B UNJ
    • Senin, 22 Nov 2010
    • Proses Miling
    • Pelaksanaan : Lab. Fisika Keramik
    • Rabu, 08 Des 2010
  • 7.
    • Proses Kompaksi
    • Pelaksanaan : Lab. Fisika Keramik
    • Rabu, 15 Des 2010
    • Kamis, 16 Des 2010
    • Proses Pemanasan
    • Pelaksanaan : Lab. Fisika Keramik
    • Selasa, 21 Des 2010
    • Proses Pengamatan
    • Pelaksanaan : Lab. Fisika Keramik
    • Rabu, 22 Des 2010 s/d
    • Rabu, 05 Jan 2011
  • 8. Memulai Menghancurkan Briket Memisahkan 100% briket Menimbang briket dan silika Memisahkan campuran 90% briket + 10% silika Memisahkan campuran 80% briket + 80% silika Melakukan Miling
  • 9. Melakukan proses kompaksi Memanaskan masing-masing briket di oven pada suhu 200oC selama 20 menit Botol I Air Selokan Menempatkan masing-masing briket pada botol yang berisi air selokan Melakukan Pengamatan selama 2 minggu Botol II Air Selokan + Briket 100% Botol III Air Selokan + Briket 90% + Silika 10% Botol IV Air Selokan + Briket 80% + Silika 20%
  • 10.  
  • 11. Sampel Air Selokan Air Selokan + Briket 100 % Hari I Rabu, 22 Des 2010
  • 12.
    • Pada hasil pengamatan yang dilakukan pada hari 1, 2, dan 3, hasil
    • yang didapat tidak berbeda jauh. Terlihat bahwa masing-masing
    • botol masih terlihat keruh dan berbau. Namun bila kita melihat
    • lebih teliti, terlihat botol yang berisi briket 80% paling jernih dan
    • disusul oleh botol yang berisi briket 90%. Dari hasil pengamatan
    • terlihat bahwa terdapat gelembung yang dihasilkan dari ketiga
    • botol tersebut. Pengamatan sifat keasaman dari hasil pengamatan
    • pada hari 1, terlihat dari pengukuran dengan kertas lakmus biru,
    • terlihat bahwa kertas tak berubah warna maka air bersifat basa.
    Air Selokan + Briket 90 % + Silika 10 % Air Selokan + Briket 80 % + Silika 20 %
  • 13. Hari ke-VI Senin , 26 Des 2010 Sampel Air Selokan Air Selokan + Briket 100 % Air Selokan + Briket 90 % + Silika 10 % Air Selokan + Briket 80 % + Silika 20 %
  • 14.
    • Pada hasil pengamatan yang dilakukan pada hari 6, 7,
    • 8, dan 9, hasil yang didapat tidak jauh berbeda namun
    • terjadi perubahan yang sedikit signifikan dari hari
    • sebelumnya. Terlihat bahwa air pada botol dengan
    • briket 100% lebih keruh dan seperti terdapat lumut di
    • atas permukaan air. Pada botol dengan briket 90%
    • terlihat lebih jernih dan baunya sedikit berkurang,
    • begitu pula dengan botol dengan briket 80%.
    • Seperti pengamatan pada hari sebelumnya bahwa
    • botol dengan briket 80% masih terlihat paling
    • jernih bila dibandingkan dengan botol lainnya.
    • Masing-masing botol pun masih terlihat
    • gelembung yang dihasilkan.
  • 15. Hari ke-XIII Senin , 03 Jan 2011 Sampel Air Selokan Air Selokan + Briket 100 % Air Selokan + Briket 90 % + Silika 10 % Air Selokan + Briket 80 % + Silika 20 %
  • 16.
    • Pada hasil pengamatan yang dilakukan pada hari 13
    • dan 14, hasil yang didapat terjadi perubahan yang
    • signifikan dari hari sebelumnya. Terlihat bahwa air
    • pada botol dengan briket 100% sangat keruh karena
    • seperti semakin banyak lumut di atas permukaan air
    • dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Pada
    • botol dengan briket 90% terlihat sangat jernih dan
    • tidak berbau, begitu pula dengan botol dengan
    • briket 80%. Bila dibandingkan dari keempat botol
    • maka botol yang berisi briket 80% masih terlihat
    • paling jernih. Masing-masing botol pun masih
    • terlihat gelembung yang dihasilkan namun
    • semakin berkurang dari hari-hari sebelumnya.
  • 17. Hari ke-XV Rabu , 05 Jan 2011 Sampel Air Selokan Air Selokan + Briket 100 % Air Selokan + Briket 90 % + Silika 10 % Air Selokan + Briket 80 % + Silika 20 %
  • 18.
    • Pada pengamatan hari terakhir, didapatkan terjadi
    • bahwa air pada botol dengan briket 100% sangat
    • keruh karena danan sangat bau. Dipermukaan air
    • semakin banyak terdapat genangan lumut, seperti
    • banyak terdapat bakteri yang dihasilkan dari briket
    • tersebut. Pada botol dengan briket 90% terlihat
    • jernih dan tidak berbau serta bila dibandingkan
    • dengan air selokan semula memang terlihat
    • perbedaannya, begitu pula dengan botol dengan
    • briket 80%. Bila dibandingkan dari keempat
    • botol maka botol yang berisi briket 80% masih
    • terlihat paling jernih namun tidak berbeda jauh
    • dengan briket 90%.
  • 19.
    • Air Selokan lakmus biru tetap
    • Briket 100% lakmus biru tetap
    • Briket 90% lakmus biru berubah
    • menjadi merah
    • Briket 80% lakmus biru berubah
    • menjadi merah
  • 20.
    • Karbon aktif adalah karbon yang diberi perlakuan khusus sehingga mempunyai luas permukaan pori yang sangat besar, sekitar 300-200 m2/gr.
    • 2. Pada hasil pengamatan sampel dengan 20% silika
    • menghasilkan air yang paling jernih dari pada
    • campuran 10% silika dan 100% briket.
    • 3. Semakin banyak campuran silika maka
    • semakin baik menyerap air menjadi lebih jernih.
    • 4. Terdapat banyak bakteri dan menghasilkan
    • bau yang tidak sedap pada botol ke II
  • 21.
    • 5. Semakin tebal karbon aktif maka semakin banyak
    • karbon aktif yang kontak dan penyerapannya.
    • 7. Hasil percobaan menunjukkan bahwa percobaan
    • sampel menggunakan lakmus menunjukkan
    • campuran silika bersifat asam dengan mengubah
    • lakmus biru menjadi berwarna merah,
    • sedangakan sampel da wadah yang hanya
    • berisi briket 100% bersifat basa.
  • 22.