1 pengkodean, sinyal dan data analog dan

  • 4,390 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
4,390
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
154
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Oleh :WIWI FITRI AZIZAH 111012069 III C
  • 2. Sinyal didefinisikan sebagai : “Data atau informasi yang telah mengalami suatu proses sedemikian rupa sehingga siap untuk dikirim ke pihak penerima melalui suatu saluran transmisi.”Informasi didefinisikan sebagai : “ Kenyataan/ fakta penting yang tercatat/ terekam yang mempunyai arti yang unik dan dapat diinterprestasikan oleh manusia.”Data di deefinisikan sebagai berikut : “Data adalah kenyataan/fakta penting yang tercatat/ terekam yang dapat diproses/ diinterprestasikan oleh komputer/ manusia sehingga menghasilkan arti yang bermacam-macam.”
  • 3. Ada 2 jenis sinyal yaitu : Sinyal Analog Sinyal Digital
  • 4. Sinyal analog adalah sinyaldata dalam bentuk gelombang Dengan menggunakan sinyalyang yang kontinyu, yang analog, maka jangkauan transmisimembawa informasi dengan data dapat mencapai jarak yangmengubah karakteristik jauh, tetapi sinyal ini mudahgelombang. terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal analog Dua parameter/ karakteristik yang umumnya berbentukterpenting yang dimiliki oleh gelombang sinus memiliki tigaisyarat analog adalah amplitude variabledasar, yaitudan frekuensi. amplitudo, frekuensi dan phase. Isyarat analog biasanya a. Amplitudo merupakan ukurandinyatakan dengan gelombang tinggi rendahnya tegangan darisinus, mengingat gelombang sinyal analog.sinus merupakan dasar untuk b. Frekuensi adalah jumlahsemua bentuk isyarat analog. Hal gelombang sinyal analog dalamini didasarkan kenyataan bahwa satuan detik.berdasarkan analisis fourier, suatu c. Phase adalah besar sudut darisinyal analog dapat diperoleh dari sinyal analog pada saat tertentuperpaduan sejumlah gelombangsinus.
  • 5. Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsayang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba danmempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki duakeadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh olehderau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapaijarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyalyang mempunyai dua Keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bitmerupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinannilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilaiuntuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11.Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk olehkombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.
  • 6. Transmisi data, pada dasarnya memiliki artisebagai komunikasi dari data denganpenyebaran dan pemrosesan sinyal. Dalamhal ini data yang dimaksud adalah dataanalog dan digital.
  • 7. Istilah analog dapat disamakan dengan pengertian kontinu. Jadi,data analog adalah komunikasi dari data dengan penyebaran danpemrosesan sinyal yang ditampilkan melalui ukuran fisik serta memilikinilai berulang secara terus menerus dan kontinu dalam beberapainterval. Data mentransmisikan sinyal analog tanpa memperhatikanmuatannya. Tentunya dalam transmisi ini kita memerlukan sinyal. Sinyalanalog merupakan sinyal untuk menampilkan data analog, berupaberbagai macam gelombang elektromagnetik yang berlangsung terusmenerus dan disebarkan melalui berbagai media transmisi. Untuk jarakyang jauh dipakai amplifier yang akan menambah kekuatan sinyalsehingga menghasilkan distorsi yang terbatas.Beberapa tipe dari transmisi analog yaitu:a. Sinyal analog dipancarkan tanpa melihat isi.b. Memperkuat noise.c. Data berupa data digital atau analog.d. Menggunakan amplifier untuk sinyal boost.
  • 8. Video dan audio. menimbulkan banyak kesalahan.Transmisi data digital: d. Integrasi, karena semua sinyal (data analogIstilah digital dapat disamakan dengan discrete. dan digital) diperlukan seecara digital makaJadi, data digital merupakan data yang memiliki mempunyai bentuk yang sama. Denganderetan nilai-nilai yang berlainan dan memiliki demikian secara ekonomis dapat diintegrasikanciri-ciri tersendiri. Data digital juga dapat denngan suara (voice), video dan data digital.dibawa melalui sinyal-sinyal analog dengan e. Keamanan dan privasi teknik enkripsi dapatmenggunakan sebuah modem (modulator / diaplikasikan ke data digital dank e data analogdemodulator). Untuk mencapai jarak yang jauh yang sudah mengalami digitalisasi.dipakai repeater yang menghasilkan sinyalsebagai „1‟ atau „0‟ sehingga tidak terjadidistorsi. Teknologi digital memiliki beberapa keistimewaan unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog, yaitu :Alasan digunakannya teknik pensinyalan digital Penggunaan yang berulang-ulang terhadapadalah: informasi tidak mempengaruhi kualitas dana. Teknologi digital adalah teknologi LSI dan kuantitas informasi itu sendiri. Informasi dapatVLSI menyebabkan penurunan biaya dan ukuran dengan mudah diproses dan dimodifikasi kesirkuit digital. dalam berbagai bentuk. Dapat memprosesb. Penggunaan kapasitas agar lebih efektif informasi dalam jumlah yang sangat besar dandigunakan teknik multiplexing yang mana lebih mengirimkannya secara interaktif.mudah dan murah dengan teknik digital daripada teknik analog.c. Keuntungan data lebih terjamin karenamenggunakan repeater dibanding amplifiersehingga transmisi jarak jauh tidak
  • 9. Signal digital memiliki kelebihan dibandingsignal analog; yang meliputi :a. Kualitas suara lebih jernih, selain lebihjelas signal digital memiliki sedikit kesalahanb. Kecepatan lebih tinggic. Lebih sedikit kesalahan memerlukantenaga pendukung yang tidak terlalukompleks
  • 10. Sinyal analog ditransmisikan tanpamemperhatikan isinya Data dapat berupa dataanalog atau digital Terdapat redaman yangberbanding lurus dengan jarak Menggunakanamplifiers untuk memperkuat sinyal ànoise/derau juga ikut dikuatkan Transmisi DigitalMemperhatikan isi data Integritas terancam olehnoise/derau, redaman dan lainnya Menggunakanpengulang / repeaters. Repeater menerimasinyal, mengekstrak pola bit,dan kemudianditransmisikan kembali Dengandemikian, redaman dapat diatasi namunnoise/derau tidak dikuatkan.
  • 11. Keuntungan bahwa kita berhubungan dengan nilai-nilai, bukan dengan bentuk gelombang. Nilai-nilai bisa dimanipulasi dengan rangkaian rangkaian logika, atau jika perlu, denganmikroprosesor. Operasi-operasi matematika yang rumit bisa secara mudah ditampilkan untukmendapatkan fungsi-fungsi pemrosesan sinyal atau keamanan dalam transmisi sinyal.berhubungan dengan range dinamis. Kita dapat mengilustrasikan hubungan ini dalam sebuahcontoh. Perekaman disk piringan hitam analog mempunyai masalah terhadap range dinamikyang terbatas. Suara-suara yang sangat keras memerlukan variasi bentuk alur yang ekstrim,dan sulit bagi jarum perekam untuk mengikuti variasi-variasi tersebut. Sementara perekamansecara digital tidak mengalami masalah, karena semua nilai amplitudo-nya, baik yang sangattinggi maupun yang sangat rendah, ditransmisikan menggunakan urutan sinyal terbatas yangsama.Kerugian Pengiriman signal analog dapat dianalogikan mengirim air lewat pipa. Aliran pipakehilangan tenaganya saat disalurkan melalui sebuah pipa. Semakin jauh pipa semakin banyaktenaga yang berkurang dan aliran semakin menjadi lemah. Demikian pula signal analog akanmenjadi lemah setelah melewati jarak yang jauh. elain bertambah jauh signal analog jugamemungut interferensi elektrik atau “noise” dari dalam alur. Kabel listrik, petir dan mesin-mesin listrik semua menginjeksikan noise dalam bentuk elektrik pada signal analog. Untukmengatasi kelemahan tersebut maka diperlukan alat penguat signal yang disebut amplifier
  • 12. Pengkodean adalah suatu teknik yang dilakukan untuk memberikan penegasan pada proses yang terlibat (data dan pensinyalan) transmisi data. Dalam proses tesebut perlu diperhatikan pula fasilitas-fasilitas komunikasi dan media yang tersedia. Adapun tujuan pengkodean data adalah: Tidak ada urutan bit yang menyebabkan sinyal berada pada level 0 dalam waktu lama Tidak mengurangi laju data Kemampuan deteksi kesalahan
  • 13.  ASCII (American Standard Code For Information BCD (Binary Coded Decimal) Intercharge) Merupakan kode binary yang di gunakan untuk Merupakan kepanjangan dari America Standart Code mewakili nilai digit decimal saja, yaitu nilai angka 0 for Information Interchange, yang dikembangkan s/d 9. BCD menggunakan kombinasi dari 4 digit. oleh American National Standarts Institute (ANSI) Kode BCD digunakan pada komputer generasi untuk tujuan membuat kode binary yang standar, pertama kode ASCII ini menggunakan kombinasi 7 bit. SSCII7- bit banyak digunakan oleh komputer generasi sekarang. SBCDIC (Standard Binary Coded Decimal Intercharge Coding standar yang sering digunakan oleh code) peralatan komunikasi data. Merupakan sandi 8 bit Merupakan coding 6 bit untuk 64 karakter. posisi bit dimana 7 bit digunakan untuk bit data ditambah bit di SBCDIC dibagi menjadi 2 zone, yaitu 2 bit pertama ke-8 sebagai bit parity (diberi nama bit A dan bit B) disebut dengan alpha bit position dan 4 bit berikutnya (diberi nama bit 8, bit Kode ASCII7-bit ini terdiri dari 2 bagian: 4, bit 2, dan bit 1) disebut dengan numeric bit position. • Control characters, merupakan karakter yang digunakan untuk mengontrol pengiriman atau transmisi. EBCDIC (Extended Binary Code Decimal for • Informations characters, merupakan karakter- Information Intercharge) karakter yang mewakili data. Merupakan kepanjangan dari Extended Binary Coded Decimal Interchange Code. Terdiri dari kombinasi 8- bit. Pada jenis ini high order bits atau 4-bit pertama disebut dengan zone bits dan low-order bits atau 4 bit kedua disebut dengan numeric bits. merupakan coding 8 bit untuk 256 karakter. Tranmisi asinkron membutuhkan 11 bit,yaitu : 1 bit awal – 8 bit data 1 bit pariti – 1 bit akhir
  • 14. Pemberian kode dapat dilakukan dengan jenis pertanyaan, jawaban atau pertanyaan.Dalam, hal ini dapat dibedakan:1.1. Jawaban Berupa AngkaJawaban responden dapat dalam bentuk angka. Pertanyaan tentang pendapatanperbulan, jawabannya sudah jelas dalam bentuk angka. Misalnya, Rp. 149.500,00. Begitudalam mengukur berat tongkol jagung, maka jawaban sudah jelas dalam bentuk angka.Untuk jawaban dalam bentuk angka ini, maka untuk kode adalah angka jawaban itu sendiriMisalnya: Jawaban Kode Luas 4,5 45 hektar Jika jawaban dalam bentuk interval angka, maka angka-angka tersebut perlu doberikode tersendiri, misalnya: Jawaban Kode Luas antara 0,5 ha-1,0 15 ha Luas antara 1,1 ha-3,0 16 ha Luas diatas 3,0 ha 17
  • 15. 1.2. Jawaban Pertanyaan Tertutup Jawaban pertanyaan tertutup adanya jawaban yang sudahdisediakan lebih dahulu, dan responden hanya tinggal mengecek sajajawaban-jawaban tersebut sesuai dengan intruksi. Responden tidakmempunyai kebebasan untuk memilih jawaban diluar yang telahdiberikan.Misalnya:Apakah bapak seorang petani?- Ya Jawaban Kode- Tidak Ya 0 Tidak 1 Dapat dilihat diatas tidak ada pilihan bagi responden dalammemilih apakah jawaban sesukanya tetapi hanya ada dua pilihanapakah ya atau tidak dengan menggunakan kode 0 atau 1
  • 16. 1.3. Jawaban Pertanyaan Semi Terbuka Pada jawaban semi terbuka, selain dari jawaban yang ditentukan, masih diperkenankan lagi jawaban lain yang dianggap cocok oleh responden. Jawaban yang berada diluar dari yang telah disediakan, perlu diberi angka tersendiri untuk kode. Misalnya: Jenis pupuk yang anda gunakan? Urea Jawaban Kode ZA Urea 1 TSP ZA 2 Lain-lain TSP 3 Pupuk kandang 4 KCL 5 Lain – lain 6
  • 17. 1.4. Jawaban Pertanyaan Terbuka Pada pertanyaan terbuka, jawaban yang diberikan sifatnya, sesuai dengan apayang dipikirkan oleh penjawab, tanpa ada suatu batasan tertentu. Untuk membuat kodeterhadap jawaban pertanyaan terbuka, jawaban-jawaban tersebut harus dikategorikanatau dikelompokkan lebih dahulu, sehingga tiap kelompok-kelompok berisi jawabanyang telah dibuat, tetapi apabila ada jawaban yang tidak termasuk dalam kelompok-kelompok tersebut maka dapat dimasukkan dalam kelompok “lain-lain”. Hanya perludiingat bahwa jawaban yang dimasukkan dalam kelompok lain-lain janganlah terlalubanyak. Juga perlu diingat bahwa jawaban pertanyaan dalam tiap kategori tidak bolehtumpang tindih.Misalnya:Apakah alasan Bapak untuk mengikuti program bimas? Kelompok jawaban Kode Alasan ekonomi 1 Alasan keilmuan 2 Alasan kebutuhan 3 Alasan moral 4 Alasan dinas 5 Lain – lain 6
  • 18. 1.5. Jawaban Kombinasi Jawaban pertanyaan kombinasi hampir serupa dengan jawaban pertanyaan tertutup. Selain dari jawaban terpisah secara jelas, responden masih dapat dijawab kombinasi dari beberapa jawaban, misalnya: Apakah bapak menggunakan pupuk Menggunakan insektisida Menanam dengan jarak tanah Jawaban pertanyaan ini dapat terdiri dari beberapa kombinasi. Kombinasi tersebut dapat diberi kode tersendiri. Misalnya: Jawaban Kode Menggunakan pupuk 1 Menggunakan insektisida 2 Menanam dengan jarak 3 tanah Dan seterusnya 4
  • 19. Dalam sistem komunikasi, deretan bit.kita mengenal istilah transmisi Untuk menampilkan datadata. Transmisi merupakan suatu yang berupa deretan bit, makaproses yang melibatkan koneksi diperlukan adanya sinyal digital.antara sistem source dan sistem Data berupa deret bit diubahtujuan. Transmisi data merupakan melalui proses encoding menjadiproses pemindahan data sebagai elemen sinyal yang merupakanobjek transmisi, dari sistem pulsa-pulsa sinyal digital.source ke sistem tujuan. Kebalikan dari proses ini adalah Data sebagai objek transmisi decoding, yakni mengubah sinyalmemiliki karakteristik tersendiri. digital menjadi data digital.Data yang dipahami oleh manusia Teknik pengkodean untukmerupakan data yang berupa mengubah suatu data digital kekarakter atau teks. Sayangnya, dalam bentuk lain yang sesuaidata dengan karakteristik tersebut dengan media transmisi disebuttidak dapat ditransmisikan dengan Line Coding.mudah melalui media transmisiyang berupa kabel maupungelombang. Data tersebut harusdiubah ke dalam karakteristikyang sesuai dengan prosestransmisi, yakni biner dan berupa
  • 20. 1. NRZ (Non Return To Zero) Signaling memiliki kekebalan terhadap noise NRZ merupakan salah satu teknik lebih tinggi dari jenis NRZ lain, selain pengkodean diferensial Dalam itu NRZ-I tidak dipengaruhi oleh level NRZ, high-signal bernilai „1‟ pada bit sinyal. biner, dan low-signal bernilai „0‟. NRZ dapat dibagi ke dalam beberapa  NRZ-M (Non Return to Zero-Mark) bagian, antara lain Dalam NRZ-M, level sinyal akan berubah setiap ada bit yang bernilai NRZ-L (Non Return Zero-Level) „1‟. NRZ-L diterapkan berdasarkan adanya tegangan negatif atau positif.  NRZ-S (Non Return to Zero-Space) Suatu tegangan negatif akan digunakan untuk mewakili suatu NRZ-S merupakan kebalikan dari biner, dan tegangan positif digunakan NRZ-M, dimana level sinyal akan untuk mewakili biner lainnya. Pada berubah jika ada bit yang bernilai „0‟. NZR-L, level sinyal selalu konstan. Kelemahan teknik NRZ ini adalah NRZ-I (Non Return to Zero-Invert on sistem sinkronisasi yang terdapat di ones) dalamnya buruk karena tidak memiliki sistem informasi timing dalam bentuk Dalam NRZ-I, adanya transisi sinyal dan spectrum NRZ mengandung pada suatu periode bit, baik dari tinggi komponen DC. ke rendah maupun sebaliknya akan bernilai „1‟. Sedangkan jika tidak ada transisi, maka bernilai „0‟. NRZ-I
  • 21. 2. MANCHESTER ENCODING Teknik pengkodean Manchester merupakan salah satu teknik pengkodean biphase, dimana terdapat transisi pada setiap setengah dari periode bit. Jika dalam setengah periode pertamanya pulsa merupakan high- signal kemudian setengah periode selanjutnya pulsa merupakan low- signal, maka akan menyatakan nilai „1‟. Sebaliknya akan bernilai „0‟. Manchester encoding memiliki beberapa kelebihan, seperti sinkronisasi yang baik karena adanya transisi di setiap setengah periode bit dan receiver dapat mengatur transisi, hal ini disebut self-clocking codes, Manchester encoding juga tidak lagi mengandung komponen DC. Sayangnya, kelemahan dari teknik pengkodean ini adalah tidak adanya error-detector dari transisi yang terdapat di dalamnya.3. 4B/5B CODE GROUP 4B/5B Code Group merupakan teknik pengkodean yang memetakan satu blok informasi yang jumlah bitnya didefinisikan dalam variabel m dan n. Jumlah bit dalam variabel n selalu lebih besar daripada jumlah bit dalam variabel m, dengan nilai n adalah jumlah bit dalam variabel m ditambah 1.
  • 22. SEKIAN TERIMAKASIH ,,,