• Like
  • Save
Terapi modalitas relaksasi otot progresif
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Terapi modalitas relaksasi otot progresif

  • 7,008 views
Published

 

Published in Health & Medicine , Sports , Business
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
7,008
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
4

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. TERAPI MODALITAS : RELAKSASIOTOT PROGRESIFDI SUSUN OLEH :WENNY ANUGRAINIMahasiswa AP PSIK UNSRI 2012
  • 2. PENGERTIAN• Relaksasi adalah satu teknik dalam terapiperilaku untuk mengurangi ketegangan dankecemasan.• Teknik relaksasi otot progresif adalah teknikrelaksasi yang dilakukan dengan cara fokuspada kontraksi dan relaksasi otot-otot tubuh.
  • 3. TUJUAN• Relaksasi otot bertujuan untuk mengurangiketegangan dengan cara melemaskan badan.Sesuatu yang diharapkan disini adalah individusecara sadar untuk belajar merilekskan otot-ototnya sesuai dengan keinginannya melaluisuatu cara yang sistematis.
  • 4. MANFAATManfaat dari relaksasi otot progresif inisendiri adalah untuk mengatasi berbagaimacam permasalahan dalam mengatasi stres,kecemasan, insomnia, dan juga dapatmembangun emosi positif dari emosi negatif.
  • 5. JENIS-JENIS RELAKSASIOTOT PROGRESIF• Relaksasi Via Tension Relaxation• Relaxation Via Letting Go• Deffrential Relaxation
  • 6. Langkah-Langkah RelaksasiOtot Progresif• Langkah awal yang dilakukan adalah sebuah ruang (dapat tertutup atauterbuka) yang memungkinkan udara bebas keluar masuk sangatdianjurkan dalam latihan relaksasi.Kursi yang dapat fleksibel naik danturun (lihat gambar 1)
  • 7. Gerakan pertama• Ditujukan untuk melatih otot tangan yang dilakukan dengancara menggenggam tangan kiri sambil membuat suatukepalan. Klien diminta membuat kepalan ini semakin kuat(gambar 2),
  • 8. Gerakan kedua• Adalah gerakan untuk melatih otot tangan bagian belakang. Gerakan inidilakukan dengan cara menekuk kedua lengan ke belakang padapergelangan tangan sehingga otot-otot di tangan bagian belakang danlengan bawah menegang, jari-jari menghadap ke langit-langit (gambar 2).
  • 9. Gerakan ketiga• Adalah untuk melatih otot-otot Biceps.Otot biceps adalah otot besar yangterdapat di bagian atas pangkal lengan (lihat gambar 3). Gerakan inidiawali dengan menggenggam kedua tangan sehingga menjadi kepalankemudian membawa kedua kepalan ke pundak sehingga otot-otot bicepsakan menjadi tegang.
  • 10. Gerakan keempat• Ditujukan untuk melatih otot-otot bahu. Relaksasi untuk mengendurkanbagian otot-otot bahu dapat dilakukan dengan cara mengangkat keduabahu setinggi-tingginya seakan-akan bahu akan dibawa hingga menyentuhkedua telinga. Fokus perhatian gerakan ini adalah kontras ketegangan yangterjadi di bahu, punggung atas, dan leher.
  • 11. Gerakan kelima• Adalah gerakan-gerakan yang ditujukan untuk melemaskan otot-otot diwajah.Otot-otot wajah yang dilatih adalah otot-ototdahi, mata, rahang, dan mulut. Gerakan untuk dahi dapat dilakukan dengancara mengerutkan dahi dan alis sampai otot-ototnya terasa dan kulitnyakeriput (gambar 5).
  • 12. Gerakan keenam• Gerakan yang ditujukan untuk mengendurkan otot-otot mata diawalidengan menutup keras-keras mata sehingga dapat dirasakan ketegangan disekitar mata dan otot-otot yang mengendalikan gerakan mata (gambar 5).
  • 13. Gerakan ketujuh• Bertujuan untuk mengendurkan ketegangan yang dialami oleh otot-ototrahang dengan cara mengatupkan rahang, diikuti dengan menggigit gigi-gigisehingga ketegangan di sekitar otot-otot rahang (gambar 5).
  • 14. Gerakan kedelapan• Ini dilakukan untuk mengendurkan otot-otot sekitar mulut.Bibir dimoncongkan sekuat-kuatnya sehingga akan dirasakanketegangan di sekitar mulut (gambar 5).
  • 15. Gerakan kesembilan• (gambar 7) danGerakan kesepuluh• (gambar 7) ditujukan untuk merilekskan otot-otot leher bagian depan maupun belakang. Gerakan diawalidengan otot leher bagian belakang baru kemudian otot leher bagian depan. Klien dipandu meletakkankepala sehingga dapat beristirahat, kemudian diminta untuk menekankan kepala pada permukaanbantalan kursi sedemikian rupa sehingga klien dapat merasakan ketegangan di bagian belakang leher danpunggung atas.• Sedangkan gerakan kesepuluh bertujuan untuk melatih otot leher bagian depan (lihat gambar 7). Gerakanini dilakukan dengan cara membawa kepala ke muka, kemudian klien diminta untuk membenamkan daguke dadanya. Sehingga dapat merasakan ketegangan di daerah leher bagian muka.
  • 16. Gerakan kesebelas• bertujuan untuk melatih otot-otot punggung. Gerakan ini dapat dilakukandengan cara mengangkat tubuh dari sandaran kursi, kemudian punggungdilengkungkan, lalu busungkan dada sehingga tampak seperti padagambar 6. Kondisi tegang dipertahankan selama 10 detik, kemudianrileks.Pada saat rileks, letakkan tubuh kembali ke kursi, sambilmembiarkan otot-otot menjadi lemas.
  • 17. Gerakan keduabelas• dilakukan untuk melemaskan otot-otot dada. Pada gerakan ini, kliendiminta untuk menarik nafas panjang untuk mengisi paru-paru denganudara sebanyak-banyaknya. Posisi ini ditahan selama beberapa saat,sambil merasakan ketegangan di bagian dada kemudian turun ke perut.Pada saat ketegangan dilepas, klien dapat bernafas normal dengan lega.Sebagaimana dengan gerakan yang lain, gerakan ini diulangi sekali lagisehingga dapat dirasakan perbedaan antara kondisi tegang dan rileks.
  • 18. Gerakan ketigabelas• Bertujuan untuk melatih otot-otot perut.Gerakan ini dilakukandengan cara menarik kuat-kuat perut ke dalam, kemudianmenahannya sampai perut menjadi kencang dank eras. Setelah 10detik dilepaskan bebas, kemudian diulang kembali seperti gerakanawal untuk perut ini.Gerakan 14 dan 15 adalah gerakan-gerakanuntuk otot-otot kaki.Gerakan ini dilakukan secara berurutan.
  • 19. Gerakan keempat belas• bertujuan untuk melatih otot-otot paha, dilakukan dengan cara meluruskankedua belah telapak kaki (lihat gambar delapan) sehingga otot paha terasategang. Gerakan ini dilanjutkan dengan mengunci lutut (lihat gambardelapan), sedemikian sehingga ketegangan pidah ke otot-ototbetis.Sebagaimana prosedur relaksasi otot, klien harus menahan posisitegang selama 10 detik baru setelah itu melepaskannya.Setiap gerakandilakukan masing-masing dua kali.
  • 20. JENIS TERAPITerapi relaksasi otot prograsifB. SASARANLaki-laki dan perempuan lanjut usia yang berada pada kelompokprimer (lansia yang sehat dan beresiko menderita insomnia),kelompok sekunder (lansia yang menderita insomnia) dankelompok tersier (lansia yang pada masa pemulihan, rehabilitasi)C. INTERVENSIDiagnosa : Gangguan pola tidur berhubungan dengan kerusakantransfer oksigen, gangguan metabolisme,kerusakaneliminasi,pengaruh obat,imobilisasi, nyeri pada kaki, takut operasi,lingkungan yang mengganggu.
  • 21. PrimerIntervensi ini dilakukan untuk masyarakat yang sehat danberesiko mengalami insomnia berupa :1. Berikan pemberian pendidikan kesehatan kepadamasyarakat tentang penyakit insomnia2. Berikan pengetahuan tentang terapi relaksasi ototprogresif3. Ajarkan masyarakat terapi relaksasi otot progresif sebagaisalah satu cara untuk mengartasi insomnia4. Bantu dan latih kader mempelajari terapi relaksasi ototprogresif5. Berikan pengetahuan tentang hal-hal yang dapatmenyebabkan insomnia
  • 22. SekunderIntervensi ini dilakukan untuk masyarakat yang sudahmuncul gejala penyakit insomnia berupa :1. Lakukan terapi relaksasi otot progresif2. Kaji pola tidur klien3. Kaji hubungan faktor-faktor fisik misalnya apnea saattidur, sumbatan jalan nafas, nyeri atau ketidaknyamanan4. kaji kebiasaan mengonsumsi makanan yang dapatmenyebabkan insomnia misalnya kafein, obat-obatan
  • 23. TersierIntervensi ini berfokus pada rehabilitasi yaitu :1. Anjurkan klien untuk melakukan terapirelaksasi otot proresif saat mengalamiinsomnia2. Anjurkan klien untuk melakukan teknikrelaksasi lain seperi massage, mandi airhangat dan minum air hangat sat sebelumtidur.
  • 24. THANK YOU FOR YOUR ATTENTION