TUGAS PEMROGRAMAN BERBASIS WEB
RANGKUMAN WEB 2.0
Dosen Pengampu: Triawan Adi Cahyanto, S.K

Oleh
Hendra Waskitha
NIM 12106...
Pengertian Web 2.0
Web 2.0 menawarkan komunikasi yang bersifat dua arah.
Maksud dari sistem komunikasi dua arah adalah pem...
produknya dalam bentuk fisik. Karena web menjadi platform, pengguna cukup datang ke website
untuk menjalankan aplikasi yan...
3. Mashup. Merupakan aplikasi web yang melakukan kombinasi data yang berasal dari lebih dari
satu sumber, disajikan dalam ...
Contoh Penggunaan User Pada Web 2.0

WordPress memiliki banyak keunggulan dan fitur untuk dunia blog, antara lain :
1. Gra...
WordPress sendiri yaitu sebuah program tambahan yang bisa diintegrasikan dengan
WordPress untuk memberikan fungsi-fungsi l...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Rangkuman Web 2.0 - Hendra W - 1210651127 - Kelas E

450

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
450
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
18
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Rangkuman Web 2.0 - Hendra W - 1210651127 - Kelas E"

  1. 1. TUGAS PEMROGRAMAN BERBASIS WEB RANGKUMAN WEB 2.0 Dosen Pengampu: Triawan Adi Cahyanto, S.K Oleh Hendra Waskitha NIM 1210651127 Kelas TI - E PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER 2013/2014
  2. 2. Pengertian Web 2.0 Web 2.0 menawarkan komunikasi yang bersifat dua arah. Maksud dari sistem komunikasi dua arah adalah pemilik memberikan informasi, kemudian pengunjung bisa meninggalkan/menambahkan sesuatu di dalamnya. Atau bisa kita sebut Web 2.0 sebagai web “read-write”. Jika anda ingin tahu tentang konsep yang mendetail tentang Web 2.0, silahkan baca di O’Reilly Media, yang berkolaborasi dengan MediaLive Intenational. Yang dikebangkan sekitar tahun 2004. Ouriel Media mendefinisikan Web 2.0. “Web 2.0 = Web 1.0 + Web 1.0,” katanya. Jika Web 1.0 adalah mengenai diri kita sendiri, maka Web 2.0 adalah mengenai saling interaksi antara diri kita sendiri dan orang lain. Yang paling mencolok pada Web 2.0 ini dirubahnya dari system dokumen siap saji ke platform aplikasi dan menjadikan metode web menjadi aplikasi yang berjalan diatas browser. Level Aplikasi dan Prinsip Web 2.0 7 prinsip menurut O’Reilly yang menjelaskan kemampuan-kemampuan inti Web 2.0, yaitu: 1. Servis. Bagi penggunanya, Web 2.0 bukan merupakan sebuah software paket, tetapi Web 2.0 adalah servis dengan skalabilitas biaya yang efektif. 2. Kontrol. Pengontrolan unik Web 2.0 menjadikan content Web 2.0 menjadi semakin kaya, seiring dengan semakin banyaknya pengguna. 3. Kepercayaan. Pengguna Web 2.0 merupakan co-developer Web 2.0. Dalam hal ini terjalin kepercayaan antara penyedia Web 2.0 dan pengguna. 4. Kepandaian Kolektif. Mengarahkan website untuk memanfaatkan kepandaian secara kolektif merupakan salah satu kelebihan Web 2.0. Aktivitas yang dilakukan pengguna membuat website berkembang secara organik. Anda dapat melihat artikel-artikel yang terus bertambah setiap harinya pada Wikipedia dan website-website wiki lainnya, atau website eBay yang menciptakan pasar dengan adanya pengguna yang berlaku sebagai pembeli dan penjual, menampilkan produk-produk yang membuat eBay menjadi toko maya yang serba ada. 5. Long Tail. Web 2.0 menciptakan kurva Long Tail yang memberikan variasi pilihan yang tidak terbatas. 6. Level Software. Diatas Device PC tidak lagi menjadi satu-satunya device untuk aplikasi Internet, dan aplikasi yang hanya terbatas pada sebuah device menjadi kurang bernilai dibandingkan dengan aplikasi yang terkoneksi dengan Internet. Web 2.0 merupakan sebuah servis terintegrasi berbagai device, entah mobile/handheld device, PC, ataupun server Internet. 7. Kemudahan. Dukungan kemudahan pada Web 2.0 mencakup user interface, model programming, maupun model bisnis. Web 2.0 biasanya digunakan sebagai akhir dari siklus peluncuran produk software, mengilustrasikan setiap produsen software tidak lagi meluncurkan
  3. 3. produknya dalam bentuk fisik. Karena web menjadi platform, pengguna cukup datang ke website untuk menjalankan aplikasi yang ingin mereka gunakan. Hasil dari pengembangan fitur di dalam software dapat langsung dirasakan oleh pengguna. Software tidak lagi dijual sebagai produk namun berupa layanan (service). Level Aplikasi Web 2.0 O’Reilly memberikan contoh produk/perusahaan untuk menjelaskan hirarki dari Web 2.0 yang dibagi atas empat level aplikasi, yaitu: 1. Aplikasi Level 3. Tersedia pada Internet, semakin efektif sejalan dengan semakin banyaknya pengguna. Contohnya adalah website yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi Anda, yaitu eBay, Wikipedia, AdSense, dan lain sebagainya. 2. Aplikasi Level 2. Dapat beroperasi secara offline, tetapi akan diperoleh beberapa keuntungan jika dioperasikan secara online. Contohnya adalah photo sharing Flickr. 3. Aplikasi Level 1. Tersedia secara offline, tetapi mengharuskan untuk online jika ingin mengakses fitur-fitur tertentu. Contohnya adalah iTunes atau Google Docs & Spreadsheet. Teknologi Yang Digunakan Pada Web 2.0 Dari sisi teknologi, konsep Web 2.0 membawa perubahan pada elemen-elemen yang digunakan dalam pengembangan website. Teknik maupun fitur teknologi yang sering kali menyertai website Web 2.0, antara lain: 1. Rich Internet Application. Rich Internet Application atau disingkat RIA merupakan aplikasi website yang memiliki fitur dan fungsi seperti aplikasi desktop. Umumnya RIA dapat berjalan pada web browser biasa tanpa memerlukan instalasi software tertentu Keuntungannya, tentu saja menjadikan website Anda memiliki user interface yang lebih kaya dan responsif. Tentunya, RIA tidak hanya digunakan pada Web 2.0, penggunaan RIA sangat luas dan dapat digunakan untuk pengembangan website dengan keperluan yang bervariasi. RIA dapat diimplementasikan dengan menggunakan Ajax, Silverlight, Flash, dan lain sebagainya. 2. Folksonomy. Merupakan sebuah metode untuk menciptakan dan mengatur tag yang menjelaskan dan mengategorikan content. Tag tersebut umumnya merupakan hyperlink yang akan mengarahkan Anda pada sekumpulan item yang berhubungan dengan tag tersebut Bentuk tag tidak selalu harus berupa teks, tetapi dapat juga berupa image. Sekumpulan tag yang saling terkait dengan persamaan bentuk sering juga disebut dengan tag cloud, umumnya tag cloud memiliki 30 hingga 150 tag.
  4. 4. 3. Mashup. Merupakan aplikasi web yang melakukan kombinasi data yang berasal dari lebih dari satu sumber, disajikan dalam satu content. Contoh Web 2.0 yang menggunakan mashup adalah Google Maps, yang menggabungkan data dari Google Maps sendiri bersama data real estate dari Craigslist (sebuah jaringan komunitas online). Metode pengambilan data dari sumber lain dapat menggunakan web feed (RSS atau Atom), web services, ataupun screen scraping. 4. Software Wiki/Forum. Software wiki ataupun forum digunakan untuk membantu pengguna menciptakan contentnya sendiri dan berkolaborasi satu sama lain. Contohnya kembali pada Wikipedia, di mana Anda dapat dengan mudah menciptakan dan mengubah content sebuah artikel. 5. Syndication. Umumnya syndication menyediakan web feed dari sebuah website untuk para penggunanya, sehingga pengguna dapat mengetahui content terbaru tanpa perlu mengunjungi web tersebut. Dengan demikian, pengguna dapat mengetahui news terbaru sebuah website, ataupun pesan terbaru pada sebuah forum. Format syndication yang umum digunakan adalah RSS ataupun Atom. Kebutuhan lain dari syndication adalah untuk sebuah komunitas saling berkolaborasi, misalnya syndication dapat digunakan pada Wikipedia agar pengguna dapat memonitor perubahan yang terjadi pada content. Teknologi tentu akan semakin berkembang untuk mendukung revolusi yang dibawa oleh Web 2.0. Konsep Web 2.0 membentuk komunitas jaringan social sehingga semua orang dapat berperan serta di dalamnya, tentunya hal ini semakin membutuhkan user interface berbasis web yang mudah, agar content dapat diciptakan tidak terbatas oleh mereka yang memiliki skill dan pengetahuan tertentu Semua orang yang dapat mengakses sebuah website Web 2.0, memiliki peran serta dalam pengisian content. Kebutuhan ini mengarahkan teknologi untuk mewujudkan user interface pada aplikasi website untuk menjadi semudah user interface pada aplikasi desktop. Mungkin di masa yang tidak terlalu jauh lagi, bekerja dengan spreadsheet, word proccesor, ataupun presentasi slide-show merupakan pekerjaan umum yang dapat dilakukan aplikasi website, di mana dokumen-dokumen tersebut dapat dikelola bersama oleh suatu komunitas jaringan sosial. Setidaknya hal ini telah dirintis oleh Google dengan Google Docs, yang juga menerapkan Web 2.0. Web 2.0 seakan merupakan sebuah contoh demokrasi “dari rakyat dan untuk rakyat”, yang dalam konteks Web 2.0 menjadi “dari pengguna untuk pengguna”. Semakin banyak pengguna web, semakin banyak pula kontribusi yang diberikan untuk membangun website Web 2.0.
  5. 5. Contoh Penggunaan User Pada Web 2.0 WordPress memiliki banyak keunggulan dan fitur untuk dunia blog, antara lain : 1. Gratis. Untuk mendapatkan perangkat lunak WordPress hanya perlu mengunduh dari situsnya (www.wordpress.org) tanpa dipungut biaya, bahkan untuk blog komersial sekalipun. 2. Berbasis kode sumber terbuka (Open Source). Pengguna dapat melihat dan memperoleh barisan kode-kode penyusun perangkat lunak WordPress tersebut secara bebas, sehingga pengguna tingkat lanjut yang memiliki kemampuan pemrograman dapat bebas melakukan modifikasi, bahkan dapat mengembangkan sendiri program WordPress tersebut lebih lanjut sesuai keinginan. 3. Template atau desain tampilannya mudah dimodifikasi sesuai keinginan pengguna. Sehingga apabila pengguna memiliki pengetahuan HTML yang memadai, maka pengguna tersebut dapat berkreasi membuat template sendiri. Pengguna yang tidak mengerti HTML, tentu saja masih dapat memilih ribuan template yang tersedia di internet secara bebas, yang tentu saja gratis (http://wordpress.org/extend/themes/). 4. Pengoperasiannya mudah. Bagi pemula, tentu hal ini amat membantu. 5. Satu blog WordPress, dapat digunakan untuk banyak pengguna (multi user). Sehingga WordPress juga sering digunakan untuk blog komunitas. Anggota komunitas tersebut dapat berperan sebagai kontributor. 6. Jika pengguna sebelumnya telah mempunyai blog tidak berbayar, misalnya di alamatBlogger / Blogspot, LiveJournal, TypePad, dan beberapa mesin blog lain, pengguna dapat mengimpor isi blog-blog tersebut ke alamat hosting blog pribadi yang menggunakan perangkat lunak WordPress. Dengan demikian pengguna tidak perlu khawatir isi blog yang lama akan menjadi sia-sia setelah menggunakan perangkat lunak WordPress. 7. Selain pengguna yang banyak, banyak pula dukungan komunitas (community support) untuk WordPress. Banyak forum yang mendukung pengembangan WordPress ini. Contohnya: http://wordpress.org/support/ http://id.forums.wordpress.com/ http://id.forums.wordpress.com/. 8. Tersedia banyak plugin yang selalu berkembang (http://wordpress.org/extend/plugins/), karena para pengembang web di Indonesia juga memberikan kontribusinya kepada WordPress. Plugin
  6. 6. WordPress sendiri yaitu sebuah program tambahan yang bisa diintegrasikan dengan WordPress untuk memberikan fungsi-fungsi lain yang belum tersedia pada instalasi standar. Misalnya plugin anti-spam, plugin web counter, album foto dan sebagainya. 9. Kemampuan untuk dapat memunculkan XML, XHTML, dan CSS standar. 10. Tersedianya struktur permalink yang memungkinkan mesin pencari mengenali struktur blog dengan baik. 11. Kemungkinan untuk meningkatkan performa blog dengan ekstensi (http://wordpress.org/extend/). 12. Mampu mendukung banyak kategori untuk satu artikel. Satu artikel dalam WordPress dapat dikatogorisasikan ke dalam beberapa kategori. Misalnya jika kita mempunyai artikel tentang “DKI Jakarta” kita dapat memasukkan artikel tersebut dalam kategori “Tentang Indonesia”, “Propinsi di Indonesia”, atau “Wilayah di Pulau Jawa”. Dengan multi kategorisasi ini pencarian dan pengaksesan informasi menjadi lebih mudah. 13. Fasilitas Trackback dan Pingback. Juga memiliki kemampuan untuk melakukan otomatis Ping (RPC Ping) ke berbagai search engine dan web directory, sehingga website yang dibuat dengan Wordpress akan lebih cepat ter index pada search engine. 14. Fasilitas format teks dan gaya teks. WordPress menyediakan fitur pengelolaan teks yang cukup lengkap. Fitur – fitur format dan gaya teks pada kebanyakan perangkat lunak pengolah kata seperti cetak tebal, cetak miring, rata kanan, rata kiri, tautan tersedia di WordPress. 15. Halaman statis (Halaman khusus yang terpisah dari kumpulan tulisan pada blog). 16. Mendukung LaTeX. 17. Mempunyai kemampuan optimalisasi yang baik pada Mesin Pencari (Search Engine Optimizer)

×