Pengenalan alat ukur elektronika 1

  • 4,282 views
Uploaded on

alat ukur elektroniks

alat ukur elektroniks

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
4,282
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
387
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. KODE MODUL win32. ELKA-MR.UM.005 PENGGUNAAN ALAT UKUR ELEKTRONIK BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005
  • 2. KODE MODUL ELKA-MR.UM.005 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO PENGGUNAAN ALAT UKUR ELEKTRONIK PENYUSUN ACHJAR CHALIL, S.Pd BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005 ii
  • 3. iii
  • 4. Daftar Isi Hal. HALAMAN DEPAN i HALAMAN DALAM ii KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI iv PETA KEDUDUKAN MODUL x PERISTILAHAN/GLOSSARIUM xi BAB I. PENDAHULUAN 1 A. DESKRIPSI 1 B. PRASYARAT 2 C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL 2 1. Petunjuk bagi siswa 2 2. Petunjuk bagi guru 2 D. TUJUAN AKHIR 3 E. KOMPETENSI 5 F. CEK KEMAMPUAN 9 BAB II. PEMBELAJARAN 16 A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT 16 B. KEGIATAN BELAJAR 17 1. Kegiatan Belajar 1 : Konfigurasi Multimeter a. b. c. d. e. f. g. Tujuan kegiatan pembelajaran 1 Uraian materi 1 Rangkuman 1 Tugas 1 Tes formatif 1 Kunci jawaban tes formatif 1 Lembar kerja 1 iv 17 17 17 25 26 27 29 30
  • 5. 2. Kegiatan Belajar 2 : Fungsi Volt-meter a. b. c. d. e. f. g. Tujuan kegiatan pembelajaran 2 Uraian materi 2 Rangkuman 2 Tugas 2 Tes formatif 2 Kunci jawaban tes formatif 2 Lembar kerja 2 3. Kegiatan Belajar 3 : Fungsi Ohm-meter a. b. c. d. e. f. g. Tujuan kegiatan pembelajaran 3 Uraian materi 3 Rangkuman 3 Tugas 3 Tes formatif 3 Kunci jawaban tes formatif 3 Lembar kerja 3 4. Kegiatan Belajar 4 : Fungsi Ampere-meter a. b. c. d. e. f. g. Tujuan kegiatan pembelajaran 4 Uraian materi 4 Rangkuman 4 Tugas 4 Tes formatif 4 Kunci jawaban tes formatif 4 Lembar kerja 4 5. Kegiatan Belajar 5 : Mengukur Jangkauan desi-Bel a. b. c. d. e. f. g. Tujuan kegiatan pembelajaran 5 Uraian materi 5 Rangkuman 5 Tugas 5 Tes formatif 5 Kunci jawaban tes formatif 5 Lembar kerja 5 6. Kegiatan Belajar 6 : Konfigurasi Oscilloscope h. i. j. k. l. Tujuan kegiatan pembelajaran 6 Uraian materi 6 Rangkuman 6 Tugas 6 Tes formatif 6 v 32 32 32 34 34 35 36 37 39 39 39 64 66 67 68 73 75 75 75 78 79 80 81 81 83 83 83 86 86 86 87 87 88 88 88 93 93 93
  • 6. m. Kunci jawaban tes formatif 6 n. Lembar kerja 6 94 94 7. Kegiatan Belajar 7 : Fungsi Oscilloscope a. b. c. d. e. f. g. Tujuan kegiatan pembelajaran 7 Uraian materi 7 Rangkuman 7 Tugas 7 Tes formatif 7 Kunci jawaban tes formatif 7 Lembar kerja 7 8. Kegiatan Belajar 8 : Konfigurasi Insulation Tester a. b. c. d. e. f. g. Tujuan kegiatan pembelajaran 8 Uraian materi 8 Rangkuman 8 Tugas 8 Tes formatif 8 Kunci jawaban tes formatif 8 Lembar kerja 8 9. Kegiatan Belajar 9 : Fungsi Insulation Tester a. b. c. d. e. f. g. Tujuan kegiatan pembelajaran 9 Uraian materi 9 Rangkuman 9 Tugas 9 Tes formatif 9 Kunci jawaban tes formatif 9 Lembar kerja 9 10. Kegiatan Belajar 10 : Konfigurasi Function Generator a. b. c. d. e. f. g. Tujuan kegiatan pembelajaran 10 Uraian materi 10 Rangkuman 10 Tugas 10 Tes formatif 10 Kunci jawaban tes formatif 10 Lembar kerja 10 vi 96 96 96 103 104 104 106 107 109 109 109 111 112 112 113 113 115 115 115 117 117 118 119 119 121 121 121 124 124 124 125 126
  • 7. 11. Kegiatan Belajar 11 : Fungsi Function Generator a. b. c. d. e. f. g. Tujuan kegiatan pembelajaran 11 Uraian materi 11 Rangkuman 11 Tugas 11 Tes formatif 11 Kunci jawaban tes formatif 11 Lembar kerja 11 12. Kegiatan Belajar 12 : Konfigurasi Patern Generator a. b. c. d. e. f. g. Tujuan kegiatan pembelajaran 12 Uraian materi 12 Rangkuman 12 Tugas 12 Tes formatif 12 Kunci jawaban tes formatif 12 Lembar kerja 12 13. Kegiatan Belajar 13 : Fungsi Patern Generator a. b. c. d. e. f. g. Tujuan kegiatan pembelajaran 13 Uraian materi 13 Rangkuman 13 Tugas 13 Tes formatif 13 Kunci jawaban tes formatif 13 Lembar kerja 13 BAB III. EVALUASI 127 127 127 129 129 129 130 131 132 132 132 138 139 139 140 141 142 142 142 150 151 151 152 153 145 Sub Kompetensi 1 : Multimeter 145 A. Aspek Kognitif Tes Tertulis Teori Tes Tertulis Praktek 145 146 Kunci Jawaban Tes Tertulis Teori Tes Praktek Praktek 157 158 B. Aspek Afektif 159 C. Aspek Psikomotor 163 vii
  • 8. Sub Kompetensi 2 : Oscilloscope A. Aspek Kognitif Tes Tertulis Teori Tes Tertulis Praktek 166 166 Kunci Jawaban Tes Tertulis Teori Tes Tertulis Praktek 167 168 B. Aspek Afektif 170 C. Aspek Psikomotor 178 Sub Kompetensi 3 : Insulation Tester A. Aspek Kognitif Tes Tertulis Teori Tes Tertulis Praktek 180 180 Kunci Jawaban Tes Tertulis Teori Tes Tertulis Praktek 181 181 B. Aspek Afektif 182 C. Aspek Psikomotor 185 Sub Kompetensi 4 : Function Generator A. Aspek Kognitif Tes Tertulis Teori Tes Tertulis Praktek 186 186 Kunci Jawaban Tes Tertulis Teori Tes Praktek Praktek 187 188 Aspek Afektif 190 Aspek Psikomotor 194 Sub Kompetensi 5 : Patern Generator Aspek Kognitif Tes Tertulis Teori Tes Praktek Praktek 196 197 viii
  • 9. Kunci Jawaban Tes Tertulis Teori Tes Tertulis Praktek 198 200 B. Aspek Afektif 201 C. Aspek Psikomotor 206 BAB IV. PENUTUP 208 DAFTAR PUSTAKA ix
  • 10. PERISTILAHAN/GLOSARIUM A 1. Audio Suara yang dihasilkan oleh manusia, atau suara yang dihasilkan oleh perangkat elektronik seperti pengeras suara, penerima radio, penerima televisi. 2. Arus Arus listrik yang bergerak pada suatu penghantar listrik dari kutub positip ke kutub negatip. 3. Ampere Satuan kuat arus listrik, diambil dari nama terakhir ahli fisika bangsa Prancis, Andrė Marie Amperė. 4. Afektif Sikap mental. 5. Arus searah Arus listrik yang mengalir hanya satu arah, dari positip ke negatip. 6. A/V = Audio/Video. 7. Anoda Bagian positip dari elektroda dimana arus listrik mulai mengalir. 8. Analog Satu sistem elektronik yang mengalami perubahan fisika mewakili variabel-variabel yang ada. Contoh dalam perekaman suara secara analog, perubahan fisika yang terjadi pada suara mewakili variabel seperti daya elektromaknetik, permukaan pita rekaman, dan lain sebagainya. 9. Ampere-meter Alat untuk mengukur kuat arus listrik yang mengalir pada satu penghantar atau rangkaian elektronika. 10. Amplitudo Nilai maksimum yang dapat dijangkau oleh satu bentuk gelombang. 11. Alternating Current Arus bolak balik. B 1. B Singkatan dari Beta atau nama lain dari hFE yaitu penguatan yang dilakukan oleh rangkaian penguat transistor dimana emitor-nya disambung ke ground/dibumikan. 2. Base (Basis) Satu bagian pada transistor yang terletak diantara Emitter (Emitor) dan Collector (Kolektor) xii
  • 11. 3. Battery (Baterai) Sumber tegangan DC yang berisikan dua atau tiga buah sel yang merubah energi kimia menjadi energi listrik. 4. Bipolar Alat semi konduktor yang memiliki dua buah kutub (negatip dan positip). 5. BNC Bayonet Neill Concelman, sebuah model Singkatan dari konektor/penyambung yang ditemukan oleh Paul Neill & Carl Concelman. C 1. Cable (Kabel) Penghantar sinyal listrik dengan atau tanpa isolasi. 2. Calibration (Kalibrasi) Pengaturan alat ukur dengan sesuatu aturan yang terstandar. 3. Capacitor (Kapasitor) Komponen elektronik yang terbuat dari dua buah plat yang terpisah oleh bahan dielektrikum dan dapat menyimpan muatan listrik. 4. Capacitor, Non-polar(ized)/Kapasitor non Polar Kapasitor yang tidak memiliki kaki penghubung positip dan negatip, arus listrik dapat mengalir dari kaki penghubung yang mana saja. 5. Capacitor, Ceramic (Kapasitor Keramik) Kapasitor dengan dielektrikum yang terbuat dari bahan keramik seperti alumina dan steatite 6. Capacitor, Electrolytic (Kapasitor Elektrolit) Kapasitor yang mampu menampung muatan listrik dalam jumlah besar, memiliki kutub positip dan negatip, dan memiliki dua buah elektroda yang terbungkus cairan elektrolit. 7. Cell (Sel) Dalam konteks baterai; satu unit tunggal yang dirancang untuk menghasilkan tegangan DC melalui reaksi kimia. 8. Cell, Dry (Baterai Kering) Satu sel elektrokimia yang menghasilkan tegangan DC dan tidak menggunakan cairan elektrolit. 9. Collector (Kolektor) Bagian dari bipolar junction transistor (NPN atau PNP). 10. CCTV = Closed Circuit TeleVision Sirkit televisi terbatas yang biasanya hanya dipakai di gedung perkantoran, atau gedung pertemuan. Gambar yang ditangkap kamera tidak dipancarluaskan melalui media udara, tetapi didistribusikan ke monitor televisi melalui kabel. xiii
  • 12. 11. Circuit (Sirkit) Hubungan yang saling tersambung antara komponen elektronik. 12. Coaxial (Koaksial) Kabel yang memiliki penghantar pada bagian dalamnya, bagian luarnya diberi isolasi yang terbuat dari dielectric foam. 13. Coil (Koil) Komponen elektronik berbentuk silinder yang dibuat dengan cara menggulung (winding) kawat yang berlapis email pada dudukan silinder atau kawat email yang digulung pada inti besi. 14. Capacitance (Kapasitas) Satuan ukuran yang menandakan kemampuan kapasitor menampung muatan listrik, dinyatakan dalam satuan Farad. 15. Chroma Komponen yang terdapat dalam campuran sinyal warna pada perangkat video. 16. Component (Komponen) Elemen elektronik atau elemen listrik yang terdapat di dalam satu rangkaian. 17. Component, Active (Komponen Aktif) Komponen yang dapat menguatkan sinyal yang berada antara input dan output sampai beberapa kali. Transistor adalah contoh komponen aktif. 18. Component, Passive (Komponen Pasif) Komponen yang tidak dapat menguatkan sinyal. Resistor dan Kapasitor adalah contoh komponen pasif. D 1. Decibel (dB) Bunyi bel tingkat kesepuluh. Satu unit yang digunakan untuk membandingkan kuantitas suara dari sisi; (a) tekanan yang dihasilkan oleh suara, (b) kekuatan suara, dan (b) kehebatan atau intensitas suara. Tabel berikut menampilkan contoh ukuran desibel untuk suara yang dihasilkan oleh beberapa objek. xiv
  • 13. Batas desiBel 0 dB 10 dB Suara Kondisi hening Bernafas Mendengar suara Batas desiBel Suara 85 dB Suara pabrik pada umumnya Mesin cukur listrik 90 dB Jalan yang sibuk di perkotaan Truk diesel Pencampur makanan Mesin pemotong rumput Kaki lima tempat lalu lintas truk dan bus Lalu lintas sepeda motor Teriakan penonton pertandingan olah raga Tangisan anak kecil Kenderaan di jalan bebas hambatan 20 dB Studio Penyiaran Tertutup Gemerisik daun 100 dB Toko ketel Truk diesel Truk sampah Pesawat Jet lepas landas (300 Meter) Motor tempel Traktor pertanian Bengkel kerja kayu 25 dB Berbisik-bisik 102 dB Mesin peniup daun 30 dB Perpustakaan Bisikan halus Suasana pedesaan yang sepi 105 dB Helikopter 40 dB Pinggiran kota yang sunyi Lemari pendingin 110 dB Mesin motorboat Ledakan pasir Mobil salju Mesin gergaji besi Memaku Klakson mobil Stereo headset 50 dB Rata-rata rumah Lampu merah lalu lintas Percakapan normal 115 dB Suara berciut kereta api bawah tanah 120 dB Klakson mobil Baling-baling pesawat terbang Konser musik rock Sambaran petir/guntur Mesin gergaji 55 dB Pinggiran kota di siang hari 60 dB Mesin pengering pakaian Percakapan di restoran Kesibukan kantor Latar belakang musik Daerah kota secara umum xv
  • 14. 65 dB Mencuci piring Mesin cuci 70 dB Mobil Mesin jahit elektrik Mikser Keramaian restoran Kaki lima tempat lalu lalang mobil Penyedot debu 75 dB Lalu lintas yang sibuk 80 dB Dering jam Pengering rambut Pembuangan sampah Kereta api pengangkut Sepeda mini Pembuat tabulasi di kantor Motor tempel Lalu lintas mobil di salju 2. DC Arus listrik yang hanya mengalir satu arah dari terminal/kutub positip (+) ke terminal/kutub negatip (-). 3. Digital Suatu sistem elektronika yang menggunakan Bit (Binary digit) yaitu bilangan 0 dan 1 untuk menampilkan beberapa variabel (angka, huruf, warna, suara) dan sebagai penyimpan data. 4. Diode (Dioda) Suatu komponen elektronik yang memiliki dua elektroda yaitu Anoda (+) dan Katoda (-), dirancang hanya dapat mengalirkan arus satu arah dari Anoda ke Katoda. E 1. Emitter (Emitor) Satu bagian dari transistor yang memberikan arus ke Basis. xvi
  • 15. F 1. Farad Satuan ukuran dari kapasitas (kemampuan kapasitor dimuati arus listrik) kapasitor, diambil dari nama belakang Michael Faraday. 1 Farad = Muatan listrik sebesar 1 Coulomb yang menghasilkan tegangan setinggi 1 Volt. 2. Function Generator Pembangkit sinyal (signal generator) yang dapat menghasilkan gelombang sinyal dalam bentuk sinus, gelombang dalam bentuk empat persegi, gelombang dalam bentuk siku, dan gelombang dalam bentuk gigi gergaji. G 1. Gain Jumlah dari kenaikan tegangan dan arus atau penguatan sinyal yang dihasilkan oleh suatu perangkat penguat (amplifier) 2. Ground Satu titik acuan pada rangkaian elektronik dimana tegangan = 0 Volt. I 1. Internet Jaringan kerja dari jutaan orang yang menggunakan komputer pada lebih dari 100 negara di dunia. J 1. Jack Soket atau konektor yang disambungkan dengan steker/plug dengan cara “menusuk”nya. 2. Junction Bagian atau lapisan yang membagi dua bahan semikonduktor atau bahan setengah penghantar. 3. Junction, p-n bagian atau lapisan yang membagi dua bahan semikonduktor P dan N. xvii
  • 16. M 1. mA Satuan kuat arus listrik dalam mili-Ampere (mA). 1 mA = 0,001 A. 2. Mega- ( M-) Satuan desimal yang setara dengan 106 atau 1.000.000. 3. Megohm (Mega-Ohm) Satuan ukuran resistans (perlawanan yang diberikan oleh penghantar terhadap arus DC), atau satuan ukuran impedans (perlawanan yang diberikan oleh penghantar terhadap arus AC) yang setara dengan 1.000.000 Ohm (Ω) N 1. N Semikonduktor tipe N (Negatip) 2. NTSC National Television Systems Committee. Standar warna televisi atau format pewaktu yang dipakai di Amerika Utara, sebagian besar Amerika Selatan, dan Timur Jauh. O 1. Ohm Satu satuan untuk pengukuran tahanan (resistance) listrik mengambil nama Georg Simon Ohm. Satu Ohm akan menghasilkan arus sebesar 1 Ampere jika pada rangkaian terdapat tegangan sebesar 1 Volt. 2. Ohm-meter Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tahanan (resistance) listrik. 3. Oscilloscope Satu instrumen yang menghasilkan gambar grafik dari satu bentuk gelombang, memperlihatkan sinyal amplitudo, dan bentuk tegangan DC. xviii
  • 17. P 1. Peak to Peak Perbedaan antara nilai maksimum positip dan maksimum negatip dari satu bentuk gelombang AC. 2. Potentiometer (Potensiometer) Satu variabel resistor yang memiliki tiga terminal. 3. Probe, Multimeter Bagian dari Multimeter yang digunakan untuk kontak langsung dengan rangkaian. R 1. Resistance Kelengkapan yang ada pada bahan penghantar (konduktor) listrik, dinyatakan dalam satuan Ohm, dan diberi simbol Ω. T 1. Transistor Singkatan dari Transfer Resistor. Satu perangkat semikonduktor (setengah penghantar) yang memiliki Basis, Emitor, dan Kolektor. V 1. V Simbol Volt 2. Volt-meter Alat ukur yang digunakan untuk mengukur beda potensial diantara dua titik. xix
  • 18. BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi M odul ini menampilkan konfigurasi Alat Ukur Elektronik; Multimeter, Oscilloscope, Insulation Tester, Function Generator, dan Pattern Generator, sekaligus menjelaskan dan membuktikan kegunaan tiap-tiap perangkat/panel atau kontrol indikator yang ada pada alat-alat ukur tersebut, berikut cara-cara penggunaannya berdasarkan standar prosedur operasi yang terkait dengan keselamatan kerja. Melalui modul ini Anda dapat melakukan percobaan; 1. Menggunakan Multimeter untuk mengukur besaran listrik, seperti; tegangan (Voltage), tahanan/resistan (resistance), dan arus (current) listrik, sekaligus mem-praktek-kan pemanfaatan Multimeter untuk memeriksa/mengindentifikasi komponen elektronika di luar rangkaian (circuit), elektronik, apakah komponen tersebut masih baik dan dapat digunakan atau sudah rusak, dengan cara mengukur nilai tahanan/resistan (resistance) dari komponen. 2. Menggunakan Oscilloscope untuk mengamati bentuk gelombang, mengukur tegangan, menghitung frekuensi, perbandingan frekuensi, perbandingan fasa, dan mengukur amplitudo modulasi. 3. Menggunakan Insulation Tester untuk mengukur tahanan isolasi listrik di atas 1000.000Ω (1 MΩ) serta tegangan listrik sampai dengan 600 Volt. 4. Menggunakan Function Generator untuk membandingkan frekuensi. 5. Menggunakan Pattern Generator untuk menganalisis tampilan warna dan frekuensi pada penerimaan gambar TV. Modul ELKA-MR.UM.005. 1
  • 19. B. Prasyarat Prasyarat yang harus dipenuhi sebelum Anda mempelajari dan mem-praktek-kan isi modul ini, adalah; Anda telah mengetahui, memahami, membuktikan, menganalisis, men-sintesis, dan mengevaluasi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Besaran listrik ( tegangan, arus dan tahanan/resistan) berikut satuannya. Perbedaan arus bolak balik dengan arus searah. Kegunaan simbol-simbol komponen elektronik. Kegunaan dan nilai satuan dari komponen pasif. Kegunaan dan kode dari komponen aktif Kegunaan Matematika Teknik Dasar dan Rumusnya. Rangkaian Elektronika Dasar. C. Petunjuk Penggunaan Modul 1. Petunjuk bagi Anda a. Baca dan pelajari dengan teliti isi modul ini. b. Ambillah alat dan bahan yang diperlukan. c. Berpedoman pada modul, telitilah dengan cermat tiap-tiap perangkat dari alat ukur elektronik berikut kegunaannya. d. Perhatikan keselamatan kerja. e. Jangan segan-segan bertanya pada Guru. 2. Petunjuk bagi Guru a. Pelajari dengan cermat isi modul. b. Buat catatan kecil yang diperlukan. c. Berilah penjelasan singkat kegunaan dari masing-masing alat ukur elektronik dan cara-cara menggunakannya. d. Beri petunjuk keselamatan kerja dalam menggunakan alat tersebut. e. Beri motivasi agar peserta diklat mampu memusatkan pikirannya pada modul yang sedang dipelajarinya serta mau mencari sumber-sumber lain (buku, internet) yang memuat informasi tentang alat-alat ukur dimaksud. f. Berilah jawaban yang tepat untuk pertanyaan yang diajukan oleh peserta diklat. g. Dorong peserta diklat untuk melakukan diskusi kelompok, karena dari diskusi kelompok peserta diklat akan memiliki kecakapan hidup (life skill) dalam bentuk; (1) kecakapan adaptasi diri, (2) kecakapan komunikasi, (3) kecakapan bekerjasama, (4) kecakapan menggali informasi, (5) kecakapan mengolah informasi, (6), dan (7) kecakapan mengambil keputusan. h. buat daftar kemajuan peserta diklat. Modul ELKA-MR.UM.005. 2
  • 20. i. Butir F yang berisi daftar Cek Kemampuan baru diisi jika peserta diklat telah menyelesaikan seluruh isi modul ini. j. Lakukan penilaian dengan berpedoman pada kemampuan kognitif (penalaran/berpikir), merujuk pada Taksonomi Bloom (1957) meliputi : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Knowledge (pengetahuan), Comprehension (pemahaman), Aplication (penerapan), Anallysis (analisis), Synthesis (sintesis), Evaluation (penilaian). k. afektif (sikap mental peserta diklat dalam mempelajari dan mencoba isi modul), dan psikomotor (ketrampilan menggunakan alat). l. Beritahu peserta diklat apa yang harus diperbaiki sehingga mereka benarbenar dapat menguasai materi dan kompetensi yang terdapat pada modul ini. m. Diskusikan dengan peserta diklat rencana pembelajaran untuk modul berikutnya. D. Tujuan Akhir Tujuan akhir yang akan dicapai setelah Anda menyelesaikan modul ini adalah Anda mampu: 1. Membuktikan kegunaan perangkat/panel yang terdapat pada Multimeter, Oscilloscope, Insulation Tester, Function Generator, dan Pattern Generator. 2. Membaca papan skala pada Multimeter dengan benar. 3. Melakukan persiapan awal sebelum menggunakan alat ukur elektronik untuk keperluan pengukuran. 4. Menggunakan alat ukur elektronik dengan baik, aman, dan sesuai dengan standar prosedur operasi dan keselamatan kerja. 5. Mengukur Tegangan Listrik Arus Bolak Balik/Alternating Current Voltage/ACV dengan kisaran tegangan antara 110-220 Volt ACV. 6. Mengukur Tegangan Listrik Arus Searah/Direct Current Voltage/DCV pada tegangan rendah (low Voltage), dengan kisaran tegangan antara 0-24 Volt DCV. 7. Mengukur tegangan listrik dengan kisaran tegangan antara 220 - 600 Volt dengan aman. 8. Mengukur arus searah dalam satuan mili-Ampere (mA) dan mikro-Ampere (A). 9. Mengukur dan membandingkan frekuensi. 10. Mengukur amplitudo modulasi. Modul ELKA-MR.UM.005. 3
  • 21. 11. Mengukur kebocoran isolasi pada kabel listrik dan tegangan sampai dengan 600 Volt. 12. Menganalisis tampilan warna dan frekuensi yang dihasilkan oleh Pattern Generator. 13. Mengukur perbandingan fasa. 14. Membuktikan mengalirnya arus listrik pada komponen pasif dan komponen aktif sekaligus mengukur nilai tahanan/resistan (resistance) dari komponen pasif dan komponen aktif tersebut. 15. Membuktikan adanya keterpaduan (sintesa) yang erat antara kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang mekanik audio video dengan kemampuan menggunakan alat ukur elektronik. 16. Mampu membangun disiplin diri dalam belajar. 17. Mampu membangun disiplin diri dalam menyelesaikan tugas. 18. Melalui diskusi dapat memiliki kecakapan adaptasi diri, kecakapan berkomunikasi, kecakapan bekerjasama, kecakapan menggali informasi, kecakapan mengolah informasi, kecakapan mengolah dan memilah masalah, dan kecakapan mengambil keputusan. Modul ELKA-MR.UM.005. 4
  • 22. E. Kompetensi Kompetensi : Menggunakan Alat/Instrument bantu untuk Keper luan Pengukuran/Pengujian Kode : ELKA-MR.UM.005.A Durasi Pembelajaran : 40 jam @ 45 menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA Modul ELKA-MR.UM.005. A B C D E F G 2 2 2 1 1 2 2 1. Unit kompetensi ini berlaku untuk persyaratan umum di bidang industri elektronika dan maintenance repair elektronika 2. Standard Operating Procedure (SOP) peralatan ukur yang berlaku di masing-masing perusahaan 3. Buku pedoman/manual peralatan ukur 4. Peralatan dan bahan yang dipergunakan : 4.1. Peralatan ukur Volt-meter, Ampere-meter, Ohm-meter, LCR meter, Function Generator, Frequensimeter, dan Oscilloscope. 4.2. Bahan : Komponen elektronika, macam-macam kabel, terminator. 5
  • 23. SUB KOMPETENSI 1 Menggunakan alat ukur Multimeter 2. Menggunakan alat ukur Oscilloscope KRITERIA KINERJA 1.1. Petunjuk operasi Multimeter dibaca dan dipahami 1.2. Multimeter diatur pada range dan pilihan pengukuran sesuai dengan keperluan pengukuran yang akan dilakukan 1.3. Multimeter digunakan sesuai dengan petunjuk operasi kerja dan hasil pengukuran dibaca 1.4. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja. 2.1. Petunjuk operasi Oscilloscope dibaca dan dipahami 2.2. persiapan penggunaan Oscilloscope dilakukan sesuai dengan keperluan pengukuran yang akan dilakukan 2.3. Oscilloscope digunakan sesuai dengan petunjuk operasi dan hasil pengukuran dibaca dan dimengerti. Penggunaan tiap fungsi panel depan di-demokan sesuai dengan apa yang diukur, misalnya V-div, Tdiv, AC/DC coupling, trigger internal/external, probe teredam 10x, 100x, 0x, dsb. 2.4. Dilakukan standar pengaturan/kalibrasi sederhana (V-div dan T-div) untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih baik 2.5. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja Modul ELKA-MR.UM.005. LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMBELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN Mengoperasikan Multimeter Penggunaan Alat ukur Multimeter Instrumen/alat ukur CRO Teliti dan Cermat dalam pengoperasian Multimeter sesuai petunjuk penggunaan Teliti dan cermat dalam pengoperasian CRO sesuai petunjuk penggunaan Jenis dan kelas Mul timeter Memilih batas ukur Batas ukur Multimeter Keamanan penggunaan Multimeter Jenis dan kelas Oscilloscope Petunjuk operasi CRO Panel CRO Mengoperasikan CRO Menggunakan panel depan CRO Mengkalibrasi CRO 6
  • 24. KRITERIA KINERJA SUB KOMPETENSI 3. Menggunakan alat uji Insulation Tester 4. Menggunakan alat bantu Function Generator 3.1. Petunjuk operasi Insulation Tester dibaca dan difahami 3.2. Persiapan penggunaan Insulation tester sesuai dengan keperluan pengujian yang akan dilakukan 3.3. Insulation Tester digunakan sesuai dengan petunjuk operasi 3.4. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja, misalnya bahaya tegangan tinggi dimengerti untuk mencegah timbulnya kecelakaan 4.1. Petunjuk operasi Function Generator dibaca dan dipahami 4.2. Persiapan penggunaan Function Generator dilakukan sesuai dengan keperluan pengujian yang akan dilakukan 4.3. Function Generator digunakan sesuai dengan petunjuk operasi. Pilihan-pilihan fungsi pada panel depan di-demokan dengan benar, misalnya sinyal apa yang diharapkan (sinusoidal, gigi gergaji, ramp, rectangular, atau yang lain), level DC dari sinyal output : ada komponen DC atau tidak ada, berapa level peak-topeak yang diinginkan, frekuensinya tetap atau variabel, termodulasi atau tidak. 4.4. Dilakukan standar pengaturan sederhana untuk mendapatkan hasil pegujian yang lebih baik 4.5. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja Modul ELKA-MR.UM.005. LINGKUP BELAJAR Instrumen/alat uji Insulation Tester Penggunaan Function Generator MATERI POKOK PEMBELAJARAN SIKAP Teliti dan Cermat dalam pengoperasian alat uji Insulation Tester sesuai dengan petunjuk penggunaan Teliti dan Cermat dalam mengoperasikan Function Generator Mengatur panel Function Generator PENGETAHUAN Insulation Tester Petunjuk pengoperasian Insulation Tester Function Generator Penggunaan Function Generator KETRAMPILAN Menggunakan Insulation Tester Mengoperasikan Function Generator Mengatur panel Function Generator 7
  • 25. SUB KOMPETENSI 5. Menggunakan alat bantu Pattern Generator KRITERIA KINERJA 5.1. Petunjuk operasi Pattern Generator dibaca dan dipahami 5.2. Persiapan penggunaan Pattern Generator dilakukan sesuai dengan keperluan pengujian 5.3. Pattern Generator digunakan sesuai dengan petunjuk operasi 5.4. Di-demo-kan penggunaan yang benar; pattern yang dipilih harus sesuai dengan apa yang akan di-uji, misalnya pattern untuk menguji dan mengatur color purity, pattern untuk menguji dan mengatur fokus, test warna merah (R), hijau (G), dan biru (B), pattern untuk menguji defleksi vertikal/horisontal, dst. 5.5. Dilakukan standar pengaturan/kalibrasi sederhana untuk mendapat hasil pengujian yang lebih baik 5.6. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja Modul ELKA-MR.UM.005. LINGKUP BELAJAR Penggunaan Pattern Generator MATERI POKOK PEMBELAJARAN SIKAP Teliti dan Cermat dalam pengoperasian Pattern Generator sesuai petunjuk penggunaan PENGETAHUAN Pattern Generator Penggunaan Pattern Generator KETRAMPILAN Mengoperasikan Pattern Generator Mengatur panel Pattern Generator 8
  • 26. F. Cek Kemampuan Berilah tanda thick (√) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan pertanyaan berikut. Mintalah Catatan dan Tanda Tangan Guru/Pembimbing. CEK KEMAMPUAN UNTUK SUB KOMPETENSI 1 : CATATAN TANDA TANGAN NO YA TIDAK MENGGUNAKAN ALAT UKUR MULTIMETER GURU/PEMBIMBING GURU/PEMBIMBING Apakah Anda sudah memahami dan membuktikan 01 kegunaan saklar jangkauan ukur untuk menetapkan posisi dan batas ukur (range) Multimeter? 02 Apakah Anda sudah memahami dan membuktikan kegunaan papan skala pada Multimeter? 03 Apakah Anda sudah dapat membaca hasil pengukuran pada papan skala dengan benar? Apakah Anda sudah menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset) untuk menera jarum agar jarum 04 menunjuk tepat pada angka nol (sebelah kiri papan skala) sebelum Multimeter digunakan? Apakah Anda sudah menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustmen), untuk 05 menera jarum Multimeter, sewaktu Multimeter akan dipakai untuk mengukur nilai tahanan (resistance)? Apakah Anda sudah memahami dan membuktikan 06 kegunaan lubang out-common atau lubang untuk kabel penyidik (probes) positip dan negatip pada Multimeter? Apakah Anda sudah memahami dan membuktikan 07 kegunaan kabel penyidik (probes) yang berwarna merah dan hitam? Apakah Anda sudah memahami dan membuktikan 08 kegunaan baterai tipe UM-3 yang terdapat pada bagian dalam Multimeter? Modul ELKA-MR.UM.005. 9
  • 27. NO 09 10 11 12 13 14 15 16 CEK KEMAMPUAN UNTUK SUB KOMPETENSI 1 : MENGGUNAKAN ALAT UKUR MULTIMETER Apakah Anda sudah dapat menggunakan Multimeter untuk mengukur Tegangan Listrik Arus Bolak Balik/Alternating Current Voltage (ACV) 110-220V? Apakah dalam mengukur ACV Anda sudah memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan kerja? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Multimeter untuk mengukur Tegangan Listrik Arus Searah/Direct Current Voltage (DCV) pada kisaran 0-24 Volt? Apakah dalam mengukur DCV dengan Multimeter Anda sudah memperhatikan faktor keamanan alat dan keselamatan kerja? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Multimeter untuk mengukur Arus Listrik Searah/Direct Current (DC) dalam satuan mili-Ampere (mA) dan mikro-Ampere (A)? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Multimeter untuk mengukur nilai tahanan/resistan (resistance) pada resistor, transformator, dan coil ? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Multimeter untuk mengukur nilai tahanan/resistan (resistance) pada "dioda" basis-emitor dari transistor PNP dan NPN? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Multimeter untuk mengukur nilai tahanan/resistan (resistance) pada anoda-katoda dari dioda? Modul ELKA-MR.UM.005. YA TIDAK CATATAN TANDA TANGAN GURU/PEMBIMBING GURU/PEMBIMBING 10
  • 28. NO 17 18 19 NO 01 02 03 04 05 06 CEK KEMAMPUAN UNTUK SUB KOMPETENSI 1 : MENGGUNAKAN ALAT UKUR MULTIMETER Apakah Anda sudah dapat menggunakan Multimeter untuk membuktikan penyimpanan dan pembuangan arus pada kapasitor polar? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Multimeter untuk membuktikan penyimpanan dan pembuangan arus pada kapasitor non polar? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Multimeter untuk mengukur jangkauan desi-Bel (dB)? YA TIDAK CATATAN GURU/PEMBIMBING TANDA TANGAN GURU/PEMBIMBING CEK KEMAMPUAN UNTUK SUB KOMPETENSI 2 : MENGGUNAKAN ALAT UKUR OSCILLOSCOPE Apakah Anda sudah dapat membuktikan kegunaan kontrol dan indikator yang ada pada Oscilloscope? Apakah Anda sudah mengerti, memahami dan dapat melakukan Pengoperasian Awal pada Oscilloscope? Apakah Anda sudah dapat mengukur tegangan AC dengan Oscilloscope? Apakah Anda sudah dapat mengukur tegangan DC dengan Oscilloscope? Apakah Anda sudah dapat menghitung frekuensi dengan Oscilloscope? Apakah Anda sudah dapat mengukur amplitudo modulasi dengan Oscilloscope? YA TIDAK CATATAN GURU/PEMBIMBING TANDA TANGAN GURU/PEMBIMBING Modul ELKA-MR.UM.005. 11
  • 29. 07 08 NO 01 02 03 04 05 Apakah Anda sudah dapat mengukur perubahan aliran dari sinyal input dengan Oscilloscope? Apakah Anda sudah dapat mengukur frekuensi yang tidak diketahui dengan Oscilloscope? CEK KEMAMPUAN UNTUK SUB KOMPETENSI 3 : MENGGUNAKAN ALAT UJI INSULATION TESTER Apakah Anda sudah dapat membuktikan kegunaan kontrol dan indikator yang ada pada Insulation Tester? Apakah Anda sudah memahami persiapan pengoperasian yang ada pada Insulation Tester? Apakah Anda sudah mampu melakukan pengukuran isolasi dengan Insulation Tester? Apakah Anda sudah mampu melakukan pengukuran tegangan AC dengan Insulation Tester? Apakah Anda sudah mengerti, memahami dan dapat melaksanakan aspek-aspek keselamatan kerja ketika menggunakan Insulation Tester? Modul ELKA-MR.UM.005. YA TIDAK CATATAN GURU/PEMBIMBING TANDA TANGAN GURU/PEMBIMBING 12
  • 30. NO 01 02 03 04 05 CEK KEMAMPUAN UNTUK SUB KOMPETENSI 4 : MENGGUNAKAN ALAT BANTU FUNCTION GENERATOR Apakah Anda sudah mengetahui, memahami dan membuktikan kegunaan dari panel kontrol indikator yang terdapat pada Function Generator? Apakah Anda sudah memahami penjelasan pengoperasian awal dari Function Generator yang terdapat pada uraian panel kontrol dan indikator? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Function Generator Output untuk memperoleh keluaran (output) gelombang yang diinginkan? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Sweep Generator Output untuk memperoleh ayunan (sweep) bentuk gelombang yang diinginkan? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Function Generator sebagai Frequency Counter (penghitung frekuensi)? Modul ELKA-MR.UM.005. YA TIDAK CATATAN GURU/PEMBIMBING TANDA TANGAN GURU/PEMBIMBING 13
  • 31. NO 01 02 03 04 05 06 07 08 09 CEK KEMAMPUAN UNTUK SUB KOMPETENSI 5 : CATATAN TANDA TANGAN YA TIDAK MENGGUNAKAN ALAT BANTU PATTERN GENERATOR GURU/PEMBIMBING GURU/PEMBIMBING Apakah Anda sudah memahami warna-warna dasar dan warna yang dihasilkan oleh campuran dari warna dasar? Apakah Anda sudah memahami fungsi utama dari Pattern Generator? Apakah Anda sudah dapat membuktikan kontrol dan indikator dan penjelasan pengoperasian awal yang terdapat pada uraian kegunaan kontrol dan indikator? Apakah Anda sudah mengerti dan memahami informasi warna yang terkait dengan Pattern Generator? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Pattern Generator sebagai Vectorscope? Apakah Anda sudah dapat menggunakan RF Output dari Pattern Generator untuk menguji penerima televisi (TV Receiver)? Apakah Anda sudah dapat menggunakan I-F Output dari Pattern Generator untuk menguji penerima televisi (TV Receiver)? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Composite Video Output dari Pattern Generator untuk menguji penerima televisi (TV Receiver)? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Staircase Pattern dari Pattern Generator untuk menghasilkan pola satu warna yang berbentuk anak tangga (staircase)? Modul ELKA-MR.UM.005. 14
  • 32. NO 10 11 12 13 14 15 CEK KEMAMPUAN UNTUK SUB KOMPETENSI 5 : CATATAN TANDA TANGAN YA TIDAK MENGGUNAKAN ALAT BANTU PATTERN GENERATOR GURU/PEMBIMBING GURU/PEMBIMBING Apakah Anda sudah dapat menggunakan Pattern Generator untuk menampilkan Color Bars With 100% White? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Pattern Generator untuk menampilkan Staircase With 100% White? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Pattern Generator untuk menampilkan pola gambar yang terpusat (Convergence Pattern)? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Pattern Generator untuk menampilkan pola bintik-bintik hitam (Black Raster Pattern)? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Pattern Generator untuk menampilkan RGB (Red Green Blue) Output ? Apakah Anda sudah dapat menggunakan Pattern Generator untuk memeriksa bentuk gelombang (Waveform Monitoring)? Modul ELKA-MR.UM.005. 15
  • 33. BAB II PEMBELAJARAN A. Rencana Belajar Peserta diklat Rencana belajar peserta diklat diisi oleh peserta diklat dan disetujui oleh Guru. Rencana belajar tersebut adalah sebagai berikut : NAMA PESERTA DIKLAT : JENIS KEGIATAN TANGGAL Modul ELKA-MR.UM.005. WAKTU TEMPAT BELAJAR ALASAN PERUBAHAN TANDA TANGAN GURU 16
  • 34. B. Kegiatan Belajar 1. Kegiatan Belajar 1 : Konfigurasi Multimeter a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 1 Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 1, Anda diharapkan : 1) Mengetahui konfigurasi Multimeter, mampu memahami dan membuktikan kegunaan dari masing-masing perangkat yang terdapat pada Multimeter. 2) Mampu melakukan persiapan awal dalam bentuk ; a) sebelum Multimeter digunakan, melakukan peneraan angka nol dengan menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), b) sebelum Multimeter digunakan untuk mengukur tahanan/resistan (resistance), melakukan peneraan angka nol dengan menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), 3) Mampu mengatur saklar jangkauan ukur pada dibutuhkan batas ukur (range) yang b. Uraian Materi 1 M ultimeter yang diuraikan pada modul ini adalah Multimeter Analog yang menggunakan kumparan putar untuk menggerakkan jarum penunjuk papan skala. Multimeter ini yang banyak dipakai karena harganya relatif terjangkau. Jika pada Multimeter Digital hasil pengukuran langsung dapat dibaca dalam bentuk angka yang tampil pada layar display, pada Multimeter analog hasil pengukuran dibaca lewat penunjukan jarum pada papan skala. Lihat gambar 1 dan gambar 2. Modul ELKA-MR.UM.005. 17
  • 35. Gambar 1. Multimeter Analog Modul ELKA-MR.UM.005. Gambar 2. Multimeter Digital 18
  • 36. A. Konfigurasi Multimeter Konfigurasi Multimeter dan kontrol indikator yang terdapat pada sebuah Multimeter diperlihatkan pada gambar 3. PAPAN SKALA JARUM PENUNJUK SEKRUP PENGATUR POSISI JARUM (PRESET) TOMBOL PENGATUR POSISI JARUM BATAS UKUR (RANGE) SAKLAR JANGKAUAN UKUR OUT (+) COMMON (-) KABEL PENYIDIK (PROBES) www.sanwa-meter.co.jp JEPITAN MONCONG BUAYA (ALIGATOR CLIP) GAMBAR 3. KONFIGURASI MULTIMETER Modul ELKA-MR.UM.005. 19
  • 37. 1. Papan Skala : digunakan untuk membaca hasil pengukuran. Pada papan skala terdapat skala-skala; tahanan/resistan (resistance) dalam satuan Ohm (Ω), tegangan (ACV dan DCV), kuat arus (DCmA), dan skala-skala lainnya. Lihat gambar 4. SKALA OHM SKALA VOLT (ACV-DCV) SKALA LAINNYA www.directindustry.com GAMBAR 4. PAPAN SKALA Modul ELKA-MR.UM.005. 20
  • 38. 2. Saklar Jangkauan Ukur : digunakan untuk menentukan posisi kerja Multimeter, dan batas ukur (range). Jika digunakan untuk mengukur nilai satuan tahanan (dalam ), saklar ditempatkan pada posisi , demikian juga jika digunakan untuk mengukur tegangan (ACV-DCV), dan kuat arus (mA-A). Satu hal yang perlu diingat, dalam mengukur tegangan listrik, posisi saklar harus berada pada batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. Misal, tegangan yang akan diukur 220 ACV, saklar harus berada pada posisi batas ukur 250 ACV. Demikian juga jika hendak mengukur DCV. 3. Sekrup Pengatur Posisi Jarum (preset) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol (sebelah kiri papan skala). 4. Tombol Pengatur Jarum Pada Posisi Nol (Zero Adjustment) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol sebelum Multimeter digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistan. Dalam praktek, kedua ujung kabel penyidik (probes) dipertemukan, tombol diputar untuk memosisikan jarum pada angka nol. 5. Lubang Kabel Penyidik : tempat untuk menghubungkan kabel penyidik dengan Multimeter. Ditandai dengan tanda (+) atau out dan (-) atau common. Pada Multimeter yang lebih lengkap terdapat juga lubang untuk mengukur hfe transistor (penguatan arus searah/DCmA oleh transistor berdasarkan fungsi dan jenisnya), dan lubang untuk mengukur kapasitas kapasitor. B. Batas Ukur (Range) 1. Batas Ukur (Range) Kuat Arus : biasanya terdiri dari angka-angka; 0,25 – 25 – 500 mA. Untuk batas ukur (range) 0,25, kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 0,25 mA. Untuk batas ukur (range) 25, kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 25 mA. Untuk batas ukur (range) 500, kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 500 mA. 2. Batas Ukur (Range) Tegangan (ACV-DCV) : terdiri dari angka; 10 – 50 – 250 – 500 – 1000 ACV/DCV. Batas ukur (range) 10, berarti tegangan maksimal yang dapat diukur adalah 10 Volt. Batas ukur (range) 50, berarti tegangan maksimal yang dapat diukur adalah 50 Volt, demikian seterusnya. Modul ELKA-MR.UM.005. 21
  • 39. 3. Batas Ukur (Range) Ohm : terdiri dari angka; x1, x10 dan kilo Ohm (k). Untuk batas ukur (range) x1, semua hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada papan skala (pada satuan ). Untuk batas ukur (range) x10, semua hasil pengukuran dibaca pada papan skala dan dikali dengan 10 (pada satuan ). Untuk batas ukur (range) kilo Ohm (k), semua hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada papan skala (pada satuan k), Untuk batas ukur (range) x10k (10k), semua hasil pengukuran dibaca pada papan skala dan dikali dengan 10k. C. Baterai Baterai : pada Multimeter dipakai baterai kering (dry cell) tipe UM-3, digunakan untuk mencatu/mengalirkan arus ke kumparan putar pada saat Multimeter digunakan untuk mengukur komponen (minus komponen terintegrasi/Integrated Circuit/IC). Baterai dihubungkan secara seri dengan lubang kabel penyidik/probes (+/out) dimana kutub negatip baterai dihubungkan dengan terminal positip dari lubang kabel penyidik. Lihat gambar 5. 0  ADJ + - COMMON (-) OUT (+) + GAMBAR 5 Modul ELKA-MR.UM.005. 22
  • 40. D. Kriteria Multimeter Kriteria sebuah Multimeter tergantung pada : 1. Kekhususan kepekaan, ditentukan oleh tahanan/resistan (resistance) dibagi dengan tegangan, misalnya 20 k/v untuk DCV dan 8 k/v untuk ACV. (20 k/v  I = E/R = 1/20.000 = ½ x 10-4A = 0,05mA = 50 A). Multimeter menggunakan arus sebesar 50 mikro-Ampere (50 A) untuk alat pengukur (meter) dan akan menarik arus maksimal 50 A dari rangkaian yang diukur. 2. Fungsi tambahannya sebagai penguji (tester) transistor untuk menentukan hfe transistor (kemampuan transistor menguatkan arus listrik searah sampai beberapa kali), penguji dioda, dan kapasitas kapasitor dalam hubungannya dengan pekerjaan perbaikan (repair) alat-alat elektronik. E. Simbol-simbol Secara teoritis, untuk mempermudah pembelajaran, pengukur tegangan (Voltmeter), pengukur kuat arus (Ampere-meter), dan pengukur nilai tahanan /resistance (Ohm-meter) ditampilkan dengan simbol-simbol seperti yang terdapat pada gambar 6. Volt-meter Ampere-meter Ohm-meter Gambar 6. Simbol Alat Ukur F. Persiapan Awal Persiapan awal yang perlu Anda lakukan sebelum menggunakan Multimeter adalah : 1. Baca dengan teliti buku petunjuk penggunaan (manual instruction) Multimeter yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. 2. Multimeter adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur tegangan (Multimeter sebagai Volt-meter), mengukur Arus (Multimeter Modul ELKA-MR.UM.005. 23
  • 41. sebagai Ampere-meter), mengukur Resistans/Tahanan (Multimeter sebagai Ohm-meter). 3. Sebelum dan sesudah Multimeter digunakan, posisi saklar jangkauan ukur harus selalu berada pada posisi ACV dengan batas ukur (range) 250ACV atau lebih. 4. Kabel penyidik (probes) Multimeter selalu berwarna merah dan hitam. Masukkanlah kabel yang berwarna merah ke lubang penyidik yang bertanda (+) atau out, dan kabel yang berwarna hitam ke lubang penyidik yang bertanda (-) atau common. 5. Pada saat akan melakukan pengukuran dengan Perhatikan apakah jarum penunjuk sudah berada pada posisi angka nol. Jika belum lakukanlah peneraan dengan cara memutar sekrup pengatur posisi jarum (preset) dengan obeng minus (-). 6. Posisi saklar jangkauan ukur harus pada posisi yang sesuai dengan besaran yang akan diukur. Jika akan mengukur tegangan listrik bolak balik (ACV) letakkan saklar pada posisi batas ukur (range) yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. Jika mengukur tegangan bolak balik 220V/220 ACV, letakkan saklar pada posisi batas ukur (range) 250 ACV. Hal yang sama juga berlaku untuk pengukuran tegangan listrik searah (DCV), kuat arus (DCmA-DCA), dan tahanan/resistan (resistance). 7. Pada pengukuran DCV, kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kutub positip, kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kutub negatip dari tegangan yang akan diukur. 8. Jangan sekali-kali mengukur kuat arus listrik, kecuali kita sudah dapat memperkirakan besarnya kuat arus yang mengalir. 9. Untuk mengukur tahanan/resistan (resistance) , letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range)  atau k (kilo Ohm), pertemukan ujung kedua kabel penyidik (probes), tera jarum penunjuk agar berada pada posisi angka nol dengan cara memutar-mutar tombol pengatur jarum pada posisi angka nol (zero adjustment). 10. Berhati-hatilah jika akan mengukur tegangan listrik setinggi 220 ACV. Modul ELKA-MR.UM.005. 24
  • 42. c. Rangkuman 1 1) Multimeter adalah piranti ukur yang dapat digunakan untuk mengukur besaran listrik, yaitu ; (1) tegangan, (2) arus, dan (3) tahanan (resistance). 2) Tegangan listrik dinyatakan dalam satuan Volt (V). 3) Arus listrik dinyatakan dalam satuan Ampere (A). 4) Tahanan/resistan (resistance) listrik dinyatakan dalam satuan Ohm (). 5) Saklar jangkauan Multimeter harus berada pada posisi yang sesuai dengan besaran listrik yang akan diukur. 6) Batas ukur (range) Multimeter harus berada pada posisi angka yang lebih besar dari nilai besaran listrik yang akan diukur. 7) Sebelum melakukan pengukuran, posisi jarum harus berada tepat pada sisi kiri papan skala. 8) Sekrup pengatur posisi jarum (preset) digunakan untuk mengatur posisi jarum pada angka nol. 9) Tombol pengatur jarum pada posisi angka nol (zero adjustment) digunakan untuk meletakkan jarum pada posisi angka nol sebelum Multimeter digunakan untuk pengukuran nilai tahanan/resistans (resistance). Untuk keperluan ini, ujung dari kedua kabel penyidik disatukan, tombol diputarputar untuk memperoleh posisi jarum pada angka nol. 10) Kabel penyidik (probes) berwarna merah selalu dimasukkan ke lubang kabel penyidik yang bertanda (+) atau out. 11) Kabel penyidik (probes) berwarna hitam selalu dimasukkan ke lubang kabel penyidik yang bertanda (-) atau common. 12) Baterai pada Multimeter dihubungkan secara seri dengan lubang kabel penyidik (probes). 13) Pada Multimeter Analog, hasil pengukuran dibaca pada papan skala. 14) Pada Multimeter Digital, hasil pengukuran ditunjukkan langsung oleh angka yang muncul pada layar display. 15) Hasil pengukuran tegangan listrik (ACV-DCV) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan ACV-DCV. 16) Hasil pengukuran arus listrik (DCmA) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan DCV, A. 17) Hasil pengukuran tahanan/resistan (resistance) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan  - k. 18) Kriteria Multimeter ditentukan oleh seberapa besar arus yang digunakan untuk menggerakkan alat pengukur (meter). Besarnya kuat arus yang digunakan dapat dihitung dari k/Volt yang tertera pada sisi kiri bawah papan skala. 19) Pada Multimeter yang didesain khusus, terdapat perangkat untuk mengukur hfe transistor, dioda dan kapasitas kapasitor. 20) Melalui kegiatan diskusi yang rutin, secara perlahan seseorang akan memperoleh 7 (tujuh) kecakapan hidup (life skill). Modul ELKA-MR.UM.005. 25
  • 43. d. Tugas 1 Untuk lebih mendalami dan lebih menguasai uraian materi 1 pada modul ini, sudi kiranya Anda melakukan tugas berikut : 1) Buatlah kelompok belajar, masing-masing kelompok maksimum 4 orang. 2) Kunjungilah bengkel elektronika/toko penjual alat-alat ukur elektronik yang ada di kota Anda (minimal 5). 3) Menggunakan contoh format berikut, catatlah tipe dan jenis Multimeter yang ada di bengkel/toko tersebut berikut perangkat yang terdapat pada konfigurasi Multimeter. 4) Untuk validasi penilaian, lembar format harus berisi tanda tangan petugas dan stempel bengkel/toko. 5) Menggunakan mesin pencari www.google.co.id di internet, carilah gambar Multimeter merk lain berikut petunjuk penggunaan (manual instruction) nya. Catatan untuk Guru. Tugas ini termasuk penilaian fortofolio. Nama Kelompok : No Nama Bengkel/Toko (cap stempel) Multimeter Jenis Tipe Perangkat yang ada pada Multimeter Kepekaan 1. Volt-meter Analog SP10D 20k/v* 2. Ohm-meter 3. ................ 1. Hfe meter 01 Arsi Electronic Analog CX505 2. ............ 3. ............ 1. .............. Digital PC 5000 2. .............. 3. .............. * Kepekaan Multimeter dapat dilihat pada papan skala atau buku manual. 6) Diskusikan, buatlah kesimpulan, dan serahkan serahkan pada Guru untuk memperoleh penilaian. Modul ELKA-MR.UM.005. 26
  • 44. e. Tes Formatif 1 Berilah tanda silang pada butir; a, b, c, d, atau e untuk pernyataan yang Anda anggap benar (bobot nilai = 1) 1) Multimeter adalah piranti ukur yang dapat digunakan untuk mengukur : a) b) c) d) Tegangan listrik. Kuat arus listrik. Tegangan listrik dan kuat arus listrik. Tegangan listrik, kuat arus listrik, tahanan/resistan (resistance) listrik. e) Tegangan listrik, kuat arus listrik, tahanan/resistan (resistance) listrik, dan tahanan/resistan (resistance) listrik yang terdapat pada komponen pasif dan aktif. 2) Besaran listrik terdiri dari : a) Tegangan (dalam satuan Volt), kuat arus (dalam satuan Ampere), tahanan/resistan (dalam satuan Ohm). b) Tegangan, kuat arus, tahanan/resistan (resistance) , kapasitas kapasitor. c) Tegangan dan kuat arus. d) Tegangan, kuat arus, tahanan/resistan (resistance) dan desibel. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas (bobot nilai 1). 1) Saklar jangkauan ukur pada posisi DCV, kedua ujung kabel penyidik (probes) dipertemukan, jarum penunjuk papan skala tidak bergerak, kenapa? 2) Buktikan bahwa baterai tipe UM-3 yang ada di bagian dalam Multimeter disambung secara seri dengan lubang kabel penyidik (probes). 3) Bagaimana seharusnya posisi saklar jangkauan ukur dan batas ukur (range) jika kita ingin mengukur besaran listrik. 4) Apa yang terjadi jika batas ukur (range) yang digunakan tidak sesuai dengan besaran listrik yang akan diukur. 5) Pada papan skala terdapat. 6) Buktikan bahwa pada Multimeter dengan kriteria kepekaan 20k/v akan menarik arus sebesar 50 mikro-Ampere (50 A) untuk alat pengukur (meter) dan akan menarik arus maksimal 50 A dari rangkaian yang diukur. Modul ELKA-MR.UM.005. 27
  • 45. 7) Buktikan bahwa tombol pengatur jarum pada posisi angka nol (zero adjustment) sangat berperan penting dalam ketepatan pembacaan hasil pengukuran nilai tahanan (resistance) . 8) Uraikan kegunaan sekrup pengatur posisi jarum (preset). Modul ELKA-MR.UM.005. 28
  • 46. f. Kunci Jawaban Tes Formatif 1 1) : e. 2) : a 3) Karena kedua kabel penyidik (probes) tidak dalam posisi tersambung seri dengan baterai yang ada di dalam Multimeter. 4) Saklar jangkauan ukur diletakkan pada posisi , atau k. Kedua kabel penyidik (probes) dimasukkan ke lubang kabel penyidik, ujung kedua kabel penyidik (probes) disatukan. Jarum akan bergerak karena terjadi hubungan seri antara baterai yang ada di dalam Multimeter dengan kedua kabel penyidik (probes). 5) Posisi saklar jangkauan ukur harus sesuai dengan besaran listrik yang akan diukur,dan batas ukur (range) harus berada pada posisi yang lebih tinggi dari nilai besaran listrik yang akan diukur. 6) Multimeter tidak akan bekerja dan dapat rusak. 7) Angka-angka skala untuk tegangan (ACV/DCV), kuat arus (DCmA), dan tahanan/resistan (). 8) (20 k/v  I = E/R = 1/20.000 = ½ x 10-4A = 0,05mA = 50 A). Multimeter menggunakan arus sebesar 50 mikro-Ampere (50 A) untuk alat pengukur (meter) dan akan menarik arus maksimal 50 A dari rangkaian yang diukur. 9) Sebelum mengukur nilai tahanan (resistance), kedua ujung kabel penyidik (probes) disatukan, tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment) diputar-putar untuk menempatkan jarum tepat pada posisi angka nol. 10) Sekrup pengatur posisi jarum (preset) digunakan untuk memosisikan jarum pada angka nol sebelum Multimeter digunakan. Modul ELKA-MR.UM.005. 29
  • 47. g. Lembar Kerja 1 Kegunaan Multimeter A. Pengantar L embar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana memahami dan membuktikan kegunaan perangkat yang ada pada sebuah Multimeter, berikut pemanfaatannya untuk mengukur besaran-besaran listrik. Jika Anda dapat melakukan langkah-langkah kerja dengan benar, itu berarti Anda sudah memiliki kemampuan menggunakan Multimeter dengan baik dan benar. Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dan keselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modul ini. Konsultasikan selalu dengan Guru apa-apa yang belum Anda fahami dengan benar. B. Alat dan bahan 1. Multimeter analog dengan kepekaan pengukuran 20k/v atau lebih. 2. Kabel penyidik (probes) C. Langkah kerja. 1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satu kelompok, disesuaikan dengan ketersediaan alat ukur Multimeter). 2. Catatlah perangkat-perangkat yang terdapat pada Multimeter tersebut, bandingkan dengan konfigurasi Multimeter seperti yang terdapat pada modul ini. 3. Perhatikan papan skala dari Multimeter, catatlah apa saja yang terdapat pada papan skala. 4. Perhatikan, apakah jarum penunjuk pada papan skala sudah berada pada posisi angka nol? Jika belum, posisikan jarum dengan memutar sekrup pengatur posisi jarum (preset) dengan menggunakan obeng minus (-). 5. Gerakkan saklar jangkauan ukur, letakkan pada posisi batas ukur (range) yang bertanda ; ACV, DCV, DCmA, dan . 6. Masukkan kabel penyidik (probes) yang berwarna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda (+) atau out, dan yang berwarna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda (-) atau common. Modul ELKA-MR.UM.005. 30
  • 48. 7. Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) ACV, pertemukan kedua ujung kabel penyidik (probes), bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. Catatlah. 8. Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) DCV, pertemukan kedua ujung kabel penyidik (probes), bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. Catatlah. 9. Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) DCmA, pertemukan kedua ujung kabel penyidik (probes), bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. Catatlah. 10. Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) Ohm () pada posisi x1, pertemukan kedua ujung kabel penyidik (probes), bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. Gunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment) untuk memosisikan jarum pada angka nol. Catatlah. 11. Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) Ohm () pada posisi x10, pertemukan kedua ujung kabel penyidik (probes), bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. Gunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment) untuk memosisikan jarum pada angka nol. Catatlah. 12. Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) Ohm () pada posisi k, pertemukan kedua ujung kabel penyidik (probes), bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. Gunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment) untuk memosisikan jarum pada angka nol. Catatlah. 13. Bandingkan kondisi jarum penunjuk papan skala pada langkah 7, 8, dan 9 dengan dengan kondisi jarum pada langkah 10, 11, 12. Analisis, dan diskusikan dengan teman Anda. Tulislah kesimpulan dari hasil analisis dan diskusi pada selembar kertas dan mintalah pendapat Guru Anda. 14. Selamat bekerja, semoga berhasil. D. Kesimpulan. E. Saran. Modul ELKA-MR.UM.005. 31
  • 49. 2. Kegiatan Belajar 2 : Fungsi Volt-meter a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 2 Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 2, Anda diharapkan mampu: 1) Menggunakan Multimeter untuk melakukan pengukuran Tegangan Arus Bolak balik (Alternating Current Voltage/ACV) dan Tegangan Arus Searah (Direct Current Voltage/DCV) dengan baik sesuai dengan standar prosedur operasi. 2) Melakukan persiapan awal dalam bentuk ; a) sebelum Multimeter digunakan, melakukan peneraan angka nol dengan menggunakan sekrup pengatur jarum, b) memperkirakan tinggi tegangan yang akan diukur. 3) Mampu mengatur saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) yang dibutuhkan. b. Uraian Materi 2 S alah satu fungsi Multimeter adalah kegunaannya sebagai Volt-meter dalam mengukur tegangan listrik, baik Tegangan Arus Searah/Direct Current Voltage (DCV), maupun Tegangan Arus Bolak Balik/Alternating Current Voltage (ACV). Pada Multimeter analog, hasil pengukuran tegangan dibaca pada papan skala tegangan (ACV-DCV). Kemampuan mengukur tegangan dari Multimeter tergantung spesifikasi Multimeter dan batas ukur (range) yang dimiliki oleh saklar jangkauan ukur. Multimeter analog tipe CX506 merk SANWA memiliki batas ukur tegangan (ACV-DCV); 3V/12V/30V/120V/300V/1200V/30kV. (Khusus untuk pengukuran tegangan 30 kilo Volt harus menggunakan kabel penyidik/probes "HV 50"). Pada Multimeter analog tipe CX506, batas ukur (range) terendah adalah 3 Volt, dengan demikian, jika batas ukur (range) diletakkan pada posisi 3 DCV Multimeter mampu mengukur tegangan dari baterai kering/dry cell (dengan tinggi tegangan 1,5V) lebih akurat ketimbang pada batas ukur (range) 10 DCV. Multimeter analog tipe SP 10D merk SANWA atau yang sejenis, memiliki batas ukur (range) tegangan (ACV-DC); 10V/50V/250V/500V/1000V. Hal yang perlu diperhatikan dalam mengukur tegangan adalah posisi saklar jangkauan ukur dan batas ukur (range). Jika akan mengukur 220 ACV, saklar jangkauan ukur harus berada pada posisi ACV, dan batas ukur (range) pada angka 250 ACV. Hal yang sama berlaku untuk pengukuran tegangan DC (DCV). Tak Modul ELKA-MR.UM.005. 32
  • 50. kalah penting untuk diperhatikan adalah faktor keselamatan. Perhatikan apakah isolasi pembungkus kabel penyidik (probes). Apakah ada yang terkelupas? Dalam mengukur DCV, posisi kabel penyidik (probes) warna merah (+/out) diletakkan pada titik positip (+) dari sumber tegangan yang akan diukur, kabel penyidik (probes) warna hitam (-/common) diletakkan pada titik negatip (-). Untuk mengukur Tegangan Arus Bolak Balik (ACV) posisi kabel penyidik (probes) boleh  JALA PLN A C V D C V + DCmA GAMBAR 7. MENGUKUR TEGANGAN LISTRIK ARUS BOLAK BALIK (ACV) bolak balik, karena pada ACV setiap detik terjadi 50 x perubahan kutub positip menjadi kutub negatip dan sebaliknya. Lihat gambar 7 dan 8. +  A C V D C V Baterai Kering (dry cell) DCmA GAMBAR 8. MENGUKUR TEGANGAN LISTRIK ARUS SEARAH (DCV) Modul ELKA-MR.UM.005. 33
  • 51. c. Rangkuman 2 1) Tegangan listrik dinyatakan dalam satuan Volt. 2) Menurut jenisnya tegangan listrik terbagi dua; (1) Tegangan Listrik Arus Searah/Direct Current Voltage (DCV), dan (2) Tegangan Listrik Arus Bolak Balik/Alternating Current Voltage (ACV). 3) Pada Tegangan Listrik Arus Bolak Balik/Alternating Current Voltage (ACV), kutub positip dan negatipnya berganti-ganti, karena itu peletakan kabel penyidik (probes) boleh bolak balik. 4) Tegangan dan arus listrik dari jala/jaringan PLN, mengalami pergantian kutub positip menjadi negatip dan sebaliknya 50 x dalam satu detik. 5) Dalam mengukur DCV, posisi saklar jangkauan ukur harus berada pada posisi DCV, dengan batas ukur (range) pada posisi angka yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. 6) Dalam mengukur ACV, posisi saklar jangkauan ukur harus berada pada posisi ACV, dengan batas ukur (range) pada posisi angka yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. 7) Dalam mengukur DCV, posisi kabel penyidik (probes) warna merah diletakkan pada titik positip (+) dari sumber tegangan yang akan diukur, kabel penyidik (probes) warna hitam diletakkan pada titik negatip. 8) Dalam mengukur ACV, posisi kabel penyidik (probes) pada titik yang akan diukur boleh sembarang (acak/bolak balik). d. Tugas 2 Untuk lebih mendalami dan lebih menguasai uraian materi 1 pada modul ini, sudi kiranya Anda melakukan tugas berikut : 1) Buatlah kelompok belajar, masing-masing kelompok maksimum 4 orang. 2) Kumpulkan baterai kering (dry cell) bekas tipe UM-1 sebanyak 5 buah, jika mungkin catatlah kira-kira berapa lama baterai telah digunakan. 3) Sediakan baterai kering (dry cell) baru tipe UM-1 sebanyak 2 buah. 4) Ukurlah tegangan baterai yang lama dan yang baru, catat hasilnya pada tabel berikut. 5) Ukurlah Tegangan Listrik Arus Bolak Balik (ACV) pada jaringan listrik dari jaringan (jala-jala) PLN yang ada di sekolah Anda. Catatlah hasilnya. Modul ELKA-MR.UM.005. 34
  • 52. Tabel No Baterai 01 Baterai baru kedua 03 Baterai lama pertama 04 Baterai lama kedua 05 Baterai lama ketiga 06 Baterai lama keempat 07 Keterangan Baterai baru pertama 02 Hasil pengukuran (dalam Volt) Baterai lama kelima 6) Konsultasikan pada Guru untuk memperoleh penilaian. e. Tes Formatif 2 Jawablah pertanyaan berikut ini dengan teratur, ringkas dan jelas. (Bobot nilai 2,5) 1) Dengan Multimeter yang memiliki batas ukur (range); 10-50-250-500, dan 1000 DCV/ACV, Anda ditugaskan mengukur tegangan listrik bolak-balik pada jala/jaringan listrik dari PLN yang ada di sekolah Anda. Langkahlangkah pengukuran yang harus Anda lakukan adalah. 2) Dengan alat yang sama seperti pada butir 1, Anda ditugaskan mengukur ACV 9 Volt yang dihasilkan oleh gulungan skunder dari sebuah transformator penyesuai tegangan (transformator adaptor). Uraikan langkah-langkah pengukuran yang Anda lakukan. 3) Masih dengan alat yang sama seperti pada butir 1, Anda ditugaskan mengukur DCV 6 Volt yang dihasilkan oleh sebuah catu daya (power supply). Langkah-langkah pengukuran yang harus Anda lakukan adalah. 4) Dengan alat yang sama seperti pada butir 1, Anda ditugaskan mengukur tegangan pada sebuah baterai kering (dry cell) tipe UM-1. Langkah-langkah pengukuran yang harus Anda lakukan adalah. Modul ELKA-MR.UM.005. 35
  • 53. f. Kunci Jawaban Tes Formatif 2 1) Langkah-langkah pengukuran yang harus dilakukan : a) Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) 250 ACV. b) Masukkan kedua kabel penyidik (probes) ke terminal ACV dari jala/jaringan PLN. c) Baca hasil pengukuran pada papan skala 0-250 ACV. 2) Langkah pengukuran : a) Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) 10 ACV. b) Letakkan kedua kabel penyidik (probes) ke terminal 0 dan 9V yang ada pada gulungan skunder transformator. c) Baca hasil pengukuran pada papan skala 0-10 ACV. 3) Langkah pengukuran : a) Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) 10 DCV b) Letakkan kabel penyidik (probes) positip (+) ke terminal positip output catu daya (power supply) dan kabel penyidik (probes) negatip (-) ke terminal negatip output catu daya. c) Baca hasil pengukuran pada papan skala 0-10 DCV. 4) Langkah pengukuran : a) Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) 10 DCV b) Letakkan kabel penyidik (probes) positip (+) ke kutub positip baterai dan kabel penyidik (probes) negatip (-) ke kutub negatip baterai. c) Baca hasil pengukuran pada papan skala 0-10 DCV. Modul ELKA-MR.UM.005. 36
  • 54. g. Lembar Kerja 2 Mengukur Tegangan Listrik A. Pengantar L embar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana memahami dan membuktikan kegunaan Multimeter sebagai Volt-meter untuk mengukur tegangan listrik. Jika Anda dapat melakukan langkah-langkah kerja dengan benar, itu berarti Anda sudah memiliki kemampuan menggunakan Multimeter dengan baik dan benar. Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dan keselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modul ini. Konsultasikan selalu dengan Guru apa-apa yang belum Anda fahami dengan benar. B. Alat dan bahan  Alat 1. Multimeter analog dengan kepekaan pengukuran 20k/v atau lebih. 2. Kabel penyidik (probes).  Bahan 1. 2. 3. 4. Baterai kering (dry cell) tipe UM-1. Stop kontak portabel yang tersambung dengan jaringan listrik PLN. Catu daya dengan terminal output : 0-6-9-12 DCV. Transformator adaptor dengan output : 0-6-9-12 ACV. C. Langkah kerja. 1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satu kelompok, disesuaikan dengan ketersediaan alat ukur Multimeter). 2. Sambungkan kabel penyidik (probes) ke lubang kabel penyidik. Kabel penyidik (probes) yang berwarna merah di masukkan ke lubang positip (output), dan kabel penyidik (probes) yang berwarna hitam di masukkan ke lubang negatip (common). 3. Letakkan saklar jangkauan ukur pada posisi batas ukur (range) 250 ACV. 4. Masukkan kedua ujung kabel penyidik (probes) ke terminal stopkontak yang tersambung dengan jaringan listrik PLN. 5. Bacalah hasil pengukuran pada skala 0-250 ACV. Modul ELKA-MR.UM.005. 37
  • 55. 6. Catatlah hasil pengukuran. 7. Letakkan saklar jangkauan ukur pada posisi batas ukur (range) 10 ACV. 8. Letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) ke terminal output 6 ACV dari skunder transformator. 9. Bacalah hasil pengukuran pada skala 0-10 ACV. 10. Catatlah hasil pengukuran. 11. Letakkan saklar jangkauan ukur pada posisi batas ukur (range) 10 ACV. 12. Letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) ke terminal output 9 ACV dari skunder transformator. 13. Bacalah hasil pengukuran pada skala 0-10 ACV. 14. Catatlah hasil pengukuran. 15. Letakkan saklar jangkauan ukur pada posisi batas ukur (range) 10 DCV. 16. Letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) ke kutub positip dan negatip baterai (ingat jangan terbalik). 17. Bacalah hasil pengukuran pada skala 0-10 DCV. 18. Catatlah hasil pengukuran. 19. Letakkan saklar jangkauan ukur pada posisi batas ukur (range) 10 DCV. 20. Letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) ke terminal positip dan terminal negatip output 6 DCV dari catu daya. 21. Bacalah hasil pengukuran pada skala 0-10 DCV. 22. Catatlah hasil pengukuran. 23. Letakkan saklar jangkauan ukur pada posisi batas ukur (range) 10 DCV. 24. Letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) ke terminal positip dan terminal negatip output 9 DCV dari catu daya. 25. Bacalah hasil pengukuran pada skala 0-10 DCV. 26. Catatlah hasil pengukuran Catatan : membaca hasil pengukuran untuk tegangan di atas 250 Volt adalah sebagai berikut, 1. Untuk batas ukur (range) 500 Volt (AC maupun DC), pembacaan dilakukan pada skala 0-50, hasil pengukuran dikali dengan bilangan 10. Jarum pada papan skala menunjuk angka 40, hasil pengukuran = 400 Volt. 2. Untuk batas ukur (range) 1000 Volt (AC maupun DC) pembacaan dilakukan pada skala 0-10, hasil pengukuran dikali dengan bilangan 100. D. Kesimpulan. E. Saran. Modul ELKA-MR.UM.005. 38
  • 56. 3. Kegiatan Belajar 3 : Fungsi Ohm-Meter a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 3 Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 3, Anda diharapkan : 1) Mampu menggunakan Multimeter sebagai Ohm-meter untuk melakukan pengukuran terhadap tahanan/resistan (resistance) yang terdapat pada komponen elektronik di luar rangkaian dengan baik sesuai dengan standar prosedur operasi. 2) Mampu melakukan persiapan awal dalam bentuk ; a) sebelum Multimeter digunakan, melakukan peneraan angka nol dengan menggunakan sekrup pengatur jarum, b) memperkirakan besarnya nilai tahanan/resistan (resistance) yang akan diukur. 3) Mampu mengatur saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) yang dibutuhkan. b. Uraian Materi 3 S alah satu fungsi Multimeter adalah kegunaannya sebagai Ohm-meter untuk mengukur tahanan/resistan (resistance). Di dalam tehnik elektronika, tahanan/resistan (resistance) mengandung dua pengertian, Pertama, tahanan (resistance) sebagai sebuah nama untuk salah satu komponen elektronika yaitu resistan atau resistor, dan Kedua, perlawanan yang diberikan oleh bahan penghantar (konduktor) dan/atau bahan setengah penghantar (semikonduktor) yang terdapat dalam komponen elektronik terhadap arus listrik searah yang mengalir. Kedua-duanya memiliki satuan yang dinyatakan dalam Ohm (). Berdasarkan butir kedua, kita dapat mengatakan bahwa : pada komponen elektronika yang terbuat dari bahan penghantar (konduktor) seperti; resistor, kapasitor, transformator, dan gulungan (coil) dan bahan setengah penghantar (semikonduktor), seperti; transistor, dioda, terdapat tahanan/resistan (resistance). Melalui pengukuran nilai tahanan/resistan (resistance) yang terdapat pada komponen yang berada di luar rangkaian, kita dapat mengetahui apakah sebuah komponen masih dapat berfungsi dengan baik dan masih dapat digunakan atau sudah rusak. Pada Multimeter Digital, hasil pengukuran dapat dibaca langsung pada layar display, pada Multimeter Analog, hasil pengukuran tahanan/resistan (resistance) dibaca pada papan skala Ohm (-k). Lihat gambar 9. Modul ELKA-MR.UM.005. 39
  • 57.  A C V D C V R DCmA GAMBAR 9 . MENGUKUR TAHAHAN (RESISTANCE) R = TAHANAN/RESISTAN (RESISTANCE) Untuk mengukur nilai tahanan /resistan (resistance), saklar jangkauan ukur berada pada posisi Ω (Ohm). Batas ukur (range) x1, x10, dan xk. Batas ukur (range) untuk Ohm-meter dari Multimeter bervariasi, tergantung tipe dan merk Multimeter. Sebagai contoh, Multimeter merk Sanwa tipe SP10D memiliki batas ukur (range) x1, x10, dan xk. Multimeter merk Protek A803 memiliki batas ukur (range) x1, x10, x100, xk, dan x10k. A. Mengukur Komponen 1. Mengukur Resistor Resistor adalah suatu komponen yang banyak dipakai di Lihat gambar 10. dalam rangkaian Resistor adalah elektronika. Fungsi utamanya adalah kompo membatasi (restrict) aliran arus FAKTOR PE listrik. Fungsi lainnya sebagai NGALI ANGKA I Resistor (R) pembagi tegangan NILAI (voltage divider), yang menghasilkan TOLERANSI ANGKA II tegangan Kemampuan resistor membatasi jalannya arus ditentukan oleh besar input (vi). panjar maju (forward bias) dan tegangan kecilnya nilai satuan panjar() mundur Ohm yang dimiliki oleh sebuah resistor. (reverse bias), sebagai pembangkit potensial output (vo), dan potensial Modul ELKA-MR.UM.005. 40
  • 58. Merujuk pada hukum Ohm : I = V/R, semakin besar nilai tahanan/resistan (R), semakin kecil arus (I) yang dapat mengalir. Besar kecilnya nilai satuan Ohm yang dimiliki oleh resistor dapat dihitung dengan melihat pita (band) warna yang terdapat pada badan resistor. Mengikuti gambar 10, jika pita pertama berwarna kuning, pita kedua berwarna ungu, pita ketiga berwarna coklat, pita keempat berwarna emas, nilai satuan Ohm dari resistor tersebut adalah 47 x 101 = 470 dengan toleransi 5%. Harap diingat, warna kuning menunjukkan angka 4, warna ungu menunjukkan angka 7, warna coklat menunjukkan angka 1, dengan demikian faktor pengali = 101, jika pita ketiga berwarna merah, faktor pengali = 102, demikian seterusnya. (Lihat kembali modul tentang komponen elektronika). Untuk lebih jelas, pelajari gambar 11, (di download dari situs/website www.diyguitarist.com) www.diyguitarist.com GAMBAR 11. NILAI OHM RESISTOR BERDASAR PITA WARNA Modul ELKA-MR.UM.005. 41
  • 59. Cara lain untuk mengetahui besarnya nilai satuan Ohm sebuah resistor adalah mengukurnya dengan Multimeter. Perhatikan gambar 12. Saklar jangkauan ukur pada posisi , batas ukur (range) berada pada posisi x1, x10 atau k.  A C V D C V RESISTOR DCmA GAMBAR 12. MENGUKUR RESISTOR 2. Mengukur Variabel Resistor. Variabel resistor adalah resistor yang dapat berubah nilai satuan Ohm-nya dengan cara memutar-mutar tuas pemutar atau sekrup yang menggerakkan kontak geser/penyapu (wiper) yang terdapat di dalam resistor tersebut. Lihat gambar 13. a A b c B a b c www.kpsec.freeuk.com/components/tran.htm GAMBAR 13. VARIABEL RESISTOR A = POTENSIO B = PRESET/TRIMPOT Variabel resistor yang memiliki tuas pemutar biasanya disebut potensio meter (potentiometer), dan yang memiliki sekrup pengatur disebut preset atau trimpot. Modul ELKA-MR.UM.005. 42
  • 60. Mengukur nilai satuan Ohm dari variabel resistor dengan Multimeter adalah seperti yang ditunjukkan oleh gambar 14. Saklar jangkauan ukur pada posisi , batas ukur (range) berada pada posisi x1, x10 atau k, sesuai kebutuhan. C b  A C V D C V a DCmA GAMBAR 14. MENGUKUR VARIABEL RESISTOR 3. Mengukur Resistor Peka Cahaya/Light Dependence Resistor (LDR) Resistor Peka Cahaya/Light Dependence Resistor (LDR) adalah sebuah resistor yang berfungsi sebagai input transducer (sensor) dimana nilai satuan Ohm-nya dipengaruhi oleh cahaya yang jatuh di permukaan LDR tersebut. Mengukur nilai satuan Ohm dari LDR dengan menggunakan Multimeter adalah seperti yang ditunjukkan oleh gambar 15. Saklar jangkauan ukur pada posisi , batas ukur (range) berada pada posisi x1, x10 atau k, sesuai kebutuhan. Modul ELKA-MR.UM.005. 43
  • 61. LDR  A C V D C V DCmA GAMBAR 15. MENGUKUR LIGHT DEPENDENCE RESISTOR (LDR) Sebagai acuan, ditempat gelap, nilai satuan Ohm dari LDR = 1MΩ (1 Mega Ohm/1000.000Ω). Ditempat terang nilai satuan Ohm dari LDR = 100Ω. 4. Mengukur Thermistor Thermistor (Thermally sensitive resistor) adalah sebuah resistor yang dirancang khusus untuk peka terhadap suhu. Thermistor terbagi dalam dua jenis. Pertama, yang disebut dengan Negative Temperature Coefficient Resistor (NTCR), jika mendapat panas, nilai satuan Ohm-nya berkurang, misal pada suhu 250 C nilai satuan Ohm-nya = 47 kilo Ohm (47k). Kedua, yang disebut dengan Positive Temperature Coefficient Resistor (PTCR), jika mendapat panas, nilai satuan Ohmnya bertambah. Mengukur nilai satuan Ohm dari thermistor dengan menggunakan Multimeter adalah seperti yang ditunjukkan oleh gambar 16. Modul ELKA-MR.UM.005. 44
  • 62.  A C V D C V DCmA www.thermistor.com GAMBAR 16. MENGUKUR THERMISTOR 5. Mengukur Kapasitor Kapasitor adalah komponen elektronik yang dirancang untuk dapat menyimpan dan membuang Tegangan Arus Listrik Searah (Direct Current Voltage/DCV). Kapasitor terbagi dalam dua jenis. Pertama, kapasitor yang memiliki kutub positip (+) dan negatip (-). Dalam teknik elektronika disebut kapasitor polar (polarised capacitor). Kedua, kapasitor yang tidak memiliki kutub positip (+) dan negatip (-). Disebut kapasitor non polar (unpolarised capacitor). Hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengukur kapasitor polar adalah ; a. Kabel penyidik (probes) positip (+) yang berwarna merah diletakkan pada kaki kapasitor yang bertanda positip (+). b. Kabel penyidik (probes) negatip (-) yang berwarna hitam diletakkan pada kaki kapasitor yang bertanda negatip (-). c. Saklar jangkauan ukur pada posisi , batas ukur (range) berada pada posisi x1, x10 atau k, sesuai kebutuhan. d. Untuk kapasitor non polar (unpolarised) kedua kabel penyidik (probes) dapat diletakkan secara sembarang (acak) ke kaki kapasitor. Lihat gambar 17. Modul ELKA-MR.UM.005. 45
  • 63. KAPASITOR POLAR  A C V D C V DCmA KAPASITOR NON POLAR  A C V D C V DCmA GAMBAR 17. MENGUKUR KAPASITOR Modul ELKA-MR.UM.005. 46
  • 64. 6. Mengukur Transistor Transistor adalah komponen elektronik yang dirancang sebagai penguat arus, karenanya transistor disebut juga piranti (device) yang menangani arus (current handling device). Lihat gambar 18. Dilihat dari tipenya, transistor terbagi dua, yaitu tipe PNP (Positip-Negatip-Positip) dan tipe NPN (Negatip-Positip-Negatip). Saluran masuk (leads) ke transistor (lazimnya disebut kaki transistor) dinamai dengan : Basis (Base), Kolektor (Collector), dan Emitor (Emitter). Transistor pada dasarnya adalah dua buah E dioda yang disambung secara berbalikan. Dioda yang pertama dibentuk oleh Emitor-Basis, dioda yang kedua dibentuk oleh Basis-Kolektor. Pada GAMBAR 18. TRANSISTOR transistor tipe PNP, Emitor dan Kolektor berfungsi sebagai Anoda (+) terhadap Basis, sementara Basis berfungsi sebagai Katoda (-) terhadap Emitor dan Emitor. Pada transistor tipe NPN, Basis berfungsi sebagai Anoda (+) terhadap Emitor dan Kolektor, sementara Emitor dan Kolektor berfungsi sebagai Katoda (-) terhadap Basis. Cermati gambar 19 dengan seksama. Konsep dioda pada transistor penting untuk dipahami dengan baik, karena erat kaitannya dengan penggunaan Multimeter dalam mengukur nilai satuan Ohm dari transistor (baca kembali uraian materi tentang baterai pada Multimeter). GAMBAR 19. KONFIGURASI DAN SIMBOL TRANSISTOR Hal yang perlu diingat ketika mengukur transistor dengan Multimeter adalah : a. Pada transistor tipe PNP kabel penyidik (probes) warna merah (+) selalu diletakkan pada kaki Basis, kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan secara bergantian di kaki Emitor dan Kolektor. b. Pada transistor tipe NPN kabel penyidik (probes) warna hitam (-) selalu diletakkan pada kaki Basis, kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan secara bergantian di kaki Emitor dan Kolektor. c. Saklar jangkauan ukur berada pada posisi Ohm () dan batas ukur (range) berada pada posisi x1, x10, atau x1k, sesuai kebutuhan. Lihat gambar 20. Modul ELKA-MR.UM.005. 47
  • 65. TRANSISTOR PNP SB  A C V D C V DCmA GAMBAR 20. PENGUKURAN TRANSISTOR Kaki-kaki Emitor, Basis, dan Kolektor dari transistor dapat ditentukan dengan tiga cara : a. Dengan melihat tanda pada badan (case) transistor. Beberapa pabrik transistor membuat bulatan warna hitam atau tanda lingkaran di atas kaki kolektor dari transistor yang berbentuk silinder. Lihat gambar 21. b. Dengan menggunakan katalog transistor yang dikeluarkanoleh pabrik pembuat transistor. c. Dengan melihat sirip kecil yang menonjol keluar dari badan transistor. Lihat kembali gambar 18. d. Dengan menggunakan Multimeter. e. Untuk transistor daya (power transistors) badan transistor berfungsi sebagai kolektor. Lihat gambar 22. Modul ELKA-MR.UM.005. 48
  • 66. TRANSISTOR DAYA E B K GAMBAR 21 TAMPAK BAWAH DARI BEBERAPA JENIS TRANSISTOR. GAMBAR 22. KAKI-KAKI TRANSISTOR DILIHAT DARI BAWAH 7. Mengukur Dioda Dioda adalah komponen elektronik yang memiliki dua elektroda yaitu; (1) Anoda (a), dan (2) Katoda (k). Mengikuti anak panah pada simbol dioda (gambar 23), arus listrik mengalir hanya satu arah yaitu dari Anoda ke Katoda. Arus listrik tidak akan mengalir dari Katoda ke Anoda. Hal yang perlu diingat ketika mengukur dioda dengan Multimeter adalah : a. Kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kaki Anoda, kabel penyidik GAMBAR 23. SIMBOL DIODA (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Katoda. b. Saklar jangkauan ukur pada posisi Ohm () dan batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau x1k, sesuai kebutuhan. Lihat gambar 24. Modul ELKA-MR.UM.005. 49
  • 67.  A C V D C V DCmA GAMBAR 24. PENGUKURAN DIODA 8. Mengukur Transformator. Transformator adalah komponen elektronik yang dirancang untuk dapat memindahkan Tegangan Arus Listrik Bolak Balik/Alternating Current Voltage (ACV) dari gulungan primer (P) ke gulungan skunder (S) tanpa ada hubungan langsung antara kedua gulungan tersebut. Lihat gambar 25. Modul ELKA-MR.UM.005. 50
  • 68. S P www.oldaradioworld.de GAMBAR 25. TRANSFORMATOR Modul ELKA-MR.UM.005. 51
  • 69. Sebuah transformator masih baik dan dapat digunakan, atau sudah rusak dapat dibuktikan dengan cara mengukurnya dengan Multimeter. Hal yang perlu diingat ketika menggunakan Multimeter untuk mengukur transformator adalah : a. Kedua kabel penyidik (probes) diletakkan secara sembarang (acak) pada titik-titik terminal pada gulungan primer. b. Kedua kabel penyidik (probes) diletakkan secara sembarang (acak) pada titik-titik terminal pada gulungan skunder. c. Kedua kabel penyidik (probes) diletakkan secara sembarang (acak) pada titik terminal primer dan skunder. d. Saklar jangkauan ukur pada posisi , batas ukur (range) pada posisi x1, x10 atau k sesuai kebutuhan. Lihat gambar 26. Catatan : Langkah pengukuran tranformator ini berlaku untuk semua jenis transformator yang digunakan pada catu daya, maupun penguat audio/radio.  A C V D C V DCmA http://www.schlotzhauer-versand.de GAMBAR 26. MENGUKUR TRANSFORMATOR 9. Mengukur Gulungan (Coil/Winding) Gulungan atau Coil atau winding adalah komponen elektronik yang dirancang khusus untuk menghasilkan induksi maknit. Jika gulungan kawat dialiri arus, pada gulungan tersebut akan dihasilkan induksi maknit. Dalam teknik elektronika, gulungan atau coil ini diterapkan di dalam pembuatan transformator dalam bentuk gulungan primer (P) dan skunder (S), namun ada juga yang dibuat terpisah untuk keperluan khusus. Lihat gambar 27. Modul ELKA-MR.UM.005. 52
  • 70. GAMBAR 27. BERBAGAI JENIS GULUNGAN (COIL/WINDING) UNTUK BERBAGAI KEPERLUAN Kondisi sebuah gulungan (coil/winding), apakah masih baik dan dapat digunakan, atau sudah rusak dapat dibuktikan dengan cara mengukurnya dengan Multimeter. Hal yang perlu diingat ketika menggunakan Multimeter untuk mengukur gulungan (coil/winding) adalah : a. Kedua kabel penyidik (probes) dapat diletakkan secara sembarang (acak) pada terminal yang terdapat pada gulungan. b. Saklar jangkauan ukur pada posisi , batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k, sesuai kebutuhan. Lihat gambar 28. Modul ELKA-MR.UM.005. 53
  • 71.  A C V D C V DCmA GAMBAR 28. MENGUKUR GULUNGAN (COIL/WINDING) B. Langkah-langkah pengukuran dan hasil pengukuran Menggunakan Ohm-meter yang terdapat pada Multimeter untuk mengukur komponen elektronik di luar rangkaian, pada dasarnya adalah merangkai Multimeter dengan komponen yang diukur sehingga arus listrik dari baterai (yang terdapat pada Multimeter) dapat mengalir dan menggerakkan kumparan putar dari Multimeter. Perhatikan gambar 29.  A C V + D C V DCmA KOMPONEN ARUS LISTRIK ( I ) GAMBAR 29. ALIRAN ARUS LISTRIK DARI MULTIMETER KE KOMPONEN Modul ELKA-MR.UM.005. 54
  • 72. Aliran arus yang menggerakkan kumparan putar tergantung pada karakertistik komponen yang diukur. Jika komponen tersebut bersifat menyimpan dan membuang arus (seperti kapasitor), jarum pada papan skala akan bergerak ke arah kanan papan skala untuk kemudian segera kembali lagi ke kiri, atau tidak bergerak sama sekali (tergantung kapasitas dari kapasitor). Jika komponen tersebut bersifat membatasi arus, jarum akan bergerak sesuai dengan nilai satuan Ohm yang dimiliki komponen tersebut. 1. Mengukur Resistor Langkah-langkah pengukuran : a. Perhatikan kembali gambar 12. b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10 atau k, tergantung dari nilai resistor yang akan diukur. f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. h. Mengacu pada gambar 12, letakkan secara sembarang (acak) kedua ujung kabel penyidik (probes) pada kaki komponen yang akan diukur. i. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjukkan nilai satuan Ohm yang sama (atau mendekati) dengan nilai satuan Ohm dari resistor berdasarkan pita warna, artinya : resistor masih baik dan dapat digunakan. j. Bandingkan hasil pengukuran dengan nilai resistor berdasarkan pita warna yang ada di badan resistor tersebut. 2. Mengukur Variabel Resistor Langkah-langkah pengukuran : a. Perhatikan kembali gambar 14. b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . Modul ELKA-MR.UM.005. 55
  • 73. e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k, tergantung dari nilai variabel resistor yang akan diukur. f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. h. Mengacu pada gambar 14, letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) pada terminal a dan b dari variabel resistor. i. Putar tuas pemutar searah jarum jam (untuk preset gunakan obeng minus). j. Jarum pada papan skala ikut bergerak ke kanan, artinya : variabel resistor masih baik dan dapat digunakan. k. Letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) pada terminal b dan c dari variabel resistor. l. Putar tuas pemutar searah jarum jam (untuk preset gunakan obeng minus). m. Jarum pada papan skala ikut bergerak ke kiri, artinya : variabel resistor masih baik dan dapat digunakan. 3. Mengukur Resistor Peka Cahaya/Light Dependence Resistor (LDR) Langkah-langkah pengukuran : a. Perhatikan kembali gambar 15. b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k, sesuai kebutuhan. f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. h. Mengacu pada gambar 15, letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) pada kedua kaki LDR. i. Menggunakan lampu senter (flashlight) sinari permukaan LDR, jarum bergerak ke kanan, menunjukkan nilai satuan Ohm yang kecil, artinya : LDR masih baik dan dapat digunakan. j. Tutuplah permukaan LDR, jarum pada papan skala bergerak ke kiri, artinya :LDR masih dapat digunakan. Catatan, ditempat gelap, nilai satuan Ohm dari LDR = 1M (1 Mega Ohm), ditempat terang nilai satuan Ohm dari LDR = 100 Ohm. Modul ELKA-MR.UM.005. 56
  • 74. 4. Mengukur Thermistor Langkah-langkah pengukuran : a. Perhatikan kembali gambar 16. b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k sesuai kebutuhan. f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. h. Mengacu pada gambar 16, letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) pada kedua kaki thermistor (NTCR atau PTCR). i. Pada pengukuran NTCR; dengan korek api, panasi NTCR, jarum pada papan skala menunjukkan nilai satuan Ohm yang kecil, artinya : NTCR masih baik dan dapat digunakan. j. Pada pengukuran PTCR; dengan korek api, panasi PTCR, jarum pada papan skala menunjukkan nilai satuan Ohm yang besar, artinya : NTCR masih baik dan dapat digunakan (baca kembali uraian tentang thermistor). 5. Mengukur Kapasitor Langkah-langkah pengukuran : a. Perhatikan kembali gambar 17. b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10 atau k sesuai kebutuhan. f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. h. Mengacu pada gambar 17, letakkan kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki positip (+) kapasitor non polar (kaki positip biasanya berukuran lebih panjang ketimbang kaki negatip), kabel penyidik (probes) warna hitam (-) ke kaki negatip. Modul ELKA-MR.UM.005. 57
  • 75. i. Jarum pada papan skala bergerak jauh ke kanan untuk kemudian kembali ke kiri, artinya : kapasitor polar masih baik dan dapat digunakan. (Jika jarum pada papan skala bergerak ke kanan dan tidak kembali lagi ke kiri, artinya : kapasitor polar sudah rusak dan tidak dapat digunakan). j. Perhatikan kembali gambar 17. letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) dan kabel penyidik (probes) warna hitam (-) secara sembarang (acak) ke kaki kapasitor non polar. k. Jarum pada papan skala tidak bergerak (atau bergerak sedikit), artinya : kapasitor non polar masih baik dan dapat digunakan. (Jika jarum pada papan skala bergerak jauh ke kanan, artinya : kapasitor non polar sudah rusak dan tidak dapat digunakan). 6. Mengukur Transistor Langkah-langkah pengukuran : a. Perhatikan kembali gambar 20. b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k sesuai kebutuhan. f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. h. Untuk transistor tipe PNP : mengikuti gambar 20, letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Emitor. i. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjuk angka (misalnya 16,5), artinya : Dioda Basis-Emitor masih baik, transistor masih dapat digunakan. j. Letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Kolektor. k. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, menunjuk angka (misalnya 16,5), artinya : Dioda Basis-Kolektor masih baik, transistor masih dapat digunakan. l. Untuk transistor tipe NPN : mengikuti gambar 20, letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kaki Emitor. Modul ELKA-MR.UM.005. 58
  • 76. m. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjuk angka (misalnya 21), artinya : Dioda Emitor-Basis masih baik, transistor masih dapat digunakan. n. letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kaki Kolektor. o. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjuk angka (misalnya 20), artinya : Dioda Kolektor-Basis masih baik, transistor masih dapat digunakan. Langkah-langkah pengukuran transistor di atas, pada dasarnya adalah suatu langkah memberikan "dioda" Emitor-Basis dan "dioda" Kolektor-Basis (pada transistor tipe PNP) tegangan panjar maju (forward bias). Dalam kondisi ini, Emitor dan Kolektor (berfungsi sebagai Anoda) mendapat tegangan positip dari baterai yang terdapat di dalam Multimeter, dan Basis (berfungsi sebagai Katoda) mendapat tegangan negatip dari baterai yang terdapat di dalam Multimeter. Hal yang sama berlaku untuk transistor jenis NPN. Karena itulah hasil pengukuran "dioda" Emitor-Basis, dan Kolektor Basis menunjukkan nilai tahanan (resistance) yang hampir sama (baca kembali uraian tentang transistor dan Multimeter). Tabel Berikut adalah contoh nilai tahanan (resistance) dari beberapa transistor dimana "dioda" Emitor-Basis dan "dioda" Kolektor-Basis (untuk transistor jenis PNP) dan "dioda" Basis-Emitor dan "dioda" Basis-Kolektor (untuk transistor jenis NPN) mendapatkan tegangan panjar maju (forward bias). 2SA671 KONDISI 16 BAIK EMITOR-BASIS 8 BAIK KOLEKTOR-BASIS 7 BAIK EMITOR-BASIS 12 BAIK 11,5 BAIK BASIS-EMITOR 21 BAIK BASIS-KOLEKTOR 20 BAIK BASIS-EMITOR 22 BAIK BASIS-KOLEKTOR 21 BAIK BASIS-EMITOR TIPE NILAI TAHANAN (RESISTANCE) 16,5 KOLEKTOR-BASIS KODE 20 BAIK 19,5 BAIK "DIODA" PNP EMITOR-BASIS 2SB54 PNP 2SA101 PNP BC547B NPN BC108 NPN FCS9014B NPN Modul ELKA-MR.UM.005. KOLEKTOR-BASIS BASIS-KOLEKTOR BAIK 59
  • 77. 7. Mengukur Dioda Langkah-langkah pengukuran : a. Perhatikan kembali gambar 24. b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k, sesuai kebutuhan. f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. h. Mengacu pada gambar 24, letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki Anoda dari dioda, ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Katoda dari dioda. i. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, artinya : dioda masih baik dan dapat digunakan. j. Perhatikan kembali gambar 24, letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki Katoda dari dioda, ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Anoda dari dioda. k. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, artinya : dioda sudah rusak dan tidak dapat digunakan. 8. Mengukur Transformator Langkah-langkah pengukuran : a. Perhatikan kembali gambar 26. b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . e. Batas ukur (range) pada posisix1, x10, atau k, sesuai kebutuhan. f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. h. Mengacu pada gambar 26, letakkan ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) ke titik-titik terminal dari gulungan primer (P). Modul ELKA-MR.UM.005. 60
  • 78. i. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, artinya : gulungan primer (P) transformator masih baik dan dapat digunakan. j. Letakkan ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) ke titiktitik terminal dari gulungan skunder (S). k. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, artinya : gulungan skunder (S) transformator masih baik dan dapat digunakan. l. Letakkan ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) ketitik terminal dari gulungan primer (P) dan gulungan titik terminal gulungan skunder (S). m. Jarum pada papan skala tidak bergerak, artinya : isolator yang mengisolasi gulungan primer (P) dari gulungan skunder (S) masih berfungsi, transformator masih baik dan dapat digunakan. 9. Mengukur Gulungan (Coil/Winding) a. Perhatikan kembali gambar 28. b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k, sesuai kebutuhan. f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. h. Mengacu pada gambar 28, letakkan ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) terminal dari gulungan (coil/winding). i. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, artinya : gulungan (coil/winding) masih baik dan dapat digunakan. j. Jarum pada papan skala tidak bergerak ke kanan, artinya : gulungan (coil/winding) sudah rusak dan tidak dapat digunakan. Modul ELKA-MR.UM.005. 61
  • 79. 10. Menetapkan Kaki Emitor-Basis-Kolektor dari Transistor dengan Multimeter. Dalam situasi tertentu, Anda mungkin kesulitan menetapkan kaki-kaki dari transistor, (yang mana kaki Emitor, kaki Basis, dan kaki Kolektor). Dengan menggunakan Multimeter, kesulitan ini dapat diatasi, caranya adalah sebagai berikut : A. Untuk Transistor Tipe PNP. 1. Gunakan Multimeter yang memiliki batas ukur (range) x1, x10, x1k, dan x10k. 2. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah (+) ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam (-) ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). 3. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. 4. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . 5. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, k, atau x10k, sesuai kebutuhan. 6. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. 7. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.  A C V D C V A B C DCmA GAMBAR 30. MENETAPKAN KAKI TRANSISTOR Modul ELKA-MR.UM.005. 62
  • 80. 8. Perhatikan dengan seksama gambar 30. 9. Letakkan kedua kabel penyidik (probes) secara bergantian di ketiga kaki transistor. 10. Misalkan, kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada titik A dari kaki transistor. 11. Kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan secara bergantian di titik B dan C, jarum pada papan skala menunjukkan nilai tahanan (resistance) yang hampir sama (lihat kembali tabel), berarti kaki transistor pada titik A = kaki Basis. 12. Tetapkan kaki emitor, caranya :       Saklar jangkauan ukur pada posisi  Batas ukur (range) pada posisi x10k Dengan menggunakan sekrup pengatur posisi jarum, atur jarum pada posisi angka nol. Letakkan kabel penyidik (probes) warna merah (+) di titik C, kabel penyidik (probes) warna hitam (-) di kaki Basis (yang telah diketahui), catatlah nilai tahanan (resistance) yang ditunjukkan oleh jarum Letakkan kabel penyidik (probes) warna merah (+) di titik B, kabel penyidik (probes) warna hitam (-) di kaki Basis (yang telah diketahui), catatlah nilai tahanan (resistance) yang ditunjukkan oleh jarum. Jika nilai tahanan (resistance) dari hasil pengukuran pada butir d, LEBIH KECIL dibanding dengan nilai resistan dari hasil pengukuran pada butir e, kaki transistor pada titik C adalah kaki Emitor, dengan sendirinya kaki transistor pada titik B adalah kaki Kolektor. B. Untuk Transistor Tipe NPN. 1. Gunakan Multimeter yang memiliki batas ukur (range) x1, x10, x1k, dan x10k. 2. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah (+) ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam (-) ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). 3. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. 4. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . 5. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, k, atau x10k, sesuai kebutuhan. 6. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. 7. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. 8. Letakkan kedua kabel penyidik (probes) secara bergantian di ketiga kaki transistor. Modul ELKA-MR.UM.005. 63
  • 81. 9. Misalkan, kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada titik A dari kaki transistor. 10. Kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan secara bergantian di titik B dan C, jarum pada papan skala menunjukkan nilai tahanan (resistance) yang hampir sama (lihat kembali tabel), berarti kaki transistor pada titik A = kaki Basis. 11. Tetapkan kaki emitor, caranya :       Saklar jangkauan ukur pada posisi  Batas ukur (range) pada posisi x10k Dengan menggunakan sekrup pengatur posisi jarum, atur jarum pada posisi angka nol. Letakkan kabel penyidik (probes) warna hitam (-) di titik C, kabel penyidik (probes) warna merah (+) di kaki Basis (yang telah diketahui), catatlah nilai tahanan (resistance) yang ditunjukkan oleh jarum. Letakkan kabel penyidik (probes) warna hitam (-) di titik B, kabel penyidik (probes) warna merah (+) di kaki Basis (yang telah diketahui), catatlah nilai tahanan (resistance) yang ditunjukkan oleh jarum. Jika nilai tahanan (resistance) dari hasil pengukuran pada butir d, LEBIH KECIL dibanding dengan nilai tahanan (resistance) dari hasil pengukuran pada butir e, kaki transistor pada titik C adalah kaki Emitor, dengan sendirinya kaki transistor pada titik B adalah kaki Kolektor. c. Rangkuman 3. 1. Di dalam tehnik elektronika, tahanan/resistan (resistance) mengandung dua pengertian, yaitu ; Pertama, tahanan/resistan (resistance) sebagai sebuah nama untuk salah satu komponen elektronika; resistan atau resistor, dan, Kedua, perlawanan dan pembatasan yang diberikan oleh penghantar terhadap arus listrik searah yang mengalir. Kedua-duanya memiliki satuan yang dinyatakan dalam Ohm (). 2. Pada komponen elektronika yang terbuat dari bahan penghantar, dan setengah penghantar, (silikon dan germanium) seperti; transistor, dioda, resistor, dan gulungan (coil) terdapat tahanan (resistance). 3. Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menimpan dan membuang arus listrik. 4. Salah satu fungsi Multimeter adalah kegunaannya dalam mengukur nilai tahanan/resistan (resistance). Modul ELKA-MR.UM.005. 64
  • 82. 5. Melalui pengukuran nilai tahanan/resistans (resistance) yang ada pada komponen (di luar rangkaian) kita dapat mengetahui apakah sebuah komponen masih dapat berfungsi dengan baik dan dapat digunakan, atau sudah rusak. 6. Pada Multimeter digital, hasil pengukuran dapat dibaca langsung pada layar display, pada Multimeter analog, hasil pengukuran tahanan/resistan (resistance) dibaca pada papan skala Ohm (-k). 7. Batas ukur (range) untuk Ohm-meter dari Multimeter bervariasi, tergantung tipe dan merk Multimeter. 8. Menggunakan Ohm-meter yang terdapat pada Multimeter untuk mengukur komponen elektronik di luar rangkaian, pada dasarnya adalah merangkai/menghubungkan Multimeter secara seri dengan komponen yang diukur sehingga arus listrik dari baterai (yang terdapat pada Multimeter) dapat mengalir dan menggerakkan kumparan putar yang terdapat pada Multimeter. 9. Aliran arus yang menggerakkan kumparan putar yang terdapat pada Multimeter tergantung pada karakteristik komponen yang diukur. Jika komponen tersebut bersifat menyimpan dan membuang arus (seperti kapasitor), jarum pada papan skala akan bergerak ke arah kanan papan skala untuk kemudian segera kembali lagi ke kiri, atau tidak bergerak sama sekali (tergantung kapasitas dari kapasitor). 10. Jika komponen tersebut bersifat membatasi arus, jarum akan bergerak sesuai dengan nilai satuan Ohm yang dimiliki komponen tersebut. 11. Pada komponen yang memiliki polaritas positip dan negatip, peletakan kabel penyidik (probes) harus memperhatikan polaritas tersebut. 12. Pada dioda arus mengalir dari Anoda ke Katoda. 13. Langkah-langkah awal pada pengukuran : a. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). b. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. c. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . d. Tetapkan batas ukur (range) pada posisi ., atau k tergantung dari komponen yang akan diukur. e. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan, menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. Modul ELKA-MR.UM.005. 65
  • 83. d. Tugas 3 1) Buatlah kelompok kerja, satu kelompok minimal 4 (empat) orang, maksimal 6 (enam) orang. 2) Pergilah ke pasar barang bekas (pasar loak) di kota Anda (jika ada), dan/atau ke lingkungan Anda, carilah penguat audio bekas, atau radio bekas. 3) Dengan menggunakan alat pencabut komponen (desoldering), lepaskan komponen yang terpasang pada Papan Rangkaian Tercetak (PRT)/Printed Circuit Board (PCB). 4) Ukurlah komponen-komponen tersebut dengan Multimeter, hasil pengukuran diisi ke dalam format berikut ini. NO 01 02 03 04 05 06 07 08 09 NAMA KOMPONEN YANG DIUKUR RESISTOR JUM LAH 1 BUAH POSISI SAKLAR JANGKAUAN UKUR  POSISI BATAS UKUR (RANGE) K HASIL PENGUKURAN KETERANGAN SUDAH RUSAK HASIL PENGUKURAN BERBEDA JAUH DENGAN NILAI RESISTOR BERDASARKAN PITA WARNA THERMIST OR NTCR PTCR POTENSIOMETER LDR POLAR KAPASI TOR NON POLAR TRANSISTOR DIODA TRANSFORMATOR GULUNGAN 5) Konsultasikan dengan Guru untuk penjelasan lebih lanjut dan penilaian. 6) Luruskan niat, karena untuk jadi cerdas tidak cukup dengan hanya mengandalkan otak, niat yang kuat akan menumbuh kembangkan kecerdasan emosi (emotional intelligence) dan kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) Anda. Modul ELKA-MR.UM.005. 66
  • 84. e. Tes Formatif 3 1) Bacalah pertanyaan berikut dengan teliti. 2) Jawablah pertanyaan berikut dengan ringkas, teratur dan jelas. Anggap Anda sedang menggunakan Multimeter analog. 1. Uraikan langkah kerja dalam mengukur resistor dan variabel resistor. 2. Uraikan langkah kerja dalam mengukur kapasitor polar dan non polar di luar rangkaian. 3. Sebuah kapasitor polar dikatakan baik dan masih dapat digunakan jika jarum penunjuk skala menunjuk ke kanan dan kemudian kembali lagi ke kiri, kenapa? 4. Uraikan langkah kerja dalam mengukur sebuah dioda di luar rangkaian. 5. Sebuah dioda dikatakan baik dan masih dapat digunakan jika kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kaki katoda, kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki anoda, jarum penunjuk papan skala akan bergerak ke kanan, benarkah? Jika benar jelaskan alasannya, demikian juga jika salah. 6. Uraikan langkah kerja dalam mengukur transistor PNP dan NPN di luar rangkaian. 7. Uraikan langkah kerja dalam mengukur NTC dan PTC. 8. Bagaimana kita dapat menentukan bahwa sebuah transformator masih baik dan dapat digunakan? 9. Bagaimana caranya mengukur sebuah gulungan (coil)? 10. Apakah ada hubungan antara kemampuan (kompetensi) mengukur komponen di luar rangkaian dengan kemampuan memperbaiki sebuah penguat audio? Jika ada jelaskan, jika tidak ada sebutkan alasannya. Modul ELKA-MR.UM.005. 67
  • 85. f. Kunci Jawaban Tes Formatif 3 1. Langkah kerja dalam mengukur resistor dan variabel resistor. Mengukur resistor a. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). b. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. c. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . d. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10 atau k, tergantung dari nilai resistor yang akan diukur. e. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. f. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. g. Letakkan secara sembarang (acak) kedua ujung kabel penyidik (probes) pada kaki komponen yang akan diukur. h. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjukkan nilai satuan Ohm yang sama (atau mendekati) dengan nilai satuan Ohm dari resistor berdasarkan pita warna, artinya : resistor masih baik dan dapat digunakan. i. Bandingkan hasil pengukuran dengan nilai resistor berdasarkan pita warna yang ada di badan resistor tersebut. Mengukur variabel resistor a. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). b. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. c. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . d. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k, tergantung dari nilai variabel resistor yang akan diukur. e. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. f. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. g. Letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) pada terminal a dan b dari variabel resistor. h. Putar tuas pemutar searah jarum jam (untuk preset gunakan obeng minus). Modul ELKA-MR.UM.005. 68
  • 86. i. Jarum pada papan skala ikut bergerak ke kanan, artinya : variabel resistor masih baik dan dapat digunakan. j. Letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) pada terminal b dan c dari variabel resistor. k. Putar tuas pemutar searah jarum jam (untuk preset gunakan obeng minus). l. Jarum pada papan skala ikut bergerak ke kiri, artinya : variabel resistor masih baik dan dapat digunakan. k. Langkah kerja dalam mengukur kapasitor polar dan non polar di luar rangkaian. 1) Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). 2) Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. 3) Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . 4) Batas ukur (range) pada posisi x1, x10 atau k sesuai kebutuhan. 5) Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. 6) Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. 7) Letakkan kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki positip (+) kapasitor non polar (kaki positip biasanya berukuran lebih panjang ketimbang kaki negatip), kabel penyidik (probes) warna hitam (-) ke kaki negatip. 8) Jarum pada papan skala bergerak jauh ke kanan untuk kemudian kembali ke kiri, artinya : kapasitor polar masih baik dan dapat digunakan. (Jika jarum pada papan skala bergerak ke kanan dan tidak kembali lagi ke kiri, artinya : kapasitor polar sudah rusak dan tidak dapat digunakan). 9) Letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) dan kabel penyidik (probes) warna hitam (-) secara sembarang (acak) ke kaki kapasitor non polar. 10) Jarum pada papan skala tidak bergerak (atau bergerak sedikit), artinya : kapasitor non polar masih baik dan dapat digunakan. (Jika jarum pada papan skala bergerak jauh ke kanan, artinya : kapasitor non polar sudah rusak dan tidak dapat digunakan). l. Sebuah kapasitor polar dikatakan baik dan masih dapat digunakan jika jarum penunjuk skala menunjuk ke kanan dan kemudian kembali lagi ke kiri, karena sifat dasar kapasitor yang dapat menyimpan dan membuang Modul ELKA-MR.UM.005. 69
  • 87. muatan listrik. Pada saat kapasitor menyimpan muatan listrik, kumparan putar Multimeter menerima arus listrik dari baterai (jarum akan bergerak ke kanan), pada saat kapasitor membuang muatan listrik kumparan putar Multimeter tidak menerima arus listrik dari baterai (jarum akan bergerak ke kiri). m. Langkah kerja dalam mengukur sebuah dioda di luar rangkaian. 1) Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). 2) Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. 3) Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . 4) Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k, sesuai kebutuhan. 5) Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. 6) Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. 7) Letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki Anoda dari dioda, ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Katoda dari dioda. 8) Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, artinya : dioda masih baik dan dapat digunakan. 9) Perhatikan kembali gambar 24, letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki Katoda dari dioda, ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Anoda dari dioda. 10) Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, artinya : dioda sudah rusak dan tidak dapat digunakan. n. Salah. Dioda tidak dapat mengalirkan arus listrik dari katoda ke anoda. o. Langkah kerja mengukur transistor PNP dan NPN di luar rangkaian. 1) Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). 2) Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. 3) Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . 4) Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k sesuai kebutuhan. 5) Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. Modul ELKA-MR.UM.005. 70
  • 88. 6) Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. 7) Untuk transistor tipe PNP : mengikuti gambar 20, letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Emitor. 8) Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjuk angka (misalnya 16,5), artinya : Dioda Basis-Emitor masih baik, transistor masih dapat digunakan. 9) Letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Kolektor. 10) Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, menunjuk angka (misalnya 16,5), artinya : Dioda Basis-Kolektor masih baik, transistor masih dapat digunakan. 11) Untuk transistor tipe NPN : mengikuti gambar 20, letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kaki Emitor. 12) Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjuk angka (misalnya 21), artinya : Dioda Emitor-Basis masih baik, transistor masih dapat digunakan. 13) letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kaki Kolektor. 14) Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjuk angka (misalnya 20), artinya : Dioda Kolektor-Basis masih baik, transistor masih dapat digunakan. p. Langkah kerja dalam mengukur thermistor. 1) Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). 2) Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. 3) Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . 4) Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k sesuai kebutuhan. 5) Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. 6) Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. 7) Letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) pada kedua kaki thermistor (NTCR atau PTCR). Modul ELKA-MR.UM.005. 71
  • 89. 8) Pada pengukuran NTCR; dengan korek api, panasi NTCR, jarum papan skala menunjukkan nilai satuan Ohm yang kecil, artinya : masih baik dan dapat digunakan. 9) Pada pengukuran PTCR; dengan korek api, panasi PTCR, jarum papan skala menunjukkan nilai satuan Ohm yang besar, artinya : masih baik dan dapat digunaka q. Ukur transformator dengan Multimeter pada NTCR pada NTCR r. Mengukur sebuah gulungan (coil). 1) Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). 2) Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. 3) Atur saklar jangkauan ukur pada posisi . 4) Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k, sesuai kebutuhan. 5) Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. 6) Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. 7) Letakkan ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) terminal dari gulungan (coil/winding). 8) Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, artinya : gulungan (coil/winding) masih baik dan dapat digunakan. 9) Jarum pada papan skala tidak bergerak ke kanan, artinya : gulungan (coil/winding) sudah rusak dan tidak dapat digunakan. s. Ada hubungan antara kemampuan (kompetensi) mengukur komponen di luar rangkaian dengan kemampuan memperbaiki sebuah penguat audio. Komponen elektronik pada rangkaian penguat audio yang mengalami gangguan dapat diperiksa dengan cara melepasnya dari rangkaian. Di luar rangkaian komponen tersebut diperiksa dengan cara diukur dengan Multimeter. Modul ELKA-MR.UM.005. 72
  • 90. g. Lembar Kerja 3 Mengukur Komponen A. Pengantar embar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana memahami dan membuktikan kegunaan Multimeter untuk mengukur komponen lepas di luar rangkaian (circuit). L B. Alat dan bahan  Alat 1. Multimeter analog dengan kepekaan pengukuran 20k/v atau lebih. 2. Kabel penyidik (probes).  Bahan 1. Komponen pasif (resistor tetap, variabel resistor, thermistor, LDR, kapasitor polar, kapasitor non polar, dioda, transformator, gulungan/coil) 2. Komponen aktif (transistor tipe PNP dan NPN) C. Langkah kerja. 1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satu kelompok, disesuaikan dengan ketersediaan alat dan bahan). 2. Sambungkan kabel penyidik (probes) ke lubang kabel penyidik. Kabel penyidik (probes) yang berwarna merah di masukkan ke lubang positip (output), dan kabel penyidik (probes) yang berwarna hitam di masukkan ke lubang negatip (common). 3. Letakkan saklar jangkauan ukur pada posisi Ω 4. Letakkan batas ukur (range) pada posisi x1, x10 atau kΩ sesuai kebutuhan. 5. Dengan menggunakan Multimeter, dan mengikuti langkah-langkah pengukuran seperti pada butir B (Langkah-langkah pengukuran dan hasil pengukuran), ukurlah komponen pasif dan komponen aktif yang tersedia. Masukkan data hasil pengukuran pada tabel berikut, Modul ELKA-MR.UM.005. 73
  • 91. Tabel NO KOMPONEN YANG DIUKUR HASIL PENGUKURAN KETERANGAN 01 02 03 04 05 06 07 08 D. Kesimpulan. E. Saran Modul ELKA-MR.UM.005. 74
  • 92. 4. Kegiatan Belajar 4 : Fungsi Ampere-meter a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 4 Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 4, Anda diharapkan mampu: 1) Menggunakan Multimeter sebagai Ampere-meter untuk melakukan pengukuran terhadap Arus Searah (Direct Current/DC) terdapat pada rangkaian elektronik dengan baik sesuai dengan standar prosedur operasi. 2) Mampu menggunakan Multimeter untuk melakukan pengukuran terhadap kemampuan baterai kering (dry cell) tipe UM-1, UM-2, dan UM-3 menyimpan arus listrik. 3) Melakukan persiapan awal dalam bentuk ; a) sebelum Multimeter digunakan, melakukan peneraan angka nol dengan menggunakan sekrup pengatur jarum, b) memperkirakan besarnya kuat arus dalam satuan mikro-Ampere (μA) dan mili-Ampere (mA) yang akan diukur. 4) Mengatur saklar jangkauan ukur pada posisi dan batas ukur (range) yang dibutuhkan. b. Uraian Materi 4 alah satu fungsi Multimeter adalah kegunaannya sebagai Ampere-meter dalam mengukur kuat arus listrik antara 0 – 1000 mili-Ampere (mA) atau lebih tergantung spesifikasi Multimeter. Saklar jangkauan ukur berada pada posisi DcmA, batas ukur (range) pada angka 0,25, 25, atau 500 DcmA, sesuai kebutuhan. Hasil pengukuran dibaca pada papan skala 0-250 DCV, A. Pada posisi mengukur kuat arus, Multimeter diletakkan secara seri/deret dengan baterai kering (dry cell) dan/atau rangkaian elektronik (electronics circuit) yang akan diukur. Perhatikan gambar 31 dan gambar 32. Modul ELKA-MR.UM.005. 75
  • 93.  A C V D C V DCmA GBR 31. PENGUKURAN ARUS PADA BATERAI KERING (Baterai di dalam multimeter dihubung seri dengan baterai yang diukur) TP TP R1  A C V D C V I R2 DCmA GBR 32. PENGUKURAN ARUS PADA RANGKAIAN (Pada titik tertentu rangkaian diputus untuk kemudian arusnya diukur) Modul ELKA-MR.UM.005. 76
  • 94. A. Mengukur Kapasitas Baterai Kering (Dry Cell) Kapasitas baterai adalah kemampuan baterai kering (dry cell) menyimpan arus listrik searah untuk kemudian di-catukan/dialirkan ke rangkaian elektronik yang membutuhkan. Tegangan baterai satu sel (single cell battery) umumnya 1,5 Volt. Sebuah baterai jika diukur dengan Multimeter pada saklar jangkauan ukur 10VDC misalnya dapat saja memperlihatkan hasil pengukuran sebesar 1,5 Volt. Tetapi jika dihubungkan ke beban (rangkaian elektronik) yang membutuhkan tegangan 1,5 Volt, baterai tidak dapat mengalirkan arus listrik ke rangkaian elektronik dimaksud (ini karena tahanan dalam/Rd baterai sangat besar). Cara yang paling efektip untuk memeriksa apakah sebuah baterai kering (dry cell) masih sanggup mencatu/mengalirkan arus adalah dengan cara mengukur arusnya. B. Langkah-langkah Pengukuran dan Hasil Pengukuran 1. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. 2. Saklar jangkauan ukur diletakkan pada posisi DcmA, batas ukur (range) pada angka 500. 3. Kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kutub positip baterai. 4. Kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kutub negatip baterai 5. Jarum penunjuk pada papan skala akan bergerak ke kanan menunjuk angka antara 0-250 DCV, A (pada beberapa alat ukur pada papan skala tertulis DCV, A artinya skala tersebut untuk DCV, DCA dan DcmA, atau VmA artinya skala tersebut untuk DCV, ACV dan DcmA). 6. Jika pada pada batas ukur (range) 500, hasil pengukuran kurang terbaca, batas ukur (range) dapat dipindahkan posisinya pada angka 25 atau 0,25. C. Mengukur Arus Pada Rangkaian 1. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. 2. Saklar jangkauan ukur diletakkan pada posisi DcmA, batas ukur (range) pada angka 500. 3. Perhatikan gambar 32. Kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada titik uji (test point/TP) rangkaian yang ter-koneksi dengan titik positip catu daya/baterai. 4. Kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada titik uji (test point/TP) rangkaian yang ter-koneksi dengan titik negatip catu daya/baterai. 5. Jarum penunjuk pada papan skala akan bergerak ke kanan menunjuk angka antara 0-250 DCV, A (pada beberapa alat ukur, pada papan skala tertulis DCV, A artinya skala tersebut untuk DCV, DCA dan DCmA, atau VmA artinya skala tersebut untuk DCV, ACV dan DcmA). Modul ELKA-MR.UM.005. 77
  • 95. 6. Jika pada pada batas ukur (range) 500, hasil pengukuran kurang terbaca, batas ukur (range) dapat dipindahkan posisinya pada angka 25 atau 0,25. D. Membaca Hasil Pengukuran Ada dua cara membaca hasil pengukuran kuat arus pada papan skala, Pertama, menggunakan rumus : Kuat Arus (I) = Penunjukan jarum x batas ukur skala dan Kedua, membacanya secara langsung. Untuk cara pertama, misalkan batas ukur (range) diletakkan pada posisi angka 25, skala yang digunakan adalah penunjukan skala penuh (0-250). Jarum menunjuk angka 175, kuat arus yang mengalir adalah : I = 175 x 25/250 = 17,5 mA. Cara kedua, 1. Untuk batas ukur (range) 0,25, hasil pengukuran dibaca pada skala 0250. Jarum pada papan skala menunjuk angka 250, hasil pengukuran = 0,25 mA. Jarum pada papan skala menunjuk angka 200, hasil pengukuran = 0,20 mA dan seterusnya. 2. Untuk batas ukur (range) 25, hasil pengukuran dibaca pada skala 0-250. Jarum pada papan skala menunjuk angka 250, hasil pengukuran = 25 mA. Jarum pada papan skala menunjuk angka 200, hasil pengukuran = 20 mA dan seterusnya. c. Rangkuman 4 1) Salah satu kegunaan Multimeter adalah mengukur arus listrik. 2) Kuat arus yang dapat diukur maksimum 1000 mA atau lebih tergantung pada spesifikasi Multimeter. 3) Pada posisi mengukur kuat arus, Multimeter disambung seri dengan objek yang akan diukur (baterai kering, rangkaian elektronik). 4) Kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kutub positip baterai, dan/atau pada titik uji (test point) rangkaian yang ter-koneksi dengan alur positip catu daya. 5) Kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kutub negatip baterai, dan/atau pada titik uji (test point) rangkaian yang ter-koneksi dengan alur negatip catu daya. 6) Ada dua cara membaca hasil pengukuran, Pertama, dengan menggunakan rumus, dan Kedua, pembacaan secara langsung. Modul ELKA-MR.UM.005. 78
  • 96. 7) Hasil pengukuran dibaca pada papan skala DCV,A atau VmA. 8) Dalam mengukur kuat arus, jika diperlukan, jarum penunjuk papan skala di atur (agar menunjuk tepat pada angka nol) dengan menggunakan sekrup pengatur jarum (preset). 9) Saklar jangkauan ukur pada posisi DcmA, batas ukur (range) pada tahap awal berada pada posisi angka 500, untuk kemudian (sesuai kebutuhan) diturunkan pada posisi angka 25 atau 0,25. d. Tugas 4 1) Bentuklah kelompok belajar ( maksimum 4 orang). 2) Carilah 8 buah baterai kering (dry cell) bekas tipe UM-3 (baterai ukuran besar). 3) Ukurlah kuat arus dari masing-masing baterai tersebut, masukkan hasil pengukuran pada tabel berikut. Nama Kelompok :..................... Tabel No 01 02 03 04 05 06 07 08 Baterai ke I II III IV V VI VII VIII Kuat Arus (dalam mA) mA mA mA mA mA mA mA mA 4) Berhati-hatilah dalam menggunakan Multimeter untuk mengukur kuat arus. 5) Pastikan bahwa saklar jangkauan ukur berada pada posisi DcmA, dan batas ukur (range) pada tahap awal berada pada posisi angka 500. 6) Menggunakan Breadboard/Protoboard, rakitlah rangkaian seperti yang terdapat pada gambar 32. Ukurlah kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut. Modul ELKA-MR.UM.005. 79
  • 97. e. Tes Formatif 4 1. Kuat arus listrik dinyatakan dalam satuan. 2. Apa kaitan tegangan listrik dengan arus listrik. 3. Bagaimana posisi Multimeter (yang berfungsi sebagai Ampere-meter) dalam mengukur kuat arus. 4. Saklar jangkauan ukur pada posisi DCmA, batas ukur (range) pada posisi 25, hasil pengukuran dibaca pada skala. 5. DCV, A adalah. Modul ELKA-MR.UM.005. 80
  • 98. f. Kunci Jawaban Tes Formatif 4 1. Ampere 2. Arus listrik yang mengalir (I) berinteraksi dengan tahanan/resistan (R) akan menghasilkan tegangan. Mengikuti hukum Ohm : V = I x R .......Volt. 3. Posisi Multimeter sebagai Ampere-meter terhubung seri/deret dengan objek yang akan diukur. 4. 0 – 250 DCV, A. 5. Kode papan skala untuk pembacaan hasil pengukuran arus dan tegangan. g. Lembar Kerja 4 Mengukur Arus Listrik A. Pengantar. A rus listrik sebagaimana halnya tegangan listrik mengalir dari titik positip/kutub positip ke titik negatip/kutub negatip. Percobaan berikut, membuktikan pada kita bagaimana kondisi arus listrik jika melalui rangkaian yang tersambung seri (Ampere-meter, saklar On-Off, dan spiker disambung seri/deret). B. Alat dan Bahan.  Alat 1. Multimeter. 2. Baterai/Catu Daya 9 Volt.  Bahan 1. Breadboard/Protoboard (dapat diganti dengan kabel yang memiliki jepitan moncong buaya). 2. Spiker. 3. Kabel montage (kalau menggunakan breadboard/protoboard). 4. Saklar On-Off (Push Button). Modul ELKA-MR.UM.005. 81
  • 99. C. Langkah Kerja 1. Rakitlah rangkaian “A”, “B”, dan “C” seperti pada gambar 33 berikut. A B C www.deyes.sefton.sch.uk GAMBAR 33. PENGUKURAN ARUS PADA RANGKAIAN 2. Beri tegangan 9 Volt. 3. Aktifkan rangkaian (tekan saklar on-off), jika rangkaian dirakit dengan benar, spiker akan menghasilkan suara. 4. Catatlah penunjukan jarum Ampere-meter. 5. Berikutnya secara berurutan rakitlah rangkaian “B” dan “C”. 6. Ulangi langkah 2, 3, dan 4. 7. Isilah hasil pengukuran pada tabel berikut. Rangkaian Yang terbaca oleh Ampere-meter A Arus mendatangi rangkaian B Arus masuk ke spiker C Arus dalam mA Arus meninggalkan spiker 8. Kesimpulan apa yang Anda peroleh dari hasil pengukuran ini? D. Kesimpulan. E. Saran. Modul ELKA-MR.UM.005. 82
  • 100. 5. Kegiatan Belajar 5 : Mengukur Jangkauan desi-Bel a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 5 Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 5, Anda diharapkan mampu: 1. Menghitung jangkauan desi-Bel. 2. Mengukur jangkauan desi-Bel dengan Multimeter. b. Uraian Materi S alah satu kegunaan Multimeter adalah pengubahan hasil pengukuran tegangan dalam satuan Volt ke dalam satuan desi-Bel (dB). desi-Bel adalah satu nilai logaritma dari perbandingan antara dua sumber daya atau dua sumber tegangan, dan dirumuskan sebagai berikut : Untuk daya; dB Gain/Loss = 10 log Po Pi Untuk tegangan; dB Gain/ Loss = 20 log Vo Vi Dimana; Po = P-out/Daya Keluar Pi = P-in/Daya Masuk Vo = V-out/Tegangan Keluar Vi = V-in/Tegangan Masuk Contoh perhitungan. Lihat gambar 34. Pi = 1 mW Po = 1 W Vo = 1 mV Vo = 1 V GAMBAR 34 Modul ELKA-MR.UM.005. 83
  • 101. 1) Diketahui Pi pada rangkaian penguat (amplifier) = 1 mW (mili-Watt) Po yang dihasilkan amplifier = 1 W Penguatan daya amplifier dalam dB (desi-Bel) adalah : 10 log 1 = 10 log 103= 10 dB -3 10 2) Diketahui Vi pada amplifier = 1 mV. Vo yang dihasilkan amplifier = 1 V. Penguatan tegangan amplifier dalam dB adalah : 20 log 1 = 20 log 103= 60 dB -3 10 Bila nilai Pi, Po, dan Vi, Vo pada contoh dibalik, artinya Pi = 1 W, Po = 1 mW, dan Vi = 1 V, Vo = 1 mV, Loss (peredaman) daya, serta Loss (peredaman) tegangan masing-masing menjadi –30 dB dan –60 dB. Dengan demikian dB adalah ungkapan logaritmik dari 2 satuan yang dibanding, atau rasio suatu satuan sinyal listrik (Volt, Ampere, Watt). Oleh karena Multimeter mengukur satuan Volt, Ampere dan Ohm, maka pengukuran dB adalah mengubah (mengkalibrasi) satuan dB ke satuan Volt. Seperti halnya dengan Volt, Ampere, dan Ohm telah disepakati sebagai suatu standar dalam teknik listrik, maka di dibidang teknik audio disepakati pula suatu standar yaitu dBm. Huruf “m” merujuk ke daya suara dari 1 mili-Watt pada impedans 600 Ω. Oleh karena lebih mudah mengukur Volt dari pada Watt (yang memerlukan Watt-meter khusus), maka unit standar 1 mili-Watt pada impedans 600 Ω dapat dialihkan ke satuan Volt, dengan menggunakan rumus : P = E.I  2 P= E R atau E = √P.R Dimana ; P = Daya dalam Watt E = Tegangan dalam Volt I = Arus dalam Ampere Modul ELKA-MR.UM.005. 84
  • 102. Mengikuti rumus, E = √0,001 x 600 = √0,6 . Menghasilkan tegangan sebesar 0,775 Volt. Jadi 0 dB pada Multimeter yang sebenarnya adalah 0 dBm yang dikalibrasikan pada tegangan 0,775 Volt. Contoh : Diukur dengan Multimeter, sebuah amplifier dapat mengolah 0,775 mili-Volt menjadi 0,775 Volt. gain (penguatan) amplifier ini adalah, 20 log 1 20 20 log 103= 60 dB = 10-3 atau telah terjadi penguatan 1000 x (dari 0,775 mV menjadi 0,775 V). Mengukur desi-Bel dengan Multimeter sama seperti mengukur Tegangan Listrik Arus Bolak balik (Alternating Current Voltage/ACV), oleh karena tegangan sinyal suara yang diukur besifat bolak balik. Gambar 35 menunjukkan diagram pengukuran dimaksud. dB INPUT 600Ω 600Ω dB OUTPUT AMP ASG ≈ GAMBAR 35. DIAGRAM PENGUKURAN DESIBEL (ASG = AUDIO SIGNAL GENERATOR, AMP = AMPLIFIER) Pengukuran desi-Bel dari suatu amplifier membutuhkan Sinyal Audio/Audio Signal Generator sebagai sumber sinyal. Hasil pengukuran dibaca pada papan skala Multimeter. Untuk batas ukur (range) 10 ACV dan 50 ACV, hasil pengukuran dapat dibaca langsung pada skala desi-Bel (dB). Modul ELKA-MR.UM.005. 85
  • 103. c. Rangkuman 5 1) desi-Bel adalah satu nilai logaritma dari perbandingan antara dua sumber daya atau dua sumber tegangan. 2) dB adalah ungkapan logaritmik dari 2 satuan yang dibanding, atau rasio suatu satuan sinyal listrik (Volt, Ampere, Watt). 3) Volt, Ampere, dan Ohm disepakati sebagai suatu standar dalam teknik listrik 4) Dibidang teknik audio disepakati suatu standar yaitu dBm. Huruf “m” merujuk ke daya suara dari 1 mili-Watt pada impedans 600 Ω. 5) Mengukur desi-Bel dengan Multimeter sama seperti mengukur Tegangan Listrik Arus Bolak balik (Alternating Current Voltage/ACV), oleh karena tegangan sinyal suara yang diukur bersifat bolak balik. 6) Pengukuran desi-Bel dari suatu amplifier membutuhkan Sinyal Audio/Audio Signal Generator sebagai sumber sinyal. Hasil pengukuran dibaca pada papan skala Multimeter. Untuk batas ukur (range) 10 ACV dan 50 ACV, hasil pengukuran dapat dibaca langsung pada skala desi-Bel (dB). d. Tugas 5 1) Ukurlah desi-Bel dari amplifier yang digunakan oleh sekolah Anda untuk upacara bendera. 2) Diketahui; Pi = 2 mW, Po = 2 W Vi = 1 mV, Vo = 2 V Hitunglah jangkauan desi-Bel nya. e. Tes Formatif 5 1) Apakah terdapat kaitan antara desi-Bel dengan tegangan? 2) 0 dB pada Multimeter sama dengan. 3) Pengukuan dB dari amplifier sama dengan mengukur tegangan bolak balik kenapa? 4) Berapa daya (P) jika arus (I) = 0,005 A, E = 12 V? Modul ELKA-MR.UM.005. 86
  • 104. f. Kunci Jawaban Tes Formatif 5 1) desi-Bel adalah satu nilai logaritma dari perbandingan antara dua sumber daya atau dua sumber tegangan. 2) 0 dBm yang dikalibrasikan pada tegangan 0,775 Volt. 3) Karena daya listrik suara berbentuk tegangan dan arus bolak balik. 4) 0,072 W. g. Lembar Kerja 5 A. Pengantar. Mengukur Jangkaun desi-Bel P engukuran jangkauan desi-Bel berguna dalam servis/perbaikan perangkat audio. Dengan memanfaatkan Multimeter dan Generator Sinyal (Signal Generator) pekerjaan ini dapat dilakukan. Cermati kembali uraian tentang pengukuran jangkauan desi-Bel pada modul ini, dan lakukanlah langkah-langkah kerja sebagaimana yang tercantum pada lembar kerja ini. Selamat bekerja dan tetap semangat! B. Alat dan Bahan.  Alat 1. 1 (satu) buah Generator Sinyal. 2. 1 (satu) buah Amplifier 3. 1 (satu) buah Multimeter C. Langkah Kerja 1. Mengacu pada gambar 35, buatlah rangkaian untuk pengukuran desi-Bel. 2. Berdasar rangkaian dimaksud, ukurlah jangkauan desi-Bel dari Amplifier. D. Kesimpulan. E. Saran Modul ELKA-MR.UM.005. 87
  • 105. Modul ELKA-MR.UM.005. 88
  • 106. 6. Kegiatan Belajar 6 : Konfigurasi Oscilloscope a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 6 Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 6, Anda diharapkan mampu: 1) Membedakan jenis Oscilloscope berdasarkan zat phospor yang digunakan, dan dari Horizontal Time Base. 2) Membuktikan kegunaan tiap-tiap tombol pada kontrol indikator Oscilloscope. 3) membuktikan jenis-jenis Oscilloscope. b. Uraian Materi 6 O scilloscope adalah alat ukur elektronik, digunakan untuk melihat bentuk gelombang dari tegangan, harga-harga momen tegangan dalam bentuk sinus maupun bukan sinus. Dengan Oscilloscope dapat dilihat bentuk gelombang sinyal audio dan video, bentuk gelombang Tegangan Listrik Arus Bolak Balik yang berasal dari generator pembangkit tenaga listrik, maupun Tegangan Listrik Arus Searah yang berasal dari catu daya/baterai. Gambar 36 memperlihatkan satu bentuk Oscilloscope yang dimaksud. GAMBAR 36. OSCILLOSCOPE Modul ELKA-MR.UM.005. 88
  • 107. A. Kontrol dan Indikator Perhatikan gambar 37. Ini adalah tampilan depan dari Oscilloscope dual trace. Terdapat kontrol dan indikator (petunjuk) yang diberi nomor (1-28) dengan kegunaan masing-masing sebagai berikut : GAMBAR 37. TAMPILAN DEPAN OSCILLOSCOPE Modul ELKA-MR.UM.005. 89
  • 108. 1. VERTICAL INPUT; Berfungsi sebagai input terminal untuk channel-A/saluran A. 2. AC-GND-DC. Penghubung input vertikal untuk saluran A. Jika tombol AC-GND-DC diletakkan pada posisi AC, sinyal input yang mengandung komponen DC akan ditahan/di-blokir oleh sebuah kapasitor. Jika tombol AC-GND-DC diletakkan pada posisi GND, terminal input akan terbuka, input yang bersumber dari penguatan internal di dalam Oscilloscope akan di-grounded. Jika tombol AC-GND-DC diletakkan pada posisi DC, input terminal akan terhubung langsung dengan penguat yang ada di dalam Oscilloscope dan seluruh sinyal input akan ditampilkan pada layar monitor. 3. MODE CH-A : untuk tampilan bentuk gelombang channel-A/saluran A. CH-B : untuk tampilan bentuk gelombang channel-B/saluran B. DUAL : pada batas ukur (range) antara 0,5 sec/DIV – 1 msec (milli second)/DIV, kedua frekuensi dari kedua saluran (CH-A dan CH-B) akan saling berpotongan pada frekuensi sekitar 200k Hz. Pada batas ukur (range) antara 0,5 msec/DIV – 0,2 µ sec/DIV saklar jangkauan ukur kedua saluran (channel/CH) dipakai bergantian. ADD : CH-A dan CH-B saling dijumlahkan. Dengan menekan tombol PULL INVERT akan diperoleh SUB MODE. 4. VOLTS/DIV variabel untuk saluran (channel)/CH-A. 5. VOLTS/DIV pelemah vertikal (vertical attenuator) untuk saluran (channel)/CH-A. Jika tombol “VARIABLE” diputar ke kanan (searah jarum jam), pada layar monitor akan tergambar tergambar tegangan per “DIV”. Pilihan per “DIV” tersedia dari 5 mV/DIV – 20V/DIV. 6. Pengatur posisi vertikal untuk saluran (channel)/CH-A. 7. Pengatur posisi horisontal. 8. SWEEP TIME/DIV. 9. SWEEP TIME/DIV VARIABLE. 10. EXT.TRIG untuk men-trigger sinyal input dari luar. 11. CAL untuk kalibrasi tegangan pada 0,5 V p-p (peak to peak) atau tegangan dari puncak ke puncak. 12. COMP.TEST saklar untuk merubah fungsi Oscilloscope sebagai penguji komponen (component tester). Untuk menguji komponen, tombol SWEEP TIME/DIV di “set” pada posisi CH-B untuk mode X-Y. tombol AC-GND-DC pada posisi GND. 13. TRIGGERING LEVEL. 14. LAMPU INDIKATOR. 15. SLOPE (+), (-) penyesuai polaritas slope (bentuk gelombang). 16. SYNC untuk mode pilihan posisi saklar pada; AC, HF REJ, dan TV. 17. GND terminal ground/arde/tanah. Modul ELKA-MR.UM.005. 90
  • 109. 18. SOURCE penyesuai pemilihan sinyal (syncronize signal selector). Jika tombol SOURCE pada posisi :  INT : sinyal dari channel A (CH-A) dan channel B (CH-B) untuk keperluan pen-trigger-an/penyulutan saling dijumlahkan,  CH-A : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-A,  CH-B : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-B,  AC : bentuk gelombang AC akan sesuai dengan sumber sinyal AC itu sendiri,  EXT : sinyal yang masuk ke EXT TRIG dibelokkan/dibengkokkan disesuaikan dengan sumber sinyal. 19. POWER ON-OFF. 20. FOCUS digunakan untuk menghasilkan tampilan bentuk gelombang yang optimal. 21. INTENSITY pengatur kecerahan tampilan bentuk gelombang agar mudah dilihat. 22. TRACE ROTATOR digunakan utuk memposisikan tampilan garis pada layar agar tetap berada pada posisi horisontal. Sebuah obeng dibutuhkan untuk memutar trace rotator ini. 23. CH-B POSITION tombol pengatur untuk penggunaaan CH-B/channel (saluran) B. 24. VOLTS/DIV pelemah vertikal untuk CH-B. 25. VARIABLE. 26. VERTICAL INPUT input vertikal untuk CH-B. 27. AC-GND-DC untuk CH-B kegunaannya sama seperti penjelasan yang terdapat pada nomor 2. 28. COMPONET TEST IN terminal untuk komponen yang akan diuji. Oscilloscope dilengkapi dengan kabel penyidik (probe) seperti yang terlihat pada gambar 38. GAMBAR 38. KABEL PENYIDIK (PROBE) DAN KELENGKAPANNYA Modul ELKA-MR.UM.005. 91
  • 110. B. Persiapan Awal Walau bagaimanapun Oscilloscope adalah alat ukur elektronik yang menggunakan daya listrik bertegangan tinggi (220 VAC), kalau tidak dipakai dengan hati-hati dapat merusak Oscilloscope, menyakiti badan pemakai, bahkan dapat menimbulkan kematian. perlu diperhatikan Karena itu sebelum menghidupkan Oscilloscope persiapan awal sebagaimana berikut ini. 1. Hubungkan dengan jaringan listrik 220 VAC. Salah satu dari tiga kabel power (yang terbungkus jadi satu) dihubungkan dengan ground berupa permukaan metal yang ada pada casis. Hubungkan kabel power dari Oscilloscope dengan stopkontak yang juga memiliki sistem “pertanahan” atau lazim disebut grounding, ini penting untuk menghindarkan sengatan arus listrik. 2. Sebelum dihubungkan dengan stopkontak 220VAC, pastikan saklar power dari Oscilloscope berada dalam posisi OFF. 3. Jika ingin memperbaiki atau membersihkan Oscilloscope pastikan bahwa Oscilloscope tidak terhubung dengan jaringan listrik 220VAC. 4. Untuk membersihkan Oscilloscope dapat digunakan bensin atau minyak terpentin. C. Jenis-jenis Oscilloscope Dilihat dari zat phospor yang digunakan, Oscilloscope dapat dibagi menjadi : 1. Storage Oscilloscope Pada Oscilloscope jenis ini lapisan phospor yang digunakan mempunyai sifat simpan (store), artinya cahaya yang timbul pada phospor bersinar beberapa saat setelah berkas elektron yang “ditembakkan” dihilangkan. 2. Regulator Oscilloscope Pada Oscilloscope jenis ini sinar phospor akan menghilang seketika apabila berkas elektron apabila berkas elektron yang “ditembakkan” dihilangkan. Dilihat dari HORIZONTAL TIME BASE – nya dapat dibagi menjadi : 1. Sweep Range Pada Oscilloscope jenis ini pada setiap posisi tombol pengatur frekuensi horisontalnya tertera skala penunjuk jangkauan frekuensi (frequensi Range) nya. Sebagai misal pada posisi pertama; 10 – 100 (10 Hz – 100 Hz), posisi kedua; 10k – 100k (10k Hz – 100k Hz). Dengan Oscilloscope jenis ini akan dijumpai kesulitan ketika Oscilloscope akan digunakan sebagai penghitung frekuensi (Oscilloscope sebagai frekuensi meter). Untuk mengatasinya digunakan cara membandingkan frekuensi yang akan dihitung dengan frekuensi yang telah diketahui. Modul ELKA-MR.UM.005. 92
  • 111. 2. Sweep Time Pada Oscilloscope jenis ini pada setiap posisi tombol pengatur frekuensi horisontalnya tertera skala yang menunjukkan beam (sorotan sinar) Oscilloscope. Oscilloscope jenis ini dapat langsung digunakan sebagai frekuensimeter. c. Rangkuman 6 1) Osscilloscope adalah alat ukur elektronik, digunakan untuk melihat bentuk gelombang dari tegangan, harga-harga momen tegangan dalam bentuk sinus maupun bukan sinus. 2) Dengan Oscilloscope dapat dilihat bentuk gelombang Tegangan Listrik Suara (audio), bentuk gelombang Tegangan Listrik Arus Bolak Balik yang berasal dari generator pembangkit tenaga listrik, maupun Tegangan Listrik Arus Searah yang berasal dari catu daya/baterai. 3) Dari Zat Phospor yang digunakan Oscilloscope terbagi dua, (1) Storage Oscilloscope, dan (2) Regulator Oscilloscope . 4) Dilihat dari HORIZONTAL TIME BASE – nya Oscilloscope dapat dibagi dua, (1) Sweep Range, dan (2) Sweep Time d. Tugas 6. 1) Bentuklah kelompok belajar (maksimum 4 orang) 2) Pergilah ke toko penjual alat ukur elektronik di kotamu (jika ada), catatlah kontrol dan indikator yang ada pada Oscilloscope yang dijual di toko tersebut dan bandingkan dengan kontrol dan indikator Oscilloscope yang ada pada modul ini. 3) Jika butir 2 tidak dapat dilaksanakan (karena toko penjual alat ukur elektronik tidak ada), cermatilah kontrol dan indikasi (petunjuk) Oscilloscope yang ada di sekolahmu, bandingkan dengan kontrol dan indikator Oscilloscope yang ada pada modul ini. 4) Dengan mesin pencari www.google.com carilah di internet, gambar dan petunjuk pemakaian Oscilloscope, bandingkan dengan Oscilloscope yang ada pada modul ini. 5) Selamat bekerja. e. Test Formatif 6 1) 2) 3) 4) Oscilloscope adalah. Dilihat dari zat phospor yang digunakan, Oscilloscope dapat dibagi menjadi. Dilihat dari HORIZONTAL TIME BASE – nya dapat dibagi menjadi. Dengan Oscilloscope dapat dilihat bentuk gelombang. Modul ELKA-MR.UM.005. 93
  • 112. f. Kunci Jawaban Tes Formatif 6 1) Osscilloscope adalah alat ukur elektronik, digunakan untuk melihat bentuk gelombang dari tegangan, harga-harga momen tegangan dalam bentuk sinus maupun bukan sinus. 2) Dilihat dari zat phospor yang digunakan, Oscilloscope dapat dibagi menjadi; a. Storage Oscilloscope b. Regulator Oscilloscope 3) Dilihat dari HORIZONTAL TIME BASE – nya dapat dibagi menjadi; a) Sweep Range b) Sweep Time 4) Dengan Oscilloscope dapat dilihat bentuk gelombang sinyal audio dan video, bentuk gelombang Tegangan Listrik Arus Bolak Balik yang berasal dari generator pembangkit tenaga listrik, maupun Tegangan Listrik Arus Searah yang berasal dari catu daya/baterai g. Lembar Kerja 6 Konfigurasi Oscilloscope A. Pengantar. S eperti yang telah diuraikan sebelumnya, Oscilloscope adalah alat ukur elektronik yang dapat digunakan untuk mengukur frekuensi, melihat bentuk gelombang, dan mengukur tegangan, baik tegangan listrik bolak balik (ACV) maupun tegangan listrik searah (DCV). Melalui lembar kerja ini diharapkan Anda dapat lebih mendalami konfigurasi dari Oscilloscope. Dengan demikian Anda tidak terjebak dengan sikap kerja “asal putar-putar tombol”, sehingga dapat merusak alat ukur yang harganya lumayan mahal ini. B. Alat dan Bahan. 1. Alat 1 (satu) buah Oscilloscope dual trace. Modul ELKA-MR.UM.005. 94
  • 113. C. Langkah Kerja 1. Cermatilah dengan seksama Oscilloscope yang ada di sekolah Anda. 2. Bandingkanlah panel kontrol dan indikasi yang ada pada Oscilloscope dengan panel kontrol dan indikasi Oscilloscope yang ada pada modul ini. 3. Catatlah perbedaan yang mungkin ada. 4. Tanyakan pada Guru kegunaan masing-masing kontrol dan indikator dari Oscilloscope di tempat Anda. 5. Selamat bekerja. D. Kesimpulan. E. Saran Modul ELKA-MR.UM.005. 95
  • 114. 7. Kegiatan Belajar 7 : Fungsi Oscilloscope a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 7 Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 7, Anda diharapkan mampu menggunakan Oscilloscope sebagai: 1) Frekuensimeter, mengukur frekuensi. 2) Alat ukur tegangan, mengukur tegangan listrik bolak balik, maupun tegangan listrik searah. 3) Alat untuk mengobservasi bentuk gelombang dari input luar (TV, Video Player, Amplifier, dan perangkat elektronik lainnya). 4) Alat untuk menghitung perbedaan fasa dari beberapa gelombang listrik. 5) Alat ukur untuk mengukur Amplitudo Modulasi. b. Uraian Materi 7 O scilloscope adalah alat ukur elektronik yang kerap digunakan untuk menghitung perbedaan fasa dari beberapa gelombang listrik. Kemampuan ini tergantung dari banyaknya trace (garis) pada layar monitor. Oscilloscope dengan single trace (satu garis) hanya dapat menghitung perbedaan fasa dari satu gelombang listrik. Oscilloscope dengan dual trace (dua garis) dapat menghitung perbedaan fasa dua buah gelombang listrik sekaligus. Disamping itu Oscilloscope juga digunakan untuk keperluan; 1) mengukur tegangan dan menghitung frekuensi, 2) melihat bentuk gelombang, 3) mengukur Amplitudo Modulasi yang dihasilkan oleh pemancar radio dan generator pembangkit sinyal, 4) mengukur keadaan perubahan aliran (phase) dari sinyal input, 5) mengukur frekuensi yang tidak diketahui. Modul ELKA-MR.UM.005. 96
  • 115. A. Persiapan Awal Persiapan awal yang penting diperhatikan dalam pengoperasian Oscilloscope sebagai alat ukur adalah : 1. Tegangan AC Tegangan AC harus memiliki toleransi sebesar 10% dari tegangan standar (110220VAC). Untuk tegangan 110 VAC, kalau lebih rendah dari 99 Volt atau lebih tinggi 121 Volt, gambar akan kurang jelas atau akan mengakibatkan terbakarnya catu daya. Untuk tegangan 220 VAC, kalau lebih rendah dari 198 Volt atau lebih tinggi dari 242 Volt, gambar akan kurang jelas, untuk penggunaan yang lama dapat mengakibatkan terbakarnya catu daya. 2. Voltage Input Max Tegangan yang digunakan untuk berbagai hubungan input tidak boleh melebihi nilai tegangan seperti yang ditampilkan tabel berikut. Connector Max Volt V IN 600 H IN 100 SYNC IN p-p Pada tabel terlihat jelas bahwa tegangan yang diperbolehkan untuk hubungan input V IN, H IN, dan SYNC berbeda-beda. Peringatan! Jangan menghubungkan input connector ke playback TV. 30 3. Pencegahan Terbakarnya Ion Bila beam (sorotan) pada Cathode Ray Tube (CRT) atau layar monitor menghasilkan gambar titik (spot), ada kemungkinan terbakarnya satu bagian ion. Tombol INTENSITY harus digerakkan untuk menghentikan (mematikan) pijaran yang dihasilkan oleh gambar titik. Atau gambar titik digerak-gerakkan dengan dengan memutar-mutar tombol SWEEP TIME. 4. Pengaruh Medan Maknit Oscilloscope dapat dipengaruhi oleh medan maknit yang tinggi, karenanya Oscilloscope hendaklah digunakan di tempat-tempat yang tidak ada medan maknitnya. Solder jenis Gun Type Soldering (solder listrik yang berbentuk pistol) dapat menghasilkan medan maknit yang tinggi. Modul ELKA-MR.UM.005. 97
  • 116. B. Pengoperasian awal. Langkah-langkah awal dalam pengoperasian Oscilloscope sebagai alat ukur adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Tombol ON-OFF pada posisi OFF Posisikan semua tombol yang memiliki tiga posisi pada posisi tengah. Putar tombol INTENSITY pada posisi tengah. Dorong tombol PULL 5X MAG ke dalam untuk memperoleh posisi normal. Dorong tombol TRIGGERING LEVEL pada posisi AUTO. Sambungkan kabel saluran listrik bolak balik ke stop-kontak ACV. Putar tombol ON-OFF pada posisi ON. Kira-kira 20 detik kemudian satu jalur garis akan tergambar pada layar CRT. Jika garis ini belum terlihat, putar tombol INTENSITY searah jarum jam. Atur tombol FOCUS dan INTENSITY untuk memperjelas jalur garis. Atur ulang posisi vertikal dan horisontal sesuai dengan kebutuhan. Sambungkan probe ke input saluran-A/channel-A (CH-A) atau ke input saluran B/channel-B (CH-B) sesuai kebutuhan. Sambungkan probes ke terminal CAL untuk memperoleh kalibrasi 0,5Vp-p. Putar pelemah vertikal (vertical attenuator), saklar VOLTS/DIV pada posisi 10 mV, dan putar tombol VARIABLE searah jarum jam. Putar TRIGGERING SOURCE ke CH-A, gelombang persegi empat (square-wave) akan terlihat di layar. Jika tampilan gelombang persegi empat kurang sempurna, atur trimmer yang ada pada probe sehingga bentuk gelombang terlihat nyata. Pindahkan probe dari terminal CAL 0,5Vp-p. Oscilloscope sudah dapat digunakan. C. Mengukur Tegangan dan Menghitung Frekuensi. 1. Mengukur Tegangan AC. Gambar 39 berikut memperlihatkan suatu bentuk sinyal dari luar dalam bentuk gelombang sinus. Posisi kontrol dan indikasi Oscilloscope:  Tombol SWEEP TIME/DIV berada pada posisi 5 msec (5 mili second). 4 DIV (a)  Tombol VOLTS/DIV pada posisi 2V (dengan demikian 1 kotak/1 DIV pada layar CRT = 2 Volt).  Tegangan puncak (peak voltage) = 2 DIV x 2V = 4 Volt.  Tegangan dari puncak ke puncak 4 DIV (peak to peak voltage)= 4 DIV....(a) = 4 DIV x 2 Volt = 8 Volt. GAMBAR 39. Modul ELKA-MR.UM.005. 98
  • 117. 2. Menghitung Frekuensi Frekuensi = 1  T = Jumlah DIV pada tegangan puncak ke puncak x nilai wak T tu (dalam second) yang ditunjuk oleh SWEEP TIME/DIV. Mengikuti uraian di atas; Frekuensi = 1 5 msec x 4 (DIV) 1 = 20 x 10-3 = 50 Hz 3. Mengukur Tegangan DC Cermati gambar 40. DC 3 CM GND (0V) GAMBAR 40       Setel tombol AC-GND-DC pada posisi DC. Setel tombol MODE pada CH-A. Pasang kabel penyidik (probe) ke VERTICAL INPUT CH-A/INPUT Y. Sambungkan ujung kabel penyidik (probe) ke sumber tegangan DC yang akan diukur. Untuk tegangan positip, trace pada layar akan bergerak ke atas, untuk tegangan negatip, trace pada layar akan bergerak ke bawah. Posisi kalibrasi (CAL) pada tombol VOLTS/DIV = 10 mV, hasil pengukuran seperti yang ditampilkan pada gambar 40 = 30 mV. Modul ELKA-MR.UM.005. 99
  • 118. 4. Melihat Gelombang dari Input Luar. Bentuk-bentuk gelombang dari input luar (external input) yang dapat dilihat dengan menggunakan Oscilloscope adalah seperti yang ditampilkan pada gambar 41. GELOMBANG SINUS GELOMBANG SQUARE DAN RECTANGULAR GELOMBANG GIGI GERGAJI GELOMBANG STEP DAN PULSE GAMBAR 41. BENTUK GELOMBANG DARI INPUT LUAR (Jaringan Listrik, TV, dan Mobil) Modul ELKA-MR.UM.005. 100
  • 119. 5. Mengukur Amplitudo Modulasi Oscilloscope juga dapat dipakai untuk mengukur amplitudo modulasi yang dihasilkan oleh pemancar radio. Perhatikan gambar 42. GAMBAR 42. AMPLITUDO MODULASI Metoda yang sering digunakan untuk mengukur Amplitudo Modulasi adalah metoda amplop (envelope methode) Modulasi (dalam %) = A–B X 100 A+B Untuk keperluan ini putar tombol SWEEP TIME untuk peragaan gelombang AC. Tombol SYNC pada posisi AC. Sinyal dari sumber audio luar masuk melalui Z AXIS (pada Oscilloscope yang menjadi acuan dalam penulisan modul ini, Z AXIS terdapat di belakang Oscilloscope) 6. Mengukur Keadaan Perubahan Aliran (Phase) dari Sinyal Input Oscilloscope dapat digunakan untuk menghitung sudut phase/sin Ø (sinus teta). Perhatikan gambar 43. Modul ELKA-MR.UM.005. 101
  • 120. Sin Ø = B A Sin Ø = Sudut Phase Sudut fasa (phase) yang dihasilkan sebuah frekuensi di titik-titik yang berbeda dari sebuah rangkaian, dapat ditentukan. Tombol AC-GND-DC (pada CH-A dan CH-B) pada posisi GND. Input masuk lewat saluran input X dan Y. GAMBAR 43. SUDUT FASA 7. Mengukur Frekuensi yang Tidak Diketahui Frekuensi yang belum diketahui dapat diukur dengan cara membandingkannya dengan frekuensi yang telah diketahui nilainya (frekuensi standar). Untuk ini digunakan apa yang disebut Lissajous Patern Methode. Perhatikan gambar 44. 1 2 3 Nx = 3 1 GAMBAR 44 Untuk keperluan ini diperlukan langkah sebagai berikut : 1. Putar tombol SWEEP TIME/DIV (no. 8) ke CH-B. 2. Hubungkan frekuensi yang diketahui ke INPUT X/ CH-B 3. Setel kontrol vertikal untuk mencocokkan amplitudonya. Ny = 1 4. Hubungkan frekuensi yang tidak diketahui ke INPUT Y/CH-A. 5. Tombol SOURCE pada posisi EXT. 6. Frekuensi dapat dihitung dengan rumus : Fu = Fs Modul ELKA-MR.UM.005. Nx Ny 102
  • 121. Dimana, Fs = Fu = Nx = Ny = Frekuensi yang diketahui (frekuensi standar) Frekuensi yang tidak diketahui Nomor simpul di atas jalur Nomor simpul di kiri jalur. Contoh Penggunaan, Letakkan tombol SOURCE pada posisi LINE. Tombol AC-GND-DC pada posisi AC. Hubungkan sebuah Audio Variabel Oscilator ke ke INPUT Y/CH-A Hubungkan RF Generator ke INPUT X/ CH-B Gerakkan kontrol RF Generator pada frekuensi 50, 100, 150 Hz (atau dapat juga pada posisi 60, 120, 180 Hz dan seterusnya). 6. Pola dengan simpul 1,2,3 akan tergambar ganda di jalur frekuensi. 1. 2. 3. 4. 5. c. Rangkuman 7 1) Oscilloscope adalah alat ukur elektronik yang kerap digunakan untuk menghitung perbedaan fasa dari beberapa gelombang listrik. Kemampuan ini tergantung dari banyaknya trace (garis) pada layar monitor. 2) Oscilloscope dengan dual trace (dua garis) dapat menghitung perbedaan fasa dua buah gelombang listrik sekaligus. 3) Oscilloscope juga digunakan untuk keperluan;      mengukur tegangan dan menghitung frekuensi, melihat bentuk gelombang, mengukur Amplitudo Modulasi yang dihasilkan oleh pemancar radio dan generator pembangkit sinyal (Signal Generator) , mengukur keadaan perubahan aliran (phase) dari sinyal input, mengukur frekuensi yang tidak diketahui. 4) Langkah-langkah awal dalam pengoperasian Oscilloscope adalah sebagai berikut : Tombol ON-OFF pada posisi OFF Posisikan semua tombol yang memiliki tiga posisi pada posisi tengah. Putar tombol INTENSITY pada posisi tengah. Dorong tombol PULL 5X MAG ke dalam untuk memperoleh posisi normal. e) Dorong tombol TRIGGERING LEVEL pada posisi AUTO. a) b) c) d) Modul ELKA-MR.UM.005. 103
  • 122. f) Sambungkan kabel saluran listrik bolak balik ke stop-kontak ACV. g) Putar tombol ON-OFF pada posisi ON. Kira-kira 20 detik kemudian satu jalur garis akan tergambar pada layar CRT. Jika garis ini belum terlihat, putar tombol INTENSITY searah jarum jam. h) Atur tombol FOCUS dan INTENSITY untuk memperjelas jalur garis. i) Atur ulang posisi vertikal dan horisontal sesuai dengan kebutuhan. j) Sambungkan probe ke input saluran-A/channel-A (CH-A) atau ke input saluran B/channel-B (CH-B) sesuai kebutuhan. k) Sambungkan probe ke terminal CAL untuk memperoleh kalibrasi 0,5Vp-p. l) Putar pelemah vertikal (vertical attenuator), saklar VOLTS/DIV pada posisi 10 mV, dan putar tombol VARIABLE searah jarum jam. Putar TRIGGERING SOURCE ke CH-A, gelombang persegi empat (squarewave) akan terlihat di layar. d. Tugas 7 1) Bentuklah kelompok studi (maksimal 4 orang) 2) Jika tersedia di sekolah, mintalah buku pedoman (manual) penggunaan Oscilloscope pada Guru Anda. 3) Terjemahkanlah buku pedoman yang tertulis dalam bahasa Inggris tersebut ke dalam bahasa Indonesia. 4) Mintalah penilaian pada Guru Anda. e. Tes Formatif 7 1) Disamping untuk melihat perbedaan fasa, Oscilloscope juga digunakan untuk. 2) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian Oscilloscope adalah. 3) Tombol VOLTS/DIV pada posisi 4V, 1 kotak/1 DIV pada layar CRT = 4) Jika tegangan puncak menggunakan 2 kotak, maka tegangan puncak ke puncak = 5) Diketahui Sweep Time/DIV = 10 mSec. Tombol VOLTS/DIV pada posisi 2V. Berapakah Volt tegangan puncak, dan berapa Hz frekuensi. 6) Oscilloscope mampu mengukur tegangan DC, apa manfaatnya dalam perawatan dan perbaikan pesawat audio? 7) Tuliskan langkah-langkah penggunaan Oscilloscope untuk mengukur tegangan DC. Modul ELKA-MR.UM.005. 104
  • 123. 8) Diketahui frekuensi pembawa (carrier frequency) = 1000 kHz. Lewat Oscilloscope terlihat amplitudo gelombang, tertinggi = 4 DIV, terendah 1 DIV. Berapa % kah modulasinya? 9) Diketahui 3 simpul gelombang di atas jalur. Frekuensi standar (Fs) = 10.000 kHz. Simpul di kiri jalur = 1. Dengan menggunakan Lissajous Patern Methode. frekuensi yang tidak diketahui (Fu) = 10) Apa manfaat yang Anda dapatkan jika menguasai penggunaan alat ukur elektronik dengan baik. Modul ELKA-MR.UM.005. 105
  • 124. f. Kunci Jawaban Tes Formatif 7. 1) a. mengukur tegangan dan menghitung frekuensi, b. melihat bentuk gelombang, c. mengukur Amplitudo Modulasi yang dihasilkan oleh pemancar radio dan generator pembangkit sinyal, d. mengukur keadaan perubahan aliran (phase) dari sinyal input, e. mengukur frekuensi yang tidak diketahui. 2) a. Tegangan AC b. Voltage Input Max c. Pencegahan Terbakarnya Ion d. Pengaruh Medan Maknit 3) 4 Volt 4) 8 Volt 5) Tegangan puncak ke puncak = 16 Volt. F = 25 Hz 6) Pengukuran tegangan pada test point pesawat menjadi lebih akurat. Tegangan yang dibutuhkan pada R pembagi tegangan pada rangkaian penguat dapat diperiksa sehingga pemberian tegangan panjar untuk penguat sesuai dengan persyaratan. 7) a. Setel tombol AC-GND-DC pada posisi DC. b. Setel tombol MODE pada CH-A. c. Pasang kabel penyidik (probe) ke VERTICAL INPUT CH-A/INPUT Y. d. Sambungkan ujung kabel penyidik (probe) ke sumber tegangan DC yang akan diukur. e. Untuk tegangan positip, trace pada layar akan bergerak ke atas, untuk tegangan negatip, trace pada layar akan bergerak ke bawah. f. Jika posisi kalibrasi (CAL) pada tombol VOLTS/DIV = 5 mV, hasil pengukuran seperti yang ditampilkan pada gambar 40 = 15 mV. 8) 60% 9) 30.000 kHz 10) Kualitas kerja dibidang perawatan dan perbaikan perangkat audio akan terus meningkat. Modul ELKA-MR.UM.005. 106
  • 125. g. Lembar Kerja 7 Fungsi Oscilloscope A. Pengantar L embar kerja ini berisikan petunjuk pelaksanaan bagaimana menggunakan Oscilloscope untuk : 1. 2. 3. 4. Mengukur Tegangan Listrik Bolak balik/Alternating Current (AC). Mengukur Tegangan Listrik Searah/Direct Curent (DC). Menghitung Frekuensi. Menghitung Amplitudo Modulasi. B. Alat dan Bahan.  Alat a) 1 (satu) buah Oscilloscope dual trace. b) 1 (satu buah Signal Generator c) 1 (satu) buah Multimeter  Bahan a) 1 (satu) buah baterai kering (dry cell) tipe UM-1 b) 1. (satu ) buat trafo catu daya (220 Volt – 6 Volt/9 Volt) C. Langkah Kerja Bacalah petunjuk awal penggunaan Oscilloscope. Hidupkan Oscilloscope. Posisikan Oscilloscope untuk pengukuran tegangan AC. Sambungkan trafo catu daya ke jaringan listrik AC 220 Volt. Ukurlah tegangan AC yang dihasilkan skunder trafo (6 Volt AC atau 9 Volt AC) Dengan menggunakan Multimeter, ukur tegangan AC yang dihasilkan skunder trafo. 7. Catatlah hasil pengukuran. 8. Bandingkan hasil pengukuran Oscilloscope dengan hasil pengukuran Multimeter. 9. Posisikan Oscilloscope untuk pengukuran tegangan DC. 10. Ukurlah tegangan sebuah baterai kering (dry cell) tipe UM-1. 11. Catatlah hasil pengukuran. 12. Posisikan Oscilloscope untuk menghitung frekuensi. 13. Hidupkan Signal Generator. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Modul ELKA-MR.UM.005. 107
  • 126. 14. Hubungkan Signal Generator dengan input Oscilloscope. 15. Hitunglah frekuensinya. 16. Jika peralatan di sekolah Anda memungkinkan, ukurlah Amplitudo Modulasi yang dihasilkan oleh pemancar radio. C. Kesimpulan. D. Saran. Modul ELKA-MR.UM.005. 108
  • 127. Modul ELKA-MR.UM.005. 109
  • 128. 8. Kegiatan Belajar 8 : Konfigurasi Insulation Tester a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 8 Setelah menyelesaikan kegiatan belajar , Anda diharapkan mampu: 1) Mengenal dengan baik fungsi dari tiap kontrol dan indikator yang ada pada Insulation Tester 2) Memahami kegunaan Insulation Tester 3) Dapat menggunakan Insulation Tester dengan baik. b. Uraian Materi 8. I nsulation Tester biasanya digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistan (resistance) dari isolasi (insulation) yang membungkus bahan penghantar yang digunakan pada kabel listrik. Secara normatif tegangan listrik setinggi 1 Volt membutuhkan isolasi yang memiliki nilai tahanan/resistans (resistance) sebesar 1000 Ohm (1kΩ). Kerusakan pada isolasi akan mengakibatkan kebocoran tegangan listrik yang dapat membahayakan manusia penggunanya. Alat ini biasanya digunakan pada industri trafo, pemasangan jaringan listrik, dan motor listrik. Namun demikian dapat juga dipakai untuk mengukur tegangan AC (Alternating Current), dan tahanan/resistan (resistance) pada pesawat televisi. Gambar 45 menampilkan salah satu Insulation Tester yang dimaksud. Modul ELKA-MR.UM.005. 109
  • 129. www.bkprecision.com GAMBAR 45. INSULATION TESTER Kontrol dan Indikator Kontrol dan indikator dari Insulation Tester ditampilkan gambar 46 berikut. Modul ELKA-MR.UM.005. 110
  • 130. 4 GAMBAR 46 1. Output Jacks, MΩ. Berguna untuk memeriksa isolasi, apakah ada kebocoran tegangan listrik. kabel penyidik (probes) warna merah dimasukkan ke jacks warna merah, kabel penyidik (probes) warna hitam dimasukkan ke jacks warna hitam. 2. Input Jacks, ACV digunakan untuk pengukuran tegangan AC dan nilai tahanan/resistan (resistance) 3. papan Skala 4. Indikator “ON” 5. “ON MΩ”, saklar pilih untuk pengukuran tahanan/resistan tinggi (high resistance). “OFF (ACV)”, saklar pilih untuk tegangan AC, dan “Battery (B) Chek” untuk memeriksa tegangan baterai. 6. Saklar “MΩ/ACV”. Saklar “MΩ” untuk pilihan mode uji isolasi (insulation test). Saklar jangkauan ukur “ACV” untuk mode pengukuran tegangan AC. 2. Pengatur posisi jarum pada angka nol secara mekanik (Mechanical Zero Adjust). c. Rangkuman 8. 1) Insulation Tester digunakan untuk menguji isolasi yang digunakan pada kabel-kabel listrik. 2) Kebocoran isolasi pada penghantar listrik dapat mengakibatkan kebocoran tegangan listrik. 3) Insulation Tester dapat juga dipakai untuk menguji kebocoran tegangan listrik pada industri trafo dan motor, mengukur tegangan AC (Alternating Current), dan tahanan/resistan (resistance) pada pesawat televisi. Modul ELKA-MR.UM.005. 111
  • 131. d. Tugas 8. 1) Buatlah kelompok (maksimal 4 orang). 2) Telitilah alat Insulation Tester atau Megger yang ada di sekolahmu. 3) Bandingkan alat yang ada dengan panel indikator Insulation Tester yang tertulis pada modul ini. e. Tes Formatif 8. 1) Tuliskan kegunaan umum dari Insulation Tester. 2) Tuliskan kegunaan tiap-tiap bagian dari panel indikator. Modul ELKA-MR.UM.005. 112
  • 132. f. Kunci Jawaban Tes Formatif 8. 1) Insulation Tester biasanya digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistan (resistance) dari isolasi (insulation) yang membungkus bahan penghantar yang digunakan pada kabel listrik. 2)  Output Jacks, MΩ. Berguna untuk memeriksa kebocoran tegangan listrik.  Jacks, ACV digunakan untuk pengukuran tegangan AC dan nilai tahanan/resistan (resistance). papan Skala .  Indikator ON. ON MΩ, saklar pilih untuk pengukuran tahanan/resistan tinggi (high resistance). OFF (ACV), saklar pilih untuk tegangan AC.  Battery (B)  Saklar MΩ/ACV. Saklar MΩ untuk pilihan mode uji isolasi (insulation test).  Saklar jangkauan ukur ACV untuk mode pengukuran tegangan AC.  Pengatur posisi jarum pada angka nol secara mekanik (Mechanical Zero Adjust). g. Lembar Kerja 8 Konfigurasi Insulation Tester A. Pengantar L embar kerja ini berisikan materi yang lebih bersifat “menampilkan Insulation Tester” dan membangun sebuah pembanding melalui tugas mencari manual instruction yang berisikan penggunaan Insulation Tester melalui internet. Dengan kondisi ini diharapkan Anda akan mengetahui lebih banyak tentang seluk beluk dan model Insulation Tester yang dikeluarkan oleh banyak perusahaan pembuat alat ukur elektronik. B. Alat dan Bahan.  Alat 1. Komputer yang terkoneksi dengan internet.  Bahan 1. Alat tulis 2. Kertas A4. 3. Buku Tulis Modul ELKA-MR.UM.005. 113
  • 133. B. Langkah Kerja 1. Hidupkan komputer. 2. Sambungkan komputer dengan internet (jika komputer di sekolah Anda belum terkoneksi dengan internet, gunakanlah warnet). 3. Masuklah ke www.google.co.id pada kolom tulis; Insulation Tester. 4. Dengan mesin pencari “Google” carilah data-data dan gambar yang berkenaan dengan Insulation Tester . 5. Cetaklah data yang diperoleh (umumnya dalam bahasa Inggris). 6. Terjemahkanlah data yang ada kedalam bahasa Indonesia. 7. Bandingkan data dan gambar yang Anda peroleh dengan data dan konfigurasi Insulation Tester yang ada pada modul ini. 8. Selamat bekerja. C. Kesimpulan. D. Saran. Modul ELKA-MR.UM.005. 114
  • 134. 9. Kegiatan Belajar 9 : Fungsi Insulation Tester a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 9 Setelah menyelesaikan kegiatan belajar , Anda diharapkan mampu: 1) Menggunakan Insulation Tester sesuai dengan Standar Prosedur Operasi dan Keselamatan Kerja. 2) Mengukur tegangan bolak balik (Alternating Current Voltage/ACV) di atas 220 Volt dengan baik dan benar. 3) Mengukur nilai tahanan/resistan (resistance) dengan benar. b. Uraian Materi 9 T erkadang orang menyebut alat ini dengan nama megohmeter atau megger. Ketika digunakan sebagai penguji kebocoran tegangan (karena bocornya isolasi) alat ini membutuhkan tegangan listrik sebesar 9V yang disuplai oleh 6 buah baterai UM-3 yang masing-masing menghasilkan tegangan sebesar 1,5V. Melalui DC to DC Converter tegangan sebesar 9V akan dinaikkan hingga 1000V. Hasil pengujian dapat dibaca pada dua alur bacaan pada papan skala. Alur bagian atas digunakan untuk pembacaan pengukuran nilai tahanan/resistan (resistance) dari 0-2000 MΩ, alur bagian bawah digunakan untuk pembacaan hasil pengukuran tegangan dari 0-600V. Ketika mengukur kebocoran tegangan, hasil pembacaan yang ideal pada papan skala Ω adalah tak terhingga (∞), ini berarti tidak terdapat kebocoran pada pemanfaatan tegangan listrik. A. Persiapan Awal 1. Sebelum melakukan pengukuran tegangan AC periksalah penunjukan meter pada papan skala. Jarum penunjuk harus berada pada posisi nol atau (∞). 2. Jika dibutuhkan dengan menggunakan obeng minus (-), setel pengatur posisi jarum pada posisi angka nol (zero adjustment) sehingga jarum pada papan skala benar-benar menunjuk angka nol. 3. Sebelum melakukan pengukuran periksalah kondisi baterai, setel saklar kiri pada posisi B.CHEK, setel saklar kanan pada posisi MΩ. 4. Jika diperlukan baterai dapat diganti. 5. Ketika mengukur tegangan AC jangan sekali-kali menyentuh ujung kabel penyidik (probes)! Anda dapat tersengat listrik bertegangan tinggi. 6. Ketika mengukur tegangan AC, baterai tidak dibutuhkan. Modul ELKA-MR.UM.005. 115
  • 135. B. Mengukur Isolasi 1. Pastikan rangkaian yang akan diukur berada dalam posisi “OFF” dan tidak terhubung dengan sumber tegangan AC. 2. Setel saklar kiri pada posisi “ON MΩ” saklar kanan pada posisi “MΩ” POWER ON Indicator akan bekerja. 3. Masukkan kabel penyidik (probes) tegangan tinggi (warna merah) ke lubang (jack) yang bertanda “MΩ”, kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang (jack) yang berwarna hitam (disebelah kanan lubang yang bertanda “MΩ”). 4. Hubungkan kabel penyidik (probes) warna hitam (menggunakan aligator clip) ke “common” atau ground dari rangkaian yang akan diukur. Untuk TV, hubungkan ke casis TV. 5. Sentuhkan kabel penyidik (probes) tegangan tinggi ke titik yang akan diukur (kawat tembaga dari kabel listrik misalnya). Agar terhindar dari sengatan listrik, jaga posisi jari tangan Anda tetap di belakang pengaman. 6. Bacalah hasil pengukuran pada papan skala. Terkadang hasil pengukuran kurang memuaskan. Ini terjadi karena kontak antara ujung kabel penyidik (probes) dengan titik yang akan diukur kurang sempurna. 7. Jika tidak terjadi kebocoran pada isolasi yang membungkus kabel listrik (atau rangkaian elektronik lainnya), jarum akan tetap menunjuk posisi tak terhingga (∞). 8. Jika terjadi kebocoran pada isolasi yang membungkus kabel listrik (atau rangkaian elektronik lainnya), jarum akan bergerak ke kanan. C. Pengukuran Tegangan AC 1. Setel saklar kiri pada posisi “OFF (ACV)”, setel saklar kanan pada posisi ACV. 2. Masukkan kabel penyidik (probes) ke lubang-lubang (jacks) ACV. 3. Hubungkan kabel penyidik (probes) ke titik yang mengandung tegangan AC. 4. Hasil pengukuran dibaca pada papan skala. D. Keselamatan Kerja dan Keselamatan Alat 1. Ingat satu hal! Sengatan listrik bertegangan tinggi dapat membuat arus sebesar 10 mili-Ampere masuk menuju jantung dan menghentikan detak jantung manusia. Tegangan DC maupun AC di bawah 35 Volt tetap mengandung bahaya bagi manusia. Arus listrik yang tinggi bahkan lebih berbahaya lagi. Modul ELKA-MR.UM.005. 116
  • 136. 2. Tegangan output dari mode MΩ bisa mencapai 1000V, namun arus yang menyertainya tidak besar sehingga tidak begitu berbahaya, namun demikian Insulation Tester mengandung kejutan listrik yang tinggi, karenanya jangan sekali-kali menyentuh ujung kabel penyidik (probes). 3. Jika ingin memperbaiki Insulation Tester dan membuka kotak (casing) nya, ingatlah satu hal bahwa mungkin masih terdapat tegangan setinggi 1000 Volt di titik-titik rangkaian. Beberapa titik mungkin masih mengandung arus yang besar, demikian juga kabel penyidik (probes) masih mengandung tegangan yang tinggi, hindarilah kontak secara langsung. 4. Jangan gunakan Insulation Tester untuk mengukur tegangan AC di atas 600 Volt. 5. Ketika memeriksa apakah isolasi bocor (yang mengakibatkan terjadinya kebocoran tegangan), pastikan rangkaian yang akan diperiksa sudah terbebas dari jaringan listrik atau sumber daya lainnya. 6. Hindari kontak langsung dengan titik-titik pada rangkaian yang mengandung tegangan tinggi seperti saklar “ON-OFF”, sekring (fuse), transformator, dan lain-lain. Pada titik-titik ini terkadang masih terdapat tegangan tinggi, walau pesawat yang akan diukur sudah dimatikan (“OFF”) c. Rangkuman 9 1) Insulation Tester disebut juga megohmeter atau megger. 2) Alat ini membutuhkan tegangan listrik sebesar 9V yang disuplai oleh 6 buah baterai UM-3 yang masing-masing menghasilkan tegangan sebesar 1,5V. 3) Melalui DC to DC Converter tegangan sebesar 9V akan dinaikkan hingga 1000V. 4) Hasil pengujian dapat dibaca pada dua alur bacaan pada papan skala. 5) Hasil pembacaan yang ideal pada papan skala adalah adalah tak terhingga (∞). 6) Titik-titik rangkaian yang akan diuji terkadang masih mengandung tegangan tinggi, walaupun rangkaian sudah dalam kondisi “OFF” 7) Arus sebesar 10 mili-Ampere dapat menghentikan detak jantung manusia. d. Tugas 9 1) Buatlah ringkasan (resume) dari uraian materi Insulation Tester yang ada pada modul ini. 2) Mintalah petunjuk dan penilaian pada Guru Anda. Modul ELKA-MR.UM.005. 117
  • 137. e. Tes Formatif 9 1) Tegangan DC 9 Volt dinaikkan menjadi DC 1000 Volt oleh alat yang bernama. 2) Tuliskan langkah-langkah persiapan pengoperasian Insulation Tester. 3) Apa akibatnya jika kita terkena sengatan listrik yang mengandung arus sebesar 10 mA? 4) Berapa tegangan AC maksimum yang dapat diukur dengan Insulation Tester? Modul ELKA-MR.UM.005. 118
  • 138. f. Kunci Jawaban 1) DC to DC Converter 2) Langkah-langkah persiapan pengoperasian Insulation Tester.       Pastikan rangkaian yang akan diukur berada dalam posisi “OFF” dan tidak terhubung dengan sumber tegangan AC. Setel saklar kiri pada posisi “ON MΩ” saklar kanan pada posisi “MΩ” POWER ON Indicator akan bekerja. Masukkan kabel penyidik (probes) tegangan tinggi (warna merah) ke lubang (jack) yang bertanda “MΩ”, kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang (jack) yang berwarna hitam (disebelah kanan lubang yang bertanda “MΩ”). Pastikan rangkaian yang akan diuji dalam keadaan “OFF” dan tidak terhubung dengan sumber tegangan AC. Hubungkan kabel penyidik (probes) warna hitam (menggunakan aligator clip) ke “common” atau ground dari rangkaian yang akan diukur. Untuk TV, hubungkan ke casis TV, selanjutnya sentuhkan kabel penyidik (probes) tegangan tinggi ke titik yang akan diukur. Agar terhindar dari sengatan listrik, jaga posisi jari tangan Anda tetap di belakang pengaman. Bacalah hasil pengukuran pada papan skala. Terkadang hasil pengukuran kurang memuaskan. Ini terjadi karena kontak antara ujung kabel penyidik (probes) dengan titik yang akan diukur kurang sempurna. 3) Arus listrik akan menghentikan detak jantung manusia. 4) 600 Volt. g. Lembar Kerja 9 Fungsi Insulation Tester A. Pengantar L embar kerja ini berisikan; cara-cara menggunakan Insulation Tester sesuai dengan Standar Prosedur Operasi Keselamatan Kerja. Karena itu sebelum melakukan percobaan dengan lembar kerja ini, sudi kiranya Anda membaca kembali uraian tentang fungsi Insulation Tester ini. Modul ELKA-MR.UM.005. 119
  • 139. B. Alat dan Bahan.  Alat 1. Insulation Tester 2. Kabel penyidik (probes)  Bahan 1. Kabel Listrik 220 Volt dengan panjang secukupnya 2. TV Trainer/Pesawat TV. C. Langkah Kerja 1. Kabel listrik yang akan diukur tidak tersambung dengan sumber Tegangan Listrik Bolak Balik. 2. Rentangkan kabel listrik, kedua ujung kabel dikupas dan kawat tembaga/penghantar yang ada pada kabel disatukan. 3. Ukurlah dengan Insulation Tester/kedua kabel penyidik (probes) disentuhkan kepada kedua kawat tembaga yang ada pada kabel. 4. Lihat hasil pengukuran pada papan skala Ω. Catatlah hasil pengukuran. 5. Ulangi kembali langkah 1, namun kali ini ujung kabel tidak disatukan. 6. Ukurlah dengan Insulation Tester. 7. Lihat hasil pengukuran pada papan skala Ω. Catatlah hasil pengukuran 8. Bandingkan kedua hasil pengukuran yang diperoleh. 9. Untuk langkah 10,11, 12, dan 13 berikut, mintalah petunjuk terlebih dahulu pada Guru Anda. 10. Insulator Tester pada posisi yang menghasilkan tegangan tinggi. 11. Sentuhkan kedua ujung kabel penyidik (probes) ke kedua ujung tembaga yang terbungkus oleh isolasi. 12. Lihat papan skala, apakah ada kebocoran isolasi pada kabel 13. Gunakan Insulation Tester untuk mengukur tegangan pada rangkaian TV yang bertegangan tinggi. D. Kesimpulan E. Saran Modul ELKA-MR.UM.005. 120
  • 140. Modul ELKA-MR.UM.005. 121
  • 141. 10. Kegiatan Belajar 10 : Konfigurasi Function Generator a. Tujuan kegiatan pembelajaran 10 Setelah menyelesaikan kegiatan belajar , Anda diharapkan mampu: 1. Memahami dengan baik fungsi masing-masing kontrol dan indikator dari Function Generator. 2. Memahami kegunaan Function Generator dengan baik. 3. Menjaga keselamatan alat sesuai dengan petunjuk pemakaian. b. Uraian materi 10 F unction Generator adalah alat ukur elektronik yang menghasilkan, atau membangkitkan gelombang berbentuk sinus, segitiga, ramp, segi empat, dan bentuk gelombang pulsa. Function Generator umumnya menghasilkan frekuensi pada kisaran 0,5 Hz sampai 20 Mhz atau lebih tergantung rancangan pabrik pembuatnya. Frekuensi yang dihasilkan dapat dipilih dengan memutar-mutar tombol batas ukur frekuensi (frequency range). Amplitudo sinyal yang dapat diatur berkisar antara 0,1V – 20 Vp-p (tegangan puncak ke puncak) kondisi tanpa beban, dan 0,1 V – 10Vp-p (Volt peak to peak/tegangan puncak ke puncak) dengan beban sebesar 50Ω. Output utama ditetapkan oleh SYNC Output. Gambar 47 memperlihatkan salah satu bentuk Function Generator yang dimaksud. www.bkprecision.com GAMBAR 47. FUNCTION GENERATOR Modul ELKA-MR.UM.005. 121
  • 142. A. Kontrol dan Indikator Function Generator dilengkapi dengan kontrol dan indikator yang dapat digunakan sesuai dengan fungsi Function Generator itu sendiri. Cermati gambar 48. Mengikuti nomor-nomor yang ada pada gambar; 1. Saklar ON-OFF. Tekan saklar indikator LED akan menyala. 2. FREQUENCY CONTROL Digunakan untuk mengatur batas ukur (range) frekuensi dengan faktor pengali dari 0,04 – 4.0 3. SYNC OUTPUT Men-sinkronkan permukaan sinyal TTL output yang berbentuk segi empat dengan frekuensi yang dihasilkan oleh output utama (main output.) 15 14 1 2 11 13 12 16 17 9 10 18 19 8 4 6 7 3 5 GAMBAR 48. KONTROL DAN INDIKATOR. 4. SWEEP OUTPUT Ayunan sinyal akan tersedia tanpa memperhatikan posisi saklar “SWEEP ON” 5. MAIN OUTPUT Sinyal output tersedia secara normal atau dalam mode ayunan tergantung pada pilihan mode. Impedans output maksimun 50Ω. 6. AMPLITUDE KNOB Sinyal aplitudo dapat diatur dari 0,1Vp-p sampai 20Vp-p dalam kondisi tanpa beban. Jika tombol ditekan, terjadi pelemahan sinyal sebesar 10 kali. Modul ELKA-MR.UM.005. 122
  • 143. 7. DC OFFSET Tombol pada DC OFFSET akan mengaktifkan tegangan DC pada sinyal utama. Jika tombol diputar searah jarum jam akan dihasilkan tegangan offset positip, diputar ke arah sebaliknya akan dihasilkan tegangan offset negatip. 8. SWEEP RATE Tombol ini berguna untuk mengatur kecepatan ayunan dari 5 detik ke 25 mili detik. Jika tombol ini ditekan, mode operasi ayunan sinyal akan bekerja. 9. SWEEP WIDHT Tombol ini digunakan untuk mengatur lebar ayunan sinyal. 10. FUNCTION SELECTOR Saklar untuk memilih bentuk gelombang. 11. FREQUENCY RANGE SELECTOR SWITCH Saklar pemilih batas (range) frekuensi dari 10 Hz sampai 1MHz. 12. Hz LED Jika frekuensi output ada pada satuan Hz, LED warna hijau akan menyala. 13. kHz LED Jika frekuensi output ada pada satuan kHz, LED warna merah akan menyala. 14. 5 DIGIT DISPLAY Tampilan angka digital untuk menunjukkan besarnya frekuensi yang dihasilkan oleh patern generator, atau untuk menampilkan besarnya sinyal input yang disambungkan pada bagian external input. 15. EXT COUNTER LED Jika frekuensi luar dikoneksikan dengan Patern Generator, LED mulai menghitung dan akan menampilkan angka tertentu. 16. COUPLING SWITCH Saklar ini dapat diletakkan pada tiga posisi; frekuensi tinggi internal (Internal High Frequency), frekuensi tinggi eksternal (External High Frequency), dan frekuensi rendah eksternal (External Low Frequency). 17. CMOS ADJUST KNOB Ketika tombol berada pada mode CMOS, level CMOS dari output “SYNC” akan diatur. 18. EXTERNAL INPUT BNC Konektor untuk menghitung sinyal frekuensi yang berasal dari luar. 19. VCF INPUT BNC Untuk menghubungkan sinyal AC atau sinyal DC yang berasal dari luar, dari 0 hingga 10 Volt Modul ELKA-MR.UM.005. 123
  • 144. B. Persiapan Pendahuluan Sebelum menggunakan Function Generator sebagai alat ukur elektronik, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Apakah alat ukur ini sudah tersambung dengan tegangan AC yang benar? Apakah lubang-lubang ventilasi yang ada tidak tertutup oleh benda lain? Ventilasi untuk kipas angin berfungsi dengan baik. Jika dibutuhkan, sebelum dihubungkan dengan rangkaian elektronik lainnya, dengan menggunakan Oscilloscope periksalah kinerja Function Generator. c. Rangkuman 10. 1) Function Generator adalah alat ukur elektronik yang menghasilkan, atau membangkitkan gelombang yang berbentuk sinus, segitiga, ramp, segi empat, dan bentuk gelombang pulsa. 2) Function Generator umumnya menghasilkan frekuensi pada kisaran 0,5 Hz sampai 20 Mhz atau lebih. d. Tugas 10 1) Cermatilah instrumen Function Generator yang ada di sekolah Anda, bandingkan dengan konfigurasi Function Generator yang ada pada modul ini. 2) Buatlah ringkasan materi Function Generator. e. Tes Formatif 10. 1) Function Generator adalah alat ukur yang digunakan untuk. 2) Langkah apa saja yang perlu diperhatikan sebelum kita menggunakan Function Generator sebagai alat ukur. 3) Kenapa dalam teknik audio video dibutuhkan Function Generator? 4) Tuliskan beberapa panel kontrol indikator yang Anda ketahui. Modul ELKA-MR.UM.005. 124
  • 145. f. Kunci Jawaban Tes Formatif 10 1) Function Generator adalah alat ukur elektronik yang menghasilkan, atau membandingkan gelombang yang berbentuk sinus, segitiga, ramp, segi empat, dan bentuk gelombang pulsa. 2) Memastikan bahwa ;  sambungan alat ukur ke jaringan listrik 220 Volt sudah benar,  tidak ada lubang ventilasi yang tertutup dengan benda lain,  kipas angina yang ada pada Function Generator berfungsi dengan baik. 3) Dengan Function Generator kita dapat memperoleh frekuensi yang dapat diumpankan ke rangkaian audio, juga dapat digunakan untuk memberi umpan dalam bentuk sinyal output untuk dikuatkan oleh rangkaian audio, sehingga kita dapat memastikan bahwa rangkaian penguat audio bekerja dengan baik dalam penegertian mampu menguatkan sinyal yang masuk sampai beberapa kali. 4) Panel kontrol dan indikator antara lain;      FREQUENCY CONTROL COUPLING SWITCH FUNCTION SELECTOR SWEEP RATE EXTERNAL INPUT BNC Modul ELKA-MR.UM.005. 125
  • 146. B. Lembar Kerja 10 Konfigurasi Function Generator A. Pengantar T erkadang terjadi suatu kasus; alat ukur elektronik yang dibeli dengan harga mahal, rusak seketika, karena ketidaktahuan orang yang mengoperasikannya. Karena itu lembar kerja di sini lebih diarahkan kepada: Bagaimana Menggunakan Function Generator dengan Aman dan Benar. B. Alat dan Bahan  Alat Function Generator C. Langkah Kerja 1. Bacalah kembali uraian tentang Function Generator yang ada pada modul ini. 2. Perhatikan dengan seksama kontrol dan indikator dari Function Generator yang ada di sekolah Anda. 3. Catatlah hal-hal yang Anda anggap penting. D. Kesimpulan E. Saran Modul ELKA-MR.UM.005. 126
  • 147. 11. Kegiatan Belajar 11: Fungsi Function Generator a. Tujuan kegiatan pembelajaran 11 Setelah menyelesaikan kegiatan belajar, Anda diharapkan mampu: 1) Menggunakan Function Generator dengan baik dan benar. 2) Menggunakan Function Generator untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk ayunan gelombang (sweep generator output). 3) Menggunakan Function Generator sebagai alat yang dapat menghasilkan frekuensi yang dibutuhkan sebagai pembanding dari frekuensi luar yang akan diukur. b. Uraian Materi 11 Function Generator adalah alat ukur elektronik yang dapat membangkitkan gelombang dalam bentuk sinus, persegi empat dan bentuk gelombang lainnya sesuai dengan kebutuhan. Alat ini juga dapat menghasilkan frekuensi tertentu sesuai dengan kebutuhan. Dalam pengoperasiannya sebagai alat ukur elektronik (bersama Oscilloscope) menjadi alat utama dalam perawatan dan perbaikan perangkat audio-video. Dalam konteks ini Function Generator dapat diatur untuk membangkitkan gelombang dengan frekuensi tertentu, ayunan gelombang sesuai kebutuhan, dan penghasil frekuensi. Uraian berikut berisikan fungsi Function Generator sebagai; A. Function Generator Output, B. Sweep Generator Output, C. Frequency Counter. A. Function Generator Output Untuk mendapatkan keluaran (output) bentuk gelombang yang diinginkan, dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Pilih tipe gelombang yang dibutuhkan dengan cara memutar saklar putar (rotary switch) pada control FUNCTION (lihat kembali uraian tentang FUNCTION SELECTOR pada control dan indicator). 2. Pilih batas ukur (range) frekuensi dengan cara memutar saklar pada control RANGE. 3. Hubungkan sinyal dari keluaran utama (Main Output) ke Channel-1 Oscilloscope dan sinyal dari Sync Output ke Channel-2 Oscilloscope. Setel Trigger Source yang terdapat pada Channel-2 Oscilloscope. Modul ELKA-MR.UM.005. 127
  • 148. 4. Dengan tombol pengatur, setel frekuensi sinyal, display akan menampilkan pembacaan frekuensi. 5. Melalui tombol pengatur amplitudo, aturlah amplitudo dari sinyal. 6. Menggunakan tombol OFFSET aturlah DC Offset sesuai dengan tingkat kebutuhan (dari -10 Volt sampai dengan +10 Volt). 7. Sebelum menyambung Function Generator ke beban luar (Oscilloscope, rangkaian audio), periksalah impedans beban. B. Sweep Generator Output Untuk mendapatkan ayunan (sweep) bentuk gelombang yang diinginkan, dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Hubungkan terminal keluaran utama (Main Output) ke Channel-1 dari Oscilloscope, keluaran ayunan (Sweep Output) ke Channel-2. 2. Channel-2 dari Oscilloscope menampilkan bentuk gelombang gigi gergaji. 3. Menggunakan tombol “RATE”, atur kecepatan ayunan sinyal (dari 5 detik menjadi 10 mili detik). 4. Atur penggunaan frekuensi sebagaimana penjelasan pada Function Generator Output. 5. Tarik saklar “RATE” untuk membuat mode SWEEP on. 6. Channel-1 akan menampilkan gelombang ayunan (sweep wave). 7. Atur lebar ayunan dengan menggunakan tombol WIDTH. C. Frequency Counter Untuk menggunakan Function Generator dibutuhkan langkah-langkah sebagai berikut: sebagai Frequency Counter, 1. Periksalah posisi saklar yang terdapat pada control “COUPLING”, saklar pada posisi HF digunakan untuk frekuensi lebih dari 100 kHz. Saklar pada posisi LF digunakan untuk frekuensi di bawah 100 kHz. 2. Pada saat Function Generator berfungsi sebagai Frequency Counter, (saklar pada posisi counting mode), “EXT COUNTER LED” akan menyala. 3. Hubungkan sinyal dari luar yang akan dihitung frekuensinya dengan “EXT COUNTER BNC”. 4. Display akan menampilkan nilai frekuensi dalam Hz/kHz. Modul ELKA-MR.UM.005. 128
  • 149. c. Rangkuman 11 1) Function Generator adalah alat ukur elektronik yang dapat membangkitkan gelombang sesuai dengan kebutuhan. 2) Alat ini juga dapat menghasilkan frekuensi tertentu, bersama Oscilloscope merupakan alat utama dalam perawatan dan perbaikan perangkat audiovideo. 3) Function Generator dapat menghasilkan keluaran (output) ayunan gelombang. 4) Function Generator dapat berfungsi sebagai Frequency Counter, menghitung frekuensi. d. Tugas 11 1) Bacalah uraian tentang Fungsi Function Generator dengan teliti. 2) Kerjakan tugas sebagaimana butir g (lembar kerja) yang ada. e. Tes Formatif 11 1) Function Generator dapat difungsikan sebagai. 2) Urutan langkah kerja untuk mengoperasikan Function Generator sebagai Function Generator Output adalah. 3) Urutan langkah kerja untuk mengoperasikan Function Generator sebagai Sweep Generator Output adalah. 4) Urutan langkah untuk mengoperasikan Function Generator sebagai Frequency Counter adalah. Modul ELKA-MR.UM.005. 129
  • 150. f. Kunci Jawaban Tes Formatif 11 1) 2) 3)  Function Generator Output,  Sweep Generator Output,  Frequency Counter. a) Pilih tipe gelombang yang dihubungkan dengan cara memutar saklar putar (rotary switch) pada kontrol FUNCTION (lihat kembali uraian tentang FUNCTION SELECTOR pada kontrol dan indikator). b) Pilih batas ukur (range) frekuencsi dengan cara memutar saklar pada kontrol RANGE. c) Hubungkan sinyal dari keluaran utama (Main Output) ke Channel-1 Oscilloscope dan sinyal dari Sync Output ke Channel-2 Oscilloscope. Setel Trigger Source yang t erdapat pada Channel-2 Oscilloscope. d) Dengan tombol pengatur amplitudo, aturlah amplitudo dari sinyal. e) Menggunakan tombol OFFSET aturlah DC Offset sesuai dengan tingkat kebutuhan (dari –10 volt sampai dengan +10 Volt). f) Sebelum menyambung Function Generator ke beban luar (Oscilloscope, rangkaian audio), periksalah impedans beban. a) Hubungkan terminal keluaran utama (Main Output) ke Channel-1 dari Oscilloscope, keluaran ayunan (Sweep Output) ke Channel-2. b) Channel-2 dari Oscilloscope menampilkan bentuk gelombang gigi gergaji. c) Menggunakan tombol “RATE”, atur kecepatan ayunan sinyal (dari 5 detik menjadi 10 mili detik). d) Atur penggunaan frekuensi sebagaimana penjelasan penjelasan pada Function Generator Output. e) Tarik saklar “RATE” untuk membuat mode SWEEP on. f) Channel-1 akan menampilkan gelombang ayunan (Sweep Wave). g) Atur lebar ayunan dengan menggunakan tombol WIDTH. 4) a) Periksalah posisi saklar “COUPLING”, saklar pada posisi HF digunakan untuk frekuensi lebih dari 100 kHz. Saklar pada posisi LF digunakan untuk frekuensi di bawah 100 kHz. b) Pada saat Function Generator berfungsi sebagai Frequency Counter, (saklar pada posisi counting mode), “EXT COUNTER LED” akan menyala.  Hubungkan sinyal dari luar yang akan dihitung frekuensinya dengan “EXT COUNTER BNC”.  Display akan menampilkan nilai frekuensi dalam Hz/kHz. Modul ELKA-MR.UM.005. 130
  • 151. g. Lembar Kerja 11 Menggunakan Function Generator A. Pendahuluan L embar kerja ini berisikan fungsi dari Function Generator, dan bagaimana cara menggunakannya sebagai Function Generator Output, Sweep Generator Output, dan Frequency Counter dalam bentuk praktek yang nyata. B. Alat dan Bahan  Alat 1. Function Generator 2. Oscilloscope C. Langkah Kerja 1. Baca kembali uraian tentang fungsi Function Generator yang terdapat apda modul ini. 2. Bandingkan kontrol dan indikator dari Function Generator yang tertulis pada modul ini dengan kontrol indikator dari Function Generator yang ada di sekolah Anda. 3. Dengan menggunakan alat bantu Oscilloscope, jalankanlah fungsi Function Generator sebagai Function Generator Output, Sweep Generator Output, dan Frequency Counter. 4. Catatlah hasil-hasilnya dan konsultasikan dengan guru. 5. Mintalah penilaian pada guru. D. Kesimpulan E. Saran Modul ELKA-MR.UM.005. 131
  • 152. Modul ELKA-MR.UM.005. 132
  • 153. 12. Kegiatan Belajar 12: Konfigurasi Pattern Generator a. Tujuan kegiatan pembelajaran 12 Setelah menyelesaikan kegiatan belajar, Anda diharapkan mampu: 1) Membuktikan bahwa campuran warna dasar tertentu akan menghasilkan warna yang lain. 2) Mengetahui, memahami, dan membuktikan kegunaan tiap-tiap bagian pada panel kontrol dan indikator yang terdapat pada Pattern Generator. b. Uraian Materi 12 A. Warna Dasar Gambar berwarna pada televisi dihasilkan oleh pancaran/emisi cahaya yang dibangkitkan oleh lapisan posfor yang ada pada bagian dalam layar kaca karena adanya benturan elektron, yang kemudian menghasilkan warna-warna utama/warna dasar; Merah, Hijau, Biru (Red, Green, Blue/ RGB). Warna-warna dasar di atas jika saling dicampur akan menghasilkan warna yang lain. Perhatikan gambar 49. GAMBAR 49. WARNA DASAR Modul ELKA-MR.UM.005 132
  • 154. Mencermati gambar 49, kita dapat melihat adanya kondisi dimana jika warna biru, merah, dan hijau dicampur dengan komposisi yang dipersyaratkan (disimbolkan dengan angka 1,1,1) akan menghasilkan warna putih. Warna merah dicampur hijau (1,1) menghasilkan warna kuning. Pada siaran televisi, pola warna dapat dilihat manakala stasiun pemancar akan memulai siaran. Gambar 50 memperlihatkan pola warna dari stasiun pemancar televisi. GAMBAR 50. POLA WARNA STASIUN PEMANCAR TELEVISI TVRI Pola warna ini digunakan untuk memberikan indikator apakah; 1) V Sync, V Bias, dan V High bekerja dengan baik, 2) gambar berada pada posisi di tengah layar, 3) interlace scaning yang berfungsi untuk sinkronisasi warna bekerja dengan baik, 4) frekuensi tengah untuk gambar dan suara bekerja dengan baik. Modul ELKA-MR.UM.005 133
  • 155. B. NTSC (National Television System Comitee) P ada tahun 1951 NTSC menetapkan standar warna untuk televisi yang kemudian menjadi acuan bagi industri televisi di Amerika Serikat dan banyak negara lain di dunia. Ini bisa terjadi karena standar yang dikeluarkan oleh NTSC cocok dengan industri televisi yang pada tahap awal hanya memproduksi televisi hitam putih. Tampilan muka dari komposisi sinyal video ditentukan oleh NTSC Specifications. Dalam spesifikasi ini termasuk pembacaan 525 jalinan garis horisontal yang dioperasikan pada frekuensi 15.734.26Hz, jalinan garis vertikal yang dioperasikan pada frekuensi 59.94 Hz, dan frekuensi subcarrier 3.579.545 Mhz yang berisikan informasi warna. C. Pattern Generator Pattern Generator adalah alat ukur elektronik yang dapat menghasilkan pola (pattern) warna yang berguna dalam memproduksi/memperbaiki pesawat penerima televisi atau perangkat video tape recorders, sistem sirkit televisi tertutup (Closed Circuit Television Systems/CCTV) serta video monitor komputer. Gambar 52 memperlihatkan salah satu bentuk Pattern Generator yang dimaksud. www.bkprecision.com GAMBAR 52. PATTERN GENERATOR Modul ELKA-MR.UM.005 134
  • 156. D. Kontrol dan Indikator Perhatikan gambar 53. Alat ukur Pattern Generator memiliki kontrol dan indikator – mengikuti nomor – sebagai berikut : 1. Power Indicator. Jika Pattern Generator dihidupkan, LED atau lampu indikator akan menyala. 2. Saklar Power ON-OFF. Saklar untuk menghidupkan dan mematikan Pattern Generator 3. Saklar Pilih RGB TTL/LOW/RGB output level. Ketika saklar ini dalam kondisi bebas (posisi “LOW”) sebuah logika positip senilai 0,8 Volt berada pada jack output RGB. Ketika saklar sedang dipakai (posisi TTL) pulsa berada pada level TTL. Saklar ini juga digunakan untuk mengamati pola warna yang terpusat. GAMBAR 53. PANEL KONTROL DAN INDIKATOR PATTERN GENERATOR 4. Saklar CONVERGENCE. Digunakan untuk memilih salah satu pola yang terpusat, jika : a. Saklar “LINE” yang dipakai. Satu garis vertikal dan horisontal saling berpotongan di tengahtengah layar. b. Saklar “LINE dan 7 x 11” yang dipakai. Pada layar akan tampil 7 garis horisontal dan 11 garis vertikal. c. Saklar “DOT” yang dipakai. Di tengah-tengah layar akan tampil sebuah titik (dot) Modul ELKA-MR.UM.005 135
  • 157. d. Saklar “DOT dan 7 x 11” yang dipakai Pada layar akan terdapat 7 baris titik dan 11 kolom. 5. Saklar RAST. Digunakan untuk memilih pola (pattern) hitam atau pola raster kosong. 6. Saklar NTSC BARS. Digunakan untuk memilih pola warna NTSC. 7. Saklar COLOR OFF. Dijadikan satu dengan saklar “NTSC BARS”, digunakan untuk memilih output berwarna atau hitam putih. Jika saklar ini dipakai, pola warna NTSC akan menampilkan warna abu-abu, jika tidak dipakai, pola warna NTSC akan tampil di layar. 8. Saklar 4,5 MHz. Digunakan untuk menghidupkan dan mematikan frekuensi subcarrier yang berisikan suara. Jika saklar ini dipakai, frekuensi suara sebesar 4,5 MHz akan tergabung dalam sinyal output IF/RF. Jika saklar ini tidak dipakai, pada sinyal output IF/RF tidak terdapat suara. 9. Saklar IF/RF Saklar ini digunakan untuk mengatur modulasi sinyal output (IF/RF output), apakah pada posisi RF atau IF. Ketika saklar ini digunakan, sinyal yang terdapat pada jack IF/RF adalah sinyal RF pada frekuensi 45,75 MHz dan saklar CH4/CH3 tidak memberi efek apapun. Ketika saklar ini tidak digunakan, sinyal yang terdapat pada jack IF/RF adalah sinyal RF pada frekuensi 61,25 MHz (untuk CH3) atau 67,25 untuk CH4. 10. Saklar CH4/CH3. Saklar ini dioperasikan bersamaan dengan posisi RF dari saklar IF/RF. Mengatur frekuensi pembawa (RF output) berhubungan dengan CH4 atau CH3. 11. COMPOSITE VIDEO LEVEL Control. Mengatur level dan polaritas dari campuran sinyal gambar pada jack output COMPOSITE VIDEO. Jika kontrol ini diputar berlawanan dengan arah jarum jam, akan dihasilkan campuran warna dalam bentuk pulsa yang menurun (negative going) atau sinyal standar. Jika kontrol diputar berlawanan dengan arah jarum jam dalam skala penuh akan tersedia output maksimum yang terkalibrasi pada 1 Volt p-p (Volt peak to peak) dengan impedans output 75 Ω. Selanjutnya jika diputar searah jarum jam akan diperoleh pulsa yang sebaliknya (positive going). 12. COMPOSITE VIDEO Jack. Menghasilkan output gambar untuk melengkapi sinyal yang masuk ke dalam sirkit gambar dari sebuah penerima televisi dan untuk penguji gambar dari sebuah perekam gambar (video recorders). 13. IF/RF Jack. Menyediakan kira-kira 10 mV rms (pada 75Ω) “rf envelope” yang termodulasi oleh campuran warna. Output frekuensi pembawa dapat diatur pada frekuensi 45,75 MHz (IF), 61,25 MHz (CH3) atau 67,25 MHz (CH4) dengan menggunakan saklar CH4/CH3 atau saklar IF/RF. Modul ELKA-MR.UM.005 136
  • 158. 14. 30 Hz Jack. Menyediakan gelombang persegi TTL level output, frekuensi 30 Hz, biasanya digunakan untuk pelacakan gangguan pada perekam gambar (video recorders). 15. COMPOSITE SYNC Jack. menyediakan pulsa-pulsa horisontal dan vertikal secara bersamaan untuk kebutuhan luar seperti syn trigger pada oscilloscope. Pulsa pada posisi negatip dan impedans output 75Ω. 16. SYNC Vs Jack. Menyediakan pulsa vertikal untuk penggunaan luar seperti horisontal sync pada monitor RGB (Red Green Blue) atau sync trigger pada oscilloscope. Pulsa pada posisi positip dan impedans output 75Ω. 17. SYNC Hs Jack. Menyediakan pulsa horisontal untuk penggunaan luar seperti horisontal sync pada monitor RGB (Red Green Blue) atau sync trigger pada oscilloscope. Pulsa pada posisi positip dan impedans output 75Ω. 18. B Jack. Menyediakan sinyal output warna biru (Blue/B) untuk keperluan monitor RGB, impedans output 75Ω. Batasan output dapat dipilih dengan menggunakan saklar RGB TTL/LOW. 19. G Jack. Menyediakan sinyal output warna hijau (Green/G) untuk keperluan monitor RGB, impedans output 75Ω. Batasan output dapat dipilih dengan menggunakan saklar RGB TTL/LOW. 20. R Jack. Menyediakan sinyal output warna merah (Red/R) untuk keperluan monitor RGB, impedans output 75Ω. Batasan output dapat dipilih dengan menggunakan saklar RGB TTL/LOW. 21. RGB 9 Pin D -Type Sub-Miniature Connector. Menyediakan warna merah, hijau, biru, sinyal vertikal, dan horisontal. E. Persiapan Awal Pattern Generator adalah perangkat elektronik, dalam pengoperasiannya menggunakan tegangan listrik 220 VAC. Karenanya sangat diperlukan persiapan awal sehingga pengguna terhindar dari sengatan arus listrik yang dapat mematikan. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian Pattern Generator. 1. Sambungkan Pattern Generator ke sumber tegangan 220 VAC dengan tiga kabel yang terbungkus jadi satu, dimana salah satu kabelnya tersambung dengan ground yaitu casis dari perangkat Pattern Generator itu sendiri. Modul ELKA-MR.UM.005 137
  • 159. 2. Sambungkan kabel power atau cord dari Pattern Generator ke stopkontak jaringan listrik PLN yang juga memiliki sistem pertanahan, atau grounding. 3. Pada saat dihubungkan ke jaringan PLN, power pada Pattern Generator harus dalam keadaan Off. c. Rangkuman 12 1. Gambar berwarna pada televisi dihasilkan oleh pancaran/emisi cahaya yang dibangkitkan oleh lapisan posfor yang ada pada bagian dalam layar kaca karena adanya benturan elektron. 2. Warna-warna utama/warna dasar yang dihasilkan; Merah, Hijau, Biru (Red, Green, Blue/RGB). 3. Pada siaran televisi, pola warna dapat dilihat manakala stasiun pemancar akan memulai siarannya. 4. Pada tahun 1951 NTSC (National Television System Comitee) menetapkan standar warna televisi di Amerika Serikat yang kemudian banyak dipakai banyak negara di dunia. 5. Tampilan muka dari komposisi sinyal video ditentukan oleh NTSC Spesifications. 6. Pattern Generator adalah alat ukur yang dapat menghasilkan pola (pattern) warna yang berguna dalam memproduksi/memperbaiki pesawat penerima televisi atau perangkat video tape recorders, sistem sirkit televisi tertutup (CCTV/Closed Circuit Television Systems) serta video monitor komputer. 7. Alat ukur Pattern Generator memiliki kontrol dan indikator sebagai berikut : a. Power Indicator. b. Saklar Power ON-OFF. c. Saklar pilih RGB TTL/LOW/RGB output level. d. Saklar CONVERGENCE. e. Saklar RAST. f. Saklar NTSC BARS. g. Saklar COLOR OFF. h. Saklar 4,5 Mhz. i. Saklar IF/RF. j. Saklar CH4/CH3. k. COMPOSITE VIDEO LEVEL Control. l. COMPOSITE VIDEO Jack. m. IF/RF Jack. n. 30 Hz Jack. o. COMPOSITE SYNC Jack. p. SYNC Vs Jack. q. SYNC Hs Jack. r. B Jack. s. G Jack. t. R Jack. u. RGB Pin D Type Sub-Miniature Connector. Modul ELKA-MR.UM.005 138
  • 160. d. Tugas 12. 1. Melalui internet, carilah gambar dan petunjuk penggunaan (instruction manual) Pattern Generator merk lain. 2. Bandingkan panel kontrol indikatornya dengan Pattern Generator yang terdapat pada modul ini (merk “BK Precision”). 3. Terjemahkan petunjuk penggunaannya ke dalam Bahasa Indonesia. 4. Mintalah penilaian pada guru Anda. e. Tes Formatif 12. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Tuliskan kegunaan Pattern Generator. Apa yang ditetapkan NTSC pada tahun 1951? Warna dasar apa saja yang dihasilkan oleh Pattern Generator? Gambar pada televisi dihasilkan oleh? Pada saat kapan kita dapat melihat pola (pattern) warna dari stasiun pemancar televisi? Apa kegunaan dari : a. Power Indicator b. Saklar NTSC BARS c. Saklar COLOR OFF d. COMPOSITE VIDEO LEVEL Control pada Pattern Generator? Ketika mencari gangguan pada televisi, kemudahan apa yang kita peroleh jika kita memiliki alat ukur Pattern Generator? Disamping alat ukur Pattern Generator, untuk memperbaiki televisi, monitor komputer, dan/atau perekam gambar (video recorders) dibutuhkan alat ukur. Jika harga jasa servis televisi = Rp 150.000,- per televisi (diluar penggantian komponen), apakah Anda berminat terjun ke jasa servis televisi? Kemajuan teknologi dibidang pembuatan microchip telah membuat konsumen jasa servis televisi berkurang. Kenapa? Modul ELKA-MR.UM.005 139
  • 161. f. Kunci Jawaban Tes Formatif 12 1. Pattern Generator adalah alat ukur yang dapat menghasilkan pola (pattern) warna yang berguna dalam memproduksi/memperbaiki pesawat penerima televisi atau perangkat video tape recorders, sistem sirkit televisi tertutup (CCTV/Closed Circuit Television Systems), serta video monitor komputer. 2. Pada tahun 1951 NTSC (National Television System Comitee) menetapkan standar warna untuk televisi yang kemudian menjadi acuan bagi industri televisi di Amerika dan banyak negara lain di dunia. 3. Warna dasar yang dihasilkan; Merah (Red/R), Hijau (Green/G), dan Biru (Blue/B). 4. Gambar yang dihasilkan oleh televisi berasal dari pancaran elektron yang membentur lapisan posfor yang ada pada bagian dalam layar kaca. 5. Pola warna dari stasiun pemancar televisi dapat dilihat sebelum stasiun tersebut memulai siarannya. 6. Kegunaan dari : a. Power Indicator : memberikan indikasi (tanda) bahwa Pattern Generator mulai bekerja. b. Saklar NTSC BARS : untuk memilih pola warna NTSC. c. Saklar COLOR OFF : untuk memilih output berwarna atau hitam putih. Jika saklar ini dipakai, pola warna NTSC akan menampilkan warna abu-abu, jika tidak dipakai, pola warna NTSC akan tampil di layar. d. COMPOSITE VIDEO LEVEL Control : mengatur level dan polaritas dari campuran sinyal gambar pada jack output COMPOSITE VIDEO. 7. Kita memperoleh kemudahan; berdasar warna yang ditampilkan di layar monitor televisi, kita dapat melacak bagian mana dari televisi yang mengalami gangguan dan perlu diperbaiki. 8. Multimeter dan Oscilloscope. 9. (Jawaban siswa sangat relatif, dari jawaban ini guru dapat menilai kompetensi kognitif siswa dari aspek analisis dan sintesis) 10. Idem dengan butir 9. Modul ELKA-MR.UM.005 140
  • 162. g. Lembar Kerja 12. Konfigurasi Pattern Generator A. Pengantar P attern Generator adalah alat ukur elektronik yang dapat membangkitkan pola warna (pattern) yang digunakan untuk memproduksi atau memperbaiki televisi, video monitor komputer serta alat perekam gambar (video recorders). Lembar kerja ini lebih berisikan materi pengenalan panel kontrol dan indikator dari Pattern Generator, agar Anda akrab dengan alat ukur elektronik ini, sebelum Anda menggunakannya dalam pengukuran dan pengujian. B. Alat dan Bahan  Alat Pattern Generator C. Langkah Kerja 1. Baca kembali modul ini dengan seksama. 2. Bandingkan Pattern Generator yang ada pada modul ini dengan Pattern Generator yang ada di sekolah Anda. 3. Bacalah petunjuk pengoperasian Pattern Generator yang ada di sekolah Anda. 4. Dengan bimbingan guru, cobalah Anda hidupkan Pattern Generator yang ada di sekolah Anda, pelajarilah kegunaan dari panel kontrol dan indikatornya. 5. Catatlah hasil-hasilnya. D. Kesimpulan E. Saran Modul ELKA-MR.UM.005 141
  • 163. 13. Kegiatan Belajar 13. Fungsi Pattern Generator a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran. Setelah menyelesaikan kegiatan belajar, Anda diharapkan menggunakan Pattern Generator untuk menghasilkan : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) mampu VECTORSCOPE MEASUREMENT RF Output I-F Output COMPOSITE VIDEO OUTPUT NTSC STANDARD COLOR BAR PATTERN STAIRCASE PATTERN COLOR BARS WITH 100% WHITE STAIRCASE WITH 100% WHITE CONVERGENCE PATTERN BLACK RASTER PATTERN RGB OUTPUT WAVEFORM MONITORING b. Uraian Materi 13. A. Informasi Warna. I nformasi warna adalah campuran dari sebuah sinyal gambar yang terdiri dari tiga elemen yaitu : warna, kuat cahaya (luminance), dan titik jenuh (saturation). Kuat cahaya atau kecerahan cahaya (brightness) yang ditangkap oleh mata sebenarnya adalah amplitudo dari sinyal gambar. Kuat cahaya atau luminans yang merupakan komponen dari sinyal warna adalah satu warna tersendiri, yang tampil dalam warna abu-abu. Kuning adalah warna cerah dan memiliki kuat cahaya pada level tinggi yang hampir mendekati kuat cahaya warna putih, sementara biru menampilkan warna gelap dan memiliki kuat cahaya level rendah mendekati kuat cahaya dari warna hitam. Elemen warna dibagi dalam beberapa warnawarna, seperti merah, biru, hijau, dan lain-lain. Putih, hitam, dan abu-abu tidak termasuk dalam kelompok warna. Sudut fasa dari 3,58 Mhz sebagai pembawa pengganti (subcarrier) warna menentukan warna. Tiga warna utama dari gambar yaitu merah, biru, dan hijau dapat dikombinasikan sehingga menghasilkan warna lain. Pergeseran fasa sampai 3600 akan menghasilkan warna-warna seperti warna pelangi. perhatikan gambar 54. Modul ELKA-MR.UM.005 142
  • 164. GAMBAR 54. DIAGRAM VEKTOR FASA WARNA STANDAR DAN KONSEP 3 DIMENSI WARNA Titik jenuh (saturation) tidak menghidupkan satu warnapun, yang menentukan jumlah warna yang dapat dihasilkan adalah cahaya putih. Titik jenuh selalu ditampilkan dalam persen (%). Titik jenuh 100% adalah warna yang tidak ditambahkan dengan warna putih. Titik jenuh dengan persentase rendah terjadi karena ada tambahan cahaya putih, menghasilkan warna pastel yang menaungi warna yang sama. Informasi dari titik jenuh berisikan amplitudo dengan frekuensi sebesar 3,58 MHz. Karena mata manusia tidak dapat terus menerus merespon warna yang satu ke warna yang lain dibutuhkan titik jenuh 100% yang menghasilkan amplitudo yang tidak sama untuk semua warna. Kombinasi dari warna dan titik jenuh disebut chroma. Informasi tentang ini secara normal ditampilkan lewat vektor diagram. Titik jenuh ditandai dengan vektor yang memanjang, dan warna ditandai dengan sudut fasa dari vektor. B. Pengukuran dengan Vectorscope Pengukuran dengan Vectorscope biasanya sangat membantu dalam menganalisa gangguan melalui pola warna yang ditampilkan oleh tabung gambar. Jika tersedia, sangat dianjurkan menggunakan NTSC Vectorscope dan NTSC color bars pattern /Pattern Generator. Modul ELKA-MR.UM.005 143
  • 165. Jika NTSC Vectorscope tidak tersedia, sebuah Oscilloscope dapat di set-up menjadi sebuah Vectorscope. caranya adalah sebagai berikut : 1. Pilih saklar pola NTSC BARS dan gunakan pada televisi yang sedang diuji. 2. Setel Oscilloscope untuk pengoperasian X-Y. Atur posisi kontrol ke titik tengah layar tanpa sinyal input yang masuk ke Oscilloscope. 3. Hubungkan input X dan Y dari Oscilloscope ke red gun seperti yang diperlihatkan pada gambar 55. GAMBAR 55. OSCILLOSCOPE SEBAGAI VECTORSCOPE 4. Atur penguat vertikal dan horisontal dengan jumlah yang sama sehingga dihasilkan titik pada garis 450. 5. Biarkan input vertikal (Y) tersambung ke red gun, pindahkan input horisontal ke blue gun. Perhatikan gambar 56. GAMBAR 56. INPUT HORISONTAL PADA BLUE GUN Modul ELKA-MR.UM.005 144
  • 166. 6. Tampilan pada layar biasanya akan terlihat seperti pada gambar 57 berikut. GAMBAR 57. TAMPILAN PADA LAYAR OSCILLOSCOPE Tampilan pada layar Oscilloscope seperti gambar 57 dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : a. Kontrol gambar dari TV yang sedang diuji akan memutar tampilan gambar. Kontrol gambar dapat diatur sehingga menghasilkan tampilan gambar yang mendekati tampilan gambar seperti pada gambar 57. b. Kontrol warna dari TV yang di tes mengatur amplitudo dari tampilan gambar. c. Ketajaman tampilan gambar pada Oscilloscope tergantung pada chroma bandpass, demodulator alignment, dan rancangan dari casis televisi yang diuji. C. RF Output RF Output dari Pattern Generator ini dapat digunakan untuk menguji penerima televisi (TV Receiver), dalam hal ini, perekam gambar atau perangkat video lainnya juga dapat di tala ke saluran (channel) 3 atau saluran 4 dari Pattern Generator. Caranya adalah sebagai berikut : 1. Sambungkan kabel koaksial dari jack output IF/RF Pattern Generator ke terminal antena dari televisi yang diuji. Dibutuhkan titik masuk dengan impedans sebesar 75Ω, atau gunakan penghubung (coupler) yang bernilai antara 75Ω - 300Ω. Modul ELKA-MR.UM.005 145
  • 167. 2. Setel saklar RF/IF dari Pattern Generator pada posisi RF. 3. Setel saklar saluran dari perangkat yang sedang diuji pada saluran 3 atau 4, atau saluran lain yang tidak dipakai menerima siaran. 4. Setel saklar CH 4/CH 3 dari Pattern Generator pada saluran yang sama dengan saluran dari perangkat yang sedang diuji. 5. Pola yang dikehendaki akan terpilih. D. I-F Output I-F Output dari Pattern Generator ini dapat disuntikkan ke dalam bagian IF dari penerima televisi (television receiver) , perekam gambar (video tapes recorders) atau produk video lainnya yang menggunakan frekuensi tengah (IF Frequency) sebesar 45,75 MHz. Caranya adalah sebagai berikut : 1. Sambungkan probe pada jack output IF/RF dari Pattern Generator. 2. Setel saklar IF/RF dari Generator pada posisi IF. 3. Sekarang probe dapat digunakan untuk menyuntikkan frekuensi sebesar 45,75 MHz ke titik yang dikehendaki. 4. Pola yang dikehendaki akan terpilih. E. Composite Video Output Satu campuran sinyal gambar (composite video signal) bisa jadi digunakan sebagai input yang disuntikkan ke titik uji (test point) perangkat video yang tidak menggunakan frekuensi seperti monitor gambar, penguat pembagi gambar (video distribution amplifier), perangkat pemroses sinyal dan lain-lain. Suatu campuran sinyal gambar bisa jadi hanya disuntikkan ke titik uji pada pesawat penerima televisi setelah rangkaian detektor video, hanya disuntikkan pada video tape recorders atau perangkat lainnya. Dalam hal ini, IF/RF dan COMPOSITE VIDEO output jack dibutuhkan. Penggunaannya adalah sebagai berikut : 1. Hubungkan kabel koaksial atau kabel dari COMPOSITE VIDEO yang ada pada Pattern Generator ke titik uji (test point) dari perangkat video yang akan diuji. 2. Atur kontrol COMPOSITE VIDEO LEVEL sehingga menghasilkan batas sinyal yang dibutuhkan dan polaritas yang sesuai pada jack output. Jika diputar penuh berlawanan dengan arah jarum jam akan menghasilkan amplitudo dengan polaritas negatip yang sesuai. Jika diputar searah jarum jam akan mengurangi batas/level dan titik tengah rotasi berada pada level minimum. Putaran melewati titik tengah akan membalik polaritas dari sinyal menjadi positip. Putaran maksimum searah jarum jam berada pada batas kurang lebih 1 Vp-p. 3. Hasil kalibrasi 1 Vp-p. dengan polaritas negatip yang sesuai tersedia ketika COMPOSITE LEVEL CONTROL diputar penuh berlawanan dengan arah jarum jam ke posisi CAL. 4. Pola yang diinginkan dapat dipilih. Modul ELKA-MR.UM.005 146
  • 168. F. NTSC STANDARD COLOR BAR PATTERN Pola warna standar NTSC dapat ditampilkan melalui langkah berikut : 1. Tampilkan prosedur “INITIAL SET-UP” 2. Tekan saklar NTSC BARS. Pastikan saklar COLOR OFF dan saklar 4,5 MHz tidak digunakan. 3. Pola potongan warna dari NTSC (NTSC Color Bar pattern) akan tampil di layar. G. STAIRCASE PATTERN Pola satu warna berbentuk tangga rumah (staircase) dapat ditampilkan melalui langkah berikut : 1. Tampilkan prosedur “INITIAL SET-UP” 2. Tekan saklar NTSC BARS dan saklar COLOR OFF. 3. Potongan satu warna berbentuk tangga rumah dengan warna abu-abu agak gelap akan tampil di layar monitor. H. COLOR BARS WITH 100% WHITE Potongan warna (color bar) 100% putih dapat ditampilkan melalui langkah berikut : 1. Tampilkan prosedur “INITIAL SET-UP” 2. Semua saklar penghasil pola tidak dipakai. 3. Pola potongan warna yang 100% putih akan tampil di layar monitor. I. STAIRCASE WITH 100% WHITE Pola tangga rumah (staircase) yang 100% putih dapat ditampilkan melalui langkah berikut : 1. Tampilkan prosedur “INITIAL SET-UP” 2. Semua saklar penghasil pola tidak dipakai. 4. Potongan satu warna berbentuk tangga rumah (staircase) dengan warna abu-abu agak gelap dari kiri ke kanan akan tampil di layar monitor. 3. Sebagian besar potongan warna di sebelah kiri berwarna 100% putih. Modul ELKA-MR.UM.005 147
  • 169. J. CONVERGENCE PATTERN Pola yang terpusat dapat dihasilkan melalui langkah-langkah berikut : 1. Tampilkan prosedur “INITIAL SET-UP” 2. Beberapa dari empat pola terpusat dapat dipilih dengan menggunakan saklar sebagaimana berikut ini. a. Hanya menggunakan saklar LINE : Garis vertikal dan horisontal akan berpotongan di tengah layar. b. Menggunakan saklar LINE dan saklar 7 x 11 : Dihasilkan 7 garis horisontal dan 11 garis vertikal c. Hanya menggunakan saklat DOT : Terdapat satu titik (dot) di tengah layar monitor. 3. Ketika saklar RGB TTL/LOW tidak digunakan pada pola terpusat, digunakan pembacaan penjalinan pola. Ini memberi efek perampingan pada tampilan pola. Pembacaan yang lebih baik dapat dilakukan dengan menggunakan saklar RGB TTL/LOW. K. BLACK RASTER PATTERN Pola bintik-bintik hitam (black raster pattern) dapat ditampilkan melalui langkah berikut : 1. Tampilkan prosedur “INITIAL SET-UP” 2. Tekan saklar RAST. Saklar COLOR OFF tidak akan memberi efek pada tampilan layar. 3. Pada layar akan terlihat bintik-bintik (raster) hitam dalam jumlah besar. L. RGB OUTPUT Guna keperluan pengujian dan pengaturan warna pada monitor, warna-warna merah, hijau, dan biru dapat ditampilkan secara terpisah. Beberapa monitor warna dapat menerima sinyal warna campuran dari berbagai warna dan sinyal RGB (Red, Green, Blue), beberapa monitor lainnya hanya dapat menerima sinyal RGB. Pada monitor RGB seringkali dibutuhkan polaritas positip dan polaritas negatip yang sesuai. Pemisahan output R, G, dan B dengan cara memilih TTL atau LOW level tersedia pada konektor BNC yang terdapat pada panel depan Pattern Generator pada modul ini. Sebagai tambahan, polaritas positip dari Vs (vertical sync) dan Hs (horisontal sync) juga dapat diperoleh melalui konektor BNC. Modul ELKA-MR.UM.005 148
  • 170. RGB output dapat diperoleh melalui langkah berikut : 1. Hubungkan RGB output dari NTSC Generator/Pattern Generator input dari monitor warna (color monitor), caranya adalah : ke a. Hubungkan R, G, dan B output dengan penghubung merah, hijau, dan biru dari input monitor warna. b. Jika dibutuhkan campuran warna yang sesuai, hubungkan output dari COMPOSITE SYNC ke input monitor. c. Jika pemisahan vertikal dan horisontal membutuhkan polaritas positip yang sesuai, hubungkan output Vs dan Hs ke penghubung vertikal dan horisontal yang sesuai pada input monitor. d. Jika monitor dilengkapi dengan 9 pin connector dan sesuai dengan 9 pin connector dari Pattern Generator, hubungkanlah keduanya. 2. Pilih TTL atau LOW yang cocok dengan monitor yang sedang diuji. 3. Pilih pola yang diinginkan. M. WAVEFORM MONITORING Terkadang dibutuhkan pemeriksaan bentuk gelombang melalui Oscilloscope atau monitor yang dapat menampilkan bentuk gelombang. Sebagai contoh, untuk mengatasi gangguan pada penerima televisi, output COMPOSITE VIDEO dapat disambungkan ke Oscilloscope atau monitor bentuk gelombang. Output IF dan RF yang ditumpangi bentuk gelombang yang sama dapat diteruskan ke titik-titik dari perangkat yang sedang diuji. Sebagai misal, bentuk gelombang yang diukur dari detektor gambar (video detector) penerima televisi dapat dibandingkan dengan bentuk gelombang yang dihasilkan oleh Pattern Generator. Jika bentuk gelombang yang dihasilkan oleh detektor gambar tidak sama dengan bentuk gelombang yang dihasilkan Pattern Generator berarti ada gangguan pada sirkit detektor gambar. Oscilloscope dengan dual trace sangat cocok untuk keperluan ini. Langkah-langkah teknis dari pembandingan bentuk gelombang adalah sebagai berikut : 1. Sambungkan kabel koaksial dari terminal/jack output COMPOSITE VIDEO ke input vertikal dari Oscilloscope. 2. Sambungkan kabel yang lain dari terminal/jack output COMP SYNC ke input trigger eksternal dari Oscilloscope. 3. Kecepatan ayunan gelombang pada 10 μs/div cocok untuk menampilkan garis horisontal dari campuran gambar, 2 ms/div untuk menampilkan bidang vertikal, dan 5 ms/div untuk menampilkan bingkai vertikal. Pengaturan ayunan gelombang perlu digunakan untuk memperoleh tampilan bentuk gelombang yang baik. Modul ELKA-MR.UM.005 149
  • 171. c. Rangkuman 13. 1) Informasi warna adalah campuran dari sebuah sinyal gambar yang terdiri dari tiga elemen yaitu : warna, kuat cahaya (luminance), dan titik jenuh (saturation). 2) Kuat cahaya atau kecerahan cahaya (brightness) yang ditangkap oleh mata sebenarnya adalah amplitudo dari sinyal gambar. 3) Kuning adalah warna cerah dan memiliki kuat cahaya pada level tinggi yang hampir mendekati kuat cahaya warna putih. 4) Elemen warna dibagi dalam beberapa warna-warna, seperti merah, biru, hijau, dan lain-lain. 5) Sudut fasa dari 3,58 Mhz sebagai pembawa pengganti (subcarrier) warna menentukan warna. 6) Pergeseran fasa sampai 3600 akan menghasilkan warna-warna seperti warna pelangi. 7) Titik jenuh (saturation) tidak menghidupkan satu warnapun, yang menentukan jumlah warna yang dapat dihasilkan adalah cahaya putih. 8) Titik jenuh 100% adalah warna yang tidak ditambahkan dengan warna putih. 9) Informasi dari titik jenuh berisikan amplitudo dengan frekuensi sebesar 3,58 MHz. 10) Kombinasi dari warna dan titik jenuh disebut chroma. 11) Titik jenuh ditandai dengan vektor yang memanjang, dan warna ditandai dengan sudut fasa dari vektor. 12) Pengukuran dengan Vectorscope sangat membantu dalam menganalisa gangguan melalui pola warna yang ditampilkan oleh tabung gambar. 13) RF Output dari Pattern Generator ini dapat digunakan untuk menguji penerima televisi (TV Receiver) 14) I-F Output dari Pattern Generator ini dapat disuntikkan ke dalam bagian IF dari penerima televisi (television receiver) , perekam gambar (video tapes recorders) atau produk video lainnya yang menggunakan frekuensi tengah (IF Frequency) sebesar 45,75 MHz. 15) Satu campuran sinyal gambar (composite video signal) bisa jadi digunakan sebagai input yang disuntikkan ke titik uji (test point) perangkat video yang tidak menggunakan frekuensi seperti monitor gambar, penguat pembagi gambar (video distribution amplifier), perangkat pemroses sinyal dan lain-lain. 16) Suatu campuran sinyal gambar bisa jadi hanya disuntikkan ke titik uji pada pesawat penerima televisi setelah rangkaian detektor video, hanya disuntikkan pada video tape recorders atau perangkat lainnya. 17) Guna keperluan pengujian dan pengaturan warna pada monitor, warna-warna merah, hijau, dan biru dapat ditampilkan secara terpisah. 18) Guna keperluan pengujian dan pengaturan warna pada monitor, warna-warna merah, hijau, dan biru dapat ditampilkan secara terpisah. 19) Terkadang dibutuhkan pemeriksaan bentuk gelombang melalui Oscilloscope atau monitor yang dapat menampilkan bentuk gelombang. 20) Output IF dan RF yang ditumpangi bentuk gelombang yang sama dapat diteruskan ke titik-titik dari perangkat yang sedang diuji. Modul ELKA-MR.UM.005 150
  • 172. 21) Jika bentuk gelombang yang dihasilkan oleh detektor gambar tidak sama dengan bentuk gelombang yang dihasilkan Pattern Generator berarti ada gangguan pada sirkit detektor gambar. d. Tugas 13. 1) Buatlah ringkasan dari uraian materi Pattern Generator. 2) Dengan menggunakan mesin pencari www.google.co.id di internet, carilah petunjuk pengoperasian Pattern Generator merk lain. bandingkan dengan petunjuk pengoperasian (instruction manual) Pattern Generator merk “BK Precision” yang menjadi referensi modul ini. 3) Dengan bantuan guru, kakak, abang, saudara, terjemahkanlah petunjuk pengoperasian Pattern Generator yang Anda peroleh melalui internet tersebut ke dalam bahasa Indonesia. 4) Mintalah petunjuk guru, berapa hari yang Anda butuhkan untuk menterjemahkan petunjuk pengoperasian dimaksud. 5) Mintalah penilaian pada guru Anda. e. Tes Formatif 13 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Informasi warna adalah. Apa yang dimaksud dengan luminans? Kuning adalah warna cerah yang memiliki kuat cahaya level. Titik jenuh ditampilkan dalam. Kombinasi warna dan titik jenuh disebut. Kenapa terjadi titik jenuh dengan persentase rendah? Mata manusia tidak dapat terus menerus merespon perubahan warna, secara teknis, bagaimana mengatasi hal ini? 8. Alat apa yang digunakan untuk menganalisa gangguan pada pola warna. 9. RF Output dari Pattern Generator dapat digunakan untuk menguji penerima televisi (TV Receiver). Bagaimana caranya. 10. I-F Output dari Pattern Generator ini dapat disuntikkan ke dalam bagian IF dari penerima televisi (television receiver) , perekam gambar (video tapes recorders) atau produk video lainnya yang menggunakan frekuensi tengah (IF Frequency) sebesar 45,75 MHz. Bagaimana caranya. f. Kunci Jawaban Tes Formatif 13. 1. Informasi warna adalah campuran dari sebuah sinyal gambar yang terdiri dari tiga elemen yaitu : warna, kuat cahaya (luminance), dan titik jenuh (saturation). 2. Kuat cahaya atau luminans yang merupakan komponen dari sinyal warna adalah satu warna tersendiri, yang tampil dalam warna abu-abu. 3. Kuning adalah warna cerah dan memiliki kuat cahaya pada level tinggi yang hampir mendekati kuat cahaya warna putih. 4. Titik jenuh selalu ditampilkan dalam persen (%). Modul ELKA-MR.UM.005 151
  • 173. 5. Kombinasi dari warna dan titik jenuh disebut chroma. 6. Titik jenuh dengan persentase rendah terjadi karena ada tambahan cahaya putih. 7. Karena mata manusia tidak dapat terus menerus merespon warna yang satu ke warna yang lain dibutuhkan titik jenuh 100% yang menghasilkan amplitudo yang tidak sama untuk semua warna. 8. Vectorscope 9. RF Output dari Pattern Generator dapat digunakan untuk menguji penerima televisi (TV Receiver), caranya adalah sebagai berikut : a. Sambungkan kabel koaksial dari jack output IF/RF Pattern Generator ke terminal antena dari televisi yang diuji. Dibutuhkan titik masuk dengan impedans sebesar 75Ω, atau gunakan penghubung (coupler) yang bernilai antara 75Ω - 300Ω. b. Setel saklar RF/IF dari Pattern Generator pada posisi RF. c. Setel saklar saluran dari perangkat yang sedang diuji pada saluran 3 atau 4, atau saluran lain yang tidak dipakai menerima siaran. d. Setel saklar CH 4/CH 3 dari Pattern Generator pada saluran yang sama dengan saluran dari perangkat yang sedang diuji. e. Pola yang dikehendaki akan terpilih. 10. I-F Output dari Pattern Generator ini dapat disuntikkan ke dalam bagian IF dari penerima televisi (television receiver) , perekam gambar (video tapes recorders) atau produk video lainnya yang menggunakan frekuensi tengah (IF Frequency) sebesar 45,75 MHz. Caranya adalah sebagai berikut : a. Sambungkan probe pada jack output IF/RF dari Pattern Generator. b. Setel saklar IF/RF dari Generator pada posisi IF. c. Sekarang probe dapat digunakan untuk menyuntikkan frekuensi sebesar 45,75 MHz ke titik yang dikehendaki. d. Pola yang dikehendaki akan terpilih. Modul ELKA-MR.UM.005 152
  • 174. g. Lembar Kerja 13. Fungsi Pattern Generator A. Pengantar Pattern Generator adalah alat ukur elektronik yang dapat digunakan untuk menghasilkan RF dan IF output yang kemudian dapat disuntikkan ke rangkaian pesawat penerima televisi/video yang sedang diuji. Disamping itu Pattern Generator juga dapat digunakan untuk membangkitkan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Composite Video Output NTSC STANDARD COLOR BAR PATTERN STAIRCASE PATTERN COLOR BARS WITH 100% WHITE STAIRCASE WITH 100% WHITE CONVERGENCE PATTERN BLACK RASTER PATTERN RGB OUTPUT WAVEFORM MONITORING Karenanya, lembar kerja ini lebih berisikan materi bagaimana Anda dapat menggunakan alat ukur Pattern Generator dengan baik dan benar untuk keperluan seperti yang disebutkan pada pengantar ini. Sebelum melakukan pekerjaan seperti yang ada pada lembar kerja ini, Anda diharapkan dapat kembali membaca bagian modul yang berisikan konfigurasi Pattern Generator, dan usahakanlah untuk selalu berkonsultasi dengan guru Anda. B. Alat dan Bahan  Alat Pattern Generator Oscilloscope  Bahan Pesawat Penerima Televisi atau Perekam Gambar (Video Recorder) C. Langkah Kerja 1. Hidupkanlah Pattern Generator dan Oscilloscope 2. Teliti dengan seksama fungsi dari kontrol dan indikator dari masingmasing alat ukur ini. 3. Lakukanlah langkah kerja dimana Pattern Generator dan Oscilloscope dapat digunakan untuk membangkitkan pola-pola gambar : Modul ELKA-MR.UM.005 153
  • 175. a. Composite Video Output b. NTSC STANDARD COLOR BAR PATTERN c. STAIRCASE PATTERN d. COLOR BARS WITH 100% WHITE e. STAIRCASE WITH 100% WHITE f. CONVERGENCE PATTERN g. BLACK RASTER PATTERN h. RGB OUTPUT i. WAVEFORM MONITORING 4. Lakukan langkah kerja dimana Pattern Generator dan Oscilloscope dapat berfungsi sebagai Vectorscope. 5. Selamat bekerja. Modul ELKA-MR.UM.005 154
  • 176. BAB IV PENUTUP K urikulum 2005 SMK adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi, dimana kompetensi (kewenangan dan kemampuan) yang dimiliki siswa setelah menyelesaikan satu mata diklat adalah sesuatu yang harus dapat diukur dan dapat diunjuk-kerjakan. Dalam konteks ini, sebuah modul yang terstruktur dan berisi materi diklat yang menjurus dan mengerucut (konvergence) pada suatu kompetensi atau sub kompetensi dari satu Program Keahlian adalah suatu keniscayaan. Berbeda dengan pembelajaran konvensional dimana siswa pasif, guru aktif dan materi ajar bertumpu pada buku (yang terkadang hanya dimiliki oleh guru), proses pembelajaran dengan menggunakan modul adalah sebuah proses dimana siswa aktif, dan guru berfungsi sebagai fasilitator. Setiap siswa memiliki modul yang sesuai dengan kompetensi dan sub kompetensi yang dipersyaratkan dari Program Keahlian yang menjadi pilihannya. Satu-satunya kelemahan proses pembelajaran dengan menggunakan modul pada pendidikan kejuruan adalah keterbatasan alat. Hal ini dapat diatasi dengan pembelajaran silang dari beberapa sub kompetensi, dalam konteks Penggunaan Alat Ukur Elektronik bisa terjadi sekelompok siswa mempelajari sub kompetensi yang terkait dengan Multimeter, sekelompok siswa yang lain mempelajari sub kompetensi Oscilloscope. Akhirul kalam, keberhasilan proses pembelajaran dengan modul terpulang kepada tingkat kesadaran batin para guru, “nawaitu” para guru. Kepada Bapak dan Ibu Guru serta Siswa pengguna modul; salam hangat dari dunia pendidikan kejuruan. Jazakumullah. Merdeka! Modul ELKA-MR.UM.005 208
  • 177. DAFTAR PUSTAKA 1. Achjar Chalil, Bina Ketrampilan Elektronika-DWI ETI UTAMA-1983. 2. HUNG CHANG 20 MHz Dual Trace Oscilloscope Model OS-620 Instruction Manual. 3. ELECTRONIC INSULATION TESTER Instruction Manual BK PRECISION MAXTEC INTERNATIONAL CORP. CHICAGO. 4. NTSC GENERATOR Model 1249B Instruction Manual BK PRECISIONTest Equipment Depot-Washington 5. Fotronic Corporation 6. Evaluasi Pembelajaran Umum – Hand-out, Putu Sudira MP, Universitas Negeri Yogyakarta – 2005. 7. www.directindustry.com 8. www.acmehowto.com 9. www.wisegeek.com 10. www.metrictest.com 11. www.sanwa-meter.co.jp 12. www.tequipment.net 13. www.kpsec.freeuk.com 14. www.vehicle-wiring-products.co.uk 15. www.doctronics.co.uk 16. www.patchn.com 17. www.commerce.com.tw 18. www.dansdata.com 19. :www.kpsec.freeuk.com/ components/tran.htm 20. :www.eepcworld.de/ Taschenrechner/s/ulthm5.htm 21. www.globaltestsupply.com 22. www.electronic-circuits-diagrams 23. www.jfk.herts.sch.uk 24. www.thermistor.com 25. www.rafoeg.de 26. http://www.schlotzhauer-versand.de 27. www.technik-zone.de 28. www.oldradioworld.de 29. www.isomatic.co.uk 30. www.perso.wanadoo.fr 31. www.coilwinder.com 32. www.coilgun.eclipse.co.uk 33. www.electronicsinfoline.com 34. www.kpsec.freeuk.com/meters.htm#ohmmeters 35. www.kpsec.freeuk.com/meters.htm#voltmeters 36. www.kpsec.freeuk.com/meters.htm#ammeters 37. www.syspec.com
  • 178. 38. http://www.testequipmentdepot.com/ 39. www.h5.dion.ne.jp 40. http://www.henrys.co.uk 41. http://www.ultratechnology.com/updates.htm 42. www.deyes.sefton.sch.uk 43. www.bkprecision.com 44. http://www.support.radioshack.com/support_tutorials/glossary 45. http://www.cadkraft.com/ElectronicGlossaryUVXYZ.htm 46. www.electronicsinfoline.com
  • 179. BAB III EVALUASI Sub Kompetensi 1 : Multimeter. A. Aspek Kognitif (Pengetahuan) Tes Tertulis Teori (skor 1, bobot nilai 1) 1. Multimeter Analog adalah. 2. Dalam membaca hasil pengukuran, terdapat perbedaan yang paling mendasar antara Multimeter Digital dengan Multimeter Analog. Uraikan perbedaan itu. 3. Multimeter adalah piranti ukur yang dapat digunakan untuk mengukur besaran listrik, yaitu. 4. Papan Skala pada Multimeter digunakan untuk. 5. Saklar jangkauan ukur digunakan untuk. 6. Sekrup Pengatur Posisi Jarum (preset), digunakan untuk. 7. Tombol Pengatur Jarum Pada Posisi Nol (Zero Adjustment), digunakan untuk. 8. Batas Ukur (Range) Kuat Arus, biasanya terdiri dari angka-angka. 9. Batas Ukur (Range) Tegangan (ACV-DCV), terdiri dari angka. 10. Batas Ukur (Range) Ohm, terdiri dari angka. 11. Baterai kering yang dipakai pada Multimeter adalah baterai kering tipe. 12. Kriteria sebuah Multimeter tergantung pada. 13. Bagaimana posisi saklar jangkauan Multimeter pada saat akan mengukur besaran listrik. 14. Bagaimana posisi batas ukur (range) Multimeter pada saat akan mengukur besaran listrik. 15. Hasil pengukuran tegangan listrik (ACV-DCV) dibaca pada bagian papan skala. 16. Hasil pengukuran arus listrik (DCmA) dibaca pada bagian. 17. Hasil pengukuran tahanan/resistan (resistance) dibaca pada bagian. 18. Menurut jenisnya tegangan listrik terbagi dua, yaitu. 19. Sebutkan kegunaan Ohm-meter pada Multimeter. 20. Tahanan (resistance) adalah sebuah nama untuk salah satu komponen elektronika yaitu resistan atau resistor, namun tahanan (resistance) juga berarti perlawanan yang diberikan oleh bahan penghantar (konduktor) atau bahan setengah penghantar (semikonduktor) terhadap. 21. Kuat arus listrik dinyatakan dalam satuan. 22. Apa kaitan tegangan listrik dengan arus listrik. 23. Bagaimana posisi Multimeter (yang berfungsi sebagai Ampere-meter) dalam mengukur kuat arus pada rangkaian. Modul ELKA – MR.UM.005 155
  • 180. 24. Saklar jangkauan ukur pada posisi DCmA, batas ukur (range) pada posisi 25, hasil pengukuran dibaca pada skala. 25. DCV, A adalah. 26. desi-Bel adalah. 27. dB adalah. 28. Apa makna huruf “m” pada dBm. 29. Pengukuan dB dari amplifier sama dengan mengukur tegangan bolak balik kenapa? 30. Apakah ada hubungan antara kemampuan (kompetensi) mengukur komponen di luar rangkaian dengan kemampuan memperbaiki sebuah penguat audio? Jika ada jelaskan, jika tidak ada sebutkan alasannya. Tes Tertulis Praktek (skor 1, bobot nilai 1) 1. Uraikan langkah-langkah mengukur tegangan AC pada jaringan/jala-jala PLN. 2. Uraikan langkah-langkah mengukur tegangan AC dari gulungan skunder transformator 9 Volt 3. Uraikan langkah-langkah mengukur tegangan 6 VDC yang dihasilkan oleh catu daya. 4. Uraikan langkah kerja dalam mengukur resistor dan variabel resistor. 5. Uraikan langkah kerja dalam mengukur kapasitor polar dan non polar di luar rangkaian. 6. Sebuah kapasitor polar dikatakan baik dan masih dapat digunakan jika jarum penunjuk skala menunjuk ke kanan dan kemudian kembali lagi ke kiri, kenapa? 7. Uraikan langkah kerja dalam mengukur sebuah dioda di luar rangkaian. 8. Sebuah dioda dikatakan baik dan masih dapat digunakan jika kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kaki katoda, kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki anoda, jarum penunjuk papan skala akan bergerak ke kanan, benarkah? Jika benar jelaskan alasannya, demikian juga jika salah. 9. Uraikan langkah kerja dalam mengukur transistor PNP dan NPN di luar rangkaian. 10. Uraikan langkah kerja dalam mengukur NTC, PTC, Transformator, dan Coil. Modul ELKA – MR.UM.005 156
  • 181. Kunci Jawaban Tes Tertulis Teori 1. Multimeter Analog adalah Multimeter yang menggunakan kumparan putar untuk menggerakkan jarum penunjuk papan skala. 2. Pada Multimeter Digital hasil pengukuran langsung dapat dibaca dalam bentuk angka yang tampil pada layar display, pada Multimeter Analog hasil pengukuran dibaca lewat penunjukan jarum pada papan skala. 3. Multimeter adalah piranti ukur yang dapat digunakan untuk mengukur besaran listrik, yaitu ; (a) tegangan, (b) arus, dan (c) tahanan (resistance). 4. Papan Skala : digunakan untuk membaca hasil pengukuran 5. Saklar Jangkauan Ukur : digunakan untuk menentukan posisi kerja Multimeter, dan batas ukur (range). 6. Sekrup Pengatur Posisi Jarum (preset) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol (sebelah kiri papan skala). 7. Tombol Pengatur Jarum Pada Posisi Nol (Zero Adjustment) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol sebelum Multimeter digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistan. 8. Batas Ukur (Range) Kuat Arus : biasanya terdiri dari angka-angka; 0,25 – 25 – 500 mA. Untuk batas ukur (range) 0,25, kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 0,25 mA. Untuk batas ukur (range) 25, kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 25 mA. Untuk batas ukur (range) 500, kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 500 mA. 9. Batas Ukur (Range) Tegangan (ACV-DCV) : terdiri dari angka; 10 – 50 – 250 – 500 – 1000 ACV/DCV. 10. Batas Ukur (Range) Ohm : terdiri dari angka; x1, x10 dan kilo Ohm (k). Untuk batas ukur (range) x1 11. Multimeter memakai baterai kering (dry cell) tipe UM-3. 12. Kriteria sebuah Multimeter tergantung pada : a. Kekhususan kepekaan, ditentukan oleh tahanan/resistan (resistance) dibagi dengan tegangan, misalnya 20 k/v untuk DCV dan 8 k/v untuk ACV. (20 k/v  I = E/R = 1/20.000 = ½ x 10-4A = 0,05mA = 50 A). Multimeter menggunakan arus sebesar 50 mikro-Ampere (50 A) untuk alat pengukur (meter) dan akan menarik arus maksimal 50 A dari rangkaian yang diukur. b. Fungsi tambahannya sebagai penguji (tester) transistor untuk menentukan hfe transistor (kemampuan transistor menguatkan arus listrik searah sampai beberapa kali), penguji dioda, dan kapasitas kapasitor dalam hubungannya dengan pekerjaan perbaikan (repair) alat-alat elektronik. 13. Saklar jangkauan Multimeter harus berada pada posisi yang sesuai dengan besaran listrik yang akan diukur. 14. Batas ukur (range) Multimeter harus berada pada posisi angka yang lebih besar dari nilai besaran listrik yang akan diukur. Modul ELKA – MR.UM.005 157
  • 182. 15. Hasil pengukuran tegangan listrik (ACV-DCV) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan ACV-DCV. 16. Hasil pengukuran arus listrik (DCmA) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan DCV, A. 17. Hasil pengukuran tahanan/resistan (resistance) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan  - k. 18. Menurut jenisnya tegangan listrik terbagi dua; (1) Tegangan Listrik Arus Searah/Direct Current Voltage (DCV), dan (2) Tegangan Listrik Arus Bolak Balik/Alternating Current Voltage (ACV). 19. Salah satu fungsi Multimeter adalah kegunaannya sebagai Ohm-meter untuk mengukur tahanan/resistan (resistance). 20. Perlawanan yang diberikan oleh bahan penghantar (konduktor) dan/atau bahan setengah penghantar (semikonduktor) yang terdapat dalam komponen elektronik terhadap arus listrik searah yang mengalir. Keduaduanya memiliki satuan yang dinyatakan dalam Ohm (). 21. Ampere. 22. Tegangan listrik adalah sebuah Gaya Gerak Listrik yang mengakibatkan bergeraknya elektron-elektron bebas pada suatu penghantar. Pergerakan elektron bebas ini menghasilkan arus listrik. 23. Kabel penyidik (probes) dari Multimeter berada diantara dua titik dari satu alur arus listrik yang diputus. 24. Pada papan skla 0 – 250. 25. DCV,A adalah simbol pada papan skala untuk pembacaan hasil pengukuran arus listrik. 26. desi-Bel adalah satu nilai logaritma dari perbandingan antara dua sumber daya atau dua sumber tegangan. 27. dB adalah ungkapan logaritmik dari 2 satuan yang dibanding, atau rasio suatu satuan sinyal listrik (Volt, Ampere, Watt). 28. Dibidang teknik audio disepakati suatu standar yaitu dBm. Huruf “m” merujuk ke daya suara dari 1 mili-Watt pada impedans 600 Ω. 29. Karena tegangan sinyal suara yang diukur bersifat bolak balik. 30. Jika seseorang mampu mengukur komponen di luar rangkaian dengan baik, dia juga dapat mengganti komponen pada penguat audio dengan baik. Tes Tertulis Praktek 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Lihat Lihat Lihat Lihat Lihat Lihat Lihat Lihat Lihat Lihat kunci kunci kunci kunci kunci kunci kunci kunci kunci kunci jawaban jawaban jawaban jawaban jawaban jawaban jawaban jawaban jawaban jawaban Tes Tes Tes Tes Tes Tes Tes Tes Tes Tes Modul ELKA – MR.UM.005 Formatif Formatif Formatif Formatif Formatif Formatif Formatif Formatif Formatif Formatif 2. 2. 2. 3. 3. 3. 3. 3. 3. 3. 158
  • 183. B. Aspek Afektif (Sikap) (bobot nilai 1) NAMA : KELAS : KOMPETENSI KRITERIA KINERJA AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 2 Tekun 1 1.1. 1.2. 1. Menggunakan alat ukur Multimeter 1.3. 1.4. Petunjuk operasi Multimeter dibaca dan dipahami Multimeter diatur pada range dan pilihan pengukuran sesuai dengan keperluan pengukuran yang akan dilakukan Multimeter digunakan sesuai dengan petunjuk operasi kerja dan hasil pengukuran dibaca Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja. 0 2 Teliti Persiapan Awal Peng gunaan Multimeter 1 0 2 Cermat 1 0 Modul ELKA – MR.UM.005 KETERANGAN Mendengarkan dengan sunguhsungguh petunjuk yang diberikan guru dan mengajukan pertanyaan. Mendengarkan petunjuk yang diberikan guru. Kurang mendengarkan petunjuk yang diberikan guru. Melakukan persiapan awal pengukuran sesuai petunjuk. Melakukan persiapan awal pengukuran tidak sesuai petunjuk Mengabaikan sama sekali persiapan awal pengukuran. Memasang kabel penyidik (probes) dan memposisikan batas ukur (range) dengan benar. Memasang kabel penyidik dengan benar, (probes) memposisikan batas ukur (range) tidak benar. Memasang kabel penyidik (probes) dan memposisikan batas ukur (range) tidak benar. 159
  • 184. KOMPETENSI KRITERIA KINERJA AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 2 Tekun 1. Menggunakan alat ukur Multimeter 1.1. Petunjuk operasi Multimeter dibaca dan dipahami 1.2. Multimeter diatur pada range dan pilihan pengukuran sesuai dengan keperluan pengukuran yang akan dilakukan 1.3. Multimeter digunakan sesuai dengan petunjuk operasi kerja dan hasil pengukuran dibaca 1.4. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja. 1 0 2 Mengukur Tegangan Listrik Bolak Balik/Al ternating Current Voltage (ACV). Teliti 1 0 2 Cermat 1 0 Modul ELKA – MR.UM.005 KETERANGAN Melakukan pengukuran dengan sabar. Melakukan pengukuran dengan tergesa-gesa. Melakukan pengukuran dengan sangat tergesa-gesa. Melakukan pembacaan hasil pengukuran tegangan sampai > 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran tegangan > 2x < 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran tegangan 1x. Mengukur tegangan AC dengan memperhatikan keselamatan diri, alat, dan lingkungan. Mengukur tegangan AC dengan memperhatikan keselamatan diri, alat. Mengukur tegangan AC dengan hanya memperhatikan keselamatan dirinya. 160 161
  • 185. KOMPETENSI KRITERIA KINERJA AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 2 1.1. 1.2. 1. Menggunakan alat ukur Multimeter 1.3. 1.4. Petunjuk operasi Multimeter dibaca dan dipahami Multimeter diatur pada range dan pilihan pengukuran sesuai dengan keperluan pengukuran yang akan dilakukan Multimeter digunakan sesuai dengan petunjuk operasi kerja dan hasil pengukuran dibaca Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja. Tekun 1 0 2 Mengukur Tegangan Listrik Searah/Direct Current Voltage (DC). Teliti 1 0 2 Cermat 1 0 Modul ELKA – MR.UM.005 KETERANGAN Melakukan pengukuran dengan sabar. Melakukan pengukuran dengan tergesa-gesa. Melakukan pengukuran dengan sangat tergesa-gesa. Melakukan pembacaan hasil pengukuran tegangan sampai > 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran tegangan > 2x < 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran tegangan 1x. Mengukur tegangan DC dengan memperhatikan keselamatan diri, alat, dan lingkungan. Mengukur tegangan DC dengan memperhatikan keselamatan diri, alat. Mengukur tegangan DC dengan hanya memperhatikan keselamatan dirinya. 161 162
  • 186. KOMPETENSI KRITERIA KINERJA AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 2 1.5. 1.6. 1. Menggunakan alat ukur Multimeter 1.7. 1.8. Modul ELKA – MR.UM.005 Petunjuk operasi Multimeter dibaca dan dipahami Multimeter diatur pada range dan pilihan pengukuran sesuai dengan keperluan pengukuran yang akan dilakukan Multimeter digunakan sesuai dengan petunjuk operasi kerja dan hasil pengukuran dibaca Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja. Tekun 1 0 2 Teliti Mengukur Arus Listrik Searah/Direct Current (DC) 1 0 2 Cermat 1 0 KETERANGAN Melakukan pengukuran dengan sabar. Melakukan pengukuran dengan tergesa-gesa. Melakukan pengukuran dengan sangat tergesa-gesa. Melakukan pembacaan hasil pengukuran arus sampai > 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran arus > 2x < 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran arus 1x. Mengukur arus DC dengan memperhatikan keselamatan diri, alat, dan lingkungan. Mengukur arus DC dengan memperhatikan keselamatan diri, alat. Mengukur arus DC dengan hanya memperhatikan keselamatan dirinya. 162 163
  • 187. KOMPETENSI KRITERIA KINERJA AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 2 1.9. 1. Menggunakan alat ukur Multimeter Modul ELKA – MR.UM.005 Petunjuk operasi Multimeter dibaca dan dipahami 1.10. Multimeter diatur pada range dan pilihan pengukuran sesuai dengan keperluan pengukuran yang akan dilakukan 1.11. Multimeter digunakan sesuai dengan petunjuk operasi kerja dan hasil pengukuran dibaca 1.12. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja. Tekun 1 0 2 Teliti Melakukan Pengukuran Komponen di luar rangkaian 1 0 2 Cermat 1 0 KETERANGAN Melakukan pengukuran dengan sabar. Melakukan pengukuran dengan tergesa-gesa. Melakukan pengukuran dengan sangat tergesa-gesa. Melakukan pembacaan hasil pengukuran sampai > 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran > 2x < 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran 1x. Mengukur komponen dengan memperhatikan keselamatan diri, alat, dan lingkungan. Mengukur komponen dengan memperhatikan keselamatan diri, alat. Mengukur komponen dengan hanya memperhatikan keselamatan dirinya. 163 164
  • 188. Modul ELKA – MR.UM.005
  • 189. Modul ELKA – MR.UM.005 155
  • 190. Sub Kompetensi 1 : Multimeter. C. Aspek Psikomotor (Ketrampilan) NAMA KELAS NO 01 : : ASPEK YANG DINILAI Kebenaran menggunakan Multimeter untuk mengukur Tegangan Listrik Bolak Balik/Alternating Current (AC). 02 Kecepatan dan ketepatan membaca hasil pengukuran Tegangan Listrik Bolak Balik/Alternating Current (AC). 03 Kecepatan dan ketepatan membaca hasil pengukuran Tegangan Listrik Searah /Direct Current (DC). 04 Kecepatan dan ketepatan membaca hasil pengukuran Arus Listrik Searah/ Direct Current mili Ampere (DcmA) 05 Kecepatan dan ketepatan membaca hasil pengukuran resistan dari resistor tetap. Modul ELKA-MR.UM.005 BOBOT NILAI 2 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 > > > > KETERANGAN Benar Salah < 2 menit 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit 2 menit < 3 menit > 3 menit SKOR 1 0 1 0,5 0 1 0,5 0 1 0,5 0 1 0,5 0 163
  • 191. NO ASPEK YANG DINILAI 06 Kecepatan dan ketepatan mengukur nilai resistan dari resistor tidak tetap. 07 Kecepatan dan ketepatan mengukur resistor peka cahaya untuk mencek apakah resistor masih dapat dipakai atau sudah rusak 08 Kecepatan dan ketepatan mengukur kapasitor polar untuk mencek apakah kapasitor masih dapat dipakai atau sudah rusak 09 Kecepatan dan ketepatan mengukur kapasitor non polar untuk mencek apakah kapasitor masih dapat dipakai atau sudah rusak 10 Kecepatan dan ketepatan mengukur transistor PNP untuk mencek apakah transistor masih dapat dipakai atau sudah rusak 11 Kecepatan dan ketepatan mengukur transistor NPN untuk mencek apakah transistor masih dapat dipakai atau sudah rusak 12 Kecepatan dan ketepatan mengukur dioda untuk mencek apakah dioda masih dapat dipakai atau sudah rusak 13 Kecepatan dan ketepatan mengukur transformator untuk mencek apakah dioda masih dapat dipakai atau sudah rusak 14 Kecepatan dan ketepatan mengukur gulungan (coil) untuk mencek apakah dioda masih dapat dipakai atau sudah rusak Modul ELKA-MR.UM.005 BOBOT NILAI 2 1 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 2 > > > > KETERANGAN < 2 menit 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit SKOR 1 0,5 0 1 0,5 0 1 0,5 0 1 0,5 0 1 1 0 2 > 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit 0,5 0 1 1 0 2 1 0 2 1 > 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit > 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit > 2 menit < 3 menit 0,5 0 > 3 menit 0 0 1 0,5 0 1 0,5 2 < 2 menit 1 1 0 > 2 menit < 3 menit > 3 menit 0,5 0 164
  • 192. PENGGABUNGAN KETIGA NILAI ASPEK SKOR (1-100) PENGETAHUAN 40 KETRAMPILAN 14 SIKAP 30 NILAI AKHIR Modul ELKA-MR.UM.005 BOBOT 1 2 1 NILAI 40 28 30 98 KETERANGAN Syarat lulus nilai mini mal = 70 168 165
  • 193. Modul ELKA-MR.UM.005 169
  • 194. Sub Kompetensi 2 : Oscilloscope A. Aspek Kognitif (Pengetahuan) Tes Tertulis Teori (skor 1, bobot nilai 2) 1. Tuliskan kegunaan umum dari Oscilloscope. 2. Bentuk gelombang apa saja yang dapat dilihat melalui Oscilloscope? 3. Tuliskan tiga keuntungan yang diperoleh jika kita menggunakan alat ukur Oscilloscope dalam pelaksanaan perbaikan perangkat audio-video. 4. Dilihat dari zat phospor yang digunakan, ada berapa jenis Oscilloscope? 5. Gambarkan bentuk gelombang gigi gergaji. 6. Apa keuntungannya jika kita menggunakan Oscilloscope dual trace? 7. Oscillloscope adalah alat ukur elektronik yang kerap digunakan untuk menghitung perbedaan fasa dari beberapa gelombang listrik, disamping itu Oscilloscope juga digunakan untuk. 8. Berapa % toleransi tegangan yang dapat diberikan pada Oscilloscope yang menggunakan tegangan 110-220 VAC. 9. Berapa Volt tegangan peak to peak yang dapat diterima oleh konektor V Input (V-IN)? 10. Sangat terlarang menghubungkan input konektor Oscilloscope dengan playbak TV, kenapa? Tes Tertulis Praktek (skor 1, bobot nilai 2) Uraikan langkah-langkah : 1. 2. 3. 4. 5. Mengukur tegangan AC Mengukur tegangan DC Mengukur frekuensi yang tidak diketahui. Langkah-langkah awal dalam pengoperasian Oscilloscope Menghindari terbakarnya ion Modul ELKA-MR.UM.005 166
  • 195. Kunci Jawaban Tes Tertulis Teori. 1. Oscilloscope adalah alat ukur elektronik, digunakan untuk melihat bentuk gelombang dari tegangan, harga-harga momen tegangan dalam bentuk sinus maupun bukan sinus. 2. Bentuk gelombang sinyal audio dan video, bentuk gelombang Tegangan Listrik Arus Bolak Balik yang berasal dari generator pembangkit tenaga listrik, maupun Tegangan Listrik Arus Searah yang berasal dari catu daya/baterai 3. Ada tiga keuntungan, Pertama, tiap-tiap titik uji (test point) dari rangkaian audio-video oleh pabrik pembuatnya telah diberikan bentuk sinyal standar yang dapat dilihat dengan Oscilloscope dan dapat dijadikan pembanding dalam pelacakan gangguan/perbaikan, Kedua, dengan melihat sinyal standar kita dapat mengetahui apakah pada titik uji terdapat sinyal standar tersebut atau tidak, jika tidak, dapat dipastikan komponen di sekitar titik uji tersebut mengalami gangguan, dan Ketiga, kita dapat melihat sinyal output standar yang dapat dijadikan pembanding dalam pelacakan gangguan/perbaikan. 4. Ada dua jenis : Storage Oscilloscope dan Regulator Oscilloscope. 5. Bentuk gelombang gigi gergaji adalah sebagaimana gambar berikut. 6. Kita dapat membandingkan bentuk gelombang yang satu dengan bentuk gelombang yang lain. 7. Oscilloscope juga digunakan untuk :      mengukur tegangan dan menghitung frekuensi, melihat bentuk gelombang, mengukur Amplitudo Modulasi yang dihasilkan oleh pemancar radio dan generator pembangkit sinyal, mengukur keadaan perubahan aliran (phase) dari sinyal input, mengukur frekuensi yang tidak diketahui. Modul ELKA-MR.UM.005 167
  • 196. 8. 10% 9. 600 Volt 10. Karena playback TV mengeluarkan tegangan tinggi di atas 600 Volt yang dapat merusak Oscilloscope. Tes Tertulis Praktek 1. Langkah-langkah mengukur tegangan AC adalah sebagai berikut :     tombol SWEEP TIME/DIV berada pada posisi 5 msec (5 mili second), tombol VOLTS/DIV pada posisi 2V (dengan demikian 1 kotak/1 DIV pada layar CRT = 2 Volt), tegangan puncak (peak voltage) = 2 DIV x 2V = 4 Volt, tegangan dari puncak ke puncak (peak to peak voltage)= 4 DIV....(a) = 4 DIV x 2 Volt = 8 Volt. 2. Langkah-langkah mengukur tegangan DC adalah sebagai berikut :       Setel tombol AC-GND-DC pada posisi DC. Setel tombol MODE pada CH-A. Pasang kabel penyidik (probe) ke VERTICAL INPUT CH-A/INPUT Y. Sambungkan ujung kabel penyidik (probe) ke sumber tegangan DC yang akan diukur. Untuk tegangan positip, trace pada layar akan bergerak ke atas, untuk tegangan negatip, trace pada layar akan bergerak ke bawah. Posisi kalibrasi (CAL) pada tombol VOLTS/DIV = 10 mV, hasil pengukuran (tiga kolom pada Oscilloscope) = 30 mV. 3. Langkah-langkah mengukur frekuensi yang tidak diketahui adalah sebagai berikut :       Putar tombol SWEEP TIME/DIV ke CH-B. Hubungkan frekuensi yang diketahui ke INPUT X/ CH-B Setel kontrol vertikal untuk mencocokkan amplitudonya. Hubungkan frekuensi yang tidak diketahui ke INPUT Y/CH-A. Tombol SOURCE pada posisi EXT. Frekuensi dapat dihitung. Modul ELKA-MR.UM.005 168
  • 197. 4. Langkah-langkah awal dalam mengoperasikan Oscilloscope. a) Tombol ON-OFF pada posisi OFF b) Posisikan semua tombol yang memiliki tiga posisi pada posisi tengah. c) Putar tombol INTENSITY pada posisi tengah. d) Dorong tombol PULL 5X MAG ke dalam untuk memperoleh posisi normal. e) Dorong tombol TRIGGERING LEVEL pada posisi AUTO. f) Sambungkan kabel saluran listrik bolak balik ke stop-kontak ACV. g) Putar tombol ON-OFF pada posisi ON. Kira-kira 20 detik kemudian satu jalur garis akan tergambar pada layar CRT. Jika garis ini belum terlihat, putar tombol INTENSITY searah jarum jam. h) Atur tombol FOCUS dan INTENSITY untuk memperjelas jalur garis. i) Atur ulang posisi vertikal dan horisontal sesuai dengan kebutuhan. j) Sambungkan probe ke input saluran-A/channel-A (CH-A) atau ke input saluran B/channel-B (CH-B) sesuai kebutuhan. k) Sambungkan probe ke terminal CAL untuk memperoleh kalibrasi 0,5Vp-p. l) Putar pelemah vertikal (vertical attenuator), saklar VOLTS/DIV pada posisi 10 mV, dan putar tombol VARIABLE searah jarum jam. Putar TRIGGERING SOURCE ke CH-A, gelombang persegi empat (square-wave) akan terlihat di layar. 5. Langkah-langkah menghindari terbakarnya ion ; Tombol INTENSITY harus digerakkan untuk menghentikan (mematikan) pijaran yang dihasilkan oleh gambar titik. Atau gambar titik digerak-gerakkan dengan dengan memutar-mutar tombol SWEEP TIME. Modul ELKA-MR.UM.005 169
  • 198. B. Aspek Afektif (Sikap). (bobot nilai 1) NAMA : KELAS : KOMPETENSI 2. Menggunakan alat ukur Oscilloscope KRITERIA KINERJA 2.1. Petunjuk operasi Oscilloscope dibaca dan dipahami 2.2. persiapan penggunaan Oscilloscope dilakukan sesuai dengan keperluan pengukuran yang akan dilakukan 2.3. Oscilloscope digunakan sesuai dengan petunjuk operasi dan hasil pengukuran dibaca dan dimengerti. Penggunaan tiap fungsi panel depan di-demokan sesuai dengan apa yang diukur, misalnya V-div, T-div, AC/DC coupling, trigger internal/external, probe teredam 10x, 100x, 0x, dsb. 2.4. Dilakukan standar pengaturan/kalibrasi sederhana (V-div dan T-div) untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih baik 2.5. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 1 Tekun 0,5 0 1 Melakukan Persiapan Pengoperasian Osci lloscope Teliti 0,5 0 1 Cermat 0,5 0 Modul ELKA-MR.UM.005 KETERANGAN Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian Oscillosco pe sesuai petunjuk. Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian dengan tergesa-gesa. Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian dengan sangat tergesa-gesa. Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian sampai > 3x. Melaksanakan langkah-langkah awal > 2x < 3x. Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian 1x. Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian dengan memperhatikan keselamatan diri, alat, dan lingkungan. Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian dengan memperhatikan keselamatan diri, dan alat. Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian dengan ha nya memperhatikan keselama tan dirinya. 170
  • 199. KOMPETENSI 2. Menggunakan alat ukur Oscilloscope KRITERIA KINERJA 2.1. Petunjuk operasi Oscilloscope dibaca dan dipahami 2.2. persiapan penggunaan Oscilloscope dilakukan sesuai dengan keperluan pengukuran yang akan dilakukan 2.3. Oscilloscope digunakan sesuai dengan petunjuk operasi dan hasil pengukuran dibaca dan dimengerti. Penggunaan tiap fungsi panel depan di-demokan sesuai dengan apa yang diukur, misalnya V-div, T-div, AC/DC coupling, trigger internal/external, probe teredam 10x, 100x, 0x, dsb. 2.4. Dilakukan standar pengaturan/kalibrasi sederhana (V-div dan T-div) untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih baik 2.5. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja Modul ELKA-MR.UM.005 AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 1 Tekun 0,5 0 1 Teliti Mengukur Tegangan AC 0,5 0 1 Cermat 0,5 0 KETERANGAN Melakukan pengukuran dengan sabar. Melakukan pengukuran dengan tergesa-gesa. Melakukan pengukuran dengan sangat tergesa-gesa. Melakukan pembacaan hasil pengukuran tegangan sampai > 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran tegangan > 2x < 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran tegangan 1x. Mengukur tegangan AC dengan memperhatikan keselamatan diri, alat, dan lingkungan. Mengukur tegangan AC dengan memperhatikan keselamatan diri, alat. Mengukur tegangan AC dengan hanya memperhatikan keselamatan dirinya. 171
  • 200. KOMPETENSI 2. Menggunakan alat ukur Oscilloscope KRITERIA KINERJA 2.1. Petunjuk operasi Oscilloscope dibaca dan dipahami 2.2. persiapan penggunaan Oscilloscope dilakukan sesuai dengan keperluan pengukuran yang akan dilakukan 2.3. Oscilloscope digunakan sesuai dengan petunjuk operasi dan hasil pengukuran dibaca dan dimengerti. Penggunaan tiap fungsi panel depan di-demokan sesuai dengan apa yang diukur, misalnya V-div, T-div, AC/DC coupling, trigger internal/external, probe teredam 10x, 100x, 0x, dsb. 2.4. Dilakukan standar pengaturan/kalibrasi sederhana (V-div dan T-div) untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih baik 2.5. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja Modul ELKA-MR.UM.005 AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 1 Tekun 0,5 0 1 Teliti Mengukur Tegangan DC 0,5 0 1 Cermat 0,5 0 KETERANGAN Melakukan pengukuran dengan sabar. Melakukan pengukuran dengan tergesa-gesa. Melakukan pengukuran dengan sangat tergesa-gesa. Melakukan pembacaan hasil pengukuran tegangan sampai > 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran tegangan > 2x < 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran tegangan 1x. Mengukur tegangan DC dengan memperhatikan keselamatan diri, alat, dan lingkungan. Mengukur tegangan DC dengan memperhatikan keselamatan diri, dan alat. Mengukur tegangan DC dengan hanya memperhatikan keselamatan dirinya. 172
  • 201. KOMPETENSI 2. Menggunakan alat ukur Oscilloscope KRITERIA KINERJA 2.1. Petunjuk operasi Oscilloscope dibaca dan dipahami 2.2. persiapan penggunaan Oscilloscope dilakukan sesuai dengan keperluan pengukuran yang akan dilakukan 2.3. Oscilloscope digunakan sesuai dengan petunjuk operasi dan hasil pengukuran dibaca dan dimengerti. Penggunaan tiap fungsi panel depan di-demokan sesuai dengan apa yang diukur, misalnya V-div, T-div, AC/DC coupling, trigger internal/external, probe teredam 10x, 100x, 0x, dsb. 2.4. Dilakukan standar pengaturan/kalibrasi sederhana (V-div dan T-div) untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih baik 2.5. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja Modul ELKA-MR.UM.005 AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 1 Tekun 0,5 0 1 Teliti Menghitung Frekuen si 0,5 0 1 Cermat 0,5 0 KETERANGAN Melakukan pengukuran (untuk menghitung frekuensi) dengan sabar. Melakukan pengukuran dengan tergesa-gesa. Melakukan pengukuran dengan sangat tergesa-gesa. Melakukan pembacaan hasil pengukuran sampai > 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran > 2x < 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran 1x. Mengukur (untuk menghitung frekuensi) dengan memperha tikan keselamatan diri, alat, dan lingkungan. Mengukur (untuk menghitung frekuensi) dengan memperha tikan keselamatan diri, dan alat. Mengukur (untuk menghitung frekuensi) dengan hanya memperhatikan keselamatan dirinya. 173
  • 202. KOMPETENSI 2. Menggunakan alat ukur Oscilloscope KRITERIA KINERJA 2.1. Petunjuk operasi Oscilloscope dibaca dan dipahami 2.2. persiapan penggunaan Oscilloscope dilakukan sesuai dengan keperluan pengukuran yang akan dilakukan 2.3. Oscilloscope digunakan sesuai dengan petunjuk operasi dan hasil pengukuran dibaca dan dimengerti. Penggunaan tiap fungsi panel depan di-demokan sesuai dengan apa yang diukur, misalnya V-div, T-div, AC/DC coupling, trigger internal/external, probe teredam 10x, 100x, 0x, dsb. 2.4. Dilakukan standar pengaturan/kalibrasi sederhana (V-div dan T-div) untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih baik 2.5. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja Modul ELKA-MR.UM.005 AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 1 Tekun 0.5 0 1 Teliti Melihat Bentuk Gelombang 0,5 0 0 Cermat 0,5 0 KETERANGAN Melakukan pengukuran (untuk melihat bentuk gelombang) dengan sabar. Melakukan pengukuran dengan tergesa-gesa. Melakukan pengukuran dengan sangat tergesa-gesa. Melakukan pembacaan hasil pengukuran sampai > 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran > 2x < 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran 1x. Mengukur (untuk melihat ben tuk gelombang) dengan mem perhatikan keselamatan diri, alat, dan lingkungan. Mengukur (untuk melihat ben tuk gelombang) dengan mem perhatikan keselamatan diri, dan alat. Mengukur (untuk melihat ben tuk gelombang) dengan hanya memperhatikan keselamatan dirinya. 174
  • 203. KOMPETENSI 2. Menggunakan alat ukur Oscilloscope KRITERIA KINERJA 2.1. Petunjuk operasi Oscilloscope dibaca dan dipahami 2.2. persiapan penggunaan Oscilloscope dilakukan sesuai dengan keperluan pengukuran yang akan dilakukan 2.3. Oscilloscope digunakan sesuai dengan petunjuk operasi dan hasil pengukuran dibaca dan dimengerti. Penggunaan tiap fungsi panel depan di-demokan sesuai dengan apa yang diukur, misalnya V-div, T-div, AC/DC coupling, trigger internal/external, probe teredam 10x, 100x, 0x, dsb. 2.4. Dilakukan standar pengaturan/kalibrasi sederhana (V-div dan T-div) untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih baik 2.5. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja Modul ELKA-MR.UM.005 AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 1 Tekun 0,5 0 1 Teliti Mengukur Amplitudo Modulasi 0,5 0 1 Cermat 0,5 0 KETERANGAN Melakukan pengukuran (untuk mengukur amplitudo modulasi) dengan sabar. Melakukan pengukuran dengan tergesa-gesa. Melakukan pengukuran dengan sangat tergesa-gesa. Melakukan pembacaan hasil pengukuran sampai > 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran > 2x < 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran 1x. Mengukur amplitudo modulasi dengan memperhatikan kese lamatan diri, alat, dan lingkung an. Mengukur dengan memperhati kan keselamatan diri, dan alat. Mengukur dengan hanya mem perhatikan keselamatan diri nya. 175
  • 204. KOMPETENSI 2. Menggunakan alat ukur Oscilloscope KRITERIA KINERJA 2.1. Petunjuk operasi Oscilloscope dibaca dan dipahami 2.2. persiapan penggunaan Oscilloscope dilakukan sesuai dengan keperluan pengukuran yang akan dilakukan 2.3. Oscilloscope digunakan sesuai dengan petunjuk operasi dan hasil pengukuran dibaca dan dimengerti. Penggunaan tiap fungsi panel depan di-demokan sesuai dengan apa yang diukur, misalnya V-div, T-div, AC/DC coupling, trigger internal/external, probe teredam 10x, 100x, 0x, dsb. 2.4. Dilakukan standar pengaturan/kalibrasi sederhana (V-div dan T-div) untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih baik 2.5. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja Modul ELKA-MR.UM.005 AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 1 Tekun 0,5 0 1 Mengukur Keadaan Perubahan Aliran (phase) dari Sinyal Input Teliti 0,5 0 1 Cermat 0,5 0 KETERANGAN Melakukan pengukuran (untuk mengukur keadaan perubahan aliran sinyal input) dengan sabar. Melakukan pengukuran dengan tergesa-gesa. Melakukan pengukuran dengan sangat tergesa-gesa. Melakukan pembacaan hasil pengukuran sampai > 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran > 2x < 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran 1x. Mengukur perubahan aliran si nyal input dengan memperhati kan keselamatan diri, alat, dan lingkungan. Mengukur perubahan aliran si nyal input dengan memperhati kan keselamatan diri, dan alat. Mengukur perubahan aliran si nyal input dengan hanya mem perhatikan keselamatan diri nya. 176
  • 205. KOMPETENSI 2. Menggunakan alat ukur Oscilloscope KRITERIA KINERJA 2.1. Petunjuk operasi Oscilloscope dibaca dan dipahami 2.2. persiapan penggunaan Oscilloscope dilakukan sesuai dengan keperluan pengukuran yang akan dilakukan 2.3. Oscilloscope digunakan sesuai dengan petunjuk operasi dan hasil pengukuran dibaca dan dimengerti. Penggunaan tiap fungsi panel depan di-demokan sesuai dengan apa yang diukur, misalnya V-div, T-div, AC/DC coupling, trigger internal/external, probe teredam 10x, 100x, 0x, dsb. 2.4. Dilakukan standar pengaturan/kalibrasi sederhana (V-div dan T-div) untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih baik 2.5. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja Modul ELKA-MR.UM.005 AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 1 Tekun 0,5 0 1 Teliti Mengukur Frekuensi yang Tidak Diketahui 0,5 0 1 Cermat 0,5 0 KETERANGAN Melakukan pengukuran (untuk mengukur frekuensi yang tidak diketahui) dengan sabar. Melakukan pengukuran dengan tergesa-gesa. Melakukan pengukuran dengan sangat tergesa-gesa. Melakukan pembacaan hasil pengukuran sampai > 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran > 2x < 3x. Melakukan pembacaan hasil pengukuran 1x. Mengukur frekuensi yang tidak diketahui dengan memperhati kan keselamatan diri, alat, dan lingkungan. Mengukur frekuensi yang tidak diketahui dengan memperhati kan keselamatan diri, dan alat. Mengukur frekuensi yang tidak diketahui dengan hanya mem perhatikan keselamatan diri nya. 177
  • 206. C. Aspek Psikomotor (Ketrampilan) NAMA KELAS NO 01 : : ASPEK YANG DINILAI Kebenaran langkah-langkah persiapan pengoperasian Oscillos cope untuk; mengukur tegangan, menghitung frekuensi, meli hat bentuk gelombang, mengukur amplitudo modulasi, mengu kur phase input, dan mengukur frekuensi yang tidak diketahui. 02 Kecepatan dan ketepatan membaca hasil pengukuran Tegangan Listrik Bolak Balik/Alternating Current (AC). 03 Kecepatan dan ketepatan membaca hasil pengukuran Tegangan Listrik Searah /Direct Current (DC). 04 Kecepatan dan ketepatan membaca hasil pengukuran frekuensi 05 Kecepatan dan ketepatan membaca hasil pengamatan bentuk gelombang. Modul ELKA-MR.UM.005 BOBOT NILAI KETERANGAN SKOR 2 Benar 1 1 Salah 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 >2 >2 >2 >2 < 2 menit menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit menit < 3 menit > 3 menit 1 0,5 0 1 0,5 0 1 0,5 0 1 0,5 0 178
  • 207. NO ASPEK YANG DINILAI 06 Kecepatan dan ketepatan membaca hasil pengukuran amplitudo modulasi. 07 Kecepatan dan ketepatan membaca hasil pengukuran phase input. 08 Kecepatan dan ketepatan membaca hasil pengukuran frekuensi yang tidak diketahui. BOBOT NILAI 2 1 0 2 1 0 2 1 0 KETERANGAN < 2 menit > 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit > 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit > 2 menit < 3 menit > 3 menit SKOR 1 0,5 0 1 0,5 0 1 0,5 0 PENGGABUNGAN KETIGA NILAI ASPEK SKOR (1-100) PENGETAHUAN 30 KETRAMPILAN 8 SIKAP 24 NILAI AKHIR Modul ELKA-MR.UM.005 BOBOT 2 2 1 NILAI 60 16 24 100 KETERANGAN Syarat lulus nilai mini mal = 70 179
  • 208. Sub Kompetensi 3 : Insulation Tester. A. Aspek Kognitif (Pengetahuan) Tes Tertulis Teori (skor 1, bobot nilai 4) 1. Insulation tester digunakan untuk. 2. Secara normatif tegangan listrik setinggi 1 Volt membutuhkan isolasi yang memiliki nilai tahanan/resistans (resistance) sebesar. 3. Insulation tester biasanya digunakan pada. 4. Output Jacks, MΩ. digunakan untuk memeriksa. 5. Input Jacks, ACV digunakan untuk. 6. Melalui DC to DC Converter tegangan sebesar 9V pada Insulation tester akan dinaikkan hingga. 7. Hasil pengujian tegangan dengan dapat dibaca pada dua alur bacaan pada. 8. Alur bagian atas pada papan skala digunakan untuk pembacaan pengukuran nilai. 9. Ketika mengukur kebocoran tegangan, hasil pembacaan yang ideal pada papan skala Ω adalah adalah. 10. Pada persiapan awal penggunaan Insulation tester, sebelum melakukan pengukuran tegangan AC jarum pada papan skala diperiksa. Jarum penunjuk harus berada pada posisi. Tes Tertulis Praktek (skor 1, bobot nilai 4) 1. Ketika mengukur isolasi, rangkaian yang akan diukur harus berada pada posisi OFF dan tidak tersambung dengan. 2. Bagaimana penyetelan posisi saklar kiri dan saklar kanan agar Insulation tester dapat dioperasikan. 3. Ketika akan mengukur isolasi dengan Insulation tester, kabel penyidik (probes) warna hitam di sambungkan kemana? 4. Jika tidak terjadi kebocoran pada isolasi yang membungkus kabel listrik (atau rangkaian elektronik lainnya), jarum penunjuk pada Insulation tester akan tetap menunjuk posisi. 5. Jika terjadi kebocoran pada isolasi yang membungkus kabel listrik (atau rangkaian elektronik lainnya) Ke arah mana jarum penunjuk pada Insulation tester akan bergerak. Modul ELKA-MR.UM.005 180
  • 209. Kunci Jawaban Tes Tertulis Teori. 1. Insulation Tester biasanya digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistans (resistance) dari isolasi (insulation) yang membungkus bahan penghantar yang digunakan pada kabel listrik. 2. 1000 Ohm (Ω). 3. Industri trafo, pemasangan jaringan listrik, dan motor listrik. 4. Isolasi. 5. Pengukuran tegangan AC dan nilai tahanan/resistan (resistance). 6. 1000 Volt. 7. Papan Skala. 8. Pembacaan pengukuran nilai tahanan/resistan (resistance) dari 0-2000 MΩ. 9. Tak terhingga (∞). 10. Nol atau (∞). Tes Tertulis Praktek. 1. Jaringan listrik PLN atau Generator Pembangkit yang menghasilkan tegangan tinggi. 2. Setel saklar kiri pada posisi “ON MΩ” saklar kanan pada posisi “MΩ” POWER ON Indicator akan bekerja. 3. Ke “common” atau ground dari rangkaian yang akan diukur. 4. Jarum akan tetap menunjuk posisi tak terhingga (∞). 5. Jarum akan bergerak ke kanan. Modul ELKA-MR.UM.005 181
  • 210. B. Aspek Afektif (Sikap). (bobot nilai 1) NAMA : KELAS : KOMPETENSI KRITERIA KINERJA AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 3 Tekun 2 1 3. Menggunakan alat uji Insulation Tester 3.1. Petunjuk operasi Insulation Tester dibaca dan difahami 3.2. Persiapan penggunaan Insulation tester sesuai dengan keperluan pengujian yang akan dilakukan 3.3. Insulation Tester digunakan sesuai dengan petunjuk operasi 3.4. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja, misalnya bahaya tegangan tinggi dimengerti untuk mencegah timbulnya kecelakaan 3 Teliti 2 Persiapan Awal 1 3 Cermat 2 1 Modul ELKA-MR.UM.005 KETERANGAN Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian Insulation Tester sesuai petunjuk. Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian dengan tergesa-gesa. Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian dengan sangat tergesa-gesa. Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian sampai > 3x. Melaksanakan langkah-langkah awal > 2x < 3x. Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian 1x. Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian dengan memperhatikan keselamatan diri, alat, dan lingkungan. Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian dengan memperhatikan keselamatan diri, dan alat. Melaksanakan langkah-langkah awal pengoperasian dengan ha nya memperhatikan keselama tan dirinya. 182
  • 211. KOMPETENSI KRITERIA KINERJA AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 3 Tekun 2 1 3. Menggunakan alat uji Insulation Tester 3.1. Petunjuk operasi Insulation Tester dibaca dan difahami 3.2. Persiapan penggunaan Insulation tester sesuai dengan keperluan pengujian yang akan dilakukan 3.3. Insulation Tester digunakan sesuai dengan petunjuk operasi 3.4. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja, misalnya bahaya tegangan tinggi dimengerti untuk mencegah timbulnya kecelakaan 3 Teliti Mengukur Isolasi 2 1 3 Cermat 2 1 Modul ELKA-MR.UM.005 KETERANGAN Melaksanakan langkah-langkah pengukuran isolasi sesuai petunjuk. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran dengan tergesagesa. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran dengan sangat tergesa-gesa. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran sampai > 3x. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran > 2x < 3x. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran 1x. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran dengan memperha tikan keselamatan diri, alat, dan lingkungan. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran dengan memperha tikan keselamatan diri, dan alat. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran dengan hanya memperhatikan keselamatan dirinya. 183
  • 212. KOMPETENSI KRITERIA KINERJA AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 2 Tekun 1 0 3. Menggunakan alat uji Insulation Tester 3.1. Petunjuk operasi Insulation Tester dibaca dan difahami 3.2. Persiapan penggunaan Insulation tester sesuai dengan keperluan pengujian yang akan dilakukan 3.3. Insulation Tester digunakan sesuai dengan petunjuk operasi 3.4. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja, misalnya bahaya tegangan tinggi dimengerti untuk mencegah timbulnya kecelakaan 2 Teliti Mengukur Tegangan AC 1 0 2 Cermat 1 0 Modul ELKA-MR.UM.005 KETERANGAN Melaksanakan langkah-langkah pengukuran tegangan AC sesu ai petunjuk. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran dengan tergesagesa. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran dengan sangat tergesa-gesa. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran sampai > 3x. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran > 2x < 3x. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran 1x. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran dengan memperha tikan keselamatan diri, alat, dan lingkungan. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran dengan memperha tikan keselamatan diri, dan alat. Melaksanakan langkah-langkah pengukuran dengan hanya memperhatikan keselamatan dirinya. 184
  • 213. C. Aspek Psikomotor (Ketrampilan) NAMA KELAS NO 01 : : ASPEK YANG DINILAI Kebenaran langkah-langkah persiapan pengoperasian Insulation Tester untuk; mengukur isolasi dan tegangan AC. 02 Kecepatan dan ketepatan membaca hasil pengukuran Isolasi 03 Kecepatan dan ketepatan membaca hasil pengukuran Tegangan AC. PENGGABUNGAN KETIGA NILAI ASPEK SKOR (1-100) PENGETAHUAN 15 KETRAMPILAN 3 SIKAP 9 NILAI AKHIR Modul ELKA-MR.UM.005 BOBOT 4 4 3 NILAI 60 12 27 99 BOBOT NILAI 4 0 4 2 0 4 2 0 KETERANGAN Benar Salah < 2 menit > 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit > 2 menit < 3 menit > 3 menit SKOR 1 0 1 0,5 0 1 0,5 0 KETERANGAN Syarat lulus nilai mini mal = 70 185
  • 214. Sub Kompetensi 4 : Function Generator. A. Aspek Kognitif (Pengetahuan) Tes Tertulis Teori Bagian A (skor 1, bobot nilai 3) 1. Function Generator adalah. 2. Function Generator pada modul ini dapat menghasilkan sinyal amplitudo yang dapat diatur berkisar antara. 3. Sebagai alat bantu dalam perbaikan perangkat audio-video, Function Generator perlu didampingi oscilloscope, kenapa? 4. Tuliskan tiga fungsi dari Function Generator. 5. Function Generator pada modul ini dapat menghasilkan frekuensi pada kisaran. 6. FREQUENCY CONTROL pada Function Generator digunakan untuk. 7. SYNC OUTPUT pada Function Generator digunakan untuk. 8. Apa yang diaktifkan oleh DC OFFSET? 9. SWEEP RATE pada Function Generator digunakan untuk. 10. SWEEP WIDHT pada Function Generator digunakan untuk. 11. FUNCTION SELECTOR pada Function Generator digunakan untuk. 12. FREQUENCY RANGE SELECTOR SWITCH pada Function Generator digunakan untuk. 13. COUPLING SWITCH pada Function Generator digunakan untuk. 14. VCF INPUT BNC pada Function Generator digunakan untuk. 15. EXTERNAL INPUT BNC pada Function Generator digunakan untuk. Tes Tertulis Praktek Bagian B (bobot nilai 5) 1. Uraikan sebagai 2. Uraikan sebagai 3. Uraikan sebagai langkah-langkah kerja dimana Function Generator dioperasikan Function Generator Output langkah-langkah kerja dimana Function Generator dioperasikan Sweep Generator Output. langkah-langkah kerja dimana Function Generator dioperasikan Frequency Counter. Modul ELKA-MR.UM.005 186
  • 215. Kunci Jawaban Tes Tertulis Teori 1. Function Generator adalah alat ukur elektronik yang menghasilkan, atau membangkitkan gelombang berbentuk sinus, segitiga, ramp, segi empat, dan bentuk gelombang pulsa. 2. 0,1V – 20 Vp-p 3. Karena output dari Function Generator dapat dilihat melalui Oscilloscope. 4. Function Generator sebagai: A. Function Generator Output, B. Sweep Generator Output, C. Frequency Counter. 5. 0,5 Hz sampai 20 Mhz. 6. Mengatur batas ukur (range) frekuensi dengan faktor pengali dari 0,04 – 4.0 7. Men-sinkronkan permukaan sinyal TTL output yang berbentuk segi empat dengan frekuensi yang dihasilkan oleh output utama (main output.) 8. Tegangan DC. 9. Mengatur kecepatan ayunan dari 5 detik ke 25 mili detik. Jika tombol ini ditekan, mode operasi ayunan sinyal akan bekerja. 10. Untuk mengatur lebar ayunan sinyal. 11. Memilih bentuk gelombang. 12. Saklar pemilih batas (range) frekuensi dari 10 Hz sampai 1MHz. 13. Penentu posisi; frekuensi tinggi internal (Internal High Frequency), frekuensi tinggi eksternal (External High Frequency), dan frekuensi rendah eksternal (External Low Frequency). 14. menghubungkan sinyal AC atau sinyal DC yang berasal dari luar, dari 0 hingga 10 Volt 15. Konektor untuk menghitung sinyal frekuensi yang berasal dari luar. Modul ELKA-MR.UM.005 187
  • 216. Tes Tertulis Praktek 1. Langkah-langkah kerja dimana Function Generator dioperasikan sebagai Function Generator Output. a. Pilih tipe gelombang yang dibutuhkan dengan cara memutar saklar putar (rotary switch) pada control FUNCTION (lihat kembali uraian tentang FUNCTION SELECTOR pada control dan indicator). b. Pilih batas ukur (range) frekuensi dengan cara memutar saklar pada control RANGE. c. Hubungkan sinyal dari keluaran utama (Main Output) ke Channel-1 Oscilloscope dan sinyal dari Sync Output ke Channel-2 Oscilloscope. Setel Trigger Source yang terdapat pada Channel-2 Oscilloscope. d. Dengan tombol pengatur, setel frekuensi sinyal, display akan menampilkan pembacaan frekuensi. e. Melalui tombol pengatur amplitudo, aturlah amplitudo dari sinyal. f. Menggunakan tombol OFFSET aturlah DC Offset sesuai dengan tingkat kebutuhan (dari -10 Volt sampai dengan +10 Volt). g. Sebelum menyambung Function Generator ke beban luar (Oscilloscope, rangkaian audio), periksalah impedans beban. 2. Langkah-langkah kerja dimana Function Generator dioperasikan sebagai Sweep Generator Output a. Hubungkan terminal keluaran utama (Main Output) ke Channel-1 dari Oscilloscope, keluaran ayunan (Sweep Output) ke Channel-2. b. Channel-2 dari Oscilloscope menampilkan bentuk gelombang gigi gergaji. c. Menggunakan tombol “RATE”, atur kecepatan ayunan sinyal (dari 5 detik menjadi 10 mili detik). d. Atur penggunaan frekuensi sebagaimana penjelasan pada Function Generator Output. e. Tarik saklar “RATE” untuk membuat mode SWEEP on. f. Channel-1 akan menampilkan gelombang ayunan (sweep wave). g. Atur lebar ayunan dengan menggunakan tombol WIDTH. 3. Langkah-langkah kerja dimana Function Generator dioperasikan sebagai Frequency Counter a. Periksalah posisi saklar yang terdapat pada control “COUPLING”, saklar pada posisi HF digunakan untuk frekuensi lebih dari 100 kHz. Saklar pada posisi LF digunakan untuk frekuensi di bawah 100 kHz. b. Pada saat Function Generator berfungsi sebagai Frequency Counter, (saklar pada posisi counting mode), “EXT COUNTER LED” akan menyala. Modul ELKA-MR.UM.005 188
  • 217. c. Hubungkan sinyal dari luar yang akan dihitung frekuensinya dengan “EXT COUNTER BNC”. d. Display akan menampilkan nilai frekuensi dalam Hz/kHz. Modul ELKA-MR.UM.005 189
  • 218. B. Aspek Afektif (Sikap) (bobot nilai 1) NAMA : KELAS : KOMPETENSI KRITERIA KINERJA 4.1. 4.2. 4.3. 4. Menggunakan alat bantu Function Generator 4.4. 4.5. Modul ELKA-MR.UM.005 Petunjuk operasi Function Generator dibaca dan dipahami Persiapan penggunaan Function Generator dilakukan sesuai dengan keperluan pengujian yang akan dilakukan Function Generator digunakan sesuai dengan petunjuk operasi. Pilihanpilihan fungsi pada panel depan di-demokan dengan benar, misalnya sinyal apa yang diharapkan (sinusoidal, gigi gergaji, ramp, rectangular, atau yang lain), level DC dari sinyal output : ada komponen DC atau tidak ada, berapa level peak-topeak yang diinginkan, frekuensinya tetap atau variabel, termodulasi atau tidak. Dilakukan standar pengaturan sederhana untuk mendapatkan hasil pegujian yang lebih baik Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 2 Tekun 1 0 2 Teliti Persiapan Awal Peng gunaan Function Ge nerator. 1 0 2 Cermat 1 0 KETERANGAN Mendengarkan dengan sunguh- sungguh petunjuk yang diberikan guru dan mengajukan pertanyaan. Mendengarkan petunjuk yang diberikan guru. Kurang mendengarkan petunjuk yang diberikan guru. Melakukan persiapan awal pengukuran sesuai petunjuk. Melakukan persiapan awal pengukuran tidak sesuai petunjuk Mengabaikan sama sekali persiapan awal pengukuran. Memasang kabel penyidik (pro bes), kabel AC dan memposisi kan kontrol indikator dengan benar. Memasang kabel penyidik (probes), kabel AC dengan benar, memposisikan kontrol indikator tidak benar. Memasang kabel penyidik (pro bes), kabel AC dan memposisi kan kontrol indikator tidak be nar. 190
  • 219. KOMPETENSI KRITERIA KINERJA Petunjuk operasi Function Generator dibaca dan dipahami 4.2. Persiapan penggunaan Function Generator dilakukan sesuai dengan keperluan pengujian yang akan dilakukan 4.3. Function Generator digunakan sesuai dengan petunjuk operasi. Pilihanpilihan fungsi pada panel depan di-demokan dengan benar, misalnya sinyal apa yang diharapkan (sinusoidal, gigi gergaji, ramp, rectangular, atau yang lain), level DC dari sinyal output : ada komponen DC atau tidak ada, berapa level peak-topeak yang diinginkan, frekuensinya tetap atau variabel, termodulasi atau tidak. 4.4. Dilakukan standar pengaturan sederhana untuk mendapatkan hasil pegujian yang lebih baik 4.5 Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 4.1. 4. Menggunakan alat bantu Function Generator Modul ELKA-MR.UM.005 2 Tekun 1 0 2 Teliti Penggunaan Func tion Generator seba gai Function Genera tor Output. 1 0 2 Cermat 1 0 KETERANGAN Mendengarkan dengan sunguh- sungguh petunjuk yang diberikan guru dan mengajukan pertanyaan. Mendengarkan petunjuk yang diberikan guru. Kurang mendengarkan petunjuk yang diberikan guru. Melakukan persiapan awal pengukuran sesuai petunjuk. Melakukan persiapan awal pengukuran tidak sesuai petunjuk Mengabaikan sama sekali persiapan awal pengukuran. Mampu menggunakan Functi on Generator sebagai Functi on Generator Output sesuai de ngan petunjuk pengoperasian. Sebagian langkah-langkah memposisikan Generator seba Function Generator gai Output. dilakukan dengan benar, sebagian lagi salah. Langkah-langkah memposisikan kontrol indikator Function Generator sebagai Function – Generator Output salah. 191
  • 220. KOMPETENSI KRITERIA KINERJA 4.1. 4.2. 4.3. 4. Menggunakan alat bantu Function Generator 4.4. 4.5 Modul ELKA-MR.UM.005 Petunjuk operasi Function Generator dibaca dan dipahami Persiapan penggunaan Function Generator dilakukan sesuai dengan keperluan pengujian yang akan dilakukan Function Generator digunakan sesuai dengan petunjuk operasi. Pilihan-pilihan fungsi pada panel depan didemokan dengan benar, misalnya sinyal apa yang diharapkan (sinusoidal, gigi gergaji, ramp, rectangular, atau yang lain), level DC dari sinyal output : ada komponen DC atau tidak ada, berapa level peak-to-peak yang diinginkan, frekuensinya tetap atau variabel, termodulasi atau tidak. Dilakukan standar pengaturan sederhana untuk mendapatkan hasil pegujian yang lebih baik Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 2 Tekun 1 0 2 Penggunaan Func tion Generator Seba gai Sweep Generator Output. Teliti 1 0 2 Cermat 1 0 KETERANGAN Mendengarkan dengan sunguh-sungguh petunjuk yang diberikan guru dan mengajukan pertanyaan. Mendengarkan petunjuk yang diberikan guru. Kurang mendengarkan petunjuk yang diberikan guru. Melakukan persiapan awal pengukuran sesuai petunjuk. Melakukan persiapan awal pengukuran tidak sesuai petunjuk Mengabaikan sama sekali persiapan awal pengukuran. Mampu menggunakan Functi on Generator sebagai Sweep sesuai dengan Generator petunjuk pengoperasian. Sebagian langkah-langkah memposisikan Generator seba gai Sweep Generator Output. dilakukan dengan benar, sebagian lagi salah. Langkah-langkah memposisikan kontrol indikator Function Generator sebagai Sweep Ge nerator Output salah. 192
  • 221. KOMPETENSI KRITERIA KINERJA 4.1. 4.2. 4.3. 4. Menggunakan alat bantu Function Generator 4.4. 4.5. Modul ELKA-MR.UM.005 Petunjuk operasi Function Generator dibaca dan dipahami Persiapan penggunaan Function Generator dilakukan sesuai dengan keperluan pengujian yang akan dilakukan Function Generator digunakan sesuai dengan petunjuk operasi. Pilihan-pilihan fungsi pada panel depan didemokan dengan benar, misalnya sinyal apa yang diharapkan (sinusoidal, gigi gergaji, ramp, rectangular, atau yang lain), level DC dari sinyal output : ada komponen DC atau tidak ada, berapa level peak-to-peak yang diinginkan, frekuensinya tetap atau variabel, termodulasi atau tidak. Dilakukan standar pengaturan sederhana untuk mendapatkan hasil pegujian yang lebih baik Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 2 Tekun 1 0 2 Penggunaan Func tion Generator Seba gai Frequency Coun ter. Teliti 1 0 2 Cermat 1 0 KETERANGAN Mendengarkan dengan sunguh- sungguh petunjuk yang diberikan guru dan mengajukan pertanyaan. Mendengarkan petunjuk yang diberikan guru. Kurang mendengarkan petunjuk yang diberikan guru. Melakukan persiapan awal pengukuran sesuai petunjuk. Melakukan persiapan awal pengukuran tidak sesuai petunjuk Mengabaikan sama sekali persiapan awal pengukuran. Mampu menggunakan Functi on Generator sebagai Frequen cy Counter sesuai dengan petunjuk pengoperasian. Sebagian langkah-langkah memposisikan Generator seba Frequency Counter gai dilakukan dengan benar, sebagian lagi salah. Langkah-langkah memposisikan kontrol indikator Function Generator sebagai Frequency Counter salah. 193
  • 222. C. Aspek Psikomotor (Ketrampilan) NAMA KELAS NO 01 : : ASPEK YANG DINILAI Kebenaran langkah-langkah persiapan pengoperasian Function Generator untuk menghasilkan bentuk gelombang yang diingin kan, ayunan bentuk gelombang yang diinginkan, menghitung frekuensi gelombang yang dihasilkan, serta ketepatan mengguna kan kontrol indikator dari Function Generator untuk pengopera sian yang dimaksud. 02 Kecepatan dan ketepatan menngoperasikan Function Generator sebagai Function Generator Output untuk menghasilkan bentuk gelombang yang diinginkan. 03 Kecepatan dan ketepatan menngoperasikan Function Generator sebagai Sweep Generator Output untuk menghasilkan ayunan bentuk gelombang yang diinginkan. 04 Kecepatan dan ketepatan menngoperasikan Function Generator sebagai Frequency Counter menghitung frekuensi yang diha silkan. Modul ELKA-MR.UM.005 BOBOT NILAI KETERANGAN SKOR 4 Benar 1 0 Salah 0 4 2 0 4 2 0 4 2 < 2 menit > 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit > 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit > 2 menit < 3 menit 1 0,5 0 1 0,5 0 1 0,5 0 > 3 menit 0 194
  • 223. PENGGABUNGAN KETIGA NILAI ASPEK SKOR (1-100) BOBOT PENGETAHUAN (A) 15 1 PENGETAHUAN (B) 3 5 KETRAMPILAN 4 4 SIKAP 12 2 NILAI AKHIR Modul ELKA-MR.UM.005 NILAI 45 15 16 24 100 KETERANGAN Syarat lulus nilai minimal = 70 195
  • 224. Modul ELKA-MR.UM.005 196
  • 225. Sub Kompetensi 5 : Pattern Generator A. Aspek Kognitif (Pengetahuan) Tes Tertulis Teori Bagian A (skor 1, bobot nilai 1) 1. Warna dasar yang dihasilkan oleh emisi elektron pada televisi adalah. 2. Campuran yang sebanding antara warna-warna; Biru, Merah, dan Hijau, akan menghasilkan warna. 3. Pola warna yang ada pada televisi sebelum adanya siaran reguler, antara lain berfungsi sebagai indikator. 4. Pada standar warna NTSC, frekuensi sebesar 3.579.545 Mhz berisikan. 5. Pattern Generator adalah. 6. Power Indicator pada Pattern Generator berguna untuk. 7. Tuliskan keterkaitan antara ketrampilan menggunakan Pattern Generator dengan kualitas kerja mengatasi gangguan pada televisi berwarna. 8. Pada Pattern Generator, apa yang terjadi jika Saklar Pilih RGB TTL/LOW/RGB output level berada pada posisi bebas. 9. Apa yang terjadi jika pada saklar CONVERGENCE, saklar “LINE” yang dipakai. 10. Merujuk ke butir 10, apa yang terjadi jika saklar “LINE dan 7 x 11” yang dipakai. 11. Masih merujuk ke butir 10, apa yang terjadi jika saklar Saklar “DOT dan 7 x 11” yang dipakai. 12. Kegunaan dari saklar RAST, adalah untuk. 13. Kegunaan dari saklar NTSC BARS adalah untuk. 14. Kegunaan dari saklar 4,5 Mhz adalah untuk. 15. Kegunaan saklar IF/RF adalah untuk. 16. Kegunaan Saklar CH4/CH3 adalah untuk. 17. COMPOSITE VIDEO LEVEL Control digunakan untuk. 18. COMPOSITE VIDEO Jack digunakan untuk. 19. Apa gunanya IF/RF Jack. 20. Apa gunanya 30 Hz Jack. 21. COMPOSITE SYNC Jack digunakan untuk. 22. SYNC Vs Jack digunakan untuk. 23. SYNC Hs Jack digunakan untuk. 24. B Jack berfungsi untuk. 25. G Jack berfungsi untuk. 26. R Jack berfungsi untuk. 27. RGB 9 Pin D -Type Sub-Miniature Connector berfungsi untuk. 28. Kemampuan seseorang dalam memperbaiki perangkat Audio-Video menguntungkan dirinya, kenapa? 29. Pada tahun berapa NTSC menetapkan standar warna televisi? 30. Disamping NTSC, untuk TV berwarna apakah ada standar warna yang lain ? Modul ELKA-MR.UM.005 196
  • 226. Tes Tertulis Praktek Bagian B (skor 1, bobot nilai 5) 1. Tuliskan langkah-langkah persiapan dalam menggunakan Generator. 2. Tuliskan langkah-langkah memodifikasi Oscilloscope Vectorscope. 3. Tuliskan langkah-langkah menggunakan RF Output dari Generator untuk menguji penerima televisi (TV Receiver). 4. Tuliskan langkah-langkah menggunakan I-F Output dari Generator. Modul ELKA-MR.UM.005 Pattern menjadi Pattern Pattern 197
  • 227. Kunci Jawaban Tes Tertulis Teori 1. Warna-warna utama/warna dasar; Merah, Hijau, Biru (Red, Green, Blue/ RGB). 2. Putih. 3. V Sync, V Bias, dan V High bekerja dengan baik, gambar berada pada posisi di tengah layar, interlace scaning yang berfungsi untuk sinkronisasi warna bekerja dengan baik, frekuensi tengah untuk gambar dan suara bekerja dengan baik. 4. Informasi warna. 5. Alat ukur elektronik yang dapat menghasilkan pola (pattern) warna yang berguna dalam memproduksi/memperbaiki pesawat penerima televisi atau perangkat video tape recorders, sistem sirkit televisi tertutup (Closed Circuit Television Systems/CCTV) serta video monitor komputer. 6. Menunjukkan bahwa Pattern Generator sudah bekerja. 7. Hasil pekerjaan memperbaiki televisi warna semakin berkualitas karena Pattern Generator memberikan indikasi dengan jelas bagian mana dari televisi yang mengalami gangguan. 8. Sebuah logika positip senilai 0,8 Volt berada pada jack output RGB. 9. Satu garis vertikal dan horisontal saling berpotongan di tengah-tengah layar. 10. Pada layar akan tampil 7 garis horisontal dan 11 garis vertikal. 11. Pada layar akan terdapat 7 baris titik dan 11 kolom. 12. Digunakan untuk memilih pola (pattern) hitam atau pola raster kosong. 13. Digunakan untuk memilih pola warna NTSC. 14. Digunakan untuk menghidupkan dan mematikan frekuensi subcarrier yang berisikan suara. Jika saklar ini dipakai, frekuensi suara sebesar 4,5 MHz akan tergabung dalam sinyal output IF/RF. Jika saklar ini tidak dipakai, pada sinyal output IF/RF tidak terdapat suara. 15. Saklar ini digunakan untuk mengatur modulasi sinyal output (IF/RF output), apakah pada posisi RF atau IF. Ketika saklar ini digunakan, sinyal yang terdapat pada jack IF/RF adalah sinyal RF pada frekuensi 45,75 MHz dan saklar CH4/CH3 tidak memberi efek apapun. Ketika saklar ini tidak digunakan, sinyal yang terdapat pada jack IF/RF adalah sinyal RF pada frekuensi 61,25 MHz (untuk CH3) atau 67,25 untuk CH4. 16. Saklar ini dioperasikan bersamaan dengan posisi RF dari saklar IF/RF. Mengatur frekuensi pembawa (RF output) berhubungan dengan CH4 atau CH3. 17. Mengatur level dan polaritas dari campuran sinyal gambar pada jack output COMPOSITE VIDEO. Jika kontrol ini diputar berlawanan dengan arah jarum jam, akan dihasilkan campuran warna dalam bentuk pulsa yang menurun (negative going) atau sinyal standar. Jika kontrol diputar berlawanan dengan arah jarum jam dalam skala penuh akan tersedia output maksimum yang terkalibrasi pada 1 Volt p-p (Volt peak Modul ELKA-MR.UM.005 198
  • 228. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. to peak) dengan impedans output 75 Ω. Selanjutnya jika diputar searah jarum jam akan diperoleh pulsa yang sebaliknya (positive going). Menghasilkan output gambar untuk melengkapi sinyal yang masuk ke dalam sirkit gambar dari sebuah penerima televisi dan untuk penguji gambar dari sebuah perekam gambar (video recorders). Menyediakan kira-kira 10 mV rms (pada 75Ω) “rf envelope” yang termodulasi oleh campuran warna. Output frekuensi pembawa dapat diatur pada frekuensi 45,75 MHz (IF), 61,25 MHz (CH3) atau 67,25 MHz (CH4) dengan menggunakan saklar CH4/CH3 atau saklar IF/RF. Menyediakan gelombang persegi TTL level output, frekuensi 30 Hz, biasanya digunakan untuk pelacakan gangguan pada perekam gambar (video recorders). Menyediakan pulsa-pulsa horisontal dan vertikal secara bersamaan untuk kebutuhan luar seperti syn trigger pada oscilloscope. Pulsa pada posisi negatip dan impedans output 75Ω. Menyediakan pulsa vertikal untuk penggunaan luar seperti horisontal sync pada monitor RGB (Red Green Blue) atau sync trigger pada oscilloscope. Pulsa pada posisi positip dan impedans output 75Ω. Menyediakan pulsa horisontal untuk penggunaan luar seperti horisontal sync pada monitor RGB (Red Green Blue) atau sync trigger pada oscilloscope. Pulsa pada posisi positip dan impedans output 75Ω. Menyediakan sinyal output warna biru (Blue/B) untuk keperluan monitor RGB, impedans output 75Ω. Batasan output dapat dipilih dengan menggunakan saklar RGB TTL/LOW. Menyediakan sinyal output warna hijau (Green/G) untuk keperluan monitor RGB, impedans output 75Ω. Batasan output dapat dipilih dengan menggunakan saklar RGB TTL/LOW. Menyediakan sinyal output warna merah (Red/R) untuk keperluan monitor RGB, impedans output 75Ω. Batasan output dapat dipilih dengan menggunakan saklar RGB TTL/LOW. Menyediakan warna merah, hijau, biru, sinyal vertikal, dan horisontal. Karena seseorang dapat menghidupi dirinya melalui ketrampilan memperbaiki perangkat Audio-Video. Tahun 1951. PAL (Phase Alternating Line). Modul ELKA-MR.UM.005 199
  • 229. Tes Tertulis Praktek 1. Langkah persiapan menggunakan Pattern Generator. a. Sambungkan Pattern Generator ke sumber tegangan 220 VAC dengan tiga kabel yang terbungkus jadi satu, dimana salah satu kabelnya tersambung dengan ground yaitu casis dari perangkat Pattern Generator itu sendiri. b. Sambungkan kabel power atau cord dari Pattern Generator ke stopkontak jaringan listrik PLN yang juga memiliki sistem pertanahan, atau grounding. c. Pada saat dihubungkan ke jaringan PLN, power pada Pattern Generator harus dalam keadaan Off. 2. Langkah-langkah memodifikasi Oscilloscope menjadi Vectorscope a. Pilih saklar pola NTSC BARS dan gunakan pada televisi yang sedang diuji. b. Setel Oscilloscope untuk pengoperasian X-Y. Atur posisi kontrol ke titik tengah layar tanpa sinyal input yang masuk ke Oscilloscope. c. Hubungkan input X dan Y dari Oscilloscope ke red gun seperti yang diperlihatkan pada gambar 55. d. Atur penguat vertikal dan horisontal dengan jumlah yang sama sehingga dihasilkan titik pada garis 450. e. Biarkan input vertikal (Y) tersambung ke red gun, pindahkan input horisontal ke blue gun. 3. Langkah-langkah menggunakan RF Output dari Pattern Generator untuk menguji penerima televisi (TV Receiver). a. Sambungkan kabel koaksial dari jack output IF/RF Pattern Generator ke terminal antena dari televisi yang diuji. Dibutuhkan titik masuk dengan impedans sebesar 75Ω, atau gunakan penghubung (coupler) yang bernilai antara 75Ω - 300Ω. b. Setel saklar RF/IF dari Pattern Generator pada posisi RF. c. Setel saklar saluran dari perangkat yang sedang diuji pada saluran 3 atau 4, atau saluran lain yang tidak dipakai menerima siaran. d. Setel saklar CH 4/CH 3 dari Pattern Generator pada saluran yang sama dengan saluran dari perangkat yang sedang diuji. e. Pola yang dikehendaki akan terpilih. 4. Langkah-langkah menggunakan I-F Output dari Pattern Generator. a. Sambungkan probe pada jack output IF/RF dari Pattern Generator. b. Setel saklar IF/RF dari Generator pada posisi IF. c. Sekarang probe dapat digunakan untuk menyuntikkan frekuensi sebesar 45,75 MHz ke titik yang dikehendaki. d. Pola yang dikehendaki akan terpilih. Modul ELKA-MR.UM.005 200
  • 230. B. Aspek Afektif (Sikap) (bobot nilai 1) NAMA : KELAS : KOMPETENSI 5. Menggunakan alat bantu Pattern Generator KRITERIA KINERJA 5.1. Petunjuk operasi Pattern Gene rator dibaca dan dipahami 5.2. Persiapan penggunaan Pattern Generator dilakukan sesuai dengan keperluan pengujian 5.3. Pattern Generator digunakan sesuai dengan petunjuk operasi 5.4. Di-demo-kan penggunaan yang benar; pattern yang dipilih harus sesuai dengan apa yang akan di-uji, misalnya pattern untuk menguji dan mengatur color purity, pattern untuk menguji dan mengatur fokus, test warna merah (R), hijau (G), dan biru (B), pattern untuk menguji defleksi vertikal/horisontal, dst. 5.5. Dilakukan standar pengaturan/kalibrasi sederhana untuk mendapat hasil pengujian yang lebih baik 5.6. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja Modul ELKA-MR.UM.005 AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 2 Tekun 1 0 Persiapan Awal Peng gunaan Pattern Ge nerator. 2 Teliti 1 0 2 1 KETERANGAN Mendengarkan dengan sunguh- sungguh petunjuk yang diberikan guru dan mengajukan pertanyaan. Mendengarkan petunjuk yang diberikan guru. Kurang mendengarkan petunjuk yang diberikan guru. Melakukan persiapan awal pengukuran sesuai petunjuk. Melakukan persiapan awal pengukuran tidak sesuai petunjuk Mengabaikan sama sekali persiapan awal pengukuran. Memasang kabel penyidik (pro bes), kabel AC dan memposisi kan kontrol indikator dengan benar. Memasang kabel penyidik (probes), kabel AC dengan benar, memposisikan kontrol indikator tidak benar. Cermat 0 Memasang kabel penyidik (pro bes), kabel AC dan memposisi kan kontrol indikator tidak be nar. 201
  • 231. KOMPETENSI 5. Menggunakan alat bantu Pattern Generator KRITERIA KINERJA 5.1. Petunjuk operasi Pattern Gene rator dibaca dan dipahami 5.2. Persiapan penggunaan Pattern Generator dilakukan sesuai dengan keperluan pengujian 5.3. Pattern Generator digunakan sesuai dengan petunjuk operasi 5.4. Di-demo-kan penggunaan yang benar; pattern yang dipilih harus sesuai dengan apa yang akan di-uji, misalnya pattern untuk menguji dan mengatur color purity, pattern untuk menguji dan mengatur fokus, test warna merah (R), hijau (G), dan biru (B), pattern untuk menguji defleksi vertikal/horisontal, dst. 5.5. Dilakukan standar pengaturan/kalibrasi sederhana untuk mendapat hasil pengujian yang lebih baik 5.6. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 2 Tekun 1 0 2 Penggunaan Oscillos cope menjadi Vector scope. Teliti 1 0 2 Cermat 1 0 Modul ELKA-MR.UM.005 KETERANGAN Memilih saklar pola NTSC BARS dan meng gunakannya pada televisi yang sedang diuji dengan benar dan sesuai petunjuk. Memilih saklar pola NTSC BARS dan meng gunakannya pada televisi yang sedang diuji kurang benar dan kurang sesuai petunjuk. Memilih saklar pola NTSC BARS dan meng gunakannya pada televisi yang sedang diuji tidak benar dan tidak sesuai petunjuk. Melakukan persiapan awal pengunaan Oscilloscope sebagai Vectorscope sesuai petunjuk. Melakukan persiapan awal pengunaan Oscilloscope sebagai Vectorscope tidak sesuai petunjuk. Mengabaikan sama sekali persiapan Oscilloscope sebagai pengunaan Vectorscope Memasang kabel penyidik (probes), kabel AC dan memposisikan kontrol indikator de ngan benar. Memasang kabel penyidik (probes), kabel AC dengan benar, memposisikan kontrol indikator tidak benar. Memasang kabel penyidik (probes), kabel AC dan memposisikan kontrol indikator tidak benar. 202
  • 232. KOMPETENSI 5. Menggunakan alat bantu Pattern Generator KRITERIA KINERJA 5.1. Petunjuk operasi Pattern Gene rator dibaca dan dipahami 5.2. Persiapan penggunaan Pattern Generator dilakukan sesuai dengan keperluan pengujian 5.3. Pattern Generator digunakan sesuai dengan petunjuk operasi 5.4. Di-demo-kan penggunaan yang benar; pattern yang dipilih harus sesuai dengan apa yang akan di-uji, misalnya pattern untuk menguji dan mengatur color purity, pattern untuk menguji dan mengatur fokus, test warna merah (R), hijau (G), dan biru (B), pattern untuk menguji defleksi vertikal/horisontal, dst. 5.5. Dilakukan standar pengaturan/kalibrasi sederhana untuk mendapat hasil pengujian yang lebih baik 5.6. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI 2 Menggunakan RF Output menguji penerima televisi (TV Receiver). Tekun 1 0 2 Teliti 1 0 Cermat Modul ELKA-MR.UM.005 SKOR 2 KETERANGAN Menyambung kabel kokasial, menyetel, jack output IF/RF Pattern Generator ke terminal antena dari televisi yang diuji, menyetel kontrol indikator dari Pattern Generator dengan benar dan sesuai petunjuk. Menyambung kabel kokasial, menyetel, jack output IF/RF Pattern Generator ke terminal antena dari televisi yang diuji, dengan benar, menyetel kontrol indikator dari Pattern Generator kurang benar dan kurang sesuai petunjuk. Menyambung kabel kokasial, menyetel, jack output IF/RF Pattern Generator ke terminal antena dari televisi yang diuji, dengan tidak benar, menyetel kontrol indikator dari Pattern Generator tidak benar dan tidak sesuai petunjuk. Melakukan persiapan awal penggunaan RF Output dari Pattern Generator sesuai petunjuk. Melakukan persiapan awal penggunaan RF Output dari Pattern Generator tidak sesuai petunjuk. Mengabaikan sama sekali persiapan awal penggunaan RF Output dari Pattern Generator Memasang kabel penyidik (probes), kabel AC dan memposisikan kontrol indikator de ngan benar. 203
  • 233. 1 0 Modul ELKA-MR.UM.005 Memasang kabel penyidik (probes), kabel AC dengan benar, memposisikan kontrol indikator tidak benar. Memasang kabel penyidik (probes), kabel AC dan memposisikan kontrol indikator ti dak benar. 204
  • 234. KOMPETENSI KRITERIA KINERJA AKTIFITAS ASPEK YANG DINILAI SKOR 2 5. Menggunakan alat bantu Pattern Generator 5.1. Petunjuk operasi Pattern Gene rator dibaca dan dipahami 5.2. Persiapan penggunaan Pattern Generator dilakukan sesuai dengan keperluan pengujian 5.3. Pattern Generator digunakan sesuai dengan petunjuk operasi 5.4. Di-demo-kan penggunaan yang benar; pattern yang dipilih harus sesuai dengan apa yang akan di-uji, misalnya pattern untuk menguji dan mengatur color purity, pattern untuk menguji dan mengatur fokus, test warna merah (R), hijau (G), dan biru (B), pattern untuk menguji defleksi vertikal/horisontal, dst. 5.5. Dilakukan standar pengaturan/kalibrasi sederhana untuk mendapat hasil pengujian yang lebih baik 5.6. Aspek-aspek keamanan dilakukan sesuai dengan petunjuk kerja Tekun 1 0 2 Menggunakan I-F Output dari Pattern Generator. Teliti 1 0 2 Cermat 1 0 Modul ELKA-MR.UM.005 KETERANGAN Menyambung probe pada jack output IF/RF dari Pattern Generator dengan benar, dan menyetel saklar IF/RF dengan benar dan sesuai petunjuk. Menyambung probe pada jack output IF/RF dari Pattern Generator dengan benar, dan menyetel saklar IF/RF tidak benar dan tidak sesuai petunjuk. Menyambung probe pada jack output IF/RF dari Pattern Generator tidak benar, dan menyetel saklar IF/RF tidak benar dan tidak sesuai petunjuk. Melakukan persiapan awal penggunaan IF Output dari Pattern Generator sesuai petunjuk. Melakukan persiapan awal penggunaan IF Output dari Pattern Generator tidak sesuai petunjuk. Mengabaikan sama sekali persiapan awal penggunaan IF Output dari Pattern Generator Memasang kabel penyidik (probes), kabel AC dan memposisikan kontrol indikator de ngan benar. Memasang kabel penyidik (probes), kabel AC dan memposisikan kontrol indikator ti dak benar. Memasang kabel penyidik (probes), kabel AC dan memposisikan kontrol indikator ti dak benar. 205
  • 235. C. Aspek Psikomotor (Ketrampilan) NAMA KELAS NO 01 : : ASPEK YANG DINILAI Kebenaran langkah-langkah persiapan pengoperasian Pattern Generator untuk menghasilkan warna-warna yang diinginkan, kebenaran langkah-langkah menggunakan Pattern Generator bersama Oscilloscope sebagai vectorscope, kebenaran langkahlangkah menggunakan RF Output, dan IF Output dari Pattern Generator. 02 Kecepatan dan ketepatan mengoperasikan Pattern Generator, bersama Oscilloscope digunakan sebagai vectorscope. 03 Kecepatan dan ketepatan mengoperasikan RF Output dari Pat tern Generator untuk menguji penerima televisi. 04 Kecepatan dan ketepatan mengoperasikan Pattern Generator dalam menghasilkan IF Output untuk menyuntikkan frekuensi sebesar 45,75 MHz ke penguat tengah penerima televisi. Modul ELKA-MR.UM.005 BOBOT NILAI KETERANGAN SKOR 4 Benar 1 0 Salah 0 4 2 0 4 2 0 4 2 < 2 menit > 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit > 2 menit < 3 menit > 3 menit < 2 menit > 2 menit < 3 menit 1 0,5 0 1 0,5 0 1 0,5 0 > 3 menit 0 206
  • 236. PENGGABUNGAN KETIGA NILAI ASPEK SKOR (1-100) BOBOT PENGETAHUAN (A) 30 1 PENGETAHUAN (B) 4 5 KETRAMPILAN 4 4 SIKAP 12 2 NILAI AKHIR Modul ELKA-MR.UM.005 NILAI 30 20 16 24 90 KETERANGAN Syarat lulus nilai minimal = 70 207