Perencanaan PTK

2,577 views
2,354 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,577
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
61
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perencanaan PTK

  1. 1. PERENCANAAN PTK FERI AGUS S.
  2. 2. OUTLINE •PENDAHULUAN •Siklus PTK TAHAP2 DALAM PERENCANAAN PTK MELIPUTI: •Identifikasi masalah •Analisis masalah dan Perumusan masalah •Formulasi tindakan dalam bentuk hipotesis tindakan •Menilai kelayakan hipotesis tindakan •CONTOH
  3. 3. PENDAHULUAN Penelitian tindakan kelas merupakan proses pengkajian melalui sistem berdaur atau siklus dari berbagai kegiatan pembelajaran. Kemmis dan Mc Taggart, (1992) menyatakan prosedur PTK dilaksanakan dengan 4 kegiatan utama atau tahapan yaitu Plan (perencanaan). Action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi).
  4. 4. SIKLUS PTK
  5. 5. MENGIDENTIFIKASI MASALAH Sudarsono (1996/1997: 5) mengungkapkan beberapa pertanyaan yang dapat dijadikan panduan untuk mengidentifikasi masalah. 1. Apa yang menjadi keprihatinan Anda (guru, kepala sekolah)? 2. Mengapa Anda memperhatikannya? 3. Menurut Anda, apa yang dapat Anda lakukan untuk itu? 4. Bukti-bukti apa yang dapat Anda kumpulkan agar dapat membantu membuat penilaian tentang apa yang terjadi? 5. Bagaimana Anda mengumpulkan buktibukti tersebut? 6. Bagaimana Anda melakukan pengecekan terhadap kebenaran dan keakuratan tentang apa yang telah terjadi? Wardani (2003:2.5) memamparkan beberapa bentuk pertanyaan sederhana untuk menjadi acuan di dalam mengidentifikasi masalah yang dapat dijawab oleh guru sendiri : 1. Apa yang sedang terjadi di kelas? 2. Masalah apa yang ditimbulkan oleh kejadian itu? 3. Apa pengaruh tersebut bagi kelas saya? 4. Apa yang akan terjadi jika masalah tersebut saya biarkan? 5. Apa yang saya dapat lakukan untuk mengatasi masalah tersebut atau memperbaiki situasi yang ada?
  6. 6. MENGANALISA DAN MERUMUSKAN MASALAH Analisis dapat kita lakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri atau yang disebut rifleksi, dan dapat pula mengkaji ulang berbagai dokumen seperti pekerjaan siswa, daftar hadir, atau daftar nilai, persiapan mengajar atau bahkan mungkin bahan pelajaran yang kita siapkan. Tujuan Menganalisa Masalah 1. Mendapatkan kejelasan masalah yang sesungguhnya 2. Menemukan kemungkinan faktor penyebab 3. Menentukan kadar permasalahan
  7. 7. MENGANALISA DAN MERUMUSKAN MASALAH 1. Mendapatkan kejelasan masalah yang sesungguhnya 2.Analisis dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaanMenemukan kemungkinan faktor penyebab pertanyaan pada kembali masalah tersebut dengan cara Pertama merenung diri sendiri atau dengan melakukan refleksi diri. Guru dapat mengajukan pertanyaan seperti, apakah ketidak mengajukan pertanyaan yang harus Anda jawab sendiri. • tertarikancara saya menjelaskan sesuai dengan tingkat kemampuan Apakah siswa tersebut berlaku pada semua materi pelajaran atau pada materi-materi tertentu. Apakah materi pelajaran yang siswa? tidak menarik, ataukah cara penyampaian guru yang membuat • siswa tidak tertantang bahkanberikan sudah cukup disertaimerasa Apakah penjelasan yang saya mungkin membuat siswa contoh-contoh? jenuh. Cara kedua (wawancara maupun dengan memberikan kuesioner.) • Apakah kamu mengerti pelajaran yang guru jelaskan? • Apa tnggapan kamu tentang cara guru menjelaskan materi pelajaran?
  8. 8. Menentukan Prioritas Masalah 1. Masalah harus benar-benar penting bagi Menganalisis daftar hadir siswa. guru yang berssangkutan serta bermakna Menganalisis daftar nilai siswa untuk dan bermanfaat bagi pengembangan menemukan bagaimana hasil belajar pembelajaran guna mengingkatkan kualitas mereka peroleh. pendidikan. Menganalisis tugas-tugas yang diberikan 2. Masalah harus dalam jangkauan kepada siswa beserta bahan ajaran yang kemampuan guru dalam melaksanakan dipakai, apakah tugas-tugas dan bahan Menurut Borg (2001), kata benda Abimayu (dalam Wardani 2003) tindakan kelas. pelajaran tersebut sudah cukup menantang mengingatkan beberapa hal yang perlu permasalah memiliki makna 3. Masalah yang Anda harus pilih untuk atau membosankan. makna teknis. Dalam konvensional dan diperhatikan dalam pemilihan masalah. dipecahkan melalui penelitian tindakan Menganalisis konvensional, suatu pemikiran balikan (feedback) yang • Jangan memilih masalah yang Andadapat harus dirumuskan secara jelas agar diberikan guru terhadapdiartikan sebagai permasalahan dapat pelajaran siswa tidak kuasai. berbagai faktor penyebab mengungkap seperangkat kondisi yang memerlukan • Ambilah topic yang skalanya kecil utamannya sehingga memungkinkan dicari pembahasan, keputusan, suatu solusi dan relatif terbatas. alternatif pemecahannya. atau informasi. Sebuah permasalahan • Pilih masalah yang dirasakan paling penelitian menyatakan secara tidak penting bagi Anda dan murid Anda. langsung kemungkinan inventigasi • Kaitkan masalah dengan upaya empiris, yakni pengumpulan data dan pengembangan sekolah. analisis. 3. Menentukan kadar permasalahan • • • • MENGANALISA DAN MERUMUSKAN MASALAH
  9. 9. Borg dan Gall (2003) : Persyaratan pengajuan Hipotesis 1. Hipotesis harus dirumuskan dengan singkat tetapi jelas. 2. Hipotesis harus dengan nyata menujukkan adanya hubungan antara dua atau lebih variabel. 3. Hipotesis harus didukung oleh teori yang dikemukakan oleh para ahli atau hasil penelitian yang relevan. Merumuskan Hipotesis Tindakan 1. Kajian literature khususnya teori pendidikan atau pembelajaran. 2. Kajian hasil-hasil penelitian yang relevan dengan permasalahan. 3. Kajian hasil diskusi dengan rekan sejawat, pakar, peneliti dll. 4. Kajian pendapat dan saran pakar pendidikan MEMAHAMI HIPOTESIS TINDAKAN
  10. 10. 1. 2. 3. 4. 5. Memiliki pengetahuan dan pengalaman Kemampuan siswa Ketersediaan sarana dan fasilitas Waktu yang tersedia Iklim kelas dan iklim sekolah MENILAI KELAYAKAN HIPOTESIS TINDAKAN
  11. 11. CONTOH KASUS Pak Totok seorang guru Bahasa Inggris. Setiap mengajar ia selalu merasa ada yang kurang. Perhatian siswa terhadap pelajaran bahasa inggris tidak menggembirakan. Lebih dari 70% siswanya mendapat nilai di bawah KKM. Siswa di kelas hanya mendengar tanpa mengajukan pertanyaan. Ketika belajar writing descriptive text, siswa menulis di buku masing-masing, sehingga waktu yang digunakan lama. Siswa sering tidak hadir dan nilai rata-rata tesnya 4,5. Pak Totok bingung menghadapi masalah itu. contoh masalah Rendahnya motivasi siswa Perhatian siswa terhadap pelajaran Bahasa Inggris tidak menggembirakan.
  12. 12. MENGANALISIS MASALAH Refleksi: mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri Mengkaji ulang berbagai dokumen; seperti pekerjaan siswa, daftar hadir, daftar nilai, atau bahan ajar contoh Identifikasi Masalah: rendahnya motivasi Yang dianalisis: dokumen hasil belajar, catatan harian tentang respon siswa, dan refleksi terhadap proses pembelajaran yang dilakukan sebelumnya.
  13. 13. MASALAH PAK TOTOK rendahnya motivasi siswa untuk belajar writing bahasa inggris khususnya materi descriptive text CONTOH MENGANALISIS MASALAH HAL YANG DILAKUKAN PAK TOTOK • Menganalisis daftar hadir siswa, kesimpulannya 10% siswa sering absen tanpa pemberitahuan • Nilai rata-rata siswa yang terkait dengan descriptive text 50,5, selalu tidak memenuhi KKM • Menganalisis tugas dan bahan ajar yang bersumber hanya dari LKS, nampak tidak menantang siswa karena hanya berisi soal-soal latihan rutin • Refleksi thd pembelajaran: siswa mungkin bosan dg gaya mengajar yang monoton; menjelaskan, memberi contoh, memberi latihan, dan PR
  14. 14. PERUMUSAN MASALAH BERDASAR IDENTIFIKASI masalah rendahnya motivasi BERDASAR ANALISIS MASALAH perbaikan strategi pembelajaran ↓ pembelajaran kooperatif Pemilihan strategi itu berdasar kajian peneliti bersamaan ketika memilih masalah yang akan diangkat
  15. 15. Rumusan masalah umum Pak Totok Rumusan masalah khusus • Apakah pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan motivasi siswa? • Bagaimana meningkatkan motivasi siswa melalui pembelajaran kooperatif? • Bagaimanakah bentuk dan materi tugas dalam pembelajaran kooperatif yang meningkatkan motivasi siswa? • Bagaimana frekuensi tugas dalam pembelajaran kooperatif yang meningkatkan motivasi siswa? • Bagaimana pembagian kelompok dalam pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan motivasi siswa? • Bagaimana kaitan hasil belajar dengan motivasi siswa?
  16. 16. MERUMUSKAN HIPOTESIS TINDAKAN Hipotesis tindakan bukan hipotesis hubungan antar variabel atau perbedaan antar variabel. Hipotesis tindakan adalah dugaan guru tentang cara terbaik untuk memperbaiki kualitas pendidikan • Mengkaji teori-teori yang berkenaan dengan masalah yang diajukan • Diperkuat dengan hasil-hasil penelitian yang relevan
  17. 17. CONTOH HIPOTESIS TINDAKAN Setelah mengkaji teori pembelajaran yang relevan, mengkaitkan dengan penelitian lain pada masalah yang serupa, diskusi dengan teman sejawat, dan refleksi pengalaman sendiri, maka Pak Totok mengajukan hipotesis tindakan: Pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar writing bahasa inggris dalam materi descriptive text
  18. 18. SEKIAN TERIMAKASIH

×