Kewirausahaan Kelompok 2
Aspek Hukum dalam Usaha <ul><li>Pentingnya berbadan hukum </li></ul><ul><li>Bentuk – bentuk usaha berbadan hukum dan tidak...
Pentingnya Berbadan Hukum <ul><li>Apa itu Badan Hukum ? </li></ul><ul><li>Sebuah usaha akan dikatakan telah berbadan hukum...
Pentingnya Berbadan Hukum <ul><li>Beberapa pengusaha kurang sadar bahwa berbadan Hukum mampu melindungi usaha anda, dan me...
Pentingnya Berbadan Hukum Membentuk badan hukum merupakan dasar yang penting ketika kita mulai bisnis. Maka dari itu,  per...
Pentingnya Berbadan Hukum Badan hukum bagi suatu usaha sangatlah penting. Tetapi, dalam kenyataannya, ditemukan hampir seb...
Pentingnya Berbadan Hukum <ul><li>Mereka sendiri mempunyai b eberapa  alasan belum membadan-hukumkan  usahanya , antara la...
Pentingnya Berbadan Hukum <ul><li>Adapun mereka yang telah berbadan hukum, sebenarnya memiliki manfaat yaitu : </li></ul><...
Pentingnya Berbadan Hukum <ul><li>Lebih mudah melakukan ekspor, sehingga pebisnis dapat melakukan transaksi secara langsun...
Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum  dan Tidak Berbadan Hukum CV  Perusahaan yang dimiliki oleh  dua/ lebih orang. Namun te...
Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum  dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>Perusahaan Perseorangan </li></ul><ul><li>Suatu badan...
Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum  dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>Perusahaan Perseorangan </li></ul><ul><li>Kelebihan :...
Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum  dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>Firma </li></ul><ul><li>Suatu persekutuan untuk menja...
Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum  dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>Firma </li></ul><ul><li>Kelebihan : </li></ul><ul><li...
Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum  dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>CV (Perseroan Komanditer) </li></ul><ul><li>Suatu ben...
Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum  dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>CV (Perseroan Komanditer) </li></ul><ul><li>Persekutu...
Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum  dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>CV (Perseroan Komanditer) </li></ul><ul><li>Kelebihan...
Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum  dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>CV (Perseroan Komanditer) </li></ul><ul><li>Sekutu ko...
Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum  dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>Perseroan Terbatas (PT) </li></ul><ul><li>Badan hukum...
Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum  dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>Perseroan Terbatas (PT) </li></ul><ul><li>RUPS  : Mem...
Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum  dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>Perseroan Terbatas (PT) </li></ul><ul><li>Kelebihan :...
Tips memilih badan hukum  yang tepat untuk usaha kita <ul><li>Ada beberapa faktor untuk memilih badan usaha yang akan dija...
Tips memilih badan hukum  yang tepat untuk usaha kita <ul><li>Sesuaikan dengan kemampuan dan tanggung jawab secara hukum d...
Tips memilih badan hukum  yang tepat untuk usaha kita <ul><li>Sesuaikan dengan bidang industri </li></ul><ul><li>Jenis keg...
Tips memilih badan hukum  yang tepat untuk usaha kita <ul><li>Sesuaikan dengan persyaratan Undang-undang yang berlaku   Di...
End this presentation,  And thank you for your attention  
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kewirausahaan Aspek Hukum

8,541
-1

Published on

Kewirausahaan mengenai aspek hukum.
Pentingnya berbadan hukum,
Bentuk – bentuk usaha berbadan hukum dan tidak berbadan hukum, dan
Tips memilih badan hukum yang tepat untuk usaha kita.

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
8,541
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
230
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kewirausahaan Aspek Hukum

  1. 2. Kewirausahaan Kelompok 2
  2. 3. Aspek Hukum dalam Usaha <ul><li>Pentingnya berbadan hukum </li></ul><ul><li>Bentuk – bentuk usaha berbadan hukum dan tidak berbadan hukum </li></ul><ul><li>Tips memilih badan hukum yang tepat untuk usaha kita </li></ul>
  3. 4. Pentingnya Berbadan Hukum <ul><li>Apa itu Badan Hukum ? </li></ul><ul><li>Sebuah usaha akan dikatakan telah berbadan hukum jika telah memiliki minimal &quot;Akte pendirian&quot; yang di sahkan oleh Notaris. (Ditandatangani dengan materai dan segel). Ditambah lagi dengan adanya SIUP (Surat I z in Mendirikan Usaha) dan SK menteri Kehakiman dan Hak Asasi manusia yang diterima dalam pengesahan akte pendirian. </li></ul>
  4. 5. Pentingnya Berbadan Hukum <ul><li>Beberapa pengusaha kurang sadar bahwa berbadan Hukum mampu melindungi usaha anda, dan membuat usaha anda Legal ? </li></ul><ul><li>Memiliki Kesempatan memperoleh Kerjasama yang lebih besar dengan Perusahaan lain. </li></ul><ul><li>Mempermudah dalam pengurusan pajak dan urusan pemerintahan </li></ul>
  5. 6. Pentingnya Berbadan Hukum Membentuk badan hukum merupakan dasar yang penting ketika kita mulai bisnis. Maka dari itu, perusahaan haruslah memiliki badan hukum tertentu agar dapat memiliki legalitas dalam menjalankan kegiatannya. Keberadaan badan hukum perusahaan akan melindungi perusahaan dari segala tuntutan akibat aktivitas yang dijalankannya. Karena badan hukum perusahaan memberikan kepastian berusaha, sehingga kekhawatiran atas pelanggaran hukum akan terhindar, mengingat badan hukum perusahaan memiliki rambu-rambu yang harus dipatuhi. Dengan memiliki badan hukum, maka perusahaan akan memenuhi kewajiban dan hak terhadap berbagai pihak yang berkaitan dengan perusahaan, baik yang ada di dalam maupun di luar perusahaan.
  6. 7. Pentingnya Berbadan Hukum Badan hukum bagi suatu usaha sangatlah penting. Tetapi, dalam kenyataannya, ditemukan hampir sebagian pebisnis di Indonesia, usahanya belum berbadan hukum. Dalam penelitian ditemukan hampir 47% pebisnis di Indonesia adalah tidak berbadan hukum dan yang sudah berbadan hukum sebanyak 53%. Mengapa usaha mereka belum berbadan hukum? Ada beberapa faktor penyebab. Salah satunya, karena faktor pendidikan para pebisnis tersebut yang umumnya rendah . Hal ini berpengaruh pada pengetahuan mereka tentang kegunaan berbadan hukum.
  7. 8. Pentingnya Berbadan Hukum <ul><li>Mereka sendiri mempunyai b eberapa alasan belum membadan-hukumkan usahanya , antara lain karena : </li></ul><ul><li>Mereka belum merasa perlu membadan-hukumkan usahanya karena menganggap usahanya masih berskala kecil. </li></ul><ul><li>Oleh karena tenaganya masih dibutuhkan instansi terkait dan pemerintah daerah untuk membantu membina perajin dan kelompok perajin di daerahnya. Penundaan dilakukan oleh pebisnis tersebut karena bila sudah berbadan hukum maka mau tidak mau orientasi usahanya akan menjadi “bisnis murni” sehingga waktu untuk membina perajin sangat sedikit. </li></ul><ul><li>Tidak dapat menghindari pajak. Permasalahannya, hasil penjualan produknya tidak dibayar secara tunai. </li></ul>
  8. 9. Pentingnya Berbadan Hukum <ul><li>Adapun mereka yang telah berbadan hukum, sebenarnya memiliki manfaat yaitu : </li></ul><ul><li>Dengan berbadan hukum usahanya terdaftar pada Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan, pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya. Dengan usahanya yang sudah terdaftar itu, instansi terkait dan pemerintah daerah bisa melibatkan mereka dalam berbagai pameran baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, bila ada kunjungan tamu ke instansi-instansi tersebut, misalnya pejabat atau tamu lain dari luar negeri, mereka ini bisa diajak mengunjungi lokasi usahanya. Hal ini secara tidak langsung memperkenalkan usaha serta membantu pemasaran dan sekaligus perluasan pasar; </li></ul>
  9. 10. Pentingnya Berbadan Hukum <ul><li>Lebih mudah melakukan ekspor, sehingga pebisnis dapat melakukan transaksi secara langsung dengan konsumen asing; </li></ul><ul><li>Dengan berbadan hukum pebisnis bisa menjadi anak angkat perusahaan besar atau BUMN; </li></ul><ul><li>Bisa mendapatkan bantuan modal dengan bunga ringan; </li></ul><ul><li>Bisa mendapatkan pelatihan mengenai seluk-beluk berusaha; </li></ul><ul><li>Hubungan kemitraan, dan lain-lain. </li></ul><ul><li>  </li></ul>
  10. 11. Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum dan Tidak Berbadan Hukum CV Perusahaan yang dimiliki oleh dua/ lebih orang. Namun terdapat partner aktif (pengelola), partner pasif (Pemodal). Perusahaan terpadu merupakan perusahaan yang kepemilikannya sudah dalam bentuk saham. Pemilik bisa satu orang atau lebih. Firma Perusahaan yang dimana pemilik lebih dari satu, namun memiliki tanggung jawab yang sama. Pers. Perseorangan Perusahaan yang dimiliki oleh satu orang saja
  11. 12. Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>Perusahaan Perseorangan </li></ul><ul><li>Suatu badan usaha dimana pemilik adalah perseorangan yang melakukan pekerjaan untuk mendapatakan laba. </li></ul><ul><li>Modalnya adalah modal sendiri baik dari pinjaman ataupun penggadaian barang lain milik sendiri. </li></ul><ul><li>Harta Perusahaan dan pribadi tidak dapat dipisahkan. </li></ul><ul><li>Untuk mendirikan perusahaan tersebut tidak banyak peraturannya, cukup surat izin dari lingkungan dimana dia berusaha . </li></ul>
  12. 13. Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>Perusahaan Perseorangan </li></ul><ul><li>Kelebihan : </li></ul><ul><li>Seluruh laba milik sendiri </li></ul><ul><li>Kepuasan pribadi </li></ul><ul><li>Kebebasan dan kelenturan </li></ul><ul><li>Kredit yang diperoleh terjamin oleh kekayaan pribadi </li></ul><ul><li>Kerahasiaan terjamin </li></ul><ul><li>Kekurangan : </li></ul><ul><li>Kekayaan pribadi dapat disita jika terjadi kerugian yang harus ditanggung </li></ul><ul><li>Sumber dana sangat terbatas </li></ul><ul><li>Manajemen kurang baik </li></ul><ul><li>Kelangsungan usaha kurang terjamin </li></ul>
  13. 14. Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>Firma </li></ul><ul><li>Suatu persekutuan untuk menjalankan perusahaan dengan memakai nama bersama, biasanya nama perusahaan diambil dari nama salah seorang sekutu atau inisal dari sekutu. </li></ul><ul><li>Suatu persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan nama bersama. </li></ul><ul><li>Tanggung jawab tiap anggota tersebut tidak terbatas. </li></ul><ul><li>Laba yang diperoleh dibagi bersama sesuai pada besarnya modal yang ditanamkan. </li></ul><ul><li>Kerugian ditanggung bersama sesuai besarnya modal. </li></ul><ul><li>Bukan perusahaan berbadan hukum. </li></ul>
  14. 15. Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>Firma </li></ul><ul><li>Kelebihan : </li></ul><ul><li>Modal relatif lebih besar. </li></ul><ul><li>Manajemen baik dan pembagian kerja jelas . </li></ul><ul><li>Kekurangan : </li></ul><ul><li>Kekayaan pribadi ikut digunakan jika kerugian terjadi yang tak dapat dibayar dari kekayaan perusahaan. </li></ul><ul><li>Kerugian yang disebabkan seseorang ikut ditanggung oleh anggota lainnya. </li></ul>
  15. 16. Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>CV (Perseroan Komanditer) </li></ul><ul><li>Suatu bentuk perjanjian kerjasama untuk berusaha bersama. Antar orang-orang yang bersedia memimpin, mengatur perusahaan, dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadi. </li></ul><ul><li>Seorang yang memberikan pinjaman dan tidak bersedia memimpin perusahaan serta bertanggung jawab terbatas kepada kekayaan yang diikutsertakan dalam perusahaan </li></ul>
  16. 17. Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>CV (Perseroan Komanditer) </li></ul><ul><li>Persekutuan komanditer ada 2 macam : </li></ul><ul><li>Sekutu komanditer : Sekutu yang hanya menyerahkan uang, barang, atau tenaga sebagai pemasukan dalam persekutuan, ia tidak campur tangan dalam pengurusan persekutuan. Ia bukan sebagai pengurus dan dinamakan sekutu pasif . </li></ul><ul><li>Sekutu komplementer : Sekutu yang bekerja, ia yang menggerakan modal tersebut. Ia sebagai pengurus dan dinamakan sekutu aktif . </li></ul>
  17. 18. Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>CV (Perseroan Komanditer) </li></ul><ul><li>Kelebihan : </li></ul><ul><li>Pendiriannya mudah </li></ul><ul><li>Kebutuhan modal lebih mudah dipenuhi </li></ul><ul><li>Pengelolaan perusahaan bisa lebih baik daripada perseroan … perorangan. </li></ul><ul><li>Kekurangan : </li></ul><ul><li>Tanggung jawab anggota tidak sama </li></ul><ul><li>Adanya tanggung jawab tidak terbatas dari sekutu aktif </li></ul><ul><li>Ada kesulitan bagi peserta pasif untuk menarik kembali modal … yang telah disetorkan </li></ul>
  18. 19. Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>CV (Perseroan Komanditer) </li></ul><ul><li>Sekutu komanditer : </li></ul><ul><li>Keuntungan sesuai pemasukan </li></ul><ul><li>Kerugian hanya ditanggung sampai jumlah pemasukan dan … tidak boleh dituntut guna menutupi kerugian </li></ul><ul><li>Dilarang melakukan pengurusan dan hanya boleh mengawasi </li></ul><ul><li>Bertanggung jawab kedalam. </li></ul><ul><li>Sekutu Komplementer : </li></ul><ul><li>keuntungan sesuai hasil </li></ul><ul><li>kerugian tidak terbatas, kakayaan pribadi bisa sebagai … jaminan untuk kerugian perserikatan </li></ul><ul><li>Bertanggung jawab keluar. </li></ul>
  19. 20. Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>Perseroan Terbatas (PT) </li></ul><ul><li>Badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian. Melakukan kegiatan usaha dengan modal besar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh UU. </li></ul><ul><li>Pemegang saham hanya bertanggung jawab sebesar saham yang dimiliki. </li></ul><ul><li>Organisasi perusahaan PT terdiri dari RUPS, Direksi dan Komisaris. </li></ul>
  20. 21. Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>Perseroan Terbatas (PT) </li></ul><ul><li>RUPS : Memegang kekuasaan tertinggi. </li></ul><ul><li>Direksi : Mengurusi perseroan dan mewakili perseroan di ………........ dalam dan di luar pengadilan. </li></ul><ul><li>Komisaris : Mengawasi perseroan secara umum dan ……………. memberikan saran atau nasehat kepada direksi. </li></ul><ul><li>Macam PT : </li></ul><ul><li>PT. Tertutup </li></ul><ul><li>PT. Terbuka </li></ul><ul><li>PT. Kosong </li></ul><ul><li>PT. Asing </li></ul><ul><li>PT. Domestik </li></ul>
  21. 22. Bentuk-Bentuk Usaha Berbadan Hukum dan Tidak Berbadan Hukum <ul><li>Perseroan Terbatas (PT) </li></ul><ul><li>Kelebihan : </li></ul><ul><li>Tanggung jawab terbatas </li></ul><ul><li>Perusahaan langgeng </li></ul><ul><li>Manajemen efisien. </li></ul><ul><li>Kekurangan : </li></ul><ul><li>Pengenaan pajak penghasilan cukup besar </li></ul><ul><li>Pendirian sulit </li></ul><ul><li>Biaya pendirian cukup besar. </li></ul>
  22. 23. Tips memilih badan hukum yang tepat untuk usaha kita <ul><li>Ada beberapa faktor untuk memilih badan usaha yang akan dijalankan. Pertimbangan utama pemilihan bentuk badan hukum perusahaan antara lain : </li></ul><ul><li>Sesuaikan dengan besarnya modal </li></ul><ul><li>Tentu modal kecil dan modal besar mempengaruhi pemilihan jenis badan usaha yang akan dijalankan. Dengan mengetahui nominal modal awal, badan usaha yang mungkin dapat didirikan ialah, Unit Dagang, CV, Firma, dan Perseroan Terbatas (PT). </li></ul>
  23. 24. Tips memilih badan hukum yang tepat untuk usaha kita <ul><li>Sesuaikan dengan kemampuan dan tanggung jawab secara hukum dan financial. </li></ul><ul><li>Pemilihan badan usaha berbentuk apapun juga harus memperhatikan kemampuan perseorangan atau kelompok yang akan mendirikan badan usaha tersebut apakah akan berbadan hukum atau tidak. Secara keuangan, apakah akan dipilih yang jenis penggabungan financial pribadi dengan financial perusahaan beserta segala resiko jika terjadi ataukah dengan pembedaan, tentu harus dipikirkan secara matang dari pertimbangan para pemilik modal dan kesepakatran bersama. </li></ul>
  24. 25. Tips memilih badan hukum yang tepat untuk usaha kita <ul><li>Sesuaikan dengan bidang industri </li></ul><ul><li>Jenis kegiatan yang akan dijalankan perusahaan merupakan pertimbangan khusus lainnya untuk menentukan jenis badan usaha yang tepat. Jika jenis kegiatan mampu dinaungi oleh jenis badan usaha tertentu yang skala persyaratan an mekanismenya mudah, tentu itu sudah cukup daripada mengurus jenis badan usaha lain yang lebih sulit dalam prosedur, sehingga menghabiskan modal dan waktu di awal. Yang perlu diingat ialah adanya langkah lain yang dapat diambil jika telah memiliki suatu badan usaha, namun ternyata dalam perjalanannya mengalami kemajuan pesat, yaitu pilihan menambah badan usaha lain selain menguba jenis badan usaha yang sudah dipunyai. </li></ul>
  25. 26. Tips memilih badan hukum yang tepat untuk usaha kita <ul><li>Sesuaikan dengan persyaratan Undang-undang yang berlaku Di Indonesia, pendirian sebuah usaha diatur dengan Undang-Undang yaitu dalam bentuk Peraturan Daerah dan juga Peraturan dari Departemen Perdagangan, serta Departemen atau instansi terkait lainnya. Setiap individu dan juga badan usaha yang melakukan aktifitas dagang wajib untuk membuat ijin usaha. Ada beberapa jenis perijinan usaha, antara lain berdasarkan klasifikasi besarnya usaha yaitu Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) Kecil, Menengah dan Besar, juga ada Ijin Usaha Umum dan Khusus. Ijin Usaha khusus misalnya untuk Ijin Usaha Travel, Ijin Usaha Konstruksi, Ijin Usaha Transportasi dan lain-lain. </li></ul>
  26. 27. End this presentation, And thank you for your attention 
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×