ISSN 2089-5933                         Diterbitkan Oleh :              Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan              ...
e- JURNAL JENDELA PENDIDIKAN           JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN                                     Di T...
KATA PENGANTAR       Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat danhidayah, sehingga Jurn...
ISSN 2089-5933                           DAFTAR ARTIKEL   SUPERVISI PENGAJARAN SEBAGAI PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU     ...
Supervisi Pengajaran sebagai Pembinaan                        Profesionalisme Guru                              Oleh Rochm...
Cara hidup suatu bangsa sangat               terkait    satu     sama      lain     danerat    kaitannya     dengan       ...
pendidikan     yang       layak    sebagai   peningkatan kualitas tidak sampaibekal dasar kehidupannya sebagai            ...
hanya       tercermin              di     dalam    menyangkut      soal     pengadaan       dihubungan         antara     ...
dikatakan bermutu jika terdapat                    oleh     Watson            (dalam     Taroeratjeka,kecocokan         an...
pcrhatian pemerintuh salah salunya                 melaksanakan                     pembinaanadalah puningkatan mutu pendi...
belajar                        mengajarnya.          proses belajar mengajar yang tepat.Harsosandjojo                     ...
tercapainya tujuan pendidikan nasional             (coordinating),      dan    (4)     kegiatandan tujuan pendidikan insti...
sebagai segala usaha dari para                            Memperhatikan            penting      danpejabat      sekolah   ...
belajar mengajar dengan lebih baik             meningkatkan        proses       belajar -dari prestasi sebelumnya.        ...
meningkatkan ke mampuan dan                 approach), (2) pendekatan tidakketerampilan          guru       dalam      lan...
juga   rendah.      D emikian        pula    mengenal dan mempraktekkandengan      komitme n         guru    bisa   teknik...
dengan guru dapat menyusun                        membantu guru mengembangkan arahsuatu program yang baik unt uk          ...
tertentu, akan sangat membantu.                 sekolah       untuk           menciptakanPembicaraan sehabis demonstrasi  ...
jumlah-nya         itu           hendaknya      akan memenuhi kebutuhan dantersedia bagi semua guru. Juga                 ...
sekolah, (13) melalui kegiatan               dengan         baik,            supervisorekstra     kurikulum,         dan  ...
satu rekomendasi dari konferensi               saja dan monoton itu-itu saja,ini,    khususnya        yang     berkaitan  ...
sekolah; pengendalian emosional                kepada para guru sebagai subyeksupervisor         dalam          menerima  ...
(b) pembicaraan individual, (c)                                              diskusi           kelompok,              (d)S...
supervisor      perlu       membekali       merekam dan mencatat kegiatanformat    dokumen          yang    dapat    guru ...
DAFTAR RUJUKANBafadal, I. 2003. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah,      Peningkatan Profesionalisme Guru Se...
historik dan Empirik. Pidalo Pengukuhan Guru Besar [KIP Malang.     Making: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang, ...
ISSN 2089-5933                        Diterbitkan Oleh :             Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan                ...
PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJARSISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD TUNAS BANGSA       ...
Pendidikan yang berlangsung seumur          harus ada kerjasama yang baik sehinggahidup dan dilaksanakan sedini mungkin   ...
jasmani dan rohani, kepribadian yang                  Kesadaran bahwa tugas utama memberimantap dan mandiri serta rasa tan...
dalam penelitian ini adalah uji Regresi             Pernya-       Corrected item     KetSederhana dengan rumus persamaan r...
Dalam penelitian ini uji normalitas                                                                                       ...
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
E  jurnal penelitian
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

E jurnal penelitian

7,015
-1

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
7,015
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
218
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

E jurnal penelitian

  1. 1. ISSN 2089-5933 Diterbitkan Oleh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Gresik e- JURNAL Vol. 1 No. I Hlm. Gresik ISSNPENDIDIKAN 1-66 Juni - 2089-5933 Nopember
  2. 2. e- JURNAL JENDELA PENDIDIKAN JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Di Terbitkan oleh : Ketua Penyuting Rektor Universitas Gresik Wakil Penyuting Dekan FKIP Penyuting Pelaksana Dra. Eka Sri Rahayu, M.Pd Dra. Adrijanti, M.Pd Etiyasningsih, S.Pd., M.Pd Sri Sundari, S.Pd.,M.Pd Drs. Agus Tri Sulaksono, M.Pd Penyuting Ahli Prof. Dr. H. Sukiyat.SH.,M.Si Dra. Hj. Bariroh, M.Pd Drs. Syaiful Khafid, M.Pd Mitra Bestari Prof. Dr. Marhamah, M.Pd (Universitas Islam Jakarta) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd (Universitas Negeri Malang) Prof. Dr. H. Sukiyat, SH.,M.Si (Universitas Gresik ) Pelaksana Ahmad Faizin, SS Alamat Penerbit/Redaksi Kampus Universitas Gresik Jl. Arif Rahman Hakim No. 2B Gresik Telp /Fax (031) 3978628Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Nopember . Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analitis-kritis di bidang administrasi pendidikan
  3. 3. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat danhidayah, sehingga Jurnal Jendela Pendidikan versi elektronik bisa hadir di Masyarakatkhususnya kalangan pemerhati dan pemangku pendidikan. Jurnal Jendela Pendidikan versi elektronik ( e-Journal) akan mendampingi JurnalJendela Pendidikan versi cetak yang lebih dulu hadir, Jurnal Jendela Pendidikan ini berisitentang sejumlah artikel penelitian baik artikel bersifat empiris atau laporan penelitianmaupun artikel yang bersifat kajian teori atau artikel konseptual. Penulis artikel berasal darikalangan akademisi atau dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Gresikyang akan dipublish masyarakat luas khususnya para pemerhati pendidikan. Hal ini sesuaidengan misi utama keberadaan e-Journal Pendidikan sebagai media komunikasi daninformasi yang bersifat ilmiah. Kami berharap partisipasi berbagai kalangan baik akademisi, praktisi, maupunbirokrasi untuk menulis dalam jurnal ini, sehingga berbagai temuan, pemikiran dan ide sertagagasan dapat terkomunikasi dalam jurnal ini semoga terbitan pertama Jurnal JendelaPendidikan versi elektronik bermanfaat bagi kita semua. Gresik, Desember 2011 Tim Redaksi
  4. 4. ISSN 2089-5933 DAFTAR ARTIKEL SUPERVISI PENGAJARAN SEBAGAI PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU 1-09 Rochmanu Fauzi PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI SISWA PADA BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA DI SDN BANGSAL SURABAYA 10 - 18 Etiyasningsih PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP PEMAHAMAN UNIFLYING GEOGRAPHY 19-29 Syaiful Khafid IKLIM KERJA LEMBAGA DI PONDOK PESANTREN AL FUTUHIYAH GENDONGKULON BABAT LAMONGAN 30-38 Sri Sundari PENDIDIKAN KARAKTER : WACANA KONSEP DAN IMPLEMENTASINYA 39 - 59 Soesetijo PENGARUH DISIPLIN GURU TERHADAP PRESTASI SISWA DI SDN BANJARSARI GRESIK 60 - 78 Etiyasningsih STUDI TENTANG PENGARUH PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KEDISIPLINAN GURU DALAM PELAKSANAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SDN NGAGELREJO SURABAYA 79 - 87 Sri Sundari TELAAH KRITIS PENDIDIKAN UNTUK SEMUA (EDUCATION FOR ALL)DALAM KONTEKS MANAJEMEN PENDIDIKAN 88 - 106 Soesetijo E - Jurnal Vol. No. Hlm. Gresik ISSN JENDELA 01 01 1 - 106 Juni - 2089-4554PENDIDIKAN Nopember
  5. 5. Supervisi Pengajaran sebagai Pembinaan Profesionalisme Guru Oleh Rochmanu Fauzi Abstraksupervisi pengajaran adalah untuk meningkatkan kemampuan danketerampilan guru dalam melaksanakan tugas pokoknya sehari -hari yaitumengajar. Ada tiga pendekatan dalam supervisi pengajaran, yaitu (1)pendekatan langsung, (2) pendekatan tidak langsung, dan (3) kolaboratif.Teknik-teknik supervisi pengajaran yang paling bermanfaat adalahkunjungan kelas, pembicaraan individual, Diskusi kelompok,demonstrasi mengajar, dan sebagainya. Para guru lebih menghargaisupervisor yang hangat dan menghargai guru. Dalam praktiknyasupervisi pengajaran masih berorientasi pada aspek administratif saja.Berdasarkan uraian tersebut disarankan para supervisor perlu adapenyegaran secara rutin, dalam pelaksanaan supervisi pengajaran parasupervisor sebaiknya menggunakan pendekatan supervisi klinis, perluada pertemuan seusai supervisi yang telah dilakukan oleh Kepala Sekolahatau Pengawas Sekolah, sebagai upaya untuk tindak lanjut setelahpelaksanaan supervisi dilaksanakan.Kata kunci: mutu pendidikan, supervisi pengajaran.
  6. 6. Cara hidup suatu bangsa sangat terkait satu sama lain danerat kaitannya dengan tingkat seyogyanya ini dijadikan acuanpendidikannya, Pendidikan bukan dalam proses peningkatan mutuhanya sekedar melestaiikan pendidikan. Oleh karena itu,kebudayaan dan meneruskan dari mutu sebagai salah satugenerasi ke generasi. Akan tetapi paradigma yang harus ditatajuga diharapkan akan dapat secara terus menerus danmengubah dan mengembangkan berkelanjutan. Menurut Mastuhupengetahuan. (2003) dalam pengelolaan suatu unit pendidikan, mutu dapat Sementara itu, salah satu dilihat dari "masukan", "proses",fenomena di bidang pendidikan dan "hasil".yang banyak disoroti oleh para Permasalahan pendidikanpemerhati, cendekiawan maupun yang diidentifikasi (Depdikbud,masyarakat pada umumnya 1983), sampai saat ini,adalah masalah mutu pendidikan. formulasinya tetap sama, yaituMembahas masalah mutu masalah (1) masalah kuantitatif,pendidikan, sebenarnya (2) masalah kualitatif, (3)membahas masalah yang sangat masalah relevansi, (4) masalahkompleks. Oleh karena masalah efisiensi, (5) masalah efektivitas,mutu pendidikan selalu kait- dan (6) masalah khusus.mengkait dengan indikator- Uraian secara singkatindikator lainnya. Salah satu masalah-masalah tersebut adalahinstrumen yang dianggap cukup sebagai berikut ini.efektif untuk meningkatkan mutupendidikan adalah dengan 1. Masalah Kuantitatifsupervisi pengajaran oleh Kepala Masalah kuantitatif adalahSekolah maupun Pengawas. masalah yang timbul sebagai Untuk itu perlu adanya akibat hubungan antarapergeseran dari paradigma lama pertumbuhan sistem pendidikanmenuju ke paradigma yang baru. pada satu pihak dan pertumbuhanParadigma baru manajemen penduduk Indonesia pada pihakpendidikan tinggi, terdiri dari lain. Untuk mengatasi masalah iniakreditasi, akuntabilitas, perlu adanya suatu sistemevaluasi, otonomi dan mutu. pendidikan nasional yangKelima paradigma baru memungkinkan setiap wargapendidikan tersebut saling ncgara Indonesia memperoleh
  7. 7. pendidikan yang layak sebagai peningkatan kualitas tidak sampaibekal dasar kehidupannya sebagai menghambat peningkatanwarga negara. Dalam rangka kuantitas dan sebaliknya.pemerataan pendidikan ini, perludilaksanakan kewajiban belajar 3. Masalah relevansidengan segala konsekuensinya Masalah relevansi adalahdalam bidang pembiayaan, masalah yang timbul dariketenagaan, dan peralatan. hubungan antara sistem pendidikan dan pembangunan2. Masalah kualitatif nasional serta antara kepentingan Masalah kualitatif adalah perorangan, keluarga, danmasalah bagaimana peningkatan masyarakat, baik dalam jangkakualitas sumber daya manusia pendek maupun dalam jangkaIndonesia gara bangsa Indonesia panjang. Hal ini meminta adanyadapat meinpertahankan keterpaduan di dalameksistcnsinya. Dalam masalah ini perencanaan dan pelaksanaantercakup pula masalah pembangunan nasional agarketinggalan bangsa Indonesia dan pendidikan merupakan wahanaperkembangan modern. Ditinjau penunjang yang efektif bagidari latar bclakang ini, masalah proses pembangunan dankualitas pendidikan merupakan ketahanan nasional. Masalah inimasalah yang memprihatinkan dengan sendirinya mempunyaidalam rangka kelangsungan hidup kaitan pula dengan masalahbangsa dan negara. Dalam sistem pokok di dalam pembangunanpendidikan ini sendiri, masalah nasional, seperti masalah tatakualitas menyangkut nilai, industri. pembangunan banyak hal, antara lain pertanian, perencanaan tenagakualitas calon anak didik, guru kerja, dan pertumbuhan wilayah.dan tenaga kependidikan lainnya, 4. Masalah efisiensiprasarana, dan sarana. Masalah efisiensi padaPenanganan aspek kualitatif ini hakikatnya adalah masalahberhubungan erat dengan pengelolaan pendidikan nasional.penanganan aspek kuantitatif Adanya keterbalasan dana dansehingga perlu sekali adanya daya manusia sungguh-sungguhkeseimbangan yang dinamis memerlukan adanya sistemdalam proses pengembangan pengelolaan efisien dan terpadu.pendidikan nasional, sehingga Keterpaduan pengelolaan tidak
  8. 8. hanya tercermin di dalam menyangkut soal pengadaan dihubungan antara negeri dan lembaga-lembaga pendidikanswasta, antara pendidikan guru, pembinaan sistem karir dansekolah dan pendidikan luar prestasi kerja, pengangkatan,sekolah, antara departemen yang pemerataan dan penyebaransatu dan departemen yang lain, di menurut wilayah dan bidangdalam lingkungan jajaran studi, pembinaan karir danDepartemen Pendidikan Nasional prestasi, status, dansendiri, tetapi juga di antara kesejahteraan. Masalah yangsemua unsur dan unit lersebut. kompleks ini menyangkut banyak lembaga dan unit serta koordinasi5. Masalah efektifitas dan kerjasama antara lembaga Masalah efektifitas adalah dan unit tersebut.masalah yang menyangkut Esensi dari permasalahan-keampuhan pelaksanaan permasalahan pendidikan padapendidikan nasional. Dalam hakekatnya adalah bermuarahubungan dengan permasalahan pada satu istilah yaitu kualitaskeseimbangan yang dinamis pendidikan atau mutuantara kualitas dan kuantitas, di pendidikan. Mastuhu (2003)samping keterbalasan sumber mengemukakan bahwa kata kuncidana dan tenaga, efektivitas untuk menggambarkan Sistemproses pendidikan amat penting. Pendidikan Nasional yangHal ini berkaitan dengan bagaimana yang diperlukan dalamkurikulum, termasuk aspek abad-abad mendatang ialahmetodologi dan evaluasi, serta pendidikan yang bermutu.masalah guru, pengawas, dan Selanjutnya, Mastuhumasukan instrumental lainnya. mengatakan bahwa mutu6. Masalah khusus (quality) merupakan suatu Di samping masalah- istilah yang dinamis yang turusmasalah umum yang telah bergerak; jika bergerak majudibicarakan di atas, perlu dikatakan mutunya bertambahdibicarakan pula beberapa baik, sebaliknya jika bergerakmasalah khusus sebagai berikut. mundur dikatakan mutunyaGuru sebagai pelaksana merosot. Mutu dapat berartipendidikan faktor kunci di dalam superiority atau excellencepelaksanaan sistem pendidikan yaitu melebihi standar umumnasional. Masalah guru yang berlaku. Sedangkan sesuatu
  9. 9. dikatakan bermutu jika terdapat oleh Watson (dalam Taroeratjeka,kecocokan antara syarat-syarat 2000) bahwa suatu upaya pencarianyang dimiliki oleh benda yang mutu secara terus-menerus demidikehendaki dengan maksud dari mendapatkan cara kerja yang lebihorang yang menghendakinya baik agar mampu tampil bersaing(Idrus, dkk., 2002). melampui standar umum. Dalam pengelolaan suatu Menurut Supriadi (2000) kitaunit pendidikan, mutu dapat tidak perlu dipusingkan olehdilihat dari: "masukan", "proses", pertanyaan-pertanyaan mengenaidan "hasil". Masukan" meliputi: validitas metodologisnya atau berusahasiswa. Tenaga pengajar, mencari excuse apabila ternyata adaadministrator, dana, sarana, hasil-hasil studi yang tidak sesuaiprasarana, kurikulum, buku-buku dengan harapan kita. Sikap optimisperpustakaan, laboratorium, dan perlu untuk dikembangkan bagialat-alat pembelajaran, baik pendidikan di Indonesia, walaupunperangkat keras maupun hasil surveinya tidak menyenangkanperangkat lunak. "Proses" sesuai dengan yang diharapkan.meliputi, pengelolaan lembaga, langkah selanjutnya membuat visi kepengelolaan program studi, depan untuk meningkatkan kualitaspengelolaan program studi. manajemen pendidikan.pengelolaan kegiatan belajar- Suatu saran yang dikemukakanmengajar, interaksi akademik oleh Supriadi dalam menghadapiantara civitas akademika, seminar permasalahan rendahnya kualitasdialog, penelitian, wisata ilmiah, pendidikan di Indonesia adalahevaluasi dan akreditasi. Sedangkan memiliki visi global dan kehendak"hasil": meliputi lulusan. penerbitan- untuk bersaing secara internasional,penerbitan, temuan-temuan ilmiah, maka insan pendidikan mulai paradan hasil-hasil kinerja lainnya. pengajar dan peneliti di lembaga Ketiga unsur di atas (input, pendidikan tenaga kependidikan diproses, dan output) terus berproses perguruan tinggi dan pengambilatau berubah-ubah. Oleh karena itu, keputusan dituntut untuk membukapengelola unit pendidikan atau sekolah wacana terhadap studi-studiperlu menetapkan patokan atau internasional.benchmark, yaitu standar target yang KONSEP DASAK SUPERVISIharus dicapai dalam suatu periode PENGAJARAIN DI SEKOLAHwaktu tertentu dan terus berusaha Di antara masalah-masalahmelampuinya. Seperti dikemukakan pendidikan yang sedang mendapat
  10. 10. pcrhatian pemerintuh salah salunya melaksanakan pembinaanadalah puningkatan mutu pendidikan terhadap guru agar lebih(Benly, IW2). Dalam PROPENAS profesional, maka instrumen yang(2002) dijelaskan bahwa sampai sangat relevan dan tepat adalahdengan awal abad ke-21 pembangunan dengan melalui supervisipendidikan masih menghadapi krisis pengajaran. Oleh karena supervisiekonomi berbagai bidang kcliidupan. pengajaran pada hakikatnyaWalaupun sejak tahun 2000, ekonomi adalah untuk meningkatkanIndonesia telah mulai tumbuh positif kemampuan dan keterampilan(4,8 persen), akibat krisis dalam guru dalam melaksanakan tugaskehidupan sosial, politik dan pokoknya sehari-hari yaitukepercayaan dikawatirkan masih akan mengajar para peserta didik dimemberi yang kurang kelas.menguntungkan terutama bagi Dari berbagai kajianupaya peningkatan kualitas SDM. mengenai rumusan definisiProgram peningkatan mutu mengenai supervisi, Mantjapendidikan di sekolah dasar dapat (1998) menuliskan formulasidicapai manakala proses belajar tentang supervisi pengajaranmengajar dapat berlangsung adalah semua usaha yang sifatnyadengan baik. berdayaguna dan membantu guru atau melayaniberhasil guna. guru agar ia dapat memperbaiki, Dalam mengkaji risalah mengembangkan, dan bahkanmutu pendidikan, tidak dapat meningkatkan pengajarannya,lepas dari penyelenggaraan serta dapat pula menyediakansistem pendidikan. Dari berbagai kondisi belajar murid yang efekiffaktor penyebab rendahnya mutu dan efisien demi pertumbuhanpendidikan, ditinjau dari aspek jabatannya untuk mencapaimanajemen pendidikan dapat tujuan pendidikan dandikelompokkan ke dalam tiga meningkatkan mutu pendidikan.faktor, yaitu: (a) faktor Definisi yang dirumuskan olehinstrumental sistem pendidikan, Mantja ini sudah mewakili konsep(b) faktor sistem manajemen supervisi pengajaran.pendidikan, termasuk di Apabila dikaji daridalamnya sistem pembinaan tujuannya supervisi padaprofesional guru, dan (c) faktor hakikatnya adalah untuksubstansi manajemen pendidikan membantu guru untuk(Mantja, 1998). Untuk dapat meningkatkan kualitas proses
  11. 11. belajar mengajarnya. proses belajar mengajar yang tepat.Harsosandjojo (1999) Tujuan tersebut ditambah dengan (4)mengemukakan tujuan supervisi tujuan perantara ialah membina guru-yaitu membantu guru dalam hal guru agar dapat mendidik para siswa(1) membimbing pengalaman dengan baik, atau menegakkan disiplinbelajar sisvva, (2) menggunakan kerja secara manusiawi.sumber-sumber pengalaman Dalam kaitannya dengan tugas-belajar, (3) menggunakan metode- tugas supervisor, secara lebih khususmetode yang baru dan alat-alal Nurtain (1989) membagi 10 (sepuluh)pelajaran modern, (4) memenuhi bidang tugas supervisor yang dirincikebutuhan belajar para siswa, (5) sebagai berikut ini. Tugasmenilai proses pembelajaran dan I , pengembangan kurikulum. Tugashasil belajar siswa, (6) mcmbina 2, pengorganisasian pengajaran.reaksi mental atau moral kerja Tujuan 3, pengadaan staf. Tugas 4,guru-guru dalam rangka penyediaan fasilitas. Tugas 5,pertumbuhan pribadi dan jabatan pcnycdiaan bahan-bahan. Tugas 6,mereka, (7) melihat dengan jelas penyusunan penataran pendidikan.tujuan-tujuan pendidikan, dan (8) Tugas 7, pemberian orientasimengguaakan waktu dan tenaga anggota-anggota staf. Tugas 8,mereka dalam pembinaan sekolah. berkaitan dengan pelayanan muridTujuan supervisi ini pada akhirnya khusus. Tugas 9, pengembanganadalah ditujukan untuk meningkatkan hubungan masyarakat. Dan yangkualitas para siswa. Hal ini terakhir tugas 10, penilaiansebagaimana dikemukakan oleh pengajaran.Sergiovanni (1983) bahwa tujuan Mengkaji tugas-tugas supervisisupervisi ialah (1) tujuan akhir adalah pengajaran tersebut di atas, dapatuntuk mencapai pertumbuhan dan ditelaah dari tujuan supervisiperkembangan para siswa (yang pengajaran itu sendiri. Sesuai denganbersifat total). Dengan demikian fungsi pokok supervisi, yaitusekaligus akan dapat memperbaiki memperbaiki dan mengembangkanmasyarakat, (2) tujuan kedua ialah situasi belajar mengajar dalam rangkamembantu kepala sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan nasional,menyesuaikan program pendidikan maka tujuan supervisi pendidikandari waktu ke waktu secara kontinyu mencakup tujuan dasar, tujuan umum(dalam rangka menghadapi tantangan dan tujuan khusus.perubahan zaman), (3) tujuan dekat Tujuan dasar supervisiialah bekerjasama mengembangkan pendidikan, adalah membantu
  12. 12. tercapainya tujuan pendidikan nasional (coordinating), dan (4) kegiatandan tujuan pendidikan institusional. pengawasan (controlling).Tujuan pendidikan nasional secara Berdasarkan uraianrinci dan jelas dirumuskan dalam tersebut di atas, dapatGBHN. Sedangkan tujuan institusional dikemukakan bahwa untukdapat dilihat di dalam kurikulum yang meningkatkan kualitas belajarmemuat landasan, program dan mengajar, guru adalah faktorpengembangan. sentral yang perlu mendapatkan Tujuan umum supervisi perhatian secara optimal. Mediapendidikan, adalah membantu untuk meningkatkanmemperbaiki dan profesionalisme guru adalahmengembangkan administrasi melalui supervisi pengajaran.pendidikan. Administrasi yang Supervisi pengajaran padadimaksud adalah meliputi baik hakikatnya adalah ditujukanadministrasi sebagai substansi untuk meningkatkan kualitasmaupun administrasi sebagai pembelajaran yang dilakukan olehproses. guru di kelas, sehingga tujuan Administrasi sebagai akhirnya adalah kualitas hashsubstansi meliputi hal-hal sebagai belajar siswa dapat ditingkatkanberikut: (1) administrasi secara optimal.kesiswaan, (2) administrasiketenagaan, (3) administrasi SUPERVISI PENGAJARANkurikulum, (4) administrasi Dalam pemakaiannya secarakeuangan, (5) administrasi umum supervisi diberi arti samasarana/prasarana, dan (6) dengan director, manager. Dalamadministrasi hubungan bahasa umum ini adamasyarakat. Sedangkan kecenderungan untuk membatasiadministrasi sebagai proses pemakaian istilah supervisormeliputi hal-hal terkait dengan kepada orang-orang yang beradaunsur-unsur manajemen, antara dalam kedudukan yang lebihlain (1) kegiatan perencanaan bawah dalam hicrarkhi(planning), (2) kegiatan manajemen.pengorganisasian (organizing), (3) Dalam sistem sekolah,kegiatan pengarahan (actuating) khususnya dalam sistem sckolahyang meliputi kegiatan yang ialah berkembang,pengarahan (directing) dan situasinya agak lain. Dalam Goodkegiatan pengkoordinasian (1976) supervisi didefinisikan
  13. 13. sebagai segala usaha dari para Memperhatikan penting danpejabat sekolah yang diangkat peranannya pendidikan dasar danyang diarahkan kepada menengah yang demikian besar, makapenyediaan kepemimpinan bagi pendidikan dasar dan menengah haruspara guru dan tenaga dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.kependidikan lain dalam Oleh karena itu, pembinaan terhadapperbaikan pengajaran, melihat para guru di sekolah dasar merupakanstimulasi pertumbuhan suatu kebutuhan yang tidak dapatprofessional dan perkembangan ditunda-tunda lagi. Pembinaandari para guru, seleksi dan revisi terhadap guru sekolah dasar, terutamatujuan-tujuan peudidikan, bahan diarahkan pada pembinaan prosespengajaran, dan metoda-metoda belajar mengajar. Pembinaan prosesmengajar, dan evaluasi pengajaran. belajar mengajar adalah usahaWiles (1982) menjelaskan bahwa memberi bantuan pada guru untuksupervisi sebagai bantuan dalam memperluas pengetahuan,pengembangan situasi belajar- meningkatkan keterampilan mengajarmengajar yang lebih baik; ia adalah dan menumbuhkan sikap profesional,suatu kegiatan pelajaran yang schingga guru menjadi lebih ahli dalamdisediakan untuk membantu para guru mengelola KBM untuk membclajarkanmenjalankan pekerjaan mereka dengan anak didik dalam rangka mencapailebih baik. Peranan supervisor adalah tujuan pembelajaran dan tujuanmendukung, membantu, dan membagi, pendidikan di SD (Depdikbud,bukan menyuruh. Wiles (1982) 1999/2000).selanjutnya mengatakan bahwa Supervisi pendidikan di sekolahsupervisi yang baik hendaknya dasar lebih diarahkan untukmengembangkan kepemimpinan di meningkatkan kemampuan gurudalam kelompok, membangun program sekolah dasar dalam rangkalatihan dalam jabatan untuk peningkatan kualitas proses belajarmeningkatkan keterampilan guru, dan mengajar. Supervisi ini dapatmembantu guru meningkatkan dilakukan oleh siapa saja, baik Kepalakemampuannya dalam menilai hasil Sekolah maupun Pengawas Sekolahpekerjaannya. yang bertugas sebagai supervisor melalui pemberian bantuan yang bercorak pelayanan dan bimbinganSUPERVISI PENGAJARAN profesional, sehingga guru dapatSEBAGAI PEMBINAAN melaksanakan tugasnya dalam prosesPROFESIONAL GURU
  14. 14. belajar mengajar dengan lebih baik meningkatkan proses belajar -dari prestasi sebelumnya. mengajar di kelas. SupervisorSupervisi pendidikan di atau pembina, yaitu Peng awassekolah pada hakekatnya Sekolah, Kepala Sekolah, atauadalah dalam rangka semua pejabat yang terlibatpembinaan terhadap para guru. dalam layanan supervisi,Adapun sasaran pembinaannya, adalah pihak yang selama i niantara lain (1) merencanakan dipandang berwe wenang, dankegiatan belajar mengajar karena itu pula di anggap palingsesuai dengan st rategi belajar bertanggung jawab dalamaktif, (2) menge lola kegiatan kegiatan supervisi.belajar mengajar yang Kilas balik kaji historismenantang dan menarik, (3) supervisi pengajaran, padamenilai kemajuan anak belajar, awalnya istilah yang(4) memberikan umpan balik dimunculkan adalah supervisiyang bermakna, (5) pendidikan (Kuri kulum 1975).memanfaatkan lingkungan Kemudian. pada Kurikul umsebagai sumber dan media 1984 dan 1994 digunakanpengajaran, (6) membimbing istilah pembinaan profesionaldan melayani siswa yang guiu atau pembinaan gurumengalami kesul itan belajar, untuk jenjang sekolah dasar.terutama bagi anak lamban dan Walaupun demi kian istilahanak pandai, (7) mengelola supervisi pendidikan dalamkelas sehingga tercipta Kurikulum SMU 1994 masihlingkungan be lajar yang tetap digunakan. Denganmenyenangkan, dan (8) demikian dapat disimpulkanmenyusun dan mengelola bahwa kegiatan supervisicatatan kemajuan anak (record pendidikan maup un pembinaankeeping) (Depdikbud, profesional merupakan nama1999/2000). layanan yang digunakan secara Menurut Mantja (1990) bergantian dal am praktiksupervisi atau pembinaan pendidikan pada sek olah-profesional adalah bantuan sekolah di Indonesia.atau layanan yang diberikan Dengan de mikian dapatkepada guru, agar ia belajar dikemukakan bahwa supervisibagaimana mengembangkan (pembinaan profe sional guru )kemampuannya untuk dimaksudkan untuk
  15. 15. meningkatkan ke mampuan dan approach), (2) pendekatan tidakketerampilan guru dalam langsung (non directive approach),melaksanakan tugas pokoknya dan (3) pendekatan kolaboratifsehari-hari yaitu mengel ola (collaborative approach).proses belajar -mengajar Pendekatan langsung adal ahdengan segala aspek sebuah pendekatan supervisi,pendukungnya sehingga di mana dalam upayaberjalan dengan baik peningkatan ke mampuan gurukhususnya dalam kegiatan peran kepala sekolah dasar,belajar mengajar, sehingga pengawas TK/SD, dan pembinatujuan pendidikan dasar dapat lainnya lebih besar dari padatercapai secara optimal. peran guru yang bersangkutan. Pada hakikatnya kegiatan Pendekatan tidak langsungpembinaan menyangkut dua adalah sebuah pendekatanbelah pihak yaitu pihak yang supervisi, di mana dalam upayadilayani atau pihak yang dibina peningkatan ke mampuan gurudan pihak yang melayani atau peran kepala sekolah,yang membina (Ekosusilo, pengawas TK/SD, dan Pembina2003). Baik yang dibina lainnya lebih kecil daripadamaupun pembina harus sama - peran guru yang bersangkutan.sama me miliki kemampuan Pendekatan kolaboratif adalahyang berkembang secara serasi sebuah pendekatan supervisi,sesuai dengan ke dudukan dan di mana dalam upayaperan masing-masing. Oleh peningkatan ke mampua n gurusebab itu, sasaran pembi naan peran kepala sekolah,profesional ini adalah kedua pengawas TK/SD, dan pembinabelah pihak yaitu guru sebagai lainnya sama besarnya denganpihak yang dibina dan kepala peran guru yang bersangkutan.sekolah atau pengawas sekolah Penggunaan pendekatansebagai pihak yang membina. tersebut disesuaikan dengan dua karakteristik guru yangBEBERAPA PENDEKATAN akan diberi supervisi, yaituDALAM SUPERVISI PENDIDIKAN tingkat abstraksi guru (level of Secara garis be sar ada teacher abstraction) dan tingkattiga pendekatan dalam komitme n guru (level of teachersupervisi pendidikan, yaitu (1) commitment). Daya abstraksi gurupendekatan langsung (directive bisa tinggi, sedang, dan bisa
  16. 16. juga rendah. D emikian pula mengenal dan mempraktekkandengan komitme n guru bisa teknik-teknik supervisitinggi, sedang, dan rendah. pendidikan yang lazimPendekatan sup ervisi yang digunakan dalam pelaksanaandigunakan harus dises uaikan supervisi pengajaran. Adadengan tinggi -re ndahnya daya tersedia sejumlah teknikabstraksi dan komitmen guru supervisi yang dipandangyang disupervisi. bermanlaat untuk merangsang1. Guru yang memiliki daya dan me ngarahkan perhatian abstraksi dan komitmm yang guru-guru terhadap kurikulum rendah sebai knya dan pengajaran, untuk disupervisi dengan mengidentifikasi masalah - pendekatan langsung. masalah yang ber talian dengan2. Guru yang memiliki daya mengajar dan belajar, dan abstraksi yang rendah, untuk menganal isis kondisi - tetapi komitmennya tinggi, kondisi yang mengelilingi sebaiknya disupervisi mengajar dan belajar. Yang dengan pendekatan berikut ini pada umumnya kolaboiatif. dipandang teknik yang paling3. Guru yang memiliki daya bermanfaat bagi supervisi. abstraksi yang tinggi tetapi komitme nnya rendah, 1. Kunjungan kolas. sebaiknya disupervisi Kunjungan kelas (sering dengan pendekatan disebut kunjungan supervisi) kolaboratif. yang dilakukan kepala sekolah4. Guru yang memiliki daya (atau pengawas/p enilik) adalah abstraksi dan komitme n teknik paling efektif untuk yang tinggi sebaiknya mengamati guru bekerja, alat, disupervisi dengan metode, dan teknik mengajar pendekatan tidak langsung tertentu yang dipakainya, dan (Bafadal, 2003). untuk me m-pelajari situasi belajar secara keseluruhan dengan memperhatikan semuaTEKNIK-TEKNIK SUPERVISI faktor yang mempengaruhi Bagaimana Kepala pertumbuhan murid. DenganSekolah dalam mensupervisi menggunakan h asil analisispara guru ?. Dalam konteks ini, observasinya, ia bersamamaka Kepala Sekolah perlu
  17. 17. dengan guru dapat menyusun membantu guru mengembangkan arahsuatu program yang baik unt uk diri dan tumbuh dalam pekerjaan.memperbaiki kondisi yangmelingkari menga jar-belajar d i 3. Diskusi Kclompokkelas tertentu. Sudan tentu, Dengan diskusi kelompok (ataukunjungan kelas, agar efektif, sering pula disebut pertemuanhendaknya dipersiapkan kelompok) dimaksud sualu kegiatandengan teliti dan dilaksanakan dimana sekelompok orang berkumpuldengan sangat berhati -hati dalam situasi bcrlatap muka dandengan disertai budi bahasa melalui interaksi lisan bertukaryang baik pula. informasi atau berusaha untuk mencapai suatu keputusan tentangPada umumnya kunjungan kelas masalah-masalah bersama. Kegiatanhendaknya diikuti oleh pembicaraan diskusi ini dapal mengambil beberapaindividual antara kepada sekolah bentuk pertemuan staf pengajar,dengan guru. seperti: diskusi panel, seminar,2. Pembicaraan individual lokakarya, konperensi, kelompok studi, Pembicaraan individual pekerjaan komisi, dan kegiatan lainmerupakan teknik supervisi yang yang bertujuan untuk bersama-samasangat penting karena kesempatan membicarakan dan menilai masalah-yang diciptakannya bagi kepala sekolah masalah tentang pendidikan dan(pengawas/penilik) untuk bekerja pengajaran. Pertemuan-pertemuansecara individual dengan guru serupa ini dipadang suatu kegiatansehubungan dengan masalah-masalah yang begitu penting dalam programprofesional pribadinya. Masalah- supervisi modern, sehingga gurumasalah yang mungkin dipecahkan sebenarnya hidup dalam suasanamelalui pembicaraan individual bisa pelbagai jenis pertemuan kelompok.macam-macam: masalah-masalah yang 4. Demonstrasi mengajarbertalian dengan mengajar, dengan Demonstrasi mengajarkebutuhan yang dirasakan oleh guru, merupakan teknik yang berharga pula.dengan pilihan dan pemakaian alat Rencana demonstrasi yang telahpengajaran, teknik dan prosedur, atau disusun dengan teliti dan dicetak lebihbahkan masalah-masalah yang oleh dulu, dengan menekankan pada hal-halkepala sekolah dipandang perlu untuk yang dianggap penting atau pada nilaidimintakan pendapat guru. Apapun teknik mengajaryang dijadikan pokok pembicaraan, iamewakili teknik yang sangat baik untuk
  18. 18. tertentu, akan sangat membantu. sekolah untuk menciptakanPembicaraan sehabis demonstrasi perhatian dan keinginan bagibisa menjelaskan banyak aspek. pekerjaan penting dan terus-Suatu analisis observasi adalah menerus itu. Penyesuaian danperlu. pengembangan kurikulum dilakukan di sekolah dengan5. Kunjungan kelas antar guru mengembangkan materi muatanSejumlah studi telah lokal. Muatan lokal ini sesuaimengungkapkan bahwa dengan potensi lingkungankunjungan kelas yang dilakukan sekitar sekolah.guru-guru di antara mereka 6. Buletin supervisisendiri adalah efektif dan disukai. Buletin supervisiKunjungan ini biasanya merupakan alat komunikasi yangdirencanakan atas permintaan efektif. Ia bisa berisiguru-guru. Teknik ini akan lebih pengumuman-pengumuman,efektif lagi jika tiap observasi ikhtisar tentang penelitian-diikuti oleh suatu analisis yang penelitian, analisis presentasiberhati-hati. dalam pertemuan-pertemuan6. Pengembangan kurikulum organisasi professional, dan Perencanaan penyesuaian perkembangan dalam berbagaidan pengembangan kurikulum bidang studi.menyediakan kesempatan yangsangat baik bagi partisipasi guru.Pentingnya relevansi kurikulum 7. Perpustakaan Profesionaldengan kebutuhan murid dan Perpustakaan professionalmasyarakat bagi pemeliharaan sekolah merupakan sumberdan peningkatan kualitas informasi yang sangat membantupendidikan di negara kita diakui. kepada peitumbuhan professionalTetapi dalam prakteknya, personil pengajar di sekolah.sekolah-sekolah secara individual Perpustakaan professionaltidak banyak melakukan usaha menyediakan tidak saja suatuuntuk menyesuaikan dan sumber informasi, tapi ia jugamengembangkan kurikulum suatu rangsangan bagi kepuasanstandar itu dengan kebutuhan pribadi. Buku-buku tentangmurid dan masyarakat terus pandangan professional, bacaanberubah. Terserah kepada kepala suplementer yang lebih baru, dan majalah professional yang banyak
  19. 19. jumlah-nya itu hendaknya akan memenuhi kebutuhan dantersedia bagi semua guru. Juga kepentingan murid.sumbangan-sumbangan dari guru Sebenarnya ada teknik-dapat menjadi bagian dari teknik lain, tetapi yang"gudang" informasi ini. diterapkan di atas dengan singkat adalah teknik-teknik yang dalam8. Lokakarya sejumlah penelitian dipandang Lokakarya menyediakan telah menunjukkan manfaatnyakesempatan untuk Kerjasama, bagi supervisi. Untuk pembahasanuntuk memperteukan ide-ide, yang lebih terurai pembacauntuk mendiskusikan masalah- disarankan untuk membacamasalah bersama alau khuais, dan sumber-sumber lain.untuk pertumbuhan pribadi dan Pada hakekatnya tidak adaprofessional dalam berbagai satu teknik tunggal yang bisabidang studi. Ada banyak jenis memenuhi segala kebutuhan; danlokakarya itu. Dalam lokakarya bahwa sualu teknik tidaklah baikseni, barangkali sebagian bcsar alau buruk pada umumnya,waktu akan diisi dengan melainkan dalam kondisipartisipasi sungguh dengan tertentu. Masalah yang utamamempelajari keterampilan dan adalah menetapkan kebutuhan.teknik-teknik kegiatan scni. Beberapa teknik hubungan antaraDalam lokakarya matematika sekolah dengan masyarakat yanglebih banyak tckanan mungkin diperkenalkan oleh Sahertiandiberikan kepada menganalisis (1989) antara lain adalah seperti:dan memilih pengalaman belajar (1) laporan kepada orang tuayang sesuai, menemukan bahan murid, (2) majalah sekolah, (3)teknologi pengajaran dan metode- surat kabar sekolah, (4) pameranmetode presentasi ini, dan sekolah, (5) open house, (6)menilai program-program baru. kunjungan ke sekolah, (7) kunjungan ke rumah murid, (8)9. Survey sekolah-masyarakat melalui penjelasan yang Suatu studi yang diberikan ole h personilkomprehensif tentang masyarakat sekolah, (9) gambaran keadaanakan membantu guru dan kepala sekolah melalui murid -murid,sekolah untuk memahami dengan (10) melalui radio dan televisi,lebih jelas program sekolah yang (11) laporan tahunan, (12) organisasi perkumpulan alumni
  20. 20. sekolah, (13) melalui kegiatan dengan baik, supervisorekstra kurikulum, dan (14) menunjukkan sifat membantupendekatan secara akrab. dan menyediakan model -model pengajaran yang efektif, (7) supervisor memberikan peranRESPON DAN SIKAP GURU serta yang cukup tinggi kepadaTERHADAP SUPERVISI guru unt uk pengambilanPENGAJARAN keputusan dalam wawancara Kajian tentang si kap guru supervisi, (8) supervisorterhadap supervisi menjadi mengutamakan p engembanganperhatian Neagley & Evans keterampilan hubungan insani ,(dalam Mantja, 1998) dengan seperti halnya denganmerujuk sejumlah hasil keterampilan teknis dan (9)penelitian beberapa pakar supervisor seharusnyasupervisi pengajaran. Te muan - menciptakan iklimtemuan yang dilaporkan, organisasional yang t erbuka,antara lain (1) supervisi yang yang memungkinkanefektif harus didasarkan atas pemantapan hubungan yangprinsip-prinsip yang sesuai saling menunjang (supportive).dengan perubahan sosial dan Dalam praktiknyadinamika kelompok, (2) para supervisi pengajaran yangguru menghendaki supervisi dilaksanakan selama ini masihdari kepala sekolah, cenderung berorientasi padasebagaimana yang seharusnya administratif saja. Walaupundikerjakan ol eh tenaga sudah dirumuskan dalampersonel yang berjabatan kegiatan supervisi ba hwa aspeksupervisor, (3) kepala sekolah yang disupervisi adalahtidak melakukan supervisi administratif dan edukatif,dengan baik, (4) semua guru namun pada kenyataannyamembutuhkan supervisi dan masih cenderung le bihmengharapkan untuk domi nan aspek administratif.disupervisi, (5) p ara guru le bih Fenome na ini dikaji secaramenghargai dan menilai secara khusus dalam Konferensipositif perilaku supervisi yang Pendidikan di Indonesia:"hangat", saling mempercayai, Mengatasi Kri sis Menujubersahabat, dan menghargai Pembaruan, yang dii kuti paraguru, (6) supervisi dianggap pakar yang kompclen. Salalibermanfaat bila direncanakan
  21. 21. satu rekomendasi dari konferensi saja dan monoton itu-itu saja,ini, khususnya yang berkaitan bahkan nampak diacuhkan.langsung dengan masalah Namun guru tidak menampakkansupervisi dikemukakan sebagai ketidak-setujuannya di hadapanberikut ini. supervisor, karena dilandasi rasa Rekomendasi 23 hormat sekaligus tidak ingin Fungsi-fungsi pengawasan menimbulkan konflik. Penelitian pada semua jenjang yang dilakukan Mantja (1989) pendidikan dioptimalkan juga menyimpulkan bahwa respon seba-gai sarana untuk dan sikap guru terhadap supervisi memacu mutu pendidikan. ditentukan oleh kemanfaatan, Pengawasan dimaksud data pengamatan yang obyektif, dengan mengutamakan kesempatan menanggapi balikan, aspek-aspek akademik perhatian supervisor terhadap daripada administratif gagasan guru. Supervisi yang sebagaimana berlaku teratur dan hubungan yang selama ini (Jalal & Supriadi, diciptakan dapal mengurangi 2001). ketegangan emosional guru. Guru Keefektifan penerapan lebih menyukai pendekatanorientasi dan pendekptan supervisi kolaboratif atau nonsupervisi di atas, tidak hanya direktif.tergangung pada supervisor saja,melainkan juga sangat KENDALA-KENDALA PELAKSANAANdipengaruhi oleh persepsi, SUPERVISI PENGAJARANrespon, dan sikap guru terhadap Dalam pelaksanaannya,orientasi dan supervisi yang supervisi pengajaran di sekolahdilakukan oleh supervisor. banyak menghadapi kendala.Penelitian mengenai sikap guru Mantja (1990) dalam temuanterhadap supervisi dikemukakan disertasinya meuyalakan bahwaoleh Ekosusilo (2003) bahwa guru kendala-kendala yang kurangtidak terlalu positif terhadap menunjang keefektifan supervisi,supervisi yang dilakukan antara lain: sikap personilsupervisor. Selanjutnya sekolah yang kurang positifdikemukakan oleh Ekosusilo terhadap supervisi pengeloladalam simpulan penelitiannya teknis edukatif; kurangnyabahwa supervisi yang dilakukan keterampilan supervisi kepalasupervisor dianggap biasa-biasa
  22. 22. sekolah; pengendalian emosional kepada para guru sebagai subyeksupervisor dalam menerima supervisi, (2) fokus supervisirespons guru; kepala sekolah yang hanya terarah pada aspekkarena kurangnya tenaga guru administrasi, kurang menyentuhharas memegang kelas atau pada pengembangan kemampuanbidang studi tertentu, sehingga guru dalam mengelola prosessupervisi menjadi kurang efektif; belajar mengajar, (3) supervisordan adanya guru yang tingkat tidak melaksanakan kunjunganpendidikannya lebih tinggi dari kelas secara serius, (4) supervisorkepala sekolahnya. Temuan mendominasi pembicaraan danMantja ini, nampaknya berjalan satu arah, (5) tidak adamempunyai kadar transferabilitas penilaian umpan balik, dan (6)yang cukup tinggi, karena supervisor tidak pernah memintakendala-kendala di jenjang pada guru untuk meminta padapendidikan dasar berkisar pada guru untuk memberikanpermasalahan-permasalahan komentar maupun penilaiantemuan tersebut di atas. Isvanto terhadap supervisi yang telah(1999) mengemukakan bahwa dilaksanakan. Kendala-kendalapermasalahan pendidikan, antara inilah yang mengakibatkanlain adalah manajemen sekolah supervisi pengajaran yangyang tidak efektif, dan dilaksanakan oleh Pengawaskemampuan manajemen kepala Sekolah di sekolah dasar tidaksekolah pada umumnya rendah dapat optimal, sehingga tujuanterutama di sekolah negeri dan pokok pelaksanaan supervisipembinaan karier dan untuk meningkatkan kualitaskesejahteraan guru yang tidak kegiatan belajar mengajar tidakkonsisten. dapat tercapai. Temuan Ekosusilo Mengkaji perihal kendala- (2003) ini memberikan gambarankendala dalam pelaksanaan bahwa pembinaan profesionalsupervisi, temuan Ekosusilo guru masih perlu ditingkatkan(2003) menarik untuk lebih lanjut.dikemukakan di sink Temuanpenelitian Ekosusilo tentangpelaksanaan supervisi antaralain: (1) supervisor tidakmengkomunikasikanrencana/program supervisinya
  23. 23. (b) pembicaraan individual, (c) diskusi kelompok, (d)SIMPULAN DAN SARAN demonstrasi mengajar, (e)Simpulan kunjungan kelas antar guru, (1) Berdasarkan uraian tentang pengembangan kurikulum, (g)peningkatan mutu pendidikan bulletin supervisi, (h)melalui supervisi pengajaran di perpustakaan profcsioml, (i)atas, maka dapatlah disimpulkan lokakarya, (j) survey sekolah-hal-hal sebagai berikut: (1) masyarakat; (6) para guru lebihmasalah-masalah dalam bidang menghargai dan menilai secarapendidikan adalah (a) masalah positif perilaku supervisi yangkuantitatif, (b) masalah kualitatif, "hangat", saling mempercayai,(e) masalah relevansi, (d) bersahabat, dan menghargaimasalah efisiensi, (e) masalah guru; dan (7) dalam praktiknyaefektivitas, dan (f) masalah supervisi pengajaran yangkhusus; (2) supervisi pengajaran dilaksanakan selama ini masihpada hakikatnya adalah untuk cenderung berorientasi padameningkatkan kemampuan dan administratif saja.keterampilan guru dalam Saran-saranmelaksanakan tugas pokoknya Berdasarkan simpulan disehari-hari yaitu mengajar para atas, maka dapatlah dikemukakanpeserta didik di kelas; (3) saran-saran sebagai berikut: (1)supervisor atau pembina, yaitu untuk meningkatkan kemampuanPengawas Sekolah, Kepala supervisor, maka perlu secaraSekolah, atau semua pejabat yang rutin ada program penyegaranterlibat dalam layanan supervisi, bagi para supervisor, sehinggaadalah pihak yang dianggap dalam melaksanakan tugasnyapaling bertanggung jawab dalam sesuai dengan tujuau supervisikegiatan supervisi; (4) ada tiga dan sesuai dengan keinginan parapendekatan dalam supervisi guru; (2) arah supervisi perlupengajaran, yaitu (a) pendekatan difokuskan/ditekankan kepadalangsung, (b) pendekatan tidak aspek akademik tanpalangsung, dan (c) pendekatan mengabaikan faktor administratifkolaboratif; (5) teknik-teknik sebagai pelengkap pelaksanaansupervisi pendidikan yang paling supervisi tcrhadap para guru dibermanfaat bagi supervisi antara sekolah; (3) dalam pelaksanaanlain adalah: (a) kunjungan kelas, supervisi di sekolah, para
  24. 24. supervisor perlu membekali merekam dan mencatat kegiatanformat dokumen yang dapat guru dalam melaksanakan tugas- tugasnya di sekolah; (4)dalam melaksanakan supervisipengajaran disarankan untukmenggunakan prosedur supervisiklinis, dan (5) perlu adapertemuan sesuai supervisi untukmendiskusikan hasil supervisiyang telah dilakukan oleh KepalaSekolah atau Pengawas Sekolah,sebagai upaya tindak lanjutsetelah pelaksanaan supervisidilaksanakan.
  25. 25. DAFTAR RUJUKANBafadal, I. 2003. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar, Dalam Kerangka Manaje men Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta: PT Bumi Aksara.Benty, D.D.N. 1992. Kemampuan Kepila Sekolah Dasar Membant u Guru dalam Mengembangkan Pengajaran Menurut Persepsi Guru - Guru SD Negeri di Kecamatan Lowokwaru Kodya Malnng. Tesis tidak diterbitkan. Malang: Program Pasa Sarjana, Institut Keguruan dan Ilmu pendidikan Malang.Depdikbud. 1976. Kurikulum Sekolah Dasar 1975, Garis -Garis Besar Program Pengajaran Buku III D Pedoman Admini strasi dan Supervisi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Depdikbud. 1994/1995. Pedoman Kerja Pelaksanaan Sup ervisi. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SD, TK dan SLB, Direktorat Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menenga,., Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Depdikbud. 1995. Pedoman Pembi naan Profesional Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Depdiknas. 2000. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.Ekosusilo, M. 2003. Iiasil Penelitian Kualitatif, Supervisi Pengajaran Dalam Latar Budaya Jawa, Studi Kasus Pembi naan Guru SD di Kralon Surakarta. Sukoharjo: Penerbit Uvitet Bantara Press.Indrafachrudi, S.(Koordinator). 1989. Administrasi Pendidikan. Malang: Penerbit IKIP Malang.Idrus, N., dkk. 2000. Quality Assurance, Handbook. 3 -Edition. Jakarta: Engineering Education Development Project, Du Malcomlm Jones (ed)., Director General of Higher Education.Iswanto, B. 1999. Olonomi Daerah: Implikasi bagi Pengelolaan Pendidikan. Makalah disajikan dalam seminar nasional Formula Manajemen Pendidikan dalam Kerangka Otonomi Daerah di Bidang Pendidikan pada tanggal 23 Aeustus 1999 di Universitas Neseri Malane.Jalal, F. & Supriadi, D. 2001. Reformasi Penclidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah. Jakarta: Diterbitkan atas kerjasama Depdiknas -Bappenas-Adicita Karya Nusa.Mantja, W. 1998. Manajemen Pembinaan Profesional Guru Berwawasan Pengembangan Sumber Daya Manusia: Suatu Kajian Ko.tseptual-
  26. 26. historik dan Empirik. Pidalo Pengukuhan Guru Besar [KIP Malang. Making: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Mastuhu. 2003. Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional dalam Abad 21 (The New Mind Set of National Education in the 21 s Century). Yogyakarta: Safiria Insania Press bekerjasama dengan Magister Studi Islam Universitas Islam Indonesia (MSI UII).Sahertian, P.A. & Mataheru, F. 1982. Prinsip & Tehnik Supervisi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.Supriadi, D. 2004. Satuan Biaya Pendidikan, Dasar dan Menengah: Rujukan Bagi Penetapan Kebijakan Pendidikan Pada Era Otonomi dan Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: PT Lemadja Rosdakarya.
  27. 27. ISSN 2089-5933 Diterbitkan Oleh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas GresikE - JURNAL Vol. No. Hlm. Gresik ISSN JENDELA 01 0I 1-106 Juni - 2089-5933 NopemberPENDIDIKAN
  28. 28. PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJARSISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD TUNAS BANGSA WONOKROMO SURABAYA Etiyasningsih*)Abstrak, Bahasa Indonesia dipakai di sekolah dari tingkat paling rendah sampai perguruantinggi, dipakai juga dalam acara resmi pada pemerintahan termasuk kehakiman pengadilan,serta di segala bentuk komunikasi tingkat nasional. Dari segi ilmiah dapat dijadikan kunciuntuk membuka pintu untuk mempelajari ilmu-ilmu yang lainnya, dengan pertimbangantersebut maka yang perlu diperjatikan adalah bimbingan orang tua dalam menunjangprestasi anak di sekolah. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua,guru dan masyarakat. Namun berperan serta orang tua dan masyarakat dalam menunjangprestasi belajar anaknya belum tampak menggembirakan, apabila status pendidikan orangtuanya atau masyarakat pada umumnya masih rendah, maka semata-mata pendidikananaknya diserahkan kepada guru di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran BahasaIndonesia. Penelitian dilakukan di SD Tunas Bangsa Kecamatan Wonokromo Surabaya. Populasisebanyak 34 anak dan orang tua. Sampel diambil dengan teknik total sampling diperoleh 34responden anak dan orang tua siswa. Pengumpulan data dengan dokumentasi dan kuesioner,selanjutnya dilakukan uji regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh bimbingan orangtua terhadap prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan Fhitung = 16,995 > Ftabel = 4,17. Oleh karena Fhitung >Ftabel maka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan bimbinganorang tua terhadap prestasi belajar siswa. Terlihat pula signifikan hasil hitung αhitung = 0,000jauh di bawah 0,05, yang menandakan pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian d iharapkan orang tua lebih banyak memberikanbimbingan kepada anaknya terutama dalam belajar bahasa Indonesia, bimbingan di keluargahendaknya mencakup bantuan belajar, pengawasan, pengaturan waktu belajar danketeladanan yang ditunjukkan secara rutin, dan orang tua wali murid selalu mengawasi carabelajar anaknya dan selalu berkonsultasi dengan guru atau orang lain. Pihak sekolahdiharapkan dapat sering mengadakan hubungan dan konsultasi mengenai perkembanganbelajar anak dan juga memecahkan kesulitan yang timbul dalam bimbingan belajar anakdengan wali murid atau orang tua siswaKata Kunci : Bimbingan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Siswa
  29. 29. Pendidikan yang berlangsung seumur harus ada kerjasama yang baik sehinggahidup dan dilaksanakan sedini mungkin merupakan tri tunggal yang tidak dapatmerupakan tanggung jawab keluarga, dipisahkan. Sehubungan dengan hal tersebut,masyarakat dan pemerintah. Banyak orang jika ditinjau ari segi waktu belajar antaratua berpendapat bahwa tugas mencerdaskan pendidikan sekolah dan ada dirumah, makaanak adalah tugas guru dan institusi waktu belajar tersebut lebih banyak dirumah.pendidikan, sementara mereka selaku orang Oleh sebab itu sebagai orang tua harus benar-tua asyik dengan profesinya sendiri, implikasi benar dapat membantu dan mengarahkandari pendapat semacam ini adalah putra putrinya, memahami lebih jauh danmemunculkan ketidakpedulian orang tua mendalam tentang pola dan upayaterhadap spiritual, intelektual dan moral mencerdaskan. Orang tua harus mengertianaknya sendiri. Masih banyak di antara tentang dasar-dasar pendidikan, psikologiorang tua yang lalai akan tugasnya dalam perkembangan, proses belajar mengajar danmembantu perkembangan dan pemahaman pengetahuan lain guna mencapai tujuan yangdiri putra putrinya, mereka menyibukkan sesuai dengan harapan dan cita-citanya.dirinya dengan urusan masing-masing. Negara Indonesia merupakan Negara Bagi orang tua yang taraf ekonominya yang sedang berkembang, dan sedang getol-kuat, waktunya banyak digunakan untuk getolnya membangun, seiring denganacara-acara yang dianggap sesuai dengan pembangunan itu, maka di segala bidangmartabat sosialnya, sementara bagi orang tua harus dikembangkan pemerintah. Di dalamyang taraf ekonominya lemah, waktunya persiapan pembangunan yang siap dipakaibanyak digunakan kegiatan untuk memenuhi perlu sumber daya manusia yang handal,kebutuhan sehari-hari. Sehingga dengan maka pemerintah menggalakkankeadaan ini timbulah berbagai kesulitan yang pembangunan di bidang pendidikan.dihadapi oleh anak terutama kesulitan alambelajar yang mengakibatkan prestasi belajar Maka tidaklah mengherankan apabilamereka semakin menurun. pemerintah selalu berusaha dengan getol untuk meningkatkan pendidikan baik secara Ketika anaknya gagal memenuhi kuantitatif maupun kualitatif, gunaharapannya, pihak pertama yang dituding mempercepat tercapainya tujuan pendidikanadalah guru dan institusi pendidikan, kalau yang telah ditetapkan. Untuk itu di dalamkita renungkan anggapan orang tua bahwa merealisir tujuan pendidikan itu, makapencapaian itu hanyalah tergantung pada diseluruh jalur, jenis dan jenjang pandidikanlembaga sekolah, pendapat seperti ini kurang baik dengan jalur formal maupun non formaltepat, dan akan merugikan diri sendiri. berkewajiban untuk segera mendukung danBagaimanapun guru, sekolah, dan institusi mewujudkannya. Bahkan dilingkunganpendidikan yang lainnya hanyalah pihak yang keluargapun di harapkan peran sertamembantu mencerdaskan peserta didik. aktifnya, karena suatu program akan berhasilSedangkan keberhasilan dalam suatu dengan baik apabila aktifitas di dukung olehpendidikan itu ditentukan oleh tiga semua pihak.komponen, yaitu orang tua (keluarga), guru(pemerintah), dan masyarakat (lingkungan). Di dalam Undang-undang pendidikan Nomor 2 tahun 1989, disebutkan bahwa Dalam mendidik seseorang anak tidak tujuan pendidikan di Indonesia adalahakan berhasil tanpa ada kerjasama yang baik sebagai berikut : ―Pendidikan nasionalantara orang tua yang mendidik di rumah, bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsadengan guru yang mendidik di sekolah. dan mengembangkan manusia yang berimanDemikian juga dengan lingkungan di dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esasekitarnya juga menunjang. Antara orang tua, dan berbudi pekerti yang luhur, memilikiguru dan lingkungan dalam menangani anak pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan
  30. 30. jasmani dan rohani, kepribadian yang Kesadaran bahwa tugas utama memberimantap dan mandiri serta rasa tanggung bimbingan anak adalah tugas orang tua,jawab kemasyarakatan dan kebangsaan‖. maka akan memberikan pengaruh positifPendidikan Nasional harus juga dalam pembentukan tanggung jawab danmenumbuhkan jiwa patriotic dan mendorong motivasi belajar, mempermudahmempertebal rasa cinta tanah air, proses belajar pada anak danmeningkatkan semangat kebangsaan dan pengkoordinasian lingkungan keluarga untukkesetiakawanan social serta kesadaran mewujudkan anak-anak cerdas danpendidikan sejarah perjuangan bangsa dan berprestasi terutama pada bidang studisikap menghargai jasa para pahlawan serta bahasa Indonesia. Pemikiran inilah yangberorientasi ke masa depan. Iklim belajar menjadikan penulis mengangkat judul skripsimengajar yang dapat menumbuhkan rasa ini dengan harapan dapat mengetahuipercaya diri dan budaya belajar di lingkungan pengaruh bimbingan orang tua terhadapmasyarakat, terus juga di kembangkan agar prestasi belajar siswa pada Bidang Studitumbuh sikap dan perilaku yang kreatif, dan Bahasa Indonesia di SD Tunas Bangsaberkeinginan untuk maju. Kecamatan Wonokromo Surabaya. Dan sebagai bangsa Indonesia harusberkomunikasi di antara suku satu dengansuku yang lainnya dengan baik, agar tetap METODE PENELITIANterpelihara rasa persatuan dan kesatuanbangsa. Berkomunikasi antara suku kitaharus menggunakan bahasa Indonesia yang Penelitian ini dilakukan denganbaik dan benar. Dalam hal ini termuat dalam mengambil populasi seluruh siswa kelas IVdokumen resmi Negara, seperti : Sumpah SD Tunas Bangsa Kecamatan WonokromoPemuda dan dalam Undang-undang Dasar Surabaya. Sampel diambil dengan teknik1945, Bab XV pasal 36 : Bahasa Negara total sampling diperoleh responden sebanyakadalah bahasa Indonesia. 34 siswa. Bahasa Indonesia dipakai di sekolah dari Variabel bebas (X) dalam penelitian initingkat paling rendah sampai perguruan yakni bimbingan orang tua, yang dimaksudtinggi, dipakai juga dalam acara resmi pada bimbingan orang tua adalah suatu prosespemerintahan termasuk kehakiman pemberi bentuan secara terus menerus danpengadilan, serta di segala bentuk sistematik dari pembimbing kepada pesertakomunikasi tingkat nasional. Dari segi ilmiah bimbingan agar tercapai pemahaman daridapat dijadikan kunci untuk membuka pintu penerima diri, pengarahan diri danuntuk mempelajari ilmu-ilmu yang lainnya, perwujudan diri dalam mencapai tingkatdengan pertimbangan tersebut maka yang perkembangan yang optimal sehingga dapatperlu diperjatikan adalah bimbingan orang menyesuaikan diri dengan lingkungan dantua dalam menunjang prestasi anak memperoleh kebahagian hidup. Variabeldisekolah. Pendidikan merupakan tanggung prestasi belajar Bahasa Indonesia (Y) yaitujawab bersama antara orang tua, guru dan suatu suatu hasil yang teah dicapai setelahmasyarakat. Namun berperan serta orang tua kegiatan belajar mengajar Bahasa Indonesia.dan masyarakat dalam menunjang prestasi Dalam penelitian ini, indikator yangbelajar anaknya belum tampak digunakan adalah nilai ulangan matamenggembirakan, apabila status pendidikan pelajaran Bahasa Indonesia.orang tuanya atau masyarakat padaumumnya masih rendah, maka semata-mata Data yang telah terkumpul kemudianpendidikan anaknya diserahkan kepada guru dilakukan analisis. Uji hipotesis dilakukandi sekolah. untuk menjawab hipotesa yang telah diajukan sebelumnya. Uji yang digunakan
  31. 31. dalam penelitian ini adalah uji Regresi Pernya- Corrected item KetSederhana dengan rumus persamaan regresi taan total correlationsederhana : 9 0,642 Valid 10 0,620 ValidY = a + bX 11 0,686 ValidY = Prestasi Belajar Bahasa Indonesia 12 0,355 Valid 13 0,677 ValidX = Bimbingan Orang Tua 14 0,793 Valid 15 0,543 Valida = Nilai konstanta 16 0,439 Validb = Nilai arah sebagai penentu ramalan 17 0,354 Valid (prediksi) yang menunjukkan nilai 18 0,495 Valid peningkatan (+) atau nilai penurunan 19 0,535 Valid (–) variabel Y. 20 0,651 Valid Sumber : Hasil Olah Data SPSS Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa untuk item pernyataan variabel bimbinganHASIL PENELITIAN orang tua, corrected item total correlation yang diperoleh untuk seluruh item pernyataan adalah lebih besar dari 0,339 (untuk jumlah responden 34 orang), halHasil Pengujian Validitas tersebut berarti bahwa secara keseluruhan Validitas menunjukkan sejauh mana item pernyataan mengenai bimbingan orangalat ukur yang digunakan mengukur apa yang tua adalah valid.diinginkan dan mengungkap data darivariabel yang diteliti secara tepat. Instrument Hasil Uji Reliabilitasvalid berarti alat ukur yang digunakan untukmendapat data itu valid. Dalam uji validitas Suatu alat ukur dikatakan reliabelini suatu butir pernyataan dikatakan valid atau handal, jika alat itu dalam mengukurjika corrected item total correlation lebih suatu gejala pada waktu yang berbedabesar dari 0,339 (untuk jumlah responden 34 senantiasa menunjukkan hasil yang relatiforang) sebagaimana tabel r produk momen sama. Untuk menguji reliabilitas suatuterlampir. Hasil pengujian validitas terhadap instrument dapat digunakan uji statisticvariabel bimbingan orang tua (X) dan Cronbach Alpha (α), dimana suatu alat ukurPrestasi Belajar Siswa (Y) dapat dilihat dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alphasebagai berikut : lebih besar dari 0,60. Hasil pengujian Tabel 1 Hasil Uji Validitas Variabel Prestasi reliabilitas terhadap variabel bimbingan Belajar Siswa (X) orang tua (X) diperoleh alpha sebesar 0,7483 Pernya- Corrected item Ket lebih besar dari 0,6 sehingga dapat taan total correlation diputuskan bahwa item kuesioner telah 1 0,843 Valid reliabel. 2 0,372 Valid 3 0,638 Valid 4 0,601 Valid 5 0,540 Valid Uji Asumsi Klasik 6 0,541 Valid 7 0,767 Valid Uji normalitas 8 0,476 Valid
  32. 32. Dalam penelitian ini uji normalitas Scatterplot kriterianya adalah jika distribusi data adalah Dependent Variable: Prestasi Belajar Siswa normal, maka garis yang menggambarkan 2,0 data sesungguhnya akan mengikuti garis Regression Studentized Residual 1,5 diagonalnya. 1,0 ,5 Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual 0,0 Dependent Variable: Prestasi Belajar Siswa -,5 1,0 -1,0 -1,5 ,8 -2,0 -3 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Predicted ValueExpected Cum Prob ,5 Gambar 2 Grafik Scatterplot ,3 0,0 0,0 ,3 ,5 ,8 1,0 Dari grafik scatterplot di atas terlihat titik menyebar secara acak dan tersebar di Observed Cum Prob atas maupun di bawah angka 0 pada suhu Y, hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi Gambar 1 Grafik Normalitas Standar sehingga model regresi layak dipakai untuk Residual Regresi mengetahui pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Sesuai kriterianya grafik normal plot di Hasil Pengujian Regresi Linier atas terlihat titik-titik menyebar di sekitar Sederhana garis diagonalnya, serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Dengan Untuk mengetahui ada atau tidaknya demikian menunjukkan bahwa model regresi pergaruh antara variabel bebas bimbingan layak dipakai karena memenuhi asumsi orang tua terhadap variabel terikat yang normalitas. dalam hal ini adalah prestasi belajar siswa (Y), maka digunakan analisis model agresi linier sederhana dengan model persamaan Uji Heteroskedastisitas sebagai berikut : Indikator uji ini adalah melihat grafik Y = α + bX1 Scatterplot, jika titik-titik menyebar secara Dimana : acak serta tersebar di atas maupun di bawah angka 0 pada suhu Y, maka tidak terjadi Y = Prestasi Belajar Siswa heteroskedastisitas. X = Bimbingan Orang Tua b3 = Koefisien regresi X Output perhitungan dengan program SPSS for Windows seperti terlihat dalam gambar berikut.

×