Your SlideShare is downloading. ×
Penyimpangan sosial
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Penyimpangan sosial

11,953
views

Published on


0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
11,953
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
145
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PENYIMPANGAN SOSIAL DI SEKITAR KITA Sosiologi KD. 1 Penyimpangan Sosial Valentina Kania Prameswara 8H / 36 SMP PL Bintang Laut Surakarta
  • 2. PENGERTIAN PENYIMPANGAN SOSIAL Penyimpangan sosial dapat diartikan sebagai suatu perilaku yang diekspresikan oleh seorang atau beberapa orang anggota masyarakat yang secara disadari atau tidak, tidak menyesuaikan diri dengan norma – norma yang berlaku dan telah diterima oleh sebagian besar anggota masyarakat. Menurut James W. Van der Zenden, penyimpangan adalah perilaku yang oleh sejumlah orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi. Dengan kata lain, adalah perbuatan yang mengabaikan norma yang terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang tidak mematuhi patokan yang berlaku di masyarakat. Menurut Robert M. Z. Lawang, perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma – norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial, dan menimbulkan usaha dari pihak yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang. Penyimpangan menurut jenisnya dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu penyimpangan primer dan sekunder. Penyimpangan primer atau primary deviation adalah perilaku menyimpang Prof. Dr. Robert Markus yang pertama kali dilakukan seseorang, sedangkan Zaka Lawang Dosen Fakultas Ilmu penyimpangan sekunder (secondary deviation) ialah perilaku Sosial dan Ilmu Politik menyimpang yang merupakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya. TEORI PENYIMPANGAN SOSIAL 1. Teori Pergaulan Berbeda Lebih dikenal sebagai Teori Differential Association, yang diciptakan oleh Edwin H. Sutherland. Teori ini mengatakan, penyimpangan bersumber dari pergaulan yang berbeda. Edwin Sutherland lahir di Gibbon, 13 Agustus 1883 dan meninggal pada 1950. Ia adalah salah satu ahli kriminologi di negerinya. Beliau adalah pendiri sekolah kriminologi Bloomington di Universitas Indiana.
  • 3. 2. Teori Labeling Berbunyi bahwa seseorang yang telah melakukan penyimpangan pada tahap primer, tetapi oleh masyarakat sudah diberi cap sebagai penyimpang, maka si pelaku akan terdorong untuk melakukan penyimpangan tahap sekunder dengan alasan kepalang tanggung. Teori ini dipelopori oleh Edwin M. Lemert. Beliau lahir di Ohio pada tahun 1912. Beliau mendapat gelar Ph.D. dalam bidang bidang sosiologi dan antropologi dari Ohio State University. Dr. Lemert dikenal karena teorinya yang telah dikerjakannya secara ekstensif meliputi keadilan anak – anak, pemalsuan cek, penggunaan alkohol, dan penyakit mental. 3. Teori Merton Teori ini menyebutkan bahwa perilaku menyimpang merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu. Merton mengidentifikasi 5 bentuk adaptasi, yaitu konformitas, inovasi, ritualisme, pengasingan diri, dan pemberontakan. Robert King Merton lahir dari keluarga imigran pada 4 Juli 1910. Ia dikenal sebagai ahli sosiologi dan banyak dikenal karena frase dan istilah-istilahnya. 4. Teori Fungsi Tercapainya kesadaran moral dan semua anggota masyarakatkarena faktor keturunan, perbedaan lingkungan fisik, dan lingkungan sosial. David Emile Durkheim (15 April 1858 – 15 November 1917) adalah salah satu pencetus sosiologi modern. Ia mendirikan fakultas sosiologi pertama di universitas di Eropa dan menerbitkan jurnal pertama yang diabadikan pada ilmu sosial. FAKTOR PENYIMPANGAN SOSIAL Ada 11 faktor penyebab terjadinya perilaku penyimpangan sosial, yaitu : 1. Sikap mental yang tidak sehat 2. Keluarga yang berantakan (Broken Home) 3. Pelampiasan rasa kecewa 4. Dorongan kebutuhan ekonomi 5. Pengaruh lingkungan dan media massa
  • 4. 6. Keinginan dipuji atau gaya – gayaan 7. Proses belajar yang menyimpang 8. Ketidaksanggupan menyerap norma budaya 9. Adanya ikatan sosial yang berlainan 10. Akibat proses sosialisasi nilai – nilai subkebudayaan menyimpang 11. Akibat kegagalan dalam proses sosialisasi SIFAT DAN BENTUK PENYIMPANGAN SOSIAL Sifat penyimpangan sosial dibagi menjadi dua, yaitu : 1. Penyimpangan sosial positif Penyimpangan ini berdampak baik terhadap kehidupan masyarakat meskipun caranya tampak tak lazim. Seperti pekerjaan yang tidak lazim dilakukan wanita. 2. Penyimpangan sosial negatif Penyimpangan negatif cenderung merugikan si pelaku dan masyarakatnya karena mengarah kepada tindakan yang dipandang rendah, sehingga ditolak masyarakat. Bentuk penyimpangan juga dibagi menjadi dua : 1. Penyimpangan individual Dilakukan oleh seseorang yang mengabaikan norma yang telah berlaku dalam masyarakat. Biasanya mempunyai penyakit mental sehingga tidak dapat mengendalikan nafsunya. Ada beberapa sebutan untuk penyimpang bentuk ini, seperti : pembandel, pembangkang, pelanggar, dan penjahat. 2. Penyimpangan kelompok Dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok, padahal norma tersebut bertentangan dengan norma masyarakat. Mereka memiliki aturan main yang sedemikian rupa cermatnya sehingga sulit dibongkar pihak kepolisian. PENYIMPANGAN DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT Bentuk penyimpangan dalam keluarga contohnya : - Penyalahgunaan narkoba, seperti heroin, shabu-shabu, putao, dan sebagainya. Penggunaannya dianggap sah hanya jika digunakan untuk kepentingan medis di bawah pengawasan ketat pihak berwenang.
  • 5. - Alkoholisme dan mengonsumsi minuman keras Hubungan seksual sebelum nikah Penyimpangan seksual, meliputi homoseksual, lesbian, dan transeksual. Biasanya lebih disebabkan oleh pengaruh lingkungan sosialnya seperti orang sekitar atau pola pergaulannya. - Perjudian, dalam Kamus Webster didefinisikan suatu kegiatan yang melibatkan elemen resiko. Barang yang dipertaruhkan dalam judi dapat berupa uang, makanan, barang berharga, dan lainlain. Perjudian dapat merugikan keluarga yang salah satu anggotanya terlibat perjudian. Bentuk penyimpangan dalam masyarakat misalnya : - - Perkelahian antarpelajar (tawuran), yang disebabkan karena beberapa bagian masyarakat menganggapnya sebagai lambang sportivitas dan kejantanan Pekerja seks komersial dan prostitusi, yaitu suatu pekerjaan yang bersifat menyerahkan diri pada umum untuk melakukan perbuatan seksual dengan mendapat upah Kriminalitas, seperti pencurian, perampokan, hingga pembunuhan Korupsi yang dapat diartikan sebagai tingkah laku untuk memperoleh keuntungan Akibat penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat : - Mendorong meningkatnya tindak kejahatan dan kriminalitas Berkembangnya prostitusi Meningkatnya kemiskinan Mengganggu keharmonisan keluarga Merusak mental dan kesehatan Meningkatnya kasus HIV – AIDS
  • 6. CONTOH PERILAKU MENYIMPANG DAN KETERANGAN SINGKAT SEPUTAR PENYIMPANGAN SOSIAL 1. Mencontek. Penyebab dari kegiatan ini adalah karena proses belajar yang menyimpang. Kegiatan ini termasuk penyimpangan yang negatif karena merugikan semua orang yang terlibat. Bentuk penyimpangan ini individual, dan ia disebut pelanggar karena melanggar norma lingkungan sekolah. Termasuk penyimpangan sosial dalam keluarga. Akibatnya adalah menurunnya kualitas pendidikan sehingga meningkatkan kemiskinan. 2. Merokok. Faktor penyebab dari merokok ada beberapa kemungkinan, seperti: keluarga yang berantakan, pengaruh lingkungan dan media massa, ikatan sosial yang berlainan, atau proses belajar yang menyimpang.Penyimpangan ini bersifat negatif sehingga ditolak masyarakat. Penyimpangan ini berbentuk individual. Ia bisa disebut pembandel atau pembangkang. Mengkonsumsi rokok merupakan penyimpangan sosial dalam keluarga. Akibat dari merokok yaitu rusaknya mental dan kesehatan. 3. Minuman Keras. Penyebab dari minum minuman keras bisa karena sikap mental tidak sehat, keluarga berantakan, pelampiasan rasa kecewa, ketidaksanggupan menyerap norma budaya, atau kegagalan proses sosialisasi. Menurut teori Merton, penyimpangan ini termasuk retreatism atau pengasingan diri. Sifat penyimpangan ini negatif, sedangkan
  • 7. bentuknya kelompok karena merupakan suatu jaringan kelompok. Mengonsumsi miras merupakan penyimpangan sosial dalam keluarga. Akibatnya dapat merusak mental dan kesehatan peminum. 4. Berjudi. Faktor penyebab judi diantaranya dorongan kebutuhan ekonomi dan proses sosialisasi nilai subkebudayaan menyimpaang. Penyimpangan sosial bersifat negatif dan berbentuk kelompok. Perjudian adalah penyimpangan sosial dalam keluarga. Akibat berjudi salah satunya mengganggu keharmonisan keluarga. 5. Korupsi. Dorongan kebutuhan ekonomi dan keinginan untuk dipuji atau gaya – gayaan merupakan penyebab korupsi. Sifatnya negatif dan bentuknya kelompok. Korupsi adalah salah satu penyimpangan sosial dalam masyarakat. Akibat korupsi adalah meningkatnya tindak kejahatan dan kriminalitas dan meningkatnya kemiskinan. 6. Tawuran. Faktor terjadinya tawuran antara lain pelampiasan rasa kecewa, atau pengaruh lingkungan dan media massa. Sifat tawuran adalah penyimpangan sosial yang negatif karena menentang norma dan berakibat kerusuhan. Karena melibatkan banyak orang, penyimpangan ini termasuk kelompok. Penyimpangan ini terjadi dalam masyarakat. Akibatnya, tindakan kejahatan dan kriminalitas akan meningkat.
  • 8. 7. Pencurian. Faktor orang mencuri karena dorongan kebutuhan ekonomi dan keinginan dipuji karena kekayaannya. Menurut teori labeling, orang akan cenderung terus mencuri setelah dicap sebagai pencuri. Mencuri cenderung merugikan pelaku dan masyarakatnya, maka bersifat negatif. Dalam penyimpangan individual, ia disebut penjahat karena menimbulkan kerugian benda. Penyimpangan ini berada di lingkup masyarakat. Karena mencuri, tindak kejahatan dan kriminalitas akan meningkat. 8. Prostitusi / Tuna susila. Faktor menjadi pelacur karena sikap mental yang kurang sehat, atau dorongan kebutuhan ekonomi. Penyimpangan ini bersifat negatif. Bentuk dari prostitusi adalah penyimpangan kelompok karena berada dalam satu jaringan dan lingkungan. Prostitusi terjadi di masyarakat dan dapat berakibat berkembangnya prostitusi dan meningkatnya kasus HIV – AIDS. 9. Pemberontakan. Kegiatan ini adalah salah satu contoh pemberontakan (rebellion) pada teori Merton. Faktor rakyat memberontak adalah pelampiasan rasa kecewa, atau pengaruh lingkungan dan media massa. Sifat pemberontakan adalah negatif dan bentuknya kelompok. Penyimpangan ini merupakan penyimpangan sosial dalam masyarakat dan menyebabkan meningkatnya tindak kejahatan dan kriminalitas.
  • 9. 10. Diambil dari berbagai sumber. Hubungan seksual diluar nikah. Penyebab terdorongnya seseorang melakukan kegiatan tersebut adalah karena sikap mental yang tidak sehat, ingin dipuji atau gaya – gayaan, atau ikatan sosial yang berlainan. Sifat dari penyimpangan ini adalah negatif. Bentuk dari kegiatan ini adalah penyimpangan individual. Hubungan seksual diluar nikah adalah penyimpangan sosial dalam keluarga. Akibat hubungan tersebut, bisa menyebabkan terganggunya keharmonisan keluarga dan meningkatnya kasus HIV – AIDS.