• Like
Tan Malaka - Menuju Republik Indonesia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Tan Malaka - Menuju Republik Indonesia

  • 1,053 views
Uploaded on

Tak dapat dibantah, bahwa perjuangan politik pada bulan-bulan yang akhir ini telah meruncing, kesadaran politik dan kegiatan revolusioner rakyat kita telah tumbuh diseluruh lapisan di Indonesia, …

Tak dapat dibantah, bahwa perjuangan politik pada bulan-bulan yang akhir ini telah meruncing, kesadaran politik dan kegiatan revolusioner rakyat kita telah tumbuh diseluruh lapisan di Indonesia, sebagaimana belum pernah terjadi sebelumnya.
Padi tumbuh tak berisik.

Tokyo, Desember 1925
Tan Malaka

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,053
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
60
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Naar de Republiek Indonesia Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia Menuju Indonesia) Tan Malaka (April 1925) ”Tak dapat dibantah, bahwa perjuangan politik pada bulan- bulan yang akhir ini telah meruncing, kesadaran politik dan kegiatan revolusioner rakyat kita telah tumbuh diseluruh lapisan di Indonesia, sebagaimana belum pernah terjadi sebelumnya. Padi tumbuh tak berisik”. Tokyo, Desember 1925 Tan Malaka INTERUPSIKelahiran suatu pikiran sering menyamai kelahiran seoranganak. Ia didahului dengan penderitaan-penderitaanpembawaan kelahirannya.Kepada para pembaca !Mula-mula buku ini dikeluarkan penuh dengan kesalahan-kesalahan cetak. Di sana sini akan terdapat juga kata-kata ataukalimat-kalimat yang sangat asing kedengarannya bagi kupingseorang Belanda asli bagi kesalahan ini perlu saya kemukakanalasan-alasan sebagai berikut :Buku ini dicetak dan dikoreksi oleh kawan-kawan Tionghoayang tidak pernah mendengar bahasa Belanda. Percetakanmereka mempunyai persediaan huruf Latin sangat sedikit. Danyang terakhir, penulis ini dalam perantauannya selama tigatahun akhir-akhir ini tidak pernah melihat bacaan atau suratkabar Harian Belanda dan Asia ini juga tidak pernahmenjumpai seorang manusia yang mengerti “bahasa dunia” ini,apalagi berbicara. Alasan-alasan ini dan kesulitan-kesulitanteknis yang kecil-kecil lainnya harus saya kemukakan untukmempengaruhi pikiran orang-orang penghasut yang lihat.Selanjutnya saya rasa tidak perlu menulis brosur yang agakbesar karena brosur besar demikian itu akan dapat mengurasi
  • 2. nafsu pembaca dan minta pembaca rata-rata Indonesia padawaktu sekarang ini.Sekarang dengan wajarnya setelah harapan saya dapatmelangsungkan hidup yang ¾ hukuman penjara ini, “tigaperempat hidup penjara”, demi kesehatan saya, di negeridimana saya mempunyai hak hidup sepenuhnya, telah ditolakoleh pemerintah, saya kira buat sementara waktu semuaharapan untuk kembali ke tanah air harus saya kesampingkan.Akan tetapi saya tak mau menganggur. Saya kira saya dapatmengabdi pada partai dan rakyat, jiwa saya dari sini dapatmenghubungi golongan terpelajar (intelektuil) dari pendudukIndonesia dengan buku ini sebagai alat.Dimana terdapat cukup fakta revolusioner, dan dimanasekarang menurut dugaan saya mulai tumbuh perhatian besaratas kemajuan perkembangan pergerakan revolusioner diantara orang intelektuil, maka pekerjaan seperti ini bagi sayahanya “pelepas lelah” belaka. Pekerjaan demikian itu tentulebih baik dan sudah pada tempatnya jika di Tiongkok terdapatkemungkinan-kemungkinan untuk mencetak. Pekerjaansemacam “pelepas lelah” ini sekali-sekali akan saya guanakandan pembaca-pembaca terhormat dalam waktu yang akandatang dapat menyediakan diri untuk mempelajari buku-bukuyang agak banyak.“Kegiatan” semacam ini sudah tentu tak akan dapat sayalakukan, jiwa Yang Mulia Gubenur Jenderal memerlukan dirisaya agak dalam batas perikemanusiaan. Ini adalah kejadiandibalik kenyataan yang mula-mula tak dapat saya duga, karenakesehatan dan pengasingan. Adalah pada tempatnya sayamengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepadakawan-kawan Tionghoa yang telah menolong saya dengansebaik-baiknya.Sesungguhnya “ucapan terima kasih obyektif”, yaitu terimakasih yang “terpaksa” perlu juga disampaikan kepada beliauGubernur Jendral Dirk Fook yang mendorong keluarnya “bukukecil” ini sekalipun dorongan tidak langsung.Canton, April 1925Tan Malaka.
  • 3. ====== BAB I : SITUASI DUNIAPerang dunia tahun 1914-1918 dalam pengertian ekonomi telahmembagi dunia dalam dua bagian :Negeri-negeri yang kalah, yaitu Jerman, Austria, Hongaria danTurki. Juga Rusia, dimana kaum buruh telah memegangkekuasaan, dalam bidang ekonomi, tergolong pada negeri-negeri tiu. Negeri-negeri yang menang, yaitu : Perancis, Italia,Amerika Serikat dll. Negeri-negeri yang kalah perang tak lamasesudah perang sangat menderita, kekurangan bahan-bahanmakanan, hasil-hasil pabrik-pabrik modal dan bahan mentahuntuk industri-industri. Kecuali perjanjian Versailles telahmewajibkan Jerman membayar kepada negeri-negeri sekutusetiap tahun ratusan juta mark emas (pampasan perang).Negeri-negeri seperti Perancis, Inggris, Italia sekalipuntergolong pemenang perang, karena biaya yang kembali uangpinjamannya dengan bunga. Austria yang telah merosotmenjadi negeri setengah jajahan dengan wajar terikat baikdibidang ekonomi dan karenanya sudah tentu tak mampumengadakan tantangan. Jerman yang tak pernah dipercayaoleh negeri-negeri sekutu sekarang diikat kuat-kuat. Jermantelah mendapatkan uang 800.000.000 mark meas denganmengorbankan kemerdekaan ekonomi, politik dan militernya.Juga Jerman sekarang menjadi setengah jajahan. MiliterismeJerman yang kalah, sekarang berada di bawah telapak kakinegeri-negeri sekutu. Negeri-negeri sekutu ini sekarangmengawasi persoalan militer Jerman. Besarnya dan mututentara sekarang ditentukan oleh negeri-negeri sekutu.Pengawasan ini lebih jauh meliputi anggaran belanja dankeuangan Jerman negeri-negeri sekutu secara langsung atautidak langsung mempengaruhi pendapatan dan pengeluaranuang Jerman. Sudah tentu pendapatan yang diperolah daripajak harus lebih besar daripada pengeluaran. Sisa daripendapatan sesudah dipotong pengeluaran harus diserahkankepada negeri-negeri sekutu. Bank negara, sesudah bank yangberpengaruh di Jerman sebagai urat nadi penghidupanekonomi modern suatu negeri telah di internasionalisasikan,yaitu; diusahakan dan diawasi oleh negeri-negeri yang menangperang.Perbudakan ekonomi yang diderita Jerman sekarang ini sudahtentu disertai dengan penindasan politik. Itu berarti bahwa di
  • 4. bidang politik, baik politik dalam negeri maupun politik luarnegeri Jerman harus tunduk pada kehendak negeri-negeriyang menang perang. Hanya Pemerintahan semacam itulah diJerman sekarang ini yang mungkin melaksanakan denganpatuh ketentuan-ketentuan dalam rencana Dawes.Rencana Dawes bukan saja menjamin besarnya pembayaranhutang kepada negeri-negeri sekutu, akan tetapi jugabermaksud membunuh industri-industri dan perdaganganJerman. Jerman tidak diperbolehkan menghasilkan barang-barang dagangan yang lebih baik dan lebih murah daripadabarang-barang dagangan negeri sekutu, sebagaimana halnyasebelum terjadi perang besar (Perang Dunia 1914-1918).Karena peperangan, maka Jerman kehilangan semua tanahjajahannya dan karenanya ia juga kehilangan pasaran untukhasil-hasil pabrik dan bahan-bahan mentah untuk pabriknya,ditambah pula dengan hancurnya atau dirampasnya kapal-kapal niaganya baginya sangat berat untuk membangunkembali industrinya tanpa bantuan dari luar, terutama dariAmerika. Di pihak lain Jerman sekarang buat sementara waktutidak merupakan saingan negeri-negeri sekutu di tanah jajahan(Indonesia, India dsb) dan di negeri-negeri setengah jajahan(Tiongkok, Persia, dan Turki). Sekarang kita dapat mengetahuidengan jelas, bahwa di negeri-negeri ini semua pengaruhAmerika sangat pesat perkembangannya.Mengalirnya modal dari negeri yang kaya-raya seperti Amerikake negara-negara yang menang dan kalah perang (Eropa) danke negeri-negeri setengah jajahan (Asia), di mana kapitalismemasih berada pada tingkat permulaan dan dimana adakemungkinan untuk berkembang lebih lanjut, mengalirnyakapital yang berlebih-lebihan ini ke negeri-negeri yangmenderita kekurangan menimbulkan pertanyaan di kalanganrevolusioner kita sendiri :”Apakah tidak mungkin tahun-tahunkrisis ini diikuti dengan satu masa damai(Pasifistische periode) yaitu perkembangan kapitalismednegan damai, sebagaimana yang telah terjadi pada akhirpertengahan abad yang lalu ? “ (ini berarti, bahwa jatuhnyakapitalisme tidak perlu terjadi sekarang ini, mungkin sepuluhatau dua puluh tahun lagi).Pertanyaan ini tidak bisa kita jawab hanya dengan ya atautidak. Di barisan kita sendiri seorang sejajar Trotskymenegaskan, bahwa masa damai itu mungkin ada. Di pihak lainterdapat cukup alasan yang meramalkan bahwa kapitalisme
  • 5. dunia segera akan runtuh. Karena adanya ratusankemungkinan yang menyetujui dan menentang ramalan akanadanya masa damai, kita seharusnya jangan tenggelam dalamkemungkinan-kemungkinan itu.Jika kita sekarang menyusun neraca politik, kita harus berkata,bahwa kemungkinan akan berhasilnya suatu pukulan umumtehadap kapitalisme dunia tidak begitu besar daripada tahun-tahun pertama sesudah Revolusi Rusia pada tahun-tahun 1918-1919-1920. Terangkan sudah, bahwa kita pada masa sekarangini tidak lagi dalam keadaan offensif (menyerang, akan tetapidalam defensif, mempertahankan diri). Karena pada bulanOktober 1923 kita tidak mempergunakan kesempatan memukulhancur borjuasi Jerman, maka borjuasi Jerman kemudianmelakukan offensif (serangan) dan partai kita di Jermandipaksa bekerja di bawah tanah. Juga di Italia dimana terorfasis masih tetap berlaku, partai kita terus harus bekerja dibawah tanah. Di Inggris di mana partai kita yang masih mudapada beberapa tahun yang akhrinya mendapat kemajuan.Pemerintah Sosial Demokrat dari Mac Donald diganti olehpemerintahan konservatif dari Ludwin. Juga di mana kaumburuh buat sementara waktu harus mundur terhadap reaksi. DiIndia, negeri tempat bergantung mati hidupnya ImperialismeInggris, pergerakan non-kooperasi yang dipimpin oleh Gandhipada tahun 1920-1922 telah dapat menggerakkan jutaan orangyang tertindas dalam suatu demonstrasi, sekarang menjadipergerakan parlementer yang tenang “tenang dalam tubuhPartai Swaraj”.Terhadap gejala-gejala yang membela akan ada satu masadamai, timbul kekuatan yang tiap waktu dapat menghancurkanimpian-impian akan adanya perkembangan kapitalisme dengandamai yang senantiasa nampak makin jelas. Salah satu darikekuatan-kekuatan itu yang senantiasa mengancam hendakmenghancurkan kapitalisme dunia ialah “Persaingan”(Pertentangan) antara berbagai negeri kapitalisme sendiri.Pertentangan antara kapitalisme Inggris dan Perancis nampaklebih mendalam daripada apa yang kita dapat lihat sepintaslalu.Tak dapatlah dibantah, bahwa pertentangan ekonomis danpolitik antara dua negeri imperialis itu akan menyebabkanperang baru. Jerman yang sekarang menjadi salah satu negerisetengah jajahan yang tertindas, dengan wajar mengharapdapat mempergunakan tiap kesempatan yang baik untuk
  • 6. membebaskan diri dari belenggu yang mengikatnya.Kesempatan itu bisa didapatkan, jika persatuan antara negeri-negeri sekutu terpecah-belah karena pertentangan-pertentangan yang tumbuh dikalangan sendiri. Juga di TimurJauh persaingan antara berbagai imperialis makin tajam.Jepang yang merasa dirinya terancam oleh persekutuanInggris-Amerika telah jatuh dalam pelukan lawannya yangterbesar yaitu “Soviet Uni”. Pertentangan-pertentangan antaranegeri-negeri kapitalis, baik yang ada di Eropa sendiri, maupundi pasaran (Asia) setiap waktu dapat menimbulkan perangdunia baru. Pembangunan pangkalan armada di Singapurayang sekarang di teruskan penyelesaiannya oleh pemerintahkonservatif Inggris, pameran perang-perangan di LautanTeduh dengan maksud mengeratkan kerjasama antaraarmada-armada Amerika, Inggris, dan Belanda, untukmenghadapi kemungkinan perang antara Amerika dan Jepang.Perbaikan angkatan darat dan angkatan laut di Jepang dengantergopoh-gopoh, semua itu memperkuat dugaan akan adanyaperang dunia baru di Lautan Teduh yang lebih dahsyat danlebih mengerikan daripada perang dunia akhir-akhir ini.Pertentangan nasional dari berbagai negeri-negeri kapitalis didunia yang terpaksa harus melakukan imperialisme danperang imperialisme, bukanlah pertentangan satu-satunya.Perkembangan kapitalisme membawa pertentangan yang takdapat didamaikan antara borjuis dan buruh, yaitu pertentangankasta, yang setiap waktu akan menghancurkan sistemkapitalisme dan membangun sistem baru di atas puing-puingreruntuhannya.Proletariat dunia yang karena jumlahnya dan setia kawannyasekarang secara organis nampak tersusun lebih kuat dari padaborjuis dunia, pada masa sekarang ini jauh lebih siap untukmerubah tiap-tiap perang imperialis menjadi perang kasta.Tak dapat disangkal, bahwa sikap proletar dunia dalammenghadapi kemungkinan perang dunia sekarang akanberbeda daripada sebelum 1914. Kaum sosial demokrat yangdulu menyerahkan kaum buruh kepada kaum borjuis untukdijadikan umpan meriam, dikemudian hari akan tak mampu lagimenipu dan mengkhianati kaum buruh. Jika di masa sebelumperang dunia belum terdapat satu partai komunis yangtersusun rapi, sekarang Internasionale ke-3 telah mempunyaiseksi-seksi revolusionernya hampir di semua negeri di dunia.Pada masa sekarang ini kaum buruh Eropa Barat di bawah
  • 7. pimpinan Sarekat Sekerja International Amsterdam (beraliransosial demokrat) sedang melakukan perundingan dneganSarekat Sekerja Internasional Moskow. Dengan perundinganini akan tercipta satu persatuan dari kedua Internasionale ituyang akan mewujudkan satu kekuatan dunia yang belumpernah ada di dunia. Jika persatuan ini telah dapat terbentuk,maka runtuhnya kapitalisme dunia lebih psati daripada yangsudah-sudah.Bila kapitalisme dunia akan runtuh, kita tak dapat meramalkandan ramalan itupun tak perlu. Komunisme tidak didasarkanatas lelamunan teosofi. Kaum komunis menyiapkan diri untukberjuang dan melakukan perjuangan itu bukannya karenamereka percaya pada komunisme sebagai satu kegaibandunia, akan tetapi karena menurut materialisme dialektikaMarx, yakni perjuangan kasta, yang telah dapat membawa peripenghidupan yang semula sangat primitif kepada tata hidupkapitalisme dengan mutlak harus membawa peri penghidupanmasyarakat kita dewasa ini kepada bentuk yang lebih tinggi,yaitu komunisme.Kita, kaum komunis janganlah agaknya sangat asyikmemikirkan persoalan tentang ada dan tidaknya kemungkinanmasa damai dan kemungkinan lamanya masa damai. Kita takboleh merasa pesimis, pun tak boleh merasa optimis, karenakedua perasaan itu akan mudah membawa kita kepadaoportunisme.Adalah kewajiban kita membentuk di mana-mana PartaiKomunis (Partai Rakyat Pekerja) dan memperkuatnya,membawa massa yang mendertia di bawah pimpinan kita danakhirnya memperkuat ikatan dan setia-kawan internasional.Jika nanti waktu untuk bertindak bagi kita telah datang baiknasional maupun internasional, maka tiap-tiap komunis dantiap-tiap seksi Internasionale ke-3 harus mengetahui tugas-tugasnya masing-masing yang harus dilakukan. BAB II : SITUASI DI INDONESIAJika kita bayangkan kapitalisme sebagai satu gedung dannegeri-negeri di dunia adalah tiang-tiang yang mendukunggedung itu, maka Indonesia merupakan salah satu dari tiang-tiang itu. Kita mengetahui sebelumnya bahwa cepat ataulambat gedung itu sekali waktu akan runtuh seluruhnya. Akan
  • 8. tetapi wujud dan luas runtuhannya serta cara bagaimanaruntuhnya, hanya praktek yang akan menentukan. Sangatmungkin bahwa semua tiang akan serentak tumbang danbersama-sama dengan itu juga robohlah seluruh bangunan.Akan tetapi mungkin juga bahwa tiang-tiang itu tidak tumbangserentak, tetapi berurutan, tiap-tiap kali tiang tumbangmembawa sebagian dari bangunan itu roboh. Gelombangekonomi politik yang menggelora di seluruh dunia sehabisperang dunia, hampir-hampir melompat jatuhkan bangunankapitalisme dunia yang telah goyah. Salah satu dari tiang-tiangyang sangat lapuk, yaitu kapitalisme Rusia, tak dapat bertahandiri dan roboh. Kerobohannya ini hampir-hampir menyebabkanruntuhnya bangunan seluruhnya. Akan tetapi ketika borjuisdunia dalam keadaan gelisah, ketika proletariat dunia hendakmemberi pukulan yang menentukan kepadanya, ketika itulahdatang budak-budaknya, yaitu kaum sosial demokrat, untukmenahan jatuhnya bangunan kapitalisme dengan dukunganakum buruh dan memberi kesempatan kepada borjuasimemperbaiki bangunan itu sedapat mungkin. Jatuhnyakapitalisme Rusia karenanya tidak diikuti oleh kapitalisme dinegeri-negeri lain. Akan tetapi pekerjaan tambal sulam kaumsosial demokrat tidak akan mampu menghalangi keruntuhanbangunan yang lapuk di dalam itu untuk selama-lamanya.Kami kaum komunis Indonesia tak akan dapatmenggantungkan politik kami melulu pada pengharapan, agarnegeri-negeri kapitalis di dunia runtuh lebih dahulu. Jikakapitalisme kolonial di Indonesia besok atau lusa jatuh, kitaharus mampu menciptakan tata tertib baru yang lebih kuat dansempurna di Indonesia.Kebobrokan kapitalisme kolonial Belanda nampak makin lamamakin terang. Kapitalisme Eropa dan Amerika didukung olehkaum sosial demokrat. Di tanah-tanah jajahan seperti : Mesir,India, Inggris, dan Filipina imperialisme yang sedang goyahdidukung oleh borjuis nasional. Tetapi di Indonesia tak adasesuatu yang berarti yang mampu menolong menegakkankembali imperialisme Belanda yang sedang goyah.Pertentangan antara rakyat Indonesia dan imperialismeBelanda makin lama makin tajam. Penderitaan massabertambah pesat. Harapan dan kemauannya untuk merdekaberlangsung bersama-sama dengan penderitaannya. Politikrevolusioner merembes di antara rakyat Indonesia makin lamamakin meluas. Pertentangan yang makin tajam antara yang
  • 9. berkuasa dan yang dikuasai menyebabkan pihak yangberkuasa menjadi kalap dan melakukan tindakan-tindakansewenang-wenang.Suara merdu politik etis sekarang diganti dengan suasanatongkat karet yang menjemukan dan gemerincing pedang diBandung, Sumedang, Ciamis, dan Sidomulyo. ImperialimeBelanda telah melampaui batas poltiik etis. Pelaksanaan politiktongkat karet dan pistol diresmikan dengan darah dan jiwaproletar. Rakyat Indonesia di bawah ancaman dan siksaan diluar batas prikemanusiaan tetap menuntut hak-hakkelahirannya ialah hak-hak yang semenjak puluhan tahun yanglalu telah diakui di Eropa dan Amerika, tetapi oleh imperialismeBelanda dijawab dengan tindakan-tindakan biadab. Teranglahsudah bahwa tongkat karet dan pistol tak akan mampumengundurkan rakyat yang sedang melangkah maju.Topeng reaksi sekarang telah jatuh. Rakyat Indonesiasekarang telah yakin, bahwa tak dapatlah diharapkan sesuatupun dari pemerintah imperialisme. Kita mengetahui, sekali punpara reaksioner menyambut baik tindakan-tindakan kekerasanG. G Fock tetapi orang penguasa sendiri dibalik layar akanberunding dan saling bertanya : “Mengapa rakyat sekarangberbeda dari beberapa tahun yang lalu”.Politik apakah yang harus kita lakukan pula sekarang ? Lebihdari 300 tahun imperialisme Belanda melakukan politik“gertakan” dan “tindakan”. Belum pernah politik semacam ituoleh rakyat Indonesia yang sabar disambut dengan terang-terangan dan sewajarnya, sebagaimana telah terjadi pada 1Februari tahun ini. Pemberontakan-pemberontakan yang telahterjadi di semua bagian daerah Indonesia selama 300 tahun,yang telah mengorbankan beribu-ribu jiwa orang-orangIndonesia, pemberontakan Diponegoro, Aceh, Toli-toli, dsb, takdapat kita persamakan dengan apa yang terjadi di Priangandan Madiun. Bukan karena sumpah, jimat, suara gaib atausegala kegelapan-kegelapan feodal yang salam ini menjadisandaran hidup rakyat “Priangan” akan tetapi karena hak-hakyang nyata dan wajar sebagai manusia yang mendorongmereka mengorbankan jiwanya unutk mendapatkan hak-hakitu. Maka tak heranlah kita, jika pihak yang berkuasa padamasa ini, berkata kepada diri sendiri “Orang Indonesia takdapat lagi digertak dan ditindas”/ kita hanya dapatmenambahkan “Selamat jalan jiwa-jiwa budak dan ……..buatselama-lamanya”.
  • 10. Di belakang layar orang-orang pemegang kekuasan juga akanmerundingkan cara-cara untuk menghapus pertentangan yangtajam dengan rakyat Indonesia. Sebab lebih dari yang sudah-sudah, maka ucapan Multatuli akan lebih lantang bergemadikupingnya : “ Jika setiap orang Jawa meludah ke tanah, makamati tenggelamlah orang-orang Belanda”. Karenanya jugaakan dibicarakan cara memperbaiki keadaan ekonomi rakyat.Bersamaan dengan itu juga akan dirundingkan kemungkinanmemberi hak-hak politik lebih banyak kepada golongan orangInodnesia tertentu. Akan tetapi dengan mengenal susunansosial-ekonomi Indonesia kita kaum komunis dnegan tegasdapat mengatakan, bahwa pemegang kekuasaan itu tak akandapat selangkah keluar dari lingkungan sempit birokrasinya.Sebab bagaimana imperialisme Belanda dengan seketikadapat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telahberlangsung berabad-abad dengan serentak.Di India-Inggris umapamanya, di mana sejak bertahun-tahuntelah ada industri nasional yang kuat, di sana dapat diadakanjembatan untuk menghubungkan pertama-tama modal Inggrisdengan modal nasional, kemudian menghubungi jurang yangcuram antara politik imperialisme dan politik nasional. Tetapipolitik imperialisme Belanda sejak semula ditujukkan padapenghancuran industri kecil dan perdagangan kecil nasionalteristimewa di Jawa. Penghancuran itu dapat terlaksana, jikaorang yakin, dapat mempergunakan modal Tionghoa sebagaialat untuk memisahkan rakyat Indonesia dari rakyat Belanda.Semua industri milik suku Jawa mati tak lama sesudahimperialisme Belanda mulai masuk. Dengan matinya industrisuku Jawa itu mati jugalah kerajinan dan inisiatif suku Jawa,yang mempunyai kemampuan yang diperlukan untukmembangun industri nasional modern yang berdasarpersaingan dan hak milik perseorangan. Karenanyaimperialisme Belanda pada masa ini dengan sungguh-sungguhtidak mengharapkan mendapatkan titik pertemuan untuk suatukompromi ekonomi dengan orang-orang Indonesia. Berhubungdengan itu suatu kompromi dalam politik akan merupakansesuatu yang tidak tegas. Menambah jumlah anggotaVolksraad dengan dua atau tiga orang Indonesia lagi, ataumemberikan konsensi politik lebih banyak kepada orangIndonesia akan hanya berarti satu tetes air saja diatas besiyang membara. Memang teranglah, bahwa krisis Indonesiabukannya hanya krisis politik, seperti di Mesir, India-Inggris
  • 11. dan Filipina, akan tetapi juga terutama adalah krisis ekonomi.Krisis ekonomi ini tak akan dapat disembuhkan dalambeberapa tahun.Pun seandainya dokter Morgan berkehendak menyembuhkanimperialisme Belanda dengan memberi pinjaman uangkepadanya, akan masih ada pertanyaan, apakah ia akanmampu membangkitkannya dari tempat tidurnya. Indonesiabukan Austria, Polandia atau Jerman, di mana Morgan telahmenunjukkan daya sembuhnya yang mengagumkan. Negeri-negeri Eropa tersebut hanya membutuhkan modal. Tetapipabrik-pabrik, mesin-mesin, buruh ahli dan tidak ahli sangatcukup adanya. Indonesia yang mempunyai penduduk yangtahun baca-tulis 5-6 % saja, yang selama ratusan tahun ditindasdan dihisap, dan kepentingan-kepentingan sosial penduduktidak diperhatikan sama sekali., tentu tak akan mungkinmenciptakan tenaga-tenaga teknis yang cakap dalambeberapa tahun yang diperlukan untuk membangun industri-industri baru (industri-industri logam dan tekstil) yang akansanggup berhasil baik menyaingi barang-barang barat.Karenanya Morgan tak akan meminjamkan uangnya begitu sajakepada imperialisme Belanda.Sudah tentu Amerika suka menanamkan modalnya diIndonesia, tetapi hanya di perusahaan-perusahaan yang akandapat segera menghasilkan keuntungan dengan cepat yangakan dapat memenuhi keuntungan secara langsung, sepertidalam perusahaan minyak atau karet. Akan tetapi pada masasekarang ini terdapat over produksi karet kecuali itu Amerikatelah mempunyai cukup perkebunan karet di Indonesia,sehingga tak perlu memikirkan membuka perkebunan karetbaru. Mengenai minyak kita masih ingat, bahwa Colyn telahmenyerahkan semua tambang minyak di JambikepadaMaatschappiy minyak Inggris dan Belanda, yaitu deKoninklijke sebagai monopoli.Karena imperialisme Belanda tak akan mungkin mendekatirakyat Indonesia dengan memberikan konsesi politik danekonomi, ia harus melakukan politik biadab yang lama, warisandari Oost Indische Compagnie. Angkatan darat dan laut harusdiperkuat. Ini adalah jawaban satu-satunya yang tinggalterhadap rakyat Indonesia yang senantiasa bertambah melaratyang makin bertambah gigih berani mempertahankan tuntutanhak-haknya sepenuhnya.
  • 12. Marx pernah berkata : “Proletariat tak akan kehilangan sesuatumiliknya, kecuali belenggu budaknya”. Kalimat ini dapat kitagunakan di Indonesia lebih luas. Disini anasir-anasir bukanproletar berada dalam penderitaan yang sama dengan buruhindustri, karena di sini tak ada industri nasional, perdaganganansional. Dalam bentrokan yang mungkin terjadi antaraimperialisme Belanda dan rakyat Indonesia tak seorangIndonesia pun akan kehilangan miliknya karena bentrokan itu.Di Indonesia kita dapat serukan kepada seluruh rakyat : “Kamutak akan kehilangan sesuatu milikmu kecuali belenggubudakmu”. BAB III : TUJUAN PKITujuan partai-partai komunis dunia ialah menggantikan sistemkapitalisme dengan komunisme. Waktu terpukul hancurnyakapitalisme, dan terpukul jatuhnya borjuasi belumlahmewujudkan komunisme. Antara kapitalisme dan komunismeada satu masa peralihan. Dalam masa peralihan ini, proletariatmelakukan diktator atas borjuasi. Ini berarti bahwa proletariatdunia memaksakan kehendaknya atas borjuasi dunia yangberulangkali mencoba mendapatkan kembali kekuasaan politikdan ekonomi yang hilang, agar dapat mempergunakan kembalialat-alat pemeras dan penindasnya. Dalam masa penindasanitu, negeri-negeri kapitalis alat-alat penindasan borjuasi duniadiganti dengan negeri-negeri Soviet. Soviet adalah perwujudandiktator proletariat. Tujuan Soviet ialah menghapuskankapitalisme dan mempersiapkan tumbuhnya komunisme.Negara Soviet sebenarnya belum mewujudkan komunisme.Untuk mecapai komunisme orang harus melalui jalan yanglamanya mungkin puluhan tahun. Permulaan komunisme yangtulen berarti berakhirnya Negara Soviet. Negara Soviet akanberhenti sebagai negara, yaitu sebagai alat penindas dariproletariat, jika orang-orang borjuasi sebagai pemeras danpenindas telah dibasmi atau berubah menjadi anggota pekerjamasyarakat komunisme.Di masa kekuasaan diktator proletariat, maka industri besaryaitu industri-industri yang cukup terpusat, dinasionalisi. Ituberarti bahwa industri-industri itu diserahkan kepada negaraproletar. Dengan nasionalisasi industri-industri besar, hak milikperseorangan tak berlaku lagi dan diganti dengan hak milik
  • 13. komunal. Dengan demikian juga akan hapuslah anarkismedalam produksi, yaitu : menghasilkan barang keperluan hidupyang satu sama lain tidak ada sangkut pautnya sebagaimanayang terjadi dalam masyarakat kapitalis. Sebagai gantinyadiadakanlah rasionalisasi, yaitu menghasilkan barang-barangkeperluan hidup menurut kebutuhan masyarakat. Denganhapusnya hak milik perseorangan dan anarki dalam produksi,persaingan juga akan hapus. Berhubungan dengan itu jugaakan lenyaplah kata-kata yaitu : Kasta Proletar dan KastaBorjuasi.Dengan hapusnya persaingan juga tak akan berlaku lagi politikimperialisme, yaitu politik modal bank sesuatu negara kapitalisuntuk merampas negara-negara yang dibutuhkan sebagaipasaran kelebihan hasil pabriknya, dan selanjutnya untukmendapatkan bahan-bahan mentah bagi industri-industrinyaserta penanaman kelebihan modalnya.Jika imperialisme tak ada lagi, perang imperialis pun tak akanada. Pendek kata dalam masyarakat komunis akan hapuslahadanya hak milik perseorangan, anarki dalam produksi,persaingan, kasta-kasta, imperialisme dan peperanganimperialis. Sebagai gantinya tersusunlah hak milik bersama,produksi rencana, penukaran produksi dengan sukarela daninternasionalisme, yaitu perdamaian, kerjasama danpersaudaraan antara berbagai bangsa di dunia.Apa yang diuraikan di atas adalah teori komunis yang bisamenjadi kenyataan jika kapitalisme dunia jatuh serentak,sebagaimana yang hampir-hampir terjadi pada tahun-tahunpertama sesudah revolusi Bolshevik pertama di Rusia.Karenanya Soviet Uni pada permulaan revolusi segera disusunatas dasar proletar yang agak tulen. Bukankah pengkhianatankaum sosial demokrat yang hingga sekarang dapatmenghalangi keruntuhan umum kapitalisme yang memaksabolshevik mengadakan langkah mundur pada tahun 1921.Langkah mundur ini harus diterima dalam arti ekonomi dantaktik. Dalam arti ekonomi karena Negara Soviet mengijinkanberlakunya kembali hak milik perseorangan kepada petani-petani yang merupakan 80 % dari jumlah penduduk Rusia dankepada borjuis-borjuis kecil di kota-kota, dan bersamaandengan itu melakukan perdagangan dengan penghasilanbarang dagangan atas dasar kapitalisme. Tapi langkah initernyata perlu karena perusahaan-perusahaan kecil yangbelum cukup adanya pemusatan teknis dan administratif dan
  • 14. mula-mula juga dinasionalisi, menumbuhkan birokrasi yangmaha besar. Karena sekarang hak milik perseorangan danperdagangan para petani-petani dan perusahaan-perusahaankecil diijinkan, lenyaplah serentak birokrasi dan ekonomi Rusiadapat berjalan lebih lancar. Kenyataan yang terakhir inimenunjukkan keuntungan politik yang banyak tak terduga,karena dengan demikian petani-petani dapat ditarik dalambarisan pendukung Negara Buruh.Politik Ekonomi Buruh sebagaimana orang menamakannya takakan terbatas khusus para Rusia yang terbelakang. Juga dinegeri-negeri yang murni kapitalistis seperti Jerman, Inggrisdan Amerika dimana + 75 % dari penduduknya menjadi buruh,adanya hak milik perseorangan dan perdagangan pada borjuiskecil dan golongan petani adalah suatu keharusan. Terutamadi Indonesia politik ekonomi baru itu mempunyai arti yangsangat besar. Kapitalisme Indonesia adalah kapitalismekolonial dan tidak akan tumbuh secara tersusun darimasyarakat Indonesia sendiri, sebagaimana halnya dengankapitalisme Eropa. Ia dipaksakan dengan kekerasan oleh suatunegeri imperialis Barat dalam masyarakat feodal Timur, untukkepentingan-kepentingan negeri Barat.Kapitalisme Indonesia masih dalam taraf permulaanperkembangannya. Industri-industri besar seperti industri-industri untuk membikin mesin-mesin, lokomotif-lokomotif dankapal, malah industri-industri yang sangat penitng, sepertitekstil, masih belum ada. Berhubung dengan itu proletariatIndoensia berada lebih rendah daripada proletariat EropaBarat dan Amerika. Diktator Proletariat yang tulen akan dapatmembahayakan prikehidupan ekonomi di Indonesia, terlebihjika revolusi dunia tak kunjung datang. Akibatnya daripada itubagian yang terbesar daripada penduduk, yaitu orang-orangyang bukan proletar, sangat mudah dihasut melawan buruhIndonesia yang kecil jumlahnya.Untuk menjamin pripenghidupan ekonomi di Indonesia dalamkemerdekaan nasional yang mungkin datang, kepadapenduduk yang bukan proletar harus diberikan kesempatan(dalam jatah yang terbatas) mengusahakan hak milikperseorangan dan perusahaan-perusahaan kapitalisme. Lebihdaripada itu, negeri harus memberikan kepadanya bantuanbaik materiil maupun moril, untuk mempertinggi produksinya.Sudah barang tentu, perusahaan-perusahaan besar harussegera dinasionalisi. Dengan demikian kegiatan ekonomi
  • 15. rakyat dapat diperkembang tanpa kekuatiran akan datangnyakasta-kasta atau golongan lainnya. Dengan demikianpertimbangan ekonomi antara proletar dan bukan proletardapat dicapai dan dipertahankan.Apabila perimbangan ekonomi telah tercapai, makaperimbangan politik akan menyusul dan dengan sendirinya.Sudah semestinya, buruh Indonesia sebagaimana halnyadalam ekonomi jalan politik tak boleh melangkah lebih jauh.Malah jika nanti buruh dalam perjuangan kemerdekaan nasinaldapat bagian yang maha besar, malah mereka tak boleh samasekali mengabaikan adanya orang-orang bukan proletar dalamperjuangan mendapatkan bagian yang sama besarnya ataulebih, di Indonesia sistem Soviet yang tulen buat sementarawaktu masih belum dapat direncanakan. Memang kita harusselalu ingat, bahwa buruh menurut kualitas dan kuantitasnyaada rendah, sedangkan orang-orang bukan proletar dalamjumlah besarnya dan objektif dan revolusioner, yang kecuali ituhampir semuanya tergoloong pada pemilik kecil. Karenanyadalam “Indonesia Merdeka” cara bagaimanapun kepara orang-orang bukan proletar harus diberikan kesempatanmengeluarkan suaranya. Akan tepat adanya, jika buruh dalamperang kemerdekaan nasional yang mungkin datang,mewujudkan barisan pelopor daripada seluruh rakyat, makaperusahaan-perusahaan besar akan jatuh ditangannya danselaras dengan itu kekuasaan politik. Perimbangan politikdengan orang-orang bukan proletar akan mudah dapatdiciptakan, yang mana akan sangat penting adanya bagiIndonesia Merdeka.Apabila neraca nasional baik ekonomi maupun politik telahtercapai, maka Indonesia selanjutnya akan dapat berkembangdi lapangan ekonomi dan politik! Kecepatan menuju ke arahNegara Soviet yang tulen dan selanjutnya ke arah komunismetergantung kepada keadaan internasional dan lebih lanjut padaperkembangan industri di Indonesia sendiri. PROGRAM NASIONAL PKIEKONOMI. Menasionalisi pabrik-pabrik dan tambang-tambangseperti tambang arang batu, timah, minyak dan tambang emas.Menasionalisi hutan-hutan dan perusahaan-perusahaanmodern seperti perusahaan gula, karet, teh kopi, kina, kelapa,
  • 16. nila dan tapioka. Menasionalisi perusahaan-perusahaanlalulintas dan angkutan. Menasionalisi bank-bank, perusahaan-perusahaan perseorangan dan maskapai-maskapai perniagaanbesar lainnya. Me-elektrifisir Indonesia dengan membangunindsutri-industri baru dengan bantuan negara seperti pabrik-pabrik mesin dan tekstil dan galangan pembikinan kapal.Mendirikan koperasi-koperasi rakyat dengan bantuan kredityang murah dari negara. Memberikan bantuan hewan dan alat-alat kerja kepada kaum tani untuk memperbaiki pertaniannyadan mendirikan kebun-kebun percobaan negara. Pemindahanpenduduk besar-besaran biaya negara dari Jawa ke daerah-daerah luar Jawa. Pembagian tanah-tanah yang tidak ditanamiantara petani-petani melarat dan yang tidak mempunyai tanahdengan bantuan uang mengusahakan tanah-tanah itu.Menghapuskan sisa-sisa feodal dan tanah-tanah partikelir danmembagikan yang tersebut belakangan ini kepada petanimelarat dan proletar.POLITIK.Kemerdekaan Indonesia dengan segera dan tak terbatas.Membentuk republik federasi dari pebagai pulau-pulauIndonesia. Segera memanggil rapat nasional dan yangmewakili semua rakyat dan agama di Indonesia. Segeramemberi hak politik sepenuhnya kepada penduduk Indonesiabaik laki-laki maupun wanita.SOSIAL.Gaji minimum, kerja 7 jam dan perbaikan jam kerja danpenghidupan buruh. Perlindungan kerja dengan pengakuanhak mogok di antara buruh. Pembagian keuntungan bagi buruhdi industri-industri besar. Membentuk majelis-majelis buruh diIndustri-industri besar. Pemisahan gereja dan negara danmengakui kemerdekaan agama. Memberikan hak-hak sosial,ekonomi, dan politik kepada semua warga negara Indonesiabaik laki-laki maupun wanita. Menasionalisasi rumah-rumahbesar dan membangun rumah-rumah baru dan distribusirumah-rumah antara buruh negara.PELAJARAN DAN PENDIDIKAN.Wajib belajar bagi anak-anak semua warga negara Indonesiadengan Cuma-Cuma sampai umur 17 tahun dengan bahasaIndonesia sebagai bahasa pengantar dan bahasa Inggris
  • 17. sebagai bahasa asing yang terutama. Menghapuskan sistempelajaran sekarang dan menyusun sistem yang langsungberdasarkan atas kepentingan-kepentingan Indonesia yangsudah ada dan yang akan dibangun. Memperbaiki danmemperbanyak jumlah sekolah-sekolah kejuruan, pertanian,dan perdagangan dan memperbaiki dan memperbanyak jumlahsekolah-sekolah bagi pegawai-pegawai tinggi di lapanganteknik dan administrasi.MILITER.Menghapuskan tentara imperialis dan mengadakan milisirakyat untuk mempertahankan Republik Indonesia.Menghapuskan kehidupan di kamp-kamp (tangsi-tangsi) dansemua UU yang merendahkan militer rendahan mengijinkanbertempat di kampung-kampung dan di rumah-rumah baruyang dibangun untuk mereka, perlakuan lebih baik danmempertinggi gaji mereka. Memberikan hak sepenuhnya untukmengadakan organisasi dan rapat kepada militer Indonesia.POLISI.Pemisahan pangreh praja, polisi, dan justisi. Memberikan hak-hak sepenuhnya kepada tiap-tiap terdakwa unutk melindungidiri menentang hakim di muka pengadilan, dan membebaskanterdakwa dalam waktu 24 jam jika bukti dan saksi-saksi bagimereka ternyata cukup.Tiap-tiap perkara yang mempunyaidasar hukum, harus diselesaikan dalam waktu lima hari yangsesuai tertib dan di muka umum.RENCANA AKSI.Menuntut 7 jam kerja, gaji minimum dan syarat-syarat kerja danpenghidupan yang lebih baik bagi buruh. Mengakui SarekatSekerja dan hak mogok. Organisasi dan petani untuk hak-hakekonomi dan politik. Penghapusan peenalo sanctie.Menghapuskan hukum-hukum dan undang-undang untukmenindas pergerakan politik, seperti hak-hak pemerintahuntuk : Mengasingkan tiap-tiap orang yang dipandangberbahaya bagi pemerintah. Melarang pemogokan. Melarangdan membubarkan rapat-rapat. Melarang penyiaran pers.Melarang memberikan pelajaran-pelajaran dan pengakuansepenuhnya atas kemerdekaan bergerak. Menuntut hakberdemonstrasi, demonstrasi massa di seluruh Indonesiamelawan penindasan ekonomi dan politik seperti : pajak
  • 18. pembebasan dengan segala tawanan politik dan pengembalianorang buangan politik, massa aksi yang mana harus diperkuatdengan pemogokan umum dan melawan pemerintah. Menuntuthapusnya Volksraad, Raad van Indie dan AlgemeeneSecretaris dan pembentukan Majelis Nasional (NationalAssembly) dari mana nanti akan dipilih Badan Pelaksana yangbertanggung jawab kepara Majelis Nasional. KETERANGAN PENDEK TENTANG PROGRAMBelum ada sesuatu partai politik di Indonesia yang begitu jauhtelah mengumumkan programnya. Baik partai dari intelektuil-intelektuil seperti Budi Utomo dan Nasional IndischePartij maupun massa Partai Sarekat Islam dapat menyusundengan pendek tuntutan-tuntutan ekonomi dan politiknya.Mereka berpegang teguh pada perkataan merdeka yang sama.Mereka tak pernah mengupas keadaan ekonomi dan sosialmasyarakat Indonesia. Karenanya mereka juga tak pernahsampai pada programnya, sebab suatu program bukannyahanya satu “daftar keinginan”, akan tetapi harus didasarkanatas susunan sosial ekonomi sesuatu negeri.Juga Partai Komunis Indonesia belum pernah menyusun apayang ia sebenarnya mau-kan sekarang di bawah imperialisme,dan sesudah hapusnya imperialisme. Sudah tepat padawaktunya kita kerjakan sekarang. Bukannya karena programadalah segala sesuatunya! Tidak, tak ada sesuatu programrevolusioner yang berarti, jika tak ada pergerakanrevolusioner. Akan tetapi juga, jika tiap-tiap gerakanrevolusioner yang tak mempunyai dasar teori yang nyata dantujuan revolusioner yang tersusun tegas (yaitu suatu program)akan tak berdaya suatu apa dan akan menjadi alat kapitalisme.Sebagai bukti dapat kita ambil sebagai contoh : BU, NIP, danSI. Ketiga-tiganya setidak-tidaknya pada permulaan adalahrevolusioner. Akan tetapi tak ada satu yang bisa menyusunrevolusionernya. Memang pemimpin dan disiplin menyebabkanjuga keruntuhan partai-partai ini, akan tetapi sebab yangterutama ialah tak adanya tujuan yang tersusun (program) danpenguraian yang jelas tentang jalan-jalan yang harus ditempuh(taktik).Pergerakan revolusioner di Indonesia selalu masih ada. Jikapergerakan ini hendak mendapatkan hasil, maka sekarang
  • 19. telah pada waktunya, kita menyusun program nasional danmengumumkan program ini kepada seluruh rakyat.Kita kira, program kita ini selaras dengan keadaan ekonomisosial Indonesia, kita dapat dengan rasa berat selangkah lebihjauh dalam tuntutan kita, tanpa menyusahkan kita sendiri. Dibagian lain kita tak akan dan tak perlu mundur selangkah pun.Program ini agaknya sesuai dengan kemungkinan, baikinternasional maupun nasional. Jika besok atau lusakapitalisme dunia jatuh, sehingga rakyat Indonesia bisamendapatkan segala bantuan lahir dan batin dengan langsungdari proletariat barat, maka program ini dapat digunakansebagai dasar yang kuat untuk membentuk bangunankomunistis. Jika kita besok atau lusa terpaksa melakukanperjuangan nasional sendiri, maka program ini cukupmempunyai unsur-unsur untuk membangkitkan danmemusatkan tenaga-tenaga seluruh rakyat Indonesia yangsedang tidur, tenaga-tenaga yang sangat dibutuhkan untukmendapatkan kemerdekaan nasional.Jika kita selanjutnya mendapatkan kemerdekaan itu, kita dapatjuga mempertahankannya dengan lebih baik. Dengan tenaga-tenaga yang terdapat di Indonesia kita – nanti sesudahmendapatkan kemerdekaan – dapat melangkah ke arahkomunisme internasional lebih cermat dan denganpengharapan lebih banyak.Jika kita dapat melaksanakan program ini di IndonesiaMerdeka, maka kemerdekaan semacam itu akan lebih nyatadaripada yang dinamakan merdeka di banyak negara-negeramodern di dunia. Buruh Indonesia akan memiliki industri-industri besar dan melakukan kekuasaan yang nyata baikdalam ekonomi maupun dalam politik negara. Penindasan danpemerasan yang pada masa sekarang ini diderita oleh buruh-buruh Jepang, Amerika, Inggris, dll. tak akan ada lagi.Hubungan sosial antar budak dan majikan akan memberikantempat pada persamaan dan kemerdekaan. Laba yang berjuta-juta jumlahnya yang sekarang mengalir ke dalam saku-sakulintah darat, yang bertempat tinggal Zorgvliet (Den Haag) akandapat digunakan untuk memajukan industri Indoenesia (tekstildan pabrik-pabrik mesin, galangan-galangan kapal danpekerjaan-pekerjaan tenaga air). Kecuali itu laba itu akandapat digunakan untuk bantuan keuangan pada petani-petani,pedagang-pedagang kecil, industri-industri kecil dsb. Pendekkata program kita bukan hanya meliputi perburuhan dalam arti
  • 20. kata yang sangat sempit, akan tetapi dalam seluruh rakyatIndonesia.Kita berani katakan sedemikian itu, bukannya karena kitahendak menjanjikan kepada setiap orang satu surga, akantetapi untuk kepentingan kemerdekaan sendiri! Kepentingankemerdekaan itu menyarankan, bahwa orang-orang bukanproletar (petani-petani, pedagang-pedagang kecil, pengusaha-pengusaha kecil dan orang-orang intelek) harus juga diberikanpembagian ekonomi, jika buruh menasionalisi industri-industribesar. Karena kapital nasional sangat kecil adanya yang dapatmenyebabkan adanya kekuatiran akan politik nasionalisasiburuh, dan karena lebih dari 90 % dari penduduk berada dalammendertia dan kemelaratan, maka kerjasama antara proletardan bukan proletar memang sangat mungkin. Denganpembangunan industri-industri dan koperasi-koperasi negaralebih banyak, dengan bantuan negara yang nyata kepadaorang-orang bukan proletar, maka lambat laun akan lenyapsegala sesuatunya yang kecil untuk memberikan tempatkepada perusahaan-perusahaan besar atas dasar teknik yanglebih tinggi; milik bersama dan kerjasama. Perusahaan-perusahaan kecil harus insyaf, bahwa perusahaan negaradapat menghasilkan lebih cepat, lebih baik dan lebih murahdaripada mereka.Bilamana mereka menginsyafi ini, maka mereka akan dengansukarela menyerahkan diri kepada perusahaan-perusahaannegara dan akan meninggalkan perusahaan kecilnya.Jika proses ekonomi ini, yaitu peleburan perusahaan-perusahaan kecil ke dalam perusahaan-perusahaan negarayang besar dapat berjalan langsung dengan kesesuaian diIndonesia merdeka, maka politik borjuis kecil lambat laun jugaakan lenyap untuk memberikan tempat kepada politikinternasional buruh.Teranglah sudah, bahwa orang-orang bukan proletar diIndonesia pada masa ini, sekalipun revolusioner nampaknyadalam politiknya adalah nasional yang sempit. Mereka hanyamenginginkan penghapusan imperialisme, bukannyapenghapusan milik. Akan tetapi buruh Indonesia menganggaporang-orang bukan proletar bukan sebagai lawan. BagiIndonesia ada gejala yang menguntungkan, bahwa orangbukan proletar menyerahkan diri di bawah pimpinan buruh(bertubuh dalam PKI). Kerjasama antara proletar dan bukanproletar telah menunjukkan sebagai tenaga hidup. Di Priangan,
  • 21. di mana kapitalisme tidak meresap begitu dalam, di manaborjuis kecil mempunyai peranan yang menentukan, di sanaorang-orang bukan proletar di bawah pimpinan kaum Komunismenunjukan keberanian dan keuletan. Kepada PKI terletaktugas membangkitkan tenaga-tenaga yang sedang tidur yangsangat banyak jumlahnya di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi,dll. Berangsur-angsur SR harus menjadi organisasi dari semuamusuh imperialisme. Jika penduduk di kota-kota besar di Jawadan penduduk di luar Jawa telah menginsyafi, bahwa programPKI bertujuan mempertinggi kesejahteraan rakyat padaumumnya dan bukan mengabaikan kepentingan orang-orangbukan proletar, maka orang-orang yang tersebut belakanganini seluruhnya akan menyerahkan diri di bawah pimpinan PKI.Adalah kemestian sejarah, bahwa PKI harus mengambilpimpinan revolusioner. Dimana tak terdapat adanya kapitalnasional, di sana kasta buruh industri – sebagai kasta yangtersusun rapi dan lebih cukup – adalah satu-satunya kastayang mampu menciptakan organisasi ekonomi dan politik yangkuat dan menunjukkan tujuan yang jelas dan terperinci. Karenaorang-orang bukan proletar di Indonesia tidak merupakansuatu pertumbuhan kasta tertentu, bagi mereka sangat sukarmenyusun tujuan kasta, apalagi memberikan pimpinan yangteguh kepada rakyat Indonesia. Ini dibuktikan dengankegagalan-kegagalan partai-partai bukan proletar seperti BU,NIP, dan SI. Jika orang-orang bukan proletar di Indonesiaberkehendak berjuang untuk mencapai kemerdekaan nasional,maka mereka harus segera memperoleh bantuan buruhindustri yang dengan kesadaran organisasi politik dan sarekat-sarekat sekerjanya akan mampu menghancurleburkan alat-alatpolitik dan ekonomi imperialis.Juga sesudah kemerdekaan nasional tercapai kerjasama yangerat antara proletar dan bukan proletar adalah suatu syaratyang mutlak. Jika kerjasama itu terputus, terlebih-lebih jikaorang-orang bukan proletar menjadi lawan buruh industri,maka kemerdekaan nasional hanya memberikan satu jalan bagiperbudakan nasional baru. Tak jauh daripada Indonesiaterdapat pencuri-pencuri internasional seperti imperialis-imperialis : Inggris, Amerika, Jepang, yang nanti akanmelancarkan serangan imperialisme pada tiap-tiapkesempatan yang baik. Selama Indonesia ke dalam tetapbersatu dan solider, selama itu mereka akan menangguhkanusahanya merampas Indonesia. Akan tetapi begitu lekas
  • 22. perpecahan di dalam, mereka akan segera mendapatkan jalanmelaksanakan untuk sekian kalinya politik devide et imperanya(memecah belah rakyat dalam golongan-golongan untukdikuasai) Indonesia terdiri dari pelbagai pulau yang beradapada pelbagai tingkatan kebudayaan, memberikan lapanganbaik bagi pencuri-pencuri internasional. Daerah-daerah di luarJawa yang bersifat sangat borjuis kecil akan mudah dapatdiperalat melawan Jawa yang sangat Proletaris. Suatukeadaan seperti di Tiongkok, Mexico, dan negara-negaraAmerika Selatan akan dialamai orang di Indonesia, yaitu adudomba imperialis dan perang saudara yang kronis (yangtumbuh terus-menerus pada waktu-waktu tertentu).Hal demikian itu baru kita jaga jangan sampai terjadi! Tetapibukannya dengan wajangan kebijaksanaan yang kosong.Hanya suatu program yang benar-benar bertujuanmemperjuangkan kepentingan-kepentingan materiil seluruhrakyat dan dilaksanakan dengan jujur dapat menciptakan satusetia-kawan, satu setia kawan yang akan mampumenghancurkan imperialisme, bukan hanya demikian, akantetapi juga menjauhkannya buat selama-lamanya dan akhirnyamerintis jalan untuk komunisme internasional.Pertanyaan, apakah kita mempunyai hak melaksanakanprogram serupa itu, kita hanya dapat menjawab denganbeberapa perkataan; lebih dari 300 tahun Indonesia diinjak-injak dan diperah habis-habisan, dan ribuan jiwa manusia telahdikorbankan untuk imperialisme Belanda! Ratusan juta guldentelah mengalir ke dalam saku pengguntingan-pengguntingankupon Belanda. Dan Kapital Belanda, sebagaimana tersebutdalam program kita hendak kita nasionalisi, hanya merupakansatu bagian dari apa yang telah tercuri dari Indonesia selama300 tahun. Demikian itu masih belum dapat juga menggantijiwa-jiwa petani-petani dan buruh-buruh Indonesia, yang diAceh, Jawa, Jambi dan lain-lain telah memprotes adanyarampasan dan pembunuhan.Pertanyaan yang terakhir, ialah apakah kita akan mampumerebut kemerdekaan nasional dan mempertahankan, kitajuga dapat menjawab dengan beberapa perkataan. Jika kitaakan mampu menarik 50.000.000 penduduk Indonesia, untukprogram kita dan jika selanjutnya PKI dan SR memiliki cukupkesadaran, disiplin dan politik, maka daya gerak rakyat yangtertindas selama 300 tahun tak akan diabaikan begitu saja..
  • 23. Kecuali benarnya suatu program, sukses kita dalamperjuangan revolusioner tergantung pada benarnya taktik danstrategi kita. Dua perkataan terakhir ini tak dapat dipisahkanhubungannya satu sama lain. Kita dapat katakan, bahwa taktikadalah satu bagian daripada strategi. Taktik ada hubungannyadengan operasi revolusioner kita pada suatu tempat tertentudan suatu waktu tertentu. Tetapi strategi adalah jumlah operasirevolusioner kita selama seluruh periode revolusioner. Pukulantaktis adalah menggunakan sebagian kekuatan kita atau suatutujuan yang terbatas. Pukulan strategis adalah pukulanterakhir, dimana kita kerahkan seluruh kekuatan kita untukmendapatkan kemenangan strategis, yaitu mematahkanhubungan organisatoris musuh dan kemudianmenghancurkannya.Suatu contoh pukulan taktis adalah pemogokan VSTP padatahun 1923 dan rapat-rapat protes di Priangan. Akan tetapidalam kejadian-kejadian di atas kita bertindak masih agakkurang sadar. Suatu pukulan taktis yang tulen harus dilakukandengan kesadaran yang lebih banyak dan persiapan yang lebihbaik. Kecuali itu, pukulan itu bukannya dipandang sebagaipukulan yang berdiri sendiri, akan tetapi sebagai satupersiapan atau suatu bagian dari pada pukulan stategis.Pukulan-pukulan taktis di Indonesia harus banyak mendahuluipukulan strategis sebelum pukulan ini dimulai.Pukulan strategis yang menentukan dapat menjamin harapan-harapan lebih baik, jika kita dalam melancarkan pukulan-pukulan taktis dapat menunjukkan keberanian, kecakapan dankeuletan. Demikian itu tidak berarti, bahwa dalam suatuperjuangan kita harus berjuang terus sampai habis-habisan.Akan tetapi kita harus tahu melangkah kembali, di manaternyata lawan kuat dan tahu mempergunakan kemenangan,dimana lawan pada satu bagian dari barisan-barisan terpukul.Semestinya organisasi-organisasi politik kita seperti PKI, SRdan Sarekat Sekerja kita harus masih banyak melakukanperjuangan, sebelum Staf Umum PKI dapat merencanakanpukulan strategis. Jika organisasi-organisasi politik danekonomi kita tersebut telah dapat menunjukkan cukupkecakapan, disiplin, kesadaran, kemauan dan kegairahanmaka kemudian tiap-tiap perjuangan taktis pada tiap waktudapat diubah menjadi perjuangan strategis.Jika kita dapat mulai melancarkan pukulan stategis, demikianitu tidak hanya tergantung pada kualitas organisasi kita, akan
  • 24. tetapi juga pada keadaan ekonomi politik, baik pun di dalammaupun di luar negeri. Akan tetapi pukulan strategis itu akanmempunyai harapan lebih besar akan berhasil, jika tiap-tiapaksi politik atau ekonomi dapat kita lancarkan dengan sukses.Ini berarti, bahwa kita, seandainya kita tak mendapatkankemenangan yang lengkap, kita sedapat mungkin dapatmenghindarkan kekalahan, yang dapat melemahkanorganisasi-organisasi kita buat waktu yang lama tetapibukannya menghindarkan perjuangan dan pada buruhditanamkan khayalan seolah-olah dalam masyarakat kapitalisperjuangan dapat dihindarkan, akan tetapi karena kegiatanpersiapan dan kecakapan revolusioner. Memang benarkemenangan politik atau ekonomi dalam masyarakat kapitalisadalah relatif, akan tetapi jika kekalahan salah satu organisasikita membikinnya tak berdaya buat waktu yang cukup lama,maka dengan sendirinya waktu untuk melancarkan pukulanstrategis diperlambat. Sebaliknya jika salah satu dariorganisasi politik atau ekonomi kita mendapat kemenangantaktis, maka bukan hanya organisasi yang menang itu sajayang akan mengalami akibat-akibat yang menguntungkan,akan tetapi seluruh barisan revolusioner di Indonesia.Sekarang dengan itu kepercayaan atas pimpinan, keyakinanatas kemenangan terakhir, dan kegairahan dalam perjuanganakan meningkat.Suatu strategi perang biasa tidak sama dengan strategirevolusioner. Dalam perang biasa, baik kualitas (jenis),maupun kuantitas (jumlah) pasukan selaluhampir constant (tetap). Bagaimanapun halnya lebih sedikitmengalami perubahan-perubahan daripada pasukanrevolusioner. Pada yang tersebut belakangan ini, baik jumlahmaupun jenis dari pengumpulan lebih cepat mengalami pasangsurut. Pasang surut ini ditentukan oleh keadaan ekonomi politiknegeri. Jika seluruh rakyat hidup dalam penderitaan yangsangat sebagaimana halnya di Indonesia sekarang ini, reaksibertindak kejam dan berpandangan sempit, maka gelombangsemangat revolusioner sekonyong-konyong meningkat diseluruh negeri sedemikian rupa, sehingga staf umumrevolusioner dengan mendadak mendapatkan pasukan yangbesar jumlahnya, yang tak pernah dialami olehnya. Jika PKIsekarang umpamanya bisa mendapatkan 50.000-an, makasesudah dilaksanakan Inlansche Verponding (pajak tanah bagianak bumi) atau suatu tekanan ekonomi lainnya, akan bisa
  • 25. terjadi, bahwa seluruh rakyat akan bernaung di bawah benderakomunis. Lebih daripada itu, jika kita tahu mempropagandakandan mempertahankan program dan pendirian kita denganbijaksana dan kegiatan.Karena pasukan revolusioner lebih banyak mengalami pasangsurut daripada pasukan biasa, maka karena itu staf umumsesuatu organisasi revolusioner dapat melihat lebih jauh kedepan daripada staf umum pasukan biasa.Pada permulaan mereka harus telah dapat memperhitungkanseberapa besar jumlah pasukannya sendiri dan pasukanlawannya yang akan bisa terdapat apda esok harinya. Selarasdengan itu taktisnya harus lebih banyak disesuaikan denganperubahan pasang surut dan justru harus lebih plastis (jelasdan nyata). Ia harus lebih memperhitungkan moral daripadastaf umum pasukan biasa, karena hal itu lebih merupakansuatu faktor yang menentukan dalam perjuangan revolusionerdaripada dalam perang biasa.Sekalipun perang biasa mempunyai banyak perbedaan denganperjuangan revolusioner, keduanya pun mempunyai titik-titikpersamaan, keduanya pun mempunyai titik perbedaan yangnyata. Hukum-hukum berikut, yang mewujudkan dasarstrategis perang berlaku juga bagi strategi revolusioner.Nilai offensif dan inisiatif. Pemusatan kekuatan pada tempatyang menguntungkan dan waktu yang tepat bagi kita. OFENSIFNILAI OFENSIF DAN INISIATIFDalam tiap-tiap macam perjuangan inisiatif mempunyai nilaibesar. Mereka yang lebih dulu mengambil inisiatif, mempunyaikeuntungan besar yang tak terduga atas lawannya. Sebab ialebih dahulu melancarkan aksi dan dengan demikian dapatmenimbulkan keadaan yang sama sekali baru di pihaklawannya. Karenanya lawan tak dapat memikirkan rencanabaru yang tersendiri, akan tetapi terikat apda keadaan yangbaru tercipta. Dengan cara sederhana itu rencana merekayang menunggu dihancurkan oleh pengambil inisiatif. Yangtersebut belakangan ini menguasai kemauan dan perbuatanyang tersebut duluan yang terpaksa pasif dan menungguserangan-serangan pengambil inisiatif.Jika kita dalam perjuangan revolusioner tidak mengambilinisiatif duluan, maka lawan mendapatkan keuntunganmenguasai kemauan dan perbuatan ktia sehingga kita dipaksadalam keadaan pasif melumpuhkan. Jika umpamanya reaksi
  • 26. bermaksud hendak menghancurkan salah satu dari sarekat-sarekat sekerja atau perkumpulan-perkumpulan politik kita,dan ia telah mengambil inisiatif lebih dahulu maka kita akanmerasakan tekanan dan tak berkententuan, karena kita takdapat mengetahui bagaimana dan bilamana ia akan melakukanitu. Akan tetapi jika kita hendak menangkis itu denganmengambil inisiatif lebih dahulu, maka kita akanmendapatkannya kecuali keuntungan moril, juga keuntungan,bahwa kita dapat menguasai rencana lawan yang permulaan,mungkin juga dapat menghancurkannya.Ujud perjuangan yang dilakukan inisiatif ialah offensif. Merekayang menyerang duluan, mempunyai inisiatif dan menguasaikemauan dan perbuatan lawannya. Tetapi bentuk offensif yangbaik ialah offensif yang dilakukan secara defensif. Politikrevolusioner kita di Indonesia dilakukan secara defensif.Sekalipun tujuan kita tak kurang daripada penghapusanimperialisme dan kapitalisme, kita terpaksa oleh keadaanmelancarkan serangan-serangan kita dalam bentukpertahanan-pertahanan. Kita mempersiapkan serangansetelah kita terancam dan terserang. Atas tindakan-tindakanrevolusioner lawan, kita mendasarkan agitasi, protes atautindakan-tindakan kita yang lebih mendekatkan kita padatujuan kita terakhir.Pada pukulan terakhir yang menentukan, kita hanya bisamendapat kemenangan, jika kita juga mengambil inisiatifbertahan. Agar supaya pukulan terakhir yang menentukan itudapat mewujudkan tujuan kita. Sarekat-sarekat sekerja danorganisasi-organisasi politik kita mulai sekarang harusmemiliki jiwa offensif. KEKUATAN-PEMUSATAN KEKUATAN-KEKUATAN PADA TEMPAT DANWAKTU YANG MENGUNTUNGKAN BAGI KITATujuan tiap-tiap offensif ialah menyerang pertahanan lawanyang terlemah dengan cepat, mendadak dan dengan pasukanyang terbesar, dengan maksud mematahkan hubungan-hubungan organisasinya dan akhirnya menghancurkannyabuat selama-lamanya.Organisasi-organisasi perjuangan kita yang terutama sarekatsekerja dan politik – jika telah pada waktunya, harus dengancepat dibimbing ke tempat dimana kita dapat membikin musuhmenderita kerugian yang terbesar, yaitu dimana menempatkaninduk pasukannya.
  • 27. Jika kita menghadap Indonesia sebagai gelanggangperjuangan, maka kita mengetahui bahwa kekuatan imperialisBelanda (militer, politik dan ekonomi) tidak terpusat pada satutempat. Kekuatan militer dipusatkan di Priangan. Kekuatanpolitik yang sekarang berpusat di Batavia, kemudian mungkindipindahkan ke Priangan. Akan tetapi Batavia, maupunPriangan sesungguhnya tidak mempunyai pusat ekonomi. Kitamendapatkan itu terutama di lembah Bengawan Solo (Yogya,Solo, Madiun, Kediri, dan Surabaya) dimana terletakbertimbun-timbun industri-industri, perusahaan-perusahaan,badan-badan angkutan lalu lintas dan bank-bank.Dimana suatu offensif revolusioner yang telah disiapsiagakanakan mendapat sukses sebanyak-banyaknya. Jika kekuatanmiliter, politik dan ekonomi dipusatkan pada suatu kotasebagaimana sering terjadi di negeri-negeri Eropa, makamenjadi kewajiban kita memasukkan kota-kota itu lebih duludan rencana organisasi revolusioner ktia, untuk nanti seranganrevolusioner pertama-tama dilancarkan. Jika kita di sanamendapatkan sukses, maka sukses di bagian-bagian negaralainnya sedikit atau banyak akan terjadi dengan sendirinya.Akan tetapi karena kekuasaan imperialis Belanda terbagidalam pelbagai pusat, sesuai dengan itu kita harus jugamembagi kekuatan revolusioner kita, untuk nanti kita kerahkanpasukan induk kita ke sana, di mana sukses sebanyak-banyaknya dapat tercapai.Jika kita pelajari tempat mana yang sangat menguntungkanbagi kita untuk digempur, maka pilihan kita akan jatuh padalembah Bengawan solo. Memang di sini kita mempunyaiharapan lebih besar dapat merampas kekuasaan ekonomi danpolitik dan bertahan daripada di Batavia dan di Priangan. Dilembah Bengawan solo bertimbun-timbun buruh industri danpetani melarat, yang akan mewujudkan tenaga-tenaga, bukansaja untuk perampasan, akan tetapi juga sebagai syarat teknisdan ekonomi mempertahankan perampasan itu. Di Bataviaatau Priangan kemenangan politik atau militer akan sukardidapat dan dipertahankan daripada di lembah BengawanSolo, karena sedikit adanya syarat-syarat teknis dan ekonomisuntuk mempertahankan perampasan itu. Kemenangan politikatau militer di Batavia atau Priangan lebih sukar bisa didapatdan dipertahankan dari pada lembah Bengawan Solo, karenafaktor-faktor teknis dan ekonomi sedikit adanya disana.Kemenangan politik dan militer yang modern hanya dapat
  • 28. dipertahankan, jika kita memiliki syarat-syarat kekuasaanekonomi (pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan, badan-badan angkutan lalu lintas, bank-bank dll).Dari apa yang tersebut diatas, kita bisa menarik kesimpulan,bahwa kita nanti harus mengerahkan induk pasukan kita kelembah Bengawan Solo, agar offensif revolusioner kita dapatmenentukan strategi seluruhnya. Jika kita nanti dapat bertahandi lembah Bengawan Solo, sedang di pusat ekonomi lainnya(Sumatera Timur, Palembang, Kalimantan Timur) dan pusatekonomi dan militer (Batavia, Bandung, Magelang, Malang,Aceh) dapat kita serang dan berhasil kita pertahankan makalembah Bengawan Solo selanjutnya dapat kita pergunakansebagai basis bagi Republik Indonesia. Terlebih-lebih jikasuara dan pengaruh kita dapat menerobos juga ke dalamangkatan darat dan angkatan laut. Maka bagi imperialisBelanda tak akan begitu mudah mempergunakan kekuasaanmiliternya. Suara-suara buruh yang bergelora dari lembahBengawan Solo, akan pasti didengar juga oleh buruh-buruh diAsia, Eropa dan Amerika. Imperialis-imperialis luar negeri akantak begitu mudah mengerahkan buruhnya untuk membunuhhabis-habisan buruh-buruh Indonesia. Kecuali daripada ituadalah Internasionale III yang akan berusaha menyerukanpemberhentian pekerjaan pembunuhan imperialis-imperialisitu.Sekali pun lembah Bengawan Solo bagi kemenangan kitaadalah satu hal yang menentukan akan tetapi bagi offensif.Offensif penyesatan, tempat-tempat seperti Priangan, terutamaAceh dan Ternate adalah sangat penting. Jika kita di sanadapat menyerang dengan berhasil, maka musuh akan terpaksamembagi-bagi kekuatan yang terpusat di Jawa, danmengirimkan sebagian daripadanya ke daerah-daerah yangjauh. Bagi pergerakan revolusioner hal sedemikian itu setidak-tidaknya masih sangat penting. Kecuali itu bagi imperialismeBelanda, jika itu diteruskan penindasan perlawananrevolusioner dengan kekerasan akan sangat bertambah besarbiayanya. Akibatnya ia akan menarik pajak lebih besar darirakyat yang menderita. Hal ini akan meningkatkan lagi rasa takpuas dan oleh karenanya meningkat pula hasratrevolusionernya.Satu kemenangan di Priangan, Aceh, Ternate ditilik dari suduttaktik adalah sangat penting dan dapat merintis jalan bagikemenangan strategis. Pukulan strategis yang akan kita
  • 29. lancarkan kemudian di lembah Bengawan Solo, akanmerupakan satu pedang Domaclas di atas kepala imperialisBelanda.Berhubung dengan besarnya arti yang ada di lembahBengawan Solo bagi kemerdekaan Indonesia sekarang adalahkewajiban revolusioner kita lebih banyak memberikanperhatian pada pusat ekonomi itu daripada yang sudah-sudah.Adalah kewajiban revolusioner kita, mengorganisir danmengkoordinir massa buruh-buruh industri dan pertanian danpada akhirnya melatih mereka untuk massa aksi yang langsungbuat perampasan kekuasaan.NILAI KESADARAN, HASRAT DAN DISIPLINDalam tiap-tiap pergerakan, kesadaran memegang perananyang sangat penting. Kesadaran revolusioner kita, kita ambildari materialisme dialektika Marx. Mengikuti Marx, kita dapatmemutuskan, bahwa sekarang hampir seluruh rakyatIndonesia bersemangat revolusioner. Tetapi ada perbedaanbesar antara kerevolusioneran buruh-buruh industri dankerevolusioneran pemilik-pemilik kecil (petani-petani,pedagang-pedagang dan pengusaha-pengusaha kecil). Yangtersebut duluan subjektif adalah revolusioner, yaitu merekatidak hanya berkehendak menghapuskan kekuasaan politiksaja, tapi juga kekuasaan ekonomi, ialah dengan penghapusantanah milik perseorangan dan sistem produksi yang kapitalis.Tapi pemilik kecil subjektif tidak revolusioner sebab merekatidak berkehendak menghapuskan hak milik perseorangan dansistem produksi kapitalistis. Sebaliknya mereka menginginkanmilik yang lebih besar. Akan tetapi terhadap imperialismemereka bersikap revolusioner. Mereka mengharapkan adanyapemerintah nasional dan kemerdekaan nasional. Justru karenaitu mereka objektif adalah revolusioner.Dalam usaha kita bertalian dengan organisasi, taktik danstrategi, kita tak dapat mencampur-adukan satu denganlainnya unsur-unsur buruh industri dan bukan proletar.Mencampur adukan itu tidak akan membawa kekuatan, akantetapi hanya membawa kelemahan belaka. Sekalipun unsur-unsur tersebut diatas kedua-duanya berjuang melawanimperialisme. Alasan dan tujuan perjuangan melawanimperialisme, alasan dan tujuan perjuangan mereka adalahberbeda. Akan tetapi perbedaan itu orang tak boleh melupakankemestian kerjasama, sebab baik tujuan bukan proletar,
  • 30. maupun tujuan terakhir buruh industri hanya terlaksanasesudah hancurnya imperialisme. Taktik PKI terhadap orang-orang bukan proletar – dengan mengingat kepentinganmaterilnya – supaya sangat plastis (sangat membimbing). Iaharus mampu membangkitkan tenaga-tenaga potensirevolusioner, yang ada pada orang-orang bukan proletar. Iaharus mampu juga mengkoordinir tenaga-tenaga ini dengantenaga-tenaga proletar. Jika ini berhasil, maka kemerdekaanIndonesia boleh dikata telah dapat ditentukan.Keadaan revolusioner harus dilengkapi dengan hasratrevolusioner. Kesadaran saja tidak cukup sudah sewajarnyabahwa rakyat Indonesia telah diperbudak selama 300 tahundan harus berjuang melawan imperialisme yang mungkindibantu oleh imperialisme-imperialisme lainnya tak akan dapatmenang dalam satu hari. Di beberapa tempat PKI mungkinmengalami pukulan. Ada kemungkinan, bahwa ia di harikemudian akan terpaksa melanjutkan eksis lebih banyak dibawah tanah. Akan tetapi, dalam semua kemungkinan-kemungkinan ini ia tak akan dan tak boleh kehilangankeberanian dan pikiran. Sebaliknya kita yakin bahwa ia akanlebih giat, lebih berpengalaman dan lebih berani. Sebabkepercayaan PKI akan jatuhnya imperialisme Belanda dantenaga revolusioner rakyat Indonesia bukan disandarkan padaJoyoboyo atau pedagang jamu lainnya, akan tetapikepercayaan itu disandarkan atas analisa ekonomi-sosialmasyarakat Indonesia. Pertentangan yang pantang, damaiantara yang berkuasa dan yang dikuasai di Indonesia akanmemperkuat yang tersebut belakangan ini dalamperjuangannya.Kesadaran dan hasrat dapat dilakukan pada tempatnya, jikaPKI memiliki disipilin baja. Semua anggota, seksi-seksi danorganisasi PKI harus melaksanakan putusan-putusan pusatdengan jujur dan giat. Suatu seksi harus membantu seksilainnya yang menderikta pukulan. Ia harus melangkah maju,jika pimpinan memandang perlu, dan melangkah mundur jikaperjuangan menyuruhnya. Suatu strategi hanya bisamendapatkan sukses, jika staf umum dapat percayasepenuhnya ats seluruhnya tentaranya.PUKULAN STRATEGIPukulan strategi yang penghabisan akan berhasil jikamemenuhi syarat-syarat sebagai berikut ini :
  • 31. Partai memiliki disiplin baja. Rakyat Indonesia berada di bawahpimpinan PKI. Musuh-musuh, baik di dalam maupun di luarnegeri terpecah-pecah. Jika syarat pertama belum terpenuhi,kita tak perlu dan tak boleh menyembunyikan. Sering terjadi,bahwa seorang anggota yang bertanggung jawab, mengikutipendapatnya sendiri, tanpa menunggu keputusan dari pusat.Atau ia melaksanakan pendapatnya, sedang ia mengetahui,bahwa itu bertentangan dengan pendapat pusat. Sikap atauwatak yang tidak disipliner semacam itu dalam perjuanganrevolusioner yang sesungguhnya bukan hanya akanmembahayakan diri pimpinan yang bersangkutan danseksinya, akan tetapi juga pergerakan seluruhnya.Disiplin revolusioner mempunyai persamaan dengan disiplinmiliter pada titik ini : bahwa putusan harus dilaksankaan. Akantetapi semua berbeda satu sama lain dalam hal ini : bahwadisiplin revolusioner bukannya hasrat menyerah (semuhundawuh). Sedangkan Staf Umum Militer tidak mengharapkandari serdadu-serdadunya bahwa mereka harus mengertiperintah yang diberikan, bagi Staf Umum Revolusioner syaratyang pertama-tama ialah : bahwa anggota-anggota harusmengerti bukan hanya arti putusan saja, akan tetapi setiapanggota harus juga mengerti kemutlakan ketaatanpelaksanaan putusan, sekalipun jiwa putusan itu bertentangandengan pendapatnya sendiri. Suatu putusan revolusionerjustru didapat sesudah suatu acara dirundingkan denganmasak-masak. Dalam perundingan tiap-tiap anggotamempunyai hak penuh mengemukakan dan mempertahankanpendapatnya dan menentang atau menyokong pendapat oranglain. Pada pemungutan suara yang terakhir ia mempunyai hakmempertahankan pendapatnya sekuat mungkin, sehingga iadapat melakukan seluruh pengaruh rohaniahnya atas putusanpartai. Tetapi jika suara yang terbanyak mengambil keputusanjuga yang bertentangan dengan pendapatnya, sekalipun ia takmenyetujuinya, maka harus tunduk pada putusan itu dansebagai anggota atau pemimpin ia harus melaksanakannyadengan taat dan giat. Jika tidak sedemikian halnya, tidakmungkin daya kekuatan revolusioner partai dapat bertindakkeluar secara masal dan bersatu-padu. Suatu partai yang tiap-tiap anggotanya berpegang teguh pada pendapatnya masing-masing dan menyabotir putusan partai tak akan berdayaadanya.
  • 32. Demikianpun syarat kedua belum terpenuhi. Sangat pasti PKIpada masa sekarang ini adalah partai satu-satunya yang dapatdikatakan partai rakyat Indonesia. BU, Pasundan, PerserikatanMinahasa dan partai-partai kecil lainnya, dengan sukar dapatmempertahankan diri, dalam batas-batasnya yang sempit,kecuali jika partai-partai itu dengan penuh tenaga dapatmelampaui batas-batas yang sempit itu untuk menjadi satupartai rakyat nasional.Hanya PKI pada masa ini mampu membentuk afdeeling- afdeeling-afdeelingdimana-mana di pelbagai pulau. Akan tetapi masih belum dapatdikatakan bahwa ia telah dapat mengorganisir semua lapisanmasyarakat dan membawanya di bawah pimpinannya. Masihbelum cukup, jika semua orang Indonesia yang tertindasmenaruh simpati pada PKI, akan tetapi jika waktunya telahdatang rakyat yang tertindas yang berjuta-juta orangjumlahnya itu setiap waktu akan mengikuti juga seruan PKI.Bukan hanya dalam kemenangan, tapi juga dalam kekalahankepercayaan dan ketaatan pada PKI sebagai partai rakyatrevolusioner harus tetap tak berubah.Kita harus akui, bahwa propaganda dan agitasi kita di daerah-daerah luar Jawa juga di Jawa sendiri masih belum konkrit dancukup kuat dan karenanya masih belum cukup dalammeresapnya. Kekurangan tenaga dan alat, kekuranganpengetahuan dan pengalaman tentang keadaan daerah-daerahdi luar Jawa adalah sebab yang terutama mengapa tenaga-tenaga revolusioner kita sementara masih tertimbun di Jawadan aksi-aksi kita tetap terbatas di Jawa. Sekalipun di sana-sinitenaga komunistis telah berkembang (Ternate, Aceh dan lainsebagainya) sebagian besar dari daerah luar Jawa bagi kitamasih merupakan hutan remaja. Orang-orang Jambi danPalembang yang memang tak dapat digolongkan pada orang-orang Indonesia yang berperasaan puas dan berjiwa budakbagi kita masih gelap adanya. Tambang-tambang besar sepertitambang emas, timah, minyak, arang batu dan industri-industripertanian seperti teh dan karet masih belum mengalamiperubahan. Banjarmasin dan Aceh, di mana peperangan-peperangan fanatik dilakukan orang di bawah bendera Islam,bagi kita masih asing adanya. Di daerah-daerah tersebut diatas kita masih belum mempunyai pengaruh di antara petani-petani. Bukan hanya di sana pekerjaan bagi kita masih sangat
  • 33. kurang dapat menerobos ke dalam kesukaran-kesukaran hidupnasionalnya dan cara berpikirnya.Jika kita di daerah-daerah jawa, juga di Jawa hendakmeningkatkan tenaga-tenaga potensi kepada tenaga-tenagapenggerak revolusioner, maka propaganda dan agitasi haruskita sesuaikan dengan keadaan lokal yang berbeda-bedaadanya di Indonesia, lebih dari pada apa yang sebegitu jauhtelah kita lalukan. Kita harus dapat mempengaruhi orang-orangJambi, Banjar, dan Aceh yang sedikit atau banyak tekun padaagamanya. Jika kita masih belum dapat menggabungkan diridengan merka, maka kita sudah barang tentu tak dapatberbicara tentang pimpinan revolusioner. Kita selanjutnyaharus dapat menunjukkan, bahwa program kita bertujuanmeningkatkan hidup materialnya. Kita harus mampumenjelaskan bahwa semua rintangan, yang dialamaipedagang-pedagang kecil, petani-petani dan pengusaha-pengusaha kecil di daerah luar Jawa pada masa ini nanti akanlenyap sesudah hapusnya imperialisme. Kecuali jika orang-orang bukan proletar yang sebagian besar terdiri daripenduduk daerah luar Jawa menginsyafi, bahwa dalamkemerdekaan nasional, bukan hanya buruh-buruh industri saja,akan tetapi juga mereka akan menggabungkan diri disana-sinibersama-sama proletar dalam perjuangan melawanimperialisme. Jika kota Roma tidak dapat dibangun dalam satuhari, demikian-pun mendidik dan mengorganisir rakyat yang100 juta orang jumlahnya, dan yang telah tertindas ratusantahun lamanya, juga membutuhkan waktu. Akan tetaip justrupenindasan dan reaksi yang meningkat-ningkat adalahpembantu-pembantu PKI yang baik.Jika nanti partai telah dapat didisiplinkan dan sebagian besardari penduduk telah dapat di bawah pimpinan kita, kita terlebihdahulu harus mengetahui keadaan di kubu lawan baik yang adadi dalam, maupun yang ada di luar negeri, sebelum kitamelancarkan pukulan yang menentukan. Lebih terpecah-pecahkeadaan lawan, lebih menguntungkan bagi kita. Kita bolehmengatakan, bahwa lawan dalam negeri, yaitu imperialismeBelanda bersatu menghadapi rakyat Indonesia. Tidak demikianhalnya di Eropa. Kaum borjuis yang bertubuh dalam partai-partai konservatif, liberal, dan partai-partai radikal lainnya,dalam menghadapi buruh-buruh revolusioner umpamanyanampak solider, akan tetapi di antara mereka sering juganampak adanya perpecahan yang mendalam. Orang-orang
  • 34. sosial demokrat mondar-mandir kian kemari antara borjuasidan buruh-buruh. Perpecahan antara borjuasi Eropa diIndonesia, justru karena mereka tergolong pada bangsa laindaripada buruh-buruh, tak sedemikian besarnya, sehinggapenduduk Indonesia akan bisa mendapatkan keuntungan yangagak berarti dalam perpecahan itu. Tetapi sekalipun borjuasiBelanda sementara solider menghadapi penduduk Indonesia,kesolideran 100.000 orang akan tak ada artinya jikadibandingkan dengan kesolideran 50.000.000 orang. Akantetapi musuh-musuh luar negeri (imperialisme Inggris,Amerika, dan Jepang) menghadapi Indonesia sangat terpecahbelah. Antara imperialisme Amerika dan Jepang tak terdapatunsur persatuan dan kesolideran,. Besok atau lusa keduaimperialisme itu harus menentukan kekuasaannya atas lautanpasifik dengan pedang. Akan tetapi bila waktunya perangJepang-Amerika tak seorang dapat meramalkan.Pertentangan-pertentangan ekonomi dan politik antara Jepangdan Amerika yang pantang damai di Timur Jauh telah berulang-ulang kita tunjukkan, dan di sini tak perlu kita uraikan lagi.Memang dapat dipastikan, bahwa Inggris akan berdiri di pihakAmerika, sehingga armada Jepang dibanding dengan armadaAmerika akan merupakan imbangan sebagai 3 : 10. Satupertanyaan yang sama pentingnya, ialah apakah ketigaimperialisme tersebut memiliki situasi internasional sekarangakan mendatangkan perang dunia baru ?Menang adalah satu kenyataan, bahwa Amerika dalammelaksanakan politiknya “Penetration Pacific” (penerobosanPasifik) dimana-mana mendapat kemenangan dalampersaingan ekonomi. Satu perang dunia baru bukan hanya satukeharusan bagi perjuangan daerah pengaruh Amerika. Akantetapi soal itu akan dapat membawah bahaya, bahwa buruhinternasional nanti di bawah pimpinan Moskow akan merubahperang dunia itu menjadi perang saudara.Dalam kerajaan Jepang sendiri terdapat anasir-anasir yangmenentang perang Jepang-Amerika dengan segera. Bencanaalam yang disebabkan karena goncangan bumi pada tahun1923 mengakibatkan kerusakan-kerusakan hebat padakehidupan ekonomi Jepang daripada apa yang dapat kita lihatdari luar. Bencana itu bagi Jepang membutuhkan tenaga besardan waktu panjang sebelum ia dapat memperbaiki kembalikehidupan ekonominya atas tingkat yang sama sebagaimanaadanya sebelum terjadi bencana alam itu. Pergerakan untuk
  • 35. mendemokrasikan Jepang dari pemerintahan “otokrasi” yangdipimpin oleh kasta pertengahan dan disokong oleh seluruhkaum buruh masih berjalan langsung. Pergerakan ini diperkuatkarena dalam negeri sekarang timbul pengangguran yang luas(menurut berita yang terakhir lebih dari 3.000.000 orang), diantaranya terdapat juga banyak korban-korban dari kastapertengahan. Pergerakan untuk “mendemokrasikan” inisemakin mewujudkan satu bentuk yang berbahaya sedemikianrupa, sehingga kaum militeris yang di Jepang memegangkekuasaan atas alat-alat poltik dan militer seluruhnya, terpaksamemberi konsesi politik banyak. Menurut berita awal tahun inisistem parlementer di Jepang dimodernisir dan dilaksanakanhak pilih umum, sehingga sekarang jumlah pemilih meningkatdari tiga sampai dua belas juta orang. Untuk mewujudkan,bahwa kaum militeris tidak menginginkan adanya perang baru(dalam hal ini kaum militeris dapat mempertahankankedudukan otokrasi-nya terhadap kasta pertengahan liberal)Jepang pada akhir tahun yang lalu telah mengadakanperjanjian dengan Soviet Uni. Sekalipun perjanjian ini ditujukanjuga terhadap persekutuan Anglo-Amerika, sekali ketikadipergunakan juga untuk meninabobokan kaum buruh dankasta pertengahan yang membenci dan ketakutan adanyasuatu perang baru, dengan alasan, bahwa Jepang “ingin damaidengan siapa pun”. Fakta-fakta ekonomis dan politis tersebutdi atas menunjukkan bahwa Jepang ke dalam masih belummemiliki tenaga dan persatuan yang diinginkan untukmemberanikan diri melawan kekuasaan dunia seperti Amerikadan Inggris pada masa sekarang ini.Adalah senantiasa tak mudah memperoleh kemerdekaan padawaktu ada sekarang. Pada perang dunia yang lalu kitamengetahui bahwa tak ada satu dari negeri-negeri jajahan(Indo China – Perancis, India – Inggris dan Mesir) berkehandakmengorbankan perjuangan kemerdekaan. Bagi Indonesia jugamasih belum dapat dikatakan dengan segera, bahwa dalamsuatu perang Pasifik orang mendapatkan kesempatan yangbaik untuk menuntut kemerdekaan. Justru hal ini tergantungjuga pada persoalan, siapa yang akan menang dan berapalama perang akan berlangsung. Tapi teranglah, jika nanti dilautan sekeliling Indonesia armada-armada Inggris, Amerika,Belanda telah bersiap-siaga. Bagi Indonesia bukan lagi satupersoalan yang mudah untuk berbicara tentang kemerdekaan,apalagi untuk merebut kemerdekaan. Anglo-Amerika yang juga
  • 36. tentu akan mengharapkan ketenangan dan keamanan yangmutlak di Indonesia akan dengan segera mengecap tiap-tiapgangguan ketenangan itu sebagai satu permusuhan terang-terangan, lebih-lebih karena Inggris hendak mempertahankanhubungan antara Singapura dan Australia-Inggris dan akanmendapatkan kesempatan yang baik menduduki Indonesia jikaimperialisme Belanda terlempar jauh.Kesukaran yang sama akan dihadapi oleh Indonesia, jikasesuatu kurang lebih sepuluh tahun pangkalan armadaSingapura dan armada Belanda telah selesai dibangun.Perhubungan antara Singapura dan Australia akan menjadikenyataan pertahanan tata-tertib di Indonesia bagiimperialisme Anglo-Amerika akan dipercayakan kepadaarmada Belanda.Sudah tentu, perpecahan antara imperialisme-imperialismeluar negeri bagi kita adalah satu keuntungan. Akan tetapipersoalannya ialah: apakah kita harus menunggu dulu adanyaperang, maukah sekarang menuntut kemerdekaan nasionaldan mempergunakan semua alat untuk mendapatkannya.Karena ktia telah mengetahui, bahwa perang Pasifik yangmungkin datang bagi kita masih belum berarti satukemerdekaan dan kita tak dapat menunggu sampai armadaBelanda dan pangkalan armada Singapura selesai dibangun,maka bagi Indonesia sangat mungkin sekarang ini adalahkesempatan yang baik untuk menuntut kemerdekaan nasional.Pendapat ini juga diperkuat dengan alasan-alasan sebagaiberikut :Pertama. Kita tak dapat menggantungkan taktik revolusionerkita seluruhnya pada perang Jepang-Amerika. Taktik semacamitu juga bersifat oportunistis dan berbahaya. Tak ada suaturakyat yang dapat bertahan lama dalam ketegangan denganancaman yang tak dirasakan dengan langsung. Terlebih-lebihjika ancaman itu dalam dua atau tiga tahun masih belummenjadi kenyataan, maka ketegangan psikologis dengansendirinya akan menjadi buyar. Ketegangan revolusioner akanmempunyai daya hidup, jika ia didasarkan atas syarat-syaratmateriil yang langsung dapat dirasakan oleh rakyat. Hanya jikaagitasi revolusioner kita didasarkan atas penderitaan-penderitaan yang nyata yang dirasakan oleh rakyat di bawahkekuasaan imperialisme Belanda dewasa ini dan kecualidaripada itu kita dengan serentak mampu meyakinkan rakyatakan propaganda kita, maka tak kepuasan massa akan
  • 37. berubah menjadi suatu kemauan massa dan perbuatan massa.Selanjutnya kita sekarang harus juga bekerja untuk tujuanyang langsung dan menerima akibat agitasi revolsuioner kita.Kedua. Ada kemungkinan, bahwa perang Jepang-Amerikalama tak kunjung datang dan bahwa periode pasifistis (masatenang) harus lebih dahulu mendahului revolusi sosial diseluruh dunia. Jika kita menggantungkan aksi-aksi kitaseluruhnya pada perang dunia dan revolusi dunia, maka adakemungkinan bahwa kita akan kehilangan peranan pimpinankita atas rakyat Indonesia. Karenanya partai kita akan beradadi dalam dogma sedang massa akan mencari jalan sendiri-sendiri. Jalan itu akan dapat mengakibatkan pemberontakan-pemberontakan lokal atau perbuatan-perbuatann individual(anarkistis). Memang rakyat Indonesia yang merasa tak puasakan mengikuti pimpinan revolusioner kita sekian lama, selamapimpinan ini sungguh-sungguh merupakan pertumbuhandaripada tujuan revolusionernya. Belum pernah kita pikirkan,bahwa kemerdekaan Indonesia pada masa ini justru akan bisamembahayakan perdamaian di Pasifik. Kemerdekaan ini akandapat memecahkan perang Pasifik. Akan tetapi tak dikatakan,bahwa kekuasaan-kekuasaan dunia (karena takut akan adanyarevolusi sosial) menunda perang itu sebegitu lama. Justruinilah bukannya merugikan, tetapi menguntungkankemerdekaan Indonesia. Pada tahun yang lalu kita telah lihat diTiongkok, bahwa tak satu dari negara-negara imperialis besaryang memberanikan diri membagi-bagi Tiongkok danmendudukinya, sekalipun mereka mempunyai kesempatanuntuk itu. Justru pada waktu itu di Tiongkok berkobar perangsaudara, sehingga perusahaan-perusahaan luar negeri diTiongkok menderita kerugian. Ketakutan akan adanya perangantara imperialis-imperialis satu sama lain adalah sebabmengapa mereka semua melihatnya dengan terang. Tiap-tiaporang tentu berkehendak menduduki bagian Tiongkok yangbaik, dan justru itu ia akan dimusuhi oleh yang lain dalampilihannya. Karena tiap imperialis ingin mempunyai Tiongkokyang baik, karena itu tak seorang mendapatkan sesuatu.Ditilik dari sudut perdagangan dan strategi kedudukanIndonesia di Pasifik sebegitu penting, sehingga tak adaseorang imperialis membiarkan diambilnya oleh sesuatunegara yang kuat. Tiap-tiap usaha untuk membaginya akanmudah menyebabkan pertikaian dan perang. Terlebih-lebih jikaIndonesia sendiri tak berdiam diri akan tetapi menggunakan
  • 38. perpecahan musuh-musuh. Jika Indonesia nanti menjadijajahan Anglo-Amerika maka harapan Jepang untukmelebarkan pengaruhnya ke Aisa Selatan dan Barat akangagal buat selama-lamanya. Cita-cita Jepang “Asia untukorang Asia”, yaitu Asia di bawah telapak kaki Jepang, akan sia-sia. Jepang yang telah dilarang memasuki Amerika danAustralia, kemudian akan terasing buat selama-lamanya diTimur Jauh. Dibalik itu Anglo Amerika tak akan mengizinkanJepang menduduki suatu titik di Indonesia. YuseboruTakekoshi, terompet kaum militeris Jepang, selamaberlangsungnya perang besar telah membikin goncang duniaimperialis, ketika ia menunjukkan betapa pentingnya SelatSunda dan Malaka bagi pelebaran pengaruh Jepang. Akantetapi kedua selat itu salah satu dalam titik strategi diIndonesia, jika diduduki oleh Jepang berarti juga satu pistol didada kerajaan Inggris.Jika keadaan dalam buku musuh kita simpulkan, baik yang adadi luar negeri, maka kita dapat berkata “kubu Belanda yaitudalam arti kata krisis ekonomi dan politik”. Ia berada dalampermusuhan terang-terangan dengan rakyat revolusioner. Jikayang tersebut belakangan ini sekarang tak menang, maka iabesok akan dipukul. Imperialis-imperialis luar negeri beradadalam keadaan cerai berai yang sangat mengkhawatirkan dandalam tahun-tahun yang akan datang tak mungkin dapatcampur dalam persoalan Indonesia tanpa menimbulkan bahayameletusnya perang dunia. Pertanyaan bila waktu yang baikbagi aksi kemerdekaan politik yang tak terbatas dan lengkapkita kira harus menjawab “sekarang dan bukan nanti”. Jikatidak demikian akan datang masanya bagi kita, dimana kitaharus berkata : “kita dulu telah membiarkan kesempatan ituberlalu”.Sekarang adalah waktunya bagi PKI dalam dan denganperjuangan untuk menciptakan organisasi-organisasi sendiriyang memiliki keberanian dan kekuatan untuk menerimapertanggungjawaban merebut dan mempertahankankemerdekaan nasional. Jika nanti setelah banyak perkelahiankecil dan besar di sana-sini, sekarang dengan menggunakanorganisasi politik kemudian dengan menggunakan organisasiserikat-serikat sekerja, kita telah dapat menunjukkankesadaran, hasrat, kebijaksanaan dan kegairahan, maka kitapada akhirnya akan menjatuhkan godam revolusioner kitasedemikian rupa sehingga pukulan itu akan terdengar oleh
  • 39. negara-negara takluk lainnya di Asia dan oleh buruh-buruhyang terbelenggu di Eropa.MAJELIS PERMUSYAWARATAN NASIONAL INDONESIABertentangan dengan pesimisme yang beralasan danperingatan-peringatan yang sungguh oleh penulis-penulisPrancis seperti, D’Alembert Roxssesu, dan lain-lainnya.Bangsawan-bangsawan Prancis didahului oleh rajanya yangboros dan permasuri yang lebih boros, melangsungkan carahidupnya yang sangat mewah. Nampaknya tak ada pandanganhidup lainnya yang dianut daripada “sesudah kami bahayabanjir”.Cara hidup bangsawan dan raja yang mahal biayanya yangditumpahkan kepada rakyat yang melarat yang diciptakan didunia seolah-olah bukan untuk sesuatu lainnya, akan tetapihanya untuk membayar “pajak”. Kemelaratan, penyakit dankelaparan terdapat dimana-mana. Oleh karenanyameningkatlah tak kepuasan massa.Petani, buruh dan borjuis, di bawah pimpinan yang tersebutbelakangan, kemudian menggabungkan diri menjadi satu danmenuntut perubahan-perubahan politik yang radikal. “MajelisPermusyawaratan Nasional” dan mewakili seluruh rakyat yangharus berbicara tentang keadaan nasional dan yang dapatdipandang sebagai hasil dari perjuangan politik yang ulet,kemudian dipanggil berkumpul. Akan tetapi bangsawan-bangsawan dan pendeta-pendeta yang merasa kekuasaan danhak-hak istimewa terancam, menghasut raja agarmembubarkan wakil-wakil yang datang berkumpul. PerkataanMirabeau yang bersejarah yang bertindak tepat padawaktunya,”jangan buyar, kecuali dengan kekuatan bayonet”,benar-benar membawa titik balik dalam sejarah Prancis dansejarah dunia. Dari Majelis Permusyawaratan Nasional lahirlahkemerdekaan Prancis dan cita-cita republik.Kita tidak mau pastikan, bahwa ada satu persamaan yangnyata antara Prancis sebelum revolusi besar dan Indonesiadewasa ini. Sungguh benar keduanya mempunyai perpaduanbanyak yang bersifat ekoomi dan politik yang prinsipil.Tetapi di Indonesia bukannya bangsawan-bangsawanIndonesia yang menghisap, hidup mewah dan tak membayarpajak, akan tetapi lintah-lintah darat Belanda. Karenanya disinikeadaannya melebihi, sebab uang yang dihambur-hamburkandi Versaille sekali-sekali di sana sini masih ada yang jatuh pada
  • 40. rakyat Prancis dalam wujud eceran, sedangkan uang yangdihambur-hamburkan di Zandveert dan Scheveningon taksesen pun tercecer ke saku kromo.Ketika Gubenur Jendral Dirk Fock ini, oleh kapitalis-kapitalisBelanda ditempatkan di Bogor, ketika itu Indonesiamenghadapi bankroot finansiil. Uang negara dalam tahun 1923meningkat sampai jauh di atas F. 1.000.000.000. AnggaranBelanja tahun 1921 menunjukkan defisit sejumlah F.285.500.000. Dalam arti kata, pengeluaran uang dalam tahun1921 terdapat F. 285.000.000. lebih tinggi daripadapemasukkan uang. Sebagaimana Neckar dipanggil olehLodewijk ke XVI untuk memperbaiki finansial negara, demikianDirk Fock muncul di Indonesia untuk menolong negaradaripada bankfoot finansiil.Nocker tak mampu berbuat sesuatuapa, karena bangsawan-bangsawan Prancis dan pendeta-pendeta sampai pada detik yang terakhir tetap berkepala batuberpegang pada hak-haknya luar biasa atas ekonomi danpolitik. Dalam kata-kata Belanda kampungan, merekamempersetan pembayaran pajak dan membiarkan rakyatmampus kelaparan.Apakah Dirk Fock akan mendapatkan satu “kasta lintah darat”yang luhur budi dan bijaksana terhadap manusia-manusiaberkulit sawo matang di Indonesia?Rencananya dahulu untuk mewajibkan pengusaha-pengusahagula menjamin syarat-syarat hidup dan kerja yang lebih baikatas biaya kapital gula ia batalkan tak lama sesudah ia datangdi Indonesia. Ketika ia hendak membebankan pajak atasminyak, datanglah ancaman yang terkenal dari Colijn: “Lepastangan dalam urusan itu, jika tidak kita tutup lumbung-lumbungminyak”.Dokter Fock yang harus menyehatkan finansial negara yangsedang sakit, kemudian beralih menggunakan alat lain yangsedang Nocker tak berani menggunakannya.Pada bagian satunya memperbesar pasukan Armada dan polisidan menaikkan gaji ambtennar-ambtenaar tinggi. Pada bagianlainnya melepaskan kaum buruh dan menurunkan gajirnya,menarik lebih banyak dari rakyat yang melarat dan mengurangipengeluaran untuk sekolah-sekolah rakyat dan kesehatan.Dengan demikian ia mengira neraca pengeluaran danpemasukan dapat diperbaiki kembali. Demikian itu adalah satutindakan seorang negarawan yang berani, satu tindakanterpaksa, yang biasa dilakukan oleh keledai-keledai politik dan
  • 41. penjual-penjual jamu pada waktu kehilangan pencaharian.Bagaimana pun halnya pengguntingan-pengguntingan upah diZergvilet dan Den Haag akan puas adanya. Gula, teh, korek,api, minyak tanah dan bahan-bahan tekstil untuk masuk dankeluar negeri ditarik pajak, akan tetapi kapital dapatmengambil kembali semua itu dengan aman atas bebanpemakai-pemakai, yaitu dengan mudah menaikkan harga-harga kebutuhan hidup rakyat, yang penting rumah-rumahgadai pemerintah dan monopoli garam menambah berattekanan ekonomi di atas bahu si Kromo sampai pada luar bataskemampuannya. Tidak dilebih-dilebihkan, jika orang berkata,bahwa seorang Jawa dewasa ini dibandingkan dengankemampuannya membayar pajak yang tertinggi di dunia, tidakmemiliki suatu apa, kecuali “hawa untuk dihirup”.Apakah ada harapan krisis ekonomi itu akan diatasi ? Tentutidak, selama hampir setiap tahun ratusan juta rupiah sebagaideviden mengalir ke saku-saku kapitalis Belanda di negeriBelanda.Tak satu tanah jajahan lainnya, yang dikeringkan sedemikianrupa seperti Indonesia, sebab negara-negara setengah jajahanseperti Persia dan Tiongkok, setidak-tidaknya sebagian daripada keuntungan itu tinggal di saku borjuasi pribumi yangbagaimanapun akan dipergunakan untuk dalam negeri sendiri.Sekalipun nanti jika Amerika atau siapa saja bersediamemberikan pinjaman kepada Indonesia jutaan rupiah ataumenanam kapital di Indonesia krisis ekonomi karenanya masihbelum dapat diperbaiki. Sebab jutaan rupiah setahunnya yangharus diperoleh dengan memeras kaum buruh Indonesia untukdikirim ke negeri asing. Lebih gelap adanya hari depanekonomi bagi rakyat Indonesia daripada rakyat Prancissebelum tahun 1789. Tiap-tiap orang Gubenur Jendral yangdikirim ke Bogor oleh lintah-lintah darat Belanda, sebagaimanahalnya dengan Dirk Fock ini, akan tak mampu menciptakansesuatunya yang baru kecuali “pajak” baru. Tak seorang GG.akan mampu menghapuskan pengeringan itu, selama lintah-lintah darat negeri Belanda senantiasa menginginkan deviden.Karenanya kita sangat cepat menuju ke krisis politik. Objektifsemua syarat-syarat telah ada. Kemampuan berorganisasi,moral politik dan kesadaran dengan mutlak ada pada kitasendiri. Tetapi langkah kita tidak melalui parlemen. Demikianitu justru terjadi di India-Inggris, Mesir dan Filipina dimanaterdapat borjuasi pribumi yang kuat, yang kepentingan-
  • 42. kepentingan ekonominya bersatu dengan kepentingan-kepentingan ekonomi imperialis dan karenanya kepadanyadapat dipercayakan kekuasaan politik berturut-turut denganaman. Demikianlah (tapi dipastikan) kemerdekaan nansional diIndia, Mesir, dan Filipina sedikit banyak dengan dukunganmassa melalui “dominion” dan “Parlemen Nasional”. Jalan kitaterletak di luar Parlemen. Jalan kita melalui politik dan sarekat-sarekat sekerja.Majelis musyawarah Nasional Indonesia harus dipanggilberkumpul oleh kita sendiri, dengan atau tanpa persetujuanlawan-lawan kita. Majelis Permusyawaratan Nasional sangatmungkin akan tercipta pada waktu bentrokan fisik, ekonomiatau politik yang hebat seperti pemberontakan setempat,pemogokan umum dan demonstrasi massa. Hal itu akanmerupakan puncak semua kegiatan kerja kita.Soal Majelis Permusyawaratan Nasional adalah soal hidup ataumati kita sebagai manusia-manusia merdeka? Untuk itu juga“to be or not to be” bagi lawan kita sebagai pemegangkekuasaan lintah-lintah darat.Hal ini akan kita persoalkan, jika kita telah yakin, bahwatindakan pembelaan lawan-lawan kita yang mungkin terjadidapat kita tangkis dan hancurkan dengan sukses. Soal itu tidakkita kemukakan lebih dahulu, sebab memanggil berkumpulMajelis Permusyawaratan Nasional berarti menyampaikanultimatum kepada pemegang-pemegang kekuasaan dewasaini.Panggilan berkumpul, Majelis Permusyawaratan NasionalIndonesia berisikan pengakuan, bahwa pemegang-pemegangkekuasaan dewasa ini tidak mampu mengatur persoalan-persoalan kita; bahwa kita merasa kuat memegang kekuasaansendiri dan menjawab tindakan-tindakan pembalasan lawan-lawan kita dengan sukses, bahwa kita karenanya inginmengatur sendiri persoalan dalam dan luar negeri menurutpendapat kita sendiri tanpa perantaraan orang lain ; bahwaatas dasar alasan-alasan tersebut pemegang-pemegangkekuasaan dewasa ini harus memberikan tempat kepada kita.(pegawai-pegawai administratif dan teknis Belanda, bahkanpejabat militer dan polisi bisa tinggal di Indonesia dengansyarat-syarat tertentu, jika mereka mau bekerja dengan patuhdi bawah pemerintah Indonesia yang baru).Sudah tentu kita tak dapat mengambil keputusan yang pentingini, jika kita tidak didukung oleh seluruh penduduk Indonesia.
  • 43. Pengaruh PKI dan SR lebih dahulu harus sedemikian besarnya,sehingga semua seksi dan sarekat-sarekat sekerja, benar-benar merupakan divisi-divisi pasukan yang harus siap siagapada seruan kita pertama, sekalipun mereka harusmenghadapi ancaman senapan mesin dan kapal-kapal udara.Ketika Mirabeau mengucapkan kata-kata yang mengandungpenuh keberanian, dia mengetahui benar, bahwa kata-katanyaakan bergema di antara buruh-buruh yang sangat aktif di kota-kota muka Paris. Jika Lodewijk ke XVI sungguh menggunakanbayonet, tentu akan segera dijawab dengan pemberontakanumum.Dengan penderitaan rakyat Indonesia yang semakin meningkatini setiap waktu akan bisa meletus kegiatan-kegiatan ekonomidan politik dari Massa. Jika organisasi-organisasi politik danekonomi kita telah mencapai kualitas yang diharapkan, jikapetani, buruh, pedagang dan mahasiswa sungguh-sungguhmenginginkan kehidupan berjuang lebih baik dan juga untuk ituberani terang-terangan mengemukakan diri, maka barulah kitadapat memanggil berkumpul Majelis PermusyawaratanNasional Indonesia. Kita harus yakin, jika perlu, dapatmengulangi “Jangan buyar, kecuali dengan ujung bayonet”.HALILINTAR MEMBERSIHKAN UDARAPada waktu kita menulis brosur ini, datanglah laporan bahwapartai kita diancam oleh “anjing-anjing liar”. Petani-petani danpenganggur-penganggur diorganisir dan dikirim pada anggota-anggota kita untuk meyakinkan mereka dengan tongkat.Pejabat-pejabat yang telah melakukan pembunuhan beberapakali dibayar dan dikirimkan kepada pemimpin-pemimpin kitayang bertanggung jawab untuk mencoba mengambil jiwanya.Demonstrasi-demonstrasi dari sampah masyarakat Indonesiadiorganisir untuk menakut-nakuti, menghina danmemprovokasi anggota-anggota kita. Sarekat ijo adalah namafasisme Indonesia ini.Mussolini, seorang makhluk jahat yang reaksionermenciptakan alat reaksionernya setidak-tidaknya menurutsuatu prinsip, dan prinsip untuk suatu tujuan politik. Akantetapi prinsip-prinsip apakah yang dimiliki Sarekat Ijo inikecuali putus asa dan kerendahan budi? Demikianlah adanyasatu periode fasisme.Kamu pemerintah, pencipta, pengilham perancang intelekperbuatan suram ini! Kamu kira, bahwa ciptaanmu ini dapat
  • 44. menghancurkan kita? Sebagaimana halnya dengan penjara-penjara, pembuangan-pembuangan, pukulan-pukulan tongkat,peluru-peluru dan alat-alat lain dari alam gelap, demikian punfasisme-mu akan lenyap sebagai timbunan salju di bawah sinarmatahari.Tetapi kita tidak mengharapkan satu khayalan, seolah-olahjalan kita pendek dan rata. Tanah gelap, sukar dan penuhdengan racun adalah jalan menuju kemerdekaan. Dari kiri dankanan kita telah mendengar bisikan kawan-kawan yang ragu-ragu. Apakah kita akan meneruskan itu?Berat adanya pekerjaan pendidikan di antara massa, yangberabad-abad mengalami tidak lain daripada hinaan danpukulan tongkat, baik dari pemerintah bangsa sendiri, maupundari pemerintah bangsa asing, massa yang dibikin merangkak-rangkak dan meminta-minta sebagai kebiasaan danpemecahan persoalan penghidupan pada khalayak takpercaya dan pikiran-pikiran budak.Berat rasanya melaksanakan pekerjaan pendidikan di bawahkekuasaan yang tak segan-segan berdusta, memperkosaundang-undang yang dibikin sendiri, menginjak-injak hak-hakrakyat dan mempergunakan alat-alat perkosaan secara kurangajar, satu kekuasaan yang memiliki hak luar biasamenggunakan alat-alat penindas yang modern atas rakyatTimur yang menurut.Berat rasanya melakukan pekerjaan perjuangan dengan suatupasukan tak bersenjata, kehabisan dan dikelilingi olehpengkhianat-pengkhianat, melawan suatu pasukan yangmempergunakan emas, orang-orang sewaan dan semua alat-alat lainnya.Tetapi kebenaran adalah kuasa, kebenaran kita. Pertentanganantara yang berkuasa dan yang dikuasai, ialah dialektikperkembangan kapitalisme, adalah tenaga pendorong dalamperjuangan revolusioner kita, tenaga yang membangkitkan danmengilhami kembali yang sedang runtuh dan memberikankemenangan kepada yang kuat.Penderitaan yang sedang mendalam, reaksi yang semakinkurang ajar akan memperkuat barisan kita dalam waktu yangpendek dan merongrong barisan musuh.Kepada kaum intelek kita serukan!Juga golonganmu tak akan lepas dari penderitaan akan datangsatu masa, bahwa kapitalisme kolonial yang sekarang masihdapat mempergunakan tenagamu, akan membuat kaum-mu
  • 45. seperti sepah yang habis manisnya. Penyakit kapitalis ialahkrisis akan tak mampu memelihara, juga kamu buat selama-lamanya. Juga kamu akan terdesak seperti ribuan saudara-saudaramu di Jepang dan India-Inggris kepada “Kasta ProletarIntelek”.Tak terdengarkah olehmu, teriakan massa Indonesia untukkemerdekaan yang senantiasa menjadi semakin keras? Takterlihat olehmu, bahwa mereka pelan-pelan melangkah majudalam perjuangan yang berat?Apakah kamu akan menunggu sekian lama, sampai nantikemerdekaan direbut oleh mereka sendiri sedang kamu pastiakan ikut menikmati buah kemenangan mereka yang nyaman?Tidak, sebegitu lesu dan sebegitu rendah tentu akan adapadamu. Karenanya bergabunglah kamu pada barisan kita!Tetapi segera, tinggalkan kasta-mu kelak juga dapat berkatadengan bangga : “ saya ikut membantu merebutkemerdekaan”.Dalam taufan revolusioner yang memandang kamu akanbelajar mengenai massa Indonesia dalam kemampuan dankekurangannya, dalam kekuatan dan kelemahannya. Di sanakamu akan mendapatkan kesempatan menggunakankemampuan moral dan intelek-mu untuk memperlancar jalanrevolusi. Di sana kamu akan menginsyafi bagaimananyamannya melaksanakan pekerjaan sosial dan berjuanguntuk dan dengan massa. Di sana kamu akan merasabagaimana sunyinya hidup secara individual dalam masyarakatkapitalistis.Jika nanti kita mengharapkan, juga bantuanmu, kota-kota dandesa-desa di pantai-pantai dan gunung-gunung Indonesia yangluas berkobar-kobar untuk menuntut hak dan kemerdekaan,maka tak seorang musuh di dunia yang mampu menahangelombang taufan revolusioner.Dalam suasana Republik Indonesia merdeka, tenaga-tenagaintelek dan sosial akan berkembang lebih cepat dan lebih baik.Kekayaan yang maha besar yang diperoleh dengan pekerjaanIndonesia akan tinggal di negeri sendiri. Ilmu pengetahuanyang dikendalikan dan diperkosa yang sekarang dipergunakanuntuk keuntungan lintah-lintah darat Belanda, nanti akan dapatberkembang dan akan dapat dipergunakan bagi kepentinganmasyarakat Indonesia. Kesenian dan perpustakaan akan barumendapatkan tanah untuk bertumbuh. Lebih pasti dan lebih
  • 46. cepat Indonesia akan bangkit di lapangan ekonomi, sosial,intelek dan kebudayaan.Akan lampau adanya abad-abad kelaparan dan penderitaan,perbudakan dan ke-paria-an (kasta yang paling terhina diIndia) yang gelap.Akan lampau adanya abad-abad dimana berlangsung adanyahak yang tak tentu dan tak adanya hak bagi passivitas-passivitas rohani, kepalsuan dan kegelapan.Akan lampau adanya abad-abad yang mengerikan karenaketakutan akan kelaparan, penyakit menular dan ketakutanmenghadapi penarik pajak, polisi dan penjara.Akan lampau adanya perbudakan dan pemerasan satu bangsaoleh bangsa lainnya, dan satu manusia oleh masa lainnya.Dan jaman baru menyingsing, dimana obor komunisselanjutnya akan membimbing rakyat Indonesia yang muda kearah tujuan yang paling akhir : KEMERDEKAAN, KEBUDAYAANDAN KEBAHAGIAN BAGI SEMUA RAKYAT DI DUNIA.