Catatan Hitam Lima Presiden RI

  • 11,138 views
Uploaded on

Yang akan Anda baca ini memang bukan sesuatu yang manis. Buku ini juga tentu tidak ditujukan untuk menyenangkan setiap orang seperti cerita pengantar tidur. Di dalamnya, memuat rekaman hitam …

Yang akan Anda baca ini memang bukan sesuatu yang manis. Buku ini juga tentu tidak ditujukan untuk menyenangkan setiap orang seperti cerita pengantar tidur. Di dalamnya, memuat rekaman hitam bersejarah yang boleh jadi belum pernah terungkap di media.

Ini adalah hasil penelusuran jurnalistik selama 10 tahun. Catatan yang tajam dan paling komprehensif yang membedah kegagalan demi kegagalan presiden kita dalam membawa Indonesia tinggal landas. Satu hal yang pasti, ada solusi dan pencerahan yang ditawarkan sang penulis kepada kita dengan cara memberi gambaran apa adanya tentang tanah air tercinta. Setidaknya agar muncul ide-ide kreatif untuk menyelesaikanya.

More in: News & Politics
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
11,138
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
318
Comments
0
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia Sebuah Investigasi 1997- 2007, Mafia Ekonorni, dan Jalan Baru Mernbangun IndonesiaSehubungan dengan ebook digibook (format "exe) yang sayadownload dad www.4shared.com rawan dihinggapi I dianggapvirus oleh sebagian anti virus, maka saya ubah ebook ini menjadiformat "djvu. Perubahan format dilakukan semata-mata untukkepentingan koleksi pribadi dan bukan untuk tujuan komersial.Semoga bermanfaat untuk kita semua.""""Mad Berbagi Melalui Ebook"Jangan Lupa Membeli Buku Aslinyajandoy - 060112949janinmu@yahoo.com
  • 2. Daftar lsiCATATAN HIrAM liMA PRESIDEN INDON ESIA: Sebuah Investigasi 19 97- 2007, Mafia Ekonomi, dan Jalan Baru Membangun Indonesia karya Ishak Rafick Pengantar oleh Rizal Ramli . . . 9 Copyright © 2007, Ishak Rafick Pengantar Penulis . . . 2 1 Hak Cip ta Oilindungi Undang- undang I. Merintis Jalan Baru Pembangunan Indonesia . . . 27 All Rights Reserved 1 . Yang Tersemat Oi Pundak SBY- JK .. . 27 Pewajah Sampul : Kas ta Waisya 2 . Oi an tara Korupsi, Kebodohann dan Ke takutan . . . 35 Pewajah lsi : Ufukrea tif House 3. Pilihan- Pilihan yang Tersedia . . . 42 4 . Sebuah Jalan Baru yang Terbuka . . . 60 Ce takan I: Januari 2008 II. Indonesia Batal Tinggal Landas ... 9 1 ISBN: 9 79- 1238- 63- 2 1 . Ca ta tan- Ca ta tan Menjelang Ja tuhnya Orde Baru . . 9 3 . 2 . Expatria t Memasuki Masa Suram . . . 105 3 . Antara Perut Perusahaan dan Perut Rakya t ... 1 13 4 . Yang Menolong, Yang Teraniaya . 122. . UFUK PU BliSHING HOUSE 5. Ke tika Kesadaran i tu sampai Ba tasnya . . . 132 PT . Cahaya Insan Suci JI. Warga 23A, Pej a ten Bara t, Pasar Minggu, 6 . Agenda Reformasi Politik, Menuju Indonesia Baru Jakarta Selatan 125 10, Indonesia . . . 143 Phone: 62- 2 1- 7976587, 79 1 92866 7. Peris tiwa di Belakang Panggung Reformasi 150 . . . Homepag e : www . ufukpress . com 8. GBHN Super dari Bawah Meja IMF . . . 160 Blog : h ttp://ufukpress .blogspot. com A. Kebij aksanaan Moneter . . . 16 1 Email : info@ufukpress . com B . Kebij aksanaan anggaran Pemerintah . . . 162
  • 3. C. Res trukturisasi sektor Finansial . 163 . . 2. Mereka yang Masuk Daftar . . 374 . D. Reformasi s truktural . . 166. 3. Upaya- upaya Menggugat Pemamah BLB1 . . 378 . 9. Beberapa Bom Waktu yang Lain . 176 . . VI. Indonesia di Tangan Kyai Abdurrahman Wahid A. Proyek Listrik Swasta . . 176. . . . 39 1 B. Kehadiran Swasta di Sektor Air Bersih . . 186 . 1 . Oba t Mujarab i tu Bernama Abdurrahman Wahid . . . 392 C . Karamnya BUMN Kertas . . . 192 2. Mengambil Kembali Kedaul a tan Politik . . 396 . D. Sumber Dana Murah bernama Dana Reboisasi 3. Tekanan Dunia Luar terhadap Gus Dur . . 409 . . . . 201 4. Gus Dur Menuai Badai ... 42 1 E . Ron toknya 1ndus tri Hilir Berbahan Kayu . . . 2 1 1 F . Masalah- masalah Adminis trasi . . . 2 19 VII . Indonesia di Tangan Satrio Piningit . . . 433 1 . Sebuah Skenario Nista ten tang Masa Depan . . . 435ill. Kabinet Transisi Habibie . . . 237 2. Menuju Liberalisasi Ekonomi tanpa Ba tas . . . 437 1 . Pait a Compli, Saat Kaum Reformis Lengah .. 237 . 3. Menjadi Negara 1ndus tri a tau Pasar ? . . . 453 2. Gerakan Reformasi Tambah Joki . . . 240 3. Mendayung Di Antara Dua Karang . . 247 . Sebuah Kasus Menarik Bernama IPTN ... 469 4. Upaya Menjinakkan Harga Sembako ... 269 Sekilas Tentang Penulis . . . 485 5. Kabine t 5 12 hari Habibie . . 277 . Daftar Pus taka . . . 4 91 6. Reformasi BUMN di bawah Tanri Abeng . . 284 . 7. Meraj u t Ekonomi Kerakya tan . . . 294IV. Pemilu dan Kematian Ideologi ... 319 1. Terjebaknya Kaum Reformis . . . 3 1 9 2 . Peserta d a n Para Penyelenggara Pemilu . . 3 3 1 . 3 . Perubahan P eta Politik yang Mengecewakan . . . 340 4. Mesin Politik Bernama Golkar . . . 349V. Krisis Perbankan . . 363 . 1 . B1 dan Para DOT . . 365 .
  • 4. Pengantar Rizal RamliIshak Rafick adalah seorang jurnalis yang memilikipengalaman belasan tahun, menulis berbagai artikelten tang ekonomi politik, korporasi, manajemen dan lain­lain. Ishak yang memiliki pendidikan tinggi alumniUniversitas Indonesia ini, juga mendapatkan gelar Masterof Art dari Rijks Universite i t Leiden Ne therland dengantesis berjudul 11 Het Beeld van Indonesie in the 20steeewse koloniale li teratuur" (Wajah Indonesia DalamLi teratur Kolonial Abad 20) . Ishak juga mengiku ti berbagaijenis training di dalam maupun luar negeri dalam bidangjurnalis tik maupun manajemen seperti Nij enrode Manage­ment Insti tu te, Breukelen N e therland . Dengan l a tarbelakang pendidikan yang sanga t luas dan m o tivasi yangsanga t kua t, Ishak menulis buku Catatan Hitam LimaPresiden Indonesia. Buku ini merupakan sebuah karyadan pres tasi yang menonjol karena jarang sekali jurnalisIndonesia menulis buku, terutama ten tang topik yangcukup serius. Sebagai seorang jurnalis, style penulisanIshak sangat mudah dimengerti, enak dibaca walaupunmemerlukan w aktu yang cukup panjang untuk dapatmemahami garis merah dari buku sang penuli s . Jus tru i tumenjadi daya tarik tersendiri dari buku ini, karena penulis
  • 5. tidak ingin menjejalkan kesimpulannya sendiri kepada pemerintahan Habibie .pembaca . Dia lebih senang memaparkan duduk perkaranya Secara panjang lebar Ishak melakukan ana lisa ten­daripada menggurui . Gaya bahasanya bukan telling, tapi tang dinamika poli tik sejak pemilu tahun 1999 - 2004.showing. Dia menantang pikiran, sekaligus menggugah Secara gamblang Ishak menarik kesimpulan yang sang a tnuranr. tepat yaitu kem a tian ideologi dalam proses politik di Indo­ Ada kegelisahan yang sang a t mendalam dalam buku nesia . Sehabis kej a tuhan pemerintahan o toriter Soeharto,Ishak ten tang peranan dan ke tangguhan Negara serta ternyata ruang kosong demokra tisasi dengan cepat diisikorporasi dalam menghadapi gejolak krisis baik pada tahap dan diambil alih oleh oligarki politik dan ekonomi yangawal maupun pasca krisis. Ishak, misalnya, mencoba tumbuh pada masa Orde Baru . Dengan ka ta lainmemetakan dan melakukan analisa mengapa Indonesia demokra tisasi Indonesia telah "dibajak" oleh tokoh- tokohgagal tinggal landas s e telah 32 tahun Orde Baru . Berbagai dan kekua tan lama Orde Baru yang telah berhasilkelemahan s truktural dan penyimpangan priori tas masa melakukan akumulasi finansial maupun jaringan selama 32Orde Baru dianalisa dengan tajam dan menarik secara tahun Orde Baru .jurnalistik. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang lumayan, Tidak aneh bahwa transisi dari sistem o tori ter keIshak memaparkan berbagai ke timpangan yang terjadi dan sistem demokra tis tidak membawa manfa a t yang besarkerawanan di dalam bidang ekonomi maupun sosial. pada kemajuan negara maupun kesejahteraan rakyat.Namun pada akhirnya, Soeharto tidak mampu menahan Seperti dike tahui, proses pemilu maupun pilkada sang a tbesarnya tekanan terhadap perubahan dan keinginan diwarnai dan didominasi o l e h politik uang . Jika kecen­untuk demokra tisasi. derungan ini terus berlanjut, maka akan timbul banyak Ishak j uga melakukan pembedahan yang kritis terha­ pertanyaan ten tang apakah demokrasi ada manfaa tnyadap masa pemerintahan Habibie . Dalam banyak hal, untuk rakyat kebanyaka n . Seperti yang dika takan Ishak,Habibie berupaya memenuhi tuntu tan reformasi, dengan m a tinya ideologi dalam proses politik Indonesia merupakanmenyusun Undang- undang Kebebasan Pers, Undang­ salah s atu penyebab u tama dari komersialisasi danundang Desentralisasi dan Undang- undang Pemilu. Habibie dominasi politik uang dalam proses demokrasi di Indonesia .berhasil menegakkan landasan untuk demokra tisasi Sangat sukar misalnya, untuk membedakan ideologi,sebagai respon terhadap tuntu tan mahasiswa dan rakyat visi dan s tra tegi berbagai partai poli tik yang ada disebelum dan saat reformasi i tu terjadi. Di sisi lain Habibie Indonesia karena dominannya komersialisasi dan prag­melaksanakan banyak permintaan IMF dalam ben tuk m a tisme partai politik. Rakyat biasa diberikan pilihanberbagai Le tter of Inte nt teru tama dalam kai tannya partai- partai dengan nama dan simbol yang berbeda­dengan rekapi talisasi perbankan, BLBI & MSAA. Ishak juga beda, te tapi sebe tulnya esensi maupun programnya tidakmenjelaskan berbagai perdebatan internal dan diskus jauh berbeda . Dalam kon teks seperti i tu, demokra tisasipublik ten tang arah kebij akan ekonomi dalam masa yang diharapkan mampu mengurangr kecenderungan
  • 6. massa mengambang (floating mass), jus tru menimbulkan negara Bara t . Mereka lebih akomoda tif terhadap kepen­gejala sebaliknya, yaitu semakin mengua tnya kecende­ tingan negara- negara besar dalam bidang politik luarrungan massa mengambang . negeri dan pertahanan, te tapi sang a t mandiri dalam Dalam kondisi vakum ideologi, dominasi pragmatisme penentuan s tra tegi dan arah kebij akan ekonomi.dan politik uang, Indonesia sang a t mudah sekali dipe­ Ishak mengajukan pertanyaan penting, mengapangaruhi oleh pandangan ekonomi ortodoks dan neoliberal Indonesia batal tinggal landas? Pada tahun 1967, negara­yang semakin mengecilkan peranan negara dalam negara u tama di Asia nyaris memiliki posisi yang hampirpeningka tan kesejahteraan rakyat. Negara hanya mew akili sama secara sosial dan ekonomi s . Pada waktu i tu, GNPdan memperj uangkan kepentingan elit, sementara rakyat perkapita Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, Cinadilepaskan kepada belas kasihan mekanisme pasar. Misal­ nyaris sama, yaitu kurang dari USS 100 per kapita . S e telahnya, berbagai subsidi di dalam bidang pendidikan dan lebih dari 40 tahun, GNP perkapita negara- negara terse­keseha tan dihapuskan tanpa melihat perbedaan kemam­ but pada tahun 2004, mencapai: Indonesia seki tar USSpuan ekonomis dari masyaraka t. Di negara- negara yang 1 . 100, Malaysia US$ 4 . 520, Korea Selatan USS 14. 000,kapitalistik sekalipun, seperti di Eropa, te tap ada subsidi Thailand USS 2 .490, Taiwan USS 14. 590, Cina USS 1 . 500 .maupun ban tuan keuangan di bidang pendidikan dan Ternyata bahwa kekuasaan dan peranan Mafia Berkeleykeseha tan untuk masyaraka t yang tidak mampu. nyaris 40 tahun tidak mampu meningka tkan kesejahteraan Ishak secara sang a t d e til menjelaskan berbagai tarik rakyat Indonesia dan mewariskan p o tensi sebagai salahmenarik dalam s tra tegi dan kebij akan ekonomi sejak s atu negara gagal (failed state) di Asia .pemerintahan Habibie, Gusdur, Mega dan SBY . Tampak Sejumlah kemajuan dalam bidang ekonomi Indonesiajelas w alaupun ada upaya- upaya untuk mengembalikan terutama didukung oleh eksploitasi sumber daya alamkedaulatan ekonomi dan upaya untuk menghindari (minyak bumi dan hutan) serta peningka tan pinjaman luarperanan yang sang a t besar dari lembaga- Iembaga inter­ negeri . Sementara kemajuan ekonomi negara- negara Asiana tional untuk menentukan arah dan kebijakan ekonomi Timur dan Tenggara lainnya terutama didukung olehnasional, te tapi karena kevakuman ideologi, dominasi indus trialisasi, ekspor, peningka tan produktifi tas dan dayapragmatisme serta kelemahan visi, pada akhirnya peranan saing nasional . Sejumlah kemajuan ekonomi Indonesia dilembaga- Iembaga internasional seperti IMF dan Bank masa Orde Baru juga diiku ti dengan kelemahan s trukturalDunia sang a t dominan dalam menentukan arah dan dalam bidang ekonomi, ke tergantungan terhadap u tangkebij akan ekonomi Indonesia . Dalam buku ini, Ishak yang semakin besar, dispari tas pendapatan yang semakinmemberikan penjelasan sang a t d e til ten tang penyusunan tinggi dan sistem sosial politik yang semakin tidak"GBHN super dari bawah meja IMF" . Kondisi Indonesia demokra tis . Ke tergantungan terhadap u tang tersebu tsang a t berbeda dengan pengalaman Negara-negara Asia menghasilkan sua tu elit pengambil kebij akan ekonomi yangTimur yang berhasil mengejar ke tinggalannya dari negara- sang a t tidak percaya diri dan secara mental dan
  • 7. intelektual sang a t menggantungkan diri pada belas dam badai krisis moneter.kasihan negara dan lembaga pemberi u tang . Sikap mental Perdana Menteri Chuan Leekpai dari Thailand yangdan intelektual ini sang a t jauh berbeda dengan elit semula mengiku ti resep IMF dan banyak dipuji olehpengambil kebijakan ekonomi di negara- negara Asia kreditor akhirnya jus tru digulingkan oleh rakyat melaluilainnya seperti Goh Keng Swee dan Lee Kwan Yew pemilu yang memilih PM Thaksin secara mu tlak. Nasib(Singapura ), Mahathir Muhammad dan Daim Zainudin Chuan Leekpai sama dengan Megaw a ti dipuji oleh IMF(Malaysia), Park Chung Hee (Korea) , dan Deng Xiao Ping / te tapi dikalahkan secara telak oleh rakyat. DenganJiang Zemin dan Zhu Rongji (Cina ) . mandat kemenangan yang besar, Thaksin dengan cepat Eli t pengambil kebij akan ekonomi di negara- negara mengubah kebijakan yang tadinya pro- IMF menjadi proAsia Timur memiliki rasa percaya diri yang besar dan tidak rakyat dan ternyata hasilnya sang a t menggembirakanmemiliki ke tergantungan mental dan intelektual kepada baik dari segi pertumbuhan ekonomi, inve s tasi maupunhutang . Mereka dengan sadar meningka tkan tabungan, penciptaan lapangan kerj a . Sayangnya kemudian, warnainve s tasi dan produktifi tas. Sehingga ke tergantungan o tori ter Thaksin terlalu kua t sehingga memancing oposisimereka kepada hutang luar negeri rel a tif kecil . Sementara dari golongan menengah .elit pengambil kebij akan di Indonesia di nina- bobokan oleh Indonesia jus tru sebaliknya, krisis ekonomi semakinsumber daya minyak dan hutan yang berlimpah dan hanya meningka tkan ke tergantungan kepada pola berfikir IMFterl a tih menjadi hamba pencari hutang . terutama karena elit pengambil kebij akan ekonomi tidak Ke tika krisis ekonomi melanda Asia pada pertengah­ kre a tif dan memiliki ke tergantungan mental dan intelektualan 1 997, negara- negara Asia Timur dan Tenggara terse­ yang sang a t kua t terhadap hutang dan pola berfikir IMFbut jus tru memanfaa tkan krisis ekonomi sebagai momen­ yang konserva tif dan sang a t monetaris . Sebagai akibat­tum his toris untuk melakukan berbagai langkah perbaikan nya, to tal hutang meningka t menjadi dua kalinya, dans truktura l . Mahathir misalnya, dengan sadar menolak pengangguran sang a t tinggi . Sementara propagandaresep IMF karena pasti akan menimbulkan gejolak ekonomi bahwa inves tasi akan masuk jika Indonesia manut IMF,dan politik di Malaysi a . Hasilnya sang a t menggembirakan cuman angin sorg a . Tim Ekonomi Megaw a ti yang pro IMFdalam ben tuk s tabili tas ekonomi dan finansial Malaysi a ; dan banyak dipuji kreditor jus tru menjadi salah s a tu faktorpertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja juga penyebab kekalahan telak Megaw a ti di Pemilu legisla tiftinggi . maupun Pemilu Presiden . Nasib Megaw a ti nyaris sama Singapura, melanj utkan tradisi berfikir Goh Keng dengan Perdana Menteri Chuan Leekpai di Thailand yangSwee (arsitek ekonomi Singapura) yang kritis terhadap dipuji kreditor namun di tolak oleh rakyat karena fokusnyadampak nega tif dari kapitalisme predatori, mengambil hanya pada s tabili tas finansial sementara banyak rakyatlangkah- Iangkah penguatan lembaga keuangan dalam makin miskin dan menganggur.negeri dan perbaikan corporate govemance untuk mere- Peningkatan pengangguran tersebut terjadi karena
  • 8. tidak a danya VIS I, lemahnya kepemimpinan dan konser­ Berkeley yang ortodoks dan neolibera l . Segera s e telahva tisme ekonomi ala IMF yang sang a t monetaris . Fokus keja tuhan Presiden Soekarno, kelompok Mafia Berkeleyu tama hanyalah pada s tabilitas moneter seperti inflasi mengabdi selama 32 tahun kepada regim o toriterdan nilai tukar, te tapi mengabaikan penciptaan lapangan Soeharto dan kemudian berlanj u t pada masa Megaw a tikerja dan penyelesaian berbagai masalah di sektor riil dan SBY . Banyak dari anggota dan muridnya yangseperti investasi, indus tri, pertanian, dan sebagainya . Di menduduki posisi- posisi kunci dalam bidang ekonomi dansektor riil, fokus u tama hanyalah penjualan kekayaan menjadi saluran s tra tegi dan kebij akan yang dirumuskannegara dan aset warisan dari pemerintah sebelumnya oleh IMF, Bank Dunia dan USAID. Mafia Berkeley sekaligussecara serampangan dan merugikan negara . berfungsi sebagai alat untuk memonitor agar kebij akan Kasus kekalahan telak Perdana Menteri Chuan Leek­ ekonomi Indonesia sejalan dan searah dengan kebij akanpai dan Megawa ti seharusnya dapat menjadi pelajaran umum ekonomi yang digariskan oleh Washing to n .bagi pemerintahan saat ini . Krea tifitas dan kepemimpinan Padahal rakyat ingin perubahan ke arah hidup yangyang pro- rakyat akan sang a t menentukan keberhasilan lebih baik. S ta tus quo kepemimpinan dan pemikiran dalamseorang pemimpin. Kebijakan yang pro mone taris akhirnya bidang ekonomi tersebut, mungkin menggembirakanakan mencelakakan pemimpin yang bersangku tan . Juga kelompok pro- kredi tor dan sektor finansial, te tapi akhirnyaperlu dicatat banyak negara di Asia Timur dan Tenggara akan di tolak oleh rakyat seperti halnya Megawati. Pilihansecara sadar memilih untuk iku t payung keamanan terhadap cara berfikir s ta tus quo yang konserva tif(security umbrella) Amerika dan kebijakan politik luar tersebu t juga akhirnya akan menutup pintu bagi Indonesianegeri sering manut Amerika, te tapi kebij akan ekonomi untuk menjadi salah s atu negara besar di Asi a . Perdanamereka relatif sang a t independen dan bahkan sering Menteri Zhu Rongji, arsitek ekonomi Cina, pernahterjadi perbedaan kepentingan ekonomi dan bisnis dengan mengatakan bahwa dirinya bukan penganut fundamentalisAmerika . Pilihan untuk memilih kebij akan ekonomi yang pasar. Zhu Rongji akan memilih yang terbaik bagi Cina,independen tersebu t merupakan s a tu-sa tunya cara terlepas dari apakah i tu mekanisme pasar a tau bukan,mengejar ke tertinggalan mereka dari negara bara t. adminis tra tif a tau regula tif. Jika Pemerintah masih meneruskan pendeka tan lama Mafia Berkeley telah gagal membawa Indonesia men­dalam kebij akan ekonomi yang sekadar hanya fokus pada jadi negara yang sejahtera dan besar di Asia walaupuns tabili tas parsial dan sang a t monetaris, maka sebe tulnya didukung regim o toriter selama nyaris 40 tahun. Selaintidak akan terjadi perubahan yang berarti dalam ekonomi ke tinggalan dari segi pendapatan perkapita, IndonesiaIndonesia . Perubahan- perubahan telah terjadi dalam juga merupakan salah s atu negara yang memiliki dis tribusikepemimpinan poli tik dan militer, te tapi tidak terjadi pendapatan paling timpang, s tok u tang paling besar,perubahan dalam kepemimpinan dan pemikiran dalam serta memiliki landasan s truktural dan indus tri yangbidang ekonomi, yang masih didominasi oleh Mafia sang a t rapuh . Padahal negara- negara seperti Taiwan,
  • 9. Malaysia, Korea Selatan, Cina dan Thailand tidak memiliki Subordinasi kepentingan rakya t d a n nasional kepadasumber daya alam yang besar seperti Indonesi a . Di bawah kepentingan global mengakiba tkan Indonesia tidak memilikipengaruh dan kekuasaan Mafia Berkeley u tang yang I kemandirian dalam perumusan Undang- Undang, s tra tegibesar dan habisnya kekayaan alam dan hutan yang rusak, dan kebijakan ekonomi . Indonesia juga tidak memilikiternyata hanya menghasilkan pendapatan per kapita fleksibilitas untuk merumuskan s tra tegi ekonomi karenaseki tar US$ 1 . 100 . dan pemenuhan kebu tuhan dasar terpaku pada model generik Washing ton Konsensus .sang a t minimum serta ke tergantungan mental maupun Padahal model tersebu t dirancang terutama untuk mem­finansial terhadap u tang luar negeri . perjuangkan kepentingan ekonomi global sehingga Menjadi pertanyaan, mengapa Mafia Berkeley gagal negara- negara yang mengiku tinya jus tru akan gagalmembawa Indonesia menjadi negara yang sejah tera dan meningka tkan kesejahteraan rakya tnya . Hasil tipikal daribesar di Asia w alaupun berkuasa selama nyaris 40 tahun? model Washing ton Konsensus adalah siklus terus-menerusKarena s tra tegi dan kebij akan ekonomi Indonesia yang dari "krisis ekonomi dan akumulasi u tang", seperti yangdirancang oleh Mafia Bekeley akan selalu menempa tkan terjadi di banyak negara La tin Amerika, Afrika danIndonesia sebagai subordinasi (sekadar kepanjangan Indonesi a . Krisis ekonomi biasanya diselesaikan hanyatangan) dari kepentingan global . Padahal tidak ada dengan menambah beban u tang yang kemudian akannegara menengah yang berhasil meningka tkan kesejah­ kembali menjadi sumber krisis baru . Namun, dari segiteraannya dengan mengiku ti model Washing ton Konsen­ kepentingan ekonomi global, krisis ekonomi merupakansus . Kemerosotan selama tiga dekade di Amerika La tin peluang untuk memaksa negara yang bersangkutan( 1970-2000) adalah contoh monumental dari kegagalan melakukan liberalisasi eks trim dan priva tisasi ugal- ugalan.tersebu t. Jus tru negara- negara yang melakukan penyim­ Liberalisasi eks trim ala Washington Konsensus sang a tpangan dari model Washing ton Konsensus seperti Jepang, berbeda dengan ke terbukaan bertahap dan penuh per­Taiw an, Korea Selatan, Malaysia, Cina, dan lain- lain. siapan untuk memperkua t kekua tan ekonomi domestikberhasil meningka tkan kesejahteran dan memperbesar seperti Malaysia, Cina, Jepang dan lain- lain. Ke tergan­kekua tan ekonominya . Negara- negara yang berhasil tungan u tang dan intelektual terhadap kreditor jugatersebu t mengiku ti model pembangunan Asia Timur yang memungkinkan kepentingan global ikut intervensimemberikan peranan yang seimbang an tara negara dan merumuskan Undang- undang dan Pera turan Pemerintahswasta, serta ke tergantungan u tang yang minimal . Dua seperti Undang- undang ten tang priva tisasi air, BUMN,negara Asia, Indonesia dan Filipina yang patuh pada migas dan sebagainya .Washing ton Konsensus, mengalami kemerosotan ekonomi Jelas sekali dari uraian tersebu t di a tas, selama tidakterus- menerus, ke tergantungan u tang yang permanen, ada perubahan dalam arah dan kepemimpinan ekonomi,ke timpangan pendapatan sang a t mencolok, dan menonjol Indonesia tidak akan pernah mampu mengangka t kesejah­hanya sebagai eksportir Tenaga Kerja Wllnita (TKW ) . teraan mayori tas rakya t dan menjadi salah s a tu negara
  • 10. besar di Asia . Saudara Ishak Rafik, dalam buku ini, mena­warkan jalan baru membangun Indonesia, sebagaikesimpulan dan kesadarannya bahwa jalan lama Indonesiayang telah dilalui sejak 40 tahun yang lalu sampai saa t Pengantarini, ternyata tidak membawa perubahan yang berarti bagimayoritas bangsa kita . Pola hubungan ekonomi kolonial Penulisyang d i ten tang habis- habisan oleh para pendiri RepublikIndonesia, ternyata menampakkan w ujud barunya dalambentuk neokolonialisme ekonomi yang difasilitasi olehMafia Berkeley selama nyaris 40 tahun. Saudara Ishak,berdasarkan c a ta tan jurnalistiknya yang sangat panjangselama 1997- 2007, semakin meyakini bahwa tanpa jalan Buku yang ada di tangan Anda mulanya akan diberijudul,baru, Indonesia akan semakin ketinggalan dari negara­ Jalan Baru Membangun Indonesia. Namun, s e telahnegara Asia Timur lainnya . melihat perkembangan dan berbagai peristiwa tujuh bulan terakhir, serta masukan berbagai kalangan, maka judulnya diubah menjadi, Catatan Hitam lima Presiden z Indonesia: Sebuah Investigasi 1997- 2007, Mafia Ekonomi, dan Jalan Baru Membangun Indonesia. S ebagaimana dipaparkan dalam buku ini, Reformasi, yang d a tang seiring badai krisis, memang berhasil memak­ sa sang diktator 32 tahun Soeharto lengser keprabon, tapi tak semua masalah langsung bisa dibereska n . S eba­ gian besar masalah- masalah yang bersifa t fundamental justru tak tersentuh reformasi . Salah sa tu sebabnya ada­ lah hilangnya kesempa tan mereformasi siste m ekonomi dengan kre a tivi tas sendiri . Karena terlalu menggebu ingin mengganti rezim refresif, kurang akura tnya diagnosis kaum reformis dan belum ters trukturnya konsep- konsep perbaikan, maka pemerintah Indonesia waktu i tu lebih dulu membeli resep dari men tornya yang lama IMF. Ini memang aneh, tapi i tulah yang terjadi di belakang panggung reformasi hanya beberapa bulan sebelum sang j endral besar menya takan diri berhenti .
  • 11. Dalam kehidupan sehari- hari biasanya orang tidak menegangkan selama berlangsungnya reformasi yangmau d a tang ke dokter yang sama dua kali, bila pada kali mengalir bersama krisis ekonomi . Upaya- upaya meng­pertama si dokter telah memberi oba t yang salah. Apalagi a tasinya dari sa tu kabinet ke kabinet yang lain, baik yangsampai mengakibatkan berbagai komplikasi berbahaya . membawa hasil positif maupun yang blunder dan hanyaPemilik mobil juga tidak d a tang ke bengkel yang sama dua membuang- buang w aktu . Kadang saya sengaja membiar­kali, bila pada kali pertama bengkel i tu telah menyebabkan kan para pelaku, baik di dunia bisnis maupun poli tik,kerusakan mobil menjadi lebih para h . S ebaliknya peme­ berbicara sendiri menanggapi situasi, agar pembaca dapatrin tah Soeharto yang panik kembali ke pelukan sang menangkap s etiap peristiwa dalam nuansa dan ruangmentor, seperti dipaparkan buku ini, justru s e telah ter­ w aktu saa t kejadian i tu sedang berlangsung .bukti resep- resep yang diberikan gagal . Indonesia tak jadi Buku ini adalah kado kemerd ekaan saya bua t repub­tinggal landas setelah 30 tahun menjalankan resep- resep lik, SBY- JK dan kabinetnya, para pakar, pengam a t eko­i tu . Lalu pemerintah s e telah Soeharto pun dipaksa nomi, para wakil rakya t, dan tokoh- tokoh LSM, sertamenjalankan resep- resep sang mentor dengan umpan media massa dan generasi baru Indonesia . S e tidaknyadana yang dimilikinya . Akiba tnya s e tiap upaya perbaikan agar krisis serupa tidak terulang lagi di masa depan. Bukudengan mengerahkan kemampuan kreatif menjadi marginal ini jelas tidak sempurna . Masih banyak kekurangan didan mandeg . sana-sini. Tentu masih banyak pula masalah yang tidak Buku ini merupakan hasil penelusuran jurnalistik sela­ dibahas. Padahal bagi banyak kalangan mung kin i tuma 10 tahun, sekaligus analisis kritis yang komprehensif merupakan hal penting yang mesti ada . Hal- hal seperti i tumengenai setiap peristiwa yang berlangsung selama itu. memang tak bisa dihindari . Apalagi bila diinga t negeri iniSaya sengaja tidak memberinya sa tu bab khusus sebagai belum lagi memasuki masa senjanya . Masih banyakpendahuluan . Sebab bila ada pendahuluan, maka tuntu tan peristiwa yang sedang dan akan berlangsung di negeriberikutnya adalah bab khusus penutup di akhir yang dengan 17 ribu pulau lebih ini. Namun, sa tu hal yangisinya kesimpulan. Penyusunan buku seperti i tu memang sudah pasti adalah buku ini harus dimulai dari sa tu titikcocok un tuk tulisan- tulisan a tau disertasi ilmiah di dan berhenti di titik lain. Kalau tidak buku ini tak bakalkampus- kampus. Namun, un tuk buku susunan sepertl I tU bisa terbit.menjadi tidak pas dan tampak kun o . S ebab kesimpulan Buku ini tidak di tujukan un tuk menyenangkan semuayang diambil sangat menggurui pembaca dan merusak orang seperti cerita pengantar tidur, te tapi un tuk mem­kenikm a tan membaca . Penulis seperti i tu seakan takut beri pencerahan kepada anak bangsa dengan carapembaca akan mempunyai kesimpulan lain. memberi gambaran apa adanya ten tang tanah air ter­ Buku ini memang saya canangkan menjadi buku yang cinta . S etidaknya agar muncul ide- ide kreatif un tukpaling komprehensif memotret Indonesia selama sepuluh menyelesaikanya . Saya telah berusaha melih a t segalatahun terakhir. Di dalamnya ada sejarah heroik dan sesua tunya dari segala sisi. Namun tentu saja masih ada
  • 12. sisi- sisi lain yang terluput, tapi terlihat oleh orang lain.Bagi Anda yang meliha t sisi- sisi lain tersebut a tau bagiAnda yang tidak puas, tentu boleh menulis sa tu buku lagi ,CATATAN1un tuk melengkapinya a tau untuk membantah buku ini. Buku ini telah terwujud a tas bantuan berbagai pihak,tapi tidak akan saya sebutkan sa tu- persa tu . Bagi merekaini saya ucapkan beribu terima kasih . Terima kasih juga �bua t Risa, yang telah membuka jalan sampai ke penerbit.Tentu juga bua t Defrizal yang telah m enyubangkan bebe­rapa foto dan Dedes, yang telah meluangkan w aktunya, liMA PRI INDONESIAdi tengah kehamilanya yang semakin bera t, un tuk mem­baca naskah, memberi kritik dan saran, sehingga buku initampil lebih elegan . Buku ini telah kukerjakan di luar jamkerjaku yang norma l . Dia mengambil sebagian besar darimalamku yang mestinya kupersembahkan bua t is tri dan Sebu.ah lnvestigas1 1997-2007,kedua anakku . Untuk i tu bua t Sylvia, Rani dan Mahdi aku Maf� Ekonom�, dan Jalan Earumohon maaf yang sebesar- besarnya ! Juga terima kasih Merr.bangun Lndoneeiaa tas dukungan kalia n ! Dirgahayu Republik Indonesia ! Jakarta, 17 Agus tus 2007 Ishak Rafick ISHAK RAFICK .. .... eUFUK .......
  • 13. Pembangunan IndonesiaTelah berlalu beberapa periode yang bera t s e telah krisismoneter (krismon) pertengahan Juli 1997, di mana parapemimpin bangsa ini tak sempat memetakan keadaan .Akiba tnya kondisi perekonomian yang force majeure a taudarura t, telah dia tasi dengan cara - cara norma l . Takheran bila seiring redupnya tuntu tan- tun tu tan reformasi,program- program perbaikan menjadi marjinal . Di pentasdunia Indonesia ibara t orang, yang habis mengalamikecelakaan lalulintas dan p a tah tulang kaki, dipaksa iku tlomba lari mara ton oleh mentornya : In terna tionalMonetery Fund (IMF) . Orang neka t i tu mungkin sajasampai ke garis finis, tapi dalam keadaan payah a taubahkan digotong. 1 . Yang Tersemat Dipundak SBY-JK Kini s etelah kekua tan reformasi membeku dalam am­nesia politik ekonomi rakyat, tugas memperbaiki nasibbangsa ini sepenuhnya ada di pundak presiden dan wakilpresiden pilihan rakya t Susilo Bambang Yudoyono danJusuf Kalla (SBY- JK) . Tentu keduanya diharapkan ber­tindak jujur dan cerdas . Jujur artinya berani melih a tkondisi rakyatnya dengan m a takepala sendiri . Sedang
  • 14. bertindak cerdas sangat berkaitan dengan kemampuan di seki tar mereka . Apa yang harus dilakukan? Trinitas IMF,memilih skala priori tas un tuk memperbaiki kondisi tersebut. Bank Dunia dan WTO, serta penganut neo liberalismeMenyerahkan masa depan bangsa kepada trinitas IMF, ekonomi tentu punya solusi g enial: jual saja produk­World Bank (Bank Dunia) dan World Trade Organiza tion produk i tu kepada asing, agar cadangan d evisa kita makin(WTO) bukan saja tidak bijak, tapi sekaligus juga ber­ tambun .bahaya . Di beberapa sektor g ejala ini sudah lama berjala n . Di Tak dapat dipungkiri masa depan negara dan bangsa sektor properti kini sedang digarap rancangan undang­ini sekarang berada di titik nadir. Tanpa perjuangan undang yang memberi peluang kepada asing un tukKabinet Indonesia Bersa tu SBY-JK, dapat dipastikan nasib memiliki rumah dan aset properti lain sampai 60 tahun.rakya t akan semakin memburuk. Gejalanya sudah mulai Bila berhasil, maka kewajiban pemerintah menaikkan pen­terlihat lew a t merebaknya pengangguran, busung lapar, dapatan rakyatnya tentu akan sangat berkurang . S ebabkurang gizi, meningka tnya angka putus sekolah dan rumah- rumah mewah, ruko (rumah toko), rukan (rumahberbagai penyaki t ringan yang merenggut nyawa, cuma kan tor) dan gerai- gerai di pusat- pusat belanja, meski takkarena si saki t tak punya biaya un tuk berobat. Bila terjangkau bangsa sendiri, akan mendapatkan konsumen­negara- negara maju memberikan asuransl kesehatan nya dari berbagai negara lain. Artinya bila dulu hargakepada segenap rakyatnya dan dunia pendidikannya produk- produk i tu amat ditentukan oleh banyak sediki tnyadibikin gra tis, bahkan diguyur beasiswa sebagai inves tasi permintaan . Sedang permintaan terhadap produk- produkmasa d epan, tentu rakya t Indonesia juga berhak men­ tersebut amat ditentukan oleh kebutuhan dan daya belidapat perlakuan serupa dari pemerin tahnya . masyaraka t. Dengan ka ta lain secara ekonomi bila daya S ebaliknya bila rakya t negeri ini kembali mengguna­ beli masyaraka t sedang anjlok, meski produk i tu amatkan kayu bakar un tuk memasak, karena tak punya cukup dibu tuhkan masyarakat, harga produk tersebut mestiuang un tuk membeli minyak tanah, brike t ba tubara a tau turun karena permintaan terhadapnya sangat rendah .gas yang terkandung di dalam buminya sendiri . Bila rakya t S ebaliknya bila permintaan terhadap produk terte n tukembali menggunakan obor dan lilin un tuk penerangan, amat tinggi, maka harga o tomatis akan naik.karena tak punya cukup uang un tuk membayar lis trik. Bila Tarik menarik an tara permintaan dan penaw aranpenduduk kembali menggunakan air sungai un tuk yang mempengaruhi harga ini dapat dipastikan tidak akanmemasak, mandi dan mencuci, karena tak punya cukup terjadi lagi, se tidaknya di sektor properti, bila RUUuang un tuk membayar tarif perusahaan air minum (PAM ) . tersebut diundangka n . Artinya equiliberium tidak akanBila generasi baru negeri ini harus tinggal d i tempat­ tercapai. Indonesia mung kin menjadi negara pertama ditemp a t kos yang sempit a tau terus ngendon di rumah dunia, tempat hukum permintaan dan penaw aran takorang tuanya yang sudah penuh sesak, karena tak punya berlaku bagi mayori tas warganya . S ebab meski bangsacukup uang un tuk mengkredit rumah yang terus dibangun sendiri tak mampu membelinya, produk- produk primer i tu
  • 15. akan mendapatkan konsumennya dari belahan bumi lain. (Indonesia 20% lebih, pen), sebagai ganti membantuDapat dipastikan dalam 10- 15 tahun ke depan kota- kota j u taan warganya yang secara resmi digolongkan sebagaibaru di Indonesia akan berganti kuli t dan perumahan­ melara t pada tingka t yang berbahaya (h . 233- 234) .perumahan mewah akan dihuni segelintir orang- orang Bila tak cepat- cepat menyadari arah perkembangankava Indonesia, ditambah orang- orang Amerika, Aus tralia, ini, bukan tidak mung kin Indonesia akan menjelma menjadiJerman, Belanda, Cina, Taiwan, Korea, Singapura, dan seperti i tu, m eski misalnya d evisa negara makin tambunsebagainya . Orang Indonesia berpenghasilan menengah dan ekonomi tumbuh 6% ke a tas tiap tahun. Apakahmenempati rumah- rumah sederhana . Yang penghasilannya solusi seperti i tu yang diinginkan SBY - JK dan kabine tnyapas-pasan mungkin tinggal di rumah- rumah sangat seder­ bersama para wakil rakya t yang ikut menyusun anggaranhana, tempat kos sempi t dengan penerangan seadanya . pendapatan dan belanja negara (APBN)? Dapatkah solusiSisanya, yang paling banyak, tinggal di desa- desa a tau seperti i tu mengangka t harka t dan martabat bangsaberg elimang dalam kekumuhan ko ta . sendiri? Apakah mayoritas rakya t Indonesia dalam 10-15 Gambaran suram i tu tidak mengada- ada . Banyak tahun ke depan didisain cuma menjadi bangsa kuli dannegara dunia ketiga telah berubah seperti itu. Ekuador, penyedia tenaga murah bua t industri, perkebunan, mal,misalnya, yang seperti Indonesia mendapat bantuan IMF supermarket, hypermarket, cady lapangan golf, sa tpam,dan Bank Dunia selama tiga puluh tahun lebih, telah tukang ojek, dan lain- lain dengan peng- hasilan asal bisamenjadi semakin buruk. Dalam bukunya The Confessions makan? Meliha t kurangnya perha tian pemerintah terhadapof an Economic Hit Man (Confessions, edisi Indonesianya pendidikan rakya tnya, yang bisa diliha t dari minimnya terbi t 2005), John Perkins menulis : Kami meminjami anggaran pendidikan, nampaknya tanpa disadari arahnyanegara i tu (Ekuador, pen . ) miliaran dolar agar negara i tu cenderung seperti i tu . Pertanyaan- pertanyaan dasardapat mempekerjakan perusahaan rekayasa dan kons­ semacam i tu harus bisa dijawab oleh penyelenggara truksi kami un tuk membangun proyek yang akan mem­ negara saa t ini, bila memang peduli pada nasib dan masabantu keluarga- keluarga yang paling kayanya . S ebagai depan rakya t. S ebab disadari a tau tidak, bila tak ha ti- ha tihasilnya, ka ta dia, selama tiga d ekade i tu, tingka t a tau membiarkan semuanya berjalan seperti selama ini,kemiskinan resmi m eningka t dari 50% menjadi 70% . penganut neo liberalisme ekonomi bisa membelokkanKekurangan pekerjaan a tau pengangguran m eningka t dari demokrasi menjadi korporatokrasi, sa tu istilah yang 15% menjadi 70% . U tang negara m eningka t dari USS 240 dipopulerkan Perkins lewat Confessions .j u ta menjadi US$ 16 miliar, dan bagian sumber daya Dalam korporatokrasi kedaula tan tidak lagi berada dinasional yang dialokasikan un tuk segmen penduduk yang tangan rakyat, tapi di tangan perusahaan- perusahaan paling miskin menciu t dari 20% menjadi 6% . S ekarang besar yang menguasai pasar. Suara rakya t hanyaEkuador mesti mempersembahkan hampir 50% dari ang­ diperlukan menjelang dan selama pemilihan umum . S e telahgaran nasionalnya hanya un tuk membayar u tang i tu baik wakil rakya t di Dewan Perwakilan Rakya t (DPR),
  • 16. Dewan Perw akilan Daerah (DPD), Maj elis Permusyawa­ maka dasar- dasarnya harus sudah dibangun saa t ini.ra tan Rakyat (MPR) dan di birokrasi pemerintahan harus Tanpa kerja nya ta sekarang, cita - c i ta akan te tap mem­mendengar dan mengakomodasi kepe ntingan perusahaan. beku di dalam hati sendiri dan menjadi bahan cacianUntuk i tu perusahaan siap membiayai sidang- sidang rakyat kecil di w arung- warung .dewan di mana pun, termasuk di ho tel - h o tel mewah . Jadi Bila ingin memperbaiki nasib p e tani tentu imp or berasbukan suara rakyat lagi yang mesti didengar, tapi pasar. bukanlah solusi yang bagus . Apalagi bila dilakukan padaSiapakah pasar? Dalam pengertian mu takhir pasar adalah saa t panen raya, w alaupun tujuannya un tuk menekansekumpulan produsen, trad er, broker, spekulan, para harga beras yang dibu tuhkan rakyat banyak. Pemerintahbankir, pelaku pasar modal, perusahaan perkebunan, tidak perlu membua t para p e tani miskin dulu, barupertambangan, pengembang properti, konsultan, ekspor­ memberi santunan . Ada cara - cara yang lebih terhormat.tir, importir dan orang- orang yang memiliki daya beli, tak Bila ingin m enekan harga beras misalnya, pemeri- n tahpeduli dari mana pun mereka berasal . Selebihnya? Bagi lewat Bulog a tau Departemen Pertanian cukup membelipenganut neo liberalisme selebihnya mung kin hanya para beras dari petani dengan harga pasar. Lalu juallah denganpengganggu yang tak penting . harga yang ditetapka n . Dengan demikian, subsidi i tu bisa SBY jelas bukan penganut neo liberalisme. Oleh dinikm a ti rakyat sendiri, bukan p e tani dari Thailand a taukarena i tu, dapat dipas tikan, dia tak akan membiarkan Vietnam. Cara yang lebih g enial tentu saja denganIndonesia berkembang ke arah masa depan yang nista melakukan pembinaan kepada p e tani tentang cara - caraseperti i tu . Menurut Men teri Komunikasi dan Informasi Dr. baru dalam mengolah tanah un tuk meningka tkan produksi.Sofyan Djalil (kini Menneg BUMIJ), SBY adalah presiden Bila Fadel Muhammad berhasil meningka tkan produksiyang sangat peduli pada nasib dan masa depan pertanian Gorontalo lewat berbagai terobosan dan peng­bangsanya . Namun, peduli saja tak cukup . S ebagai gunaan penemuan- penemuan baru dalam bidang per­presiden dan w apres, yang dipilih lang sung oleh rakyatnya tanian, tentu hal serupa bisa dilakukan di provinsi lain.di tengah ketidakpastian ekonomi yang menyesakkan Membiarkan harga beras meroke t terus di pasardada, pasangan SBY- JK diharapkan berani membua t un tuk mendapatkan legitimasi imp or beras, seperti yanggrand design masa depan bangsa . Akan seperti apa berlagsung belakangan ini terkesan sangat kasar danIndonesia dalam 50-100 tahun ke d epan? Bila yang mau menyaki tkan . Demikian pula bila pemerintah ingin memberidicapai sudah j elas, maka langkah pertama un tuk 3 - 5 santunan kepada rakyat kecil dalam urusan keseh a tan tahun ke depan dalam bidang pendidikan, ekonomi dan dan pendidika n . Pemerintah tidak perlu membua t merekapolitik sudah dapat ditentukan dari sekarang . Apa saja j a tuh miskin lebih dulu, misalnya dengan menaikkan hargaskala priori tas yang mesti dikerjakan dalam jangka pendek bahan bakar di dalam negeri se tara harga di Negara­un tuk mewuj udkan masa depan seperti itu. Bila ingin negara maj u . Lalu mengalokasikan dana un tuk biayamembangun ekonomi berbasis pertanian, a tau kelautan, operasional sekolah (BOS) lebih besar ke sekolah- sekolah
  • 17. un tuk menolong mereka yang j a tuh miskin . S ebab ketika Terpilihnya SBY- JK di tengah medan reformasi yangperu t lapar, pendidikan bagi rakya t kecil menjadi tak belum selesai i tu secara resmi seperti menyematkanpenting lagi. Jadi i tu hanya menambah jumlah anak- anak tugas- tugas perbaikan nasib dan peningkatan martabatputus sekola h . Pendeknya rakya t mengharap pemerintah bangsa di pundak mereka . Tugas- tugas tersebut bukanlahmelakukan berbagai terobosan un tuk menembus tugas baru, sebab SBY- JK dalam kampanyenya menjelangkebuntuan nasib buruk mereka . Rakya t mengharap per­ pemilihan presiden (pilpres) memang menjanjikan perubah­ubahan nya ta dari kemis- kinan menjadi kemakmura n . Atau an. SBY- JK tentu menyadari bahwa i tu tugas bera t. Jadidari kemelaratan menjadi kebahagiaan, dan dari ketakutan tidak ada alasan un tuk mengingkarinya . Sedang meng­akan masa depan suram menjadi ketenangan menyong­ ulur- ulur pelaksanaannya bisa menimbulkan kepu tusasaansong masa depan cera h . dan depresi yang aku t di masyaraka t. Ini pada gilirannya Dulu keinginan un tuk memiliki kehidupan yang bebas bisa berubah menjadi becana sosial dahsya t dan maha l .dari rasa takut, bebas dari rasa lapar, bebas dari kebo­ Apalagi bila diinga t negeri i n i mengidap penyaki t kronisd ohan, bebas dari terik m a tahari dan hujan, serta bermar­ yang tak sembuh- sembuh, yai tu borok besar di kaki kiritaba t di an tara bangsa-bangsa di dunia, telah mendorong dan kanannya . Di kaki kanan adalah u tang luar negeri .para pendiri dan pejuang bangsa ini mengusir penjajah Sedang d i kaki kiri u tang domestik. Keduanya sama- samadari buminya . Keinginan serupa, dalam bentuk- nya yang membera tka n . Menjelang kej a tuhan rezim orde barulebih modern, telah mendorong rakyat, mahasiswa dan Soeharto, tepa tnya pada Mare t 1998 - menurut c a ta tankaum reformis di seluruh tanah air di bawah pimpinan Bank Indonesia (BI), u tang luar negeri Indonesia seki tarAmien Rais memaksa orde baru lengser ke prabron, 21 Mei USS 137, 424 miliar, jauh di a tas a mbang batas yang USS1998 . Gerakan reformasi 1998 tentu saja tidak muncul 100 milliar. Dari u tang sebesar gunung i tu USS 63,732begitu saj a . Dia merupakan rentetan perjuangan panjang miliar adalah u tang pemerinta h . Jadi lebih separuhnyasejak proklamasi kemerd ekaan, Program Bentengnya a tau USS 73,962 miliar merupakan u tang swasta besarMuhammad N a tsir yang ingin memakmurkan pribumi alias konglomera t, dan USS 10,5 miliar di an taranyad ekade 50-an (progra m ini telah diadopsi pemerintah berjangka pendek. S ebagian besar u tang ini berasal dariMalaysia dan berjalan mulus) dan Gerakan Malari ( 1974) bank komersial yang mengenakan persyara tan bera t:pimpinan Harriman Siregar yang melegenda itu. Lalu masih berjangka pendek dan berbunga tingg i . I tu belumada lagi penolakan terhadap NKK/BKK ( 1978), Pemuda termasuk u tang Grup Sinar Mas milik konglomera t gaekIslam Menggugat ( 1979), Peristiwa Priok ( 1984) dan Ekatjipta Widjaja (Oei Ek Tjhong) seki tar USS 14 miliarpenolakan terhadap judi legal SDSB ( 1992) pimpinan Nuku yang baru terungkap akhir 1999 .Sulaema n . Semua tuntu tan i tu kini mesti diwujudkan SBY­JK yang telah memenangi ha ti rakya t lew a t iklan dan 2. Di antara Korupsi, Kebodohan dan Ketakutankampanye pemilu yang apik, akhir 2004. Akumulasi u tang luar negeri sebesar i tu telah terjadi
  • 18. selama kurun w aktu 32 tahun. Sedang u tang domestik Jadi s etelah menggelontorkan dana segar Rp 144 triliunpemerintah terjadi lewat jalur aneh . Mulanya dunia dan bersusah payah membenahi puluhan bank saki t,perbankan keloj o ta n . Penyebabnya adalah berbagai salah pemerintah bukannya menuai hasil dan pujian, tapi malahurus dan pelanggaran batas maksimum pemberian kredit mendapat tambahan u tang ajaib Rp 600 triliun . H eba tnya(BMPK) yang mengalir ke grup sendiri dan afiliasinya . Atau lagi obligasi rekap segede gunung i tu berbunga pulasekalian dialirkan ke perusahaan fiktif. Ke tika kebobrokan seki tar 12,5% . Jadi pembelinya mendapatkan bank sehat,i tu terbongkar oleh badai krismon, orang pun panik dan plus obligasi besar berbunga tingg i . Harganya? Tak perlumenarik dananya dari bank. Guna membantu bank meng­ khawa tir, Badan Penyeha tan Perbankan Nasional (BPPN),a tasi rush akibat digilir nasabahnya i tu, Bank Indonesia entah belajar berhitung dari siapa, berani menawarkannya(BI) menggelontorkan bantuan likuidi tas (BLBI) sampai Rp dengan harga super miring . Saat i tu BPPN memang lagi144 triliun, hampir tanpa reserve. Atas d esakan IMF mengejar s etoran demi menutup bolong-bolong anggaranpemerintah lalu mengeluarkan obligasi sebesar Rp 430 pendapatan dan belanja negara (APBN) . Tidak percaya?triliun un tuk menyeh a tkan perbankan . Obligasi i tu dikenal Marilah kita ambil contoh BeA.sebagai obligasi rekapitalisasi perbankan ( obligasi rekap), Seperti diketahui obligasi pemerintah yang meleka tyang bersama bunganya m enjadi Rp 600 triliun lebih . d i BeA sebesar Rp 5 8 triliun . S e tiap tahun, ka ta Kwik, Menurut Kwik Kian Gie, M enko Perekonomian pada pemerintah menyusui BeA Rp 7 triliun a tau Rp 500 miliarKabinet Persa tuan Abdurrahman Wahid, Megaw a ti dan lebih/bulan sebagai pembayaran bunga obligasi . S e telahKe tua Bappenas pada Kabinet Go tong Royong Mega­ dinya takan sehat dan keluar dari bangsal rumah saki tHamzah, mulanya obligasi i tu cuma un tuk digunakan BPPN, 5 1% saham BeA kemudian ja tuh ke tangan konsor­sebagai instrumen saj a . Bila banknya sudah sehat, sium Farallon (AS) dan Djarum dengan harga bantingan Rpobligasi tersebut bisa di tarik kembali . Namun, ketika sudah 5, 3 triliun . Artinya dengan dana Rp 10 triliun saja,sehat dan bebas dari kredit macet, a tas d esakan IMF konsorsium Farallon sudah bisa mendapatkan bank swastapula, bank- bank rekap i tu mesti dijual bersama obligasi­ terbesar di Indonesia (me miliki 15 j u ta nasabah, 700nya . Lalu demi memelihara kepercayaan in ternasional, cabang dan 1 . 800 ATM di seluruh tanah air), di tambahbank- bank i tu ja tuh ke tangan asing a tau konsorsium . obligasi rekap senilai Rp 58 triliu n . Nampaknya meskiBegitulah pemerintah tiba- tiba masuk ke dalam jebakan kelihatan kren dan pin tar- pintar, para p e tinggi BPPN danu tang (debt trap) yang kedua s e telah u tang luar negeri . PPA (Perusahaan Pengelola Aset) yang menjadi kelan­Betapa tidak! Dengan cara i tu, tanpa disadari, pemerintah j u tannya, perlu mengambil kursus tambahan kepada Pu tratelah mengubah u tang swasta menjadi u tang publik Rp Sampoerna yang bisa menjual perusahaan rokoknya600 triliun . seharga Rp 18 triliun. Dibanding BeA, perusahaan rokok Dirubahnya u tang swasta menjadi u tang publik se­ i tu jelas tak ada apa- apanya . Apalagi bila diinga t selainbesar i tu tentu membawa konsekuensi yang tidak kecil . bonus obligasi dan kelebihan- kelebihan i tu, BeA bisa
  • 19. membukukan keun tungan di a tas Rp 2 triliun/ tahun . yai tu sama- sama merugikan negara, lembaga a tau per­Tahun 2005 BCA telah membukukan keun tungan bersih Rp usahaan . Bedanya cuma kebodohan tidak memiliki unsur3 , 6 triliun, naik 12,6% dibanding 2004 yang mencapai Rp kesengajaan dan tidak ada unsur memperkaya diri sendiri .3,2 triliun . Kebodohan cuma menempatkan s i pelaku sebagai korban Padahal dengan obligasi sebesar Rp 58 triliun saja, penipuan yang merugikan banyak orang . Si pelaku sendiriyang menjanjikan penerimaan bunga Rp 7 triliun/ tahun, tak mendapat keun tungan dari ulahnya, a tau se tidaknyamaka dapat dipastikan dalam 2 tahun Farallon sudah balik tidak bernia t memperkaya diri sendiri . Yang mendapatmodal . Bahkan melaba Rp 4 triliun . I tulah subsidi yang keun tungan adalah lawan a tau mitranya yang lebih c erdikharus dikeluarkan pemerintah bua t konsorsium Farallon­ dan berkuasa . Sang mitralah yang lebih banyak berperanDjarum yang sudah mau membeli BCA dengan harga obra l . memainkan posisinya yang lebih superior (abuse ofY a , BPPN harus diakui telah mengobral ayam petelur emas power) . S edangkan korupsi lain lagi. Dia memiliki unsursemacam BCA dengan harga kele w a t mura h . Tentu kesengajaan. Di situ juga ada unsur memperkaya diridiperlukan inves tigasi menyeluruh terhadap para petinggi sendiri . Apakah mitranya juga mendapat keuntungan, i tuBPPN kala i tu . Bahkan seandainya BCA tidak ikut dijua l . soal lain. Namun, sa tu hal yang menjadi pasti adalahArtinya pemerintah cuma menerbitkan obligasi a tau sura t negara dan rakya t a tau perusahaan tempa tnya bekerjau tang negara (SUN) senilai Rp 58 triliun dengan bunga mesti menanggung kerugian itu.tetap 12,5% setahun, lalu menjualnya seharga Rp 10 Beban yang harus dipikul pemerintah dan rakya t aki­triliun ( tak sampai 20% dari nilainya), i tu pun sudah bat aksi obral bank- bank rekap dan aset- as e t negara diterlalu mura h . Apalagi bila pembeli obligasi tersebut masih BPPN sebenarnya tidaklah kecil dan akan berlangsungmendapat bonus bank swasta terbesar di Indonesia pul a . lama . Cuma entah karena lagi banyak pikiran, aksi obralSementara mantan pe tinggi BPPN mendapat POSISI BPPN i tu hampir tak mendapat perlawanan dari anggotadirektur a tau komisaris di bank- bank rekap yang telah kabinet, kecuali dari Kwik. Sedang di luar kabinet yangdiobral i tu, g e tahnya terus membaluri rakya t dan peme­ bersuara Ian tang menentang boleh dibilang cuma Amienrin tah Indonesia . Soalnya sejak i tu para pemilik baru bank Rais, tokoh sentral reformasi yang gagal menjadi RI- 1rekap tersebut (BCA, Bank Danamon, Bank Perm a ta, dan lewat jalur resmi. Padahal dari penjualan BCA saja, misal­lain- lain) mesti disubsdidi lew a t APB N . nya, pemerintah akan mendapat beban yang cukup bera t. Memang dibu tuhkan inves tigasi menyeluruh un tuk Sampai akhir April 2002 obligasi yang masih meleka t dimeyakinkan banyak kalangan bahwa aksi jual murah bank­ bank i tu, menurut Managing Direc tor BCA waktu i tu Jahjabank rekap tersebut telah didasari dengan perhitungan S e tiaa tmadja, sebesar Rp 59,63 1 triliu n . I tu berartim a tang, rasional dan bebas korupsi, kolusi dan nepotism e . bunganya terus berjalan dan menumpuk. Bila dibiarkanS ebab kadang- kadang korupsi d a n kebodohan pada saja selama 20 tahun, misalnya, Farallon sebagai pemilikta taran praktis bisa menghasilkan sesua tu yang sama, baru BCA bisa memiliki piutang a tau tagihan kepada
  • 20. pemerin tah dan rakya t Indonesia Rp ra tusan triliun, dukung dalam kabinet w aktu i tu . Maka u tang ajaib segedekarena bunganya berbunga lagi. Dan oleh karena obligasi gunung i tu pun legal sampai sekarang .tersebu t bisa diperjualbelikan, maka bukan tidak mungkin Akumulasi u tang luar negeri yang mencapai USS 137,penagihnya juga akan bejibun . 424 miliar selama 32 tahun dan u tang domestik Rp 600 Tahun 2002 saja pemerintah harus m embayar bunga triliun hasil sulapan IMF, jelas bukan kesalahan SBY .un tuk obligasi rekap BCA seki tar Rp 6 triliun, jadi jauh Namun sebagai presiden yang mewarisinya, SBY ten tulebih tinggi ketimbang Rp 5 , 3 triliun yang dikais BPPN berhak m enyeleks i : mana yang perlu dilunasi, mana yangun tuk 5 1% saham BCA dari konsorsium Farallon - Djarum . harus di tolak dan mana pula yang bisa dikurangi secaraSedang obligasi yang j a tuh tempo pada 2002 yang masih tanggung ren ten g . Membebani seluruhnya di pundak SBY,dipegang BCA, ka ta Jahja, tinggal Rp 1,027 triliun dari yang akhirnya mampir di punggung rakyat, ten tu taksebelumnya Rp 3,441 triliun . S ebagian obligasi, yang j a tuh bij ak. Men teri Keuangan Dr. Sri Mulyani Indra w a ti dantempo Juli 2002, sudah dij ual. Menurut c a ta tan mana­ Menko Perekonomian Boediono, serta ekonom kondangjemen baru BCA obligasi yang j a tuh tempo 2003 m encapai semacam Muhammad Ichsan, M Cha tib Basri, dan lain- lainRp 3,441 triliun . Tahun 2004 yang j a tuh tempo m encapai ten tu mengetahui bahwa ada sesuatu yang tidak adilRp 7,498 triliun, lalu 2005 berjumlah Rp 6,075 triliun, 2006 berlaku di situ . Betapa tidak! Rakya t Indonesia dipaksameningka t sedikit m enjadi Rp 7,266 triliun . Lalu 2007 m enanggung beban u tang para bankir yang sudah kavaobligasi yang j a tuh tempo m encapai Rp 8, 777 triliun . lewat beragam penyuna tan subsidi, mulai dari pendidikan,Puncak j a tuh tempo terjadi pada 2008 yang m encapai Rp keseha tan, sampai penghapusan program- program kese­17,060 triliun . Lalu pada 2009 menurun lagi, meski te tap jahteraan . Pada saat sama rakyat, yang tak iku t bikinakan membera tkan APBN, yai tu m enjadi Rp 8,487 triliun . kesalahan i tu dan tidak pernah menikma tinya, harusSampai kapan beban i tu akan dipikul rakya t Indonesia? m embayar bahan bakar minyak (BBM), lis trik dan air bersih Menurut Direktur Farallon Capi tal Raymond Zage dengan harga mahal, agar negara bisa membayar u tang .(Bisnis Indonesia, Rabu, 1 Mei 2002) pihaknya sebagai Memang tak gampang mengubah keadaan tersebu tpemilik baru BCA, se tidaknya memerlukan waktu 3-5 tahun a tau menghentikan proses ketidakadilan yang telah ber­un tuk mengurangi obligasi pemerin tah di bank tersebu t. langsung lama i tu . S ebab s e telah berhasil melakukan"Kemungkinan diperlukan proses selama 3 hingga 5 tahun akroba t seperti i tu, mereka ten tu melihat Indonesiaun tuk mengurangi obligasi, sehingga BCA bisa m enjadi sebagai mangsa yang j inak. Mereka tak menginginkanbank konvensional . " Amboy! Bayangkan berapa keun tung­ perubahan . Toh perubahan adalah sebuah kepas tia n .an yang bisa disedotnya dari balung- balung rakya t negeri Cuma dibu tuhkan kej elian un tuk menemukan s e tiap celahIn! selama i tu? Kwik sudah berupaya menghentikan yang terbuka, diramu d engan sedikit kecerdasan danpembodohan dan pembobolan uang negara tersebut, tapi keberania n . Bank Dunia sendiri pernah mengakui 30%digagalkan IMF yang rupanya lebih banyak punya pen- u tang luar negeri Indonesia bocor s e tiap tahun alias
  • 21. dikorup a tau tidak digunakan un tuk membangun . I tu Amerika Serika t (AS) , Paris Club, Bank Dunia, CGI (Con­berarti 30% u tang luar negeri Indonesia, yang menuru t sulta tive Group on Indonesia), WTO, dan lain- lain, makac a ta tan B I bulan Mare t 2005 berjumlah USS 134,362 miliar masa depan Indonesia dapat dipastikan tak akan mem­(utang pemerin tah saja USS 78,5 miliar) , tergolong u tang baik. Masa depan dan martaba t bangsa ini tidak akannajis (odeos debt) . Bagian yang 30% ini ten tu bisa berubah seperti yang dijanjikan pada masa kampanye .dihapuskan, jika pemerin tah berani fight di forum- forum Masa depan mereka adalah apa yang bisa kita saksikanIMF, Bank Dunia, Paris Club, dan lain- lain . IMF dan Bank sekarang, dengan kecendrungan menurun - baik dari sisiDunia, yang selama ini selalu mengawasi aliran u tang i tu, kemakmuran, keamanan, maupun kecerdasan dan hargamestinya iku t menanggung ren teng kebocoran tersebut. diri .I tu yang pertama . Buat pemerin tah membiarkan kebodohan dan ke ti­ Yang kedua, u tang domestik pemerin tah Rp 600 tri­ dakadilan tersebu t berjalan, ten tunya jauh lebih ringanliun. U tang ajaib ini pukul ra ta seluruhnya merupakan dan aman . Kabinet Indonesia Bers a tu, sebagaimanaodeos debt. Pemerin tah sebenarnya tak pernah berutang kabinet- kabinet sebelumnya, tinggal mengalokasikanpada bank- bank domestik yang telah berpindah tangan ke upe ti Rp sera tus triliun lebih un tuk membayar cicilanasing i tu, tak pernah pula ada dananya, apalagi meng­ u tang luar negeri, plus bunganya, serta u tang dalamambil manfa a t dari i tu, maka sudah seyogyanya obligasi negeri hasil sulapan IMF dan bunganya . Tahun 2004,i tu d i tarik a tau dinya takan tidak berlaku . Dengan demikian misalnya, Kabinet Go tong- Royong Mega- Hamzah telahtidak ada lagi kewajiban pemerin tah un tuk mengang­ membayar pokok dan bunga u tang dalam dan luar negerigarkan pembayarannya di APBN tiap tahun . sebesar Rp 139,4 triliun . Kabine t Indonesia Bers a tu SBY - JK, yang kala i tu baru terben tuk, telah membayar Rp3. Pilihan- Pilihan yang Tersedia 126, 3 15 triliun pada 200 5 : cicilan u tang pokok Rp 6 1 , 6 14Harus diakui baik yang pertama maupun yang kedua, triliun dan bunga Rp 64, 6 9 1 triliun . Lebih rendah Rp 17,2bukanlah tugas ringan. Pertanyaannya kemudian : apakah triliun dari yang dianggarkan, karena mendapat mora­keadaan ini akan dibiarkan terus berlangsung? Apakah torium akiba t bencana tsunami di Aceh dan Nias .SBY, sebagai presiden pilihan rakyat, tega membebani Tahun 2006, mungkin karena kag e t melihat akiba tkesalahan para pendahulunya kepada rakyatnya yang dari kesembronoan tim ekuin menaikkan BBM ( 1 Oktobersudah miskin dan melara t? Jaw aban a tas pertanyaan i tu 2005) rara - ra ta 126%, SBY- JK tak sempa t menugaskanakan sang a t mempengaruhi kiprah Kabinet Indonesia anggota kabinetnya memperjuangkan keringanan di forumBersa tu SBY- JK pada tahun- tahun menda tan g . internasional. Ya presiden mana yang tak kag e t melihat Bila jaw abannya adalah ya ! Artinya SBY- JK lebih se­ 15 j u ta kepala keluarga di negara yang dipimpinnyanang membiarkan ke tidakadilan tersebu t berlangsung langsung masuk jurang kemiskinan bersama- sama .seperti i tu demi ci tranya di m a ta internasional, IMF, Tindakan kurang perhi tungan i tu telah menyulap seki tar
  • 22. 60 j u ta rakya t di seluruh Indonesia menjadi pengemis tiga berbenturan dengan IMF, Paris Club, Bank Dunia, CGI,bulanan dengan penghasilan Rp 3 ribu lebih sedikit/hari Asian Development Bank (ADB), dan lain -lain . Sebaba tau Rp 100 ribu sebulan. Lebih jauh lagi tindakan meminta penghapusan u tang luar negeri sebesar 30%tersebu t iku t menyundul inflasi sampai 18% yang ten tu akan mendapat perlawanan keras dari para biangmembua t BI dan sektor riil menggigil . Di sisi lain kealfaan ren tenier i tu, meski Bank Dunia pernah mengakui i tumeminta keringanan di forum internasional, memaksa dikorup . Demikian juga dalam upaya menarik obligasi rekappemerin tah menganggarkan Rp 140 triliun lebih un tuk senilai Rp 600 triliun a tau menya takannya tidak berlakumembayar u tang . lagi, jelas akan mendapat perlawanan sengit. Pemilik baru Dalam APBN 2006 un tuk pembayaran u tang dalam BCA Konsorsium Farallon (AS), pemilik baru Bank Danamondan luar negeri pemerin tah telah mengalokasikan Rp (Temasek, Singapura) , dan lain- lain yang sudah biasa140,22 triliun (4 kali lebih besar daripada anggaran menikma ti subsidi Rp triliunan ten tu tak akan menerima,pendidikan yang dij a tah cuma Rp 34 triliun ) . Rinciannya : meski mereka tahu obligasi dan bunga i tu sebenarnya takpembayaran beban bunga Rp 76,63 triliun dan cicilan panta s .u tang pokok Rp 63,59 triliun . I tu juga jauh lebih besar I M F sendiri sebagai arsi teknya, pastilah akan berdiridaripada opportuni ty lost (selisih an tara harga BBM bila paling depan di barisan para penentang . Lembaga superdij ual di luar negeri dengan harga BBM) yang dipelin tir i tu ten tu akan melakukan berbagai manuver un tukmenjadi subsidi (seki tar Rp 95 triliun) . Padahal yang menekan pemerin tah Indonesia agar p a tuh seperti biasa­belakangan i tu yang amat mempengaruhi kehidupan nya . Di sinilah diperlukan kepiawaian diplomasi Boedionorakya t banyak dan sebenarnya tidak meliba tkan uang yang manggung lagi sebagai Menko Perekonomian dan Srikeluar sungguhan, a tas tekanan IMF mesti dipangkas Mulyani Indra w a ti yang kini berada di posisi Menke u .sampai nol dalam tenggat waktu yang telah di tentuka n . Kalau cuma mau menjual oblgasi a tau SUN, ten tu presidenSementara subsidi bua t para pemilik baru BCA, Bank SBY tidak memerlukan orang sekaliber Boediono dan SriDanamon, dan lain- lain yang meliba tkan uang sungguhan Mulyani di dua posisi s tra tegis tersebut.boleh jalan terus . Nampaknya IMF, Paris Club, Bank Dunia, Kabine t Indonesia Bers a tu jilid kedua di mana Boe­dan lembaga- Iembaga super i tu berusaha menggiring diono berada di dalamnya, menuru t pengamat Indonesiapemerin tah Indonesia, termasuk Kabinet Indonesia Prof. R. William Liddle, dari s a tu segi memang bolehBersa tu SBY- JK, un tuk menggunakan logika- Iogika yang disebu t reinkarnasi Mavia Berkeley-arsitek ekonomi orbaaneh dalam memimpin negaranya . pimpinan Prof. Widjojo N i tisas tro dari Universitas Indo­ I tulah konsekuensi logis dari jaw aban ya kabine t. nesi a . Mereka adalah mainstream economist, ekonomNamun bila jaw aban a tas pertanyaan tersebu t adalah profesional yang percaya pada kekua tan pasar sebagaitidak! Maka dapat dipastikan pada tahun- tahun menda­ penggerak u tama ekonomi modern . Cuma Widjojo, ka tatang, Kabine t Indonesia Bersa tu SBY- JK akan lebih sering dia, adalah makhluk orba yang dikta tor. Oudiens- nya
  • 23. adalah Soeharto . Sedang ekonom Boediono dari UGM, pasar. Bahkan i tu pun masih bisa dipersempit lagi menjadiadalah makhluk era reformasi yang demokra tis . pasar modal dan pasar uan g . Padahal un tuk negeri Dalam kolom pendeknya semacam Indonesia sebenarnya pasar modal dan pasar di mingguan Tempo (8 Januari uang tak bisa dijadikan ukuran, karena pelakunya sang a t 2006) , Liddle tidak memaparkan sedikit, tak sampai 0,001% dari pelaku ekonomi di tanah mekanisme arsitek ekonomi orba air. I tu pun sebagian besar didominasi asing, para i tu menjelaskan konsepnya ke­ spekulan dan pengejar gain a tau keun tungan jangka pada Soeharto . Namun, orang pendek. dapat menebak Widjojo cs ting­ Doktor Ekonomi sekaliber Boediono dan Srimulyani gal d a tang ke istana dan dengan ten tu mubazir kalau cuma d i tugasi menjual sura t u tang segala kemampuan intelektual negara (SUN), yang yield- nya 329 basis poin di a tas dan kesopanannya melakukan treassury bill AS a tau bunganya 3, 29% lebih tinggi presentasi di hadapan Soeharto . daripada obligasi internasional di Amerika . I tu bisa Boediono Lalu Boediono? Mekanisme apa dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh mahasiswi IKIPyang digunakannya un tuk menjelaskan konsepnya kepada (Institut Keguruan dan Ilmu Peng e tahuan) semester 2rakyat? Lew a t telepon genggam a tau sms (short message jurusan Ta taboga . Lew a t multi level marke ting barangkaliservice), barangkali? Atau pakar Indonesia dari Ohio malah lebih cepat laku . Apalagi bila diingat belakanganS ta te Universi ty, AS i tu menganggap Boediono telah obligasi global yang dikeluarkan pemerin tah yield danmereduksi rakya t Indonesia menjadi pasar dalam penger­ kuponnya terus membubung . Dulu saat yield dan kupon­tian mu takhir? Jadi audiens Boediono pasar? Sebagaimana nya berada pada kisaran 6%- 7% saja sudah diminatiumumnya para pemikir orien talis dan cabangnya pakar asing, karena sudah lebih tinggi 3% lebih dibandingkeindonesiaan (Indonesianis t), Liddle juga menghentikan obligasi internasional negara lain . Apalagi bila yield dananalisisnya di tempat, ketika daya kri tisnya jus tru sang a t kuponnya di tingka tkan menjadi 8%- 8 , 5 % . Dengan yielddiperluka n . dan kupon s etinggi i tu, pemerin tah tinggal mengumum­ Akan te tapi, meminta Liddle kannya di in ternet, para pengejar ren te akan a n tri . menggunakan pisau bedah se tajam Penasiha t keuangan (financial advisor) semacam JP silet un tuk menguliti tim ekonomi Morgan, UBS Warburg dan Barkeley sebenarnya tak kabinet ten tu tak bij ak. I tu adalah terlalu dibu tuhkan un tuk menjual Global Bond dengan yield tugas para cendekiawan negeri ini, dan kupon sebesar i tu . Orang sekaliber Boediono dan se tidaknya yang cinta tanah air dan Srimulyani, serta lembaga- Iembaga heba t tersebu t baru bangsanya . Menurut saya sang a t diperlukan, bila kabinet mau melakukan kerja- kerja besar mungkin audiens Boediono adalah dan fundamental semacam penghapusan dan pemotongan Srimulyani
  • 24. u tang . Juga ketika mau menarik obligasi rekap a tau Dengan demikian, ka tanya s e telah i tu, denda Dinar 100menya takannya tidak berlaku . sudah dilunasinya . Hakim pun mengetuk palu, dan Pada praktiknya nan ti, SBY -J K mungkin akan memer­ menya takan Keboindo tidak bersalah dan bebas darilukan pengacara- pengacara canggih di pengadilan domes­ tun tuta n .tik dan pengadilan internasiona l . Pembayaran bunga J a d i jika diperjuangkan sungguh­obligasi rekap yang telah dilakukan pemerin tah selama ini, sungguh dan cerdas, bukan tidaksebenarnya sang a t naif dan saking lucunya sampai mirip mungkin, hakim internasional punceri ta Abunaw a s . Ceritanya begini : sua tu hari di zaman akan membebaskan pemerin tahkhalifah Harun AI Rasyid, di ibukota Bagdad ada seorang Indonesia dari kewajiban membayarmiskin disere t ke pengadilan oleh te tangganya yang kava . obligasi rekap dan bunganya . BahkanSi miskin, sebu tlah namanya keboindo, d i tuntut ganti rugi u tang luar negerinya pun akan bisaDinar 100 oleh si kaya . Dia dianggap bersalah telah Prof. Dr. Dorodjatun dih � pus, se tidaknya 30% . Harus di­mempergemuk diri sendiri dengan cara makan s etiap Koentjorojakti akul Boedlono memang tak punyate tangganya memasak. Aroma masakan enak te tangga pengalaman tempur di forum- forum internasional. Ke tikakava i tu telah menaikkan selera makannya, sehingga dia menjaba t Menkeu pada Kabinet Go tong Royong Mega­menjadi gemuk. Si kava kebera tan . Dia sendiri tak pernah Hamzah, Boediono, bersama Menko Perekonomian Prof.punya selera, karena i tu te tap kurus . Si kava menuntu t Dr. Dorodj a tun Koentjorojakti yang mantan Dekan FE-UIKeboindo ganti rugi Dinar 100 . dan Duta Besar RI un tuk Amerika Serika t, tak pernah Pria miskin i tu kelimpungan dan hampir pingsan berupaya kearah i tu . Mendengar ide semacam i tu pun,menghadapi tun tu tan yang tak masuk akal tersebu t. mereka sudah was- w a s .Jangankan membayar ganti rugi Dinar lOa, mau membeli Dja tun d a n Boediono memilih un tuk mencari u tanganminyak tanah saja dia harus an tri dulu di kan tor pos baru, karena lebih aman . Bersama ibu Ani, Menkeu yangmengambil ban tuan langsung tunai (BLT) : Untungnya dia mantan Direktur Eksekutif IMF un tuk Asia Pacific danmemiliki seorang pengacara jempolan, Abunaw a s . Si mantan mahasiswinya Dja tun, mungkin saja Boedionopembela tampil tenang . Dia membenarkan dakwaan ter­ menjadi lebih berani berbenturan dan bahkan bergula t .sebu t dan siap membayarnya saat i tu juga . Si kava dan Tarik- menarik ten tu ada . Bila dulu pemerin tah Mega­jaksa penuntu t senang dan takjub bukan kepalang . Si Hamzah tak mampu memainkan kartu Dja tun-Boediono,hakim terbengong-bengon g . Sementara Keboindo meng­ yang ka tanya dihorm a ti di AS, un tuk melunakkan IMF.kere t menyembunyikan kepala di bahunya seperti kura­ Yang terjadi jus tru sebaliknya IMF lebih bisa memainkankura . Namun Abunawas belum selesai. Dia mengambil kartu Dja tun-Boediono un tuk menaku t- naku ti pemerin tahDinar emas dari kan tongnya . Kemudian dike tukkannya Indonesia . Mampukah SBY memainkan kartu Boediono,pada ba tu penjepit kertas di mejanya sera tus kali . Srimulyani sebagai truf un tuk melunakkan IMF, Paris Club,
  • 25. Bank Dunia dan pemerin tah AS? mendapat kepercayaan penuh dari rakyat, pemerin tah tak Jaw aban a tas pertanyaan i tu masih terbuka . S eba­ cukup punya kepercayaan diri un tuk menangkal tekanangai presiden yang peduli pada nasib bangsanya, SBY sang juragan AS . Tekanan i tu sudah berlagsung sejakten tu lebih punya peluang un tuk m emainkan truf i tu . masa pemerintahan Abdurrahman Wahid- Megawa ti Soe­Apalagi Boediono dan ibu Ani-beg i tu Menkeu kerap disapa, karno Pu tri dan berlangsung terus sampai ke zamantelah menandatangani kon trak poli tik. Namun bungkamnya Mega- Hamzah, tapi tak berhasil melunakkan ha ti peme­pasangan Boediono- Srimulyani dalam urusan tambang rin tah, meski Duta Besar AS Ralph L Boice ikut campur.minyak Cepu seperti m emberi isyara t bahwa SBY -JK belum Amien Rais, Ketua MPR waktu i tu sampai berteriak agarmampu memainkan truf i tu un tuk kepentingan bangsanya . pemerintah AS m enghorm a ti kedaula tan RI un tuk meng­Apalagi setelah blok i tu betul-betul diserahkan pemerintah ambil keputusan sendiri soal blok Cep u .kepada Exxon Mobil Corpora tion ( 14 Mare t 2006) dengan Exxon baru berhasil mendapa tkan keinginannya jus­memecat Dirut Pertamina Widya Purnama, s atu hari tru ketika Indonesia berada di tangan presiden dansebelum Men teri Luar Negeri AS Condoleeza Rice tiba di w apres yang dipilih langsung oleh rakya tnya . Wakil rakya tJakarta . Untung saja Condy, beg i tu Menlu AS i tu disapa, di DPR/MPR nampaknya tak terlampau peduli lagi a tautidak membawa pesan dari bosnya agar pemerintah sibuk memikirkan berbagai tunjangan yang mungkin bisaIndonesia memenjarakan Dirut Pertamina yang mbeling i tu . didapat dengan cara diam . Kalau saja pemerin tah AS juga m emin tanya sebagai Padahal sebelum i tu pemerin tah dan wakil rakya tprasyara t bagi kepercayaan in ternasional yang mahal i tu, sedikit banyak lebih bisa menjadikan kepentingan bangsabukan tidak mungkin akan ada tim yang bisa mencarikan sebagai pijaka n . Tak heran bila dua kabinet sebelumnyasegudang kesalahan Widya un tuk digiring ke balik trali cenderung m emberi kesempa tan kepada Pertamina un tukbes i . Seiring pemecatan i tu pembongkaran terhadap m embuktikan kemampuannya . Gesekan d engan paraborok-borok Pertamina yang marak selama s etahun, pendukung ekonomi neo liberal di dalam pemerintahanseperti penyelundupan BBM bersubsidi ke luar negeri, memang terjadi, tapi masih dapat diatasi. Waktu i tupenyedotan minyak di tengah laut dan lain- lain yang Baihaki Hakim misalnya, dan Dirut- dirut Pertaminacukup merepo tkan Widya dan jajarannya, hilang begi tu selanj u tnya sampai Widya Purnama, berhasil meyakinkansaj a . Tak ada penyelidikan, apalagi penyidikan terhadap pemerin tah bahwa dengan pengalamannya yang panjangkasus- kasus yang merugikan Negara puluhan triliun i tu . Di dan perhitungan deposit minyak berlimpah (sekitar 1,4sisi lain ada masalah baru timbul yang nantinya akan miliar barel ) dan gas seki tar 8, 772 triliun kaki kubik, bilaberakiba t jangka panjang . S ebab dijegalnya Pertamina diberi kesempa tan m engelola sendiri, maka keun tung­un tuk m engelola sendiri blok Cepu, telah menutup peluang annya akan jauh lebih besar bagi negara . Argumen tasi i tuBUMN minyak i tu m enjadi perusahaan pertambangan kandas di masa SBY-JK. Kon trak yang mestinya berakhirminhyak dan gas kelas dunia . Rupanya meski telah 2010 i tu diperpanjang 20 tahun terhi tung mulai
  • 26. 20 1 1 - 2030 . Jadi ketika deposit minyak dan gas blok i tu pada masa akhir kekuasaan Soeharto . Tentu keberhasilanterkuras habis, baru blok Cepu akan kembali ke pangkuan Exxon lebih heba t lagi, karena terjadi di era reformasi.republik. Semoga saja tidak membawa bencana kepada Caranya masih tergolog sederhana . Pemerin tah men­penduduk setempat seperti yang menimpa penduduk ugaskan Rizal Malarangeng dan Lien Cie Wei sebagai timseki tar tambang emas Newmond Minahasa - juga milik AS . perunding mew akili pemerin tah menggan tikan tim sebe­Bahkan Exxon naik kelas dari technical assis tan t contrac t lumnya yang dianggap kaku . Rizal Malarangeng dan Lien(TAC) menjadi kon trak bagi hasil, d i mana Exxon menjadi Cie Wei sebenarnya dianggap banyak kalangan sebagaioperator u tamanya . Bagi hasilnya menjadi 45% bua t wakil neo liberalist. Sehingga ketika pemerin tah memu­Pertamina, 45% bua t Exxon dan sisanya yang 10% bua t tuskan un tuk menunjuk mereka menjadi wakil dalamPemda Jawa Tengah dan jaw a Timur. Cuma i tu tidak perundingan, nasib blok Cepu sebe tulnya sudah d i ten­gra tis . Pemda mesti merogoh kocek sendiri sebesar Rp 2 tukan sebagai upeti bua t Exxon (AS ) . Padahal kalautriliun un tuk bisa mendapatkannya . pemerin tah mau mengelola sendiri, dengan cadangan Ini menunj ukkan bahwa Exxon berhasil mendiktekan minyak dan gas sebesar i tu dan harga minyak yangkeinginanya . Sebab un tuk bisa mengeksplorasi dan meng­ berada di a tas USS 70/barel, dananya tidak akan suliteksploitasi blok Cepu, pemerin tah sendiri berharap akan didapat. Sebab lembaga pendanaan akan an tri un tuk ikutada investasi baru seki tar USS 2,5 miliar yang disun tikkan membiayainya . Jadi alasan bahwa Pertamina tidak cukupoleh Exxon . Nah bila un tuk mendapa tkan 10% saham di punya dana un tuk membiayainya tidak dapat dibenarka n .blok Cepu pemda Ja teng dan Ja tim mesti patungan Namun, persoalan blok Cepu sebenarnya tidaklah se­menyun tikkan dana Rp 2 triliun a tau se tara USS 2, 1 miliar, sederhana i tu . Bila kia t amau berpikir jernih, se tidaknyamaka Exxon cuma butuh sediki t tambahan un tuk meme­ ada 4 hal yang terlepas ketika blok minyak i tu diserahkannUhinya . Padahal berdasarkan undang- undang o tonomi pengelolaannya kepada Exxon . Pertama, control a tas blokdaerah merekalah sebenarnya yang lebih pantas meng­ minyak i tu j a tuh ke tangan asing, sehingga kita tidak bisaklaim blok Cepu sebagai asetnya . Mengapa mereka harus tahu berapa deposit dan produksi yang sebenarnya persisbayar? seperti tambang emas Freeport. Kedua, kesempa tan Sebelum krisis ladang i tu 5 1% dimiliki PT Humpus un tuk belajar mengelola sendiri sebuah tambang minyak diP e tragas dan 49% Ampolex Cepu P te, Ltd, anak peru­ negeri sendiri agar nantinya bisa menjadi perusahaansahaan Exxon Mobil Oil Ltd . Saham Humpus kemudian pertambangan kelas dunia seperti P e tronas (Malaysia ) .diambilalih Exxon Mobil melalui Mobil Cepu Ltd, sehingga Ketiga, kesempa tan un tuk memperoleh manafa a t sepe­100% saham pertambangan menjadi milik perusahaan nuhnya dari tambang . Keempat, kesempa tan un tuk mem­asing asal AS tersebu t. Exxon Mobil rupanya meniru perbaiki undang- undang dan kotrak- kon trak pertambang­Freeport, yang berhasil memperpanjang kon traknya awal an yang sudah berjalan selama ini un tuk masa depan dandekade 90-an 10 tahun sebelum kon traknya berakhir kemakmuran bangs a .
  • 27. Dalam hal yang terakhir i tu sebenarnya kita bisa be­ juga layak mendapat perha tian pemerin tah saat ini adalahlajar dari ahli ekonomi Pakistan Abul Aia Maudud i . warisan blunder Kabinet Go tong Royong Mega- Hamzah,Menuru t ekonom i tu barang tambang adalah pemberian yai tu penjualan Indos at kepada Singapura . PenjualannyaTuhan un tuk seluruh penduduk negeri, baik yang hidup sejak awal telah menabrak berbagai ke ten tuan hukum disekarang maupun yang bakal lahir. Dia menyandarkan kedua Negara : Singapura adalah Negara yang menganutteorinya i tu pada AI Quran yang menetapkan zaka t kebij akan pintu tertutup un tuk udaranya, sehinggabarang tambang 20%. Bertolak pada ajaran i tu dia kepemilikan Indos at yang mempunyai s a telit komunikasiberpendapat bahwa pemerin tah hanya berhak berbagi bertentangan dengan undang- undang negara ko tahasil kepada investor un tuk yang 80% i tu, bukan tersebu t.seluruhnya . Sebab yang 20% lagi adalah hak rakya t. Jadi Sedang di Indonesia informasi adalah vital, karena20% dari hasil tambang mesti dialokasikan un tuk menjamin kai tannya yang era t dengan rahasia Negara . Sehinggapendidikan, keseha tan dan kesejahteraan penduduk bila Indos at dimiliki Negara lain, maka undang- undangberpenghasilan rendah, teru tama mereka yang berada di kerahasiaan Negara yang sedang digarap saat ini tidakCepu, Tuban dan Bojonegoro U a tim dan j a teng ) . Ini gra tis akan efektif. Semua pembicaraan presiden, menteri­dari Tuha n . Tidak ada alasan un tuk memaksa mereka menteri dan lembaga- Iembaga tinggi Negara, baik a n tarmembeli milik mereka sendiri . Yang harus membeli adalah mereka a taupun dengan presiden dan p e tinggi negara lainpihak Exxo n . Di era global ini mestinya pemerin tah meng­ akan mudah dideteksi dan disadap Singapura melaluiadopsi teori Maududi, bukan sekadar menerima pikiran s atelit yang dimiliki Indosat. Begitu juga dengan pembi­Exxon . Ini sekaligus bisa dijadikan ti tik tolak un tuk mem­ caraan rahasia dan lalu lintas d a ta di dunia perbankanperbaiki semua kon trak pertambangan, termasuk Freeport dan departemen lain di an tara para pejaba t yangyang boleh dibilang menguasai hampir 100% tambang menggunakan jasa s atelit, semuanya bisa dike tahui olehemas di Timika, setelah pengusaha nasional Grup Bakrie Singapura . Transaksi jual-beli Indos a t ini pun sebenarnyamenjual 7,5% sahamnya kepada Freeport. bisa diba talkan demi hukum, bila pemerin tah mau fight. Tentu masih banyak jalan un tuk memba talkan Di- buy back juga bisa, tapi ten tu Singapura akan mema­kon trak- kon trak pertambangan yang merugikan Negara sang harga s etinggi- tingginya, sehingga pasangandan bangsa tersebut, kalau pemeri tah mau . Sebab bila Boediono-Srimulyani akan enggan menyediakan dananya .berpegang pada Undang- Undang Dasar 1 945 pasal 33 Singapura lewat special purpose vehicle (SPV) yangmisalnya, di mana di te tapkan bumi, air dan segala keka­ bermarkas di Caiman Island telah membeli Indos a t lewatyaan yang terdapat di dalamnya adalah milik Negara dan pasar modal seharga Rp 12 ribu/saha m . Pada waktu i tudipergunakan sebesar- besarnya un tuk kemakmuran (2003) harga i tu berarti 50% di a tas harga pasar. Maklumrakyat, maka semuanya bisa diba talkan demi hukum . harga saham Indos at sedang terjun bebas dari Rp 20Cuma ini harus dilakukan lewat pengadila n . Hal lain yang ribu/saham menjadi Rp 8 ribu .
  • 28. Banyak analis dan pengamat ekonomi menenggarai Cepu, serta pens tlw a- penstlwa di depan m a ta lainnya,adanya permainan di balik ja tuhnya harga saham Indosat. seperti meyakinkan semua orang bahwa kedua pakarSaham i tu telah digoreng sedemikian un tuk kepentingan ekonomi ini terlalu besar un tuk menjadi s a telit KabinetSingapura, sehingga dapat membeli Indos a t dengan harga Indonesia Bersatu. Para pejuang ekonomi kerakya tansuper diskon, sekaligus menjadi pahlawan . Terlepas dari menilai pasangan ini keras menolak segala program yangkecurigaan seperti i tu, ketika d i temui di rumahnya 7 Mei meringankan beban rakya t dan lihai dalam mengutak- a tik2007 Sofyan Djalil seusai dilantik menjadi Menneg BUMN angka, misalnya dalam soal subsidi lis trik, BBM, keseha tanyang baru menggan tikan Soegiharto, punya pandangan dan anggaran pendidikan, sehingga berkurangnya ang­yang lebih cool . Menuru tnya apa yang telah dicapai dalam garan publik bisa tampak mani s . Di sisi lain mereka takpenjualan Indosat pada masa Menneg BUMN di tangan menganggap tabu segala program yang bisa menyenang­Laksamana Sukardi (2003) adalah harga maksimal yang kan IMF dan Uncle Sam, misalnya menyerahkan blok Cepudapat dicapai saat i tu . "Keadaan ekonomi w aktu i tu kepada Exxon Mobil seperti terlihat di a ta s . Con tohmemang belum sebaik saat ini," ka tanya d a tar. Sofyan lainnya adalah membayar u tang dalam dan luar negeri,sendiri nampaknya tak terlampau berminat un tuk meng­ berikut bunganya, tepat waktu, bila perlu lebih cepat.ambil kembali Indosat. "Kita kan masih punya Telko m . Ki ta Dari sisi i tu nampaknya dapat dibenarkan bila banyakbesarkan saja Telkom . Toh pasarnya masih sang a t luas kalangan menuduh keduanya sebagai penjaga kepen­dan rakya t kita yang sudah mendapat layanan belum tingan AS dan IMF di kabinet, sekaligus debt collectorsampai 30% . Sedang penduduk kita sudah di a tas 220 yang handal. Kedua pakar ekonomi ini bahkan tak maluj u ta , " jelasnya en teng ketika di tanyakan masalah i tu . membawa negaranya kembali ke pelukan IMF dengan"Kalaupun kita mau ambil kembali, maka yang kita tempuh mengikuti Post Monitoring Program beberapa tahun lalu,adalah lewat pasar modal," sambungnya ketika didesak. ketika negara lain ingin mengambil kembali kemer­Nah kalau jalan aman i tu yang akan diambil pemerintah, dekaannya dengan membua t program pembangunan sen­ ten tu biayanya sang a t mahal. Sedang kecu- rigaan analis diri . Tentu orang boleh saja menilai, tapi beberapa waktudan pengamat ekonomi soal adanya permainan di pasar lalu ibu Ani melon tarkan kritiknya kepada sang mentor.modal, yang dengan sengaja menja tuhkan harga saham "IMF jangan terus menekan kami," ka tanya . SayangnyaIndos a t un tuk kepentingan Singapura dan merugikan para ekonom di luar mainstream menganggap i tu cumaNegara sendiri, boleh d i tu tup . l etupan kekesalan biasa, bila tak bisa disebu t mencari Boediono sebagai menko perekonomian dan Srimul­ sensasl.yani sebagai menkeu ten tu tahu be tul ten tang permainan Bagaimanapun juga kepakaran Boediono dan Srimul­semacam i tu . Namun kedua elit politik ini nampaknya tak yani tak bisa diban tah, dan banyak orang berharap agarmenganggapnya serius. Bungkamnya mereka dalam presiden dan w apres tak segan memainkan kartuurusan Indosat sampai saa t ini dan tambang minyak Boediono- Srimulyani. Sebab keduanya sang a t dihorma ti
  • 29. dan banyak dipuj i di luar negeri, terutama oleh IMF dan akademik dan kepakaran yang telah diraih, karena p e tanipemerin tah AS . Pujian dan penghorm a tan dunia luar i tu pun melakukan hal serup a . Mereka umumnya tak terlaluten tunya tidak harus membua t pemerin tah SBY - JK lupa berminat melakukan cara - cara baru a tau mengimplemen­memberi mereka tugas- tugas pa trio tik un tuk membela tasikan penemuan- penemuan baru dalam bidang per­kepentingan Negara di forum IMF, Paris Club, Bank Dunia tanian, karena tak bersedia menanggung resiko . Nahdan lain - lain . I tu diperlukan agar APBN pada tahun- tahun dalam upaya memacu pertumbuhan sebenarnya masihberikut lebih sustainable dan ringan . Roda ekonomi bisa banyak cara lain yang dapat d i tempuh, misalnya menarikberputar lebih cepat karena kara t- kara t yang mem­ obligasi rekap yang Rp 600 triliun a tau menya takannyabera tinya luruh dan rakya t lebih seha t dan cerdas karena tidak berlaku . Pemerin tah bisa juga meminta penghapusanpendidikannya lebih terjamin. Tanpa perintah SBY sebagai dan pemotongan u tang a tau penundaan pem- bayarannyapresiden pilihan rakyat, dapat dipastikan pasangan sampai 20 tahun ke depan, sehingga tersedia dana yangBoediono- Srimulyani tidak akan melakukan hal- hal besar diperlukan un tuk memutar roda ekonomi.semacam i tu . Sebagaimana para senior Mavia Barkeley, Perhitungannya sederhana saj a . Bila perhitungan bupasangan Boediono- Srimulyani lebih senang mengemis menkeu memang akura t, pertumbuhan 6% yang diidamkanu tangan baru dan merayu inve s tor asin g . Memutar roda i tu bisa dicapai hanya dengan mencabut obligasi rekapekonomi dengan cara i tu memang lebih aman dan yang jumlahnya seki tar Rp 600 triliun . Apalagi bilagampan g . Gejalanya semakin kas a t m a ta pada minggu dikombinasi dengan penghapusan dan pemotongan u tang,ke tiga bulan Januari 2006. Menkeu Srimulyani terang­ a tau se tidaknya menunda pembayaran bunga dan cicilanterangan menya takan un tuk mencapai pertumbuhan 6% u tang luar negeri . Sebab dana yang dialokasikan un tukper tahun dibu tuhkan dana Rp 600 triliun . "Kalau kita pembayaran cicilan pokok u tang dan bunga s e tiap tahunmeng- inginkan pertumbuhan 6% per tahun dengan produk sudah di a tas Rp 120 triliun . Bila dana ini digelon torkan kedomestik bruto Rp 3 ribu triliun, dibutuhkan dana inves tasi sektor riil, dapat dipastikan roda ekonomi akan segeraRp 150 triliun kali empat. Karena o utput ra tio inves tasi bergerak lebih cepat. Sebaliknya dengan beru tang lagi,kita masih empat. Artinya kredit dan inve stasi yang tim ekonomi yang dinakhodai Boediono-Srimulyani mem­dibu tuhkan seki tar Rp 600 triliun," ka ta Srimulyani bawa Indonesia menuju kegagalan yang sama sepertim a tematis . rezim orba . Soeharto, bersama Kabinet Pembangunannya, Pernya taan menkeu i tu seolah mengindikasikan bah­ telah membangun Indonesia dengan mesin u tang selamaw a dia dan Boediono tak punya a l terna tif lain, kecuali 32 tahun . Hasilnya adalah kegagalan yang mengenaskanmengiku ti jalan yang telah digariskan IMF kepada para di penghujung abad XX. Ibu Menkeu dan seluruh anggotapendahulunya . Apalagi bila diingat dengan mengiku ti yang Kabinet Indonesia Bers atu ten tu belum lupa kejadian i tu .sudah- sudah jelas lebih aman dan tanpa resiko . Memangsikap ,pak turut rada hina . Tidak m a tch pula dengan gelar
  • 30. 4. Sebuah Jalan Baru yang Terbuka berasal dari militer i tu tahu bahwa negennya tidak Sebenarnya dengan legitimasi rakya t yang dimiliki­ termasuk negara- negara miskin yang bisa mendapatnya, ka ta pakar ekonomi Rizal Ramli dalam sebuah diskusi keringanan utang, sebab Nigeria adalah anggota OPEC -di Taman Ismail Marzuki bulan Januari 2006, kabinet saat sama seperti Indonesia . Oi sisi lain dia pun tahu bahwaini mestinya lebih percaya diri menghadapi tekanan dunia sebagian besar rakyatnya sangat miskin dari SISIluar, termasuk IMF, Bank Ounia dan WTO . Masih banyak pendidikan, kesehatan, ke tersediaan tempa t tinggal,opsi yang tersedia un tuk menyelesaikan ke terpurukan listrik, air bersih, dan lain -lain . Berdasarkan i tu semua, diabangsa ini . Menuru t Menko Perekonomian pada masa menyatakan kepada para kredi tornya bahwa Nigeria cumaKabinet Persa tuan Abdurrahman W ahid- Megaw a ti punya USS 0,30 dari se tiap US$ 1 u tang luar negerinya .Soekarnopu tri itu, Indonesia bisa mencoba mengikuti jejak Artinya dia terang- terangan meminta pemotongan u tangPakistan, Nigeria, a tau Argentina . Tanpa terobosan luar negerinya 70% . Para kreditor yang mau u tangnyaseperti itu, solusinya menjadi parsial dan memakan waktu . dibayar dipersilakan mengambil i tu, yang tidak mau bolehNampaknya apa yang diungkap Rizal memang layak menunggu sampai Nigeria mampu membayarnya . Paramendapat perha tia n . kreditor terperangah dan marah, tapi akhirnya se tuj u . Tak Marilah kita kupas satu p e r s a t u . Menjelang invasi berhenti sampai di situ, lewat perjuangan sepenuh hatiAmerika Serika t ke Afgansi tan pada tahun 2002, George dan bantuan organisasi NGO (Non GovernmentW Bush meminta dukungan pemimpin Pakistan Jendral Organization), sisa utang yang masih ada dapat dibeliMusharaf. Kemudian orang nomor satu di Pakistan i tu pemerin tah Nigeria dengan harga 10% dari nominalnya .dengan cerdik memainkan posisinya yang s tra tegis un tuk Maka dengan keberanian dan sedikit kecerdasan saja,meringankan beban negara dan rakya tnya . Oia meminta Nigeria telah mendapat pemotongan u tang sampai 90% .pemotongan utang luar negeri Pakistan sampai 50%, Kini negeri i tu telah terbebas dari u tang luar negeri . Tidaksedang sisanya dia meminta bunganya di turunkan sampai ada lagi alokasi dana dalam APBN Nigeria un tuk pem­menjadi 0% sebagai syara t. Pemerin tah As yang bayaran utang luar negeri .pragmatis tak meliha t pilihan lain yang lebih bagus dari i tu Opsi lain yang bisa dite mpuh pemerintah, selain apaun tuk menyukseskan invasinya di Afganistan, tetangga yang telah dilakukan Pakistan dan Nigeria, tentu sajaPakistan yang sama- sama musli m . Permintaan i tu meniru Argentina . Pasien kambuhan yang sudah bosandikabulkan AS hampir tanpa perdeba tan berarti . KIn! dicekoki oba t generik IMF ini, mengambil sikap proaktifMusharaf bisa lebih nngan mendorong pertumbuhan mengurangi beban negaranya . Sang presiden menyatakanekonomi Pakista n . pemerintahannya tidak bisa membayar u tang luar negeri Pemerin tah Nigeria lain l a g i . Presiden terpilih negeri dan bunganya kepada para kreditor sampai 3 tahun kei tu meminta kepada pemerin tah AS dan IMF apa yang depan, karena Argentina sangat membutuhkan dana pem­disebu tnya ongkos demokrasi . Pemimpin baru yang juga bangunan un tuk mengurangl penderi taan rakyatnya .
  • 31. Dana, yang seyogyanya dipakai buat membayar cicilan terhadap USS, maka harga BBM, tarif lis trik, tarif airpokok utang dan bunga utang luar negeri i tu, lalu minum, ongkos transport dan harga-harga di dalam negeridipakainya un tuk mengguyur sektor riil . IMF berang, bisa turun . Jadi menguatnya o to t Rp terhadap US$ bisanegara- negara kreditor marah besar. Para pakar ekonomi meringankan beban rakya t.neo liberal pendukung IMF di negeri i tu meramalkan Cuma dalam memperkua t o to t Rp, presiden mestiArgentina akan makin terpuruk, akan dikucilkan dalam ha ti- hati. Sebab bukan tidak mungkin di dalam kabinetpergaulan internasional, investasi luar tak akan masuk, pun ada orang-orang yang tidak senang. Apalagi sampaibahkan yang sudah ada bakal hengkang, dan sebagainya . kembali ke kurs sebelum krisis yang Rp 2 . 100- 2. 300/US S .Namun kenyataan berbicara lain . Ekonomi Argentina yang Kekhawa tiran ini bukan tanpa dasar. Perjalanan sejarahdiguyur dana segar berlimpah i tu tumbuh 7% tahun i tu . bangsa ini sejak krisis berkali- kali membuktikan banyakTahun kedua lebih fantastis lagi . Ekonomi Argen tina orang penting negara, tidak menginginkan Rp kembali ketumbuh 8% tanpa u tang baru . Tahun ke tiga pemerin tah nilai riilnya sebelum krisis. Bahkan mereka yang tidakArgentina sudah boleh berbangga, karena inves tor luar menginginkan Rp menguat dengan kecepatan bagus, jugasudah berduyun - duyun masuk setelah meliha t pertum­ tak kurang .buhan ekonomi yang luar biasa . Para kreditor dan IMF Buktinya tak suli t dicari . Pada masa Kabinet Refor­yang berang itu pun melunak terhadap pemerin tah baru masi Pembangunan Habibie, misalnya, nilai Rp pernahArgen tina . mengua t luar biasa : dari Rp 1 5 . 000- 17 . OOO/US$ menjadi Perkembangan positif di Argen tina, Nigeria dan Pa­ Rp 6 . 700 dengan kecendrungan terus menguat. Tiba- tibakis tan ten tu juga diama ti oleh tim ekonomi SBY-JK yang man tan Ke tua Bappenas Ginanjar Kartasasmita, entahdikomandoi Boediono- Srimulyani. Daripada menghabiskan mewakili siapa, berteriak lantang. Nilai yang ideal buatsegala daya un tuk merayu investor asing dan mencari rupiah, menurut dia, adalah Rp 7 . 000/USS . Pengua tan Rpu tang baru un tuk mengejar pertumbuhan 6%, mungkin pun terhenti . Setelah kabinet transisi Habibie diganti, o to tjauh lebih efektif dan efi sien berjibaku mengurangi beban Rp memang mengempis lagi sampai di a tas Rpnegara dan rakyat Indonesia di forum - forum in ternasiona l . 1 0 . OOO/USS . Namun pada bulan Mei- Juni 2002, masaSeiring dengan upaya- upaya tersebut, o to t Rp terhadap Kabinet Persa tuan Abdurrahman Wahid- Megawati, o to t RpUS$ a tau valuta asing lain tentu harus diperkuat lewat menguat lagi. Namun baru saja mencapai angka Rpberbagai terobosan dan instrumen baru yang mestinya 8 , 425/US$, Deputi Gubernur BI Miranda S . Gul thom, yangdilakukan B1. Alasannya? Nilai Rp telah diserahkan pada mestinya gembira, malah berteriak cemas . Menurutnyakehendak spekulan di pasar uang London . Lalu harga nilai yang bagus buat rupiah, agar perusahaan bisaminyak, yang sangat berpengaruh terhadap tarif dan ekspor, adalah Rp 8 . 500- Rp 8 . 900/USS . Argumen i tu jelasharga- harga produk di dalam negeri, digan tungkan pada tak masuk akal, karena ketika kurs masih di bawah Rpharga internasional. Logikanya se tiap nilai Rp menguat 2000/USS pun sudah banyak perusahaan nasional yang
  • 32. mengekspor. Namun, kurs Rp telanjur mengempis lagi . mengangka t a tau menjatuhkan nilai Rp terhadap valas .Padahal saat itu nilai US$ tergerus hebat terhadap semua Jadi bila Kabine t Indonesia Bersa tu SBY -J K Inglnmata uang dunia akibat skandal Enron . Oi Indonesia justru meringankan beban rakyatnya yang melara t denganmenjadi selasa kelabu akibat efek Miranda . memperkua t o to t Rp, nampaknya presiden mesti mena­ Tentu Miranda tidak bermaksud melakukan tindakan nyakan dulu kepada Miranda : berapa sebenarnya nilai Rpsubversib terhadap negerinya sendiri, meski pernya taan yang bagus saat ini?Oeputi Gubernur BI i tu telah menyebabkan nilai Rp Bukan tidak mungkin Miranda yang pada masa Gusmeloro t . Ada maksud baik di balik pernya taannya i tu, Our- Megawati menganggap nilai yang pantas bua t Rpmungkin seperti Ginanjar yang in gin meningkatkan ekspor. adalah Rp 8 . 500- 9 . 000jUSs, pada masa SBY- JK telahAkan te tapi, bila di tinjau dari kepentingan yang lebih luas, menurunkannya menjadi Rp 9 . 000- Rp 1 0 . 000jUSS . Jadidi era global ini nilai mata uang sua tu negara sebenarnya dengan kurs pada tanggal 13 Januari 2006 yang mencapaimerupakan cermin dari nilai bangsa i tu di mata duni a . Itu Rp 9 . 370 dan mengempis lagi ke level Rp 9 , 475 hari- harisebabnya negara- negara maju cemas bila mata uang berikutnya, sudah bisa dianggap berprestasi. Bahkan paramereka menyusut beberapa sen saja terhadap mata uang pialang pasar uang menganggap nilai rupiah yanglain . Lihat saja bagaimana upaya negara- negara anggota mencapai Rp 9 . 370jUSS sudah melampaui nilai terkuat­Uni Eropa menaikkan gengsi Euro . Juga upaya Malaysia nya . Banyak orang meramalkan Rupiah akan digiring kememelihara nilai RM, Korea mengangka t Won, Thailand level Rp 9 . 500- 9 . 700, dan pada akhir tahun 2006 akanmemperkua t Baht, dan lain- lain. Jadi meloro tnya nilai Rp digan tung di posisi Rp 10 ribujUSS . Untungnya ramalan i tuterhadap valas secara langsung mencerminkan mengem­ tak terjadi, sehingga dia cuma bergema sebagai isu yangpisnya martabat bangsa Indonesia di mata dunia . layu sebelum berkembang . Bila i tu terjadi pun mungkinSebaliknya ketika Rp mulai mengua t, martabat bangsa ini orang tak perlu khawa tir, karena masih dalam batasjuga mulai meningka t . toleransi B1. Sejak awal 2007 nilai Rp nampak anggun di Namun pernya taan Miranda telah merangsang orang kisaran Rp 9 . 185- 9. 200jUS S . Bahkan belakangan sudahun tuk melepas Rp dan memborong dolar, serta meng­ berada di kisaran Rp 8 . 800- 8 . 900jUSS . Lonjakan agak liarakiba tkan nilai Rp mengempis . Tak gampang memahami memang sempat terjadi pada September 2005 saat Rpperasaan pemerintah, pakar ekonomi dan kaum nasionalis tiba- tiba menyusut sampai di a tas Rp 1 1 ribujUSs . Itu,dalam urusan mata uang ini . Tidak ada perdeba tan berarti ka ta banyak pengamat, boleh dianggap sebagai shocksoal i tu sampai sekarang . Sedang karir Miranda terus theraphy saja a tau se tidaknya sebagai peringatan be tapamelaju. Oia sempat dicalonkan menjadi Gubernur B1. Ini pen tingnya pemerin tah SBY -JK berbaik- baik denganmenunjukkan aksi Miranda mendapat penghargaan cukup eksekutif BI, yang telah bekerja laiknya tukang ben­baik di republik. Kini Miranda masih manggung sebagai dungan .Oeputi Senior yang punya posisi cukup s tra tegis dalam Tak dapat dipungkiri fungsi bank sen tral memang
  • 33. sangat pentin g . Namun sepertinya tak diperlukan orang bunga un tuk mencegah pelarian modal dan spekulasi, lalusekaliber Burhanuddin Abdullah sebagai Gubernur B1 dan melonggarkanya beberapa bulan kemudian un tukMiranda sebagai Deputi Senior un tuk menjaga bendunga n . mengurangi inflasi. Pekerjaan seperti i tu mungkin bisaApalagi dengan gaji d a n tunjangan seperti yang diajukan dilakukan oleh kompu ter, asal dipro gram seperti remotedalam rencana anggaran tahunan B1 tahun 2006: To tal trading misalnya . Atau jangan-jangan bisa di- outsourcegaji dan tunjangan Gubernur B1 sebulan mau dianggarkan seperti tenaga sa tpam . Pada bulan Mei 2007 nilai RpRp 223,76 juta - bandingkan dengan presiden yang gaji nampaknya terus mengua t sampai ke level Rp 8 . 900/USS .dan tunjangannya cuma Rp 62,74 juta, sedang w apres Rp Nilai Rp yang s tabil dengan kecendrungan mengua t ini57, 32 juta . Deputi Senior Rp 187,25 juta dan Deputi tentu sedikit banyak ditentukan oleh B1 dan kebijakanRp 169,86 juta . Dengan ka ta lain, dalam se tahun Gubernur makro pasangan Boediono dan ibu Ani . SayangnyaB1 mau dianggarkan mendapa t gaji dan tunjangan sebesar kes tabilan nilai Rp dan makro ekonomi ini tak berhasilRp 2, 685 miliar, Deputi Senior Rp 2,246 miliar dan Deputi menarik gerbong sektor riil un tuk ikut bergerak. Sektor riilRp 2,038 miliar. Jadi jauh di a tas gaji presiden dan w apres te tap melempem, bank- bank tak berani meng- gelon torkanyang dipilih rakya t lewat pemilu dan punya kew ajiban kredit ke sektor rii l . Pertanian, perikanan dan kelautanmengurus 220 juta lebih rakya t. Dalam komponen gaji te tap meranggas kesulitan dana . Sedang kepala- kepalapetinggi B1 itu bahkan sudah dimasukkan tunjangan daerah sebagian lebih senang membiarkan dana APBD- nyaprestasi Rp 45 . 5 1 5 . 500/bulan bua t Gubernur B1, Deputi nganggur di bank. Mereka lebih senang menerima bungaSenior dapat Rp 37.546. 000 dan Deputi Rp 34 . 928 . 5 0 0 . dari uang i tu daripada menggunakannya un tuk mem­Artinya mereka sudah menilai diri berpres trasi, karena i tu bangun daerah dengan segala resikonya . 1ni meng­tun-jangan prestasi langsung dimasukkan ke komponen khawa tirkan banyak kalangan . Karena bila reshufflegaj i . Kendati kasar, ini sedikit lebih canggih dibanding kabine t kedua ini, yang tidak menyentuh tim ekuinDirut PLN Eddie Widiono yang membagi- bagi bonus (ekonomi dan industri), nantinya te tap tak bisa meng­( tantiem) un tuk dirinya sendiri dan kru PLN - ketika gerakkan sektor riil, maka kekecewaan akan semakinperusahaan yang dipimpinnya masih merugi triliunan dahsya t.akiba t inefisiensi, kebocoran, pa t- gulipa t lis trik sw as ta Reshuffle a tau merombak kabine t adalah hak prero­dan berbagai salah urus . gatif presiden . Dan sebagai presiden dan wapres pilihan Dengan rencana gaji petinggi B1 sebesar i tu dan rakya t, SBY -JK tidak perlu ragu melakukannya demianggaran operasional Rp 8 triliun/ tahun, sebenarnya memperbaiki nasib rakya t yang telah memilih mereka .orang boleh berharap banyak dari Burhanuddin dan Bahkan pasangan ini boleh mengambil jalan baru, sepertiMiranda cs. Bukan sekadar menjaga bendungan agar nilai meminta penghapusan 30% utang luar negen yangRp berada di kisaran Rp 9 . 000 - Rp 1 0 . 000/USS . Apalagi tergolong najis i tu, menya takan obligasi rekap tidakcuma lewat cara - cara konvensiona l : manaikkan suku berlaku, dan lain-lain . Sebab i tulah jalan pintas paling
  • 34. rasional un tuk membangun negara dan bangsa Indonesia yang mencin tai rakyatnya sepenuh ha ti, un tuk mengubahyang lebih bermartabat. Bila tidak dilakukan, maka segala keadaan lewat reformasi kedua a tau revolusi .upaya yang sedang berjalan, termasuk pembrantasan Reformasi kedua yang lebih dahsya t a tau bahkankorupsi dan penegakan hukum, akan kurang berarti . revolusi, bukan lagi mustahil saat ini . Apalagi bila diingatSebab semuanya tidak berpengaruh langsung terhadap rakya t sudah punya pengalaman dua kali menumbangkanperbaikan nasib rakyat, biaya hidup, pendidikan, trans­ rezim. Pertama pada 1998, saat kekuatan reformasi danport, harga sembako, dan yang ringan- ringan semacam rakya t di bawah Amien Rais berhasil memaksa dikta tor 32i tu . Apalagi bila diingat kadang- kadang setelah seorang tahun Soeharto lengser ke hprabon . Kedua, ketika wakil­pejabat dihukum karena terbukti korupsi lewat berbagai wakil rakya t di MPR berhasil memaksa presidenmark up dan pungutan tambahan, biayanya malah Abdurrahman Wahid yang dipilih lewat pemilu demokra tis,bertambah setelah dia diganti. Lihat saja misalnya biaya meninggalkan istana negara pada 2002. Ke depan nantihaj i . Setelah Menteri Agama (Kabinet Mega- Hamzah) Said rakya t yang sudah dikecewakan oleh partai politik danAgil al Munawwar dibui karena korupsi, ongkos naik haji wakil- wakilnya, akan bisa bertindak lebih beringas. Rakyatbukannya turun, malah semakin maha l . Ini bertentangan Papua telah membu tikannya beberapa waktu lalu. Wakil­dengan logika . Sebab dengan pikiran sederhana saj a : bila wakil partai di DPR, yang selalu bisa dilunakkanbiang mark up dan pungutan tambahan dihilangkan, biaya pemerin tah lewat politik uang, kenaikan gaji danseharusnya turun . Itu sebuah contoh kecil . Dalam tunjangan Rp puluhan juta se tiap rakya t mendapat bebanmasalah listrik, ada juga contoh menarik. Partai Demokrasi tambahan, tentu tak akan didengar lagi .Indonesia Perjuangan (PDIP), yang protes terhadap Memang dengan cara i tu pemerin tah selalu berhasilkenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada masa Gus Dur, melunakkan para wakil rakya t dan membua t suara merekamalah menghadiahi wong cilik kenaikan TDL rutin 4 bulan terpecah- pecah se tiap kepen tingan rakya t sedang diper­sekali ketika berkuasa . Ini menunjukkan Negara ini telah taruhka n . Con tohnya tunjangan tambahan Rp 10 jutadiurus tanpa perencanaan yang matang dan target bua t anggota DPR, saat pemerin tah menaikkan harga BBMterukur yang dibua t sendiri . ra ta- ra ta 126% Oktober 2005 . Lalu mandulnya para wakil Sebagai seorang jendral, SBY ten tunya punya kebe­ i tu saat pemerin tah mengimpor beras dan rencanaranian eks tra un tuk menempuh jalan baru memperbaiki kenaikan gaji mereka menjadi sekitar Rp 50 juta/bulan -nasib wong cilik. Bahkan un tuk menempuh jalan-jalan saat pemerin tah berencana menyerahkan blok Cepuyang tak pernah dite mpuh oleh para pendahulunya . kepada Exxon dan menaikkan tarif dasar listrik yangTanpa keberanian seperti i tu, dapat dipastikan, nasib kemudian batal. Semua i tu jelas membua t rakya t sadarbangsa ini akan terus berputar- putar, ketika bangsa­ bahwa wakil- w akilnya sudah dibeli, sebuah presedenbangsa lain telah memasuki millenium ke tiga . Atau buruk yang amat berbahaya . Sebab membungka m wakilIndonesia terpaksa menunggu seorang nasionalis sejati, rakya t tidak sama artinya dengan memuaskan rakyat.
  • 35. Lemahnya DPR dalam isu- isu yang berkai tan dengan undang ke tenagakerjaan jus tru menghapus kewajibankepentingan rakya t cuma semakin mencoreng nama perusahaan un tuk membawa karyawannya memiliki kehi­Golkar dan Partai Demokra t, serta partai-partai gurem lain dupan yang layak bagi kemanusiaan . Padahal i tu merupa­pendukung kebijakan anti rakya t. Pada gilirannya gejala kan salah satu cita-ci ta kemer- dekaan dan tuntutanini akan melahirkan sikap anti parta i . Bila sudah sampai ke reformasi. Revisi juga menghapus hak cuti besar (2 bulan)tahap i tu, rakya t akan merasa tidak memiliki wakil lagi di bagi pekerja yang telah mengabdi pada perusahaanlembaga- Iembaga perwakila n . Kemudian keinginan dan selama 6 tahun lebih dan menurut UU No 13/2003 dapatke tidakpuasan mereka akan disalurkan lewat jalan-jalan diambil pada tahun ke 7 dan 8. Hak mogok, pesangon bagiyang tidak konvensional dan inkonsti tusional, seperti yang terkena PHK (kecuali yang bergaji di bawah Rp 1ketika menjelang kejatuhan Soeharto tahun 1998 . juta) dan dana pensiun dihapus pula dalam revisi. Bila Gejala penyaluran aspirasi lewat jalan-jalan lain pengebirian hak- hak tenaga kerja seperti i tu diusulkansudah mulai terlihat. Pendudukan gedung DPRD di ber­ oleh pemerin tah dan dise tujui pula oleh DPR, maka rakya tbagai daerah, pemukulan terhadap lurah dalam masalah akan tergiring ke jalan bun tu .BLT, penolakan terhadap penggusuran oleh apara t dan Gejala ini tentu mengkhawatirka n . Sebab mengang­pelemparan batu terhadap pasukan polisi di halaman ka t harka t dan martabat bangsa un tuk memiliki kehidupankampus Universitas Cendrawasih, Papua Bara t adalah yang layak bagi kemanusiaan, bebas dari rasa takut,fakta- fakta yang sudah berbicara sendiri . Daftar ini bisa bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari kebodohan,diperpanjang, misalnya dengan aksi buruh dan pekerja di bebas dari penganiayaan, bebas dari panas dan hujan,seluruh tanah air tahun 2006. Mereka seka ta menolak dan hal- hal mendasar semacam i tu adalah kewajibaninisia tif pemerin tah un tuk merevisi Undang- Undang Kete­ negara yang mesti dijalankan sepenuhnya olehnagakerjaan No 13/2003 . Dalam hal yang terakhir i tu pemerinta h . Untuk mewujudkan tujuan tersebut negara­pemerin tah dinilai telah bertindak terlalu jauh sampai negara bara t yang maju berani menekan negara- negaramenjadi kaki tangan perusahaan swasta dan asin g . Hal ini lain - bahkan melakukan invasi mili ter. Invasi mili ter AS kesekaligus mengindikasikan bahwa korporatokrasi mulai Korea, Vietnam, Panama, Afganistan dan Irak adalah buktimenemukan ben tuknya di negeri ini. dari kepedulian pemerintahnya terhadap perut warganya . Revisi undang- undang biasanya dilakukan un tuk Bila Kabine t Indonesia Bersa tu SBY - JK sebagai ins ti­memperbaiki hal- hal yang dianggap kurang manusiawi tusi, yang mendapat kepercayaan mengelola kekayaanmenjadi lebih man usia wi, dari yang kurang adil menjadi alam, bumi dan laut Indonesia, membebaskan diri dariadil, dari yang membera tkan pekerja menjadi yang kew ajiban tersebut, maka kehidupan rakya t dan bangsameringanka n . Dalam hubungannya dengan upah, maka ini akan benar- benar terpuruk. Negara liberal semacamperubahan biasanya dilakukan dari upah yang terlalu Belanda saja sangat sensi tif terhadap hal- hal seperti i tu .rendah menjadi sesuai s tandar. Anehnya revisi undang- D i negeri kincir angin, pemerin tah menjaga agar rakyatnya
  • 36. tidak bekerja melampau kewajaran. Oi sana dite tapkan listrik dan BBM seperti orang Jepang, tentu pada saatyang w ajar bagi kemanusiaan i tu adalah 40 jam seminggu penghasilan mereka juga setinggi orang Jepang. Kini saata tau 8 jam per hari (5 hari kerj a ) . Oalam 40 jam seminggu mereka cuma bisa makan dua kali sehari dengan menui tu penghasilan harus bisa menghidupinya secara layak seadanya, setelah bekerja 10 - 12 jam sehari (7 haribagi kemanusiaan . Artinya gajinya cukup un tuk makan­ seminggu) di pabrik- pabrik a tau di mal- mal - denganminum dengan kandungan gizi yang bagus (ada daging, liburan sistem shift 2 minggu sekali, pemerin tah mestinyatelur, ro ti, susu, buah, dan lain- lain), bisa bayar sewa membua t a turan lebih ke ta t kepada perusahaa n . Kitarumah yang layak (Iengkap dengan pemanas ruangan, mengundang inves tor swasta dan asing, bukan un tuklistrik berlimpah, gas dan air bersih), membeli pakaian, memberi mereka segala previlege mengeruk kekayaanbahan bacaan, alat hiburan, dan lain- lain, plus asuransi sebanyak- banyaknya dari negeri ini. Juga tidak un tukdan sedikit tabungan . Pendidikan anak- anak? Sudah memberi kesempatan mereka memeras tenaga kerjamenjadi tanggungan negara . seenaknya sendiri seperti tertuang dalam revisl Oi negeri kincir angin i tu pekerja a tau buruh meneri­ undang- undang N o . 13/2003 ten tang ke te- na gakerjaan .ma minimal f ( gulden) 15 per jam setelah dipotong pajak Kita mengundang mereka cuma un tuk mempercepatun tuk pekerjaan kasar a tau yang tidak memerlukan rakya t negeri ini mencapai tingka t kemakmuran danke tra mpilan khusus . Sedangkan harga 1 kg daging f 10 keadilan, sehingga martabat mereka se tara dengan wargaper kg dan harga 1 liter susu segar f 0,95) Jadi seorang negara- negara maJu.pencuci piring di restoran misalnya, akan mampu membeli Itu jelas bukan tugas gampang . Mungkin i tu pula 1,5 kg daging sapi kualitas bagus dengan kerja 1 jam a tau sebabnya rakya t memilih SBY -JK sebagai presiden danmembeli seki tar 15 liter susu segar. Setiap perusahaan w apres pada pemilu 2004. SBY yang jendral mili ter dan JKa tau pemberi kerja dituntut un tuk memenuhi i tu dan yang pengusaha diharap menghasilkan formula jitu un tukapara t pemerin tah rutin melakukan kontro l . Perusahaan memperbaiki ke terpurukan bangsa ini. Apalagi dari sisiyang tidak mampu a tau tidak mau memberikan upah sumber daya manusianya negeri tercinta ini juga sudahminimal itu, dikenai denda dan perusahaannya ditutup . mengkhawatirka n . Be tapa tidak! Menurut sensus tahunTentu negara berkembang semacam Indonesia tak bisa 2003 : 64, 5% penduduk berusia 10 tahun ke a tas cumadibandingkan dengan Belanda yang tergolong negara maju. berpendidikan sekolah dasar (SO) ke bawah. Lengkapnya Namun bila pemerin tah berani memaksa rakyatnya seperti ini: 8,5% tak masuk SO, 23,0% tak tamat SO (00un tuk membayar tarif BBM dan listrik setinggi negara­ di tengah jalan), dan yang tamat SO cuma 33,0% .negara maju, tak ada salahnya bila pemerin tah berani Artinya dalam 10 tahun ke depan, orang- orang inilah yangmengarahkan perusahaan- perusahaan dan para inves tor akan memenuhi bursa tenaga kerja kita . Sementara dariasing un tuk membayar tenaga kerjanya dengan s tandar 42 juta usia sekolah, w ajib belajarnya cuma menjangkautinggi. Rakyat Indonesia jelas tidak kebera tan membayar 32,9% alias 67, 1% gagal . Itu berarti Indonesia, setelah
  • 37. 60 tahun merdeka, cuma mampu menyediakan tenaga petinggi negara dari dunia kampus i tu, tentu mereka akankerja kasar, kurang ke tra mpilan dan pendidika n . Anak­ bisa dilunakka n . Orang- orang Pakistan, Argentina dananak petani, nelayan, perajin, tukang ba tu, tukang gali bahkan Nigeria saja bisa melunakkan mereka dengansumur, dan lain- lain cuma bisa melanjutkan pekerjaan alasan rakyat, masa kedua Doktor Ekonomi handal i tu takorang tuanya dengan keahlian dan ke tera mpilan yang bisa .tidak meningka t . Jadi ketika aset- aset negara dan Ekonom semacam Cha tib Basri dan M Ichsan,perusahaan yang bagus- bagus berpindah tangan kepada serta para wakil rakya t di DPR tentu diharapkan lebihasing, sebagian besar rakya t negeri ini akan berubah peka lagi terhadap gejala- gejala terpinggirkannya hak- hakstatus menjadi sekadar kuli dengan gaji rendah dan boleh rakya t di hadapan perusahaan dan lembaga- Iembagadiberhen tikan kapan saja tanpa alasan, tanpa pesangon­ super duni a . Un tuk i tu tidak dibutuhkan s tudi banding keseperti yang dikehendaki oleh para pemrakarsa dan negara- negara lain. Cukup lakukan penelitian holistik aliaspendukung revisi undang- undang No 13/2003 yang akhir­ partisipatif saa t reses. Caranya mudah: menginap sajanya ditunda itu. dua - tiga hari di tempa t- tempa t kos para buruh pabrik di Cuma orang-orang yang mencin tai bangsanya yang Jababeka dan mal yang listriknya dijatah 100 watt perbisa meliha t itu sebagai krisis. Bila un tuk menga tasi krisis pintu . Lalu coba makan dengan menu mereka sehari- hari,perbankan pemerin tah berani menggelon torkan BLBI Rp yang memang disesuaikan dengan gaji . Sekali- sekali para 144 triliun, plus obligasi rekap Rp 600 triliun, tentu krisis men teri dan keluarganya boleh bergiliran seminggu sekalipendidikan itu juga menuntut keberanian pemerin tah tinggal di rumah- rumah penduduk yang berada di bawahun tuk menggelon torkan dana ra tusan triliun gun a me­ SUTET. Atau anggota DPR boleh juga secara bergiirannanggulanginya . Se tidaknya harus ada keberanian moral menginap dalam tenda deka t semburan lumpur panasun tuk mengalokasikan 20% APBN bua t pendidikan, bukan Lappindo, Sidoarjo sambil menyaksikan kematian industricuma Rp 34 triliun seperti yang telah dianggarkan dalam rumahan di daerah itu. Penelitian partisipatif seperti iniAPBN 2006 - jauh di bawah alokasi anggaran pembayaran akan menghasilkan pencerahan luar biasa dan menum­utang dalam dan luar negeri ditambah bunganya yang buhkan cinta kepada bangsa sendiri . Dengan demikianmencapai Rp 140,22 triliun . Darimana dana i tu bisa perjuangan un tuk mengangka t harka t dan martabatdiperoleh? Minta saja sejoli Budiono dan Sri Mulyani un tuk bangsa akan lebih bertenaga, tak mudah melempemmenukar tempa t kedua i te m tersebut dalam APBN . Tentu seperti yang sudah- sudah saat diimingi tambahan gajiIMF, Bank Dunia, Paris Club, WTO dan lain- lain akan a tau tunjanga n .berang, seperti berangnya mereka ketika Argen tina Segala metoda d a n jalan yang telah dite mpuh DPRmelakukan tindakan semacam itu. Toh orang sekaliber selama ini telah menghasilkan kekecewaan luar biasa diBudiono dan Srimulyani pasti bisa menga tasinya . Bila akar rumput. Di sisi lain para anggota dewan yang ter­lembaga- Iembaga super i tu memang menghorma ti kedua horma t pun nampaknya juga bisa membaca kekecewaan
  • 38. i tu . Anehnya mereka tak berusaha menjembatani kesen­ ke bawah jembatan layang yang space- nya lumayan luas,jangan yang terus melebar, tapi malah menjaga jarak dari dagangan dan rombong mereka dirusak oleh polisi pamongrakya t yang diwakilinya . Ini pada gilirannya menimbulkan praj a . Setelah i tu space i tu diberi pagar besi tinggi.perasaan tak aman di kalangan anggota dewan dan Mereka kemudian dibiarkan menggelar dagangan di spaceparanoya berlebiha n . Pemagaran sekeliling gedung OPR! yang sangat sempit dan tak layak di sudut jembatanMPR, dengan pagar besi tajam setinggi 4 me ter, adalah layang, seperti manusia gua . Bencana yang di timbulkanbukti yang paling kasat mata . Bisa jadi dalam 2-3 tahun dari aksi kepala daerah i tu terhadap rakyatnya samake depan para anggota dewan akan meminta fasili tas dahsya t dan merusaknya dengan bencana alam . Jauhbody guard dan senjata un tuk melindungi diri dari rakya t. sebelum i tu 14 ribu pedagang kaki lima kawasan Monas Akumulasi kekecewaan, frus trasi dan kemarahan telah diusir paksa oleh apara t pemda OKI, hanya un tukrakya t terhadap presiden dan wapres, serta wakil- w akil menempatkan beberapa ekor rusa di situ . Sebagianyang dipilih sendiri ini akan sangat berbahaya . Rakyat di memang kemudian ditampung lagi, tapi kawasan i tu sudahakar rumput kini cuma menanti seorang negarawan sejati tidak lagi bisa menghidupi para pedagang dan keluarganyayang datang dengan cinta . Gejalanya sudah mulai seperti dulu. Pemerinah daerah Provinsi, kabupaten danterlihat. Aksi damai yang diselenggarakan bertepatan ko ta madia lain di seluruh Indonesia juga melakukan haldengan ulag tahun Gerakan Malari pada 15 Januari 2007 yang sama : mengusir kaum miskin dari pusa t- pusa t ko ta,oleh Harriman Siregar, dan kawan- kawan terang- terangan bukan mengentaskan kemiskinan.mengusung tema cabut mandat. Ini adalah tema besar, Oi sisi lain bencana alam semakin sering saja menda­yang bila tak ha ti- hati menanganinya akan menjelma tangi penduduk beberapa tahun terakhir. Bencana­menjadi api yang membakar republik. Gerakan ini akan bencana ini dengan segala ben tuknya terus berdatanganmenjalar ke daerah-daerah dengan tema mencabut silih- berganti menimpa berbagai daerah secara bergilira n .mandat gubernur, bupa ti, waliko ta, dan lain- lain . Apalagi Ada tsunami, a d a gempa, gunung mele tus, banjir,para gubernur, bupati dan waliko ta i tu seperti serempak kekeringan, tanah longso� berbagai penya � � busungmenjalankan program yang sama setelah keluar sebagai lapar, demam berdarah, flu burung dan berbagai kecela­pemenang dalam pemilihan kepala daerah (pilkada ) . kaan kereta api, kapal laut, serta pesawat udara . BelumSepanjang tahun lalu sampai saat I n ! kita bisa lagi soal semburan lumpur di Porong, Sidoarjo, Jawa timur.menyaksikan bagaimana para kepala daerah i tu meme­ Kesalahan manusla Inl telah dicoba pelintir menjadirangi orang miskin di daerahnya masing- masing . Waliko ta bencana nasional semacam tsunami, sehingga biayaJakarta Timur, misalnya, telah berhasil membersihkan penanggulangannya harus ditanggung negara . Inidaerahnya dari pedagang kakilima tanpa solusi . Oi seki tar nampaknya membuahkan hasil . Buktinya tak sulit dicari .terminal Kampung Melayu tro toir dibikin miring agar tidak Lihat saja APBN perbaikan 2007. Oi sana pemerin tah telahdijadikan tempa t berdagan g . Lalu ketika mereka berpindah mengalokasikan dana triliunan un tuk menanggulanginya .
  • 39. Padahal kalau untung, PT Lapindo Inc yang sedang menerus selama se tahun lebih tanpa kepastian. Sebagianberburu gas alam di kawasan i tu boleh mengempitnya malah telah menderi ta gangguan jiwa karena tak kua tsendiri, bila perlu bebas pajak. Artinya bencana, yang menahan deri ta akibat luapan lumpur yang meneng­secara tidak langsung meliba tkan dua raksasa Grup gelamkan rumah, sawah dan tempa t usaha mereka .Medco (Arifin Panigoro) dan Grup Bakrie ( Nirwan Bakrie) Ketiga, dia telah melegalkan penggunaan uang Negaraharus ditanggung oleh seluruh rakya t Indonesia yang un tuk kepentingan perusahaa n .sudah melara t . Padahal yang diharapkan hanyalah a g a r presiden Mestinya pemerin tah tidak perlu bertindak terlalu dan para pembantunya di kabine t yang pin tar- pintar i tu,jauh. SBY- JK sebagai presiden dan wapres pilihan rakya t agar Lapindo tidak melansir persyara tan lain yang mem­cukup bertindak sebagai pelindung rakya t. Presiden a tau bera tkan korban . Perpres No 14/2007 tentu telahw apres cuma perlu memanggil bos- bos perusahaan yang dipikirkan masak- masak sebelum dikeluarka n . Ada dasar­terlibat dan memaksa mereka un tuk mengembalikan dasar pemikiran dan perenungan mendalam yang men­kehidupan dan masa depan para korban lumpur dengan dahuluinya . Cuma bila dasar- dasar pemikiran i tu tidaktengga t waktu yang ke ta t. Mereka telah kehilangan dijelaskan kepada halayak ramai, maka yang timbl jus trutempa t tinggal, kampung halaman, ladang nafkah, in terpre tasi negatif ten tang itu. Pada gilirannnya ini bisasekolah, tempa t mengaji, masjid, masa lalu, masa kini dan menimbulkan perasaan kecewa yang sulit disembuhka n .bukan tindak mungkin juga masa depan mereka . SBY-JK, Oleh karena i tu apabila a d a interplasi dari wakil rakya tyang telah mendapatkan kepercayaan rakyat, bisa mengenai i tu, presiden harus berani menjelaskannya dimenggunakan kesempatan ini un tuk membuktikan rasa depan sidang wakil rakya t. Apalagi bila diingat ketikacinta mereka kepada rakyat, kepada tanah air. Tentu presiden mengutus 7 men terinya, yang berasal daripemerin tah juga boleh membantu kedua raksasa i tu berbagai partai un tuk menjawab pertayaan DPR dalamdengan dana talangan a tau pinjaman, agar proses ganti­ masalah resolusi PBB un tuk Iran, telah disalahartikanruginya tidak berlarut- Iarut. Namun bila meliha t Perpres banyak kalangan sebagai upaya menjinakkan DPR. SedangNo 14/2007 tentang Pemben tukan Badan Penanggulangan kalagan awam menilainya sebagai perbua tan pengecut.Lumpur Sidoardjo, nampaknya bukan i tu yang ingin Masalah lain yang juga sangat mencoreng mukadicapai. Se tidaknya ada 3 hal yang patut diperha tikan Kabine t Indonesia Bersa tu SBY -JK beberapa bulan terakhirdari Perpres tersebut: pertama, dia meng- alihkan seba­ adalah Perjanjian Ekstradisi dengan Singapura . Perjanjiangian besar tanggungjawab dari pihak Lapindo kepada ekstradisi dengan Negara ko ta i tu tentu merupakanpemerintah, teru tama dalam perbaikan infras truktur dan agenda penting kabine t, yang sejak awal menya takanbiaya so sial. Kedua, dia mengizinkan pembayaran ganti­ perang terhadap korups i . Sedang para koruptor besar danrugi dengan mencicil tanpa bunga . Padahal para korban mereka yang dikategorikan sebagai penjahat ekonomitelah merasakan penderi taan i tu langsung dan terus- sebagian malah bersarang di negara tetangga itu. Dalam
  • 40. hal ini orang sering menunjuk bos grup Raja Garuda Mas dilakukan Budiono hanya sa tu bulan se telah perin tah(RGM) Sukan to Tanoto dan bos Grup Gajah Tunggal cekal i tu keluar, tanpa penjelasan sampai sekarang .Syamsul Nursalim . Mereka dan pengusaha semacam i tu Sedang u tangnya kepada Bank Mandiri sebesar USS 700disinyalir mendapa tkan perlakuan istimewa di Singapura, ju ta lebih, yang dulu diberi takan dihapusbukukan diru tkarena membawa banyak duit dari Indonesi a . Cuma w aktu i tu ECW Neloe, telah dibantah Suka n to . Orangmengeks tradisi konglomera t besar semacam Syamsul dan terkaya Indonesia (menuru t Forbes Asia edisi OktoberSuka n to ten tu bukan perkara muda h . Bahkan mustahil, 2006) i tu mengaku tak ada masalah dengan u tangnya,meskipun misalnya sudah ada perjanjian eks tradisi dengan dan dia te tap membayar cicilan dan bunganya .Singapura . Soalnya mereka belum pernah dibawa ke meja Baik kasus release & discharge buat Syamsul dkk,hij au dalam dakwaan apa pun . Bahkan penyelidikan a tau maupun kasus Unibank dan u tang Suka n to di Bank Mandiripenyidikan pun tak pernah dilakukan terhadap mereka . sampai saa t buku ini ditulis tak pernah dipermasalahkanJadi tidak ada alasan hukm untuk mengeks tradisi mereka . Kabine t SBY - JK. Jadi siapa yang mau dieks tradisi? Dan Syamsul, yang lewa t banknya BDNI telah melahap apa alasannya? Seperti ka ta Mensesneg Prof. Dr. YusrilBLBI Rp 27,4 triliun, memang pernah dipanggil kejaksaan Ihza Mahendra sebelum reshuffle kedua, yang men­pada masa Gus Dur- Megawa ti . Dia tak d a tang dengan depaknya keluar, perjajian eks tradisi i tu tidak sertamertaalasan kesehatan . Lalu bos BDNI i tu kabur ke Singapura bisa memboyong koruptor balik ke Indonesia bersamadengan alasan beroba t. Kasus i tu kemudian menguap. uangnya . I tu memerlukan proses panjang mulai dariBahkan pada masa Kabine t Go tong Royong Mega- Hamzah, penyelidikan, penyidikan, sampai ke proses pengadilanSyamsul bersama konglomera t besar lain penand a tangan dan vonis. I tu bisa memakan waktu bertahun- tahun .master se ttlement & acquisi tion agreement (MSAA) diberi Sedang tanpa proses pengadilan dan vonis bersalah,hadiah sertifika t release & discharge (lunas dan bebas maka tidak seorang pun bisa dipaksa kembali ke Indonesiadari segala tun tu tan hukum oleh Ke tua BPPN w aktu i tu bila dia tidak menghendakinya . Masalahnya akan ber­Syafruddin Arsyad Temenggun g . tambah runyam lagi bila yang bersangkutan sudah ber­ Sedang Sukan to, s i b o s RGM memang pernah ganti kewarganegaraan .dicekal berkai tan dengan bangkrutnya Unibank miliknya Namun nampaknya masalah eks tradisi ini telah diper­yang membebani Negara Rp 4 triliun lebih. Dia juga juangkan kabine t Indonesia Bersa tu SBY - JK berapa pundianggap telah merekayasa kepemilikan bank tersebut biayanya ( a t all cost) . Cuma pemerintah Singapurasampai berkeping- keping menjadi 20 lebih, di mana bertindak lebih cerdas . Mereka langsung mengai tkannyaSuka n to menjadi pemegang saham minori tas yang tidak dengan masalah pertahanan dan l a tihan perang a taubisa dimintai pertanggungjawaban. Sedang perin tah defence coopera tion agreement (DCA) . Wakil Indonesiacekalnya sendiri telah dicabut a tas permin taan Budiono yang hanya punya sa tu tujuan, penand a tanganan perjan­yang saa t i tu menduduki posisi menteri keuangan . I tu jian eks tradisi dan merasa di a tas angin, langsung
  • 41. terjebak. S e telah sama- sama menanda tangani kesepa­ Tentu d a p a t dimaklumi bila para wakil rakya t di DPRka tan, barulah disadari bahwa Singapura mengambil keun­ berang . Mereka bahkan menilai perjanjian i tu sebagaitungan jauh lebih banyak dan berdam- pak mengurangi menggadaikan kedaulatan untuk sesuatu yang tak pasti.kedaulatan Republik Indonesia dalam jangka panjan g . DPR menolak mera tifikasinya . Sedang Menteri Pertahanan,Sebab Singapura boleh menggunakan w ilayah laut yang juga pakar hubungan internasional, ngotot memaksaIndonesia sebagai tempat la tihan perang, termasuk dew an berpikir ulang bila ingin menolak. Juwono yangmelibatkan pihak ke tiga seperti AS, dan lain- lain . Ten tara ren ta, ibara t pohon cokla t telah melew a ti usia 7 tahunNasional Indonesia (TNI) sebagai tuan rumah tidak alias lew a t masa produktifnya, berargumen : "dengandibolehkan terlibat dalam l a tiha n . Indonesia juga tidak perjanjian eks tradisi, Indonesia dipastikan bisa mengem­diperkenankan iku t mengatur, termasuk soal senj a ta dan balikan aset Negara US$ 600 ju ta yang dilarikan koruptorpeluru macam apa yang boleh digunakan dalam la tihan ke Singapura . " Siapa yang menjamin? Bagaimana pulauntuk misalnya melindungi nelayan dan habita t laut. caranya? Apalagi angka yang disebu tnya sangatlah kecil . Singapura merasa ke terlibatan TNI akan mempenga­ Ada dua kemungkinan yang mendorognya memberiruhi jenis latihan dan mengubah substansi perjanjian per­ angka sekecil i tu . Pertama, dia memang tidak punya d a tatahana n . Negara kecil i tu ten tu pantas memperjuangkan akura t ten tang berapa banyak uang Negara yang dibawakepen tingannya sendiri . Yang tampak naIf jus tru pihak kabur ke negeri jiran i tu oleh koruptor a tau penjaha tIndonesi a . Bagaimana jika mereka ternyata berl atih di ekonomi . Kedua, yang dimaksudhnya memang penjaha twilayah Rl untuk mempecundangi TNI, bila sua tu saa t ekonomi kelas teri . Dia menambahkan, seperti diku tipterjadi konflik bersenj a ta . Panglima TNI Djoko Suyan to Koran Tempo ( 14 Juni 2007) : "Perjanjian eks tradisi, imple­mengaku telah dua kali meminta Singapura membahas menta tion agreement, dan DCA merupakan tiga hal dalamsoal teknis la tihan perang yang akan digelar di w ilayah sa tu pake t. Apabila ada salah sa tu yang tidak dira tifikasi,Indonesia, tapi tidak mendapat tanggapa n . Saya jadi artinya perjanjian yang lain juga tidak berjalan," ka tateriga t sejarah bangsa kita . Dulu raja- raja nusan tara mantan Dekan Fakultas I1mu S osial dan I1mu Politiksudah ditipu oleh kompeni dalam perjanjian yang tidak Universi tas Indonesia i tu tegas e n tah mew akili siapa .dimengertinya . Mereka menyangka tidak akan ada Mestinya dia bisa berbicara tegas pula terhadapkonsekuensi yuridis dari kertas- kertas yang di tanda­ Singapura . Hal senada juga dilontarkan Departemen Luartangani . Lalu Soeharto yang panik di tengah krisis yang Negeri Singapura seperti diku tip AFP . "Posisi Singapuramenyesakkan dada, menandatangani 50 poin LoI yang adalah bahwa perjanjian i tu sudah selesai dan isinya tidakjuga tidak dimengertinya . Ironis sekali bila Menteri bisa diubah begitu saja a tau sebagian tanpa menimbulkanPertahanan Prof. Dr. Juwono Sudarsono dan Menlu Hasan risiko berantakannya seluruh pake t perjanjian eks tradisiWirayuda juga terjebak dengan cara yang sama, di zaman dan pertahanan . "reformasi pul a . Pernya taan i tu dengan gamblang menunjukkan b e ta-
  • 42. pa supenornya POSISI Negara mIni Singapura di hadapan pemimpin dan wakil- w akil mereka . Bila i tu terjadi, makarepublik Indonesia, sehingga dia berani mendiktekan cabut mandat adalah tema yang akan semakin populer.kehendaknya . Kekalahan ini seperti melengkapi kekalahan Cabu t mandat nantinya akan berubah menjadi sa tu­yang berlangsung terus di tengah era globalisasi . Sebelum sa tunya jalan untuk menghentikan bencana lebih jauh.i tu republik yang diwakili Dr. Rizal Malarangeng dan Lien Apalagi se telah kasus aliran dana nonbujuter DepartemenCie Wei telah menelan kekalahan melawan Exxon, sehigga Kelau tan dan Perikanan (DKP) diungkap mantan menteri­blok Cepu harus diserahkan pengelolaannya kepada nya Rochmin Dahuri di Pengadilan. Aliran dana i tu telahperusahaan AS tersebu t. Jauh sebelumnya pula pada membuat tokoh- tokoh nasional partai, baik yang dari blokmasa Kabinet G otong- royong Mega- Hamzah, Indonesia reformis maupun s tock lama, menjadi najis di m a taharus menyerahkan Pulau Sempadan dan Lig i tan kepada masyaraka t. Sebagian dana i tu ada yang d a tang dariMalaysia . Ini merupakan akibat dari kekalahan diplomatik pengusasaha impor pasir laut Singapura . Mereka merasaRl di bawah pimpinan Men teri Luar Negeri Hasan Wirayuda perlu memberikannya kepada menteri Rochmin waktu i tu .di mahkamah internasional . Bukan tidak mungkin Ambala t Tujuannya agar 7 kapal berbendera asing, yang ter­pun nantinya akan terlepas, mengingat kemampuan tangkap basah mengangkut pasir dan d i tahan pemerintahdiplomasi Rl di ranah internasional makin meng­ Indonesia, dibebaska n .khawa tirkan saj a . Sedang posisi sang menlu te tap Ekspor pasir l a u t i n i telah memperluas teritorialdipertahankan sampai sekarang . Bahkan Juwono yang Singapura dari 560 km2 menjadi 660 km2 dalam 30 tahun .dulu dikenal sangat brilian dan sangat saya kagumi, Menurut d a ta resmi pemerintah Singapura pasir yangdiusianya yang uzur sudah menjadi selemah i tu . Indonesia sudah diangku t 18,8 miliar kubik a tau senilai Rp 105modern sangat merindukan kembalinya diplomat- diplom a t triliun. Bertambahnya dara tan Singapura seluas 100 km2jempolan sekelas Haji Agus Salim d a n Muhammad Roem i tu ten tu membuat batas laut Singapura bertambah maj u .yang tak geme taran menghadapi negara lain. Bukan tidak mungkin nanti beberapa pulau kita yang Jelas ada yang salah di negeri ini, sehingga bencana berdeka tan dengan Singapura akan bisa diklaim sebagaiterus mengepungnya dari segala ara h . Sebagian terang­ miik mereka . Atau se tidaknya menjadi sengke ta diterangan menganggapnya sebagai azab dari Allah. mahkamah internasional yang menghabiskan energi danSebagian lagi menilainya sebagai akibat kebodohan para biaya mahal. Artinya pemerintah Indonesia sendiri danpemimpin negara, dan yang lain melihatnya sebagai reaksi perusahaan- perusahaan nasional telah memberi senj a taalam . Akibat ulah segelin tir orang- orang yang mau cari kepada negara te tangga i tu untuk merampok wilayah kita .untung sebanyak- banyaknya, alam kehilangan keseim­ Saya jadi tering a t Ambalat. Pulau kecil, yang mengandungbangannya dan bereaksi balik. Bukan tidak mungkin sua tu minyak ini, dulu masuk wilayah Indonesi a . Kini menjadisaa t ada orang yang bisa meyakinkan penduduk bahwa sengke ta dengan Malaysia se telah pulau Lig i tan danazab ini d a tang, karena mereka telah salah memilih Sepadan masuk w ilayah mereka dank arena i tu wilayah
  • 43. laut Malaysia meluas sampai ke Ambala t. Tentu kita tidak pen ting bisa dibereskan dulu .ingin perluasan Singapura akibat ekspor pasir i tu meng­ Cuma karena kasus tersebut telanjur merusakakiba tkan kita kehilangan beberapa pulau lag i . Di sisi lain partai- partai dan nama- nama tokoh pen tingnya di ta taranakiba t ekspor pasir i tu, secara legal maupun sembunyi­ politik, maka perlu juga dibua t lembaga ad hoc untuksembunyi, telah menimbulkan kerusakan lingkungan di menjernihkannya . Tanpa upaya seperti i tu, maka rakya t dipulau- pulau sekitar Selat Malaka . Bahkan pulau Nipah akar rumput akan menganggap semua partai dansempat hilang akibat pengerukan pasir. Nah sebagian tokoh- tokohnya tak bisa dipercaya . I tu sangat berbahayadana i tu telah, seperti terungkap dipengadilan, telah iku t bagi masa depan bangsa . Padahal sebagian mungkinmembentuk dana n o n buj e ter D KP yang dialirkan Rochmin benar- benar bersih. I tu sebabnya daripada semua menjadike berbagai lembaga, termasuk partai- partai dan tokoh­ korban, ada baiknya kasus ini dibongkar habis. Merekatokohnya . yang bersalah, se tidaknyan harus mendapa tkan sangsi Amien sendiri, si pemimpin kaum reformis, secara politik. Sebab kasusnya juga berada di wilayah politik.jantan mengakui menerima aliran dana D KP tersebu t. Ada beberapa opsi yang bisa diambil. Pertama,Bahkan dia menyebu tkan sekalian bahwa dana i tu telah partai- partai yang memakai uang haram i tu dibubarkandipakainya untuk pasang iklan dalam rangka pilpre s . Untuk saja untuk menciptakan efek jera . Seka i tan dengan i tui tu Amien bersedia dihukum . "Ya kalau karena i tu saya ekseku tif partai dicabut hak politik- nya untuk dipilihmesti masuk penjara 10 tahun, misalnya, ya gak apa . sebagai anggota dewan maupun dalam jabatan kenega­Yang penting Indonesia bisa menjadi negara maju dan raa n . Sangsi ini mungkin terlalu keras, tapi efeknya akandemokra tis, " ka tanya kalem beberapa waktu lalu di segera terasa dalam pembra n tasan korupsi . Kedua,televisi . S e telah pengakuan Amien, sa tu per sa tu tokoh­ partai- partai yang memanfaa tkan dana nonbuj e ter i tutokoh partai lain iku t mengaku . Tidak semuanya meman g . didiskualifikasi. Se tidaknya mereka tak boleh iku t pemiluGolkar misalnya, justru membantah. "Dana kampanye kita legisla tif dua kali berturut- turu t. Sedang tokoh- tokohsudah diaudi t dan sudah clear. Tidak ada i tu dana D KP," teras partainya tidak diperkenankan menjadi calonsanggah wapres Jusuf Kalla yang juga Ke tua Umum Golkar anggota legisla tive dan menduduki jabatan-jabatan publikkepada wartawan . Sementara i tu beberapa partai un tuk w aktu 10 tahun . Ke tiga, tokoh- tokoh partai, tanpamengambil jalan berputar untuk menyelama tkan partai kecuali, menya takan kesalahannya dan meminta maafdan orang- orang pentingnya . Beberapa nama yang tidak kepada seluruh rakya t Indonesia melalui televisi selama 3terlalu pen ting nampaknya akan dimunculkan sebagai hari berturu t- turu t pada saa t prime tim e . Dengan cara inikambing hitam dan dikorbanka n . Belakangan Amien dan partai- partai tersebut telah merehabili tasi namanya,SBY berdamai dan bersepaka t untuk memasukkan kasus sehingga masa depan demokrasi Indonesia bisa disela­i tu dalam wilayah huku m . Ini sebe tulnya sebuah kompromi m a tkan . Tanpa i tu mungkin yang muncul adalah praharayang bagus, agar persoalan- persoalan negara yang lebih dahsya t yang menimpa partai- partai dan tokoh- tokohnya .
  • 44. Yang menjadi sasaran u tama ten tu mereka yang sudah iklan sabun, sham po, tabungan bca, dan lain- lain,menjadi anggota dewan dan yang menduduki jabatan­ menambah sa tu lagi bentuk judi ten tu bukan masalah. Bilajabatan publik. mereka yang mempercayainya bertemu gerakan cabut Tak cuma i tu yang pa tu t dikhaw a tirka n . Di tengah mandat dan mereka yang ingin menghentikan azab, ten tuke tidakpastian dan kemuakan pada partai seperti ini, ada apinya akan membakar semua .sa tu lagi ramalan yang akan iku t meramaikan dunia politik SBY - JK, presiden dan wapres pilihan rakya t, ten tuke depan . Ramalan i tu kini beredar lewat sms. Konon masih memiliki peluang un tuk memadamkan api i tuberasal dari Jayabaya yang disampaikan kembali Raden sebelum pijarnya terlihat, tapi bukan dengan membrangusNgabehi Ronggo Warsi to . Bunyinya kalau di Indonesiakan gerakan dan menangkapi tokoh- tokoh penarik pelatukseperti ini: Nusan tara akan kembali menjadi negara besar ke tidakpuasan . SBY -JK cuma bisa memadamkannyadan mengalami masa keemasan se telah dipimpin 7 orang dengan cinta, dengan cara - cara yang d i tempuh parapemimpin . Yang pertama, orang- orang dari penjara (satrio negarawan sej a ti . Presiden dan Wapres cuma perlukinunjoro murbo w aseso), Soekarno dan rekan- rekanya melakukan sediki t lompatan saito untuk keluar dari jalan­yang memerin tah republik se telah proklamasi kemerdekaan jalan yang telah dibua tkan orang lain . SBY-JK cuma perluadalah bekas tahana n . Kedua, Sa trio Mukti Wibowo merintis jalan baru seperti telah dipaparkan di a tas, yangkesandung kesampar, ini dinisba tkan kepada S oeharto . mungkin saja akan berlawanan arah dengan apa yangKetiga, Sa trio jinumpu t semelo a tur gawe w irang, ini telah berjalan selama ini.Habibie . Keempa t, Sa trio Lelono topo ngrame, w u tongiteri jagad, ini Gus Dur. Kelima, Sa trio pining i t hamungtuwuh - ini Megawa ti (yang diping i t cuma wanita ) . zKeenam, Sa trio pinilih hamboyong pambukaning gapuro,gelar kloso tanpo nglengahi, ini SBY (pemimpin yangka tanya tidak pernah duduk karena banyaknya per­soalan) . Ke tujuh, Sa trio pinandito sinisihan wahyu, ratutanpo maku th o . Yang ini masih mistrerius. Dia tidakbermahko ta alias tidak melalui pemilihan normal . Ramalanini seperti sengaja dipas- paskan dengan apa yang telahlew a t, sehingga mengundang orang untuk mewujudkanyang ketujuh. Bagaimanapun naifnya, banyak kalangan memperca­yainya . Bila j utaan orang berani menggantungkan nasib­nya pada undian untuk menjadi kaya lewat kuis judi sms,
  • 45. Indon- ...... ... ""­Tinggal LandasMulanya memang krisis moneter (krismon) yang menye­babkan nilai tukar rupiah terus mengempis terhadap USSpada bulan Juli 1997. Keadaan ini mengkhawa tirkanbanyak orang . Pelaku bisnis, yang sebelumnya banyakmengandalkan u tang luar negeri, ten tu menjadi makhlukyang paling cemas . Sebab se telah band intervensidiperlebar, nilai Rp lang sung masuk ke jurang yang makinlebar i tu . Artinya bila band intervensi benar- benardicabut, dapat dipastikan nilai Rp akan terjun beba s .I tulah yang diprediksi o l e h pakar- pakar ekonomi semacamManaging Dire c tor Econi t waktu i tu Dr. Rizal Ramli,pengamat ekonomi kri tis Kwik Kian Gie dan FuadBawazier, mantan Dirjen Pajak yang kemudian diangka tSoeharto menjadi Men teri Keuangan pada KabinetPembangunan VII . Namun, suara- suara para pakar ini tertutup olehsuara- suara lain yang lebih lantang, baik di dalam kabinetmaupun di luar. Suara- suara lantang yang belakangan i tujustru memberi semangat pemerintah untuk iku t saran
  • 46. IMF . Mereka menganggap sudah waktunya pemerintah membayarnya 5 kali lipa t a tau Rp 1 triliun . Bagaimanamelepas band in tervensi dan membiarkan pasar uang caranya? Dengan keuntungan 100% pun i tu tak akan bisamenentukan nilainya . Sistem nilai tukar mengambang ter­ dibayar, apalagi kalau cuma 20%. Di sisi lain harga bahankendali (Managed floating exchange ra te) , yang selama baku yang mesti diimpor juga meningka t 5 kali lipat,ini di terapkan dengan mendepresiasi rupiah 5 - 6%j tahun, sedang harga tak mungkin bisa dinaikkan 5 kali lipat pul a .dianggap ke tinggalan zaman . Kebijakan tersebut dinilai Artinya perusahaan- perusahaan yang kekenyangan u tangboros, karena memaksa pemerintah mencairkan devisanya dolar dan penghasilannya dalam Rp, dapat dipastikanuntuk menjaga s tabilitas nilai Rp . Sebaliknya dengan langsung megap- megap tak bisa bernapas.melepas band in tervensi, maka pemerintah bisa meng­hem a t devisa . I tu alasan pertama . Alasan kedua, funda­ 1 . Catatan- Catatan Menjelang Jatuhnya Orde Barumental ekonomi Indonesia sangat kua t, tak mungkin roboh Para pakar dan pelaku ekonomi sebenarnya sejak awaloleh badai moneter seperti yang menimpa Korea dan telah menyadari bahwa krisis yang mengharu- biru duniaThailand yang nilai m a ta uangnya mengempis 40% lebih usaha Indonesia adalah krisis nilai tukar alias kurs .se telah band in tervensi dilepas. Ketiga, Indonesia masih Buktinya tak sulit dicari . Apalagi bila diingat puluhanpunya cadangan de visa di a tas US$ 21 miliar, cukup tahun ekonomi Indonesia, yang menerapkan sistem kursbesar untuk menjaga s tabilitas moneter. mengambang terkendali, oke- oke saj a . Bila sistem i tu Begitulah pemerintah Indonesia di bawah Soeharto terus dij alankan, maka kurs Rp terhadap USS akankemudian mencabut band in tervensi, dan membiarkan Rp menjadi Rp 4 . 000jUS$ pada tahun 20 18- 2020 . Artinyaterjun bebas di pasar uang yang penuh spekula n . Maka dengan depresiasi a tau penyusu tan nilai 5%jtahun, makatiba- tiba fundamental ekonomi yang diaggap kua t i tu kurs yang pada 1997 bertengger di angka Rp 2 . 130jUSSbobol dan dunia usaha pun terhempas. Seiring mengem­ dalam w aktu 20 tahun ke depan baru akan menjadi Rppisnya nilai Rp terhadap valu ta asing (valas ), teru tama 4000jUS$ . Dalam perjalanan waktu i tu tidak akan terjadiUS$, nilai u tang pemerintah dan perusahaan- perusahaan gejolak dan keju tan apa- apa, karena semuanya bisaswasta nasional menggelembung hebat. Perusahaan­ diperhi tungkan dan terkendal i . Sebaliknya dengan meng­perusahaan tak mampu membayar u tang yang membeng­ ambil jalan pintas mencabut band in tervensi, demi meng­kak sampai 500% akibat mengempisnya nilai Rp sebesar hem a t devisa, dalam w aktu se tahun saja nilai Rp telahi tu . Ini pada gilirannya menyere t perbankan di tanah air menyusut 500%, sehingga menjadi Rp 1 0 . 000jUSS padaiku t masuk jurang . Ya siapa yang bisa membayar u tang 1998 . Penghematan macam apa yang didapat?yang tiba- tiba meningka t 5 kali lipat saa t j a tuh tempo? Selama tiga dekade sebelumnya Indonesia oke- okeArtinya bila sebelum krisis 6 a tau 7 tahun lalu mereka saj a . Padahal u tangnya besar. Pembangunan berjalanmeminjam US$ 200 j u ta a tau Rp 400 miliar dengan kurs Rp lancar. Bahkan dipuji Bank Dunia, IMF dan para pakar.2 . 000jUSS, maka saa t j a tuh tempo mereka harus Berbagai lembaga pendanaan luar negeri, ka ta Fuad
  • 47. Bawazier, berlomba- Iomba menaw arkan dan melemparkan menyadari bahayanya pelepasan band intervensi i tu . Daridananya ke Indonesi a . Mereka memuji- muji Indonesia situlah muncul ide CBS . Fuad sendiri mengaku taksebagai negeri yang very good . Fundamen tal ekonomi menolak resep generik IMF yang dikenal dengan Le tter ofIndonesia dinilai kua t. Pokoknya semua happy . Seandai­ Intent (LoI), asal masalah kurs diselesaikan dulu . Saatnya tidak ada masalah kurs, mungkin sekarang masih oke­ masuk Kabinet Pembangunan VII, Fuad memang berupayaoke aja . Orang masih mampu membayar u tang dalam dan menggiring USS ke tingka t yang wajar terhadap Rp . Dialuar negeri . Fuad menilai dalam urusan nilai tukar Rp, mematok Rp 6 . 000jUSS sebagai prasyara t perundinganpemerintah kurang teguh pendirian dan terlalu banyak dengan IMF, tapi Soeharto keburu lengser di terjangmendengar suara- suara luar. reformasi dan Fuad tak iku t berlari pada e s tafe t berikut­ Fuad mengakui masih banyak yang tidak benar da­ nya di bawah Habibielam ekonomi Indonesi a . Ada sistem ekonomi liberal ber­ Masalah kurs Rp ini sebenarnya memang tak bisadampingan dengan m onopoli, ta ta niaga, dan sistem dianggap enteng . Agar lebih mudah dipahami, marilah kitaperbankan dengan bank sen tralnya yang amburadul . ambil contoh PLN . Di samping karena berbagai salah urus,Perbankan sangat dimanjakan lewat program penjaminan, kebocoran, in efi siensi dan proyek listrik swasta yangsehingga pengelolaannya menjadi tidak pruden t: Meski mahal, perusahaan listrik negara ini sangat dirugikan olehdemikian, dia yakin, semuanya masih bisa dibenahi, asal kurs . Menuru t Diru t PLN Eddie Widiono, dalam sebuahtidak dalam keadaan panik. Namun kurs sebagai sumber wawancara dengan penulis untuk majalah S WA, padamalape taka mesti dikendalikan dulu . Kalau tidak, makin tahun 1996, PLN berhasil menuai laba Rp 1,2 triliun . Kurssulit membenahi s truktur ekonomi yang kacau, inefi sien w aktu i tu cuma Rp 2 . 407jUS$ (kurs ini sebenarnyadan dis tortif. Untuk mengatasi masalah kurs ini, Fuad ke tinggian, tahun i tu cuma seki tar Rp 2 . 100- 2 . 300jUSS) .menyarankan agar pemerintah menerapkan currency bord Masih menuru t Eddie pada 1997 ketika nilai rupiah meloro tsystem (CBS) , sa tu kubu dengan Pe ter F . Gontha yang menjadi ra ta- ra ta Rp 4 . 673jUSS, PLN membukukan rugi Rpmemboyong S teve Hanky. 0, 6 tiliun . Tahun 1998 kerugian PLN meningka t menjadi Rp Sebaliknya kubu IMF lebih senang membiarkan nilai 9,2 triliun, kurs Rp 8 . 065jUSS . Tahun 1999 kerugian mem­tukar Rp mengambang seperti i tu . Mereka menganggap bangkak lagi menjadi Rp 1 1, 4 triliun, kurs Rp 8 . 136jUS$ .nanti juga beres sendiri . Fuad sendiri berpendapat resep Tahun 2000 kerugian PLN meningka t dras tis menjadi RpIMF mungkin akan bermanfaa t, tapi bukan pada saa t 23,4 triliun, selnng mengemplsnya kurs menjadi Rpu tang pemerintah dan swasta sedang j a tuh tempo . Jika 9 . 643jUSS.masalah nilai tukar tidak diselesaikan segera, ka ta orang Melihat angka- angka kerugian di a tas, ten tu masukBanyumas i tu, program-program jangka panjang yang akal bila banyak pakar ingin menerapkan kurs te tap lewatdikemas IMF dalam sa tu bundel dengan pinjaman akan CBS a tau kembali ke sistem managed floating ra te :sia- sia . Bahkan pak Harto sendiri, ka ta dia, akhirnya Dengan demikian rakya t tidak perlu iku t menanggung
  • 48. kerugian kurs tersebut dengan membayar listrik lebih melipu ti instrumen yang sangat luas, makro maupunmahal, sesuai saran IMF . Kwik Kian Gie sendiri, dalam mikro . Anggaran belanjda negara dipangkas 18% dankesempatan wawancara dengan penulis majalah SWA, proyek- proyek raksasa yang tidak ada hubungannyamenganggap kurs yang wajar adalah sekitar Rp dengan kepentingan rakya t banyak d i tangguhka n . Targ e t1 . 800jUSS . Pa tokannya sederhana saj a : harga pake t pertumbuhan di turunkan dari 7% menjadi 4-5% saja . LaluMcDonald di AS dan di Indonesia disandingkan, lalu dikurs, defisit neraca berjalan diciu tkan menjadi 3% dari PDBmaka didapatlah angka i tu . Namun baik pendukung CBS (sebelumnya 4%) dan pertumbuhan kredit diba tasimaupun managed floating ra te semacam Kwik, tak maksimal 15% per tahun dari sebelumnya 30% . Di sisi laindidengar Soeharto . Sang penguasa orba sudah lebih dulu pembiayaan sektor a tau kegiatan nonproduktif danmenadatangani kesepaka tan dengan IMF . Tanpa disadari spekula tif dihentikan sama sekali . Pada saa t sama, untukbu tir- butir kesepaka tan yang mendetil i tu telah mencabut memulihkan kepercayaan di pasar modal, Pemerintahkedaulatan Negara . Artinya pemerintah dan pemimpin menutup izin pencata tan (listing) saham baru, rightsnegeri ini kehilangan kemandiriannya untuk mencari solusi issue, serta langkah- Iangkah res trukturisasi perusahaankre a tif a tas krisis yang menimpa negaranya . Ki ta akan seperti saling bertukar saham ( share swap). Ini adalahkembali lagi ke bu tir- butir kesepaka tan tersebut nanti sua tu keputusan yang berani dan sangat fokus untukpada sub bab ten tang GBHN Super dari Bawah Meja mengatasi krisis yang mulai mendeka t .IMF. Menuru t Sri tua Arief dalam artikelnya di Kompas (8 Keputusan pemerintah Rl menerima solusi buatan Januari 1998) berbeda dari negara lain yang memilihIMF untuk mengatasi krisis i tu berbeda secara diameteral menelan pil pahit IMF, Malaysia tidak mengurangi a taudari pemerintah Malaysi a . Perdana Menteri Malaysia menghapuskan subsidi. Tidak pula menaikkan harga- hargaw aktu i tu Mahathir Muhammad memilih untuk menolak barang dan jasa (public utilities) . Kon traksi fiskal i tuIMF . Dia menetapkan fixed ra te buat RM (Ringgit Malay­ sepenuhnya di tujukan untuk mengurangi konsumsisia) . Pokoknya USS 1 dipa toknya sama dengan RM 3 , 4 . barang - barang mewah impor. I tu bisa dicapai hanyaBukan cuma i tu . Guna mencegah pelarian modal d a n agar dengan menghapus proyek- proyek mewah . Malaysia lebihRM tidak menjadi bulan-bulanan para spekulan di pasar mengutamakan inves tasi bagi pemenuhan kebutuhanuang di London sana, Dr. M, begitu dia disapa, memberi pokok rakya t. Penurunan targ e t pertumbuhan bukanlahultimatum: ringgit yang ada di luar Malaysia, bila tak akibat peng- hem a tan, tapi penegasan bahwa jika s tra tegimasuk kembali dalam waktu sa tu bulan se telah di te tap­ pro rakya t dij alankan dengan benar, pertumbuhan pastikannya kurs te tap, maka dianggap tak laku ! dirai h. Ini sesuai dengan pemikiran kaum s trukturalis Tanpa IMF, pada 5 Desember 1997 pemerintah diraja bahwa redis tribusi dilakukan bersama pertumbuhan, bukanMalaysia menggelindingkan pake t pengencangan ika t redis tribusi dari pertumbuhan .pinggang yang mengutamakan kemandirian. Pake t i tu Pemerintah diraja Malaysia, ka ta Sritua, berkeputus-
  • 49. an memperbesar dukungan bagi industri- industri kecil dan Keadaan ini secara simultan menciptakan kesengsaraan dimenengah, teru tama yang dimiliki orang Malaysia kalangan rakya t banyak, di samping frus trasi dan putus(Melayu), melalui semacam panitia khusus yang mem­ asa . Akibatnya ra tusan ribu orang kehilangan pekerjaan.proses permohonan kredit. Kebijakan ini didukung larangan Sementara angka tan kerja baru, bahkan yang baru lulusa tau pembatasan ke ta t kredit untuk proyek- proyek dari Perguruan Tinggi, tak bisa disera p . Indonesia tiba­perumahan mewah dan konsumsi mewah . Jadi pemerintah tiba kebanjiran seki tar 20 ju ta penganggur baru .Malaysia menyadari bahwa yang menyebabkan o ver­ Toh bencana yang menimpaheated economy bukan kredit secara keseluruhan, te tapi Indonesi tidak berhenti sampai dikredit kepada sektor- sektor konsumsi mewah . Hasilnya? situ . Puluhan ribu Tenaga Kerja Indo­ Hasil dari pake t kebijakan kre a tif i tu sangat luar nesia (TKI) di mancanegara diusirbiasa, sesuatu yang tak pernah dipikirkan oleh IMF dan pula secara tidak hormat. Yangpara pendukungnya sendiri . Wonder boven w onder alias paling mengenaskan ten tu kejadian dianeh bin ajaib : dengan menolak resep IMF, krisis tak jadi negara jiran terdeka t kita sesamamampir di Malaysia sampai sekarang . Bahkan negeri jiran Melayu, Malaysi a . Di negerinya Dr. Mi tu mampu berekspansi ke luar negerinya untuk ber­ i tu . 7 orang TKI tewas d i tembak kakiinve s tasi dan membeli aset- ase t Indonesia yang dijual tangan kerajaan dalam Operasi Nyahmurah oleh Badan Penyeha tan Perbankan Nasional (BPPN) . BJ Habibie pada akhir 1997. Wakil Presiden Sebaliknya di Indonesia akibat menjadi pak turu t (wapres) BJ Habibie yang sempat berkunjung ke MalaysiaIMF, krisis moneter i tu tanpa dapat dibendung terus se telah peristiwa tersebut, sayangnya tak sempatberkembang menjadi krisis ekonomi berkepanjangan . menanyakan kepada pemerintah Malaysia : mengapa kakiKeadaan menjadi lebih parah lagi, teru tama se telah tangan kerajaan sampai menembak warga negara Indo­pemerintah menerapkan kebijakan uang ke ta t ( tight nesia? Mereka bukan kriminal! Mereka cuma mencari kerjamoney policy) dengan menaikkan suku bunga se tinggi­ agar peru t tak keroncongan, sebab negeri sendiri taktingginya, untuk mencegah pelarian modal . Memang modal mampu memberi pekerjaan dan penghasilan yang layak.tak jadi lari, tapi juga tak bisa dimanfaa tkan untuk Dalam hal membela warga negaranya, Indonesiamemutar roda ekonomi. Sebagian besar mengendap di sebenarnya bisa meniru Filipina, yang membela Con tem­bank a tau Sertifika t Bank Indonesia dan menjadi beban plasion, tenaga kerja wanita negeri i tu yang diperlakukanbaru . Akibatnya uang beredar menjadi sediki t. Bank tidak adil di Singapura . Fidel Ramos, sang presiden waktumengalami ,nega tive spread, tak berani menyalurkan i tu, bahkan rela kehilangan berbagai kon trak bisniskredit ke dunia usaha . Sektor riil m a ti suri . Banyak per­ dengan Singapura demi membela harga diri rakya tnya .usahaan tak mampu lagi membiayai operasional dan Namun Pemerintah Indonesia mungkin memang sedangterpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). banyak urusan yang lebih besar, misalnya mencari dana
  • 50. pembangunan . Maklum roda ekonomi mesti terus Kemarahan rakya t ini lantas membuat Dunia kampusberpu tar. Salah- salah gara- gara membela TKI, modal dari menggeliat dari tidur panjangnya . Gelia t inilah yangnegeri jiran i tu tak jadi masuk. Apalagi di tengah paceklik kemudian menjadi cikal- bakal gerakan reformasi, yangdana pembangunan, harga- harga membubung tinggi pula menuntu t perubahan di segala bidang, termasuk per­iku t dolar, teru ta ma sembilan bahan pokok ( sembako) . gantian pucuk pimpinan negara . Dunia kampus kembaliAlam kemudian menyempurnakan penderi taan i tu dengan mendapa tkan peranan sosial politiknya .EI Nino, bencana kekeringan plus berbagai hama tanaman Begitulah masyaraka t, mahasiswa, para alumni per­yang menggagalkan panen produk- produk pertania n . guruan tinggi, organisasi massa (ormas), dan Lembaga Akiba t paling buruk dari akumulasi bencana tersebut, S wadaya Masyaraka t (LSM) tidak lagi hanya menuntu tka ta pengamat politik UI Arbi Sanit, Orde Baru (orba) di turunkanya harga- harga, tapi secara bersama- samakehilangan legitimasi ekonominya . Orba yang selama 30 menuntu t reformasi politik, sesuatu yang selama ini palingtahun menggemborkan pertumbuhan ra ta- ra ta 7% seba­ di taku ti rezim orde baru (orba) . Soeharto bersamagai pres tasi, dan oleh karena i tu mendapat kepercayaan jajarannya dianggap biang keladi yang mengakiba tkanuntuk mengurus kepentigan rakyat, limbung hanya dalam lemahnya fundamental ekonomi Indonesi a . Rezim ini telah6 bulan. Pendapa tan per kapita Indonesia yang telah membengkalaikan sektor informal, pertanian, pe ternakan,mencapai US$ 1 . 000, akiba t mengempisnya nilai Rp dan perikanan rakya t yang mengakiba tkan Ibu Pertiwi takterhadap u s s yang mencapai 500%, kembali ke tahun­ mampu mencukupi pangan penduduknya . Di sisi lain orbatahun sebelum 1 967 yai tu seki tar USS 2 1 4 . Angka ini lewa t kebijakan dan keputusan politik telah memberimasih bisa menurun apabila nilai Rp terus menyusut segala peluang dan fasilitas kepada segelintir pengusahaterhadap US$, kecuali kita mau menghitungnya ber­ untuk menjadi guri ta bisnis yang memasung usahadasarkan sistem onocoroko yang tak bisa dipertanggung­ pribumi .jawabka n . Menjelang Millenium ke tiga, se telah melewa ti 6 Kaum reformis menilai se tidaknya ada 79 Kepu tusankali pelita (pembangunan lima tahun), Indonesia urung Presiden (Keppres) , yang sangat merugikan rakya t dantinggal landas . Sebagai gantinya, pemerintah Soeharto menguntungkan bisnis kroninya, telah dikeluarkankembali menggiring Indonesia ke ti tik nol dalam pelukan Soeharto selama 32 tahun masa kekuasaannya . Di an taraIMF . 79 keppres i tu ada 2 yang khusus dihadiahkan bua t Rakyat, yang selama ini diam, memang kehilangan kelancaran proyek properti mewah Grup Salim di Telukkesabarannya . Mereka iku t- iku tan berunjuk rasa di Naga . Mega Proyek tersebut rencananya dibangun di a tasseluruh tanah air. Seluruh lapisan masyaraka t, teru tama lahan 80 ha, separuhnya didapat dari reklamasi panta i .kelas menengah- bawah seperti terluka dan meradang di Sedang yang 4 0 ha merupakan wilayah hunian pendudukse an tero negeri . Maklum banyak orang tua kehilangan yang terdiri dari 13 desa : 7 desa nelayan dan 6 desakemampuannya membiayai pendidikan anak- anaknya . pertanian beririgasi teknis . Selama se tengah tahun kedua
  • 51. tahun 1996 penduduk Teluk Naga menolak proyek plus benefi t ekonomi yang bisa diperolehnya dari tanah i tutersebut, juga Gubernur Jabar waktu i tu Nuriana . Yang seumur hidupnya untuk dikembangkan oleh Salim a taupaling krusial adalah masalah ganti rugi, karena tanah siapa saj a . Si pengusaha mendapa tkan sepertiga bagian,mereka cuma dipatok seharga Rp 7 ribu- 14 ribu/m2, karena telah bekerja keras mengelola dan menaikkan nilaisesuai nilai jual obyek pajak se tempat ( NJOP) . Tentu saja tanah i tu . Sedang sepertiga lagi menjadi hak pemerintah,i tu tak salah, tapi pengamat properti Panangian Sima­ karena telah menjaga segala sesuatunya sehingga bisanungkalit menganggap cara penghitungan nilai tanah dikembangkan dan aman . Artinya dengan carfa baru iniseperti i tu sudah kuno dan tak bisa digeneralisir. "Mesti­ pemerintah bisa mendapa tkan USS 500/m2 tanah di Teluknya yang dihitung adalah nilai masa depan tanah i tu Naga i tu . Ini jauh lebih besar dibanding 20- 30% dari NJOP(future value) . Artinya harus diliha t dulu lahan i tu yang cuma Rp 7- 14 ribu/m2 yang pembebasannyanantinya untuk apa? Bila peruntukanya untuk perumahan memerlukan kekerasan dan menimbulkan kesengsaraan .mewah dan h otel bintang lima, maka nilainya ten tu jauh Akar- akar masalah semacam i tulah yang dituntu tlebih tinggi dibanding bila dia diperun tukkan bua t mem­ gerakan reformasi untuk dicabut. S e tidaknya agar rakya tbangun sekolah, perpustakaan dan rumah sangat seder­ negeri ini kembali mendapa tkan hak- haknya untuk ber­hana (RSS)," ka tanya ketika d i temui penulis untuk kembang dan makmur dari sisi ekonomi . Kaum reformismajalah SWA, ketika protes penduduk Teluk Naga sedang yakin selama akar masalah i tu tidak dicabu t, selamamarak. reformasi politik dan ekonomi tidak dilakukan, maka Menuru t Panangian bila yang mau dibangun memang kesalahan dan penderitaan yang sama akan terulang .service apartemen mewah dan ho tel bintang lima seperti "Sesungguhnya desakan reformasi politik yang di teriakkandirencanakan, maka nilai tanah i tu mestinya bisa men­ mahasiswa a tas nama masyaraka t bukan sekadar me­capai USS 1 . 500/m2 kali 30 (bila yang dibangun 30 ngembalikan pembangunan kepada s tandar kehidupanlantai) . Bila di situ juga akan dibangun rumah sederhana manusia yang w ajar. Lebih dari i tu . Reformasi politik dan(RS) dan RSS, sesuai formula 1 : 3 : 6 (satu rumah mewah, ekonomi adalah untuk menghindari pengulangan kekeliruan3 RS dan 6 RSS) , plus sekolah, perpustakaan dan yang sam a . Orba telah membengkalaikan kemampuanberbagai fasili tas umum, maka nilainya nanti dira ta­ ekonomi rakyatnya selama 30 tahun lebih dengan akhirra taka n . Cara pandang pengamat property i tu sangat kegagalan yang menyaki tkan," jelas Arbi serius ketikaprogresif dan pemerintah nampaknya sudah harus mulai ditanya apa sebenarnya yang di tuju oleh gerakanmenerapkan cara penilaian seperti i tu demi melindungi reformasi .kepentingan rakya t banyak. Taruhlah se telah dikem­ Namun tun tu tan dan keinginan rakya t banyak i tu takbangkan Salim tanah i tu akhirnya bernilai US$ 1 . 500/m2. digubris pula oleh wakil- wakil rakya t di DPR/MPR hasilNilai i tulah yang mesti dibagi tiga, yai tu si pemilik semula pemilihan umum 1997, yang memakan banyak korban.mendapat sepertiga, karena telah merelakan tanahnya Bukti paling nya ta adalah dipilihnya kembali Soeharto
  • 52. sebagai presiden untuk ketujuhkalinya secara aklamasi cukup kesabaran selama i tu . Belum dua bulan Kabine tpada bulan Mare t 1998 . Para wakil ini seakan tak mampu Pembangunan VII berjalan, masyaraka t sudah merasamendengar dan melihat kenya taan, bahwa rakya t sudah semakin tidak tahan. Titik terang dianggap belum terlih a t,bosan dengan gaya kepemimpinan orba yang gagal meskipun para menteri telah bekerja keras siang- malam .memberikan kemakmuran dan keamanan bagi rakya tnya . Sebagai bukti orang menunjuk keengganan IMF men­Sidang yang sama juga mengangka t BJ Habibie sebagai cairkan pinjamanannya . Dunia luar semakin tidak percayaWapres, sa tu posisi yang menjadi semakin s tra tegis kepada pemerintah, dan negeri tercinta dianggap beresikoseiring meningka tnya usia Soeharto . Rasanya janggal bila tinggi sebagai tempat berinve s tasi . Sementara (Le t ter ofMPR tak tahu bahwa rakya t secara umum tak meng­ Credit (LC) pengusaha Indonesia tidak diterima di manca­hendaki Soeharto lagi, mengingat sejak pertengahan negara . Tanpa jaminan negara lain ekspor- impor menjadidasawarsa 90 - a n tun tu tan i tu sudah sangat transpara n . suli t dilakuka n . Sementara u s s semakin liar saja danKriteria calon presiden yang dilontarkan Ke tua Dewan bertengger di a tas Rp 10 ribu/US$ . Nilai Rp terusPakar Ika tan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) Dr. mengempis. Pada 22 Januari 1998 saja kurs sudahAmien Rais secara gamblang menunjukkan penolakan i tu . melampaui Rp 13 ribu/USS .Jauh sebelum i tu Sri Bintang Pamungkas, politikus PPP,terang- terangan menolak Soeharto . 2. Expatriat Memasuki Masa Suram Penolakan terhadap orba semakin kua t lagi se telah Keadaan yang menyesakkan dada i tu tidak hanyapembentukan Kabine t Pembangunan VII bulan Mare t menimpa pengusaha, profesional dan rakya t Indonesia1998 . Hanya sehari se telah Presiden dan Wapres disum­ secara keseluruhan, tapi juga menerpa para pekerja danpah, lebih 10 ribu mahasiswa berkumpul di kampus UI profesional asing (eksp a tri a t) . Selama puluhan tahunDepok. Di hadapan mereka Amien Rais, pakar sosiologi mereka memang menikm a ti kemewahan di negeri iniUGM dan Ke tua Umum Pengurus Pusa t (PP) Muham­ dengan gaji Uss puluhan ribu/bulan, berkali- kali lipat dimadiyah, menegaskan kembali ultimatumnya . Pemimpin a tas pribumi dengan kemampuan se tara . I tu pun masihreformasi i tu menya takan akan mengerahkan people ditambah berbagai fasili tas mewah, termasuk kendaraanpower yang damai, jika dalam tempo 6 bulan kabine t yang dan perumahan. Kini saa t dunia usaha menggigil kesulitanbaru terbentuk tak mampu mengatasi krisis ekonomi dan likuiditas, mereka harus rela menerima bayaran di bawahmoneter. Sebelumnya pada ulang tahun Harian Republika s tandar. Banyak perusahaan yang mempekerjakan ekspa­di H o tel Regent Jakarta, Amien juga telah menyampaikan tri at, menerapkan formula baru dalam sistem penggajian.hal senada . Ke tika i tu an tara lain Amien meminta MPR Alasannya sederhana saj a : menekan biaya operasionalsegera mencari alterna tif lain, jika dalam w aktu 6 bulan agar perusahaan tak bangkru t. Tenaga kerja asing yangkeadaan negara menjadi semakin para h . mahal i tu ten tu boleh memilih berhenti dari pekerjaannya Namun rakya t yang lapar dan putus a s a tak punya a tau sekalian kembali ke negerinya bila tak se tuju dengan
  • 53. sistem penggajian baru . Padahal gaji dan fasili tas yang harus diberikan perusahaan Berdasarkan cara masuknya ke bursa tenaga kerja di kepada mereka bisa 4- 5 kali lebih besar daripada tenagaIndonesia, sebenarnya mereka terbagi dalam 3 golongan . lokal dengan keahlian dan pengalaman se tara . Hal iniAtau kalau mau sediki t ilmiah, se tidaknya bisa disebu t ada menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan tenaga loka l .3 alasan yang mendorong dunia bisnis di tanah air men­ Untungnya perasaan cemburu i tu tidak sampai berubahda tangkan bule dan tenaga kerja asing (TKA) lain. menjadi aksi massa, seperti yang terjadi di JermanPertama, kebutuhan perusahaan untuk memperluas pasar menjelang jebolnya Tembok Berlin. I tu sebabnya Indo­ke manca negara, sekaligus untuk mendeka ti sumber­ nesia te tap menjadi surga bua t TKA yang amat dibutuh­sumber pembiayaan internasional . Ini adalah pertim­ kan i tu . Apalagi perusahaan juga cukup punya danabangan paling rasional dan bagus, sebab si asing dijadikan untuk membayar mereka . Maklum ekonomi Indonesiatenaga handal untuk kepen- tingan perusahaan. Tentu di sepuluh tahun terakhir tumbuh di a tas 7%/ tahun,slnl mereka harus bisa menunjukkan pres tasi dan sumber- sumber dana asing dengan senang h a ti dan royalkepiawaiannya, bukan sekadar bekerja dengan bayaran memberi u tangan. Tak jarang si mi tra asing sengajatinggi . Kedua, cuma sekadar l a tah a tau menganggap mendorong agar perusahaan mempekerjakan exp a tri a tkehadiran bule di perusahaan sebagai lambang bona­ a tas beberapa pertimbangan.fid i ta s . Di perusahaan semacam ini si bule jelas bisa jadi Cuma ketika krisis d a tang menerjang dan ra tusanraja tanpa harus menunjukkan pre s tasi berarti yang perusahaan Indonesia tersungkur, keadaan berubah 180menguntungkan perusahaan. derajat. Manajemen perusahaan terpaksa mengkaji ulang Ke tiga, karena tekanan. Ini biasanya terkai t dengan kebutuhan mereka akan tenaga asing . Ini dapat dimaklumipemberian bantuan a tau pinjaman dari lembaga- Iembaga sebab kehadiran tenaga asing yang banyak i tu, ternyatadonor (kreditor) internasional, seperti IMF, Bank Dunia, tak mampu menyelama tkan perusahaan dari krisis. MauConsul ta tive Group on Indonesia (CGI), dan lain- lain. tak mau kini kehadiran tenaga asing mesti dikai tkanYang terakhir ini boleh dibilang merupakan kelanju tan dari lang sung dengan kebutuhan real perusahaan dan biaya .penjajahan, di mana Indonesia dipaksa untuk menghargai Bahkan kepada tenaga exp a tri a t yang benar- benarekspa tri at lebih tinggi dari pribumi . Tidak jarang lembaga­ dibutuhkan pun terpaksa diadakan negosiasi ulang soallembaga internasional i tu meminta pemerintah untuk bayara n . Maklum bila mereka harus dibayar denganmenggunakan produk a tau jasa perusahaan- perusahaan patokan kurs yang sedang berlaku, perusahaan bisa m a ti .asing terten tu . Ini jelas suli t d i tolak pemerintah, karena PT . Aspac Inti Corpora (Aspac) adalah sa tu d i a n ta­berka i tan dengan pinjaman yang biasa diperhalus menjadi ra sekian banyak perusahaan yang melakukan terobosanbantuan . kre a tif seperti i tu . "Meskipun kami tidak terlalu terpukul Dengan dasar pemikiran seperti i tu, dapat dimaklumi oleh meroke tnya dolar dan harga- harga, toh kami harusbila banyak perusahaan doyan mempekerjakan expatriat. melakukan penghematan secara interen, an tara lain
  • 54. dengan mengurangi jumlah expa tri a t (expa t) dari 12 perusahaan, ka ta Rudy, tidak menurun se telah d i tinggal­menjadi 7 orang," tutur Presdir Aspac Benny Su trisno kan expat. Ini dimungkinkan karena sejak awal para exp a tterus terang, ketika d i temui penuls waktu i tu . "Kemudian tersebut telah didampingi tenaga loka ! . Mereka inilah yangexp a t yang tinggal, separuh gajinya kami bayar dolar kini mengisi posisi expat yang perg i .dengan kurs Rp 4 . 000, 00jUS$," sambung orang nomor Berbeda dari Aspac dan P S P yang di samping me­sa tu di Aspac i tu . nyiasati kurs gaji, juga mengurangi expa tnya, Grup Bakrie Pada masa normal apa yang dilakukan Aspac ten tu (GB) nampaknya tidak mengurangi jumlah expat. GB cumaakan mengundang protes di dalam dan di luar negeri . menyiasa ti kurs, bahkan lebih dulu sebelum perusahaanNamun kini keadaannya lain. Dalam situasi seperti i tu lain melakukannya . Sebuah sumber di GB mengatakan kinijangankan memperoleh laba, menjalankan roda usaha pun di GB ada seki tar 20 expat. Umumnya mereka berasal darimenjadi suli t. Aspac bukanlah sa tu - s a tunya perusahaan, India dan Filipina, dan berada di posisi financ e . I tuyang berani melakukan terobosan kre a tif seperti i tu . Hal diperlukan, karena posisi i tu akan banyak berhubunganyang sama juga dilakukan oleh Grup Sinar Mas, Salim, dengan pihak asing . Mereka dianggap lebih mampu dariBakrie, Lippo, PSP, dan lain- lain. "Pokoknya kami mela­ segi bahasa dan melobi . Toh dalam urusan gaji, sejakkukan sliming down (perampingan) dan penghematan di Oktober 1997 GB terpaksa menyiasa tinya dengan p a tokanberbagai tempat, " ka ta Ignasius Jonan, Dirut PT . kurs sendiri, yai tu Rp 3 . 500jUS$ . Sebenarnya pemerintahSwadana Perkasa, anak perusahaan PSP yang bergerak di boleh juga meniru siasa t para pengusaha mengatasi krisisbidang investasi di luar negeri . "Expa t kita bayar dengan nilai tukar ini .kurs yang ditentukan perusahaan (bervariasi Rp 3500- Rp Meskipun tidak bermaksud membenarkan, banyak4000jUSS). Kalau tidak maul ya mereka boleh keluar, " pengamat menilai pengurangan exp a t di perusahaan a tautambah Jonan yang juga komisaris d i beberapa anak pematokan kurs secara sepihak sebagai tindakan yangperusahaan PSP. Dia enggan memerinci berapa jumlah urgent (mendesak) . Bahkan tindakan tersebut mendapatexp a tnya . dukungan anggota Dewan Perwakilan Rakya t (DPR), dan Lebih jauh lagi, menuru t Corporate Secre tary Grup Menteri Tenaga Kerja waktu i tu Abdul La tief. Menuru tPSP Rudy Soraya, sebelum krisis di PSP ada seki tar 10 Menaker Abdul La tif pengurangan penggunaan tenagaExpat. Kini tinggal 3 orang . "Kon tribusi mereka terhadap kerja asing merupakan seleksi pasar. Tidak ada instruksiperusahaan cukup besar, teru tama pada masa- masa awal Menaker untuk i tu . Namun sampai saa t ini dia belumberoperasi, seperti melembagakan golf course ki ta, dan memiliki d a ta pasti berapa jumlah TKA yang telah di PHK.lain- lain. Di posisi general manager di beberapa anak Dia berpendapat, terlepas dari krisis ekonomi saa t ini,perusahaan kita tempa tkan expa t, karena mereka memiliki pengurangan TKA adalah momentum tep a t bagi tenagakeahlian khusus yang tidak dimiliki manajer lokal," jelasnya kerja kita untuk menggantikan mereka .panJang tanpa mengurangl keha ti- ha tiannya . Kinerja Pendapa t senada juga dilontarkan Wakil Ke tua Komi-
  • 55. si V DPR, yang membidangi ke tenagakerjaan Muhsin farmasi, dan sebagainya . Yang kedua sebenarnya Indo­Bafadal . TKA yang keahliannya sudah bisa digantikan nesia tidak butuh- butuh amat, te tapi menjadi seolaholeh pekerja Indonesia supaya dipulangkan, karena jika dibutuhkan, karena sa tu pake t dengan pinjaman luardipertahankan akan memboroskan devisa," ujarnya man­ negeri . "Banyak bidang yang sebenarnya kita mampu dantap ketika ditemui penulis waktu i tu di gedung DPR/MPR. memiliki keahlian untuk mengerjakannya, juga dimasukiMuhsin mencontohkan TKA yang segera dapat dipulang­ expatria t, contohnya dalam pembangunan jalan, properti,kan dan diganti dengan tenaga kerja lokal, an tara lain pabrik, bahkan akuntansi dan manajemen," jelas Didikmanajer h otel, pekerja res toran, dan sejenisnya . Menuru t bersungguh- sungguh .pengamat ekonomi dari INDEF Didik J . Rachbini menggaji TKA i tu, ka ta Didik, d a tang seiring dengan proyek­TKA dengan kurs yang d i te ntukan perusahaan sendiri, proyek dari luar. Misalnya lembaga dana internasionaldalam keadaan normal, tidak bisa dibenarka n . Namun memberikan u tang, maka expert ( tenaga ahli) merekapada saa t krisis, rasionalisasi tenaga asing tidak hanya d a tang sebagai bagian inheren dengan aliran modalperlu dilakukan dengan pemotongan, tapi bila mungkin tersebu t. Jadi sebagian pinjaman balik lagi ke sana untukmengganti dengan tenaga loka l . "Di negeri mereka kita membayar expert mereka . Pake t IMF biasanya jugajuga tidak boleh bekerja, karena dianggap mengurangi diika tkan dengan expert yang mereka tunjuk, misalnyapeluang orang lokal," ka ta Didik bersungguh- sungguh . untuk audit perbanka n . Didik berpendapat mereka seha­ Depnaker mencata t pada 1995 telah ada seki tar 57 rusnya kita tolak. Bila i tu tidak mungkin, maka se tidaknyaribu TKA di Indonesi a . Devisa yang mereka sed o t seki tar jumlah dan w aktu mereka diba tasi . Begitu proyek ber­2,4 miliar USS . Akhir 1997 jumlah mereka sudah mencapai jalan, mereka harus pulang .sekitar 70 ribu. Mereka umumnya bekerja di sektor Tak dapat dipungkiri pandangan Didik, Muchsin,perbankan, akun tansi, sekuri tas, komunikasi, telekomuni­ Abdul La tief dan para pelaku bisnis soal TKA, memangkasi, pariwisa ta- khususnya perho telan, dan lain- lain. mewakili ge taran jiwa tenaga kerja terdidik IndonesiaDevisa yang mereka sed o t diperkirakan sekitar 3 miliar yang selama ini tak didengar suaranya . Krisis dahsya t iniUSS/ tahun, sua tu jumlah yang tidak kecil . Apalagi jika mestinya telah memberi pencerahan kepada pemerintahdibandingkan dengan perolehan devisa TKI kita di dan para pengusaha negeri ini untuk meng-hitung dulumancanegara yang hanya seki tar 5-6 miliar USS/ tahun. dengan cerm a t kebutuhan dan kekayaan yang dimilikiPadahal jumlah TKI di luar negeri sudah di a tas 2 ju ta . bua t membayar high level man power: Toh keberadaan Didik menilai kehadiran TKA a tau Expa t d i Indonesia mereka selama ini terbukti tak bisa menghindarkan Indo­sangat paradoks . Sebagian memang kon tribu tif terhadap nesia dari krisis. Jadi nanti hanya yang diperlukan sajapembangunan . Sebagian lagi tidak terlalu perlu . Yang yang layak didatangka n . I tu pun masih ada catatannya,pertama jelas kita butuhkan, misalnya dalam industri yai tu regulasinya harus dibikin sam a . Artinya expert kitamesin, pesa w a t terbang, ahli las dalam air, ahli besi, pada level yang sama harus dibayar se tara dengan expat.
  • 56. Selama ini karena kurang selektif dan kri tis, banyak biaya kebera tan . Kebu tuhannya banyak dalam dolar, mau kirimdialokasikan pemerintah untuk hal- hal yang tidak perlu, ke negaranya, a tau menabung dalam dolar. Mereka memi­misalnya konsultasi kepada kreditor. Krisis ekonomi, yang lih kembali ke negaranya . Tapi ada pula yang lang sungmendorong perusahaan mengurangi jumlah expat a tau dipecat karena perusahaannya terpukul dolar sangatse tidaknya mengubah s truktur gaJl, ten tu membuat serius . Yang i tu tidak punya pilihan, mereka pulang .mereka terpukul. Miriam menolak menyebut berapa gaji yang dia terima . "Ini Pertanyaannya kemudian: bagaimana para expat confidential. Anda bisa tanya Price Wa terhose saja,"sendiri menghadapi perkembangan tersebut? Untuk per­ ka tanya menghindar sambil tersenyu m. Dia sendiri telahtanyaan mendasar ini tanggapan mereka agaknya cukup berencana kembali ke negerinya sejak se tahun lalu,bervariasi . Sebagian bisa memakluminya, dan bertahan di sebelum krisis. Alasannya sangat pribad i : dia sudah tujuhsini . Sebagian lagi memilih hengkang . Sementara sebagian tahun di Indonesia dan ingin kembali . Di samping i tulainnya dengan bera t ha ti terpaksa meninggalkan Indo­ peru- sahaan tempa tnya bekerja juga sudah tu tup .nesia, karena dipecat a tau karena perusahaan tempa tnya Menuru t Price Wa terhouse Coopers untuk mempe­bekerja gulung tikar. kerjakan seorang expatri a t senior, sebuah perusahaan Kelompok pertama i tu boleh dibilang diwakili Miriam harus mengalokasikan USS 150-250 ribu se tiap tahun.Tulevsky dan kawan- kaw annya . "Saya dapat mengerti Dari konvensasi i tu, 40- 60%nya adalah gaji kon ta n .kesulitan ekonomi pemerintah Indonesia dan perusahaan­ Sisanya berupa tempat tinggal, pembayaran pajak,perusahaan di sini . Demikian juga kawan- kawan saya asuransi kesehatan, dan biaya liburan pulang kampung .sesama expat. Ki ta dapat mengerti langkah-Iangkah Ke tika kurs USS masih Rp 2 . 430 a tau Rp 2 . 500, jumlah i tupenghematan harus dilakukan, termasuk menentukan kurs mungkin tidak terlalu membera tka n . Bayangkan berapadolar di luar harga pasar. Sebab dolar sekarang terlalu yang mesti dibayarkan perusahaan ketika USS 1 menjadimahal . Nanti gaji kita bisa lebih besar daripada gaji Rp 8000 a tau 1 0 . 000? Padahal pada masa krisis seperti inidirektur. I tu kan tidak lucu, " tutur Mlnam, seorang laba perusahaan tidak bertambah, bahkan mung kin rug i .Exp a tri at asal Australia ketika dimintai komen tarnya olehpenulis bua t SWA, 5 Mare t 1998 . Mereka ini pada 3 . Antara Perut Perusahaan d a n Perut Rakyatdasarnya tidak mau diliha t sebagai pihak yang menangguk Pemerintah ten tu tak ingin mencampuri urusan in ter­keuntungan dari derita Indonesi a . nal perusahaan. Apalagi yang berhubungan dengan gaji Kelompok ini, ka ta Miriam, kommit dan m a u te tap d i ekspa tnya . I tu dapat dimaklumi, karena krisis sudahsini sampai 2- 3 tahun mendatang . Mereka juga tidak telanjur menjalar kemana- mana dan bikin pusing kepal a .kebera tan gajinya berkurang karena kurs di luar harga Sebab di lapangan yang terjadi bukan hanya mengem­pasar, asal memang d i tawarkan begitu . Masih menuru t pisnya nilai Rp terhadap valas, tapi juga daya be Ii rakya t.wanita bertubuh sintal i tu, sebaliknya kelompok kedua Akiba tnya produsen dan pedagang tak bisa menaikkan
  • 57. harg a . Keadaan ini pada gilirannya membuat mereka lebih dunia, sekaligus menyedot devisa dari pasar internasional.suka membidik pasar luar negeri . Indika tornya tak sulit Di luar dugaan, yang terjadi kemudian para produsendicari . Liha t saja misalnya beberapa produk tertentu ramai- ramai mengekspor produknya, dan mengabaikanseperti Crude Palm Oil (CPO) yang termasuk ka tegori pasar domestik. CPO yang biasanya berlimpah i tusembako . CPO alias minyak mentah sawit, yang menjadi tiba- tiba rai b. Akiba tnya pabrik- pabrik minyak gorengbahan baku u tama minyak goreng penduduk, ini kerap raib merintih kesuli tan bahan baku . Kelangkaan bahan baku inidari pasar. menyebabkan produksi minyak goreng menurun dra s ti s . Harga CPO dunia memang lagi bagus- bagusnya, dan Sebagai efek dominonya minyak goreng menjadi suli tIndonesia sudah pula surplus. Jadi kalau saja pengusaha didapat. Kalaupun bisa didapat harganya melambungcuma mengekspor kelebihan produknya, ten tu tak akan tinggi . Harga minyak goreng di dalam negeri yang dulu Rpterjadi masala h . Apalagi pemerintah memang membuka 1 .400jkg lang sung melompat menjadi Rp 2 . 20 0 .peluang i tu agar pengusaha bisa meniyedot US$ dari Kua t dugaan CPO berlari mengejar dolar di pasarmancanegara . Untuk i tu pajak ekspor produk CPO, yang internasional. Maklum harga CPO, yang pada Juli 1997telah berlaku sejak 1 994, di turunkan Menteri Keuangan cuma US$ 5 16j ton, pada Desember 1997 naik menjadi(Menkeu) saa t i tu Marie Muhammad pada 14 Juli 1997. USS 540jton . Harga i tu pun bukan harga m a ti, sebabCuma maksud baik i tu kemudian berubah menjadi senj a ta kecendrungannya harga CPO akan meningka t terus. Tohmakan tuan . banyak kalangan merasa sebal terhadap kelakuan para Kepu tusan pemerintah menurunkan pajak ekspor produsen CPO . Apalagi dike tahui mayori tas merekaCPO tersebut dengan cepat menjadi bumerang, sesuatu merupakan pengusaha besar, yang punya andil gedeyang di a tas kertas boleh dibilang mustahi l . Betapa tidak! menjerumuskan Indonesia ke jurang krisis. Liha t sajaMenuru t Kabulog w aktu i tu Beddu Amang, produksi CPO daftrar 1 . 689 perusahaan yang masuk bangsal BPPNsampai akhir Desember 1997 seki tar 5,6 ju ta ton . akiba t overdosis u tang . Menuru t Dirut PDBI (Pusa t D a taKebu tuhan dalam negeri hanya seki tar 2 , 7 ju ta ton . Bisnis Indonesia) w aktu i tu Christianto Wibisono dariArtinya kebutuhan dalam negeri benar- benar aman . Sejak 1 . 689 perusahaan pengutang i tu, sebenarnya seki tar 3001 994 pemerintah memang mengenakan pajak ekspor bisa dinisba tkan kepada seki tar 30 kelompok usaha besarsebesar 10- 12% bua t CPO untuk mengamankan kebu­ alias konglomera t.tuhan dalam negeri . Nah karena produksi sudah jauh Pada saa t krisis para pengusaha besar i tu tanpamelampaui kebutuhan nasional, maka pada 14 Juli 1997 malu- malu tampil dengan dua waja h . Di sa tu sisi tampakpemerintah memangkas pajak ekspor i tu menjadi 5% memelas dan merengek meminta bantuan pemerintahuntuk CPO, Refined Bleached Palm Oil ( RBPO) 4%, Crude untuk menghadapi tun tu tan kreditor asing . Di sisi lainOlein (CRD Olein) 4%, dan RBD Olein 2%. Ini dimaksudkan tampil sebagai pedagang besar yang tahu be tul di manaagar produsen CPO dapat menikm a ti bagusnya harga CPO bisa menyedot untung dengan mengekspor CPO secara
  • 58. sembunyi- sembunyi - mengorbankan pasar domestik. Filma (Sinar Mas) bahkan sempat lenyap dari peredara n . Toh pemerintah tak bisa bertindak tegas kepada Pabrik menjeri t minta pasokan CPO . Dugaan semakinpara pedagang besar i tu . Sebagai gantinya pemerintah ken tal bahwa ada pihak yang menimbun CPO untuklantas mengubah s tra tegi . Pada tanggal 3 Desember 1997 memperoleh keuntungan besar.Menperindag w aktu i tu Tungky Ariwibowo, menetapkan Namun produsen menolak d i tuduh menimbun. Tuyul­semacam kuo ta ekspor bua t 8 kelompok perusahaan nya i tu justru di dis tribu tor, pengecer, dan konsumen.besar. I tu berarti hanya 8 perusahaan yang diperke­ Minyak goreng kan bisa bertahan sampai se tahun.nankan mengekspor CPO . Kedelapan perusahaan tersebut Sementara CPO tidak mungkin d i timbun . Dia harus segeraadalah Kan tor Pemasaran Bersama (KPB) PTP Nusantara, diolah karena cepat berpermentasi," Ka ta Wakil Ke tuaPT Buki t Kapur Reksa, PT Smart Corpora tion (Sinar Federasi Asosiasi Minyak dan Lemak Nabati (FAMNI) H .Mas/Eka Tjipta Widjaja), PT . Musim Mas, PT. Intiboga Tarmidzi Rangkuti berang ketika d i tanyakan masalah i tu .Sejah tera (Grup Salim/ Liem Sioe Liong) PT . Asianagro Toh Ke tua Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia(Raja Garuda Mas/RGM/Sukanto Tanoto) , PT. As tra Agro (AIMMI) Nafi s Daulay mengakui adanya peningka ta nLes tari (Astra), dan PT . London Suma tera (Grup Bakrie) . ekspor besar- besaran CPO d a n olein (minyak goreng)I tu pun yang diekspor tak boleh melebihi 25% produk. sejak Juli 1997. Menuru tnya harga CPO yang tinggi diYang 75% harus dilempar di pasar dalam negeri agar pasar internasional dan turunnya nilai rupiah memacupabrik minyak goreng dapat berproduksi . Diluar 8 produsen mengekspor CPo- nya .perusahaan besar i tu diharuskan melempar 100% produk Menanggapi keadaan tidak menyenangkan i tu peme­mereka di dalam negeri . Mengapa cuma 8? "Delapan rin tah lalu mengeluarkan kebijakan lebih ke ta t, menge­perusahaan tersebut kami pegang dulu, karena mereka nakan pajak ekspor tambahan untuk produk CPO danmenguasai 70% produksi CPO nasional a tau seki tar 3, 7 1 turunannya . Begitulah Pajak ekspor CPO kemudianju ta ton dari 5,6 j uta ton produksi 1997," j el as Dirjen menjadi 30%, RBPO 30% CRD Olein 30%, dan RBD OleinIndus tri Hasil Hutan dan Pertanian (IHHP) Suj a ta ketika 28% . Namun CPO te tap tak jinak. Produsen merasa lebihdimintai penjelasannya waktu i tu . u ntung mengekspor ke mancanegara, meskipun harus Kebijakan i tu segera terbukti tidak efektif untuk membayar pajak tambahan, daripada melegonya di dalammenjinakkan produsen CPO yang haus dolar. 10 Desember negeri . Apalagi se telah Rp terjun bebas sampai menembus1997 pemerintah kemudian menambah 7 perusahaan lagi angka Rp 1 O . 000/Uss . Akiba tnya pabrik minyak makinyang mendapat kuo ta ekspor: PT Sucofindo, PT Tasik menjeri t. Harga minyak goreng meroke t. S e telah perayaanRaja , PT Perma ta Hijau, PT Tidar Grup, PT Duta Palma N a tal, Tahun Baru, dan Lebaran berlalu, bahkan se telahNusantara, Grup Sipef, dan PT Tunas Baru . Toh keadaan Sidang Umum MPR harga minyak goreng malah menembustidak membaik. Harga minyak goreng terus membubung angka Rp 7000/li ter. Merek- merek populer seperti Bimolitinggi . Beberapa merek populer seperti Bimoli (Salim) dan dan Filma lebih sering menghilang dari peredara n . Padahal
  • 59. semula orang menduga se telah perhela tan- perhela tan energi pemerintah, pasar akan te tap menang," tambahbesar i tu berlalu, harga- harga akan kembali normal . Guru Besar Insti tu t Pertanian Bogor i tu cepat. Seakan putus asa, pemerintah lantas melarang eks­ Bungaran berpendapat harga di luar sebe tulnya tidakpor CPO dan olein sampai Mare t 1998 . Larangan i tu lalu naik secara signifikan . Sebelum krisis, saa t kurs Rpdiperpanjang sampai waktu tidak terba tas . "CPO tidak 2 . 430jUSS, harganya seki tar US$ 5 16j ton . Harganyaboleh diekspor sampai pasokan minyak goreng di dalam menjadi USS 540 pada Desember 1997, tapi Rp sudahnegeri s tabil/ tegas Tungky. Pernya taan i tu didukung ja tuh menjadi Rp 4. 700jUSS . Jadi kenaikannya tidakKabulog Beddu Amang . "Jadi 100% CPO dan olein yang begitu heba t. Cuma Rupiah j a tuh terlalu dalam . Apalagiada untuk dalam negeri . Dengan adanya ke ten tuan ini saa t kurs menembus angka Rp 9000- 1 0 . 000jUSS . Kenaik­berarti tidak ada ekspor. Siapa yang menimbun a tau annya menjadi sangat berarti dibanding menjual di dalammelanggar ke ten tuan ini akan dikenakan sangsi/, tegas negeri dengan harga 2 . 200jkg . Jelas di luar bisa dapat 4Kabulog dalam wawancara dengan penulis untuk majalah kali lipat lebih besar. Untuk kebutuhan di dalam negeri,S WA seusai acara Hut Republika, 26 Februari 1998 . Dia ka ta Bungaran, biarlah orang beralih ke minyak gorengmenolak menjelaskan apa saja sangsinya . Bob Hasan, kelapa yang mayori tas merupakan usaha rakya t.yang menggantikan Tungky sebagai Menperindag, juga Menuru t Pakar pertanian i tu industri CPO mempunyaimenerapkan kebijakan yang sam a . Akiba t larangan ekspor prospek yang bagus. Pertama, karena pembudidayaannyaCPO Indonesia i tu, harga CPO internasional naik lagi muda h . Kedua, pasarnya sangat luas - world wide . Ke tiga,menjadi USS 670j ton . keuntungannya besar dan bisa diandalkan untuk meraih Pengamat ekonomi dan pertanian Prof. Dr. Ir. devisa . Pemerintah, ka ta Bungaran, sebaiknya membiar­Bungaran Saragih tidak se tuju dengan pelarangan ekspor kan saja industri ini tumbuh secara wajar. Jangan gangguCPO . Dia lebih suka bila pemerintah membiarkan segalanya pertumbuhannya dengan a turan yang menghambat. Diaberjalan dalam mekanisme pasar yang normal . "Sebenar­ memang tidak mengada - a d a . Menuru t c a ta tan Pusa t D a tanya ini perkembangan wajar. Produsen ingin untung . Bisnis Indonesia CPDBI) luas areal perkebunan kelapaSekarang ada kesempatan meraih untung besar di sawit meningka t ra ta- ra ta 13,2% per tahun. Produsksinyamancanegara . Di dalam negeri pabrik minyak goreng kan sendiri meningka t 13,8% per tahun. Bila dulu hanyatidak mau membeli dengan harga tinggi, karena minyak perusahaan negara dan swasta besar saja yang menge­gorengnya tidak boleh dinaikka n . Dia termasuk sembako . lola perkebunan sawit, sejak 1979 perkebunan rakya t iku tJadi biarlah produsen jual ke luar kan? Kenapa harus berkembang d a n kini memiliki 722 . 5 33 hektar. Perkebunandilarang? Kalau dilarang, produsen bisa menimbun, bisa rakya t menempati peringka t kedua dalam luas arealpula menyelundupkannya . Mereka tidak mau rugi," tutur se telah perkebunan swasta 955 . 326 hektar. PerkebunanBungaran sungguh- sungguh . "Inilah sa tu contoh kebijakan negara memiliki 399 . 6 1 3 hektar. Masih menuru t PDBI nilaipemerintah yang paling tidak efektif. Biar sampai habis ekspor CPO juga sangat bagus. Dari Januari-Agustus 1997
  • 60. saja ekspor komoditas ini telah mencapai US$ 1,2 miliar. 12 pabrik pengolahan yang mengolah Tandan Buah SegarPadahal 1996 nilainya masih US$ 1 miliar. (TBS) menjadi CPO . Di samping i tu AAL juga memiliki 1 Saat ini Malaysia memberikan kon tribusi 5 1 , 3% pro­ fabrik (rafinary) dan memproduksi minyak goreng Capduksi CPO duni a . Indonesia berada pada posisi kedua Sendok dan minyak goreng curah ( tanpa merek) dengandengan kon tribusi 29,8%. Sisanya dipasok oleh Nigeria, produksi 69,47 tonj tahun . Minyak goreng tersebut seba­Colombia, dan beberapa negara lain . Pada tahun 2000 gian besar beredar di Suma tera .produksi minyak sawit dunia mencapai 20,4 ju ta ton Benny berpendapat industri CPO ini sangat prospek­dengan kenaikan ra ta- ra ta 5% per tahun . Meliha t per­ tif. I tu sebabnya As tra terus berupaya mengembang­tumbuhan produksi CPO Indonesia ra ta- ra ta 12% per kannya . Kini CPO dan produk turunannya memberikantahun, sedang Malaysia hanya 4-5%j tahun, maka PDBI kon tribusi 9 1% kepada AAL . "Dari 177. 976 hektar yangmemprediksi pada tahun 2005 produksi Indonesia akan telah di tanami i tu, baru 66 ribu hektar yang telah dipanenmelampaui Malaysia . Saat i tu Indonesia akan memproduksi dan menghasilkan 254. 362 ton CPO tahun 1997. Ki ta12,3 j u ta ton CPO, dan Malaysia berada pada peringka t pasok ke pabrik sendiri 100 ribu ton (rafinary) un tukkedua, 1 1, 8 j uta ton . diolah menjadi minyak goreng (olein) . Sisanya un tuk Meliha t begitu besarnya minat inves tasi di sektor ini, memasok pabrik- pabrik lain di dalam negeri," tutur Presdirrasanya prediksi di a tas akan menjadi kenya taa n . Gejala­ AAL i tu tenang . Dia yakin tahun ini hasil CPOnya akannya sudah bisa dibaca sejak 1997. Menurut c a ta tan BKPM bertambah, karena yang dipanen akan bertambah 30 ha .sampai akhir 1997 telah ada 127 perse tujuan inves tasi Bila semua berjalan lancar, menurutnya, luas lahan AALperkebunan sawit. Jadi akan ada 127 uni t perkebunan akan dikembangkan menjadi 300 ribu ha (280 ribu hasawit baru . Nilai inves tasinya sekitar Rp 13,27 triliun . I tu un tuk sawit) sampai 200 1 . Jumlah pabrik CPOnya punbaru yang bers ta tus PMDN . Yang bers ta tus PMA, se telah akan bertambah menjadi 23 buah ( tahun 1998 akandibuka kembali Juli 1997, ada 4 proyek dengan nilai bertambah 3 buah) . Tahun 1997 AAL sempat mengeksporinves tasi USS 200,4 j u ta . 1 2 . 500 ton CPO ke India dan Cin a . Sekadar memberi gambaran ada baiknya ki ta lihat PT Kegiatan i tu lantas dihentikan sehubungan denganAs tra Agro Les tari (AAL), dulunya bernama As tra Agro larangan ekspor dari pemerinta h . Jadi semuanya, ka taNiaga, didirikan William Suriadjaja 1983 . Meskipun tergo­ Benny, kemudian un tuk memasok kebutuhan dalam negerilong baru memasuki industri CPO, ka ta Presdir AAL ir. dengan harga patokan Rp 2500jkg . "Rugi sih enggak, tapiBenny Subianto, dari segi luas AAL dengan 42 anak kita kehilangan kesempatan, istilahnya opportunity loss,perusahaannya masuk peringka t ke 4 terbesar se telah un tuk mengekspor pada saa t negara butuh devisa,"Sinar Mas, Grup Salim, dan Raja Garuda Mas ( RGM) . AAL jawabnya ha ti- ha ti ke tika di tanyakan masalah i tu . "Darikini memiliki 200 hektar lahan: 177. 976 hektar di tanami sudut ekonomi ten tu saja tidak menyenangkan . Bayang­sawit. Sisanya ditanami teh, dan kaka o . Dia juga memiliki kan harga internasional sekarang US$ 670j ton . Dengan
  • 61. kurs taruhlah Rp 8S00/US$, maka harga per kgnya sama langsung kepada presiden, yang selama tiga dekadedengan Rp 5 . 69 5 . S e telah dipo tong pajak, dan potongan­ hampir tak pernah menya n tuni mereka . Zainuddin MZp o tongan lain, minimal AAL bisa mengan tongi Rp 4700/kg . sendiri, kyai sejuta ummat yang memimpin perhelatan i tu,Jadi dia kehilangan Rp 2200 se tiap kgnya . Bayangkan bila menyumbangkan 1 ons emas miliknya kepada pemerinta h .AAL bisa mengekspor taruhlah 20 ribu ton CPO?" sambung Ban tuan i tu memang tak menyelesaikan masalah. Nilai RpBenny serius . Meski demikian keadaan di lapangan tidak te tap terpuruk terhadap valas, teru tama USS . Maklummembaik. S e telah sidang umum MPR 1998, harga minyak lebih separuh u tang luar negeri Indonesia, termasuk u tanggoreng bermerek lebih sering raib . Kalaupun bisa didapat, swasta, diberikan dan mesti dikembalikan dalam m a taharganya sudah melambung menjadi Rp 7 ribu/liter. uang paman sam i tu . Tak banyak yang menyadari bahwaArtinya pengusaha berhasil memaksakan harga in ter­ krisis ini bisa berkembang ke sesua tu yang tak bisanasional di pasar loka ! . diduga, termasuk para kyai dan orang- orang deka t istana . Lebih- Iebih bila diingat kepercayaan kepada kemampuan4 . Yang Menolong, Yang Teraniaya pemerin tah un tuk mengatasi keadaan ini telah pudar. Usaha dari bawah un tuk membantu pemerin tah Liha t saja protes dan ke tidakpuasan yang tidak lagimengatasi keadaan yang menyesakkan napas i tu bukan di tu tup- tu tupi, telah merebak di seluruh negeri .tak ada . Sebelum nilai Rp terpuruk sampai sebegitu dalam, Oi sisi lain, berpijak pada pandangan bahwa rakya tlebih dua ra tus kyai dari berbagai pesantren di tanah air banyak masih mempercayai sang presiden, S i ti Hardiya n tid a tang ke istana negara . Mereka tak d a tang un tuk Rukmana alias embak Tutut menggelar Gerakan Cin tameminta keringanan pajak a tau meminta kredit tak Rupiah (Getar), 10 Januari 1998 . Pu tri sulung Soehartoberbunga dari dana reboisasi un tuk mengatasi paceklik dan salah sa tu bintang kemenangan Golkar pada Pemiludana pembiayaan . Tidak pula meminta pemerin tah menjadi 1997 i tu, memboyong anggota OPR/MPR dari Fraksi Karyaperan tara un tuk memohon keringanan a tau penghapusan ke dalam gerbong Ge tar. Tutut sendiri, sebagai pence tus,u tang dari para kreditor asing, seperti yang dilakukan merupiahkan US$ 50 ribu guna memperkuat o to t Rp . Uangpara konglomera t dan pengusaha nasiona ! . segitu ten tu tak bisa dianggap besar, bila diingat Mereka, orang- orang dari pesantren i tu, d a tang kapasitas Tutut sebagai pengusaha besar dengan puluhanun tuk menyumbangkan a nting- a nting, kalung dan gelang anak perusahaan yang mengguri ta ke mana- mana . Padamilik anak dan istri mereka buat meringankan beban saa t sama anggota fraksi karya yang dibawahya hanyapemerin tah pada masa krisi s . Tak ada pemandangan lebih merupiahkan an tara USS 1 . 000- 5 ribu . Alhasil US$ yangmengharukan daripada malam i tu . Orang- orang kecil dari bisa dirupiahkan hari i tu cuma US$ 650 ribu dengan kurstempat- tempat yang jauh, sebagian cuma bersarung dan Rp 6 . 4S0/USS .baju koko sederhana, menyerahkan sebundal besar per­ Namun g e tar tidak berhenti sampai di situ . Oia terushiasan emas . Perhiasan sebera t 1 , 9 kg i tu diserahkan menjalar sampai ke menteri- men teri, para pengusaha,
  • 62. pegawai Garuda, Dephub, para Gubernur, apara t pemda, sungguh ke tika di tanyakan alasan menyumbangkanrakya t biasa yang banyak duit, dan ten tu para pengusaha dolarnya . "Saya merasa diun tungkan oleh negara, karenabesar. Cuma karena US$ yang mengalir un tuk dirupiahkan telah memberi peluang bisnis kepada saya . Sekarangjumlahnya tak cukup siginifikan, maka hasilnya juga tak negara memerlukan ban tuan, ya ki ta harus berikan,"o p timal un tuk mendongkrak nilai Rp . Pengusaha dari udik sambung pengusaha yang bergerak di bidang perkayuan,H. Murad Husin tercatat berada pada posisi tera tas dalam kehutanan, perkebunan, dan pertanian i tu .merupiahkan USS miliknya . Pengusaha asal Luwuk­ Aksi spontan para ulama i tu memang menimbulkanSulawesi Tengah i tu pertengahan Januari 1998 telah keharuan . Dia kembali menghidupkan kenangan orangmerupiahkan USS 3 j u ta di Bank Dagang Negara (BDN) akan sumbangan orang- orang Aceh kepada republik dicabang Luwuk. Bandingkan dengan Eka Tjipta Widjaja, awal- awal kemerdekaan un tuk membeli pesa w a t terbang,konglomera t kelompok Sinar Mas yang sebagian besar alat yang mesti dipunyai oleh se tiap negara merdeka . Takpenghasilannya dalam USS, cuma merupiahkan US$ 1 heran bila banyak kalangan mencibir se tiap aksi pemeri tahju ta . Tommy Winata baru USS 500 ribu, Sukamdani S . yang ingin mengajarkan nasionalisme dan kebangsaanG i tosardjono USS 5 0 . 10 0 . Burhan Uray dari Grup Djajan ti kepada para santri . Sebab orang- orang pondok pesan­US$ 50 ribu . CEO kenamaan dari As tra Teddy P . Rahma t tren ini lebih memiliki rasa kebangsaan yang tulus dan siaphanya menukarkan USS 10 ribu, sa tu level dengan bos berkor- ban apa saja guna membela negaranya . Mereka iniMcDonald Bambang N. Rahmadi . cuma punya tanah air sa tu, Indonesia . Dalam senang dan Jumlah yang dirupiahkan TP Rahma t dan Bambang N dalam duka mereka akan te tap di Indonesia .Rahmadi, yang terkenal kaya raya i tu, sama dengan sum­ Orang- orang pesantren i tu berbeda dari para peng­bangan cuma- cuma H Murad Husin . Ya, pengusaha udik usaha yang hampir tak mengenal b a tas- b a tas negara .i tu pada 21 Januari 1998 tercatat tidak hanya telah Jadi mengajarkan paham kebangsaan, yang sudahmerupiahkan USS 3 j u ta miliknya, tapi juga telah menyum­ dipraktikkan oleh para san tri dan kyai, sama saja denganbangkan USS 10 ribu kepada negara . Dalam bincang­ menggarami lauta n . Mungkin akan lebih berguna meng­bincang dengan penulis waktu i tu dia menyebut alasan­ ajarkan paham kebangsaan kepada para pengusaha yangnya menyumbang sederhana saj a : dia merasa malu cuma mengenal sa tu bahasa, uan g . Para penilep BLBI,melihat para kyai, yang bukan pengusaha dan hidupnya para penyelundup CPO, BBM, penc e tak uang palsu,sudah cukup susah, masih mau menyumbangkan emas­ apara t negara yang sengaja meloloskan penjahat ekonomiemasannya buat negara . "Mereka i tu siapa? Kan bukan ke luar negeri dengan imbalan uang, dan penjaha t­pengusaha, bukan pedagang . Mereka d a tang dari penjahat semacam i tu harus diakui lebih punya peluangpondok- pondok pesantren yang jauh. Saya yakin hid up un tuk meninggalkan Indonesia saa t negara sedang gerin g .mereka sendiri pas- pasa n . Bila mereka bisa menyumbang, Para kriminal kerah putih tersebut pukul ra ta adalah hasilmasa kita pengusaha tidak?" jawab Murad sungguh- didikan sekolah- sekolah dan perguruan tinggi umum dalam
  • 63. dan luar negeri . Mengajarkan alumni perguruan tinggi sampai di a tas Rp 6 ribu/USS? uOh tidak. Waktu kursnyaumum i tu soal cinta tanah air dan paham kebangsaan, masih Rp 4 . 000/USS saya sudah tukarkan 1 ju ta dolar disebenarnya lebih releva n . BON Luwuk. Saya kan nasabahnya," bantah Murad Husin T o h meski memuji ke tulusan para kyai d a n san tri da­ cepat ke tika di tanyakan masalah i tu . Aksinya yang tuluslam menolong tanah airnya, banyak kalangan menilai harus diakui telah memberi tambahan tenaga buat Ge tarorang- orang pesantren i tu terlalu naif. Sebagian lagi yang diragukan i tu .menganggapnya mencari muka, dan sebagian lain mencibir Ge tar, ka ta mba Tutu t, akan terus dikembangkanaksi i tu sebagai pekerjaan sia- sia, ibara t menyangga menjadi Gerakan Nasional Cin ta Tanah Air (Genta), danberingin yang hampir roboh dengan seutas benang . cinta produksi dalam negeri . Genta kemudian memang ikutTerlepas dari pro kon tra yang mengiringi aksi para ulama bergulir. S e tiap hari mediamasa c e tak dan elektroniki tu, pengusaha udik semacam Murad Husin, Oirut PT. menyoro t mereka yang d a tang ke B1, BON, BBO a taupunKurnia Luw uk Sej a ti yang tak sempat mengenyam bank lain un tuk menyumbangkan perhiasan dan dolarpendidikan tinggi, sudah digetarkannya . Namun Ge tar, kepada negara . Tidak ke tinggalan anggota Asosiasigerakan yang dipimpin mba Tutut se telah aksi spontan Pedagang Emas dan Perma ta (APP) OK! . Mereka d a tangpara ulama pesantren, justru dinilai para pengamat serombongan dan menyumbangkan emasnya sebanyaksebagai gerakan se tengah ha ti . Sebab yang dirupiahkan 3 .425 gram di B!. "1ni adalah aksi spontan kam i . Jumlah­dinilai terlalu sediki t dibanding kemampuan mereka . "Bagi nya memang tidak besar. Tapi ini baru tahap pertama,"saya sebagai gerakan moral Ge tar cukup baik, te tapi dia ka ta Sekjen APP OK1 seusai acara tersebut menjanjika n .te tap tidak akan mampu mendongkrak nilai rupia h . Sebab Lan tas orang pun bertanya : di mana para konglomera tperburuan dolar masih te tap berlangsung dengan besar kita? Oi mana Kelompok Jimbaran (Keji) yang sukaintensitas yang terus meningkat," ujar Rizal Ramli mengo­ bermain sin terklas- sin terklasan i tu berada ke tika negaramentari aksi i tu . lagi sakit? Kelompok pengusaha yang dibesarkan Soeharto Rizal tidak sendirian. Tony A. Prasetiantono, s taf i tu dianggap paling diun tungkan Orde Baru selama 30pengajar Fak. Ekonomi UGM, punya pendapat senada . tahun lebih. Karena begitu doyannya pada u tang luarBaginya hasil gerakan ini masih belum signifika n . "Kalau negeri, Keji sekaligus di tuduh telah ikut andil mendorongseorang menteri menukarkan USS 1 . 000, berapa yang negara ke jurang krisis tak berujun g .harus di tukarkan rakya tnya? ujarnya re tori s . Menurut Menghadapi berbagai huj a tan seperti i tu, Keji me­Tony gerakan ini baru efektif j ika dolar yang dirupiahkan mang tak diam seribu bahasa . Siapa lagi bila bukanjumlahnya besar. "Masa cuma segitu sih yang mereka Sofyan Wanandi yang angka t bicara? Juru bicara kelom­punya?" tanya beberapa kalangan sinis . Sebagian lagi pok Jimbaran i tu mengakui rendahnya partisipasi konglo­malah mempertanyakan mengapa baru sekarang dirupiah­ mera t dalam Ge tar dan Genta . "Jika mereka tidak bisakan . Mengapa tidak dari dulu- dulu sebelum harga dolar ikut, saya jamin bukan karena tidak mau, tapi mereka
  • 64. dalam keadaan serba salah," jelas Sofyan dalam sebuah Apalagi diberikan begitu mudah dalam waktu tak sampai 6wawancara dengan penulis buat majalah SWA waktu i tu . bula n . Sebagian bankir bahkan ada yang mendapat BLBI"Sebagian konglomera t memang sedang terjepit. Meski sampai 3 kali lipat di a tas modal se tor bank mereka .konglomera t berpotensi mengumpulkan emas lebih dari Mereka sebenarnya dinilai tak pantas menerima hadiahdua kwinta l . Jumlah i tu tidak banyak berarti un tuk seperti i tu, se telah merugikan nasabah dan negara lewatmengatasi krisis," tambahnya bersungguh- sungguh . berbagai salah urus dan pelanggaran b a tas maksimumAlasan i tu diragukan banyak orang . Menuru t mereka i tu pemberian kredit (BMPK) . Toh pemerin tah tak merasahanya re torika jimbaran saj a . Kalau memang enggak mau risau. Sampai saa t ini boleh dibilang hampir tak ada upayanyumbang, bilang aja terus terang ! Sebab emas 2 kwintal mengusut pembobolan uang negara raksasa tersebut. Iniwalau tak banyak berarti buat mengatasi krisis, jika cukup mengherankan sebetulnya . Apalagi bila diingatdiuangkan bisa menjadi dana abadi yang besar buat akibat gelon toran BLBI sampai Rp 144 triliun i tu,beasiswa . Se tidaknya bisa membantu ra tusan ribu orang pemerin tah masih harus mengeluarkan obligasi un tuktua murid yang kini tak mampu lagi membiayai sekolah menyehatkan perbankan yang sudah kronis sebesar Rpanak- anak mereka . 430 triliun . Namun Sofyan memang tak sepenuhnya mengada­ Obligasi i tu dikenal sebagai obligasi rekapitalisasiada . Terlepas dari keengganan mereka un tuk menolong, perbankan (obligasi rekap), yang bersama bunganyakonglomera t memang lagi terjepit. Sebab kreditor asing menjadi Rp 600 triliun . Begitulah lewat sulapan IMF yangyang dulu royal memberi pinjaman, kini menuntut agar hebat i tu secara sim salabim, tiba- tiba pemerin tah telahmereka segera membayar u tan g . Keadaan te tap tidak mengubah u tang swasta menjadi u tang publik sebesar Rpmembaik se telah pemerin tah melikuidasi 16 Bank. Bahkan 600 triliun . I tu berarti roda ekonomi Indonesia yang sulitterus memburuk se telah pemerin tah membekuoperasikan bergerak akibat digandoli u tang luar negeri yang terus38 bank lain . Lalu demi menghindari tenggelamnya menggunung, menjadi bertambah bera t . Pada Mare t 1998perbankan Indonesia, pemerin tah terpaksa menggelon­ tercatat u tang luar negeri Indonesia sekitar USS 137, 424torkan dana tunai sampai Rp 144 triliun dalam bentuk miliar. Dari u tang sebesar i tu lebih separuhnya (USS 7 1 , 9kredit likuiditas Bank Indonesia (KLBI) un tuk menalangi miliar) merupakan kon tribusi perusahaan- perusahaankewaj iban bank akibat rush . swasta besar alias konglomera t . Lalu a tas tekanan lembut Sebutan KLBI kemudian berubah menjadi Ban tuan IMF yang memang punya kewajiban mengamankan uangLikuitas Bank Indonesia (BLBI) . Jumlahnya sempat diung­ Negara- negara penyandang dananya, pemerin tah haruskap di media massa mencapai Rp 164 triliun, tapi yang Rp menanggung u tang domestik pula sebesar i tu . Artinya IMF20 triliun tak jelas juntrungannya . Terlepas dari misteri telah menyandera pemerin tah dan Negara Indonesiayang masih perlu diselidiki i tu, banyak kalangan curiga ada secara keseluruhan un tuk melunasi u tang pengusahapermainan di balik penggelontoran dana sebesar i tu . swastanya .
  • 65. S e tiap tahun se telah i tu, siapa pun yang memerin­ termasuk pendidikan dan kesehata n . Jadi pada saa t dayatah negeri ini, terpaksa menganggarkan Rp sera tus triliun beli rakya t anjlok dan negara dalam keadaan post majeurlebih un tuk membayar cicilan u tang dalam dan luar negeri, alias darura t, yang sebenarnya bisa mendapat keringan­plus bunganya . Presiden transisi Habibie, yang melanjut­ an, penundaan a tau pemotongan u tang luar negen,kan pemerin tahan se telah Soeharto lengser, adalah pemerin tah malah diminta membayar u tang swastakorbannya yang pertama . Presiden Abdurrahman Wahid sekalian oleh IMF .dan kemudian Megawa ti Soekarnopu tri yang muncul di era Soeharto yang sudah kehilangan dukungan di dalamreformasi juga tak punya pilihan lain. Bahkan SBY -JK, negeri akibat krisis ekonomi berkepanjangan, ten tu akanpresiden dan w apres yang dipilih langsung oleh rakyatnya berpikir dua kali un tuk menen tang kemauan IMF . Pemimpinterpaksa meng- ikuti jalan yang sama, se tidaknya bisa berpengalaman i tu tahu b e tul, bila dia menya takan postdiliha t dalam dua tahun pertama pemerin tahan mereka . majeur, maka dukungan internasional yang diwakili IMFMereka secara terpaksa a taupun sukarela menjalankan dan Bank Dunia pun akan hilang . Maka dia menutupsemua yang telah ditandatangani Soeharto di akhir masa ma tanya dari kenya taan, lalu iku t program IMF . Begitulahjabatannya . Buktinya tak sulit dicari . Angka-angkanya sesuai kesepaka tan dengan sang juragan, per 1 Aprilterpampang jelas pada Anggaran Pendapatan dan Belanja 1998, rakya t yang sudah melara t harus membayar listrikNegara (APBN) 2006. Liha t saja pemerin tah mengalokasi­ dan BBM lebih mahal . Padahal un tuk makan saja merekakan Rp 140,22 triliun, yai tu un tuk pembayaran beban rela malu un tuk ikutan mengan tri sembako murah a taubunga Rp 76,63 triliun dan cicilan u tang pokok Rp 63,59 gra tis berjam-jam .triliun . I tu 4 kali lebih besar daripada anggaran pendidikan Memang tidak semua wakil rakya t se tuju pada kebi­yang dipa tok cuma Rp 34 triliun . Juga lebih besar daripada jakan yang tak bijak i tu . Komisi V DPR tegas- tegas menilaiselisih harga BBM domestik dan internasional yang keputusan pemerin tah menaikkan harga BBM dan listrikdipelin tir pemerin tah menjadi subsidi (Rp 95 triliun ) . tidak adil dan mengandung bahaya so sial yang mahal .Padahal yang belakangan i tu yang amat mempengaruhi Pandangan w akil rakya t i tu jelas tak salah. Cuma merekakehidupan rakya t banyak, a tas tekanan IMF mesti tak menyangka bila kenaikan tarif BBM dan listrik i tu telahdipangkas sampai nol dalam tenggat waktu yang telah di te tapkan dalam LoI dengan tanggal yang pasti, dan i tud i te n tuka n . berlaku mutlak. Jadi Soeharto sendiri tak punya pilihan I tu berarti dalam keadaan darura t seperti saa t ini, lain . Akiba tnya dapat ditebak, pemerintah, diwakili Men­pemerin tah mesti te tap membayar u tang yang separuh­ tamben waktu i tu Koen toro Mangkusubro to, sambilnya sebenarnya merupakan u tang swasta besar. Un tuk meneteskan airm a ta dihadapan wakil rakya t, menetapkani tu pemerin tah mesti menaikkan harga BBM dan tarif dasar kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL) pada 1lis trik, juga air minum nantinya, serta memangkas segala April 1998 . Akiba tnya lebih dahsya t lagi. Republik sepertibentuk subsidi dan anggaran kesejahteraan publik, digoyang badai sampal di pelosok- pelosok. Arahnya
  • 66. memang ke segala penjuru, tapi semakin lama makin telah hengkang ke Singapura se telah menjual Indofood .terarah ke rezim Soeharto yang sudah terlalu lama Pandangan seperti i tu an tara lain diwakili pengamatbercoko l . perbankan Aberson Marie Sihaloho . "Masyaraka t menarik Akhirnya Soeharto, bersama kabinet Pembangunan dana dari BCA, lebih sebagai sikap ke tidakrelaan menjadiVII- nya yang baru berumur 70 hari, harus menuai badai. pendukung tokoh- tokoh yang selama ini dikenal era tSejak i tu tanah air bergolak dahsya t. Kerusuhan meledak dengan masalah- masalah kolusi, korupsi, dan nepo tismedi mana- mana . Jakarta mengambil porsi yang paling (KKN ) . Sebab kalau soal keamanan dana, Gubernur Bankbesar. Orang- orang kecil yang merasa disepelekan, Indonesia (BI) sudah berkali- kali menegas- kan jaminantermasuk ibu- ibu dan anak- anak merangsek menghancur­ pemerin tah terhadap simpanan pihak ke tiga," jelaskan toko- toko, menjarah isinya, dan membakar dengan Aberson sehari se telah BCA diambilalih BPPN (28 Meiperasaan tanpa dosa . Tanah- tanah sengke ta dan yang 1998 ) .disinyalir milik keluarga Cendana dan kroninya dipa tok Aberson memang tak mengada - a d a . Menurut c a ta t­ulan g . an D a ta Consul t/ICN saa t i tu hampir 70% saham BCA dimiliki keluarga Lie m . Rinciannya : Soedono Salim 23, 16%,5. Ketika Kesabaran itu sampai Batasnya Andree Halim 23, 15%, dan An thony Salim 23, 15% . Gempa susulannya juga tak kalah dahsya t. De Sementara 30% saham BCA dimiliki anak- anak mantanSoehartonisasi dan kebencian kepada klan Cendana presiden Soeharto . Tep a tnya : S i ti Hardiya n ti Rukmana/merebak di seluruh tanah air. Seka i tan dengan i tulah Bank mba Tutut 16%, Sigit Harjoyudan to 14%, dan sisanyaCen tral Asia (BCA), bank swasta terbesar di Indonesia, yang 0, 54% dimiliki pemegang saham lain .tiba- tiba keloj o tan se telah digilir habis nasabahnya Namun kerusuhan tak berhenti sampai ke penghan­selama seminggu. Sebelumnya, saa t kerusuhan 13- 14 Mei curan simbol- simbol Cendana dan kroninya . Kerusuhan1998, BCA juga telah menjadi sasaran amuk massa . yang dipicu oleh perasaan putus asa, tertekan danSeki tar 122 kantor cabangnya (dari sekitar 150) di amarah i tu segera meluas ke mana- mana . Di sejumlahJakarta dan seki tarnya dibakar, dirusak, dan dijara h . Saat daerah dia malah berganti rupa menjadi kerusuhan e tnisi tu tercatat sekitar 150 ATM BCA dirusak. dengan sasaran penduduk ke turunan Tiongho a . Toko­ Ke tika BCA megap- megap kesulitan likuiditas akibat toko, rumah, harta, mobil, bahkan orangnya tak pedulipenarikan dana besar- besaran (rush) oleh nasabah, orang laki- perempuan, tua- muda, dewasa- anak, asal berm a tacepat menghubungkannya dengan para pemegang saham sipit dan berkulit kuning langsung diganyan g . Pasar Baru,yang lagi menjadi sasaran kebencian. BCA kala i tu bagi Glodok, dan daerah- daerah hunian yang banyak dihunibanyak kalangan merupakan simbol persa tuan klan ke turunan Tionghoa menggigil . Ini pada gilirannya mem­cendana dengan konglomera t Liem Sioe Liong alias buat nyali orang- orang asing lain pun iku t ciut. MerekaSoedono Salim . Konglomera t gaek i tu se tahun sebelumnya berduyun- duyun, dengan cara apa pun meninggalkan
  • 67. rumah- rumah mereka mencari tempat aman . Atau sekalian krisis kepercayaan tersebut. Namun yang yang sa tu ini,menuju bandar udara un tuk meninggalkan Indonesia sece­ bernama amuk massa, adalah produknya yang palingp a tnya . Bali yang damai juga menjadi pilihan yang menarik menakutkan, teru tama bagi orang asin g . Tidak heran bilabuat mereka . mereka segera berbondong- bondong menuju bandara Begitulah se telah ke turunan Tionghoa menjadi sasa­ un tuk menyelamatkan diri . Sekadar menyebut sebagianran kebencian, para turis a tau profesional asal Amerika, sa]a, Kedutaan Inggris langsung menyerukan 6 ribuEropa dan Australia pun ikut hengkang, meski belum ada warganya meninggalkan Indonesia . Mereka diangku tseorang pun yang menjadi sasaran amuk massa . "Ik voel dengan sejumlah b u s dari Kedubes Inggris ke bandara .me hier nie t veilig meer. Jakarta moet ik zo snel mogelijk Selanjutnya mereka dievakuasi dengan pesa w a t khususverl a te n . Maak me nie t uit of ik een of twee dagen in British Airways. Pemerintah Amerika, Australia, Jepang,Singapore moet overnachten, voord a t ik naar Nederland Singapura, Taiwan, dan lain- lain menyerukan hal yangkan vliegen . De situa tie is voor me te Cha o tisc h . Saya sam a .merasa tidak aman lagi di sini. Secepat mungkin saya Pemerintah Australia langsung mencarter pesa w a tharus tinggalkan Jakarta . Tidak peduli apakah saya sarus Quantas Airlines d a n Anse tt Australia un tuk menyela­menginap dulu sa tu a tau dua malam di Singapura sebelum ma tkan warganya dari kemungkinan amuk massa . Jepangbisa terbang ke Belanda . S i tuasinya bagi saya terlalu tidak mau kalah. 6 Pesa w a t angkut militer pun dikerahkankacau", tutur seorang gadis cantik asal Belanda Inge un tuk memperkuat 2 armadanya yang sudah dipakaiDahler tanpa menutupi kecemasannya . Saat i tu dia mengangkut w arga Jepang . Amerika lebih arogan lagi .sedang an tri di depan counter KLM Bandara Soerkarno­ Pemerintah Paman Sam berencana mengerahkan 2 ribuHa tta, 15 Mei 1998 (Pk. 14.20), sehari se telah kerusuhan marinir ke Teluk Jakarta guna menjaga kemungkinan mela­mengerika n . kukan evakuasi militer warganya . Jendral Charles Krulak Gadis Belanda bertubuh p a d a t i tu cuma salah se­ mengatakan kapal induk Amerika Serika t dan dua amfibiorang dari ribuan w ajah cemas yang memadati terminal akan tiba di teluk Jakarta sekitar 25 Mei 1998 . Duta Besarkeberangka tan (in ternasional) Bandara Soekarno Ha tta . Qatar un tuk Indonesia lain lagi. Dia te tap tinggal diDia mengaku memang belum ada gangguan terhadapnya Jakarta, meskipun seluruh bawahannya asal Qatar telahdi kawasan Buncit tempa tnya tinggal, tapi wie w e e t he? dipulangka n . Sang Duta Besar negara pe tro dolar i tu,( tapi siapa tahu?) . Biasanya gangguan terhadap orang menurut seorang s tafnya asal Indonesia, mengurus Ke­asing, ka tanya, masuk dalam tahap berikutnya se telah dutaannya dari H o tel Shera ton Bandara .e tnis yang dibenci . I tulah yang terjadi di Jerman, Cheko­ Apa arti hengkangnya ekspa tri a t i tu bagi Indonesia?slowakia, Polandia, Rusia, dan lain- lain . "Dengan terjadinya kerusuhan massa di berbagai tempat Sudah terlalu banyak malape taka dinisbatkan pada di tanah air, ta tanan ekonomi Indonesia menjadikrisis ekonomi berkepanjangan yang berkembang menjadi amburadul . Ini sebuah efek domino dari ke takberdayaan
  • 68. pemerin tah mengatasi keadaan di bidang politik, " ka ta e tnis Cina, ka ta dia, perusahaan minyak Chinese Pe tro­Dekan Fakultas Ekonomi UI waktu i tu Prof. Dr. Anwar leum Corp . menolak membayar uang muka pembelianNasutio n . "Manajer pabrik sudah tidak ada lagi, tenaga minyak ko tor dan gas dari Indonesia . Sampai saa t iniahli sudah pada lari . Bahkan warga ke turunan Cina yang melalui berbagai proyeknya, inve s tor Taiwan telahpunya duit pun lari . Akiba tnya terjadi capital flight besar­ menanamkan 13 miliar dolar lebih, dan merupakan inves torbesaran, menyusul pelarian modal yang telah berlangsung ke 6 terbesar di tanah air. "Me skip un Indonesia memilikisebelum krisis. Siapa lagi mau kasih kredit kepada berbagai kekayaan alam yang amat dibutuhkan Taiwan,Indonesia? Apalagi melakukan inves tasi?" tambahnya . kepercayaan inves tor Taiwan telah menipis akibat keke­Menurut Anwar gejala ini sangat berbahaya bagi kelang­ rasan yang menyerang penduduk ke turunan Cina," ka tasungan negara, sebab Indonesia saa t ini justru sedang pejabat VE Wong Corp . Perusahaan tersebut menundakekurangan dana pembangunan yang amat besar un tuk inves tasi un tuk waktu yang tidak terb a tas, meskipunmemutar roda ekonomi. telah telanjur mendirikan pabrik senilai USS 4,9 ju ta di Guru Besar ekonomi yang biasa bicara lantang i tu Suma tera Selata n .memang tidak berlebiha n . Perkembangan terakhir Sementara i tu P T Unilever Indonesia (Unilever), sa­menunjukkan berbagai perusahaan asing dari Taiwan, lah sa tu perusahaan multinasional yang sudah puluhanJepang, Australia, Amerika Serika t, dan lain- lain telah tahun di Indonesia, sejak 18 Mei 1998 menghentikanmenghentikan operasinya di Indonesia . Perusahaan elek­ operasi di kantor pusa tnya di JI . Ga to t Subro to . Alasan­tronik Sanyo menutup 5 pabriknya . Sonny menutup 2 nya apalagi, jika bukan keamanan? Tenaga Kerja Asingpabrik televisi dan audionya, Sharp menutup 1 pabrik, (TKA)nya bahkan sejak sehari se telah peristiwa penem­Toyo ta menutup 2 pabrik, dan Nissan menutup 1 pabrik. bakan di Kampus Universitas Trisakti ( 12 Mei 1998) telah"Kami sangat mengkhawa tirkan kedaan di Indonesia," ka ta berkemas kembali ke negaranya maslng- masin g . Kinijuru bicara perusahaan elektronik Sanyo di Tokyo memberi seluruh TKA Unilever, ka ta p e tugas keamanan perusahaanalasa n . Sebagai- mana dike tahui Indonesia merupakan multinasional i tu Saifuddin, telah hengkang ke luar negeri .negara kedua sasaran inve s tasi Jepang di Asia se telah PT General M o tor Buana Indonesia (GMBI) mengeluarkanCin a . 1996 saja sekitar US$ 30 miliar mengalir dari negeri jurus agak unik un tuk mengatasi keadaan . Manajer SeniorM a tahari Terbit i tu ke sini. Amuk massa pada 13- 14 Mei GMBI melakukan kerjasama dengan rekan- rekannya dilalu telah membuat semuanya se t back dan menceka m . Indonesia un tuk te tap mengoperasikan perusahaan dari Lebih jauh lagi seiring amuk massa yang banyak di­ pusa t operasi GM Asia dan Pasific di Singapura . GMBI,tujukan ke e tnis Cina i tu, membuat Men teri Ekonomi menurut Presdir GMBI William S. Bo twick, tidak akanTaiwan Wang Chih- kang berang . Dia menginstruksikan meninggalkan Indonesia begitu saj a . "Kami berharappenundaan inves tasi gula nasional Taiwan di Indonesia . keadaan akan pulih, karena kami mempunyai komitmenSebagai protes pada perlakuan rakya t Indonesia terhadap jangka panjang di Indonesia dan berharap dapat
  • 69. membantu Indonesia memulihkan ekonomi," jelas Botwick Seluruh negeri berg e tar oleh lagu reformasi. Merekameyakinka n . bernyanyi dengan irama mars tanpa dirigen, seakan tidak Tak berhenti sampai di situ . Seiring memanasnya memerlukan alasan lagi mengapa lagu i tu didendangkan .situasi, aksi demo mahasiswa yang sekian lama hanya Mereka menuntut perubahan lebih banyak, termasukdigelar di dalam kampus, jauh dari rakyat, birokrasi pencabutan kelima pake t undang- undang politik a n tipemerin tahan, dan DPR kemudian dianggap tidak efektif demokrasi hasil karya rezim Soeharto bersama wakil- wakillagi. Maka mahasisw a yang didukung alumni, para rektor rakya t yang telah dikebiri pada 1985 . Kelima undang­dan segenap civitas akademika mulai meninggalkan undang i tu adalah: UU no 1/ 1985 ten tang Pemilu, Susun­sarangnya . Seperti telah diduga sebelumnya mereka pun an dan Kedudukan MPR, DPR, dan DPRD (UU no 2/ 1985) ,ben trok dengan petugas keamanan, dan luka- Iuka . Namun Partai Politik dan Golkar (UU no 3/ 1985 ), Referendum (UUkampus te tap bergolak dan menuntut lebih jauh. Korban no 5/ 1985), dan ten tang Organisasi Kemasyarakatan (UUsemakin banyak berja tuha n . Rakya t dan mahasiswa no 8/ 1985) .seperti serempak bereaksi terhadap penembakan 4 Mengapa kelima pake t undang- undang ini? "Kelimamahasiswa Trisakti dan seorang siswa SMU oleh petugas pake t UU tersebut adalah alat a n ti demokrasi yangkeamanan di kampus Universitas i tu . Mereka diabadikan sengaja dibua t pemerin tah un tuk mengebiri semua ke­sebagai pahlawan reformasi oleh Presiden Habibie yang kua tan so sial politik, " jawab Arbi Sanit manta p . Dia tidakmenggan tikan Soeharto kemudia n . Indonesia menangis, berlebiha n . Sebagai contoh bisa kita ambil Undang­teru tama kalangan kampus dan civitas akademika . undang Keormasan (UU N o . 8/ 1985) . Sebagaimana dike­ Sampai saa t i tu tak ada yang tahu bagaimana akhir tahui undang- undang keormasan ini tidak saja memintadrama reformasi di penghujung abad 20 i tu . Tidak ada korban ra tusan jiwa di Tanjung Priok, tapi juga telahpula yang tahu bagaimana keadaan negara se telah membuat Dewan Gereja Indonesia (DGI) - dengan alasanreformasi. Namun Indonesia baru, yang sama sekali lain iman, terpaksa berganti nama menjadi Persekutuandari apa yang diperton tonkan rezim Soeharto, mulai Gereja- Gereja Indonesia . Akibat undang- undang ini pulamenjadi cita- cita yang mengkrista l . Se tidaknya i tulah pada tahun 1987 Gerakan Pemuda Marhaen dianggapyang bisa kita dengar dari sumpah mereka yang dilon­ pemerin tah tidak ada . Pelajar Islam Indonesia (PH), yangtarkan sa tu hari se telah penembakan di Tri Sakti . telah berkiprah sejak 1947 pun tidak diakui kebera­Dengarkan apa ka ta mereka ! daannya, cuma karena menolak mengganti azas Islamnya dengan Pancasila .Sumpah mahasiswa : Menyadari bahaya semakin menghampiri kekuasaan­ Bertanah air sa tu, tanah air tanpa penindasan nya, Soeharto dan para pemban tunya tidak diam saja Berbangsa sa tu, bangsa yang cinta pada keadilan menunggu nasib. Pada 28 April 1998 pemerintah, diwakili Berbahasa sa tu, bahasa kebenaran 16 menteri dan ABRI (TNI), menggelar dialog dengan
  • 70. mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, pemimpin dijawab Mahasiswa dari berbagai kampus dengan men­ormas pemuda, cendekiawan, dan tokoh masyaraka t. duduki gedung DPR/MPR sejak hari Senin, 15 Mei 1998 .Dialog i tu dihadiri 250 peserta, minus mahasiswa UI, ITB, Ke tika i tu sang dikta tor sedang melaw a t ke Mesir. Sejakdan UGM yang memang memboiko t . Mereka menganggap i tu sejarah bergerak semakin cepat. Perkembangannyadialog i tu hanya un tuk menyenangkan ha ti, tapi tidak tidak lagi bisa diikuti dari hari ke hari, tapi dari d e tik keun tuk menyelesaikan masala h . Mahasiswa menuntut d e tik. Mereka menuntut Soeharto turun dari jabatannyareformasi to tal, termasuk penggantian pucuk pimpinan yang dianggap terlalu lama dan gagal . Segala upaya Thenegara . Susunan anggota DPR/MPR juga d i tuntu t un tuk Smiling General Soeharto dicurigai seba- gai alat un tukdirombak. 100 anggota DPR yang diangka t presiden dari mengulur- ulur w aktu sambil menyusun kekua tan, sepertiABRI ( telah berkurang menjadi 75) dianggap tidak perlu yang dia lakukan saa t mengebiri tokoh- tokoh Masyumiada . Demikian pula 500 u tusan daerah dan golongan dari dan Partai Sosialis Indonesia (PSI ) di awal orba . "Kami1000 anggota MPR harus d i tiadaka n . Komposisi MPR yang akan te tap berada di sini sampai Soeharto turun," ka ta60%- nya terdiri dari orang- orang yang di tunjuk dan Indri, mahasiswi Fisip UI semester II penuh semangat. Didiangka t Soeharto dinilai negatif dan selama ini cuma sisi lain para mahasiswa melakukan orasi politik dansebagai alat yang melanggengkan kekuasaan rezim orde bernyanyi rian g : "bang bang tu t pepaya kulang kalin g .baru . Bambang d a n Tutut, Bapaknya raja malin g . " Namun Presiden Soeharto, yang kava pengalaman, Soeharto yang frus trasi akhirnya gagal membentuktak mau menyerah begitu saj a . Dia pun kemudian tim reformasi, an tara lain karena 14 menteri yangmenya takan akan membentuk tim reformasi beranggota­ diangka tnya, dipimpin Man tan Ke tua Bappenas Ginanjarkan tokoh- tokoh Islam, pakar hukum, dan budayaw a n . Kartasasmita, menya takan tak bersedia duduk dalamSoeharto bersama tim ben tukannya juga menaw arkan kabine t. Man tan penguasa mutlak i tu kemudian menya ta­agenda reformasi. Yang pertama akan direformasinya kan diri berhenti dari jabatan Presiden RI, 21 Mei 1998adalah Kabin et Pembangunan VII, yang nantinya akan pagi, sa tu hari se telah Amien Rais menya takan akan me­diberi nama Kabine t Reformasi . Kemudian akan dirombak ngerahkan people power ke istana . Acara yang telahpula Undang- undang pemilu, kepartaian, undang- undang dipersiapkan rapih i tu diba talkan Amien dinihari pukula n ti monopoli, dan sebagainya . 0 2 . 00 lew a t radio . Profesor Dr. Yusril Ihza Mahendra Namun sebagaimana rekannya sesama dikta tor di dianggap banyak kalangan telah membuatkan sang dicta­Iran sana Shah Reza Pahlavi dan Chou Ches Koe di tor sebuah exi t program yang cantik, sehingga sampaiRomania, kia t Soeharto un tuk menunggangi reformasi sekarang tak bisa dimintai pertanggungjawaban. S e telahkandas. Cendekiawan Muslim Nurcholis Majid yang hadir Soeharto menya takan mundur, Panglima TNI W iran to majudalam pertemuan dengan Soeharto mengaku telah memilih ke depan, dan berjanji akan melindungi mantan presidenAmien Rais sebagai pemimpin . Di sisi lain upaya Soeharto i tu beserta keluarganya . Habibie sang Wapres kemudian
  • 71. menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai presi­ tak bisa bertahan lama di gedung wakil rakya t. Lew a tden, menggan tikan dikta tor 32 tahun Soeharto . I tu ber­ pemanfaa tan P a m Swakarsa mahasiswa berhasil digebaharti tun tu tan mahasiswa dan rakya t agar Soeharto turun keluar gedun g . Kemudian panggung reformasi berpindahdari jabatannya telah terpenuhi . Pertanyaannya kemudian ke Ciganjur. Amien tak lagi menjadi tokoh sentra l .akan berhen tikah roda reformasi yang digelindingkan Abdurrahman Wahid, Megawa ti d a n kemudian sul tanAmien, mahasiswa dan intelektual kampus? Hamengku Buwono X masuk gelanggang dan mengambil Jawaban a tas pertanyaan sederhana i tu jelas tidak. peran semakin besar. Kaum reformis tak menyadari ini .Namun sa tu hal dapat dipastikan, gerakan reformasi kehi­ Juga Amien .langan lawan bersama pada saa t barisan mereka belumlagi solid . Gerakan reformasi terpaksa mengambil napas 6. Agenda Reformasi Politik, Menuju Indonesia Barudulu memberi kesempatan Habibie memperbaiki keadaan . Ke tika Soeharto menya takan diri berhenti dari jaba­I tulah se tidaknya yang bisa dibaca dari pernya taan tokoh tannya sebagai Presiden RI, 21 Mei 1998 sebagian besarsentral reformasi, yang kala i tu sudah punya lembaga rakya t Indonesia terperengah, termasuk yang menun tut­Majelis Amanat Rakya t (MARA) . "Saya akan melihat dulu: nya mundur. Banyak kalangan sebe tulnya berharap rezimapakah kabin et ben tukannya benar- benar terdiri dari Soeharto akan mempertahankan kekuasaannya lebihmanusia- manusia yang bebas dari korupsi, kolusi, dan lama, sehingga ada w aktu bua t kaum reformis merapa tkannepo tisme (KKN), " ka ta Amien tegas yang disambut tepuk barisa n . Ternya ta Soeharto, yang frus trasi, mendadaktangan publik. berhenti . Kekua tan- kekuatan reformasi, yang selama ini S e telah Soeharto lengser keprabon seki tar 300 ribu dipersa tukan oleh perasaan jenuh dan benci terhadapmahasiswa reformis te tap menduduki gedung DPR/MPR. rezim Soeharto, seperti kehilangan tali pengika t . Tentu"Reformasi akan jalan terus dari gedung ini. Bukan di ada juga yang senang, karena merasa sudah menan g .tempa t- tempa t lain, bukan di Cendana," ka ta Ke tua Mereka i n i kemudian kembali ke kampus, bikin partai baruSenat Mahasiswa UI Rama Pratama tegas. "Ki ta harus a tau menghidupkan parpol lama karena kran i tu memangmemberdayakan lembaga DPR/MPR agar nantinya benar­ dibuka Habibi e . Ada juga yang sekadar meramaikanbenar bisa mengon trol jalannya pemeri ntahan", sam bung­ euforia demokrasi di luar panggung reformasi yangnya . Kabin et ben tukan Habibie dianggap sebagai produk sebenarnya .Soeharto juga . Habibie cuma wayang . Yang berkuasa Meskipun demikian, gelanggang politik tidak lantaste tap Soeharto . Mereka berteriak di gedung DPR/MPR sepi dari tun tu tan reformasi . Apalagi para mantan men­secara serempak: "Adili Soeharto, tolak Habibie ! " teri, pejabat tinggi, dan orang- orang yang selama ini di­ Arbi memprediksi kabine t ben tukan ahli pesa w a t ter­ un tungkan oleh rezim orba pun ikut- iku tan berteriakbang i tu tidak akan bertahan lama, paling 3 bula n . S e te­ menuntut reformasi. Manuver dan teriakan mereka inilah i tu adalah era reformis. Namun mahasiswa rupanya kadang- kadang lebih a traktif daripada mereka yang
  • 72. benar- benar reformis. Oengan manuver seperti i tu tidak terhadap orba .jarang mereka berhasil menarik massa, a tau membuat Angka tan 98 seperti mengulangi kesalahan kakak­kesan seolah para reformis sejati sudah mulai melempem kakak mereka pada 1966. Seperti dike tahui para pen­dan mengecewakan . Banyak kalangan menganggap mere­ dahulu mereka i tu, se telah berhasil menumbangkan rezimka sebagai para petualang poli tik a tau penunggang refor­ orde lama, menyerahkan urusan negara kepada orang lainmasi . Mereka berusaha cuci tangan dari dosa mereka yang belum begitu dikenal. Pengamat politik LIPI Much tarselama ini, sekaligus mencari keuntungan ketika elemen­ Pabo ttinggi termasuk orang yang mengkhawa tirkan hal ini .elemen reformasi belum lagi menya tu . Gejala ini tidak Oia dan kawan- kaw annya berharap Amien Rais, yanglepas dari pengamatan Arbi, dosen FISIP- UI yang sejak sejak rezim Soeharto masih kua t telah menjadi tokohawal berada di lingkaran Amien . Menurutnya rakya t harus oposisi paling berwibawa dan konsisten, akan bergerakmembuat perhitungan dengan rezim orde baru dan an tek­ cepat mempersa tukan kaum reformis. Tugas i tu ten tunyaa n teknya . Golkar mesti dibubarkan dan bila perlu dijadikan tak gampan g . Apalagi tokoh- tokoh sekaliber Gus Our -partai terlarang . Para pejabat dan pendukungnya, yang begitu Abdurrahman Wahid akrab disapa dan Pemimpintelah merusak Indonesia sampai separah ini, sebaiknya Partai Oemokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ikutdibagi berdasarkan golongan A, B, C, dan se terusnya . meramaikan gelaggang reformasi.Sesuai tingka t kejahatan mereka, seperti para mantan Memang benar para tokoh reformasi dan mahasiswaPKI, termasuk para penunggang reformasi i tu . di seluruh tanah air seka ta menganggap reformasi belum Namun, kaum refomis belum lagi memegang kendali selesa i . Reformasi harus berjalan terus sampai semuakekuasaan un tuk dapat memaksakan semua agendanya . tun tu tannya dipenuhi . Namun tun tu tan i tu, harus diakuiJangankan menguasai keadaan, merapa tkan barisan pun sampai menjelang Soeharto lengser, belum jelas ben tuk­mereka tak mampu. Kekurangan i tu pada gilirannya ikut nya . "Memang mereka menuntut reformasi di segalamemperlemah posisi tawar mereka . Kaum reformis yang bidang, tapi bagaimana reformasi di segala bidang i tu?terserak tidak mampu mengupayakan konsolidasi secara Tidak jelas! Memang mereka menuntut agar 5 pake tterencan a . Lebih parah lagi sebuah kekuatan yang tak Undang- undang Politik dicabu t, tapi apakah semuanya?tampak iku t pula bermain dan mengacaukan agenda Atau bagian- bagian terten tu saja? I tu juga belum jelas,"bersama . S e tiap kelompok dengan pemimpinnya masing­ ka ta Rektor Institut I1mu Pemerin tahan prof. Ryaas Rasyidmasing mulai terpacu un tuk membuat agenda sendiri­ sebelum Soeharto mundur.sendiri, dan lupa memilih pemimpin bersama . Mahasiswa, Tantangan pakar ilmu pemerin tahan i tu tidak lamasebagai inti kekuatan reformasi yang paling rasional, kemudian mendapat jawaban dari tokoh- tokoh reformasi,malah terjebak dalam eksklusivisme . Mereka memben tengi a tau think tank mereka . Bahkan dilengkapi dengandiri . Bahkan menolak kepemimpinan tokoh- tokoh reformasi agenda sekaligus. Mereka yang telah menyumbangkanyang selama ini menjadi lokomotif gerakan perlawanan pikiran, un tuk menyebut sebagian saja, adalah Guru Besar
  • 73. Fakultas Sas tra Universias Gajah Mada (UGM) Loekman partai politik, birokrasi, ABRI, pemilu, sitem pemerin tahanSoe trisno, peneliti LIPI Hermawan Sulistyo, pakar politik lokal sampai ormas . Dalam soal ideologi, Hermawan tidakUI Arbi Sanit yang juga pemikir poli tik Majelis Amanat anti Pancasila, tapi dia menginginkan monopoli penaf­Rakya t ( MARA)nya Dr. Amien Rais, CIDES, dan masih sirannya selama ini oleh pemeri tah a tau BP7 direformasi .banyak lagi. Menurutnya Pancasila harus menjadi ideologi kerakya tan Sebagai orang yang pernah hidup di 3 zaman (pen­ yang bersifa t terbuka, sehingga tidak hanya menjadijajahan, kemerdekaan di masa orla dan orba) Loekman legitimasi s ta tus quo . Demikian juga dengan UUD 1945 .Soe trisno (61) menilai sistem yang di terapkan pemerintah Dia harus direformasi, agar tidak menjadi jimat politikIndonesia sampai saa t i tu, dikembangkan ketika Indonesia penguasa dan menutup pintu perubahan a tau aman­dalam keadaan darura t. Keadaan darura t i tu kita warisi demen .dari zaman kolonial, demokrasi terpimpin, dan zaman Lebih jauh lagi Lembaga perwakilan rakya t DPR/MPRdarura t 1965 . Sistem tersebut memang layak ketika i tu . dinilai Hermawan sebagai pemegang kedaulatan rakya tKalaupun masih bisa d i terima, ya hanya sampai Pelita III terlalu lema h . Dari segi keanggotaannya saja sudah ter­( 1979- 1984 ) . S e telah i tu tidak relevan lagi. Menurut lihat: anggota MPR terdiri dari 500 anggota DPR (75 orangLoekman yang paling mendesak un tuk direformasi adalah diangka t Presiden dari ABRI) d i tambah 500 u tusan daerahlembaga kepresidenan . Meskipun UUD 1 945 tidak mem­ dan golongan yang diangka t dan di tunjuk Presiden . Paraba tasi masa jabatannya, masa jabatan Presiden harus anggota yang masuk tidak lewat pemilu i tu mestidiba tasi 2 periode saj a . S e telah i tu pake t 5 undang­ dikeluarkan, karena berte n tangan dengan semangatundang politik dicabu t, Lembaga perwakilan rakya t reformasi . Kemudian barulah lembaga kepresidenan . MasaDPR/MPR diberdayakan mulai dari perekrutan sampai jabatan presiden mesti diba tasi 2 periode, lalu kabine t,ketika menjadi wakil rakyat, sehingga dapat mengon trol parpol, birokrasi, dan se terusnya .pemerinta h . Kemudian baru DPRD I dan DPRD II, agar Di an tara sekian banyak tawaran a l terna tif, agendatidak menjadi a tribut Pemerintah daerah (pemda), tapi reformasi politik Arbi Sanit boleh dibilang paling lengkapmenjadi lembaga berwibawa yang siap mengon trol pemda . dan dinamis. Arbi berpendapat sejak terjadi krisis ekonomiBirokrasi juga menjadi soro tan Loekman . Birokrasi, berkepanjangan yang menyengsarakan rakya t banyak,menuru t Loekman, harus dilepaskan dari Golkar, netral, orba sudah kehilangan legitimasi ekonominya . Munculnyadan menjadi milik bersama bangsa . Habibie menggan tikan Soeharto sebagai Presiden tidak Hermawan Sulistyo segendang sepenarian dengan akan menyelesaikan masala h . Sejarah dunia membuktikanLoekman . Direktur Research Insti tute for Democracy and bahwa sa tu- sa tunya kekuatan yang bisa meredam impli­Peace (RIDeP) i tu bahkan menawarkan agenda reformasi kasi poli tik dari ke tidakpuasan dan kemarahan rakya t ada­lebih komprehensif. Dia mulai dengan ideologi, undang­ lah pemerintah yang berwibawa, mempunyai legitimasi,undang dasar, lembaga kepresidenan, kabine t, DPR/MPR, dan populari tas memada i . Pemerin tahan Habibie, menuru t
  • 74. Arbi, tidak memiliki ke tiga syara t tersebut. Apa yang (rein terpre tasi pancasila, UUD 1945, pemerin tahan per­harus dilakukan un tuk menghindari bencana lebih besar? wakilan, presidensial, budaya poli tik) ; reformasi supra­Di sinilah kelebihan tawaran Arbi . Dia memulai agenda s truktur politik (penguasa, ekseku tif, DPR/MPR, Lembagareformasinya dengan sebuah solusi damai . Sarannya : Peradilan, birokrasi sipil & militer), reformasi infras trukturpemerintah Habibie bertemu dengan kekua tan- kekuatan poli tik (orpol, ormas, sipil ) ; reformasi proses poli tikreformasi, lalu bersama- sama membentuk pemerin tahan (pemilu, hubungan antar lembaga tinggi negara, polaperalihan yang berwibawa, mendapat legitimasi, dan in teraksi kekuasaan dari kekeluargaan ke kompetisi) ; danpopular di dalam dan di luar negeri . Dengan kewibawaan reformasi kebijakan politik (cabut a tau revisi tap MPRi tu pemerintah peralihan akan mampu menenangkan an tidemokrasi, undang-undang an tidemokrasi, pera turanrakya t yang lapar dan frus trasi, sehingga roda pemerin­ pemerin tah an tidemokrasi) .tahan dan ekonomi dapat berputar. Tak dapat dipungkiri bila agenda- agenda reformasi Kemudian di bawah pemerin tahan peralihan i tu lem­ tersebut bisa berjalan seperti yang diharapkan kaumbaga kedaulatan rakya t DPR/MPR dibersihkan dari 575 reformis, Indonesia ten tu akan cepat menjelma menjadianggota yang diangka t dan di tunjuk mantan Presiden negara baru yang sangat ideal, berkeadilan, makmur danSoeharto . Mereka kemudian diganti dengan wakil - wakil ten tra m . Namun kaum reformis tak pernah punyareformis dari seluruh tanah air. Adapun anggota dewan/ kesempatan, walau hanya beberapa de tik, meme- gangmajelis yang masuk karena KKN, te tapi lewat pemilu, kendali kekuasaan . Oleh karena i tu, kaum reformis takpenggantiannya diserahkan kepada partai bersangku tan . pernah bisa memaksakan agenda- agenda i tu un tukDPR/MPR berwibawa inilah kemudian mencabut 5 pake t dijalankan, kecuali sa tu : memaksa sang dikta tor 32 tahunundang- undang politik a nti demokrasi produk Soeharto Soeharto lengser ke prabo n . Agenda lainnya berjalanbersama timnya . S e telah i tu MPR dapat mengadakan secara parsial, teru tama pada masa kabine t Transisisidang istimewa un tuk memperkuat mandatnya kepada Habibie saa t suara kaum reformis masih didengar. Selan­pemerintah peralihan sampai 2003, a tau memilih presiden ju tnya suara kaum reformis semakin sayup . Akibatbaru lewat proses demokrasi normal . Al terna tif lain dapat keadaan yang semakin sulit, ancaman kelaparan, biayajuga pemerintah peralihan ini menyelenggarakan pemilu. hidup makin tinggi, biaya kesehatan dan pendidikan yangTentu se telah mereka mempersiapkan semua sarana dan makin mahal, dan lain- lain, orang menjadi semakin apatisprasarana pemilu dengan sistem dis trik yang hemat dan lebih banyak memikirkan kebu tuhannya sendiri .penyelewenga n . Sistem kepartaiannya juga harus disem­ Dalam perjalanan kehidupan bernegara yang makinpurnakan pada periode peralihan ini . menggigit, hampir tak terdengar lagi tun tu tan rakya t Tahap berikutnya, menuru t konsep Arbi, adalah pe­ banyak un tuk menggiring para penjahat politik, yangriode reformasi normal . Dia membaginya dalam 5 poin mengebiri demokrasi dan partai- partai poli tik selama 30besar: reformasi kerangka dasar kehidupan/sistem politik tahun lebih, ke meja hijau. Memang ada sediki t pember-
  • 75. sihan di DPR/MPR, yang pada akhir masa orba telah sa tu sisi berdiri sang dikta tor Soeharto, yang le tih danmenjadi seperti tempat arisan keluarg a . Banyak tokoh dan panik. Di sisi lain berdiri tak sabar kaum reformis, yangpejabat tinggi negara menjadi wakil rakya t bersama anak menginginkan perubahan di segala bidang, termasukistrinya . Orang- orang yang dianggap tak pa tu t i tu kemu­ pergantian pucuk pimpinan negara . Di a tas keduanyadian secara diam- diam keluar dari situ . Tempat mereka berdiri IMF . Lembaga ini sejak 1967 telah menopang rezimdiisi oleh wakil- w akil kaum reformis semacam Didik J Soeharto dengan dana pinjaman dan berbagai resep . IMFRachbini, Jimly Assiddiqi, dan lain- lain . Namun Golkar dan yang cerdik jelas mengetahui bahwa posisi Soeharto telahpara pentolannya - baik yang te tap di mesin politik orba berada di ujung tanduk. Mempertahankannya pasti sia­i tu, maupun yang bikin partai baru a tau pindah ke partai sia . Sebagai lembaga yang kava pengalaman di dunialain - tampil makin percaya diri dan berkesan reformis. ke tiga, IMF tahu pasti bahwa nasib kekuasaan Soeharto Wacana negara federal, yang pernah dilontarkan sudah sampai di ujung . Cep a t a tau lambat tampukAmien dan telah membuatnya menjadi sasaran kecaman kekuasan i tu harus diserahkan kepada orang lain lewatdari kanan kiri, kemudian dikembangkan menjadi konsep jalan damai a taupun jalan-jalan lain yang lebih buruk,o tonomi daera h . Konsep i tu akhirnya terwujud dalam seperti yang menimpa dikta tor Syah Reza Pahlavi di Iran,Undang- undang ten tang O tonomi Daerah pada masa Anwar Sadat di Mesir, dan Marcos di Filipin a .Habibie . Di sisi lain reformasi seperti m a ti muda a tau Belajar dari kej a tuhan para dikta tor boneka terse­se tidaknya m a ti suri . Bahkan ketika Indonesia telah but, IMF tak mau menunggu Soeharto j a tuh dulu. Sebabmendapa tkan presiden- wapres dan wakil- wakil rakya t bila i tu terjadi, maka mengatur Indonesia pasti menjadidalam pemilu yang rel a tif fair dan demokra tis . Agenda­ lebih sulit. Terlalu banyak konsesi dan previlege, yangagenda paling esensial dari reformasi, yang menyangkut telah dimiliki selama tiga dekade, akan dikaji ulan g .perbaikan kualitas hidup rakya t banyak, te tap mande g . Bahkan bukan tidak mungkin langsung dipo tong kaumKeadaan s ta tus q u o ini menimbulkan ribuan tanda tanya reformis. Maka sebelum mimpi buruk i tu menjadi kenya ta­sampai sekarang . an, IMF lebih dulu mendeka ti Soeharto, bukan un tuk mempertahankannya, te tapi un tuk mendapa tkan konsesi7. Peristiwa di Belakang Panggung Reformasi lebih besar lagi. Tak peduli siapa pun nanti yang duduk di Agaknya memang ada yang lepas dari perha tian kursi kekuasaan, kaum reformis a tau bukan, posisi IMFkaum reformis dan para mahasiswa sebagai mo tornya . Di sebagai penentu arah republik tak boleh tergangu.tengah situasi yang terus memanas sejak menjelang Dengan umpan USS 43 miliar, lembaga internasional i tupemilu 1997 oleh berbagai kerusuhan, kelaparan, bencana berhasil memaksa Soeharto menandatangani kesepaka tanalam, naiknya harga- harga menyusul mengempisnya nilai pada 20 Januari 1998 . Begitulah hari i tu, di belakangRp terhadap USS, Indonesia sebenarnya berada dalam panggung reformasi yang terus bergolak, Presidenmedan laga yang diperebutkan oleh dua kubu besar. Di Republik Indonesia disodori Managing Dire c tor IMF Michael
  • 76. Camdessus apa yang disebut Indonesia- Memorandum of Ke 50 pOln LoI i tu sendiri diejawan tahkan dalam 4Economic and Financial Policies : Secara harfiah berarti kebijakan sebagai bukti kep a tuhan dan good w ill (niatKebijakan Ekonomi dan Finansial Indonesi a . Semuanya baik) kepada juragan yang powerfull i tu, yai tu : kebij akanterdiri dari 50 paragraf, yang kemudian lebih dikenal moneter ( 10 poin), Kebijakan anggaran ( 13 poin),dengan 50 poin Le tter of In ten t (LoI) IMF. Padahal res trukturisasi finansial ( 17 poin) dan reformasi s trukturalse telah menjalankan resep- resep IMF sejak 1967- 1998, ( 2 1 poin ) . Jadi seolah bu tir- bu tir i tu tak d a tang dariIndonesia tidak tinggal landas a tau menjelma menjadi juragan IMF yang menjanjikan pinjaman USS 43 miliar, tapinegara maju dan makmur. Republik malah harus kembali ke merupakan inisia tif pemerintah Indonesia . Lalu IMF tinggalti tik nol menjelang pergantian millenium . Toh IMF berhasil menjadi wa tch dog yang mengawasi gerak- gerik pemerin­menggiring Indonesia, lewat Soeharto, masuk ke putaran tah agar tak menyimpang dari kesepaka tan . Kalau me­kedua yang lebih menyedihkan di luar panggung reformasi. nyimpang sangsinya bera t, an tara lain: pinjaman tak dicairkan, kehilangan kepercayaan internasional karena Soeharto memang tak memiliki pilihan lain. Dia mesti IMF adalah tolok ukurnya, inve s tor luar tak masuk, danmenandatangani kesepaka tan tersebut, bila ingin men­ bahkan yang sudah masuk akan ke luar. Jadi tak jauhdapat bantua n . Jendral yang makin ren ta dan panik akibat berbeda dari raja- raja nusan tara pada masa kolonial dulu.krisis ekonomi berkepanjangan i tu, gera m . I tu pasti . Memang tak bisa dibandingkan apple to apple apaNamun Soeharto adalah orang yang pandai menyembunyi­ yang terjadi di Indonesia pada penghujung abad XX i tukan perasaan . Sebagaimana raja- raja nusan tara tempo dengan apa yang terjadi di masa kolonial. Apalagi biladulu, dengan pengalaman panjang sebagai penguasa diingat imperialisme modern tampil jauh lebih wangi danmutlak, dia ten tu yakin kesepaka tan i tu tak akan memiliki memika t dibanding penjajahan model lama yang kasar.implikasi hukum yang membera tkan di kemudian hari . Yang Imperialisme modern tak memerlukan pernya- taan taklukpenting baginya saa t i tu adalah keluar dulu dari krisis a tau penyerahan kedaulatan negara secara implisi tlewa t 50 bu tir LoI . seperti saudara tuanya sang kolonialis zaman baheula . Rezim orba, yang tak m a u kehilangan muka, kemu­ Penjajah modern lebih senang tampil bak sin terklas, tapidian menjabarkan se tiap bu tir kesepaka tan i tu lew a t bantuannya mesti dikembalikan beriku t bunganya . Derma­sebuah dewan yang diberi nama Dewan Pemantapan wan ini tampil meyakinkan dengan konsep dan analisisnyaKetahanan Ekonomi dan Keuangan (DPKEK) yang langsung un tuk mengatur pemerintah negara sasara n . Tujuannyadipimpin Soeharto . Seperti sedang berlomba mara ton, sama saj a : mendapa tkan berbagai konsesi dan keistime­kemudian pemerintah sekaligus meluncurkan 46 keputusan waan un tuk mengeruk keuntungan sebesar- besarnyayang menyentuh pelbagai bidang dan haj a t hidup rakyat, lewat sumber- sumber alam bua t kebutuhan industri dantermasuk 3 Pera turan Pemerintah, 7 Keppres dan 6 kenyamanan rakya t negara- negara penyandang dana,Ins truksi Presiden (Ko ntan, 26 Januari 1998) . plus pasar bua t produk dan tenaga kerja mereka yang
  • 77. mahal . Sebaliknya penjajah model lama tampil bak ba­ tara, mulai dari tanah rencong sampai Jawa, Bali, Lombok,jingan murni yang kasar dan bengis un tuk mendapa tkan Nusatenggara, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Malukuberbagai konsesi dan keistimewaan yang diinginkannya . dan Irian Jaya (kini Papua Bara t), menyimpan banyak Pada masa penjajahan Belanda, raja- raja di Nusan­ ceri ta soal i tu . Baiklah kita comot sa tu dari sejarahtara banyak yang menadatangani kesepaka tan a tau nusantara, yai tu Kerajaan Buleleng, Bali. Raja Bulelengperjanjian dengan pihak Belanda . Sebabnya bisa pada tahun 1841 dan 1843 pernah menandatanganibermacam- macam, mulai dari kalah perang melawan kesepaka tan dengan pemerintah Hindia Belanda . Tentupedagang bersenjata i tu, masalah suksesi, sampai urusan kita tak perlu menuliskan semua bu tir- bu tir kesepaka tanancaman keamanan dari kerajaan- kerajaan te tangga . yang d e til i tu di sini, tapi dapat dipastikan perjanjian i tuBelanda tak mau sembarangan memberikan bantuan tak jauh beda dari apa yang telah d i tandatanganisebelum kedudukan yang meminta bantuan jelas. Penjajah raja- raja lain di nusantara, khususnya raja- raja di pulaui tu terang- terangan menolak memberi bantuan kepada dewata, seperti I Goesti Ngurah Kesiman, Goesti Ngurahraja- raja yang menganggap dirinya sejajar dengan Belan­ Pemetjoe tan, Goesti Gede Dangin a tau Goesti Ngurahda. Pendeknya ke tundukan kepada pemerin- tah Hindia Denpasar. Agar ini tak dianggap mengada-ada, akan sayaBelanda harus diakui secara eksplisi t di dalam perjanjian kutip bu tir pertama perjanjian yang d i tandatangani Goestikesepaka tan, tak peduli bagaimanapun caranya . Jadi saa t Ngurah Kesiman, dkk dari bukunya Anak Agung Gde Agungperjanjian i tu dibua t kedudukan raja boleh dibilang sudah Bali in de 19de eeuw: Wij bovengenoemde vorstenmenjadi semacam taklukan kompeni . Impikasi dari verklaren ons land het eigendom te zijn van h e tkedudukan i tu adalah bu tir- bu tir kesepaka tan hampir Nederlands Indisch Gouvernement. Bila di Indonesiakanseluruhnya diten tukan oleh Belanda dan tidak seluruhnya kalim a t i tu menjadi : Kami raja- raja yang disebut di a tasdipahami sang raj a . menya takan bahwa negara kami menjadi milik pemerintah Dalam perjalanan waktu, saat para penandatangan Hindia Belanda .perjanjian i tu sudah tak berkuasa lagi a tau sudah diganti, Pernya taan i tu bagi raja- raja Bali sebenarnya tidakpemerintah Hindia Belanda dengan segala cara, termasuk memiliki implikasi hukum . I tu cuma improvisasi yanginvasi militer, menuntut bu tir- bu tir perjanjian tersebut cerdas, bila tak bisa disebut licik, dari ungkapan basa­dilaksanaka n . Raja- raja yang mela- kukan hubungan basi lama di Bali an tara dua sahaba t ken ta l . Aslinya ber­dagang dengan Portugis, Spanyol a tau Inggris misalnya, bunyi : Kawanku yang baik mulai sekarang saya nya takanlangsung ditekan a tau diberi sangsi . Padahal sebagian dengan sepenuh hati bahwa segala yang saya miliki,besar raja- raja i tu sebenarnya menganggap bu tir- bu tir rumah dan tanah pertanian menjadi milikmu . Sebaliknyatersebut tidak terlalu mengika t dan tidak pula memiliki sang kawan akan membalas: sahaba t se tiaku, sayaimplikasi hukum . sangat berterima- kasih a tas pemberianmu yang berharga Con tohnya tak sulit dicari . Sejarah raja- raja Nusan- ini, dan saya yakinkan kamu sampai dunia kiamat kamu
  • 78. bisa memiliki semua harta benda saya . Kebiasaan serupa gantikan Merkus, langsung menglnm asisten residenjuga ada di Hindusta n . Bahkan basa- basi ini di India Banyuangi J . Ravia, sebagai komisaris pemerintah, un tukd i tambahka n : mulai saa t ini aku akan mencium kaki ibumu, mera tifikasi kesepaka tan yang pernah d i tandatangani rajakarena dia sudah menjadi ibuku jug a . U tusan pemerintah Buleleng . J . Ravia yang d a tang dengan kapal perangHindia Belanda H . J . Huskus Koopman dengan cerdik Janus di tolak mentah-mentah oleh raja dan jajaranmemainkan ungkapan ini dalam poin pertama kesepakan pemerintahannya . Tak putus asa Reyns t kemudian meng­tersebut dengan mengubah ka ta- ka tanya . u tus misi lain dari tingka tan yang lebih tinggi pada Mei Dengan cerdik pula Huskus Koopman tak menuliskan 1845, dipimpin Resident Besuki J . F .T . Major. Iku t dalamtimbalan ungkapan serupa di poin dua, sehingga terbaca rombongan misi genting i tu Raden Toemenggoeng Ariosebagai pernya taan penyerahan kedaula ta n . Duta yang Prawiro Adi Ningra t, regent dan kepala penghulu Besuki,cerdik ini bahkan menindaklanjutinya dengan meminta yang bertugas mendeka ti orang- orang Bugis di Buleleng .tandatangan Tjokorda Dewa Agung Poetra, raja a tau Pangeran Syarif Aigadri bertindak sebagai penerjemah.susuhunan yang amat dihorm a ti di Bali dan Lombok, D i tambahkan dalam rombongan i tu seorang le tnan sa tusebagai tanda perse tujua n . Semua i tu kemudian diserah­ S tampa guna mencari tempat- tempat yang bagus bua tkan kepada a tasannya Gubernur Jendral Pe ter Merkus di mendara tkan pasukan, bila misi i tu gaga! . Mungkin ini bisaBa tavi a . Sampai Pe ter Merkus diganti perjanjian i tu dibandingkan dengan pendeka tan yang dilakukan ASmemang tak menimbulkan persoalan apa- apa di Bali . kepada negara- negara te tangga Irak dan AfganistanNamun ketika sebuah kapal asing bernama Atut Rahman sebelum negara adidaya tersebut dan seku tunya meng­karam di perairan pantai Karanganyar, Karangasem, dan invasi kedua negara merdeka i tu . Singka t ceri ta akhirnyaraja Buleleng menerapkan hak tawan karang, kesepa­ rombongan J . F .T Major berhasil menemui raja Buleleng Ika tan i tu menjadi persoalan . Gusti Ngurah Made Karangasem, tapi gagal mendapa tkan Hak Tawan Karang merupakan undang- undang, yang ra tifikasi . I Gusti Ketut Djelantik, perdana men terinyaberlaku di seluruh Bali sejak zaman baheula . Undang­ yang cerdas dan punya harga diri, menolak mera tifikasiundang ini memberi raja dan rakya t Bali hak memiliki perjanjian tersebu t.kapal- kapal yang karam di perairan mereka, termasuk Patih Buleleng i tu memandang kesepaka tan tersebutsegala harta benda yang ada di dalamnya . Pemerintah sebagai pengambil- alihan kedaulatan negaranya denganHindia Belanda di Ba tavia menganggap Buleleng tak ber­ cara yang arogan dan penuh muslihat. Menurut seoranghak lagi menerapkan hak tawan karang di w ilayah saksi m a ta berinisial K di majalah De Tij dspiegel, Gustikekuasaannya . Raja Buleleng yang merasa tak pernah Ke tu t Djelantik berkata dalam bahasa Belanda yang fasihdi taklukkan, bahkan tak pernah berperang melawan dan terstruktur: "Dit is absoluu t nie t acceptabel ! Hoe kanBa tavia, tak merasa perlu menggubris larangan i tu . iemand slechts door middel van een s tukje papier een Gubernur Jendral Belanda J . e Reynst, yang meng- ander mans land in bezi t nemen. Zo lang ik nog leef zal
  • 79. d i t nie t gebeuren . W a t s traks de vorst na mijn overlijden ada oleh penduduk se tempat. Aksi ini secara diam- diamin d i t verband zal doen, is volkomen zijn goed rechts . H e t mendapat dukungan istana . Tak ada seorang Bali punlo t van dit vorstendom kan aileen beslist worden m e t d e yang mau berhubungan dengan kompeni dan an tek­p u n t v a n de kris (Gde Agung, 1990 : 7 2 ) . Bila di terjemah­ an teknya, juga tidak mau berbicara dalam kesempatankan secara be bas, ka ta- ka ta Jelantik berarti : "Ini mutlak apa pun. Bila berpapasan, orang Bali akan pura-pura tidaktak bisa diterima ! Bagaimana seseorang bisa mengambil­ melihat. Bahkan mereka tak mau berdagang denganalih negara orang lain cuma dengan secarik kertas? penjajah i tu, meski barang dagangannya dibayar 10 a tauSelama saya masih hidup, ini tak akan terjadi . Apa yang 20 kali harga pasar. Akibat aksi i tu orang- orang diakan dilakukan raja dalam urusan ini se telah saya m a ti, garnisun s tres bera t, makanan dan minuman harusi tu sepenuhnya hak dia . Nasib negeri ini hanya bisa didatangkan dari Jawa dan Madura . Sejarah kemudian IIdi ten tukan dengan ujung keris (peran g ) . menjadi saksi bagaimana para pemenang perang i tu, tak Gagal membujuk raja dan pa tihnya i tu, pemerintah sampai 6 bulan kemudian, angka t kaki dari BulelengHindia Belanda kemudian mengirimkan kapal- kapal perang­ dengan perasaan sakit dan depresi .nya un tuk menginvasi Buleleng . Raja dan rakya t Buleleng Imperialisme model lama yang kasar memang memer­yang cuma bersenjatakan keris, tombak, dan senj a ta­ lukan senj a ta- senj a ta penghancur dan pembunuh massal,senaja ta tradisional semacam i tu tak mampu menghadapi dan selalu pula akan mendapat reaksi p a trio tis seperti i tuten tara Hindia Belanda yang membawa meriam, granat di seluruh duni a . Namun penjajahan modern, yang mo tif­dan perala tan pembunuh massal paling modern saa t i tu . nya juga masalah peru t, sumber kekayaan alam danKonsekuensi logis dari kekalahan perang tersebut adalah pasar, karena demikian wangi dan sopannya hampir takkeharusan mera tifikasi kesepaka tan manipula tif tersebut, mengundang reaksi . Wajah bengis dan primi tifnya baruplus membayar pampasan perang . Raja Buleleng menye­ terlihat, ketika berhadapan dengan pemerintah­tujui semua yang disodorkan, dengan harapan Belanda pemerintah yang tak mempan bujukan, seperti di Korea,cepat angka t kaki dan kembali ke Ba tavi a . Bahkan sang Vie tnam, Panama, Afgansistan dan Irak. Selebihnya diaraja juga membangun pangkalan militer (garnisun) bua t lebih sering muncul dalam ben tuknya yang halus danBelanda di Buleleng sebagai bukti kepa tuhannya . Namun sopan, sehingga korbannya seakan memberikan segalanyarakya t Buleleng dan Bali, yang tak dapat menerima kepada si penjajah dengan perasaan suka dan tertolon g .negerinya diperlakukan seperti i tu , secara keseluruhan Penjajah modern menyajikan pengambilalihan kedaulatanmemboiko t orang- orang Belanda dan ten tara yang i tu dalam pake t- pake t yang menarik, misalnya LoI . Le tterd i tempatkan di san a . of Intent tersebu t dalam operasionalnya menjadi sema­ Di dalam masyaraka t Bali aksi i tu dikenal dengan isti­ cam garis besar haluan negara (GBHN) yang sangat d e tillah puik artinya menganggap orang yang dibenci i tu tak dan tidak memerlukan perse tujuan Majelis Permusyawaranada . Jadi orang- orang asing di garnisun i tu dianggap tidak Rakya t (MPR) . Keberadaannya bahkan tidak perlu dike ta-
  • 80. hui wakil rakyat di lembaga- Iembaga perwakilan. GBHN A. Kebijakan Moneterbua tan IMF ini cuma mengika t pemerintah Indonesiadengan jaminan bantuan dan kepercayaan luar negeri . 1. Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga semua jenis 5ertifikat Bank Indonesia (5BI), mulai dari yang berjangka waktu satu hari hingga satu tahun.8 . G B H N Super dari Bawah Meja IMF 2. BI memberi otonomi penuh pada bank-bank milik Sebagaimana telah disinggung di a tas tadi, dengan negara untuk menyesuaikan suku bunga kredit maupunberpegang teguh pada 50 poin kesepakatan yang diso­ deposito mereka .d orkan IMF, pemerintah Soeharto kemudian mengajukan 4 3. BI memperketat likuiditas, sehingga jumlah kredit yangkebijakan ekonomi . Keempat kebijakan i tu tidak dipresen­ tersalur ke perusahaan menjadi terbatas dan sukutasikan dihadapan wakil rakyat di DPR/MPR untuk bunga kredit akan tetap sangat tinggi. 4 . Untuk mengurangi dampak buruk pengetatan likuidita sdise tujui, ditolak a tau diperbaiki . Kebijakan yang pada pengusaha kecil, akan ada program sementara.menyangkut hajad hidup orang banyak dan negara secara Pengusaha kecil akan mendapat kredit lew at bank milikkeseluruhan i tu cuma memerlukan perse tujuan juragan negara dengan suku bunga murah karena disubsidiIMF . Ilah karena kebijakan i tu memang merupakan terje­ Beban subsidi ditanggung oleh pemerintah melaluimahan dari poin- poin LoI, maka sang juragan pun anggaran.lang sung se tuju. Dalam perjalanan waktu terjemahan LoI 5 . Para eksportir akan mendapat fasilitas kredit komersial.i tu memang menjelma menjadi GBHN super yang tak bisa 6 . Bila kepercayaan masyarakat dan nilai tukar rupiahdirubah oleh w akil rakya t . W akil rakyat di MPR memang sudah membaik, likuiditas akan diperlonggar secara bertahap.membua t GBHN, dan mereka pun harus diakui telah 7. BI menetapkan kebijakan moneter dengan targetmengerahkan segenap pikiran untuk membua t rei yang mempertahankan laju inflasi di bawah 20%.bagus bagi pemerintah untuk membawa rakyat negeri ini 8. BI membatasi pertumbuhan uang beredar (fl.12 , uangkeluar dari krisis. Namun yang dijalankan pemerintah te tap tunai plus deposito, tabungan, dan rekening bank lainsaja apa yang telah disodorkan IMF sampai sekarang . sebesar 16% untuk 1998.Inilah GBHN super tersebut: 9 . Ada intervensi yang sangat hati-hati di pasar uang untuk menstabilkan dan mendukung nilai rupiah. 10. BI mendapat otonomi penuh untuk merumuskan dan menerapkan kebijakan moneter. Untuk mengesahkan otonomi BI, pemerintah akan mengajukan rancangan undang-undang baru ke DPR sebelum akhir 1998. Undang-undang baru ini akan mencakup pula peru­ bahan kom posisi dan mandat Dewan Moneter.
  • 81. B. Kebijakan a nggaran pemerintah 10. Pemerintah akan mempercepat pelaksanaan Undang­ Undang Penerimaan Negara Bukan Pajak 1997 yang1. Pemerintah tetap menggunakan prinsip anggaran mensyaratkan masuknya penerimaan non bujeter ke berimbang. Yang dimaksud anggaran berimbang di sini dalam anggaran dalam jangka waktu lima tahun. Dua adalah pemerintah tidak boleh berutang dari dalam rekening terbesar non bujeter, dana investasi dal" negeri. dana reboisasi, akan masuk ke dalam APBN 1998- 19992. Akan ada kenaikan harga energi untuk mengurangi yang berlaku mulai 1 April 1998. Dana reboisasi hanya distorsi ekonomi dan memperkuat keuangan p eme­ boleh dipakai untuk p rogram penghutanan kembali. rintah. Mulai 1 April 1998 harga listrik dan BBM akan 1 1 . Pemerintah menunda 12 proyek infrastruktur besar, naik. Kenaikan harga minyak tanah dan solar akan termasuk pembangkit listrik Tanjung Jati C. dibuat seminim mungkin untuk melindungi masyarakat 12. Pemerintah menghentikan dengan segera segala miskin. macam fasilitas pajak, tarif bea masuk, maupun3. Pemerintah akan menaikkan lagi cukai alkohol dan keistimewaan kredit untuk program mobil nasiona( tembakau mulai 1 Juli 1998. Timor.4. Mulai 1 April 1998, pemerintah akan mencabut semua 13. Pemerintah akan tetap melaksanakan p enghapusan p enangguhan pajak p ertambahan nilai (PPN) kecuali fasilitas bea masuk 0% untuk mobil yang sudah bila ada hukum yang mengharuskan. Jadi, listrik menggunakan komponen (okal 60% mulai tahun 2000. swasta, taksi, kedelai untuk makanan ternak, gula, 14. Pemerintah menghentikan dengan segera dukungan barang-barang p ribadi, p erlengkapan kedokteran, non bujeter dankeistimewaan kredit untuk p royek­ semuanya akan terkena PPN. proyek Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN).5. Mulai 1 April 1998 akan ada pajak 5% untuk bensin. Pajak ini jatah pemerintah daerah. c. Restrukturisasi sektor finansial6. Jumlah dan jenis barang yang tergolong terkena pajak barang mewah akan ditingkatkan.7. Nilai jual obyek pajak untuk tanah dan bangunan yang terkena PBB di kawasan p erkebunan dan kehutanan 1. BI bekerja sama dengan Bank Pembangunan Asia, IMFf akan naik hingga 40%. dan Bank Dunia menyusun p eraturan yang sera gam,8 . Untuk meningkatkan p enerimaan p ajak, pemerintah transparan, dan adil untuk memecahkan masalah akan meningkatkan audit tahunan, memperbaiki audit likuiditas dan solvabilitas (kemampuan untuk mem­ PPN untuk menjangkau p embayar pajak potensial yang bayar semua tagihan) bank-bank swasta. Peraturan ini besar, dan meningkatkan penagihan tunggakan­ akan segera diumumkan. tunggakan pajak. 2. BI akan menyediakan dukungan likuiditas untuk bank9. Semua dana yang selama ini berada di luar anggaran Syaratnya kondisi bank tersebut membaik. Program (non bujeter) harus masuk ke dalam anggaran. dukungan likuiditas untuk bank ini akan tetap konsisten dengan target pertumbuhan uang yang sudah ditetapkan.
  • 82. 3. Pemerintah akan menjamm bahwa proses peng­ kan dengan knteria yang sera gam, mana aset yang gabungan (merger) bank pemerintah akan dipaka i masih baik dan mana yang buruk atau macet. untuk mengurangi kegiatan operasi bank-bank yang 10. Untuk menanggulangi kredit macet di bank BUMN akan dimerger, menjual fasilitas dan cabang-cabang yang ada rencana bantuan finansial Bank Dunia sebelum tak perlu, mengurangi tenaga kerja yang berlebihan, akhir Juli 1998. menciptakan automated sistem yang ekonomis, meng­ 11. Pemerintah akan membentuk perusahaan yang akan optimalkan keuntungan dari kekuatan yang saling mengurusi kredit macet bank-bank BUMN sebelum melengkapi, dan menyiapkan lembaga untuk men­ akhir Maret 1998. Perusahaan ini akan beroperasi swastakan bank-bank tersebut. penuh sebelum akhir Juli 1998 dan sepenuhnya4. Pemerintah tak akan menyuntik modal lagi untuk bank berkonsentrasi untuk menagih kredit macet bank BUMN negara kecuali yang hendak diswastakan. dalam jadwal yang ditetapkan.5 . Sebelum swastanisasi berjalan, bank negara yang 12. Persyaratan modal minimum bank akan ditingkatkan, masih ada akan beroperasi berdasarkan kontrak Modal minimum bank swasta nondevisa secara kinerja yang rinci sebelum akhir Maret 1998. bertahap akan setara dengan modal minimum untuk6. Untuk mendukung swastanisasi bank BUMN, bank devisa. pemerintah sebelum akhir Juni 1998 akan mengajukan 13. Mulai Maret 1998, ahli-ahli pengawasan bank yang perubahan UU Perbankan dalam hal pembatasan bereputasi internasional akan membantu tugas kepemilikan. pengawasan BI.7 . Bank baru yang terbentuk dari merger empat bank 14. Pemerintah akan merevisi kerangka hukum operasi BUMN akan dip imp in oleh tim manajemen baru. perbankan setelah mengkaji seluruh peraturan Manajemen baru ini akan mulai bekerja sebelum akhir likuidasi yang juga mencakup kebangkrutan dan Februari 1998 dan akan merumuskan dan menjalankan penutupan bank. Pengkajian ini dijadwalkan selesai operasi sementara sampai penggabungan tersebut September 1998. Rencana tindakan untuk merevisi rampung. kerangka hukum akan dipersiapkan mulai akhir 1998.8 . Pemerintah mencari mitra asing untuk membantu 15. Pemerintah akan memperbaiki transparansi dan keter­ mendapatkan investor yang berminat dalam swasta­ bukaan di perbankan. Dalam tempo kurang dari dua nisasi bank negara. Jadwal swastanisasi bank negara tahun pemerintah akan mengharuskan bank untuk ini akan ditentukan dalam konsultasi dengan IMF dan menerbitkan data yang lebih komprehensif. Bank Dunia. 16. Sebelum Februari 1998 bank asing bebas membuka9. Sebagai persiapan swastanisasi, bank-bank negara cabang di seluruh Indonesia. Pemerintah juga akan akan menggunakan sistem, pengelolaan portofolio, mengajukan ke DPR rancangan undang-undang yang dan pemeriksaan keuangan yang sesuai dengan menghapuskan batasan penanaman modal asing di standar internasional. Perubahan ini akan dimulai bank-bank yang sudah go public sebelum Juni 1998. Februari 1998 dan dijadwalkan selesai sebelum akhir 17. Pemerintah akan menghapuskan batasan pemberian Juni 1998. Dengan standar baru ini bank bisa memisah- kredit oleh bank, kecuali peraturan yang memang perlu
  • 83. untuk menjaga prinsip kehati-hatian bank (prudential mengekspor maupun menjual semen merek apa pun di banking) dan peraturan yang mendukung pengem­ provlnsl mana pun. bangan usaha kecil dan koperasi. 8. Semua Pemerintah Daerah Tingkat I dilarang mem­ batasi perdagangan antar provinsi maupun di dalam D. Reformasi struktural p rovinsi mulai 1 Februari 1998. Contohnya pedagang boleh menjual cengkeh ke siapa pun dengan harga1. Tarif bea masuk untuk bahan makanan dipangkas berapa pun. Badan Penyangga Pemasaran Cengkeh menjadi maksimum 5%. Peraturan yang membatasi akan dibubarkan Juni 1998. impor produk peternakan juga dicabut. Kedua 9. Sistem kuota yang membatasi penjualan ternak hidup kebijakan ini mulai berlaku 1 Februari 1998. akan dihapus September 1998.2. Mulai 1 Februari 1998 semua batasan impor kapa 10. Pemerintah menegaskan larangan pemungutan retri­ bekas maupun baru dicabut. busi untuk seluruh barang ekspor. Pendapatan peme­3. Pemerintah menghapus semua pajak ekspor yang rintah daerah yang hilang akan digantikan oleh pajak menghambat ekspor mulai 1 Februari 1998. Sebagai bensin dan subsidi dari pemerintah pusat. gantinya, untuk melindungi lingkungan hidup, akan ada 1 1 . Monopoli Badan Urusan Logistik hanya terbatas untuk pajak sumber daya alam. Mulai Maret 1998 pemerintah beras. Semua pabrik penggilingan tepung bebas men­ akan menurunkan pajak ekspor untuk kayu gelon­ jual tepungnya ke mana saja mulai 1 Februari 1998. dongan, kayu gergajian, rotan, dan mineral menjadi 12. Petani bebas dari keharusan "formal· maupun 10% dari harga jual. "informal· untuk menanam tebu.4. Pemerintah akan menghapus semua batasan ekspol1 13. Semua pedagang boleh mengimpor gula dan memasar­ yang berbentuk kuota dalam tempo tiga tahun kecuali kannya di dalam negeri. ada alasan kesehatan, kea manan, atau pada saat 14. Sebelum April 1998 kerangka swastanisasi BUMN harus terjadi kekurangan di pasar domestik. Contohnya sudah ada. Kerangka ini mencakup: kriteria untuk larangan ekspor minyak sawit akan tetap berlaku menentukan perusahaan mana yang akan dijual, hingga akhir Maret 1998. Setelah itu larangan ekspor direstrukturisasi, atau ditutup. Kerangka ini juga minyak sawit harus dihentikan. Pajak ekspor minyak mengatur proses penjualan yang transparan untuk sawit tak boleh lebih dari 20%. memaksimalkan perolehan dana pemerintah dan5. Pemerintah akan mencabut larangan investasi asing di memperlakukan semua penawar dengan adil. perkebunan sawit mulai 1 Februari 1998. 15. Ada 12 BUMN yang sedang disiapkan untuk go public6. Larangan investasi asing di bidang eceran dan sepanjang 1998. Kali ini, pemerintah akan menjual pedagang grosir akan dihapus sebelum Maret 1998. seluruh sahamnya, bukan lagi sebagian. Pemerintah7. Semua tata niaga yang membatasi perdagangan, juga akan menjual sahamnya di BUMN yang sudah go termasuk semen, kertas, dan kayu lapis, akan public lebih banyak lagi sampai akhirnya BUMN-BUMN dibubarkan mulai 1 Februari 1998. Contohnya semen. tersebut sepenuhnya menjadi milik swasta. Tak ada lagi batasan ekspor maupun batasan perdagangan antar provinsi. Pedagang bebas mengekspor maupun menjual semen merek apa pun di
  • 84. 16. BUMN yang tersisa akan dibebanl target keuntungan Namun a p a perlunya I M F memaksa pemerintah Indonesia yang sangat jelas. Semuanya akan dilaporkan secara un tuk menaikkan tarif dasar listrik dan BBM per 1 April terbuka kepada masyarakat setiap tahun. 1998 (kebijakan anggaran poin 2), ketika daya be Ii rakya t 17. Pemerintah akan membuat program padat karya untuk sedang mengempis? Lalu mengapa pula pemerintah mesti mempertahankan daya beli masyarakat miskin di desa maupun di kota. di tekan un tuk memberi kebebasan kepada bank asing 18. Alokasi anggaran untuk p rogram p embangunan membuka cabangnya di seluruh Indonesia sebelum Feb­ masyarakat akan naik. ruari 1998? Pemerintah juga mesti membua t rancangan 19. Pemerintah akan segera menyusun peraturan pelak­ undang- undang yang menghapus ba tasan penanaman sanaan Undang-Undang Lingkungan Hidup sebelum modal asing di bank- bank yang sudah g o public sebelum Maret 1998. Juni 1998 (kebijakan finansial poin 16). 20. Pemerintah akan mengkaji dan menaikkan iuran Hasil Apakah IMF memang sedang menyiapkan lahan bua t Hutan sebelum Juni 1998. Pada periode yang sama, pemerintah akan melelang konsesi, memperpanjang bank asing un tuk meraih keuntungan besar dari kebang­ masa konsesi, dan mengizinkan jual beli konsesi. krutan Indonesia? Sebab sa tu rangkaian dengan i tu, 2 1 . Untuk mengurangi p olusi udara, pemerintah akan se telah 16 bank di tu tup, suku bunga semua jenis serti­ mempercepat program p enggunaan bahan bakar yang fika t Bank Indonesia, mulai yang berjangka 1 hari sampai lebih bersih. Misalnya bensin tanpa timbal. 1 tahun, mesti dinaikkan (kebijakan moneter poin 1) . Nah, ketika bank- bank domestik kehilangan kepercayaan nasabahnya, bank- bank asing mendapat limpahan dana yang luar biasa besar. Dana- dana i tu semakin deras mengalir ke bank asing se telah 3 8 bank dibekukan, dan se terusnya, dan se terusnya . Dana ini tinggal d i tempatkan saja di SBI, maka sambil tidur a tau ongkang- ongkang kaki Tak dapat dipungkiri 5 0 poin LoI yang kemudian mereka sudah bisa meraih keuntungan, karena dalamdi terjemahkan pemerintah menjadi 61 bu tir kebijakan di perjalanan w aktu suku bunga meroke t sampai di a tas 60%a tas, memang banyak mengandung hal positif. Kemestian guna mencegah pelarian modal . Ini pada gilirannya,dibubarkannya Badan Penyangga Pemasaran Cengkeh seperti bisa diprediksi, mengakibatkan bank tak bisa(BPPC) bulan Juni 1998, sekadar menyebut sebagian saja, menyalurkan kredit (nega tive spread) dan sektor riil m a timemang perlu . Juga Dihentikannya semua fasili tas pajak suri . Di sisi lain bank asing terus menyedot keuntungan.bua t proyek mobil nasional Timor adalah benar. Lalu Akumulasi keuntungan tersebut pada gilirannya bisadimasukkannya pemasukan negara non buj e ter, seperti dipakai membeli saham dan aset- ase t yang mesti dijualdana investasi dan dana reboisasi, dan lain- lain ke dalam murah pula sebagai dampak sampingannya .anggaran adalah langkah awal menuju tertib anggara n . Anehnya lagi, seperti tak yakin akan kea mpuhan
  • 85. konsepnya sendiri ten tang pengambangan nilai Rp ter­ menyiapkan lembaga un tuk menswastakan bank- bankhadap valu ta asing (valas), teru tama US$, BI masih pemerinta h . Pemerintah tak boleh menyuntik dana lagidibukakan pintu sediki t un tuk intervensi di pasar uang kepada bank- bank negara, kecuali yang hendak diswas­dengan embel- embel sangat ha ti- ha ti, un tuk menjaga takan (res trukturisasi finansial poin 3 dan 4) . Apa artinyas tabili tas nilai Rp (kebijakan moneter poin 9). Di sisi lain i tu? Lalu pemerintah diminta mengajukan perubahanpemerintah dipaksa memutus ura t dana bagi Indus tri undang- undang perbankan sebelum akhir Juni 1998.Pesaw a t Terbang Nasional (IPTN) yang no tabene adalah Pemerintah mesti mencari mi tra asing un tuk mem­milik negara dan telah dike mbangkan sejak 1976. Artinya bantu mendapatkan inve s tor yang bermina t dalamse telah 22 tahun dike mbangkan dengan segala daya dan swastanisasi bank negara . Jadwal swastanisasi bank- bankdana, saa t menjelang pemerintah menuai hasil lewat negara ini akan di tentukan dalam konsul tasi dengan IMFpesanan- pesanan domestik dan luar negeri, industri dan Bank Dunia (res trukturisasi finansial poin 8 ) .pesaw a t terbang nasional i tu mesti dibiarkan mangkrak. Hebatnya lagi kredit macet dari bank- bank BUMN i tu mestiSementara 27 proyek listrik swasta , yang sara t KKN, dikeluarkan dulu dan pengelolaannya diserahkan kepadaboleh jalan terus . Padahal membera tkan anggaran belanja lembaga baru yang akan dibentuk sebelum akhir Mare tnegara, karena harganya kelewat mahal sampai di a tas 1998 (poin 1 1 ) . Artinya asing yang akan menjadi penadahharga jualnya kepada konsumen. Lalu poin 10 dari bank- bank i tu benar- benar akan mendapatkan bank yangkebijakan anggaran berbunyi : pemerintah me nunda 12 bersih . S a tu napas dengan i tu persyara tan modalproyek infras truktur besar, termasuk Pembangkit Listrik minimum di tingka tkan dan modal minimum bank swastaTanjung Jati C. Kenapa IMF tidak menekan pemerintah non devisa secara bertahap akan di tingka tkan se taraun tuk memba talkan semuanya sekalian a tau se tidaknya dengan bank devisa (poin 12) . I tu memang kelihatandirenegosiasi agar negara tak dirugikan? Apakah karena ne tral, tapi poin13 berbunyi : mulai Mare t 1998 ahli- ahliperusahaan dari negara- negara yang tergabung dalam pengawasan bank yang bereputasi interna tional akanConsulta tive Group on Indonesia (CGI), Paris Club dan membantu tugas pengawasan B1. Bantuan i tu tidak gratis,IMF iku t menyedot rezeki dari proyek- proyek vital i tu? pemerintah harus membayar mahal para konsul tan asing Harus diakui LoI i tu memang luar biasa dan menca­ dengan dana u tang .kup hampir semua yang berhubungan dengan hajad hidup Cuma orang yang putus asa dan panik yang mauorang banyak. Dia secara terang- terangan dan kasa t menandatangani kesepakatan seperti i tu . Soeharto telahm a ta mendorong Indonesia ke jalur cepat liberalisasi menandatanganinya . Selanju tnya se telah dia lengser,ekonomi, meninggalkan ekonomi kerakya tan dan melang­ para penggantinya terus dirongrong IMF un tuk merealisasigar Pasal 33 UUD 1945 . Liha t saja se telah mempersiapkan se tiap poin kesepakatan tersebut seperti raja- raja nusan­perangka t agar asing boleh membeli aset dan bank- bank tara dulu. Tentu masih banyak poin- poin LoI i tu yangyang akan dipriva tisasi, pada poin lain pemerintah disuruh perlu dipertanyakan, karena memang tak ada hubungan-
  • 86. nya dengan perbaikan ekonomi. Sekadar tambahan bisa kertas, dan lain- lain. Semuanya lari ke luar negeri menge­kita sebut di sini poin 2 dari reformasi s truktura l : mulai 1 jar dolar secara legal a tas res tu IMF .Februari 1998 semua ba tasan imp or kapal bekas maupun Lebih jauh lagi alih- alih memberdayakan pedagangbaru dicabut. Apa perlunya? Bukankah semua negara eceran dalam negeri, di masa paceklik dan banjirmaju dan yang ingin maju mesti membatasi imp or segala penganggur ini, IMF malah memaksa pemerintah Soehartomacam produk yang bisa dibua t di negerinya sendiri un tuk un tuk menghapus larangan inve s tasi asing di bidangmelindungi industri dalam negeri? Bukankah Indonesia eceran dan grosir sebelum Mare t 1998 (reformasi s truk­sudah punya PT PAL, Kojabahari, dan lain- lain yang tural poin 6 ) . Sejak i tu pula hipermarke t asing asal Francisterbukti piawai membua t kapal, bahkan un tuk keperluan Carrefour dan Con tinent (ke mudian merger menjadinegara lain? Carrefour), dan hipermarke t asing lainnya menyerbu kota­ Pada saa t yang sama pemerintah didesak un tuk kota besar Indonesi a . Pedagang eceran dan groslrmenghapus semua pajak ekspor mulai 1 Februari 1998 raksasa ini, tidak saja telah menggantikan fungsi pasar(reformasi s truktural poin 3). Mulai Mare t tahun i tu juga karena banyaknya i tem produk yang diperdagangkannya,pemerintah didesak un tuk menurunkan pajak ekspor kayu tapi sekaligus telah merebut konsumen berduit yangglondongan, kayu gergajian, rotan dan mineral menjadi seharusnya berbelanja di pasar dan pusa t belanja10% dari harga jual. Kebijakan ini telah membua t hutan domestik.Indonesia makin rusak bera t akibat ekspor kayu glon­ Lalu pOln 8: semua pemerintah daerah dilarangdongan marak lagi dalam jumlah besar- besara n . Pada saa t memungut retribusi un tuk barang ekspor, sebagaisama industri kayu dan furniture dalam negeri meranggas gantinya diciptakan pajak BBM . Impor gula dibuka lebar­kekurangan bahan baku . Juga ba tasan ekspor yang lebar (poin 13) . Sebelum April 1998 pemerintah dimintaberben tuk kuo ta mesti dihapus dalam 3 tahun, kecuali membua t kerangka swastanisasi BUMN un tuk menentukanada alasan kesehatan, kea manan, a tau pada saa t terjadi perusahaan mana yang akan dijual, dires truk- turisasi dankekurangan di pasar domestik. Mengapa? AS sendiri di tu tup (poin 14) . Poin 15- nya lebih heba t lagi pemerintahmenerapkan kuo ta imp or un tuk melindungi industri dalam mesti mempersiapkan 12 BUMI! un tuk g o public sepanjangnegerinya . Mengapa pemerintah Indonesia tak boleh 1998 dan pemerintah mesti menjual seluruh sahamnya,menerapkan sistem kuo ta ekspor bua t produk tertentu bukan lagi sebagian . Pemerintah juga diminta menjualguna melindungi konsumen dalam negerinya? Larangan sahamnya di BUMN yang sudah g o public lebih banyak lagiekspor minyak saw i t cuma di to teransi IMF hingga akhir sampai akhirnya BUMN- BUMN tersebut sepenuhnya men­Mare t 1998, se telah i tu pengusaha bebas menjualnya ke jadi milik swasta .mana saja, juga kayu lapis, semen, kertas, dan lain- lain. Tak ada seorang pun yang berpikiran jernih dan jujurTiba- tiba saja republik benar- benar ja tuh miskin, karena yang tidak melihat ini sebagai jebakan a tau penipuan, tapitak ada minyak goreng, tak ada kayu, rotan, semen, siapa berani melawan juragan IMF? Apalagi bila diingat
  • 87. pengusaha dalam negeri lagi kesulitan likuiditas a tau lalu menempuh upaya kasasi . Di tingka t kasasi, MA malahdikejar- kejar kredi tor, maka swastanisasi i tu akhirnya bisa mengua tkan vonis Pengadilan Negeri Jakarta Pusa t.dibaca sebagai pengambilalihan aset- ase t negara yang Masalah ini nampaknya belum selesa i . Akan adabagus- bagus oleh asing a tas res tu IMF . Hal lain yang upaya Peninjauan Kembali (PK) dan kasus suap yangperlu disoroti lagi adalah reformasi s truktural poin 2 0 . Di mengiringinya . Akankah Probo menyusul Bob Hasan, sisitu pemerintah diminta menaikkan iuran hasil hutan sebe­ raja hutan dan sempat menjadi Men teri Perindustrian danlum Juni 1998. I tu ten tu tak masalah, tapi kalima t ikutan­ Perdagangan pada Kabine t Pembangunan VII? Ataukahnya jelas berbahaya dan akan menjadi bom w aktu di dia akan dibebaskan lew a t PK, karena kepiawaian sangkemudian hari . Pemerintah diminta, pada periode yang pengacara dan ke teledoran media massa yang menyulap­sama, melelang konsesi, memperpan-jang masa konsesi nya menjadi pahlawan . Bila tak h a ti- h a ti orang bisa sajadan mengizinkan jual- be Ii konsesi . nantinya menyamakan Probo dengan Khairiansyah, orang Bila i tu berjalan, pertanyaannya kemudian: bagai­ KPK yang membongkar kasus korupsi dan suap di KPU .mana caranya mengontrol para pengusaha hak pengusa­ Jawaban a tas pertanyaan ini akan mempengaruhi kredi­haan hutan (HPH) nantinya, jika konsesinya bisa belitas pemerintah SBY-JK di m a ta rakya t yang memilih­diperjual- belikan? Bagaimana memelihara kelestarian nya . Orang akan menganggap mereka cuma perpanjanganhutan, bila menangkap perusak dan penjarah hutan saja tangan dari rezim orba S oeharto . Bila PK berhasil mem­tak bisa lagi dilakukan karena pemilik konsesi se tiap saa t bebaskannya dari hukuman, maka para pembalak berdasibisa berganti lew a t jual- beli? Probosutejo telah menjual akan semakin merajalela . Bukan tidak mungkin apa yangkonsesinya pada 2002 se telah dia menerima dana reboi­ di takutkan MS Kaban, Men teri Kehutanan Kabine t Indo­sasi Rp 100, 9 1 miliar. Pinjaman dengan bung a nol persen nesia Bersa tu SBY-JK benar- benar menjadi kenya taa n .i tu seyogyanya dipakai bua t menanami 73 ribu hektar "Hutan di Indonesia di a mbang kri tis . Masa bertahannyaareal konsesi hutan tanaman industri miliknya sebagai­ tinggal 15 - 20 tahun ke depan. Bila tak segera d i tangani,mana disepaka ti saa t akad ( 1996) . Probo ingkar janji . saya kha w a tir bencana besar akan segera terjadi/Bukannya dipakai menanami areal HTlnya, d a na i tu malah ka tanya beberapa 1 Juni 2007 di Medan.didepositokannya di berbagai bank. Pada 22 April 2003 Di a tas semua i tu dengan membaca poin- poinPengadilan Negeri Jakarta Pusa t menwonis adik tiri LoI, yang telah di tandatangani Soeharto sebelum lengser,man tan presiden Soeharto i tu 4 tahun penjara, membayar rasanya dapat dipahami mengapa agenda- agenda refor­uang pengganti Rp 100, 9 1 miliar, plus denda Rp 30 juta . masi yang paling esensial tak bisa berjalan sampai seka­Dia dinya takan terbukti korupsi dengan menyalahgunakan rang . Ada ganjalan, tersembunyi dalam poin- poin LoI,dana reboisasi . Probo kemudian naik banding . Pengadilan yang menghalangi langkah-Iangkah pemerintah un tukTinggi Jakarta lalu mengurangi hukumannya menjadi 1 memperbaiki nasib rakya t dan mengangka t martabattahun penjara pada 29 Desember 2003 . Probo kecewa, bangsa .
  • 88. akan membera tkan keuangan PLN . Kedua, kerugian9. Beberapa Born Waktu yang Lain sebanyak Rp 1,5 triliun akiba t depresiasi rupia h . Hal yang Selain GBHN super ala IMF, yang bisa membua t mengeju tkan i tu dikemu- kakan Men teri Perta mbangan danpemerintahan pasca orba kehilangan momentum un tuk Energi (Mentamben) w aktu i tu LB. Sudjana, Oktobermengubah keadaan dengan caranya sendiri, masih ada 1997.beberapa hal yang bakal menjadi bom waktu di kemudian Peryataan Mentamben kemudian dipertegas Diruthari . Swastanisasi proyek vital misalnya, yang telah PLN saa t i tu ir Dji teng Marsudi pada rap a t dengard i tandatangani pada masa Soeharto, bila tak cepat- cepat pendapat dengan Komisi VIII DPR- RI (5 Desember 1997) .dinegosiasi ulang, dapat dipastikan akan sangat mem­ Kondisi i tu ten tu amat mempriha tinka n . Apalagi bilabera tkan anggaran belanja negara dan rakya t secara diingat pada 1996 Badan Usaha Milik Negara tersebutumum. I tu an tara lain bisa d a tang lewa t pintu proyek masih meraih untung Rp 1,2 triliun . Mengakhiri 1997, yanglistrik swasta yang mahal dan sara t kolusi, juga ten tunya separuhnya dilalui di tengah krisis, laba PLN menurunlew a t swastanisasi proyek air bersih . Lalu masih ada lagi tajam, sehingga tinggal seki tar Rp 3 0 1 , 7 miliar. Lalusoal industri kertas, yang karena kelalaian pemerintah persoalan ke tiga yang tak kalah bahayanya adalahSoeharto a tau memang ada unsur kolusi di situ, telah kebutuhan dana inves tasi PLN yang hingga tahun 2008menyebabkan karamnya BUMN Kertas dan berjayanya mencapai sekitar Rp 144 triliun .swasta . Daftar ini masih bisa diperpanjang dengan keru­ Hampir tak ada orang mempermasalahkan u tang PLNw e tan di kebijakan kayu dan administrasi yang amburadul, yang besar i tu . Dana tersebut konon telah digunakan PLNdan lain- lain. Baiklah agar lebih jelas akan kita kupas sa tu un tuk inves tasi di sektor kelis trikan, yang dulunya didanaiper sa tu . APBN . Hanya saja un tuk melunasinya pada masa paceklik, memang tidak gampang . Toh perha tian orang lebih A . Proyek Listrik Swasta banyak terfokus pada kemungkinan rugi sebesar Rp 1, 5Di tengah situasi yang terus bergejolak sejak menjelang triliun i tu . Pertanyaannya kemudian: mengapa BUMN,pemilu 1997 dan krisis moneter yang terus menggerus nilai yang memonopoli pasokan listrik, bisa merugi? Mana adaRp terhadap valas, orang dibikin geger oleh kemungkinan perusahaan monopoli merugi? Sebagai bandingan bisa kitabangkrutnya perusahaan lis trik negara (PLN ) . BUMN yang ambil monopoli trigu yang diberikan Presiden Soehartosangat penting ini se tidaknya terbelit 3 masalah besar. kepada Grup Salim (Bogasari ) . S e telah tiga dasawarsaPertama, masalah u tang . Sampai akhir Desember 1997, berlangsung, Grup usaha ini menjelma menjadi konglo­PUI tercatat memiliki u tang kelewat gede sampai men­ mera t besar yang sulit dicari tandingannya di Indonesiacapai Rp 26,4 triliun . Dari u tang sebanyak i tu Rp 23,2 dan Asia Tenggara . Masa PLN, yang memonopoli pasokantriliun merupakan u tang jangka panjang . Sisanya Rp 3,2 listrik, kebutuhan yang jauh lebih vital daripada terigu,triliun adalah u tang jangka pendek, yang secara lang sung bisa merugi dan nyaris bangkrut?
  • 89. Toh i tulah kenya tannya, PLN tahun 1998 diprediksi PLN . Meski dalam purchase pow·er agreement (PPA)merugi sampai Rp 1,5 triliun . Kerugian ini akan terus mem­ tercatat hanya 30% yang wajib dibeli PLN dari produksibesar pada tahun- tahun berikutnya . Mengapa? Dji teng mereka, i tu te tap saja membera tka n . Apalagi bilatanpa tedeng aling- aling mengaitkan kerugian i tu dengan kekuatan lobi para pengusaha listrik swasta i tu berhasilkew ajiban membeli listrik swasta yang maha l . Dia tidak memaksa PLN membeli semua .mengada- ada . PLN, menurut perjanjian yang telah di tan­ Masuknya swasta ke sektor listrik sebenarnya tidak­d a tangani pemerintah, memang harus membeli listrik dari lah tanpa rencana . Ini adalah buah dari upaya swas­pengusaha swasta seharga USS 0 , 5 74- 0 , 856/KW h . Pada­ tanisasi yang terus menggelinding di berbagai sektor,hal selama ini harga jualnya kepada konsumen cuma USS termasuk penyediaan air bersih, jalan tol, pelabuhan,OA70/KW h . Sebelum masuknya listrik swasta dengan bandara, telepon, penyulingan minyak, dan sebagainya .harga segitu, PLN sudah menuai un tung, karena anak Tidak heran bila berbagai bisnis yang dulu dimonopoliperusahaan PLN PT Pembangki t Jawa Bali (PJB) I dan II, Pemerintah, karena menyangkut haja t hidup orangyang bergerak dalam pembangunan pembangkit listrik dan banyak, kini mulai dijalankan swasta . I tu sah- sah saja,memasok listrik- biasa menjual produknya kepada PLIJ selama tidak merugikan konsumen. Cuma dalam praktiknyaseharga US$ 0,350/KWh . Jadi masuknya swasta ke tidak selalu begitu . Seperti telah disinggung di a tas diproyek lis trik dapat dipastikan bakal mem- bera tkan PLN . sektor listrik, misalnya, swasta telah diizinkan membangunBila ingin untung a tau se tidaknya tidak merugi saja, PLN pembangkit listrik. Sedang pendistri- busiannya te tapmau tak mau harus menaikkan tarif dasar lis trik (TDL) . menjadi monopoli PLN . I tu berarti pengusaha lis trik swastaArtinya kelemahan posisi tawar PLN terhadap inves tor cukup membangun pembangki tnya saja . Soal pemasaran­listrik swasta, pada gilirannya dibebankan kepada konsu­ nya mereka tak perlu rep o t- repot. PLNlah yang akanmen, ini direstui pula oleh juragan IMF lew a t GBHN membeli semua produk mereka, dan memasarkan produksupernya . tersebut kepada konsumen. Heba tnya lagi dalam menjual Sampai akhir 1997 tercatat ada sekitar 26 proyek lis trik pun mereka tak perlu bersaing dalam masalah hargapembangki t listrik swasta ( to tal kapasitas 9 . 675 MW), 18 dengan PJB I dan II. Mereka boleh mene tapkan tarifdi an taranya telah dise tujui dibangun . Menginga t konsesi sendiri .ra ta- ra ta investor listrik swasta i tu 30 tahun, dapat PLN nampaknya memang tidak menun tu t agardibayangkan berapa akumulasi kerugian PLN kelak. Nah swasta menjual produknya di bawah harga listrik yangbila nantinya semua i tu dibebankan kepada konsumen, dihasilkan PJB I dan II. Bisa jadi kesepakatan d i tan­dapat dipastikan be tapa bera tnya beban yang harus d a tangani pemerintah di belakang punggung manajemendipikul rakya t Indonesia yang sudah melara t . Pada 1997- PLN . Selanju tnya dia cuma menjalankan kewajibannya2002, menurut D a ta Consult, secara bertahap konsor­ un tuk membeli listrik dari para pembangkit listrik swasta .sium- konsorsium listrik swasta i tu akan memasok listrik ke Lebih jauh lagi pemerintah tidak pula menjadikan
  • 90. kemampuan konsumen sebagai bahan pertimbangan . 1995, CEPA Indonesia berhasil memenangi tender ProyekAgaknya pemerin tah Soeharto menggunakan pertim­ Listrik Tanjung Ja ti B senilai USS 1J7 miliar. Pada saa tbangan lain. Tidak enaknya lagi pertimbangan tersebut memenangi tender anggota konsorsiumnya adalah Cepacuma dike tahui oleh pemerin tah (dalam hal ini Mentam­ Hongkong dan PT Intern a tional Manufac turing Producerben), PLN, dan pen gusaha listrik swasta . Transparansi Associa tion (Impa) Energy, milik pelobi ulung Djan Faridzyang d ituntu t masyaraka t dan konsumen nampaknya yang dikenal deka t dengan mba Tutut. Pengusaha yangbelum bisa diberikan PLN . amat tertutup i tu kadang juga suka main sin terklas­ Banyak kalangan kebera tan dengan cara jual- beli sin terklasan . Pada 17 April 1996 misalnya, dia menyum­listrik seperti i tu, termasuk anggota DPR RI, teru tama bangkan 100 uni t sepeda m o tor kepada Pangdam JayaKomisi VIII dan VI . Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia w aktu i tu Mayjen Sutiyoso, un tuk pengamanan ibuko ta(YLKI) dan pengam a t ekonomi UI Faisal H. Basri masuk menjelang pemilu. Nampaknya Impa Energy, milik Djanjuga dalam daftar orang- orang yang kebera tan tersebut. Faridz, sebagai anggota konsorsium muncul belakangan,Mereka semua senada menengarai adanya ke tidakberesan sebab tahun 1994 konsorsium i tu beranggotakan Cepadalam pen unjukan inve s tor dan tender PLN . Yang paling Hongkong dan PT Gunung Sewu Mulia . Menuru t Sammyvokal mengkri tik Pemerintah adalah Iskandar Manji, Supit, Direktur Impa, perusahaan yang din akhodainyaman tan anggota Komisi VI DPR RI . Men urutnya dalam bergerak dalam bidang opera ting/developer pembangki tse tiap proyek listrik swasta, selalu didapati sura t dari listrik dan merupakan pemasok hydro e quipment terbesarPemerin tah un tuk menye tujui PPA, dan PLN tak bisa di Indonesia . Bahkan PT Ciw i Kimia, ka ta dial ketikamenolaknya . Contohnya kasus PLTU Tanjung Ja ti C, yang membangun pembangki t listriknya ( 19 92), membelid i tunda bersama beberapa proyek lain akibat krisis. equipment, termasuk genera tornya dari Imp a .Penundaan ini tercantum terang- terangan dalam LoI IMF Terlepas dari prokon tra penggantian anggota kon­yang d itandatangani S oeharto . Melihat harga listrik sorsium Cepa Indonesia, proyek listrik swasta pukul ra taswasta yang demikian tin ggi i tu dan bau kolusi yang memang berbau korupsi, kolusi dan nepotism e . Inidika tor­menyengat, sebenarnya lebih masuk akal bila semuanya nya tak sulit didapat. Tinggal kita dere tkan saja proyekdiba talkan demi huku m . Namun e ntah dengan pertim­ dan angka- angka inves tasi proyek- proyek tersebut, makabangan apa IMF cuma menjegal Proyek listrik Tanjung Ja ti semuanya akan terpampang jelas di depan m a ta . ProyekC yang dimenangkan PT CEPA (Consolid a te Electric Power Tanjung Ja ti B yang ka tanya men elan inve s tasi US$ 1J7Asia) Indonesia . miliar a tau Rp 4, 1 triliun dengan kurs waktu i tu misalnya, CEPA Indonesia adalah konsorsium yang semula jelas tak masuk aka ! . Angka i tu kelewat besar un tukmemenangi tender Proyek Listrik Tanjung Ja ti B pada akhir pembangkit listrik berkapasitas 2 X 660 M W . Sebagai1995 . Proyek Listrik Tanjung Ja ti C didapatnya kemudian bandingan bisa kita ambil Proyek Tanjung Ja ti A, te tang­dengan cara agak akroba tik. Ceritanya begini : pada akhir ganya yang di tangani Bakrie & Brothers (BB) . Proyek yang
  • 91. disebut belakangan i tu berkapasitas sama besar, tapi artinya i tu? I tu berarti harga jual listrik swasta i tucuma menelan investasi USS 1 , 66 miliar. Jadi ada selisih sebe tulnya bukan harga m a ti . Bila PLN a tau pemerin tahsekitar US$ 11 juta . maul harganya bisa di tekan, bahkan mungkin sampai di Tingginya angka inve s tasi listrik swasta d i Indonesia bawah harga jual PJB I dan II. Toh pemerin tah tak mauakan semakin terasa bila dibandingkan dengan proyek melakukannya . Yang terjadi kemudian malah Proyekserupa di negara lain. Oi Sual, Pengasinan- Filipina, misal­ Tanjung Ja ti C benar- benar diserahkan kepada Cepanya, proyek listrik berkapasitas 2 X 609 MW, cuma Indonesia lewat sebuah Keppres dan sura t dari Menses­menelan investasi USS 1,40 miliar. Sedang PLTU Shaijiao neg w aktu i tu M oerdiono .C di Guangdong RRC yang berkapasitas 3 X 660 MW, Hebatnya lagi ketika krismon memporandakan per­menelan investasi USS 1 , 874 miliar. Konsekuensi logis dari ekonomian republik pertengahan 1997, pemerin tah cepattingginya investasi listrik swasta di tanah air, ten tu saja menyelama tkan proyek listrik Tanjung Jari B dengan caraharga listrik yang di tawarkan ke PLN juga tinggi . Cepa mem- buy out- nya seharga US$ 1 , 1 miliar, ketika proyekIndonesia mematok harga US$ 0,739 /Kwh, jauh di a tas i tu ka tanya baru seki tar 87% dikerjaka n . Selanjutnyaharga PJB I dan II (US$ 0,470/Kwh) . Toh harga proyek i tu tidak lagi mengusung nama Cepa Indonesia,pa tokannya masih kalah mahal dibanding tarif yang tapi HI Power Tubanan . Oarimana pula dananya di saa td i tawarkan Paithon I milik Hasyim Ojojohadikoesoemo paceklik? Menurut Sammy, Faridzlah yang melobi pihakyang mematok harga US$ O,856 /kw h . Jadi dari sisi harga, Jepang agar memberikan pinjaman lunak kepada peme­di an tara sekian banyak proyek lis trik swasta, sebenarnya rin tah un tuk membeli proyek tersebut. Boleh jadi Sammyyang d itawarkan BB adalah yang terendah, yai tu USS tidak mengada- ada . Jepang sendiri waktu i tu memangO, 574/kw h, meski ini pun masih di a tas harga yang sedang gencar membantu perusahaan -perusahaannya did i tawarkan PJB I dan II yang cuma US$ 0,350 . Angka­ luar negeri agar tidak bangkru t. Pendeknya pemerin tahangka i tu sekaligus menunjukkan bahwa BUMN yang diberi pinjaman dalam rangka menolong Sumitomo Corp,dikenal tidak efisien i tu bisa jauh lebih efisien daripada yang memegang mayori tas saham proyek Tanjung Ja ti B .swasta nasional yang kolu tif. Sammy sendiri meliha t i tu sebagai keistimewaan Faridz. Terlepas dari bau anyir KKN yang terus mengiku ti "Faridz selalu berhasil meyakinkan partner- partner luar­proyek listrik swasta tersebut, pada 1996 Faridz bersedia nya, sehingga proyeknya selamat, " ka tanya memuji ketikakompromi dalam soal tarif. Cepa Indonesia siap menurun­ di temui penulis un tuk majalah SWA waktu i tu .kan harga jualnya kepada PLN sampai menjadi USS Fakta - fakta d i a tas dengan gamblang membuktikanO,573/KWh a tau USS 0 , 0 0 1 lebih murah daripada yang bahwa swastanisasi di bidang kelistrikan bukannya mem­d i tawarkan BB. Namun i tu tidak gra tis . Pelobi ulung i tu bawa berkah bagi negara dan rakyat, tapi jus tru mem­memberi syara t: asal Proyek Tanjung Ja ti C yang berka­ bawa bencana . Sebab mahalnya harga be Ii PLN kepadapasitas sama, juga diberikan kepada Cepa Indonesia . Apa swasta i tu lamba t laun akan menguras kas PLN . Pada
  • 92. gilirannya ketika PLN tak kua t lagi membayarnya, harga hambatan s truktural dalam negosiasi dengan listrik swas­listrik akan dinaikkan terus . Mestinya dengan alasan ta o BUMN kelistrikan i tu tidak diberi kebebasan un tukkesulitan dana pembangunan akibat krismon, semua berunding sendiri dengan inve s tor. Padahal dengan segalaproyek listrik swasta i tu bisa diba talka n . Atau se tidaknya keahlian dan pengalamannya, PLN lebih tahu kebutuhan­dinegosiasi ulang sampai mereka bisa memberikan harga nya : berapa yang harus dibeli, berapa harga pantasnya,lis trik di bawah PJB I dan II. Atau di bawah USS dan sebagainya . "Posisi tawar PLN di hadapan inve s torO, 350jKWh agar ekonomis . swasta dilemahkan Pemerin tah sendiri . PLN banyak Sebab bila pemerin tah lew a t berbagai In tervensinya mengalami hambatan s truktural," jelas Faisal bersungguh­bisa memaksa PLN membeli listrik swasta yang mahal, sungguh . Faisal melihat akar masalahnya ada di Timten tu pemerin tah juga memiliki kekuatan serupa un tuk Perunding Listrik Swasta yang dibentuk Pemerin tah tanpamemaksa swasta memberikan harga bersaing . Pada acara melibatkan PLN, sehingga terjadilah transaks i an taradengar pendapat dengan Komisi VIII DPR- RI, 5 Desember Pemerin tah dan swasta .1997 Dji teng mengakui adanya tekanan dari pemerin tah Anehnya, meski akar masalahnya juga dike tahuiun tuk memenangkan kelompok- kelompok usaha terten tu manajemen, un tuk mengatasi masalah yang membelitnya,dalam tender listrik. Terus terang saya susah menerang­ PLN tak berusaha menawar harga pasokan i tu dari pema­kan, tapi kira- kira Bapak tahulah apa sebabnya . Bapak sok swasta . Sebagaimana perusahaan- perusahaan negarabisa memperkirakan bagaimana kalau saya harus menan­ yang lain, PLN mencari jalan aman dengan mengalihkand a tangani PPA a tau kon trak pembelian lis trik swasta, tambahan beban i tu ke konsume n . Agaknya manajemenyang harganya lebih tinggi dari harga jual PLN? Dirut kok PLN tak punya nyali un tuk menghadapi para pengu- sahasampai menanda tangani i tu? Saya bisa membayangkan, besar yang memerasnya a tas res tu pemerinta h . Masuk­nanti pasti saya di tanya DPR. Sudah kebayang Pak. nya swasta di bisnis pembangki t listrik tidak denganBapak kira- kira tahulah sebabnya, kok saya teken," tutur sendirinya menimbulkan persaingan sehat, sehinggaDji teng se tengah memelas. Dia mengaku kesal terhadap konsumen mendapa tkan harga lebih mura h . Sebaliknyatekanan semacam i tu . "Te tapi Bapak bisa memperkirakan listrik swasta jus tru menambah beban baru . Ancang­sendiri . Bahkan ketika mulai menyusun spesifikasi tender ancang ke arah i tu paling tidak tergambar dari usulansaja sudah diintervensi begini- begitu . Kami sudah diarah­ Dji teng tak lama kemudian . Untuk menghadapi belitankan membeli barang- barang un tuk kepentingan pihak u tang dan rongrongan inve s tor listrik swasta , Dji tengterte n tu . Kalaupun peserta tendernya tidak banyak, maka mengusulkan 3 hal, yakni, ( 1 ) PLN dibolehkan menaikkankami dipukul dengan harga barang," tambah orang nomor tarif dasar listrik; (2) PLN disubsidi; a tau (3) PLN dibiarkansa tu di perusahaan listrik negara i tu kecewa, tanpa bangkru t.menyebut siapa yang mengintervensi . Langkah pertama, meski juga disyara tkan Bank Tak dapat dipungkiri PLN memang mendapat banyak Dunia, mestinya bisa d i tolak Pemerinta h . Apalagi saa t
  • 93. krismon, yang telah meron tokkan daya be Ii rakya t sampai urusi air bersih, dengan gamblang menunjukkannya .ke titik terendah. Menaikkan tarif dasar listrik pada saa t PDAM, yang di seluruh Indonesia berjumlah 445, sampairakya t sedang j a tuh miskin secara politis berbahaya . Desember 1997 baru bisa melayani 37,2 juta jiwa a tauSedang membebankan inefisiensi di PLN kepada kon­ 18% dari to tal penduduk. Sisanya masih memanfaa tkansumen se tianya jelas tidak adil . Namun membiarkan PLN sumur pompa dan air sungai. Sedang pelanggan PDAMbangkrut, alterna tif ke tiga, ten tu lebih tidak bijak. S a tu­ meningka t sekitar 1 1 , 9% se tiap tahun . Di ibuko ta negarasa tunya jalan yang tersisa adalah memberi subsidi, saja a tau di DKI Jakarta, misalnya, baru 40% penduduka l terna tif kedua . Inilah solusi yang diincar PLN dan terlayani PDAM .inve s tor listrik swasta , karena aman dan tidak repot. Angka- angka i tu jelas mempriha tinka n . KarenanyaCuma dalam situasi sulit seperti ini, tambahan subsidi kehadiran swasta dalam menyediakan prasarana air bersihten tu akan membera tkan anggaran belanja negara . Sebe­ ten tu menimbulkan harapan . Namun kekhawa tiran bahwanarnya ada sa tu alterna tif lagi yang lebih rasional dan sua tu saa t PDAM akan tunduk pada inve s tor seperti yangmanusiawi, yai tu negosiasi ulang dengan para pengusaha menimpa PLN, te tap saja ada . Pertama, karena airlistrik swasta . Proyek- proyek yang masuk lewat jalur merupakan kebutuhan yang menyangkut haja t hidupkolusi harus dipotong a tau se tidaknya harganya harus orang banyak paling primer. Bila sediki t saja harganya bisabisa d i tekan sampai di bawah harga jual listrik PLN kepada dipermainkan, jutaan orang akan menderi ta . Kedua,konsumen . Tanpa keberanian moral seperti i tu PLN te tap karena para inves tor tersebut umumnya merupakan peng­akan menjadi sapi perahan para pengusaha listrik swasta usaha yang selama ini memiliki bargaining position (posisiyang seraka h . taw ar) kua t, se tidaknya sama kuatnya dengan inve s tor Sebaliknya bila PLN berani d a n berhasil menekan listrik swasta yang melumpuhkan PLN .harga lis trik swasta dalam negosiasinya, jelas negara Liha t saja kawasan bara t Jakarta, misalnya, digarapakan diun tungka n . Preseden i tu akan mudah pula di terap­ Grup Salim lewat PT Garuda Dipta Semesta , berp a tungankan pemerin tah di sektor lain yang juga diswas tanisasi, dengan Lyonnais Des Eaux (Prancis) . Kawasan timurmisalnya di sektor penyediaan air bersih. dikuasai Sigit Harj ojudanto melalui PT Kekarpola Airindo, bekerjasama dengan Thames W a ter (Inggris) . Di Jawa B. Kehadiran Swasta di Sektor Air Bersih Timur Hutomo Mandala Pu tra (Tommy) bersama GrupSejak memasuki dasawarsa 90-an Perusahaan Daerah Air Cipu tra menggarap proyek Umbulan, un tuk kebutuhanMinum (PDAM) terliha t gencar mengundang partisipasi Surabaya dan seki tarnya . Sementara cucu Soeharto Ariswasta . Alasannya sederhana saj a : PDAM kewalahan Sigit menggarap proyek Karang Pilang III (Ja-Tim) . Lalu dimelayani kebutuhan air bersih yang terus meningka t, baik Bontang, Kalimantan Timur, Ari kerja bareng denganbagi perumahan maupun industri . D a ta dari Dirjen Cip ta omnya, Tommy. Bob Hasan dengan Grup NusambanyaKarya Departemen Pekerjaan Umum (DPU) , yang meng- menggarap proyek air bersih serupa di Balikpapan,
  • 94. menggandeng North West W a ter. nya, sehingga memungkinkan orang- orang di gurun pun Kehadiran asing, yang digandeng swasta nasional, di bisa menikma ti air berlimpah.sektor penyediaan air bersih sebe tulnya sangat mempri­ Toh Kasubdi t Air Bersih Dirjen Cip ta Karya Departe­ha tinkan, bila tak bisa disebut melecehkan martaba t men Pekerjaan Umum waktu i tu, Ir. Poedjasta n to, CES,bangsa . S e telah se tengah abad lebih merdeka dari DEA menilai kekhawa tiran i tu terlalu berlebiha n . Menurut­penjajahan asing, ternyata pemerin tah negeri ini tak nya DPU bersama jajarannya tidak begitu saja menerimamampu menyediakan air bersih yang sehat bua t rakyat­ kehadiran para inves tor. "DPU menetapkan zona-zonanya . Padahal Indonesia tidak terle tak di gurun sahara tempat swasta boleh iku t serta memasok air bersih, dana tau padang pasir yang gersang, tapi seluruh pulau­ di mana peran swasta tidak diperluka n . Di samping i tupulaunya dikelilingi air. Da tarannya bergunung- gunung kami juga tidak membiarkan swasta menetapkan tarifnyadengan telaga dan danau yang bahkan tak pernah kering sendiri . Nanti hanya orang kava saja yang bisa menikma tidi musim kemarau. Sementara curah hujannya cukup aIr bersih. Padahal tujuannya bukan i tu," tuturtinggi . Jelas ada yang tak beres, bila urusan penyediaan Poedjastanto meyakinka n . "Jadi tarif sampai sekarangair bersih ini harus diserahkan kepada inve s tor asing dan di tentukan DPU bersama PDAM dan pemda se tempat.swasta . Dengan sediki t manuver, air bersih ten tu bisa Ten tu dengan mempertimbangkan usulan inve s tor,"berubah menjadi lahan bisnis yang sudah pasti meng­ tambahnya . Batasan i tu diakuinya agak mengham- ba t lajuun tungkan . inves tasi swasta di sektor air bersih, tapi i tu lebih baik, Air, yang diberikan Tuhan gra tis un tuk seluruh pen­ ka tanya, daripada kedodora n .duduk negeri, di tangan inve s tor lamba t laun akan dirubah Pada 1 9 9 8 tercatat a d a 20 proyek a i r bersih yangmenjadi komoditas yang mahal . Apalagi bila di sisi lain akan digarap PDAM bersama swasta . Semuanya tersebarpemerin tah juga membiarkan perusahaan- perusahaan di 14 provinsi, termasuk megaproyek di Jakarta . Cumaswasta menyedot air ribuan m3 per hari dari gunung, rakya t sebagai konsumen ten tunya tak bisa se tenanglembah dan danau un tuk dijual di kota sebagai air Poedjastanto menghadapi swastanisasi di sektor airkemasan . Sebab ini bagaimanapun juga mengurangi debet minum . Lebih- Iebih lagi kekhawa tiran mereka bukan tanpaair yang biasanya sepanjang tahun mengaliri sawah­ alasa n . Gejala adu o to t an tara inve s tor swasta dan DPUsawah penduduk. Dampaknya sudah sejak lama terliha t bersama jajarannya sudah sejak awal terliha t. Con tohdalam bentuk pengerasan tanah- tanah sawah akibat paling jelas adalah Proyek Umbulan. Pemerintah terbuktikekurangan air, sesua tu yang bahkan di zaman penja­ tidak memenangkan inve s tor yang berani memberikanjahan fisik pun tak pernah terjadi. Mengapa jus tru di masa harga terendah.kemerdekaan ini, pemerin tah Indonesia menyerah- kan Sebelum badai krisis menghantam Indonesia, Proyekurusan penyediaan air bagi penduduknya kepada swasta Umbulan sebenarnya sudah terka tung- ka tung 10 tahundan asing? Padahal teknologi sudah sedemikian canggih- lebih, karena soal tarif. Sebenarnya sejak zaman Kolonial
  • 95. Belanda air Umbulan memang sudah didistribusikan kepada a tas kertas memang belum ada masalah. Air Umbulanumum, karena kualitas airnya yang bagus ( s teril). Proyek menurut rencana waktu i tu baru mulai 1999 akan didistri­air bersih raksasa berkapasitas 4 ribu liter/d e tik ini busikan ke konsumen . PDAM memasang tarif bervariasi,d i tenderkan pemerin tah sejak 1986. Grup Bakrie pernah agar terjadi subsidi silang . Untuk sektor industri Rpbermina t menggarap proyek ini. Dia membentuk konsor­ 2 . 400/m3, konsumen rumah tangga (pengguna terbesar)sium Bromo bersama tiga perusahaan Inggris . Rencana dikenai Rp 200- 350/m3 .Bakrie macet, karena tidak mencapai ka ta sepaka t soal Tak dapat dipungkiri meliha t paparan di a tas, masuktarif. Lalu inves tor lain d a tang silih berganti : Biman tara, akal bila semakin banyak saja orang yang mengkha­Pe trosea, Himpurna Ruba dan Kraka tau Engineerin g . wa tirkan laju swastanisasi proyek- proyek yang menyang­Semuanya men tok, an tara lain karena soal yang sama . kut hajad hid up orang banyak tersebut. Toh seperti biasaS i ti Hardijanti Rukmana, dengan Grup Ci tra Lam torogung protes dan kebera tan i tu tak digubris pemegang kekuasa­Persada (CLP) , pernah pula ingin menyabe t proyek i tu . an. Bahkan meliha t praktiknya selama ini orang- orangCLP, menurut CEOnya waktu i tu Bambang S oeroso, mem­ yang se tuju pun, semacam Faisal, iku t cemas . Bagi Faisalperhitungkan inves tasi proyek Umbulan sekitar Rp 430 sebenarnya swastanisasi sangat dibutuhka n . Ada tiga halmiliar. CLP meminta konsesi 15 tahun, dengan pola BOT yang dijadikannya patokan : pertama, un tuk menga tasi(Build Opera te & Transfer) . Mereka mengajukan harga ke ke terba tasan dana . Kedua, menambah pemain agar takPDAM Rp 630/m3 . Sementara PDAM bertahan pada angka terjadi monopoli dan harga menjadi kompe titif. Ketiga,Rp 6 18/m3, maka CLP pun mentok. agar kebutuhan rakya t banyak bisa lebih cepat dipenuhi S e telah putri sulung Soeharto i tu men tok, putra dengan kualitas produk lebih baik.bungsunya Tommy lantas maju bersama raja properti Sayangnya, ka ta ekonom i tu, Indonesia tidak memi­Cipu tra . Di luar dugaan konsorsium Tommy- Cipu tra ber­ liki blueprint swastanisasi . Akiba tnya semua menjadihasil mendapatkan proyek i tu . Padahal tarif yang diaju­ kacau dan tidak terkon trol . Yang muncul di permukaankanya Rp 888/m3 dan konsesi 25 tahun, jauh di a tas kemudian malah pemerin tah yang dise tir oleh inves tortawaran CLP . Ke tika hal i tu di tanyakan ke Poedjastanto, swasta . Swastanisasi semacam i tu jus tru menjadi bebania menga takan secara rasional perhitungan konsorsium bera t bagi negara dan rakya t. Liha t saja, PLN, adaTommy memang lebih masuk aka l . Hebat be tul ! Sebuah swasta mematok harga USS O, 574/KWh d i terima . Lalu adasumber di DPU, yang tak mau disebut ja tidirinya, yang mematok US$ 0, 645 d i terima juga, dan bahkanmenu turkan sebenarnya DPU lepas tangan dalam Proyek diatas USS 0, 739 - 0, 856, PLN juga oke.Umbulan. Keputusannya diserahkan ke Pemerintah Daerah Toh dalam soal swastanisasi, Faisal menilai, DPU le­Jawa Timur. bih pandai menjalankannya daripada PLN . Dalam se tiap Masalahnya bila harga jual inves tor ke PDAM sema­ kerjasama dengan swasta PDAM selalu menyertakanhal i tu, berapa PDAM harus menjualnya ke konsumen? Di saha m . Ini memudahkan PDAM mengontrol, dan keun-
  • 96. tungan yang diperoleh konsorsium bisa kembali ke rakya t. kan tesisnya F Engels yang berbunyi : semakin miskinHanya saja, sarannya, POAM harus berha ti- ha ti menerap­ seseorang a tau keluarga, maka semakin besar bagian darikan subsidi silang . Jangan sampai yang ke sektor industri penghasilannya dihabiskan un tuk makan . Nah karenaterlalu mahal, sehingga mereka bisa lari, dan mengebor air mencerdaskan kehidupan bangsa sudah lama diakuisendiri . Bila i tu terjadi, akan berbahaya bua t lingkungan. sebagai tugas pemerin tah negara mana pun di seluruhKejadian semacam Proyek Umbulan, di mana Pemerintah dunia, maka Republik Indonesia juga perlu mengusahakanmemenangkan bukan peserta tender termurah, hendaknya terbitnya buku- buku bermu tu dengan harga mura h .jangan terulan g . Bila i tu menjadi modus, swastanisasi di Mungkin karena pertimbangan i tulah para pemimpin negerisektor air pun akan membebani negara dan rakya t. Jika ini sampai sekarang merasa perlu memiliki perusahaan ditak ha ti- ha ti dan cerdas mengelolanya, swastanisasi di bidang produksi kertas . Sebab harga kertas yang murah,berbagai sektor, termasuk telekomunikasi, pelabuhan, akan memudahkan penerbi t mencetak buku- buku denganpengeboran minyak, dan sebagainya, cuma akan mengun­ harga terjangkau . Sebaliknya harga kertas yang mahal,tungkan pengusaha swasta di a tas kebangkrutan negara akan mengerek harga buku ke langit. Rakyat yang beradadan rakya t secara umum. di bumi tak bisa meraihnya, kecuali segelin tir g olongan kava . c . Karamnya BUMN Kertas Oi industri kertas orang berharap pemerin tah bisaKertas memang tidak termasuk produk yang menyangkut berperan sebagai s tabilisa tor harg a . Orang jus tru kebe­hajad hid up orang banyak, seperti air, listrik dan bera s . ra tan bila industri kertas yang dimiliki negara, alias BUMNOengan ka ta lain kertas sifatnya tidak vita l . Tanpa di bidang kertas, tidak dikelola dengan baik. Atau pabrikmengkonsumsi kertas sampai puluhan tahun pun orang kertasnya dikelola sedemikian rupa agar swasta bisatak akan m a ti . Cuma kalau orang mau meliha t kebutuhan besar. Atau se tidaknya agar orang beralih ke produkyang lebih luas, misalnya sampai ke soal pen- didikan yang kertas swasta, seperti yang terjadi di jasa Kere ta Api danmemerlukan barang- barang ce takan di a tas kertas, maka angku tan umum bus dan kapal penyebrangan Ferri .kertas bisa dimasukkan sebagai produk vital lapis kedua . Oibanding negara- negara jiran, seperti Malaysia danApalagi bila diingat dunia pendidikan Indonesia sejak dulu Singapura, konsumsi kertas di Indonesia masih sangattelah menderi ta kekurangan buku . I tu pada gilirannya rendah. Oi negeri dengan penduduk 200 juta jiwa lebih inimengakiba tkan rendahnya mutu keluaran lembaga­ konsumsi kertas per kapita/ tahun cuma 14 kg . Jiran kitalembaga pendidika n . Malaysia melalap 44 kg per kapi ta/ tahun . Sementara Rakya t Indonesia secara umum, akiba t tekanan seorang penduduk Singapura melahap 190 kg/ tahun .kemiskinan, telah memilih membeli makanan a tau kebu­ Meskipun demikian dengan penduduk di a tas 200 juta,tuhan perut daripada membeli buku un tuk menambah pasar dalam negeri Indonesia jelas sangat menjanjika n .kecerdasan dan waw asan mereka . Ini seolah membenar- Apalagi bahan baku pulpnya sendiri di sini bukanlah
  • 97. persoalan. Tanpa menanam pun, hutan alamnya masih Sedang Pabrik kertas Basuki Rahma t dan Blabak, ka ta dia,mampu menyediaka n . Berpijak pada kenya taan di a tas kapasitas produksinya terlalu kecil . Sudah tidak ekonomisten tu tidak ada alasan bagi BUMN kertas un tuk menjadi lagi un tuk di teruska n . Pemerintah tidak punya uang un tukindustri gure m . mengembangkannya . Akhirnya BUMN Kertas i tu dile g o . Namun kenyataan memang bisa berbicara lain dari Menurut Kusmadi, man tan Dirut Leces, se tidaknyahitungan- hitungan m a tematis di a tas kertas . Produksi ada 3 faktor yang mengakiba tkan suramnya BUMN kertas .kertas kita mengalami pertumbuhan 19,9% se tiap tahun . Pertama, kesulitan bahan baku, teru tama kertas bekasArtinya pasar di dalam negeri bua t produk kertas meng­ yang harus didatangkan dari luar negeri . Kedua, me sin­alami peningka tan hampir 20%/ tahun . Cuma dalam mesin yang dipakai un tuk memproduksi kertas sudah tua .menggarap pasar gede tersebut, perusahaan- perusahaan Pada gilirannya ini menyebabkan terjadinya inefisiensi,kertas pla t merah alias BUMN nampaknya kalah gesit dan kualitas produksinya rendah. Ketiga, kekurangandengan perusahaan kertas swasta . Tidak heran bila di modal . "Un tuk menga tasi handicap kita dalam masalahtengah laju- nya pertumbuhan industri kertas di tanah air, bahan baku dan permesinan, dibutuhkan tambahan danaBUMN kertas jus tru mengalami kemunduran dra s ti s . Gejala segar, tapi kita kan BUM N . Ki ta kalah cepat denganini tidak saja di tunjukkan oleh produksinya yang kecil, swasta dalam mencari pinjaman bank. Prosedurnya terlalukualitasnya yang menurun, dan pangsa pasar yang panjang," tutur laki- Iaki yang kala i tu baru 3 bulans tagnan, tapi juga oleh menyusutnya jumlah BUMN kertas menikm a ti masa pensiunnya . Dia tak mengada-ada, Lew a ti tu sendiri . lobi yang canggih, pemain kertas swasta bahkan lebih Dulu Indonesia memiliki 6 BUMN kertas : PT . Kertas mampu menyedot dana murah, a tau yang berbunga 0%,Leces (Jawa Timur) berkapasitas 197 . 600 ton/ tahun, PT. dari pemerin tah - misalnya Dana Reboisas i . Padahal kalauKertas Padalarang (Jawa Bara t) berkapasitas 300 . 000 diberi kesempatan sama, dengan kapasitas produksiton/ tahun, PT . Kertas Kraft Aceh (Ol Aceh) 1 65 ribu ton, hampir 200 ribu ton/ tahun dan pengalaman panjang diPabrik Kertas Basuki Rahma t (Ja tim) 1 3 . 700 ton, PT. industri yang digelutinya, rasanya tak pantas bila LecesKertas Blabak Uateng) 5 . 400 ton, dan PT . Kertas Gowa cuma mampu menguasai 6% pangsa pasar kertas di tanah(Sulsel). Dalam perjalanan waktu jumlah BUMN kertas ini air. Pabrik Kertas Leces mestinya bisa menjadi penguasaterus menyusut, hingga kini tinggal 3: PT . Kertas Leces pasar kertas .(Leces), PT . Kertas Padalarang (Padalarang), dan PT. Jadi dapat dipastikan ada faktor lain, selain ke tigaKertas Kraft Aceh (Kraft) . Sisanya sudah diambilalih faktor di a tas yang menyebabkan penguasaan pasarnyaswasta, kecuali PT . Kertas Gowa (Gowa) yang telah menyusut di tengah pertumbuhan industri kertas . Kesa­dilikuidasi . I tulah se tidaknya yang diakui Dirjen Indus tri lahan manajemen pasti iku t berperan, dan i tu ten tunyaHasil Hutan dan Pertanian ( IHHP) waktu i tu Suj ata, ketika bukan monopoli Leces . Hampir semua BUMN melakukand i te mui penulis bulan Februari 1998 un tuk m ajalah S WA. kesalahan serupa . Bua t Leces kesalahan manajemen ini
  • 98. mungkin dimulai sejak 1996, ketika BUMN kertas ini bila kelemahannya ada di situ . Dia menjawab cepat.mengalihkan garapannya dari memproduksi kertas koran "Investasi di HTI kan tidak ringan, perlu modal besar."ke produksi kertas HVS . Padahal kertas koran memiliki Leces hanyalah sa tu contoh dari sekian BUMN kertaspangsa pasar dan pertumbuhan pasar yang jauh lebih yang oleng di tanah air. Toh nasibnya terhitung masihbesar dibanding kertas HVS . S e telah Leces meninggalkan lebih baik daripada Kertas Gowa dan Kertas Padalarang .lapangan, Aspex Paper milik Bob Hasan mengambil alih Kertas Gowa mengalami masa suram yang panjangtempatnya, sehingga 80% kebutuhan dalam negeri akan sebelum di tutup pada tahun 1992 . Dia sulit mendapatkankertas koran kemudian dipenuhi Aspex. bahan baku bambu yang persediaannya semakin tipi s . Banyak kalagan menduga Leces sengaja mengalihkan G ow a kemudian dililit u tang sebanyak Rp 22 miliar.bidang garapnya ke HVS, bila tak mau disebut dipaksa, Kerugian yang dideri tanya juga tidak kecil, Rp 6,6 miliar.un tuk memberi jalan kepada Aspex menguasai pasar Un tuk meringankan beban Gowa lalu memberhentikan 800kertas kora n . Cuma un tuk membuktikan kolusi seperti ini karyaw annya, karena tak mampu membayar gaji .jelas tak gampan g . Diperlukan investigasi berani dan Sebenarnya pada awal 19 9 3 pernah ada sediki t titiktun tas un tuk membera ntasnya . Bua t Leces, produksi terang bagi BUMN kertas bermasalah i tu . Ase t- asetkertas korannya memang tidak 100% d i tinggalka n . Gowa, daripada menjadi besi tua, diserahkan pemerin tahPerusahaan i n i masih memproduksi kertas koran un tuk kepada pabrik kertas Padalarang . Bank Dagang Negarakeperluan terba tas, misalnya un tuk mencetak buku- buku (BDN) w aktu i tu siap mengucurkan dana segar. Entahpesanan Dep . Pendidikan dan Kebudayaan (kini Dep . karena apa, rencana i tu kemudian mengua p . SebagianPendidikan Nasional) . kalangan menghubungkannya dengan kondisi PT Kertas Yang juga iku t melemahkan BUMN Kertas, ka ta Suja­ Padalarang sendiri yang terus merugi . Padalarang tidakta, ada dua hal. Pertama, harga sangat d i te ntukan oleh mampu memberikan darah segar kepada perusahaannegara- negara Nortscan : Amerika Serika t, Canada, dan kertas Gowa, karena dia sendiri lesu dara h .Scandinavi a . Akiba tnya fiuktuasi harga tidak bisa dipre­ Un tuk menyelama tkan aset perusahaan tersebutdiksi . BUMN kertas kita tidak bisa bertahan menghadapi pemerin tah Soeharto kemudian menawarkannya kepadafiuktuasi harga internasiona l . Pukulan paling bera t dirasa­ swasta . Seluruh aset Gowa kemudian d i tawar Grup Sinarkan 1995, ketika harga pulp (bubur kertas) naik sampai Mas (Sinar Mas) seharga Rp 1 miliar. Perusahaan milikUS$ 900/ ton . Dalam kondisi normal USS 450/ ton . Kedua, konglomera t Eka Tjipta Widjaja i tu siap menanggungBUMN kertas tidak terin tegrasi dengan pulp . "BUMN kertas semua u tang Gow a . Sinar Mas mundur tidak beberapakita hanya mempunyai pabrik kertas saj a . Kalaupun punya lama kemudian, karena PT Mandala Gading U tama (MGU) ,pulp, i tu sangat kecil, seperti Leces . Karena kecil dia anak perusahaan Humpus, juga bermina t. Anehnyamenjadi tidak ekonomis," ka tanya berlogika . Ke tika Perusahaan milik Tommy Soeharto i tu pun urungd i tanya mengapa BUMN tidak dilengkapi saja dengan HTI, mengambil- alih Gow a . "Ki ta sebenarnya tidak mundur.
  • 99. Sebagai perusahaan swasta kita kan mau untun g . Nah an traranya PT . Indah Kia t Pulp & Paper Corp (IKPP) .w aktu kita hitung-hitung, ternyata nilai asetnya tidak Tahun 1998 dia sudah menjelma menjadi produsen kertassebesar yang ditawarka n . Di samping i tu pemerin tah juga terbesar di tanah air, 734 ribu ton/ tahun : kertas tulis danmengharuskan kita memakai semua karyawan Gowa, agar c e tak 344 ribu ton, kraft liner 180 ribu ton, curragatingtidak terjadi PHK. Dan i tu bera t, " tutur man tan Dirut MGU medium 100 ribu ton, dan carton box 1 10 ribu ton .Irvan Gading w aktu i tu . "Jadi kita tidak mundur, tapi Benderanya yang lain, PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia,perhitungan kita tidak sesuai dengan perhitungan didirikan 1972, kini merupakan produsen kertas terbesarpemerinta h . Lalu pemerin tah menarik kembali penawaran kedua dengan produksi 65 1 ribu ton/ tahun . PT . Pindo Delitersebut," tambahnya . Irvan mengaku sudah lupa berapa Pulp & Paper Mills, berdiri 1975, memproduksi 200 ribuharga yang diajukan pemerin tah un tuk seluruh aset Gowa, ton/ tahun . Demikian juga anak perusahaannya yang laindan berapa pula yang diajukan MGU . Yang jelas akhirnya PT . Lon tar Papyrus, PT . Onwar Paper U tama, dan PT .Pemerintah melikuidasi BUMN kertas bermasalah tersebut. Sinar Dunia Makmur. Ekspansi konglomera t yang dibesar­ Sementara BUMN kertas pla t merah megap- megap, kan orde baru i tu bahkan tidak berhenti di situ . Ekadi sisi lain pabrik kertas di tanah air bertambah terus . Tjipta, yang digelari si raja kertas, berekspansi kemudianSemuanya merupakan perusahaan swasta a tau patungan ke Cina dan India .dengan asin g . Menurut c a ta tan Dirjen IHHP sampai 1998 Pemain lain yang namanya terus berkibar adalah Bobdi Indonesia ada 75 pabrik kertas, 12 di an taranya sudah Hasa n . Dia masuk dengan bendera PT . Kiani Kertas yangterintegrasi dengan areal HTInya . Sebelum 1996 jumlah tergabung dalam Grup kalimanis . Pabrik pulp dan kertaspabrik kertas di tanah air masih sekitar 46. Pada tahun­ miliknya tak pernah sepi dari kecaman, karena mendapattahun menda tang jumlahnya akan terus bertambah. Hal fasilitas bebas pajak ( tax holliday) selama 10 tahun,i tu bisa diliha t dari c a ta tan D a ta Consul t (DC) . Sejak terhitung mulai 1 September 1997. Sebelumnya dia juga1996 sampai dengan Mei 1997, sediki tnya ada 26 proyek disoro t banyak kalangan karena mega proyeknya senilaiyang telah mengantungi izin mendirikan pabrik kertas . Dari Rp 1,63 triliun mendapat dukungan Dana Reboisasi (DR)semua proyek tersebut, 23 di an taranya merupakan Rp 250 miliar dengan jangka pengembalian 8 tahun . Kononproyek baru, dan 3 merupakan proyek perluasan . Total sampai krisis menghan ta m republik, dana i tu beluminve s tasi yang diserapnya sebesar Rp 10, 199 triliun dan dicairkan Bob . Begitulah se telah berkibar di industri kayu,US$ 14, 2 j uta . Kenya taan tersebut membuktikan bahwa pengusaha yang dikenal deka t dengan Soeharto i tuindustri kertas sangat prospektif dan mengun tungkan . semakin man tap di industri kertas . Di tangannya berada Pemain lama, kecuali BUMN, dan pemain baru PT Kertas Kraft Aceh dan Aspex Paper.semakin menggurita di industri ini. Liha t saja misalnya Menurut Sekjen Serika t Pekerja Sura tkabar (SPS) SLgulungan kertas Sinar Mas. Grup usaha ini masuk ke Ba tubara, S e telah Leces meninggalkan Iapangan per­industri kertas dengan berbagai bendera, salah sa tu di mainan, a tau tidak lagi memproduksi kertas koran, Aspex
  • 100. Paper menguasai lebih 80% pangsa pasar kertas kora n . tercipta .Malang- melin tangnya swasta di industri kertas dan Menuru t Didik dibolehkannya integrasi vertikal padatenggelamnya BUMN kertas, tidak membua t segalanya level kebijakan, memungkinkan investor yang kua t memilikimenjadi lebih baik di tanah air. Sebaliknya absennya fasili tas produksi bahan baku, dalam hal ini HPH a tau HTI .BUMN kertas telah menyebabkan masyaraka t kehilangan Lalu dia juga memiliki pabrik pulp dan kertas, penerbits tabilisator harga, dan semakin membuka jalan kepada buku, sampai distributor kertasnya . Pemain yang hanyaswasta un tuk melakukan karte l . Mereka ka ta SL Ba tubara memiliki pabrik kertas, akan tidak mampu bersaing denganseenaknya menentukan harg a . I tu menambah kesulitan mereka yang kua t itu. Sebab harga bahan baku un tukperusahaan- perusahaan penerbitan, termasuk majalah pabriknya sendiri pasti lebih murah daripada harga un tukdan sura t kabar. Mereka mengekspor produknya ketika pesaingnya . Pada level ini juga pemerin tah seharusnyaharga di luar tinggi. Namun manakala harga di luar lebih menerapkan Undang- Undang Indus tri, karena Undang­rendah, mereka segera berteriak meminta perlindungan Undang Anti Monopoli (sampai saat i tu) belum ada .(pro teksi) berupa bea masuk, dan sebagainya . Perusahaan- perusahaan yang sudah menguasai Lebih jauh lagi Pengamat Ekonomi dari Indef Didik J . pangsa pasar di a tas 40%, ka ta ekonom yang sangatRachbini meliha t persoalan industri kertas berada pada 3 concern terhadap masalah- masalah kenegaraan i tu, mestileve l . Pertama, pada level masing- masing perusahaan, dipecah menjadi perusahaan- perusahaan lebih kecil yangmisalnya Leces, Gowa, Padalarang, dan lain-lain . sahamnya dijual ke publik. Saran Didik tentu patut di­Keadaannya sama persis dengan BUMN lain di industri dengar pemerinta h . Se tidaknya dengan tindakan sepertitembakau, gula, dan sebagainya . Perusahaan- perusahaan i tu bisa dicegah berkembangnya kartel di industri kertastersebut mempunyai efisiensi sangat rendah. Sehingga republik, sehingga persaingan bisa berjalan fair. Lebih jauhketika datang pemain baru seperti Aspex, dan lain- lain. lagi pemerin tah harus berani membantu BUMN kertas yangindus tri- indus tri i tu tergulung . Apalagi mereka inves tasi masih bagus un tuk memiliki HTI sendiri, sehingga kesulitanbesar- besara n . Persaingannya menjadi tidak seimbang . bahan baku tidak terulan g . Pemberian areal HTI di KaltengKedua, pada level struktur industri . "Indus tri kertas ini ( 150 ribu hektar) beberapa waktu lalu sudah cukupsejak dulu sangat pro tektif, ada tarif beamasuk sampai bagus. Cuma kebij akan- kebij akan penunjang lain harus40% yang baru saja dilepas, dan sebagainya . Karena segera dilansir, bila tak ingin BUMN kertas benar- benarbegitu kaku dipro teksi, dia menjadi dis tortif. Hal ini tenggela m .menimbulkan inefisiensi pada skala yang lebih luas . Bilaada penda tang baru masuk dengan efi siensi tinggi, makamereka tergulung," tutur Direktur Indef i tu berteori . D. Sumber Dana Murah bernama Dana ReboisasiKetiga, level kebij aka n . Pemerin tah membiarkan terjadinya Sejak 1989 se tiap tahun Departemen Kehutanan danintegrasi vertikal, sehingga persalngan sehat tidak Perkebunan (Dephutbun) berhasil mengumpulkan DR dari
  • 101. pengusaha hutan sebanyak Rp 700- 900 miliar. Tahun tersebut, sehingga turn over- nya bisa lebih tinggi lagi .anggaran 1 998/ 1999, ka ta sebuah sumber di Dephutbun, Namun kenya taan berbicara lain . Lembaga pemerintahbahkan meningka t sampai Rp 1,2 triliun . Menurut Dirjen penguasa hutan tersebut cuma memiliki tim pemungutReboisasi dan Rehabilitasi Lahan (RRL) waktu i tu Harsono, dana . Bahkan guna memudahkan pengusaha menyetoralokasi DR un tuk rehabilitasi lahan hanya 10% dari dana DR, seperti diakui Sekjen Dephutbun Oetomo S,yang diterima setiap tahunnya . Bila dibiarkan nganggur Dephutbun menyediakan 7 buah rekening a tas namasaja di deposito, tentu jumlahnya sudah bertambah Menhutbun : dua rekening di Bank Indonesia, satu di Banksecara o tomatis sesuai tingka t suku bung a . Cuma ini Dagang Negara (BDN), satu lagi di Bank Bumi Daya (BBD) ,mengandung resiko yang tidak kecil . Bila hutan- hutan i tu dan tiga rekening di Bank Eksim. Soal penggunaannyasemakin gundul dan rehabili tasinya dibengkalaikan, pada Dephutbun boleh jadi penonto n . "Kita ini kan hanyasaatnya nanti rakyat seki tar hutan dan masyaraka t umum pengumpul saj a . Soal penggunaan DR dan bunganya i tuakan menuai bencana, mulai dari tanah longsor sampai bukan w ewenang kita . Semuanya dikeluarkan berdasarkanbanjir bandeng . Bila i tu terjadi, maka kerugiannya akan Keppres", tutur Oetomo S terus terang ketika dite muijauh lebih besar daripada akumulasi dana yang terkumpul penulis un tuk majalah SWA, 17 Pebruari 1999 (pk. 1 6 . 30)di tambah bunganya sekaligus . Rakyat di desa- desa di ruang kerjanya .seki tar hutan, yang tak ikut menikmati manisnya harga Pengakuan Oetomo membuktikan betapa tidak ber­kayu dan pulp, akan langsung j a tuh miskin dan melara t dayanya Dephutbun dihadapan Soeharto ketika masihakibat kehilangan harta, benda, rumah d a n anggota berkuas a . Sebagai bawahan, ka tanya, tidaklah mungkinkeluarg a . Departemennya menolak perintah presiden . Dengan sikap Sebagian dana i tu memang tetap nganggur dan inferior seperti i tu memang dapat dimaklumi bila terjadimenghasilkan bung a . Sebagian lagi telah mengalir ke penyimpangan penggunaan dana . Sejak dipungut 10berbagai bidang usaha seperti pabrik kertas dan Hutan tahun silam, DR seolah menjadi sumber dana murah takTanaman Indus tri (HTI) . Dana reboisasi juga mengalir ke bertuan bagi siapa saja yang memerlukannya . Pada saatmegaproyek sejuta hektar lahan gambut, indus tri pesawat sama Soeharto menjadi satu- satunya manajer pengelolaterbang (IPTN) dan pupuk urea tablet. Bahkan dunia dana (Fund Manager) yang bekerja tanpa tim . Tidakolahraga juga kebagian aliran dana tersebut, misalnya heran bila un tuk dapat memanfaa tkan dana nganggurPanitia SEA Games, dan lain- lain . tersebut cuma diperlukan satu syara t, punya hubungan Anda pasti membayangkan bahwa dana i tu telah deka t dengan sang raj a .mengalir ke berbagai bidang usaha melalui seleksi dan Cara pengelolaan dana a l a orba i tu kemudian dihen­perhitungan cerma t seorang Fund Manager jempola n . tikan Dana Moneter In ternasional (IMF) yang masuk lewatAtau setidak- tidaknya Dephutbun sebagai insti tusi pintu krisis . Dalam salah satu klausulnya IMF memintapemerintah memiliki tim khusus un tuk mengelola dana pemerintah agar DR dimasukkan ke kas negara, persis
  • 102. seperti tuntutan berbagai kalagan di tanah air dan 20% saJa, maka setiap tahun dia sudah menghasilkan Rpanggota DPR sekian lama . Menurut Sekjen Dephutbun 50 miliar tanpa kerja . Meskipun alfa terhadap hal- halsejak adanya komi tmen dengan IMF, Menhutbun Muslimin seperti i tu, Syahrani punya keluhan lain yang juga perluNasution telah menye torkan DR ke kas negara seki tar Rp dipikirka n . "Kita tidak bisa mengecek apakah benar dana800 miliar un tuk APBN 1 998/ 1999. Sementara posisi DR i tu tidak pernah diambil, a tau mengecek kemungkinan DRper 31 Januari 1999 di rekening Menhutbun ada Rp 2, 694 i tu baru kembali setelah banyak orang menun- tut. Itutriliun, dan bunga jasa giro DR ada 1, 923 triliun lebih. menyangkut kerahasiaan bank," tambah wakil rakyat i tuBelum ada pe tunjuk mau diapakan dana i tu . datar. Penyalahgunaan DR buat kegiatan d i luar reboisasi Terlepas dari hambatan- hambatan yang merintangidiperkirakan di a tas 2 triliun . Separuh digunakan peng­ penyelidikan di a tas, adalah menarik meliha t carausaha di luar sektor kehutanan . Se tengahnya lagi dipakai Soeharto mengelola DR a tau keturunannya yang disebutmendanai proyek Hutan Tanaman Indus tri (HTI) pulp dan bujagi tad i . Untuk proyek HTI pulp dan non pulp DRnon pulp, termasuk HTI trans . Semuanya berdasarkan dikeluarkan dalam 2 bentuk: pinjaman dan penyertaanKeppres. Menurut Oetomo dana sebanyak i tu tidak modal pemerintah (PMP ) . Untuk proyek yang sama sekaliseluruhnya berasal dari DR. Sebagian besar berasal dari di luar sektor kehutanan ben tuknya lebih bervariasi lagi,bunga jasa giro (bujagi) . "Kita cukup ke ta t dan ha ti- hati. an tara lain: pinjaman berbunga rendah sampai nol, PMP,Lihat saja cuma satu yang kita keluarkan dari DR, yaitu pembelian saham, menempatkannya di bank tertentuRp 250 miliar un tuk PT . Kiani Kertas (pabrik kertas dan un tuk dipinjamkan ke pengusaha tertentu pula, hibah, danpulp) milik Bob Hasan . Uang i tu juga sampai saat lain-lain . Tergantung moednya si Fund Manajer. IPTN,Soeharto berhenti belum pernah dicairkan, meskipun misalnya, mulanya diberikan pinjaman Rp 400 miliarKeppresnya sudah dikeluarkan tahun 1 996", jelas M ayjen dengan bunga 0%. Dalam perjalanan waktu indus tri pesa­(Pur) AD yang di karyakan i tu tersenyum bangga seolah wat milik negara i tu rupanya kesulitan mengembalikantelah melakukan sesua tu yang brilia n . Selebihnya, ka ta plnJaman tersebut. Soeharto kemudian mengubahnyaOetomo, yang dikeluarkan bujaginya saj a . menjadi PMP lewat sebuah Keppre s . Perubahan s ta tus Bagi Dehutbun karena dana un tuk Kiani Kertas tidak tersebut sekaligus menghapus dana i tu dari adminis trasipernah diambil, maka berarti tidak pernah dikeluarka n . Dephutbun . Oleh karena IPTN memang sepenuhnya dimilikiAnggota komisi III DPR- RI Ir. H . Sjahrani Sjahrin, negara, maka penyertaan modal i tu tidak menjadi masa­SE,MM, MBA bisa menerima jalan pikiran seperti i tu . "Kalau lah. Bagaimana dengan pengusaha deka t istana yang iku ttidak pernah diambil, ya sama artinya dengan tidak menikmati dana murah tersebut lewat jalur korupsi kolusipernah keluar kan?" ka tanya re toris . Cuma pak wakil nepo tisme (KKN) ?rakyat i tu lupa bahwa duit Rp 250 miliar yang di taruh di Ari Sigit, cucu presiden lengser Soeharto misalnya,rekening Kiani Kertas i tu pun berbung a . Bila bunganya tercata t mendapatkan dana bujagi dengan cara halus .
  • 103. Mulanya Dephutbun melalui Keppres diminta menempatkan DSTP (IPTN) yang akan membua t pesawat N2 130 . Danadana Rp 80 miliar di Bapindo dan BNI un tuk jangka waktu i tu juga tidak lagi menjadi urusan Dephutbun . Pemerintah7 tahun . Dana itu kemudian dipinjamkan kedua bank plat yang mengurusnya .merah tersebut kepada Ari Sigit un tuk usaha pupuk urea Satu-satunya yang masih belum jelas s ta tusnya dantable tnya . Menurut Oetomo Dephutbun menerima bunga menjadi urusan Dephutbun adalah Rp 35 miliar yang16%/tahun . Ini tentu sangat ringan, karena suku bunga nyangkut di panitia Sea Game s . Ceritanya memang agakbank telah berada di a tas 20%. Jadi bila duit i tu didepo­ njelime t. Mulanya Soeharto (kala i tu Presiden RJ) memintasitokan kembali di bank dengan bunga 2 1% saja, maka Dephutbun menye torkan Rp 35 miliar ke Sekre tariatsetiap tahun dia memperoleh duit gra tisan Rp 4 miliar. Negara (Setneg) . Dari situ dana tersebut disalurkan keMulai 1999, ka ta Oetomo, akan dikenakan bunga komer­ Konsorsium Sea Games yang dike tuai Bambang Trihat­sial bias a . Dephutbun juga tidak akan memperpanjang modj o . Komisi III DPR dalam sidangnya dengan Dephutbunpinjaman dana bujaginya kepada pengusaha mud a i tu bila (8 Pebruari 1999) sempat mempertanyakannya . Menhut­waktunya sudah habis (Juli 1999) . bun Muslimin Nasution lewa t Sekjennya menjawab bahwa Dana bujagi tanpa bunga juga mengalir ke Tabungan Departemennya tidak berwenang menagih, karena yangKesejahteraan Rakyat (Takesra) Rp 100 miliar. Uang meminjamkan adalah Sekre tariat Negara (setneg). Menu­sebanyak itu sengaja dikeluarkan un tuk menalangi dana rut Oetomo pinjaman tersebut berbunga 15%/ tahun, tapiyang mes tinya terkumpul dari konglomera t, tapi tidak sampai saat dipertanyakan Komisi III, nampaknya pinjam­terkumpul . Dana ini seluruhnya sudah kembali . Tentu an dan bunganya belum dibayar panitia . Demikianlah nasibbunganya, taruhlah 20% saja (Rp 20 miliar), boleh DR dan bujagi yang mengalir ke sektor non kehutanan .dinikmati Takesra . Bagaimana nasib dana Rp 1 triliun lebih yang mengalir ke Kemudian ada lagi dana Rp 527 miliar yang dikeluar­ KTI?kan pemerintah un tuk pengembangan lahan gambut Sebagaimana un tuk sektor non kehutanan, penge­sejuta hektar di Kalimantan tengah. Dana ini tidak bakal luaran DR un tuk HTI juga melalui Keppre s . Tidak heran bilakembali, karena sesuai Keppresnya bers ta tus hibah . yang mendapatkannya adalah orang- orang deka t Cen­Akibat berbagai halangan, teru tama dalam soal lingkung­ dana jug a . Banyak pengamat meliha tnya sebagai pemu­an, megaproyek yang meliba tkan Grup Sambu (milik satan penyalura n . Seperti telah disinggung di a tas, adakonglomera t Tay Juhana a tau Mr. T), Grup Salim, dan Ari tiga jenis penggunaan DR un tuk KTI . Pertama, PMP lewatSigit i tu dihentikan . Akan a mblaskah duit setengah triliun BUMN kehutanan (Inhutani) . Di sini pemeritah menyetorlebih tersebut? Sekjen Dephutbun i tu cuma mengangka t modal sebanyak pengusaha swasta menye tor- nya . Sisabahu. "Itu bukan wewenang Dephutbun lagi un tuk modal yang diperlukan un tuk proyek tersebut dipinjam­mengurusnya, " ka tanya datar. Kemudian masih ada US S kan pemerintah, setengahnya dengan bunga 0% ( tidak15, 1 juta dipakai pemerintah un tuk membeli saham PT berbunga) . I tulah tipe kedua . Ketiga, separuhnya lagi
  • 104. dipinjamkan pemerintah dengan bunga komersial, diambildari ra ta- ra ta bunga bank pemerintahj tahun . Oetomo Perusahaan Pengguna DR untuk HTI Pulpmembagi investasi proyek KII men-jadi 3: sepertiganya dan Non Pulp 1991 - 1998merupakan PMP dengan pengusaha swasta . Sepertiga NO Nama PenJsahaan PMP Pinjamankedua, DR yang dipinjamkan dengan bunga 0%, dan (patungan) HTlPuipbagian terakhir adalah pinjaman berbunga komersia l . Melihat murahnya dana tersebut, tidaklah heran bila 1. PT. M usi Huta n Pe rsa da 54 .863.638.000 292.0 1 2 .039.408 2. PT. s u tya hutami Jaya 25 .727.096 .000 1 99.454 .901 .000banyak pengusaha berminat. Tidak jarang mereka yang 3. PT. Menara Hutan Buana 8 .609.087.000? 1 36.3 1 9 .024.000sudah mendapatkannya pun, berusaha memanipulasi data 4. PT. Ta nj u ng Redep Hutami 7 .694.4 1 9 .000 88.675.381 .000 5. PT. fTCI Huta m i Man u ng ga I 1 1 .756.630.000 59.594.051 .000tanaman agar bisa mengeruk dana lebih banyak lagi. 6. PT. Ad in do H uta ni Lesta ri 1 8 .020.21 1 .000 58 .358.787.000Salah sa tunya adalah temuan BPK pertengahan tahun 7. PT. Tusam Hutani Lestari 2 .344.236.000 22 .565.968.000 8. PT. I n donusa I n d rapuri 7 .737.804.000 1 0 .999.289.0001998 . Dalam laporan i tu PMP dan pinjaman DR kepada PT.Menara Hutan Buana (MHB) milik Probo Soe tedjo tertulissebesar Rp 73 . 624 . 99 6 . 000 (73 , 624 miliar lebih) . Padahal J u mlah 1 33.753 . 1 2 1 .060 867.970.440.408bila berpegang kepada perse tujuan presiden melalui sura t Non HTlPuipMensesneg N o . R 82jMjSesneg- 5j 1995, tertanggal 16 Mei 1. PT. Ki an a Huta ni Lestari 4.724.178 .000 52 . 1 1 6.720 .5 1 01995, alokasi un tuk MHB hanya Rp7 . 033 . 66 9 . 000 (7,033 2. PT. Syl va I nh uta ni La mp u ng 3 .593.608.700 1 7 .229.890.400 3. PT. Eai hij au Hutani 3.381 .742.604 8 .895.556.089miliar) . Jadi ada pelampauan batas anggaran sebanyak Rp 4. PT. Sumalindo Hutani Jaya 2.671 .350.500 7.521 .244.00066 miliar lebih. Itu dapat terjadi karena jumlah yang 5. PT. D w i ma Intiga 1 .864. 144 .000 5 .544.584.000 6. PT. Rya n i Huta ni Si patu 0 1 .634.948.000 3 .795.5 1 9 .000dianggarkan cuma un tuk areal seluas 5 ribu hektar, 7. PT. Gyera Hutan lestari ? 2 .822.556.000semen tara realisasinya mencapai 38 hektar lebih. J u mlah 1 8 .3 1 9.971 .804 97 .926.069.999Dephutbun sendiri menganggap i tu sudah bukan masalahlag i . "Kita sudah menurunkan tim ke sana, dan memang Sumber Depariemen Keh utanan dan Perkebunan, 1 999benar MHB berhasil merealisasikan tanamannya seluas i tu .Jadi tidak a d a masalah," jawab Oetomo ringan ketika Tidak sebagaimana laiknya investasi dalam porto­di tanyakan masalah itu . folio, yang hasilnya bisa sangat besar bila ditangani Fund Selain MHB milik Probo Soe tedjo, pengusaha lain Manajer handal, portofolio DR un tuk KII Pulp dan Nonyang mendapat kucuran dana murah DR adalah PT Musi Pulp sampai 1998 belum lagi menghasilkan apa- apa . LabaHutan Persada (MHP) milik Grup Bari to (Prayogo Pangestu (deviden) dari penyertaan modal belum ada, dana yangdan mba Tutut), Grup Kiani (Bob Hasan) , Sumalindo dipinjamkan un tuk jangka waktu 8 tahun i tu belum(Astra), Grup Adindo, dan lain- lain. Untuk selanju tnya kembali, bahkan bunganya pun belum ada yang mem­lihat tabel beriku t. bayar. Padahal sejak tahun lalu sudah ada yang ja tuh
  • 105. tempo, yaitu an tara lain PT Surya Inhutani, dan PTSumalindo . Mereka, ka ta Oetomo, meminta roll over E. Rontoknya Industri Hilir Berbahan Kayuselama kurang lebih 2 tahun . Menurut Oetomo sebenar­ Kekurangan bahan baku sejak dulu menjadi penyaki tnya dalam proyek HTI secara keseluruhan keuntungan kronis indus tri kita . Keluhan, bila tak mau disebut jeri tan,bukan pada tanaman, tapi pada indus tri pengolahan soal pasokan bahan baku ini terdengar seperti koor hampir(pulp) . Masalahnya sampai tiba waktu tebang dan krisis di segala sektor. Teriakan mereka menjadi semakin jelasmenerjang republik, belum ada yang membangun indus­ dan Ian tang setelah krisis melulur republik pertengahantrinya . Kealfaan a tau kesengajaan i tu tidak menda­ 1997. Spektrumnya hampir mera ta di semua sektor mulaipa tkan sangsi. Sebaliknya Dephutbun malah menyarankan dari indus tri bera t, o tomo tif, teks til, sampai indus tri obat­para pengusaha HTI agar hasil tebangan dijual saja ke obatan, pe trokima, dan lain -lain . Bahkan indus tri rumahanluar negeri dalam bentuk gelondongan, suatu saran yang tahu, tempe, yang berabad- abad menjadi makanan rakyatamat berbahaya bagi pembangunan indus tri pulp dan tanpa persoalan, juga kelenger karena ternyata 30%furniture negeri sendiri . bahan baku kedelenya masih harus diimpor. Masih dalam urusan pengusaha HTI . Utang MHP, Dengan caranya yang paling terus terang, krisis se­menurut Oetomo, sebenarnya juga sudah j a tuh tempo . akan memberi tahu kita betapa pembangunan indus tri diPerusahaan milik taipan Prayogo Pangestu i tu bahkan negeri ini amat rapuh. Pahit. Memang pahit kenya taan ini,sudah meneban g . Namun di sini ada sedikit masalah. tapi lebih pahit lagi bila meliha t indus tri mebel dan"Un tuk Musi Hutan Persada memang ada sediki t masalah, kerajinan pun mengalami nasib serupa . Padahal bahantapi akan kita clear- kan . Dulunya dia perusahaan swasta . bakunya berlimpah, dan Indonesia sendiri merupakanJadi sudah menanam dulu. Dua tahun kemudian baru pengekspor kayu dan hasil hutan terbesar di duni a .pa tungan, artinya kita pinjami DR. Bila dihitung dari Bahkan yang masih berben tuk gelondongan pun dieksporpinjamannya, dia belum 8 tahun . Dia baru 6 tahun . secara legal, maupun sembunyi- sembunyi, hingga menim­Dihi tung dari umur pohonnya, dia sudah nebang . Inilah bulkan kerusakan hutan luar biasa dan menjadi sumberyang sedang kita cari jalan pemecahannya," ungkap bencana di masa depan, seperti bom waktu . IMF, yangkelahiran 1 942 itu ha ti- hati. Dia menolak memberi tahu mestinya bisa mencegah perusakan hutan, malah memak­pemecahan macam apa yang ditaw arkan peme - rintah. sa pemerintah melegalkan ekspor kayu log (gelondongan)Rupanya masih terlalu panjang jalan un tuk memperoleh lewat LoI agar pemerintah bisa bayar utang . Dibukanyakeuntungan dari obral dana nganggur yang murah i tu . kembali ekspor kayu log i tu pada gilirannya memperparahJangan-jangan dengan berbagai alasan rasional akhirnya nasib indus tri furniture dan kerajinan Indonesia akibatdana i tu pun lenya p . Bila i tu terjadi : sangsi apa yang kekurangan pasokan bahan baku . Marilah kita a mbil kasusakan dikenakan kepada para penilep dana tersebut? Kasih Indus tri furniture dan kerajinan yang menggunakan bahanduit lagi seperti para bankir penelan BLBI? baku kayu jati. Kasus ini amat menarik. Dia bisa menjadi
  • 106. cermin dari indus tri lain di Indonesia, yang bahan bakunya sekaligus di Indonesia dan di negerinya sendiri . Biladisediakan alam, tapi peremajaannya dilupakan . pemerintah tidak segera membenahi dis tribusi dan Indus tri mebel dan kerajinan yang menggunakan ba­ menindak saudagar asing yang kebanyakan berbisnishan baku kayu j ati se tidaknya memiliki empat keluha n . dengan visa turis, pengusaha indus tri mebel dan kerajinanPertama, semakin sere tnya pasokan. Kedua, kalaupun jati dalam negeri akan mati satu per satu .ada, harganya terus naik dari tahun ke tahun . Ketiga, Namun Ke tua Asosiasi Indus tri Permebelan dan Kerajinansiste m dis tribusi yang sering lebih menguntungkan Indonesia (Asmindo) M. Jalal Kamal tidak terlampau risaupedagang daripada pelaku industri . Keempat, hadirnya meliha t perkembangan yang tidak menggembirakan i tu .pengusaha asing. Semuanya mengakiba tkan banyak Ke tika ditemui penulis un tuk SWA pada 16 Septemberpemain di sektor ini limbung, teru tama yang modalnya 1999, dia menjelaskan sebenarnya ada dua cara yangpas- pasan. Menurut Direktur PT Debindo ir Padmiarso ditempuh Perum Perhutani dalam mendis tribusikan ja ti .peluang bisnis indus tri mebel nasional cukup besar. Namun Pertama, dengan mekanisme ja ta h . Kedua, melalui lelang .peluang itu tidak bisa dimanfaa tkan pengusaha akibat Selanjutnya lelang dibagi dua : lelang besar dan lelangmelonjaknya harga bahan baku kayu j a ti dan meran ti kecil . Lelang besar, ka ta dia, digelar buat produsensampai 300% sejak krisis . Itu diungkap Padmiarso dalam mene- ngah ke a ta s . Sedang lelang kecil buat perajin kecilsambutan pembukaan pameran Furni ture & In terior Expo, di w ilayah (rayon) mereka, misalnya di daerah sen tra25 Juli 1998 di Jakarta . produksi kayu Jepara (Jateng) dan Pasuruan (Jatim) . Seakan mewakili para pengusaha mebel dan kerajin­ Pernya taan Jalal dibenarkan Iskandar, Direkturan di tanah air, Padmiarso menilai kenaikan harga kayu perusahaan keluarga PT Makrowood - produsen perangka tja ti dan meran ti sudah tidak wajar lagi. Itu terjadi akibat mebel un tuk taman, kolam renang, d a n sebagainya . Diasiste m dis tribusinya tidak efisien . Pemerin tah bukannya sendiri mengaku tak pernah berburu ja ti buat bahan bakumemasoknya langsung ke indus tri mebel dan perajin, tapi produk gardennya di pelelangan . Padahal Makrowoodmelalui lelang kepada pedagang . Pedagang kemudian mengekspor 4 kontainer garden/bulan kepada pembelinyamendis tribusikannya ke indus tri mebel dan perajin dengan di Italia, seharga US$ 50- 60 ribu/kontainer. Untuk meme­harga yang diten tukannya sendiri . Itu sebabnya nuhi pesanan i tu, Makrowood butuh 600 m3 kayu ja ti/pengusaha kecil- menengah, yang bermodal pas- pasan, semester a tau 1 . 200 m3/tahun . Separuh dari kebutuhantak mampu bertahan . Bahan baku kayu j a ti dan meranti bahan baku tersebut, diperoleh produsen perangka t mebeldilalap perusahaan besar bermodal gede, termasuk taman ini lew a t mekanisme alokasi Uatah) . Sisanya dibelipengusaha indus tri mebel milik asing - yang bebas pengusaha kelahiran Kudus ( 1938) i tu di pasar bebas.beroperasi dan mulai ikut berproduksi di Jepara . Harganya, menurut Bos Makrowood i tu, bervariasiKebebasan itu memberi peluang kepada pengusaha asing tergantung jenis kayu (gelondongan dan gergajian) danmenjadi eksportir, importir, dan pengusaha besar kualitasnya (fenier, pnma, hara, ekspor 1,2,3, dan
  • 107. sebagainya) . Gelondongan dibandrol Rp 3 - 5 jutajm3, dan alokasi dan pelelangan bahan baku ja ti, tentu di ta tarangergajian bisa sampai Rp 15 juta ke a tas untuk kualitas pengusaha kecil persoalannya menjadi semaeam alarm .terbaik (fenier) . I tu harga alokasi dari Perhu tani . Sedang Sebagai eontoh bisa kita liha t teriakan nyeri perajin mebelharga di pasar bebas buat jenis yang sama bisa lebih ukir Jepara . Perajin, yang biasanya tegar karena produk­tinggi 20%. Padahal kualitasnya masih di bawah nya banyak dibeli asing (menembus 37 negara, 800Perhu tan i. Toh Makrowood tidak mau mengganti bahan pe tikemasjbulan, senilai US$ 1 5 . 000jpe tikemas), i tubakunya dengan kayu j a ti muda a tau kayu lain . Alasan­ nampaknya mulai ke te tera n . Ini terbukti pada dialognya? Garden, ka ta Iskandar, selalu dile takkan di taman mereka dengan jajaran Depperindag 17 Juli 1998 . Menuruta tau di luar ruma h . Jadi diperlukan bahan j a ti yang tidak juru bieara mereka Arifin Mubaroq, kenaikan harga kayumemuai dan tidak meneiut oleh euaea panas dan dingin . jati tidak w ajar. Dalam waktu 3 bulan harga kayu ja ti Berbeda dari Makrowood yang mendapat alokasi berdiameter 30 em naik dari Rp 1 , 2 juta menjadi Rp 2separuh dari kebutuhan bahan bakunya, produsen mebel jutajm3 . Yang ukuran 40 em naik dari Rp 1, 8 juta menjadiPT Swee troom memburu seluruh bahan bakunya di pasar Rp 3, 5 jutajm3 . Harga lelang i tu disinyalir telah dimainkanbeba s . Perusahaan Inl, menurut eata tan Asmindo, mavia untuk mengambil ken tungan besar tanpa memerasmerupakan salah satu produsen mebel j a ti besar di keringat.Jakarta . Swee troom, ka ta Direkturnya Suharman, mem­ Di sisi lain langka dan mahalnya bahan baku kayu ja tiproduksi perangka t mebel berkualitas tinggi (high quality) ini saat permintaan mebel dan barang kerajinan mening­sejak tahun 80- a n . Produksinya 80% dipasarkan di dalam ka t, telah mengakiba tkan perburuan kayu ja ti oleh peng­negeri . Sisanya diekspor ke Jepang, Australia, Singapura, usaha dan pedagang menjadi seru . Pengusaha Jeparanegara- negara Eropa, dan Amerika Serika t . Suharman melin tas ke Jawa Barat a tau Jawa Timur. Demikian pulamenolak menyebu tkan berapa produksinya per bulan, dan pengusaha Jawa Timur meneari kayu sampai ke propinsiberapa volume serta nilai ekspornya . "Kita ini berdasarkan lain . "Kami sudah berusaha membeli dari Perum Perhutani,job- order. Jadi enggak tentu . Lagipula bila produk perusa­ tapi memang tampaknya persediaan ja ti terbatas," ka tahaan lain satu kontainer bisa memuat puluhan perangka t seorang pengusaha mebel di Rawamangun bernama H .mebel, untuk produk kita satu perangka t mebel belum Selamet. yah saya eari ke tempa t lain sampai ke KPHtentu bisa dimuat dalam satu kontainer, " jawabnya (Kesa tuan Pemang- kuan Hutan) Indra mayu, Wonogiri, danberkilah. Cuma ada satu hal yang membua tnya galau, lain-lain . Pokoknya mesti dapat," tambah pengusahayai tu perusahaannya sampai saat ini dianggap belum mebel i tu .layak mendapatkan alokasi bahan baku j a ti dari Perhu tani . Dalam upaya berburu bahan baku ja ti ini, kekuatanEksekutif Swee troom i tu menengarai ada mavia yang modal akhirnya menjadi penentu . Yang tidak mampubermain di situ, karena kri terianya tak jelas. membayar mahal terpaksa menolak order, mengganti Bila produsen sekelas Swee troom saja mengeluh soal bahan bakunya dengan kayu ja ti muda, a tau dengan kayu
  • 108. lain, misalnya mahoni, akasia, dan lain- lain. Resikonya karena pasarnya menciut sejak krisis pertengahan 1997.mutu menurun . Hal demikian banyak dialami pengusaha Orang penting Asmindo i tu mengaku tidak tahu sudahmebel dan kerajinan kecil. S eorang pengusaha mebel dan berapa anggotanya yang lengser akibat kesulitan bahankerajinan j ati asal Sumedang, H. Edi, terus terang telah baku, karena belum didata kembal i . I!a mun pendatangmengganti bahan mebel dan kerajinannya d engan akasia baru, ka ta dia, juga tidak sediki t . Jalal mencium g ejalamangium . Penggantian bahan baku i tu, ka ta dia, tidak masuknya orang- orang yang dulu bermain di properti kedilakukan diam- diam . Kepada pembeli se tianya di manca­ industri mebel .negara, dia tanyakan dulu apakah mau membeli mebel dan Namun ada gejala lain, yang juga tak bisa dianggapkerajinan dari akasia mangium yang harganya lebih mura h . remeh oleh pelaku bisnis, pemerintah, dan masyaraka t.Bila pembeli se tuju baru E d i mengirimnya . Ini bukan tidak Gejala i tu berupa pencurian kayu ja ti yang mulai marakmemiliki konsekuensi . Bahkan konsekuensi nega tifnya sejak krisis, dan berlangsung terus tanpa bisa dibendun g .sudah mulai terlihat m isalnya di Jepara . Indikasinya adalah S ekadar menyebut sebagian saja, pada Januari - Juli 1998pengembalian mebel dan keraj inan Jepara dari buyer jumlah kayu jati yang hilang telah mencapai 92 ribu pohonEropa . Mutunya dianggap tidak memenuhi s tandar lagi. (senilai Rp 1, 1 miliar) . Itu berarti meningka t 30%Gejala ini dikemukakan Ke tua DPRD I Ja teng drs . Endro dibanding periode sama 1997. Un tuk bulan Juni- Juli 1998Suyi tno bulan Juli 1998 . Meskipun belum menjadi mode, jumlah yang dijarah mencapai seki tar 20 ribu pohon (Rpka tanya, gejala re- ekspor mebel tersebut tidak boleh 270,7 juta) . Itu baru yang di daerah Ja teng . Temuandianggap remeh . Lembaga S wadaya Masyaraka t (LSM) Mi tra Meru Be tiri Meskipun tidak dapat menyebut angka pasti, Asmin­ (MMB) di Jawa Timur lebih seram lagi.do menyadari adanya penurunan kinerja industri mebel Dalam laporannya tahun 1998 MMB mencatat daridan kerajina n . Anggota Asmindo ada sekitar 500 - 600 1 . 090 ha hutan jati di desa Curahnongko, Sanenrejo,perusahaan . Dari jumlah i tu lebih sera tusnya adalah Andongrejo, dan Curahtakir Kecama tan Tempurejo yangkoperasi. Ketua Asmindo i tu mengakui memang banyak berada sekawasan dengan Blok Wonowiri, kini tinggal 400masalah di industri mebel dan kerajinan, tapi dia yakin ha saj a . S elebihnya sudah dijara h . Anehnya, menurutperusahaan mebel dan kerajinan j a ti yang berorien tasi koordinator MMB Ibnu Sutowo (mahasiswa Fak. Pertanianekspor akan survive . Pada setahun pertama krisis peng­ Univ. Jember), puluhan truk pengangkut ja ti g elondonganusaha ekspor bisa menangguk untung sampai 4 kali lipat. curian i tu, dalam perjalanan ke tempa t penampungan diS ekarang mungkin 20- 30% saja, tapi bila dolar di bawah Pasuruan bebas saja melalui pos- pos penjagaan Jaga­Rp 7 . 000, mungkin banyak yang sekara t," paparnya tanpa wana . Dalam laporan i tu pula MMB mensinyalir adanyamenunjukkan bagaimana dia menghi tungnya . Dia m empre­ kong kalikong an tara penjarah dan aparat.diksi produsen mebel dan kerajinan yang cuma mengan­ Tudingan i tu dibantah habis- habisan oleh apara tdalkan pasar domestik akan menemui banyak kesuli tan, Jagawana. M enurut mereka yang terjadi adalah petugas
  • 109. Jagawana di Wono- w iri, yang jumlahnya euma 15 orang, ada kekurangan bahan baku hampir 600 ribu m3 kayu.tidak mampu menghadapi penjarah yang jumlahnya 200- Bagaimana menga tasinya?300 orang . Sekadar melengkapi, pada 14 Septeber 1999, Bila pemerintah tidak segera membenahi pengelola­petugas Polwil Surakarta un tuk kesekian kalinya meng­ annya, dan menegakkan supre masi hukum kepada siapagagalkan pengiriman kayu j a ti ilegal ke Solo . Selain saja yang melakukan peneurian dan perusakan hutan ja ti,menangkap pelaku, Kdy (sopir truk pengangkut), polisi dapat dipastikan dalam waktu tidak lebih 10 tahun hutanjuga mengamankan barang bukti berupa 24 batang pohon jati kita akan habis. Pemberdayaan lahan gundul menjadija ti berdiameter 35 - 40 e m . hutan jati seluas 40 ribu ha/tahun, yang dilakukan Perum Seperti bertiup bersama badai krisis yang membua t Perhutani, tentu akan kalah eepat oleh keserakahanjutaan orang j atuh miskin dan Lol yang membuka kembali pengusaha dan apara t . Oampak bawaannya adalah ben­ekspor kayu glondongan, peneurian kayu j a ti langsung eana alam dan rontoknya industri hilir jati.marak. Penebangan liar meluas sampai ke taman nasiona l .Penjarahannya, baik seeara sembunyi- sembunyi maupun F. Masalah- masalah Ad ministrasiterang- terangan, pada gilirannya ikut mengakiba tkan Apa bedanya negara- negara maju semaeam Uni Eropalangkanya bahan baku industri mebel dan kerajina n . (UE), Amerika Serika t (AS ) dan Jepang dengan Indonesia?Pemieunya apalagi kalau bukan kebutuhan perut yang tak Jawaban a tas pertanyaan sederhana ini jelas tak seder­bisa ditunda . Saat mata peneaharian tak ada dan harga­ han a . Terlalu banyak indika tor yang mestik dipajang,harga kebutuhan hidup membubung tinggi, meneuri milik sehingga orang yang biasanya euma merasakan bedanya,negara tentu sah- sah saja bagi mereka . Toh para bankir menjadi benar- benar tahu dan mengerti . Toh dari semuajuga menjarah uang negara (BLBI) dan uang nasabah indika tor pembeda yang mungkin disajikan, orang masihtidak apa- apa . Apalagi harganya lumayan mahal, menjan­ bisa memerasnya dengan sedikit jenaka . Oi negara- negarajikan keuntungan besar, dan menjualnya gampang. maju administrasi adalah bagian dari solus i . Sedang di Oi SISI lain peneurian kayu telah mengakiba tkan Indonesia administrasi menjadi bagian dari proble m .menurunnya produksi kayu j a ti Perum Perhutani . Yang Buktinya tak sulit didapa t. Lihat saja misalnya pem­paling jelas adalah di Ja teng . Menurut eata tan Perhutani bagian subsidi langsung tunai (BLT ) . Untuk memudahkanpada 1997 Perum Perhutani I Ja teng memproduksi 460 menjangkau mereka yang berhak sampai ke pelosok­ribu m3 kayu j ati dari 20 KPH . Pada tahun 1998 produksi pelosok tanah air, pemerintah menyerahkannya lewat PTmeloro t menjadi 3 8 1 ribu m3. Pada 1999 Perhutani mem­ Pos Indonesi a . Ini tentu merupakan pilihan tepa t, meng­proyeksikan produksi hanya 3 10 ribu m3. Sementra i tu ingat jaringan Kantor Pos sudah menjangkau seluruhJatim memproduksi seki tar 300 ribu m3 kayu jati per penjuru republik. Saat membagikan kepada orang pertahun . Pada saat sama kebutuhan kayu j a ti di kedua orang, petugas kantor pos mewajibkan mereka membawakawasan tersebut sekitar 1,2 juta m3/ tahun . Jadi, akan kartu tanda penduduk (KTP ) . Ini un tuk menghindari
  • 110. adanya orang- orang nakal yang mau mengambil berkali­ yang mesti diperpanjang tiap tahun. Se tidaknya orangkal i . Oi sisi lain petugas kantor pos yang sudah sibuk i tu tersebut se tiap tahun harus berada di negeri i tu selamaten tu mesti memba tasi waktunya agar pekerjaan pokok beberapa hari . Pokoknya dia mesti se tor muka sebagaimereka tak terbengkalai, misalnya dari 5- 12 Januari 2006. bukti bahwa dia masih penduduk negeri i tu .I tu semua sah- sah saj a . Memang seharusnya begitu . Sedangkan bagi warganegara sendiri, tak a d a kewa­ Namun p etugas kadang bertindak terlalu jauh, se­ jiban i tu . Oi Belanda, misalnya, menjelang usia 18 tahunhingga mengecek sampai ke masa berlaku KTP . Ke tika seorang w arga akan mendapat sura t panggilan darididapati masa berlaku KTP seseorang telah habis, bagian S tadhuis (Ko ta praja) un tuk mengambil paspor. I tudia tak jadi dibagikan, meski KTP i tu asli dan dibawa oleh berlaku seumur hidup, kecuali sua tu saa t orang tersebutpemiliknya sendiri . Oia diminta pe tugas kantor pos un tuk menya takan diri melepas kewarganegaraannya un tukmemperpanjang KTPnya dulu. Maka urusan pun menjadi menerima paspor negara lain a tau dia memilih menjadimakin panjang, sebab dia mesti kembali dari bawah Rt, s ta teless ( tanpa kewarganegaraan) . Ketentuan ini mem­Rw, Kelurahan. Pe tugas keluarahan kemudian membawa­ bebaskan warga Belanda dari urusa n KTP dan administrasinya ke kecamata n . Selesainya bisa seminggu, bisa sebu­ lainnya yang njelimet seperti warga Indonesia . Oalamlan, bisa berbulan- bulan, tergantung moed si petugas. urusan apa pun orang Belanda cukup menyebut nama danKe tika KTP baru selesai, pembagian BLT telah berhenti . tanggal lahirnya di hadapan p e tugas administrasi, makaOia bisa menunggunya 3 bulan kemudia n . semua ke terangan ten tang dirinya akan tampak di monitor I tu baru sa tu soal . Oi balik i tu masih banyak urusan komputer petuga s . Soal kartu identi tas, orang bisayang sama ruw e tnya, misalnya urusan sura t kelakuan baik menunjukkan apa saja yang menunjukkan identi tasnya,dan sura t- sura t lain yang berhubungan dengan lamaran misalnya : kartu mahasiswa, kartu perpustakaan, sura t izinkerja, perguruan tinggi, dan segala macam tes bua t mengemudi, kartu pegawai, dan lain- lain.menjadi pejaba t publik. Meski telah memiliki KTP, orang Cuma kartu mahasiswa, kartu perpustakaan, kartute tap juga harus mele w a ti Rt, Rw, kelurahan, dan kalau pegawai, dan yang semacam i tu tak bisa dipakai sebagaiKTPnya habis masa berlakunya, prosedurnya kembali lagi ID Card seumumur hidup, karena ada ba ta s waktunya .dari nol. Pertanyaannya kemudian penduduk a tau w arga­ Orang yang sudah tam a t dari Rijks Universi tas Leiden,negara mana dia, ke tika seseorang tidak mempunyai KTP misalnya, tak mungkin menggunakan kartu mahasiswanyaa tau KTPnya sudah kedaluwarsa? Mengapa pula KTP terus . Juga mereka yang bekerja di perusahaan a taudiba tasi waktunya 5 tahunan? Aturan ini mung kin baik lembaga terten tu, tak diperkenankan menggunakan kartubua t warganegara asing yang tinggal di Indonesi a . Oi kepegawaiannya terus se telah dia pensiun a tau berhentinegara- negara UE dan AS para warga asing yang sudah dari pekerjaannya . Namun paspor boleh dia gunakan terusmenjadi penduduk se telah 5 tahun tinggal di negeri i tu sampai masuk liang lahat. Oi Indonesia warga yang sudahsecara legal, memang mendapat semacam green card berumur 60 tahun ke a tas, baru boleh memiliki KTP yang
  • 111. berlaku seumur hidup . Ini menggelikan dan ten tu harus Di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (kinisegera dibenah i. Se tidaknya agar rakya t negeri ini bisa Dep . Pendidikan Nasional) lain lagi. Masalah administrasi dilebih tenang dan terhormat. Pe tugas kelurahan biar sini mestinya bisa lebih baik daripada departemen lain,menyediakan formulir dan KTP un tuk mereka yang meng­ karena dialah yang akan memberi pelajaran dan contohinjak dewasa . kepada seluruh penduduk negeri bagaimana menyeleng­ Soal sura t kelakukan baik, biarlah mutlak menjadi garakan administrasi . Namun kenya taan berbicara lain.urusan polisi . Orang cukup d a tang ke kantor polisi ter­ Pada saa t saya mau berangka t ke Leiden un tuk melan­deka t dari tempat tinggalnya un tuk mendapat sura t jutkan s tudi S2 di Rijks Universite i t Leiden (RUL) 5kelakukan baik dengan menunjukkan KTP . Polisi tinggal September 1989, ada seorang profesor dari UGMmemeriksa c a ta tan kriminalnya . Kalau bersih, harus diberi­ mengeluh . Dia mengaku sebenarnya dia sudah mestikan . Un tuk apa memperpanjang prosedur adiministrasi, berada di Belanda hari i tu, karena ada seminar yang mestikalau dalam praktiknya semua bisa diatur dengan uang dia hadiri di Belanda, tapi urusan administrasinya tidakpelicin . Un tuk menjadi pejaba t publik, seperti anggota beres- bere s . Dia merasa dipingpong oleh PDK dankomisi pemilihan umum, komisi yudisial, calon anggota Sekretaris Kabine t (Seka b ). Saya dan dua teman darilegisla tif, komisi rekonsiliasi dan hak asasi manusia, dan Fakultas Sas tra Universi tas Indonesia juga mengalamilain- lain sebenarnya tidak perlu membua t persyara tan hamba tan serupa . Sura t- sura tnya tak beres- beres selamaadiministrasi berlapis- Iapis yang tidak terlalu perlu dan hampir dua bulan. S e telah Rektor UI waktu i tu Profesormenghabiskan waktu, tenaga dan biaya . Sujudi angka t telepon, tiba- tiba bere s . Sedang seorang Toh semua orang mafhum bahwa sura t- sura t i tu teman lain yang tahu prosedur dibalik prosedur resmi i tu,bisa diusahakan, bahkan tanpa orang yang bersangku tan bisa beres dalam waktu kurang dari seminggu.berkeringa t . Apalagi selalu saja terbukti penjaha t lama, Rahasianya : dia mengaku memberi uang tips pada se tiappenjaha t politik, penjaha t ekonomi, dan lain- lain, yang meja yang mesti dilalui .mungkin saja mau d i tangkal lewa t prosedur bertele- tele I tu terjadi jauh sebelum reformasi menggulung orba .i tu, bisa mendapatkan sura t- sura t yang dibutuhka n . S e telah orba tumbang nampaknya belum banyak yangBahkan mereka bisa lebih c e p a t daripada orang-orag berubah di situ . Liha t saja masalah ijazah SLTA a tau SMAp o tensial yang jujur dan taa t prosedur. Karena tidak mau a tau SMU a tau apalah namanya . Un tuk memperolehbermain uang un tuk melicinkan jalan, orang- orang baik selembar ijazah mahapen ting i tu, seseorang se tidaknyadan p o tensial lebih sering tersingkir di persyara tan yang mesti menghabiskan waktunya 12 tahun di bangkutak perlu . Artinya persyara tan administrasi yang ber­ sekolah (6 tahun sekolah dasar, 3 tahun SLTP dan 3tumpuk i tu cuma bisa menghadang orang- orang Indonesia tahun SLTA) . S e telah mendapatkannya, ternyata cumayang cerdas, p otensial dan punya prinsip . Sementara bisa dipakai 2 tahun alias dua kali menempuh ujian masukorang- orang lancung tak terhamba t. perguruan tinggi ne geri (UMPTN) . I tu ten tu tidak adil .
  • 112. Indonesia merupakan sa tu- sa tunya negara di dunia yang menghargai output a tau produk dari siste m pendidikan­memba tasi berlakunya ijaza h . Di negara manapun di nya, bagaimana negeri lain akan menghargainya? Dalamdunia, ijazah SMA adalah sertifika t dasar un tuk menem­ hal ini perguruan tinggi swasta dan dunia bisnis lebih bijakpuh jenjang yang lebih tinggi kapan pun dia mau. Si daripada PDK dan PTN, yang cuma mengadministrasipemilik, yang telah menempuh perjuangan begitu lama tahun ijazah . Kedua insti tusi i tu lupa memperh a tikandengan penuh kesabaran dan ke tekunan, boleh bangga bahwa yang lulus i tu adalah manusia dewasa yang punyase telah meraihnya . S e telah i tu dia boleh langsung ke o tak dan ci ta- ci ta . Sebetul- nya terba tasnya ruanganperguruan tinggi . Boleh juga bekerja dulu 1, 2 tahun yang dapat menampung mahasiswa baru di perguruanbahkan 1 0 a tau 20 tahun, kemudian masuk ke perguruan tinggi sudah dimaklumi semua orang . I tu sebabnyatinggi . I tu adalah hak dia sebagai warganegara dan diadakan tes penyaringan, agar yang benar- benar ber­sepenuhnya dilindungi undang- undan g . Dulu orang minat dan bero tak encer yang masuk. Namun menghalangiIndonesia juga memiliki hak seperti i tu, tapi kemudian orang ikut berkompetisi merebut bangku terhorm a t diterus direduksi pemerin tahnya sendiri sejak pertengahan PTN, cuma karena ijazahnya dianggap kedaluwarsa,dasawarsa ·80- a n . adalah bertentangan dengan hak azasi manusi a . I tu Tak a d a penjelasan rasional bua t ke tidakadilan i tu merupakan pengkhianatan terhadap c i ta- c i ta kemer­sampai orba ja tuh . Namun karena tak ada juga yang dekaan .mempersoalkannya, maka dia bisa berlangsung terus dan Masih dalam urusan dengan ijazah SMU, pemerintahterus . Saya pernah menanyakan masalah ini kepada Prof. juga mewajibkan kepada anak- anak mud a harapan bangsaDr. W ardiman (Menteri PDK pada Kabine t Pembangunan i tu un tuk melegalisasi ijazah . Sertifika t penting i tu, yangVI) dalam sebuah pertemuan dengan mahasiswa Indo­ baru saja mereka terima dari PDK lewat sekolah masing­nesia di Delft ( 1993) . Dia menjawab bahwa penduduk masing, i tu mesti mereka dilegalisir di kantor PDK se tem­Indonesia sangat besar dan se tiap tahun yang tam a t dari pat. Apa gunanya? Apakah pemerintah tidak percayaSMU juga sangat banyak. Kapasi tas perguruan tinggi di pada keaslian ijazah yang dikeluarkannya sendiri? Kalauseluruh Indonesia tak bisa menampung mereka semua . i tu alasannya, harus dibikin ijazah yang tak bisa dipalsuJadi perlu ada pemba tasan . Jawaban i tu ten tu saja tidak dan tegakkan supremasi hukum . Artinya sindika t pemalsumenyelesaikan masalah . Padahal Cina yang penduduknya ijazah yang harus diperangi dan diberi hukuman bera t.5 kali lipat lebih besar daripada Indonesia, tak melakukan Bukan malah menghukum anak- anak yang baru lulus un tukpemba tasan tak kre a tif seperti i tu . melegalisasi ijazahnya yang sudah legal dan asli . Apalagi Tugas pemerintah dan menteri-menterinya ten tu yang dilegalisasi adalah p o tocopinya dan bisa d i ti tipkanbukan mengumpulkan masalah, tapi menga tasi masalah­ kepada orang lain . Jadi tak ada pemeriksaan teliti soalmasalah i tu demi masa depan bangsa . Bila PDK (depdik­ keaslian ijazah pada saa t legalisasi . Yang penting baginas) dan perguruan tinggi negeri (PTN) sendiri tak bisa petugas di sana adalah legalisasi ijazah i tu dibayar per
  • 113. lembar copy. Urusan administrasi yang berputar- putar ini bisnis berdedikasi dan menimbulkan ekonomi biaya tinggi .pernah saya tanyakan pada W ardiman dalam kesempatan Kalau tidak percaya mari kita lihat daftar eksportiryang sama di Delft, tapi tak memperoleh jawaban terdaftar tekstil dan produk tekstil (ETTPT) yang dike­rasiona l . luarkan Sucofindo . Dalam inve s tigasi penulis bua t majalah S e telah se tengah abad lebih merdeka, Indonesia S WA se tahun se telah rerformasi menja tuhkan Soehartonampaknya belum juga berhasil membua t administrasi ( 1999), terungkap be tapa d a ta i tu se tidaknya sejak 1994yang rapih, sekaligus mengikuti perkembangan zaman. tidak pernah diremajaka n . Padahal daftar i tulah yangKekacauan administrasi yang terjadi selama masa orba dijadikan Depperindag un tuk membagi kuo ta ekspor tekstilharus segera diakhiri . Juga masalah pere majaannya yang ke negara- negara maju semacam Uni Eropa (UE) dan AS .sering diabaikan, harus diupayakan kembali . Kadang­ Akiba tnya sudah dapat d i tebak. Banyak perusahaan yangkadang di beberapa sektor a tau departemen adminis­ sudah m a ti a tau tak jelas, a tau bahkan fiktif te taptrasinya lumayan rapih, tapi karena da tanya tak pernah mendapat j a tah kuo ta ekspor. Sebaliknya perusahaan­dire majakan (up d a te) maka jalannya te tap kacau. Tak perusahaan tekstil yang bag us, punya pabrik danperlu jauh-jauh mencari contohnya . Masuk saja ke ruang mempunyai pasar di negara- negara maju tak mampupers sekre tariat negara . Cobalah lihat wartawan­ mengekspor produknya, kecuali dia membeli dari orangw artawan yang bermarkas di situ . Liha t dari media yang memiliki kuo ta tapi tak punya pabrik.manasaja mereka . Maka dalam sekali pandang Anda tahu Membasmi jual- beli kuo ta tekstil dan produk tekstilbe tapa da tanya tak pernah dire majaka n . Banyak warta­ (TPT)nya sendiri jelas tak gampan g . Di samping sudahwan yang medianya sudah m a ti, misalnya editor, dan lain­ berlangsung lama, kegia tan i tu pun bukan barang hara m .lain masih nongkrong di situ . Sementara wartawan baru Tempat transaksinya bahkan disediakan pemerintah, yai tudari media, yang bonafiditasnya tak diragukan, suli t Bursa Komoditi Indonesia (BKI) yang berada di bawahmendapat kartu pers S e tneg . Administrasinya dibua t Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperin­gelap dan tak ditangani, sehingga wartawan- w artawan dag), kini telah dipisah menjadi Departemen Perdaganganyang baik malah tak bisa masuk. Wartawan- w artawan dan Departemen Perindustrian . BKI bertugas memfasili tasi,lama, bahkan yang sudah tak ada medianya, te tap dan menyediakan sarana bua t pertemuan para eksportir.terdaftar sebagai wartawan se tneg a tau istana, Di situlah terjadi tiga pola jual- beli kuo ta : be Ii putus,mendapat berbagai kemudahan dan fasilita s . Departemen­ tukar- menukar, dan pinjam- meminjam. S e tiap transaksidepartemen, yang menyediakan tempat bua t w artawan dikenakan biaya 0 , 0 15 x nilai transaksi, dan langsungdari berbagai media, nasibnya juga seperti i tu . masuk ke PT Persero Kliring dan jaminan Bursa Komoditi Pengabaian terhadap kewajiban u p d a ting (perema­ (PKJBK) . BUMN Inl selama 24 jam online denganjaan) d a ta, bahkan juga menjalar sampai ke wilayah Sucofindo . Di samping ke tiga pola tersebut, adabisnis. Ini pada gilirannya menimbulkan frus trasi pelaku undername yang berlangsung di luar bursa . Di dunia
  • 114. ekspor- impor, undername diartikan mengekspor dengan Ke tika penulis berkunjung ke BKI waktu i tu un tuknama orang lain . Di negara penerima undername diper­ majalah SWA keadaannya memang demikian. Yangkenankan ( third party document applicable) . bertransaksi di situ hanyalah ETrPT . Selebihnya pengun­ Tanpa perangka t alih kuo ta, menurut Ke tua Yayasan jung biasa yang tidak ikut bertransaksi, seperti wartawan,Indoteks Ir. Chamrul Djafri, realisasi kuo ta ekspor akan karyawan BKI, dan lain-lain . Lan tas di mana l e tak persoal­kedodoran . Sebab jumlah kuo tanya sendiri terba tas dan annya? "Transparansi," ka ta Sekjen Asosiasi Perteks tilanbisnis tekstil sangat dinamis. Dia tak mengada- ada . D a ta Indonesia (API) waktu i tu H . Irwandi Muslim Amin pasti .Depperindag membuktikan perkembangan ekspor TPT "Timbulnya masalah dalam pembagian kuo ta tekstil,kuo ta dan non kuo ta 1998 (Januari - April) meningka t karena pemerintah tidak bersikap transparan dalam pem­50, 8% dibanding periode sama tahun sebelumnya, yai tu bagiannya . Akiba tnya pengusaha yang tidak mendapatdari US $ 1 . 63 2 . 958 tahun 1997 menjadi US $ 2 . 462 . 906 jatah menuduh terjadi jual- beli kuo ta . Padahal jual- belitahun 1998 . Dibanding 1 0 negara pesaing lainnya realisasi kuo ta dibolehkan," tambahnya berteori . Banyak eksportirekspor TPT kuo ta Indonesia adalah yang paling tinggi mengeluh, karena semuanya serba gelap . Mereka tidak(63, 79%) . Selanjutnya Cina 45,23%, Thailand 40, 1%, tahu siapa saja yang mendapatkan kuo ta . Bahkan berapaFilipina 38, 10%, Hongkong 36, 44%, Banglades 34, 65%, sebenarnya jumlah ETrPT pun mereka tidak tahu.Srilangka 32, 20%, India 30, 32%, Pakistan 26,37%, Beberapa eksportir lebih fokus menuduh Direktur EksporlahMalaysia 2 1, 13%, dan Singapura 7, 93% . sumber ke tidaktransparanan di Depperindag . Menperindag Jadi memberan tas jual- beli kuo ta bukan saja sia- sia, dan Dirjen Perdagangan Internasional Djoko Moeljonotapi juga tidak releva n . Bagaimana dengan percaloan dianggap terlalu percaya pada bawahannya i tu .yang juga disinyalir ikut bermain mengerek harga kuo ta Tuduhan, yang kian santer soal transparansi pem­dari US$ 2 - 3 menjadi US$ 20 un tuk yang ho t ka tagori? bagian kuo ta, i tu bagi Depperindag, tidak berdasar. "SayaMenuru t orang BKI yang tak mau disebut ja ti dirinya, di tidak bilang bawahan saya malaika t semua, tapi sejaksana sistemnya membership . Yang berhak menjadi ang­ 1994 saya menjadi Dirjen Perdagangan Internasional, ki tag o ta BKI cuma ETrPT . BKI, ka ta dia, juga tidak ikut sudah banyak melakukan pembenaha n . Liha t saja sebagaimenyeleksi siapa yang berhak mendapat s ta tus ETrPT lembaga kon trol ki ta pakai PT . Sucofind o . I tu kan lembagadan siapa yang tidak. Yang menyeleksi adalah independen . Sedangkan di Amerika kita pakai ELVISDepperindag dengan syara t yang jelas. Dia memang tidak (Electronic Visa Inform a tion System) . Dengan begitu kitaasal cua p . Un tuk memperoleh s ta tus ETrPT seorang bisa tahu siapa yang memenuhi kuo tanya, siapa yangpengusaha harus mengekspor ke negara- negara non tidak, " jelas Pak Djoko, begitu dia akrab dipanggil, cepat.kuo ta dulu senilai US $ 400 ribu/bulan secara kon tinyu . "Soal kuo tanya sendiri, kategori apasaja yang masih ada,Tak heran bila BKI menganggap pengusaha i tu bonafid bila berapa jumlahnya, dan sebagainya ki ta umumkan secaradia sudah mendapat s ta tus ETrPT . berkala . Ki ta juga jelaskan bahwa i tu semua gra tis . Tidak
  • 115. dipungut bayaran," imbuhnya . Pengumuman berkala tidak punya kuo ta . Ke tidakpuasan sepertl I tU rupanyamengenal kuo ta, menurut seorang s taf Oirektur Ekspor, memang bukan tanpa alasa n . Oaf tar ETTPT dari PTdiberikan se tiap Rabu. Pak Ojoko mengaku memang Sucofindo dengan jelas menunjukkan tidak adanyakadang-kadang ada juga yang mengancam agar diberikan pengecekan dan peninjauan ulang terhadapnya .kuo ta a tau mencoba memberi imbalan uang kepada Inves tigasi penulis bua t majalah S WA waktu i tu me­s tafnya . Sayang orang pemerintah i tu menolak menyebut nunjukkan dari sekitar 1500 ETTPT, yang dikeluarkannama mereka yang suka menginjak kaki tersebut. Sucofindo, sebanyak 266 tidak mencantumkan alamat, Oi samping masalah transparansi, menurut Presdir an tara lain: Baik- baik, Bra n ta Mulia, Bulk Pakindo, FAApac Inti Corpora (AIC) Benny Soe trisno, sistem kon trol Indonesia, dan lain-lain . I tu belum termasuk yang hanyapemerintah amat lemah. Pemerintah tidak pernah meng­ mencantumkan nama ko ta Bandung, Jakarta, Surabaya,adakan peninjauan kembali terhadap ETTPT . "Pertum­ dan lain- lain sebagai alamat. Nomor telepon yangbuhan masing- masing industri tekstil i tu berbeda- bed a . dican tumkan di situ pun banyak yang tidak benar. OiAda yang te tap, a d a yang meningka t, bahkan a d a yang samping banyak pula yang tidak ada nomor teleponnya .tu tup . Seharusnya pemerintah meninjau kembali kuo ta Kesulitan lain adalah adanya perusahaan TPT misterius.yang diberikan, " tu turnya serius . Usul senada juga Artinya ada namanya, ada alamat, tapi ke tika dicekdiajukan Poppy Oharsono, Vince Gowan, dan lain- lain. perusahaan i tu tidak ada . Con tohnya Cemerlang Abadi"Pemerin tah mestinya meliha t ke lapangan dong apakah (ETTPT nomor: 090036), alamat Gedung Manggalapengusaha yang mendapat kuo ta i tu, pabriknya masih Wanabhakti lantai 9 Jakarta . "Oi sini tidak ada perusahaanada enggak? Kalau sudah tutup j a tah kuo tanya kan bernama Cemerlang Abadi," ka ta pengelola Gd . Manggalaenggak perlu lagi" ujar Vince kesa l . Wanabhakti," saa t dicek via telepo n . yang ada PT Resik Seruan a g a r pemerintah meninjau ke lapangan seka­ Cemerlan g . I tu bukan perusahaan tekstil, tapi perusahaanligus menunjukkan bahwa para eksportir sebenarnya bisa jasa cleaning service," tambahnya ke tika di tanyakanmenerima past performance alias realisasi ekspor tahun kemungkinan adanya nama perusahaan di situ yang agaksebelumnya menjadi acuan pemberian kuo ta . Namun mlnp .tanpa pengecekan langsung di lapangan dapat dipastikan Ada lagi perusahaan Japfa Comfeed Indonesiadaftar ETTPT akan s ta tis dan tak berubah . Padahal (ETTPT No . : 09063 1) . Tidak ada yang tahu sejak kapankenya taan menunjukkan kebalikannya . Pasifnya apara t perusahaan yang bergerak dalam bidang pakan ternak i tuOepperindag d i lapangan i tulah yang sangat menghamba t menjadi eksportir tekstil . Suli tnya ke tika dihubungipenda tang baru, yang jus tru bisa memproduksi barang perusahaan i tu sudah tidak aktif lagi. "Sejak Oesemberbagus baik kuali tas maupun kuan ti ta s . Apalagi para 1995 sudah tidak ada kegia tan di sini. Pabriknya sudahpenda tang baru i tu terbukti pula berhasil menembus pasar berhen ti, " ka ta penerima telepon di san a . Sebenarnyanegara kuo ta, tapi terpaksa mesti melupakannya, karena masih banyak yang bisa diungkap dari daftar tersebut,
  • 116. termasuk adanya perusahaan tekstil yang sudah m a ti, No: 374/MPP/Kep/8/ 1998, yang berlaku Januari 1999 .tapi s ta tus ETTPT dan nomor ordernya belum dicabut. Belum jelas apakah (266) perusahaan tanpa alamatCon tohnya Kanindo Sukses Tekstil, dan lain- lain. iden tik dengan mefreka yang dicabut s ta tus ETTPT . Kenya taan di a tas ten tu saja mengenaskan, bila Nampaknya ada sediki t perbedaan . Ini terlihat dalamtidak mau disebut membingungka n . Tidak heran bila daftar ETTPT (semen tara) yang dikirimkan Direktora tbanyak eksportir pro te s . Harus disadari, bahwa mereka Ekspor ke SWA. 43 nama dari seki tar 200 ETTPT tidakprotes bukan un tuk menghara mkan jual- beli kuo ta . aktif tahun ini, semuanya beralamat jela s . SekadarJual- beli kuo ta, dalam bentuk be Ii putus, tukar menukar contoh bisa disebut di sini : Andora Pra tama, Arsitasa tau pinjam- meminjam, bahkan undername, selama terjadi Mi tra, Batik Semar, Indonesia Carp e t, Jujur Jaya Abadi,di an tara dua a tau lebih perusahaan tekstil yang masih Kerta Niaga, Kowari, dan lain -lain .hidup, i tu bisa dibenarka n . Namun manakala dia terjadi Soal perusahaan semacam Japfa Comfeed, Cemer­an tara perusahaan mis terius, sudah m a ti a tau fiktif lang Abadi, dan lain- lain Pak Djoko merasa tidak terlaludengan perusahaan tekstil beneran, i tu tidak adil. Bila tahu profile masing- masing perusahaan . uTerus terangberdagang kuo ta i tu dijadikan bisnisnya, i tu memperkuda saya tidak tahu profile masing- masing perusahaan . Sayaorang lain bua t keun tungan pribadi namanya . kan baru tahun 1994 menjadi Dirjen, sedang pembagian Pak Djoko agak terkeju t ke tika diben turkan dengan kuo ta sudah berlangsung sejak dulu. Tapi perusahaan kantemuan di a tas waktu i tu . Toh dia membenarkan bahwa kadang-kadang punya banyak uni t usah a . Mungkin salahmemang ada lebih 1500 ETTPT . Dia mengakui Depperindag sa tu unit usaha mereka bergerak di bidang teksti l . Sayakekurangan apara t di lapangan un tuk mengeceknya . I tu tidak tahu. Tapi ini akan saya tidak lanju ti . Saya akansebabnya sejak 1994 dia minta bantuan Sucofindo . min ta ban tuan Sucofindo," ka tanya menjanjika n . Se telahMenuru t Pak Dirjen, yang dikenal akrab dengan w artawan masalah i tu diungkap majalah SWA, Japfa Comfeed kemu­i tu, dia juga pernah minta bantuan API un tuk memonitor dian memberikan klarifikasi bahwa yang mereka eksporpengusaha nakai, tapi tidak ada tanggapa n . Mereka selama i tu adalah sera t plastik. Sucofindo sendiri, ke tikamerasa tidak enak melaporkan bisnis orang lain . "Soal di tanyakan siapa menggunakan ja tah kuo ta perusahaanyang 266 ETTPT tanpa alamat i tu, ki ta memang sedang yang sudah tidak ada seperti Kanindo, Cemerlang Abadi,membenahi dengan bantuan Sucofind o . Sejak Oktober dan lain- lain, mengaku tidak tahu. yang jadi wewenang1998 sekitar 200 ETTPT tidak diberi j a tah kuo ta lagi, kita cuma mengontrol dokumen barang ekspor, mengecekkarena se telah dicek perusahaannya sudah tidak ada . apakah dia sesuai enggak dengan yang d i tulis, danS ta tus ETTPTnya dicabut. Jadi d a ta ki ta hampir klop," sebagainya . Soal apakah perusahaan tersebut masih adajelasnya hati- h ati . a tau tidak, i tu bukan urusan ki ta . Apakah dia mengekspor Ja tah kuo ta mereka, menurut pak Dirjen, akan dibe­ undername, i tu juga ki ta tidak tahu," ka ta seorang s tafrikan kepada eksportir produsen sesuai SK Menperindag Sucofindo yang tidak mau disebut namanya .
  • 117. S e telah orba tumbang dan Indonesia memasukimillenium ketiga, mau tak mau Indonesia d i tuntu t un tukmembenahi administrasi di segala sektor. Kekacauanadministrasi dan kemalasan apara t mere majakan da tanyaharus dihentikan sampai di sini . Indonesia ke depan mestimenjadi negara yang tertib administrasi, sehingga admi­nistrasinya menjadi bagian dari solusi seperti laiknyanegara- negara maJu. z
  • 118. Kabinet Transisi I Habibie�-- . .... I -. . Slang ItU, puku l 14 . 3 5 , Edw a rd turun dan Jeep tepat dl ru ma h Ketua PBNU Mencari pengganti pemimpin o tokra tis, yang telah Abdurrahman Wahld dl JI . Warung S iah r memerintah dengan tangan besi un tuk kurun waktu lama, ClganJur . Mantan bos Bank Summa I tU pastilah tak mudah . Walaupun misalnya terbukti sang memb a w a se tump u ka n fotokopl an naskah r, pemimpin besar telah gagal mencip takan kemakmuran, pernyataan bers ama Abdurrahman Wahld, keadilan, dan keamanan bagi rakyat, mengganti dia te tap Mega w a tl Sukarnoputr , dan uskup M gr . saja suli t. Bila situasi kemudian begitu kri tis, dan orang C arlos F . X . Belo m e ng e nal knsls nas lonal . akhirnya mendapatkan pengganti, dapat dipastikan sang - pengganti akan menemui banyak kesulitan, karena harus �---- , t . - -.- .. memlmpln pemerin tahan di bawah bayang- bayang sang dikta tor. 1. Pait a Compli, Saat Kaum Reformis Lengah An tony Jay, seorang Machiavellian dalam bukunya Management and Machiavelli, punya resep un tuk meng­ a tasi krisis kepemimpinan seperti i tu . Dalam situasi demi­ kian, ka tanya, jangan angka t orang yang se tia dengan sang disktator sebagai pengganti . Alasannya sederhana saj a : orang i tu pasti akan mengulangi cara - cara dan kegagalan yang sama . Jay menyarankan agar memilih
  • 119. orang luar a tau orang yang selama pemerin tahan sang Sedang Corrazon Aquino yang menjadi pemimpin perla­diktator menjadi duri dalam dagin g . Dialah yang memiliki wanan rakya t Filipina se telah kem a tian suaminya Benignoa l terna tif un tuk mengadakan perubahan dan pembaharuan Aquino, juga segera didaula t menjadi presiden negeri jiranmenuju keadaan lebih baik. i tu se telah sang diktator Marcos kabur ke Amerika . Namun sejarah tidak selalu memberi orang cukup Indonesia rupanya mengambil jalan lain .waktu un tuk berpikir a tau menentukan pilihannya sendiri . Tentu saja tidak semua orang se tuju, apalagi kaumPada saa t roda sejarah berputar semakin cepat, peristiwa reformi s . Namun dengan segala kearifan, dan pertim­sejarah terjadi dari d e tik ke de tik, maka hanya segelin tir bangan te tek bengek agar tidak timbul bencana lebihorang yang punya kesempatan berpikir dan menentukan besar, agar tidak terjadi kevakuman kepe mimpinanpilihan. Hasil pilihan mereka kemudian disodorkan kepada negara, agar roda ekonomi bisa berputar, rakya t tidakrakya t sebagai pai t a compli : I tulah yang terjadi di kelaparan, dan sebagainya, maka orang pun menerimanyaIndonesia, 21 Mei 1998, ke tika kekua tan reformasi, maha­ dengan beberapa c a ta ta n . Habibie bersama kabine tnyasiswa, dan intelektual kampus dip imp in Amien Rais berhasil boleh memerintah selama masa transisi . Begitulah kom­memaksa Soeharto lengser ke prabo n . Pada saa t i tu juga prominya dengan wakil- wakil reformis (kelompok 6) diHabibie didaulat un tuk menjadi presiden, dan disodorkan bawah pimpinan Amien . I tu sa tu . Kedua, Habibie haruskepada seluruh rakya t sebagai pait a compli . Amien Rais, menyelenggarakan pemilu secepatnya, sekaligus memper­pemimpin kaum reformis sekaligus duri dalam daging siapkan perangka t perundang- undangan dan fasili taspemerin tahan Soeharto, tak serta- merta naik ke tampuk yang dibutuhkan, dan se terusnya .pimpinan republik. Ini sekaligus mengisyara tkan bahwa Berbekal kepercayaan secuil i tu Habibie bekerjareformasi di Indonesia mengambil jalan berbeda dari cepat. Dia hanya membu tuhkan waktu 24 jam un tukFilipina, Polandia, Afrika Selatan dan Ira n . membentuk kabine tnya, tanpa berembuk dulu dengan Di Iran ke tika kekua tan revolusi berhasil menum­ kekua tan reformasi . Banyak pakar politik, ekonomi, danbangkan sang diktator Syah Reza Pahlevi, pemimpin pengam a t menyayangkan momentum yang terlepas ter­revolusi Imam Khomeini langsung naik ke tampuk pimpinan sebut. Kalau saja Habibie mengajak kekua tan- kekua tannegara dan menentukan arah baru Ira n . Demikian pula reformasi un tuk membentuk kabine tnya, ten tu bisa men­ke tika Lech Walesa, pemimpin gerakan buruh, berhasil jadi s tarting poin yang bagus bagi negara dan bangsamenumbangkan rezim komunis, kepe mimpinan tertinggi un tuk memiliki pemerin tahan yang legitimated, dipercaya,Polandia langsung mampir di tangannya . Lalu Nelson dan berwibawa, sesua tu yang amat dibutuhkan pada saa tMandela, yang berhasil menumbangkan rezim aparthei t krisis.lewat gerakan gerakan tanpa kekerasan di Afrika Selata n . Begitulah Habibie memulai pemerintahannya . Diban­Pria yang pernah dipenjarakan selama 2 6 tahun lebih i tu ding kaum reformis, dia memang berhasil mencuri s tart.langsung menjadi pemlmpln tertinggi Afrika Selata n . Namun akibat kesalahan awal i tu kabine t ben tukannya
  • 120. sejak berdiri sudah mengecewakan dan tampak goya h . Amien Rais ke Abdurrahman Wahid a tau Megawati.Apalagi bila diliha t di dala mnya terlalu banyak muka lama Tanda- tandanya sudah mulai terlihat pada hari Kamis, 17(Hartarto, Ginanjar Kartasasmita, Faisal Tanjung, Juli 1998, ketika Edward S. Soeryadjaya berhasil meng­Syarwan Hamid, Hasan Basri Durin, Prof. Dr. Ida Bagus ubah Ciganjur menjadi pusat kekuatan baru . Rumah Ke tuaOka, Panangian Siregar, dan sebagainya) . Pro tes dan PBNU Kyai Haji Abdurrahman Wahid yang belum lamatuntutan reshuffle di pusat dan daerah terhadap susunan keluar dari rumah sakit akibat s troke, secara langsungkabinet, yang mewarnai perjalanannya kemudian, merupa­ disulap menjadi saingan istana tempa t Habibie bertahta .kan bukti tak terban ta h . Habibie menamakan kabinetnya Rumah kyai i tu juga sekaligus menjelma menjadi sainganKabinet Reformasi Pembangunan, sesua tu yang ka ta gedung DPR/MPR, tempa t kekuatan reformasi memperolehpengamat ekonomi Dr. Syahrir, dalam sebuah wawancara ben tuknya yang utuh . Betapa tidak! Pertemuan politik inid engan penulis waktu i tu, menunjukkan a mbivalens i . secara berani menempatkan diri di luar mains tream Ekonom kondang i tu berpendapat sesua tu yang pa­ reformasi.ling menonjol pada Habibie adalah a mbibvalensi dan Amien{ yang bersama kekuatan reformasi dan maha­kompromi . "Dia merupakan produk ordebaru (orba) yang siswa berhasil memaksa Soeharto lengser 21 Mei 1998,sangat kental, dan menjadi Presiden karena gerakan tidak disertakan dalam pertemuan politik tersebut. Seba­reformasi," ujar Syahrir. Nama kabinet (reformasi pem­ gai gantinya Edward, sang penggagas, menampilkan Kyaibangunan), menurutnya, menunjukkan a mbivalensi. Juga tanpa pondok pesantren yang akrab dipangil Gus Dur i tu -personalia, dan produknya . Padahal semua orang tahu sekaligus sebagai tuan ruma h . Pada saat sama Edwardsekarang tidak ada pembangunan, pertumbuhan minus menyandingkan sang kyai d engan Ke tua Umum Partai( 13 ) . Yang ada hanya keharusan mencegah kontraksi D emokrasi Indonesia Perjuangan (PDI - P ) Megawatiekonomi agar tidak hancur- hancura n . Masih menurut Soekarnoputri . Lalu agar lebih men tereng man tan bosSyahrir personalia kabinet juga a mbivalen . Keempat Grup Summa i tu menda tangkan Uskup Belio, tokohmenko berasal dari kabinet Pembangunan VII, Soeharto . kontroversial dari Dili, Timor Timur.Semen tara kekuatan reformasi tidak duduk di situ. Amien Siasat ini cukup berhasi l . Indika tornya yang palingRais, Megawati, Gus Dur, dan Sultan Hamengkubuwono X nya ta dapat diliha t dari animo dan sambutan masyaraka tmenunggu di luar kabinet. Yang ada cuma simbol- simbol terhadap pertemuan politik akbar i n i . Hari i tu, pukul 14. 35,kekuatan reformasi, seperti Tanri Abeng{ Adi Sasono, dan rumah Abdurrahman Wahid, terletak di Jalan Warung SilahFahmi Idris . Ciganjur, penuh sesak oleh pengunjun g . Mereka, yang datang dari berbagai penjuru jabotabek dan seki tarnya,2. Gerakan Reformasi Tambah Joki i tu bahkan meluap sampai ke halaman masjid di d epan Reformasi belum lagi selesai, tapi nakhoda ke pulau ruma h . Tidak ketinggalan tentu wartawan cetak danmasa d epan lambat laun cenderung berpindah tangan dari media elektronik dari dalam dan luar negeri tumpah- ruah
  • 121. di situ. Pernya taan yang ditelurkan dari pertemuan i tu pemilu terakhir masa Soeharto tahun 1997.sebenarnya tidaklah isitimewa amat, cuma pernya taan Saat i tu Gus Dur tanpa ragu menggembosi Partaikepriha tinan biasa . Persa tuan Pembangunan (PPP) dengan menggandeng Siti Namun gaungnya yang membahana ke seantero ne­ Hardiyanti Rukmana alias embak Tutut ke pesantren­g eri dan manca negara secara jelas memas tikan bahwa pesantren un tuk memenangkan Golkar. Hasilnya memangrumah kyai Ciganjur i tu tanpa disadari telah menjelma nya ta . Golkar memborong hampir 300 lebih kursi dari 425menjadi pusat kekuatan baru . Kekua tan ini tak bisa yang diperebutka n . Sisanya dibagi kedua partai oposisidiremehka n . Bahkan oleh kekuatan reformasi sekalipun ! loyal PPP dan PDI dengan suara hampir berimbang, PPPApalagi bila diingat unsur- unsur kekuatan reformasi belum cuma sedikit lebih tinggi daripada PDI. Jadi d engan me­lagi sempat merapa tkan barisa n . Kekua tan reformasi mau lihat track record i tu saja, tanpa analisis njelimet, dapattak mau mesti adu balap d engan kekuatan baru yang dimengerti bila kekuatan lama lebih sreg pada Gus Durboleh dibilang telah memiliki sumber dana pasti. Bukan daripada membiarkan Indonesia berada di tangan Amien .tidak mungkin pula kekuatan baru ini akan lebih banyak Juga dunia luar, teru tama AS, dapat dipas tikan lebihmendapat dukungan pihak luar dan ten tara daripada menyukai Gus Dur daripada Amien . Kendati Amien mem­kekuatan reformasi awal di bawah Amien, yang terlampau peroleh gelar Doktornya di Cicago, AS, Ke tua Umum PPkritis terhadap Freeport (AS) dan an tek- antek Orba yang Muhammadiyah i tu dinilai dapat membahayakan kepen­belum KO benera n . tingan- kepentingan AS di Indonesia . Keinginannya un tuk Dibanding Amien yang garang d a n haus perubahan meninjau kembali kon trak- kontrak perta mbangan asing,radikal, Gus Dur dianggap oleh kekua tan- kekuatan lama teru tama Freeport, dinilai banyak kalangan terlalu nasio­lebih bisa diajak kompromi . Apalagi bila diingat kyai i tu nalis tik, bila tak bisa disebut fundamentalistik. S ebaliknyaboleh dibilang tak pernah menentang Soeharto . Bahkan Gus Dur, meski berpendidikan Timur Tengah, tepa tnyaketika raja di raja itu memaksakan azas tunggal Pancasila Irak yang sangat dimusuhi AS, secara ideologis tidakkepada semua organisasi kemasyaraka tan (ormas) dan berbahaya . Keaktifannya di Yayasan Simon Peres (Israel)partai poli tik ( 1982- 1985), yang diten tang di seluruh dan Forum Demokrasi yang terus- m enerus m enen tangtanah air, Gus Dur lebih senang berdiri mendukungnya . ICMI, dianggap sebagai garansi meyakinka n . Tak heranS ejak i tu pula istana makin ramah terhadap cucu pendiri bila media massa, teru tama media luar, lebih senangNU Kyai Hasyim Asari ini. Bahkan ketika Gus Dur berben­ meliput dan membesarkan g erakan reformasi Ciganjur inituran d engan tokoh- tokoh sepuh NU semacam Kyai ketimbang memberi tenaga kepada tuntutan perubahankharisma tik Asad Syamsul Arifin dan Idham Khalid, istana para reformis di gedung DPR/MPR.memilih Gus Dur. Dari sisi politik Gus Dur pun boleh dibilang Keadaan yang menguntungkan i tu sekaligus menaik­tak benci- benci amat pada Golkar, mesin politik orba yang kan posisi tawar Gus Dur dipentas politik. Juga tentu sajasangat efektif. Itu d engan gamblang bisa diliha t pada posisi tawar Megawati yang menganggap sang kyai seba-
  • 122. gai abangnya . Edward sebagai orang bisnis tentu punya w artawan yang berusaha mendesak masuk ke ruangperhitungan sendiri mengenai hal ini, tapi dia lebih senang tam u . Pernya taan kepriha tinan bersama i tu pun kemudianmenyimpannya di dalam hati sendiri . Bahkan sampai sang dibacakan, dan diliput berbagai media cetak dan elek­konco lawas Gus Dur terpilih pada Oktober 1999 sebagai tronik. Para tokoh i tu gerah dan priha tin meliha t keadaanpresiden, yang kemudian akhirnya harus diserahkan negara dan rakyat yang semakin sengsara . Dari panggungkepada Megawati pada 2002, Edward tak pernah mem­ baru i tu mereka seiya menuntut perubaha n . Tanya jawabbuka ,kotak pandoranya . berlangsung cepat kepada ketiga toko h . Uskup Belo Siang itu, pukul 14. 35, Edward turun dari jeep tepa t kebagian pertanyaan seputar referendum Timor Timur.di rumah Ketua PBNU Abdurrahman Wahid di JI . Warung Potografer terus memotret dan saling dorong . Semen tara Silah Ciganjur. Mantan bos Bank Summa i tu membawa i tu Edward yang memprakarsai pertemuan tersebutsetumpukan fo tokopian naskah pernya taan bersama menyelinap lagi ke pinggira n .Abdurrahman Wahid, Megawati Sukarnopu tri, dan uskup Mantan B o s Grup Summa i tu rupanya lebih suka ber­Mgr. Carlos F .X . Belo m engenai krisis nasional . Agak ada di belakang layar. Dia seperti berusaha tidak m enon­tergopoh dia menuju kerumunan wartawan ber- bagai jolkan diri, meskipun mempertemukan 3 tokoh pen ting i tumedia dalam dan luar negeri yang memenuhi halaman bukanlah perkara mudah. "Gua s tress sak," ka tanya terusrumah Gus Dur. Para wartawan menda tanginya dan ber­ terang . "Bagaimana kalau terjadi apa- apa pada Gus Dur?usaha merebut naskah potocopian di tangannya . Terjadi tambahnya khawatir sambil sekali- sekali menengok ketarik- menarik sebentar, beberapa lembar robek di tempa t. ruang depan yang semakin sesak oleh wartawan . RuangLebih separuhnya kemudian berpindah ke tangan warta­ tamu sempit i tu jadi semakin pengap. Tidak tahan meliha twan di depan pintu samping rumah sebelum man tan bos keadaan i tu Edward langsung saja menghampiri Gus DurSumma itu masuk. yang duduk bersandar di kursi d engan mata tertutup . Dia Pu tra sulung man tan bos Grup Astra William Soerya­ lalu menghidupkan kipas angin yang tergan tung di langit­djaya i tu tidak berusaha mengambil kembali lembaran­ langit ruang tam u . "Sudah beberapa hari ini gua ditugasinl embaran tersebut. Dia langsung m enerobos masuk. "Ayo Gus Dur menjemput dan mengurus segala keperluan Uskupsak iku t masuk," ajaknya sambil berusaha tersenyum Belo un tuk acara ini, " tu turnya merendah sambil duduk diketika meliha t penulis di an tara w artawan . Dari pintu samping penulis . Tiket, tiket?" tanya sang uskup tiba­samping dia menuju ruang tamu belakang, lalu berbelok ke tiba sebelum ke luar ruangan seusai acara . "Sudah sudahkiri menemui Gus Dur yang duduk di ruang tamu depan beres, " jawab Edward cepat. "Besok pagi sudah bisadidampingi Megawati dan Uskup Bel o . Fo tokopi naskah berangka t," tambahnya sambil merendengi Uskup menujupernya taan itu dia serahkan masing- masing sebuah mobil .kepada Gus Dur, Megawati, dan si Uskup yang menerima­ Hajatan besar yang digagas Gus Dur dan Edward ininya d engan horma t. Sisanya dia bagikan lagi kepada sebenarnya boleh disebut fai t a compli ketiga yang terjadi
  • 123. dalam waktu beberapa bulan saj a . Pait a compli yang kepentingan Amerika S erikat dan dunia luar, nampaknyapertama seperti telah penulis paparkan di a tas adalah sudah cukup tenang karena telah berhasil memaksayang dilakukan IMF sebelum Soeharto lengser lewat LoI . pemerintah Soeharto menandatangani 50 po in LoI .Yang kedua terjadi saat Soeharto menyatakan diri O engan LoI i tu, Habibie a tau siapa pun yang memegangberhen ti dari jabatannya sebagai presiden dan Habibie kendali republik, akan berjalan di garis - garis yang telahdilantik menggantikannya . Pertemuan Ciganjur adalah pait ditetapkan lembaga super kuasa itu.a compli ketiga yang tak kalah dahsya tnya dalam meng­g embosi kekuatan reformasi. Oari ketiga kejadian i tu, 3. Mendayung Di Antara Dua Karangcuma yang kedua yang disadari kaum reformis dan di­ Banyak kalangan meragukan kemampuan man tangugat sepenuh hati. Yang pertama luput dari perha tian, pembantu setia Soeharto i tu menga tasi keadaan . Sebabdan yang ketiga sering disalah- tafsirkan sebagai pen am­ kehancuran bidang ekonomi, poli tik, dan hukum telahbahan darah segar terhadap g erakan reformasi. berlangsung dengan gradasi yang terus meningka t selama Begitulah kekuatan reformasi yang dimotori maha­ 32 tahun . Habibie mewarisi dari Soeharto negara yangsiswa bersama Amien cuma merasa kalah s tart dari hampir bangkrut, banyak utang, hutan yang rusak bera tHabibie. Sedang di arena publik dalam perjalanan waktu akibat kenakalan pengusaha HPH dan bencana el nin o . Oig erakan reformasi di bawah Amien, nampak semakin sisi lain ibu pertiwi juga merana karena kesalahan kebi­redup . Gerakan reformasi Amien kalah g empita dibanding jakan dan skala prioritas, sehingga tidak dapat menjaminlangkah kuda Gus Our yang menggandeng Mega . Akhirnya pangan penduduknya . Krisis yang merebak sejak semesterAmien gagal menjadi matahari baru bua t republik. kedua tahun 1997 menambah beban lebih bera t lagiCahayanya terus memudar di seki tar gugusan bin tang Gus dengan anjloknya daya beli penduduk, kemiskinan absolutOur yang membawa Mega . Gerakan reformasi kemudian yang ka ta M enkop & PKM Adi Sasono telah mencapai 80menambah satu joki lagi, yaitu Sultan Hamengku Buwono juta, dan pengangguran yang jumlahnya akan mencapaiX sebagai pelengka p . Kekua tan reformasi yang belum lagi 20 juta akhir tahun 1998 .solid i tu kemudian membawa Amien bergabung ke situ dan Oi samping i tu masih ada kemarahan rakyat di ber­ikut berputar di sekitar Gus Our yang makin mengkilap. bagai daerah, seperti di Aceh, Irian Jaya, dan Timor Lambat laun yang terliha t hanyalah tarik- menarik Timur. M ereka merasa terlalu lama ditipu dan diperlakukanan tara dua pusat kekua tan, yaitu istana negara di bawah tidak adil . Kemarahan mereka mengancam in tegrasiHabibie dan Ciganjur yang dipimpin Gus Our. Ahli pesawat nasional . Pada saat sama barisan kaum in telektual sudahterbang itu memegang kendali negara dan segala yang merasa j enuh pada segala macam tekanan selama tigaberhubungan dengan hajad hid up orang banyak secara dasawars a . Habibie sendiri mengaku mewarisi benangformal, di hadapannya berdiri kekuatan baru yang garang kusut dari Soeharto . Oibutuhkan manajemen yang luardi bawah komando Gus Our. IMF, yang mewakili biasa canggih un tuk menga tasi semua i tu, yang sayang-
  • 124. nya ka ta banyak pengamat, tidak dimiliki Habibi e . Ke­ pemerintah Habibie tetap ngoto t mengakui POI hasiladaan yang tidak banyak berubah selama 90 hari pertama rekayasa (bac a : Suryadi ), di samping POI hasil kongreskekuasaannya dianggap sebagai bukti ketidak- mampuan (Megawati) . Lebih tidak enak lagi pernya taan Habibiei tu . yang akan hadir dalam kongres POI- Suryadi di Palu. Tentu Arbi Sanit pernah memprediksi Habibie hanya akan saja banyak orang khawatir pada langkah Presiden yangbertahan selama tiga bula n . Pertama, karena man tan tidak po puler i tu, tidak terkecuali ICMI, organisasiorang kua t BPPT itu tidak po puler baik di dalam maupun di almama ternya yang saat i tu dipimpin Ahmad Tirto Sudiro .luar negeri . Kedua, tidak legi timated . Ketiga, tidak men­ Tirto Sudiro menghimbau agar Habibie tidak hadir dalamdapat kepercayaan memadai dari rakyat. Karena kede­ kongres POI - Suryadi .ka tan dengan orang yang digan tikannya, Habibie diang­ Semen tara dalam menangani kelangkaan sembako,gap bukan orangnya yang bisa menda tangkan perubahan minyak goreng, dan naiknya harga- harga pemerintahdan pembaharuan di bidang politik, ekonomi, dan huku m . Habibie nampak kedodora n . Terlalu banyak men teri dike­"Hubungan saya dengan Soeharto sangat d eka t, dan rahkan un tuk menanganinya . Ada Kabulog Beddu Amang,saya masih menganggapnya sahabat terbaik, sebagai ada M enpangan A . M . Saefuddin, Men teri Pertanian Solehguru saya . Kadang- kadang sebagai kakak saya, dan Solahuddin, Menhutbun Muslimin Nasution, Menkop/PKMkadang kala sebagai ayah sendiri," tuturnya terus terang . Adi Sasono, dan M enperindag Rahardi Ramelan, sertaLogikanya : bila tidak ingin dianggap mengkhiana ti saha­ Menko Ekuin Ginanjar Kartasasmita . Kebijakannyabat, a tau dianggap murid eMbalelo, adik yang tak tahu seben tar- seben tar berubah. Orang seperti disuguhi per­diun tung, a tau anak durhaka, bisa dipastikan kebijakan­ tunjukan pertandingan sepak bola tidak menarik, karenanya tidak akan bertentangan d engan Soeharto . Habibie timnya tidak kompak. Kemana saja bola menggelinding,diprediksi tidak akan mencelakakan Soeharto a tau menye­ kesi tu pula semua pemain tumplek. Setiap pemain inginretnya ke pengadilan, seperti yang dilakukan Presiden menguasai bola, lalu membawa ke goal lawan agar bisaKorea S elatan Kim Oae Jung terhadap pendahulunya . menunjukkan dialah yang terhebat. Orang lantas merasaPadahal un tuk bangkit dari jurang kehancuran ini amat jarum jam selama 90 hari seperti tidak berputar, karenadiperlukan keberanian moral un tuk membua t kebij akan suasananya persis sama d engan zaman orba, kecualiyang samasekali baru . bahwa adanya upaya kongkri t pemerintah Habibie mem­ S ederet bukti dapat disaj ikan di sini: mulai dari cara­ berdayakan pengusaha kecil dan koperasi d engannya menangani masalah Partai O emokrasi Indonesia (POI), memanfaa tkan moment kacaunya jalur dis tribusi setelahkelangkaan pangan, minyak goreng, sampai masalah kerusuhan, 13 - 14 Mei 1998 .perbankan dan stabilisasi nilai rupiah. Cara penangan­ Toh harga sembako tetap meroke t . Oi beberapaannya dinilai banyak pengamat, sebagai parsial, asal­ daerah malah mulai rawan pangan, penjarahan merebak,asalan, dan berwarna orba . Lihat saJa bagaimana dan bu tuh penanganan serius (Iihat SWA no 16/XIV/6- 19
  • 125. Agus tus 1998, Berbisnis di Tengah Rongrongan Anarki ) . orang yang anti terhadap libera­Toh isu ini berhasil dimanfaa tkan pemerintah, sehingga lisasi ekonomi. Indika tornya mudahConsulta tive Group on Indonesia (CGI) merasa iba dan didapa t. Diulur- ulurnya pencairankomit un tuk memberi pinjaman US S 8 miliar kepada plnJaman oleh lembaga superIndonesia dalam tahun anggaran berjala n . Bila digabung kuasa i tu adalah bukti yang takd engan pinjaman IMF, maka jumlah utang baru menjadi dapat dibanta h . Akibat berlarutnyaUS S 14 miliar. Bagaimana mengembalikannya nanti? Bua t pencairan bantuan tersebut ba­pertanyaan mendasar ini, seperti biasa tak ada yang nyak kalangan menuduh IMF mem­bersedia menjawab. permainkan Indonesia dan mem­ Seperti pendahulunya pula, pemerintah Habibie pun perkeruh situasi. Pendapa t sepertibangga dengan pemberian utang baru yang melebihi i tu an tara lain dike mukakan Guru Kwik Kiall Gietarget. Dia menganggap kucuran utang baru sebagai bukti Besar FE- UI Lepi T. Tarmidi, peng­kepercayaan in ternasional kepada pemerintahannya . amat ekonomi Kwik Kian Gie, dan pemimpin kaum reformis"Belum pernah kita menerima bantuan sebesar yang kita Amien Rai s . Halaman media massa sampai bulan Agus tusterima tahun ini. Tidak kurang dari US S 14 miliar. Dan 1999 masih banyak dihiasi berita- berita krisis yangbantuan itu diberikan secara spontan," tu turnya bangga merisaukan dan pro tes terhadap IMF yang terusdi d epan sidang paripurna I DPR, 1 5 Agus tus 1998 . Hal ini menunda- nunda pencairan pinjaman .menunjukkan bahwa pemerintahan transisi Habibie ber­ Di ta taran yang lebih mikro, keraguan terhadap Ha­sama kabinetnya masih menggunakan paradigma lama bibie dipicu oleh liarnya minyak goreng dan tersenda tnyaun tuk memanaje Indonesia baru . Paradigma usang ini dis tribusi sembako . Saking tidak enaknya situasi i tunampaknya masih berlaku sampai saat ini, meski SBY-JK sampai- sampai ada yang curiga Habibie telah dikerjai olehdalam kampanyenya menjanjikan perubaha n . Pemerintah para pen gus aha yang sebenarnya sedang dibantunyabelum kapok berutang, bahkan tidak kreatif un tuk menghadapi kreditor. Tak pu tus asa, Habibie kemudianmenciptakan terobosan- terobosan baru gun a menga tasi mengerahkan delapan men teri un tuk bergotong- royongkrisis . Utang luar negeri yang telah menjerumuskan menga tasi keadaan . Namun minyak goreng tetap suli tIndonesia ke jurang krisis, malah kembali dijadikan Habibie didapat, dan harganya tetap di a tas Rp 6 . 000jkg Uauh disebagai andalan un tuk mengangka t negara dan rakyat a tas harga yang dipatok pemerintah Rp 4 . 000 di tangandari keterpuruka n . Pilihan ini terpaksa ditelan kabinet konsumen, kecuali membelinya saat operasi pasar. Soaltransisi karena minimnya dukungan di dalam negeri . operasi pasar ini banyak pakar ekonomi, an tara lain Dr. Habibie sendiri sebenarnya tak sepenuhnya menda­ Srimulyani Indrawati dan Marie Elka Pangestu (alumnuspat kepercayaan lembaga super i tu . Dia dicurigai sebagai FE- UI yang aktif di CSIS ), mengeri tiknya sebagai gerakanfundamentalis, a tau setidaknya dikelilingi oleh orang- mendis torsi pasar. Namun saat menjadi men teri di Kabinet
  • 126. Indonesia Bersa tu SBY - JK, kedua pakar ekonomi i tu pun Habibie memang telah dibua t panik dan pusing olehtak lagi memandangnya tabu . Bahkan saat ini, bulan Juni kelangkaan minyak goreng di pasar. Sedang pabrik- pabrik2007, ketika roda ekonomi telah meggelinding pasti dan minyak, yang tidak memiliki kebun sawit a tau pabrik CPO,diklaim pemerintah telah membukukan pertumbuhan 6%, ikut pula menj eri t kesulitan bahan baku . I tu terbukti dariharga minyak goreng terus meroket di seluruh Indonesia pro tes pengusaha pabrik minyak di Lampung yangbeberapa bulan terakhir. Minyak goreng curah sudah mengadu ke DPR w aktu itu. Mereka mengaku tidak men­berada di a tas Rp 10 ribu/liter. Sedang Bimoli dan Filma dapat pasokan CPO, dan meminta pemerintah melarangtelah melampaui Rp 17 ribu/liter. Operasi pasar yang ekspor komodi tas itu. Rupanya pemerintah transisi belumdigelar pemerintah SBY-JK bersama menteri- men terinya, mampu menjinakkan pengusaha CPO yang haus dolar,yang dulu menentang cara - cara Habibie, tak membuahkan meski sebagian mereka adalah pengusaha- pengusahahasil. S eiring meningka tnya harga CPO dunia, minyak yang dibantu dalam upaya meres truktuisasi utang d engangoreng menjadi langka . Runyamnya situasi saat ini dalam kreditor asin g . Semen tara kalau diliha t dari kesepaka tansoal sembako, seakan mengembalikan orang ke masa yang telah ditandatangani Soeharto d engan IMF, kegia­Habibie . tan ekspor CPO i tu tidaklah hara m . Bagi IMF apa pun Namun kabinet transisi Habibie, yang muncul d i te­ boleh dilakukan asal bisa menambah d evisa, meski rakyatngah tuntutan reformasi, jelas merasakan keadaan i tu negeri sendiri harus menggoreng telur di a tas daun tanpalebih pahi t daripada Kabine t Indonesia Bersa tu SBY -JK minyak seperti dilakukan sebagian pen dud uk Aceh waktusaat ini ketika tuntutan reformasi tak terdengar lagi . i tu .Habibie dulu seolah dikerjai para pengusaha, yang resah Singka tnya 90 hari Habibie, bersama Kabinet Refor­akibat ide- ide kabinet soal pembangunan ekonomi kerak­ masi Pembangunannya, sektor riil masih megap- megap.yatan, hutan un tuk rakyat, siste m dis tribusi gaya baru Pabrik- pabrik banyak yang tutup, baik karena kesulitandan lain-lain. Apa pula pasalnya sehingga SBY-JK saat ini likuiditas maupun karena kesulitan bahan baku . Tidakseperti mendapat perlakuan serupa? Padahal Kabinet terkecuali pabrik tahu dan tempe yang berbahan bakuIndonesia Bersatu sejak awal terlihat lebih ramah kepada kedele. Arah yang di tuju pun masih belum jelas. Apalagipengusaha ketimbang kepada rakyatnya yang miskin dan yang bisa diliha t dari perjalanan kabinet reformasi pem­merongrong . Gagasan tentang pembangunan ekonomi bangunan selama tiga bulan? Friksi, ka ta pengamatkerakyatan dan koperasi boleh dibilang tak pernah muncul ekonomi UI Faisal H . Basri waktu i tu .dalam rapat- rapat kabinet. Lantas apa yang membua t Faisal menilik a d a dua friksi besar dalam kabinet Ha­dunia usaha, teru tama yang bergerak di bidang CPO dan bibi e . Yang pertama, kelompok ortodoks . Ini diwakiliminyak goreng tak mendukung SBY- JK saat ini? M engapa Ginanjar, Budiono (Ketua Bappenas), Bambang Subiantorakyat harus kembali berteriak mencari minyak goreng (Men teri Keuangan), dan Syahril Sabirin (Gubernur Bankseperti delapan tahun lalu di masa Habibie? Indonesia) . Yang kedua, kelompok populis, diwakili Adi
  • 127. Sasono, AM Saefuddin, dan Soleh Solahuddin . "Kalau saJa sampai Rp 164 triliun) dalam bentuk BLBI (BantuanPresidennya kua t dan memperoleh mandat cukup dari Likuiditas Bank Indonesia) un tuk membantu 55 Bank sakitmasyaraka t, maka yang bakal muncul adalah keseim­ di BPPN. Bantuan yang terlalu besar dan murah hati i tubangan dari kedua ekstrem i tu . Masalahnya sekarang dianggap orang sia- sia (SWA no 15/XIV/23 Juli- 5yang muncul adalah kecenderungan tidak terjadinya gerak Agus tus/ 1998, Penyelamatan Sia-sia Bank Indonesia) .dinamis yang meng- hasilkan satu solusi seimbang. Yang Lebih jauh lagi gelontoran dana sebesar i tu dinilai Kwikterjadi jus tru tarik ulurnya ngotot- ngotota n . Masing­ sebagai arogan, bru tal, dan semena- mena. Apalagi dila­masing kubu memiliki agenda politik sendiri- sendiri, " jelas kukan pada saat negara dan bangsa ini meng- hadapiFaisal meyakinka n . krisis ekonomi berkepanjangan, dan pemerintah masih Masing- masing kelompok, ka ta Faisal, terus berkon­ berusaha mencari pinjaman ke manca negara . Mestinyasolidasi, sehingga polarisasinya makin kentara . Contoh pada saat seperti i tu, ka ta Managing Director ECONITpaling kongkrit adalah perse teruan Ginanjar dengan Adi waktu i tu Dr. Rizal Ramli, pemerintah mengguyur sektor riilSason o . "Pada pertemuan d elapan men teri membicarakan dengan dana segar yang banyak, bukan malah memper­sawit di satu meja, begitu keluar keterangan mereka ketat likuiditas. "Pemerintah AS telah melakukan hallain - lain . I tu akibat power ba senya rendah, agenda politik seperti i tu ketika terjadi malaise ekonomi tahun 30- anyang tersembunyi, dan a tau kepentingan pribadi," dan terbukti efektif. M engapa kita harus terima resep IMFtambahnya panjang. Toh harus diakui banyak orang un tuk memperke ta t likuidi tas?" jelasnya retoris .merasa lebih enak berhadapan d engan men teri di zaman Akibat salah obat ini, penyakit si pasien menjadiHabibie daripada masa orba . Meskipun ada kubu-kubu di semakin para h . Lebih ajuh lagi . Tidak berbeda dari sektorpemerin tahan, men teri kini lebih terbuka, dan tak terlalu riil, selama 90 hari Habibie, sektor keuangan juga nampakpro tokolair. Faisal menilai kubu ortodoks cenderung tidak membaik. Perbankan makin kronis, saki tnya tidakmengeluarkan kebijakan- kebij akan penge- ta tan, misalnya sembuh- sembuh. Semen tara pemerintah belum Jugamenaikkan suku bunga, pembatasan kredit, mengurangi mengumumkan kondisi masing- masing bank yang akansubsidi, dan sebagainya . Semen tara kubu populis cen­ berguna un tuk membangun kepercayaan. Nilai Rp ter­d erung mengeluarkan kebij akan yang menyenangkan hadap US S under valued terlalu jauh. Bila semasa rezimrakyat, misalnya subsidi sembako un tuk rakyat miskin, Soeharto ada femeo : dolar i tu sama d engan Soeharto .kredit murah un tuk koperasi, pen gus aha kecil dan Alias sama- sama tidak mau turun . Kini setelah 3 bulanmenengah, hutan un tuk rakyat, dan sebagainya . Soeharto turun, dolar tetap tinggal di a tas, dan lJamun kubu ortodoks tidak mendapat acungan jem­ sebentar- sebentar melonjak. Bahkan pernah mencapai dipol karena program-progra m pengeta tannya . Soalnya di a tas Rp 1 5 . 000/USS . Akibatnya banyak perusahaan tidaksisi lain mereka telah menggelon torkan uang negara bisa berproduksi karena sebagian a tau seluruh bahansebanyak Rp 144 triliun (ada yang menyebut jumlahnya baku mesti diimpor. M ereka terancam paili t, karena tidak
  • 128. mampu membayar utang yang telah jatuh tempo . praktis menutup peluang orang lain ke bidang yang"Sebenarnya sekitar 70% konglomera t Indonesia sudah dikuasainya . M elalui penerapan UU An timonopoli, redis tr­bangkru t akibat terpuruknya nilai rupiah. Tak sedikit ibusi aset serta pemberdayaan usaha kecil dan mene­konglomera t yang nilai asetnya tinggal 15%, semen tara ngah, komposisi ini diharapkan bisa dibalik: peran konglo­utangnya membengkak hingga 500%," jelas Sofyan jujur merat menjadi seki tar 30%, semen tara peran BUMN,jauh sebelum dia meniup terompet tanda bahaya . indus tri kecil dan pelaku ekonomi di sektor informal lainnya Pernya taan dibenarkan Presiden Direktur lembaga 70%.rise t PT Cisi Raya Wilson Nababan . S ebagai ilustrasi masa­ Bila krisis ini berlangsung terus, menurut Benny,lah bera t yang dihadapi konglomera t saat i tu Wilson yang paling dulu menyusut kemampuannya adalah pene­menunjuk kasus Grup Tirtamas milik Hashim S Djojoha­ nggak BLBI. M ereka memang sudah masuk bangsaldiko esoemo . Grup usaha ini pernah diprediksi akan ber­ gawat- darura t Badan Penyeha tan Perbankan Nasionalkembang pesat. Dalam tempo 10 tahun dia diyakini akan (BPPN), seperti Grup Salim (BCA), Grup Gajah Tunggalmampu menjadi sebesar Samsung a tau Daewo o . Ketika (BDNI) Syamsul Nursalim, Usman Admadjaja (Bank Dana­krismon menerjang, Hashim terkapar bersama ra tusan mon), Grup Nusamba/Bob Hasan, dan lain -lain . Lalu dipengusaha besar lain . Di Semen Cibinong saja, rugi kurs­ lapis kedua yang akan hancur adalah para konglomera tnya mencapai Rp 1 1 triliun, jauh di a tas IPTN yang tidak yang berjaya karena praktik KKN, khususnya bisnis keluar­dikehendaki IMF . Namun usaha pu tra bengawan ekonomi ga Cendana, seperti : Grup Citra Lam toro Gung PersadaIndonesia itu tetap boleh jala n . Pemerintah lewa t jalan (mba Tutut), Biman tara (Bambang Triha tmojo, Sigit, Indraapa saja diperkenankan membantu agar Tirtamas tak Rukmana, dan lain-lain . ), Humpuss (To mmy Soeharto) ,kara m . Tahun 1999 diperkirakan Tirtamas akan melaba Rp Arseto (Sigit), Pentasena (Titiek) d a n Artha (Ari Sigit) .200 miliar. Laba itu sebenarnya cukup besar, tapi saat Bisnis anak- anak pejabat dan man tan pejabat, ka takelompok usaha ini menelan rugi kurs sebesar Rp 1 1 Wilson, sebenarnya juga telah berkembang d engan polatriliun, ka ta Wilson, jelas diperlukan waktu 5 0 tahun lebih serupa . M ereka lebih banyak mengandalkan proyek­un tuk menurtupinya saj a . proyek pemerintah. Mi tra mereka, baik yang asing maupun Benny Sindhunata, Chief Research Officer Pusat yang lokal, menggandeng mereka juga d engan motifData Business Indonesia (PDBI) segendang sepenarian mendapatkan kemudahan . Di era reformasi semua bisnisd engan Wilson . Lebih jauh lagi menurutnya di tinjau dari yang berkembang lewat jalur KKN nampaknya tak akansisi ide, redis tribusi aset dan pemberdayaan usaha kecil bertahan . Habibie melalui men teri Koordinator Pengawas­dan menengah, memang mengurangi peran konglomera t an Pembangunan dan Penertiban Apara tur Negara diakui­yang selama ini mendominasi perekonomian sampai di a tas nya sudah berada pada track yang benar dalam upayanya70% . Jadi ada dekonglomerasi dalam konteks pemera taa n . membersihkan praktik KKN di seluruh jajaran instansiSelama i n i mereka menguasai indus tri dari hulu k e hilir dan pemerintahan . Setelah kesaktian mereka luruh, Wilson
  • 129. yakin, para mi tra ini pun bakal mundur teratur. M ereka penyusutan . Meski babak belur, di terjang krisis, merekayang akan bertahan adalah grup usaha yang berorientasi tak akan benar- benar punah. Mereka akan tetap eksis,ekspor dan yang di masa lalu bertindak konserva tif serta tapi kepemilikan sahamnya menurun . Keluarga Salim bolehtak punya banyak utang, teru tama dalam valas yang jadi hanya akan menjadi pemegang saham minori ta s .nilainya terus membengkak. S ebagian besar sahamnya beralih k e tangan Pemerintah Krisis multidimensional diyakini akan menjadi seleksi a tau pihak lain.alam yang sangat efektif dalam perekonomian Indonesia . Namun sebagai badan usaha, Grup Salim akan terusNantinya hanya perusahaan- perusahaan yang dikelola hidup . Perusahaan-perusahaannya yang bergerak disecara prudent saja yang bisa bertahan. "Memang tidak bidang bahan baku dan alkohol akan mampu bertahan .semua bisnis kroni berbau KKN . Ada juga yang dilakukan Begitu pula Indocemen t dan Indofood, seperti telahd engan benar dan d engan perhitungan bisnis yang disinggung di a tas akan survive, meski monopoli trigu bua tmatang . Yang itu akan bertahan dan berkembang di Bogasari dihapus . Wilson tak berlebiha n . Berka t kepia­kemudian hari . Tapi yang selama ini mengandalkan fasili­ waian Dirut Bogasari Franciscus W elirang, perusahaan initas dan pengaruh kekuasaan ayah dan eyang mereka, bisa mendapatkan bantuan terigu sebanyak 3 kapal dariakan tergulung bersama ra tusan a tau ribuan perusahaan pemerintah Australia dan Kanada . Dengan cara i tu, dilain. Yang tersisa di masa d epan akan dipaksa oleh tengah iklim yang lagi bersahabat, Franky, begitu diakeadaan un tuk berbisnis secara profesional," jelas Wilson disapa, berhasil mempertahankan kedigdayaan Bogasari dibersungguh- sungguh . bisnis terigu sampai sekarang . S edang Indofood yang Konglomerasi yang dibangun Sudono Salim (BCA, menjadi induknya nilai asetnya kini sudah berada di a tasIndofood dan Indocemen t), menurut Wilson, memang Rp 16 trilliun . S edang to tal revenue- nya sampai 3 1telah dibangun, tumbuh dan berkembang bersama orba . Desember 2006 melampaui Rp 2 1 . 9 trillio n . Jadi revenue­Namun di sisi lain dia memiliki manajemen yang tangguh nya sudah melampaui aset.yang nantinya akan sangat berguna dalam iklim yang fair. Grup Sinar Mas (SM) , konglomerasi milik Eka TjiptaGrup Salim dikenal sejak lama memiliki hubungan paling Widjaja, yang memang lebih banyak bermain di pasarmesra dengan keluarga Soeharto . S elain bermitra dengan ekspor ketimbang domestik diyakini banyak orang akanmba Tutut dan Sigit (BCA) serta Sudw ika tmono (Indo­ menjadi yang terkuat di masa d epan setelah redupnyacement Tunggal Prakarsa, Indofood Sukses Makmur, dan Salim. Apalagi SM terlihat anteng-anteng saja ketikalain- lain), grup ini juga paling banyak menerima fasilitas, konglomera t lain megap- megap terlilit utan g . Lew a tdari monopoli tepung terigu hingga impor bera s . Namun ekspor pulp (bubur kertas ), kertas budaya d a n agro­grup usaha ini akan survive karena pengalaman dan bisnisnya (CPO, pisang, dan lain- lain), SM mampumanajemennya yang bagus . Cuma ukurannya tidak akan menyedot USS miliaran dari pasar luar negeri . Mereka jugasebesar dulu. Setidaknya di dalam negeri akan terjadi tak terhalang begitu banyak regulasi, ta ta niaga dan
  • 130. kebijakan yang kerap mengacaukan pasar domestik. membayar u tangnya," sambung Yan sura m . Res truk­Ekspor CPO- nya memang sempa t terhalang kebij akan turisasi u tang In! berjalan alot dan berlarut- Iaru t,larangan ekspor. Prediksi Wilson memang tak meleset, sehingga grup usaha ini sempa t d i tuding tidak memilikisampai u tang grup usaha ini terbongkar pada akhir 1999 . niat baik un tuk mengembalikan u tangnya . Namun u tang Sedang bank kebanggan pak Eka, Bank Internasional i tu akhirnya berhasil dires trukturisasi pada 2003 danIndonesia (BII) sempa t menjelma menjadi salah s atu dari berlaku efektif pada 200 5 . BII sendiri, bank yang menjadisedikit bank yang tak bermasalah. Ke tika hampir semua kebanggaan SM, menderi ta kredit macet di grup usahabank dilanda rush di awal krismon, bank ini bergeming tak sendiri a tau afiliasinya sampai hampir mencapai USS 1, 3terusik. Toh waktu akhirnya membuktikan bahwa konglo­ miliar. SM boleh dibilang masuk klo ter terakhir konglomera tmera t terbesar kedua s e telah Salim ini tak bisa menye­ yang terjerembab dalam kubangan u tang valas, taklama tkan diri dari lubang yang digalinya sendiri . Lewa t terlalu lama s etelah Unibank milik Soeka n to Tanoto (bosAsia Pulp & Paper, anak usaha yang dipimpin calon pu tra Raja Garuda Mas) kollaps . Toh sebagaimana Salim, SMmahko ta Teguh Ganda Wijaya, grup usaha ini telah pun diyakini banyak orang akan bertahan, meski kepemi­menelan u tang luar negeri USS 14 miliar lebih dari sera tus likan keluarga Eka akan menyusut dras tis dan banyaklebih kreditor asing . U tang ini se tara dengan 10% lebih anak usahanya mesti direlakan pindah tangan a tauu tang luar negeri Indonesia . Seperti telah disinggung dilikuidasi un tuk melunasi u tang . Kenya taannya memangsebelumnya pada Mare t 1998, menuru t c a ta tan Bank tak sampai seburuk i tu .Indonesia (BI), u tang luar negeri Indonesia seki tar USS S e telah res trukturisasi disepaka ti dengan model137, 424 miliar. Dari u tang sebesar gunung i tu lebih yang dimodifikasi . Grup Sinar Mas tak lagi menjadi payungseparuhnya (USS 73,962 miliar) merupakan u tang swasta besar. Kerajaan bisnis ini dipecah 4 un tuk menghindaribesar alias konglomera t. Jadi u tang APP sebesar USS 14 bencana . Masing- masing kerajaan i tu dikomandoi olehmiliar i tu berarti se tara dengan 18% to tal u tang swasta putra-pu tra pak Eka . Nampaknya pada masa SBY- JK grupnasional. U tang i tu tak mampu dikembalikan Teguh . usaha ini akan semakin mengkila p . Apalagi s e telah mereka"Waktu i tu kita yakin krisis akan segera berlalu. S e telah 2 menya takan akan masuk ke indus tri bio fuel besar­tahun yang bera t ekonomi Indonesia akan melesat besaran mulai 2007. Peluang ini memang dibuka lebar­kembali . Lagi pula cash flow kita sang a t bagus dan peng­ lebar oleh pemerintah SBY- JK dalam rangka s tra tegihasilan kita dalam USS . Jadi kita tidak merasa perlu energi nasional . Cum a karena pemerintah tak memper­melakukan hedging," jelas Yan Parta Wijaya terus terang siapkan sarana dan prasarananya, termasuk mesin- mesinketika d itemui penulis un tuk Globe ( 14 Desember 2006) . murah pengolah jarak dan lain- lain un tuk bio fuel, maka Dia tak membual . Sebelum krisis APP memang mem­ peluang i tu hanya bisa disabet oleh pengusaha besarbukukan penjualan di a tas USS 1 miliar/ tahun. "Namun semacam Sinar Mas . Sebab bio fuel pengembangannyaketika harga kertas dan pulp ja tuh, APP tak mampu jadi bersifa t es ta te dan pad a t modal . Pengusaha
  • 131. kecil- menengah dan koperasi boleh glglt Jan . Atau juga meraki t dan mendis tribusikannya di Indonesia . Meskisekalian menjadi buruh perkebunan jarak un tuk konglo­ berkembang sang a t bagus, Astra tak pernah naik kelasmera t yang tak terlalu terika t pada tanah air, karena menjadi produsen mobil . Tak pernah terjadi alih teknologis e tiap saat bisa hengkang kemana pun mereka mau. dari prinsipalnya kepada sang ATPM . Om Willem, begituS e telah krisis banyak konglomera t besar, termasuk pendiri Astra i tu disapa, sudah terdepak keluar sebelumkeluarga Eka Tjipta Widjaja (Sinar Mas) dan Putra alih teknologi i tu terjadi . Sedang pemilik baru Astra takSampoerna, tak mau tampil di media massa, kecuali pada terlampau peduli pada masalah alih teknologi. Sebagai­saat dia memberikan sumbangan a tau derma kepada mana ATPM lain (Suzuki Indomobil Interna tional danmasyaraka t. Artinya mereka ingin menampilkan ci tra lain- lain) Astra pun akhirnya lebih fokus pada keagenansebagai orang dermawan kepada masyaraka t dan menolak dan bisnis-bisnis penunjangnya .publikasi bisnisnya yang banyak yang bisa jadi juga Di bisnis penunjang Astra memiliki banyak saya p :mendatangkan bencana . penjualan mobil dan servis/bengkel (Auto 2000), pema­ Yang rela tif mantap di tahun- tahun yang menyesak­ saran mobil bekas (Mobil 88), pembiayaan kredit (As trakan nafas pada masa Habibie adalah Grup Lippo . Sebagian Credit Companies/ACC). penyewaan mobil (Toyota Ren t abesar u tang kelompok ini juga dalam rupiah, sehingga Car) . Di asuransi dia memiliki Astra Insurance teru tamamereka tak perlu menanggung deri ta rugi selisih kurs . mengandalkan captive market dari penjualan kredit lewa tSeperti juga BIl, Bank Lippo pun tak terusik penarikan ACe . Sebelum krisis, ketika daya beli masyaraka t kua tmasal oleh para nasabahnya . Bahkan dana pihak ke tiga dan dorongan membeli mobil sang a t tinggi, s tra tegi inibank ini meningka t dras tis . Di tengah kesuli tan menya­ menciptakan sinergi yang sang a t bagus . Namun ketikalurkan kredit komersial, Lippo banyak mengandalkan daya beli masyaraka t begitu terpuruk, hanya lapisanpendapa tan dari penempa tan dana di SBI dan antarbank. tera tas saja yang masih memikirkan membeli mobil. I tuPada masa kabine t transisi Habibie kelompok usaha ini mengakibatkan penjualan mobil Grup Astra langsung anjloklumayan mampu beradaptasi dengan iklim baru . James sampai tinggal seki tar 20%. Lalu s tra tegi total services­Riady, pu tra mahko ta Grup Lippo, bahkan diangka t men­ nya, yang sebelumnya sang a t bisa diandalkan, malahjadi duta keliling Indonesia un tuk AS . menjadi blunder yang membera tkan perusahaan saat krisis . Konglomera t lain yang diyakini bakal bertahan adalah Di sisi lain penjualan sepeda m o tor iku t mengempis . .Grup Astra . Konglomerasi yang didirikan dan dibesarkan Ini diakui Budi Se tiadharma, Presdir PT Federal M o tor.William Suryadjaya ini telah berpindah tangan pada 1993 Penjualan sepeda m o tor di Indonesia anjlok hingga 50%karena berbagai tekanan. Dulunya grup usaha Inl lebih. Lembaga pembiayaan tak sanggup lagi mendana i .dianggap sebagai pelopor indus tri o tomotif di tanah air. Sedang konsumen po tensial, karyawan golonganDia mengawali bisnisnya sebagai (agen tunggal pemegang menengah- bawah, banyak yang terkena PHK. Malah takmerek (ATPM) mobil Jepang (Toyo ta, dan lain- lain) yang sediki t sepeda m o tor yang dibeli secara leasing dikembali-
  • 132. kan ke lembaga pembiayaan, karena konsumennya tak ATP M . Sedang bisnis propertinya, seperti Atrium Senensanggup mencicil lagi. Keadaan ini sedikit tertolong oleh dan Pasadena ikut terpuruk. Cum a karena portofolionyaekspor. Di masa krisis yang ganas di era Habibie, As tra rela tif kecil di properti, dia tidak terlalu membera tka n .Agro Les tari (AAL) lah yang menjadi tumpuan grup usaha Bisnis jasanya a d a yang mengun tungkan (asuransi d a nini, karena mampu mencetak dolar lewat produk CPO, dis tribusi), tapi a d a juga yang loyo, misalnya Nomuracacao dan kare t. Kon tribusi pendapa tan AAL tercatat Securities yang karam dan Bank Dana Hutama yang sejakmemang terus meningka t, meski masih jauh dari cukup krismon tiap hari menyumbang kerugian. Divisi perkapalanun tuk dijadikan cash cow bagi kebutuhan grup . Gemala, yang dulu memberi kon tribusi bagus, iku t lesu Sebab AAL sendiri belum berproduksi secara optimal. karena turunnya ekspor ke AS dan Jepang . Dia tertolongDari seki tar 300 ribu hektare lahan kelapa sawitnya, baru karena kon trak jangka panjangnya dengan Jepang .seki tar 100 ribu ha yang bisa dipanen. Kelemahan lainnya Komponen o tomotif yang dulu memberi kon tri- busi 40%,adalah AAL belum memiliki indus tri hilirnya, baru di selama krisis malah menjadi sumber kerugian. Yang masihperkebunan dan pengilangan . Walhasil sumbangan agro­ kinclong produk aki . Produknya 90% diekspor, teru tamabisnis As tra hanya bisa meminimalkan kerugian grup . ke Australia, Inggris, Asia dan Eropa . Sedang bisnis kimiaPadahal As tra telah m a ti- m a tian melakukan efisiensi dan dan manufakturnya terpaksa dilepas ke mi tra asingnyamengecilkan skala perusahaan dengan melepas beberapa guna menutup kerugian di bidang lain.anak perusahaan dan penyertaannya, an tara lain di LG Meski demikian Sofyan nampaknya tak terlampau ri­Electronics dan Digital As tra Nusantara, yang dilepas ke sau. Yang lebih merisaukannya jus tru program pemerintahCompa q . Awal September 1998 PT As tra Micro tonics Habibie yang kalau tak ha ti- ha ti, ka ta dia, bisa memper­Technology, pabrik pembua tan microchips dan semikon­ buruk situasi, sehingga 80% konglomera t akan mati. Diduktor yang berbasis di Batam, tercatat telah dijual sisi lain dia mengajak para konglomera t mawas diri danseharga USS 90 j uta kepada Newbridge Asia, perusahaan mengubah orientasi agar tidak terus- menerus berkola­inve s tasi internasional asal Amerika Serika t yang digan­ borasi dengan pemerinta h . Bagi banyak kalangan pernya­deng Edwin Suryadjaya, pu tra kedua om Willem . taan perang terhadap praktik KKN, monopoli dan per­ Bila grup usaha yang begitu kua t saja semacam salngan tak adil merupakan peluang bagus bagiAstra, Salim dan SM telah bergoyang seperti i tu, bagai­ pengusaha profesional un tuk tampil di gelanggang .mana dengan Grup Gemala milik Sofyan? Meski sering Harapan besar tampaknya dile takkan di pundak Grupmeradang dan menggugat soal nasib konglomera t, Grup Bosowa (Aksa Mahmud) dan Grup Kalla (Jusuf Kalla) ,Gemala miliknya nampak s tabi l . Dia cuma mengaku ter­ pemain lawas yang kua t di trading . Grup Texmacopukul di komponen suku cadang, karena pasarnya ter­ (Marimutu Sinivasan) juga bisa dij adikan tumpuan di masagerus hebat sampai tinggal 15%. Sebagian besar produk­ depan karena kekuatan mereka di indus tri manufaktur,nya (80%) memang dilempar di pasar domestik kepada permesinan, suku cadang dan teks til . Dia bahkan berhasil
  • 133. membuat mobil sendiri dengan kandungan lokal 85%, kondang i tu tidak mengada - a d a . Tak beberapa lamatermasuk blok meslnnya, sebelum krisis menggulung s etelah pernya taan i tu, seki tar 21 pengusaha menulisrepublik. kepada Presiden dan Mahkamah Agung agar menya takan Bila pemerintah pandai memanfaa tkan core compe­ kondisi ekonomi dan keuangan Indonesia dalam keadaantence Texmaco yang telah dibangun sejak 1 968, ten tu darura t (force majeure), sehingga memungkinkan swastaindus trialisasi pertanian, perikanan, dan lain- lain akan tidak membayar u tang pada saat i tu . Mereka an tara laincepat mendapa tkan bentuknya yang nya ta . Grup usaha pengusaha papan a tas Yan Mogi (PT . Propertindo Suryayang sang a t inova tif ini sanggup menyediakan mesin­ Graha), Yanti Sukamdani, Junita Cipu tra dan Harun Hajadimesin yang dibutuhkan oleh indus tri di tanah air, bila (PT . Kharismakusuma Pujalestari ) .diberi kesempa ta n . Cuma sebagaimana grup usaha besar Tidak membaiknya keadaan Indonesia s e telah 9 0lainnya, perintis indus tri paling terin tegrasi di Indonesia ini hari dipilo ti Habibie membuat banyak orang menilai mantanjuga memiliki u tang lumayan gede yang terjadi saat krisis . orang nomor s atu di IPTN i tu tak punya konsep dan arahU tang i tu pun membengkak seiring meroke tnya nilai USS yang jelas dalam memimpin Indonesia . Akan seperti apaterhadap Rp . Indonesia tahun depan? Atau Tahun 2000? Bagaimana Pada saat seperti i tu banyak orang merindukan ke­ pula dengan pendapa tan domestik bruto (PDB) ki ta?s tabilan nilai tukar. Apalagi para pengusaha . Mereka Dapa tkah meningka t lagi s e telah anjlok dari USS 1000menginginkan equilibrium baru yang jelas dan ajeg, menjadi US S 216/kapita (menuru t perhitungan Kwiksehingga semuanya bisa diperhitungkan kembali . Habibie, dengan kurs Rp 1 0 . 000/USS, dan kon traksi 10% dibandingsang presiden tanpa wapres, juga rindu s tabili tas nilai sebelum krisis seperti diakui pemerintah) .tukar. I tu diungkapkan dengan emosional di depan IMF, Habibie sendiri membantah bila dirinya dianggap ti­sebagaimana diceri takannya kepada Kompas dan Repub­ dak punya konsep. Semua tindakannya selama menjaba tlika (Kompas, 3/8/98), Habibie mengaku tidak peduli (I Presiden RI ke tiga adalah dalam kerangka konsepnyadont care) apakah m a ta uang Rupiah terhadap dolar akan un tuk membawa bangsa ini keluar dari krisis . Menuru ts tabil pada angka Rp 1 0 . 000 a tau Rp 1 2 . 000/US $, yang Presiden mulai September tahun ini pesa w a t (Indonesia),penting s tabil . yang beberapa bulan terakhir dipilo tinya agar tidak Namun pernya taannya i tu membuat pengeri tiknya terhempas dan sampai kini dalam kendalinya, masih ter­semakin panas. "Bagaimana tidak apa- apa, bila ternyata bang rendah . Pesawat Indonesia akan mulai menanjakbagian terbesar dari barang yang kita bu tuhkan sehari­ hingga pada posisi yang pernah dicapai sebelumnya .hari dan bahan baku dari pabrik- pabrik kita mesti diimpor? Untuk i tu saya bu tuh w aktu 3 tahun. Jadi hingga 2002,"Dengan terpuruknya nilai rupiah sampai Rp 1 0 . 000/USS ka ta Habibie menjanjikan sekaligus memohon agar diberisaja, bagian terbesar pabrik sudah akan tu tup . Lalu tengg a t w aktu lebih panjang .bagaimana mereka hidup?" ka ta Kwik. Pengamat ekonomi Meski akhirnya terbukti mampu menjinakkan dolar
  • 134. dari Rp 1 5 . 000- 1 7 . 000/US$ saat memulai pemerin tahan­ 4 . Upaya M enjinakkan Harga Sembakonya menjadi Rp 6. 700/US$ saa t menyerahkan es tafe tkepada Gus Dur. Juga terbukti berhasil mengerek indeks Diberi tahukan kepada para pembeli minyak goreng,harga saham gabungan IHSG dari 300 ke 700, Habibie bahwa terhi tung mulai 18 Juni 1998 penjualan minyaksaat i tu tidak bisa menjelaskan konsepnya secara goreng dialihkan ke PT Dharma Niaga. Alamat: JI .gamblang. Dia tak dapat menunjukkan bagaimana Kalibesar Bara t 1 1 Jakarta Ko ta . DA. nomor 0706 a/nlangkah-Iangkahnya membawa pesawat Indonesia Pasar Rebo Agency sebanyak 1 . 089 kg, pengambilanmenanjak lagi. Tak dapat dike tahui pula bagaimana di KPB, diba talkan.konsep i tu harus dijalankan, bagaimana tahapannya, danbagaimana pula hitungan- hitungannya . Sedang inflasisecara akumulatif telah mencapai 80 sampai 100% tahun Kalim a t- kalimat tadi tertera pada papan pengumum­1998 menuru t perhi tungan IMF . Bagaimana melunakkan­ an di PT Kan tor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunannya? Semuanya masih gela p . Tidak heran bila orang Nusantara (PTPN) di JI. Cut Meutia, Jakarta ( 17/6/98) .mera gukan konsepnya . Bahkan banyak juga yang Pemberitahuan tersebut sekaligus mengakhiri tugas KPB .mera gukan apakah ahli pesa w a t i tu benar- benar punya PTPN sebagai penyalur tunggal minyak goreng . PT . Dharmakonsep a tau tidak. "Di bidang ekonomi Habibie sanga t Niaga (DN) mengambilalih tugasnya . Tiga minggu kemu­terga n tung pada Widjoj o . Padahal ilmu mereka (Widjojo, dian DN sudah memiliki sebuah gudang seluas 2 ribu m e terAli Wardhana, Ginanjar) dari dulu i tu- i tu saja, yai tu IMF, persegi di kaw asan Penggilingan, 7 tangki minyak berka­Asian Development Bank, World Bank, dan negara donor. pasitas 8, 5 ton/tangki, dan mempekerjakan 200 karyawanDan kini terbukti interna tional capital - Iah yang menyebab­ pengepakan ( 160- nya wanita) . Mereka dibayar Rp 8 . 500/kan kita hancur dengan u tang- u tang i tu," ka ta Syahrir hari . Dalam sehari DN bisa memasarkan 40- 50 ton minyakpasti. "Kebijakan Indonesia s a tu, IMF," tambahnya . Cuma goreng tak bermerek. Sebagian besar dipasok PTPN dariseperti yang terbukti kemudian s e telah kabine t transisi Medan . Pres tasi i tu sebenarnya luar biasa, tapi karenaHabibie, Kabine t- kabine t selanju tnya pun tak bisa mele­ besarnya pasar yang mau dilayani, pre s tasi tersebutpaskan diri dari cengkraman IMF, Asian Development menjadi tak berarti . Minyak sebanyak i tu hanya dapatBank, World Bank dan Negara donor. Karena i tu pula menjangkau 20- 25 kelurahan di DKI Jakarta .perubahan radikal tak pernah bisa dibua t, mungkin tanpa Namun DN memang tidak menyera h . Perusahaan i tudisadari kaum intelektual bangs a In! telah berhasil kemudian menambah kapasitasnya menjadi 100 ton/hari .dilumpuhka n . Ini pun ten tu masih terlalu kecil un tuk bisa meminyaki seluruh Indonesia, tanah air dengan 200 ju ta lebih pen­ duduk. S a tu-sa tunya jalan, ka ta Menperindag Rahardi Ramelan, adalah menambah jalur dis tribusi . "Saya tidak
  • 135. mau mengatakan DN gagal menangani minyak goreng, tapi besar (60%) , sisanya diserap indus tri margarin, sa bun,semakin banyak jalur dis tribusinya akan lebih baik bua t dan lain- lain. CIC mencata t sampai 1998 di tanah air adarakya t," jelas Rahardi waktu i tu . Begitulah selanju tnya PT 51 indus tri minyak goreng sawit yang berproduksi, ter­Tjipta Niaga (TN), dan Pantja Niaga (PN) menemani DN sebar di 14 propins i . To tal kapasi tas mencapai 4 . 47 1 . 142dalam penyaluran minyak goreng . Dalam praktiknya ke tiga ton/ tahun. Di samping i tu masih ada 44 indus tri minyakBUMN Niaga i tu pun dianggap tidak cukup efektif, maka goreng kelapa dengan kapasitas produksi 738 . 235 toniInduk- induk Koperasi Pasar (INKOPPAS), dan berbagai tahun. Masih menurut CIC tahun 1996 kebutuhan minyakjenis koperasi, serta Bulog disuruh iku tan menangani goreng domestik seki tar 2 . 140 . 000 ton . 1997 meningka tdis tribusi minyak goreng . Terobosan ini ten tunya bukan menjadi seki tar 2 . 23 0 . 000 ton . Kebutuhan meningka ttanpa dasar. "Jalur dis tribusi lama pada hem a t kami seba­ ra ta- ra ta 5, 1 %/ tahun. I tu masih di bawah pertumbuhangian memang hancur akibat kerusuha n . Sementara yang produksi CPO ( 12%/ tahun) . Berpa tokan pada d a ta - d a ta ditidak rusak, dis tributornya tidak berada di dalam negeri," a tas, mestinya pasokan minyak goreng bua t republik inika ta Direktur Pelaksana KPB Dr. H. Asep T. Tojib berlogika aman, bahkan berlebih . Jadi bila kenya taan berbicara lainketika d itemui penulis waktu i tu un tuk majalah SWA. a tau rakya t jadi kesuli tan mendapa tkan minyak goreng, Bagaimanapun rasionalnya penjelasan pak Asep, maka pemerintah mestinya tidak hanya menangani jalurkelangkaan minyak goreng dipasar te tap saja mis terius . dis tribusinya, tapi menyelidiki apakah pabrik- pabrik minyakSeakan ada kekuatan lain yang sedang bermain di sini goreng telah berproduksi maksimal . Sebab bisa jadiyang menyebabkan sere tnya pasokan ke pasar. Apa pun mereka kesulitan bahan baku, karena CPO lari ke luaryang dilakukan pemerintah un tuk mengatasinya, tanpa negen .menemukan biang keladinya, dapat dipastikan persoalan Banyak pengamat sangsi terhadap cara pemerintahtak akan bere s . Betapa tidak! Sebagai penghasil CPO/ menanganani persoalan ini, karena belum menye n tuh intiminyak mentah sawit terbesar II dunia s e telah Malaysia, masalahnya . Padahal tanpa mengerutkan dahi pun perma­rasanya tak pantas bila Indonesia tertimpa bencana salahannya terliha t gamblang . Wakil Ke tua Umum Federasikesuli tan minyak goreng . Data Dirjen Perkebunan Depar­ Asosiasi Minyak dan Lemak Nabati Indonesia (FAMNI)temen Pertanian menunjukkan pada 1997 Indonesia H .Tarmidzi Rangkuti, MSc,Ec berpendapat masalahnyamemiliki 2,4 j uta ha areal sawit. Dari lahan seluas i tu, adalah suplai terganggu akibat anjloknya nilai tukar Rpmenuru t Capricorn Indonesia Consul t Inc ( CIC), 1,5 ju ta terhadap USS . Jadi berapa pun penyalurnya d i tambah,ha telah berproduksi dan menghasilkan 5 , 5 j u ta ton CPO bila barangnya memang kurang, tidak akan menyelesaikandan 1,2 j uta ton PKO (minyak inti sawit) . Kebutuhan masalah.dalam negeri sampai akhir Desember 1997, ka ta Kabulog Praktisi dis tribusi Djoko Tata Ibrahim juga punyaBeddu Amang, hanya 2,7 j u ta ton CPO . pendapa t senada, yai tu berkurangnya suplai minyak Pabrik minyak goreng merupakan konsumen CPO ter- goreng . Cum a menurut Djoko penyebabnya bukan karena
  • 136. CPO- nya lari mengejar dolar. " Berapa sih jumlah mereka tangan konsumen harganya tidak boleh di a tas Rpyang lari ke luar negeri? Klien saya tidak berkurang kok" 4 . 000/kg .ka ta Presdir In termas Tata Trading i tu cepat. "Suplai Meskipun tidak sempurna, upaya pemerintah Habibieminyak goreng memang berkurang, akiba t krisis ekonomi menjaga s tabili tas harga minyak goreng sebenarnyaberkepanjangan. Produsen mengurangi produksi, karena bukan tanpa hasil . Harga minyak goreng tidak lagikesulitan likuidi tas dan bung a tinggi . Hal serupa juga melonjak- Ionjak. Cum a karena pasokannya tidak kon tinyu,terjadi pada sisi pedagang . Bila dulu mereka berani s tok variasi harganya di berbagai tempat lumayan gede .un tuk dua bulan, kini paling banter mereka s tok un tuk "Bapak dagang di sini s e tiap hari dari jam 8/jam 9 sampaiseminggu, sehingga persediaan sedikit," jelasnya menya­ sehabisnya saj a . Kadang jam 11 sudah habis . Tapikinka n . "Bila kerusuhan dianggap biang keladinya, maka tempo- tempo bapak enggak dagang, karena barangnyaminyak goreng baru langka s e telah kerusuhan dong . enggak d a tang," tutur Pak Wignyo terus terang . Peda­Kenya taannya kan sebelum kerusuhan sudah langka," gang dadakan sembako ( terba tas minyak goreng, gulatambahnya berlogika . Toh dia tidak kebera tan dengan pasir, dan beras) di halaman s tasiun KA Tebet ini meng­sistem dis tribusi gaya baru i tu . "Sebagai tambahan jalur aku bisa menjual 50- 60 plastik minyak goreng curahdis tribusi i tu bolehlah," ka tanya tersenyum . ukuran 1kg/hari . Ayah 4 pu tra i tu mendapat pasokan dari Jalur dis tribusi minyak goreng baru i tu, sebagaimana pe tugas Bulog dengan harga Rp 3 . 500/kg, dan menjualnyadigambarkan Pak Asep, menjadi seperti ini: KPB (kembali seharga Rp 4 . 000/kg . Di pasar Inpres Cipinang Besarpada fungsi semula) memonitor produksi CPO PTPN- PTPN, Selatan dan Pasar kecil di depan s tasiun KA Ja tinegaralokasi produksi, dan pelabuhan mua t. CPO, yang meru­ minyak goreng curah dijual seharga Rp 6 . 800- 7 . OOO/kg .pakan 80% bahan baku minyak goreng sawit, lalu dikirim Artinya di tangan konsumen harganya tidak lagi Rp 4 . 000,KPB ke pabrik- pabrik un tuk diolah menjadi minyak goreng . kecuali mereka d a tang lang sung ke pasar induk a tauS e telah jadi, KPB mengirimkannya ke pus a t- pus at dis tri­ membeli pada orang- orang semacam Pak Wignyo .busi BUMN niaga, Bulog, dan Inkoppas (Induk Koperasi Pertengahan Juli 98 harganya bahkan mencapai RpPasar) sebagai dis tributor u tam a . Inkoppas mendistribusi­ 7 . 000- 7 . 500/kg . Bandingkan dengan harga yang di te tap­kan minyak gorengnya melalui koperasi- koperasi pasar kan pemerintah Rp 4 . 000/kg sampai di tangan konsumen.(koppas) . Sementara Bulog melalui koperasi umum dan Apalagi bila kita mau menoleh agak ke belakang, Juli 1 997koperasi fungsional (pegawai negeri, ABRI, dan lain- lain) . harga minyak goreng sawit ( tanpa merek) masih RpSedang ke tiga BUMN Niaga mendis tribusikannya ke 1 . 650/kg . Oktober tahun sama naik sedikit menjadi Rpberbagai pasar lain a tau langsung ke kelurahan- kelurahan. 1 . 700/kg . Yang bermerek harganya agak mahal, BimoliApa yang kemudian dikenal sebagai operasi pasar ukuran 1 liter misalnya Rp 2 . 600, Filma Rp 4 . 300, danbiasanya dilakukan ke tiga BUMN Niaga ini. KPB memberi Kunci Mas dijual Rp 2 . 900/liter. Jadi pemerintah denganharga Rp 3 . 500 pada s e tiap titik, dengan c a ta tan di segala jerih payahnya i tu, termasuk lewat sistem dis tri-
  • 137. busi gaya baru, sampai saat ini belum berhasil mengem­ berpartisipasi, akan ada kekurangan minyak gorengbalikan harga dan pasokan minyak goreng ke kondisi seki tar 1,7 ju ta ton .sebelum Juli 1997. Kenya taannya memang tidak sampai sejelek i tu . Toh setelah berjalan 3 minggu, pemerintah kemudian Meskipun tidak berlimpah, minyak goreng bermerek darimelikuidasi sistem dis tribusi gaya baru . Dia dianggap swasta masih bisa didapa t. Siang (29 Juli 1998) di Tipkepanjangan . Mulai Agus tus 1998 penyaluran minyak Top Raw amangun dan Bazaria Ramayana Ja tinegara,goreng sepenuhnya di tangan Bulog . Jalur dis tribusinya dengan s tok sang a t terba tas, Filma dijual seharga Rpdiperpendek. Bulog akan menyalurkannya ke koperasi­ 6 . 650- 7 . 160/li ter, Refil kemasan plastik/O,50 liter Rpkoperasi dan pengecer. Dari sini minyak goreng langsung 4 . 625, Barco Rp 1 O . 000/li ter, Sun Rise Rp 8 . 680/liter.disalurkan kepada konsumen. Tujuannya cuma s atu : agar Vetco (minyak kelapa) Rp 9 . 970/liter. I tu sekaligus berartipasokan minyak goreng ke pasar bisa s tabil, dan harga­ produsen swasta berhasil memaksakan harga internasionalnya bisa dij angkau konsumen yang daya belinya sudah kepada konsumen loka ! . Hasil pengamatan di keduahampir ambla s . supermarke t i tu menunjukkan kurangnya merek terkenal di Menurut p a k Asep a d a d u a h a l yang menyebabkan pajang di rak. Bimoli (produk Indofood/Grup Salim) sampailangka dan naiknya harga minyak goreng . Pertama, pem­ pk. 14.30 di Tip Top kosong samasekali. "Bimoli sudahbelian para konsumen cenderung bersifa t rush . Mereka lebih dua minggu ini tidak ada, kosong , " ka ta seorangmembelinya jauh di a tas kebutuhan un tuk keamanan. pramuniaga terus terang . Filma (produk Sinar Mas/EkaKedua, para pabrikan minyak goreng swasta, yang biasa­ Tjipta) ada beberapa bo tol, Sun Rise agak banyak tapinya men- suplay minyak goreng ke masyarakat, menahan harganya Rp 8 . 680/liter. Agak aneh sebe tulnya bila Bimoliproduk mereka karena tidak dapat bersaing dengan sulit, karena sebagaimana dinya takan Chief Executiveproduk PTPN yang harganya rendah (4. 000/kg ) . Semen­ Officer PT Salim Indoplanta tion Rudyan Kopo t, perusaha­tara yang non PTPN harganya bisa Rp 6- 7. OOO/kg . Bila i tu annya tidak mengekspor CPO . Produksinya habis diserapbenar, berarti suplay to tal kebutuhan domestik saat ini anak perusahaan Grup Salim lainnya . I tu berarti produksisepenuhnya bergantung pada produk PTP N . Padahal minyak goreng grup Salim seharusnya tidak berkurang .kapasitas produksi CPOnya saja hanya 1,56 ju ta toni Sebuah sumber di Ramayana yang d i temui penulistahun ( 130 . 000 ton/bulan) . CPO sebanyak i tu disalurkan w aktu i tu bua t majalah SWA mengakui dis tribusi minyakke rafinary milik kelompok PTPN (PTP .Agrin tara, PT goreng merek terkenal agak sere t . "Sekarang ini yangAdolina, dan PTPN IV) 530 .400 ton, dan sisanya diolahkan banyak beredar jus tru merek yang tidak begitu terkenal,prosesor swasta . Dengan rendemen 73%, maka dari seperti Tropical, Vetco, Barco, Refil, dan lain- lain. Filmakelompok PTPN menghasilkan 387. 192 ton dan dari dan Bimoli sulit, " ujar Agus, sebut saja begitu . Sejak habisprosesor swasta 75 1 . 608 ton/ tahun. Kebutuhan nasional lebaran kita beli cash dari dis tributor (pembayaran kurangtahun ini diperkirakan 2,8 j u ta ton . Bila swasta tidak dari s atu minggu dianggap cash) . I tu pun kita hanya
  • 138. dij a tah 3 kali order/bula n . Sekali order 50 karton/toko 22 April 1998 (dipajak 40%) sesuai kesepaka tan dengan(per karton 12 bo tol s a tu literan) . Bayangkan kita harus IMF, telah dinaikkan menjadi 60%. Namun karena keadaanbayar cash un tuk 60 toko," sambungnya . Dia menolak tidak membaik, pengeta tan akan segera dilakuka n .menyebut harga belinya dari dis tribu tor, tapi menurutnya Gejalanya mulai terlihat pada pernya taan Menpangan d a nmargin yang diambil Ramayana sang a t kecil, hanya 4%. Hortikul tura A . M . Saefuddin. "Sang a t mungkin pemerintahPadahal i tu sudah tanpa pera ntara . Bimoli dan Sun Rise akan s top ekspor CPO samasekali, supaya pasokandia pesan langsung dari dis tributor resmi Indomarco, Filma minyak goreng cukup, lalu harga turun," ka tanya manta p . "dan Kunci Mas dari Intermas, Tropical dari Bina Karya Pajak ekspor sebesar 60% tidak efektif, karena harga diPrima, Ve tco dari PT Hasil Kes a tua n . Agus mengaku bila luar negeri masih cukup menguntungkan, sehingga suplaidilos, dalam w aktu sehari saja semua minyak goreng di di dalam negeri kurang," tambahnya . Akan efektifkah?Bazaria Ramayana akan habis, tapi demi pemera taan Mengingat pengalaman yang sudah- sudah, banyaks e tiap pembeli hanya diba tasi maksimal 3 piec e . kalangan skep tis terhadap efektivitas kebij akan i tu . Ke tika Ke tika fakta kelangkaan minyak goreng i tu di tanya­ pemerintah melarang ekspor CPO Akhir Desember 1997- 2 1kan pada Djoko Tata Ibrahim, dia tidak membantah. "Itu April 1998 saja, misalnya, pasokan CPO ke pabrik te tapbisa saja terjad i . "Dulu 80% penduduk menkonsumsi sere t . Sementara pada saat kran ekspor d i tu tup, diminyak curah, 20% minyak bermerek. Karena minyak pelabuhan Ro tterdam Belanda, pasar CPO terbesar dunia,curah sulit didapat, maka kebanyakan mereka mencari mencata t adanya pengiriman 100 . 000 ton CPO dari Indo­yang bermerek. Akiba tnya yang bermerek jadi cepat nesia . Pengusaha kita yang haus dolar rupanya amathabis . Sementara pedagang tidak bisa s tock." paparnya gesi t. Nah ketika harga internasional CPO mencapai US$cepat. Bagaimana dengan pembatasan? "Sebenarnya 675/ ton dan kurs sudah melej i t menjadi Rp 14- 1 5 . 000/tidak ada pembatasan. Volume kita masih sama dengan USS, siapa mau menjual di dalam negeri? Pemerintahyang dulu, tapi karena situasinya tidak normal : konsumen mesti melakukan kom i tmen baru dengan para produsenminyak tak bermerek ikut membeli yang bermerek, maka CPO di tanah air, agar mereka mengamankan kebutuhanpersediaan cepat habis . Agar semua kebagian, maka kita dalam negeri lebih dulu.a tur. Kalau enggak, nanti di daerah terte n tu dapatbanyak, di daerah lain tidak ada samasekali," jawabnya 5. Kabinet 512 hari Habibierasional . Presdir In termas Tata Trading i tu mengaku lupa Binalnya CPO dan langkanya minyak goreng, sertaberapa volume dis tribusi minyak gorengnya per bula n . berbagai kesuli tan hid up yang dirasakan rakya t pada Pemerintah nampaknya belum puas dengan segala 1998- 1999, ten tu tak bisa dinisba tkan seluruhnya kepadaupaya yang telah dilakukannya selama ini dalam meng­ mantan menris tek i tu dan kabine tnya . Sebab ketika diaa tasi binalnya minyak goreng . Manuver- manuver baru dilantik negara tidaklah berada dalam kondisinya yangterus dilakuka n . Liha t saja ekspor CPO yang baru dibuka prima, sehingga segala kesuli tan yang menimpa rakya t
  • 139. pada masanya bisa dianggap sebagai kemundura n . Bah­ berlangsung sampai sekarang, meski i n tensitasnya menu­kan sebaliknya republik sedang saki t bera t, ketika dia run . Rupanya sebagaimana kabine t transisi Habibie,duduk di puc uk pimpinan negara . Rasanya tak adil menilai pemerintah kabine t pers a tuan Gus Dur- Mega, Kabine tkinerja pemerintahan transisi Habibie dengan ukuran Go tong Royong Mega- Hamzah, dan Indonesia Bers a tunormal . Kabine t Reformasi Pem- bangunan, yang dipakai­ SBY - JK pun tak cukup bernyali un tuk membela merekanya un tuk mengatasi keadaan, dibangun Habibie dan dengan cara elegan. Padahal situasinya rela tif lebihmulai bekerja di tengah krisis yang sudah telanjur men­ terkendali dan roda ekonomi sudah menggelinding lagi.jalar kemana- mana . Keinginan un tuk mengundang inve s tasi asing sebanyak­ Ke tika Soeharto lengser pada 2 1 Mei 1998, Habibie banyaknya lebih dijadikan pertimbangan daripada hargamewarisi negara porak- poranda . U tang luar negeri meng­ diri bangsa . Di masa Habibie, yang dianggap tak cukupgunung sampai menembus ambang ba tas aman USS 100 legitima ted dan pertumbuhan minus sampai 13%, pertim­miliar, tepa tnya seki tar USS 137,424 miliar pada Mare t bangan i tu sang a t ken ta l .1998 . Dari u tang sebesar i tu lebih separuhnya ( tepa tnya Apalagi d i a tak memiliki banyak pilihan s e telah sangUS$ 73,962 miliar) merupakan u tang swasta besar alias guru Soeharto menandatangani kesepaka tan dengan IMF .konglomera t. Menurut siaran pers BI pada Februari 1998 Beberapa bulan sebelum dia naik tah ta, republik telahdari u tang segunung i tu, USS 10,5 miliar di an taranya masuk ke dalam jebakan u tang (debt trap) yang kedua .berjangka pendek. Sebagian besar u tang ini berasal dari Soeharto, yang telah melaksanakan c e tak biru pemba­bank komersial yang mengenakan persyara tan bera t: ngunan ekonomi IMF sejak 1967 bersama Mavia Berkeleyberjangka pendek dan berbunga tinggi . Pada saat sama dan berakiba t kegagalan yang menyengsarakan padanilai Rp terhadap USS telah menciut sampai di a tas 500%, 1997, sekali lagi menyerahkan masa depan negerinyadunia usaha Indonesia lang sung karam, menyusul kepada IMF . Pada fase kedua ini Habibie diminta duduk diperbankan yang sudah lebih dulu kolaps . a tas plana . Habibie naik pangung kekuasaan pada saat seperti Keadaan ini sebe tulnya sang a t ironi s . Mestinya pe­i tu . Ribuan perusahaan tak mampu lagi bertahan. Pemu­ merintah Soeharto boleh menuntut agar IMF ikut menang­tusan hubungan kerja merebak di mana- mana . Sementara gung biaya kegagalan i tu . Bukan malah memperbaharuitenaga kerja baru tak tertampung . Akiba tnya jumlah c e tak biru yang telah gagal, dengan segala konsekuensi­penganggur bertambah seki tar 20 j u ta lagi. Keadaan nya . Bila resep- resep IMF dan partnernya Bank Duniasemakin diperparah lagi oleh pengusiran tenaga kerja memang bagus, mestinya s e telah 25 tahun IndonesiaIndonesia dari beberapa negara Timur Tengah dan sudah bisa tinggal landas . S e telah 5 kali pelita , jikaMalaysia . Ribuan pahlawan devisa dikirim kembali ke tanah resep- resep i tu memang dikeluarkan oleh dokter ahli,air, pulang kampung . Masalah pengusiran dan penghinaan seharusnya Indonesia sudah sembuh, sudah menjaditerhadap w arga negara Indonesia dan TKI ini masih negara maJu, bebas u tang, bahkan menjadi kreditor
  • 140. seperti Jepang . Yang terjadi di Indonesia jus tru sebalik­ Buku- buku ten tang politik penyelenggaraan negara dannya : Pemerintah mesti beru tang lagi agar bisa bernapas . ekonomi umumnya berbicara ten tang keadaan normal,Mantan wapres i tu tak punya pilihan lain. Bahkan langkah sehingga ilmu manajemen bisa berguna . Namun krisisdan jalan yang mesti d i tempuhnya pun telah dipilihkan adalah sesua tu yang unik dan s e tiap negara memilikiIMF lewat 50 poin kesepaka tan yang telah d i tandatangani keunikannya sendiri . Apalagi Indonesia, yang dalampendahulunya . Habibie, sang pengganti i tu, tak diper­ keadaan normal pun, ilmu politik dan ekonomi tak bisakenankan memilih jalan-jalan lain un tuk mengatasi dipakai mengambil kepu tusa n .keadaan . Di tangan IMF, laki- Iaki jenius i tu dipaksa bertin­ Nah di tengah situasi yang tidak mengun tungkan i tudak sebagai robo t - bila tak bisa disebut boneka . dan dukungan yang sanga t minim di dalam negeri, Habibie Padahal negara yang saki t parah ini memerlukan terombang- ambing dalam dua tuntutan . Tun tu tan per­orang kre a tif dengan kepandaian dan keberanian di a tas tama d a tang dari IMF yang menekannya un tuk segerara ta- ra ta . S e telah orba kolaps dan negara masuk jurang merealisasi 50 poin LoI yang telah d i tandatanganikebangkrutan yang amat mengkhawa tirkan, slapa pun Soeharto . I tu berarti di tengah krisis ekonomi berkepan­yang melanjutkan es tafe ta kepemimpinan berikutnya jangan, ancaman kelaparan dan bencana alam, dia mestisekurang- kurangnya harus melakukan 4 hal, tidak ter­ segera meliberalisasi ekonomi Indonesia dan menjualkecuali presiden transisi Habibie . Keempat hal tersebut aset- as et negaranya yang bagus- bagus untuk membayaradalah: mengembalikan nilai Rp pada nilai real- nya . I tu u tang, berapa pun biaya sosial politik dan keamanan yangyang pertama . Kedua, mendorong roda ekonomi agar harus di tanggung. Dia juga mesti menarik pajak lebihberputar kembali di tengah suli tnya dana pembanguna n . banyak, menaikkan TDL dan BBM, membuka kembaliKetiga, mereks trukturisasi u tang luar negeri pemerintah ekspor kayu glondongan, mengizinkan jual- beli konsesidan swasta . Keempat, menegakkan supremasi hukum ter­ HPH, dan lain- lain yang semacam i tu . Di sisi lain adahadap mereka yang telah menyere t negara ke jurang tun tu tan kaum reformis yang meminta dia melakukankebangkrutan. Keempatnya bukanlah hal yang muda h . tindakan radikal un tuk mengatasi keadaan agar rakyatApalagi bila diingat ke50 poin LoI, jika diliha t secara teliti, tidak semakin sengsara .tidaklah memberi peluang kepada pemerintah un tuk Terlepas dari berbagai kekurangan yang telah dise­mengatasi keadaan i tu . Sebab sebagaimana telah kita butkan di a tas, harus diakui Habibie bersama kabine tnyalihat pada bab sebelumnya (GBHN Super ala IMF), i tu telah melakukan tindakan cerdas dengan cara mengambillebih banyak mempersiapkan Indonesia un tuk menjadi ha ti kaum reformis lebih dulu. Sere n te tan tindakannyasantapan asin g . yang bisa disebut di sini, an tara lain: membebaskan Habibie jelas tak bisa meniru siapa p u n un tuk me­ tahanan politik dan narapidana politik ( tapol dan napol)ngendalikan pesa w a t Indonesia di tengah turbulens . Juga diawal pemerin tahannya, termasuk Ke tua dan pendiritak ada teori yang bisa dipakainya sebagai pijakan . Partai Rakya t Demokra tik Budiman Sujatmiko dan tokoh
  • 141. buruh Muchtar Pakpahan. Lalu dia memberikan pengu­ tun tu tan- tun tu tan lain yang lebh esensial i tu d i tunggurangan hukuman kepada 1 6 . 8 13 tahanan di seluruh tanah dengan lebih sabar.air. Tindakan reformis tik lainnya adalah keberaniannya Tindakan- tindakan esensial tersebut, sampai dia di­memberikan rehabilitasi kepada HR Dharsono, ir. Sanusi, ganti lewat pemilu, tak sempa t dilakukan Habibie danAbdul Kadir Zaelani, dan AM F a twa, dan lain- lain di hari kabinetnya . Para penggantinya yang rela tif lebihKemerdekaan ke 5 3 . Lembaga SIUPP ciptaan Soeharto, legitima ted seperti Presiden Abdurrahman Wahid­yang amat dibenci insan pers dan penganu t kebebasan, Megawati, dan Megawati-Hamzah Haz juga tak sempa tlewat Menteri Penerangan Yunus Yospiah, dihapus karena banyaknya persoalan baru . Bahkan SBY- JK, yangHabibi e . dipilih langsung oleh rakyat, seakan terpaksa membiarkan Presiden yang suka ngomong blak- blakan i n i tak tun tu tan- tun tu tan reformasi i tu membeku a tau sirnacanggung pula memberi gelar pahlawan reformasi kepada dalam amnesia politik ekonomi rakyat, akibat tertumpuk4 mahasiswa Universitas Trisakti dan 1 siswa SMU yang masalah- masalah peru t, pendidikan, keseha tan, keaman­m a ti tertembak apara t negara di kampus i tu pada 12 Mei an dan bencana alam yang d a tang silih berganti dan1998 . Kebebasan berserika t dan berkumpul, bahkan kebe­ berpindah- pindah ke seantero negeri .basan un tuk mendirikan partai politik yang selama ini Namun s atu hal jelas terlihat bahwa rakyat dandihara mkan Soeharto, dibuka lebar- Iebar Habibie . Semua kaum reformis pada masa Habibie mempunyai posisi tawari tu disambut rakyat gegap gempita . Tak heran bila ketika yang bagus. Suara mereka masih didengar oleh kabinetpemilu digelar pada akhir masa pemerin tahannya 200 lebih transisi i tu . Indika tornya mudah didapa t. Mereka berhasilpartai baru telah mendaftarkan diri un tuk ikut berpes ta . menekan kabine t un tuk tidak menaikkan BBM dan tarifTindakan- tindakan i tu sedikit banyak telah memberi kesan dasar lis trik, sekadar menyebut sebagian saja, meski IMFbahwa reformasi telah berhasil, sekaligus membua t kaum melotot. Bahkan kaum reformis berhasil menekan Habibiereformis agak grogi . un tuk tidak lagi membua t perangka t pasung, seperti Tentu orang terus menunggu tindakan lebih esensial Perpu no 2/ 1998 ten tang Keamanan Rakya t. Selanju tnyalagi, seperti mengusut perusahaan- perusahaan kroni, rakyat menanti tindakan Habibie dan kabine tnya meng­harta hasil KKN, pengalihan saham bank- bank yang sudah usut dan mengungkap kasus- kasus pelanggaran HAM,telanjur menelan BLBI terlalu banyak, menghukum pemi­ seperti penculikan, perkosaan, penjarahan berencana baikliknya yang menyelewengkan dana nasabah dan dana terhadap tanah dan harta negara, pengusaha, maupunBLBI, sekaligus menyita harta mereka, dan s eterusnya . rakyat kecil .Cuma entah karena banyaknya persoalan yang melilit Yang lebih penting lagi, membawa Soeharto ke mejanegeri ini, a tau pikiran banyak orang tersita oleh harga hijau, seperti janjinya pada sura t kabar konserva tif Korselsembako dan biaya hid up yang meningka t, a tau karena Chosun Ilbo. Yang terakhir i tu sampai selesai masasebagian merasa reformasi sudah berhasil, maka jaba tannya sebagai orang nomor 1 di republik tidak
  • 142. terlaksana . Habibie cuma berhasil mengglnng Soeharto jauh lebih bersinar daripada di masa Kabine t Pembangun­menyerahkan sendiri aset- as e t yayasan yang diribu tkan an VII- nya Soeharto . Pada masa akhir kekuasaanorang kepada negara . Soeharto juga sempa t menjalan­ Soeharto, yang berlangsung cuma 70 hari i tu, Tanrikan pemeriksaan, bukan sebagai saksi a tau terdakwa, mengaku terlalu banyak diintervensi . Yang paling kas a ttapi sebagai terperiksa, suatu istilah baru yang dilansir m a ta ten tunya, ketika di a l karena wewenangnya, seha­Jaksa Agung Andi Muhammad Ghalib dan tak memiliki arti rusnya mengontrol 164 BUM N . Namun beberapa depar­yuridis. Toh dalam urusan dengan mantan penguasa orba temen terkai t menolak menyerahkan kontrol i tu kepadai tu, apa yang dicapai habibie boleh dibilang paling jauh. kemen terian baru yang dikomandoi Tanri . AlasannyaSebab setelah i tu tak ada lagi yang mampu menggiringnya apalagi kalau bukan duit. Bagi mereka kehilangan kontrolsejauh i tu . Kabine t Persa tuan Abdurrahman Wahid­ berarti kehilangan sumber dana nonbuje ter berlimpahMegawati dan Mega- Hamzah yang lebih legitima ted tak yang selama ini bisa dipakai un tuk apa saj a . Merekaberupaya ke arah i tu . Demikian juga Kabine t Indonesia mengadu kepada presiden Soeharto . Hasilnya? KekuasaanBers a tu SBY-JK. Bahkan pada masa presiden pili han Tanri dikurangi. Menneg BUMN cuma boleh mengontrolrakyat i tu, lewat Jaksa Agung Abdurrahman Saleh, kasus 159 BUMN yang beroperasi di Indonesia . Sisanya yang 5Soeharto sempa t dinya takan d i tu tup, sehingga menimbul­ lagi, termasuk Pertamina dan Berdikari (BUMN yangkan protes luar bias a . bergerak dalam bidang perdagangan umum), te tap berada di bawah pengawasnya yang lama .6. Reformasi B U M N di bawah Tanri Abeng Con toh lainnya adalah di sektor perkebunan, khu­ Terlepas dari berbagai kelemahan pemerintahan susnya yang bergerak dalam produksi dan pemasaranKabine t Reformasi Pembangunan seperti telah dipaparkan minyak saw it. Di sini Tanri punya we wenang mengelola 14di a ta s . Meski kurang mendapat dukungan di dalam negeri BUM N . Namun beberapa minggu s e telah dia me me gangdan terus mendapat tekanan IMF, Habibie cukup gesit kendali, pada suatu malam di bulan Mare t 1998, Tanriberselancar di an tara dua karang i tu . Salah s atu yang di telepon Presiden Soeharto . Jendral Besar i tu memerin­paling menonjol di pemerin tahannya adalah penataan tahkannya un tuk menyerahkan kontrol kepada Menterikembali badan usaha milik negara, yang selama 32 tahun Kehutanan dan Perkebunan Bob Hasan, orang deka tmenjadi sapi perahan dan kasir penguasa . Dalam hal yang presiden yang saat i tu menjaba t Menteri Perindustrians a tu ini peranan Tanri Abeng, yang sudah manggung pada dan Perdagangan . "I was dis turbed by Soehartos decisionKabine t Pembangunan VII Soeharto, menjadi sentral . becouse I unders tood the mo tiva tion and intere s ts tha t Berbeda dari zaman Soeharto, pada masa Habibie lay behind i t. But he had given me a dire c t instruc tion, soMenteri Negara (Menneg) BUMN Tanri Abeng memang there was li ttle I could do about i t . Fortuna tely fatemendapatkan peluang luas un tuk merealisasi konsep­ intervened . Before the transfer of con trol over the palmkonsepnya . I tu sebabnya pada masa ini bintang Tanri oil planta tions was finalised, Soeharto s tepped down as
  • 143. president. This gave me an opportuni ty to s et things dengan Menko Wasbangpan, dalam waktu 6 bulan sejakright," tulis Tanri jujur dalam bukunya Indonesia, Inc, menjaba t Menneg BUMN, Tanri telah menemukan 167Priva tising S ta te- Owned En terprises ( Singapore, 200 1 p . proyek dilingkungan BUMN yang berindikasi KKN (295 1). Desember 1998). Lalu pada 6 Juli 1999, dia menemukan 6 Dalam masa jaba tannya yang singka t, juga pada proyek lagi yang berindikasi serupa . Selanju tnya dari 173masa Habibie yang cuma berlangsung 5 12 hari, Tanri kontrak berindikasi KKN i tu (berasal dari 17 BUMN gemuk),menata kembali manajemen BUMN yang selama 32 tahun tanpa tedeng aling- aling 79 proyek diba talkan Tanri .amat a mburadul dan rawan penyelewenga n . BUMN yang Sisanya 2 5 proyek di tender ulang a tau direnegosiasi, 5 9biasa dijadikan sapi perahan rezim Soeharto i tu di ta ta proyek diproses d a n di teruskan ke BPKP (Badan Pengawasulang, sekaligus dibua tkan master plan pembinaan dan Keuangan dan Pembangunan) un tuk d i teliti, dan 10priva tisasinya . Di dalam kabinet transisi Habibie, Tanri proyek dilanjutkan dengan kontrak kerjasama s e telahdinilai banyak kalangan menduduki posisi istimew a . Tanri dievaluasi lebih lanjut. Hasilnya? Dari tindak lanjut temuanadalah wakil profesional yang paling membangki tkan tersebut, Menneg BUMN berhasil melakukan penghem a tanharapan," ka ta tokoh reformis dari UI Arbi Sanit, ketika biaya sebesar Rp 465,2 miliar, dan penghem a tandimintai komen tarnya beberapa saat s e telah susunan anggaran inves tasi USS 991,3 juta a tau Rp 9 , 9 13 triliunkabinet diumumka n . Penilaian senada juga dilontarkan jika dihitung dengan kurs Rp 10 ribu/USS .Pakar Ekonomi dari FE- UI Prof. Dr. Anwar Nasution . Top Lebih jauh lagi, ka ta Guru Besar FE- UI i tu, dalam erareformer dalam kabinet Reformasi ini, di m a ta saya, Kabine t Reformasi Pembangunan kita bisa meliha t trans­adalah saudara Tanri Abeng . Selama ini BUMN lebih faransi pengelolaan BUMN yang cukup baik. Anwar tidakbanyak dijadikan alat perpanjangan tangan birokrasi berlebihan . Selama menjaba t Tanri memang tidak bekerjapemerin tah . Dalam masa jaba tannya yang singka t, Tanri secara rahasia . Tak seperti birokra t pemerintah padamampu mengubah BUMN menjadi benar- benar badan umumnya, langkah-Iangkah Tanri sudah menjadi bukuusaha . Kan tor Menteri Negara Pendayagunaan BUMN terbuka, yang bisa diiku ti khalayak lewa t berbagaitelah berhasil memisahkan BUMN dari birokrasi pemerintah, publikasi. Bahkan pada akhir masa jaba tannya Tanri masihmemisahkan regula tor dari opera tor, serta menghapus membua t laporan pertanggungjawaban yang rapih, s a tuKKN (korupsi, kolusi, nepotisme) dari BUMN," tutur hal yang jarang dilakukan birokra t sebelumnya . Tanri,Ekonom, yang biasa mengeri tik pemerintah, i tu terus dalam hal ini, boleh dianggap sebagai tokoh perin tisterang . penegakan good corpora te governance (GCG) di lingku­ Anwar memang tidak mengada- ada . Dalam soal ngan BUM N .pemberantasan KKN, misalnya, Tanri tergolong cepat Memang tidak semua yang dilakukannya berjalanmende teksi dan cepat bertindak. Lew a t kerjasama mulus, menginga t kompleksnya masalah yang melili tdengan departemen teknis terkai t dan dikoordinasikan BUM N . Namun dalam situasi yang penuh gejolak, res truk-
  • 144. turisasi dan priva tisasi yang dilakukannya boleh dibilang 2 15 juta a tau Rp 1,892 triliun . Sedangkan Pelindo III yangbrilian. "Meskipun ada konsekuensi dengan lamba tnya juga dijual kepada mi tra s tra tegis menghasilkan USS 174jadwal priva tisasi. I tu wajar, karena harus melew a ti juta a tau Rp 1,508 triliun . Sementara 9, 62% sahamproses due diligence, pemeriksaan akuntan, konsul tan, Telkom yang dijual lewat pasar modal menghasilkan USSdan lain- lain. Tapi hasil dari proses ini bisa kita lihat 409 juta a tau Rp 3, 277 triliun . Tidak heran bila Kabine tdengan tingginya harga jual BUMN yang dipriva tisasi," Reformasi Habibie, meskipun selama 5 12 hari kekuasa­jawab Anwar cepat ketika di tanyakan masalah i tu . Keber­ annya terus digoyang, berhasil melunakkan dolar dari Rphasilan Tanri dalam meres trukturisasi dan mempriva tisasi 15 - 17 ribu/USS saat memulai pemerin tahan menjadi RpBUMN i tulah, ka ta banyak kalangan, pada gilirannya 6 . 700/USS saat dia mengakhirinya . Di sisi lain indeksberakiba t pada mengua tnya nilai Rp terhadap USS dan harga saham gabungan (IHSG) di pasar modal yangmembaiknya IHS G . Kepiawaiannya membenahi BUMN dan semula sudah anjlok ke level 300 berhasil dikereknya kemenjadikannya pemain di pasar modal telah membua t level 700 . Bukan tidak mungkin bila Kabine t Reformasipasar modal bergerak, dan inves tor masuk ke Indonesia . mendapat perpanjangan waktu, a tau se tidaknya master Sekadar menyebut sebagian indika tor saja, dalam plan dan program-program yang telah dicanangkan Tanriw aktu seki tar 6- 7 bulan, dari Oktober 1998 sampai April dilanjutkan, priva tisasi BUMN bisa berjalan lebih baik.1999, Tanri berhasil menye tor ke kas negara sebesar USS Sebenarnya Tanri memang bukan orang pertama ya­ 1,035 miliar a tau Rp 10 triliun lebih dengan kurs Rp 10 ng melakukan res trukturisasi BUM N . Sebelum krisisribu/US $ . Tangan dingin, pengalaman dan kemampuan meluluh- Iantakkan perekonomian Indonesia, rezim orba dimanajemennya berhasil membenahi perusahaan­ bawah Soeharto telah melakukan dua kali res trukturisasiperusahaan plat merah i tu, sehingga menjadi menarik BUMN un tuk memperbaiki kinerjanya yang buruk. Yangbuat investor. I tu pada gilirannya ikut mengerek nilai pertama terjadi pada awal- awal pemerin tahan Soehartoperusahaan, sehingga bisa dijual dengan harga yang sampai 1973 . Yang kedua dilakukan pada 1989 . Namunbagus. res trukturisasi BUMN harus diakui baru mendapatkan Sebagai bukti bisa kita lihat misalnya penawaran ben tuknya yang paling sempurna dan komprehensif pada14% saham semen Gresik, salah s a tu perusahaan BUMN saat Menneg BUMN berada di bawah Tanri . Keberhasilanyang telah dibenahinya . Penjualan i tu berhasil menjaring i tu pada gilirannya kembali mempertegas kredibeli tasnyaCemex sebagai partner s tra tegis, sekaligus menyedot sebagai manajer jempolan yang telah diakui dunia . .dana segar USS 122, 1 j u ta a tau Rp 1, 379 triliun lebih Upaya pemberdayaan BUMN di bawah Tanri dikenaldengan kurs w aktu i tu . Saham Indofood, yang dijual dengan nama Program Reformasi BUM N . Program i tu dibagidalam dua termin di pasar modal (Januari dan April 1999), dua tahap. Pada tahap pertama, Menneg BUMN menca­menghasilkan USS 1 15 juta a tau Rp 1 triliun lebih. Pelindo nangkan tindakan cepat yang harus diambil un tuk mem­II, yang dijual kepada mi tra s tra tegis menghasilkan USS perbaiki kinerja, tanpa menyentuh aspek fundamental
  • 145. perusahaan . Untuk mewujudkan i tu Tanri meluncurkan 3 o to t rupiah. Meski pemerintah Habibie tak menerapkanagenda besar: res trukturisasi, profitisasi, dan priva tisas i . kebijakan radikal un tuk menjinakkan dolar seperti yangYa n g dimaksud dengan res trukturisasi di s i ni adalah upaya dilakukan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad,peningkatan daya saing BUMN melalui penajaman fokus o to t Rp berhasil diperbesar sampai menjadi Rp 6 . 700jUSS .bisnis, perbaikan skala usaha, dan penciptaan core com­ Pres tasi ini tak pernah dicapai penerusnya sampai seka­pe tence . Sedang profitisasi merupakan upaya un tuk rang, saat Indonesia telah memiliki presiden dan wapresmeningka tkan secara a gresif efisiensi perusahaan . yang dipilih langsung oleh rakya tnya .Sementara priva tisasi di tujukan un tuk meningka tkan Menganggap sepi upaya tak kenai lelah yang dilaku­penyebaran kepemilikan saham BUMN, meningka tkan kan Tanri dalam membenahi BUMN ten tu saja tak bijak­akses kepada pasar internasional, pendanaan, dan tek­ sana . Sebaliknya sikap i tu hanya melahirkan arogansinolog i . kon tra produktif. Akiba tnya pemerintah bisa kehilangan Reformasi BUMN tahap dua, merupakan upaya siste­ momentum un tuk menga tasi krisis mul tidimensional, yangm a tik un tuk memperbaiki aspek fundamental perusahaan . telah berlangsung lama . Tentu orang tidak perlu men­Sasarannya adalah menciptakan perusahaan Indonesia jadikan master plan yang dibua t Tanri sebagai ki tab suci.yang berdaya saing dan berdaya cipta . Visinya tidak Namun bila pemerintah se telah Soeharto mewarisi negaramuluk- muluk. Cuma Ingln menjadikan BUMN sebagai yang jatuh miskin, saki t, dan banyak u tang akiba t ber­perusahaan mul tinasional Indonesia yang berukuran bagai salah urus selam 32 tahun rezim orba, maka diamenengah, terfokus, dan memiliki core competencies ter­ juga berhak a tas konsep dan langkah- Iangkah genial yangten tu . Dengan demikian diharap sebagian BUMN Indonesia dibua t oleh seorang genius semacam Tanri un tuk meng­akan masuk dalam nominasi Fortune 500 sebagai peru­ a tasi keadaan .sahaan yang kompe titif pada tingka t dunia dan berdaya Bila program recovery IMF yang bersifa t try andcipta tinggi. Meski tak semua yang diingini Tanri menjadi error saja dipa tuhi pemerin tah, apalagi konsep Tanri yangkenyataan, karena singka tnya waktu yang dimilikinya . nya ta bagus. Melanju tkannya ten tu lebih rasional dari­Namun kabine t transisi Habibie sebenarnya boleh bangga . pada membua t yang baru dengan kemungkinan gagal lebihDalam 5 12 hari kekuasaannya yang terus digoyang, lew a t besar. Padahal konsep Tanri mudah dipahami, termasukkepiawaian Tanri, d i a berhasil melunakkan kurs sampai ke langkah- Iangkah yang telah diayunkannya dalam menja­level Rp 6 . 700jUSS dan IHSG di angka t dari level di bawah lankan konsep i tu . Semuanya telah tersedia pula dalam300 ke lebel 700 . Keadaan i tu secara gamblang meng­ bentuk tertulis . Bahkan Laporan Pertanggungjawabannyaindikasikan hidupnya kembali pasar modal Indonesia yang telah dibua t sedemikian, sehingga orang bisa mengikutisempa t m a ti suri karena minimnya transaks i . Hidupnya konsep res trukturisasi dan priva tisasi yang digadangnya .pasar modal ini mendorog masuknya inves tor dan ten tu Bagusnya lagi, seperti ingin memudahkan penggantinya,saja investasi. Ini pada gilirannya berhasil memperkua t dalam laporan tersebut Tanri mencatatkan sejauh mana
  • 146. program-program i tu telah dilaksanakan, termasuk hasil­ pengamat a tau teontlcus . Ketegasan dan dedikasi Tanrihasil semen tara yang telah dicapainya, tidak terkecuali membua t IMF berpikir dua kali un tuk berargumentasiyang gagal seperti dalam soal priva tisasi PT Kraka tau dengannya . Tanri mengaku bukan tak mau melegoS teel . Di samping i tu konsep Tanri ten tang Priva tisasi perusahaan- perusahaan BUMN yang berada di bawahBUMN masih bisa diikuti secara komprehensif lew a t kekuasaannya, tapi harus ditunggu timing- nya yang tepa tbukunya yang terbit d i Singapura (200 1 ) Indonesia, Inc . , dulu. "Bua t apa dijual saat i tu juga, bila harganya cumaPriva tising S ta te- Owned En terprises. Buku i tu cukup laris cukup un tuk sekadar makan beberapa hari . Kita akandi negeri jira n . Bahkan banyak pemerintah negara menjualnya kalau harganya cocok dan mengun tungkan,"berkembang mulai menjadikannya bahan kajian un tuk jelas Tanri bersungguh- sungguh .menyusun pedoman res trukturisasi dan priva tisasi badan­ Pria yang pernah digelari manajer 1 miliar i tu takbadan usaha milik negara mereka . mengada- ada . Dalam mengelola BUMN dia tak mau ber­ Menurut Tanri selama menjaba t menneg BUMN tan­ tindak gegabah dan bersikap sebagai tukang lelang . Diatangan yang paling bera t sebenarnya tidaklah d a tang dari meluncurkan konsep yang sanga t komprehensif. Sepertidalam BUMN- BUMII tersebu t, tapi dari IMF . Lembaga telah saya singgung di a ta s . "Perusahaan- perusahaansuper kuasa i tu terus menekannya un tuk menjual aset­ BUMN tidak akan dijual sebelum s trukturnya dibenahi . Bilaaset negara seperti tercantum dalam LoI yang telah s trukturnya sudah dibenahi, perusahaan i tu te tap tidakd i tandatangani Soeharto . IMF terang- terangan menghen­ dijual sebelum dia memberi profit kepada negara dandaki agar pemerintah Indonesia angka t kaki dari dunia bangsa ini," jelas Tanri argumen ta tif. "Masa s e telahbisni s . Bagi lembaga i tu tidak ada alasan bagi pemerintah segala daya dan dana un tuk membenahinya kita keluar­un tuk memiliki unit- unit usaha . Padahal Inggris, Singa­ kan, terus kita kasih orang ! " tambahnya cepat. "Nahpura, Cina , India, bahkan Jepang yang tergolong maju kalau kita sudah menikma ti keun tungannya beberapamasih memiliki perusahaan BUM N . lama, baru kita jual. Perusahaan yang melaba kan harga­ Un tungnya meski mendapat tekanan luar biasa dari nya bagus, " sambung Tanri tersenyu m.IMF, manajer jempolan i tu bergeming . Dalam suatu D al am w aktu yang tidak terlalu l a ma Tanri terbuktikesempa tan wawancara dengan penulis, Tanri mengakui berhasil membawa perusahaan- perusahaan BUMN melan­terus terang adanya tekanan dari lembaga donor itu. "You tai di pasar moda l . Perusahaan- perusahaan i tu tidakhave no business to be in business !" ka ta dia menirukan dibiarkannya melantai dengan pakaian seadanya, sehing­wakil IMF dalam sebuah pertemua n . Namun Tanri bereaksi ga terliha t murahan. Tanri telah mendandaninya denganlebih tegas lagi. Dia meminta lembaga super kuasa i tu meres trukturisasinya lebih dulu, sehingga bisa tampil luxun tuk tidak mendiktenya dalam urusan bisnis . Sebab dia dan maha l . I tulah yang terjadi pada PT Telkom, Sementelah mengenal dunia bisnis selama 30 tahun lebih dalam Gresik, Pelindo I, Pelindo II, dan lain- lain yang dijadi­kapasitasnya sebagai manajer kelas s a tu, bukan sebagai kannya pemain di pasar modal . Tak sampai 6 bulan
  • 147. kiprahnya, Menneg BUMN berhasil menye tor ke APBN Rp dengan kaum reformis . Sebaliknya dengan keeerdikan luar10 triliun lebih. Angka i tu jauh melampaui pre s tasi 2 tahun biasa, lembaga donor berpengalaman ini jus tru berhasillebih Menneg BUMN di masa Gus Dur dan Mega, meski menampilkan rezim Soeharto sebagai musuh bersama,telah dilakukan dengan eara obralan a tau bantingan a tas sambil diam- diam meminta berbagai konsesi darinya lewatdesakan IMF . Bukan tidak mungkin Menneg BUMN LoI .Sugiharto, yang mantan profesional dari grup Medeo, dan Kabine t transisi Habibie, yang kemudian mengganti­Dr. Sofyan Djalil yang menggantikan posisinya s etelah kan rezim orba Soeharto, terpaksa menjaga koeksistensireshuffle awal Mei 2007, juga mendapat tekanan serupa . damai di an tara kekua tan- kekuatan i tu . Kadang- kadangYang penting bagi IMF jual semua perusahaan­ dia tampak mendukung s ta tus quo dan taa t menjalankanperusahaan BUMN i tu, teru tama kepada perusahaan­ apa- apa yang telah disepakai pendahulunya . Ini membua tperusahaan dari negara- negara yang enjadi sponsornya, IMF, yang mewakili berbagai kepentingan luar, termasuklalu bayar utang. Kemakmuran rakyat negeri ini memang kredi tor, merasa aman dan tak segan meneairkanbukan tugas dia un tuk memikirkannya Jadi diperlukan pinjamannya . Namun tak jarang pula Habibie mengakomo­keeerdasan dan mental baja un tuk bisa menolak tekanan dasi tun tu tan arus bawah dan kaum reformis lewatlembaga i tu, se tidaknya se tara dengan yang dimiliki Tanri . program redis tribusi aset, ekonomi kerakyatan, hutanSelain i tu ten tu saja tekanan dari rakyat un tuk meneegah un tuk rakyat, dan lain- lain. Tak heran bila pada ta taranpenjualan aset- aset po tensial negara . praktis, terlihat tak semua yang diinginkan IMF bisa berjalan mulus .7. Merajut Ekonomi Kerakyatan Ini membua t konglomera t, teru tama yang dibesarkan Sejak gerakan reformasi menemukan ben tuknya ya­ orba, te tap merasa tak nyaman . Bahkan sebagian mere­ng nya ta menjelang pemilu 1997 sampai s e telah soeharto ka, diwakili bos Grup Gemala Sofyan Wanandi sepertilengser, terjadi tarik- menarik yang sanga t jelas an tara meneium adanya upaya menyapu bersih pengusaha besar.pendukung s ta tus quo dengan kaum reformis yang meng­ Jubir Kelompok Jimbaran i tu menganggap Kebijakan Antiinginkan perubaha n . Yang pertama, seperti telah dipapar­ M onopoli, Undang- Undang Pesaingan Adil (undang- undangkan pada Bab II, sebenarnya diwakili Soeharto dan persaingan usaha), Redis tribusi Ase t dan Undang- Undangmereka yang mendapatkan keuntungan dan berbagai Kepaili tan yang dilansir pemerintah dan kaum reformis difasilitas selama kekuasaan sang pa tron . Sponsor dan DPR, sebagai pernya taan perang terhadap konglomera t.mentor u tama pendukung s ta tus quo ini adalah Bank Sofyan tanpa tedeng aling- aling menilai sebagian besarDunia dan IMF . Yang kedua diwakili oleh kaum reformis langkah yang diambil pemerintah, s e telah lengsernyadan w arga kampus perguruan tinggi . Cuma karena kepan­ Soeharto, sebagai memberi angin kepada pengusahadaiannya memainkan peran sebagai dermawan suei dan keeil- menengah dan koperasi un tuk mengambil alih perankri tis, IMF berhasil menghindar dari ben trokan langsung pengusaha besar.
  • 148. Memang tak semua orang se tuju pada pandangan Sasono. Konsepnya, yang sanga t berpihak kepada peng­Sofyan. Presdir lembaga rise t ternama PT Cisi Raya Wilson usaha kecil, memang dianggap imitasi dari Malaysia ketikaNababan, misalnya, langsung tertawa geli mendengar memberdayakan e tnis Melayu . Gagasan i tu kemudiankecurigaan Sofyan. Sebagian besar konglomera t hancur, dibawa ke Sidang Istimewa MPR November 1998 oleh Didikka ta Wilson, karena terlilit utang. Nilai u tang mereka terus J. Rachbini, Fadel Muhammad, Fachri Ali, dkk. Hasilnya?membengkak berlipa t- lipat seiring menciutnya nilai Rp Tap MPR n o . XVI/ 1998 Tentang Politik Ekonomi Dalamterhadap vala s . Sedang bunga bank di dalam negeri iku t rangka Demokra tisasi Ekonomi. Tap tersebut seakanmeroke t akibat pengeta tan likuidi tas ( tight money policy), menandai berakhirnya politik ekonomi Orde Baru, yangsehingga tak ada tenaga un tuk memutar roda ekonomi . terlalu berpihak kepada pengusaha besar. Namun kaumI tulah yang membua t dunia usaha tersungkur, bukan neo liberalis ekonomi ten tu tak tak akan tinggal diam .kebijakan kabine t transisi yang mencoba menga tasi S e tiap saat, s etiap ada kesempa tan, teru tama saatkeadaan . Sofyan sendiri sebenarnya tak menampik bahwa pergantian rezim, para pendukungnya pasti akan memberib a tu sandungan yang membua t konglomera t tersungkur iming- iming kepada pemerin tahan baru un tuk kembaliadalah utang. berlaga mengatur republik. Apalagi ilmu ekonomi kerak­ Bagi Wilson kekhawa tiran Sofyan terhadap program­ yatan mempunyai kelemahan mendasar, yaitu kalah s tarprogram pemerintah Habibie, yang sanga t reformis tik dan dengan ekonomi pasar beba s .pro rakyat, tak beralasan. Toh tarik- menarik an tara Liha t saja tak semua orang gembira meliha t iklimkepentingan s ta tus quo dan kepentingan rakyat un tuk usaha baru yang diperkenalkan kru kabinet transis i .mendapatkan hak- hak ekonominya tidak berhenti sampai Sebagian besar rakyat dan para pelaku ekonomi kecil­di tingka tan wacana dan polemik. Dalam ta taran yang menengah, karena ke tidaktahuannya, tak merasa perlulebih rendah, ben turannya jus tru menjadi lebih seru . ikut bergembira . Apalagi berjuang agar gagasan tersebutSebab yang berhadapan langsung adalah wakil - wakil bisa berjalan . Sebagian lagi merasa ngeri dan kha w a tirkaum reformis, baik yang ada di kabinet maupun di dewan terhadap gagasan tersebut. Pasalnya rumor yang ber­perwakilan rakyat, melawan penganu t ekonomi neolibera l . hembus kua t di kalangan pelaku ekonomi adalah lokomotifYang pertama menghendaki siste m ekonomi kerakyatan, perekonomian akan segera beralih kepada masinis baru,yang selama 32 tahun dimarginalkan orb a . Sedang yang yang sama sekali tak ramah terhadap pelaku ekonomikedua mewakili rezim lama dan IMF yang menganggap lama . Lokom o tif ekonomi kerakyatan memang d i tarik olehekonomi kerakyatan i tu sebagai ilusi belaka dan cuma masinis baru Menkop/PKM Adi Sasono. Dia disinyalir cumal a tah meniru negeri jiran un tuk meningka tkan populari ta s . akan mengiku tsertakan ribuan koperasi, pengusaha kecil Namun meniru bukanlah barang hara m . Apalagi bila dan menengah. Para pengusaha besar, yang telahyang di tiru memang terbukti bagus. Begitulah mungkin menjerumuskan negara ke jurang krisis lewa t pintu u tang,gagasan awal Ekonomi Kerakya tannya Menkop/PKM Adi dipersilakan menunggu di perron . Pendeknya gagasan
  • 149. ekonomi kerakyatan dianggap sebagian pelaku ekonomi komersial yang saat i tu mencapai 37% lebih.sebagai tidakan memusuhi pengusaha besar, sebagaimana Program pemberdayaan ekonomi rakyat tidak ber­dilontarkan Sofyan di a ta s . henti sampai di situ . Upaya ini kemudian diperlengkapi Terlepas dari pro- kon tra yang mengiringinya, secara dengan sebuah Dewan Pemberdayaan Ekonomi Kerak­esensial koperasi, pengusaha kecil, dan menengah yang yatan ( DPEK), yang langsung dipimpin Presiden Habibie .membentuk 94% lebih pelaku ekonomi, memang harus Ke tua Hariannya ten tu sang penggagas Adi Sasono. Salahdiberdayaka n . Untuk i tu jelas harus ada yang memulai, s atu program DPEK tersebut, ka ta Deputi Fiskal dansebab bila gagasan ini cuma berhenti pada tingka t Moneter Bappenas Soekarno Wirokartono, adalah mendiri­wacana, maka dia tidak akan menghasilkan perubahan kan Lembaga Permodalan Nasional Madani (LPNM) . Lem­apa- apa . Ekonomi rakyat, yang sebagian besar bergerak baga baru ini disambut masyaraka t dengan sanga tdi sektor informal dan terbukti lebih tahan krisis, akan antusias, teru tama pelaku ekonomi kecil- menengahte tap gure m . Padahal mereka adalah pelaku ekonomi yang (UKM) . Sedang ekonom neoliberal yang terpinggirkansebenarnya juga mempunyai hak un tuk mendapat fasilitas meliha tnya dengan perasaan was- was dan sinis . Takdan bantuan dari pemerintah dan perbankan negerinya . heran bila kri tikan terhadapnya terus berhamburan seperti Pemerintah Orde Baru di bawah Soeharto, sampai dia sumpah- serapah. Kritikan i tu pada gilirannya jus trudipaksa lengser oleh gerakan reformasi, tak pernah secara membua t nama LPNM makin membahana .serius memberdayakan pelaku ekonomi kecil ini, kecuali Tidak pernah ada angka pasti berapa dana yang di­buat keperluan propaganda menjelang pemilu . sediakan pemerintah un tuk lembaga yang kemudian lebih Begitulah ti tik balik i tu d a tang s e telah pemerintahan dikenal dengan PIlM i tu . Sebagian media mensinyalir PNM32 tahun Soeharto yang gagal lengser keprabon. Peme­ akan didanai pemerintah Rp 10 triliun . Mas Adi, sangrin tahan transisi yang dipiloti Habibie kemudian memberi penggagas, tidak tegas- tegas membantah rumor i tu . "Lhopeluang besar kepada pelaku ekonomi kecil- menengah kalau uang Rp 300 triliun un tuk rekapi talisasi perbankanun tuk berkembang. Tugas i tu secara terang- terangan tidak dipermasalahkan, kenapa yang ini yang un tuk rakyatdisampirkan di pundak Menkop Adi Sasono. Menteri, yang kecil dan nilainya cuma sepertigapuluhnya kok diperma­w aktu i tu oleh Far Eas tern Economoc Review (FEER) salahkan?" jawab Menkop/PKM tangkas dan agak kesaldigelari sebagai The most dangerous man, i tu langsung ketika dikonfirmasi mengenai beri ta i tu usai acara seminarbertindak cepat. Dia memangkas berbagai prosedur kredit di mobilnya menuju kan tor. Menurutnya baik Dewanbuat koperasi dan pengusaha kecil . Kewajiban agunan maupun PNM masih berupa konsep. Semuanya masihd i tiadakan, dan porsi kredit d i tambah menjadi Rp 10,8 dalam proses pema tangan yang meliba tkan seluruh timtriliun, meningka t lebih 5 . 000% a tau 500 kali lipat diban­ ekuin. "Ki ta belum bicara dana . I tu karangannya Kon tanding di zaman Soeharto . Bunga buat pelaku ekonomi kecil aja . Apalagi dibilang diam- diam dan grilya," tambahnyapun diperingan menjadi 10- 15%, jauh di bawah bunga cepat. Dia tidak bersedia menjelaskan d e til lembaga
  • 150. tersebut. "Konsepnya masih kita m a tangkan," ka ta Mas pemerin tah mau carikan dana darimana," ka tanya kalem .Adi pendek waktu i tu . Masalah dana ini mungkin merupakan ganjalan paling Pernya taan Menkop dibenarkan Asisten Kepala besar bagi terwujudnya PNM . Apalagi dalam APBN tahunBadan Pembina BUMN Dr. Sofyan A. Djalil, yang secara i tu, belum ada dana yang dialokasikan buat lembagaintens terlibat dalam pematangan konsep tersebut. penting tersebut. Ada kemungkinan BUMN yang bakalProgram pemberdayaan ekonomi rakyat, ka ta Sofyan, menjadi pemasok dana lembaga tersebut, tapi ini pundiejawan tahkan dengan LPN M . "LPNM memiliki dua sayap bukan perkara muda h . "BUMN mana sekarang yang punyakembar: En trepreneurship Developmen t Program (EDP), dui t?" ka ta Sofyan tertawa g e tir. Dia mengaku tidak tahudan Asse t Redis tibution Program (ARP) . EDP dilakukan kapan program tersebut akan direalisasi . Menurutnyadengan memberdayakan modal ven tura, management semua terserah pemerinta h . "Kapan pun pemerin tahservices, dan memperkuat lembaga keuangan al terna tif, memutuskan, kita siap saj a . Sekarang masih dalam tarafseperti Baitul Mal wa Tamwil (BMT), BPR, Badan Kredit perumusan konsep. Belum dibawa ke rap a t kabinet, " ka ta­Kecama tan, dan lain- lain. S a tu sayap lagi, ARP, masih nya terus terang .dalam s tudi lebih lanjut, " papar Sofyan tenang . Menurut Berbeda dari Sofyan yang agak pasrah, bagi mas AdiSofyan pemberdayaan modal ven tura akan dilakukan sudah waktunya pemerin tah membangun ekonomi kerak­melalui insti tusi yang sudah ada, yai tu PT Bahana Artha ya tan, karena ini lebih sesuai dengan c i ta- c i ta pendirianVen tura . Dia akan bekerja secara learning curve (belajar republik s etelah penja-jahan . Ekonomi Indonesia padadari pengalaman ) . masa orde baru seperti berjalan pada dua jalur: pertama, Tak dapat dipungkiri, un tuk menjalankan fungsinya ekonomi modern yang dengan segala kemudahan dani tu dibutuhkan dana sang a t besar. Apalagi bila diingat fasilitas dari pemerintah, termasuk akses ke sumber­yang mau diberdayakan secara ekonomi jumlahnya juga sumber keuangan, melaju di jalur cepat. Dia juga langsungpuluhan juta . "Ide aw alnya begini. PNM ini bila ingin terin tegrasi dengan ekonomi global, sehingga memudah­dijalankan secara maksimal, se tidaknya mesti punya kannya un tuk mencari sumber- sumber pembiayaan darimodal dasar Rp 10 triliun . Dari modal dasar i tu yang perlu luar negeri . Kedua, ekonomi tradisional yang biasad i tempatkan 25%. Bila ada uang Rp 2,5 triliun, kita sudah dimasukkan ke dalam sektor informal, merayap di jalurbisa jalan sebenarnya . I tu pun mungkin masih bisa lambat tanpa fasilitas dan kemudahan .dikurangi lagi. Saya pikir kalau kita ada uang Rp 1 triliun Kelompok pertama, yakni pelaku ekonomi modern,saja, kita sudah bisa jalan," jelas ahli hukum pasar modal besarnya cuma 0, 2%, tapi menguasai 6 1 % produk domes­i tu meyakinka n . Lan tas darimana PNM akan mendapa tkan tik bruto (PDB ) . Sisanya (39%) dibagi bersama 99,8%dana sebanyak i tu? Asisten Menneg BUMN i tu mengaku pelaku ekonomi tradisonal, biasanya disebut pengusahatidak tahu. "Itu saya tidak tahu. LPNM adalah bagian kecil, menengah. Omset mereka Rp 1 miliar a tau kurang/penting dalam pemberdayaan ekonomi rakya t. Terserah tahun . Lebih mengenaskan lagi dari 99,8% i tu 96%nya
  • 151. beromse t kurang dari Rp 50 juta/ tahun . Sehingga, menu­ besar rakyat i tu terdapat dalam kehidupan p e tani, nela­ru t Menkop PKM w aktu i tu, mungkin tidak bisa disebut van, buruh, pedagang kecil (sektor informal), parakecil lagi, tapi mikro . Toh mereka telah menghidupi 90% penganggur, dan kaum papa . Inilah realitas ekonomilebih angkatan kerja di tanah air. Keadaan njomplang rakyat yang sesungguhnya, dan dari sinilah seharusnyai tulah yang ingin dirubah Adi dengan konsep Ekonomi titik tolak ekonomi bangsa dimulai. Batasan i tu dianggapKerakya tannya . "Tugas pemerintah memang harus mem­ Mubyarto sang a t tepat.bantu ekonomi kecil, sehingga lebih egaliter. Dengan Berbeda dari Mubyarto, Dillon, dan lain- lain, Adi Sa­demikian transformasi s truktur ekonomi kerucut bisa sono tidak pernah memberi b a tasan jelas ten tang ekonomidiubah menjadi belah ke tupa t, dengan klas menengah kerakyatan yang mau diwujudkannya . Adi, yang telah 23sebagai mayori tas . Paling a tas, jumlahnya sang a t kecil, tahun bergerak di lembaga swadaya masyaraka t (LSM),orang- orang super kava, dan paling bawah, jumlahnya seolah tidak mau membebani departemennya denganjuga sang a t kecil, orang- orang amat miskin yang butuh berbagai teori . Ekonomi kerakyatan yang didengung­bantuan, " jelas Adi dalam sebuah w a wancara dengan kannya lang sung dibawa membumi dalam ta taran praktis .penulis buat majalah S WA ( 16 Mare t 1999) . Orang cuma bisa melihat langkah yang diayunkannya Ekonomi kerakyatan sebenarnya bukanlah barang dalam upaya memberdayakan pengusaha kecil, mene­baru di Indonesia . Bahkan s truktur ekonomi belah ke tupat ngah . Adi nampaknya lebih suka membiarkan orangsudah lama menjadi bahan perbincangan para pakar merekons truksi s etiap langkah dan perangka t yangekonomi non UI. Guru Besar UGM Prof. DR. Mubyarto dibua tnya daripada memberi pen-jelasan ilmiah. Olehadalah salah seorang yang paling g e tol memperjuangkan karena i tu un tuk memahami bangunan ekonomi yang maukonsep i tu . Namun konsep ekonomi S taf Ahli Menko Ekuin dibua tnya, ada baiknya kita ikuti gerak lokomo tif ekonomiBidang Pemera taan Pembangungan dan Penanggulangan kerakyatan tersebut.Kemiskinan i tu dipandang sebelah m a ta oleh rezim Adi mulai mengerek gerbong ekonomi kerakya tannyaSoeharto . Bahkan Mubyarto sendiri kemudian di tuding dengan memangkas berbagai prosedur kredit, yangpara penganut ekonomi neo liberal hanya mencari popu­ selama ini menghalangi pengusaha kecil mendapa tkanlari tas belaka, agar diangka t menjadi menteri . Selain sumber permodalan . Seperti telah disebut di a tas, diaMubyarto, pengamat ekonomi HS. Dillon adalah tokoh menyediakan 17 skim kredit buat koperasi dan pengusahayang tak pernah berhenti memperjuangkan ekonomi kecil . Kew ajiban agunan d i tiadakan, dan porsi kreditkerakyata n . di tambah menjadi Rp 10,8 triliun, naik 5 . 000% lebih a tau Menurut Dillon ekonomi kerakyatan adalah suatu sis­ 500 kali lipat dibanding di masa Soeharto . Bunganya puntem ekonomi yang memihak kepada kepentingan ekonomi diperingan menjadi 10- 15% . Bandingkan dengan sukusebagian besar rakyat secara adil, manusiawi, dan bunga perbankan yang masih di a tas 37% .demokra tis . Pada saat ini kepentingan ekonomi sebagian Dengan langkahnya yang kongkrit i tu Adi memang
  • 152. mendapat pUJlan dari sebagian pelaku ekonomi yang dipertanyakan?" sambungnya kesal. Lagipula menuru tdiperjuangkannya . Namun seperti telah disinggung di c a ta tan Adi pengusaha kecil dan koperasi lebih taa t bayara tas, yang menentang pun tak kurang banyaknya . u tang daripada pengusaha besar. Sebagai bukti MenkopBahkan sebagian pengamat menilai program i tu berpotensi menunjuk kredit un tuk pengusaha besar, yang jumlahnyamenimbulkan inefisiensi. Dekan FE- UI Anwar Nasution triliunan rupiah, i tu 70% macet. Semen tara yang macet dimenilai kebijakan ekonomi kerakyatan sejauh ini masih pengusaha kecil cuma 5 % .belum jelas programnya, dan lebih bersifa t semboya n . Menkop menampik anggapan bahwa d i a terlalu"Apa maksud dari konsep i tu . Di sura t kabar juga belum memanjakan pengusaha kecil dan memusuhi pengusahapernah dijelaska n . Bahkan pelaksanaannya terkesan besar. Dia mengaku cuma memberi kesempa tan yang adilhanya menghamburkan uang . Soeharto juga melakukan kepada semua pelaku ekonomi. Untuk mengurangi kekha­hal seperti i tu," ujar orang nomor 1 di FE- UI i tu sengit. w a tiran para penentangnya, Adi tak lupa membuatkan Ekonom UI yang lain Dr. Sri Mulyani Indra w a ti me­ sistem kon trolnya . Dia memang tidak membual . Liha t sajanyoro ti lebih jauh lag i . "Para ekonom sang a t mendukung un tuk mengawasi penyaluran skim- skim kredit, Menkop/pemberdayaan usaha kecil, menengah . Ki ta sama sekali PKM melibatkan 5 . 150 sarjana dari 52 perguruan tinggi,tidak a n ti . Namun jenisnya cukup banyak: hulu, hilir a tau dan seki tar 400- an LSM di tanah air. Dengan cara i tu pulayang berada di an tara keduanya . Tidak bisa disamara ta­ Adi seakan menjanjikan kepada penentangnya, bahwakan begitu saja, " jelas Sri Mulyani kri tis . "Jika pemerintah konsepnya tidaklah sama dengan gerakan bagi- bagi duitcuma mengintervensi usaha hilir, yang cuma meng­ kepada pengusaha kecil.hasilkan populari tas besar dengan hasil kecil, memang Terlepas dari pro - kon tra yang mengiringinya, konsepsah- sah saja secara poli tis . Namun bagi ekonom i tu tidak ekonomi kerakyatan Menkop nampaknya jalan terus .boleh," tambah Ani, begitu dia kerap disapa, serius . Apalagi s etelah dasar yuridis operasionalnya didapat Adi Mendapat serangan seperti i tu Adi bergeming . "Kalau tak lama kemudian dengan dikeluarkannya Undang­pengu- saha kecil diberi kredit dengan bunga 50%, jelas Undang Anti Monopoli dan Persaingan Sehat. Masih s a tumereka tak bisa bekerja . I tu akan meningka tkan jumlah nafas dengan i tu adalah pendirian Dewan Pemberdayaankemiskinan absolut, menimbulkan pengangguran, dan Ekonomi Kerakyatan (DPEK), yang langsung dipimpinmemancing penjarahan. Apakah i tu efisien?" jawabnya Presiden BJ . Habibie . Adi sendiri bertindak sebagai Ke tuaargumenta tif ketika dibenturkan dengan pandangan para Harian di situ . DPEK i tulah, ka ta Soekarno Wirokartono,ekonom tersebut. "Coba tanyakan kepada para ekonom yang punya tugas mendirikan LPN M . Lembaga i tu memangi tu mengapa mereka diam saja ketika bank- bank swasta kemudian benar- benar berdiri dengan nama PT Permo­diberikan Kredit Likuidi tas Bank Indonesia (KLBI) dengan dalan Nasional Madani (PNM) . Di zaman habibie pun,bunga 12- 13% setahun. Bahkan tahun lO - a n pernah un tuk mengurangi ke takutan pengusaha besar, modaldiberi KLBI dengan bunga 3% s e tahun. Kok i tu tidak dasarnya cuma dikasih Rp 1, 5 triliun . Sedang modal
  • 153. se tornya dipatok Rp 300 miliar. Jumlah i tu sebenarnya ARP, yang w aktu i tu masih dalam s tudi lebih lanjut danterlalu kecil dibanding perkiraan awal yang mencapai Rp kini menguap, dicanangkan an tara lain un tuk membeli 10 triliun, a tau modal se tornya se tidaknya Rp 1, 5 tiliun . saham- saham BUMN di pasar modal . Melalui lembaga"Bila perkembangannya pesa t, bisa jadi modal dasar PNM reksadana, selanju tnya akan dikeluarkan sura t berhargalebih dari Rp 10 triliun nantinya , " jawab Menkop ringan un tuk diperjual- belikan kepada masyaraka t. Yang bolehketika di tanyakan mengapa modal PNM jadi menyusut membeli dipriori taskan keluarga kelas menengah keseperti i tu . Sampai kini PNM masih eksis sebagai w arisan bawah, bila perlu dengan harga disko n .Habibie . Cuma fungsinya sebagai alat perjuangan ekonomi Redis tribusi a s e t perusahaan- perusahaan konglo­rakyat terpapas habis, sehingga dia seolah menjadi mera t, redis tribusi HPH, dan lain- lain yang diambilalihlembaga pembiayaan bias a . SBY nampaknya belum ber­ un tuk pengusaha kecil dan koperasi nantinya akan berhu­pikir un tuk menjadikanya alat efektif dalam member­ bungan dengan lembaga ini. Memang banyak pengusahadayakan UKM dan koperasi . Entah s a tu- dua tahun ke besar kecut ha ti oleh kehadiran lembaga tersebut.depan, sebab Sofyan salah seorang yang banyak terlibat Lembaga ini dianggap akan merampok aset- as e t merekamema tangkankonsepnya dulu, kini menduduki pos Menneg dengan mendistorsi pasar lewa t politik. Apalagi AdiBUMN. dike tahui banyak orang secara terang- terangan a n ti Harus diakui dari sisi ide pend irian PNM adalah genia l . monopoli dan kepemilikan yang berlebihan, seperti dalamSayangnya akibat provokasi penganut neoliberal d a n soal suplai terigu, kertas, semen, minyak goreng, dansegelintir pelaku ekonomi yang selama i n i diuntungkan sebagainya yang dikuasai pengusaha terte n tu danoleh sistem pasar bebas, PNM banyak disalahpahami . Dia merugikan konsumen dalam penentuan harg a . Juga dalambahkan juga disalah- pahami oleh mereka yang nasibnya soal penguasaan HPH. Adi menganggap tidaklah adil bilasedang diperjuangkan Adi . Padahal bila PNM bisa berjalan seorang pengusaha HPH dapat memiliki areal sampai 3 , 6seperti yang diharapkan a tau para penganut neo liberal juta ha (hampir seluas Inggris Raya) . Sementara sebagianbersikap demokra tis sedikit un tuk bertarung di ta taran besar rakyat tak punya akses sedikit pun un tuk iku tpraktis mewujudkan masyaraka t adil dan makmur seperti mengelola dan menikm a ti manfa a tnya .c i ta- c i ta kemerdekaan, dapat dipastikan nasib rakyat Siapa pun yang berpikiran waras di negeri ini danakan cepat berubah . PNM dengan dua sayap kembarnya : mau merenungkan apa sebenarnya yang mau diw ujudkanEn trepreneurship Development Program (EDP) , dan Asse t lewa t perang kemerdekaan 1945, Revolusi 66, GerakanRedis tribution Program (ARP) mesti diberi kesempa ta n . Malari 74 dan reformasi 1998, ten tu akan mendukungnya .EDP, sebagaimana telah dikonsepkan, akan dijalankan Namun kenya taan bisa berbicara lain. Para pendukungdengan memberdayakan modal ven tura, jasa manajemen, neo liberal dan pelaku eko- nomi lama yang tampil wangi,dan memperkuat lembaga keuangan a l terna tif, seperti mendapat dukungan penuh IMF pula, lebih mampu meme­BMT, BPR, Badan Kredit Kecama tan, dan sebagainya . lintir permasalahan lewa t media . Maka sosok ekonomi
  • 154. kerakyatan kemudian d i tampilkan sebagai momok anti menuduh bu menkeu cuma mencari muka pada IMF .pengusaha besar (konglomerat), a nti pasar, dan seba­ Menkop/PKM sendiri ketika diserang Ani seperti i tu cumagainya . Bahkan pengamat dari mancanegara menggelari bilang : "Kalau membela rakyat i tu mesti ada muatanAdi sebagai Robin Hood Indonesi a . Yang ini hendaknya politi s . Kalau kita memperbaiki arloji a tau beroba t ke luardianggap sebagai pujian, sebab di negara- negara bara t negeri, i tu tidak politis . Jadi semua tindakan untuktokoh Robin Hood tak pernah dinilai nega tif. membantu rakyat mesti ada muatan politisnya?" ka ta Adi Namun menurut Ani, pakar ekonomi dari FE- UI yang re toris .paling Ian tang mengkri tik ekonomi kerakyatanan, seharus­ Berbeda dari para pengamat ekonomi neo liberalnya pemerintah membenahi usaha hulunya dulu yang yang terang- terangan menentang Adi, reaksi dunia usahajus tru bersifa t jangka panjang . Semua i tu tidak hanya terhadap sepak terjang dan tindakan Menkop/PKMbisa diselesaikan dengan pemberian kredit a tau dengan keliha tan ha ti- ha ti, bila tak mau dibilang bimbang .redis tribusi aset. Semuanya harus dibenahi mulai dari "Selama ekonomi kerakyatan i tu tidak memindahkansektor hulu melalui program perbaikan manajemen, pendi­ konsesi dari suatu golongan ke golongan lain dengandikan, keseha tan, dan lain- lain yang bersifa t peningka tan asumsi apa pun, maka i tu harus d i terima dengan lapangkualitas sumberdaya . Ani sendiri nampaknya tidak konsek­ dada," jawab Rizka Baily, Direktur Inve s tment Mana­wen dengan ucapannya sendiri . Ini terliha t teru tama gement PT Citicorp Securities Indonesia, diploma tis ketikaketika dia berada di birokrasi pemerintahan sebagai di tanya ten tang ekonomi kerakya tannya Menkop/PKM.menteri keuangan. Ekonom UI ini tak bersedia mening­ "Masalahnya apakah ekonomi kerakyatan sekarang inikatkan anggaran pendidikan sesuai Ke te tapan MPR, yaitu akan dikembangkan ke arah sana? Bagi inve s tor asing20% dari to tal APBN. Seperti dike tahui APBN 2006 cuma yang masuk melalui capital marke t, yang paling baikmengalokasikan Rp 34 triliun ( tak sampai 9%) buat adalah sistem ekonomi pasar," tambahnya . "Kalau denganpendidika n . Ini jauh di bawah alokasi anggaran pembayar­ program i tu ternyata perekonomian Indonesia menjadian u tang dalam dan luar negeri d i tambah bunganya yang s tabil, dan pertumbuhannya menjadi tinggi seperti sebe­mencapai Rp 140 , 22 triliun pada tahun sama . lum krisis, maka efeknya akan bagus. Para inve s tor akan Sebagai ekonom yang pernah berteriak lantang soal lebih convertible menanam modal di Indonesia, khususnyapeningka tan sumber daya manusia Indonesia, mestinya melalui Ci ticorp . Namun bila yang terjadi sebaliknya, makaAni lebih berani menganggarkan se tidaknya Rp 140 , 22 mereka akan merasa terancam dan mung kin pergi daritriliun un tuk pendidikan dan mengupayakan pemotongan sini. Sikap kita sekarang cuma wa i t and see saja, "u tang sehingga cukup dianggarkan Rp 34 triliun saj a . Ani sambungnya panjang .kha w a tir program ekonomi kerakyatan Menkop/PKM w aktu Tanggapan senada juga disampaikan Franky yangi tu tidak berkesinam- bungan, karena yang dicari cuma juga direktur Indofood Sukses Makmur (ISM) . "Sayapopulari tas politik. Kini s e telah dia menjadi menteri orang percaya bahwa program ekonomi kerakyatan i tu in tinya
  • 155. adalah pemberdayaan pengusaha- pengusaha kecil. Nah, bisan nafa s . Kini Kecap Cap Plnng Lombok masih eksistitik tolak pemberdayaan i tu hanya ada dua : pertama, dipasar. Cuma dalam iklan di televisi menjadi persembahanSDM yang menggerakkan bisnis i tu . Kedua, menyangkut Indofood .darahnya a tau aspek permodalan . Dalam hal ini bagai­ Meski mendapat tan tangan dari segala arah, terma­mana perbankan menyalurkan dananya kepada pengusaha suk IMF, Menkop/PKM terus menggerakkan lokomo tifkecil. Ekonomi kerakyatan bisa dilakukan dengan kem i t­ ekonomi kerakya tannya . Dia bahkan melengkapi prasara­raa n . Jadi saya kira tidak akan terjadi pemangkasan bisnis nanya dengan memfasili tasi pembentukan Pos Ekonomipengusaha- pengusaha besar," ka ta Franky berteori saat Rakyat (PER) bekerjasama dengan Departemen Dalamd i temui penulis di Unika Atma Jaya dalam acara Seminar Negeri . PER akan didirikan secara mara ton di 4 . 72 1Kajian Kritis Atas Undang- Undang Larangan Praktik Mono­ Kecamatan di seluruh Indonesia . Tugasnya membantupoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. pengusaha kecil dan koperasi melalui pemanfaa tan jaring­ Franky cuma menyayangkan bila program ekonomi an informasi. PER, ka ta (mantan) Dirjen Bina Pengusahakerakyatan cuma bersifa t charity (sumbangan) . Sebab Kecil- Menengah Cacuk Sudarija n to, merupakan pengem­dengan cara i tu di samping akan menimbulkan ke tergan­ bangan lebih lanjut dari klinik konsul tasi bisnis ( KKB) yangtungan pengusaha kecil dan koperasi kepada pengusaha dulunya dikembangkan Perguruan Tinggi . Organisasi inibesar, program i tu pun akan bersifa t never ending. diarahkan menjadi jaringan informasi modern mulai dariAkiba tnya semua pengusaha tidak bakal ada yang Kecama tan, D a ti II, Propinsi, dan Pusa t. Pemerintah,mampu, karena sifa tnya chari ty. Jadi sama saja dengan menurut Cacuk, hanya membiayai PER tingka t Pusa t,membuang air tawar di laut, air laut i tu tidak akan tawar Propinsi, dan D a ti II. Sedang PER yang di tingka t kecama­jug a . ISM sendiri, menuru t pria berambut panjang i tu, tan merupakan swadaya masyaraka t.sudah melaksanakan program ekonomi kerakyatan dengan Kegiatan PER di tingka t Kecamatan meliputi pelayan­menggandeng pengusaha kecil sebagai m i tra . an informasi, pelayanan usaha, pendidikan, dan pela tihan. Franky ten tu tidak mengada - a d a . ISM dan banyak Minat masyaraka t un tuk mendirikan PER, ka ta Cacuk,perusahaan besar lain membuat program kemi traan cukup tinggi . Sampai bulan Juni 1998 diperkirakan akandengan pengusaha kecil menengah . Ada yang sukses dan ada 1 . 590 PER, sampai Desember akan bertambah 1 . 050kemudian menjadi besar. Ada pula yang gagal a taumalah unit lagi, dan sampai Mare t 2000 akan bertambah seribuakhirnya setelah sekian lama bermi tra dicaplok sang mi tra unit lagi. PER D a ti II akan menjadi pusa t promosi un tukbesarnya . Con toh paling jelas ten tu saja Kecap Cap Piring mengundang inves tor. Sementara PER Propinsi berfungsiLombok. Brand kecap milik pengusaha kecil- menengah, sebagai trading house un tuk perluasan produk- produkyang sudah dikenal masyaraka t ini, telah masuk program unggulan daera h . Terakhir PER tingka t Pusa t melakukankemi traan dengan Indofood . Dalam perjalanan waktu sang advokasi, dan mengembangkan kerjasama dengan badan­mi tra besar terus mengajaknya berekspansi sampai keha- badan internasional yang memiliki komi tmen dalam
  • 156. pengembangan usaha kecil. a tau kelompok ekonomi terte n tu . Seandainya i tu terjadi, Tak berhenti sampai di situ . Dalam rangka member­ artinya bank yang sudah bers ta tus hukum koperasi i tudayakan ekonomi rakyat dan koperasi, Adi maju lagi membiayai a tau memberikan kredit kepada s a tu koperasidengan gagasan mengembalikan Bank Bukopin yang sudah a tau kelompok koperasi terte n tu dalam jumlah besar.berbentuk PT ke bentuk koperasi . Tentu saja tidak semua Maka apa bedanya dengan bank yang memberikan pem­orang s etuju . Bahkan Menperindag/Kabulog Rahardi Rame­ biayaan kepada korporasi/perusahaan? "Lagipula bankIan dibua t berang karenanya . Rahardi merasa dilangkahi, yang melayani pembiayaan seperti i tu juga sudah cukupkarena tidak diikutkan dalam musyawarah mengenai hal banyak, seperti BRI, Bank Perkreditan Rakyat, dan sejum­tersebut. Padahal Yayasan Bulog adalah pemegang saham lah bank swasta yang mempriori taskan pada hal yangmayori tas (33, 77%) Bank Bukopi n. Un tungnya Rahardi sama" tegas Elvyn sungguh- sungguh .tidak lantas mutung . S e telah dijelaskan dia pun nampak­ Terlepas dari pro - kon tra dan segala perdeba tan ya­nya legow o . Apalagi para pemegang saham lain, Gerakan ng terus mengikuti langkah Menko p . Juga terlepas dariKoperasi (32, 69%), Pemerintah RI (20, 6 1 %), dan Asosiasi kecurigaan bahwa Menkop/PKM amat berambisi memilikiPanel Kayu Indonesia/APKINDO ( 1 2,93%) - telah lebih dulu Bank Bukopin un tuk mewujudkan Ekonomi Kerakyatannya,menya takan perse tujuan mereka a tas perubahan s ta tus s etelah gagal mendapa tkan dana kongkrit Rp 10 triliuni tu . dari pemerinta h . Adi sendiri mengang- gap sudah waktu­ Meskipun para pemegang saham se tuju, i tu tidak nya Bank Bukopin kembali ke khi tah, yaitu bank yanglantas berarti semua persoalan bere s . Kecurigaan bahwa spesial membiayai usaha perkoperasia n . "Pengalihan dasarperubahan s ta tus i tu berm o tivasi politik te tap bergulir. hukum i tu un tuk mengembalikan basis usaha Bukopin,Kecurigaan secara terang- terangan dan sembunyi­ yang semula membiayai usaha perkoperasian, lalu ber­sembunyi di tujukan kepada Menkop/PKM, yang dianggap geser menjadi seperti laiknya bank umum, " jelas Menkoparsitek perubahan sekaligus deka t dengan Partai Daulat manta p .Rakyat. Cara pandang seperti i tu dikemukakan an tara lain Senada dengan Menkop, Dirut Bank Bukopin Indraoleh Pengamat Perbankan Elvyn G. Masassya . "Ada 2 hal Kesuma mengatakan m o tivasi awal perubahan s ta tusyang melatarbelakangi perubahan s ta tus tersebut. hukum Bank Bukopin, dari PT menjadi Koperasi, adalahPertama, kepentingan ekonomi ya ng dila tari kepentingan concern pemerintah un tuk ber- pihak kepada pengusahapoli tik. Kedua, kepentingan ekonomi murni, " jelasnya kecil dan koperasi . Di m a ta Indra sampai sekarang tidakkepada penulis waktu i tu yang d a tang menemuinya buat ada Bank yang concern terhadap pengembangan usahamajalah SWA. "Untuk yang pertama, saya pikir Anda tahu kecil dan koperasi . "Kalaupun ada mungkin hanya basa­sendirilah," tambahnya pendek. basi saja " tegasnya . Indra mungkin tidak mengada - a d a . In tinya, ka ta Elvyn, lembaga i tu pada akhirnya ber­ Kesuli tan anggota ARDIN dan koperasi di berbagai daerahtujuan a tau akan diarahkan un tuk membiayai kekuatan memperoleh pinjaman dari BRI sudah sering terdengar.
  • 157. W alaupun menurut a turan tidak diperlukan jaminan un tuk serta para pemegang saham, nampaknya perubahanpinjaman Rp 50 juta ke bawah, orang BRI te tap meminta s ta tus Bank Bukopin menjadi koperasi cuma soal waktu .jaminan. Ini mendorong pemerintah berinisia tif un tuk Apalagi Bank Indonesia (BI) pun sudah se tuju, sepertimembentuk bank yang secara khusus memfokuskan diri diungkap Direktur BI Subarjo Joyosumarto . Meskipundalam usaha kecil dan koperasi . Yang paling cocok, ya demikian realisasinya, ka ta Indra, akan dilakukan s e telahBank Bukopin, karena sejarah awal berdirinya bank ini pun rekapitalisanya sendiri selesai. Selanju tnya bila semuanyaberbadan hukum Koperas i . " urainya menukil sejarah . telah beres, dew an komisaris akan berubah menjadiKeputusan menjadikan Bukopin sebagai bank koperasi, pengurus koperasi . Sementara dew an direksi te tap .ka ta Indra, dilakukan dalam pertemuan menteri-menteri Manajemen operasionalnya nantinya, ka ta Menhutbunbidang ekuin yang dipimpin Ginanjar Kartasasmita . Muslimin Nasution, akan dibantu Rabobank (Belanda) . Perubahan s ta tus i tu, menuru t Indra, tidak ada Bank dari negeri kincir angin ini berpengalaman di seluruhhubungannya dengan program rekapitalisas i . W alaupun dunia sebagai bank koperasi yang khusus mendanai sektorberubah badan hukumnya menjadi Koperasi, Bank Bukopin pertanian, perkebunan dan kehutanan.te tap mengikuti program rekapi talisasi . Baginya rekapi­ Hal lain yang akan iku t memuluskan rencana terse­talisasi merupakan sebuah differe nt s tory : Bank Bukopin but adalah terpilihnya Deswandi Agusman, Dirjen Fasilitasisang a t siap dan yakin bisa mengiku ti program i tu . Artinya, Pembangunan, Pembiayaan, dan Simpan Pinjam Depkop,rekapi talisasi Bank Bukopin sendiri akan berjalan sesuai sebagai Ke tua Pengurus Koperasi Bank Bukopi n . Anggotajadwal. "Perlu dike tahui kebutuhan rekapitalisasi Bank pengurus yang lain: Muhammad Iqbal (Kopindo), SriBukopin berjumlah seki tar Rp 700 miliar. 20 %- nya (seki tar Mulyono Herlambang (Inkoppabri), Noorbasha DjunaidRp 150 miliar) sudah siap disetor APKINDO, sebagai salah (GKBI), Abbas Adhar (Apkindo), unsur koperasi pegawais a tu pemegang saha m . Sisanya yang 80% di tu tup Bulog, dan Nurdin Halid (Inkud) . Nama terakhir inilahpemerintah," ujar Dirut Bank Bukopin i tu tenang . dianggap banyak kalangan akan menjadi b a tu krikil Menurut laporan keuangan Bank Bukopin per 30 Juni nantinya . Sebab meskipun telah divonis bebas, orang1998 to tal aset bank i tu Rp 5,30 triliun, meningka t seki tar te tap menganggapnya terlibat kasus korupsi miliaran1 , 5 triliun dibanding periode sama 1997 yang Rp 3,53 rupiah, Simpanan W ajib Khusus Pe tani (SWKP) . Toh Indratriliun . Laba per 30 Juni 1998 Rp 87, 22 miliar, meningka t tak mau ambil pusing soal ci tra nega tif yang telahdras tis dibanding tahun sebelumnya yang cuma Rp 14, 20 terbentuk ten tang Nurdin Halid . Dia menyerahkan per­miliar. Dana pihak ke tiga yang terkumpul tahun lalu Rp soalan i tu kepada B1.3, 12 triliun ( 1997: Rp 2, 15 triliun) . Sementara kredit yang Selanju tnya Indra sendiri berjanji seandainya masihdisalurkan Rp 3,43 triliun . Padahal tahun 1997 Bank dipercayai sebagai Diru t, maka Ia akan te tap menjalankanBukopin cuma menyalurkan kredit sebesar Rp 2, 25 triliun . visi dan misinya selama ini, yakni mengembangkan usaha Diliha t dari angka di a tas dan dukungan pemerintah kecil dan koperasi, sekaligus juga pribum i . Baginya di
  • 158. segmen i tulah kompetensi Bank Bukopi n. Tidak ada yang tak punya kaki- tangan di daera h . S e telah Gus Ournamanya fee based income . Yang kita inginkan adalah di turunkan, dan Kabine t Go tog royong Mega- Hamzah naikb e tul- b etul membantu mereka ! " tegasnya . "Makanya pentas, Oepkop PKM dibiarkan te tap kerdil dan ekonomidalam operasinya Bank bukopin berkerja-sama dengan kerakyatan boleh dibilang nyaris tak terdengar lagi.lembaga- Iembaga ekonomi mikro, seperti BPR dalam Bahkan Kabine t Indonesia Bers a tu SBY-JK yang waktupenyaluran kredit ke usaha kecil di bawah Rp 50 juta . Oi kampanye menjanjikan perubahan nampaknya lebiha tas i tu ditangani Bank Bukopin langsung . Program i tu senang mengikuti jalur cepat IMF menuju ekonomi libera l .disebut dengan SWA- MITRA, yang hingga kini sudah Pemilihan Budiono, mantan Menkeu zaman M e g a yangmemiliki jaringan 120-an kan tor (BPR) di 2 1 profinsi," sang a t IMF Cen tris menjadi Menko Perekonomian dansambungnya meyakinka n . Program Swamitra ini telah Menteri Keuangan Srimulyani Indra w a ti yang juga bekasmengangka t ci tra Bank Bukopi n. Apalagi s e telah men­ Oirektur Eksekutif IMF, adalah indika tor yang paling nya ta .dapat penghargaan internasional (award) un tuk CreditCommercial Program tahun 1999 dari Asian BankingAward . Oi bidang ini Bank Bukopin berhasil mengalahkan zsaingannya dari 13 negara ( 142 bank) . Oiliha t dari sisi infras truktur nampaknya memangcukup komplit persiapan Adi un tuk mewujudkan ekonomikerakya tannya . Pertanyaannya kemudian: bila pemerin­tahan transisi Habibie ini berganti s e telah pemilu, bagai­mana nasib semua program dan perangka t yang dibentuk­nya? Buat pertanyaan ini Adi punya jawaban optimistik."Sekarang kita hid up dalam era reformasi. Rakyat makinkri tis, dan peka terhadap hak- haknya . Yang kita bangunadalah kesadaran kolektif rakyat. Yang dibang- ki tkanadalah kemartaba tan, dan lembaga kolektif rakyat. Sayayakin pemerintah mendatang tidak akan berani mengusikprogram ini," ujar tokoh LSM i tu meyakinka n . Nampaknya prediksi Adi tak menjadi kenya taa n .S e telah Habibie turun dan Kabine t Pers a tuan Abdurrah­man Wahid- Megawa ti manggung, apa- apa yang telahdibangun Adi dirobohkan, kecuali PNM . Bahkan OepkopPKM dipangkas, sehingga menjadi departemen kerdil yang
  • 159. Pemilihan Umum (Pemilu) yang jujur dan adil Uurdil)memang mahal . Meski demikian, tak ada s a tu punpemerintah Negara, yang mengaku menganut pahamdemokrasi, mau menghapus haja tan massal ini denganalasan biaya . Begitu pula pemerintahan transisi Habibie .Sebelum masa jaba tannya berakhir, ahli pesa w a t i tu takragu mempersembahkan pemilu multi partai ( 1999) .Habibie membuka kran selebar- Iebarnya bagi siapa sajayang merasa punya pengiku t dan mampu menarik massaun tuk mendirikan partai poli tik (parpol) . Presiden Habibieboleh bangga, karena pemilu yang dipersembahkanyakepada republik telah menjadi pemilu paling fair s e telahpemilu 1955 .1. Terjebaknya Kaum Reformis Begitulah tiba- tiba republik gegap- gempita oleh se­buah euforia reformasi. Untuk pertamakalinya, s e telahpuluhan tahun terkekang , orang menemukan kebebasanpoli tik luar bias a . Akiba tnya panggung reformasi lang sung
  • 160. sepl, karena unsur- unsurnya sebagian besar berbalik simbol- simbol kekuasaan. Keadaan seperti ini sebenarnyatunlit. Mereka nlengunlpulkan pengiku t masing- masing harus segera di tangani dengan cara - cara darura t. I tuuntuk mendirikan partai baru a tau pulang kandang mem­ hanya bisa dilakukan oleh kaum reformis, s a tu -sa tunyabesarkan partai lama . Parlemen jalanan, pendudukan gerakan yang memiliki a l terna tif masa depan dan cukupgedung DPR/MPR dan cara- cara menekan lainnya, pelan berwibawa di masyaraka t. Terjebaknya kaum reformis ketapi pasti terdorong ke sudut merah dan menjadi semakin dalam arus pemikiran demokrasi kepartaian seakantidak populer. Cara- cara menekan seperti i tu bahkan mengisyara tkan bahwa negara sudah kembali normal . Olehdinilai sebagai pemaksaan kehendak dan s e tengah biadab . karena i tu refomasi sudah boleh menyiapkan lahanDemokrasi, dengan partai sebagai unsur dominan, kuburan.menggantikan posisinya sebagai s a tu- sa tunya jalan yang Amien sebagai pemimpin kaum reformis sebenarnyatersedia untuk memperbaiki keadaan . Cara- cara di luar i tu tahu betapa berbahayanya menyerahkan masa depanadalah inkonsti tusional alias bar- bar. Kaum reformis, bangsa kepada demokrasi kepartaian pada saat sepertie n tah kenapa, iku t hanyu t dalam arus pemikiran ini . Orang i tu . Sebab kekuatan- keku a tan lama, yang masih memilikiseperti lupa bahwa kalau mengiku ti jalan-jalan yang segala fasilitas, akan lebih mampu bermain dan meme­disediakan kons titusi, maka reformasi tak bisa ber­ nangkan hati rakya t yang telanjur jatuh miski n . "Merekalangsung . Gerakan reformasi berhasil memaksa Soeharto belum lagi knock out. Keku a tan- keku a tan lama i tu barulengser ke prabon dan mengeluarkan unsur- unsur nepo­ terpukul jatuh, knock down," ka ta Amien seperti meng­tisme dari gedung wakil rakya t, jus tru karena dia berada inga tkan semua orang . Namun kesadaran Amien belumdi luar jalur kons ti tusi . menjadi milik bersama kaum reformis . Akiba tnya sudah Be tapa tidak! Gerakan reformasi, a tas nama rakya t dapat di tebak. Reformasi berjalan pelan ke liang laha tdan mereka yang tak pernah didengar suaranya - telah yang digalinya sendiri . Reformasi Indonesia mengambilmencabut mandat kepada DPR/MPR hasil pemilu 1997. jalan berpu tar, tak jadi menyusuri jalan-jalan yang telahMereka langsung memakzulkan Soeharto lewa t jalur lain dibuat oleh rekan- rekannya di Polandia, Filipina, Afrikayang 100% inkonsti tusional pada 2 1 Mei 1998 . Namun Selatan dan Ira n . Pendahulu Amien di Polandia Lechtahun 1999, hanya s e tahun s e telah keberhasilan i tu, Walesa, Corry Aquino di Filipina, Nelson Mandela di Afrikakaum reformis terjebak dalam arus pemikiran demokrasi Selatan dan Imam Khomeini di Iran telah menempuh jalankepartaian. Padahal mereka belum lagi memegang kendal i . lain yang lebih tegas . S e telah berhasil menumbangkanArtinya tanpa disadari kaum reformis telah melikuidasi rezim dikta tor yang berkuasa, para pendahulu Amien i tudirinya sendiri sebagai agen perubahan. Padahal badai langsung memimpin negaranya dan melakukan perubahankrisis ekonomi berkepanjangan telah melumpuhkan sendi­ dimana- mana . Sebaliknya Amien di Indonesia terjebaksendi kekuasaan politik pemerintah sampai ke pelosok­ dalam putaran kons titusi, sehingga cuma menjadi pemim­pelosok. Rakya t tak horm a t lagi pada apara t negara dan pin partai yang kekuatannya bisa diukur. Majelis Amanat
  • 161. Rakya t (MARA) , yang didirikannya bersama tokoh- tokoh belum lagi selesai. Kaum reformis dan intelektual kampusreformasi seperti Arbi Sanit, Faisal H Basri, Muchtar yang ken tal nilai- nilai Islam, misalnya, tak bersedia ber­Pabottinggi dan lain- lain, berm e tamorfose menjadi Partai gabung di PAN . Sebab partai baru ini dianggap ne tral .Amanat Nasional (PAN ) . Meski didominasi kaum reformis, PAN dianggap sama saja I tu ten tu bukan perubahan biasa, seperti berubah­ dengan partai nasionalis lain yang sudah lama eksis sema­nya Golkar menjadi Partai Golkar a tau penambahan ka ta cam Golkar dan POIP. Begitulah dengan PAN- nya AmienPerjuangan pada POI pimpinan Megaw a ti Soekarnopu tri . kehilangan pendukungnya yang paling potensia l . KalanganPerubahan Majelis Amanat Rakya t menjadi Partai Amanat muda muslim dan intelektual kampus, yang s e tahunNasional adalah perubahan paradigma a tau perubahan sebelumnya berada di barisan Amin menduduki gedungcara pandang kaum reformis terhadap keadaan negara . DPR/MPR, membentuk parpol sendiri Partai Keadilan (PK) .Mereka yang percaya pada teori konspirasi menilai peru­ Lalu, masih di barisan kaum reformis, mereka yang merasabahan ini sebagai keberhasilan Amerika dan CIA- nya membawa aspirasi a tau penerus Masyumi (Majelis Syuromengandangkan kaum reformis ke dalam wadah partai, Muslimin Indonesia), partai Islam terbesar s e telah kemer­sehingga kekuatannya tak lagi tanpa ba ta s . dekaan, lebih suka mengibarkan bendera bulan bintang . Sebelum menjadi partai politik (parpol), meski tak Mereka ini mendirikan Partai Bulan Bintang (PBB), Partaisolid, Keku atan kaum reformis tak terukur. Mereka ada Masyumi dan Partai Masyumi Baru dengan lambang yangdimana- mana dan menjadi m otor perubahan. Namun mirip s atu sama lain. Kaum reformis yang berada di PPPketika dia menjadi parpol, kekua tannya jus tru bisa diukur juga enggan bergabung di PAN . Mereka tak bersediadan gampang mengecil a tau dikerdilka n . Sebab dengan untuk memulai karir politik dari bawah lagi. Karena i tusekali pandang saja orang bisa tahu bahwa ideologi mereka te tap di PPP . Sementara Abdul Kadir Zaelani, s a tupendukungnya sang a t beragam . Pereka t mereka cuma di an tara segelintir perintis reformasi yang berkali- kalireformasi yang secara harfiah berarti pembangunan a tau masuk penjara karena menentang Soeharto, memilihpembentukan kembali negara a tau lembaga yang ideal. bergabung ke PBB.Partai dan kepartaian yang syara t dengan tujuan- tujuan Kedua partai berlabel Islam PBB dan PPP bukan tidakjangka pendek bukanlah bahan pereka t, tapi pere tak tahu potensi Amien untuk memenangkan pemilu. Sebabidealism e . Begitu menjadi parpol, kekua tan kaum reformis semua jajak pendapat dan poling di media massa saat i tu,langsung menyusut 141 kali . Sebab s e tiap pecahannya termasuk Kompas, menempa tkan Amien pada posisi per­harus bersaing dengan 140 parpol lain yang mendaftar tam a . Amien bahkan mengungguli presiden berkuasa BJuntuk iku t berlaga pada pemilu 1999 . Amien dkk dengan Habibie dan Megaw a ti Soekarnopu tri . Tak heran bila PBBPAN- nya harus menghadapi kenya taan pahit ini. dan PPP berebut menarik Amien untuk didudukkan di posisi Untuk i tu mereka tak perlu menanti lam a . Pagar­ nom or 1 parta i . Namun sang reformis menolak denganpagar pemisah langsung dibuat di tengah reformasi yang alasan diplom a ti s : baju partai Islam baginya terlalu
  • 162. sempit. PBB yang kecewa akhirnya memilih Yusril Ihza mereka di Indonesia . Pada saat sama paman Sam mem­Mahendra sebagai Ke tua Umum . Sedang PPP te tap dipe­ biarkan semua kekuatan yang memusuhi reformasi te tapgang orang lam a . Alasan penolakan Amien kemudian hidup dan berkembang . Kaum reformis sendiri terlalu naifdimainkan orang- orang yang tidak menyukainya untuk untuk mengerti agenda- agenda orang lain, sehinggamenggembosi kekuatan pemimpin reformasi i tu . Ini menim­ tanpa sadar telah membiarkan Amien digembosi di depanbulkan kerugian di kedua pihak sampai sekarang . Sebab m a ta baik oleh pendukung s ta tus quo, Islam tradisonalis,baik kaum nasionalis, Islam tradisional, maupun Islam maupun oleh kalangan Islam modernis yang seharusnyamodern tidak memiliki tokoh dengan track record segemi­ mendukung . Meski tanpa komando, mereka seperti seiyalang Amien. membangun ci tra bahwa Amien adalah agen negara super Se tidaknya ada lima keistimewaan Amien yang tak power i tu . Ci tra yang terbangun inilah yang mereduksidimiliki oleh pesaingnya dari partai manapun saat i tu . Per­ kekuatan Amien dan PAN .tama, Amien telah melengserkan Soeharto . Kedua, dia tak Di sisi lain menolak Amien, memang membuat partai­pernah terlibat dalam orb a . Ketiga, dia bebas korupsi. partai dan tokoh- tokoh Islam semakin islamis dalamKeempat, dia dikenal jujur baik oleh mereka yang menyu­ ceramah dan kampanye politik. Cuma dalam ta taran politikkainya maupun oleh yang membencinya . Kelima, dia tak praktis yang terjadi lain lagi. Mereka jus tru lebih prag­pernah main perempuan. Bahkan ahli sosiologi yang s atu m a ti s . Liha t saja partai- partai Isla m . Bahkan PK yangInl berani melawan AS dan IMF untuk kepentingan kemudian berubah menjadi Partai Keadilan Sejahterabangsa . Buktinya tak sulit dicari . Dia, sekadar menyebu t (PKS) pada pemilu 2004, bisa mencalonkan siapa sajasebagian saja, sudah mempersoalkan konsesi perusahaan sebagai pemimpin negara tanpa persyara tan ng jelimet.tambang emas AS Freeport sebelum Soeharto jatuh. Mereka cuma memasang persyara tan ke ta t untuk AmienP a m a n Sam jelas menilai Amien sebagai orang yang bisa dan orang- orang yang sebe tulnya lebih deka t secaramerugikan kepentingan mereka di Indonesia . Toh mereka ideolog i . Persyara tan i tu dilupakan ketika dijadikan ken­tak mau terang- terangan menunjukkan ke tidak­ daraan oleh kalangan lain tanpa alasan yang jela s . InisUkaannya . Negara adikuasa i tu mengambil jalan berputar. terlihat ketika PKS tak mampu mengambil suara bulat saatMereka memilih untuk mendeka ti Amien daripada memu­ mau mencalonkan Amien sebagai RI- l pada pemilihansuhi pemimpin kaum reformis i tu . Berkali- kali Amien senga­ presiden tahun 2004. Tamsil Linrung yang lonc a t darija diundang kongres AS untuk menjela skan agenda refor­ PAN, Annis M a ta, Adhyaksa Dault (mantan Ke tua KNPI)maslnya . dan orang- orang semacam i tu, yang bergabung bela­ Hal i tu ten tu saja membuat Amien dan kaum reformis kangan, terbukti mampu memberi warna lain kepada PKS .bangga seperti mendapat dukungan . Namun lewat jalan Partai, yang awalnya memposisikan diri sebagaidiplomasi tingka t tinggi i tu pula AS sebenarnya sedang penegak nilai- nilai Islam ini, pada saat yang palingmengukur seberapa berbahaya Amien bagi kepentingan dibutuhkan, tiba- tiba ragu untuk menentukan Amien
  • 163. sebagai calon presiden dari PKS . Nama Wira nto dan SBY Sekre ta tis Negara (Mensesneg) dan MS Kaban, mantanmuncul sebagai saingan Amien di dalam partai ini. Para sekjen PBB yang kemudian menjadi ke tua umum partai,pendukung kandidat i tu masing- masing ngotot untuk diangka t sebagai Menteri Kehutanan (Menhut) .memajukan jagonya sebagai capres dari PKS . Akiba tnya Di sisi lain gembosnya populari tas Amien di kalanganpenentuan calon i tu berlaru t- Iaru t, sehingga berubah partai Islam tak lantas membuat nama Amien menjadimenjadi kampanye nega tif yang merugikan Amien. semakin populer di kalangan aktivis politik yang radaPerkembangan i tu ten tu menarik, bila tak bisa disebu t ne tral . Sebaliknya mereka malah sudah lebih dulu menu­aneh . Semua kalangan pasti bisa menerima bila orang­ tup pintu bua t Amien. Mereka sudah memiliki pla tformorang PKS yang islamis i tu tak dapat menentukan pilihan sendiri yang juga tak bisa d i tembu s . Oposan pemberanian tara Wiran to dan SBY, sebab keduanya sama- sama semacam Sri Bintang Pamungkas, misalnya, lebih senangten tara, sama- sama purnawirawan jendral, sama- sama te tap di Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) yangmantan orang deka t Soeharto dan sama- sama terlihat didirikannya . Demikian juga Muchtar Pakpahan. Aktivismampu beradaptasi di era reformasi . Namun ketika mereka buruh, yang dibebaskan dari tahanan karena tun tu tankesulitan memilih an tara Amien, Wira nto dan SBY, orang kaum reformis, ini lebih senang menjadi raja kecil di Partaimenganggap PKS telah kehilangan khi ttoh . Mesin politik Buruhnya . Adi Sasono, tokoh LSM yang sebenarnyaPKS tak bisa bekerja bua t Amien pada putaran pertama sang a t reformis, tak bersedia pula berada di bawahpilpres, tapi bergerak efektif pada putaran kedua untuk Amien. Dia mendirikan Partai Daulat Rakya t (PDR) . Abdur­kemenangan SBY . rahman Wahid sami mawon. Dia bikin Partai Kebangki tan Sedang PBB, yang sejak jauh sebelum pilpres sudah Bangs a . Megaw a ti te tap di PDIP. Tokoh Islam yang jugamenunjukkan ke tidaksukaannya pada Amien, langsung sang a t reformis prof. Dr. Deliarnur mendirikan Partaimerapat ke SBY . Akiba tnya partai, yang saat i tu dipimpin Ummat Islam (PUI) . Dr. Syahrir dari FEUI yang cukupYusril ini, mendapa t hukuman langsung dari pendukung kri tis, bikin pula Partai Indonesia Baru . Daftar ini bisafana tiknya, sehingga menjadi partai gurem yang tak men­ diperpanjang misalnya dengan tokoh muda radikal kiricapai elec toral threshold pada pemilu 2004. Padahal pada Budiman Suja tmiko, dan lain- lain yang juga ogah ber­pemilu 1999, ketika masih direcoki oleh rivalnya dari kumpul dalam s atu partai dengan kaum reformis . Namunkalangan sendiri Partai Masyumi dan Masyumi Baru, PBB sebagai bahan renungan b e tapa heba tnya demokrasiberada di uru tan keenam dalam pengumpulan suara . Dia kepartaian ini memecah- belah kaum reformis cukuplah.berada s atu tigka t di a tas PK yang berada di posisi 7 dan Budiman, sebagaimana dike tahui, berjibaku merebut h a titidak masuk elec toral threshol d . Namun pe tualangan rakya t pada pemilu 1999 lewat Partai Rakya t Demokra tikpolitik Yusril, meski membuat perolehan suara PBB jeblok, (PRD ) . Namun jajanannya tak laku, sehingga PRD hanyaberhasil mengorbi tkan dua tokoh u tama partai di Kabine t menambah panjang daftar partai gurem yang tak meme­Indonesia Bersatu SBY- JK. Yusril diangka t menjadi Menteri nuhi elec toral threshold untuk bisa berlaga lagi di pemilu
  • 164. 2004. Budiman dan Bitor (PRO) yang bergabung ke PDIP s e telah Serpihan- serpihan inilah yang kemudian harus berha­ pemilu 1999 . Nuku Sulaiman (almarhum ) dari PRO­dapan dengan keku a tan lama, pendukung s ta tus quo, Oemokrasi yang mulanya tak suka berpartai, iku t pulapara pemilik modal yang tidak ingin perubahan, kekuatan bergabung ke PDIP. Lalu Nurcholis (almarhum ) sempa tinternasional yang lebih senang melihat Indonesia sebagai terjebak iku t konvensi Golkar dan akhirnya terdepakpasar daripada negara berdaulat, dan lain- lain. Memang keluar, karena urusan gizi : Reformis lain prof. Ryaastidak semua orang reformis tersedot ke dalam pusaran Rasyid, yang sudah mengukir namanya beberapa waktu didemokrasi kepartaian. Sebagian masih bisa menjaga jarak kabinet Gus Our sebagai Menteri O tonomi Oaerah, iku ta tau te tap memelihara independensinya . Mereka tak l atah bikin parpol menjelang pemilu 2004, bergandenganmelebur diri dalam partai mana pun. Pengacara kondang tangan dengan Andi Malarangeng .Adnan Buyung Nasu tion, sekadar menyebu t sebagian Bersama Andi, Ryaas mendirikan Partai Oemokrasisaja, dan tokoh legendaris gerakan lima belas januari Kebangsaan (POKB) . Partai ini iku t berlaga di pemilu 2004(Malari ) Harriman Siregar termasuk dalam golongan ini. dan menambah panjang daftar partai gure m . S e telahHarriman te tap di Indonesia Oemokrasi Monitor (Indemo), pemilu legisla tif Andi berselisih paham dengan Ryaas soalorganisasi kemasyaraka tan (ormas) yang didirikannya . calon presiden (capres ) . Ryaas, yang mengusung namaTokoh reformasi lain yang juga tak la tah masuk parpol Amien di s etiap diskusi dan seminar sebagai capres palingadalah Nurcholis Majid, Andi Malarangeng dan Mulyana W credible, menjelang pemilihan malah mengunggulkanKusumah . Namun pemilu pertama di alam reformasi i tu pasangan Wiranto dengan alasan lebih punya kans untukmemang terlalu menarik untuk dibiarkan berlalu begitu menang . Rasa horm a t orang, teru tama intelektual kam­saj a . Oengan keinginan untuk membuat pemilu yang pus, kepada Ryaas langsung anjlok s e telah i tu . Meskibagus dan fair Nurcholis, Adnan Buyung Nasu tion, Andi demikian rasionalisasi Ryaas dalam menja tuhkan pilihan,Malarangeng dan Mulyana W Kusumah kemudian berga­ kemudian diadopsi oleh tokoh- tokoh parpol untuk mendu­bung dalam tim 11 kom i te pemilihan umum (KPU ), mew akili kung siapa saja yang disukai . Ini sekaligus menandaikaum reformis . m a tinya ideologi di dunia politik Indonesia, menyusul Oalam perjalanan waktu sebagian besar kaum refor­ kem a tian serupa di dunia ekonomi yang sejak awal bolehmis, baik yang berada di parpol maupun tidak, akhirnya dibilang tertutup bua t mazhab ekonomi non kapi talis .kelelahan sendiri . Mereka ini sebagian langsung m utung Oalam perjalanan waktu partai- partai nampaknyadan kembali ke habita tnya di kampus seperti Arbi Sanit semakin ne tral dan sang a t berorientasi pada kepentigandan Faisal H. Basri, mantan Sekjen PAN . Sebagian lagi sendiri, kecuali pada saat kampanye . Para ekseku tifbergabung ke partai lama yang lebih menjanjika n . Oi parpol lebih suka menyediakan partainya sebagai ken­deretan ini bertengger nama- nama semacam pius Lustri­ daraan bagi siapa saja yang ingin naik ke panggunglanang yang tak betah di PAN hengkang ke PDIP. Juga kekuasaan dengan imbalan terte n tu . Ini terjadi tidak
  • 165. hanya di tingka t nasional, tapi sampai ke daerah- daerah . menempa tkan Samudra Sukardi di posisi puncak Garuda,Bahkan partai pemenang pemilu legisla tive 1999 PDIP tak persis seperti laiknya kampanye untuk mengangka t kader­lupu t dari kehinaan i tu . Berkali- kali partai berlambang nya sendiri . Bila partai- partai besar bisa bersikap sepertibanteng gemuk i tu melecehkan kadernya sendiri dengan i tu, partai kecil ten tu lebih bisa lagi. Bahkan mungkin lebihmencalonkan kader Golkar a tau TNI sebagai kepala para h . Partai- partai gurem seperti dengan sengajadaerah . Con toh yang paling kas a t m a ta ten tu saja saat menampilkan diri sebagai anggota tim sukses siapa sajapemilihan Gubernur OKI Jaya . PDIP di bawah Megawati untuk duduk di kursi eksekutif. Oalam hal yang s a tu iniSoekarnopu tri mengajukan kembali S utiyoso, orang yang PKS, yang dianggap sebagai partai yang paling punyadianggap berbau orba dan disinyalir terlibat dalam prinsip, pun iku t bermain. Con toh yang paling bagus ten tupenye - rangan kan tor PDIP pada 26 Juli 1996. Con toh lain saja pemilihan kepala daerah (Pilkada) OKI Jaya yangyang tak kalah menyaki tkan kader PDIP a dalah pada akan berlangsung Agustus 2007. PKS tidak berada dipemilihan Gubernur Lampung . Megawati lebih senang belakang Faisal H Basri, ekonom kritis yang rel a tif bersihmemajukan kader Golkar daripada kader PDIP. Anehnya dan bebas orb a . Partai ini jus tru mengusung Adangsaat sang kader maju juga dengan kekua tannya sendiri Oarajatun, mantan Wakapolri yang punya duit banyak.dan memenangkan pemilihan, PDIP membiarkan kadernya Ke tua Umum PKS Tifa tul Sembiring tak malu- maludimakzulkan dan bahkan d i tangkap dengan menggunakan berbicara soal imbalan, ketika d i tanya wartawan . "Oranghelikop ter seperti terori s . Oaftar ini bisa diperpanjang, dia yang mau nikah, masa enggak bayar mahar, " ka tanyamisalnya dengan kasus pemilihan gubernur Bali dan lain­ s etengah becanda . Nama Faisal H Basri akhirnya lenyaplain, tapi sebagai contoh i tu saja cukuplah. dari bursa calon, karena minusnya pendukung . Oia sempa t PPP menambah kerunyaman ini mendatangi PDIP, tapi tak mendapat sambutan berarti . ke tika menyediakan dirinya sebagai kendaraan bua t Samudra Sukardi, 2. Peserta dan Para Penyelenggara Pemilu kakak kandung orang penting PDIP Pemilu 1999 akhirnya diiku ti 48 parpol, termasuk 3 waktu i tu Laksamana Sukardi . partai besar dari zaman orba (pPP, Golkar yang mendapat Laks, begitu mentan Presdir Lippo­ embel- embel partai, dan POI yang dalam perjalanan waktu Bank i tu kerap disapa, saat i tu mendapat tambahan P). Artinya dalam seleksi awal menduduki posisi s tra tegis Menneg sebelum pesta demokrasi i tu dilaksanakan telah gugur 93 BUM N . Sedang Samudera sedang parpol dari 141 yang terdaftar. Yang gugur ini memang berupaya keras untuk menduduki kebanyakan parpol baru, baik yang berasal dari kalangan kursi nom or s a tu di maskapai pe­ reformis, partai baru pendukung s ta tus quo, maupun yang nerbangan Garuda Indonesia berasal dari sempalan partai lam a . Mereka tak lulus seleksiAirways . Orang- orango.i�s t:li dewan berupaya keras tim 1 1, alias tak memenuhi syara t a dminis tra tif minimal
  • 166. untuk iku t berlaga sebagai peserta pemilu. Meski sang a t yaannya menyeleksi s etiap calon. Ini berlaku tidak saJamenyedihkan bagi orang- orang parpol tersebut, bagi bagi mereka yang mewakili partai penguasa Golkar,rakya t secara umum i tu menjadi blessing in disguiss e . u tusan daerah dan u tusan golongan, serta ten tara, tapiSoalnya bila semua lolos, d a p a t dibayangkan betapa juga bagi mereka yang mewakili partai oposisi PPP dansulitnya bagi pemilih saat pencoblosan. Sebab sura t PDI. Tak heran bila rakya t di kota dan di daerah lebihsuaranya akan menjadi lebih tebal daripada majalah banyak diwakili oleh orang- orang yang tak mereka kenaI.Temp o . Kadang sang wakil pun bukan orang daerah i tu, bahkan Pemilu pertama di era reformasi i ni menelan biaya Rp tidak tinggal di situ . Partai- partai yang telah dikebiri i tu1 , 3 triliun. I tu berarti ada peningka tan hampir 5 kali lipat menentukan siapa yang mesti mewakili rakya t s e telahdibanding pemilu terakhir zaman orde baru ( Rp 233 miliar) diseleksi oleh tim pemerinta h . Kalau pemerintah sudah aceyang cuma diiku ti 3 partai klasik (POI, Golkar dan PPP) . terhadap nama- nama yang disodorkan pengurus partai,Artinya peningka tan biaya ini jauh lebih kecil dibanding maka jadilah dia calon wakil rakya t. Bila suara yangpeningka tan jumlah parpol peserta pemilu yang meningka t dikumpulkan cukup, maka jadilah dia anggota DPR/MPR1 6 kali . Kedua pemilu i tu, meski waktunya masih berde­ a tau DPRD I dan II. Bila Soeharto a tau kadang diwakilika tan, tak bisa dibandingkan dari sisi manapun. Pemilu di Menteri Dalam Negeri tak berkenan, partai akan meng­zaman orba, termasuk pemilu terakhir di tahun 1997, gantinya dengan orang lain. S e telah menjadi anggotapukul ra ta sang a t tertu tup . Penyelenggaraannya 100% DPR/MPR pun posisi mereka belum aman . Sebab s e tiapberada di tangan pemerintah, dalam hal ini Departemen w aktu bisa di- recall bila Soeharto menganggapnyaDalam Negeri . Ke tua Pelaksananya adalah Menteri Dalam mbeling . Soeharto memang begitu berkuasa selama 32Negeri yang pada 1997 dijaba t Rudini . Lembaga Pengawas tahun. Dia bahkan bisa menentukan siapa yang mestiboleh dibilang nol. Pada pemilu terakhir memang peng­ menjadi temannya dan siapa yang boleh duduk di kursiawas swasta mulai iku t meramaikan dengan mendirikan oposis i . Dicore tnya nama- nama calon legisla tif mantanKomi te Independen Pengawas Pemilu (KIPP), tapi mereka Masyumi a tau penandatangan P e tisi 50 selama masa orbaini mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan oleh adalah bukti yang tak terbanta h .rezim orb a . Bahkan Teater Terbuka Taman Ismail Marzuki, Golkar sendiri, meski selalu keluar sebagai partaitempat mereka bersarang, dihancurkan apara t dengan pemenang pemilu, tak punya kekuasaan apa- apa . Partaialasan mau dipugar. Pemilu terakhir di zaman orba, yang ini juga tak lepas dari seleksi tim khusus yang dise tirsamasekali menolak partisipasi pihak manapun i tu, seperti Soeharto . Tokoh- tokoh masyaraka t semacam Jimly Assid­dike tahui cuma menghasilkan akrobat politik. diqi, Adi Sasosono, Prof. Muladi, Sa trio Budiharjo Yudono Pesta demokrasi 1997, di tengah pro tes dan keru­ (Billy Yudono), dan lain- lain telah dicore t dari daftar colonsuhan, tanpa malu- malu menghasilkan wakil rakya t kelas anggota legisla tif dari golkar dalam Pemilu terakhir orbaarisan kampung . Soeharto bersama orang- orang keperca- ( 1997) juga karena Soeharto tak berkenan. Di sisi lain
  • 167. orang- orang yang disukai sang pa tron, termasuk pejaba t di tenderka n . UNDP, yang punya duit gratisan Rp 8 70 miliartinggi negara dan keluarga Cendana, tidak saja boleh (dengan kurs Rp 8700/US$), kebanjiran proposal darimenjadi calon anggota legisla tif, tapi juga boleh mem­ seki tar 40 Lembaga Swadaya Masyaraka t (LSM ) . Tidakboyong keluarganya ke gedung wakil rakya t. Menpangab semuanya s tok lama memang, bahkan LSM dadakanJendral Wiranto termasuk dalam deretan orang- orang nampaknya lebih banyak. Simak saja nama- nama ini . KIPPyang diperkenankan i tu . Dia bersama anak dan is trinya (Kom i te Independen Pemantau Pemilu), yang ini memangmenjadi wakil rakya t dari Gokar pada pemilu 1997. sudah dikena l . Lalu ada Unfrel (University Ne twork forDPR/MPR arisan i tu kemudian mengukuhkan kembali Free and Fair Elle c tion) . Persa tuan Wartawan ReformasiSoeharto menjadi Presiden RI untuk ketujuh kalinya . juga bikin tim pemantau pemilu . Himpunan MahasiswaPadahal seluruh tanah air bergolak dan mengharapkan Islam (HMI) bikin tim serup a . Kemudian masih ada Visiperubahan radikal, teru tama dalam s truktur pemerintahan. Anak Bangsa yang bikin iklan bagus- bagus ten tang pemiluInilah yang akhirnya memicu lahirnya gerakan reformasi di televisi.yang bergerak bersama badai krisis tahun 1998 . Lembaga- Iembaga semacam ini tidak saja meramai­ Pemerintahan transisi Habibie, harus diakui telah kan ibuko ta negara, tapi juga merambah ke ko ta- kotaberupaya keras mempersiapkan segala sesuatunya, se­ lain. Sekadar menyebu t sebagian saj a . Di Bandung adahingga bisa mempersembahkan pemilu berkualitas pada Komi te Nasional Pemantau Pemilu (KNPP) yang konon1999 . Dia tak segan membuka pintu bagi lembaga­ didirikan oleh 10 LSM . Biar agak keren ada pula yanglembaga independent dari dalam dan luar negeri untuk menghubungkan pemilu dengan ekonomi, Komi teiku t menyaksikan dan mengawasi jalannya pemiliha n . Tak Pemantau Pemilu dan Pengembangan Ekonomi (KPPPE) . Diheran bila lembaga- Iembaga internasional pun berda­ Medan ada Lembaga Pemantau Pemilu Independen (LPPI),tangan, termasuk dana ten tunya . Begitulah di samping dan masih banyak lagi . Bahkan Wahana Lingkungan Hidupmenyediakan anggaran Rp 1 , 3 triliun bua t haj a tan besar (Walhi), yang biasanya mengurusi lingkungan, bikin Civici tu, dana dari luar pun iku t membanjiri republik. United Education (CE) untuk mendidik pemilih. Bagi UNDP iniN a tion for Development Program (UNDP ), misalnya, meng­ ten tu menggembirakan, karena se tidaknya penyumbanggelontorkan USS 100 juta . Konon kemudian dana i tu dana dari 16 negara bisa tahu duit mereka terpaka i .dikurangi menjadi USS 80 juta, tapi kepastian ten tang ini Dana dari luar tersebut jelas bukan s a tu -sa tunya la­masih simpang siur. dang bisnis . Yang dari dalam negeri pun lumayan basa h . Masuknya dana dari luar bukannya tak membawa Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi pimpinan mantandampak di dalam negeri . Malah sebaliknya . Pesta demo­ Mendagri Rudini, yang pegang duit Rp 1, 3 triliun, jugakrasi menjadi sesuatu yang tak lagi menaku tkan, tapi kebanjiran peminat. Apalagi proyeknya juga segudang .malah menyenangka n . Pemilu di akhir abad 20 i tu seperti Ada pence takan formulir pendaftaran dan pemanggilan .berubah menjadi proyek besar yang s e tiap bagiannya bisa Yang ini dibagi kepada beberapa perusahaan perc e taka n :
  • 168. PT Marannu Anggareja , PT Me tropos, CV Indonesia Janngan dan sistem penghitungan suara secara on linePrinter, PT Pentas Cakra Bakti, PT Golden Web, dan real tim e .CV. Yudhistira, dan PT Paser Media Indonesia . Yang menjadi pertanyaan bagaimana mereka yang Kemudian untuk memantau pengumpulan suara di terlibat dalam proyek besar pemilu memperoleh orderdaerah- daerah KPU butuh lS0 perangka t radio SBB bisnis? "KPU cuma membuat rancangan . Kalau soalseharga Rp 20 jutajunit d i tambah sejumlah i tu untuk pengadaan, i tu soal pemerintah," jawab Ke tua KPU Rudinisarana pendukungnya . Panitia daerah kecipratan bikin 270 tegas. "Cara pelelangannya kan macam- macam . Kebe­ribu set ko tak suara . Konon harga termurah per set Rp 80 tulan yang dipilih cara penunjukan langsung, karenarib u . Jadi total dibu tuhkan dana 2 1, 6 miliar. Masih bua t ke terbatasan w aktu . Tapi semua dilakukan secara fair.mereka yang di daerah adalah pembuatan tempat pemu­ Bila tidak memenuhi syara t, ya dicore t, " tambah wakilngutan suara (TPS ) sebanyak 270 ribu jug a . Bila s atu TPS Partai Keadilan dan Pembangunan (PKP) i tu meyakinka n .komplit berharga Rp 2S ribu saja, maka dana yang mesti Meskipun sudah cukup fair menuru t versi Rudini, da­dikeluarkan adalah Rp 6, 7S miliar. Biaya keamanan pemilu lam praktiknya sistem penunjukan langsung i tu menim­belum lagi dihitung, tapi jangan kha w a tir preman tidak bulkan konflik kepentingan banyak pihak. Yang paling jelasbakal dapat proyek ini. I tu lahan apara t negara yang adalah saat mau mencetak sura t suara . Berbagai kepen­paling tahu soal keamanan. tingan iku t bermain di sana, termasuk oknum anggota Lahan bisnis lain yang tersedia adalah pengumpulan KPU . Hal i tu diakui Adnan Buyung Nasution, pengacaradan dis tribusi d a ta . Yang s a tu ini jelas butuh teknologi kondang yang jadi wakil pemerintah di KPU . "Kepu tusancanggi h . Proyeknya cuma bagi mereka yang bergerak untuk mencetak kertas suara, misalnya berapa banyakdalam bidang i tu . Telkom berada di uru tan pertama . BUMN yang mesti dicetak, dan berapa perc e takan mesti dilib a t­ini diminta menyedia- kan sarana saluran komunikasi d a ta . kan, memang berubah- uba h . I tu bikin bingung perusahaanSebagai penyedia prasarana dan jasa dis tribusi informasi perc e takan," tu tur Buyung terus terang . "Ada perusahaandi tunjuk PT Asiate l . Perusahaan telekomunikasi yang perc e takan yang order ce taknya diubah- ubah karena adaberpusa t di Hongkong ini mengoperasikan dua jaringan ti tipan dari sejumlah anggota KPU . Mereka diduga jadiindependen : jasa faksimili, dan voice service ne twork. beking beberapa perce taka n . Ini yang bikin bingung,"Lalu PT Mi tra In tegrasi Informa tika menyediakan program sambung pengacara senior i tu cepat.pengolahan d a ta in ternal KPU bua t keperluan analisis dan Soal order c e tak- mencetak sura t suara ini memangadminis trasi pemilu. Konsorsium perbankan kebagian proyek besar. Be tapa tidak! Barang yang mau dicetak i tumenyediakan perangka t dan jaringan di s e tiap kabupa te n . 4 13 j u ta lembar kartu suara . Mulanya akan dicetak diMasih dalam soal teknologi informasi pemilu, PT . Praweda a tas kertas securi ty printing, sehingga tidak mudahCip takarsa Inform a tika, jagoan teknologi informasi di dipalsukan seperti laiknya buku cek, sura t saham, uang,Indonesia, di tunjuk sebagai konsul tan pengintegrasian dan sebagainya . "Dengan teknik terte n tu s e tiap upaya
  • 169. menggandakannya akan mudah terlihat, karena di Grafika Indonesia (PPGI) Jimmy Juneanto meragukanlembaran ganda i tu akan tertulis copy a tau ganda kemampuan produksi para pemegang lisensi securitymisalnya," ka ta Direktur PT . Karsa Wira U tama (KWU) printing tersebut. Menuru tnya seluruh perusahaan terse­Zainal Asikin . but cuma mampu mencetak 72 juta lembar dalam 20 hari . Menuru t Zainal di Indonesia c um a 14 perc e takan Padahal yang mau dicetak 400 juta lembar lebih. Diyang mempunyai izin dari BAKIN mencetak securi ty prin­ samping i tu semua biayanya di- mark up, sehinggating : PT Balai Pustaka, PT Grafisindo Mega U tama, PT pemerintah akan dirugikan Rp 100 miliar lebih.Kara tama (anak perusahaan Peruri), PT Wahyu Abadi, PT Mendapat serangan keras seperti i tu pemeri tah lan­Karsa Wira U tama, PT Sandi Pala Arta, PT Swadana Eka tas putar haluan, meskipun te tap pakai sistem tunjukGrafisindo Sarana, PT Byok U tama Grafi ti Selasih, PT seperti lazimnya di masa Soeharto . Lalu di tunjuklah 18Djakarta Computer Supplies, PT Sumber Cakung, PT perusahaan lain untuk mencetak 4 13 juta lembar kartuS tacopa Raya, dan PT Kartika Prama Tamas . Semua yang suara tersebut. Biaya per lembarnya cuma Rp 1 1 1,disebu t di a tas i tu berada di Jakarta . Kemudian PT sehingga total biaya c e tak cuma Rp 45 miliar. I tu belumJasuindo Tiga Perkasa di Sidoarjo, PT Aridas Karya Sa tria termasuk ongkos lipat yang per lembarnya Rp 8. Jadi totaldi Purwokerto . Sebelum terjadi ganjang - ganjing soal ongkos lipat Rp 3,9 miliar. S a tu hal perlu diingat pen­kemampuan dan biaya ce tak, 14 perc e takan tersebut ce takan tidak lagi dilakukan dengan securi ty printing, tapihampir pasti mendapat rezeki nomplok. Apalagi 11 di kertas bias a . Ke tika di tanya mengapa ongkos c e takan taranya sudah mendapat order, dan 3 lainnya dica­ securi ty printing begitu mahal dibanding c e tak biasa,dangka n . KPU sendiri telah memperkirakan biaya per Zainal menjawab cepat "Itu tidak bisa dibanding . Maksudlembarnya seki tar Rp 346, 5 . Bayangkan berapa besar saya i tu tidak apple to appl e . Membandingkannya harusnilainya bila yang dicetak 413 j u ta lembar? an tara c e tak biasa dengan c e tak biasa, dan securi ty Mega Proyek tersebut semula dibagi dalam dua kon­ printing dengan securi ty printing " "Biaya pengamanannyasorsiu m : satu di bawah pimpinan Balai Pustaka, dan yang juga akan lebih mahal dengan c e tak biasa, karena semualain di bawah Grafisindo Mega U tama . "Kami tidak orang bisa mencetak yang seperti i tu," sambung Direkturmelakukan tender, tapi di tunjuk oleh KPU . Balai Pustaka, KWU i tu .membawahkan 5 perce takan, mendapat j a tah 100 juta Zainal memang tidak mengada- ada . Karenanya, jikalembar kartu suara," ka ta Siswadi awal April 1999 saat tidak hati- hati, hal seperti i tu bisa menjadi s a tu potensidiwawancaraipenulis bua t majalah SWA tenang . Bila biaya konflik baru s etelah pemilu. Namun pemerintah nampakper lembar, ka takanlah Rp 300 saja, maka total ordernya siap mengantisipasinya dengan membubuhkan semacamsudah Rp 30 miliar. Keuntungan yang bisa disedot perce­ ma terai, misalnya, sebagai bukti asl i . Cuma dalam hal initakan paling tidak 10- 15% dari proyek. Namun semuanya ten tunya Pak Rudini harus pula menghitung biaya tam­tiba- tiba buyar. Pasalnya Sekjen Persa tuan Perusahaan bahan untuk i tu . Sebab ma terai dan pemasangannya
  • 170. tentu tak gra tis . partai penguasa ini mendapa tkan 70% lebih suara a tau Itu baru dari sisi biaya . Belum lagi bila dihitung memborong 300 kursi lebih. Tahun 1999 sabuk jaw arapotensi ke tidakpuasan lain soal pence takan tersebut. direbut POIP pimpinan Megawa ti dengan 3 5 . 689 . 073 suaraGejalanya sudah mulai terlihat. Penunjukan perce takan­ a tau 33, 74% suara . Partai banteng bermulut putih inipercetakan itu, ka ta mantan Ke tua DPD POI Jakarta memperoleh 154 kursi di parlemen . Partai lama PPP berada( 1989 - 1994) Alex Asmasubra ta, berbau kolusi dan main di uru tan ke tiga dengan 1 1 . 329 . 905 suara a tau 10, 7 1 % .mata . Menurutnya ada percetakan mendapat order D i a mendapa tkan 58 kursi di parlemen . Artinya dibandingmencetak 65 juta lembar, padahal sebenarnya tidak pemilu terakhir di masa orba, PPP kehilangan 31 kurs i .memiliki mesin cetak sesuai spesifikasi KPU . Sebaliknya Sedang PDI w arisan orba di b a wa h Suryadi terpuruk jauhada yang punya kapasitas besar dan mesin sesuai ke posisi 12. Dia Cuma mengan tongi 345 . 720 suara . Partaispesifikasi cuma mendapat order 15 juta lembar. Semen­ ini cuma memperoleh 2 kursi dari ja tah pembagian kursitara ada perusahaan yang secara teknis tidak mung kin sis a . Jika dibandingkan dengan pemilu 1997, POI kehila­melaksanakan sendiri pence takan kartu suara, memberi ngan 9 kursi dan tentu saja tidak masuk elec toralorder kepada perusahaan lain. threshol d . Untungnya aroma bisnis dan saling sikut dalam Angka- angka di a tas dengan gamblang membuktikanrebutan rezeki ini tidak merusak tujuan sebenarnya, yakni bahwa memang ada perubahan luar biasa dalam pemilubikin pemilu yang fair. Terlepas dari beberapa kekurangan legisla tif pertama pasca orba i tu dibanding pemilu- pemiludi sana- sini yang tidak terlalu prinsip, Pemilu 1999 yang sebelumnya . Meski demikian ada juga banyak hal yangdiselenggarakan pemerintahan transisi Habibie telah patut disesali, yai tu pemilu pertama i tu sekaligus mem­dinobatkan menjadi pemilu paling fair dan bersih setelah buktikan bahwa kaum reformis belum mendapat tempa t dipemilu 1955 . Ini diakui banyak pihak dan pengamat, hati rakyat yang nasibnya sedang diperjuangkan mereka .termasuk dunia luar. Hasilnya? Lihat saja PAN dan Partai Keadilan (PK), misalnya . PAN, partainya kaum reformis cuma mengantongi tak sampai3. Perubahan Peta Politik yang Mengecewakan 10% suara a tau tepa tnya 7 . 528 . 926 suara pemilih. Arti­ Golkar, yang selama 3 dasawarsa menjadi mesin nya hanya seki tar 7, 12% pemilih yang memilih PAN . Partaipoli tik Soeharto paling efektif, terbukti tak tergilas habis yang dipimpin amien Rais ini berada pada posisi 5 dandi era reformasi. Di bawah kendali Akbar Tanjung, yang mendapa tkan 34 kurs i . Ini pada gilirannya membuat Amiencerdik, partai ini berhasil mengumpulkan 23 . 74 1 . 749 suara maw as diri dan mundur dari bursa pemilihan presiden .a tau 22,44% dari to tal suara pemilih yang sah. Dia keluar "Saya tidak mau menjadi presiden ten persen," ka tanyasebagai runner up dengan 120 kursi di DPR. Artinya setengah kecewa setengah berseloro h . PAN berada didibanding pemilu 1997 dan 6 pemilu sebelumnya, suara bawah Partai Kebangki tan Bangsa yang membawa ger­Golkar memang tergerus luar bias a . Tahun 1997 mantan bong nahdhiyi n. Partai yang didirikan Abdurrahman Wahid
  • 171. ini memperoleh 1 3 . 33 6 . 982 suara dan mendapa tkan 5 1 pada 2004 minimal mereka bisa memperoleh 35 kurs i .kursi parlemen . Sebagian memang memilih mati, tapi sisanya tak meng­ Sedang partai kaum reformis dari kampus PK berada gabungkan diri . Partai- partai gurem i tu mengganti logodi uru tan ke tujuh dengan 1 . 436 . 565 suara . Partai ini dan nama un tuk berlaga lagi.hanya mendapat 7 kursi di parlemen dan tidak masuk POIP sendiri sebagai pemenang pemilu legisla tivedalam elec toral threshold . Artinya dia hanya punya dua pada 1999 tak berhasil mengantarkan sang ke tua kharis­piliha n : mati a tau ganti nama un tuk bisa berlaga lagi matis Megaw a ti Soekarnopu tri sebagai RI- l , Sidang pari­dalam pemilu 2004 . PK memilih yang kedua dengan purna MPR pada Oktober 1999 memilih Abdurrahmanmenambah S (Sejahtera) di belakangnya . PK yang Wahid sebagai presiden . Ini terjadi begitu cepat setelahkemudian berganti nama menjadi PKS memang melakukan pertanggungjawaban Habibie ditolak dan Amien Raisberbagai pembenahan di sana- sini dan tampil gemilang menyatakan tak bersedia menjadi presiden ten persent.pada 2004 yang diikuti 24 parpol . PKS mengalahkan PBB Gus Our yang partainya (PKB) hanya mengantongi seki taryang semula reformis tapi memudar dan semakin 13 juta suara didaula t un tuk maju dalam pilpres menjadikehilangan simpati umma t. PBB mengumpulkan 2 . 04 9. 708 pesaing Megaw a ti dari PDIP yang punya 33 juta sarasuara pada 2004 dan berada di urutan ke 7. Oia seperti lebih. Yusril Ihza Mahendra dari PBB kemudian juga iku tbertukar tempa t dengan PKS yang menduduki posisi 6 . berlaga, sekaligus menjaga kemungkinan Gus Our mundurPBB hanya memperoleh 13 kursi d a n tidak masuk elec toral di tengah jala n . Ahli hukum ta ta Negara i tu maju kethreshold . Artinya partai, yang kini dipimpin MS Kaban, ini gelanggang bukan tanpa perhitunga n . Sebab bila Gus Ourhanya punya dua piliha n : mati a tau ganti nama bila ingin mundur dari pemilihan, maka dia akan menjadi satu­berlaga pada 2009. satunya pesaing Mega . Bila i tu benar- benar terjadi, maka Sebenarnya bila mau berpikir rasional, setelah pemilu bukan tidak mung kin Yusril akan memenangkan pemilihan1999 yang dikikuti 48 parpol, partai-partai yang berada di di tengah arus penolakan terhadap presiden wanita .bawah urutan ke tujuh boleh disebut sebagai deretan Namun perhitungannya meleset. Gus Our tak mundurpartai gure m . Hasil pemilu i tu mestinya memberi pen­ dan terpilih menjadi RI - 1 . Sidang yang sama kemudiancera han kepada para pemimpin dan pengurusnya . Artinya menempa tkan Megaw a ti sebagai RI- 2 . Pemilihan berakhirpara pemimpin partai-partai tersebut, baik yang merasa di situ. Tidak seperti yang semula dijanjikan Gus Our:diri reformis maupun yang hanya menjalankan perintah "Mas Amien memilih saya . Saya memilih Mega . Nanti Megakekuatan lama, tidak perlu lagi mengerahkan tenaga, akan memilih Amien." Terlepas dari kejadian- kejadianpikiran dan dana un tuk berlaga lagi di pemilu berikutnya . sebelumnya, hasil akhir i tu telah menyelama tkan Indo­Bergabung saja dengan partai lain a tau sekalian bikin fusi nesia dari kemungkinan anarki akibat ke tidakpuasanpartai gurem seluruh Indonesia . Hitung- hi tungan di a tas massa banteng . Begitulah Gus Our kemudian menjadi RI- 1kertas menunjukkan bila partai- partai gurem i tu berfusi, didampingi Megaw a ti sebagai RI- 2 . Amien Rais, pemimpin
  • 172. kaum reformis menjadi Ke tua MPR. Sedang Akbar Tanjung, menggandeng Jusuf Kalla, koleganya di kabinet sebelum­sang ke tua Golkar, menjadi ke tua DPR. Habibie kemudian nya yang menjadi Ke tua Golkar. Hebatnya lagi Jusuf darimenyerahkan kekuasaannya kepada Gus Dur dengan Golkar, yang berhasil memenangi pemilu legisla tive, mene­tersenyum, tanpa beba n . Dia menjadi presiden pertama rima posisi RI- 2 . Mega akhirnya turun dari posisi RI- 1republik yang turun dengan proses normal kons ti tusional. secara normal kons titusional dan menjadi orang keduaDua presiden sebelumnya telah di turunkan lew a t proses setelah Habibie .yang lain. Dibanding pemilu 1999, pemilu 2004 sebe tulnya sa­ Sayangnya tradisi ini tak berlangsung lam a . Presiden ngat istimewa diliha t dari sisi penyelenggaranya . PemiluAbdurrahman Wahid, yang muncul dari pemilihan yang fair 1999 boleh dibilang pada setiap jenjangnya melibatkanoleh wakil rakyat di MPR, terpaksa dihentikan di tengah partai politik. Sedang pemilu 2004 ditangani oleh orang­jalan oleh lembaga tertinggi negara itu. Tindakan­ orang kampus dan tokoh- tokoh lembaga swadaya masya­tindakan presiden dianggap telah menimbulkan keresahan raka t (LSM) , dengan alasan un tuk menghindari konflikw akil rakyat di dewan, partai- partai pendukung kabinet kepentigan. Kalau saja penyelenggaraannya menjadi lebihyang menteri- menterinya dipecat, dan sebagainya . Mega­ bersih dan bagus, tentu Indonesia bisa menawarkanw a ti Soekarnopu tri, pemimpin partai pemenang pemilu konsep i tu kepada duni a . Sayangnya yang terjadi jus trulegisla tif, akhirnya didaula t menggantikan presiden yang sebaliknya . Pemilu 2004 c oreng- moreng akibat berbagaimempunyai energi luar biasa i tu sampai 2004 . Kekuasaan kecurangan dan korupsi yang melibatkan orang- orangMega juga dianggap mengecewakan banyak pihak, penting KPU . Pembua tan kotak dan sura t suara, misalnya,teru tama dalam urusan penjualan aset- aset negara, tapi pada masa ini ditangani langsung oleh pusa t. Padahaltak sampai menimbulkan impeachement (penyidangan un tuk membuatnya tidak diperlukan teknologi canggi h .presiden oleh wakil rakya t) . K PU pusa t sebenarnya cukup menetapkan spesifikasi d a n Pada akhir kekuasaannya presiden Megaw a ti berhasil menyediakan biaya pembua tannya .menyelenggarakan pemilu legisla tif dan pemilihan presiden Namun orang- orang kampus dan LSM i tu berambisidan w apres secara langsung . Sebagaimana Habibie, Mega membuat sesua tu yang istimew a . Kotak suara, misalnya,pun tak terpilih menjadi RI - 1 dalam pemilihan presiden dibua t dari lempengan almunium a tau baja tipis bisayang diseleggarakannya . Susilo Bambang Yudhoyono, digunakan lagi pada pemilu- pemilu berikutnya . Idenyamantan Menko Polkam pada kabinet Gotong Royong lumayan bagus, cuma pelaksanaannya akan sangatMega- Hamzah yang dianggap teraniaya pada masa Mega, menyulitka n . Karena penyimpanan kotak suara alumuniummemenangkan simpati pemilih. Partai Demokrat, yang a tau baja tipis sebanyak 2, 195 juta uni t selama 5 tahun,menjadi kendaraannya, adalah partai baru dan bukan akan memerlukan gudang- gudang yang banyak danpemenang dalam pemilihan legisla tif. Meski demikian menelan biaya sangat besar. Lagi pula un tuk apa? Hal- halorang super penting Partai Demokrat i tu berhasil kecil seperti i tu lupa dipikirkan orang- orang KPU asal
  • 173. kampus . Di samping i tu, karena ditangani lang sung oleh Dimara, Rusadi Kantaprawira dan Safder Yusacc masukpusa t, maka panitia daerah hampir tak kebagian rezeki bui. Mereka terbukti korupsi di pengadilan mulai soaldari hajatan akbar ini. Hal ini dianggap amat menge­ tender sampai dana rekanan. Sedang anggota KPU yangcewakan, sebab Indonesia telah memasuki era o tonomi lain masih anteng- anteng tanpa diusik oleh abdi hukumdaera h . Akibat pemusa tan ini tentu saja biaya menjadi sampai sekarang . Mereka ini an tara lain: Chusnul Mariyahlebih mahal, karena ada ongkos transportasi dari Jakarta dan Annas Urbaningrum . Ini menimbulkan kesan bahwake daerah- daerah, di samping rawan korupsi, kerusakan di telah terjadi tebang pilih di KPU . Mestinya hal seperti i tujalan dan penyimpangan ten tunya . bisa diselesaikan secara elegan, misalnya dengan memeja Terlepas dari segala peris tiwa yang mengiringinya, hijaukan semua anggota KPU tanpa kecuali, tentupemilu legisla tif dan pemilihan presiden dan wapres secara pengusaha- pengusaha yang terlibat juga harus diadili.lang sung telah berhasil dibua t dengan sukses. Pemilu dan Yang bersalah biar mendapat hukuman un tuk mendapat­pilpres 2004 ini telah menghadiahi Indonesia SBY- JK seba­ kan efek jera . Yang tidak bersalah mesti dibebaskan demigai presiden dan w akil presiden pilihan rakya t. Cuma hukum . Nantinya dengan pertimbangan jasa-jasa mereka,dampak ikutannya masih ada yang mengganjal, sekaligus presiden tentu boleh saja memberi pengampunan .memberinya perbedaan yang mencolok dari pemilu sebe­ Di samping semua hal yang telah dipaparkan di a tas,lumnya . Pemilu 1999 melahirkan seorang bintang, yai tu ada satu hal yang sangat jelas tapi jarang dipikirkanprof. Dr. Harun al Rasyid . Pakar hukum Tata Negara orang, yai tu kemampuan Golkar beradaptasi di eraFakultas Hukum Universi tas Indonesia ini dinilai sebagai reformasi. Partai yang dibesarkan orba ini hanya sekalianggota KPU yang paling berdedikasi dan memiliki inte­ grogi menghadapi pemilu di era reformasi, yai tu padagritas tinggi di tengah penampilannya yang sederhana . 1999 . Kekuatan reformasi tak cukup kua t un tuk mem­Dia bahkan menolak fasilitas m obil dinas un tuk tugasnya bubarkan partai beringin. Hasilnya? Dalam keadaan kagokdi KPU . dan grogi pun partai ini masih mampu keluar sebagai Sikap seperti i tu tak diperton tonkan anggota KPU runner up . Sedang pada pemilu 2004 dia sudah mampu2004, yang sejak awal sudah meminta berbagai fasilitas berdiri di a tas kuda- kudanya yang kokoh dan keluarkendaraan . Chusnul Mariyah, misalnya, telah meminta sebagai jaw ara mengalahkan rival lamanya PPP dan PDIP.mobil Honda CRV terbaru un tuk menambah kren penam­ Sedang kaum reformis semakin kehilangan kepercayaanpilannya sebagai anggota KPU yang terhormat. Petinggi diri setelah menelan berbagai kekalahan di arena poli tik.KPU yang lain juga punya minat serupa terhadap kenda­ Sebetulnya setelah pemilu 1999 ada satu kesempatanraan bagus. Hanya Annas Urbaningrum yang merasa un tuk menghukum partai yang dibesarkan orba ini, yai tucukup dengan Toyota Kij ang . Lalu ketika pemilu berakhir, ketika Akbar Tanjung, sang pemimpin Golkar saat i tu yangbeberapa orang penting KPU, an tara lain: Ke tua KPU juga menduduki posisi Setneg pada saat pemilu diseleng­Nazaruddin Syamsuddin, Mulyana W Kusumah, Daan garakan ( 1999) , dianggap terbukti telah menyalahguna-
  • 174. kan wewenang dan uang negara un tuk kepentingan banyak lag i . Sebetulnya anggota dew an hasil pemiluparta i . demokratis sudah mengecew akan sejak memuali kiprah­ Akbar tak masuk b u i dan Golkar tak mendapat nya . Kasus Trisakti, Semanggi I dan II, misalnya,hukuman apa- apa . Keinginan kaum reformis, yang dalam dinya takan sebagai peristiwa biasa, tidak ada pelang­hal i tu boleh dibilang diwakili oleh PAN dan PK, un tuk garan hak azasi manusia ( HAM) bera t, dalam siding yangmembuat Panitia Khusus (pansus) tak diakomodasi oleh dipimpin Asmara Nababan dari PDIP. Perjuangan kaumwakil rakyat dari partai-partai lain. PDIP, yang mestinya reformis dari PAN dan PK kandas di situ. Lalu ada lagimendukung kaum reformis, saat i tu malah berdam- pingan pemagaran gedung DPRjMPR setinggi 4 me ter, dan masihdengan Golkar menentang pansus . Padahal bila pansus banyak lagi. Golkar, meski tak lagi sebesar dulu, nampak­digelar, bukan tidak mungkin Golkar akan mendapat sangsi nya lebih mampu menentukan arah kebijakan di negeri inipoli tik. Sangsinya tentu bisa bermacam- macam . Yang dibanding partai mana pun. Partai ini nampaknya akanpaling buruk adalah dibubarka n . Sedang yang kurang menjadi salah satu karya monumental Soeharto yangburuk adalah diskualifikasi, misalnya partai beringin tidak akan bertahan lam a .boleh mengikuti 2 kali pemilu berikutnya . Sangsi a tauhukuman seperti itu dapat dipastikan akan menimbjulkan 4. Mesin Politik Bernama Golkarefek jera bagi siapa pun un tuk mengulangi kesalahan Golkar memang unik. Dia seperti memiliki sera tusserupa di kemudian hari . nya w a . Selama 3 dasawarsa dia menjadi peserta pemilu Setelah ide pansus i tu kandas, maka tak ada alasan dan selalu keluar sebagai pemenang . Cuma entah karenalagi un tuk meminggirkan Golkar dari arena politik. Peluang apa, dia tak pernah menyebut dirinya partai politik.i tu melayang . Ini menambah panjang kekecewaan rakyat Kadang orang menganggapnya sebagai keajaiban duniakepada wakil- wakilnya di dew an setelah serentetan yang kedelapan. Alasannya sederhana saj a : meski men­kekecewaan yang suli t disebut satu per satu . D oyannya jadi pemenang pemilu terus- menerus, misalnya, Golkar takmereka bikin rapat di hotel- hotel mewah, padahal sudah pernah bisa memilih pemimpinnya sendiri . Ada Ke tuamemiliki gedung dan ruang sidang yang bagus, adalah Dewan Pertimbangan, yai tu Soeharto yang menentukansalah satunya . Dalam hal ini con tohnya tak sulit didapat. segalanya . Sedang dua partai lainnya, yang mestinyaBersidang dan menginap di Hotel Mulia, Senayan misalnya, menjadi partai oposisi, menambah keajaiban i tu denganmenjelang pemilihan gubernur B1. Lalu masalah s tudi berusaha mengambil hati sang Ke tua Dewan Pertimbanganbanding ke luar negeri yang tak bermanfaat, di saat Golkar. Mereka berpacu un tuk mencalonkannya menjadirakyat banyak kelaparan, digoalkannya rancangan per­ presiden . Jadi ada perlombaan yang aneh di situ. Inibaikan Undang- Undang No 13/2003 ten tang ke tenaga­ bahkan terjadi sampai pemilu terakhir di masa orbakerjaan yang sangat merugikan karyawan, tak berdaya­ ( 1997), saat seluruh tanah air sudah bergolak menolaknya mereka dalam masalah lumpur Lapindo, dan asih pencalonan kembali S oeharto . Golkar merebut 70% lebih
  • 175. suara pemilih pada pemilu 1997 i tu . Kemudian anggota saja tidak ada krisis ekonomi pertengahan Juli 1997,MPR hasil pemilihan, plus mereka yang diangka t dan keadaan mungkin akan terus seperti i tu . Namun kenya­di tunjuk, secara aklamasi memilih kembali sang jendral taan berbicara lain. Krisis ekonomi datang, sekaligusbesar sebagai RI - 1 . membongkar penyelewengan, kesalahan kebijakan, dan Kejadian itu sungguh luar biasa dan mengundang skala priori tas yang sampai saat i tu berhasil ditutup i .kekaguman . Bahkan pada akhir dekade 80 - a n Ronald M as a java Golkar pu n kemudian terlempar sejenak keReagan pun sempat menyambanginya, special un tuk masa lalu. Apalagi setelah kekuatan reformasi berhasilmeminta resep dari sang jendra l . Saat i tu Soeharto telah memaksa Soeharto berhenti dari jabatan Presiden . Golkarmenjadi presiden un tuk kelima kalinya . Sedang si Rambo seperti tak punya tenaga dan ren ta . Kaum reformis dansudah dua kali menjabat presiden AS, batas maksimal intelektual kampus mencapnya sebagai mesin poli tikyang dibenarkan konsti tusi negaranya . "Anda Inl luar Soeharto, yang harus bertanggungjawab a tas bekerjanyabias a . Bisa sampai 5 kali terpilih sebagai presiden . Periode sistem politik birokratis o tori ter sejak 1971 sampai Meidepan pun nampaknya akan terpilih lag i . Apakah Anda 1998 .punya resep khusus un tuk saya agar bisa dipilih lagi?" Setelah Soeharto berhenti, Golkar seperti kehilanganDemikian kira- kira pertanyaan Reagan . Seperti biasa pereka t. Komponen- komponennya mulai merenggang .Soeharto tidak menjawab. Dia hanya ter- senyum . Reagan Yang pertama memperliha tkan gejala i tu ten tunya MKGRmenunggu resep itu dengan harap- harap cemas selama 2 (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong ) . Dipimpinhari kunjungannya . Namun apa lacur, jawaban i tu tak Ke tuanya Mien Sugandhi dan sekjennya Abdullah Pute h .kunjung diberikan sampai ketika dia mau naik pesawat Satu (dari tri karya) pilar utama Golkar i tu memprokla­kembali ke negerinya . Di tangga pesawat dia melangkah mirkan MKGR menjadi partai, 27 Mei 1998 . Dia mengklaimperlahan, mengharap bisikan dari jendral besar i tu, tapi didukung 27 DPD (cuma ketika ikut pemilu 1999, partaitak ada tanda- tanda Soeharto akan menjaw a b . Penasar­ MKGR hanya mendapat 204 ribu suara lebih sediki t danan, dia pun berbalik dan mendeka ti S oeharto . "Anda tak mendapat 1 kursi pun di parlemen) . Janda mediangbelum menjawab pertanyaan saya," ka tanya sok akra b . Sugandhi (pendiri MKGR 3 Januari 1960) i tu sendiriSoeharto tersenyum, lalu menarik leher reagan a g a k ke sebelum pemilu memang sudah mendapat tantangan daribawah. Dia berbisik di telinga pemimpin AS i tu : "Bikin saJa kader- kader MKGR di Golkar. Mereka, an tara lain ZaenalGolkar!" Bintang dan Irsyad Soediro, yang kemudian mendirikan Fragmen di a tas, meskipun cuma joke politik, harus Presidium Komite Nasional Penyelamat MKGR. Zaenal csdiakui merupakan potre t yang tepa t ten tang kehebatan meminta Mien mundur dari ormas i tu . Dua pilar yang lain,Golkar. Be tapa tidak! Lew a t kerjasama 3 jalur: Abri, Biro­ Koperasi Usaha Gotong Royong (Kosgoro) dan Sentralkrasi, Golongan Karya (ABG) partai penguasa i tu berhasil Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) , mengambilmengantar Soeharto ke jabatan Presiden tujuh kal i . Kalau sikap menanti sambil melihat arah angin dari berbagai
  • 176. kemelut poli tik pasca S oeharto . i tu ketika ditemui penulis un tuk majalah SWA. Dia memang Kemelut di MKGR boleh dibilang hanyalah riak kecil di tidak mengada - a d a . Tidak butuh analisis politik ngjelimetpanggung politik Indonesia pasca S oeharto . Gelombang un tuk mengetahuinya . Dengan pandangan kritis saja ter­pasangnya jus tru ada di g olkar. Lihat saja bagaimana hadap kiprah mereka yang terlibat, dapat dike tahui diserunya perseteruan di tubuh partai i tu . Harm oko, sang Golkar saat i tu ada beberapa kubu saling berhadapan.Ke tua Umum yang dulu dipuji- puji karena berhasil Pertama, Kubu Harm oko- Gafur yang didukung Habibie .memenangkan golkar sampai merebut lebih 70% suara, Mereka In! mencalonkan Mensesneg Akbar Tanjungdikecam sebagai orang yang menjerumuskan Golkar dan sebagai Ke tua Umum (ke tum) Golkar. Di hadapan merekaS oeharto . Pada 3 Juni 1998 dia diminta mundur oleh 8 berdiri kubu s ta tus quo yang didukung Cendana .pimpinan DPD Golkar. Kemudian 23 DPD (Dewan Pimpinan Lalu dari kiprah dan pernya taan mereka di mediaDaerah) berhasil memaksakan musyawarah luar biasa massa terlihat di kubu s ta tus quo ada dua kelompok:(munaslub) lebih cepat dari jadwal semula (Oktober 1998) pertama yang berhubungan langsung dengan Soeharto,menjadi 9 - 11 Juli 1998 . dan yang tidak berhubungan dengan mantan presiden i tu . Lebih heboh lagi ketika mau membentuk panitia D i kelompok yang berhubungan langsung a d a mantanmunaslub . Golkar, yang tidak biasa konflik, malah menun­ Wapres dan Ke tum Golkar Sudharmono, dan pini- sepuhjukkan potensi konflik kepentigan yang besar. Anehnya, S oksi dan dukun poli tik Suhardiman. Putra- putri S oeharto :jika kaum reformis di panggung politik Indonesia berhasil mba Tutut dan Bambang Trihatmodjo, dan putra pak Dharmenurunkan Soeharto, di Golkar jus tru kubu Soehartois sendiri, Tantyo Adji Pramudyo Sudharmono masuk dimenang . Tanda- tandanya terlihat ketika kubu Soehartois gerbong i tu . Di gerbong yang tidak berhubungan langsungberhasil memborong kepanitiaan munaslub : Ary Mardjono, dengan Soeharto berdiri mantan Menhankam Ediyang dikenal deka t dengan mba Tu tut, terpilih sebagai Sudradjat. Dia didukung mantan wapres Tri Su trisnoKe tua S teering Commitee (panitia pengarah) ; Aulia (ke tua Pepabri) , dan 21 DPD Golkar yang berasal dari jalurRahman, yang dikenal sebagai ketua tim ajudan Tu tut, A (Abri ) .menjadi Ke tua organizing commite e ; dan Waskito Di samping i tu masih a d a kelompok lain, sepertiReksohadiprodjo, juga orang deka t Cendana, menjadi Harsudiono Hartas (mantan kassospol Abri) bersamaKe tua penyelenggara . Mereka berhasil mengalahkan Kubu mantan w akasad Soerjadi, Ke tua Yayasan KerukunanHarmoko yang mulai kehilangan pe tunjuk. Persaudaraan Kebangsaan Bambang Triantoro dan Theo Pada hari- hari berikutnya terliha t perpecahan di tu­ Syafei dkk. Yang terakhir i tu kemudian hengkang ke PDIPbuh Golkar makin para h . "Suka a tau tidak suka harus saya dan menjadi orang kua t yang mendampingi Megaw a ti . Diakui, ini memang kemelut paling parah dan meng­ luar i tu ada kelompok 45 agak kri tis : Kemal Idris, S oerono,khawa tirkan dalam sejarah Golkar," ka ta Ke tua Umum PP Hasnan Habib, Rudini, dan Ali Sadiki n . Wahono, mantanKosgoro Drs . Bambang W. Soeharto terus terang waktu Ke tua DPP Golkar dan Ke tua DPR/MPR periode sebelum-
  • 177. nya, awalnya punya agenda sendiri tapi kemudian tidak penggalangan dana un tuk menyukseskan Akbar sebagaiterdengar lagi. Belakangan semua kelompok i tu, di luar Ke tum Golkar. Mereka ini berhasil membuat formula barukubu Harmoko-Gafur, seperti bersatu dan mencalonkan dalam hal utusan DPD ke munaslub . Bila dulunya cukupEdi Sudradjat. Forum Komunikasi Putra- putri Purnawira­ satu wakil, mereka kembangkan menjadi tig a : Ke tuawan Indonesia (FKPPI) berperan besar dalam memper­ wantim, Ke tua DPD I, dan Sekretaris DPD 1. Ke tiganyasatukan VISI mereka . Yang berbeda mungkin cuma punya hak suara sama . Menuru t Menkeh Muladi per­Sudharmono, yang menghendaki Ary Mardjono menjadi temuan tersebut bukan un tuk mengganjal langkah EdiKe tua Umum Golkar. Sudradjat. Berhasilnya disa tukan kelompok- kelompok pendukung Bagaimanapun juga dengan formula baru i tu, kubuEdi Sudradjat itu seperti melengkapi kemenangan kubu Eddy Sudrajat, yang diatas kertas sudah menang,cendana, yang sebelumnya berhasil memborong kepani­ akhirnya dapat dikalahkan kubu Akbar. Poli tkus berpenga­tiaan munaslub . Apalagi setelah Soeharto membatalkan laman dan berpenampilan kalem inilah kemudian yangpertemuan tiga jalur (Abri, Birokrasi, dan Golkar) yang mengendalikan golkar di tengah arus reformasi yang inginsedianya diadakan di Cilangkap a tas prakarsa Presiden membubarkannya . Dia berhasil memulas g olkar menjadiHabibie . Semua pakar dan pengamat sepaka t diba tal­ seolah reformis dengan gagasan konvensinya yang genial.kannya pertemuan 3 jalur tersebut menunjukkan bahwa Dengan cara i tu dia seperti menguasai panggung politikSoeharto masih kua t. Hal i tu diakui Amien. "Sebagai dan menjadi psat perha tian . Wiranto, Prabowo, Nurcholisseorang prajurit bisa dibayangkan Soeharto mestinya Majid, Surya Paloh, dan tokoh- tokoh nasional lain berhasiltidak begitu saja menerima kekalaha n . Ibarat tinju, ia ditarik ke orbitnya un tuk berlomba menjadi orang yangbelum knock out, tapi baru knock down, dan siap akan dicalonkan golkar menjadi RI - 1 . Dia berhasil pulamemukul balik," ka ta pemimpin kaum reformis i tu ilus tratif. membawa golkar keluar dari kemelut dan saling cakarSebenarnya masih ada satu kubu lagi di mesin poli tik dalam organisasinya . Tak dapat dipungkiri tangan dinginberlambang beringin i tu, yakni kubu Ginanjar Karta­ Akbarlah yang berhasil mereformasi g olkar menjadi partaisasmita . Dia mengadakan pertemuan 12 menteri di yang solid sampai saat ini, sesua tu yang nampak mustahilkediamannya . Keduabelas menteri i tu adalah Mendagri setelah tumbangnya sang patron S oeharto .Syarw an Hamid, Meneg BUMN Tanri Abeng, Menkeh Meski masa jayanya tak bisa dikembalikan seke tika,Muladi, Menko Ekuin Ginanjar Karta- sasmita, Mentrans AM seperti terlihat pada pemilu 1999 . Golkar berhasil mem­Hendroprijono, Menaker Fahmi Idris, Menpera Theo peroleh 22% lebih suara pemilih dan menduduki posisiSambuaga, Menpen Yunus Yospiah (kemudian menye­ runner up di bawah PDIP. Bahkan pada pemilu 2004 g olkarberang ke PPP ), Mensesneg Akbar Tanjung, dan Menpora telah berhasil mengalahkan semua partai peserta pemiluAgung Laksono. Sebuah sumber yang tidak mau disebut dengan keluar sebagai jawara . Dia memenangi pemilunamanya menyebut pertemuan i tu membahas usaha legisla tif dan mengorbi tkan jagonya menjadi RI- 2 . Padahal
  • 178. jalur A (Abri) dan B (Birokrasi) telah melepaskan diri berujung . Perselingkuhan an tara penguasa dan pemilikdarinya . Kedua jalur i tu seperti pernah diungkap Le tjen. modal nampaknya di masa pasca orba ini lebih memung­Ali Murtopo merupakan kunci sukses g olkar paling penting . kinkan, karena sarananya sudah terbentuk. PengusahaMantan ke tua umum HMI i tu telah melepaskan golkar dari bisa menjadi wakil rakyat lewat partai mana pun yangmasa lalunya yang buruk dan tergantung pada ABG . disukainya . Partai- partai memang menyediakan ruanganLukman Harun (kini almarhum ), orang Muhammadiyah un tuk itu. Ka tanya sih sekalian mencari dana segar un tukyang pada pemilu 1997 menjadi juru kampanye Golkar kepentingan partai, meski kenya taannya kader sendiripernah meramalkan Golkar tidak akan sebesar dulu lag i . tersingkir. Dengan dana yang dimilikinya, ka ta HarrimanD i a akan menjadi partai kecil, kecuali g olkar bisa dalam sebuah diskusi di INDEMO, para pengusaha kavamenelurkan program- program keislaman un tuk menarik sekarang tidak perlu mendukung calon mana pun. Diamassa muslim . Manakala dia menampilkan diri sebagai sendiri yang maju.musuh Islam, maka partai ini akan celaka . Agaknya Seperti biasa bila politikus bertemu pemilik modal,jaringan partai ini masih kua t membelit republik sampai ke maka kita tahu siapa yang bakal menjadi is tri dan siapapelosok- pelosok terpencil. Semakin banyak parpol ikut yang menjadi suami. Pemilik modal akan menjadi suamipemilu, semakin baik buat partai ini . dan si politikus akan menjadi is tri yang suarg o nunut, Sebab sebagai akibat poli tik masa mengambang neroko ka tut. Dan bila dua partai terbesar bersatu,Soeharto selama 3 dekade, orang di pelosok- pelosok lebih seperti yang terlihat akhir- akhir ini saat PDIP merapat kemengenal partai beringin daripada partai-partai lain. Bila golkar, maka apa pun yang diinginkan kedua partai inisama- sama tidak membawa perubahan, rakyat kecil lebih akan menjadi kenya taa n . Merapa tnya kedua partai besarsenang memilih yang lama daripada yang baru . Apalagi ini tentu bisa membawa perubahan positif bagi negeri ini,dalam perjalanan waktu warna ideologi semakin hi lang dari bila keduanya memang punya cita -c i ta un tuk itu. Namunpartai- parta i . Mereka menjadi mirip satu sama lain. Dalam bila yang dikejar hanya kepentingan sesaat, misalnyakeadaan seperti itu poli tik uang akan semakin hidup . Masa un tuk menggertak presiden yang kebetulan berasal daridepan Indonesia agaknya masih akan banyak berhubung­ partai kecil seperti dugaan banyak kalangan, maka aliansian dengan partai lama ini. Siapa pun yang mendapat i tu tak akan bermanfaat.dukungannya akan berjaya, tak peduli apakah dia musuh Namun kons telasi politik nampaknya cepat a tau lam­rakyat a tau buka n . bat akan berubah . Gejalanya sudah mulai terlihat Negara dan rakyat negeri i n i telah mengalami pende­ beberapa tahun terakhir berupa ke tidakpuasan terhadapri taan yang panjang sampai sekarang akibat dukungan kinerja anggota dew an yang didominasi dua partai besarvag telah diberikan Golkar kepada penguasa dan itu. Ini telah menjalar dari pusa t sampai ke daerah­pengusaha besar pada masa orb a . Nah bila aliansi serupa daera h . Para w akil ini dinilai banyak kalangan sangatmuncul kembali, tentu penderitaan i tu akan semakin tak pandai dalam memperjuangkan kepentingan pribadi dan
  • 179. c orpnya, tapi tak bertenaga ketika harus memperjuang­ poli tik. Apalagi mantan Menteri Kelautan dan Perikanan i tukan nasib rakya t. Ini bisa diliha t dalam kasus- kasus besar mengatakan bahwa hampir semua departemen memilikiseperti kenaikan harga BBM, tarif dasar lis trik dan kini air dana nonbujeter, yang penggunaannya juga tak jauh ber­minum . Juga ketika pemerintah melansir perubahan beda dari yang dilakukan DKP . Rochmin jelas takundang- undang No 13/2003 ten tang ke tenagakerjaan mengada - a d a . Dulu Akbar, ketika menjadi Ke tua Umumyang sangat berpihak kepada pengusaha . Kasus banjir Golkar dan menjabat Mensesneg telah tersandung danalumpur Lapindo Sidoarjo, yang sudah menenggelamkan semacam i tu . Sejarah juga mencatat beberapa pejabatpuluhan desa di Porong menambah cacat anggota dewan . Bulog terkena kasus dana nonbujeter. Di zamanSatu tahun lebih para korban telah menderi ta akibat Abdurrahman- Megaw a ti bahkan hampir menyere t presi­kehilagan tempa t tinggal, tempa t usaha, sekolah anak­ den . Diliha t dari banyaknya kasus, nampaknya eksistensianak mereka, tempa t mengaji, masjid, masa lalu dan masa dana nonbujeter tak dapat dibanta h . Dana i tu kadangdepan mereka . Jangankan mendapat penggantian peng­ dipakai un tuk keperluan mendesak, ketika dana apbnhasilan mereka yang hilang, tempa t tinggal mereka pun belum turun . Kadang menjadi bahan bancakan, dan takbelum diganti sampai sekarang . Anggota dew an tak jarang jadi biaya keamanan buat meredam wakil rakya t.mampu memperjuangkan nasib mereka . Partai di mata Bila kita lihat dari kasus yang menimpa orang- orangrakyat terdidik kini tak lebih dari sekumpulan para calo, KPU semacam Nazaruddin Syamsuddin dan Mulyana,yang mencari keuntungan di dua mej a . Mereka dianggap nampaknya pengusaha swasta pun menyediakan danatelah mengambil keuntungan dari pembeli dan penjual semacam i tu dengan penggunaan serupa . Kasus- kasussekaligus a tau dari pelaku dan korban. Terungkapnya s tudi banding dan sidang- sidang DPR yang diadakan dimasalah percaloan di DPR dalam menggoalkan proyek­ hotel- hotel mewah yang dibiayai perusahaan a tauproyek di daerah beberapa tahun lalu adalah bukti yang instansi tertentu sekaitan dengan pera turan perundangantak terbantah, meski kasusnya kemudian menguap . yang akan dibahas, sebenarnya merupakan kasus serupa Kini setelah muncul kasus dana nonbujeter DKP tapi tak sama . Nah bila pemerintah memang ingin mem­Rochmin Dahuri, keadaan menjadi bertambah para h . Partai brantas penyelewengan a tau korupsi secara to tal, makadan tokoh- tokohnya, baik yang dari kubu reformis maupun en tre poin dana DKP ini harus dimanfaa tkan maksimal .kubu s tock lama, pukul ra ta dianggap najis . Kasus korupsi Sebab bila dia dibiarkan menguap, bukan tidak mungkinyang melibatkan tokoh- tokoh partai di era reformasi ini kasus ini akan berkembang menjadi prahara yang menimpasangat memalukan, sehingga hampir semua orang meng­ semua partai dan tokoh- tokohnya . Mereka, yang kiniinginkan kasus ini dituntaska n . Meski telah terjadi kom­ sudah menjadi anggota dew an a tau menduduki jaba tan­promi an tara SBY dan Amien un tuk menganggap kasus jabatan publik tapi tak membawa kesejahteraan, tentudana DKP sebagai w ilayah hukum, orang te tap meng­ akan menjadi sasaran utam a . Jadi dapat dipastikan,inginkan kasus tersebut ditun taskan juga di w ilayah dengan a tau tanpa perencanaan, dalam beberapa tahun
  • 180. ke depan nampaknya Indonesia akan m eres trukturisasidunia politiknya . z
  • 181. vKIisisPerbankanMulanya memang krisis nilai tukar, yang menyebabkannilai Rp mengkerut hebat terhadap valu ta asing, teru tamaUS$ s etelah band intervensi dicabut BI pada pertengahan1997. Alasan pencabu tan band i tervensi i tu sebenarnyasang a t mulai, yai tu untuk menghemat devis a . Sebabsistem kurs mengambang terkendali (managed floatingrexchange ra te ), yang mendevaluasi nilai rupian 5 - 6% pertahun dianggap memboroskan devisa, di samping ke ting­galan zaman. S a a t i tu memang cukup mengkhawa tirkan,karena m a ta uang Korea Won sudah j a tuh lebih dulu,kemudian Baht Thailand loyo, dan se terusnya susul­menyusul . Perdana Menteri Malaysia waktu i tu Dr.Mahathir Muhamad mengambil jalan pintas untuk mem­pertahankan nilai ringgi t RM Malaysia dengan kurs te tap(fixed ra te ). Indonesia, yang merasa punya fundamentalekonomi kua t dan cadangan devisa bagus ( di a tas US$20 miliar), cukup percaya diri untuk melepaskan Rp dipasar beba s . Awalnya BI cuma meloggarkan band inter­vensi, tapi lama - kelamaan dilepas sama sekali. Hasilnya?
  • 182. Nilai Rp benar- benar terjun bebas dan masuk jurang pemberian kredit, dan lain- lain dihukum bera t, baik secarasedalam 500% dari Rp 2 . 130/USS sampai di a tas Rp 10 pidana, perd a ta, maupun sangsi sosial. Masyarakat, ter­ribu/USS . Artinya nilai u tang luar negeri Indonesia yang u tama kaum terdidik, an tara lain meminta BI agar meng­w aktu i tu berjumlah di a tas US$ 137 miliar, lebih umumkan nama- nama mereka dalam daftar orang tercelaseparuhnya merupakan u tang swasta besar i tu mem­ (DOT) dunia perbanka n . Se tidaknya agar orang- orangbengkak 5 kali lipa t tanpa u tang baru . tersebut tidak lagi bisa masuk dalam bisnis jasa perbank­ Keadaan tidak menyenangkan ini pada giliranya me­ an a tau memiliki bank lagi, sehingga bencana serupa taknyere t dunia perbankan ke jurang yang sama . Sebab para akan terulang lag i .pengusaha besar, yang umumnya juga memiliki bank danbanyak memakai uang nasabah untuk mendanai usaha­ 1 . B I d a n para DOTnya, termasuk dalam bentuk valas, tak mampu mengem­ Meski semua orang menyadari perlunya pengumumanbalikannya . Dari sinilah kemudian BI dengan sigap nama- nama orang yang telah menyebabkan karamnyamelakukan operasi penyelematan dengan menggelon­ dunia perbankan i tu, termasuk para pe tinggi BI, banktorkan BLBI sampai di a tas Rp 144 triliun untk para bankir. cen tral te tap ragu mengumumkan DOT. Mereka bersem­Masih dala rangka operasi penyelamatan i tu, a tas nasiha t bunyi di balik pasal- pasal kerahasiaan bank. BI yangIMF, pemerin tah mengeluarkan obligasi yang bersama mestinya superior dalam urusan ini, malah mengerdilkanbunganya menjadi Rp 600 triliun lebih. Dengan cara i tu, dirinya sendiri karena taku t d i tuntu t oleh para pelanggaryang sejak awal dipandu sang mentor IMF, pemerintah a turan perbanka n . Pengumuman nama- nama yang telahtelah mengubah u tang swasta menjadi u tang publik. Maka didengungkan dan di tuntu t masyaraka t begitu lama diba­sejak i tu pemeritah juga memiliki u tang domestik, di talkan pe tinggi BI dengan alasan hukum . "DOT tidak akansamping u tang luar negeri yang sdah berlagsung selama kita umumka n . Semua ahli hukum berpendapat sama : BI32 tahun. Alokasi dana APBN untuk membayar u tang tidak berwenang untuk mengumumkannya . Bila i tupokok dan bunga u tang luar negeri dan domestik ini telah dilakukan, maka BI dianggap melanggar pasal 49 Undang­mengurangi dana pembangunan yang semestinya bisa Undang No. XIII/ 1968. Selama Undang- undang i tu masihdipakai bua t membiayai pendidikan, keseha tan dan berlaku, ya kita tidak bisa umumkan,"tegas Direktur BI Dr.perumahan rakya t sampai saat ini . Pendidikan, keseha tan, Subarjo Joyosumarto mantap seusai shalat Juma t di BI,perumahan, BBM, lis trik dan air bersih menjadi mahal bua t 19 Mare t 1999 . "Nanti kita masuk penjara semua, warta­rakya t sampai saat ini . Tentu saja banyak orang berang wan pada gembira ria," sambungnya s e tengah berseloro h .dan mendesak pemerintah untuk menghukum para biang Pernya taan B I tersebut ten tu saja mengundangkebangkru tan i tu . Mereka juga meminta agar orang- orang tanda tanya, karena selama ini orang menganggapyang telah menyebabkan kebangkru tan bank sendiri lew a t pengumuman DOT s atu pake t dengan rencana penye­kesalahan manaJemen, pelanggaran ba tas maksimum ha tan perbanka n . Apalagi Menteri Keuangan Bambang
  • 183. Soebianto di hadapan anggota DPR, 1 Mare t 1999, ten tang pelanggaran manusia tercela tersebut. Dalamsebelum penutupan 38 bank, berjanji akan mengumum­ mengumumkan dan menangani orang tercela dari bankkannya . Tidak heran ketika pemerintah memutuskan swasta nasional, faktor hukum sang a t bisa diatasi peme­menutup 38 bank bobrok, orang pun menunggu daftar rin ta h . uPemerintah selama ini sang a t superior dalammereka yang bikin dunia perbankan mora t- mari t. Toh menangani hukum, baik dengan manuver- manuver per­pemerintah akhirnya mundur selangkah lagi, DOT tidak a turan yang selalu bisa dibelok- belokkan, maupun dengandiumumkan, karena alasan hukum seperti ka ta Subarjo di praktik sabun di tingka t tun tu tan a taupun peradilan, Ua ta s . Hal senada telah disampaikan Guber- nur BI w aktu jelas Ani meyakinka n . Sebagai ilus trasi Ani menyebu ti tu Sjahril Sabirin beberapa waktu sebelumnya . "Bankir kasus korupsi cengkeh di Sulsel dan penyadapan teleponyang bersalah akan kita ajukan ke pengadilan. Jadi tidak Presiden, Jaksa Agung .usah BI yang mengumumka n . Masyaraka t toh akan tahu Yang lebih masuk akal, menuru t pengamat ekonomisendiri nanti bila mereka diproses secara hukum," ujar yang biasa berbicara lantang i tu, adalah kehawa tiranSjahril menjanjikan di sela- sela rapa t pembahasan RUU BI pemerintah akan implikasi politik dan konsekuensi lanjutandi DPR. dari pengumuman tersebut. Bagi birokrasi, teru tama BI, Banyak kalangan tak dapat menerima jalan pikiran pembeberan terbuka akan menyere t lembaga ini dalamSyahril dan para pejabat BI yang salah kaprah seperti i tu . kesulitan besar. I tu bisa dimengerti, karena denganPengamat perbankan Pradjoto bahkan heran melihat demikian terbukti bahwa kelemahan dan penyelewengankesadaran hukum para bankir yang di takuti Sjahril dan praktik perbankan tersebut sediki t banyak akan melibat­Subarj o . Padahal ketika bankir- bankir i tu melakukan kan orang- orang bank sentral yang mengemban fungsikecurangan terhadap uang rakyat, mereka tak ingat pengaw asan. Hal i tu dirasakan akan sang a t menamparhukum . Praj oto memang tidak mengada - a d a . Pelanggaran reputasi dan kredibeli tas BI . Dia berpendapat menjelangb a tas maksimum pemberian kredit (BMPK) dan menumpuk­ pemilu seperti ini, implikasi politik jelas menjadi amatnya kredit macet, yang mengakibatkan bank- bank i tu penting . Pengumuman DOT bagi bank swasta nasional,loyo, adalah indikasi paling nya ta dari kelakuan tercela teru tama yang dimiliki kelompok yang deka t denganpara bankir. Sebagian besar dipastikan masuk ke grup lingkaran kekuasaan, akan menggoyang reputasi peme­sendiri pula . rin tah dan Golkar. Apalagi penerapannya secara konsis ten Pengamat Ekonomi dari LPEM- UI Dr. Sri Mulyani bisa menyere t kew ajiban mengumumkan DOT bank BUM N .Indra w a ti menilai pemerintah ragu mengumumkan c a ta tan Ani yakin DOT bank BUMN, teru tama yang berkai tanorang- orang tercela i tu, sudah hampir pasti bukan karena dengan kredit macet, akan sang a t berpo tensi meng­taku t diperkarakan mereka yang bersembunyi di balik azas goyahkan pemerintah transisi dan Partai Beringin, karenapraduga tak bersalah. Toh pemerin tah, dalam hal ini BI, hampir pasti sebagian besar elite politik Orde Baru terliba t.seharusnya telah mempunyai c a ta tan dan bukti nya ta Dengan cara berpikir seperti i tu memang dapat dipa-
  • 184. hami bila pemerintah akhirnya menempuh jalan aman . yang gamblang a tau menyebu t nama- nama mereka . Liha tPemerintah cuma mengumumkan hasil penilaian Kom i te saja, Pemilik/pemegang saham/pengendali Bank Alfa dinilaiEvaluasi untuk Proyek Rekapi talisasi (KEPR), yang bisa tidak memenuhi fi t & proper. Komisarisnya sebagian dinilaidiakses siapa saja lewat interne t di web site BI, 19 Mare t memenuhi ke ten tuan fi t & proper, tanpa menyebu t nama­lalu. Sebanyak 128 profil bank bisa di lihat di sana, dibagi nama yang memenuhi dan yang tidak. Sedangkan Direksidalam 4 kelompok: bank yang te tap beroperasi tanpa bank ini dinilai tidak memenuhi . Ngambangnya penilaian inirekapi talisasi (74 buah), bank yang te tap beroperasi pada gilirannya ten tu menimbulkan efek samping yangdengan mengiku ti rekapi talisasi (9 buah), bank yang panjang di masyaraka t. Bagaimana masyaraka t tahu manadiambilalih pemerintah (7 buah), dan bank yang d i tu tup yang termasuk DOT, mana pula yang tidak?(38 buah ) . Banyak pakar dan praktisi perbankan sendiri BI rupanya lebih peduli pada para DOT, yang telahmeragukan obyektivi tas penilian tersebut. Sebabnya membangkrutkan banknya sendiri dan menyere t negara kean tara lain adanya kabar bahwa beberapa bankir diminta dalam krisis, daripada kepada masyaraka t yang nantinyamenyediakan 100% dana rekapi talisasinya, bukan 20% harus iku t menanggung kerugian lewa t berbagai pengu­seperti yang didengungka n . Beberapa akhirnya menyera h . rangan anggaran pembangunan. Toh BI bersikukuh untuk Terlepas dari pro - ko ntra soal penilaian trsebut, ha­ te tap mempertahankan kerahasiaan nama- nama mereka .rus diakui banyak informasi yang bisa diambil dari hasil Dasarnya bukan tak ada . I tulah Sura t Edaran BI N o .evaluasi i tu . Sebagai contoh misalnya Bank Alfa, yang 27/4/ 1995 . Pasal 5 Sura t Edaran i tu memang menyebu tdiputuskan tidak diiku tkan dalam rekapi talisasi . KEPR DOT sebagai c a ta tan BI yang bersifa t rahasia . Pasal i tumenilai Bank Alfa memiliki CAR - 23%, dan masuk dalam berbunyi : d a ta mengenai orang- orang terte n tu yangka tegori B. Untuk bisa mencapai CAR 4%, Bank ini memenuhi kri teria perbuatan tercela di bidang perbankan,membutuhkan modal tambahan Rp 260,5 miliar. Masih diadminis trasikan oleh BI dan bersifa t rahasia . Toh Prajo tomenuru t pengumuman KEPR tersebut, Bank Alfa memiliki tidak se tuju bila Sura t Edaran i tu dianggap sebagaito tal aset sebesar Rp 869,6 miliar. Kredit yang bentuk final.disalurkannya berjumlah Rp 573,8 miliar, dan dana pihak Implikasi politik yang coba dihindari pemerintah de­ke tiga yang dihimpunnya berjumlah Rp 677, 2 miliar. ngan cara merahasiakan DOT dikhawa tirkan Prajo toTagihan (kew ajiban) a ntar banknya berjumlah Rp 84, 0 membawa dampak buruk di kemudian hari . Atau menjadimiliar. Bank ini tercatat memiliki kredit macet Rp 274, 1 bom w aktu yang s etiap saat bisa meledak dan meluluh­miliar. Sedangkan jumlah nasabah ada 1 1 . 6 1 5 . Kewajiban lantakkan dunia perbankan kembali . Orang- orang yangBank Alfa kepada BI tercatat Rp 85, 0 miliar. tidak layak mengurus a tau memiliki bank akan kembali Yang menarik di sini adalah tidak jelasnya peniliaian mengobok- obok banknya sendiri, dan merugikan nasabah .soal fi t and proper. Ada kesan bahwa BI ragu, bila tak Sementara pendatang baru akan meniru pendahulunya,mau dibilang tak punya nyali, untuk memberikan penilaian karena tidak adanya sangsi. Yang untung cuma si tercela,
  • 185. tapi yang buntung pemerintah, perbankan, nasabah, dan sendirilah di interne t, kan profilnya sudah kita umumkan,"karena kerugiannya cenderung dibebankan kepada negara jawab Direktur BI, yang biasa berbicara d a tar i tu, sewot.lewa t APBN, maka masyaraka t secara keseluruhan pun BAgaimana dengan Safrullah Hadi Saleh, kok dia bisaiku t buntung . Jika DOT juga berakiba t hilangnya hak- hak diangka t menjadi Diru t Bank Nusa Ill a sional (BNN) padahalkeperd a taan seseorang tanpa proses pengadilan, menuru t seharusnya dia masuk DOT, karena Bank Arya PanduartaPradj o to, lebih baik diumumkan saja sekalia n . Dengan i tu yang dipimpinnya bobrok sehingga dilikuidasi? tanyadua hal bisa diraih : menunjukkan kesungguhan politik penulis w aktu i tu untuk majalah SWA. "Siapa bilang diapemerintah, sekaligus memberi peringa tan pada bankir lain masuk DOT? Baca sendirilah di web site BI!" jawabuntuk tak mengulangi perbua tan serupa . Dengan cara i tu Subarjo kesal sambil menoleh dan menghentikan langkahpula dapat diharap kalangan perbankan bisa mengatur sebentar, lalu dia pun menerobos pintu .dirinya sendiri . BI, seperti diakui Subarjo beberapa waktu lalu, Anehnya d i samping masyaraka t dianggap tidak perlu memang memasukkan Edward ke dalam DOT . Yangtahu nama- nama mereka yang tercela i tu, si tercela pun bersangkutan samasekali tidak tahu menahu ten tang halbisa tidak tahu bahwa dirinya dinilai seperti i tu . Dalam hal ini . Begitu juga Bambang Samijono (pemilik Bank Dwipa)yang s a tu ini nampaknya BI bekerja secara mis terius. yang membobol uang nasabah Rp 300 miliar. Untuk"Ki ta mempunyai d a ta ten tang semua pemilik/pemegang memberi jalan kepada BPS, pu tra William Soeryadjaya i tusaham bank, direksi, dan komisaris, termasuk perbua tan akhirnya melepas kepemilikannya di Harawi. Dia mengakutercelanya dalam perbanka n . Jadi s e tiap ada proposal kini cuma menjadi penasiha t teknis saja bua t Gus Our.pendirian bank, kita lihat susunan pemegang sahamnya, Meskipun demikian dia tidak terima namanya masuk DOT .komisaris, dan direks i . Lalu kita cocokkan dengan daftar Menuru tnya kri teria DOT belum jelas, d a n sang a t tergan­kita . Bila ada orang tercela di situ, kita core t . Mereka tung kepada pejaba t yang menyusun. "Saya cumakemudian kita persilakan menggantinya, terus begitu dijadikan kambing hi tam . Padahal semua orang tahu sayasampai semuanya oke , " tu tur Subarj o . Direktur BI ini sudah tidak aktif lagi di Bank Summa dua tahun sebelumkelihatan agak kurang senang, ketika d i tanya bagaimana bank i tu dilikuidasi," ka tanya lancar. Toh penjelasanmekanisme penilian fi t and proper berlangsung . tersebut, yang pernah juga diungkapkannya kepada Subarjo nampak lebih tidak senang lagi, ketika di ta­ penulis sewaktu dia masih di Canada, jauh sebelum krisis,nya mengapa Bambang Triha tmodjo bisa memiliki Bank tidak bisa menolong . BI menutup pintu bua tnya dalamAlfa s e telah Bank Andromeda miliknya dilikuidasi karena perbankan nasional .melanggar BMPK? Sementara Edward S . Soeryadjaya Sebaliknya Subarjo menolak bila BI dika takan tidak(mantan Bos Bank Summa) terganjal ketika mau masuk ke punya kri teria jelas ten tang DOT . Apalagi bila kri terianyaBank Papan Sejah tera (BPS) bersama Gus Our lewa t PT dianggap mengandung karet, sehingga bisa di tarik- tarikHarawi Sekawan? "Sudah, sudah, sudah ! Anda lihat semaunya . Kriteria perbua tan tercela dalam perbankan
  • 186. nasional, ka tanya, bukanlah hal baru . Sebagai bukti dia tercatat sebagai debitor kredit macet pada suatu bank.menunjuk Sura t Edaran BI No. 27/4/UPPB, tertanggal 25 Kelima, Orang yang berdasarkan keputusan pengadilanJanuari 1995, Perihal Kriteria perbuatan tercela orang­ a tau informasi yang dike tahui secara umum dinilai memilikiorang yang dilarang menjadi pemegang saham dan a tau akhlak dan moral yang tidak baik seperti penjudi a taupengurus bank. Dalam sura t edaran (SE) i tu kri teria DOT penipu yang dapat membahayakan kelangsungan usahadisebu t: Pertama, Pemegang saham bank, pengurus bank bank. Keenam, Orang yang dihukum a tau pernah dihukuma tau pegawai bank yang berdasarkan keputusan direksi BI karena tidak pidana di bidang perbankan a tau pereko­dinilai terlibat dan a tau bertanggungjawab terhadap nomian berdasarkan keputusan pengadilan yang telahterjadinya : a) peng- gelapan a tau manipulasi yang dapat mempunyai kekuatan hukum te tap .merugikan bank. b) Transaksi fiktif baik yang dilakukan Dengan kri teria seperti i tu dapat dipahami bila ba­pada sisa aktiva maupun pasiva bank. c) Kolusi dengan nyak orang pro tes terhadap pengangka tan safrullah Hadinasabah a tau pihak lainnya yang merugikan bank. d) Saleh, mantan Diru t Bank Arya Panduarta, sebagai Diru tperselisihan intern yang mengakibatkan bank mengalami B N N yang diambilalih pemerin tah . Begitu juga dengankesulita n . e) praktik bank dalam bank a tau usaha bank di pengangka tan Drajat Bagus Prasetyo, mantan Direkturluar pembukuan bank. f) w indow dressing dalam pem­ Bank Mashill, sebagai Direktur Bank Duta . Kedudukanbukuan a tau laporan bank yang secara ma teriil berpe­ Miranda S . Goeltom juga dipertanyakan orang . Sebab diangaruh terhadap keadaan keuangan bank, sehingga sebelumnya merupakan komisaris Bank Uppindo yangmengakibatkan penilaian yang keliru terhadap bank. g) di tu tup, karena pelanggaran BMPK. Para pemilik/kerjasama yang tidak wajar sehingga salah s atu a tau pemegang saham/pengendali, komisaris, dan direksi bankbeberapa kan tornya berdiri sendiri . terlikuidasi (Iihat tabel) bukan tidak mungkin seharusnya Kedua, Pengurus, mantan pengurus bank, dan pihak masuk DOT, kecuali bisa dibuktikan mereka benar- benarterafiliasi lainnya yang dalam masa jaba tannya ber­ tidak terlibat hal- hal yang menyebabkan bank merekadasarkan keputusan direksi BI dinilai terliba t dan a tau mengalami kesulita n . Tidak tertutup pula kemungkinanbertanggungjawab a tas terjadinya hal- hal yang telah adanya mereka yang tercela di bank- bank lain yang bolehmengakibatkan bank yang dipimpinnya mengalami kesu­ jalan terus dengan a tau tanpa rekapitalisas i .litan bera t . Ketiga, Pemegang saham dan a tau pengurus Banyak kalangan berharap, kalau benar Edward per­bank yang diminta oleh BI untuk melepaskan kedudu­ nah melakukan perbuatan tercela yang menyebabkankannya berdasarkan ke ten tuan pasal 37 aya t (2) huruf a Bank Summa kollaps dan karena i tu bisnis perbankan ter­a tau pasal 53 UU N o . 7 tahun 1992 ten tang perbanka n . tutup bagi dia untuk selamanya, mestinya BI bisa berbua t(Sekarang ke ten tuan perbankan diatur dalam U U N o . serupa pada para bankir lain yang menjarah bank mereka1 0/ 1998, yang merupakan pengganti U U N o . 7/ 1992) . sendiri, termasuk para komisaris dan direks i . OrangKeempat, Pemegang saham dan pengurus bank yang menanti tindakan hukum BI terhadap Bos BDNI Syamsul
  • 187. Nursalim, Bos Bank Danamon Usman Admadjaja, dan lain­ SR/443/MK01t 2 1 September 1998t adalah salah s a tulain yang banknya telah lebih dulu kollaps akibat berbagai contohnya . Kemudian tarik ulur soal berapa dan siapapelang garan, termasuk BMPK. Memang di situs w eb BI ada saja bankir yang mesti dicekalt sebagai tindak lanjut dari179 nama yang dimasukkan dalam DOT oleh BI, tapi dibekukannya 38 bank, merupakan contoh lain lagi. Liha tdaftar i tu dianggap belum m enye ntuh nama- nama besar. saja bankir cekal yang semula diperhi tungkan akan berjumlah seki tar 300 berhasil diperas tim Bank Indonesia2. Mereka yang Masuk Daftar (BI) dan D epartemen Keuangan (Depkeu) menjadi 2 1 0 . "Sebenarnya jangankan pergi ke luar negeri, kalau Jumlah i n i kemudian diperas lagi lew a t lobi para brokermau, nama kita pun bisa hilang dari daftar ceka l . TKW poli tikt sehingga tinggal 170. I tu pun cuma dari 29 bank,saja bisa ke luar negeri dengan bermacam- macam cara, padahal yang dibekukan ada 38 bank. Ini saja telahmasa kita enggak bisa?" ka ta mantan Wakil Presiden m enimbulkan keheranan.Direktur Bank Aspac H endrawan Haryono ringan penulis Lebih mengherankan lagi nama- nama beken, kroniyang menemuinya waktu i tu untuk SWA. Salah seorang Cendanat seperti Bambang Trihatmodjo (bos Bank Alfa)tdari 179 bankir tercekal i tu tentu tidak hendak m enyom­ S i ti Hardijanti Rukmana alias embak Tutu t (Bank Yama)tbogkan diri dengan ka ta- ka tanya . Namun s a tu hal m enjadi S i ti Hedijati Hariyadi (Bank Alfa)t Cipu tra yang banknyajelas, bahwa perintah c ekal untuk orang-orang pandai (Bank Cipu tra) menderi ta kredit macet di a tas 30% tidakdan banyak duit semacam bankir bukanlah ran tai yang termasuk dalam deretan bankir terceka l . Bahkan Liem Sioemerampas kebebasan. S e tiap saat, kapan pun m ereka Liong (bos BCA) yang banknya punya kewajiban kepadamau, mereka bisa terbang tinggi dan m enghilang. Bahkan pemerintah di a tas Rp 52 triliun te tap beba s . DemikianEddy Tansil, yang dianggap terang- terangan m enilep duit juga Syamsul Nursalim (bos BDNI) yang banknya menelanBappindo Rp 1 ,3 trilun, dapat m enguap dari tahanan BLBI Rp 28 tiliun lebih, Usman Admadjaja (bos Bankkejaksaan sampai sekarang . Abang si koruptor, bos Bank Danamon) yang banknya menyedot BLBI Rp 12 triliunBHS Hendra Rahardja, juga bisa kabur dengan m enggondol lebih, dan Bob Hasan (BUN) punya kewajiban Rp 6 tiliunuang nasabah . Padahal banknya telah dibekuka n . Apalagi lebiht dan lain- lain te tap menjadi orang beba s . Minggu lalumereka, yang sampai saat ini tidak m erasa bersalaht a tau m ereka yang masuk daftar c ekal memang bertambah 9merasa pelanggaran m ereka tidaklah sebanyak dan sebe­ orang lagi, tapi nama- nama besar tersebut te tap takra t bankir kakap yang jus tru tidak dicekal . tersentuh. Akiba tnya banyak orang menganggap bahwa Kekuatan lobi tingka t tinggi dianggap banyak kalang­ yang masuk daftar cekal kini hanyalah mereka yang takan mampu membersihkan namat m enghapus kesalahan, mampu m elobi pus at- pus a t kekuasaan .dan meringankan hal- hal ya ng bera t . Diba talkannya perin­ Pakar hukum Sutan Remmi Syahdeni membenarkantah c ekal para bankir nakal oleh Men teri Keuangan anggapan i tu . M enuru tnya c ekal secara pilihkasih sepertiBambang Subianto, lewat SK Men teri Keuangan No . : i tu malah bisa m emperbesar ketidakpercayaan orang pada
  • 188. pemerinta h . "Apa pun Anda menyebu tnya lobi a tau yang kepada para pembobol bank tersebut. Pusa t- pus a tsemacam i tu, bukan tidak mungkin memang berhasil kekuasaan, ka ta sementara orang, telah berhasil dilobimenyelamatkan banyak bankir. Seharusnya semua yang untuk membersihkan nama baik mereka .diindikasikan terlibat pelanggaran perbankan dicekal, tapi Bagi mereka yang peduli terhadap masa depanbukan tanpa b atas waktu seperti sekarang," tutur pakar bangsa dan penegakan hukum, cara penguasa membe­hukum i tu d a tar. "Ba tas waktu pencekalan harus jelas, baskan bankir tercekal tanpa proses hukum merupakanmisalnya satu bulan . Dalam jangka waktu i tu harus preseden buruk. Mereka kha w a tir ke 179 bankir tercekaldilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh kepolisian dan kali ini pun akan dibersihkan namanya dengan cara sama .kejaksaan. Bila dalam s a tu bulan tindaklanjut i tu belum Apalagi penundaan pengumumannya disinyalir telahselesai, bisa diperpanjang . Namun bila tidak terbukti disengaja pemerintah untuk memberi kesempa tan kepadakesalahannya a tau tidak dilakukan tindak lanjut sampai mereka untuk melarikan diri, contohnya AI Nyoo (Bankb a tas waktu tersebut, perintah cekal i tu harus dicabut Papan Sejahtera), dan mungkin seki tar 3 0 bankir lagidemi hukum," tambahnya tegas . sudah berada di luar negeri . Padahal, ka ta Ke tua Cen ter Sementara i tu 23 April 1999, tanpa bermaksud for Banking Crisis Denny Daruri, bila berpedoman padamengiku ti saran pakar hukum di a tas, pemerintah telah daftar orang tercela (DOT) yang dikeluarkan BI sajamembebaskan 64 bankir dari pencekalan . "Pembebasan kejaha tan para bankir i tu sudah jela s . Mereka melakukandilakukan untuk kasus tahun lalu. Mereka dibua tkan SK manipulasi d a ta, window dressing, menyalurkan kredit kepembebasan 23 April, dan berlaku efektif 3 Mei 1999 . kelompok sendiri, kredit macet, melanggar BMPK, tidak"Mereka berasal dari 16 BDL (Bank Dalam Likuidasi ), 10 mampu mengembalikan BLBI yang sudah kelew a t banyak,B B O (Bank Beku Operasi, dan 18 BTO (Bank Take Over), " dan lain- lain. Bagi Denny adalah aneh bila s e telahtutur Kepala Biro Hukum Departemen Keuangan Hadianto dimasukkan dalam DOT, lalu dicekal, dan s e telah i tukepada pers waktu i tu . Alasan pembebasan i tu sederhana selesai tanpa proses hukum.sekali. Ke 64 bankir tersebut, dari seki tar 90-an bankir Terlepas dari berbagai keanehan yang mengiringinya,tercekal, telah mengalami masa perpanjangan cegah 2 menuru t Denny, Kepolisian dan Kejaksaan mestinya sege­kal i . Menuru t UU N o . 9/ 1992 ten tang keimigrasian masa ra menindaklanjuti daftar cekal tersebut dengan penyeli­perpanjangan cegah tidak boleh lebih dua kali . Selain i tu, dikan dan penyidika n . Dengan demikian dapat dibuktikanka tanya ke 64 bankir tersebut telah memenuhi se ttlement apakah mereka benar bersalah a tau tidak? Kalau bersalahkewajibannya kepada pemerin tah . Tentu saja banyak harus segera dihukum . "Lebih aneh lagi Kejaksaan Agungorang bertanya- tanya : Iho kok gampang ama t membe­ bukannya berterimakasih a tas sumbangan d a ta yang kitabaskan mereka demi hukum? Proses hukumnya sendiri berikan, ekh malah berusaha mengalihkannya ke soal- soalbelum dijalankan, a tau s e tidak belum pernah terdengar legalitas formal . Mestinya kejaksaan dapat mengguna­ada pemanggilan, penyidikan, dan yang semacam i tu kannya sebagai bahan penyidikan awal, "ujar Denny agak
  • 189. kesal. Kejaksaan dinilainya seperti takut- taku t berurusan dilupakan kedua belah pihak. Oari sisi ini MSAA bolehlahdengan mereka yang berduit, dan mencoba mengalihkan disebu t perjanjian damai an tara konglomera t penelan BLBIopini dengan menantang CBC bertanding tinju dengan dengan pemerintah (Badan Penyeha tan PerbankanKejaksaan Agung. NasionaljBPPN ) . Berbeda dari kejaksaan yang lutu tnya seperti geme­ Cuma masalahnya menuru t Kwik, Menko Ekuin 10tar dan ogah menindaklanjuti perintah cekal, para bankir bulan pada Kabine t Persa tuan Gu s Our, skema MSAAtercekal lebih se tuju pada pendapa t CBC. Mereka berha­ berpo tensi merugikan negara seki tar Rp 8 0 triliun, hampirrap pemerintah segera menindaklanjuti dengan penyidi­ 4 kali lipat anggaran pendidikan nasional tahun 2000 .kan, sampai ke proses pengadilan. "Ki ta lebih suka di H i tung - h i tungannya sederhana sekali . Ase t- as e t yangproses segera ke pengadilan daripada dibiarkan ngambang diserahkan Liem Sioe Liong (Salim ), Syamsul Nursalim, Bobbegini tanpa batas waktu . Orang- orang sudah mencap Hasan, dan Sudwika tmono sebagai alat pembayarankita bersalah, urusan bisnis kacau, karena orang di luar u tang BLBI, nilainya paling banter cuma 30% dari yangtidak percaya lagi pada ki ta, " ujar Hendrawan Haryono, dijaminkan. Artinya BLBI yang d i tenggak lew a t bank- bankyang s e telah masuk daftar, rajin kongko- kongko di pagu­ mereka sebesar Rp 1 12 triliun tersebut, cuma dibayaryuban sesama bankir tercekal, terus terang . 30%- nya . Kwik memang tidak mengada - a d a . Oivisi Ase t Management Investment (AMI) BPPN, yang menilai ulang3. Upaya - upaya M enggugat Pemamah BLBI aset- as et tersebut pada April 2000 membenarkannya . Kalau saja Kwik Kian Gie tidak ngo to t untuk mem­ Menuru t AMI nilai aset kesepuluh holding companyb a talkan Master Se ttlement & Acquisition Agreement (holdco ), yang dibentuk untuk menampung aset- as e t(MSAA), mungkin para konglomera t penanda tangan kese­ jaminan tersebut, cu m a R p 3 0 triliun a tau c u ma 2 7 % daripaka tan i tu sudah bisa tidur nyenyak. Be tapa tidak� nilai saat dijaminkan.Oengan skema MSAA, u tang Bantuan Likuiditas Bank Mengapa pemerintah tidak meminta saja kekurang­Indonesia (BLBI) sudah dianggap lunas dengan menye­ annya dari mereka? I tulah masalahnya . Oalam skemarahkan sejumlah aset sebagai jaminan. Kesepakatan i tu M SAA, yang di tandatangani 21 September - 6 Novembersekaligus membebaskan mereka dari tun tu tan pidana a tas 1998, para penerima BLBI sepaka t mengembalikannyaberbagai pelanggaran perbankan yang mereka lakukan kepada pemerintah (BPPN) dengan menyerahkan sejumlahsebelum dan selama krisis . Jadi soal dugaan pembobolan aset. Ase t- as et i tu di taksir nilainya sama besar denganbank sendiri, pelanggaran Ba tas Maksimum Pemberian jumlah BLBI yang mereka sedot selama krisis . BegitulahKredit (BMPK), kong kalikong an tara pejaba t BI dan para Grup Salim (BCA) yang menelan Rp 52,62 triliun BLBIbankir sehingga BLBI bisa mengucur deras melampaui menyerahkan 109 asetnya . Ase t- as e t i tu kemudiankelayakan, dan dugaan bahwa dana BLBI dipakai membeli dikumpulkan dalam s atu holding PT Holdiko Perkasadolar sampai nilai rupiah jadi kempis, sudah boleh (Holdiko ) . Syamsul Nursalim (BONI) yang menelan Rp
  • 190. 27, 4 1 triliun menyerahkan 12 aset, termasuk Tambak ta taran aplikasi potensi ruginya lebih hebat lagi. Liha tUdang Windu Dipasena . Ase t- aset i tu dikumpulkan dalam saja Holdiko (yang menampung 109 aset Grup Salim) telahPT Tunas Sepadan Investama . Lalu Bob Hasan (BUN) di tawar perusahaan berbendera Malaysia dengan Rp 20yang menelan Rp 6, 159 triliun menyerahkan 30 aset dan triliun. Padahal dia dijaminkan Salim kepada BPPII dengandisa tukan dalam PT Kiani Wirudha . Sementara Sudr.,·ika t­ harga Rp 52 triliun lebih.mono (Bank Surya) yang memperoleh Rp 1,886 triliun BLBI Entah karena memang ingin mengejar se toran a taumenyerahkan 5 asetnya . karena tingka t intelektuali tasnya terlalu rendah, BPPN Lan tas apa sebenarnya yang salah dari penyerahan sebagai penguasa aset hampir saja melepas Holdikoaset- ase t tersebut? Sampai di situ memang tidak ada dengan harga diskon seperti i tu . Orang merasa lebih tidakyang salah. Apalagi bila mereka dengan jujur dan niat baik enak lagi se telah terungkap bahwa perusahaan yang maumenilai aset sendiri ( tidak ada mark up), seperti yang mengambil alih Holdiko i tu juga milik Salim . "Mengapa tidakdiminta dalam perjanjian MSAA. I tu baru menjadi masalah bayar saja u tangnya dengan cash, bila memang masihke tika orang membaca salah sa tu klausul, yang membuat banyak duit?" begitulah opini yang berkembang kemudia n .Kwik uring- uringan . Klausul i tu kasarnya berbunyi : apabila Salim sendiri menganggap harga i tu wajar, karenanilai aset- ase t yang diberikan i tu melebihi nilai yang pemerintah Thailand juga cuma mendapatkan 30% daridijaminkan, maka pemerintah harus mengembalikan kele­ nilai aset yang dijaminkan konglomera tnya . Bila konglo­bihan i tu kepada pemilik aset semul a . Namun bila ternyata mera t besar semacam Syamsul membebankan pemerintahnilainya kurang dari i tu, maka dia menjadi tanggungan kerugian sekitar Rp 20 triliun dari sekitar Rp 28, 4 1 triliunpemerinta h . "Perjanjian seperti i tu kok bisa di tandata­ BLBI yang di tenggaknya, lalu Liem Sioe Liong yang aset­ngani?" ka ta Kwik berang beberapa waktu sebelum asetnya dianggap bagus juga membebani pemerintahmengundurkan diri dari Kabine t Persa tuan Gus Dur. dengan kerugian sekitar Rp 32 triliun, Bob Hasan, Tentu saja Menko Ekuin (kini manta n) kebera tan bila Sudw iktmono berapa lagi? Haruskah semuanya dibeban­MSAA di teruskan, sebab po tensi kerugian yang harus kan kepada APBN, yang berarti 217 juta rakya t Indonesiad i tanggung negara amat besar. Penilaian ulang AMI di ikut memikulnya lewat pengurangan anggaran pendidikan,a tas adalah salah sa tu contohnya . Dipasena, pertamba­ kesehatan, dan lain- lain?kan udang windu raksasa milik Syamsul dinilai Swiss First Bagi Kwik adalah mustahil BPPN, yang no tabene diisiBoston, konsultan asing yang disewanya - USS 2 miliar. oleh orang- orang profesional mantan pengelola bank,Dengan kurs penilai saa t i tu Rp 10- 1 1 ribu/USS, nilainya tidak mengerti soal ini. Banyak kalangan menilai kesepa­menjadi Rp 20 triliun lebih. Padahal nilai riilnya, ka ta Kwik ka tan i tu tak beda jauh dengan pro s ti tusi intelektua l .dan dibenarkan Ke tua BPPN Cacuk Sudarija nto, paling Memang a d a sebuah peredam kecil, klausul soal holdbackbanter cuma Rp 2 triliun . Yang tinggal cuma kolam-kolam asse t. Dengan ini jika u tang lebih besar daripada asetraksasa dan air, serta beberapa genset, dan lain- lain. Di yang diserahkan, maka si penandatangan harus menye-
  • 191. rahkan aset tambahan . Namun siapa lagi yang mau berbeda . Skema M RA mewajibkan penenggak BLBI i tuberpikir soal holdback asset, bila ada klausul bagus yang un tuk menyerahkan jaminan pribadi (personal guara n tee ) ,membebaskannya dari i tu? jika u tang BLBI mereka ternyata lebih besar daripada aset MSAA memang bukan sa tu- sa tunya kesepaka tan yang diserahkan . Mereka ini berteriak merasa diperlakukanyang disodorkan BPPN kepada konglomera t kakap pema­ tidak adil oleh BPP N . Mereka lebih suka bila diizinkanmah BLBI. Paralel dengan MSAA telah d i tandatangani pula menyelesaikan u tang BLBI lewa t skema MSAA.Master of Refinancing Agreement (MRA) . Empat konglo­ Tidak kurang galaknya adalah 25 mantan pemegangmera t papan a tas menandatanganinya, dan telah pula saham bank beku kegia tan usaha (BBKU), yang kinimenyerahkan sejumlah aset. Usman Admadjaja (Bank diwajibkan mengiku ti s truktur penyelesaian kewajibanDanamon) yang menerima Rp 12,32 triliun BLBI, misalnya, pemegang saham (PKPS ) . Skema i tu memaksa merekamenyerahkan 26 aset yang digabung dalam PT Bantala un tuk menyelesaikan kewajibannya dengan uang tunai.Kartika Abadi . Kaharuddin Ongko (BUN ), yang melahap Rp "Seharusnya pemilik BBKU juga mendapat perlakukan yang7,839 triliun, menyerahkan 20 aset dan disa tukan dalam sama, yai tu menyelesaikan kewajibannya dengan skemaPT Arya Mus tika . Bank Umum Nasional (BUN) yang dimiliki MSAA, " ka ta pemilik Bank Mashill Philip Widjaj a .Bos Hasan dan Kaharuddin Ongko, ka ta sumber di BPPN Diliha t dari semanga tnya, menuru t Kwik yang kemu­waktu i tu memang telah dijadikan mesin uang kedua dian kembali ke habita tnya di DPR, MSAA amat meng­konglomera t i tu lewa t orangnya masing- masing . Jadi un tungkan konglomera t perampok uang negara . Meskipunmereka berdua harus menanggulang i : Bob lewa t MSAA, tak banyak yang mendukungnya di pemerintahan, banyakdan Kaharuddin lewa t M RA. Samadikun Hartono (Bank orang secara diam- diam membenarkan pandangan kri tisModern) yang memakan Rp 2, 663 triliun BLBI menye­ politikus POI Perjuangan i tu . Bahkan Presiden Abdur­rahkan 10 asetnya dan digabung dalam PT Cakrawala Gita rahman Wahid dan para wakil rakya t akhirnya se tujuPra tama . Lalu Hokiarto, Hokianto (Bank Hokindo) yang meninjau kembali MSAA. Sebelumnya, masih pada tahunmemakai Rp 339 miliar BLBI menyerahkan 12 aset. 1999, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melaporkan Meskipun kedua kesepaka tan i tu sama- sama meru­ adanya kejanggalan dalam MSAA tersebut, te tapi tidakpakan skema penyelesaian u tang BLBI dengan jaminan mendapat tanggapan berarti . Pandangan Kwik sendiri soalaset, asumsi yang mendasari keduanya amat berbeda . MSAA pada dasarnya tidaklah berbeda jauh dariMenuru t sumber di BPPN (kini mantan) MSAA didasari pandangan Econit. Menuru t Econit, yang dinakhodai Rizalasumsi bah;a aset- ase t yang diserahkan para bankir Ramli sebelum menjadi Menko Perekonomian i tu, se tidak­tersebut bagus- bagus dan nilainya melebihi u tang BLBI. nya ada 6 kelemahan MSAA. Pertama, kesepaka tanSementara skema MRA didasari asumsi bahwa aset- ase t tersebut membebaskan debitur dari tindakan pidana yangyang diserahkan tidaklah bag us, dan nilainya di bawah telah mereka lakukan (release & discharge ) , sepertiu tang BLBI. Akiba tnya perlakuan terhadap mereka juga pelanggaran ba tas maksimum pemberian kredit (BMPK) .
  • 192. Kedua, se telah MSAA d i tandatangani, pemerintah tidak Soeharto jatuh, dan sebagainya . Indonesia menjadibisa menuntut para debi tur, jika ternyata jaminan yang soro tan internasional, teru tama dalam masalah ras . Jadidiserahkan kurang dari jumlah kewajiban yang seharusnya kita bisa menggiring mereka menanda tangani MSAA dand i tanggung . MRA i tu hebat sekali," tu turnya bersungguh- sungguh . Masih menurut Econit, kelemahan ke tiga dari kese­ "Ki ta sendiri sebe tulnya enggak tahu harus bagaimana .pakatan i tu, kepemilikan aset- ase t yang diserahkan te tap Lalu Salim menawari bagaimana kalau dia serahkan sejum­a tas nama debitur. BPPN hanya melakukan kon trol ter­ lah aset. Pertamanya kita tolak, tapi se telah dipikir- pikirhadap operasionalnya . Keempat, tidak ada sangsi yang i tu bagus jug a . Lalu karena kita enggak ngerti soaltegas bila debi tur melanggar kesepaka tan MSAA. Dalam perjanjian seperti i tu, ki ta tanyakan konsul tan- konsul tanhal ini sebagai contoh Econit menyebut beberapa pelang­ IMF . Dengan bantuan merekalah kita bua t drafnya, maka-garan terhadap ba tas waktu penyerahkan aset (closing nya dalam bahasa Inggris, " tambahnya panjang sekaligusd a te ) . Juga disebut adanya debitur yang belum memenuhi menerangkan mengapa perjanjian i tu d i tulis dalam bahasakewajiban menye tor dana tunai (cash obligation), seperti Inggris, padahal menyangkut 2 pihak yang sama- samaSyamsul yang belum menyerahkan Rp 1 triliun yang Indonesia . Banyak orang khaw a tir perjanjian dalamdiwajibkan kepadanya dalam MSAA. Bos BDNI i tu sendiri bahasa asing ini akan menyulitkan, bila nantinya salahmengaku sudah melunasinya . Kelima, aset debitur yang sa tu pihak memperkarakan yang lain di pengadilan .diserahkan kepada negara, fisik saham, bukti kepemilikan Masalahnya se telah draf perjanjian i tu jadi mengapaa tau sertifika t aset yang diserahkan, tidak dipegang oleh posisi BPPN amat lemah. Apalagi bila di tinjau dari 6BPPN . Seluruhnya masih te tap dipegang debi tur. Keenam, kelemahan MSAA yang diungkap Econi t, BPPN di sitususunan direksi maupun komisaris dari holding company seperti didikte . Adanya klausul yang amat merugikanyang dibentuk dari perjanjian MSAA sebagian besar negara dan mengun tungkan konglomera t, adalah buktidijaba t orang- orang BPPN . Yang terakhir ini berpotensi yang tak dapat dibanta h . "Mung kin ya, tim ekonomimenimbulkan konflik kepentingan . Cara menghindarinya pemerintah Habibie saa t i tu yang dipimpin Ginanjarcuma sa tu, ka ta banyak pengamat, serahkan saja kepada Kartasasmita dan BPPN di bawah Glen MS Yusuf inginpengelola independen . memberi semangat kepada mereka un tuk menjaga aset­ Terlepas dari kon troversi yang mengiringinya, menu­ nya, agar tidak semakin ja tuh . Dengan adanya kemung­ru t sumber di BPPN, sebenarnya MSAA tidaklah jelek-jelek kinan mendapat keuntungan di situ, kan mereka terpacu,"amat. Bahkan sebagai sebuah solusi saa t i tu dia jelasnya berlogika . "Dalam perjanjian i tu disebutkanmerupakan prestasi . "Bayangkan krisis lagi sangar­ bahwa apa yang mereka ka takan adalah benar (presentedsangarnya pada tahun 1998 i tu . Nilai dolar semakin & warran ted) . Seperti Syamsul, misalnya, dia mengakumenggelembung, banyak perusahaan m a ti, situasi poli tik tidak memiliki aset lagi di luar negeri . Nah kalau ternyatatak menentu, penjarahan dan perkosaan merebak, dike tahui di luar negeri, seperti di Singapura, Hongkong,
  • 193. Cina, a tau di negara lain dia masih memiliki aset, maka tidak memindahkan hak a tas kepemilikan aset ke PTberarti dia sudah cacat. Perjanjiannya lantas bisa diba tal­ Tunas Sepadan Inves tama ; Syamsul melakukan beberapakan, dia bisa dikenakan sangsi, dan sebagainya," tambah mispresenta tion (kekeliruan yang dilakukan denganorang BPPN i tu . sengaja terhadap penyajian d a ta ten tang aset; belum Mungkin peluang seperti i tulah yang mendorog Kwik semua aset tambahan (holdback asset) diserahkan keun tuk menggugat kesepaka tan tersebut, ke tika menjaba t escrow agent (penampung sementara aset tambahan ) ;sebagai Menko Ekuin pada masa kepresidenan Gus Dur. Syamsul belum menyerahkan dokumen-dokumen lain yangDia bahkan meminta ahli pengacara dan hukum kondang disyara tkan MSAA, seperti debtors consent and aknow­Kartini Muljadi dan Frederik B . G . Tumbuan un tuk meng­ ledgement dan loan forgiveness .kajinya . Begitulah berpijak pada hasil kajian kedua tokoh S e telah serangan panas Kwik terhadap MSA dani tu, K""ik menilai MSAA berte ntangan dengan undang­ para penenggak BLBI besar, koor un tuk membatalkannyaundang perbanka n . Perjanjian perd a ta i tu tidak bisa semakin santer saj a . Bahkan kalagan vvakil rakya t danmenghapus tindakan pidana yang mereka lakukan, seperti pakar ekonomi pun iku t berteriak dengan nada yangpelanggaran BMPK. " Ibu Kartini dan Pak Fred juga mereko­ sam a . Dr. Sri Mulyani Indra w a ti, dari FE- UI termasukmendasikan agar MSAA diba talkan demi hukum," ka ta salah sa tu yang menyerukan pemba talan MSAA. NamunKwik. Kartini dan Fred bahkan menganjurkan BPPN agar pengacara Todung Mulya Lubis mengatakan tak mung kin,mengambil langkah hukum, seperti paksa badan karena membatalkannya sepihak i tu melanggar hukum .(gijzeling) . Tindakan hukum seperti i tu boleh dikenakan "Akan te tapi kon trak yang d i tandatangani bukanlah hargapada pemegang saham pengendali sejumlah bank penada­ m a ti . BPPN bisa saja membatalkan MSAA, bila debitortangan MSAA dan MRA, yang tidak melunasi kewajiban mencederai janji . Jadi harus d i teliti dulu, tak bisa sekadarsebesar u tang BLBI yang telah dinikma ti, dan melanggar membatalkan," ujar mantan Ke tua Yayasan LembagaBMPK. Bantuan Hukum Indonesia i tu pendek. Namun langkah apa Dari hasil kajian Kartini dan Fred nampaknya MSAA pun yang akan diambil pemerintah dan BPPN, hasil kajiansebagai sebuah perjanjian pun tak mung kin dilaksanakan, Kartini Muljadi dan Fred Tumbuan tak bisa diabaikansebab beberapa poin yang seharusnya dilaksanakan telah begitu saja.dicederai sendiri oleh pelakunya . Paling jelas ten tu cedera Bahkan se telah Kwik berhenti dari jaba tannya seba­janji yang dilakukan bos BDNI Syamsul Nursalim, yang gai Menkko Ekuin, gugatan terhadap i tu terus berjala n .memang dijadikan kajian u tam a . Pengkajian serupa ten tu Apalagi D r . Rizal Ramli yang menduduki posisi Kwik sebagaibisa juga dilakukan pada penandatangan MSAA yang lain. Menko Perekonomian punya sikap yang tak kalah tegas­Se tidaknya ada 5 cedera janji yang dibua t Syamsul : nya . "Dalam masalah MSAA ini, kerugian negara harusSyamsul tidak membayar lunas secara tunai kewajiban Rp di tekan seminimal mungkin . Dengan begitu debitor harus1 triliun sebagaimana d i te tapkan dalam MSAA; Syamsul menambahkan aset jaminan dan memberikan personal
  • 194. garansi guna menghindari pengurangan nilai asetnya," bertekad membrantas korupsi, nampakya tak bisa mene­tutur Rizal seusai berkonsul tasi dengan Wakil Ke tua DPR rima pemberian sertifika t Release & discharge tergesa­Tosari Widjaj a . "Sebagai gantinya pemerintah bersedia gesa i tu .memperpanjang jangka waktu pembayaran kewajibandebitor i tu," tambahnya . Sanksi pidana? "Itu vvewenangJaksa Agung, bukan Menko Perekonomian," tegasnya .Syamsul kemudian sempat dipanggil kejaksaan un tuk zmenjalani pemeriksaan, tapi dia tak d a ting dengan alasankesehata n . Kemudian dia hengkang ke Singapura denganalasan berobat dan tidak kembali sampai pemerintahanGus Dur berakhir lewat impeachment wakil rakya t dalampersoalan lain. Megai a ti kemudian manggung meng­gantikan Gus Dur sebagai presiden . Cuma urusan MSAA dan penenggak BLBI besar iniberakhir an tiklimaks pada masa Kabine t Go tong RoyongMega- Hamza h . Sebelum masa pemerintahan Kabine tMega- Hamzah berakhir dan BPPN habis masa baktinya,Ke tua BPPN iaktu i tu Syafruddin Arsyad Temenggungberupaya keras un tuk memberikan sertifika t Release &Discharge kepada para konglomera t besar tersebut.Upaya ini berhasil gemilang, meski dalam urusan siapayang mesti menandatangani sertifika t lunas dan bebastun tu tan hukum berlarut- Iarut. Seakan ada yang takberes dengan pemberian sertifika t tersebut dan khaw a tirakan menjadi masalah dikemudian hari, poli tisi PDIPmemberi periga tan agar Megai a ti sebagai presiden tidakdiliba tkan di dalam masalah i tu . Begitulah sertifika tRelease & Discharge kemudian d i tandatangi Ke tua BPPNSyafruddin A Temenggung . Kini se telah HendarmanSupandji menjaba t Jaksa Agung menggantikan Abdul­rahman Saleh masalah ini nampaknya angka t diangka tkembali . Kabine t Indonesia Bersa tu SBY- JK, yang memang
  • 195. Indonesia di TanganKyai Abdurrahman WahidReformasi berakhir antiklimaks. Partai- partai lama viarisanorba te tap menjuarai pesta demokrasi 1999 . Yang ber­beda cuma sa tu : Golkar, yang selama 7 kali pemilu terusberada d tempat pertama, dalam pemilu paling demokra tisse telah pemilu 1955 ini bertukar tempat dengan POIPerjuangan pimpinan Megav,, a ti Soekarno- putri . Golkarharus puas di tempat kedua dengan kekalahan tipis dari sijuara baru . PPP berada di tempat ketiga, tapi denganke tertinggalan yang sangat jauh. Partai kaum reformisPAN pimpinan Amien Rais cuma mendapat tak sampai 10%suara pemilih. Partai berlambang Ma tahari ini cuma mampumenjadi pesaing baru PPP. Sedang partai kaum mudakampus PK di bav,,ah Nur Mahmudi Ismail bahkan takmasuk electoral treshold . Sebab suara yang dikumpul­kannya tak sampai 3%. Lebih parah lagi partai anak- anakmuda beraliran kiri di bav,,ah Budiman Sujatmiko PRO , yangsempat berkibar menjelang keja tuhan Soeharto, hanyabisa mengumpulkan tak sampai 1% suara . Nasibnya takjauh beda dari PUOI di bawah Sri Bintang Pamungkas danPDR pimpinan mantan Menkop/PKM Adisasono yangmengusung ekonomi kerakya tan . Partai- partai gurem ini
  • 196. cuma punya dua piliha n : m a ti saja a tau ganti nam a . PK presiden pertama republik. Gus Our yang partainya cumamemilih opsi kedua dan berubah menjadi Partai Keadilan mengantongi 13 juta suara pemilih dihadapkan denganSejantera (PKS) agar bisa berlaga lagi pada 2004 . Hasil Mega yang partainya telah memenangi pemilu legisla tifpemilu demokra tis pertama ini sekaligus menunjukkan dengan 35 juta suara . Namun Gus Our tampil percaya diri .kegagalan kaum reformis mengajak rakya t di akar rumput Oia tak memandang sediki t p n kekuatan Mega . Yang diapindah kere ta : tahu hanya kekua tannya sendiri, yang didukung kaum reformis dan partai- partai lain yang tak menghendaki1. Obat Mujarab itu Bernama Abdurrahman Wahid presiden wanita . Begitulah kaum tradisonalis dan Islam Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, melihat modern bergabung dalam sa tu barisan bersama kaumhasil pemilu seperti i tu, Amien terpaksa mengurungkan reformis. Oi sisi lain Mega yang sudah telajur menampilkannia tnya maju ke medan laga pemilihan presiden di sidang diri sebagai adik manis jus tru rikuh sendiri . Sementaraumum MPR (Oktober 1999 ) . Orang yang selama berbulan­ para pendukungnya tak bisa menganggap Gus Our sebagaibulan sebelum pemilu selalu keluar sebagai jawara dalam musuh yang harus dilawan habis- habisa n . Yusril Ihzase tiap polling pendapat i tu mundur tera tur, karena malu, Mahendra, Ke tua PBB kemudian ikut berlaga di sidangdisamping pilu ten tunya . "Saya tidak mau menjadi presi­ umum i tu un tuk menangkap segala kemungkinan. Mantanden ten percent ( 10%): ka tanya tahu diri . Sebaliknya speech writer Soeharto i tu ten tu tak sekadar neka t,muka- muka baru di MPR tak rela bila Indonesia, se telah mengingat PBB yang dipimpinnya memperoleh suara yangperju- angan yang bera t, harus kembali dipimpin orang­ tak menggembiraka n . Perhitungannya lumayan rasional :orang yang tak punya visi ke depan. Apalagi un tuk kem­ Habibie tak jadi maju dan Amien sudah meninggalkanbali ke pangkuan antek- an tek Soeharto . Maka dibua tlah lapangan. Bila Gus Our mundur a tau tak lulus tes kese­manuver cantik dengan mengu- sung Abdurrahman Wahid. ha tan, maka saingannya hanya sa tu, Megawati. OapatSelama 5 12 hari pemerintahan transisi Habibie, kyai tanpa dipastikan Yusril yang muda, cerdas dan ganteng akanpondok pesantren ini memang telah menjadi tokoh oposisi mampu memenangkan pemilihan di MPR.paling berwiba;a di republik. Oia sekaligus telah menyisih­ Perhi tungan Yusril akhirnya memang melese t. Guskan ke tokohan Amien. Oengan menggandeng Mega, cucu Our tidak mengalami kesulitan sama sekali dalam masalahpendiri NU Kyai Hasyim Asari i tu seperti menyedot seluruh kesehata n . Tak ada tes, tak ada pertanyaan soal i tu .kekuatan Mega, sehingga sel