Your SlideShare is downloading. ×
Catatan Hitam Lima                 Presiden Indonesia      Sebuah Investigasi 1997- 2007, Mafia Ekonorni,          dan Jal...
Daftar lsiCATATAN HIrAM liMA PRESIDEN INDON ESIA: Sebuah Investigasi 19 97- 2007, Mafia Ekonomi,     dan Jalan Baru Memban...
C. Res trukturisasi sektor Finansial . 163        .   .                  2. Mereka yang Masuk Daftar . . 374              ...
Pengantar      Rizal RamliIshak Rafick adalah seorang jurnalis yang memilikipengalaman belasan tahun, menulis berbagai art...
tidak ingin menjejalkan kesimpulannya sendiri kepada            pemerintahan Habibie .pembaca . Dia lebih senang memaparka...
massa mengambang (floating mass), jus tru menimbulkan             negara Bara t . Mereka lebih akomoda tif terhadap kepen­...
intelektual sang a t menggantungkan diri pada belas             dam badai krisis moneter.kasihan negara dan lembaga pember...
tidak a danya VIS I, lemahnya kepemimpinan dan konser­          Berkeley yang ortodoks dan neolibera l . Segera s e telahv...
Malaysia, Korea Selatan, Cina dan Thailand tidak memiliki          Subordinasi kepentingan rakya t d a n nasional kepadasu...
besar di Asia . Saudara Ishak Rafik, dalam buku ini, mena­warkan jalan baru membangun Indonesia, sebagaikesimpulan dan kes...
Dalam kehidupan sehari- hari biasanya orang tidak        menegangkan selama berlangsungnya reformasi yangmau d a tang ke d...
sisi- sisi lain yang terluput, tapi terlihat oleh orang lain.Bagi Anda yang meliha t sisi- sisi lain tersebut a tau bagiAn...
Pembangunan IndonesiaTelah berlalu beberapa periode yang bera t s e telah krisismoneter (krismon) pertengahan Juli 1997, d...
bertindak cerdas sangat berkaitan dengan kemampuan              di seki tar mereka . Apa yang harus dilakukan? Trinitas IM...
akan mendapatkan konsumennya dari belahan bumi lain.            (Indonesia 20% lebih, pen), sebagai ganti membantuDapat di...
Dewan Perw akilan Daerah (DPD), Maj elis Permusyawa­           maka dasar- dasarnya harus sudah dibangun saa t ini.ra tan ...
un tuk menolong mereka yang j a tuh miskin . S ebab ketika            Terpilihnya SBY- JK di tengah medan reformasi yangpe...
selama kurun w aktu 32 tahun. Sedang u tang domestik             Jadi s etelah menggelontorkan dana segar Rp 144 triliunpe...
membukukan keun tungan di a tas Rp 2 triliun/ tahun .           yai tu sama- sama merugikan negara, lembaga a tau per­Tahu...
pemerin tah dan rakya t Indonesia Rp ra tusan triliun,           dukung dalam kabinet w aktu i tu . Maka u tang ajaib sege...
dikorup a tau tidak digunakan un tuk membangun . I tu              Amerika Serika t (AS) , Paris Club, Bank Dunia, CGI (Co...
60 j u ta rakya t di seluruh Indonesia menjadi pengemis tiga    berbenturan dengan IMF, Paris Club, Bank Dunia, CGI,bulana...
adalah Soeharto . Sedang ekonom Boediono dari UGM,               pasar. Bahkan i tu pun masih bisa dipersempit lagi menjad...
u tang . Juga ketika mau menarik obligasi rekap a tau          Dengan demikian, ka tanya s e telah i tu, denda Dinar 100me...
Bank Dunia dan pemerin tah AS?                                  mendapat kepercayaan penuh dari rakyat, pemerin tah tak   ...
20 1 1 - 2030 . Jadi ketika deposit minyak dan gas blok i tu     pada masa akhir kekuasaan Soeharto . Tentu keberhasilante...
Dalam hal yang terakhir i tu sebenarnya kita bisa be­      juga layak mendapat perha tian pemerin tah saat ini adalahlajar...
Banyak analis dan pengamat ekonomi menenggarai        Cepu, serta pens tlw a- penstlwa di depan m a ta lainnya,adanya perm...
dan banyak dipuj i di luar negeri, terutama oleh IMF dan        akademik dan kepakaran yang telah diraih, karena p e tanip...
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Catatan Hitam Lima Presiden RI
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Catatan Hitam Lima Presiden RI

12,355

Published on

Yang akan Anda baca ini memang bukan sesuatu yang manis. Buku ini juga tentu tidak ditujukan untuk menyenangkan setiap orang seperti cerita pengantar tidur. Di dalamnya, memuat rekaman hitam bersejarah yang boleh jadi belum pernah terungkap di media.

Ini adalah hasil penelusuran jurnalistik selama 10 tahun. Catatan yang tajam dan paling komprehensif yang membedah kegagalan demi kegagalan presiden kita dalam membawa Indonesia tinggal landas. Satu hal yang pasti, ada solusi dan pencerahan yang ditawarkan sang penulis kepada kita dengan cara memberi gambaran apa adanya tentang tanah air tercinta. Setidaknya agar muncul ide-ide kreatif untuk menyelesaikanya.

Published in: News & Politics
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
12,355
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
326
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Catatan Hitam Lima Presiden RI"

  1. 1. Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia Sebuah Investigasi 1997- 2007, Mafia Ekonorni, dan Jalan Baru Mernbangun IndonesiaSehubungan dengan ebook digibook (format "exe) yang sayadownload dad www.4shared.com rawan dihinggapi I dianggapvirus oleh sebagian anti virus, maka saya ubah ebook ini menjadiformat "djvu. Perubahan format dilakukan semata-mata untukkepentingan koleksi pribadi dan bukan untuk tujuan komersial.Semoga bermanfaat untuk kita semua.""""Mad Berbagi Melalui Ebook"Jangan Lupa Membeli Buku Aslinyajandoy - 060112949janinmu@yahoo.com
  2. 2. Daftar lsiCATATAN HIrAM liMA PRESIDEN INDON ESIA: Sebuah Investigasi 19 97- 2007, Mafia Ekonomi, dan Jalan Baru Membangun Indonesia karya Ishak Rafick Pengantar oleh Rizal Ramli . . . 9 Copyright © 2007, Ishak Rafick Pengantar Penulis . . . 2 1 Hak Cip ta Oilindungi Undang- undang I. Merintis Jalan Baru Pembangunan Indonesia . . . 27 All Rights Reserved 1 . Yang Tersemat Oi Pundak SBY- JK .. . 27 Pewajah Sampul : Kas ta Waisya 2 . Oi an tara Korupsi, Kebodohann dan Ke takutan . . . 35 Pewajah lsi : Ufukrea tif House 3. Pilihan- Pilihan yang Tersedia . . . 42 4 . Sebuah Jalan Baru yang Terbuka . . . 60 Ce takan I: Januari 2008 II. Indonesia Batal Tinggal Landas ... 9 1 ISBN: 9 79- 1238- 63- 2 1 . Ca ta tan- Ca ta tan Menjelang Ja tuhnya Orde Baru . . 9 3 . 2 . Expatria t Memasuki Masa Suram . . . 105 3 . Antara Perut Perusahaan dan Perut Rakya t ... 1 13 4 . Yang Menolong, Yang Teraniaya . 122. . UFUK PU BliSHING HOUSE 5. Ke tika Kesadaran i tu sampai Ba tasnya . . . 132 PT . Cahaya Insan Suci JI. Warga 23A, Pej a ten Bara t, Pasar Minggu, 6 . Agenda Reformasi Politik, Menuju Indonesia Baru Jakarta Selatan 125 10, Indonesia . . . 143 Phone: 62- 2 1- 7976587, 79 1 92866 7. Peris tiwa di Belakang Panggung Reformasi 150 . . . Homepag e : www . ufukpress . com 8. GBHN Super dari Bawah Meja IMF . . . 160 Blog : h ttp://ufukpress .blogspot. com A. Kebij aksanaan Moneter . . . 16 1 Email : info@ufukpress . com B . Kebij aksanaan anggaran Pemerintah . . . 162
  3. 3. C. Res trukturisasi sektor Finansial . 163 . . 2. Mereka yang Masuk Daftar . . 374 . D. Reformasi s truktural . . 166. 3. Upaya- upaya Menggugat Pemamah BLB1 . . 378 . 9. Beberapa Bom Waktu yang Lain . 176 . . VI. Indonesia di Tangan Kyai Abdurrahman Wahid A. Proyek Listrik Swasta . . 176. . . . 39 1 B. Kehadiran Swasta di Sektor Air Bersih . . 186 . 1 . Oba t Mujarab i tu Bernama Abdurrahman Wahid . . . 392 C . Karamnya BUMN Kertas . . . 192 2. Mengambil Kembali Kedaul a tan Politik . . 396 . D. Sumber Dana Murah bernama Dana Reboisasi 3. Tekanan Dunia Luar terhadap Gus Dur . . 409 . . . . 201 4. Gus Dur Menuai Badai ... 42 1 E . Ron toknya 1ndus tri Hilir Berbahan Kayu . . . 2 1 1 F . Masalah- masalah Adminis trasi . . . 2 19 VII . Indonesia di Tangan Satrio Piningit . . . 433 1 . Sebuah Skenario Nista ten tang Masa Depan . . . 435ill. Kabinet Transisi Habibie . . . 237 2. Menuju Liberalisasi Ekonomi tanpa Ba tas . . . 437 1 . Pait a Compli, Saat Kaum Reformis Lengah .. 237 . 3. Menjadi Negara 1ndus tri a tau Pasar ? . . . 453 2. Gerakan Reformasi Tambah Joki . . . 240 3. Mendayung Di Antara Dua Karang . . 247 . Sebuah Kasus Menarik Bernama IPTN ... 469 4. Upaya Menjinakkan Harga Sembako ... 269 Sekilas Tentang Penulis . . . 485 5. Kabine t 5 12 hari Habibie . . 277 . Daftar Pus taka . . . 4 91 6. Reformasi BUMN di bawah Tanri Abeng . . 284 . 7. Meraj u t Ekonomi Kerakya tan . . . 294IV. Pemilu dan Kematian Ideologi ... 319 1. Terjebaknya Kaum Reformis . . . 3 1 9 2 . Peserta d a n Para Penyelenggara Pemilu . . 3 3 1 . 3 . Perubahan P eta Politik yang Mengecewakan . . . 340 4. Mesin Politik Bernama Golkar . . . 349V. Krisis Perbankan . . 363 . 1 . B1 dan Para DOT . . 365 .
  4. 4. Pengantar Rizal RamliIshak Rafick adalah seorang jurnalis yang memilikipengalaman belasan tahun, menulis berbagai artikelten tang ekonomi politik, korporasi, manajemen dan lain­lain. Ishak yang memiliki pendidikan tinggi alumniUniversitas Indonesia ini, juga mendapatkan gelar Masterof Art dari Rijks Universite i t Leiden Ne therland dengantesis berjudul 11 Het Beeld van Indonesie in the 20steeewse koloniale li teratuur" (Wajah Indonesia DalamLi teratur Kolonial Abad 20) . Ishak juga mengiku ti berbagaijenis training di dalam maupun luar negeri dalam bidangjurnalis tik maupun manajemen seperti Nij enrode Manage­ment Insti tu te, Breukelen N e therland . Dengan l a tarbelakang pendidikan yang sanga t luas dan m o tivasi yangsanga t kua t, Ishak menulis buku Catatan Hitam LimaPresiden Indonesia. Buku ini merupakan sebuah karyadan pres tasi yang menonjol karena jarang sekali jurnalisIndonesia menulis buku, terutama ten tang topik yangcukup serius. Sebagai seorang jurnalis, style penulisanIshak sangat mudah dimengerti, enak dibaca walaupunmemerlukan w aktu yang cukup panjang untuk dapatmemahami garis merah dari buku sang penuli s . Jus tru i tumenjadi daya tarik tersendiri dari buku ini, karena penulis
  5. 5. tidak ingin menjejalkan kesimpulannya sendiri kepada pemerintahan Habibie .pembaca . Dia lebih senang memaparkan duduk perkaranya Secara panjang lebar Ishak melakukan ana lisa ten­daripada menggurui . Gaya bahasanya bukan telling, tapi tang dinamika poli tik sejak pemilu tahun 1999 - 2004.showing. Dia menantang pikiran, sekaligus menggugah Secara gamblang Ishak menarik kesimpulan yang sang a tnuranr. tepat yaitu kem a tian ideologi dalam proses politik di Indo­ Ada kegelisahan yang sang a t mendalam dalam buku nesia . Sehabis kej a tuhan pemerintahan o toriter Soeharto,Ishak ten tang peranan dan ke tangguhan Negara serta ternyata ruang kosong demokra tisasi dengan cepat diisikorporasi dalam menghadapi gejolak krisis baik pada tahap dan diambil alih oleh oligarki politik dan ekonomi yangawal maupun pasca krisis. Ishak, misalnya, mencoba tumbuh pada masa Orde Baru . Dengan ka ta lainmemetakan dan melakukan analisa mengapa Indonesia demokra tisasi Indonesia telah "dibajak" oleh tokoh- tokohgagal tinggal landas s e telah 32 tahun Orde Baru . Berbagai dan kekua tan lama Orde Baru yang telah berhasilkelemahan s truktural dan penyimpangan priori tas masa melakukan akumulasi finansial maupun jaringan selama 32Orde Baru dianalisa dengan tajam dan menarik secara tahun Orde Baru .jurnalistik. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang lumayan, Tidak aneh bahwa transisi dari sistem o tori ter keIshak memaparkan berbagai ke timpangan yang terjadi dan sistem demokra tis tidak membawa manfa a t yang besarkerawanan di dalam bidang ekonomi maupun sosial. pada kemajuan negara maupun kesejahteraan rakyat.Namun pada akhirnya, Soeharto tidak mampu menahan Seperti dike tahui, proses pemilu maupun pilkada sang a tbesarnya tekanan terhadap perubahan dan keinginan diwarnai dan didominasi o l e h politik uang . Jika kecen­untuk demokra tisasi. derungan ini terus berlanjut, maka akan timbul banyak Ishak j uga melakukan pembedahan yang kritis terha­ pertanyaan ten tang apakah demokrasi ada manfaa tnyadap masa pemerintahan Habibie . Dalam banyak hal, untuk rakyat kebanyaka n . Seperti yang dika takan Ishak,Habibie berupaya memenuhi tuntu tan reformasi, dengan m a tinya ideologi dalam proses politik Indonesia merupakanmenyusun Undang- undang Kebebasan Pers, Undang­ salah s atu penyebab u tama dari komersialisasi danundang Desentralisasi dan Undang- undang Pemilu. Habibie dominasi politik uang dalam proses demokrasi di Indonesia .berhasil menegakkan landasan untuk demokra tisasi Sangat sukar misalnya, untuk membedakan ideologi,sebagai respon terhadap tuntu tan mahasiswa dan rakyat visi dan s tra tegi berbagai partai poli tik yang ada disebelum dan saat reformasi i tu terjadi. Di sisi lain Habibie Indonesia karena dominannya komersialisasi dan prag­melaksanakan banyak permintaan IMF dalam ben tuk m a tisme partai politik. Rakyat biasa diberikan pilihanberbagai Le tter of Inte nt teru tama dalam kai tannya partai- partai dengan nama dan simbol yang berbeda­dengan rekapi talisasi perbankan, BLBI & MSAA. Ishak juga beda, te tapi sebe tulnya esensi maupun programnya tidakmenjelaskan berbagai perdebatan internal dan diskus jauh berbeda . Dalam kon teks seperti i tu, demokra tisasipublik ten tang arah kebij akan ekonomi dalam masa yang diharapkan mampu mengurangr kecenderungan
  6. 6. massa mengambang (floating mass), jus tru menimbulkan negara Bara t . Mereka lebih akomoda tif terhadap kepen­gejala sebaliknya, yaitu semakin mengua tnya kecende­ tingan negara- negara besar dalam bidang politik luarrungan massa mengambang . negeri dan pertahanan, te tapi sang a t mandiri dalam Dalam kondisi vakum ideologi, dominasi pragmatisme penentuan s tra tegi dan arah kebij akan ekonomi.dan politik uang, Indonesia sang a t mudah sekali dipe­ Ishak mengajukan pertanyaan penting, mengapangaruhi oleh pandangan ekonomi ortodoks dan neoliberal Indonesia batal tinggal landas? Pada tahun 1967, negara­yang semakin mengecilkan peranan negara dalam negara u tama di Asia nyaris memiliki posisi yang hampirpeningka tan kesejahteraan rakyat. Negara hanya mew akili sama secara sosial dan ekonomi s . Pada waktu i tu, GNPdan memperj uangkan kepentingan elit, sementara rakyat perkapita Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, Cinadilepaskan kepada belas kasihan mekanisme pasar. Misal­ nyaris sama, yaitu kurang dari USS 100 per kapita . S e telahnya, berbagai subsidi di dalam bidang pendidikan dan lebih dari 40 tahun, GNP perkapita negara- negara terse­keseha tan dihapuskan tanpa melihat perbedaan kemam­ but pada tahun 2004, mencapai: Indonesia seki tar USSpuan ekonomis dari masyaraka t. Di negara- negara yang 1 . 100, Malaysia US$ 4 . 520, Korea Selatan USS 14. 000,kapitalistik sekalipun, seperti di Eropa, te tap ada subsidi Thailand USS 2 .490, Taiwan USS 14. 590, Cina USS 1 . 500 .maupun ban tuan keuangan di bidang pendidikan dan Ternyata bahwa kekuasaan dan peranan Mafia Berkeleykeseha tan untuk masyaraka t yang tidak mampu. nyaris 40 tahun tidak mampu meningka tkan kesejahteraan Ishak secara sang a t d e til menjelaskan berbagai tarik rakyat Indonesia dan mewariskan p o tensi sebagai salahmenarik dalam s tra tegi dan kebij akan ekonomi sejak s atu negara gagal (failed state) di Asia .pemerintahan Habibie, Gusdur, Mega dan SBY . Tampak Sejumlah kemajuan dalam bidang ekonomi Indonesiajelas w alaupun ada upaya- upaya untuk mengembalikan terutama didukung oleh eksploitasi sumber daya alamkedaulatan ekonomi dan upaya untuk menghindari (minyak bumi dan hutan) serta peningka tan pinjaman luarperanan yang sang a t besar dari lembaga- Iembaga inter­ negeri . Sementara kemajuan ekonomi negara- negara Asiana tional untuk menentukan arah dan kebijakan ekonomi Timur dan Tenggara lainnya terutama didukung olehnasional, te tapi karena kevakuman ideologi, dominasi indus trialisasi, ekspor, peningka tan produktifi tas dan dayapragmatisme serta kelemahan visi, pada akhirnya peranan saing nasional . Sejumlah kemajuan ekonomi Indonesia dilembaga- Iembaga internasional seperti IMF dan Bank masa Orde Baru juga diiku ti dengan kelemahan s trukturalDunia sang a t dominan dalam menentukan arah dan dalam bidang ekonomi, ke tergantungan terhadap u tangkebij akan ekonomi Indonesia . Dalam buku ini, Ishak yang semakin besar, dispari tas pendapatan yang semakinmemberikan penjelasan sang a t d e til ten tang penyusunan tinggi dan sistem sosial politik yang semakin tidak"GBHN super dari bawah meja IMF" . Kondisi Indonesia demokra tis . Ke tergantungan terhadap u tang tersebu tsang a t berbeda dengan pengalaman Negara-negara Asia menghasilkan sua tu elit pengambil kebij akan ekonomi yangTimur yang berhasil mengejar ke tinggalannya dari negara- sang a t tidak percaya diri dan secara mental dan
  7. 7. intelektual sang a t menggantungkan diri pada belas dam badai krisis moneter.kasihan negara dan lembaga pemberi u tang . Sikap mental Perdana Menteri Chuan Leekpai dari Thailand yangdan intelektual ini sang a t jauh berbeda dengan elit semula mengiku ti resep IMF dan banyak dipuji olehpengambil kebijakan ekonomi di negara- negara Asia kreditor akhirnya jus tru digulingkan oleh rakyat melaluilainnya seperti Goh Keng Swee dan Lee Kwan Yew pemilu yang memilih PM Thaksin secara mu tlak. Nasib(Singapura ), Mahathir Muhammad dan Daim Zainudin Chuan Leekpai sama dengan Megaw a ti dipuji oleh IMF(Malaysia), Park Chung Hee (Korea) , dan Deng Xiao Ping / te tapi dikalahkan secara telak oleh rakyat. DenganJiang Zemin dan Zhu Rongji (Cina ) . mandat kemenangan yang besar, Thaksin dengan cepat Eli t pengambil kebij akan ekonomi di negara- negara mengubah kebijakan yang tadinya pro- IMF menjadi proAsia Timur memiliki rasa percaya diri yang besar dan tidak rakyat dan ternyata hasilnya sang a t menggembirakanmemiliki ke tergantungan mental dan intelektual kepada baik dari segi pertumbuhan ekonomi, inve s tasi maupunhutang . Mereka dengan sadar meningka tkan tabungan, penciptaan lapangan kerj a . Sayangnya kemudian, warnainve s tasi dan produktifi tas. Sehingga ke tergantungan o tori ter Thaksin terlalu kua t sehingga memancing oposisimereka kepada hutang luar negeri rel a tif kecil . Sementara dari golongan menengah .elit pengambil kebij akan di Indonesia di nina- bobokan oleh Indonesia jus tru sebaliknya, krisis ekonomi semakinsumber daya minyak dan hutan yang berlimpah dan hanya meningka tkan ke tergantungan kepada pola berfikir IMFterl a tih menjadi hamba pencari hutang . terutama karena elit pengambil kebij akan ekonomi tidak Ke tika krisis ekonomi melanda Asia pada pertengah­ kre a tif dan memiliki ke tergantungan mental dan intelektualan 1 997, negara- negara Asia Timur dan Tenggara terse­ yang sang a t kua t terhadap hutang dan pola berfikir IMFbut jus tru memanfaa tkan krisis ekonomi sebagai momen­ yang konserva tif dan sang a t monetaris . Sebagai akibat­tum his toris untuk melakukan berbagai langkah perbaikan nya, to tal hutang meningka t menjadi dua kalinya, dans truktura l . Mahathir misalnya, dengan sadar menolak pengangguran sang a t tinggi . Sementara propagandaresep IMF karena pasti akan menimbulkan gejolak ekonomi bahwa inves tasi akan masuk jika Indonesia manut IMF,dan politik di Malaysi a . Hasilnya sang a t menggembirakan cuman angin sorg a . Tim Ekonomi Megaw a ti yang pro IMFdalam ben tuk s tabili tas ekonomi dan finansial Malaysi a ; dan banyak dipuji kreditor jus tru menjadi salah s a tu faktorpertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja juga penyebab kekalahan telak Megaw a ti di Pemilu legisla tiftinggi . maupun Pemilu Presiden . Nasib Megaw a ti nyaris sama Singapura, melanj utkan tradisi berfikir Goh Keng dengan Perdana Menteri Chuan Leekpai di Thailand yangSwee (arsitek ekonomi Singapura) yang kritis terhadap dipuji kreditor namun di tolak oleh rakyat karena fokusnyadampak nega tif dari kapitalisme predatori, mengambil hanya pada s tabili tas finansial sementara banyak rakyatlangkah- Iangkah penguatan lembaga keuangan dalam makin miskin dan menganggur.negeri dan perbaikan corporate govemance untuk mere- Peningkatan pengangguran tersebut terjadi karena
  8. 8. tidak a danya VIS I, lemahnya kepemimpinan dan konser­ Berkeley yang ortodoks dan neolibera l . Segera s e telahva tisme ekonomi ala IMF yang sang a t monetaris . Fokus keja tuhan Presiden Soekarno, kelompok Mafia Berkeleyu tama hanyalah pada s tabilitas moneter seperti inflasi mengabdi selama 32 tahun kepada regim o toriterdan nilai tukar, te tapi mengabaikan penciptaan lapangan Soeharto dan kemudian berlanj u t pada masa Megaw a tikerja dan penyelesaian berbagai masalah di sektor riil dan SBY . Banyak dari anggota dan muridnya yangseperti investasi, indus tri, pertanian, dan sebagainya . Di menduduki posisi- posisi kunci dalam bidang ekonomi dansektor riil, fokus u tama hanyalah penjualan kekayaan menjadi saluran s tra tegi dan kebij akan yang dirumuskannegara dan aset warisan dari pemerintah sebelumnya oleh IMF, Bank Dunia dan USAID. Mafia Berkeley sekaligussecara serampangan dan merugikan negara . berfungsi sebagai alat untuk memonitor agar kebij akan Kasus kekalahan telak Perdana Menteri Chuan Leek­ ekonomi Indonesia sejalan dan searah dengan kebij akanpai dan Megawa ti seharusnya dapat menjadi pelajaran umum ekonomi yang digariskan oleh Washing to n .bagi pemerintahan saat ini . Krea tifitas dan kepemimpinan Padahal rakyat ingin perubahan ke arah hidup yangyang pro- rakyat akan sang a t menentukan keberhasilan lebih baik. S ta tus quo kepemimpinan dan pemikiran dalamseorang pemimpin. Kebijakan yang pro mone taris akhirnya bidang ekonomi tersebut, mungkin menggembirakanakan mencelakakan pemimpin yang bersangku tan . Juga kelompok pro- kredi tor dan sektor finansial, te tapi akhirnyaperlu dicatat banyak negara di Asia Timur dan Tenggara akan di tolak oleh rakyat seperti halnya Megawati. Pilihansecara sadar memilih untuk iku t payung keamanan terhadap cara berfikir s ta tus quo yang konserva tif(security umbrella) Amerika dan kebijakan politik luar tersebu t juga akhirnya akan menutup pintu bagi Indonesianegeri sering manut Amerika, te tapi kebij akan ekonomi untuk menjadi salah s atu negara besar di Asi a . Perdanamereka relatif sang a t independen dan bahkan sering Menteri Zhu Rongji, arsitek ekonomi Cina, pernahterjadi perbedaan kepentingan ekonomi dan bisnis dengan mengatakan bahwa dirinya bukan penganut fundamentalisAmerika . Pilihan untuk memilih kebij akan ekonomi yang pasar. Zhu Rongji akan memilih yang terbaik bagi Cina,independen tersebu t merupakan s a tu-sa tunya cara terlepas dari apakah i tu mekanisme pasar a tau bukan,mengejar ke tertinggalan mereka dari negara bara t. adminis tra tif a tau regula tif. Jika Pemerintah masih meneruskan pendeka tan lama Mafia Berkeley telah gagal membawa Indonesia men­dalam kebij akan ekonomi yang sekadar hanya fokus pada jadi negara yang sejahtera dan besar di Asia walaupuns tabili tas parsial dan sang a t monetaris, maka sebe tulnya didukung regim o toriter selama nyaris 40 tahun. Selaintidak akan terjadi perubahan yang berarti dalam ekonomi ke tinggalan dari segi pendapatan perkapita, IndonesiaIndonesia . Perubahan- perubahan telah terjadi dalam juga merupakan salah s atu negara yang memiliki dis tribusikepemimpinan poli tik dan militer, te tapi tidak terjadi pendapatan paling timpang, s tok u tang paling besar,perubahan dalam kepemimpinan dan pemikiran dalam serta memiliki landasan s truktural dan indus tri yangbidang ekonomi, yang masih didominasi oleh Mafia sang a t rapuh . Padahal negara- negara seperti Taiwan,
  9. 9. Malaysia, Korea Selatan, Cina dan Thailand tidak memiliki Subordinasi kepentingan rakya t d a n nasional kepadasumber daya alam yang besar seperti Indonesi a . Di bawah kepentingan global mengakiba tkan Indonesia tidak memilikipengaruh dan kekuasaan Mafia Berkeley u tang yang I kemandirian dalam perumusan Undang- Undang, s tra tegibesar dan habisnya kekayaan alam dan hutan yang rusak, dan kebijakan ekonomi . Indonesia juga tidak memilikiternyata hanya menghasilkan pendapatan per kapita fleksibilitas untuk merumuskan s tra tegi ekonomi karenaseki tar US$ 1 . 100 . dan pemenuhan kebu tuhan dasar terpaku pada model generik Washing ton Konsensus .sang a t minimum serta ke tergantungan mental maupun Padahal model tersebu t dirancang terutama untuk mem­finansial terhadap u tang luar negeri . perjuangkan kepentingan ekonomi global sehingga Menjadi pertanyaan, mengapa Mafia Berkeley gagal negara- negara yang mengiku tinya jus tru akan gagalmembawa Indonesia menjadi negara yang sejah tera dan meningka tkan kesejahteraan rakya tnya . Hasil tipikal daribesar di Asia w alaupun berkuasa selama nyaris 40 tahun? model Washing ton Konsensus adalah siklus terus-menerusKarena s tra tegi dan kebij akan ekonomi Indonesia yang dari "krisis ekonomi dan akumulasi u tang", seperti yangdirancang oleh Mafia Bekeley akan selalu menempa tkan terjadi di banyak negara La tin Amerika, Afrika danIndonesia sebagai subordinasi (sekadar kepanjangan Indonesi a . Krisis ekonomi biasanya diselesaikan hanyatangan) dari kepentingan global . Padahal tidak ada dengan menambah beban u tang yang kemudian akannegara menengah yang berhasil meningka tkan kesejah­ kembali menjadi sumber krisis baru . Namun, dari segiteraannya dengan mengiku ti model Washing ton Konsen­ kepentingan ekonomi global, krisis ekonomi merupakansus . Kemerosotan selama tiga dekade di Amerika La tin peluang untuk memaksa negara yang bersangkutan( 1970-2000) adalah contoh monumental dari kegagalan melakukan liberalisasi eks trim dan priva tisasi ugal- ugalan.tersebu t. Jus tru negara- negara yang melakukan penyim­ Liberalisasi eks trim ala Washington Konsensus sang a tpangan dari model Washing ton Konsensus seperti Jepang, berbeda dengan ke terbukaan bertahap dan penuh per­Taiw an, Korea Selatan, Malaysia, Cina, dan lain- lain. siapan untuk memperkua t kekua tan ekonomi domestikberhasil meningka tkan kesejahteran dan memperbesar seperti Malaysia, Cina, Jepang dan lain- lain. Ke tergan­kekua tan ekonominya . Negara- negara yang berhasil tungan u tang dan intelektual terhadap kreditor jugatersebu t mengiku ti model pembangunan Asia Timur yang memungkinkan kepentingan global ikut intervensimemberikan peranan yang seimbang an tara negara dan merumuskan Undang- undang dan Pera turan Pemerintahswasta, serta ke tergantungan u tang yang minimal . Dua seperti Undang- undang ten tang priva tisasi air, BUMN,negara Asia, Indonesia dan Filipina yang patuh pada migas dan sebagainya .Washing ton Konsensus, mengalami kemerosotan ekonomi Jelas sekali dari uraian tersebu t di a tas, selama tidakterus- menerus, ke tergantungan u tang yang permanen, ada perubahan dalam arah dan kepemimpinan ekonomi,ke timpangan pendapatan sang a t mencolok, dan menonjol Indonesia tidak akan pernah mampu mengangka t kesejah­hanya sebagai eksportir Tenaga Kerja Wllnita (TKW ) . teraan mayori tas rakya t dan menjadi salah s a tu negara
  10. 10. besar di Asia . Saudara Ishak Rafik, dalam buku ini, mena­warkan jalan baru membangun Indonesia, sebagaikesimpulan dan kesadarannya bahwa jalan lama Indonesiayang telah dilalui sejak 40 tahun yang lalu sampai saa t Pengantarini, ternyata tidak membawa perubahan yang berarti bagimayoritas bangsa kita . Pola hubungan ekonomi kolonial Penulisyang d i ten tang habis- habisan oleh para pendiri RepublikIndonesia, ternyata menampakkan w ujud barunya dalambentuk neokolonialisme ekonomi yang difasilitasi olehMafia Berkeley selama nyaris 40 tahun. Saudara Ishak,berdasarkan c a ta tan jurnalistiknya yang sangat panjangselama 1997- 2007, semakin meyakini bahwa tanpa jalan Buku yang ada di tangan Anda mulanya akan diberijudul,baru, Indonesia akan semakin ketinggalan dari negara­ Jalan Baru Membangun Indonesia. Namun, s e telahnegara Asia Timur lainnya . melihat perkembangan dan berbagai peristiwa tujuh bulan terakhir, serta masukan berbagai kalangan, maka judulnya diubah menjadi, Catatan Hitam lima Presiden z Indonesia: Sebuah Investigasi 1997- 2007, Mafia Ekonomi, dan Jalan Baru Membangun Indonesia. S ebagaimana dipaparkan dalam buku ini, Reformasi, yang d a tang seiring badai krisis, memang berhasil memak­ sa sang diktator 32 tahun Soeharto lengser keprabon, tapi tak semua masalah langsung bisa dibereska n . S eba­ gian besar masalah- masalah yang bersifa t fundamental justru tak tersentuh reformasi . Salah sa tu sebabnya ada­ lah hilangnya kesempa tan mereformasi siste m ekonomi dengan kre a tivi tas sendiri . Karena terlalu menggebu ingin mengganti rezim refresif, kurang akura tnya diagnosis kaum reformis dan belum ters trukturnya konsep- konsep perbaikan, maka pemerintah Indonesia waktu i tu lebih dulu membeli resep dari men tornya yang lama IMF. Ini memang aneh, tapi i tulah yang terjadi di belakang panggung reformasi hanya beberapa bulan sebelum sang j endral besar menya takan diri berhenti .
  11. 11. Dalam kehidupan sehari- hari biasanya orang tidak menegangkan selama berlangsungnya reformasi yangmau d a tang ke dokter yang sama dua kali, bila pada kali mengalir bersama krisis ekonomi . Upaya- upaya meng­pertama si dokter telah memberi oba t yang salah. Apalagi a tasinya dari sa tu kabinet ke kabinet yang lain, baik yangsampai mengakibatkan berbagai komplikasi berbahaya . membawa hasil positif maupun yang blunder dan hanyaPemilik mobil juga tidak d a tang ke bengkel yang sama dua membuang- buang w aktu . Kadang saya sengaja membiar­kali, bila pada kali pertama bengkel i tu telah menyebabkan kan para pelaku, baik di dunia bisnis maupun poli tik,kerusakan mobil menjadi lebih para h . S ebaliknya peme­ berbicara sendiri menanggapi situasi, agar pembaca dapatrin tah Soeharto yang panik kembali ke pelukan sang menangkap s etiap peristiwa dalam nuansa dan ruangmentor, seperti dipaparkan buku ini, justru s e telah ter­ w aktu saa t kejadian i tu sedang berlangsung .bukti resep- resep yang diberikan gagal . Indonesia tak jadi Buku ini adalah kado kemerd ekaan saya bua t repub­tinggal landas setelah 30 tahun menjalankan resep- resep lik, SBY- JK dan kabinetnya, para pakar, pengam a t eko­i tu . Lalu pemerintah s e telah Soeharto pun dipaksa nomi, para wakil rakya t, dan tokoh- tokoh LSM, sertamenjalankan resep- resep sang mentor dengan umpan media massa dan generasi baru Indonesia . S e tidaknyadana yang dimilikinya . Akiba tnya s e tiap upaya perbaikan agar krisis serupa tidak terulang lagi di masa depan. Bukudengan mengerahkan kemampuan kreatif menjadi marginal ini jelas tidak sempurna . Masih banyak kekurangan didan mandeg . sana-sini. Tentu masih banyak pula masalah yang tidak Buku ini merupakan hasil penelusuran jurnalistik sela­ dibahas. Padahal bagi banyak kalangan mung kin i tuma 10 tahun, sekaligus analisis kritis yang komprehensif merupakan hal penting yang mesti ada . Hal- hal seperti i tumengenai setiap peristiwa yang berlangsung selama itu. memang tak bisa dihindari . Apalagi bila diinga t negeri iniSaya sengaja tidak memberinya sa tu bab khusus sebagai belum lagi memasuki masa senjanya . Masih banyakpendahuluan . Sebab bila ada pendahuluan, maka tuntu tan peristiwa yang sedang dan akan berlangsung di negeriberikutnya adalah bab khusus penutup di akhir yang dengan 17 ribu pulau lebih ini. Namun, sa tu hal yangisinya kesimpulan. Penyusunan buku seperti i tu memang sudah pasti adalah buku ini harus dimulai dari sa tu titikcocok un tuk tulisan- tulisan a tau disertasi ilmiah di dan berhenti di titik lain. Kalau tidak buku ini tak bakalkampus- kampus. Namun, un tuk buku susunan sepertl I tU bisa terbit.menjadi tidak pas dan tampak kun o . S ebab kesimpulan Buku ini tidak di tujukan un tuk menyenangkan semuayang diambil sangat menggurui pembaca dan merusak orang seperti cerita pengantar tidur, te tapi un tuk mem­kenikm a tan membaca . Penulis seperti i tu seakan takut beri pencerahan kepada anak bangsa dengan carapembaca akan mempunyai kesimpulan lain. memberi gambaran apa adanya ten tang tanah air ter­ Buku ini memang saya canangkan menjadi buku yang cinta . S etidaknya agar muncul ide- ide kreatif un tukpaling komprehensif memotret Indonesia selama sepuluh menyelesaikanya . Saya telah berusaha melih a t segalatahun terakhir. Di dalamnya ada sejarah heroik dan sesua tunya dari segala sisi. Namun tentu saja masih ada
  12. 12. sisi- sisi lain yang terluput, tapi terlihat oleh orang lain.Bagi Anda yang meliha t sisi- sisi lain tersebut a tau bagiAnda yang tidak puas, tentu boleh menulis sa tu buku lagi ,CATATAN1un tuk melengkapinya a tau untuk membantah buku ini. Buku ini telah terwujud a tas bantuan berbagai pihak,tapi tidak akan saya sebutkan sa tu- persa tu . Bagi merekaini saya ucapkan beribu terima kasih . Terima kasih juga �bua t Risa, yang telah membuka jalan sampai ke penerbit.Tentu juga bua t Defrizal yang telah m enyubangkan bebe­rapa foto dan Dedes, yang telah meluangkan w aktunya, liMA PRI INDONESIAdi tengah kehamilanya yang semakin bera t, un tuk mem­baca naskah, memberi kritik dan saran, sehingga buku initampil lebih elegan . Buku ini telah kukerjakan di luar jamkerjaku yang norma l . Dia mengambil sebagian besar darimalamku yang mestinya kupersembahkan bua t is tri dan Sebu.ah lnvestigas1 1997-2007,kedua anakku . Untuk i tu bua t Sylvia, Rani dan Mahdi aku Maf� Ekonom�, dan Jalan Earumohon maaf yang sebesar- besarnya ! Juga terima kasih Merr.bangun Lndoneeiaa tas dukungan kalia n ! Dirgahayu Republik Indonesia ! Jakarta, 17 Agus tus 2007 Ishak Rafick ISHAK RAFICK .. .... eUFUK .......
  13. 13. Pembangunan IndonesiaTelah berlalu beberapa periode yang bera t s e telah krisismoneter (krismon) pertengahan Juli 1997, di mana parapemimpin bangsa ini tak sempat memetakan keadaan .Akiba tnya kondisi perekonomian yang force majeure a taudarura t, telah dia tasi dengan cara - cara norma l . Takheran bila seiring redupnya tuntu tan- tun tu tan reformasi,program- program perbaikan menjadi marjinal . Di pentasdunia Indonesia ibara t orang, yang habis mengalamikecelakaan lalulintas dan p a tah tulang kaki, dipaksa iku tlomba lari mara ton oleh mentornya : In terna tionalMonetery Fund (IMF) . Orang neka t i tu mungkin sajasampai ke garis finis, tapi dalam keadaan payah a taubahkan digotong. 1 . Yang Tersemat Dipundak SBY-JK Kini s etelah kekua tan reformasi membeku dalam am­nesia politik ekonomi rakyat, tugas memperbaiki nasibbangsa ini sepenuhnya ada di pundak presiden dan wakilpresiden pilihan rakya t Susilo Bambang Yudoyono danJusuf Kalla (SBY- JK) . Tentu keduanya diharapkan ber­tindak jujur dan cerdas . Jujur artinya berani melih a tkondisi rakyatnya dengan m a takepala sendiri . Sedang
  14. 14. bertindak cerdas sangat berkaitan dengan kemampuan di seki tar mereka . Apa yang harus dilakukan? Trinitas IMF,memilih skala priori tas un tuk memperbaiki kondisi tersebut. Bank Dunia dan WTO, serta penganut neo liberalismeMenyerahkan masa depan bangsa kepada trinitas IMF, ekonomi tentu punya solusi g enial: jual saja produk­World Bank (Bank Dunia) dan World Trade Organiza tion produk i tu kepada asing, agar cadangan d evisa kita makin(WTO) bukan saja tidak bijak, tapi sekaligus juga ber­ tambun .bahaya . Di beberapa sektor g ejala ini sudah lama berjala n . Di Tak dapat dipungkiri masa depan negara dan bangsa sektor properti kini sedang digarap rancangan undang­ini sekarang berada di titik nadir. Tanpa perjuangan undang yang memberi peluang kepada asing un tukKabinet Indonesia Bersa tu SBY-JK, dapat dipastikan nasib memiliki rumah dan aset properti lain sampai 60 tahun.rakya t akan semakin memburuk. Gejalanya sudah mulai Bila berhasil, maka kewajiban pemerintah menaikkan pen­terlihat lew a t merebaknya pengangguran, busung lapar, dapatan rakyatnya tentu akan sangat berkurang . S ebabkurang gizi, meningka tnya angka putus sekolah dan rumah- rumah mewah, ruko (rumah toko), rukan (rumahberbagai penyaki t ringan yang merenggut nyawa, cuma kan tor) dan gerai- gerai di pusat- pusat belanja, meski takkarena si saki t tak punya biaya un tuk berobat. Bila terjangkau bangsa sendiri, akan mendapatkan konsumen­negara- negara maju memberikan asuransl kesehatan nya dari berbagai negara lain. Artinya bila dulu hargakepada segenap rakyatnya dan dunia pendidikannya produk- produk i tu amat ditentukan oleh banyak sediki tnyadibikin gra tis, bahkan diguyur beasiswa sebagai inves tasi permintaan . Sedang permintaan terhadap produk- produkmasa d epan, tentu rakya t Indonesia juga berhak men­ tersebut amat ditentukan oleh kebutuhan dan daya belidapat perlakuan serupa dari pemerin tahnya . masyaraka t. Dengan ka ta lain secara ekonomi bila daya S ebaliknya bila rakya t negeri ini kembali mengguna­ beli masyaraka t sedang anjlok, meski produk i tu amatkan kayu bakar un tuk memasak, karena tak punya cukup dibu tuhkan masyarakat, harga produk tersebut mestiuang un tuk membeli minyak tanah, brike t ba tubara a tau turun karena permintaan terhadapnya sangat rendah .gas yang terkandung di dalam buminya sendiri . Bila rakya t S ebaliknya bila permintaan terhadap produk terte n tukembali menggunakan obor dan lilin un tuk penerangan, amat tinggi, maka harga o tomatis akan naik.karena tak punya cukup uang un tuk membayar lis trik. Bila Tarik menarik an tara permintaan dan penaw aranpenduduk kembali menggunakan air sungai un tuk yang mempengaruhi harga ini dapat dipastikan tidak akanmemasak, mandi dan mencuci, karena tak punya cukup terjadi lagi, se tidaknya di sektor properti, bila RUUuang un tuk membayar tarif perusahaan air minum (PAM ) . tersebut diundangka n . Artinya equiliberium tidak akanBila generasi baru negeri ini harus tinggal d i tempat­ tercapai. Indonesia mung kin menjadi negara pertama ditemp a t kos yang sempit a tau terus ngendon di rumah dunia, tempat hukum permintaan dan penaw aran takorang tuanya yang sudah penuh sesak, karena tak punya berlaku bagi mayori tas warganya . S ebab meski bangsacukup uang un tuk mengkredit rumah yang terus dibangun sendiri tak mampu membelinya, produk- produk primer i tu
  15. 15. akan mendapatkan konsumennya dari belahan bumi lain. (Indonesia 20% lebih, pen), sebagai ganti membantuDapat dipastikan dalam 10- 15 tahun ke depan kota- kota j u taan warganya yang secara resmi digolongkan sebagaibaru di Indonesia akan berganti kuli t dan perumahan­ melara t pada tingka t yang berbahaya (h . 233- 234) .perumahan mewah akan dihuni segelintir orang- orang Bila tak cepat- cepat menyadari arah perkembangankava Indonesia, ditambah orang- orang Amerika, Aus tralia, ini, bukan tidak mung kin Indonesia akan menjelma menjadiJerman, Belanda, Cina, Taiwan, Korea, Singapura, dan seperti i tu, m eski misalnya d evisa negara makin tambunsebagainya . Orang Indonesia berpenghasilan menengah dan ekonomi tumbuh 6% ke a tas tiap tahun. Apakahmenempati rumah- rumah sederhana . Yang penghasilannya solusi seperti i tu yang diinginkan SBY - JK dan kabine tnyapas-pasan mungkin tinggal di rumah- rumah sangat seder­ bersama para wakil rakya t yang ikut menyusun anggaranhana, tempat kos sempi t dengan penerangan seadanya . pendapatan dan belanja negara (APBN)? Dapatkah solusiSisanya, yang paling banyak, tinggal di desa- desa a tau seperti i tu mengangka t harka t dan martabat bangsaberg elimang dalam kekumuhan ko ta . sendiri? Apakah mayoritas rakya t Indonesia dalam 10-15 Gambaran suram i tu tidak mengada- ada . Banyak tahun ke depan didisain cuma menjadi bangsa kuli dannegara dunia ketiga telah berubah seperti itu. Ekuador, penyedia tenaga murah bua t industri, perkebunan, mal,misalnya, yang seperti Indonesia mendapat bantuan IMF supermarket, hypermarket, cady lapangan golf, sa tpam,dan Bank Dunia selama tiga puluh tahun lebih, telah tukang ojek, dan lain- lain dengan peng- hasilan asal bisamenjadi semakin buruk. Dalam bukunya The Confessions makan? Meliha t kurangnya perha tian pemerintah terhadapof an Economic Hit Man (Confessions, edisi Indonesianya pendidikan rakya tnya, yang bisa diliha t dari minimnya terbi t 2005), John Perkins menulis : Kami meminjami anggaran pendidikan, nampaknya tanpa disadari arahnyanegara i tu (Ekuador, pen . ) miliaran dolar agar negara i tu cenderung seperti i tu . Pertanyaan- pertanyaan dasardapat mempekerjakan perusahaan rekayasa dan kons­ semacam i tu harus bisa dijawab oleh penyelenggara truksi kami un tuk membangun proyek yang akan mem­ negara saa t ini, bila memang peduli pada nasib dan masabantu keluarga- keluarga yang paling kayanya . S ebagai depan rakya t. S ebab disadari a tau tidak, bila tak ha ti- ha tihasilnya, ka ta dia, selama tiga d ekade i tu, tingka t a tau membiarkan semuanya berjalan seperti selama ini,kemiskinan resmi m eningka t dari 50% menjadi 70% . penganut neo liberalisme ekonomi bisa membelokkanKekurangan pekerjaan a tau pengangguran m eningka t dari demokrasi menjadi korporatokrasi, sa tu istilah yang 15% menjadi 70% . U tang negara m eningka t dari USS 240 dipopulerkan Perkins lewat Confessions .j u ta menjadi US$ 16 miliar, dan bagian sumber daya Dalam korporatokrasi kedaula tan tidak lagi berada dinasional yang dialokasikan un tuk segmen penduduk yang tangan rakyat, tapi di tangan perusahaan- perusahaan paling miskin menciu t dari 20% menjadi 6% . S ekarang besar yang menguasai pasar. Suara rakya t hanyaEkuador mesti mempersembahkan hampir 50% dari ang­ diperlukan menjelang dan selama pemilihan umum . S e telahgaran nasionalnya hanya un tuk membayar u tang i tu baik wakil rakya t di Dewan Perwakilan Rakya t (DPR),
  16. 16. Dewan Perw akilan Daerah (DPD), Maj elis Permusyawa­ maka dasar- dasarnya harus sudah dibangun saa t ini.ra tan Rakyat (MPR) dan di birokrasi pemerintahan harus Tanpa kerja nya ta sekarang, cita - c i ta akan te tap mem­mendengar dan mengakomodasi kepe ntingan perusahaan. beku di dalam hati sendiri dan menjadi bahan cacianUntuk i tu perusahaan siap membiayai sidang- sidang rakyat kecil di w arung- warung .dewan di mana pun, termasuk di ho tel - h o tel mewah . Jadi Bila ingin memperbaiki nasib p e tani tentu imp or berasbukan suara rakyat lagi yang mesti didengar, tapi pasar. bukanlah solusi yang bagus . Apalagi bila dilakukan padaSiapakah pasar? Dalam pengertian mu takhir pasar adalah saa t panen raya, w alaupun tujuannya un tuk menekansekumpulan produsen, trad er, broker, spekulan, para harga beras yang dibu tuhkan rakyat banyak. Pemerintahbankir, pelaku pasar modal, perusahaan perkebunan, tidak perlu membua t para p e tani miskin dulu, barupertambangan, pengembang properti, konsultan, ekspor­ memberi santunan . Ada cara - cara yang lebih terhormat.tir, importir dan orang- orang yang memiliki daya beli, tak Bila ingin m enekan harga beras misalnya, pemeri- n tahpeduli dari mana pun mereka berasal . Selebihnya? Bagi lewat Bulog a tau Departemen Pertanian cukup membelipenganut neo liberalisme selebihnya mung kin hanya para beras dari petani dengan harga pasar. Lalu juallah denganpengganggu yang tak penting . harga yang ditetapka n . Dengan demikian, subsidi i tu bisa SBY jelas bukan penganut neo liberalisme. Oleh dinikm a ti rakyat sendiri, bukan p e tani dari Thailand a taukarena i tu, dapat dipas tikan, dia tak akan membiarkan Vietnam. Cara yang lebih g enial tentu saja denganIndonesia berkembang ke arah masa depan yang nista melakukan pembinaan kepada p e tani tentang cara - caraseperti i tu . Menurut Men teri Komunikasi dan Informasi Dr. baru dalam mengolah tanah un tuk meningka tkan produksi.Sofyan Djalil (kini Menneg BUMIJ), SBY adalah presiden Bila Fadel Muhammad berhasil meningka tkan produksiyang sangat peduli pada nasib dan masa depan pertanian Gorontalo lewat berbagai terobosan dan peng­bangsanya . Namun, peduli saja tak cukup . S ebagai gunaan penemuan- penemuan baru dalam bidang per­presiden dan w apres, yang dipilih lang sung oleh rakyatnya tanian, tentu hal serupa bisa dilakukan di provinsi lain.di tengah ketidakpastian ekonomi yang menyesakkan Membiarkan harga beras meroke t terus di pasardada, pasangan SBY- JK diharapkan berani membua t un tuk mendapatkan legitimasi imp or beras, seperti yanggrand design masa depan bangsa . Akan seperti apa berlagsung belakangan ini terkesan sangat kasar danIndonesia dalam 50-100 tahun ke d epan? Bila yang mau menyaki tkan . Demikian pula bila pemerintah ingin memberidicapai sudah j elas, maka langkah pertama un tuk 3 - 5 santunan kepada rakyat kecil dalam urusan keseh a tan tahun ke depan dalam bidang pendidikan, ekonomi dan dan pendidika n . Pemerintah tidak perlu membua t merekapolitik sudah dapat ditentukan dari sekarang . Apa saja j a tuh miskin lebih dulu, misalnya dengan menaikkan hargaskala priori tas yang mesti dikerjakan dalam jangka pendek bahan bakar di dalam negeri se tara harga di Negara­un tuk mewuj udkan masa depan seperti itu. Bila ingin negara maj u . Lalu mengalokasikan dana un tuk biayamembangun ekonomi berbasis pertanian, a tau kelautan, operasional sekolah (BOS) lebih besar ke sekolah- sekolah
  17. 17. un tuk menolong mereka yang j a tuh miskin . S ebab ketika Terpilihnya SBY- JK di tengah medan reformasi yangperu t lapar, pendidikan bagi rakya t kecil menjadi tak belum selesai i tu secara resmi seperti menyematkanpenting lagi. Jadi i tu hanya menambah jumlah anak- anak tugas- tugas perbaikan nasib dan peningkatan martabatputus sekola h . Pendeknya rakya t mengharap pemerintah bangsa di pundak mereka . Tugas- tugas tersebut bukanlahmelakukan berbagai terobosan un tuk menembus tugas baru, sebab SBY- JK dalam kampanyenya menjelangkebuntuan nasib buruk mereka . Rakya t mengharap per­ pemilihan presiden (pilpres) memang menjanjikan perubah­ubahan nya ta dari kemis- kinan menjadi kemakmura n . Atau an. SBY- JK tentu menyadari bahwa i tu tugas bera t. Jadidari kemelaratan menjadi kebahagiaan, dan dari ketakutan tidak ada alasan un tuk mengingkarinya . Sedang meng­akan masa depan suram menjadi ketenangan menyong­ ulur- ulur pelaksanaannya bisa menimbulkan kepu tusasaansong masa depan cera h . dan depresi yang aku t di masyaraka t. Ini pada gilirannya Dulu keinginan un tuk memiliki kehidupan yang bebas bisa berubah menjadi becana sosial dahsya t dan maha l .dari rasa takut, bebas dari rasa lapar, bebas dari kebo­ Apalagi bila diinga t negeri i n i mengidap penyaki t kronisd ohan, bebas dari terik m a tahari dan hujan, serta bermar­ yang tak sembuh- sembuh, yai tu borok besar di kaki kiritaba t di an tara bangsa-bangsa di dunia, telah mendorong dan kanannya . Di kaki kanan adalah u tang luar negeri .para pendiri dan pejuang bangsa ini mengusir penjajah Sedang d i kaki kiri u tang domestik. Keduanya sama- samadari buminya . Keinginan serupa, dalam bentuk- nya yang membera tka n . Menjelang kej a tuhan rezim orde barulebih modern, telah mendorong rakyat, mahasiswa dan Soeharto, tepa tnya pada Mare t 1998 - menurut c a ta tankaum reformis di seluruh tanah air di bawah pimpinan Bank Indonesia (BI), u tang luar negeri Indonesia seki tarAmien Rais memaksa orde baru lengser ke prabron, 21 Mei USS 137, 424 miliar, jauh di a tas a mbang batas yang USS1998 . Gerakan reformasi 1998 tentu saja tidak muncul 100 milliar. Dari u tang sebesar gunung i tu USS 63,732begitu saj a . Dia merupakan rentetan perjuangan panjang miliar adalah u tang pemerinta h . Jadi lebih separuhnyasejak proklamasi kemerd ekaan, Program Bentengnya a tau USS 73,962 miliar merupakan u tang swasta besarMuhammad N a tsir yang ingin memakmurkan pribumi alias konglomera t, dan USS 10,5 miliar di an taranyad ekade 50-an (progra m ini telah diadopsi pemerintah berjangka pendek. S ebagian besar u tang ini berasal dariMalaysia dan berjalan mulus) dan Gerakan Malari ( 1974) bank komersial yang mengenakan persyara tan bera t:pimpinan Harriman Siregar yang melegenda itu. Lalu masih berjangka pendek dan berbunga tingg i . I tu belumada lagi penolakan terhadap NKK/BKK ( 1978), Pemuda termasuk u tang Grup Sinar Mas milik konglomera t gaekIslam Menggugat ( 1979), Peristiwa Priok ( 1984) dan Ekatjipta Widjaja (Oei Ek Tjhong) seki tar USS 14 miliarpenolakan terhadap judi legal SDSB ( 1992) pimpinan Nuku yang baru terungkap akhir 1999 .Sulaema n . Semua tuntu tan i tu kini mesti diwujudkan SBY­JK yang telah memenangi ha ti rakya t lew a t iklan dan 2. Di antara Korupsi, Kebodohan dan Ketakutankampanye pemilu yang apik, akhir 2004. Akumulasi u tang luar negeri sebesar i tu telah terjadi
  18. 18. selama kurun w aktu 32 tahun. Sedang u tang domestik Jadi s etelah menggelontorkan dana segar Rp 144 triliunpemerintah terjadi lewat jalur aneh . Mulanya dunia dan bersusah payah membenahi puluhan bank saki t,perbankan keloj o ta n . Penyebabnya adalah berbagai salah pemerintah bukannya menuai hasil dan pujian, tapi malahurus dan pelanggaran batas maksimum pemberian kredit mendapat tambahan u tang ajaib Rp 600 triliun . H eba tnya(BMPK) yang mengalir ke grup sendiri dan afiliasinya . Atau lagi obligasi rekap segede gunung i tu berbunga pulasekalian dialirkan ke perusahaan fiktif. Ke tika kebobrokan seki tar 12,5% . Jadi pembelinya mendapatkan bank sehat,i tu terbongkar oleh badai krismon, orang pun panik dan plus obligasi besar berbunga tingg i . Harganya? Tak perlumenarik dananya dari bank. Guna membantu bank meng­ khawa tir, Badan Penyeha tan Perbankan Nasional (BPPN),a tasi rush akibat digilir nasabahnya i tu, Bank Indonesia entah belajar berhitung dari siapa, berani menawarkannya(BI) menggelontorkan bantuan likuidi tas (BLBI) sampai Rp dengan harga super miring . Saat i tu BPPN memang lagi144 triliun, hampir tanpa reserve. Atas d esakan IMF mengejar s etoran demi menutup bolong-bolong anggaranpemerintah lalu mengeluarkan obligasi sebesar Rp 430 pendapatan dan belanja negara (APBN) . Tidak percaya?triliun un tuk menyeh a tkan perbankan . Obligasi i tu dikenal Marilah kita ambil contoh BeA.sebagai obligasi rekapitalisasi perbankan ( obligasi rekap), Seperti diketahui obligasi pemerintah yang meleka tyang bersama bunganya m enjadi Rp 600 triliun lebih . d i BeA sebesar Rp 5 8 triliun . S e tiap tahun, ka ta Kwik, Menurut Kwik Kian Gie, M enko Perekonomian pada pemerintah menyusui BeA Rp 7 triliun a tau Rp 500 miliarKabinet Persa tuan Abdurrahman Wahid, Megaw a ti dan lebih/bulan sebagai pembayaran bunga obligasi . S e telahKe tua Bappenas pada Kabinet Go tong Royong Mega­ dinya takan sehat dan keluar dari bangsal rumah saki tHamzah, mulanya obligasi i tu cuma un tuk digunakan BPPN, 5 1% saham BeA kemudian ja tuh ke tangan konsor­sebagai instrumen saj a . Bila banknya sudah sehat, sium Farallon (AS) dan Djarum dengan harga bantingan Rpobligasi tersebut bisa di tarik kembali . Namun, ketika sudah 5, 3 triliun . Artinya dengan dana Rp 10 triliun saja,sehat dan bebas dari kredit macet, a tas d esakan IMF konsorsium Farallon sudah bisa mendapatkan bank swastapula, bank- bank rekap i tu mesti dijual bersama obligasi­ terbesar di Indonesia (me miliki 15 j u ta nasabah, 700nya . Lalu demi memelihara kepercayaan in ternasional, cabang dan 1 . 800 ATM di seluruh tanah air), di tambahbank- bank i tu ja tuh ke tangan asing a tau konsorsium . obligasi rekap senilai Rp 58 triliu n . Nampaknya meskiBegitulah pemerintah tiba- tiba masuk ke dalam jebakan kelihatan kren dan pin tar- pintar, para p e tinggi BPPN danu tang (debt trap) yang kedua s e telah u tang luar negeri . PPA (Perusahaan Pengelola Aset) yang menjadi kelan­Betapa tidak! Dengan cara i tu, tanpa disadari, pemerintah j u tannya, perlu mengambil kursus tambahan kepada Pu tratelah mengubah u tang swasta menjadi u tang publik Rp Sampoerna yang bisa menjual perusahaan rokoknya600 triliun . seharga Rp 18 triliun. Dibanding BeA, perusahaan rokok Dirubahnya u tang swasta menjadi u tang publik se­ i tu jelas tak ada apa- apanya . Apalagi bila diinga t selainbesar i tu tentu membawa konsekuensi yang tidak kecil . bonus obligasi dan kelebihan- kelebihan i tu, BeA bisa
  19. 19. membukukan keun tungan di a tas Rp 2 triliun/ tahun . yai tu sama- sama merugikan negara, lembaga a tau per­Tahun 2005 BCA telah membukukan keun tungan bersih Rp usahaan . Bedanya cuma kebodohan tidak memiliki unsur3 , 6 triliun, naik 12,6% dibanding 2004 yang mencapai Rp kesengajaan dan tidak ada unsur memperkaya diri sendiri .3,2 triliun . Kebodohan cuma menempatkan s i pelaku sebagai korban Padahal dengan obligasi sebesar Rp 58 triliun saja, penipuan yang merugikan banyak orang . Si pelaku sendiriyang menjanjikan penerimaan bunga Rp 7 triliun/ tahun, tak mendapat keun tungan dari ulahnya, a tau se tidaknyamaka dapat dipastikan dalam 2 tahun Farallon sudah balik tidak bernia t memperkaya diri sendiri . Yang mendapatmodal . Bahkan melaba Rp 4 triliun . I tulah subsidi yang keun tungan adalah lawan a tau mitranya yang lebih c erdikharus dikeluarkan pemerintah bua t konsorsium Farallon­ dan berkuasa . Sang mitralah yang lebih banyak berperanDjarum yang sudah mau membeli BCA dengan harga obra l . memainkan posisinya yang lebih superior (abuse ofY a , BPPN harus diakui telah mengobral ayam petelur emas power) . S edangkan korupsi lain lagi. Dia memiliki unsursemacam BCA dengan harga kele w a t mura h . Tentu kesengajaan. Di situ juga ada unsur memperkaya diridiperlukan inves tigasi menyeluruh terhadap para petinggi sendiri . Apakah mitranya juga mendapat keuntungan, i tuBPPN kala i tu . Bahkan seandainya BCA tidak ikut dijua l . soal lain. Namun, sa tu hal yang menjadi pasti adalahArtinya pemerintah cuma menerbitkan obligasi a tau sura t negara dan rakya t a tau perusahaan tempa tnya bekerjau tang negara (SUN) senilai Rp 58 triliun dengan bunga mesti menanggung kerugian itu.tetap 12,5% setahun, lalu menjualnya seharga Rp 10 Beban yang harus dipikul pemerintah dan rakya t aki­triliun ( tak sampai 20% dari nilainya), i tu pun sudah bat aksi obral bank- bank rekap dan aset- as e t negara diterlalu mura h . Apalagi bila pembeli obligasi tersebut masih BPPN sebenarnya tidaklah kecil dan akan berlangsungmendapat bonus bank swasta terbesar di Indonesia pul a . lama . Cuma entah karena lagi banyak pikiran, aksi obralSementara mantan pe tinggi BPPN mendapat POSISI BPPN i tu hampir tak mendapat perlawanan dari anggotadirektur a tau komisaris di bank- bank rekap yang telah kabinet, kecuali dari Kwik. Sedang di luar kabinet yangdiobral i tu, g e tahnya terus membaluri rakya t dan peme­ bersuara Ian tang menentang boleh dibilang cuma Amienrin tah Indonesia . Soalnya sejak i tu para pemilik baru bank Rais, tokoh sentral reformasi yang gagal menjadi RI- 1rekap tersebut (BCA, Bank Danamon, Bank Perm a ta, dan lewat jalur resmi. Padahal dari penjualan BCA saja, misal­lain- lain) mesti disubsdidi lew a t APB N . nya, pemerintah akan mendapat beban yang cukup bera t. Memang dibu tuhkan inves tigasi menyeluruh un tuk Sampai akhir April 2002 obligasi yang masih meleka t dimeyakinkan banyak kalangan bahwa aksi jual murah bank­ bank i tu, menurut Managing Direc tor BCA waktu i tu Jahjabank rekap tersebut telah didasari dengan perhitungan S e tiaa tmadja, sebesar Rp 59,63 1 triliu n . I tu berartim a tang, rasional dan bebas korupsi, kolusi dan nepotism e . bunganya terus berjalan dan menumpuk. Bila dibiarkanS ebab kadang- kadang korupsi d a n kebodohan pada saja selama 20 tahun, misalnya, Farallon sebagai pemilikta taran praktis bisa menghasilkan sesua tu yang sama, baru BCA bisa memiliki piutang a tau tagihan kepada
  20. 20. pemerin tah dan rakya t Indonesia Rp ra tusan triliun, dukung dalam kabinet w aktu i tu . Maka u tang ajaib segedekarena bunganya berbunga lagi. Dan oleh karena obligasi gunung i tu pun legal sampai sekarang .tersebu t bisa diperjualbelikan, maka bukan tidak mungkin Akumulasi u tang luar negeri yang mencapai USS 137,penagihnya juga akan bejibun . 424 miliar selama 32 tahun dan u tang domestik Rp 600 Tahun 2002 saja pemerintah harus m embayar bunga triliun hasil sulapan IMF, jelas bukan kesalahan SBY .un tuk obligasi rekap BCA seki tar Rp 6 triliun, jadi jauh Namun sebagai presiden yang mewarisinya, SBY ten tulebih tinggi ketimbang Rp 5 , 3 triliun yang dikais BPPN berhak m enyeleks i : mana yang perlu dilunasi, mana yangun tuk 5 1% saham BCA dari konsorsium Farallon - Djarum . harus di tolak dan mana pula yang bisa dikurangi secaraSedang obligasi yang j a tuh tempo pada 2002 yang masih tanggung ren ten g . Membebani seluruhnya di pundak SBY,dipegang BCA, ka ta Jahja, tinggal Rp 1,027 triliun dari yang akhirnya mampir di punggung rakyat, ten tu taksebelumnya Rp 3,441 triliun . S ebagian obligasi, yang j a tuh bij ak. Men teri Keuangan Dr. Sri Mulyani Indra w a ti dantempo Juli 2002, sudah dij ual. Menurut c a ta tan mana­ Menko Perekonomian Boediono, serta ekonom kondangjemen baru BCA obligasi yang j a tuh tempo 2003 m encapai semacam Muhammad Ichsan, M Cha tib Basri, dan lain- lainRp 3,441 triliun . Tahun 2004 yang j a tuh tempo m encapai ten tu mengetahui bahwa ada sesuatu yang tidak adilRp 7,498 triliun, lalu 2005 berjumlah Rp 6,075 triliun, 2006 berlaku di situ . Betapa tidak! Rakya t Indonesia dipaksameningka t sedikit m enjadi Rp 7,266 triliun . Lalu 2007 m enanggung beban u tang para bankir yang sudah kavaobligasi yang j a tuh tempo m encapai Rp 8, 777 triliun . lewat beragam penyuna tan subsidi, mulai dari pendidikan,Puncak j a tuh tempo terjadi pada 2008 yang m encapai Rp keseha tan, sampai penghapusan program- program kese­17,060 triliun . Lalu pada 2009 menurun lagi, meski te tap jahteraan . Pada saat sama rakyat, yang tak iku t bikinakan membera tkan APBN, yai tu m enjadi Rp 8,487 triliun . kesalahan i tu dan tidak pernah menikma tinya, harusSampai kapan beban i tu akan dipikul rakya t Indonesia? m embayar bahan bakar minyak (BBM), lis trik dan air bersih Menurut Direktur Farallon Capi tal Raymond Zage dengan harga mahal, agar negara bisa membayar u tang .(Bisnis Indonesia, Rabu, 1 Mei 2002) pihaknya sebagai Memang tak gampang mengubah keadaan tersebu tpemilik baru BCA, se tidaknya memerlukan waktu 3-5 tahun a tau menghentikan proses ketidakadilan yang telah ber­un tuk mengurangi obligasi pemerin tah di bank tersebu t. langsung lama i tu . S ebab s e telah berhasil melakukan"Kemungkinan diperlukan proses selama 3 hingga 5 tahun akroba t seperti i tu, mereka ten tu melihat Indonesiaun tuk mengurangi obligasi, sehingga BCA bisa m enjadi sebagai mangsa yang j inak. Mereka tak menginginkanbank konvensional . " Amboy! Bayangkan berapa keun tung­ perubahan . Toh perubahan adalah sebuah kepas tia n .an yang bisa disedotnya dari balung- balung rakya t negeri Cuma dibu tuhkan kej elian un tuk menemukan s e tiap celahIn! selama i tu? Kwik sudah berupaya menghentikan yang terbuka, diramu d engan sedikit kecerdasan danpembodohan dan pembobolan uang negara tersebut, tapi keberania n . Bank Dunia sendiri pernah mengakui 30%digagalkan IMF yang rupanya lebih banyak punya pen- u tang luar negeri Indonesia bocor s e tiap tahun alias
  21. 21. dikorup a tau tidak digunakan un tuk membangun . I tu Amerika Serika t (AS) , Paris Club, Bank Dunia, CGI (Con­berarti 30% u tang luar negeri Indonesia, yang menuru t sulta tive Group on Indonesia), WTO, dan lain- lain, makac a ta tan B I bulan Mare t 2005 berjumlah USS 134,362 miliar masa depan Indonesia dapat dipastikan tak akan mem­(utang pemerin tah saja USS 78,5 miliar) , tergolong u tang baik. Masa depan dan martaba t bangsa ini tidak akannajis (odeos debt) . Bagian yang 30% ini ten tu bisa berubah seperti yang dijanjikan pada masa kampanye .dihapuskan, jika pemerin tah berani fight di forum- forum Masa depan mereka adalah apa yang bisa kita saksikanIMF, Bank Dunia, Paris Club, dan lain- lain . IMF dan Bank sekarang, dengan kecendrungan menurun - baik dari sisiDunia, yang selama ini selalu mengawasi aliran u tang i tu, kemakmuran, keamanan, maupun kecerdasan dan hargamestinya iku t menanggung ren teng kebocoran tersebut. diri .I tu yang pertama . Buat pemerin tah membiarkan kebodohan dan ke ti­ Yang kedua, u tang domestik pemerin tah Rp 600 tri­ dakadilan tersebu t berjalan, ten tunya jauh lebih ringanliun. U tang ajaib ini pukul ra ta seluruhnya merupakan dan aman . Kabinet Indonesia Bers a tu, sebagaimanaodeos debt. Pemerin tah sebenarnya tak pernah berutang kabinet- kabinet sebelumnya, tinggal mengalokasikanpada bank- bank domestik yang telah berpindah tangan ke upe ti Rp sera tus triliun lebih un tuk membayar cicilanasing i tu, tak pernah pula ada dananya, apalagi meng­ u tang luar negeri, plus bunganya, serta u tang dalamambil manfa a t dari i tu, maka sudah seyogyanya obligasi negeri hasil sulapan IMF dan bunganya . Tahun 2004,i tu d i tarik a tau dinya takan tidak berlaku . Dengan demikian misalnya, Kabinet Go tong- Royong Mega- Hamzah telahtidak ada lagi kewajiban pemerin tah un tuk mengang­ membayar pokok dan bunga u tang dalam dan luar negerigarkan pembayarannya di APBN tiap tahun . sebesar Rp 139,4 triliun . Kabine t Indonesia Bers a tu SBY - JK, yang kala i tu baru terben tuk, telah membayar Rp3. Pilihan- Pilihan yang Tersedia 126, 3 15 triliun pada 200 5 : cicilan u tang pokok Rp 6 1 , 6 14Harus diakui baik yang pertama maupun yang kedua, triliun dan bunga Rp 64, 6 9 1 triliun . Lebih rendah Rp 17,2bukanlah tugas ringan. Pertanyaannya kemudian : apakah triliun dari yang dianggarkan, karena mendapat mora­keadaan ini akan dibiarkan terus berlangsung? Apakah torium akiba t bencana tsunami di Aceh dan Nias .SBY, sebagai presiden pilihan rakyat, tega membebani Tahun 2006, mungkin karena kag e t melihat akiba tkesalahan para pendahulunya kepada rakyatnya yang dari kesembronoan tim ekuin menaikkan BBM ( 1 Oktobersudah miskin dan melara t? Jaw aban a tas pertanyaan i tu 2005) rara - ra ta 126%, SBY- JK tak sempa t menugaskanakan sang a t mempengaruhi kiprah Kabinet Indonesia anggota kabinetnya memperjuangkan keringanan di forumBersa tu SBY- JK pada tahun- tahun menda tan g . internasional. Ya presiden mana yang tak kag e t melihat Bila jaw abannya adalah ya ! Artinya SBY- JK lebih se­ 15 j u ta kepala keluarga di negara yang dipimpinnyanang membiarkan ke tidakadilan tersebu t berlangsung langsung masuk jurang kemiskinan bersama- sama .seperti i tu demi ci tranya di m a ta internasional, IMF, Tindakan kurang perhi tungan i tu telah menyulap seki tar
  22. 22. 60 j u ta rakya t di seluruh Indonesia menjadi pengemis tiga berbenturan dengan IMF, Paris Club, Bank Dunia, CGI,bulanan dengan penghasilan Rp 3 ribu lebih sedikit/hari Asian Development Bank (ADB), dan lain -lain . Sebaba tau Rp 100 ribu sebulan. Lebih jauh lagi tindakan meminta penghapusan u tang luar negeri sebesar 30%tersebu t iku t menyundul inflasi sampai 18% yang ten tu akan mendapat perlawanan keras dari para biangmembua t BI dan sektor riil menggigil . Di sisi lain kealfaan ren tenier i tu, meski Bank Dunia pernah mengakui i tumeminta keringanan di forum internasional, memaksa dikorup . Demikian juga dalam upaya menarik obligasi rekappemerin tah menganggarkan Rp 140 triliun lebih un tuk senilai Rp 600 triliun a tau menya takannya tidak berlakumembayar u tang . lagi, jelas akan mendapat perlawanan sengit. Pemilik baru Dalam APBN 2006 un tuk pembayaran u tang dalam BCA Konsorsium Farallon (AS), pemilik baru Bank Danamondan luar negeri pemerin tah telah mengalokasikan Rp (Temasek, Singapura) , dan lain- lain yang sudah biasa140,22 triliun (4 kali lebih besar daripada anggaran menikma ti subsidi Rp triliunan ten tu tak akan menerima,pendidikan yang dij a tah cuma Rp 34 triliun ) . Rinciannya : meski mereka tahu obligasi dan bunga i tu sebenarnya takpembayaran beban bunga Rp 76,63 triliun dan cicilan panta s .u tang pokok Rp 63,59 triliun . I tu juga jauh lebih besar I M F sendiri sebagai arsi teknya, pastilah akan berdiridaripada opportuni ty lost (selisih an tara harga BBM bila paling depan di barisan para penentang . Lembaga superdij ual di luar negeri dengan harga BBM) yang dipelin tir i tu ten tu akan melakukan berbagai manuver un tukmenjadi subsidi (seki tar Rp 95 triliun) . Padahal yang menekan pemerin tah Indonesia agar p a tuh seperti biasa­belakangan i tu yang amat mempengaruhi kehidupan nya . Di sinilah diperlukan kepiawaian diplomasi Boedionorakya t banyak dan sebenarnya tidak meliba tkan uang yang manggung lagi sebagai Menko Perekonomian dan Srikeluar sungguhan, a tas tekanan IMF mesti dipangkas Mulyani Indra w a ti yang kini berada di posisi Menke u .sampai nol dalam tenggat waktu yang telah di tentuka n . Kalau cuma mau menjual oblgasi a tau SUN, ten tu presidenSementara subsidi bua t para pemilik baru BCA, Bank SBY tidak memerlukan orang sekaliber Boediono dan SriDanamon, dan lain- lain yang meliba tkan uang sungguhan Mulyani di dua posisi s tra tegis tersebut.boleh jalan terus . Nampaknya IMF, Paris Club, Bank Dunia, Kabine t Indonesia Bers a tu jilid kedua di mana Boe­dan lembaga- Iembaga super i tu berusaha menggiring diono berada di dalamnya, menuru t pengamat Indonesiapemerin tah Indonesia, termasuk Kabinet Indonesia Prof. R. William Liddle, dari s a tu segi memang bolehBersa tu SBY- JK, un tuk menggunakan logika- Iogika yang disebu t reinkarnasi Mavia Berkeley-arsitek ekonomi orbaaneh dalam memimpin negaranya . pimpinan Prof. Widjojo N i tisas tro dari Universitas Indo­ I tulah konsekuensi logis dari jaw aban ya kabine t. nesi a . Mereka adalah mainstream economist, ekonomNamun bila jaw aban a tas pertanyaan tersebu t adalah profesional yang percaya pada kekua tan pasar sebagaitidak! Maka dapat dipastikan pada tahun- tahun menda­ penggerak u tama ekonomi modern . Cuma Widjojo, ka tatang, Kabine t Indonesia Bersa tu SBY- JK akan lebih sering dia, adalah makhluk orba yang dikta tor. Oudiens- nya
  23. 23. adalah Soeharto . Sedang ekonom Boediono dari UGM, pasar. Bahkan i tu pun masih bisa dipersempit lagi menjadiadalah makhluk era reformasi yang demokra tis . pasar modal dan pasar uan g . Padahal un tuk negeri Dalam kolom pendeknya semacam Indonesia sebenarnya pasar modal dan pasar di mingguan Tempo (8 Januari uang tak bisa dijadikan ukuran, karena pelakunya sang a t 2006) , Liddle tidak memaparkan sedikit, tak sampai 0,001% dari pelaku ekonomi di tanah mekanisme arsitek ekonomi orba air. I tu pun sebagian besar didominasi asing, para i tu menjelaskan konsepnya ke­ spekulan dan pengejar gain a tau keun tungan jangka pada Soeharto . Namun, orang pendek. dapat menebak Widjojo cs ting­ Doktor Ekonomi sekaliber Boediono dan Srimulyani gal d a tang ke istana dan dengan ten tu mubazir kalau cuma d i tugasi menjual sura t u tang segala kemampuan intelektual negara (SUN), yang yield- nya 329 basis poin di a tas dan kesopanannya melakukan treassury bill AS a tau bunganya 3, 29% lebih tinggi presentasi di hadapan Soeharto . daripada obligasi internasional di Amerika . I tu bisa Boediono Lalu Boediono? Mekanisme apa dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh mahasiswi IKIPyang digunakannya un tuk menjelaskan konsepnya kepada (Institut Keguruan dan Ilmu Peng e tahuan) semester 2rakyat? Lew a t telepon genggam a tau sms (short message jurusan Ta taboga . Lew a t multi level marke ting barangkaliservice), barangkali? Atau pakar Indonesia dari Ohio malah lebih cepat laku . Apalagi bila diingat belakanganS ta te Universi ty, AS i tu menganggap Boediono telah obligasi global yang dikeluarkan pemerin tah yield danmereduksi rakya t Indonesia menjadi pasar dalam penger­ kuponnya terus membubung . Dulu saat yield dan kupon­tian mu takhir? Jadi audiens Boediono pasar? Sebagaimana nya berada pada kisaran 6%- 7% saja sudah diminatiumumnya para pemikir orien talis dan cabangnya pakar asing, karena sudah lebih tinggi 3% lebih dibandingkeindonesiaan (Indonesianis t), Liddle juga menghentikan obligasi internasional negara lain . Apalagi bila yield dananalisisnya di tempat, ketika daya kri tisnya jus tru sang a t kuponnya di tingka tkan menjadi 8%- 8 , 5 % . Dengan yielddiperluka n . dan kupon s etinggi i tu, pemerin tah tinggal mengumum­ Akan te tapi, meminta Liddle kannya di in ternet, para pengejar ren te akan a n tri . menggunakan pisau bedah se tajam Penasiha t keuangan (financial advisor) semacam JP silet un tuk menguliti tim ekonomi Morgan, UBS Warburg dan Barkeley sebenarnya tak kabinet ten tu tak bij ak. I tu adalah terlalu dibu tuhkan un tuk menjual Global Bond dengan yield tugas para cendekiawan negeri ini, dan kupon sebesar i tu . Orang sekaliber Boediono dan se tidaknya yang cinta tanah air dan Srimulyani, serta lembaga- Iembaga heba t tersebu t baru bangsanya . Menurut saya sang a t diperlukan, bila kabinet mau melakukan kerja- kerja besar mungkin audiens Boediono adalah dan fundamental semacam penghapusan dan pemotongan Srimulyani
  24. 24. u tang . Juga ketika mau menarik obligasi rekap a tau Dengan demikian, ka tanya s e telah i tu, denda Dinar 100menya takannya tidak berlaku . sudah dilunasinya . Hakim pun mengetuk palu, dan Pada praktiknya nan ti, SBY -J K mungkin akan memer­ menya takan Keboindo tidak bersalah dan bebas darilukan pengacara- pengacara canggih di pengadilan domes­ tun tuta n .tik dan pengadilan internasiona l . Pembayaran bunga J a d i jika diperjuangkan sungguh­obligasi rekap yang telah dilakukan pemerin tah selama ini, sungguh dan cerdas, bukan tidaksebenarnya sang a t naif dan saking lucunya sampai mirip mungkin, hakim internasional punceri ta Abunaw a s . Ceritanya begini : sua tu hari di zaman akan membebaskan pemerin tahkhalifah Harun AI Rasyid, di ibukota Bagdad ada seorang Indonesia dari kewajiban membayarmiskin disere t ke pengadilan oleh te tangganya yang kava . obligasi rekap dan bunganya . BahkanSi miskin, sebu tlah namanya keboindo, d i tuntut ganti rugi u tang luar negerinya pun akan bisaDinar 100 oleh si kaya . Dia dianggap bersalah telah Prof. Dr. Dorodjatun dih � pus, se tidaknya 30% . Harus di­mempergemuk diri sendiri dengan cara makan s etiap Koentjorojakti akul Boedlono memang tak punyate tangganya memasak. Aroma masakan enak te tangga pengalaman tempur di forum- forum internasional. Ke tikakava i tu telah menaikkan selera makannya, sehingga dia menjaba t Menkeu pada Kabinet Go tong Royong Mega­menjadi gemuk. Si kava kebera tan . Dia sendiri tak pernah Hamzah, Boediono, bersama Menko Perekonomian Prof.punya selera, karena i tu te tap kurus . Si kava menuntu t Dr. Dorodj a tun Koentjorojakti yang mantan Dekan FE-UIKeboindo ganti rugi Dinar 100 . dan Duta Besar RI un tuk Amerika Serika t, tak pernah Pria miskin i tu kelimpungan dan hampir pingsan berupaya kearah i tu . Mendengar ide semacam i tu pun,menghadapi tun tu tan yang tak masuk akal tersebu t. mereka sudah was- w a s .Jangankan membayar ganti rugi Dinar lOa, mau membeli Dja tun d a n Boediono memilih un tuk mencari u tanganminyak tanah saja dia harus an tri dulu di kan tor pos baru, karena lebih aman . Bersama ibu Ani, Menkeu yangmengambil ban tuan langsung tunai (BLT) : Untungnya dia mantan Direktur Eksekutif IMF un tuk Asia Pacific danmemiliki seorang pengacara jempolan, Abunaw a s . Si mantan mahasiswinya Dja tun, mungkin saja Boedionopembela tampil tenang . Dia membenarkan dakwaan ter­ menjadi lebih berani berbenturan dan bahkan bergula t .sebu t dan siap membayarnya saat i tu juga . Si kava dan Tarik- menarik ten tu ada . Bila dulu pemerin tah Mega­jaksa penuntu t senang dan takjub bukan kepalang . Si Hamzah tak mampu memainkan kartu Dja tun-Boediono,hakim terbengong-bengon g . Sementara Keboindo meng­ yang ka tanya dihorm a ti di AS, un tuk melunakkan IMF.kere t menyembunyikan kepala di bahunya seperti kura­ Yang terjadi jus tru sebaliknya IMF lebih bisa memainkankura . Namun Abunawas belum selesai. Dia mengambil kartu Dja tun-Boediono un tuk menaku t- naku ti pemerin tahDinar emas dari kan tongnya . Kemudian dike tukkannya Indonesia . Mampukah SBY memainkan kartu Boediono,pada ba tu penjepit kertas di mejanya sera tus kali . Srimulyani sebagai truf un tuk melunakkan IMF, Paris Club,
  25. 25. Bank Dunia dan pemerin tah AS? mendapat kepercayaan penuh dari rakyat, pemerin tah tak Jaw aban a tas pertanyaan i tu masih terbuka . S eba­ cukup punya kepercayaan diri un tuk menangkal tekanangai presiden yang peduli pada nasib bangsanya, SBY sang juragan AS . Tekanan i tu sudah berlagsung sejakten tu lebih punya peluang un tuk m emainkan truf i tu . masa pemerintahan Abdurrahman Wahid- Megawa ti Soe­Apalagi Boediono dan ibu Ani-beg i tu Menkeu kerap disapa, karno Pu tri dan berlangsung terus sampai ke zamantelah menandatangani kon trak poli tik. Namun bungkamnya Mega- Hamzah, tapi tak berhasil melunakkan ha ti peme­pasangan Boediono- Srimulyani dalam urusan tambang rin tah, meski Duta Besar AS Ralph L Boice ikut campur.minyak Cepu seperti m emberi isyara t bahwa SBY -JK belum Amien Rais, Ketua MPR waktu i tu sampai berteriak agarmampu memainkan truf i tu un tuk kepentingan bangsanya . pemerintah AS m enghorm a ti kedaula tan RI un tuk meng­Apalagi setelah blok i tu betul-betul diserahkan pemerintah ambil keputusan sendiri soal blok Cep u .kepada Exxon Mobil Corpora tion ( 14 Mare t 2006) dengan Exxon baru berhasil mendapa tkan keinginannya jus­memecat Dirut Pertamina Widya Purnama, s atu hari tru ketika Indonesia berada di tangan presiden dansebelum Men teri Luar Negeri AS Condoleeza Rice tiba di w apres yang dipilih langsung oleh rakya tnya . Wakil rakya tJakarta . Untung saja Condy, beg i tu Menlu AS i tu disapa, di DPR/MPR nampaknya tak terlampau peduli lagi a tautidak membawa pesan dari bosnya agar pemerintah sibuk memikirkan berbagai tunjangan yang mungkin bisaIndonesia memenjarakan Dirut Pertamina yang mbeling i tu . didapat dengan cara diam . Kalau saja pemerin tah AS juga m emin tanya sebagai Padahal sebelum i tu pemerin tah dan wakil rakya tprasyara t bagi kepercayaan in ternasional yang mahal i tu, sedikit banyak lebih bisa menjadikan kepentingan bangsabukan tidak mungkin akan ada tim yang bisa mencarikan sebagai pijaka n . Tak heran bila dua kabinet sebelumnyasegudang kesalahan Widya un tuk digiring ke balik trali cenderung m emberi kesempa tan kepada Pertamina un tukbes i . Seiring pemecatan i tu pembongkaran terhadap m embuktikan kemampuannya . Gesekan d engan paraborok-borok Pertamina yang marak selama s etahun, pendukung ekonomi neo liberal di dalam pemerintahanseperti penyelundupan BBM bersubsidi ke luar negeri, memang terjadi, tapi masih dapat diatasi. Waktu i tupenyedotan minyak di tengah laut dan lain- lain yang Baihaki Hakim misalnya, dan Dirut- dirut Pertaminacukup merepo tkan Widya dan jajarannya, hilang begi tu selanj u tnya sampai Widya Purnama, berhasil meyakinkansaj a . Tak ada penyelidikan, apalagi penyidikan terhadap pemerin tah bahwa dengan pengalamannya yang panjangkasus- kasus yang merugikan Negara puluhan triliun i tu . Di dan perhitungan deposit minyak berlimpah (sekitar 1,4sisi lain ada masalah baru timbul yang nantinya akan miliar barel ) dan gas seki tar 8, 772 triliun kaki kubik, bilaberakiba t jangka panjang . S ebab dijegalnya Pertamina diberi kesempa tan m engelola sendiri, maka keun tung­un tuk m engelola sendiri blok Cepu, telah menutup peluang annya akan jauh lebih besar bagi negara . Argumen tasi i tuBUMN minyak i tu m enjadi perusahaan pertambangan kandas di masa SBY-JK. Kon trak yang mestinya berakhirminhyak dan gas kelas dunia . Rupanya meski telah 2010 i tu diperpanjang 20 tahun terhi tung mulai
  26. 26. 20 1 1 - 2030 . Jadi ketika deposit minyak dan gas blok i tu pada masa akhir kekuasaan Soeharto . Tentu keberhasilanterkuras habis, baru blok Cepu akan kembali ke pangkuan Exxon lebih heba t lagi, karena terjadi di era reformasi.republik. Semoga saja tidak membawa bencana kepada Caranya masih tergolog sederhana . Pemerin tah men­penduduk setempat seperti yang menimpa penduduk ugaskan Rizal Malarangeng dan Lien Cie Wei sebagai timseki tar tambang emas Newmond Minahasa - juga milik AS . perunding mew akili pemerin tah menggan tikan tim sebe­Bahkan Exxon naik kelas dari technical assis tan t contrac t lumnya yang dianggap kaku . Rizal Malarangeng dan Lien(TAC) menjadi kon trak bagi hasil, d i mana Exxon menjadi Cie Wei sebenarnya dianggap banyak kalangan sebagaioperator u tamanya . Bagi hasilnya menjadi 45% bua t wakil neo liberalist. Sehingga ketika pemerin tah memu­Pertamina, 45% bua t Exxon dan sisanya yang 10% bua t tuskan un tuk menunjuk mereka menjadi wakil dalamPemda Jawa Tengah dan jaw a Timur. Cuma i tu tidak perundingan, nasib blok Cepu sebe tulnya sudah d i ten­gra tis . Pemda mesti merogoh kocek sendiri sebesar Rp 2 tukan sebagai upeti bua t Exxon (AS ) . Padahal kalautriliun un tuk bisa mendapatkannya . pemerin tah mau mengelola sendiri, dengan cadangan Ini menunj ukkan bahwa Exxon berhasil mendiktekan minyak dan gas sebesar i tu dan harga minyak yangkeinginanya . Sebab un tuk bisa mengeksplorasi dan meng­ berada di a tas USS 70/barel, dananya tidak akan suliteksploitasi blok Cepu, pemerin tah sendiri berharap akan didapat. Sebab lembaga pendanaan akan an tri un tuk ikutada investasi baru seki tar USS 2,5 miliar yang disun tikkan membiayainya . Jadi alasan bahwa Pertamina tidak cukupoleh Exxon . Nah bila un tuk mendapa tkan 10% saham di punya dana un tuk membiayainya tidak dapat dibenarka n .blok Cepu pemda Ja teng dan Ja tim mesti patungan Namun, persoalan blok Cepu sebenarnya tidaklah se­menyun tikkan dana Rp 2 triliun a tau se tara USS 2, 1 miliar, sederhana i tu . Bila kia t amau berpikir jernih, se tidaknyamaka Exxon cuma butuh sediki t tambahan un tuk meme­ ada 4 hal yang terlepas ketika blok minyak i tu diserahkannUhinya . Padahal berdasarkan undang- undang o tonomi pengelolaannya kepada Exxon . Pertama, control a tas blokdaerah merekalah sebenarnya yang lebih pantas meng­ minyak i tu j a tuh ke tangan asing, sehingga kita tidak bisaklaim blok Cepu sebagai asetnya . Mengapa mereka harus tahu berapa deposit dan produksi yang sebenarnya persisbayar? seperti tambang emas Freeport. Kedua, kesempa tan Sebelum krisis ladang i tu 5 1% dimiliki PT Humpus un tuk belajar mengelola sendiri sebuah tambang minyak diP e tragas dan 49% Ampolex Cepu P te, Ltd, anak peru­ negeri sendiri agar nantinya bisa menjadi perusahaansahaan Exxon Mobil Oil Ltd . Saham Humpus kemudian pertambangan kelas dunia seperti P e tronas (Malaysia ) .diambilalih Exxon Mobil melalui Mobil Cepu Ltd, sehingga Ketiga, kesempa tan un tuk memperoleh manafa a t sepe­100% saham pertambangan menjadi milik perusahaan nuhnya dari tambang . Keempat, kesempa tan un tuk mem­asing asal AS tersebu t. Exxon Mobil rupanya meniru perbaiki undang- undang dan kotrak- kon trak pertambang­Freeport, yang berhasil memperpanjang kon traknya awal an yang sudah berjalan selama ini un tuk masa depan dandekade 90-an 10 tahun sebelum kon traknya berakhir kemakmuran bangs a .
  27. 27. Dalam hal yang terakhir i tu sebenarnya kita bisa be­ juga layak mendapat perha tian pemerin tah saat ini adalahlajar dari ahli ekonomi Pakistan Abul Aia Maudud i . warisan blunder Kabinet Go tong Royong Mega- Hamzah,Menuru t ekonom i tu barang tambang adalah pemberian yai tu penjualan Indos at kepada Singapura . PenjualannyaTuhan un tuk seluruh penduduk negeri, baik yang hidup sejak awal telah menabrak berbagai ke ten tuan hukum disekarang maupun yang bakal lahir. Dia menyandarkan kedua Negara : Singapura adalah Negara yang menganutteorinya i tu pada AI Quran yang menetapkan zaka t kebij akan pintu tertutup un tuk udaranya, sehinggabarang tambang 20%. Bertolak pada ajaran i tu dia kepemilikan Indos at yang mempunyai s a telit komunikasiberpendapat bahwa pemerin tah hanya berhak berbagi bertentangan dengan undang- undang negara ko tahasil kepada investor un tuk yang 80% i tu, bukan tersebu t.seluruhnya . Sebab yang 20% lagi adalah hak rakya t. Jadi Sedang di Indonesia informasi adalah vital, karena20% dari hasil tambang mesti dialokasikan un tuk menjamin kai tannya yang era t dengan rahasia Negara . Sehinggapendidikan, keseha tan dan kesejahteraan penduduk bila Indos at dimiliki Negara lain, maka undang- undangberpenghasilan rendah, teru tama mereka yang berada di kerahasiaan Negara yang sedang digarap saat ini tidakCepu, Tuban dan Bojonegoro U a tim dan j a teng ) . Ini gra tis akan efektif. Semua pembicaraan presiden, menteri­dari Tuha n . Tidak ada alasan un tuk memaksa mereka menteri dan lembaga- Iembaga tinggi Negara, baik a n tarmembeli milik mereka sendiri . Yang harus membeli adalah mereka a taupun dengan presiden dan p e tinggi negara lainpihak Exxo n . Di era global ini mestinya pemerin tah meng­ akan mudah dideteksi dan disadap Singapura melaluiadopsi teori Maududi, bukan sekadar menerima pikiran s atelit yang dimiliki Indosat. Begitu juga dengan pembi­Exxon . Ini sekaligus bisa dijadikan ti tik tolak un tuk mem­ caraan rahasia dan lalu lintas d a ta di dunia perbankanperbaiki semua kon trak pertambangan, termasuk Freeport dan departemen lain di an tara para pejaba t yangyang boleh dibilang menguasai hampir 100% tambang menggunakan jasa s atelit, semuanya bisa dike tahui olehemas di Timika, setelah pengusaha nasional Grup Bakrie Singapura . Transaksi jual-beli Indos a t ini pun sebenarnyamenjual 7,5% sahamnya kepada Freeport. bisa diba talkan demi hukum, bila pemerin tah mau fight. Tentu masih banyak jalan un tuk memba talkan Di- buy back juga bisa, tapi ten tu Singapura akan mema­kon trak- kon trak pertambangan yang merugikan Negara sang harga s etinggi- tingginya, sehingga pasangandan bangsa tersebut, kalau pemeri tah mau . Sebab bila Boediono-Srimulyani akan enggan menyediakan dananya .berpegang pada Undang- Undang Dasar 1 945 pasal 33 Singapura lewat special purpose vehicle (SPV) yangmisalnya, di mana di te tapkan bumi, air dan segala keka­ bermarkas di Caiman Island telah membeli Indos a t lewatyaan yang terdapat di dalamnya adalah milik Negara dan pasar modal seharga Rp 12 ribu/saha m . Pada waktu i tudipergunakan sebesar- besarnya un tuk kemakmuran (2003) harga i tu berarti 50% di a tas harga pasar. Maklumrakyat, maka semuanya bisa diba talkan demi hukum . harga saham Indos at sedang terjun bebas dari Rp 20Cuma ini harus dilakukan lewat pengadila n . Hal lain yang ribu/saham menjadi Rp 8 ribu .
  28. 28. Banyak analis dan pengamat ekonomi menenggarai Cepu, serta pens tlw a- penstlwa di depan m a ta lainnya,adanya permainan di balik ja tuhnya harga saham Indosat. seperti meyakinkan semua orang bahwa kedua pakarSaham i tu telah digoreng sedemikian un tuk kepentingan ekonomi ini terlalu besar un tuk menjadi s a telit KabinetSingapura, sehingga dapat membeli Indos a t dengan harga Indonesia Bersatu. Para pejuang ekonomi kerakya tansuper diskon, sekaligus menjadi pahlawan . Terlepas dari menilai pasangan ini keras menolak segala program yangkecurigaan seperti i tu, ketika d i temui di rumahnya 7 Mei meringankan beban rakya t dan lihai dalam mengutak- a tik2007 Sofyan Djalil seusai dilantik menjadi Menneg BUMN angka, misalnya dalam soal subsidi lis trik, BBM, keseha tanyang baru menggan tikan Soegiharto, punya pandangan dan anggaran pendidikan, sehingga berkurangnya ang­yang lebih cool . Menuru tnya apa yang telah dicapai dalam garan publik bisa tampak mani s . Di sisi lain mereka takpenjualan Indosat pada masa Menneg BUMN di tangan menganggap tabu segala program yang bisa menyenang­Laksamana Sukardi (2003) adalah harga maksimal yang kan IMF dan Uncle Sam, misalnya menyerahkan blok Cepudapat dicapai saat i tu . "Keadaan ekonomi w aktu i tu kepada Exxon Mobil seperti terlihat di a ta s . Con tohmemang belum sebaik saat ini," ka tanya d a tar. Sofyan lainnya adalah membayar u tang dalam dan luar negeri,sendiri nampaknya tak terlampau berminat un tuk meng­ berikut bunganya, tepat waktu, bila perlu lebih cepat.ambil kembali Indosat. "Kita kan masih punya Telko m . Ki ta Dari sisi i tu nampaknya dapat dibenarkan bila banyakbesarkan saja Telkom . Toh pasarnya masih sang a t luas kalangan menuduh keduanya sebagai penjaga kepen­dan rakya t kita yang sudah mendapat layanan belum tingan AS dan IMF di kabinet, sekaligus debt collectorsampai 30% . Sedang penduduk kita sudah di a tas 220 yang handal. Kedua pakar ekonomi ini bahkan tak maluj u ta , " jelasnya en teng ketika di tanyakan masalah i tu . membawa negaranya kembali ke pelukan IMF dengan"Kalaupun kita mau ambil kembali, maka yang kita tempuh mengikuti Post Monitoring Program beberapa tahun lalu,adalah lewat pasar modal," sambungnya ketika didesak. ketika negara lain ingin mengambil kembali kemer­Nah kalau jalan aman i tu yang akan diambil pemerintah, dekaannya dengan membua t program pembangunan sen­ ten tu biayanya sang a t mahal. Sedang kecu- rigaan analis diri . Tentu orang boleh saja menilai, tapi beberapa waktudan pengamat ekonomi soal adanya permainan di pasar lalu ibu Ani melon tarkan kritiknya kepada sang mentor.modal, yang dengan sengaja menja tuhkan harga saham "IMF jangan terus menekan kami," ka tanya . SayangnyaIndos a t un tuk kepentingan Singapura dan merugikan para ekonom di luar mainstream menganggap i tu cumaNegara sendiri, boleh d i tu tup . l etupan kekesalan biasa, bila tak bisa disebu t mencari Boediono sebagai menko perekonomian dan Srimul­ sensasl.yani sebagai menkeu ten tu tahu be tul ten tang permainan Bagaimanapun juga kepakaran Boediono dan Srimul­semacam i tu . Namun kedua elit politik ini nampaknya tak yani tak bisa diban tah, dan banyak orang berharap agarmenganggapnya serius. Bungkamnya mereka dalam presiden dan w apres tak segan memainkan kartuurusan Indosat sampai saa t ini dan tambang minyak Boediono- Srimulyani. Sebab keduanya sang a t dihorma ti
  29. 29. dan banyak dipuj i di luar negeri, terutama oleh IMF dan akademik dan kepakaran yang telah diraih, karena p e tanipemerin tah AS . Pujian dan penghorm a tan dunia luar i tu pun melakukan hal serup a . Mereka umumnya tak terlaluten tunya tidak harus membua t pemerin tah SBY - JK lupa berminat melakukan cara - cara baru a tau mengimplemen­memberi mereka tugas- tugas pa trio tik un tuk membela tasikan penemuan- penemuan baru dalam bidang per­kepentingan Negara di forum IMF, Paris Club, Bank Dunia tanian, karena tak bersedia menanggung resiko . Nahdan lain - lain . I tu diperlukan agar APBN pada tahun- tahun dalam upaya memacu pertumbuhan sebenarnya masihberikut lebih sustainable dan ringan . Roda ekonomi bisa banyak cara lain yang dapat d i tempuh, misalnya menarikberputar lebih cepat karena kara t- kara t yang mem­ obligasi rekap yang Rp 600 triliun a tau menya takannyabera tinya luruh dan rakya t lebih seha t dan cerdas karena tidak berlaku . Pemerin tah bisa juga meminta penghapusanpendidikannya lebih terjamin. Tanpa perintah SBY sebagai dan pemotongan u tang a tau penundaan pem- bayarannyapresiden pilihan rakyat, dapat dipastikan pasangan sampai 20 tahun ke depan, sehingga tersedia dana yangBoediono- Srimulyani tidak akan melakukan hal- hal besar diperlukan un tuk memutar roda ekonomi.semacam i tu . Sebagaimana para senior Mavia Barkeley, Perhitungannya sederhana saj a . Bila perhitungan bupasangan Boediono- Srimulyani lebih senang mengemis menkeu memang akura t, pertumbuhan 6% yang diidamkanu tangan baru dan merayu inve s tor asin g . Memutar roda i tu bisa dicapai hanya dengan mencabut obligasi rekapekonomi dengan cara i tu memang lebih aman dan yang jumlahnya seki tar Rp 600 triliun . Apalagi bilagampan g . Gejalanya semakin kas a t m a ta pada minggu dikombinasi dengan penghapusan dan pemotongan u tang,ke tiga bulan Januari 2006. Menkeu Srimulyani terang­ a tau se tidaknya menunda pembayaran bunga dan cicilanterangan menya takan un tuk mencapai pertumbuhan 6% u tang luar negeri . Sebab dana yang dialokasikan un tukper tahun dibu tuhkan dana Rp 600 triliun . "Kalau kita pembayaran cicilan pokok u tang dan bunga s e tiap tahunmeng- inginkan pertumbuhan 6% per tahun dengan produk sudah di a tas Rp 120 triliun . Bila dana ini digelon torkan kedomestik bruto Rp 3 ribu triliun, dibutuhkan dana inves tasi sektor riil, dapat dipastikan roda ekonomi akan segeraRp 150 triliun kali empat. Karena o utput ra tio inves tasi bergerak lebih cepat. Sebaliknya dengan beru tang lagi,kita masih empat. Artinya kredit dan inve stasi yang tim ekonomi yang dinakhodai Boediono-Srimulyani mem­dibu tuhkan seki tar Rp 600 triliun," ka ta Srimulyani bawa Indonesia menuju kegagalan yang sama sepertim a tematis . rezim orba . Soeharto, bersama Kabinet Pembangunannya, Pernya taan menkeu i tu seolah mengindikasikan bah­ telah membangun Indonesia dengan mesin u tang selamaw a dia dan Boediono tak punya a l terna tif lain, kecuali 32 tahun . Hasilnya adalah kegagalan yang mengenaskanmengiku ti jalan yang telah digariskan IMF kepada para di penghujung abad XX. Ibu Menkeu dan seluruh anggotapendahulunya . Apalagi bila diingat dengan mengiku ti yang Kabinet Indonesia Bers atu ten tu belum lupa kejadian i tu .sudah- sudah jelas lebih aman dan tanpa resiko . Memangsikap ,pak turut rada hina . Tidak m a tch pula dengan gelar

×