Pancasila dalam sejarah perjuangan bangsa indonesia

39,106 views
38,776 views

Published on

Published in: Education
1 Comment
8 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
39,106
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
562
Comments
1
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pancasila dalam sejarah perjuangan bangsa indonesia

  1. 1. 1MAKALAHPANCASILA DALAM SEJARAH PERJUANGAN BANGSAINDONESIADisusun oleh ;Nama : Uniqe HartiantiKelas : 2 EA 27NPM : 17211229MANAJEMEN EKONOMI
  2. 2. 2DAFTAR ISICover ........................................................................................................................................1Daftar Isi.....................................................................................................................................2Kata Pengantar...........................................................................................................................3BAB 1 – PENDAHULUAN1. Latar Belakang ....................................................................................................42. Perumusan Masalah ....................................................................................................43. Tujuan Penulisan ....................................................................................................4BAB II – PEMBAHASAN1. Pengertian pancasila ....................................................................................................52. Indonesia zaman prasejarah dan zaman prasejarah2.1 Zaman prasejarah ....................................................................................................52.2 Sejarah pancasila pada masa kerajaan ................................................................62.3 Zaman Penjajahan....................................................................................................82.4 Kebangkitan nasional ........................................................................................92.5 Zaman penjajahan jepang ........................................................................................93. Perumusan pancasila dan proklamasi kemerdekaan indomesia3.1 Sidang BPUPKI Pertama ......................................................................................103.2 Sidang BPUPKI Kedua ......................................................................................104. Proklamasi kemerdekaan dan sidang PPKI4.1 Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus ...................................................................124.2 Sidang PPKI ..................................................................................................125. Masa setelah proklamasi kemerdekaan ..............................................................146. Pembentukan negara republik indonesia serikat ..................................................147. Terbentuknya negara kesatuan republik indonesia ..................................................158. Dekrit presiden 5 Juli 1959 ......................................................................................169. Masa orde baru ..................................................................................................17BAB III – PENUTUP1. Kesimpulan ..............................................................................................................182. Saran ..........................................................................................................................183. Referensi ..............................................................................................................19
  3. 3. 3KATA PENGANTARPuji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah mamberikan rahmatdan hidayah-Nya,sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Pancasila dalamKonteks Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia pada mata kuliah Pancasila di AkademiManajemen Malang . Tak lupa sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kitaNabi besar Muhammad SAW, yang telah mengarahkan kepada kita satu-satunya agama yangdiridloi Allah SWT, yakni agama Islam .Alhamdulillah penulisan makalah ini bisa diselesaikan, walaupun kemungkinandalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan-kekuragan baik dalam penggunaanbahasa maupun pengambilan data-data yang bisa dibilang kurang komplit dandetail,mengingat keterbatasan penulis yang masih belum bisa maksimal dalammengumpulkan data-data yang diperlukan . Dengan mengambil judul “Pancasila dalamSejarah Perjuangan Bangsa Indonesia” penulis berharap semoga makalah yang singkat inidapat bermanfaat bagi penulis maupun orang yang membacanya .Akhir kata penulis menyadari bahwasanya bila segala urusan telah selesai,maka akantampak kekurangannya. Oleh karena itu kritik dan saran selalu kami tunggu demipeningkatan kualitas dan mutu dari makalah yang penulis susun ini. Dan semoga makalah inidapat bermanfaat.
  4. 4. 4BAB IPENDAHULUAN1. LATAR BELAKANGJika kita berbicara masalah pancasila maka akan terbayanglah sila-sila yang limatersebut Dimana pancasila mempunyai kaitan pada sejarah,peradaban,agam,hidup,danketatanegaraan, kegotongroyongan, struktur sosial, dari masyarakat indonesia. Pancasilayang menjadi dasar negara perlu diadakan peninjauan terhadap perkembangan budayaindonesia yang sudah lampau dengan titik berat pada nilai-nilaiketuhanan,kemanusiaan,politik,dan kemasyarakatanPancasila menjadi dasar negara baru disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus1945. Namun jauh sebelum di sahkan nilai-nilai pancasila sudah ada pada kehidupanmasyarakat indonesia sejak zaman dahulu sebelum bangsa indonesia menjadi sebuahnegara dimana nilai-nilai tersebut berupa nilai-nilai adat istiadat,kebudayaan sertarelegius. Nilai-nilai yang ada kemudian diambil dan dirumuskan oleh paa pendiri negarayang untuk nantinya dijadikan dasar negara indonesia. Oleh karena itu untuk memahamipancasila secara utuh dan kaitannya dengan jati diri bangsa indonesia ini diperlukanpemahaman sejarah bangsa indonesia dalam membentuk suatu negara dan dijadikannyapacaila sebagai dasar negara karena semua itu berhubungan dengan sejarah perjuanganbangsa indonesia.2. PERUMUSAN MASALAHDalam makalah ini adapun rumusan masalah yang akan dibahas yaitu:“Bagaimanakah hubungan pancasila dalam konteks sejarah perjuangan bangsaindonesia?”3. TUJUAN PENULISANTujuan dari pembuatan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah“pendidikan pancasila” dan untuk menambah pengetahuan kita tentang pancasiladalam konteks sejarah perjuangan bangsa indonesia.
  5. 5. 5BAB IIPEMBAHASAN1. PENGERTIAN PANCASILAPancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua katadari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakanrumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyatIndonesia. Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa,kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin olehhikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagiseluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan)Undang-undang Dasar 1945. Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima silaPancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasilapada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila2. INDONESIA ZAMAN PRASEJARAH DAN ZAMAN SEJARAH2.1 ZAMAN PRASEJARAHZaman prasejarah di Indonesia meliputi zaman batu tua (palaeolithikum),zaman batu muda (neolithikum), zaman batu besar (megalithikum). Pada zaman-zaman tersebut, manusia telah dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan hidupbersama-sama dengan manusia-manusia lainnya. Hal ini menunjukkan bahwamanusia pada zaman prasejarah telah mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalammembentuk kesatuan yang menjalani hidupnya bersama-sama.Zaman batu tua (palaeolithikum) ±600.000 tahun yang lalu hidup manusiajenis Pithecanthropus Erectus (manusia kera yang berdiri). Kehidupan manusia padamasa ini masih nomaden dan melengkapi hidupnya dengan peralatan yang terbuat daribatu yang masih kasar (belum dihaluskan). Kehidupan menetap mereka mulai padazaman peralihan batu tua dan batu muda, yaitu mesolithikum.Selanjutnya pada zaman batu muda (neolithikum), manusia telah mampumembuat peralatan dari batu yang telah diasah, membuat anyaman, berbagai jeniskapak (kapak lonjong dan kapak persegi), dan kerajinan tangan. Mereka juga sudahmulai hidup berdagang, berlayar, beternak dan bercocok tanam. Pada zaman ini telahdilakukan pencarian dan pengumpulan bahan makanan.Zaman batu besar (megalithikum) merupakan zaman dengan kebudayaanmenghasilkan bangunan-bangunan yang terbuat dari batu-batu besar. Yang dihasilkanpada zaman ini adalah menhir (tiang/tugu tempat memuja arwah nenek moyang),dolmen (meja batu berkaki menhir sebagai tempat sesajen untuk arwah nenekmoyang), sarchopagus (peti batu bertutup), punden berundak-undak (nagunanberundak-undak sebagai tempat pemujaan), dan arca (lambang pujaan).
  6. 6. 6Penyebaran nenek moyang di Indonesia adalah secara merantau hingga ke pulau-pulau yang terbatas oleh laut. Seingga terbentuk kebudayaan secara turun-temurunsebagian bangsa Indonesia adalah pelaut dan sebagian adalah pengerajin, pedagangdan petani. Selain itu, bangsa Indonesia pada zaman prasejarah telah menganut sistemkepercayaan. Dengan demikian zaman prasejarah di Indonesia dapat dikatakanmemberikan andil dalam pengembangan nilai-nilai Pancasila2.2 SEJARAH PANCASILA PADA MASA KERAJAANA. Kerajaan KutaiIndonesia memasuki zaman sejarah pada tahun 400M, dengan ditemukannyaprasasti yang berupa 7 yupa (tiang batu). Berdasarkan prasasti tersebut dapatdiketahui bahwa raja Mulawarman keturunan dari raja Aswawarman ketrurunandari Kudungga. Raja Mulawarman menurut prasasti tersebut mengadakan kenduridan memberi sedekah kepada para Brahmana, dan para Brahmana membangunyupa itu sebagai tanda terimakasih raja yang dermawan (Bambang Sumadio,dkk.,1977 : 33-32). Masyarakat kutai yang membuka zaman sejarah Indonesiapertama kalinya ini menampilkan nilai-nilai sosial politik dan ketuhanan dalambentuk kerajaan, kenduri, serta sedekah kepada para Brahmana.Dalam zaman kuno (400-1500) terdapat dua kerajaan yang berhasil mencapaiintegrasi dengan wilayah yang meliputi hampir separoh Indonesia dan seluruhwilayah Indonesia sekarang yaitu kerajaan Sriwijaya di Sumatra dan Majapahityang berpusat di Jawa.B. Kerajaan SriwijayaMenurut Mr. M. Yamin bahwa berdirinya negara kebangsaan Indonesia tidakdapat dipisahkan dengan kerajaan-kerajaan lama yang merupakan warisan nenekmoyang bangsa Indonesia. Negara kebangsaaan Indonesia terbentuk melalui tigatahap yaitu : pertama, zaman Sriwijaya di bawah wangsa Syailendra (600-1400),yang bercirikan kedatuan. Kedua, negara kebangsaan zaman Majapahit (1293-1525) yang bercirikan keprabuan, kedua tahap tersebut merupakan negarakebangsaan Indonesia lama. Kemudian ketiga, kebangsaan modern yaitu negarabangsa Indonesia merdeka (sekarang negara proklamasi 17 agustus 1945)(sekretariat negara RI 1995 :11).Pada abad ke VII munculah suatu kerajaan di Sumatra yaitu kerajaan Wijaya,di bawah kekuasaaan bangsa Syailendra. Hal ini termuat dalam prasastiKedudukan Bukit di kaki bukit Sguntang dekat Palembang yang bertarikh 605caka atau 683 M., dalam bahasa melayu kuno huruf Pallawa. Kerajaan itu adalahkerajaan Maritim yang mengandalkan kekuatan lautnya, kunci-kunci lalu-lintaslaut di sebelah barat dikuasainya seperti selat Sunda (686), kemudian selatMalaka (775). Pada zaman itu kerjaan Sriwijaya merupakan kerajaan besar yangcukup disegani di kawasan asia selatan. Perdagangan dilakukan denganmempersatukan pedagang pengrajin dan pegawai raja yang disebut Tuhan AnVatakvurah sebagai pengawas dan pengumpul semacam koperasi sehingga rakat
  7. 7. 7mudah untuk memasarkan dagangannya (Keneth R. Hall, 1976 : 75-77).Demikian pula dalam sistem pemerintahaannya terdapat pegawai pengurus pajak,harta benda, kerajaan, rokhaniawan yang menjadi pengawas teknis pembangunangedung-gedung dan patung-patung suci sehingga pada saat itu kerajaan dalammenjalankan sistem negaranya tidak dapat dilepaskan dengan nilai Ketuhanan(Suwarno, 1993, 19).Agama dan kebudayaan dikembangkan dengan mendirikan suatu universitasagama Budha, yang sangat terkenal di negara lain di Asia. Banyak musyafir darinegara lain misalnya dari Cina belajar terlebih dahulu di universitas tersebutterutama tentang agam Budha dan bahasa Sansekerta sebelum melanjutkanstudinya ke India. Malahan banyak guru-guru besar tamu dari India yangmengajar di Sriwijaya misalnya Dharmakitri. Cita-cita tentang kesejahteraanbersama dalam suatu negara adalah tercemin pada kerajaan Sriwijaya tersebutyaitu berbunyi ‘marvuat vanua criwijaya dhayatra subhiksa’ (suatu cita-citanegara yang adil dan makmur) (Sulaiman, tanpa tahun : 53).C. Zaman Kerajaan-kerajaan Sebelum MajapahitSebelum kerajaan Majapahit muncul sebagai suatu kerajaan yangmemancangkan nilai-nilai nasionalisme, telah muncul kerajaan-kerajaan di JawaTengah dan Jawa Timur secara silih berganti. Kerajaan Kalingga pada abad keVII, Sanjaya pada abad ke VIII yang ikut membantu membangun candi Kalasanuntuk Dewa Tara dan sebuah wihara untuk pendeta Budha didirikan di JawaTengah bersama dengan dinasti Syailendra (abad ke VII dan IX). Refleksi puncakdari Jawa Tengah dalam periode-periode kerajaan-kerajaan tersebut adalahdibangunnya candi Borobudur (candi agama Budha pada abad ke IX), dan candiPrambanan (candi agama Hindhu pada abad ke X).Selain kerajaan-kerajaan di Jawa Tengah tersebut di Jawa Timurmuncullah kerajaan-kerajaan Isana (pada abad ke IX), Darmawangsa (abad ke X)demikian juga kerajaan Airlanga pada abad ke XI. Raja Airlangga membuatbangunan keagamaan dan asrama, dan raja ini memiliki sikap toleransi dalamberagama. Agama yang diakui oleh kerajaan adalah agama Budha , agama Wisnudan agama Syiwa yang hidup berdampingan secara damai (Toyyibin, 1997 : 26).Menurut prasasti Kelagen, Raja Airlangga teelah mengadakan hubungan dagangdan bekerja sama dengan Benggala, Chola dan Champa hal ini menunjukkannilai-nilai kemanusiaan. Demikian pula Airlangga mengalami penggemblenganlahir dan batin di hutan dan tahun 1019 para pengikutnya, rakyat dan paraBrahmana bermusyawarah dan memutuskan untuk memohon Airlangga bersediamenjadi raja, meneruskan tradisi istana, sebagai nilai-nilai sila keempat.Demikian pula menurut prasasti Kelagen, pada tahun 1037, raja Airlanggamemerintahkan untuk membuat tanggul dan waduk demi kesejahteraan rakyatyang merupakan nilai-nilai sila kelima (Toyyibin, 1997 : 28-29). Di wilayahKediri Jawa Timur berdiri pula kerajaan Singasari (pada abad ke XIII), yangkemudian sangat erat hubungannya dengan berdirinya kerajaan Majapahit.
  8. 8. 8D. Kerjaan MajapahitPada tahun 1923 berdirilah kerajaan Majapahit yang mencapai zamankeemasannya pada pemerintahan raja Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Madayang di bantu oleh Laksamana Nala dalam memimpin armadanya untuk menguasainusantara. Wilayah kekuasaan Majapahit semasa jayanya itu membentang darisemenanjung Melayu (Malaysia sekarang) sampai Irian Barat melalui KalimantanUtara.Pada waktu itu agama Hindu dan Budha hidup berdampingan dengan damaidalam satu kerajaan. Empu Prapanca menulis Negarakertagama. Dalam kitabtersebut telah telah terdapat istilah “Pancasila”. Empu tantular mengarang bukuSutasoma, dan didalam buku itulah kita jumpai seloka persatuan nasional, yaitu“Bhineka Tunggal Ika”, yang bunyi lengkapnya “Bhineka Tunggal Ika Tan HanaDharma Mangrua”, artinya walaupun berbeda , namun satu jua adanya sebab tidakada agama yang memiliki tuhan yang berbeda.Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Mahapatih Gaja Mada dalam sidangratu dan menteri-menteri di paseban keprabuan Majapahit pada tahun 1331, yangberisi cita-cita mempersatukan selur uh nusantara raya sebagai berikut : “Sayabaru akan berhentui berpuasa makan pelapa, jikalau seluruh nusantara bertakluk dibawah kekuasaan negara, jikalau Gurun, Seram, Tanjung, Haru, Pahang, Dempo,Bali, Sunda, Palembang dan Tumasik telah dikalahkan” (Yamin, 1960 : 60).Dalam tata pemerintahan kerajaan Majapahit terdapat semacam penasehatseperti Rakryan I Hino , I Sirikan, dan I Halu yang bertugas memberikan nasehatkepada raja, hal ini sebagai nilai-nilai musyawarah mufakat yang dilakukan olehsistem pemerintahan kerajaan Majapahit.2.3 ZAMAN PENJAJAHANBangsa asing yang masuk ke Indonesia yang pada awalnya berdagang adalahorang-orang portugis. Pada akhir abad ke XVI bangsa Belanda datang pula keIndonesia dengan menempuh jalan yang penuh kesulitan. Utuk menghindarkanpersaingan diantara mereka sendiri, kemudian mereka mendirikan suatuperkumpulan dagang yang bernama V.O.C, yang dikalangan rakyat dikenal denganistilah „kompeni‟.Praktek-praktek VOC mulai kelihatan dengan paksaan-paksaan sehinggarakyat mulai mengadakan perlawanan. Mataram dibawah pemerintahan Sultan Agung(1613-1645) berupaya mengadakan perlawanan dan menyerang ke Batavia pada tahun1628 dan tahun 1929, walaupun tidak berhasil meruntuhkan namun Gubernur JendralJ.P Coen tewas dalam serangan Sultan Agung yang kedua itu.Di Makasar yang memiliki kedudukan yang sangat vital berhasil juga dikuasaikompeni tahun 1667 dan timbullah perlawanan dari rakyat Makasar di bawah
  9. 9. 9Hasanudin. Menyusul pula wilayah Banten (Sultan Ageng Tirtoyoso) dapatditundukkan pula oleh kompeni pada tahun 1684. Perlawanan Trunojoyo, UntungSuropati di Jawa Timur pada akhir abad ke XVII nampaknya tidak mampumeruntuhkan kekuasa. Demikian kompeni pada saat itu. Demikian pula ajakan IbnuIskandar pimpinan Armada dari Minangkabau untuk mengadakan perlawananbersama terhadap kompeni juga tidak mendapat sambutan yang hangat. perlawananbangsa Indonesia terhadap penjajahan yang terpencar-pencar dan tidak memilikikoordinasi tersebut banyak mengalami kegagalan sehingga banyak menimbulkankorban bagi anka-anak bangsa.2.4 KEBANGKITAN NASIONALAtas kesadaran bangsa Indonesia maka berdirilah Budi Utomo dipelopori Dr.Wahidin Sudirihusodo pada tanggal 20 Mei 1908. Gerakan ini merupahan awalgerakan kemerdekaan dan kekuatan sendiri. Lalu mulailah berunculan Indische Partijdan sebagainya.Dalam masalah ini munculah PNI (1927) yang dipelopori oleh Soekarno.Mulailah perjuangan bangsa Indonesia menitik beratkan pada kesatuan nasionaldengan tujuan yang jelas yaitu Indonesia merdeka. Kemudian pada tanggal 28Oktober 1928 lahirlah Sumpah Pemuda sebagai penggerak kebangkitan nasional.Pada masa ini banyak berdiri gerakan-gerakan nasional untuk mewujudkan suatubangsa yang memiliki kehormatan akan kemerdekaan dan kekuataannya sendiri.Diantaranya adalah Budi Utomo yang dipelopori oleh Dr. Wahidin Sudiro Husodopada 20 Mei 1908, kemudian Sarekat Dagang Islam (SDI) tahun 1909 serta PartaiNasional Indonesia (PNI) tahun 1927 yang didirikan oleh Soekarno, CiptoMangunkusumo, Sartono serta tokoh lainnya.Sejak saat itu perjuangan nasional Indonesia mempunyai tujuan yang jelas yaituIndonesia merdeka. Perjuangan nasional diteruskan dengan adanya gerakan SumpahPemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menyatakan satu bahasa, satu bangsaserta satu tanah air yaitu Indonesia Raya.2.5 ZAMAN PENJAJAHAN JEPANGJanji penjajah Belanda tentang Indonesia merdeka hanyalah suatu kebohonganbelaka dan tidak pernah menjadi kenyataan sampai akhir penjajahan Belanda tanggal10 Maret 1940. Kemudian Jepang masuk ke Indonesia dengan propaganda “Jepangmemimpin Asia. Jepang saudara tua bangsa Indonesia”.Pada tanggal 29 April 1945 bersamaan dengan ulang tahun Kaisar Jepang,penjajah Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia yaitu janjikedua pemerintah jepang berupa „kemerdekaan tanpa syarat‟. Janji ini diberikankarena Jepang terdesak oleh tentara Sekutu. Bangsa Indonesia diperbolehkanmemperjuangkan kemerdekaannya, dan untuk mendapatkan simpati dan dukunganbangsa Indonesia maka Jepang menganjurkan untuk membentuk suatu badan yangbertugas menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan yaitu BPUPKI (Badan
  10. 10. 10Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu ZyumbiTiosakai. Pada hari itu juga diumumkan sebagai Ketua (Kaicoo) Dr. KRT. RadjimanWidyodiningrat yang kemudian mengusulkan bahwa agenda pada sidang BPUPKIadalah membahas tentang dasar negara.3. PERUMUSAN PANCASILA DAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA3.1 SIDANG BPUPKI PERTAMASidang BPUPKI pertama dilaksanakan selama 4 hari, berturut-turut yang tampiluntuk berpidato menyampaikan usulannya adalah sebagai berikut :a. Mr. Muh. Yamin (29 Mei 1945)Dalam pidatonya tanggal 29 Mei 1945 Muh. Yamin mengusulkan calonrumusan dasar negara sebagai berikut : 1. Peri kebangsaan, 2. Peri kemanusiaan, 3.Peri ketuhanan, 4. Peri kerakyatanSelain usulan tersebut pada akhir pidatonya Muh. Yamin menyerahkan naskahsebagai lampiran yaitu suatu rancangan usulan sementara berisi rumusan UndangUndang Dasar RIb. Prof. Dr. Supomo (31 Mei 1945)Berbeda dengan usulan Mr.Muh Yamin, Dalam pidatonya Prof. Dr. Supomomengemukakan teori-teori negara sebagai berikut:1. Teori negara prseorangan(individualis)Menurut paham ini negara adalah masyarakat hukum yang disusun atas kontrakantara seluruh individu2. Paham negara kelas(class theory)Dalam teori ini negara adalah alat dari suatu golongan untuk menindas klasse lain3. Paham negara integralistik.Menurut paham ini negara bukanlah menjamin perseorangan atau golongan akantetapi menjamin kepentingan masyarakat seluruhnya sebagai suatu persatuanc. Ir. Soekarno (1 Juni 1945)Dalam hal ini Ir. Soekarno menyampaikan dasar negara yang terdiri atas limaprinsip yang rumusanya yaitu:1. Nasionalisme (kebangsaan Indonesia)2. Internasionalisme (peri kemanusiaan)3. Mufakat (demokrasi)4. Kesejahteraan sosial5. Ketuhanan yang Maha Esa. (ketuhanan yang berkebudayaan)Beliau juga mengusulkan bahwa pancasila adalah sebagai dasar filsafat negaradan pandangan hidup bangsa Indonesia atau philosophisce grounslag juga pandangandunia yang stingkatdengan aliran – aliran besar dunia atau sebagai weltanschauungdan diatas dasar itulah kita dirikan negara indonesia.
  11. 11. 113.2 SIDANG BPUPKI II (10-16 Juli 1945)Penyusunan pancasila oleh panitia sembilan, serta pemakaian istilah “hukumdasar” diganti dengan undang-undang dasar karena hal ini merupakan hukum retulisatas saran prof. Soepomo. Serta membahas bentuk negara yang setuju adalah prorepublik. Keputusan-keputusan lain adalah membentuk panitia kecil. Perancangundang-undang dasar di ketuai oleh Soekarno, panitia ekonomi dan keuangan diketuai oleh Moh. Hatta dan pembea tahan air di ketuai oleh Abikusno Tjokrosoejono.Dalam sidang ini dibentuk panitia kecil yang terdiri dari 9 orang dan populardisebut dengan “panitia sembilan” yang anggotanya adalah sebagai berikut:a. Ir. Soekarnob. Wachid Hasyimc. Mr. Muh. Yamind. Mr. Maramise. Drs. Moh. Hattaf. Mr. Soebarjog. Kyai Abdul Kahar Muzakirh. Abikoesmo Tjokrosoejosoi. Haji Agus SalimPanitia sembilan ini mengadakan pertemuan secara sempurna dan mencapaisuatu hasil baik yaitu suatu persetujuan antara golongan islam dengan golongankebangsaan. Adapun naskah preambule yang disusun oleh panitia sembilan tersebutpada bagian terakhir adalah sebagai berikut :“…………maka disusunlah kemerdekaan bangsa Indonesia itu dalam suatuhukum dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu negara RepublikIndonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan dengankewajiban menjalankan syari‟at islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasarkemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yangdipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan sreta denganmewujudkan suatu keadilan sosisal bagi seluruh rakyat Indonesia”Dalam sidang BPUPKI kedua ini pemakaian istilah hukum dasar digantidengan istilah undang-undang dasar. Keputusan penting dalam rapat ini adalahtentang bentuk negara republik dan luas wilayah negara baru. tujuan anggota badanpenyelidik adalah menghendaki Indonesia raya yang sesungguhnya yangmempersatukan semua kepulauan Indonesia.
  12. 12. 12Susunan Undang Undang Dasar yang diusulkan terdiri atas tiga bagian yaitu :a. Pernyataan Indonesia merdeka, yang berupa dakwaan dimuka dunia atasPenjajahan Belandab. Pembukaan yang didalamnya terkandung dasar negara Pancasilac. Pasal-pasal Undang Undang Dasar.4. PROKLAMASI KEMERDEKAAN DAN SIDANG PPKIPada pertengahan bulan agustus 1945 akan dibentuk PPKI. Untuk keperluan ituIr. Soekarno dan Drs. Muh. Hatta dan Dr. Radjiman diberangkatkan ke Saigon ataspangilan jendral besar Terauchi. Pada tanggal 9 agustus 1945 Jendral Terauchimemberikan kepada mereka 3 cap, yaitu :1. Soekarno diangkat sebagai ketua PPKI, Muh. Hatta sebagai wakil dan Radjimansebagai anggota2. Panitia persiapan boleh mulai bekerja pada tanggal 9 agustus 19453. Cepat atau tidaknya pekerjaan panitia di serahkan seperlunya pada panitia.Sekembaliannya dari saigon 14 agustus 1945, Ir. Soekarno mengumumkandimuka umum bahwa bangsa Indonesia akan merdeka sebelum jagung berbunga(secepat mungkin) dan kemerdekaan bangsa Iindonesia ini bukan merupakan hadiahdari Jepang melainkan dari hasil perjuangan sendiri. Setelah Jepang menyerah padasekutu, maka kesempatan itu dipergunakan sebaik-baiknya oleh para pejuangkemerdekaan bangsa Indonesia. Untuk mempersiapkan Proklamasi tersebut makapada tengah malam, Soekarno-Hatta pergi ke rumah Laksamana Maeda di OranyeNassau Boulevard (sekarang Jl. Imam Bonjol No.1).4.1 PROKLAMASI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUSPebedaan terjadi antara golongan muda dan dolongan muda tentang kapanpelaksanaan proklamasi. Oleh karena iti perbedaan memuncak dan menyebabkansoekarno hatta ke rengas dengklok agar tidak mendapat pengaruh jepang. Kemudianoada pagi hari tanggal 17 agustus 1945 di jalan penggasan timur 56 jakarta, bungkarno di damopingi oleh bung hatta membacakan teks proklamasi.Setelah diperoleh kepastian maka Soekarno-Hatta mengadakan pertemuan padalarut malam dengan Mr. Achmad Soebardjo, Soekarni, Chaerul Saleh, B.M. Diah,Sayuti Melik, Dr. Buntaran, Mr. Iwakusuma Sumantri dan beberapa anggota PPKIuntuk merumuskan redaksi naskah Proklamasi. Pada pertemuan tersebut akhirnyakonsep Soekarno lah yang diterima dan diketik oleh Sayuti Melik. Kemudian pagiharinya pada tanggal 17 Agustus 1945 di Pegangsaan timur 56 Jakarta, tepat pada hariJumat Legi, jam 10 pagi Waktu Indonesia Barat (Jam 11.30 waktu jepang), BungKarno dengan didampingi Bung Hatta membacakan naskah Proklamasi dengankhidmad dan diawali dengan pidato, sebagai berikut :
  13. 13. 13P R O K L A M A S IKami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia. Hal-halyeng mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan caraseksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.Jakarta, 17 Agustus 1945Atas Nama Bangsa IndonesiaSoekarno HattaSehari setelah Proklamasi keesokan harinya pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKImengadakan sidangnya yang pertama.4.2 SIDANG PPKI Sidang Pertama (18 Agustus 1945)Sidang pertama PPKI dihadiri 27 orang dan menghasilkan keputusan-keputusansebagai berikut :a. Mengesahkan Undang-Undang dasar 1945 yang meliputi :- Setelah melakukan beberapa perubahan pada piagam Jakarta yang kemudianberfungsi sebagai pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.- Menetapkan rancangan Hukum Dasar yang telah diterima dari badanpenyilidik pada tanggal 17 juli 1945, setelah mengalami berbagai perubahankarena berkaitan dengan perubahan piagam Jakarta, kemudian berfungsisebagai undang-undang dasar 1945.b. Memilih Presiden dan Wakil Presiden yang pertama.c. Menetapkan berdirinya Komite Nasional Indonesia Pusat sebagai badanMusyawarah darurat. Sidang kedua (19 agustus 1945)Menentukan ketetapan sebagai berikut :- Tentang daerah propinsi : jawa barat, jawa tengah, jawa timur, sumatra, borneo,sulawesi, maluku dan sunda kecil.- Untuk sementara waktu kedudukan kooti dan sebagainya di teruskan sepertisekarang.- Untuk sementara waktu kedudukan dan gemeente diteruskan seperti sekarang dandi bentuknya 12 departemen kementrian. Sidang ketiga (20 agustus 1945)Melakukan pembahasan terhadap agenda tentang “badan penolong korbanperang” yang terdiri dari 8 pasal tersebut yaitu pasal 2 dibentuklah suatu badanyang disebut “Badan Keamanan Rakyat” BKR.
  14. 14. 14 Sidang keempat (22 agustus 1945)Membahas agenda tentang komite nasional Partai Nasional Indonesia yangberkedudukan di Indonesia.5. MASA SETELAH PROKLAMASI KEMERDEKAANSecara ilmiah masa Proklamasi kemerdekaan dapat mengandung pengertian sebagaiberikut :a. Dari sudut hukum ( secara yuridis) proklamasi merupakan saat tidak berlakunyatertib hukum kolonial.b. Secara politis ideologis proklamasi mengandung arti bahwa bangsa Indonesiaterbebas dari penjajahan bangsa asing melalui kedaulatan untuk menentukannasib sendiri dalam suatu negara Proklamasi Republik Indonesia.Setelah prokamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 ternyata bangsa Indonesiamasih menghadapi kekuatan sekutu yang berupaya menanamkan kembali kekuasaanBelanda di Indonesia, yaitu pemaksaan untuk mengakui pemerintahan Nica (Netherland Indies Civil Administration). Selain itu Belanda juga secara licikmempropagandakan kepada dunia luar bahwa negara Proklamasi RI. Hadiah pasisJepang.Untuk melawan propaganda Belanda pada dunia Internasional, maka pemerintahRI mengelurkan tiga buah maklumat :a. Maklumat Wakil Presiden No. X tanggal 16 Oktober 1945 yang menghentikankekuasaan luar biasa dari Presiden sebelum masa waktunya (seharusnya berlakuselama enam bulan). Kemudian maklumat tersebut memberikan kekuasaantersebut kepada MPR dan DPR yang semula dipegan oleh Presiden kepada KNIP.b. Maklumat pemerintah tanggal 03 Nopember 1945, tantang pembentukan partaipolitik yang sebanyak–banyaknya oleh rakyat. Hal ini sebagai akibat darianggapan pada saat itu bahwa salah satu ciri demokrasi adalah multi partai.Maklumat tersebut juga sebagai upaya agar dunia barat menilai bahwa negaraProklamasi sebagai negara Demokratisc. Maklumat pemerintah tanggal 14 Nopember 1945, yang intinya maklumat inimengubah sistem kabinet Presidental menjadi kabinet parlementer berdasarkanasas demokrasi liberal.6. PEMBENTUKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERIKATSebagai hasil dari konprensi meja bundar (KMB) maka ditanda tangani suatupersetujuan (mantel resolusi) Oleh ratu belanda Yuliana dan wakil pemerintah RI di Kota
  15. 15. 15Den Hag pada tanggal 27 Desember 1949, maka berlaku pulalah secara otomatis anak-anak persetujuan hasil KMB lainnya dengan konstitusi RIS, antara lain :a. Konstitusi RIS menentukan bentuk negara serikat (fderalis) yaitu 16 Negara pasal (1dan 2)b. Konstitusi RIS menentukan sifat pemerintah berdasarkan asas demokrasi liberaldimana mentri-mentri bertanggung jawab atas seluruh kebijaksanaan pemerintahterhadap parlemen (pasal 118 ayat 2)c. Mukadiamah RIS telah menghapuskan sama sekali jiwa dan semangat maupun isipembukaan UUD 1945, proklamasi kemerdekaan sebagai naskah Proklamasi yangterinci.d. Sebelum persetujuan KMB, bangsa Indonesia telah memiliki kedaulatan, olehkarena itu persetujuan 27 Desember 1949 tersebut bukannya penyerahan kedaulatanmelainkan “pemulihan kedaulatan” atau “pengakuan kedaulatan”7. TERBENTUKNYA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA TAHIN1950Berdirinya negara RIS dalam Sejarah ketatanegaraan Indonesia adalah sebagai suatutaktik secara politis untuk tetap konsisten terhadap deklarasi Proklamasi yang terkandungdalam pembukaan UUD 1945 taitu negara persatuan dan kesatuan sebagaimana termuatdalam alinea IV, bahwa pemerintah negara.......” yang melindungi segenap bangsaIndoneia dan seluruh tumpah darah negara Indonesia .....” yang berdasarkan kepadaUUD 1945 dan Pancasila. Maka terjadilah gerakan unitaristis secara spontan dan rakyatuntuk membentuk negara kesatuan yaitu menggabungkan diri dengan Negara ProklamasiRI yang berpusat di Yogyakarta, walaupun pada saat itu Negara RI yang berpusat diYogyakarta itu hanya berstatus sebagai negara bagian RIS saja. Pada suatu ketika negarabagian dalam RIS tinggalah 3 buah negara bagian saja yaitu :a. Negara Bagian RI Proklamasib. Negara Indonesia Timur (NIT)c. Negara Sumatera Timur (NST)Akhirnya berdasarkan persetujuan RIS dengan negaraRI tanggal 19 Mei 1950, makaseluruh negara bersatu dalam negara kesatuan, dengan Konstitusi Sementara yangberlaku sejak 17 Agustus 1950.Walaupun UUDS 1950 telah merupakan tonggak untuk menuju cita-cita Proklamasi,Pancasila dan UUD 1945, namun kenyataannya masih berorientasi kepada Pemerintahyang berasas Demokrasi Liberal sehingga isi maupun jiwanya merupakan penyimpanganterhadap Pancasila. Hal ini disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :a. Sistem multi partai dan kabinet Parlementer berakibat silih bergantinya kabinet yangrata-rata hanya berumur 6 atau 8 tahun. Hal ini berakibat tidak mempunyaiPemerintah yang menyusun program serta tidak mampu menyalurkan dinamikaMasyarakat ke arah pembangunan, bahkan menimbulkan pertentangan -
  16. 16. 16pertentangan, gangguan - gangguan keamanan serta penyelewengan -penyelewengan dalam masyarakat.b. Secara Ideologis Mukadimah Konstitusi Sementara 1950, tidak berhasil mendekatiperumusan otentik Pembukaan UUD 1945, yang dikenal sebagai Declaration ofIndependence bangsa Indonesia. Demikian pula perumusan Pancasila dasar negarajuga terjadi penyimpangan. Namun bagaimanapun juga RIS yang berdasarkanPancasila dan UUD 1945 dari negara Republik Indonesia Serikat.8. DEKRIT PRESIDEN 5 JULI 1959Pada pemilu tahun 1955 dalam kenyataannya tidak dapat memenuhi harapan dankeinginan masyarakat, bahkan mengakibatkan ketidakstabilan pada politik, social,ekonomi, dan hankam. Hal ini disebabkan oleh konstituante yang seharusnya membuatUUD negara RI ternyata membahas kembali dasar negara, maka presiden sebagai badanyang harus bertanggung jawab mengeluarkan dekrit atau pernyataan pada tanggal 5 Juli1959, yang isinya :a. Membubarkan Konstituanteb. Menetapkan kembali UUDS ‟45 dan tidak berlakunya kembali UUDS„50c. Dibentuknya MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnyaBerdasarkan Dekrit Presiden tersebut maka UUD 1945 berlaku kembali di negaraRepublik Indonesia hingga sat ini. Dekrit adalah suatu putusan dari orangtertinggi(kepala negara atau orang lain) yang merupakan penjelmaan kehendak yangsifatnya sepihak. Dekrit dilakukan bila negara dalam keadaan darurat, keselamatanbangsa dan negara terancam oleh bahaya. Landasan mukum dekrit adalah „HukumDarurat‟yang dibedakan atas dua macam yaitu :a. Hukum Tatanegara Darurat SubyektifHukum Tatanegara Darurat Subjektif yaitu suatu keadaan hukum yang memberiwewenang kepada orang tertinggi untuk mengambil tindakan-tindakan hukum.b. Hukum Tatanegara Darurat ObjektifHukum Tatanegara Darurat Objektif yaitu suatu keadaan hukum yang memberikanwewenang kepada organ tertinggi negara untuk mengambil tindakan-tindakanhukum, tetapi berlandaskan konstitusi yang berlaku.c. Setelah dekrit presiden 5 Juli 1959 keadaan tatanegara Indonesia mulai stabil,keadaan ini dimanfaatkan oleh kalangan komunis dengan menanamkan ideologybelum selesai. Ideology pada saat itu dirancang oleh PKI dengan ideology ManipolUsdek serta konsep Nasakom. Puncak peristiwa pemberontakan PKI pada tanggal30 September 1965 untuk merebut kekuasaan yang sah negara RI, pemberontakanini disertai dengan pembunuhan para Jendral yang tidak berdosa. PemberontakanPKI tersebut berupaya untukmenggabti secara paksa ideology dan dasar filsafatnegara Pancasila dengan ideology komunis Marxis. Atas dasar tersebut maka padatanggal 1Oktober 1965 diperingati bangsa Indonesia sebagai „Hari KesaktianPancasila‟
  17. 17. 179. MASA ORDE BARU„Orde Baru‟, yaitu suatu tatanan masyrakat dan pemerintahan yang menututdilaksanakannya Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Munculnya ordebaru diawali dengan aksi-aksi dari seluruh masyarakat antara lain : Kesatuan AksiPemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI),Kesatuan Aksi guru Indonesia (KAGI), dan lainnya. Aksi tersebut menuntut dengar tigatuntutan atau yang dikenal dengan „Tritura‟, adapun isi tritura tersebut sebagai berikut :a. Pembubaran PKI dan ormas-ormasnyab. Pembersihan kabinet dari unsur G 30 S PKIc. Penurunan hargaKarena orde lama tidak mampu menguasai pimpinan negara, maka Panglimatertinggi memberikan kekuasaan penuh kepada Panglima Angkatan Darat Letnan JendralSoeharto dalam bentuk suatu surat yang dikenal dengan „surat perintah 11 Maret 1966‟(Super Semar). Tugas pemegang super semar yaitu untuk memulihkan keamanan denganjalan menindak pengacau keamanan yang dilakukan oleh PKI. Orde Baru berangsur-angsur melaksanakan programnya dalam upaya merealisasikan pembangunan nasionalsebagai perwujudan pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
  18. 18. 18BAB IIIPENUTUP1. KESIMPULANPancasila bukan lahir secara mendadak pada tahun 1945, melainkan telah melaluiproses yang panjang, dimatangkan oleh sejarah perjuangan bangsa Indonesia, denganmelihat pengalaman bangsa-bangsa lain, dengan diilhami oleh gagasan-gagasan besardunia, dengan tetap berakar pada kepribadian bangsa kita dan gagasan-gagasan besarbangsa kita sendiri. Negara Republik Indonesia memang tergolong muda dalam barisannegara-negara di dunia. Tetapi bangsa Indonesia lahir dari sejarah dan kebudayaannyayang tua, melalui gemilangnya kerajaan-kerajaan di Indonesia, kemudian mengalamimasa penjajahan tiga setengah abad, sampai akhirnya bangsa Indonesiamemproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejarah perjuanganbangsa untuk merebut kembali kemerdekaan nasionalnya sama tuanya dengan sejarahpenjajajahan itu sendiri.Berbagai babak sejarah telah dilampaui dan berbagai jalan telah ditempuh dengancara yang berbeda-beda, mulai dengan cara yang lunak sampai cara yang keras, mulaidari gerakan kaum cendikiawan yang terbatas sampai pada gerakan yang menghimpunkekuatan rakyat banyak, mulai dari bidang pendidikan, kesenian daerah, perdagangansampai pada gerakan-gerakan politik. Bangsa Indonesia lahir sesudah melampauiperjuangan yang sangat panjang, dengan memberikan segala pengorbanan dan menahansegala macam penderitaan. Bangsa Indonesia lahir menurut cara dan jalan yangditempuhnya sendiri yang merupakan hasil antara proses sejarah di masa lampau,tantangan perjuangan dan cita-cita hidup di masa datang, yang secara keseluruhanmembentuk kepribadiannya sendiri. Sebab itu bangsa Indonesia lahir dengankepribadiaannya sendiri, yang bersamaan dengan lahirnya bangsa dan negara itu,kepribadian itu ditetapkan sebagai pandangan hidup dan dasar negara, “Pancasila”.2. SARANMengingat besarnya perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan, maka perluadanya kesadaran sedalam-dalamnya bahwa Pancasila adalah pandangan hidup bangsadan dasar negara Republik Indonesia serta merasakan bahwa Pancasila adalah sumberkejiwaan masyarakat dan negara Republik Indonesia, manusia Indonesia menjadikanpengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dankehidupan kenegaraan.Oleh karena itu, pengamalannya harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia,setiap penyelenggara negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengamalanPancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusatmaupun di daerah. Dengan demikian Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dandasar negara akan mempunyai arti nyata bagi manusia Indonesia dalam hubungannyadengan kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan. Untuk itu, perlu usaha yangsungguh-sungguh dan terus-menerus serta terpadu demi terlaksananya penghayatan danpengamalan Pancasila
  19. 19. 19Referensi :Dr. H. Kaelan, M.S, Pendidikan Pancasila, Paradigma, Yogyakarta, 2008http://id.wikipedia.org

×