• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
system pakar untuk mendiagnosis penyakit yang disebabkan oleh tikus
 

system pakar untuk mendiagnosis penyakit yang disebabkan oleh tikus

on

  • 1,239 views

tsistem pakarku

tsistem pakarku

Statistics

Views

Total Views
1,239
Views on SlideShare
1,239
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
31
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    system pakar untuk mendiagnosis penyakit yang disebabkan oleh tikus system pakar untuk mendiagnosis penyakit yang disebabkan oleh tikus Document Transcript

    • Sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit yang disebabkan oleh tikus Oleh : Nama : umi karuniati NIM :110101093 Sekolah Tinggi Manajemen Infromatika dan Komputer Duta bangsa Surakarta 2013
    • Latar Belakang Masalah Tikus merupakan hewan pengerat yang mempunyai pandangan yang buruk,sedangkan tikus tergolong binatang malam yaitu tikus yang lebih aktif pada malam hari,tapi tikus mempunyai daya penciuman yang sangat bagus sehingga untuk membantu tikus untuk berkeliaran maka pada saat berjalan tikus mengeluarkan urin atau kencing,hal ini tikus bertujuan agar tikus bisa kembali kesarangnya atau tidak sesat karena jalur tikus tadi terbuat dari kencing tikus itu sendiri.sedagkan jika kencing tikus itu bisa sampai nempel dilingkungan kita bahkan bisa mengkontaminasi air kita maka hal itu bisa menularkan penyakit ke dalam tubuh kita. Tikus bukan hanya binatang pengerat yang merusak tanaman dan barang, akan tetapi tikus juga sebagai sumber penular dari beberapa penyakit, dan bukan hanya leptospirosis. Tikus vector dari penyakit pes dari bakteri Yersinia pestis dapat menular melalui gigitan tikus; Salmonellosis dari bakteri salmonella melalui kontaminasi kotoran tikus yang terkontaminasi dengan makanan; Demam gigitan tikus dari bakteri Spirillum; Demam berdarah korea dari Hantavirus melalui kotoran, urine, cairan tubuh ataupun terkontaminasi langsung, dan lain sebagainya. penyebaran penyakit ini tidak diiringi dengan cepat tanggapnya ahli medis yang menangani. Hal ini kemudian memperlambat dalam proses penanganan pasien. Ole karena itu diperlukannya seorang ahli yang mampu melakukan diagnosa berdasarkan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Pemikiran akan adanya suatu program aplikasi yang mampu melakukan diagnosa terhadap penyakit yang disebarkan oleh tikus mulai direncanakan. Untuk dapat menggantikan fungsi seorang ahli, penulis bermaksud untuk merancang program aplikasi sistem pakar yang dapat mendiagnosis penyakit yang disebabkan oleh tikus .. Aplikasi sistem pakar ini nantinya diharapkan dapat bermanfaat bagi ahli itu sendiri dan juga bagi orang awam yang bahkan tidak mengerti sedikitpun tentang penyakit tersebut. Rumusan Masalah 1. Bagaimana upaya untuk memberikan informasi berupa gejala gejala dan jenis penyakit yang disebabkan oleh tikus 2. Bagaimana menggunakan system pakar secara tepat dan cepat
    • Batasan masalah Adapun batasan masalah dalam pembuatan system pakar Ini adalah sebagai berikut: 1. System pakar ini dibangun dengan aplikasi visual basic dan Microsoft acces 2. Jenis penyakit yang didiagnosa adalah penyakit anak yang disebabkan oleh infeksi virus. 3. Proses yang terdapata dalam system pakar ini adalah pengenalan gejala gejala yang disebabkan oleh tikus, konsultasi penyakit yang disebabkan oleh tikus dengan menjawab beberapa pertanyaan mengenai gejala yang timbul 4. Info yang diberikan pada system pakar ini adalah a) Data gejala gejala yang timbul akibat penyakit yang disebabkan oleh tikus b) Data penyakit yang disebabkan oleh tikus c) Hasil diagnose 5. Keluaran dari system ini adalah hasil diagnose Tujuan penelitian 1. Untuk mengetahui secara tepat dan cepat jenis penyakit yang disebabkan oleh tikus 2. Menambah pengetahuan dalam merancang sebuah system pakar di sebuah rumah sakit Manfaat Penelitian 1. Memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang jenis penyakit yang disebabkan oleh tikus
    • Kerangka pemikiran Permasalahan Bagaimana upaya untuk memberikan informasi berupa gejala gejala dan jenis penyakit yang disebabkan oleh tikus Tingkat pengetahuan masyarakat tentang gejala dan jenis penyakit yang disebabkan oleh tikus yang masih rendah TUJUAN Merancang sebuah system pakar untuk mendiagnosis penyakit yang disebabkan oleh tikus 1.mebuat analisa 2. membuat design 3.pembangunan 4.pengujian 5.implementasi
    • Landasan teori Proses Diagnosis Penyakit Proses diagnosis merupakan perpaduan dari aktifitas intelektual dan manipulatif. Menurut Handayani dan Sutikno (2008), diagnosis sendiri didefinisikan sebagai suatu proses penting pemberian nama dan pengklasifikasian penyakit-penyakit pasien, yang menunjukkan kemungkinan nasib pasien dan yang mengarahkan pada pengobatan tertentu. Diagnosis sebagaimana halnya dengan penelitian-penelitian ilmiah, didasarkan atas metode hipotesis. Dengan metode hipotesis ini menjadikan penyakit-penyakit begitu mudah dikenali hanya dengan suatu kesimpulan diagnostik. Diagnosis dimulai sejak permulaan wawancara medis dan berlangsung selama melakukan pemeriksaan fisik. Dari diagnosis tersebut akan diperoleh pertanyaan-pertanyaan yang terarah, perincian pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk menentukan pilihan tes-tes serta pemeriksaan khusus yang akan dikerjakan. Data yang berhasil dihimpun akan dipertimbangkan dan diklasifikasikan berdasarkan keluhan-keluhan dari pasien serta hubungannya terhadap penyakit tertentu. Berdasarkan gejala-gejala serta tanda-tanda yang dialami oleh penderita, maka penegakkan diagnosis akan lebih terpusat pada bagian-bagian tubuh tertentu. Dengan demikian penyebab dari gejala-gejala dan tanda-tanda tersebut dapat diketahui dengan mudah dan akhirnya diperoleh kesimpulan awal mengenai penyakit tertentu Sistem pakar sistem pakar adalah suatu sistem yang memanfaatkan pengetahuan manusia yang ditangkap di sebuah komputer untuk memecahkan masalah yang biasanya membutuhkan keahlian manusia. Durkin dalam Daniel dan Virginia (2010) juga menyebutkan hal yang senada bahwa sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar. Sistem pakar mencari dan memanfaatkan informasi yang relevan dari pengguna dan dari basis pengetahuan yang tersedia untuk membuat rekomendasi. Sistem pakar juga dapat didefinisikan sebagai sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan
    • tehnik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut. Sistem pakar memberikan nilai tambah pada teknologi untuk membantu dalam menangani era informasi yang semakin canggih Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli. konsep dasar suatu sistem pakar mengandung beberapa unsur, diantaranya adalah keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan, dan kemampuan menjelaskan. Keahlian adalah salah satu penguasaan pengetahuan di bidang tertentu dan mempunyai keinginan untuk belajar memperbaharui pengetahuan dalam bidangnya. Pengalihan keahlian adalah mengalihkan keahlian dari seorang pakar dan kemudian dialihkan lagi ke orang yang bukan ahli atau orang awam yang membutuhkan. Pengalihan keahlian ini adalah tujuan utama dari sistem pakar. Inferensi merupakan suatu rangkaian proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui atau diasumsikan. Kemampuan menjelaskan merupakan salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar setelah tersedia program di dalam komputer. Tujuan pengembangan sistem pakar sebenarnya tidak untuk menggantikan peran para pakar, namun untuk mengimplementasikan pengetahuan para pakar ke dalam bentuk perangkat lunak, sehingga dapat digunakan oleh banyak orang dan tanpa biaya yang besar (Sulistyohati dan Hidayat, 2008). Selain itu, bagi para ahli, sistem pakar ini justru akan membantu aktifitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman (Handayani dan Sutikno, 2008). Untuk membangun sistem yang difungsikan untuk menirukan seorang pakar manusia harus bisa melakukan hal-hal yang dapat dikerjakan oleh para pakar. Menurut Setiawan (2009), untuk membangun sistem yang seperti itu, maka dibutuhkan komponen-komponen sebagai berikut: 1. Basis pengetahuan (Knowledge base). Berisi pengetahuan-pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, memformulasikan dan memecahkan persoalan. Bentuk basis pengetahuan yang umum digunakan ada 2, yaitu: penalaran berbasis aturan dan penalaran berbasis kasus. 2. Motor inferensi (inference engine). Ada 2 cara yang dapat dikerjakan dalam melakukan inferensi, yaitu:
    • a. Forward chaining merupakan grup dari multiple inferensi yang melakukan pencarian dari suatu masalah kepada solusinya. Forward chaining adalah data-driven karena inferensi dimulai dengan informasi yang tersedia dan baru konklusi diperoleh. b. Backward chaining menggunakan pendekatan goal-driven, dimulai dari ekspektasi apa yang diinginkan terjadi (hipotesis), kemudian mencari bukti yang mendukung (atau kontradiktif) dari ekspektasi tersebut. 3. Blackboard. Merupakan area kerja memori yang disimpan sebagai database untuk deskripsi persoalan terbaru yang ditetapkan oleh data input dan digunakan juga untuk perekaman hipotesis dan keputusan sementara. 4. Subsistem akuisisi pengetahuan. Akuisisi pengetahuan adalah akumulasi, transfer, dan transformasi keahlian pemecahan masalah dari pakar atau sumber pengetahuan terdokumentasi ke program komputer untuk membangun atau memperluas basis pengetahuan. 5. Antarmuka pengguna (User Interface). Digunakan untuk media komunikasi antara user dan program. 6. Subsistem penjelasan. Digunakan untuk melacak respon dan memberikan penjelasan tentang kelakuan sistem pakar secara interaktif melalui pertanyaan. 7. Sistem penyaring pengetahuan. Sementara itu, Naser dan Zaiter (2008) menyebutkan bahwa sistem pakar itu terdiri dari 6 komponen, yaitu: - Rule-based systems - Knowledge-based systems - Intelligent agent (IA) - Database methodology - Inference engine - System-user interaction (User Interface)
    • Dari komponen-komponen sistem pakar di atas, secara garis besar ada 3 komponen utama, yaitu: basis pengetahuan, mesin inferensi, dan antarmuka pengguna (Daniel dan Virginia, 2010). Terkait dari salah satu komponen sistem pakar yaitu akuisisi pengetahuan, Milton, N.R dalam bukunya menegaskan terdapat tiga aspek dalam akuisisi pengetahuan (Daniel dan Virginia, 2010), yaitu : 1. Knowledge capture Knowledge capture adalah teknik yang digunakan ketika bertemu pakar. Teknik ini terdiri dari interview techniques, modelling techniques, dan specialised techniques. 2. Knowledge analysis Analisis pengetahuan ini merupakan proses mengidentifikasi elemen yang dibutuhkan dalam membangun basis pengetahuan. Terdapat 4 elemen penting dalam membangun basis pengetahuan, yaitu konsep, atribut, value/nilai dan relasi. 3. Knowledge modelling Knowledge modelling yaitu menciptakan cara yang berbeda dalam mengubah dan menampilkan basis pengetahuan. Terdiri dari bagian-bagian seperti pohon (trees), matriks, map, timeline, frame dan knowledge page. Terkait dengan komponen rule base, kaidah produksi yang biasa dikenal rule base (basis aturan) ini menjadi acuan yang sangat sering digunakan oleh sistem inferensi. Kaidah produksi ini merupakan salah satu model untuk merepresentasikan pengetahuan (knowledge base). Kaidah produksi merupakan kumpulan kaidah-kaidah yang saling berhubungan satu sama lain (Fattah dan Wibowo, 2010). Kaidah produksi dituliskan dalam bentuk pernyataan IF-THEN (Jika- Maka). Pernyataan ini menghubungkan bagian premis (IF) dan bagian kesimpulan (THEN) yang dituliskan dalam bentuk : IF [premis] THEN [konklusi]
    • Jadi, kaidah ini dapat dikatakan sebagai suatu implikasi yang terdiri dari dua bagian, yaitu premis dan bagian konklusi. Apabila bagian premis dipenuhi maka bagian konklusi akan bernilai benar. Bagian premis dalam aturan produksi dapat memiliki lebih dari satu proposisi. Proposisi- proposisi tersebut dihubungkan dengan menggunakan operator logika AND atau OR. Visual Basic Visual Basic merupakan cara termudah dan tercepat untuk membuat aplikasi yang dijalankan di sistem operasi Microsoft Windows , Visual Basic menyediakan kepada Anda sekumpulan perangkat untuk mempermudah dan menyederhanakan pengembangan aplikasi yang tangguh. Lalu . Kata “Visual” merujuk kepada metode yang digunakan untuk membuat antar muka yang bersifat grafis Graphical User Interface (GUI). Daripada menulis berbaris-baris kode untuk menjelaskan pemunculan dan lokasi dari suatu elemen di dalam antar muka, Anda dengan mudah dapat menambahkan object yang sebelumnya sudah dibangun ke dalam tempat dan posisi yang Anda inginkan di layar Anda. Jika Anda pernah menggunakan program untuk menggambar seperti Paint, maka Anda sebenarnya sudah memiliki keahlian uuntuk membuat sebuah antar muka pengguna secara efektif. Kata “Basic” merujuk kepada bahasa BASIC (Beginners All-Purpose Symbolic Instruction Code), sebuah bahasa yang digunakan oleh banyak programmer dibandingkan dengan bahasa lainnya dalam sejarah komputer. Visual Basic telah berubah dari bahasa asli BASIC dan sekarang memiliki ratusan pernyataan (statements), fungsi (functions), dan kata kunci (keywords), dan kebanyakan di antaranya terkait dengan antar muka grafis di Windows. Pengguna tingkat pemula sekalipun dapat membuat aplikasi dengan mempelajari hanya beberapa kata kunci, sementara kekuatan dari bahasanya membolehkan para pengguna tingkat professional mencapai apapun yang dapat dihasilkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Windows lainnya.Bahasa pemrograman Visual Basic tidaklah hanya identik dengan Visual Basic saja. Sistem Pemrograman Visual Basic dalam bentuk Edisi Aplikasi, telah dimasukkan ke dalam Microsoft Excel, Microsoft Access, dan banyak aplikasi Windows lainnya juga menggunakan bahasa yang sama. Visual Basic Scripting Edition (VBScript) adalah sebuah bahasa skrip yang digunakan secara lebih umum dan merupakan bagian dari bahasa Visual Basic. Dengan mempelajari Visual Basic, maka Anda akan dibawa ke area-area yang telah disebutkan tadi.
    • Apakah tujuan Anda untuk membuat sebuah utility sederhana untuk diri Anda sendiri atau untuk kelompok kerja Anda, sebuah sistem berskala perusahaan, atau bahkan aplikasi yang terdistribusi melalui Internet, Visual Basic memilik perangkat yang Anda butuhkan. Fitur Data Access membolehkan Anda untuk membuat database, aplikasi front-end, dan komponen di sisi server (scalable server-side components) untuk hampir semua format database yang terkenal, termasuk Microsoft SQL Server dan database level perusahaan lainnya. Teknologi ActiveX™ membolehkan Anda untuk menggunakan fungsionalitas yang disediakan oleh aplikasi-aplikasi lainnya, seperti pengolah kata Microsoft Word, Microsoft Excel spreadsheet, dan aplikasi Windows lainnya. Anda bahkan dapat mengotomatisasikan aplikasi- aplikasi dan objek-objek yang dibuat dengan menggunakan edisi Professional atau Enterprise Visual Basic.Kemampuan Internet membuatnya mudah menyediakan pengaksesan ke dokumen- dokumen atau file-file dan aplikasi-aplikasi melalui Internet atau intranet dari dalam aplikasi Anda, atau untuk membuat aplikasi Internet server.Aplikasi akhir Anda nantinya akan berbentuk sebuah file .exe yang menggunakan Visual Basic Virtual Machine dan dapat Anda distribusikan secara bebas. Microsoft acces Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna. Versi terakhir adalah Microsoft Office Access 2007 yang termasuk ke dalam Microsoft Office System 2007. Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi
    • objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek. Microsoft Access digunakan kebanyakan oleh bisnis-bisnis kecil dan menengah, di dalam sebuah organisasi yang kecil bahkan mungkin juga digunakan oleh perusahaan yang cukup besar, dan juga para programmer untuk membuat sebuah sistem buatan sendiri untuk menangani pembuatan dan manipulasi data. Access juga dapat digunakan sebagai sebuah basis data untuk aplikasi Web dasar yang disimpan di dalam server yang menjalankan Microsoft Internet Information Services (IIS) dan menggunakan Microsoft Active Server Pages (ASP). Meskipun demikian, penggunaan Access kurang disarankan, mengingat telah ada Microsoft SQL Server yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi.Beberapa pengembang aplikasi profesional menggunakan Microsoft Access untuk mengembangkan aplikasi secara cepat (digunakan sebagai Rapid Application Development/RAD tool), khususnya untuk pembuatan purwarupa untuk sebuah program yang lebih besar dan aplikasi yang berdiri sendiri untuk para salesman. Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemrograman Structured Query Language (SQL); query dapat dilihat dan disunting sebagai statemen-statemen SQL, dan statemen SQL dapat digunakan secara langsung di dalam Macro dan VBA Module untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam Access. Diagnosa penyakit yang disebabkan oleh tikus Salah satu kebiasaan tikus yang merugikan adalah mengasah gigi depannya agar tidak tumbuh menembus rahangnya. Hal ini dapat dilakukan pada kabel-kabel listrik atau komputer, pintu yang terbuat dari kayu, pipa air, pipa listrik dll, dimanapun ia bisa mengerat, maka ia akan mengerat. Bahkan ia dapat membuat lubang yang dapat merusak pondasi rumah.Perilaku lain dari tikus adalah bait shyness, kecurigaannya terdapat hal yang baru, sehingga tikus tidak mudah dijebak atau diberi racun bila mereka melihat bahwa tikus lainnya mati karena memakan racun tersebut seketika. Selain itu tingkat adaptasi tikus sangat tinggi, sehingga penggunaan elektromagnet untuk mengusir tikus hanya akan efektif untuk beberapa saat saja. Dalam kondisi ideal, sepasang tikus dapat berkembang biak menjadi 2.000 ekor per tahun. Faktor yang sangat berpengaruh dalam pengembang biakan tikus adalah makanan. Mencari makan pada malam hari dengan mengandalkan indera peraba dan penciumannya.
    • Makanan favorit tikus adalah biji-bijian. Kerugian materi dan bahaya penyakit yang dapat ditimbulkannya, merupakan hal yang perlu dipertimbangkan untuk mengendalikan keberadaannya. Tikus merupakan hewan pengerat yang mempunyai pandangan yang buruk,sedangkan tikus tergolong binatang malam yaitu tikus yang lebih aktif pada malam hari,tapi tikus mempunyai daya penciuman yang sangat bagus sehingga untuk membantu tikus untuk berkeliaran maka pada saat berjalan tikus mengeluarkan urin atau kencing,hal ini tikus bertujuan agar tikus bisa kembali kesarangnya atau tidak sesat karena jalur tikus tadi terbuat dari kencing tikus itu sendiri.sedagkan jika kencing tikus itu bisa sampai nempel dilingkungan kita bahkan bisa mengkontaminasi air kita maka hal itu bisa menularkan penyakit ke dalam tubuh kita. Pemberantasan tikus saat ini tidaklah mudah karena tikus memiliki sifat Neophilic yaitu tertarik dan menyelidik sesuatu yang baru, sumber makanan baru, sarang baru; bersifat neophobic yaitu sangat berhati-hati dengan segala sesuatu yang baru ditemukan serta memiliki sifat mudah jera. Untuk meminimalisir tikus dapat dilakukan dengan dua cara yakni dengan cara kimiawi dan non kimiawi.Perlu diketahui bahwa perkembang biakan tikus sangatlah cepat. Anak tikus dapat menjadi dewasa dalam waktu 2,5 bulan. Tikus betina dapat beranak hanya dalam 21 hari masa kehamilan terus melahirkan 6-9 ekor setiap kali melahirkan. Sedangkan tikus biasa melakukan perkawianan sesaat setelah melahirkan dan pejantan mampu kawin bergatian dengan 20 tikus betina dalam waktu 6 jam. Tikus bukan hanya binatang pengerat yang merusak tanaman dan barang, akan tetapi tikus juga sebagai sumber penular dari beberapa penyakit, dan bukan hanya leptospirosis. Tikus vector dari penyakit pes dari bakteri Yersinia pestis dapat menular melalui gigitan tikus; Salmonellosis dari bakteri salmonella melalui kontaminasi kotoran tikus yang terkontaminasi dengan makanan; Demam gigitan tikus dari bakteri Spirillum; Demam berdarah korea dari Hantavirus melalui kotoran, urine, cairan tubuh ataupun terkontaminasi langsung, dan lain sebagainya Analis system sistem pakar ini menggunakan analisis PIECES(Performance, Information, Economy, Control, Efficiency dan Service)sebagai alat ukur untuk menentukan sistem baru layak atau tidak
    • karena enam aspek ini harus mengalami peningkatan ukuran yang lebih baik dari sistemlama.Analisa PIECES dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil kerjasistem baru yang efisien, penyajian informasi yang akurat, dan menjaminkeamanan data dan informasi. Metodologi Penelitian  Objek Penelitian Objek penelitian dalam penulisan ini adalah penyakit yang disebabkan oleh tikus  Jenis dan sumber data Jenis data Kualitatif Data kualitatif adalah data yang tidak dapat dinyatakan dalam angka – angka, yakni : Organisasi, Gambaran Sistem Komputer yang sedang berjalan.  Sumber data Data skunder Penelitian ini termasuk dalam jenis data sekunder karena metode pengumpulan data di lakukan dengan cara wawancara  Metode Pengumpulan Data a. Wawancara (Interview), yaitu metode pengumpulan data dengan mengadakan wawancara langsung dengan pakar penyakit yang menguasai tentang gejala penyakit yang disebabkan oleh tikus b. Kepustakaan (Library), yaitu metode pengumpulan data menggunakan pustaka pustaka yang telah ada untuk digunakan sebagai referensi.  Tahap pengembangan system 1.Tahap perencanaan Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan adalah : 1. Mendefinisikan masalah yang ada dan mencari alternative pemecahannya.
    • 2. Mempelajari struktur organisasi yang terkait. 3. Menentukan prioritas penanganan masalah 2.Tahap Analisis Pada tahapan ini dianalisis kebutuhan dari system atau aplikasi yang dibangun dengan adanya analisis kebutuhan akan memudahkan didalam pembuatan aplikasi atau system yang dibangun.dalam tahapan ini dilakukan wawancara atau observasi untuk mengumpulkan data- data yang dibutuhkan. 3.Tahap Desain Tahap Desain ini meliputi penentuan pemrosesan dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru, dan pemilihan konfigurasi terbaik dari hardware yang menyediakan desain. Desain system adalah ketentuan mengenal proses dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru. Proses desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus Merancang basis data (database) yang di buat di microsoft acces. Program visual basic digunakan untk membuat form form yang akan digunakan pada system pakar. Pada tahapan ini atau sebelumnya sudah ditentukan teknologi dan tools yang akan digunakan baik selama tahap pengembangan (development) maupun pada saat implementasi (deployment). 4.tahap pembangunan Melakukan tahap tahap dari menganalisa dan membuatdesign dilanjutkan dengan coding coding pada visual basic. 5.tahap implementasi pada pembuatan makalah tentang system pakar ini digunbakan pemrograman visual basic 6.0 dan Microsoft acces 2007 untuk record database 6.tahap pengujian Pengujian ini dilakukan pada database, apakah database sudah sesuai dengan yang diharapkan atau belum, serta menjalankan program system pakar pada visual basic apakah bila di inputkan gejala gejalanya muncul jenis penyakit atau belum, kalau belum bias di revisi lagi sebelum program system pakar di implementasikan
    • 7. Tahap pemeliharaan kegiatan-kegiatan pemeliharaan terhadap system pakar. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain : 1. Menilai kembali semua dokumentasi. 2. Menentukan metode 3. Menyiapkan laporan penelitian sistem.
    • Jadwal pelaksanaan no Minggu ke kegiatan 1 1 Penetapan judul penelitian 2 2 Penulisan latar belakang,rumusan masalah, tujuan penelitian 3 3 Penulisam manfaat, pembuatan kerangka pemikiran, landasan teori 4 4 Penulisan metode penelitian, tahap pengembangan system, jadwal dan daftar pustaka
    • Daftar Pustaka marinakartika .(2011).Salmonellosis. Retrieved juni 21,2013, from blogspot.com : http:/marinakartika.students-blog.undip.ac.id rosiyd .(2011). tentang-ms-acces.html. Retrieved juni 21,2013, from blogspot.com :http://rosiyd.blogspot.com arfiyan .(2013).siklus-hidup-sistem.html.Retrieved juni 21,2013, from blogspot.com:http://arfiyanfiyan.blogspot.com suaramerdeka .(2008). ragam1.htm . . Retrieved juni 21,2013, from suaramerdeka.com: http://www.suaramerdeka.com/harian/0508/29/