• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Laporan hasil supervisi pokja igd
 

Laporan hasil supervisi pokja igd

on

  • 3,601 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,601
Views on SlideShare
3,601
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
42
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Laporan hasil supervisi pokja igd Laporan hasil supervisi pokja igd Document Transcript

    • LAPORAN HASIL SELF SURVEY PANITIA AKREDITASI BESERTA DIREKTUR DAN PEJABAT STRUKTURAL TERHADAP KINERJA KELOMPOK KERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) SELASA, 9 AGUSTUS 2011 Dalam upaya akselerasi akreditasi RSD Kol. Abundjani Bangko Tahun 2011, panitiaakreditasi terus melakukan usaha-usaha peningkatkan kinerja dari setiap pokja. Salah satunyaadalah dengan melakukan self survey pada setiap kelompok kerja (pokja). Surveyor terdiri dariDirektur RSD Kol. Abundjani, Kabag. Tata Usaha, Kabid Pelayanan, Kabid Perencanaan, KabidKeperawatan, Ketua Panitia dan Sekretaris Panitia Akreditasi RSD Kol. Abundjani Bangko. Pokja yang pertama kali mendapat kunjungan dari panitia survey RSD Kol. AbundjaniBangko adalah Pokja Instalasi Gawat Darurat (IGD). Untuk memudahkan proses, surveyorsebelumnya mendapat daftar tilik yang disediakan oleh panitia akreditasi. Dimana daftar tiliktersebut merupakan rangkuman dari setiap standard dan parameter dari buku pedoman selfassessment akreditasi yang ada. Hasil survey yang dilakukan pada hari Selasa, 9 Agustus 2011 adalah sebagai berikut:1. Buku pedoman (handbook) atau bacaan dalam pemberian pelayanan yang tersedia di IGD diantaranya adalah: a. Buku Pedoman Pelayanan Keperawatan Gawat Darurat di RS, Depkes 2005. b. Buku First Aid Manual c. Buku Pelatihan Penanggulangan Penderita Darurat Gawat (PPDG) d. Buku Asuhan Keperawatan Gawat Darurat (dibuat oleh RSD kol. Abundjani Bangko) e. SOP Bencana (RS FATMAWATI) Buku tersimpan di ruang kerja kepala ruangan, pernah dibaca oleh beberapa orang perawat, belum pernah didiskusikan secara bersama-sama, terhadap isi buku belum pernah dilakukan evaluasi dengan bantuan dan bimbingan komite medik, belum ada SK pemberlakuan buku pedoman pelayanan dari direktur RSD Kol. Abundjani Bangko. Saran dari Direktur: Perlu dibuatkan intisari dari setiap buku yang tersedia untuk memudahkan pemahaman isi buku tersebut”. Perlu upaya sosialisasi dari isi buku kepada tenaga pelayanan yang belum berkesempatan mengikuti PPGD dan lainnya. Saran Panitia Akreditasi: Menginventarisis semua judul buku yang ada dan yang disepakati untuk dijadikan buku pedoman dalam pemberian pelayanan di IGD; kemudian mengirimkan hasil inventarisir ini ke panitia akreditasi untuk diterakan dalam lampiran SK Direktur tentang Pemberlakuan Buku Pedoman Pemberian Pelayanan di RSD Kol. Abundjani Bangko, Mengharapkan kepala instalasi dan kepala ruangan IGD untuk membuat kegiatan sosialisasi dan pelatihan internal tentang isi dari buku-buku tersebut dan PPGD dengan dokumentasi pelaksanaannya,
    • 2. Kebijakan pemerintah, seperti: a. Kepmenkes 1279/Menkes/SK/XI/2001 tentang Penilaian Risiko Bencana Di Provinsi Dan Kabupaten/Kota belum ada di IGD (Lebih lengkap dapat dilihat dalam daftar tilik terlampir), b. Surat Keputusan (SK) yang berhubungan dengan IGD sebaiknya tersedia di ruangan IGD dan diarsipkan. Untuk saat ini, kebijakan pemerintah yang ada di IGD adalah SK Mutasi Pegawai RSD. Sedangkan SK Bupati Tentang Direktur RSD hanya ada di bagian tata usaha. Oleh karena itu, disarankan untuk mendokumentasikan SK tersebut. c. SK Direktur tentang Instalasi dan lampiran-lampirannya serta Izin Pelayanan IGD belum ada dan diharapkan agar penanggung jawab parameter yang bersangkutan segera membuatkan.3. Surat-surat yang berhubungan dengan pengembangan SDM (diklat khusus) bagi petugas IGD tidak ada diarsipkan di IGD karena selama ini lngsung dari manajemen. Selanjutnya, diharapkan untuk tahun-tahun selanjutnya perlu dibuatkan perencanaan diklat untuk pengembangan SDM di rumah sakit. Dalam setiap pokja terdapat parameter pengembangan SDM, maka perlu diadakan rapat untuk membicarakan tentang kebutuhan diklat untuk setiap instalasi atau ruangan sehingga dapat dibuat perencanaan untuk DPA tahun 2012. a. Cetak Leaflet RSD belum ada dibuat. Hal ini menjadi tanggung jawab rumah sakit khususnya IPKMRS yang isinya tentang informasi pelayan rumah sakit. b. Petugas IGD sudah mengikuti diklat yang dibutuhkan untuk menjadi petugas di IGD dan dalam setiap shift jaga suda ada perawat mahir. Jika diperlukan disarankan agar dilakukan diklat ulang untuk penyegaran kembali sehingga informasi tentang pelayanan gawat darurat tetap up to date sesuai perkembangan zaman. c. Workshop, seminar dan lain sebagainya untuk pengembangan SDM ada di arsip IGD.4. Peralatan dalam PONEK sebagian ada, namun sebagian dalam keadaan rusak misalnya incubator. Disarankan agar pokja konsul dengan dr. Dina S. Purba dan SMF untuk menginventarisir peralatan PONEK dan merencanakan pengadaannya.5. Peralatan dalam Pelayanan Gawat Darurat terutama dalam hal basic life support sudah ada.6. Komunikasi dan rujukan sudah baik. Komunikasi yang sudah ada saat ini adalah komunikasi internal dengan I-phone. Disarankan perlu dihidupkan 118 karena hal ini sangat berguna demi kelancaran pelayanan dan keselamatan petugas di rumah sakit khususnya yang dinas malam, misalnya kasir dinas malam yang sering terganggu.7. Permenkes Dissarter Plan ada di buku SOP Bencana Saran: Buatkan surat ke dinas penanggulangan bencana perihal keterlibatan rumah sakit dalam hal jika terjadi bencana.8. Kebijakan Informed Consent sudah ada. Informed Consent perlu disosialisasikan lagi agar formulir tersebut ditanda tangani oleh orang-orang yang bersangkutan. 9. Pendelegasian tugas dari dokter ke perawat perlu dirapatkan oleh komite medic (sudah disampaikan panitia akreditasi kepada ketua komite medik dan pokja yan medik). 10. Daftar jaga tahun 2010 lengkap, tetapi tahun 2011 belum ada. Kendalanya ruangan/instalasi belum mengantar ke IGD. Daftar jaga seharusnya dibuatkan rangkap 10 melalui kebijakan RSD Kol Abundjani Bangko. Rekomendasi: Dalam daftar jaga harus disertakan nomor telepon dokter konsulen 11. Penempatan 3 orang tenaga bidan ke IGD karena selama ini tenaga bidan hanya ada 1 orang sehingga pelayanan kebidanan terganggu dan sering tidak dapat ditangani dan langsung ke ruang VK. Penempatan tenaga bidan ini juga akan mendukung PONEK, Jika diperlukan, tenaga bidan dari ruang perinatologi di change dengan tenaga perawat di IGD
    • 12. Untuk mendukung pelayanan di IGD pada hari libur keagamaan perlu dilakukan penempatan tenaga perawat non muslim sebanyak 2 orang lagi.13. Untuk memperlancar pelayanan ambulans perlu ditindak lanjuti masalah teknisnya. Dimana, seharusnya untuk operasional ambulans berada di bawah tanggung jawab IGD sedangkan pemeliharaan berada di bawah bagian umum. Ambulans seharusnya diparkir di sebelah IGD dengan kepala menuju ke luar. Buatkan SOP ambulans. Kendala saat ini: tempat tidak memadai14. Petugas dengan informasi yang benar perlu ditetapkan agar tidak ada kesalahan dalam pemberian informasi.15. Masalah display berhubungan dengan perencanaan. Rekomendasi: Format display dibuat oleh petugas IGD, selanjutnya diserahkan kepada perencanaan. Warna tulisan angka 24 di depan IGD kurang mencolok (Perlu diperbaiki), Petunjuk arah perlu diganti16. SOTK IGD yang hilang agar dibuat lagi17. Denah IGD sudah diperbaiki, tetapi denah rumah sakit akan dibuatkan18. Saran Direktur: rumah sakit akan buat marka jalan di jalur lintas yang menandakan “ RSD Kol. Abundjani, IGD 24 Jam”, tetapi juga dibarengi dengan surat permohonan pembuatan marka jalan ke Dinas Perhubungan Kab. Merangin.19. Triase harusnya ada dalam pelayanan di IGD untuk memilah-milah pasien yang mana pasien yang tidak gawat, gawat, serta gawat darurat dengan membuatkan warna merah, hijau, dan kuning. Hal ini belum ada dilaksanakan dalam pelayanan IGD. Oleh karena itu, untuk menunjang pelayanan perlu dilaksanakan triase tersebut. Bagaimana bentuknya dibicarakan dengan bidang perencanaan. Selain itu, dalam self survey disarankan juga supaya IGD dibuatkan sekat permanen, bukan hanya horden sebagai pembatas.20. Bahan tempat tidur untuk resusitasi tidak layak karena terbuat dari kayu. Selain itu, kasur juga seharusnya terbuat dari bahan yang keras. Buatkan SOP resusitasi.21. Ruang administrasi Ka. Instalasi dan Ka. ruangan IGD masih disatukan seharusnya terpisah. Ruangan tersebut juga telalu penuh sehingga terlihat layaknya sebuah gudang. Selain itu, ruangan tersebut juga panas dan kalau hujan, air hujan menetes ke dalam ruangan. Hal ini perlu diperbaiki22. Ruang tindakan bedah, tindakan non bedah, tindakan kebidanan, observasi, dan ruang tunggu anggota keluarga pesien tidak ada secara terpisah.23. Ruang istrahat petugas IGD sudah tersedia.24. Tempat sampah sudah tersedia namun penempatannya belum tepat sesuai dengan tempatnya. Artinya tempat sampah tidak berada pada tempat yang sudah ditunjuk seperti tertulis di dinding.25. Transportasi pasien sudah memadai.
    • DAFTAR TILIK POKJA IGD ValidasiNO URAIAN Ada Tidak Ada1 BUKU PEDOMAN (HANDBOOK) BACAAN POKOK PEMBERI PELAYANAN: 1. Pedoman Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan Rumah Sakit √ Pada Penanggulangan Musibah Masal/Bencana, Depkes,1998 2. Penatalaksanaan Korban Bencana Massal, Depkes, 2002 √ √ 3. Pedoman Kerja Perawat Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit,Depkes,1999 4. Pedoman Pelayanan Keperawatan Gawat Darurat Di RS, √ Depkes, 2005 5. Materi Teknis Medis Khusus,Depkes,2005 √ 6. Materi Teknis Medis Standar (ABCDE),Depkes,2005 √ 7. Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu, Depkes √ 2006 √ 8. Pedoman Penatalaksanaan Identifikasi Korban Mati Pada Bencana Massal,Depkes-Polri,2004 √ 9. Pedoman Penatalaksanaan Keracunan Untuk RS, Depkes- WHO,2001 10. Pedoman Administrasi Pelayanan Kesehatan Askes Sosial √ (PT. ASKES PERSERO) tahun 2006. 11. Pedoman Gawat Darurat PONEK √2 Kebijakan Pemerintah 1. Kepmenkes 1279/Menkes/SK/XI/2001 Tentang Penilaian Risiko √ Bencana Di Provinsi Dan Kabupaten/Kota 2. Perda SOTK RSD √ 3. SK Bupati Tentang Direktur RSD √ 4. SK Dir Tentang Instalasi Dengan Lampiran-Lampirannya √
    • 5. SK Mutasi Pegawai √ 6. Kebijakan Diklat Khusus √ 7. Izin Pelayanan IGD √ 8. DPA: a. Cetak Leaflet RSD √ b. Diklat PPGD, ATLS, ACLS √ c. Workshop, Seminar dan lain sebagainya untuk √ Pengembangan SDM d. Peralatan dalam PONEK √ e. Peralatan dalam PGD √ f. Komunikasi dan Rujukan √ 9. Sertifikat PPGD, ATLS dan atau ACLS √ 10. PERMENKES DISSARTER PLAN √ 11. Kebijakan Informed Consent √ 12. Kebijakan Komite Medik tentang DPJP, Kriteria Pasien, √ Pendelegasian wewenang tindakan3 Daftar Jaga: 1. Dokter Sps (Konsulen) √ 2. Dokter Terampil dan dokter √ 3. Perawat Mahir/Senior √ 4. Bidan √ 5. Perawat Jaga RSD √ 6. Petugas Pendukung Pelayanan IGD √ 7. Ambulance jaga √ 8. Petugas dengan Informasi yang benar √4 Display 1. Kemampuan pelayanan IGD 2. Informasi RSD 3. Petugas Jaga 4. SOTK IGD dan Tenaga IGD 5. Informasi dan marka serta penunjuk arah 6. Denah IGD 7. Denah RSD5 Ruangan Di Gedung IGD 1. Triase 2. Resusitasi 3. Ruang Tindakan Bedah 4. Ruang Tindakan non Bedah 5. Ruang tindakan Kebidanan 6. Ruang Observasi 7. Ruang tunggu anggota keluarga 8. Ruang istirahat petugas 9. Ruang administrasi Ka Ins dan Ka Ru IGD6 Peralatan Pelayanan: 1. Alat komunikasi eksternal dan internal 2. Garbage 3. Transfortasi Pasien 4. Bencana/Disaster7 Dokumentasi 1. Juklak 2. Juknis 3. SPO/SOP/PROTAP/SPM 4. Laporan Kinerja IGD secara UMUM dan LIVE SAFING
    • 5. Evaluasi Kediklatan/Indikator Klinis 6. Kalibrasi dan Pemeliharaan Peralatan 7. Rekam Medik dan informed consent8 Harapan9 lain-lain