Your SlideShare is downloading. ×
langkah metode ilmiah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

langkah metode ilmiah

6,807
views

Published on


1 Comment
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
6,807
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
200
Comments
1
Likes
4
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Langkah­langkah  Metode Ilmiah Jenny Bashiruddin Dept THT FKUI/RSCM
  • 2.  Hasrat ingin tahu manusia Secara alamiah manusia mempunyai hasrat  ingin tahu, dan bertolak dari hasrat ingin tahu  ini manusia berusaha mendapatkan  pengetahuan yang benar mengenai berbagai  hal yang dihadapinya
  • 3. Dua pendekatan untuk memperoleh kebenaran Pendekatan non alamiah : – Akal sehat – Prasangka – Intuisi – Penemuan kebetulan dan coba­coba – Pendapat otoritas ilmiah dan pikiran kritis
  • 4.  Pendekatan ilmiah – Dengan pendekatan ilmiah orang berusaha untuk  memperoleh kebenaran ilmiah, yaitu  pengetahuan benar yang kebenarannya terbuka  untuk diuji oleh siapa saja yang berkehendak  untuk mengujinya
  • 5. Tugas­tugas ilmu dan penelitian Mencandra (memerikan) Menerangkan Menyusun teori Membuat prediksi Melakukan pengendalian
  • 6. Orientasi Ilmu pengetahuan adalah usaha yang  bersifat multi­dimensional yang sekaligus  meliputi : – Sikap ilmiah – Metode ilmiah – Kumpulan pengetahuan yang tersusun secara  sistematik dan runtut
  • 7. Dalam perkembangan ilmu, dilihat dari segi metodologi ada beberapa hal yang perlu di catat : Adanya kenyataan, bahwa ilmu yang lebih  tua mempengaruhi ilmu yang lebih muda,  baik secara langsung maupun secara tidak  langsung Bahwa pola pemikiran operasionisme (yang  mementingkan rumusan operasional) makin  hari makin besar pengaruhnya
  • 8.  Bahwa kecenderungan ke arah kuantifikasi  makin hari makin kuat Bahwa berkaitan dengan kecenderungan ke  arah kuantifikasi itu peranan statistika dalam  penelitian juga makin besar
  • 9. Metode Ilmiah Prosedur dalam mendapatkan pengetahuan  yang disebut ilmu Pengkajian dari peraturan­peraturan yang  terdapat dalam metode ilmiah Epistemologi : pembahasan mengenai  bagaimana kita mendapatkan pengtahuan
  • 10.  Dengan menguasai hakekat ilmu dan agama  secara baik yang bersifat saling melengkapi. Agama memberikan landasan moral bagi  aksiologi kelilmuan Ilmu akan memperdalam keyakinan  beragama
  • 11.  Ilmu memandang kebenaran sebagai tujuan  yang mungkin dapat dicapai namun tak  pernah sepenuhnya yang kapan kita itu  sampai
  • 12.  Teori ilmu merupakan suatu penjelasan  rasional yang berkesesuaian dgn obyek yang  dijelaskannya. Suatu penjelasan walau bagaimanapun  meyakinkan,tetap harus didukung oleh fakta  empiris untuk dapat dinyatakan benar.
  • 13.  Pendekatan rasional yang digabungkan dgn  pendekatan empiris dalam langkah­langkah  disebut sbg Metode ilmiah
  • 14.  Logika ilmiah merupakan gabungan antara  logika deduktif dan logika induktif dimana  rasionalisme dan empirisme hidup  berdampingan dlm sebuah sistem dgn  mekanisme korektif.
  • 15.  Semua penjelasan rasional yg diajukan  bersifat sementara sebelum teruji  kebenarannya inilah yg disebut sbg :  HIPOTESIS Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban  sementara thdp suatu masalah.
  • 16.  Proses berfikir ilmuwan dapat disimpulkan  sbg suatu  yg dimulai dgn ragu­ragu dan  diakhiri dg percaya atau tidak percaya.
  • 17. Langkah­langkah Metode Ilmiah1. Perumusan masalah2. Penyusunan kerangka berpikir dalam  pengajuan hipotesis3. Perumusan hipotesis4. Pengujian hipotesis5. Penarikan kesimpulan
  • 18.  Perumusan masalah : pertanyaan mengenai  objek empiris
  • 19. Kerangka berpikir ilmiah yang berintikan proses logiko­hipoteko­vertifikatif:1. Perumusan masalah yang merupakan pertanyaan  mengenai obyek emperis yang jelas batas­batasnya  serta dapat diidentifikasikan faktor­faktor yang terkait  di dalamnya
  • 20. 1. Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan  hipotessis yang merupakan argumentasi yang  menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat  antara berbagai faktor yang saling mengkait dan  membentuk konstelasi permasalan.      Disusun secara rasional berdasarkan premis­ premis ilmiah yang teruji kebenarannya dengan  memperhatikan faktor­faktor emperis yang relevan  dengan permasalahannya
  • 21. 3. Perumusan hipotesis : jawaban sementara  atau dugaan jawaban pertanyaan yang  diajukan yang materinya merupakan  kesimpulan dari kerangka berpikir yang  dikembangkan
  • 22. 1. Pengujian hipotetis : pengumpulan fakta­ fakta yang relevan dengan hipotesis yang  diajukan untuk memperlihatkan apakah  terdapat fakta­fakta yang mendukung  hipotesis tersebut atau tidak
  • 23. 5.   Penarikan kesimpulan :penilaian apakah  sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak  atau diterima. Sekiranya dalam proses  pengujian terdapat fakta yang cukup yang  mendukung hipotesis maka hipotesis itu  diterima. Dan sebaliknyasekiranya dalam  proses pengujian tidak terdapat fakta yang  culup yang mendukung hipotesis maka  hipotesis itu ditolak.        
  • 24.     Hipotesis yang diterima kemudian dianggap  menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah sebab  telah memenuhi persyaratan keilmuan yakni  pengetahuan ilmiah sebab telah memnuhi  persyaratan keilmuan yakni mempunyai  kerangkat penjelasan yang konsosten dengan  pengetahuan ilmiah sebelum serta teruji  kebenarannya
  • 25.  Percy Brigman berkata bahwa Ilmu adalah  apa yang seseorang lakukan dengan  fikirannya tanpa pembatasan apapun, maka  hal ini jangan ditafsirkan sebagai suatu  ketinggihatian sebab perkataan itu  diucapkan oleh seorang ilmuwan pemenang  hadiah Nobel untuk Fisika
  • 26.  Metode ilmiah adalah penting bukan saja  dalam proses penemuan pengetahuan  namun lebih­lebih lagi dalam  mengkomunikasikan penemuan ilmiah  tersebut kepada masyarakat ilmuwanx
  • 27.  Sebuahlaporan penelitian ilmiah  mempunyai sistematika cara berfikir  tertentu yang tercermin dalam format  dan tekniknya
  • 28.  Perbedaan utamanya menurut Jacob  Bronowski : hakekat metode ilmiah yang  bersifat sistematik dan eksplisif Sifat eksplisif ini memungkinkan  terjadinya komunikasi yang intensif  dalam kalangan masyarakat ilmuan
  • 29.  Ilmu ditemukan secara individual namun  dimanfaatkan secara sosial. Ilmu Merupakan pengetahuan milik unun  (public knowledge) dimana teori ilmiah  yang ditemukan secara individual dikaji,  diulangi dan dimanfaatkan secara  komunal
  • 30.  Ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang  disusun secara konsisten dan kebenarannya telah  teruji secara empiris. Dalam hal ini harus disadari  bahwa proses pembuktian dalam ilmu tidaklah  bersifat absolut Ilmu tidak bertujuan untuk mencari kebenaran  absolut melainkan kebenaran yang bermanfaat bagi  manusia dalam tahap perkembangan tertentu
  • 31.  Penelitian merupakan pencerminan secara kongkret  kegiatan ilmu dalam memproonalisasi dalam metode  keilmuan. Atau dengan perkataan lain, struktur  berfikir yang melata belakangi langkah­langkah  dalam penelitian ilmiah adalah metode keilmuan.  Dengan demikian maka penguasaan metode ilmiah  merupakan persyaratan untuk dapat memahami  jalan pikiran yang terdapat dalam langkah­langkah  penelitian
  • 32.  Bagi pendidikan keilmuan maka aspek­aspek  filsafat ilmu sebaiknya secara langsung  dikaitkan dengan kegiatan berpikir ilmiah  pada umumnya dan kegiatan penelitian pada  khususnya.
  • 33.  Langkah­langkah penelitian yang mencakup apa  yang diteliti, bagaimana penelitian dilakukan serta  untuk apa hasil penelitian digunakan adalah koheren  dengan landasan ontologis, epistemologis, dan  aksiologis keilmuan.  Dengan demikian maka pengetahuan filsafati yang  bersifat potensial secara kongkret memperkuat  kemampuan ilmuan dalam melakukan kegiatan  ilmiah secara opeasional
  • 34.  Dengan metode ilmiah sebagai paradigma maja  dibandingkan dengan berbagai pengetahuan lainnya  ilmu dapat dikatakan berkembang dengan sangat  cepat.  Salah satu faktor yang mendorong perkembangan ini  adalah faktor sosial dari komunikasi ilmiah dimana  penemuan individual segera dapat diketahui dan  dikaji oleh anggota masyarakat ilmuwan lainnya. Tersedianya alat komunikasi tertulis dlm bentuk  majalah, buletin, jurnal dll Sangat menunjang