Akhlaqul Karimah (Mujahadah,Husnuzan,Ukhuwah)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Akhlaqul Karimah (Mujahadah,Husnuzan,Ukhuwah)

on

  • 19,599 views

 

Statistics

Views

Total Views
19,599
Views on SlideShare
19,598
Embed Views
1

Actions

Likes
4
Downloads
249
Comments
0

1 Embed 1

https://twitter.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Akhlaqul Karimah (Mujahadah,Husnuzan,Ukhuwah) Akhlaqul Karimah (Mujahadah,Husnuzan,Ukhuwah) Presentation Transcript

  • ASSALAMU’ALAIKUM Wr.WB.
  • BAB 2. AKHLAKUL KARIMAH  OLEH :  Ayu Aprillia  Hari Agung Satya W.  Ilya Dewanti T.  Mahar Shoma A.  Ritta Anggari P.  Syahrul Huzaeni  Tyo Maulana
  • Kompetensi Inti  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.  Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli ( Gotong royong, kerja sama, toleran, damai ), santun responsif ( Aktif ) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secra efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
  •  Memahami, menerapkan,menganaliasa pengetahuan aktual,konseptual,prosedural,berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan teknoligi, seni budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusaian , kebangsaan , kenegaraan, dan peradaba terkait penyebaba fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosdural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dam minatnya untuk memecahkan masalah  Mengolah,menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
  • Kompetensi Dasar  Menunjukkan perilaku kontrol diri (mujahadah an- nafs), berprasangka baik (husnuzan), dan persaudaraan (ukhuwah) sebagai implemantasi dari pemahaman Q.S. Al Anfal (8) : 72, Q.S. Al Hujarat (49) : 12 dan 10 serta hadis yang terkait  Memahami manfaat dan hikmah kontrol diri kontrol diri (mujahadah an-nafs), berprasangka baik (husnuzan), dan persaudaraan (ukhuwah) dan menerapkannya dalam kehidupan
  •  Arti Mujahadah, menurut bahasa ialah perang, menurut aturan Syara’ ialah memerangi nafsu amarah dan memberi baban kepadanya, menurut istilah ahli hakikat adalah untuk melakukan sesuatu yang berat baginya yang sesuai dengan aturan syara’ (agama) .Sebagian ulama mengatakan mujahadah adalah tidak menuruti kemauan nafsu dan menahan nafsu dari kesenangannya.
  •   Dengan demikian mujahadah adalah tindakan perlawanan terhadap nafsu yang lazim disebut dengan mujahadah an-nafs. Ujung dari keberhasilan mujahadah adalah munculnya kebiasaan dari shalikin untuk menghiasi dirinya dengan zikrullah sbagai cara untuk membersihkan hatinya dan sebagai upaya untuk mencapai musyahadah (merasakan adanya kehadurat Allah SWT)
  •  Allah Berfirman :  Artinya: “Dan jiwa serta penyempurnaanya (ciptaanNya) , maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu ( jalan ) kefasikan dan ketakwaanya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah yang mengotorinya “ ( Asy-Syams 7-10 )
  •  Nabi Muhammad SAW membagi hati dalam menyikapi fitnah menjadi 2 macam : • Hati yang bila di hadapkan dengan fitnah serta merta mencintainya. Maksudnya orang yang terus menyerap fitnah yang dihadapkan padanya,sampai hatinya gelap dan terbalik. Jika hati telah gelap dan terbalik maka ia akan dihadapkan pada 2 bencana dan penyakit yang membahayakan serta melemparkan pada kebiasaannya. Ia tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, itulah yang haq adalah batil,dan yang batil adalah haq. Kedua ia menjadikan hawa nafsu sebagai pedoman apa yang dibawa Rasulullah SAW .
  •  Hati yang putih yang memancarkan cahaya iman, didalamnya terdapat pelita yang menerangi. Jika fitnah dihadapkan padanya ia menginginkan padanya ia mengingkari dan menolaknya, sehingga hatinya pun menjadi makin bercahaya, memancarkan sinar dan makin kukuh.
  • Fitnah yang menimpa hati itulah penyebab penyakit hati. Diantara fitnah itu adalah fitnah syahwat dan subhat, fitnah kesalahan dan kesehatan, fitnah bid‟ah dan maksiat, fitnah kezaliman dan kebodohan.
  •   Dalam memerangi nafsu manusia terbagi 3 golongan : Golongan yang tunduk mengikuti nafsu ◦ Mereka hidup dengan kemaksiatan diatas muka bumi dan ingin hidup kekal didunia. Mereka adalah orang-orang kafir dan orang yang mengikuti mereka. Golongan ini lupa dan lalai (kebesaran dan nikmat) Allah, lalu Allah juga membiarkan mereka
  • ◦ . Allah berfirman : Artinya : Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (Q.S. Al Jasiyah : 23)
  •  Golongan yang memerangi dan bertarung menentang nafsu ◦ Dalam menentang hawa nafsunya ada kalanya golongan ini mencapai kemenangan dan adakalanya mereka kalah. Namun apabilaterliahat dalam kesalahan mereka akan segera bertaubat. Begitu juga bila mereks mlakuakn maksiat mereka akan segera sadar dan menyesal serta memohon ampun kepada Allah
  •  Allah berfirman : Artinya : Dan juga orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji , atau menganiaya diri sendiri, mereka segera ingat kepada Allah lalu memohon ampun akan dosa mereka - dan sememangnya tidak ada yang mengampunkan dosa-dosa melainkan Allah - dan mereka juga tidak meneruskan perbuatan keji yang mereka telah lakukan itu, sedang mereka mengetahui (akan salahnya dan akibatnya). (Al-Imron : 135)
  •  Golongan yang berada dalam genggaman setan ◦ Inilah glongan yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW, dalam sabdanya : Artinya : “setiap anak adam (manusia) itu melakukan kesalahan, sebaik baiknya orang yang melakukan kesalahan (dosa) ialah mereka yang bertobat (HR Ahmad dan Tirmidzi)
  • Sehubungan dengan pengertian inilah diriwayatkan satu kisah oleh Wahab bin Munabbih yang mengatakan : “sesungguhnya iblis pernah bertemu dengan Nabi Allah Yahya bin Zakaria AS,lalu Nabi Zakaria AS berkata kepada iblis : “ ceritakan kepadaku tabiat perangai manusia menurut pandanganmu” iblis menjawab : a. Golongan pertama dari manusia ialah kamu ini. Mereka ini terpelihara (dari kejahatan dan dosa) b. Golongan kedua adalah mereka yang berada dalam genggaman kami sebagai mana bola berada ditangan anak-anak kau. Mereka menyerah diri mereka bulat-bulat kepada kami. c. Golongan ketiga ialah golongan yang sangat sukar untuk kami kuasai kami menemui salah seorang dari merekadan kami berhasil memperdayakannya dan mencapai hajat kami tetapi ia segera memohon ampun (bila ia sadar) dan dengan istigfar itu rusaklah apa yang kami dapati darinya. Maka kami tetap tidak berputusasa untuk menggodanya dan kami tidak akan mendapati hajat kami tercapai.
  • SENDI SENDI DALAM MEMERANGI NAFSU Hati  Al quran memberi gambaran hati orang mukmin sebagai berikut :  Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Q.S. Al-Anfal : 2)
  •  Dalam menggambarkan sifat hati orang kafir Allah menjelaskan : Artinya : Karena keadaan yang sebenarnya bukanlah mata kepala yang buta , tetapi yang buta adalah mata hati yang ada di dalam dada. (al Hajj : 46)
  •  Allah juga berfirman : Artinya : (setelah diterangkan yang demikian) maka adakah mereka sengaja tidak berusaha memahami serta memikirkan isi Al-Quran? Atau telah ada di atas hati mereka kunci penutup (yang menghalanginya daripada menerima ajaran Al-Quran)? (Q.S.. Muhammad :24)
  • AKAL  adalah ciptaan Allah yang dapat melihat,memahami sesuatu, mampu membedakan dan menyimpan suatu pemahan dari ilmu-ilmunya yang dapat digunakan kelak untuk mendekatkan diri dengan Allah,mengetahui keagungan serta kekuatan-Nya. Allah berfirman : Artinya:  Sebenarnya yang menaruh bimbang dan takut (melanggar perintah) Allah dari kalangan hambahambaNya hanyalah orang-orang yang berilmu. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Pengampun. (Q.S. Al-Fatir : 28)
  •  Rasulullah bersabda :  Artinya : kelebihan (keutamaan) seorang „alim atas seorang „abid (ahli ibadah) adalah seperti kelebihanku atas orang yang paling rendah dari sahabat-sahabatku.
  • Semua itu membuktikan betapa tinggi nya nilai dan kedudukan akal dalam proses membina kekuatan insan di dalam diri manusia. Dengan manusia dapat mengenali serta dapat menyelami hakikat alam semesta dan rahasianya.  Oleh demikian akal seorang mukmin itu pikiran yang waras, dapat membedakan buruk dan baik , halal dan haram, kebaikan dan kemungkaran karena ia melihat segala perkara dengan cahaya Allah yang dapat menembus di balik tutupan halus. 
  • ALLAH BERFIRMAN : Artinya : Dan (ingatlah) barang siapa yang tidak dijadikan Allah menurut undang-undang peraturan-Nya mendapat cahaya (hidayah petunjuk) maka dia tidak akan berleh sebaran cahaya (yang akan memandunya ke jalan yang benar) . (Q.S. An-Nur : 40) 
  • TANDA-TANDA MATINYA JIWA Apabila hati manusia telah mati atau menjadi keras maka terbukalah pintu-pintu masuk segala kejahatan terutama ke dalam dirinya  Allah berfirman :   
  • ARTINYA : Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benarbenar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).  (QS.AL-A‟RAF:16-17) 
  • Selain penyakit diatas teerdapat satu penyakit yang sangat berbahaya bagi manusia yaiyu keragu-raguan(waswas),setan menyebabkan mereka merasa was-was dalam segala urusan hidup mereka dengan tujuan agar mereka menyimpang dari jalan Allah  Allah berfirman : 
  • ARTINYA : (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam."  (QS AL-HASYR:16) 
  • Cara-Cara Menghalangi Godaan Setan Setan masuk ke dalam diri manusia melalui 10 pintu yaitu :  Tamak & Buruk sangka : menaruh kepercayaan dan berpangku tangan  Cinta Kehidupan dunia : takut terhadap maut yang bisa datang kpanpun  Cinta kemewahan : Keyakinan bahwa kenikmatan itu akan hilang  „Ujub : Rasa berutang budi kepada Allah
  • Memandang rendah orang lain : mengenali hak-hak mereka dan menghormatinya  Hasad : Sifat qanaah dan ridha trhdp karunia Allah  Riya : Ikhlas  Bakhil : menyadari bhw semua mkhluk di dunia akan binasa  Takabur : Rasa Tawaduk  Tamak : Mpercayai gnjaran yang disediakan di sisi Allah 
  • Cara Untuk Dijadikan Kubu Pertahanan menghadapi tipu daya Setan Janganlah terlalu kenyang apabila makan meskipun menhadapi makan yang baik dan halal
  • Allah berfirman : Artinya: makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
  •  Membaca Al-Quran ,berdzikir mengingat Allah dan memohon ampunan sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah dalam sebuah hadis yang artinya: “sesungguhnya setan itu meletakkan belalainya ke atas anak Adam, maka jika ia mengingat Allah ia pun lari daripadanya,jika sekiranya ia lupakan Allah setan akan mengunyah hatinya.” (Ibnu Abi Dunya)
  •  Tidak tergopoh-gopoh dalam sembarang pekerjaan karena mengingat pesanan Rasulullah SAW yang artinya : “tergopoh-gopoh (terburu-buru) tu adalah dari setan dan berhati-hati itu dari Allah. (Ibnu Abi Shaibah, Abi Ya‟la dan al-Baihaqi. At-Tirmidzi diriwayatkn Hadis sepertinya dan Al-Albani mengatakan: Sanadnya Hasan)
  •  Allah berfirman : Artinya: sesungguhnya orang-orang yang bertakwa , apabila mereka disentuh oleh sesuatu imbasan hasutandari setan mereka ingat (kepada jaran Allah) maka dengan itu mereka tampak yang benar) (Q.S. Al-araf : 201)
  • Berprasangka Baik (Husnuzan) • Berprasangka ada 2 macam yaitu berprasabfka baik (husnuzan) dan berprasangka buruk (suudzan). Husnuzan merupakan akhlak karimah/akhlak karimah yang berarti akhlak terpuji. Kewajiban manusia untuk berprasangka baik terhadap Allah dan Rasuk-Nya. Allah telah memberikan karunia nikmat yang tiada terkira kepada kita dan Allah membuktikan segala takdirnya kepada manusia, pasti ada hikmahnya dan meyakini bahwa hal itu yang terbaik untuk kita.
  • • Artinya : • “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang."
  • • Sikap husnuzan kepada Allah dapat berbentuk sabar terhadap cobaan yang menimpa kita. Tidak menganggap Allah SWT tidak adil terjadap kita selalu ikhtiar (selalu berusaha) dan doa serta tawakal (berserah diri) kepada Allah SWT apapu yang terjadi di akhir itu merupakan takdir Allah SWT kita harus bersabar dan selalu berusaha, berdoa dan tawakal. (Q.S. Al-Hujurat : 12)
  • • Berprasangka baik merupakan sifat pokok yang harus dimiliki oleh seorang yang beriman. Oleh karena itu Nabi Muhammad SAW berpesan agar umat nya memilki sikap husnuzan dan menjauhi suuzan, hal ini di jelaskan pada surat Al-Fatih ayat 6 :
  • • Artinya : • Dan supaya Ia menyeksa orang-orang munafik lelaki dan perempuan, dan orang-orang musyrik - lelaki dan perempuan, yang menyangka terhadap Allah dengan sangkaan yang buruk (bahawa Ia akan mengecewakan RasulNya). Atas merekalah tertimpanya bala bencana yang dibawa oleh peredharan zaman dan (selain itu) Allah murkai mereka dan melaknatkan mereka serta menyediakan untuk mereka neraka Jahannam sedang neraka Jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali. (Q.S. Al Fath : 6)
  • Hikmah Berprasangka Baik • Hidup tenang, selalu berpikiran jernih menghadapi takdir Allah swt. (Q.S. al-Fajr:1516) • Terhindar dari malapetaka duniawi dan kufur pada Allah swt. (Q.S. Luqman: 17) • Selalu optimis, berusaha dan bertawakal. (Q.S. at-TalaqL: 3 ) • Selalu berharap dan bertobat kepada Allah swt. (Q.S. al-Hijr: 49) • Tidak berputus asa (Q.S. al-Anbiya: 35)
  • Perwujudan Sikap Huznuzan Kpd Allah  Ikhlas : Ketulusan Hati dalam melakukan sesuatu yg baik hanya semata-semata Karena Allah. Allah berfirman :
  •  Artinya :  Pada hal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepadaNya, lagi tetap teguh di atas tauhid dan supaya mereka mendirikan sembahyang serta memberi zakat. Dan yang demikian itulah Ugama yang benar. (Q.S. Al Bayyinah : 5)
  •  Tawakal : Suatu sikap seorang hamba Allah dalam berserah diri kepada Allah, Alla berfirman :
  •  Artinya :  Maka dengan sebab rahmat (yang melimpah-limpah) dari Allah (kepadamu wahai Muhammad), engkau telah bersikap lemah-lembut kepada mereka (sahabat-sahabat dan pengikutmu), dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka lari dari kelilingmu. Oleh itu maafkanlah mereka (mengenai kesalahan yang mereka lakukan terhadapmu), dan pohonkanlah ampun dari mereka, dan juga bermesyuaratlah dengan mereka dalam urusan (peperangan dan soal-soal keduniaan) itu. Kemudian apabila engkau telah berazam (sesudah bermesyuarat, untuk membuat sesuatu) maka bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengasihi orang-orang yang bertawakkal kepadaNya. (Q.S. Al-Imron : 159)
  •  Tasyakur dan Qanaah : Tasyakur : adalah suatu ucapan terimakasih kepada Allah SWT.  Qanaah : rela menerima apa adanya dan menjauhkan diri dari sikap tidak puas yang berlebihan 
  • Allah berfirman :
  • Artinya : Dan (ingatlah) tatakala Tuhan kamu memberitahu: "Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur nescaya Aku akan tambahi nikmatKu kepada kamu, dan demi sesungguhnya, jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabKu amatlah keras". (Q.S. Surah Ibrahim : 7)
  •  Tadarru’ dan Khusyuk : Tadarrru’ : adalah sikap sementara dan kerendahan hati yang di realisasikan dengan perbuatan kepada ALLAH SWT. Dan sesama manusia  Khusyuk : sikap sungguh-sungguh penuh penyerahan hati dalam melakukan ibadah hanya kepada ALLAH SWT 
  •  Allah berfirman :  artinya : Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.
  • Ar-Raja’ : Optimis, Allah berfirman :
  •  Artinya :  Katakanlah (wahai Muhammad): "Wahai hamba- hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa sesungguhnya Dialah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. (Q.S. Az-zumar : 53)
  •  Memiliki Sifat Malu : akhlak (perangai) yang mendorong seseorang untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang buruk dan tercela, sehingga mampu menghalangi seseorang dari melakukan dosa dan maksiat serta mencegah sikap melalaikan hak orang lain.
  • UKHUWAH  yakni hubungan antar sesama manusia dan hubungan kekerabatan yang akrab diantra mereka. Allah berfirman :  Artinya :  Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (Q.S. Al-Hujurat : 10)
  • Redaksi Ayat-Ayat tentang Ukhuwah  Kata Ukhuwah disebutkan 87 kali dalam Al-Quran. Diantara kata – kata tersebut yang terkait langsung dengan masalah dilihat redaksi ayat-ayat yang di kutip berikut :  Ayat Makkiyah  Ayat Madaniyah
  • A. Ayat Makkiyah a. Q.S. Taha : 29-30 Artinya : Dan jadikanlah bagiku, seorang penyokong dari keluargaku. (yaitu) Harun, saudara ku
  •  B. Q.S. Sad : 23  Artinya :  Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata : "Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan".
  • B. Ayat Madaniyah  Q.S. Al Hujurat : 10  Artinya :  Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (Q.S. Al-Hujurat : 10)
  • Q.S. An-Nisa : 23
  •  Artinya :  Diharamkan kepada kamu berkahwin dengan (perempuan- perempuan yang berikut): ibu-ibu kamu, dan anak-anak kamu, dan saudara-saudara kamu, dan saudara-saudara bapa kamu, dan saudara-saudara ibu kamu, dan anak-anak saudara kamu yang lelaki, dan anak-anak saudara kamu yang perempuan, dan ibu-ibu kamu yang telah menyusukan kamu, dan saudarasaudara susuan kamu, dan ibu-ibu isteri kamu, dan anak-anak tiri yang dalam pemeliharaan kamu dari isteri-isteri yang kamu telah campuri tetapi kalau kamu belum campuri mereka (isteri kamu) itu (dan kamu telahpun menceraikan mereka), maka tiadalah salah kamu (berkahwin dengannya). Dan (haram juga kamu berkahwin dengan) bekas isteri anak-anak kamu sendiri yang berasal dari benih kamu. Dan diharamkan kamu menghimpunkan dua beradik sekali (untuk menjadi isteri-isteri kamu), kecuali yang telah berlaku pada masa yang lalu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
  • Konsepsi Al-Quran Tentang Ukhuwah  Ukhuwah Keagamaan  Konsep Ukhuwah Keagamaan disebut ukhuwah diniyyah yaitu memantapkan kebersamaan dan persatuan umat islam, berdasar persaman agamn. Oleh karena itu, bentuk ukhuwah ini tidak dibatasi oleh wilyah,kebangaaan atau ras, karena semua umat ilam didunia adalah bersaudara.
  •  Allah berfirman :   Artinya :  Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orangorang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindungmelindungi. (Q.S. Al Anfal : 72)
  •  Ukhuwah Kebangsaan  Konsep Ukhuwah Kebangsaan disebut Ukhuwah wathaniyyah yaitu walaupun berbeda agama, tapikarena satu masyarakat , sebangsadan setanah air maka ukhuwah diantara mereka harus tetap ada.
  •  Di dalam Surah Al-Maidah ayat 5, Allah berfirman :   Artinya :  Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.
  •  Ukhuwah fi al-Wathaniyah wa al-nasab  Ukhuwah fi al-Wathaniyah wa al-nasab prinsipnya sama denagn tasamuh (toleransi) yaitu interaksi timbal balik antar umat beragama, menghargai kebebasan beragama bagi orang yng tidak sepaham, tidak mengganggu peribadatan serta tetap menjaga ukhuwah wathaniyah-nya
  •  Ukhuwah Insaniyah  Ukhuwah Insaniyah yaitu persaudaraan antar umat manusia. Tata hubungan dalam Ukhuwah Insanuayah menyangkut hal – hal yang berkaitan dengan martabat kemanusiaan untuk mencapai kehidupan yang sejahtera, adil , damai, yang intinya untuk memantapkan solidaritas kemanusiaan, tanpa melihat agama, bangsa, dan suku
  •  Allah berfirman : 
  •  Artinya :  Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Q.S. AlHujurat : 11 )
  •  Memang banyak ayat yang mendukung persaudaraan antara manusia harus di jalin dengan baik, hal ini misalnya dapat dilihat tentang larangan melakukan transaksi yang bersifat batil di antara manusia , larangan bagi mereka yang mengurangi dan melebihkan timbangan dalam usaha bisnis. Dari sini dapat dipahami bahwa tata hubungan dalam ukhuwah menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan martabat kemanusaiaan untuk mencapai kehidupan yang sejahtera , adil, damai dan pada intinya konsep tersebut dalam-Quran bertujuan untuk memantapkan solidaritas kemanusiaan tanpa melihat agama , bangsa, dan suku yang ada