• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Ips sosiologi
 

Ips sosiologi

on

  • 5,991 views

 

Statistics

Views

Total Views
5,991
Views on SlideShare
5,905
Embed Views
86

Actions

Likes
0
Downloads
15
Comments
0

1 Embed 86

http://blogrininovi.blogspot.com 86

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Ips sosiologi Ips sosiologi Presentation Transcript

    • 1
    •  A.A. Avrella Shora Yuananda (04) A.A. Ngurah Cahya Satria Putra (07) I Gede Gandhi Bramayusa (11) A.A. Bgs A. Rahma Wijaya (21) Rezky Nur Ariatami (24) Ni Wayan Tikasari Devi (27)
    • Anomie merupakan suatu keadaan dimana tidak adapegangan terhadap apa yang baik dan buruk bagi masyarakat.Perubahan sosial budaya dapat menyebabkan terjadinya suatukeadaan dimana norma-norma atau nilai-nilai lamamemudar, sedangkan norma-norma dan nilai-nilai yang baru sebagaipengganti belum terbentuk. Kondisi objektif kultural masyarakatIndonesia pada dekade ini baru di landa krisis dimensional yangmenyebabkan terpuruknya berbagai aspek kehidupan masyarakat, baikbidang ekonomi, sosial, pendidikan, maupun kesehatan. Sebagai akibatlebih lanjut jumlah pengangguran meningkat tajam karenaterpuruknya berbagai jenis usaha, bertambahnya murid putussekolah, dan tingginya gangguan kamtibmas yang merusak sendi-sendikehidupan masyarakat.
    • Suatu teori yang dikenal dalam sosiologi mengenaiperubahan dalam masyarakat adalaha teori cultural lag yangdikemukakan oleh William F. Ogburn. Teori tersebut menyatakanbahwa pertumbuhan kebudayaan tidak selalu sama cepatnya secarakeseluruhan. Akan tetapi, ditemukan ada bagian yang tumbuhcepat, sedang, dan ada pula bagian lain yang tumbuh lambat.Perbedaan taraf kemajuan antara berbagai bagian dalam suatukebudayaan dinamakan ketertinggalan kebudayaan atau cultural lag.Pengertian “lag” pada istilah ini mengandung arti sebagai berikut.a. Sebagai suatu jangka waktu antara terjadinya penemuan baru dan diterimanya penemuan baru.b. Dipakai untuk menunjuk pada tertinggalnya suatu unsur tertentu terhadap unsur lainnya yang erat hubungannya.
    • a. Kurangnya perhatian dalam sektor yang harus menyesuaikan dalam perkembangan sosial.b. Adanya hambatan-hambatan terhadap perkembangan pada umumnya.c. Heterogenitas masyarakat.d. Kurangnya kontak dengan budaya material masyarakat lain
    • Cultural lag atau ketertinggalan kebudayaan dapatdiartikan sebagai adanya ketertinggalan antara alam pikiran danperkembangan teknologi yang sangat pesat dewasa ini. Sebagaicontoh Dunia internet yang mampu menghubungkan seseorangdengan jaringan dunia dan masyarakat global. Informasi yang adadi media internet mencakup segala komunitas bangsa, denganbudaya dan gayanya yang belum tentu sesuai dengan budaya kita.Berita yang bersifat provokasi mudah di dapat di media internetyang kadang sulit dibedakan mana informasi yang benar dan manayang salah tanpa diketahui dari mana sumber berita dan siapa yangmengirimkan beritanya, sehingga menimbulkan kerawanan didalam masyarakat.
    • Mestizo Culture merupakan suatu proses pencampuran unsurkebudayaan yang satu dengan yang unsur kebudayaan yang lain yangmempunyai warna dan sifat yang berbeda. Ciri dari perubahan sosialini, bersifat formalisme saja dan hanya meniru bentuknya saja, tetapitidak mengerti akan arti sesungguhnya. Dengan kata lain, perubahanterjadi dengan menerima sesuatu hal yang baru, yang dianggap dapatmenaikkan status sosial atau lambang kemodernan tanpamenggunakan control, tetapi norma yang dikandungnya masih yanglama. Sebagai contoh, gejala mestizo culture tercermin pada keadaanmasyarakat kita sekarang dalam perilaku menelepon dengan telepongenggam, yang penggunaanya sering kali bukan berdasarkankepentingan kebutuhan tapi lebih pada demontrasi untuk sekedarmenaikkan status atau gengsi.
    • Aksi protes dan demonstrasi merupakan kegiatan darisejumlah orang untuk melakukan protes terhadap suatukebijakan tertentu. Demonstrasi terjadi karena masyarakatmenganggap telah terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengannorma. Demonstrasi merupakan salah satu cara untukmenyampaikan keinginan atau aspirasi. Dalamdemonstrasi, keinginan disampaikan dengan media poster, yel-yel, teriakan, lagu-lagu, slogan-slogan, bahkan tidak jarangdengan umpatan dan cacian terhadap pihak yang didemo ataudiprotes.
    • Kriminalitas ada karena kondisi dari proses-proses sosialdalam masyarakat seperti imitasi, indentifikas, pembentukankonsep diri, pelaksanaan peran sosial, asosiasi deferensialmaupun kekecewaan-kekecewaan yang agresif. Orang-orangyang berperilaku menyimmpang merupakan hasil interaksidengan orang yang melanggar norma. Kebanyakan perilakukriminal dipelajari melalui alat-alat komunikasi sepertibuku, surat kabar, majalah, film, siaran TV yang dapat memberipengaruh-pengaruh tertentu. Pengaruh tersebut misalnyamemberi sugesti kepada orang untuk menerima atau menolakperilaku jahat. Misalnya, penayangan siaran televise yang bersifatkekerasan, dan tayangan pronografi dapat mempengaruhiperilaku seseorang hingga terjadi tindak kriminal.
    • Kenakalan remaja terjadi di antaranya Karenakekosongan jiwa para remaja yang masih membutuhkanbimbingan dan kasih sayang orang tua. Kurangnya bimbingan dankasih sayang orang tua dapat menyebabkan terjadinyakekosongan jiwa. Kekosongan jiwa dapat dialami siapa saja. Padakeluarga mampu, banyak disebabkan kesibukan orangtua, sedangkan pada keluarga kurang mampu biasanya lebihdisebabkan masalah ekonomi sehingga keinginannya tidakkesampaian. Penyebab lain kenakalan remaja disebabkandemonstration effect, yaitu pola hidup yang memperlilhatkanpenampilan yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnyademi prestise dan gengsi.
    • • Persoalan nilai dan kebenaran yang kurang ditanamkan.• Timbulnya organisasi-organisasi non formal yang berperilaku menyimpang.• Timbulnya usaha-usaha untuk mengubah keadaan sesuai dengan trend.• Penghayatan dan pengamalan agama yang kurang.
    • Pergolakan daerah timbul karena fanatismeterhadap rasial daerah dan agama yang berlebihan, maupunkurangnya rasa kesatuan dan persatuan. Pergolakan jugadapat pula diakibatkan karena ketidak adilan dan kesalahpahaman yang terjadi antara pemerintah pusat denganmasyarakat di daerah. Sebagai contoh, konflik yangberkepanjangan di Poso (Sulawesi Tengah) dan Ambon(Maluku), kasus Papua, serta GAM di Aceh Darussalam.Pergolakan daerah perlu mendapatkan perhatian khusus daripemerintah, mengingat hal tersebut dalam mengancamdisintegrasi bangsa.
    • 15