Your SlideShare is downloading. ×
Isi berita web
Isi berita web
Isi berita web
Isi berita web
Isi berita web
Isi berita web
Isi berita web
Isi berita web
Isi berita web
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Isi berita web

437

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
437
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Isi berita DEPAN / BERITA FOTO » FEATURE / PANTAUAN ARUS LALU LINTAS// PANTAUAN ARUS LALU LINTAS Rabu, 24/8/2011 0 Sragen (Solopos.com)--Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sragen memaksimalkan rambu-rambu lalu lintas (Lalin) di enam titik rawan kecelakaan Lalin di sepanjang jalur arus mudik dan arus balik Lebaran. Setidaknya ada 26 unit rambu petunjuk pengarah jalan (RPPJ), 11 CCTV dan empat ATCS. Kepala Dishubkominfo Sragen, Tasripin, saat dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Rabu (24/8/2011) menerangkan keenam titik rawan kecelakaan itu meliputi Banaran-Tunjungan, Pertigaan Tunjungan-Pertigaan Paldaplang, Perempatan Pungkruk-Perempatan Nguwer, Perempatan Nguwer-Masaran, Masaran-pertigaan Grompol dan Kalijambe-Sumberlawang (Jl Raya Solo- Purwodadi). Menurut dia, jalur di dalam kota relatif aman karena terpantau menggunakan jaringan area traffic control system (ATCS). “Untuk antisipasi titik rawan kecelakaan itu, kami menyiapkan rambu-rambu tambahan di sejumlah titik, seperti di simpang tiga dan simpang empat. Seperti jalur dari timur di simpang empat Pungkruk, Sidoharjo akan ditutup untuk mengantisipasi kecelakaan. Selain itu kami memasang RPPJ di sejumlah titik agar pengguna jalan meningkatkan kehati-hatian,” tegasnya. Menurut dia, setidaknya ada sebanyak 14 RPPJ di pasang di 14 titik di dalam kota dan sekitarnya serta 12 RPPJ dipasang di 12 titik di wilayah Gemolong dan sekitarnya. Dia berharap dengan
  • 2. pemasangan RPPJ dan penambahan rambu lainnya mampu meminimalisasi kecelakaan dan kemacetan. “Harapan kami pada Lebaran tahun ini zero kecelakaan dan zero kemacetan,” terangnya. Sementara Kabid Sarana dan Prasarana Lalu Lintas Dishubkominfo Sragen, Pursis Y, menambahkan pemasangan RPPJ di 14 titik di dalam kota dan sekitarnya itu meliputi mulai dari simpang empat pilangsari, simpang tega Dedegan, simpang empat Teguhan sampai simpang empat Pungkruk. Untuk memantau arus lalu lintas, tambahnya, sebanyak 11 CCTV dipasang di semua titik rawan kemacetan dan kecelakaan plus empat titik ATCS. DISHUBKOMINFO SRAGEN Pasang 30 RPPJ di 6 Jalur Alternatif Rabu, 08/8/2012 Tri Rahayu/JIBI/SOLOPOS 0 Tiga orang petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sragen memasang rambu jalur alternatif di Perempatan Terminal Lama, Sragen, Rabu (8/8/2012). (Tri Rahayu/JIBI/SOLOPOS) SRAGEN--Rambu penunjuk arah dipasang Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sragen di enam jalur alternatif, Rabu (8/8/2012). Sebanyak 30 unit rambu papan petunjuk jurusan (RPPJ) itu dipasang untuk menghadapi arus kemacetan selama arus mudik Lebaran. Tiga orang petugas Sarana dan prasana (Sarpras) Dishubkominfo Sragen memasang RPPJ tersebut mulai dari wilayah timur, yakni wilayah Sragen, Masaran hingga Gemolong. Kasi Sarpras Dishubkominfo Sragen,
  • 3. Pursis Yuliyono, saat dijumpai Solopos.com di lokasi pemasangan rambu di perempatan Terminal Lama, menerangkan 30 unit RPPJ ini ditargetkan selesai dipasang hari ini di enam jalur alternatif. Keenam jalur alternatif itu terdiri atas Masaran-Plupuh-Gemolong-Karanggede-Salatiga,Masaran-Plupuh- Gemolong-Purwodadi-Semarang, Sidoharjo-Tanon-Gemolong-Karanggene-Salatiga, Sidoharjo-Tanon- Sumberlawang-Purwodadi-Semarang, Paldaplang, Ngrampal-Tangen-Purwodadi dan Sragen-Batujamus- Mojogedang-Bejen-Karanganyar. “Pemasangan RPPJ ini bertujuan untuk mengurai arus lalu lintas arus mudik Lebaran mendatang. Selain itu pengalihan arus lalu lintas ke jalur alternatif dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan arus di dalam kota. Seperti di depan Mall Mitra dan Pasar Kota Sragen diprediksi merupakan lokasi pasar tumpah yang berpotensi terjadi kemacetan,” ujarnya. ==--==--==-- DEPAN / SRAGEN / JEMBATAN PUTUS: DPU SRAGEN AJUKAN ANGGARAN PERBAIKAN// JEMBATAN PUTUS: DPU Sragen Ajukan Anggaran Perbaikan Selasa, 19/2/2013 Sri Sumi Handayani/JIBI/SOLOPOS 0 Jembatan penghubung dua desa, yakni Desa Karangtengah dan Tangkil, Kecamatan/Kabupaten Sragen, putus diterjang luapan air sungai. Foto diambil, Senin (19/2/2013). (Sri Sumi Handayani/JIBI/SOLOPOS) SRAGEN–Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sragen, Zubaidi, mengatakan sudah menerima laporan ihwal jembatan penghubung Desa Karangtengah dengan Tangkil, Kecamatan Sragen putus. Namun dia mengaku DPU mengalami kendala anggaran. Meski demikian, pihaknya berjanji mengajukan anggaran perbaikan jembatan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
  • 4. “Kami terkendala anggaran di APBD 2013. Oleh karena itu kami akan mengajukan pada APBD Perubahan 2013. Sembari kami lihat APBD Perubahan ini bulan apa. Kami berhitung waktu dan cuaca. Apabila tidak bisa, akan kami ajukan kembali pada APBD 2014,” tutur Zubaidi saat dihubungi Solopos.com melalui handphone, Senin (18/2/2013). Diberitakan sebelumnya, jembatan penghubung antar desa yakni Karangtengah dan Tangkil sepanjang delapan meter putus diterjang luapan air sungai dua pekan lalu, Rabu (6/2/2013). Oleh karena itu, warga tagih janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen untuk memperbaiki jembatan menjadi permanen. ==-==--==-==---=== DEPAN / SRAGEN / RAZIA WARNET: CEGAH DISALAHGUNAKAN, WARNET & GAME ONLINE DITERTIBKAN// RAZIA WARNET: Cegah Disalahgunakan, Warnet & Game Online Ditertibkan Selasa, 19/2/2013 Eni Widiastuti/JIBI/SOLOPOS 1 Ilustrasi warung internet (Dok/JIBI) SRAGEN–Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sragen kembali menertibkan keberadaan warung internet (warnet) dan game online di Sragen. Hal itu menyusul adanya surat edaran (SE) Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman, yang meminta para pengusaha warnet dan game online menaati aturan terkait usaha warnet. Kepala Dishubkominfo Sragen, Taat Setya Budi, menerangkan penertiban itu tidak berarti pelarangan usaha warnet dan game online. Tapi lebih kepada pengarahan dan penegasan agar para pengusaha menaati aturan yang ada. “Selama ini sebenarnya sudah ada upaya penertiban secara terus menerus. Tapi karena Bupati masih menerima beberapa laporan terkait warnet dan game online yang disalahgunakan, awal Februari lalu Bupati mengeluarkan SE,” jelasnya saat ditemui Solopos.com di Kantor Dishubkominfo Sragen, Senin (18/2/2013). Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika Dishubkominfo Sragen, Purwadi, menerangkan berdasarkan data Dishubkominfo Sragen, saat ini ada sekitar 140 warnet. Dishubkominfo sudah berupaya mengantisipasi
  • 5. penyalahgunaan warnet dengan melakukan pemblokiran beberapa situs rawan cabul, di warnet-warnet itu. Sesuai aturan, seharusnya setiap pengusaha warnet mengajukan permohonan pemblokiran situs ke Dishubkominfo. Selain itu, lanjutnya, Dishubkominfo menetapkan aturan agar pembuatan sekat antar perangkat komputer di warnet, maksimal setinggi orang dewasa duduk. Sehingga apa yang diakses seseorang, tetap bisa dipantau. Para pelajar dan pegawai negeri sipil (PNS) yang masih berseragam, dilarang pergi ke warnet. Jika terpaksa ke warnet, harus membawa surat tugas. Kebijakan itu diterapkan untuk mencegah pelajar dan PNS yang keluyuran saat jam kerja/belajar. Jika pengusaha warnet enggan menaati aturan tersebut, ungkapnya, akan dianggap melakukan pelanggaran. Sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran. Jika masih dikategorikan pelanggaran ringan, pengusaha warnet akan ditegur lalu diminta memperbaiki usahanya sesuai aturan yang berlaku. Jika termasuk kategori pelanggaran berat, akan diperoses secara hukum. Tidak menutup kemungkinan warnet itu akan ditutup. “Tahun 2012, ada dua warnet yang harus diadili di pengadilan karena melakukan pelanggaran berat,” jelasnya. Berbagai aturan itu, kata Taat, sudah sering disampaikan kepada pengusaha warnet saat digelar sosialisasi. Namun pada kenyataannya, masih ada yang melanggar. Oleh karena itu Dishubkominfo rutin melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke warnet-warnet yang dicurigai masih melanggar aturan. Biasanya hal itu diketahui karena ada laporan dari masyarakat. --==-=-=-=== PILKADES SRAGEN: Ada Pilgub, Pilkades Jalan Terus SRAGEN – Pemilihan kepala desa (Pilkades) di Kabupaten Sragen tetap digelar pada rentang waktu satu bulan sebelum dan satu bulan sesudah pelaksanaan Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah yang dijadwalkan 26 Mei 2013. Kepala Sub Bagian Pemerintah Desa, Bagian Pemerintahan dan Pertanahan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Sumanto, mengungkapkan berdasarkan surat edaran dari Kemendagri, pilkades bisa tetap dilaksanakan meski ada Pilgub Jawa Tengah. Syaratnya situasi dan kondisi daerah tersebut, memungkinkan. Hal itu juga sudah dikonsultasikan kepada pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dari pihak provinsi, menyerahkan keputusan ada tidaknya pilkades,kepada masing-masing daerah.
  • 6. “Karena di Sragen tetap memungkinkan situasi dan kondisinya, pilkades tetap dilaksanakan (pada rentang waktu satu bulan sebelum dan satu bulan sesudah pilgub),” jelasnya saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (14/1/2013). Sesuai jadwal, katanya, pilkades tahap I akan digelar pada rentang waktu 13 Februari- 16 Maret. Setelah digelar pilkades tahap I, masih ada 33 desa yang habis masa jabatan kepala desanya hingga akhir Maret. Karena dalam satu tahap, hanya bisa digelar pilkades di 40 desa, tujuh desa lainnya yang diikutkan pada pilkades tahap II, akan dipilih desa yang masa jabatan kepala desanya berakhir, April. “Pilkades tahap II belum dibahas lebih detail, jadi kita belum bisa memastikan kapan waktunya,” ungkapnya. Sebelumnya, Sekretaris Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Sragen, Prapto, mengatakan masa jabatan kepada Desa Krikilan berakhir 25 April. Hingga Sabtu (12/1/2013) Desa Krikilan belum menentukan kapan pilkades akan digelar. Alasannya masih menunggu surat edaran dari Bupati, terkait jadwal pilkades bagi desa yang kemungkinan pelaksanaan pilkadesnya menjelang atau sesudah pilgub. “Katanya ada aturan pilkades tidak boleh digelar pada rentang waktu satu bulan sebelum dan satu bulan sesudah pilgub,” jelasnya saat ditemui Espos diruangkerjaanya, Sabtu. Prapto sendiri lebih sepakat jika pemilihan kepala desa dilaksanakan setelah masa jabatan kepala desa berakhir. Tujuannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan jika kepala desa juga mencalonkan lagi. Sumanto mengungkapkan terbatasnya jumlah desa yang mengikuti pilkades setiap tahap, karena pilkades di Sragen menggunakan alat semi elektronik. =--=-=--=-=- PEMERINTAHAN Kendaraan Bermotor Dilarang Parkir di Setda Sragen Setiap Hari Jumat PEMERINTAH Kabupaten Sragen menetapkan hari Jumat sebagai hari bebas dari kendaraan bermotor di lingkungan Setda mulai hari ini. Segala jenis kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat dilarang masuk komplek Kantor Setda Kantor Bupati Sragen. Sebagai gantinya, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan siapapun yang akan masuk ke lingkungan Setda Sragen di harapkan menggunakan sepeda onthel atau jalan kaki. Sedangkan bagi PNS yang tempat tinggalnya jauh dari kantor diharapkan menyesuaikan dengan menitipkan kendaraan bermotornya di luar Setda Sragen.
  • 7. Kebijakan tersebut dikeluarkan Bupati Sragen Agus Fatchurrahman, untuk menciptakan lingkungan yang hijau, bersih dan bebas dari polusi asap kendaraan bermotor (area go green). “Dengan penggunaan sepeda onthel untuk berangkat kerja, diharapkan dapat mendorong penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM),khususnya dikalangan PNS sebagaimana kebijakan pemerintah pusat,” kata Bupati Jumat (12/10). Sebagai landasan hukum kebijakan ini, Pemkab telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Bupati Sragen Nomor 426 / 149 / 08 / 2012. Di dalam SE tersebut disebutkan setiap hari Jum’at yang diimulai tanggal 12 Oktober 2012 seluruh pegawai Pemkab Sragen dihimbau menggunakan sepeda kayuh sebagai sarana transportasi ke tempat kerja. Dijelaskannya, kebijakan go green ini akan diawali di lingkungan Setda terlebih dahulu. Setelah itu secara bertahap seluruh instansi dan satuan kerja dilingkungan pemkab akan diberlakukan kebijakan serupa termasuk sekolah-sekolah khususnya diwilayah perkotaan. “Saya menyadari pada tahap awal pelaksanaan kebijakan tersebut, tentu terdapat satu atau dua hal yang kurang pas, itu merupakan hal yang wajar karena kebijakan baru. Namun lama kelamaan semuanya akan bisa menyesuaikan diri,” ujarnya. Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, kebijakan go green tersebut juga berlaku bagi tamu yang akan berkunjung ke Setda Sragen, nantinya kendaraan bermotor milik tamu bisa di parkir di luar Komplek Setda Sragen. “Melalui kebijakan tersebut diharapkan juga dapat mendorong peningkatan retribusi parkir kendaraan bermotor,” ungkapnya.* Sumber : Humas Pemkab Sragen --=-=-=-== SragenSudahMilikiAssessorPeGI Pemeringkatan E-Government Indonesia (PeGI) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Direktorat E-Government, Direktorat Jendral Aplikasi dan Telematika, Kementerian Komunikasi dan Informatika yang melibatkan instansi pemerintah di seluruh wilayah Indonesia. Untuk menilai peringkat e-Gov di suatu daerah maka harus dilakukan oleh Assessor PeGI. Beberapa waktu yang lalu, yaitu tanggal 15 Maret 2012 Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mengadakan ujian assessor PeGI yang dilaksanakan di Batam. Pada kesempatan ini, Kepala Kantor Pengelola Data Elektronik, Dwiyanto, S.STP, MSi juga mengikuti tes bersama beberapa praktisi e-Gov dari daerah lain, dan dinyatakan lulus dengan peringkat nomor 3 se-Indonesia. Selanjutnya Dwiyanto akan menjadi Tim Assessor di Kementrian Kominfo untuk menilai dan mengaudit perkembangan E-Gov Daerah-daerah di Indonesia dalam program P-eGI. Direktur E-Government Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melihat peta kondisi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi oleh lembaga pemerintah secara nasional. PeGI diharapkan dapat meningkatkan pengembangan dan pemanfaatan TIK dan lembaga pemerintah di seluruh wilayah Indonesia.
  • 8. Pemeringkatan E-Government Indonesia dilakukan melalui inventarisasi, pengamatan dan evaluasi pada lima dimensi utama penerapan teknologi dan informasi yaitu kebijakan, kelembagaan, infrastruktur, aplikasi dan perencanaan. Peserta menyediakan informasi lengkap yang dapat berupa media elektronik maupun non elektronik sehingga dapat memudahkan tim assssor pada indikator dalam setiap dimensi diatas. Berdasarkan Evaluasi Pemeringkatan E-Government tersebut diharapkan dapat dijadikan acuan bagi pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta meningkatkan profesionalisme kinerja pemerintah dalam rangka memperlancar arus informasi dan mendiseminasikan informasi kepada masyarakat berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik menuju good governance. Selamat untuk Pak Dwiyanto yang pada hari ini, Rabu (28/03/2012) melakukan tugas pertama sebagai Tim Assessor Kemenkominfo di Jakarta.(pde) sragenkab.go.id ==-=-== PILKADES Empat Desa Usai Gelar Pilkades Sragen Tahap I EMPAT desa dari kecamatan berbeda menggelar pemilihan Kepala Desa Tahap I Kabupaten Sragen tahun 2013, kemarin. Keempat desa yang melaksanakan Pilkades tahap pertama putaran pertama ditahun 2013 tersebut adalah desa Kaloran kecamatan Gemolong, desa Toyoga kecamatan Sambungmacan, desa Tegalrejo kecamatan Gondang, dan desa Jambangan kecamatan Plupuh. Pilkades Di desa Kaloran diikuti oleh tiga orang kontestan yaitu : Suraya (perangkat desa / bayan ), Totok Tri Haryanto (wiraswasta) dan Supriyono (wiraswasta). Jumlah pemilih di desa kaloran sesuai DPT sebanyak 2.968 orang, sedang jumlah yang hadir sebanyak 2.264 orang. Dari hasil penghitungan suara, Suraya yang berpendidikan terakhir SLTA tersebut memperoleh suara terbanyak yakni 1.244 suara mengungguli dua kandidat lain yaitu Totok Tri Haryanto yang memperoleh 744 suara dan Supriyono yang meraup suara sebanyak 543 suara. Sementara Di desa Toyoga kecamatan Sambungmacan, yang semula sempat diwarnai isu pemboikotan, berlangsung dengan lancar dan aman. Pilkades desa Toyoga juga diikuti tiga orang calon, yaitu Suwarno (wiraswasta), Nurlia Yuniar (wiraswasta) dan Sudiyono (pensiunan PNS). Jumlah hak pilih di desa Toyoga sesuai PDT sebanyak 3.490 orang, sedangkan yang memberikan suara sebanyak 2.590 orang. Dari hasil penghitungan suara, Suwarno dinyatakan memenangkan Pilkades karena meraih suara terbanyak, yaitu 1.526 suara. Sementara dua calon kades lainnya yaitu Nurlia Yunia memperoleh 1.526 suara dan Sudiyono hanya meraih 112 suara. Sedangkan di desa Tegalrejo kecamatan Gondang, Pilkades hanya diikuti oleh dua orang kandidat kades, yakni Heru Setyawan (wiraswasta) dan Suwoko (wiraswasta). Di desa Tegalrejo, jumlah hak pilih sesuai DPT sebanyak 2.579, dari jumlah tersebut yang hadir memberikan suara sebanyak 1.917 orang. Dari hasil penghitungan suar, Heru Setyawan
  • 9. meraih suara sebanyak 1.191 suara mengalahkan rivalnya Suwoko Sri Widodo, yang hanya meraih suara sebanyak 726 suara. Pilkades di desa keempat di hari itu, yakni di desa Jambangan kecamatan Plupuh juga diikuti oleh dua orang calon kades yang kebetulan pasangan suami istri, yakni Suradi (mantan kades) dan Mei Sumarsini (wiraswasta). Jumlah hak pilih didesa jambangan sesuai DPT sebanyak 1.778 orang dengan jumlah hadir sebanayk 1.364 orang. Dari hasil penghitungan suara calon incumbent Suradi, berhasil meraih perolehan suara sebanyak 747 suara mengalahkan saingan sekaligus istrinya sendiri Mei Sumarsini, yang memperoleh 615 suara. Kasubbag Pemerintahan Desa bagian Pemerintahan dan Pertanahan Setda Sragen Pemkab Sragen, Sumanto mengatakan secara umum pelaksanaan Pilkades 2013 tahap pertama putaran pertama ini berlangsung dengan dengan lancar dan aman. “Pilkades berjalan lancar, aman dan selesai sesuai jadwal yang ditentukan. Tidak ada permasalahan dengan logistik, peralatan semi elektronik, kartu suara dan lain-lain” jelas Sumanto setelah memantau pelaksanaan di empat desa tersebut. Pelaksanaan Pilkades tahap I tahun 2013 selanjutnya akan digelar pada hari Sabtu, tanggal 16 Februari 2013 di tiga desa, yakni desa Jeruk, kecamatan Miri, desa Banaran kecamatan Sambungmacan dan dan desa Kacangan kecamatan Sumberlawang.* Sumber : http://www.sragen.go.id/humas/dyh. ==--=-

×