Odontologi Forensik Ras Korban
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Odontologi Forensik Ras Korban

on

  • 969 views

 

Statistics

Views

Total Views
969
Views on SlideShare
969
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
24
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Odontologi Forensik Ras Korban Odontologi Forensik Ras Korban Document Transcript

  • 1BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangSering kali kita banyak dikejutkan oleh terjadinya bencana massal yang menyebabkankematian banyak orang. Selain itu kasus kejahatan yang memakan banyak korban jiwa jugacenderung tidak berkurang dari waktu ke waktu. Pada kasus-kasus seperti ini tidak jarang kitajumpai korban jiwa yang tidak dikenal sehingga perlu diidentifikasi..Identifikasi ilmu kedokteran gigi forensik adalah semua aplokasi dari disiplin ilmukedokteran gigi yang terkait dalam suatu penyelidikan dalam memperoleh data-data postmortem,berguna untuk menentukan otentitas dan identitas korban maupun pelaku demi kepentingan hukumdalam suatu proses peradilan dan menegakkan kebenaran.Forensik odontologi sudah dikenal sejak tahun 1894. Pada tahun 1894, Oscar Amudo yang lahir diMatanzas Cuba. Beliau mulai menerapkan gigi-geligi untuk penegakan hukum. Di Norwegia (1894)ditetapkan bahwa tim odontologi forensik terdiri maupun dari anggota kepolisian, seorang dokterahli patologi dan seorang dokter gigi.Ilmu forensik yang diperaktekkan di Indonesia mulai dikenal sejak peristiwa tenggelamnyakapal Tamponas pada bulan januari 1981 dan pada tahun 1997 di Palembang pada jatuhnya pesawatterbang Silk Air yang semua ini dipelopori oleh Kombes Pol (Purn) drg. Peter Sahelangi. Namun, diIndonesia sendiri praktek forensik dibilang sangat tertinggal jika dibandingkan praktek forensik dinegara maju. Selain ahlinya belum banyak, sarana pendukungya juga tidak difasilitasi dengan baikoleh pemerintah. Banyak dokter yang memandang sebelah mata terhadap ilmu forensik, karenabagian ini lebih banyak berkecimpung dengan mayat dengan kondisi yang sudah dingin danmembusuk, sebagian lagi karena menjadi dokter spesialis forensik tidak potensial untukmendatangkan keuntungan materi dibandingkan dengan menjadi spesialis lain.Pada prinsipnya identifikasi adalah prosedur penentuan identitas individu, baik hidupmaupun mati, yang dilakukan melalui pembandingan berbagai data dari individu yang diperiksadengan data dari orang yang disangka sebagai individu tersebut.Ada beberapa jenis identifikasi melalui gigi-geligi dan rongga mulut yang dapat dilakukandalam terapan semua disiplin Ilmu Kedokteran Gigi yang terkait pada penyelidikan demikepentingan umum dan peradilan serta dalam membuat keterangan ahli, salah satunya Identifikasiras korban dari ciri-ciri gigi.
  • 2Ras dibagi dalam 3 ras besar yaitu caucasoid, mongoloid, dan ras negroid. Kini terdapat raskhusus dan ras australoid yaitu ras aborigin dan ras-ras kecil di kepulauan pasifik. Hal ini terjadikarena adanya perkawinan campur dari ketiga ras tersebut pada jaman peperangan antar negara(perang dunia I dan perang dunia II).Dalam makalah ini kami mencoba membahas Identifikasi Ras Korban Dari Gigi-geligi danAntropologi Ragawi sehingga diharapkan dengan adanya makalah ini dapat memberikan informasidan wawasan lebih lanjut dari pembaca mengenai Identifikasi Ras Korban Dari Gigi-geligi danAntropologi Ragawi.1.2 Ruang LingkupMakalah ini disusun secara sistematis, yaitu :1. Identifikasi secara umum2. Pengertian ras secara umum3. Identifikasi ras korban dari ciri-ciri gigi4. Identifikasi ras korban dari lengkung gigi5. Identifikasi ras dari antropologi ragawi1.3 Tujuan PenulisanMakalah ini dibuat dengan tujuan bahan pembelajaran bagi mahasiswa kedokterangigi untuk memberi pengertian dan pemahaman tentang Identifikasi Ras Korban Dari Gigi-geligi dan Antropologi Ragawi. Maka diharapkan para calon dokter gigi ini dapat mengetahui apasaja yang dapat diidentifikasi melalui gigi dan. Makalah ini jga dibuat dengan tujuan untukmemenuhi tugas dari mata kuliah Forensik semester 6 FKG UPDM (B).
  • 3BAB IIPEMBAHASAN2.1 Identifikasi Secara UmumIdentifikasi merupakan upaya yang dilakukan dengan tujuan membantu penyidik untukmenentukan identitas seseorang.Identifikasi personal merupakan suatu masalah yang sering ditemukan dalam kasus pidanamaupun perdata. Menentukan identitas personal dengan tepat amat penting dalam penyelidikankarena adanya kekeliruan dapat berakibat fatal dalam proses peradilan.Identifikasi ilmu kedokteran gigi forensik adalah semua aplokasi dari disiplin ilmukedokteran gigi yang terkait dalam suatu penyelidikan dalam memperoleh data-data postmortem,berguna untuk menentukan otentitas dan identitas korban demi kepentingan hukum dalam suatuproses peradilan dan menegakkan kebenaran.Peran ilmu kedokteran forensik dalam identifikasi terutama pada jenazah tidak dikenal,jenazah yang rusak, membusuk, hangus terbakar dan kecelakaan masal, bencana alammengakibatkan banyak korban meninggal, serta potongan tubuh manusia atau kerangka. Selain ituidentifikasi forensik juga berperan dalam berbagai kasus lain seperti penculikan anak, bayi tertukaratau diragukan orangtua nya. Identitas seseorang yang dipastikan paling sedikit dua metode yangdigunakan untuk memberikan hasil positif (tidak meragukan).1. Pihak Yang Bertanggung Jawab1. Polisi, sebagai penanggung jawab identifikasi korban mati.2. Bantuan ahli : dokter forensik, dokter gigi forensik, ahli sidik jari, ahli DNA dan ahlilainnya2. Prinsip IdentifikasiDilakukan dengan komparasi pada data ante-mortem dan data post-mortem.Objek Komparasi :1. Circumstantial Evidence : pakaian dan barang milik korban2. Physical Evidence : pemeriksaan ciri luar dan pemeriksaan ciri dalam.3. Tujuan Identifikasi1. Kebutuhan etis dan kemanusiaan terhadap keluarganya2. Pemastian kematian seseorang secara resmi dan yudiitis3. Administratif4. Klaim dalam hukum publik dan perdata5. Klaim asuransi, pensiun dan lainnya6. Awal penyelidikan
  • 4Identifikasi secara umum antara lain :1. DokumenBerupa KTP, SIM, kredit card, kartu sekolah, kartu mahasiswa, kartu karyawan, danName Tag dari instansi korban. Pada korban yang tidak terdapat satu pun identitas, sehinggaperlu dilakukan identifikasi pada mayat tersebut.2. Pakaian atau busanaa. Bentuk pakaian berupa celana panjang atau pendek, gaun, sarung kebaya, dan sebagainya.b. Corak pakaian contohnya kembang-kembang, garis-garis, motif tertentu dan sebagainya.c. Merek pakaian yang dikenakan dapat diketahui dari konfeksi,tukang jahit, dansebagainya.d. Nomor binatu (Laundry Mark) yang kemungkinan ada dipakaian yang dikenakan.3. Perhiasan yang biasanya dapat diidentifikasi adalah bentuk perhiasan tersebut, terbuat dariapa perhiasan tersebut, inkripsi, dan merek perhiasan tersebut.4. Medisa. Ciri-ciri umumTinggi/berat badanJenis kelaminUmurWarna kulitRambut, kepala, kumis, jenmggotMata, hidung, mulut, gigi-geligi, dsbb. Ciri-ciri khususTahi lalatTompelBekas hamil, dsbc. CacatSumbingPatah tulang, dsb
  • 5Gambar 1. Memperlihatkan mayat berdiri dengan ciri-ciri yang terlihat pada seluruh tubuhnya.Urutan identifikasi umum pada mayatGambar 2. Memperlihatkan mayat berdiri dengan urutan identifikasi secara umum oleh karenaumumnya sebagian besar manusia di dunia ini menggunakann tangan kanan maka tangan dan kakikanan terlebih dahulu diidentifikasi baru kemudian tungkai kiri. Apabila mayat kidal makakebalikannya.
  • 65. Sidik JariSidik jari adalah suatu impresi dari alur-alur lekukan yang menonjol dari epidermispada telapak tangan dan jari-jari tangan atau telapak kaki dan jari-jari kaki, yang juga dikenalsebagai “dermal ridges” atau “dermal papillae”, yang terbentuk dari sutu atau lebih alur-aluryang saling berhubungan. Sidik jari mulai tumbuh sejak janin berusia 4 minggu hinggasempurna saat 6 bulan didalam kandungan.Keuntungan dari metode ini mudah dilakukan secara massal dan biaya yang murah.Medote ini membandingkan sidik jari jenazah dengan data sidik jari ante-mortem. Sampaisekarang, pemeriksaan sidik jari merupakan pemeriksaan yang diakui paling tinggiketepatannya untuk menentukan identitas seseorang. Dengan demikian harus dilakukanpenanganan yang sebaik-baiknya tehadap sidik jari tangan jenazah untuk pemeriksaan sidikjari, misalnya dengan melakukan pembungkusan kedua tangan jenazah dengan kantongplastik.Daktiloskopi adalah suatu sarana dan upaya pengenalan identitas diri seseorangmelalui suatu proses pengamatan dan penelitian sidik jari, yang dipergunakan untuk berbagaikeperluan/kebutuhan, tanda bukti, tanda pengenal, ataupun sebagai pengganti tanda tangan.Sifat-sifat khusus yang dimiliki sidik jari :1. Perennial nature, yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada kulit manusiaseumur hidup.2. Immutability, yaitu sidik jari seseorang tidak pernah berubah, kecuali mendapatkankecelakaan yang serius.3. Individuality, yaitu pola sidik jari adalah unik dan berbeda untuk setiap orang.Bentuk dan pola sidik jari terdiri dari 3 jenis :1. Whorl (melingkar) yaitu bentuk pokok sidik jari, mempunyai 2 delta dan sedikitnya satugaris melingkar di dalam pattern area, berjalan didepan kedua delta. Jenis whorl terdiridari Plain whorl, Central pocket loop whorl, Double loop whorl dan Accidental whorl.2. Loop adalah benrtuk pokok dari sidik jari dimana satu garis atau lebih datang dari satusisi lukisan, melereng, menyentuh atau melintasi suatu garis bayangan yang ditarik antaradelta dan core, berhenti atau cenderung berhenti ke arah sisi semula.3. Arch merupakan bentuk pokok sidik jari yang semua garis-garisnya datang dari satu sisilukisan, mengalir atau cenderung mengalir ke sisi yang lain dari lukisan itu, denganbergelombang naik ditengah-tengah. Pola ini bisa terlihat sebagai sebuah Flat Arch atauTented Arch.
  • 76. SerologiPenentuan golongan darah yang diambil baik dari dalam tubuh korban maupun darahyang berasal dari bercak-bercak yang terdapat pada pakaian, akan dapat mengetahui golongandarah pada korban. Bila orang yang diperiksa itu kebetulan termasuk golongan sekretor(penentuan golongan darah dapat dilakukan dari seluruh cairan tubuh), maka pemeriksaan iniselain untuk menentukan jati diri seseorang dalam arti sempit, akan bermanfaat pula dalammembantu penyidik, misalnya dalam kasus perkosaan, tabrak lari, serta kasus bayi yangtertukar dan penentuan bercak darah milik siapa yang terdapat pada senjata dan pada pakaiantersangka pelaku kejahatan didalam kasus-kasus pembunuhan.2.2 Identifikasi Ras KorbanRas dibagi dalam 3 ras besar yaitu caucasoid, mongoloid, dan ras negroid. Kini terdapat raskhusus dan ras australoid yaitu ras aborigin dan ras-ras kecil di kepulauan pasifik. Hal ini terjadikarena adanya perkawinan campur dari ketiga ras tersebut pada jaman peperangan antar negara(perang dunia I dan perang dunia II).Ras-ras tersebut mempunyai ciri-ciri tersendiri yang dapat digunakan sebagai saranaidentifikasi.Menurut Hoebel bahwa ciri-ciri khas yang berbeda tersebut disebabkan karena, sebagaiberikut :1. Dari komponen masyarakat sekitarnya/setempatnya2. Dari komponen perkawinan (pernikahan/garis keturunan)3. Dari komponen genetik4. Dari komponen ciri-ciri fisik, gigi dan mulutBeberapa rincian anatomis, terutama di wajah sering menunjukkan ras individual. Pada raskulit putih memiliki wajah yang menyempit dengan hidung yang agak meninggi dan dagu yangmenonjol. Ras kulit hitam memiliki hidung yang lebar dan subnasal yang berlekuk. Indian Amerikadan Asia memiliki bentruk tulang pipi yang menonjol dan tekstur gigi yang khas.1. Identifikasi Ras Korban Dari Ciri-ciri GigiCiri-ciri kelima ras tersebut ditinjau dari gigi insisive, premolar, dan molar, yaitu gigiinsisive dari cingulum, gigi premolar dari jarak mesiodistal dengan bucopalatal atau relasi jarakmesodistal dengan bucolingual dan gigi molar dari fissure, jumlah pit dan adanya carabelli ataupunjumlah gigi molar.Identifikasi ras tersebut antara lain :1. Ras caucasoidDengan ciri-ciri sebagai berikut :
  • 8a. Menurut Kierberger’55 dan Pederson’49, Permukaan lingual rata pada gigi seri/insisive(1.2 1.1, 2.1 2.2)b. Sering ditemukan gigi-geligi yang crowdedc. Gigi molar pertama bawah lebih panjang dan tapered (3.6, 4.6)d. Menurut Dalberg (1956) , bagian buko-palatal lebih kecil dari mesio-distal (P2, 1.5, 2.5)e. Sering ditemukan cusp carabelli dibagian palatal pada gigi 1.6, 2.6f. Lengkung rahang sempitGambar 3. Ras Caucasoid1. Memperlihatkan gigi incisive bagian atas tidak terdapat cingulum.2. Memperlihatkan gigi molar 1 dengan fissure dan dua pit yaitu pit distal dan pitmesial.3. Memperlihatkan cusp carabelli pada M1 atas pada bagian mesio palatal.2. Ras mongoloidDengan ciri-ciri sebagai berikut :a. Menurut Herdlicka (1921) bahwa gigi insisive mempunyai perkembangan penuh padapermukaan palatal bahkan lngual sehingga shovel shaped incisor cingulum jelas dominan(1.1, 1.2, 2.1, 2.2).b. Dens evaginatus. Aksesoris berbentuk tuberkel pada permukaan oklusal premolar bawahpada 1-4% ras mongoloid.c. Bentuk gigi molar segiempat dominanOleh karena itu satu individu tidak murni satu ras. Maka identifikasi gigi diperlukan untukpenentuan ras yang didapat dari penothype gigi dari genotype nya.
  • 9Gambar 4. Memperlihatkan adanya cingulum pada permukaan palatal pada gigi incisiveatas dan gigi incisive berbentuk sekop.Gambar 51. Memperlihatkan adanya Dens evaginatus pada permukaan oklusal premolar bawahpada 1-4% ras mongoloid.2. Memperlihatkan bentuk gigi molar 1 bawah segiempat dominan.3. Ras NegroidDengan ciri-ciri sebagai berikut :a. Menurut R. Biggerstaf bahwa akar premolar cenderung membelah atau terdapat tiga akar(trifurkasi). (1.4, 1.5, 2.4, 2.5)b. Bimaxillary protusionc. Molar ke-4 sering ditemukan (banyak ditemukan)d. Premolar pertama terdapat 2 atau 3 cusp (1.4, 2.4)e. Gigi molar berbentuk segiempat membulat
  • 10Gambar 6. Ras Negroid4. Ras australoidYang termasuk dalam ras ini adalah : suku aborigin dan suku-suku kepulauan kecilpasifik.5. Ras khususRas khusus ini menurut Nursil Luth dan Daniel Fernandez (1995), yaitu :a. BrushmanSuku ini bermukim di negara Spanyol.b. VedoidSuku ini bermukim di Afrika Tengah.c. PolynesianSuku ini bermukim di pulau-pulau kecil di lautan Hindia dan lautan Afrika.d. AinuSuku ini bermukim di kepulauan kecil di Jepang.Gambar 7. Memperlihatkan gigi depan dari ras khusus relatif semua gigi incisive hampirsama.
  • 112. Identifikasi Ras Korban Dari Lengkung GigiIdentifikasi ras melalui lengkung gigi mempunyai 5 jenis :Gambar 8a. Memperlihatkan lengkung gigi yang berbentuk elipsoid ciri ini dapat didentifikasi sebagai rasmongoloid.b. Memperlihatkan lengkung gigi berbentuk U yang dapat diidentifikasi sebagai ras negroid.c. Memperlihatkan lengkung gigi berbentuk paraboloid yang dapat diidentifikasi sebagai rascaucasoid.Gambar 9a. memperlihatkan lengkung rahang berbentuk paraboloid yang lebar degan gigi incisiveyang besar-besar hal ini dapat diidentifikasikan sebagai ras australoid.b. Memperlihatkan lengkung rahang berbentuk U yang sangat nyata sedangkan gigi incisivekecil-kecil hal ini dapat diidentifikasikan sebagai ras khusus.3. Identifikasi Ras Dari Antropologi RagawiIdentifikasi ini antara lain melalui foramen orbitalis, os concae, mastoideus, foramenoccipitalis magnum dan outline tulang tengkorak.1. Identifikasi melalui Foramen OrbitalisCiri-ciri foramen orbitalis pad aras besar sangat berbeda hal ini dapat jelas terlihatpada mayat yang sudah jadi tengkorak apabila korban masih jenazah maka harus dilakukanproyeksi rontgenografi posterior-anterior atau anterior-posterior. Ciri-ciri pasa ras caucasoid,
  • 12foramen orbitalis nya simetris seperti kacamata yang lengkung ke medialis lebih sempit.Sedangkan ras mongoloid ciri-ciri foramen orbitalis simetris kiri dan kanan terbentuk agakbulat. Sedangkan, pada ras negroid memiliki ciri-ciri foramen orbitalisnya seperti kacamatatetapi lengkung distalisnya lebih kecil.Gambar 10. Memperlihatkan berbagai macam bentuk foramen orbitalis sesuai dengan rasmasing-masing.2. Identifikasi ras melalui Os. ConcaeOs Concae mempunyai bentuk yang berbeda-beda pada setiap ras, ras caucasoidmempunyai concae yang paling kecil dibandingkan dengan ras lain.Ciri-ciri ras caucasoid melalui Os Concae seperti bentuk biji mete dan agak kecilsedangkan pada ras mongoloid sangat besar berbentuk bundar dengan dibagi dua dengansepta. Pada ras negroid memiliki ciri-ciri seperti buah jambu dengan dibagi dua dengan septa.3. Identifikasi ras melalui Os MastoideusPada ras caucasoid, tonjolan sudut Os Mastoideus hampir tegak lurus. Pada rasmongoloid, tonjolan sudut Os Mastoideus membulat mendekati rahang bawah atau lebih kemedialis. Sedangkan, pada ras negroid tonjolan Os Mastoideus hampir sejajar dengan tulangtengkorak outline tulang tengkorak posterior.4. Identifikasi ras melalui outline tulang tengkorakOutline tulang tengkorak masing-masing ras berbeda dan gambar ini memperlihatkan bentuktulang kepala.
  • 13Gambar 11. Outline tulang tengkorak masing masing rasa. Memperlihatkan outline dan bentuk tulang kepala sari ras caucasoidb. Memperlihatkan outline dan bentuk tulang kepala sari ras mongoloidc. Memperlihatkan outline dan bentuk tulang kepala sari ras negroidd. Memperlihatkan outline dan bentuk tulang kepala sari ras khusus. Memperlihatkan outlinedan bentuk tulang kepala sari ras australoidMorfologi cranium :1. Ras caucasoida. Tipe cranium dolichocephalic (panjang)b. Tulang zygomaticus cenderung mundur terhadap tulang fasialc. Apertura nasalis sangat sempit dan tepi bawahnya tajamd. Dasar tulang orbita cenderung miring kebawahe. Palatum rrelatif sempit dan cenderung berbentuk segitigaf. Sutura zygomaticomaxillaris cenderung membelokg. Persentase sutura metopika cenderung lebih tinggi dibanding 2vras lainnya
  • 142. Ras Mongoloida. Tipe cranium cenderung memiliki tulang zygomaticus yang menonjolb. Lebar apertura nasalis sedang dan tepi bawah nasal agak runcingc. Tulang orbita cenderung sirkulaird. Tulang palatum lebarnya sedange. Sutura zygomaticomaxillaris cenderung lurus3. Ras Negroida. Tipe cranium mesocephalic (sedang)b. Tulang zygomaticus tidak begitu menjorok ke depan relatif terhadap tulang fasialc. Apertura nasalis sangat lebar dan tepi bawah tulang nasalis tumpuld. Tulang orbita cenderung persegi empat dan jarak interorbitas lebare. Tulang palatum cenderung sangat lebar dan agak persegi empatf. Alveolus anterior pada maxilla dan mandibula cenderung sangat prognathisg. Sering didapati coronal posterior pada sutura coronariah. Sutura zygomaticomaxillaris cenderung membentuk huruf S
  • 15BAB IIIPENUTUP3.1 KesimpulanIdentifikasi ilmu kedokteran gigi forensik adalah semua aplikasi dari disiplin ilmu kedokterangigi yang terkait dalam suatu penyidikan dalam memperoleh data-datapostmortem, berguna untukmenentukan otentitasdan identitas korban maupun pelaku demi kepentingan hukum dalam suatuproses peradilan dan menegakkan keadilan.Peran ilmu kedokteran forensik dalam identifikasi terutama pada jenazah tidak dikenal,jenazah yang rusak, membusuk, hangus terbakar dan kecelakaan masal, bencana alam mengakibatkanbanyak korban meninggal, serta potongan tubuh manusia atau kerangka. Selain itu identifikasiforensik juga berperan dalam berbagai kasus lain seperti penculikan anak, bayi tertukar ataudiragukan orangtua nya. Identitas seseorang yang dipastikan paling sedikit dua metode yangdigunakan untuk memberikan hasil positif (tidak meragukan).Ras dibagi menjadi 3 ras besar yaitu ras caucasoid, ras mongoloid dan ras negroid. Namunkarena terjadinya peperangan antar negara (perang dunia I dan perang dunia II) disertai dengan jamanpenjajahan dari ras caucasoid maupun ras mongoloid serta ras negroid maka terjadilah kawin campurakibatnya terdapat ras khusus dan ras australoid yaitu ras amborigin dan ras-ras kecil dikepulauanpasfik.Identifikasi ras korban dari gigi geligi dan antropologi ragawi, meliputi:1. Identifikasi ras korban dari ciri-ciri gigi2. Identifikasi ras korban dari lengkung gigi3. Identifikasi ras korban dari antropologi ragawi