Sejarah Khalifah dan Imamah

1,560 views
1,375 views

Published on

Semua tentang Imamah...

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,560
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
39
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sejarah Khalifah dan Imamah

  1. 1. SEJARAHKEKHALIFAHAN PLAY
  2. 2. NAMA ANGGOTA KELOMPOK11522023 • Breggy Firosi11522045 • Azmi Lestari11522055 • Aditya Surya Wardhana11522087 • Febraria Bagus Indrawan11522333 • Grahita Prisca Brilianti11522205 • Toufiq Setya Rifa’i
  3. 3. • Menurut bahasa: – Imamah yaitu keimaman, kepemimpinan, pemerintahan.• Menurut istilah : – Imamah adalah kepemimpinan yang berkaitan dengan urusan keagamaan dan urusan dunia sebagai pengganti fungsi rasulullah SAW.
  4. 4. • Dasar Imamah – Firman Allah yang artinya : • “Hai orang-orang yang beriman taatlah kalian semua pada Allah, Rasulullah, dan Ulil Amri diantara kamu.” – Hadist Nabi yang artinya : • “Barangsiapa yang mati dan tidak mempunyai bai’at (sumpah setia) di pundaknya, maka ia mati sebagaimana di masa jahiliyah.”• Sebagian kecil ulama mengatakan bahwa hukum mendirikan imamah adalah mubah. Pendapat ini banyak ditenang oleh para fuhaqa.
  5. 5. • Mayoritas fuqaha berpendapat bahwa tidak boleh ada 2 imam baik dalam lingkup satu kawasan ataupun beberapa kawasan.• Imam Haramain, Abu Mansur, al Baghdadi, Abu Shabah as Samarqandi dan beberapa ulama mutaakhirin mengatakan bahwa ta’adudul imam (banyak imam) dalam penjuru dunia diperbolehkan.
  6. 6. • Menjaga dan melestarikan hukum-hukum keagamaan, serta memberantas tindakan- tindakan yang berbau bid’ah dan keluar dari syariat Islam.• Memerangi musuh yang mengancam keamanan Negara dan bangsa.• Mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan Negara.• Menjaga keamanan dan keadilan warganya.
  7. 7. 1. Islam, merdeka, laki-laki, baligh, dan berakal.2. Sehat anggota badan dari kekurangan.3. Mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang baik.4. Berkepribadian yang kuat, pemberani, dan tidak mudah menyerah.5. Mempunyai keberanian dan kekuatan.6. Mempunyai misi dan visi yang jelas.7. A’dallah (adil).8. Sehat panca indra.
  8. 8. • Menurut Ahlul Bait – Imamah dipilih oleh Allah. Ini bukan masalah warisan, karena jika demikian maka Imam Husain (sa.) tidak boleh menjadi imam, setelah kesyahidan Imam Hasan (sa.).• Allah SWT mengatakan, kepemimpinan yang ditunjuk Allah tidak datang untuk orang-orang yang berbuat salah, bahkan jika orang itu adalah keturunan Abraham.• Masalah kenabian bukanlah masalah warisan. Anak nabi tidak harus selalu menjadi nabi.
  9. 9. • Allah memilih seorang raja atau imam karena Allah tahu siapa orang yang paling memenuhi syarat untuk menempati posisi kepemimpinan.• Beberapa Imamah yang dipilih Allah karena keturunannya : – Imam Syafi’i (beliau masih termasuk sanak kadang Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau Shallallahu alaihi wa sallam, yaitu Hasyim bin Abdu Manaf (saudara al- Muththalib). – Imam Khomeini (beliau merupakan keturunan dari ulama-ulama besar di Iran dan bermarga Musavi.
  10. 10. • Nabi Muhammad Mengangkat seorang anggota Keluarganya menjadi Penggantinya/ Penerusnya (Wasiy) dan sebagai Imam Pertama bagi umatnya. – Menurut pendapat Sunni : • Suni sama sekali tidak mengakui kedudukan Ali Bin Abi Thalib sebagai Wasiy Nabi SAW – Menurut pendapat Syiah : • Memaknai sebagai isyarat dari Nabi Muhammad SAW bahwa Ali bin Abi Thalib adalah merupakan Penerus/Pengganti (wasiy) Beliau SAW untuk memimpin umat sebagai Imam Pertama.
  11. 11. • Nabi Muhammad mempunyai 12 orang Imam dari keturunan Penggantinya – Menurut pendapat Sunni : • Berpendapat bahwa pengangkatan ke-12 Imam ini adalah berdasarkan pemilihan/kesepakatan umat Islam. – Menurut pendapat Syi’ah : • Mengakui adanya 12 Imam setelah Nabi Muhammad (saw) sebagai pemimpin umat.
  12. 12. • Penggantinya Nabi Muhammad dan keturunannya di sucikan untuk menjadi Imam Universal. – Menurut pendapat Sunni : • Dan penyucian tersebut se-mata2 bertujuan untuk menyucikan Ahlul Bayt Nabi SAW dari semua dosa, tidak ada tujuan lainnya. – Menurut pendapat Syi’ah : • Penyucian yang dimaksud pada QS. Al Ahzab [33]: 33 hanya berkena-an dengan anggota keluarga (Ahlul Bayt) Nabi Muhammad SAW, yang terdiri dari Nabi SAW sendiri, anaknya (Fatimah Az-Zahra), menantu-nya (Ali bin Abi Thalib) dan kedua cucunya (Hasan & Husein). Sedang-kan isteri2 Nabi SAW tidak termasuk didalamnya. Asbabun Nuzul ayat ini diperkuat dengan Hadist Al Kisa yang diakui oleh seluruh umat Islam sebagai Hadist Muttawatir.
  13. 13. • Kepemimpinan Penggantinya di khianati oleh sebagian umatnya – Menurut pendapat Sunni : • Karena tidak mengakui pengangkatan Imam Ali bin Abi Thalib sebagai Penerus/Pengganti Nabi Muhammad SAW dengan kedudukan Imam (pemimpin) bagi umat Islam, maka Golongan Suni berpandangan tidak ada perbuatan penghianatan terhadap kepemimpinan Penerus/-Pengganti Nabi Muhammad saw. – Menurut pendapat Syiah : • Pengangkatan Ali bin Abi Thalib sebagai Imam (pemimpin) umat Islam (setelah Nabi SAW) oleh Nabi Muhammad SAW sendiri di Gadhir Khum adalah merupakan ketetapan Nabi SAW yang wajib di taati.
  14. 14. • Menurut mazhab Syiah, Imamah dan kepemimpinan umat itu baru dianggap legal bila ditetapkan oleh Allah SWT.• Rasulullah adalah sosok manusia agung yang menjadi pilihan Allah SWT untuk mengemban risalahNya.

×