• Like
  • Save
Kebijakan pengembangan profesi guru
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Kebijakan pengembangan profesi guru

on

  • 1,893 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,893
Views on SlideShare
1,893
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
19
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Kebijakan pengembangan profesi guru Kebijakan pengembangan profesi guru Presentation Transcript

    • Oleh TIM PLPG 2013 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN RADEN INTAN LAMPUNG
    • PROFESI adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian PROFESIONAL adalah orang yang melakukan sesuatu bidang atau pekerjaan dengan dilandasi keahlian, teori , norma dan kode etik yang jelas yang memerlukan imbalan tertentu dalam melakukannya.
    • PROFESIONALISASI Adalah proses membuat suatu badan organisasi agar menjadi profesional. PROFESIONALITAS Adalah suatu sebutan terhadap kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk dapat melakukan tugas-tugasnya
    •  Tinggi rendahnya pengakuan profesionalisme sangat bergantung kepada keahlian dan tingkat pendidikan yang ditempuh
    • Suatu paham atau teori yang mengajarkan bahwa segala sesuatu pekerjaan harus dilandasi dengan keahlian tertentu. GPAI YANG PROFESIONAL Adalah GPAI yang melakukan proses pembelajaran agama Islam dengan dilandasi keahlian, teori , norma dan kode etik tertentu sebagai panggilan jiwanya dan merupakan pekerjaan utama serta sumber penghidupannya .
    • 1. 2. 3. 4. 5. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati standar ideal. Meningkatkan dan memelihara citra profesi. Memanfaatkan setiap kesempatan pengembangan profesional. Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi. Memiliki kebanggaan terhadap profesinya.
    •   UUGD Nomor 14 Tahun 2005 , semua guru di Indonesia minimal berkualifikasi akademik DIV atau S-1 program studi yang sesuai dengan bidang/jenis mata pelajaran yang dibinanya. Guru PAI pada SD/MI SMP/MTs, SMA/MA/SMK atau bentuk lain yang sederajat, harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) program studi PAI yang terakreditasi.
    •   Kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Empat kompetensi guru tersebut bersifat holistik, merupakan satu kesatuan utuh yang saling terkait.
    • Menurut Pasal 11 UUGD Nomor 14/2005 bahwa salah satu syarat profesional, guru PAI harus sudah lulus proses sertifikasi.    Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah. Sertifikasi pendidik dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Sertifikasi bagi calon guru dilaksanakan melalui pendidikan profesi, yaitu pendidikan selama satu tahun setelah S1 (baik bagi alumni keguruan atau non keguruan) yang diakhiri dengan uji kompetensi keguruan.
    • PROFESIONAL GPAI memandang tugas sebagai bagian dari ibadah GPAI memandang profesi guru adalah mulia dan terhormat GPAI menganggap kerja itu adalah amanah GPAI memandang profesi guru sebagai panggilan jiwa GPAI menganggap kerja itu nikmat dan menyenangkan GPAI menganggap kerja itu sebagai bentuk pengabdian GPAI memiliki rasa/ruhul jihad dalam mengajarnya GPAI mempelajari setiap aspek dari tugasnya AMATIR GPAI memandang tugas semata-mata bekerja GPAI memandang profesi guru biasa saja GPAI memandang kerja itu hanya mencari nafkah GPAI memandang profesi guru sebagai keterpaksaan GPAI memandang kerja itu beban dan membosankan GPAI memandang kerja itu murni mencari penghasilan GPAI mengajar sekedar menggugurkan kewajiban GPAI amatir mengabaikan untuk mempelajari tugasnya
    • GPAI akan secara cermat menemukan apa yang diperlukan dan diinginkan GPAI memandang, berbicara, dan berbusana secara sopan dan elegan GPAI akan menjaga lingkungan kerjanya selalu rapi dan teratur GPAI bekerja secara jelas dan terarah GPAI amatir menganggap sudah merasa cukup apa yang diperlukan dan dinginkan GPAI amatir berpenampilan dan berbicara semaunya GPAI amatir tidak memperhatikan lingkungan kerjanya GPAI amatir bekerja secara tidak menentu dan tidak teratur GPAI tidak membiarkan terjadi GPAI amatir mengabaikan atau kesalahan menyembunyikan kesalahan GPAI berani terjun kepada tugas-tugas GPAI amatir menghindari pekerjaan yang sulit yang dianggap sulit GPAI akan mengerjakan tugas secepat GPAI amatir akan membiarkan mungkin pekerjaannya terbengkalai GPAI akan senantiasa terarah dan GPAI amatir bertindak tidak terarah optimistik dan pesimis
    • GPAI PROFESIONAL GPAI AMATIR GPAI akan memanfaatkan dana secara cermat GPAI bersedia menghadapi masalah orang lain GPAI menggunakan nada emosional yang lebih tinggi seperti antusias, gembira, penuh minat, bergairah GPAI amatir akan menggunakan dana tidak menentu GPAI amatir menghindari masalah orang lain GPAI amatir menggunakan nada emosional rendah seperti marah, sikap permusuhan, ketakutan, penyesalan, dan sebagainya GPAI akan bekerja sehingga sasaran tercapai GPAI menghasilkan sesuatu melebihi dari yang diharapkan GPAI menghasilkan sesuatu produk atau pelayanan bermutu GPAI mempunyai janji untuk masa depan GPAI amatir akan berbuat tanpa mempedulikan ketercapaian sasaran GPAI amatir menghasilkan sekedar memenuhi persyaratan GPAI amatir menghasilkan produk atau pelayanan dengan mutu rendah GPAI amatir tidak memiliki masa depan yang jelas
    •     In-house training (IHT), yaitu pelatihan yang dilaksanakan secara internal di kelompok kerja guru, sekolah atau tempat lain yang ditetapkan untuk menyelenggarakan pelatihan. Kemitraan sekolah. Pelatihan melalui kemitraan sekolah dapat dilaksanakan antara sekolah yang baik dengan yang kurang baik, antara sekolah negeri dengan sekolah swasta, dan sebagainya. Belajar jarak jauh. Pelatihan melalui belajar jarak jauh dapat dilaksanakan tanpa menghadirkan instruktur dan peserta pelatihan dalam satu tempat tertentu, melainkan dengan sistem pelatihan melalui internet dan sejenisnya. Pelatihan berjenjang. Pelatihan jenis ini dilaksanakan di lembaga-lembaga pelatihan yang diberi wewenang, di mana program disusun secara berjenjang mulai dari jenjang dasar, menengah, lanjut dan tinggi.
    •  Kursus singkat ( di PT atau tempat lain). Kegiatan ini bertujuan untuk melatih meningkatkan kemampuan guru dalam beberapa kemampuan seperti kemampuan melakukan penelitian tindakan kelas, menyusun karya ilmiah, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran, dan lain-lain sebagainya.  Pembinaan internal oleh sekolah . Ini dilaksanakan oleh kepala sekolah dan guru-guru yang memiliki kewenangan membina, melalui rapat dinas, rotasi tugas mengajar, pemberian tugas-tugas internal tambahan, diskusi dengan rekan sejawat dan sejenisnya.  Pendidikan lanjut . Ini merupakan alternatif bagi peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru. Pengikutsertaan guru dalam pendidikan lanjut ini dapat dilaksanakan dengan memberikan tugas belajar, baik di dalam maupun di luar negeri bagi guru yang berprestasi.  Diskusi masalah-masalah pendidikan . Ini diselenggarakan secara berkala dengan topik diskusi sesuai dengan masalah yang dialami di sekolah. Seminar. Pengikutsertaan guru di dalam kegiatan seminar dan pembinaan publikasi ilmiah juga dapat menjadi strategi pembinaan berkelanjutan bagi peingkatan keprofesian guru. 
    •      Workshop. Workshop dilakukan untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi pembelajaran, peningkatan kompetensi maupun pengembangan karirnya. Workshop dapat dilakukan misalnya dalam kegiatan menyusun KTSP, analisis kurikulum, pengembangan silabus, penulisan RPP, dan sebagainya. Penelitian. Penelitian dapat dilakukan guru dalam bentuk penelitian tindakan kelas, penelitian eksperimen ataupun jenis yang lain dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran. Penulisan buku/bahan ajar . Bahan ajar yang ditulis guru dapat berbentuk diktat, buku pelajaran ataupun buku dalam bidang pendidikan. Pembuatan media pembelajaran . Media pembelajaran yang dibuat guru dapat berbentuk alat peraga, alat praktikum sederhana, maupun bahan ajar elektronik atau animasi pembelajaran. Pembuatan kar ya teknologi/kar ya seni. Karya teknologi/seni yang dibuat guru dapat berupa karya yang bermanfaat untuk masyarakat atau kegiatan pendidikan serta karya seni yang memiliki nilai estetika yang diakui oleh masyarakat.
    •      Etika kerja merupakan landasan batin untuk melahirkan perilaku kerja GPAI agar dapat menghasilkan kualitas pribadi dan kinerja yang efektif, efisien, dan produktif. Etika kerja lazimnya dirumuskan atas kesepakatan para pendukung pekerjaan itu dengan mengacu pada sumber-sumber dasar nilai dan moral tertentu. Rumusan etika kerja yang disepakati bersama itu disebut kode etik. Etos kerja merupakan kondisi internal yang mendorong dan mengendalikan perilaku pekerja ke arah terwujudnya kualitas kerja yang ideal Loyalitas kerja merupakan kondisi internal dalam bentuk komitmen pekerja terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan pekerjaannya
    •    SALAM TIM PLPG 2013 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN RADEN INTAN LAMPUNG