KONDISI KEPENDUDUKAN
DI PROPINSI JAWA TENGAH
Nurin Haq Swarsingkin
10/305049/GE/6960
Fakultas Geografi Universitas Gadjah ...
Penduduk Jawa Tengah

Laki-Laki
Peremppuan

1991
1992
1993
1994
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2006
2007
2008
2009
201...
disebabkan mungkin karena banyaknya masyarakat Jawa Tengah yang bermigrasi
keluar provinsi Jawa Tengah untuk mendapatkan p...
juga akan memicu timbulnya disparitas upah kerja antara pekerja perempuan dan
pekerja laki-laki.

Rata-Rata Jam Kerja
Semi...
Berkurangnya penduduk miskin memberikan dampak yang positif terhadap
garis kemiskinan. Disebabkan pendapatan perkapita per...
Jumlah Penduduk Miskin
7,000
R
i
b
u
O
r
a
n
g

6,000
5,000
4,000
3,000

Jumlah Penduduk Miskin

2,000
1,000
2005

2008

2...
PDRB Atas Dasar Harga Konstan
2000
25000000
20000000
15000000

PDRB Atas Dasar
Harga Konstan
2000

10000000
50000000
0
200...
untuk masuk dan keluar dari sektor ini, menyebabkan sektor perdagangan diminati
oleh sebagian besar angkatan kerja, walaup...
LAMPIRAN
Tabel 1. Garis Kemiskinan
Garis Kemiskinan
Wilayah

(Rp/Kapita/Bln)
2000

2005

2008

2009

2010

2011

-

130,01...
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
60000000
50000000
40000000
30000000

PDRB Atas Dasar
Harga Berlaku

20000000
10000000
0
2000...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Kondisi kependudukan

174

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
174
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kondisi kependudukan

  1. 1. KONDISI KEPENDUDUKAN DI PROPINSI JAWA TENGAH Nurin Haq Swarsingkin 10/305049/GE/6960 Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada nurinhaq@gmail.com Pembangunan Sumberdaya manusia mempunyai tujuan akhir yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan (welfare) masyarakat. Indikator kesejahteraan masyarakat sangat banyak mencakup fisik maupun non-fisik. Kesejahteraan yang mencakup non-fisik adalah factor lingkungan dan psikis yang bahagia sedangkan kesejahteraan fisik antara lain hidup lama dan sehat, berpendidikan, serta hidup diatas garis kemiskinan. Kesejahteraan masyarakat salah satunya dapat dilihat dari jumlah penduduk baik laki-laki maupun perempuan dan angkatan kerja yang ada di suatu wilayah. Rata-Rata Jumlah penduduk Jawa Tengah dari tahun ke tahun semakin meningkat (Gambar 1). Peningkatan penduduk secara signifikan ada pada setelah tahun 1994 hingga tahun 1999. Hal ini dikarenakan program KB (Keluarga Berencana) yang pernah digencarkan oleh presiden Soeharto kurang digalakkan kembali oleh presiden pada masa selanjutnya. Sehingga pada periode ini program KB dianggap gagal karena banyak pasangan muda yang menikah dan mempercepat kehamilannya karena untuk segera memiliki keturunan. Kemudian penduduk yang telah memiliki anak ingin juga memiliki anak lagi, misal karena tuntutan keluarga dan sebagainya. Namun pada akhir tahun 2000an program KB kembali aktif dan digalakkan, dan masyarakat pun kembali berpartisipatif, sehingga jumlah penduduk dapat kembali terkontrol dengan baik. Jawa Tengah merupakan daerah pengirim migran terbesar di Indonesia. Pada tahun 2010 sebanyak 2108 jiwa telah melakukan transmigrasi keluar wilayah Jawa Tengah. Sehingga fluktuasi Jumlah penduduk salah satunya dapat pula dipengaruhi oleh arus migrasi. Tingginya migrasi keluar Jawa Tengah menunjukkan bahwa telah banyak penduduk Jawa Tengah yang berfikir akan lebih sejahtera secara ekonomi apabila bermigrasi ke lain daerah.
  2. 2. Penduduk Jawa Tengah Laki-Laki Peremppuan 1991 1992 1993 1994 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2006 2007 2008 2009 2010 J u m l a h 17,000,000 16,500,000 16,000,000 15,500,000 15,000,000 14,500,000 14,000,000 13,500,000 13,000,000 12,500,000 Tahun Gambar 1. Grafik Jumlah Penduduk Jawa Tengah 1991-2010 Jumlah Angkatan Kerja di propinsi Jawa tengah semakin meningkat searah dengan peningkatan jumlah penduduk. Tahun 2004 hingga tahun 2010 terjadi Fluktuasi yang begitu signifikan terhadap jumlah angkatan kerja yang ada di Propinsi Jawa Tengah (Gambar 2). Fluktuasi angkatan kerja bisa dikarenakan perubahan demografinya serta ketersediaan lapangan kerja dan persaingan kerja yang ada di wilayah tersebut. Perubahan demografi memiliki banyak factor seperti migrasi, kelahiran, dan kematian yang berorientasi kepada kesehatan. Tingginya tingkat kesehatan masyarakat dapat di ketahui melalui table LOM. Berdasarkan SP 2000 Estimasi Level Mortalitas propinsi Jawa Tengah sebesar 20.17. Semakin tinggi angka LOM maka semakin tinggi angka harapan hidup seseorang. Kemudian semakin tinggi angka harapan hidup seseorang maka semakin tinggi jumlah angkatan kerja yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, seseorang harus bekerja sehingga apabila angkatan kerja mengalami penurunan dapat dipastikan terjadi arus migrasi yang tinggi atau terjadi penurunan jumlah penduduk di wilayah tersebut. Jumlah penduduk juga mempengaruhi angkatan kerja. Dengan jumlah penduduk yang secara relatif dari tahun ke tahun menurun, diikuti juga oleh angkatan kerja yang secara relatif meningkat. Hal ini sangat berkaitan erat, karena jikalau jumlah penduduk meningkat, maka jumlah angkatan kerja pun ikut meningkat. Namun pada 2010 jumlah angkatan kerja provinsi Jawa Tengah menurun. Hal ini
  3. 3. disebabkan mungkin karena banyaknya masyarakat Jawa Tengah yang bermigrasi keluar provinsi Jawa Tengah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan layak dan menetap selamanya di daerah tujuan serta menjadi warga di daerah tujuan. Angkatan Kerja 18,000,000 17,500,000 J u m l a h 17,000,000 16,500,000 16,000,000 15,500,000 15,000,000 Angkatan Kerja 14,500,000 14,000,000 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2006 2007 2008 2009 2010 13,500,000 Tahun Gambar 2. Angkatan Kerja yang bekerja Seminggu yang Lalu Pekerjaan dan produktivitas seseorang tergantung dari tingginya jam kerja masyarakat dalam seminggunya. Semakin tinggi rata-rata jam kerja maka produktivitas seseorang diharapkan semakin tinggi karena orang yang bekerja lebih lama akan menghasilkan sesuatu yang lebih banyak. Sebagai contohnya seorang karyawan pengemas teh yang bekerja 15 jam sehari akan lebih banyak mengehasilkan kemasan-kemasan teh dibandingkan dengan seorang karyawan pengemas teh yang hanya bekerja 5 jam perhari. Akan tetapi tingginya rata-rata jam kerja ini belum dapat ditempatkan untuk para Pegawai Negeri yang memiliki sistem sendiri yaitu berdasarkan lama bekerja (tahun) dan pendidikan terakhir yang ditamatkan (graduate). Rata-rata jam kerja di propinsi Jawa Tengah cenderung stabil baik pada LakiLaki maupun perempuan. Rata-rata jam kerja laki-laki lebih tinggi dibandingkan rata-rata jam kerja pada perempuan. Ketimpangan rata-rata jam kerja dikarenakan masih tingginya asumsi bahwa laki-laki adalah tulang punggung keluarga sehingga laki-laki harus bekerja lebih keras dan lebih menghasilkan uang dibandingkan perempuan. Perbedaan rata-rata jam kerja antara laki-laki dan perempuan tersebut
  4. 4. juga akan memicu timbulnya disparitas upah kerja antara pekerja perempuan dan pekerja laki-laki. Rata-Rata Jam Kerja Seminggu Yang Lalu J a m 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Laki-Laki Perempuan 2000 2001 2002 2003 2004 2006 2007 2008 2009 2010 Tahun Gambar 3. Rata-Rata Jam Kerja Seminggu yang lalu Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Berdasarkan yang terlihat pada grafik tingkat kemiskinan, garis kemiskinan mengalami gradual naik untuk beberapa tahun terakhir dan diiringi semakin sedikitnya jumlah penduduk miskin serta adanya perubahan jumlah tenaga kerja. Keterkaitan hal tersebut sangat mendukung dalam analisis tingkat kemiskinan. Penduduk miskin yang berada di provinsi Jawa Tengah dari tahun ke tahun menurun jumlahnya. Disebabkan terkait angkatan kerja yang telah bekerja di luar provinsi Jawa Tengah dan memberi atau membagi pendapatannya untuk keluarganya yang masih tinggal di provinsi Jawa Tengah untuk kelangsungan hidupnya, sehingga penduduk miskin dapat berkurang. Beberapa penduduk yang dulunya miskin, kini menjadi lebih sejahtera, disebabkan beberapa keluarganya yang berani dan berkorban pergi keluar provinsi Jawa Tengah untuk mendapatkan pekerjaan dengan tujuan memperbaiki kehidupan kesejahteraan keluarganya. Hal ini nantinya akan berdampak pada garis kemiskinan.
  5. 5. Berkurangnya penduduk miskin memberikan dampak yang positif terhadap garis kemiskinan. Disebabkan pendapatan perkapita perbulannya meningkat setiap tahunnya. Banyak penduduk yang dulunya hanya mengandalkan sektor pertanian saja sebagai lahan untuk mendapatkan uang, kini mereka tidak lagi hidup di sektor pertanian saja, namun dengan menambahkan ke sektor lainnya seperti, perdagangan, industri, jasa, dan sebagainya. Hal ini disebabkan diberikannya modal yang berasal dari beberapa keluarganya yang telah bekerja di luar provinsi Jawa Tengah. Dilakukan sebagai penopang kelangsungan hidup keluarga. Garis Kemiskinan 250,000 R p / K a p i t a / b l n 200,000 150,000 100,000 Batas Kemiskinan 50,000 2005 2008 2009 2010 Tahun Gambar 4. Garis Kemiskinan Kaitan antara garis kemiskinan dan jumlah penduduk miskin, karena tahun terakhir garis kemiskinan naik sedangkan jumlah penduduk miskin makin sedikit menandakan semakin banyaknya penduduk yang mulai bisa menghidupinya sendiri sehingga garis kemiskinan dapat naik. Hal ini diupayakan dan lumayan menampilkan hasil positif, oleh pemerintah diupayakan program desa mandiri sehingga mengurangi ketergantungan penduduk desa terhadap hal lain di luar desa. Harapan pemerintah akan hal tersebut menjadi lebih baik saat hasil desa bisa di pasarkan ke luar desa sehingga menjadikan penduduk desa lebih produktif.
  6. 6. Jumlah Penduduk Miskin 7,000 R i b u O r a n g 6,000 5,000 4,000 3,000 Jumlah Penduduk Miskin 2,000 1,000 2005 2008 2009 2010 Tahun Gambar 5. Jumlah Penduduk Miskin Semakin meningkatnya garis kemiskinan menunjukkan daya beli masyarakat semakin tinggi. Peningkatan daya beli masyarakat dapat menandakan bahwa tingkat ekonomi masyarakat semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat pula pada prosentase inflasi propinsi Jawa Tengah yang semakin merendah dari tahun 2005 hingga tahun 2010. Selain itu, PDRB (Product Domestic Regional Bruto) juga mengalami peningkatan. Inflasi Tahunan propinsi Jawa Tengah 12 P e r s e n 10 8 6 Inflasi Tahunan propinsi Jawa Tengah 4 2 0 2000 2005 2008 2009 2010 2011 Tahun Gambar 6. Inflasi Tahunan Propinsi Jawa Tengah
  7. 7. PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 25000000 20000000 15000000 PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 10000000 50000000 0 2000 2005 2008 2009 2010 2011 Gambar 7. PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Partisipasi Angkatan Kerja paling besar diserap di sektor pertanian dari tahun 2008 menuju 2009 mengalami peningkatan. Peningkatan yang terjadi tidak berimbang dengan perkembangan pembangunan yang terjadi melainkan karena bertambahnya pekerja di sektor ini yang tadinya mengelola sepetak sawah sendiri pada periode ini cenderung dikelola oleh dua orang atau lebih, sehingga menyerap banyak angkatan kerja. Sedangkan sektor kedua terbanyak adalah perdagangan. Sektor perdagangan dengan informalitasnya menyebabkan mudahnya setiap orang
  8. 8. untuk masuk dan keluar dari sektor ini, menyebabkan sektor perdagangan diminati oleh sebagian besar angkatan kerja, walaupun terlihat adanya penurunan partisipasi angkatan kerja di setiap periode waktunya Komposisi penganggur terpaksa dan sukarela pada Februari 2009 mempunyai perbandingan 48,52 % dan 51,48 %, yang berarti setengah penganggur sukarela lebih besar dari setengah penganggur terpaksa. Komposisi ini hampir sama bila dibandingkan Agustus 2008. Namun bila dilihat perkembangan dari Februari 2008, Agustus 2008 dan Februari 2009 terlihat bahwa setengah penganggur sukarela semakin menurun sedangkan setengah penganggur terpaksa semakin meningkat. Trend peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai lebih dari 70% dengan tingkat pengangguran terbuka yang semakin menurun hingga tahun 2011.
  9. 9. LAMPIRAN Tabel 1. Garis Kemiskinan Garis Kemiskinan Wilayah (Rp/Kapita/Bln) 2000 2005 2008 2009 2010 2011 - 130,013 181,877 201,651 217,327 - JAWA TENGAH Tabel 2. Jumlah Penduduk Miskin 2000 2005 - 6,534 Jumlah Penduduk Miskin (Ribu Orang) 2008 2009 2010 6,123 5,655 5,217 2011 - Tabel 3. Inflasi Inflasi Tahunan propinsi Jawa Tengah (Persen) 2000 2005 2008 2009 2010 2011 9.55 5.83 6.88 2.68 Tabel 4. PDRB Jawa Tengah PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Juta Rupiah) 2000 2005 2008 2009 2010 2011 114701305 234435323 367135955 397903944 444692015 498614636 PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Juta Rupiah) 2000 2005 2008 2009 2010 2011 114701305 143051214 168034483 176673457 186995481 198226349 PDRB per Kapita Atas Dasar Hrg Berlaku (Rupiah) 2000 2005 2008 2009 2010 2011 3673604 7355190 11406656 12322889 13732413 15376171 PDRB per Kapita Atas Dasar Hrg Konstan 2000 (Rupiah) 2000 2005 2008 2009 2010 2011 3673604 4488099 5220713 5471490 5774556 6112861
  10. 10. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku 60000000 50000000 40000000 30000000 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku 20000000 10000000 0 2000 2005 2008 2009 2010 2011 Gambar 8. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku PDRB per Kapita Atas Dasar Hrg Berlaku 20000000 15000000 PDRB per Kapita Atas Dasar Hrg Berlaku 10000000 5000000 0 2000 2005 2008 2009 2010 2011 Gambar 9. PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku PDRB per Kapita Atas Dasar Hrg Konstan 2000 7000000 6000000 5000000 4000000 3000000 2000000 1000000 0 PDRB per Kapita Atas Dasar Hrg Konstan 2000 2000 2005 2008 2009 2010 2011 Gambar 10. PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Konstan 2000

×