M s2 penelitian eksperimen

6,462 views
6,264 views

Published on

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,462
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
227
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

M s2 penelitian eksperimen

  1. 1. PENELITIAN EKSPERIMEN (EXPERIMENTAL RESEARCH) Dr. Susilo, M.Pd. Program Pascasarjana Kependidikan Universitas Mulawarman
  2. 2. PENELITIAN EKSPERIMEN <ul><li>Penyelidikan ilmiah dimana peneliti memanipulasi satu variabel atau lebih, mengontrol variabel, dan mengamati efek dari manipulasi tersebut. </li></ul>
  3. 3. Karakteristik Penelitian Eksperimen <ul><li>Kontrol </li></ul><ul><li>Manipulasi </li></ul><ul><li>Pengamatan </li></ul>
  4. 4. CONTROL <ul><li>TUJUAN CONTROL DALAM EXPERIMENTAL RESEARCH ADALAH: UNTUK MERANCANG SITUASI SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA EFEK VARIABEL BISA DIINVESTIGASI. </li></ul>
  5. 5. MANIPULATION <ul><li>MEMBERI PERLAKUAN PADA INDEPENDENT VARIABLE (VARIABEL BEBAS) UNTUK MENGETAHUI EFEK YANG INGIN DISELIDIKI </li></ul>
  6. 6. PENGAMATAN <ul><li>PENGAMATAN SECARA ILMIAH DILAKUKAN PADA DEPENDENT VARIABLE (VARIABEL TERIKAT) SEHINGGA DIKETAHUI EFEK YANG INGIN DISELIDIKI </li></ul>
  7. 7. Klasifikasi Penelitian Eksperimen <ul><li>Pre-Experimental Research </li></ul><ul><li>True-Experimental Research </li></ul><ul><li>Quasi-Experimental Research </li></ul>
  8. 8. One-Group Pre-test Post-test Design Y2 X Y1 Post-test Independent V. Pre-test
  9. 9. Static Group Comparison Design Y2 - C Y2 X E Posttest Independent V. Group
  10. 10. Randomized Subjects, Posttest-only Control group Design Y2 - C ( R ) Y2 X E ( R ) Posttest Independent Variable Group
  11. 11. Apa yang dimaksud dengan Randomized Subject? <ul><li>A way of assigning subjects to groups by matching individual subjects on as many extraneous variables as one thinks might effect the dependent variable, and then to use some random procedures to assign one member of each matched pair to treatment A and the other to treatment B. </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Dalam sampel, kelompok experimen saya berjumlah 6 orang terdiri dari usia 10-15 tahun (sebanyak 2 orang); usia 25-30 tahun (sebanyak 2 orang); dan usia 31-60 tahun (sebanyak 2 orang), maka untuk kelompok kontrol saya harus memiliki 6 orang yang komposisinya seperti pada sampel kelompok experiment tersebut. </li></ul>
  13. 13. Rnadomized Matching <ul><li>E-group </li></ul><ul><li>10-15 thn: 2 orang </li></ul><ul><li>25-30 thn: 2 orang </li></ul><ul><li>31-60 thn: 2 orang </li></ul><ul><li>C-group </li></ul><ul><li>10-15 thn: 2 orang </li></ul><ul><li>25-30 thn: 2 orang </li></ul><ul><li>31-60 thn: 2 orang </li></ul>
  14. 14. Randomized Matched Subjects, Posttest-only Control Group Design Y2 - C ( M r ) Y2 X E ( M r ) Posttest Independent Variable Group
  15. 15. Randomized Subjects, Pretest-Posttest Control Group Design Y2 - Y1 C ( R ) Y2 X Y1 E ( R ) Posttest Independent Variable Pretest Group
  16. 16. Solomon Three-Group Design Y2 X - C2 ( R ) Y2 - Y1 C1 ( R ) Y2 X Y1 E ( R ) Posttest Independent Variable Pretest Group
  17. 17. Solomon Four-Group Design Y2 - - C3 ( R ) Y2 X - C2 ( R ) Y2 - Y1 C1 ( R ) Y2 X Y1 E ( R ) Posttest Independent Variable Pretest Group
  18. 18. Factorial Design Cell 4 Cell2 Level 2 Cell3 Cell 1 Level 1 Treatment B Treatment A Variable 1 (X1) Variable2 (X2)
  19. 19. Quasi-Experimental Design Y2 - Y1 C Y2 X Y1 E Posttest Independent Variable Pretest Group
  20. 20. Counterbalanced Design Mean Mean Mean Mean A B C Group D 4 C A D Group B 3 B D A Group C 2 D C B Group A 1 X4 X3 X2 X1 Replication
  21. 21. One-Group Time Series Design Y8 Y7 Y6 Y5 X Y4 Y3 Y2 Y1
  22. 22. Control Group Time Series Design Y8 Y7 Y6 Y5 - Y4 Y3 Y2 Y1 C Y8 Y7 Y6 Y5 X Y4 Y3 Y2 Y1 E
  23. 23. INTERNAL VALIDITY <ul><li>Syarat dasar untuk menarik kesimpulan yang akurat dan benar dari penelitian eksperimen </li></ul><ul><li>Tingkatan dimana perubahan yang terdapat pada variabel terikat memang benar-benar disebabkan oleh perlakuan yang diberikan kepada variabel bebas bukan karena faktor luar. </li></ul>
  24. 24. <ul><li>Ketepatan desain eksperimen sangat menentukan derajat internal validity </li></ul><ul><li>Ketidaktepatan mencari desain akan sangat menentukan keakuratan kesimpulan </li></ul>
  25. 25. Mengatasi Ancaman Internal Validity <ul><li>Random Assignment (pengaturan subyek sedemikian sehingga setiap anggota sampel mendapat kesempatan dipilih jadi anggota kelompok perlakuan atau kontrol) </li></ul><ul><li>Randomized Matching (apabila ada variabel yang di yang dicurigai sebagai faktor lain akan yang mencampuri perlakuan, maka harus dibuat anggota kelompok perlakuan dan kontrol berpasang-pasanag yang menjamin bahwa kedua kelompok itu memang benar-benar tidak berbeda) </li></ul><ul><li>Homogeneous Selection (jika peneliti mencurigai variabel umur akan mempengaruhi variabel terikat, maka peneliti harus mengambil subyek umur tertentu yang tidak akan menjadi pengaruh. </li></ul><ul><li>ANCOVA </li></ul><ul><li>Menggunakan subyek itu sendiri sebagai pengontrol, yaitu kelompok yang diberi perlakuan dan kontrol orangnya sama </li></ul>
  26. 26. EXTENAL VALIDITY <ul><li>Syarat dasar membuat generalisasi pada populasi </li></ul><ul><li>Ketepatan cara mengambil subyek sampel pada populasi sangat menentukan generalisasi temuan </li></ul><ul><li>Ketepatan ini ditentukan apakah pemilihan teknik pengambilan sampel sesuai dengan karakteristik populasi </li></ul><ul><li>Ketidaktepatan pemilihan teknik ini akan sangat berpengaruh pada kesimpulan penelitian </li></ul>
  27. 27. Contoh Experimental Research <ul><li>Judul: </li></ul><ul><li>The effects of inquiry learning on the grammar mastery of the English Department Students, UNMUL </li></ul><ul><li>Research Problems: </li></ul><ul><li>Is there a difference between grammar mastery of the students who are taught by using inquiry learning and that of the students who are not taught by using inquiry learning in the second semester of academic year 2007/2008? </li></ul>
  28. 28. Design <ul><li>Randomized Subjects, Pretest-Posttest Control Group Design </li></ul>Y2 - Y1 C (R) Y2 X Y1 E (R) Post-test Independent Variable Pre-test Group
  29. 29. Data Analysis <ul><li>ANOVA </li></ul><ul><li>(Compare Means) </li></ul>Y2 (C) Y1 (C) Y2 (E) Y1 (E) Means of the scores from post-test Means of the scores from Pre-test
  30. 30. Contoh Experimental Research <ul><li>Judul: </li></ul><ul><li>Pengaruh “Pembelajaran Inkuiri” terhadap penguasaan tatabahasa mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris, FKIP-UNMUL </li></ul><ul><li>Rumusan Masalah: </li></ul><ul><li>Apakah Terdapat perbedaan penguasaan tatabahasa antara mahasiswa Jurusan B. Inggris FKIP-UNMUL semester 2 tahun akademik 2007/2008 yang diajar dengan menggunakan pembelajaran inkuiri dengan mereka yang diajar dengan metode pembelajaran konvensional? </li></ul>
  31. 31. <ul><li>Apakah terdapat pengaruh metode pembelajaran inkuiri terhadap penguasaan tatabahasa mahasiswa Jurusan B. Inggris FKIP-UNMUL semester 2 tahun akademik 2007/2008? </li></ul>
  32. 32. Design <ul><li>Randomized Subjects, Pretest-Posttest Control Group Design </li></ul>Y2 - Y1 C (R) Y2 X Y1 E (R) Post-test Independent Variable Pre-test Group
  33. 33. Data Analysis <ul><li>ANOVA </li></ul><ul><li>(Compare Means) </li></ul>Y2 (C) Y1 (C) Y2 (E) Y1 (E) Nilai Rerata dari Post-test Nilai rerata dari Pre-test

×