Macam Macam Delik

9,277 views
8,862 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
9,277
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
151
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Macam Macam Delik

  1. 1. MACAM-MACAM DELIK(Drs. Lamintang,S.H. 1984)
  2. 2. PENGERTIAN DELIKDalam hukum pidana istilah delik atau “strafbaarfeit” lazim diterjemahkan sebagai tindak pidana, yaitusuatu perbuatan yang bersifat melawan hukum(wederrechtelijk atau on rechtmatige). Tindak pidanadapat terjadi dengan melakukan suatu perbuatan yangdilarang oleh undang-undang, seperti dalam halpencurian, penipuan, penggelapan, dan pembunuhan.
  3. 3. Di pihak lain, tindakan pidana dapat terjadi jugakarena diabaikannya atau dilalaikannya untukmelakukan suatu perbuatan yang diharuskan olehundang-undang, seperti dalam hal keharusanmenolong seseorang yang jiwanya dalam keadaanterancam atau keharusan memenuhi panggilanpengadilan untuk di dengar kesaksiannya dalamsidang pengadilan.
  4. 4. Dalam hukum perdata istilah delik tidak lazimdigunakan. Untuk menyebut seseorang melakukan delik,biasanya digunakan istilah seseorang telah melakukanwanprestasi. Namun demikian, perbuatan yang tergolongbersifat wanprestasi pada dasarnya merupakanperbuatan yang bersifat melawan hukum, bertentangandengan undang-undang (onrechtmatige). Sebagai contohdalam kasus utang-piutang.
  5. 5. Seorang debitur (orang yang berutang) dikatakanmelakukan wanprestasi apabila ia tidak memenuhikewajibannya untuk mengembalikan sejumlah uang yangtelah diterimanya dari pihak kreditor (orang yangberpiutang) atau terlambat memenuhinya ataumemenuhinya tetapi tidak seperti yang telahdiperjanjikan.
  6. 6. Menurut pengertian umum, delik - baik dalam lapanganhukum pidana maupun hukum perdata, dapat didefinisikansebagai perbuatan seseorang terhadap siapa sanksi sebagaikonsekuensi dari perbuatannya itu diancamkan. Definisisemacam ini mensyaratkan bahwa sanksi itu diancamkanterhadap seseorang yang perbuatannya dianggap oleh pembuatundang-undang membahayakan masyarakat, dan oleh sebab itupembuat undang-undang bermaksud untuk mencegahnya dengansanksi tersebut. Perlu dicatat bahwa fakta tentang delik bukanhanya terletak pada suatu perbuatan tertentu saja, melainkanjuga pada akibat-akibat dari perbuatan tersebut.
  7. 7. 1. Delik formal : Delik yang dianggap telah sepenuhnyaterlaksana dengan dilakukannya suatu perbuatan yangdilarang dan diancam dengan hukuman oleh undang-undang.Contohnya, Pasal 209, 210, 242, 362 KUHP.2. Delik material : Delik yang dianggap telah sepenuhnyaterlaksana dengan ditimbulkannya akibat yang dilarang dandiancam dengan hukuman oleh undang-undang. Contohnya,Pasal 149, 187, 338, 378 KUHP.
  8. 8. 3. Delik komisi : Delik yang berupa pelanggaran terhadap larangan(verbod) menurut undang-undang, yang terjadi karena melakukansuatu. Contohnya, Pasal 212,263, 285, 362 KUHP.4. Delik omisi : Delik yang berupa pelanggaran terhadapkeharusan (gebod) menurut undang-undang, yang terjadi karenadilalaikannya suatu perbuatan yang diharuskan. Contohnya, Pasal217, 218, 224, 397 angka 4 KUHP.5. Delik kesengajaan : Delik yang mengandung unsur kesengajaan.Contohnya, Pasal 338 KUHP.
  9. 9. 1. Delik kelalaian : delik yang mengandung unsur kelalaian.Contoh Pasal 359 KUHP.2. Delik : Delik yang hanya dapat dituntut apabila ada pengaduandari orang yang dirugikan. Contoh Pasal 72 - 75, 284 ayat (2),287 ayat (2) KUHP.3. Delik biasa : Delik yang dapat dituntut tanpa diperlukanadanya suatu pengaduan. Contoh Pasal 362, 338 KUHP.4. Delik umum : Delik yang dapat dilakukan oleh setiap orang.5. Delik khusus :Delik yang hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu saja.

×