Hukum Keluarga

1,224 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,224
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
27
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hukum Keluarga

  1. 1. HUKUM KELUARGA Created By Muhamad Yogi
  2. 2. Sub Topik       Pengertian Hukum Keluarga Sumber Hukum Keluarga Ruang Lingkup Hukum Keluarga Azas-azas Hukum Keluarga Esensi Perkawinan Tujuan Perkawinan
  3. 3. lanjutan        Pencegahan Perkawinan Pelaksanaan Perkawinan Batalnya perkawinan Harta kekayaan dlm perkawinan Perjanjian Kawin Kekuasaan O.T Perwalian
  4. 4. Pengertian Hukum Keluarga (familiereht / law of familie)    Keluarga a/ kesatuan masy.terkecil yg trdr dr suami istri & anak yg berdiam dlm suatu t4 (dlm arti sempit) Hukum Keluarga a/mengatur hub.hukum yg bersangkutan dgn kekeluargaan sedarah & perkawinan. Jauh dekat hub.darah mempunyai arti penting dlm perkawinan, pewarisan dan perwalian dlm keluarga.
  5. 5. Sumber Hukum keluarga    Sumber hukum keluarga tertulis a/ kaidah-kaidah hkm yg bersmbr dr UU, Yurisprodensi & traktat. S.H yg tdk tertulis a/ : kaida-kaidah hkm yg tmbl, tmbh, & berkembang dlm kehidupan masy. Yg mnjd kajian hkm klrga meliputi perkawinan, perceraian, harta benda dlm perkawinan dsb.
  6. 6. Sumber Hkm tertulis     KUHPerdata Perarturan Perkawinan Campuran (Regelijk op de Gemengdehuwelijk), stb 1898 No.158 Ordonansi perkawinan indonesia, kristen, jawa,Minahasa dan ambon, Stb.1933 No.74 UU No.32/1954 ttg pencatatan nikah, talak dan rujuk
  7. 7.     UU No.1/ 1974 ttg perkawinan, dgn berlakunya UU ini mencabut berlakunya ketentuan2 mengenai perkawinan & sgla akibat hukumny yg trdpt dlm bk I KUHPdt PP No.9 tahun 1975 ttg Peraturan Pelaksana UU No. 1 thn 1974 ttg perkawinan PP No.10 / 1983 jo. PP No. 45 / 1990 ttg ijin perkawinan dan perceraian bg PNS Inpres No.1/1991 ttg KHI
  8. 8. Ruang Lingkup H.Keluarga    Perkawinan Perceraian Harta Benda dlm perkawinan 3 hal tadi juga mencakup secara singkat ttg pembahasan kekuasaan orang tua, pengampuan dan perwalian.
  9. 9. Perkawinan     Eksistensi institusi a/ melegalkan hub.hukum antara seorg laki2 & wanita Dlm KUHPdt diatur dlm psl 26-102 BW namun tdk dijumpai definisi perkawinan Bandingkan definisi perkawinan psl 1 UUP 7an perkawinan a/ membentuk keluarga yg bahagia & kekal berdasarkan TYME
  10. 10. Azas-Azas Perkawinan      Azas monogami (psl 27 BW,psl 3 UUP) Azas konsensual (psl 28 BW, psl 6 UUP) Azas persatuan bulat (psl 119 BW) Azas proporsional (psl 31 UUP) Azas tdk dpt dibagibagi (psl 331 BW
  11. 11. Apabila melihat UUP akan didptkn dasar2 dr perkawinan          Pengakuan kelamin scr kodarti 7 an perkawinan Perkawinan kekal Perkawinan mnrt agama Perkawinan trdftr Kedu2kn suami istri seimbang Poligami sbg pengecualian Bts min.usia kwn Membentuk keluarga sejahtera
  12. 12.        Larangan & pembatalan perkawinan Tanggung jawab perkawinan & perceraian Kebebasan mengadakan janji kawin Pembedaan anak sah & tdk sah Perkawinan campuran Perceraian dipersulit Hubungan dgn pengadilan
  13. 13. Syarat-Syarat Perkawinan       Syarat Materiil a/ syarat2 yg berlaku umum dan mutlak adanya,ada 5 macam syarat al: Ke2 belah pihak hrs tdk terikat dlm suatu perkawinan Kesepakatan Mencapai umur minimum yg ditentukan o/UU Lewat masa iddah bg wanita yg bercerai a/ izin pihak ketiga dlm hal tertentu
  14. 14.  Syarat formil a/ syarat yg berkaitan dgn formalitas dlm pelaksanaan perkawinan
  15. 15. Larangan Perkawinan (psl 8-12 UUP,psl 30-33BW)       Berhubungan darah dlm grs keturunan lurus ke bawah/ ke atas Berhubungan darah dlm grs keturunan menyamping Berhubungan semenda Sesusuan Berhubungan saudara dgn isteri (bibi, kemenakan) Menurut agamany masing2 tdk boleh
  16. 16.   Seorang yg msh terikat perkawinan dgn org lain Suami isteri yg telah kawin cerai 2 kali dg pasangan yg tetap, kecuali agama dan kepercayaannya menentukan lain.
  17. 17. Pencegahan Perkawinan A/ merupakan upaya untuk merintangi/menghalani suatu perkawinan suami/isteri yg tdk memenuhi syarat u/ melangsungkan perkawinan
  18. 18. Pencegahan Perkawinan (psl 13-21 UUP, psl 59-70 BW)    Perkawinan dpt dicegah apabila ada pihak yg tdk memenuhi syarat Yg dpt mencegah adalah para keluarga dlm grs keturunan lurus keatas/ kebawah, saudara,wali nikah, wali pengampu dr calon mempelai perempuan Pencegahan perkawinan dpt diajukan kpd pengadilan di daerah hukum perkawinan dilangsungkan
  19. 19.   Pencegahan perkawinan dpt dicabut dgn putusan pengadilan atau dgn menarik kembali permohonan pencegahan tsb Perkawinan tdk dpt dilangsungkan apabila pencegahan belum dicabut
  20. 20. Batalnya Perkawinan    Perkawinan yg dilangsungkan dimuka pegawai pencatat nikah yg tdk berwenang, wali nikah yg tdk sah, saksi yg hadir < dr 2 org Perkawinan yg dilangsungkan dibwh ancaman yg melanggar hukum/paksaan Saat berlangsungnya perkawinan tjd salah sangka mengenai diri suami/isteri
  21. 21.    Seorang suami yg melakukan pologami tanpa izin PA Permepuan yg dikawini mmsh dlm masa iddah Perkawinan yg melanggar batas umur
  22. 22.    Permohonan pembatalan perkawinan diajukan kpd PN setempat Batalnya perkawinan dimulai stlh keputusan pengadialn mempunyai kekuatan hkm tetap Batalnya perkawinan tdak akan memutuskan hubungan hukum antara anak dg orang tuanya
  23. 23. Perjanjian Kawin (psl 29 UUP, psl 139-154 BW) A/ perjanjian yg dibuat o/ calon mempelai sebelum atau pd saat perkawinan dilangsungkan u/ mengatur akibat perkawinan thd harta kekayaan mereka
  24. 24. 7 an perjanjian kawin     Keabsahan perkawinan u/ mencegah perbuatan yg tergesa-gesa Demi kepastian hukum Alat bukti yg sah
  25. 25.   Bentuk perjanjian kawin a/ ta’lik talak / perjanjian lain yg tdk brtentangan dgn hkm islam. Biasanya tertulis & di sahkan o/ pegawai pencatat nikah Isinya mengenai percampuran harta pribadi maupun harta selam perkawinan
  26. 26. Akibat Perkawinan    Adanya hubungan suami istri Timbul hak & kewajiban suami istri (psl 30-34 UUP/ psl 103 BW) Hubungan orang tua dgn anak Hak & kewajiban OT dg anak (psl 45-49 UUP) Masalah harta kekayaan Psl 35-37 BW
  27. 27. Harta Benda dlm Perkawinan    HB yg diperoleh slm perkawinan mjd harta bersama Harta bawaan masing2 & HB yg diperoleh masing2 sbg hadiah perkawinan dibwh penguasaan masing2, spnjg tdk ditentukan lain. Bila perkawinan putus mk pembagian HB berdasarkan hkm masing2.
  28. 28. Putusnya Perkawinan a/ berakhirnya perkawinan yg dibina oleh pasangan suami isteri yg disebabkan o/ kematian, perceraian, atas putusan pengadilan. Menurut BW jg disebabkan tdk hadirnya suami isteri selama 10 thn, dan diikuti perkawinan baru
  29. 29. Alasan Perceraian     Salah 1 pihak berbuat zina, pemabuk, penjudi yg sukar u/ disembuhkan Salah 1 pihak meninggalkan selam 2 thn berturut tanpa izin dan tanpa alasan yg sah atau diluar kemampuannya Salah 1 pihak mndpt hukuman penjara 5 thn atau lebih Salah 1 pihak melakukan penganiayaan berat / kekejaman yg lain
  30. 30.     Salah 1 pihak cacat bdn / penyakit sehingga tdk bisa menjalankan kewajibanny sbg suami isteri Tjd perselisihan / pertengkaran yg terus menerus & tdk ada harapan u/ rujuk kembali Suami melanggar ta’lik talak Peralihan agama atau murtad
  31. 31.   Perceraian a/ putusnya perkawinan dgn putusan hakim / tuntutan salah 1 pihak dlm perkawinan Perceraian dibedakan atas 2 macam yaitu: cerai talak dan cerai gugat
  32. 32. Akibat putusnya perkawinan    Baik suami istri tetap berkewajiban memelihara & mendidik anak2nya Bpk bertanggung jawab atas biaya pemeliharaan & pendidikan anak-anaknya Pengadilan dpt mewajibkan kpd bekas suami u/ memberikan biaya penghidupan kpd isterinya
  33. 33. Perkawinan Campuran A/ perkawinan antara 2 org yg di Indonesia tunduk pd hukum yg berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan.
  34. 34. Perkawinan di luar Indonesia    Perkawinan yg dilangsungkan diluar indonesia antara 1/2 WNI dgn WNA Dinyatakan sah apabila dilakukan menurut hukum yg berlaku dimana perkawinan dilangsungkan. Dlm wktu 1 thn mereka hrs kembali & mendftrkan surat bukti perkawinan di kntr catatan sipil sesuai dg domisilinya

×