11MATA KULIAHMATA KULIAHFILSAFAT ILMUFILSAFAT ILMU
22MENGAPA HARUS BELAJARMENGAPA HARUS BELAJARFILSAFAT?FILSAFAT? Untuk mengetahui sejak kapanUntuk mengetahui sejak kapanmu...
33PENGERTIAN FILSAFATPENGERTIAN FILSAFAT1.1. Dari sisi kebahasaanDari sisi kebahasaan Kata filsafat berasal dari bahasaKa...
44lanjutanlanjutan Kata philosophia ditransformasikan keKata philosophia ditransformasikan keberbagai bahasa. Dalam bahsa...
55lanjutanlanjutanDari sisi filsafat sebagai ilmuDari sisi filsafat sebagai ilmu Plato, fisuf besar Yunani mengatakan,Pla...
66lanjutanlanjutan Aristoteles, murid Plato mengatakan,Aristoteles, murid Plato mengatakan,filsafat adalah ilmu pengetahu...
77 Alfarabi, Filsuf besar muslim denganAlfarabi, Filsuf besar muslim dengangelar Aristoteles ke 2, mengatakangelar Aristo...
88lanjutanlanjutan Immanuel Kant, Filsuf barat denganImmanuel Kant, Filsuf barat dengangelar raksasa pemikir Eropa,gelar ...
99lanjutanlanjutan1. apa dapat kita ketahui, dijawab oleh1. apa dapat kita ketahui, dijawab olehmetafisikametafisika2. apa...
1010lanjutanlanjutan Hasbullah Bakry,Hasbullah Bakry, filsafat adalah ilmufilsafat adalah ilmuyang menyelidiki segala ses...
1111lanjutanlanjutan3. Filsafat dari sisi benda3. Filsafat dari sisi benda Titus dkk, mengajukan dua pengertianTitus dkk,...
1212lanjutanlanjutanFilsafat adalah sekumpulanFilsafat adalah sekumpulansikap dan kepercayaansikap dan kepercayaanterhapad...
1313lanjutanlanjutan4. Filsafat sebagai suatu aktifitas4. Filsafat sebagai suatu aktifitas Filsafat adalah sebagai suatu ...
1414lanjutanlanjutan- Filsafat adalah sebagai analisi logis dariFilsafat adalah sebagai analisi logis daribahasa serta pen...
1515BERDASARKAN KONSEP DAN TEORIBERDASARKAN KONSEP DAN TEORITERSEBUT PROSES BERFILSAFATTERSEBUT PROSES BERFILSAFATTERSEBUT...
1616lanjutanlanjutan2. SISTEMATIS, yaitu berpikir melalui alur yang2. SISTEMATIS, yaitu berpikir melalui alur yangsistemik...
1717SEJARAH TIMBULNYASEJARAH TIMBULNYAFILSAFATFILSAFAT KAPAN MUNCULNYA FILSAFAT?KAPAN MUNCULNYA FILSAFAT?Filsafat muncul ...
1818APA YANGAPA YANGMENYEBABKANMENYEBABKANLAHIRNYA FILSAFAT?LAHIRNYA FILSAFAT?1.1. PERTENTANGAN ANTARA MITOS DANPERTENTANG...
1919lanjutanlanjutan2. RASA INGIN TAHU2. RASA INGIN TAHUKarena mite hanya bersifat dongengKarena mite hanya bersifat donge...
2020lanjutanlanjutan3. RASA KAGUM3. RASA KAGUMMenurut Plato, filsafat lahir adanyaMenurut Plato, filsafat lahir adanyakeka...
2121lanjutanlanjutan AnaximandrosAnaximandros, alam berasal dari, alam berasal dariapairon (api)apairon (api) Democrios,...
2222KARAKTERISTIKKARAKTERISTIKFILSAFATFILSAFAT1.1. SKEPTISISSKEPTISISSkeptisis adalah keraguan terhadapSkeptisis adalah ke...
2323LanjutanLanjutan Sifat gradasi diungkapkan oleh RENESifat gradasi diungkapkan oleh RENEDECARTES Filsuf PrancisDECARTE...
2424lanjutanlanjutan3. DISENTERESTEDNESS3. DISENTERESTEDNESSYANG BERASAL DARI KATAYANG BERASAL DARI KATA INTEREST,INTEREST...
2525APA GUNANYA FILSAFATAPA GUNANYA FILSAFATBAGI MANUSIA?BAGI MANUSIA? Filsafat mampu memberikanFilsafat mampu memberikan...
2626lanjutanlanjutan Filsafat dapat memberikan kepuasanFilsafat dapat memberikan kepuasanbagi filsuf/seseorang karenabagi...
2727lanjutanlanjutan Filsafat dapat dijadikan sebagai bahanFilsafat dapat dijadikan sebagai bahanpijakan untuk merubah du...
2828PROBLEMATIKAPROBLEMATIKAFILSAFATFILSAFAT Secara Umum terbagi menjadi tiga;Secara Umum terbagi menjadi tiga;1.1. ONTOL...
2929lanjutanlanjutan- Dualisme, yang mengatakan alamDualisme, yang mengatakan alamsemesta terdiri dari dua unsur yaituseme...
3030lanjutanlanjutan2. Kualitas2. KualitasPandangan ini membicarakan bagaimanaPandangan ini membicarakan bagaimanaalam ber...
3131-Determinisme, kejadian di alam iniberproses-Determinisme, kejadian di alam iniberprosesmelalui suatu ketentuan yang t...
3232PROBLEM FILSAFATPROBLEM FILSAFAT2. EPISTEMOLOGI, membicarakan 2 hal;2. EPISTEMOLOGI, membicarakan 2 hal;a. Hakikat pen...
3333lanjutanlanjutanb. Sumber Pengetahuan, muncul 3 pandangan;b. Sumber Pengetahuan, muncul 3 pandangan;- rasionalisme,ras...
3434PROBLEM FILSAFATPROBLEM FILSAFAT3.3. AXIOLOGI, TERBAGI MENJADI 6AXIOLOGI, TERBAGI MENJADI 6PANDANGAN;PANDANGAN;a.a. na...
3535lanjutanlanjutana.a. Vitalisme, ukuran baik burukVitalisme, ukuran baik burukditentukan oleh sejauh mana suatuditentuk...
3636lanjutanlanjutane. Idealisme, ukuran baik buruk ditentukan olehe. Idealisme, ukuran baik buruk ditentukan olehsesuai t...
3737lanjutanlanjutanBerdasarkan uraian problematika diBerdasarkan uraian problematika diatas kebenaran itu bersifat relati...
3838BAGAIMANA HUBUNGANBAGAIMANA HUBUNGANILMU, FILSAFAT, DANILMU, FILSAFAT, DANAGAMAAGAMA Ilmu adalah sistem dari berbagai...
3939lanjutanlanjutan1.1. Merupakan akumulasi pengetahuanMerupakan akumulasi pengetahuanyang disistematikanyang disistemati...
4040lanjutanlanjutan1.1. Suatu cara yang mengijinkanSuatu cara yang mengijinkankepada ahli-ahli lainnya untukkepada ahli-a...
4141lanjutanlanjutan Filsafat menurut Plato dan Al Faraby;Filsafat menurut Plato dan Al Faraby;filsafat adalah pengetahua...
4242lanjutanlanjutanAgama diartikan secara praktis, adalahAgama diartikan secara praktis, adalahsuatu keyakinan akan adany...
4343lanjutanlanjutan2. adanya aturan (code hukum) yang harus2. adanya aturan (code hukum) yang harusdipahami yang termaktu...
4444HUBUNGAN ILMU,HUBUNGAN ILMU,FILSAFAT DAN AGAMAFILSAFAT DAN AGAMAILMU, mencari kebenaran dengan caraILMU, mencari keben...
4545lanjutanlanjutanILSAFAT, karena selalu berhadapanILSAFAT, karena selalu berhadapandenga alam empiris, (metafisika, gha...
4646lanjutanlanjutanAGAMA, menemukan konsepAGAMA, menemukan konsepkebenaran bersumber pada wahyu,kebenaran bersumber pada ...
4747 Ilmu kebenarannya bersifat empiris,Ilmu kebenarannya bersifat empiris,filsafat kebenarannya bersifat spekulatiffilsa...
4848lanjutanlanjutan Hubungan ilmu filsafat dan agama, AlbertHubungan ilmu filsafat dan agama, AlbertEinstein menagatakan...
4949BAGAIMANAKAHBAGAIMANAKAHKATEGORI MANUSIAKATEGORI MANUSIAITU?ITU?1.1. MANUSIA ADA YANG TIDAK TAHU DALAMMANUSIA ADA YANG...
5050Manusia adalah akhluk ciptaan TuhanManusia adalah akhluk ciptaan Tuhanyang tercanggih. Memiliki banyakyang tercanggih....
5151LanjutanLanjutanDENGAN KATA LAINDENGAN KATA LAINMalalui akalnya manusia mampu menyamaiMalalui akalnya manusia mampu me...
5252APAKAH SETIAP MANUSIA MAMPUAPAKAH SETIAP MANUSIA MAMPUBERFILSAFAT? Tidak juga.BERFILSAFAT? Tidak juga. Rule ofRule oft...
5353LAHIRNYA ILMU PENGETAHUANLAHIRNYA ILMU PENGETAHUANSEJAK KAPAN LAHIRNYA ILMUSEJAK KAPAN LAHIRNYA ILMUPENGETAHUAN?PENGET...
5454JADI PENGETAHUAN LAHIRJADI PENGETAHUAN LAHIRSEJAK MANUSIA ITU ADASEJAK MANUSIA ITU ADASEJAK MANUSIA BERPIKIRSEJAK MANU...
5555BAGAIMANA HUBUNGAN (ILMUBAGAIMANA HUBUNGAN (ILMUPENGETAHUAN DENGANPENGETAHUAN DENGANFILSAFAT?FILSAFAT? Pengetahuan ba...
5656lanjutanlanjutan Aktivitas memerlukan metodeAktivitas memerlukan metode Pengetahuan melahirkan ilmu-ilmu.Pengetahuan...
5757AKTIVITASPENGETAHUANMETODEILMUSIKLUS ILMUSIKLUS ILMU
5858PENGERTIAN ILMUPENGERTIAN ILMUSEBAGAISEBAGAIPENGETAHUANPENGETAHUANDari segi maknanya pengertian ilmuDari segi maknanya...
5959Pengertian UmumPengertian Umum Ilmu adalah sesuatu kumpulanIlmu adalah sesuatu kumpulanyang sistematis dari pengetahu...
6060lanjutanlanjutan Menurut Norman Campbell :Menurut Norman Campbell :Ilmu adalah suatu kumpulan pengetahuanIlmu adalah...
6161SIMPULANSIMPULAN Ilmu adalah rangkaian aktivitas manusia yangIlmu adalah rangkaian aktivitas manusia yangrasional dan...
6262LANJUTANLANJUTANILMU SEBAGAI RANGKAIANILMU SEBAGAI RANGKAIANAKTIVITAS MANUSIA:AKTIVITAS MANUSIA:1.1. Rasional: proses ...
6363lanjutanlanjutan1.1. Teologis:Teologis: mencapai kebenaran memperolehmencapai kebenaran memperolehpemahamanpemahaman...
6464ILMU SEBAGAIILMU SEBAGAIMETODE ILMIAHMETODE ILMIAH ANALISISANALISIS (analysis)(analysis) PEMERIANPEMERIAN (descripti...
6565PengelompokanPengelompokanPengetahuanPengetahuan Menurut Bertrand Russell, pengetahuanMenurut Bertrand Russell, penge...
6666Ledger Wood membagiLedger Wood membagipengetahuan menjadi:pengetahuan menjadi:1.Non inferential Apprehension1.Non infe...
6767Bentuknya:Bentuknya: Perception ;pengenalan objek diluar diriPerception ;pengenalan objek diluar diriseseorangseseora...
6868LanjutanLanjutan2. Inferential Knowledge, meliputi;2. Inferential Knowledge, meliputi; Knowledge of other selves;Know...
6969George KlubertanzGeorge Klubertanz Pengetahuan langsung berdasarkanPengetahuan langsung berdasarkanpengenalannya terh...
7070lanjutanlanjutan Pengetahuan IlmiahPengetahuan Ilmiah (scientific(scientificknowledge)knowledge) berdasarkan azas-aza...
7171HAKIKATHAKIKATPENGETAHUANPENGETAHUAN Darimanakah hakikat pengetahuan itu?Darimanakah hakikat pengetahuan itu?1.1. Rea...
7272Dari manakah sumberDari manakah sumberpengetahuan manusia?pengetahuan manusia?1.1. Rasionalisme;Rasionalisme; sumber p...
7373PENGETAHUAN SEBAGAIPENGETAHUAN SEBAGAIDASAR TEORITISDASAR TEORITIS YANGYANGMELAHIRKAN PENGETAHUAN ILMIAHMELAHIRKAN PEN...
7474LanjutanLanjutanJenis sasaran Pengetahuan Ilmiah:Jenis sasaran Pengetahuan Ilmiah: Objek material; fenomena di duniaO...
7575lanjutanlanjutanOBJEK MATERIAL PENGETAHUAN ILMIAHOBJEK MATERIAL PENGETAHUAN ILMIAHDIKELOMPOKAN MENJADI 6:DIKELOMPOKAN ...
7676OBJEK MATERIALOBJEK MATERIALKONSEP GUNUNG MERAPI, BURUNG,KONSEP GUNUNG MERAPI, BURUNG,INGATAN DSTINGATAN DSTDITELAAH B...
7777TELAAH OBJEK FORMALTELAAH OBJEK FORMALMANUSIAMANUSIA BIOLOGIBIOLOGI PSIKOLOGIPSIKOLOGI FILSAFAT KODRATIFILSAFAT KOD...
7878SEPERTI APA BENTUKSEPERTI APA BENTUKPENGETAHUAN ILMIAHPENGETAHUAN ILMIAHITU?ITU?1.1. DESKRIPTIFDESKRIPTIF2.2. PRESKRIP...
7979LANJUTANLANJUTAN3. EKSPOSISI POLA3. EKSPOSISI POLA SOSIOLOGISOSIOLOGI POLA-POLAPOLA-POLABUDAYABUDAYA ANTROPOLOGIANT...
8080LANJUTANLANJUTAN4.4.REKONTRUKREKONTRUKSI HISTORISSI HISTORIS HISTORIOGRAFIHISTORIOGRAFI PURBAKALAPURBAKALA PALEONTO...
8181PROPOSISI ILMUPROPOSISI ILMUPENGETAHUANPENGETAHUAN1. AZAS ILMIAH1. AZAS ILMIAH MENGANDUNGMENGANDUNGKEBENARAN UMUMKEBE...
8282LANJUTANLANJUTAN2. KAIDAH ILMIAH2. KAIDAH ILMIAH MengungkapkanMengungkapkankeajegan atau hubungankeajegan atau hubung...
8383LANJUTANLANJUTAN3. TEORI ILMIAH3. TEORI ILMIAH KemampuanKemampuanproposisi yangproposisi yangsaling berkaitansaling b...
8484lanjutanlanjutan Teori; sekumpulam proposisi yangTeori; sekumpulam proposisi yangmencakup konsep-konsep tertentumenca...
8585APA MANFAAT DANAPA MANFAAT DANPERANAN TEORI?PERANAN TEORI? Mensistematiskan dan menyususn dataMensistematiskan dan me...
8686lanjutanlanjutan Memberikan skema atau rencanaMemberikan skema atau rencanasementara mengenai medan yangsementara men...
8787PEMBAGIAN ILMUPEMBAGIAN ILMUPENGETAHUANPENGETAHUAN Ilmu Pengetahuan dibedakan atas:Ilmu Pengetahuan dibedakan atas:1....
8888LanjutanLanjutanc.c. Antropologi; suatu ilmu pengetahuan yangAntropologi; suatu ilmu pengetahuan yangpempelajari asal-...
8989LanjutanLanjutane. Sejarah; suatu pencataan peristiwa –e. Sejarah; suatu pencataan peristiwa –peristiwa yang telah ter...
9090LanjutanLanjutang. Sosiologi; suatu studi tingkah laku sosial,g. Sosiologi; suatu studi tingkah laku sosial,terutama a...
9191lanjutanlanjutanb.b. Kimia (chemistry); mempelajari bendaKimia (chemistry); mempelajari bendahidup dan tidak hidup dar...
9292lanjutanlanjutan Cabang-cabang biologi:Cabang-cabang biologi:1.1. Botani; mempelajari seluk belukBotani; mempelajari ...
93935. Sitologi; studi tentang sel secara5. Sitologi; studi tentang sel secaramendalammendalam6. Sitologi; studi tentang j...
9494lanjutanlanjutan3. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa3. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa(earth science and space)(...
9595lanjutanlanjutanb. Astronomi; suatu ilmu pengetahuanb. Astronomi; suatu ilmu pengetahuanyang membahas benda-benda ruan...
9696ILMU PENGETAHUANILMU PENGETAHUANBERDASARKAN KURUNBERDASARKAN KURUNWAKTUNYAWAKTUNYA ILMU PENGETAHUANILMU PENGETAHUANKO...
9797LanjutanLanjutan Ilmu penetahuan konvensionalIlmu penetahuan konvensionalmengedepankanmengedepankan mitosmitos, darip...
9898PERKEMBANGANPERKEMBANGANPENGETAHUANPENGETAHUANMODERNMODERN Konsep atau teori Pengetahuan modernKonsep atau teori Peng...
9999lanjutanlanjutanBerdasarkan pemikiran manusiaBerdasarkan pemikiran manusiapengetahuan terus berkembang hinggapengetahu...
100100lanjutanlanjutan Aristoteles berpendapat, berdasarkanAristoteles berpendapat, berdasarkanpengamatan bebnda-benda hi...
101101ILMU PENGETAHUANILMU PENGETAHUANABAD KE-13ABAD KE-13 TOKOH; NIKOLAS KOPERNIKUSTOKOH; NIKOLAS KOPERNIKUSBerkebangsaa...
102102ILMU PENGETAHUANILMU PENGETAHUANABAD KE-16ABAD KE-16 TOKOH; SIR ISAAC NEWTONTOKOH; SIR ISAAC NEWTONBerkebangsaan In...
103103lanjutanlanjutan Perkembangan ilmu pengetahuan abadPerkembangan ilmu pengetahuan abad18, 19 melahirkan ilmu ilmu ya...
104104PUNCAKPUNCAKPENGETAHUANPENGETAHUANDI ABAD 20DI ABAD 20 Para ilmuwan memanfatkan materi danPara ilmuwan memanfatkan ...
105105lanjutanlanjutan Dalam kehidupan modrn penggunaanDalam kehidupan modrn penggunaanenergi semakin meluas.energi semak...
106106TERIMA KASIHTERIMA KASIHSELAMAT BELAJARSELAMAT BELAJAR
107107REFERENSIREFERENSI Nasution, HB. 2001.Nasution, HB. 2001. Filsafat Umum.Filsafat Umum.Jakarta :Gaya Media PratamaJa...
108108
109109Bab 3Bab 3Filsafat dan Ilmu dalam SejarahFilsafat dan Ilmu dalam Sejarah
110110Orientasi SejarahOrientasi SejarahHubungan SejarahHubungan Sejarah• Filsafat dan ilmu di dalam filsafat ilmu berhubu...
111111Pembabakan ZamanPembabakan Zaman Zaman KunoZaman Kunosebelum abad ke-5 sMsebelum abad ke-5 sM Zaman Yunani KunoZam...
112112Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMKeteraturan Alam (Louis de Broglie)Keteraturan Alam (Lou...
113113THE HISTORY OF SCIENCETHE HISTORY OF SCIENCEOn the simplest level, science is knowledge of the world ofOn the simple...
114114astronomical “laws” of the Middle Ages was that the appearance ofastronomical “laws” of the Middle Ages was that the...
115115would be summarily rejected by modern scientists. Spiritual andwould be summarily rejected by modern scientists. Spi...
116116onal causes. One final caution is necessary. Nature is known onlyonal causes. One final caution is necessary. Nature...
117117Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMKeteraturan Alam (di Mesir Kuno)Keteraturan Alam (di Mes...
118118Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMKeteraturan Alam (di Romawi Kuno)Keteraturan Alam (di Ro...
119119LUNAR CALENDARLUNAR CALENDARAny dating system based on a year consisting of synodicAny dating system based on a year...
120120Lunar calendars remain in use among certain religiousLunar calendars remain in use among certain religiousgroups tod...
121121months of 30 days each, with a 5 days added at the year’s end.months of 30 days each, with a 5 days added at the yea...
122122 Penanggalan Romawi mula-mula hanya 10 bulan, dari Martius sampaiPenanggalan Romawi mula-mula hanya 10 bulan, dari ...
123123Pada tahun ke-45 sebelum Masehi, penanggalan Romawai cukupPada tahun ke-45 sebelum Masehi, penanggalan Romawai cukup...
124124 PenanggalanPenanggalan MasehiMasehi : 1 – 1 – 2000: 1 – 1 – 2000 HijrahHijrah : 24 Ramadhan 1420: 24 Ramadhan 14...
125125 TANGGAL JULIAN DI DALAM KOMPUTERTANGGAL JULIAN DI DALAM KOMPUTER Oleh Dali S. NagaOleh Dali S. Naga Abstract. Da...
126126
127127
128128 Tanggal Julian (tahun 1583 oleh Joseph Justus Scaliger)Tanggal Julian (tahun 1583 oleh Joseph Justus Scaliger) Me...
129129Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMKeteraturan Alam (Ramuan Bahan)Keteraturan Alam (Ramuan ...
130130Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMKeteraturan Alam (Pertukangan)Keteraturan Alam (Pertukan...
131131Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMAstrologiAstrologi• Di samping astronomi, muncul juga pe...
132132ASTROLOGYASTROLOGYAstrology is the type of divination that consists inAstrology is the type of divination that consi...
133133directly, to the rise of astrology. They constructed a calendar,directly, to the rise of astrology. They constructed...
134134Mongol times, their data were also integrated into the ChineseMongol times, their data were also integrated into the...
135135taught the omnipotence of their Creator. To the determinism oftaught the omnipotence of their Creator. To the determ...
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Filsafat Ilmu

1,991

Published on

Published in: Education, Technology, Sports
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,991
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
404
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Filsafat Ilmu

  1. 1. 11MATA KULIAHMATA KULIAHFILSAFAT ILMUFILSAFAT ILMU
  2. 2. 22MENGAPA HARUS BELAJARMENGAPA HARUS BELAJARFILSAFAT?FILSAFAT? Untuk mengetahui sejak kapanUntuk mengetahui sejak kapanmunculnya ilmu pengetahuanmunculnya ilmu pengetahuan Agar mampu berpikir sistematis, kritisAgar mampu berpikir sistematis, kritisuntuk memperoleh kebenaran.untuk memperoleh kebenaran.
  3. 3. 33PENGERTIAN FILSAFATPENGERTIAN FILSAFAT1.1. Dari sisi kebahasaanDari sisi kebahasaan Kata filsafat berasal dari bahasaKata filsafat berasal dari bahasaYunani, yaitu philosophia. Philo=Yunani, yaitu philosophia. Philo=cintacintaSophia=Sophia= kebijaksanaan/kebenaran.kebijaksanaan/kebenaran.Jadi philosophia adalah orang yangJadi philosophia adalah orang yangmencintai kebenaran, sehinggamencintai kebenaran, sehinggaberupaya memperoleh danberupaya memperoleh danmemilikinya.memilikinya.
  4. 4. 44lanjutanlanjutan Kata philosophia ditransformasikan keKata philosophia ditransformasikan keberbagai bahasa. Dalam bahsa arabberbagai bahasa. Dalam bahsa arabdisebutdisebut falsafahfalsafah. Dalam bahsa. Dalam bahsaIndonesia disebutIndonesia disebut falsafat/filsafatfalsafat/filsafat..Dalam bahsa Belanda dan JermanDalam bahsa Belanda dan Jermandisebutdisebut Philosophie.Philosophie.
  5. 5. 55lanjutanlanjutanDari sisi filsafat sebagai ilmuDari sisi filsafat sebagai ilmu Plato, fisuf besar Yunani mengatakan,Plato, fisuf besar Yunani mengatakan,filsafat adalah ilmu pengetahuan yangfilsafat adalah ilmu pengetahuan yangberusaha mencapai kebenaran yang asli,berusaha mencapai kebenaran yang asli,karena kebenaran mutlak di tangankarena kebenaran mutlak di tanganTuhanTuhan. Atau dengan singkat dikatakan. Atau dengan singkat dikatakanpengetahuan tentang segala yang ada.pengetahuan tentang segala yang ada.
  6. 6. 66lanjutanlanjutan Aristoteles, murid Plato mengatakan,Aristoteles, murid Plato mengatakan,filsafat adalah ilmu pengetahuan yangfilsafat adalah ilmu pengetahuan yangmeliputi kebenaran yang terkandung dimeliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu matafisika, logika,dalamnya ilmu matafisika, logika,retorika, politik, sosial budaya danretorika, politik, sosial budaya danestetika.estetika.
  7. 7. 77 Alfarabi, Filsuf besar muslim denganAlfarabi, Filsuf besar muslim dengangelar Aristoteles ke 2, mengatakangelar Aristoteles ke 2, mengatakanFilsafat adalah pengetahuann tentangFilsafat adalah pengetahuann tentangyang ada menurut hakikatnya yangyang ada menurut hakikatnya yangsebenarnyasebenarnya..
  8. 8. 88lanjutanlanjutan Immanuel Kant, Filsuf barat denganImmanuel Kant, Filsuf barat dengangelar raksasa pemikir Eropa,gelar raksasa pemikir Eropa,mengatakan filsafat adalah ilmumengatakan filsafat adalah ilmupokok dan pangkal segalapokok dan pangkal segalapengetahuan yang mencakup dipengetahuan yang mencakup didalamnya empat persoalan:dalamnya empat persoalan:
  9. 9. 99lanjutanlanjutan1. apa dapat kita ketahui, dijawab oleh1. apa dapat kita ketahui, dijawab olehmetafisikametafisika2. apa yang boleh kita kerjakan,2. apa yang boleh kita kerjakan,dijawab oleh etikadijawab oleh etika3. apa yang dinamakan manusia,3. apa yang dinamakan manusia,dijawab oleh antropologi.dijawab oleh antropologi.4. sampai dimana harapan kita,4. sampai dimana harapan kita,dijawab oleh agama.dijawab oleh agama.
  10. 10. 1010lanjutanlanjutan Hasbullah Bakry,Hasbullah Bakry, filsafat adalah ilmufilsafat adalah ilmuyang menyelidiki segala sesuatu denganyang menyelidiki segala sesuatu denganmendalam mengenai Ketuhanan, alammendalam mengenai Ketuhanan, alamsemesta, dan manusia sehingga dapatsemesta, dan manusia sehingga dapatmelahirkan pengetahuan tentangmelahirkan pengetahuan tentangbagaimana hakikatnya sejauh yangbagaimana hakikatnya sejauh yangdicapai manusia.dicapai manusia.
  11. 11. 1111lanjutanlanjutan3. Filsafat dari sisi benda3. Filsafat dari sisi benda Titus dkk, mengajukan dua pengertianTitus dkk, mengajukan dua pengertianfilsafat.filsafat.- filsafat adalah sekumpulan problem-- filsafat adalah sekumpulan problem-problem yang langsung dan mendapatproblem yang langsung dan mendapatperhatian dari manusia yang dicarikanperhatian dari manusia yang dicarikanjawabannya oleh ahli filsafat.jawabannya oleh ahli filsafat.
  12. 12. 1212lanjutanlanjutanFilsafat adalah sekumpulanFilsafat adalah sekumpulansikap dan kepercayaansikap dan kepercayaanterhapadap kehidupan dan alamterhapadap kehidupan dan alamyang biasanya diterima secarayang biasanya diterima secaratidaktidak kritis.kritis.
  13. 13. 1313lanjutanlanjutan4. Filsafat sebagai suatu aktifitas4. Filsafat sebagai suatu aktifitas Filsafat adalah sebagai suatu proses berpikirFilsafat adalah sebagai suatu proses berpikiruntuk memperoleh jawaban-jawaban dariuntuk memperoleh jawaban-jawaban dariberbagai problem.berbagai problem. Titus dkk, memberikan 3 pengertian filsafat sbgTitus dkk, memberikan 3 pengertian filsafat sbgaktifitas:aktifitas:- Filsafat adlah suatu proses kritik atau pemikiran- Filsafat adlah suatu proses kritik atau pemikiranterhadap kepercayaan diri dari sikap yangterhadap kepercayaan diri dari sikap yangsangat kita junjung tinggi.sangat kita junjung tinggi.
  14. 14. 1414lanjutanlanjutan- Filsafat adalah sebagai analisi logis dariFilsafat adalah sebagai analisi logis daribahasa serta penjelasan tentang arti katabahasa serta penjelasan tentang arti katadan konsep.dan konsep.- Filsafat adalah suatu usaha untukFilsafat adalah suatu usaha untukmemperoleh gambaran keseluruhanmemperoleh gambaran keseluruhan
  15. 15. 1515BERDASARKAN KONSEP DAN TEORIBERDASARKAN KONSEP DAN TEORITERSEBUT PROSES BERFILSAFATTERSEBUT PROSES BERFILSAFATTERSEBUT MELALUI EMPAT TAHAPTERSEBUT MELALUI EMPAT TAHAP1.1. LOGIS, yaitu berpikir dengan menggunakanLOGIS, yaitu berpikir dengan menggunakanlogika (undang-undang berpikir) yaitu melaluilogika (undang-undang berpikir) yaitu melaluitiga tahap;tiga tahap; pemahaman, keputusan danpemahaman, keputusan danargumentasiargumentasicontoh;:contoh;:- Alam berubah-ubah (premis minor)Alam berubah-ubah (premis minor)- Setiap berubah-ubah baru (premis mayor)Setiap berubah-ubah baru (premis mayor)- Alam baru (simpulan)Alam baru (simpulan)
  16. 16. 1616lanjutanlanjutan2. SISTEMATIS, yaitu berpikir melalui alur yang2. SISTEMATIS, yaitu berpikir melalui alur yangsistemik sehingga ditemukan adanya koherensistemik sehingga ditemukan adanya koheren(saling runtut), diantara satu pertanyaan(saling runtut), diantara satu pertanyaandengan pertanyaan lainnya.dengan pertanyaan lainnya.3. RADIKAL, berpikir sampai kepada akar3. RADIKAL, berpikir sampai kepada akarmasalah.masalah.4. UNIVERSAL, berpikir secara umum bukan4. UNIVERSAL, berpikir secara umum bukankhusus. Disini perbedaannyakhusus. Disini perbedaannya ilmu berpikirilmu berpikirsecara khusus, filsafat berpikir secara umum.secara khusus, filsafat berpikir secara umum.
  17. 17. 1717SEJARAH TIMBULNYASEJARAH TIMBULNYAFILSAFATFILSAFAT KAPAN MUNCULNYA FILSAFAT?KAPAN MUNCULNYA FILSAFAT?Filsafat muncul sejak manusia ada dan sejakFilsafat muncul sejak manusia ada dan sejakadanya pembicaraan manusia. Maka sejarahadanya pembicaraan manusia. Maka sejarahlahirnya filsafat dimana-mana Yunani, India,lahirnya filsafat dimana-mana Yunani, India,Persia. Karena filsafat memiliki kualifikasiPersia. Karena filsafat memiliki kualifikasitertentu, maka lahirnya filsafat diidentikantertentu, maka lahirnya filsafat diidentikandengan Yunani. Hal ini sesuai dengan karakterdengan Yunani. Hal ini sesuai dengan karakterorang yunani ialahorang yunani ialah RasionalRasional
  18. 18. 1818APA YANGAPA YANGMENYEBABKANMENYEBABKANLAHIRNYA FILSAFAT?LAHIRNYA FILSAFAT?1.1. PERTENTANGAN ANTARA MITOS DANPERTENTANGAN ANTARA MITOS DANLOGOSLOGOSDikalangan masyarakat Yunani dikenalDikalangan masyarakat Yunani dikenaladanya mitos, sebagai suatu keyakinan lamaadanya mitos, sebagai suatu keyakinan lamayang berkembang dengan pesat misalnyayang berkembang dengan pesat misalnyamite kosmologi yang melukiskan kejadianmite kosmologi yang melukiskan kejadianalam.alam. Lama-lama mitos hilang dikalahkanLama-lama mitos hilang dikalahkanoleh logos, makaoleh logos, maka logos penyebab pertamalogos penyebab pertamalahirnya filsafat.lahirnya filsafat.
  19. 19. 1919lanjutanlanjutan2. RASA INGIN TAHU2. RASA INGIN TAHUKarena mite hanya bersifat dongengKarena mite hanya bersifat dongengbelaka, maka orang mulai berpikirbelaka, maka orang mulai berpikirrasional, untuk mencari jawaban-rasional, untuk mencari jawaban-jawaban yang logis. Keingintahuanjawaban yang logis. Keingintahuanterhadap alam semesta, keingintahuanterhadap alam semesta, keingintahuanterhadap penciptanya dsb.terhadap penciptanya dsb.
  20. 20. 2020lanjutanlanjutan3. RASA KAGUM3. RASA KAGUMMenurut Plato, filsafat lahir adanyaMenurut Plato, filsafat lahir adanyakekaguman manusia tentang dunia dankekaguman manusia tentang dunia danlingkungannya. Para filsuf ataslingkungannya. Para filsuf ataskekagumannya mencoba merumuskankekagumannya mencoba merumuskanasal mula alam semesta.asal mula alam semesta.ThalesThales bapak filsafat Yunani, mengatakanbapak filsafat Yunani, mengatakanalam semestaalam semesta berasal dari air.berasal dari air.
  21. 21. 2121lanjutanlanjutan AnaximandrosAnaximandros, alam berasal dari, alam berasal dariapairon (api)apairon (api) Democrios,Democrios, alam berasalalam berasal dari atomdari atom Empedokles,Empedokles, alam berasalalam berasal dari empatdari empatunsur; air, api, angin, tanah.unsur; air, api, angin, tanah.4. PERKEMBANGAN KESUSASTRAAN4. PERKEMBANGAN KESUSASTRAANFaktor lain yang menyebakan lahirnyaFaktor lain yang menyebakan lahirnyafilsafat adalah kesusastraan.filsafat adalah kesusastraan.
  22. 22. 2222KARAKTERISTIKKARAKTERISTIKFILSAFATFILSAFAT1.1. SKEPTISISSKEPTISISSkeptisis adalah keraguan terhadapSkeptisis adalah keraguan terhadapsuatu kebenaran sebelum mendapatsuatu kebenaran sebelum mendapatargumen yang kuat terhadapargumen yang kuat terhadapkebenaran tersebut. Dikelompokan;kebenaran tersebut. Dikelompokan;-bersifat Gradasi , dari ragu ke yakin-bersifat Gradasi , dari ragu ke yakin-bersifat degradasi, dari yakin ke ragu-bersifat degradasi, dari yakin ke ragu-bertahan sophisme, terus menurus-bertahan sophisme, terus menurusragu.ragu.
  23. 23. 2323LanjutanLanjutan Sifat gradasi diungkapkan oleh RENESifat gradasi diungkapkan oleh RENEDECARTES Filsuf PrancisDECARTES Filsuf Prancis cagito ergo sumcagito ergo sum(saya berpikir maka saya ada)(saya berpikir maka saya ada)2.KOMUNALISME2.KOMUNALISMEHasil pemikiran filsafat dimiliki masyarakatHasil pemikiran filsafat dimiliki masyarakatumum tidak memandang ras, kelas, ekonomi,umum tidak memandang ras, kelas, ekonomi,dan keyakinan. Misalnya hasil pemikirandan keyakinan. Misalnya hasil pemikiranYunani bermanfaat untuk orang Eropa, AsiaYunani bermanfaat untuk orang Eropa, AsiaAfrika dsb.Afrika dsb.
  24. 24. 2424lanjutanlanjutan3. DISENTERESTEDNESS3. DISENTERESTEDNESSYANG BERASAL DARI KATAYANG BERASAL DARI KATA INTEREST,INTEREST,yaitu suatu kegiatan filsafat yang tidakyaitu suatu kegiatan filsafat yang tidakdimotivasi untuk suatu kepentingan tertentu.dimotivasi untuk suatu kepentingan tertentu.4. UNIVERSALISME4. UNIVERSALISMEFilsafat bersifat umum, berati filsafat adalahFilsafat bersifat umum, berati filsafat adalahhak seluruh umat manusia secara umum atauhak seluruh umat manusia secara umum atausifatnya internasional. Semua umat manusiasifatnya internasional. Semua umat manusiaberhak mengadakan kajian filsafat.berhak mengadakan kajian filsafat.
  25. 25. 2525APA GUNANYA FILSAFATAPA GUNANYA FILSAFATBAGI MANUSIA?BAGI MANUSIA? Filsafat mampu memberikanFilsafat mampu memberikanpemahaman yang menyeluruhpemahaman yang menyeluruh(general) terhadap suatu wujud(general) terhadap suatu wujud(ontologi) sekaligus memberikan(ontologi) sekaligus memberikankonsep kebenarankonsep kebenaran( justifikasi) terhadap wujud tersebut.( justifikasi) terhadap wujud tersebut.Dengan kebenaran manusia akanDengan kebenaran manusia akanbertindak bijaksana (wesdom)bertindak bijaksana (wesdom)
  26. 26. 2626lanjutanlanjutan Filsafat dapat memberikan kepuasanFilsafat dapat memberikan kepuasanbagi filsuf/seseorang karenabagi filsuf/seseorang karenakemampuannya dalamkemampuannya dalammenggambarkan problem kehidupanmenggambarkan problem kehidupanyang sedang dan akan dihadapi sesuaiyang sedang dan akan dihadapi sesuaidengan leluasan pemahamannya.dengan leluasan pemahamannya.Plato mengatakan, berpikir dan memikirkan itu suatuPlato mengatakan, berpikir dan memikirkan itu suatukenikmatan yang luar biasa dan kebahagian yang palingkenikmatan yang luar biasa dan kebahagian yang palingberharga.berharga.
  27. 27. 2727lanjutanlanjutan Filsafat dapat dijadikan sebagai bahanFilsafat dapat dijadikan sebagai bahanpijakan untuk merubah dunia.pijakan untuk merubah dunia.Karl Marx mengatakan,Karl Marx mengatakan, filsafat tidakfilsafat tidakhanya hanya menjelaskan padahanya hanya menjelaskan padadunia(interferd the world) melainkan jugadunia(interferd the world) melainkan jugamerubahnya.merubahnya.
  28. 28. 2828PROBLEMATIKAPROBLEMATIKAFILSAFATFILSAFAT Secara Umum terbagi menjadi tiga;Secara Umum terbagi menjadi tiga;1.1. ONTOLOGI, yaitu mengkaji hakikatONTOLOGI, yaitu mengkaji hakikatsegala sesuatu, terbagi 2:segala sesuatu, terbagi 2:1. Kualitas;1. Kualitas;- Monisme, asal lam terdiri dari satu- Monisme, asal lam terdiri dari satuunsur (mono=satu).unsur (mono=satu). ThalesThales dari air,dari air,AnaximandrosAnaximandros dari apairon,dari apairon,Anaximenes dari udara,Anaximenes dari udara, DemocritosDemocritosdari tanah.dari tanah.
  29. 29. 2929lanjutanlanjutan- Dualisme, yang mengatakan alamDualisme, yang mengatakan alamsemesta terdiri dari dua unsur yaitusemesta terdiri dari dua unsur yaitumateri dan rohmateri dan roh. Tokohnya. Tokohnya AnaxagorasAnaxagorasdandan Aristolteles.Aristolteles.- Pluralisme, alam semesta terdiri dariPluralisme, alam semesta terdiri dariempat unsur; air, angin, api, tanah.empat unsur; air, angin, api, tanah.TokohnyaTokohnya Empedokles, Leukippos.Empedokles, Leukippos.
  30. 30. 3030lanjutanlanjutan2. Kualitas2. KualitasPandangan ini membicarakan bagaimanaPandangan ini membicarakan bagaimanaalam berproses, dalam kaitannya muncul 4alam berproses, dalam kaitannya muncul 4teori:teori:-Mekanisme, yang mengatakan bahwa segala-Mekanisme, yang mengatakan bahwa segalasesuatu berproses secara mekanik.sesuatu berproses secara mekanik.-Teleologi, mengatakan bahwa segala sesuatu yang-Teleologi, mengatakan bahwa segala sesuatu yangterjadi di alam raya berproses menuju suatuterjadi di alam raya berproses menuju suatutujuan, yaitu Tuhan.tujuan, yaitu Tuhan.
  31. 31. 3131-Determinisme, kejadian di alam iniberproses-Determinisme, kejadian di alam iniberprosesmelalui suatu ketentuan yang telahmelalui suatu ketentuan yang telahditetapkan sebelumnya, baik oleh hukumditetapkan sebelumnya, baik oleh hukumalam maupun oleh Tuhanalam maupun oleh Tuhan-Indeterminisme, segala kejadian di alam ini-Indeterminisme, segala kejadian di alam iniberlangsung secara bebas, tanpa kendaliberlangsung secara bebas, tanpa kendalitertentu dari Tuhan atau kekuatannya.tertentu dari Tuhan atau kekuatannya.
  32. 32. 3232PROBLEM FILSAFATPROBLEM FILSAFAT2. EPISTEMOLOGI, membicarakan 2 hal;2. EPISTEMOLOGI, membicarakan 2 hal;a. Hakikat pengetahuan, muncul 2a. Hakikat pengetahuan, muncul 2pandangan;pandangan;-- realismerealisme, yaitu pengetahuan manusia riil, yaitu pengetahuan manusia riiladanya dalam kehidupan.adanya dalam kehidupan.-- idealisme,idealisme, yaitu hakikat ilmuyaitu hakikat ilmupengetahuan tidak terdapat dalam duniapengetahuan tidak terdapat dalam duniariil, melainkan konsep ideal atau duniariil, melainkan konsep ideal atau duniaide-ide.ide-ide.
  33. 33. 3333lanjutanlanjutanb. Sumber Pengetahuan, muncul 3 pandangan;b. Sumber Pengetahuan, muncul 3 pandangan;- rasionalisme,rasionalisme, mengatakan bahwa sumbermengatakan bahwa sumberpengetahuan muncul dari rasio (akal) manusia.pengetahuan muncul dari rasio (akal) manusia.- Empirisme,Empirisme, sumber pengetahuan adalahsumber pengetahuan adalahindera manusia.indera manusia.- Kritisme,Kritisme, pengetahuan manusia bersumberpengetahuan manusia bersumberdari luar diri manusia, yaitu Tuhan.dari luar diri manusia, yaitu Tuhan.
  34. 34. 3434PROBLEM FILSAFATPROBLEM FILSAFAT3.3. AXIOLOGI, TERBAGI MENJADI 6AXIOLOGI, TERBAGI MENJADI 6PANDANGAN;PANDANGAN;a.a. naturalisme, yang menyatakan ukurannaturalisme, yang menyatakan ukuranbaik buruk ialah sesuai tidaknyabaik buruk ialah sesuai tidaknyaperbuatan tersebut sesuai denganperbuatan tersebut sesuai denganfitrah (natura) manusia.fitrah (natura) manusia.b.b. Hedonisme, yang menyatakan bahwaHedonisme, yang menyatakan bahwaukuran baik buruk ialah sejauh manaukuran baik buruk ialah sejauh manasuatu perbuatan mendatangkansuatu perbuatan mendatangkankenikmatan (hedone) bagi manusia.kenikmatan (hedone) bagi manusia.
  35. 35. 3535lanjutanlanjutana.a. Vitalisme, ukuran baik burukVitalisme, ukuran baik burukditentukan oleh sejauh mana suatuditentukan oleh sejauh mana suatuperbuatan tersebut dapat mendorongperbuatan tersebut dapat mendorongmanusia untuk hidup lebih maju.manusia untuk hidup lebih maju.b.b. Ultitarianisme, Ukuran baik burukUltitarianisme, Ukuran baik burukditentukan oleh ada tidaknya suatuditentukan oleh ada tidaknya suatuperbuatan mendatangkan manfaatperbuatan mendatangkan manfaatbagi manusia.bagi manusia.
  36. 36. 3636lanjutanlanjutane. Idealisme, ukuran baik buruk ditentukan olehe. Idealisme, ukuran baik buruk ditentukan olehsesuai tidaknya sesuatu perbuatan dengansesuai tidaknya sesuatu perbuatan dengankonsep ideal (rancang bangun) pikirankonsep ideal (rancang bangun) pikiranmanusia.manusia.f. Teologis, baik buruknya suatu perbuatanf. Teologis, baik buruknya suatu perbuatanditentukan oleh sesuai tidaknya suatuditentukan oleh sesuai tidaknya suatuperbuatan dengan ketentuan agamaperbuatan dengan ketentuan agama(teos=Tuhan, agama)(teos=Tuhan, agama)
  37. 37. 3737lanjutanlanjutanBerdasarkan uraian problematika diBerdasarkan uraian problematika diatas kebenaran itu bersifat relatifatas kebenaran itu bersifat relatiftergantung pada latar belakangtergantung pada latar belakangpendidikan, sosial, budaya, agamapendidikan, sosial, budaya, agamadan sebagainya.dan sebagainya.
  38. 38. 3838BAGAIMANA HUBUNGANBAGAIMANA HUBUNGANILMU, FILSAFAT, DANILMU, FILSAFAT, DANAGAMAAGAMA Ilmu adalah sistem dari berbagaiIlmu adalah sistem dari berbagaipengetahuan yang masing-masingpengetahuan yang masing-masingmengenai suatu pengalaman tertentumengenai suatu pengalaman tertentuyang disusun melalui sistem tertentu,yang disusun melalui sistem tertentu,sehingga menjadi suatu kesatuan.sehingga menjadi suatu kesatuan. Menuurut Harsojo, ilmu terdiri dari tigaMenuurut Harsojo, ilmu terdiri dari tigakesimpulan, yaitu;kesimpulan, yaitu;
  39. 39. 3939lanjutanlanjutan1.1. Merupakan akumulasi pengetahuanMerupakan akumulasi pengetahuanyang disistematikanyang disistematikan2.2. Suatu pendekatan/metode pendekatanSuatu pendekatan/metode pendekatanterhadap seluruh dunia empiris, yaituterhadap seluruh dunia empiris, yaitudunia yang terikat oleh faktor ruang dandunia yang terikat oleh faktor ruang danwaktu, dunia yang pada prinsipnyawaktu, dunia yang pada prinsipnyadapat diamati oleh panca indradapat diamati oleh panca indramanusia, danmanusia, dan
  40. 40. 4040lanjutanlanjutan1.1. Suatu cara yang mengijinkanSuatu cara yang mengijinkankepada ahli-ahli lainnya untukkepada ahli-ahli lainnya untukmenyatakan suatu proporsi.menyatakan suatu proporsi.
  41. 41. 4141lanjutanlanjutan Filsafat menurut Plato dan Al Faraby;Filsafat menurut Plato dan Al Faraby;filsafat adalah pengetahuan tentangfilsafat adalah pengetahuan tentangsegala yang ada.segala yang ada.AGAMAAGAMATerdapat perbedaan pengertian agamaTerdapat perbedaan pengertian agamadikalangan tokoh agama. Hal inidikalangan tokoh agama. Hal inidisebabkan oleh perbedaan bidikdisebabkan oleh perbedaan bidikterhadap agama.terhadap agama.
  42. 42. 4242lanjutanlanjutanAgama diartikan secara praktis, adalahAgama diartikan secara praktis, adalahsuatu keyakinan akan adanyasuatu keyakinan akan adanyaaturan/jalan hidupaturan/jalan hidup (way of life)(way of life) yangyangbersumber dari suatu kekuatan yangbersumber dari suatu kekuatan yangabsolut (Tuhan).absolut (Tuhan). Agama memiliki empat perangkatAgama memiliki empat perangkatsbb:sbb:1.1. Adanya pengatur (Tuhan) sebagaiAdanya pengatur (Tuhan) sebagaikebenaran yang pertama dankebenaran yang pertama danterakhir.terakhir.
  43. 43. 4343lanjutanlanjutan2. adanya aturan (code hukum) yang harus2. adanya aturan (code hukum) yang harusdipahami yang termaktub dalam kitabdipahami yang termaktub dalam kitabsuci dan kebenarannya bersifat ansolut.suci dan kebenarannya bersifat ansolut.3. Adanya seorang nabi sebagai pembawa3. Adanya seorang nabi sebagai pembawaaturan hukum.aturan hukum.4. Adanya komunitas (manusia) sebagai4. Adanya komunitas (manusia) sebagaipelaksana aturan yang bersumber daripelaksana aturan yang bersumber dariTuhan.Tuhan.
  44. 44. 4444HUBUNGAN ILMU,HUBUNGAN ILMU,FILSAFAT DAN AGAMAFILSAFAT DAN AGAMAILMU, mencari kebenaran dengan caraILMU, mencari kebenaran dengan carapenyelidikan (riset) sesuai denganpenyelidikan (riset) sesuai denganeksistensinya yang berhubunganeksistensinya yang berhubungandengan alam empiris.Dalam penyelidikandengan alam empiris.Dalam penyelidikanilmu selalu mencari hukumilmu selalu mencari hukum sebabsebabakibat. Sebagai hukum sebab akibatakibat. Sebagai hukum sebab akibatmaka kebenaranya pasti ada.maka kebenaranya pasti ada.
  45. 45. 4545lanjutanlanjutanILSAFAT, karena selalu berhadapanILSAFAT, karena selalu berhadapandenga alam empiris, (metafisika, ghaib)denga alam empiris, (metafisika, ghaib)maka ia komit dengan organon (alatnya)maka ia komit dengan organon (alatnya)yaitu logika. Cara kerjanya selalu diawaliyaitu logika. Cara kerjanya selalu diawalidengan pertanyaan apa…. Berpikir logis,dengan pertanyaan apa…. Berpikir logis,sistematis, radikal, dan universal.sistematis, radikal, dan universal.
  46. 46. 4646lanjutanlanjutanAGAMA, menemukan konsepAGAMA, menemukan konsepkebenaran bersumber pada wahyu,kebenaran bersumber pada wahyu,kebenarannya bersifat mutlak,kebenarannya bersifat mutlak,absolut sebagiai kebenaranabsolut sebagiai kebenarantertinggi.tertinggi.
  47. 47. 4747 Ilmu kebenarannya bersifat empiris,Ilmu kebenarannya bersifat empiris,filsafat kebenarannya bersifat spekulatiffilsafat kebenarannya bersifat spekulatif(berdasrkan nalar dan logika), keduanya(berdasrkan nalar dan logika), keduanyabersifat nisbi. Agama kebenarannyabersifat nisbi. Agama kebenarannyabersifat absolut mutlak, dalambersifat absolut mutlak, dalampenentuannya semua perlu perumusanpenentuannya semua perlu perumusan
  48. 48. 4848lanjutanlanjutan Hubungan ilmu filsafat dan agama, AlbertHubungan ilmu filsafat dan agama, AlbertEinstein menagatakan dengan singkat’Einstein menagatakan dengan singkat’““science with out is blind, religion with outscience with out is blind, religion with outscience is blame” Ilmu tanpa agamascience is blame” Ilmu tanpa agamabuta, agama tanpa ilmu lumpuh.buta, agama tanpa ilmu lumpuh.
  49. 49. 4949BAGAIMANAKAHBAGAIMANAKAHKATEGORI MANUSIAKATEGORI MANUSIAITU?ITU?1.1. MANUSIA ADA YANG TIDAK TAHU DALAMMANUSIA ADA YANG TIDAK TAHU DALAMKETIDAKAHUANNYAKETIDAKAHUANNYA2.2. MANUSIA TIDAK TAHU DALAMMANUSIA TIDAK TAHU DALAMKETAHUANNYAKETAHUANNYA3.3. MANUSIA TAHU AKANMANUSIA TAHU AKANKETIDAKTAHUANNYAKETIDAKTAHUANNYA4.4. MANUSIA TAHU AKAN KETAHUANNYAMANUSIA TAHU AKAN KETAHUANNYAKategori manakah yang paling baik?Kategori manakah yang paling baik?
  50. 50. 5050Manusia adalah akhluk ciptaan TuhanManusia adalah akhluk ciptaan Tuhanyang tercanggih. Memiliki banyakyang tercanggih. Memiliki banyakkelebihan dibanding dengan makhluk lainkelebihan dibanding dengan makhluk lainterutama akalnya.terutama akalnya. Memiliki rasa ingin tahu, makaMemiliki rasa ingin tahu, makadiaktuakisasikan dalam bentuk bertanya.diaktuakisasikan dalam bentuk bertanya. Melalui rasio maka manusia memberikanMelalui rasio maka manusia memberikanjawaban terhadap aneka pertanyaanjawaban terhadap aneka pertanyaan Manusia bertanya, manusia pula menjawabManusia bertanya, manusia pula menjawab Manusialah yang benar-benar bereksistensiManusialah yang benar-benar bereksistensikarena memiliki kesadaran dan otonomikarena memiliki kesadaran dan otonomidirinya.dirinya.
  51. 51. 5151LanjutanLanjutanDENGAN KATA LAINDENGAN KATA LAINMalalui akalnya manusia mampu menyamaiMalalui akalnya manusia mampu menyamaimakhluk lain.makhluk lain. Burung terbang tinggi, manusia tefrbangBurung terbang tinggi, manusia tefrbangdengan pesawat ciptaannya.dengan pesawat ciptaannya. Angsa bisa berenang ke ujung pulau, manusiaAngsa bisa berenang ke ujung pulau, manusiaberenang dengan kapal Feri ciptaannya.berenang dengan kapal Feri ciptaannya. Ikan mampu menembus dasar lautan, manusiaIkan mampu menembus dasar lautan, manusiamenembus lautan dengan kapal selammenembus lautan dengan kapal selamciptaannya.ciptaannya.
  52. 52. 5252APAKAH SETIAP MANUSIA MAMPUAPAKAH SETIAP MANUSIA MAMPUBERFILSAFAT? Tidak juga.BERFILSAFAT? Tidak juga. Rule ofRule ofthe game ( ada aturan mainnya)the game ( ada aturan mainnya) Berpikir logis, sistematis, radikal, danBerpikir logis, sistematis, radikal, danuniversal.universal.Dengan mengindahkan ke empat aturanDengan mengindahkan ke empat aturanmain tersebut, maka Anda bisa menjadimain tersebut, maka Anda bisa menjadiseorang filsufseorang filsuf
  53. 53. 5353LAHIRNYA ILMU PENGETAHUANLAHIRNYA ILMU PENGETAHUANSEJAK KAPAN LAHIRNYA ILMUSEJAK KAPAN LAHIRNYA ILMUPENGETAHUAN?PENGETAHUAN? Manusia adalah makhluk ciptaan TuhanManusia adalah makhluk ciptaan Tuhanyang tercanggih.yang tercanggih. Dengan akalnya manusia mampu.Dengan akalnya manusia mampu.berpikir, dengan pikirannya memperolehberpikir, dengan pikirannya memperolehpengetahuan, dengan pengetahuannyapengetahuan, dengan pengetahuannyamanusia memiliki ilmu, dengan ilmunyamanusia memiliki ilmu, dengan ilmunyamanusia mampu berpikir rasional, logismanusia mampu berpikir rasional, logisdan sistematis.dan sistematis.
  54. 54. 5454JADI PENGETAHUAN LAHIRJADI PENGETAHUAN LAHIRSEJAK MANUSIA ITU ADASEJAK MANUSIA ITU ADASEJAK MANUSIA BERPIKIRSEJAK MANUSIA BERPIKIRSEJAK MANUSIASEJAK MANUSIABERINTERAKSI DENGANBERINTERAKSI DENGANALAMALAM
  55. 55. 5555BAGAIMANA HUBUNGAN (ILMUBAGAIMANA HUBUNGAN (ILMUPENGETAHUAN DENGANPENGETAHUAN DENGANFILSAFAT?FILSAFAT? Pengetahuan bagian dari kajian filsafat ilmu,Pengetahuan bagian dari kajian filsafat ilmu,pengetahuan lahir sejak adanya peradabanpengetahuan lahir sejak adanya peradabanmanusia dan berkembang pesat sesuaimanusia dan berkembang pesat sesuaidengan budayanya.dengan budayanya. Pengetahuan lahir dari aktivitasPengetahuan lahir dari aktivitas Aktivitas memerlukan metodeAktivitas memerlukan metode Pengetahuan melahirkan ilmu-ilmu.Pengetahuan melahirkan ilmu-ilmu. Ilmu dan pengetahuan tidak bisa dipisahkan.Ilmu dan pengetahuan tidak bisa dipisahkan.
  56. 56. 5656lanjutanlanjutan Aktivitas memerlukan metodeAktivitas memerlukan metode Pengetahuan melahirkan ilmu-ilmu.Pengetahuan melahirkan ilmu-ilmu. Ilmu dan pengetahuan tidak bisaIlmu dan pengetahuan tidak bisadipisahkan.dipisahkan.
  57. 57. 5757AKTIVITASPENGETAHUANMETODEILMUSIKLUS ILMUSIKLUS ILMU
  58. 58. 5858PENGERTIAN ILMUPENGERTIAN ILMUSEBAGAISEBAGAIPENGETAHUANPENGETAHUANDari segi maknanya pengertian ilmuDari segi maknanya pengertian ilmusekurang-kurangnya merujuk tiga hal:sekurang-kurangnya merujuk tiga hal:PengetahuanPengetahuanAktivitasAktivitasmetodemetode
  59. 59. 5959Pengertian UmumPengertian Umum Ilmu adalah sesuatu kumpulanIlmu adalah sesuatu kumpulanyang sistematis dari pengetahuan.yang sistematis dari pengetahuan. Ilmu berarti semua pengetahuanIlmu berarti semua pengetahuanyang dihimpun dengan perantarayang dihimpun dengan perantarametode ilmiah (John G. Kemeny).metode ilmiah (John G. Kemeny).
  60. 60. 6060lanjutanlanjutan Menurut Norman Campbell :Menurut Norman Campbell :Ilmu adalah suatu kumpulan pengetahuanIlmu adalah suatu kumpulan pengetahuanyang berguna dan praktis dan suatuyang berguna dan praktis dan suatumetode untuk memperoleh pengetahuanmetode untuk memperoleh pengetahuanIlmu tidak bersangkutan denganIlmu tidak bersangkutan dengankehidupan praktis dan tidak dapatkehidupan praktis dan tidak dapatmempengaruhinya kecuali dalam caramempengaruhinya kecuali dalam carayang paling tak langsung, baik kebaikanyang paling tak langsung, baik kebaikanatau keburukan.atau keburukan.
  61. 61. 6161SIMPULANSIMPULAN Ilmu adalah rangkaian aktivitas manusia yangIlmu adalah rangkaian aktivitas manusia yangrasional dan kognitif dengan berbagai metoderasional dan kognitif dengan berbagai metodeberupa aneka prosedur dan tata langkahberupa aneka prosedur dan tata langkahsehingga menghasilkan kumpulansehingga menghasilkan kumpulanpengetahuan yang sistematis mengenai gejala-pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan ataugejala kealaman, kemasyarakatan ataukeorangan untuk tujuan mencapai kebenaran,keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran,memperoleh pemahaman, memberikanmemperoleh pemahaman, memberikanpenjelasan, ataupun melakukan penerapan.penjelasan, ataupun melakukan penerapan.
  62. 62. 6262LANJUTANLANJUTANILMU SEBAGAI RANGKAIANILMU SEBAGAI RANGKAIANAKTIVITAS MANUSIA:AKTIVITAS MANUSIA:1.1. Rasional: proses pemikiran yangRasional: proses pemikiran yangberpegang pada kaidah-kaidah logikaberpegang pada kaidah-kaidah logika2.2. Kognitif : proses mengetahui danKognitif : proses mengetahui danmemperoleh pengetahuanmemperoleh pengetahuan
  63. 63. 6363lanjutanlanjutan1.1. Teologis:Teologis: mencapai kebenaran memperolehmencapai kebenaran memperolehpemahamanpemahaman Memberi penjelasanMemberi penjelasan Meakukan penerapan dengan peramalanMeakukan penerapan dengan peramalanatau pengendalianatau pengendalian
  64. 64. 6464ILMU SEBAGAIILMU SEBAGAIMETODE ILMIAHMETODE ILMIAH ANALISISANALISIS (analysis)(analysis) PEMERIANPEMERIAN (description)(description) PENGUKURANPENGUKURAN (measurement)(measurement) PERBANDINGANPERBANDINGAN (comparison)(comparison) SURVAISURVAI (survey)(survey)
  65. 65. 6565PengelompokanPengelompokanPengetahuanPengetahuan Menurut Bertrand Russell, pengetahuanMenurut Bertrand Russell, pengetahuandibedakan menjadi 2:dibedakan menjadi 2:1. Pengetahuan mengenai fakta-fakta1. Pengetahuan mengenai fakta-fakta(knowledge of facts)(knowledge of facts)2. Pengetahuan mengenai hubungan2. Pengetahuan mengenai hubunganumum antara faktaumum antara fakta (knowledge of(knowledge ofgeneral connection berween facts)general connection berween facts)
  66. 66. 6666Ledger Wood membagiLedger Wood membagipengetahuan menjadi:pengetahuan menjadi:1.Non inferential Apprehension1.Non inferential Apprehension;;pengetahuan nonpenyimpulan yangpengetahuan nonpenyimpulan yangmerupakan pengenalan terhadapmerupakan pengenalan terhadapbenda, orang, atau sifat tertentu.benda, orang, atau sifat tertentu.
  67. 67. 6767Bentuknya:Bentuknya: Perception ;pengenalan objek diluar diriPerception ;pengenalan objek diluar diriseseorangseseorang Introspection; pengenalan terhadapIntrospection; pengenalan terhadapdirinya sendiri dengan segenapdirinya sendiri dengan segenapkemampuan,kemampuan, pikiran kehendak, danpikiran kehendak, danperasaanperasaan
  68. 68. 6868LanjutanLanjutan2. Inferential Knowledge, meliputi;2. Inferential Knowledge, meliputi; Knowledge of other selves;Knowledge of other selves; pengetahuanpengetahuanmengenai diri orang lain.mengenai diri orang lain. Historical knowledge;Historical knowledge; pengetahuanpengetahuanmenyangkut masa lampau.menyangkut masa lampau. Scientific knowledge;Scientific knowledge; pengetahuanpengetahuanilmiah.ilmiah.
  69. 69. 6969George KlubertanzGeorge Klubertanz Pengetahuan langsung berdasarkanPengetahuan langsung berdasarkanpengenalannya terhadap objek-objekpengenalannya terhadap objek-objekpengalaman.pengalaman. Pengetahuan kemanusianPengetahuan kemanusian (humanistic(humanisticknowledge)knowledge) yang diperoleh karenayang diperoleh karenamempelajarimempelajari Pengetahuan IlmiahPengetahuan Ilmiah (scientific knowledge)(scientific knowledge)berdasarkan azas-azas yang cocok dan dapatberdasarkan azas-azas yang cocok dan dapatmembuktikan kesimpulannya kebenaran.membuktikan kesimpulannya kebenaran.
  70. 70. 7070lanjutanlanjutan Pengetahuan IlmiahPengetahuan Ilmiah (scientific(scientificknowledge)knowledge) berdasarkan azas-azasberdasarkan azas-azasyang cocok dan dapatyang cocok dan dapatmembuktikan kesimpulannyamembuktikan kesimpulannyakebenaran.kebenaran.
  71. 71. 7171HAKIKATHAKIKATPENGETAHUANPENGETAHUAN Darimanakah hakikat pengetahuan itu?Darimanakah hakikat pengetahuan itu?1.1. Realisme;Realisme; pengetahuan manusia riilpengetahuan manusia riiladanya dari kehidupan.adanya dari kehidupan.2.2. Idealisme;Idealisme; pengetahuan tidak terdapatpengetahuan tidak terdapatdalam dunia riil melainkan hanya dalamdalam dunia riil melainkan hanya dalamdunia konsep ideal atau dunia ide-ide.dunia konsep ideal atau dunia ide-ide.
  72. 72. 7272Dari manakah sumberDari manakah sumberpengetahuan manusia?pengetahuan manusia?1.1. Rasionalisme;Rasionalisme; sumber pengetahuansumber pengetahuanberasal dari rasio (akal) manusia.berasal dari rasio (akal) manusia.2.2. Empirisme;Empirisme; sumber pengetahuansumber pengetahuanadalah indra manusia (empiri)adalah indra manusia (empiri)3.3. Kritisisme/transidentalisme;Kritisisme/transidentalisme;pengetahuan manusia bersumber daripengetahuan manusia bersumber dariluar diri manusia, yaitu Tuhan.luar diri manusia, yaitu Tuhan.
  73. 73. 7373PENGETAHUAN SEBAGAIPENGETAHUAN SEBAGAIDASAR TEORITISDASAR TEORITIS YANGYANGMELAHIRKAN PENGETAHUAN ILMIAHMELAHIRKAN PENGETAHUAN ILMIAH CAKUPAN PENGETAHUAN ILMIAH:CAKUPAN PENGETAHUAN ILMIAH: 1. Jenis sasaran1. Jenis sasaran 2. Bentuk-bentuk pernyataan2. Bentuk-bentuk pernyataan 3. Ragam-ragam proposisi3. Ragam-ragam proposisi 4. Ciri-ciri pokok4. Ciri-ciri pokok 5. Pembagian sistematis5. Pembagian sistematis
  74. 74. 7474LanjutanLanjutanJenis sasaran Pengetahuan Ilmiah:Jenis sasaran Pengetahuan Ilmiah: Objek material; fenomena di duniaObjek material; fenomena di duniaini yang ditelaah oleh ilmuini yang ditelaah oleh ilmu Objek formal; pusat perhatianObjek formal; pusat perhatianpenelaahan ilmuwan terhadappenelaahan ilmuwan terhadapfenomena itu.fenomena itu.
  75. 75. 7575lanjutanlanjutanOBJEK MATERIAL PENGETAHUAN ILMIAHOBJEK MATERIAL PENGETAHUAN ILMIAHDIKELOMPOKAN MENJADI 6:DIKELOMPOKAN MENJADI 6: IDE ABSTRAKIDE ABSTRAK BENDA FISIKBENDA FISIK JASAD HIDUPJASAD HIDUP GEJALA ROHANIGEJALA ROHANI PERISTIWA SOSIALPERISTIWA SOSIAL PROSES TANDAPROSES TANDA
  76. 76. 7676OBJEK MATERIALOBJEK MATERIALKONSEP GUNUNG MERAPI, BURUNG,KONSEP GUNUNG MERAPI, BURUNG,INGATAN DSTINGATAN DSTDITELAAH BERDASARKAN OBJEKDITELAAH BERDASARKAN OBJEKFORMALFORMAL
  77. 77. 7777TELAAH OBJEK FORMALTELAAH OBJEK FORMALMANUSIAMANUSIA BIOLOGIBIOLOGI PSIKOLOGIPSIKOLOGI FILSAFAT KODRATIFILSAFAT KODRATIOBJEK TELAAHOBJEK TELAAHFORMALFORMAL
  78. 78. 7878SEPERTI APA BENTUKSEPERTI APA BENTUKPENGETAHUAN ILMIAHPENGETAHUAN ILMIAHITU?ITU?1.1. DESKRIPTIFDESKRIPTIF2.2. PRESKRIPSIPRESKRIPSI•ANATOMIANATOMI•GEOGRAFGEOGRAFII•UKURANUKURAN•AZAS-AZASAZAS-AZAS•PETUNJUKPETUNJUK•PROSEDURPROSEDUR
  79. 79. 7979LANJUTANLANJUTAN3. EKSPOSISI POLA3. EKSPOSISI POLA SOSIOLOGISOSIOLOGI POLA-POLAPOLA-POLABUDAYABUDAYA ANTROPOLOGIANTROPOLOGI PERKEMBANGANPERKEMBANGANBUDAYABUDAYA
  80. 80. 8080LANJUTANLANJUTAN4.4.REKONTRUKREKONTRUKSI HISTORISSI HISTORIS HISTORIOGRAFIHISTORIOGRAFI PURBAKALAPURBAKALA PALEONTOLOGIPALEONTOLOGI
  81. 81. 8181PROPOSISI ILMUPROPOSISI ILMUPENGETAHUANPENGETAHUAN1. AZAS ILMIAH1. AZAS ILMIAH MENGANDUNGMENGANDUNGKEBENARAN UMUMKEBENARAN UMUMBERDASARKANBERDASARKANFAKTA YANGFAKTA YANGTELAH DIAMATITELAH DIAMATIILMU SOSIALILMU SOSIAL
  82. 82. 8282LANJUTANLANJUTAN2. KAIDAH ILMIAH2. KAIDAH ILMIAH MengungkapkanMengungkapkankeajegan atau hubungankeajegan atau hubungantertib yang dapattertib yang dapatdiperiksa kebenarannyadiperiksa kebenarannyadiantara fenomenadiantara fenomenasecara umum berlakusecara umum berlakupula untuk berbagaipula untuk berbagaifenomena yang sejenis.fenomena yang sejenis. Boyle, Newton, PascalBoyle, Newton, Pascal
  83. 83. 8383LANJUTANLANJUTAN3. TEORI ILMIAH3. TEORI ILMIAH KemampuanKemampuanproposisi yangproposisi yangsaling berkaitansaling berkaitansecara logis untuksecara logis untukmemberi penjelasanmemberi penjelasanmengenaimengenaisejumlah fenomena.sejumlah fenomena. Teori DarwinTeori DarwinKau lahir darikuKau lahir darikubodohbodoh
  84. 84. 8484lanjutanlanjutan Teori; sekumpulam proposisi yangTeori; sekumpulam proposisi yangmencakup konsep-konsep tertentumencakup konsep-konsep tertentuyang saling berhubunganyang saling berhubungan
  85. 85. 8585APA MANFAAT DANAPA MANFAAT DANPERANAN TEORI?PERANAN TEORI? Mensistematiskan dan menyususn dataMensistematiskan dan menyususn datamaupun pemikiran tentang datamaupun pemikiran tentang datasehingga tercapai pertalian yang logissehingga tercapai pertalian yang logisdiantara aneka data yang semula kacaudiantara aneka data yang semula kacaubalau. Jadi teori berfungsi sebagaibalau. Jadi teori berfungsi sebagaikerangka, pedoman, bagan sistematisasikerangka, pedoman, bagan sistematisasiatau sistem acuan.atau sistem acuan.
  86. 86. 8686lanjutanlanjutan Memberikan skema atau rencanaMemberikan skema atau rencanasementara mengenai medan yangsementara mengenai medan yangsemula belum dipetakan sehinggasemula belum dipetakan sehinggaterdapat suatu orientasiterdapat suatu orientasi Menunjukkan atau menyarankan arah-Menunjukkan atau menyarankan arah-arah untuk penyelidikan lebih lanjut.arah untuk penyelidikan lebih lanjut.
  87. 87. 8787PEMBAGIAN ILMUPEMBAGIAN ILMUPENGETAHUANPENGETAHUAN Ilmu Pengetahuan dibedakan atas:Ilmu Pengetahuan dibedakan atas:1.1. Ilmu Pengetahuan Sosial (social science);Ilmu Pengetahuan Sosial (social science);membahas hubungan manusia sebagaimembahas hubungan manusia sebagaimakhluk sosial.makhluk sosial.a. Psikologi; ilmu pengetahuan yanga. Psikologi; ilmu pengetahuan yangmempelajari proses mental dan tingkah laku.mempelajari proses mental dan tingkah laku.b. Pendidikan; suatu perlakuan atau nprosesb. Pendidikan; suatu perlakuan atau nproseslatihan yang terarah dan sistematis menejulatihan yang terarah dan sistematis menejuke suatu tujuan.ke suatu tujuan.
  88. 88. 8888LanjutanLanjutanc.c. Antropologi; suatu ilmu pengetahuan yangAntropologi; suatu ilmu pengetahuan yangpempelajari asal-usul dan perkembanganpempelajari asal-usul dan perkembanganjasmani, sosial, kebudayaan serta tingkahjasmani, sosial, kebudayaan serta tingkahlaku manusia.laku manusia.d. Etnologi; studi antropologi dari aspekd. Etnologi; studi antropologi dari aspeksistem sosio ekonomi dan pewarisansistem sosio ekonomi dan pewarisankebudayaan terutama keaslian,kebudayaan terutama keaslian,perkembangan dan perubuhan dalamperkembangan dan perubuhan dalammasyarakat primitif.masyarakat primitif.
  89. 89. 8989LanjutanLanjutane. Sejarah; suatu pencataan peristiwa –e. Sejarah; suatu pencataan peristiwa –peristiwa yang telah terjadi pada suatuperistiwa yang telah terjadi pada suatubangsa, negara atau individu.bangsa, negara atau individu.f. Ekonomi; ilmu penghetahuan yangf. Ekonomi; ilmu penghetahuan yangberhubungan dengan produksi, tukarberhubungan dengan produksi, tukarmenukar barang produksi, pengelolaanmenukar barang produksi, pengelolaandalam lingkup rumah tangga,dalam lingkup rumah tangga,perusahaan atau negara.perusahaan atau negara.
  90. 90. 9090LanjutanLanjutang. Sosiologi; suatu studi tingkah laku sosial,g. Sosiologi; suatu studi tingkah laku sosial,terutama asal-usul organisasi, institusi danterutama asal-usul organisasi, institusi danperkembangan masyarakat manusia.perkembangan masyarakat manusia.2. Ilmu Pengetahuan Alam; yang membahas2. Ilmu Pengetahuan Alam; yang membahasalam semesta dengan segala isinya, ilmu inialam semesta dengan segala isinya, ilmu initerbagi atas:terbagi atas:a. Fisika (physics); suatu kajian tentang bendaa. Fisika (physics); suatu kajian tentang bendamati dari aspek wujud dengan perubahan yangmati dari aspek wujud dengan perubahan yangbersifat sementara.bersifat sementara.
  91. 91. 9191lanjutanlanjutanb.b. Kimia (chemistry); mempelajari bendaKimia (chemistry); mempelajari bendahidup dan tidak hidup dari aspek susunanhidup dan tidak hidup dari aspek susunanmateri dan perubahan-perubahan yangmateri dan perubahan-perubahan yangbersifat tetap;bersifat tetap;Kimia secara garis besar dibagi menjadi:Kimia secara garis besar dibagi menjadi: Kimia anorganikKimia anorganik Kimia organikKimia organikc. Biologi (biological science); ilmuc. Biologi (biological science); ilmupengetahuan yang mempelajari makhlukpengetahuan yang mempelajari makhlukhidup dan gejala-gejalanya.hidup dan gejala-gejalanya.
  92. 92. 9292lanjutanlanjutan Cabang-cabang biologi:Cabang-cabang biologi:1.1. Botani; mempelajari seluk belukBotani; mempelajari seluk beluktumbuhantumbuhan2.2. Zoologi; mempelajari hewanZoologi; mempelajari hewan3.3. Anatomi; mempelajari strukur dalamAnatomi; mempelajari strukur dalammakhluk hidupmakhluk hidup4.4. Fisiologi; studi tentang fungsi tubuhFisiologi; studi tentang fungsi tubuh
  93. 93. 93935. Sitologi; studi tentang sel secara5. Sitologi; studi tentang sel secaramendalammendalam6. Sitologi; studi tentang jaringan tubuh6. Sitologi; studi tentang jaringan tubuhatau organ makhluk hidupatau organ makhluk hidup7. Palaentologi:studi tentang makhluk7. Palaentologi:studi tentang makhlukmasa lampau yang kebanyakanmasa lampau yang kebanyakanhanya berupa fosilhanya berupa fosil
  94. 94. 9494lanjutanlanjutan3. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa3. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa(earth science and space)(earth science and space)a.a. Geologi; studi tentang struktur bumiGeologi; studi tentang struktur bumi Petrologi membahas batu-batuanPetrologi membahas batu-batuan Vulkanologi, membahas gempa bumiVulkanologi, membahas gempa bumi Mineralogi, membahas bahanMineralogi, membahas bahanmineral/bahan galianmineral/bahan galian Kristalografi, membahas bentuk-bentukKristalografi, membahas bentuk-bentukkristal dari mineral.kristal dari mineral.
  95. 95. 9595lanjutanlanjutanb. Astronomi; suatu ilmu pengetahuanb. Astronomi; suatu ilmu pengetahuanyang membahas benda-benda ruangyang membahas benda-benda ruangangkasa dan alam semesta.angkasa dan alam semesta.b. Geografi; ilmu pengetahuan tentangb. Geografi; ilmu pengetahuan tentangmuka bumi dan produk ekonomimuka bumi dan produk ekonomisehubungan dengan makhluk hidupsehubungan dengan makhluk hidupterutama manusia.terutama manusia.
  96. 96. 9696ILMU PENGETAHUANILMU PENGETAHUANBERDASARKAN KURUNBERDASARKAN KURUNWAKTUNYAWAKTUNYA ILMU PENGETAHUANILMU PENGETAHUANKONVENSIONALKONVENSIONAL ILMU PENGETAHUAN MODERNILMU PENGETAHUAN MODERN
  97. 97. 9797LanjutanLanjutan Ilmu penetahuan konvensionalIlmu penetahuan konvensionalmengedepankanmengedepankan mitosmitos, daripada, daripada logos.logos. Ilmu pengetahuan modernIlmu pengetahuan modernmengutamakan rasio, akal sehinggamengutamakan rasio, akal sehinggasegala sesuatu harus bersifat rasional.segala sesuatu harus bersifat rasional.MengedepankanMengedepankan logoslogos daripadadaripada mitos.mitos.
  98. 98. 9898PERKEMBANGANPERKEMBANGANPENGETAHUANPENGETAHUANMODERNMODERN Konsep atau teori Pengetahuan modernKonsep atau teori Pengetahuan modernberkembang berabad-abad, sejak manusiaberkembang berabad-abad, sejak manusiamempelajari alam semesta.mempelajari alam semesta. ThalesThales sebagaisebagaiBapak ilmu pengetahuan,Bapak ilmu pengetahuan, AristotelesAristoteles,,ScorattesScorattes sampai ke generasisampai ke generasi Newton.Newton.Berdasarkan pemikiran manusia pengetahuanBerdasarkan pemikiran manusia pengetahuanterus berkembang hingga melahirkan teori-terus berkembang hingga melahirkan teori-teori dan wujud untuk kepentingan umatteori dan wujud untuk kepentingan umatmanusia.manusia.
  99. 99. 9999lanjutanlanjutanBerdasarkan pemikiran manusiaBerdasarkan pemikiran manusiapengetahuan terus berkembang hinggapengetahuan terus berkembang hinggamelahirkan teori-teori dan wujud untukmelahirkan teori-teori dan wujud untukkepentingan umat manusia.kepentingan umat manusia.
  100. 100. 100100lanjutanlanjutan Aristoteles berpendapat, berdasarkanAristoteles berpendapat, berdasarkanpengamatan bebnda-benda hidup itupengamatan bebnda-benda hidup itumungkin dapat timbul dari benda takmungkin dapat timbul dari benda takhidup. Contoh cacing berasal darihidup. Contoh cacing berasal darilumpur, ulat berasal dari daging yanglumpur, ulat berasal dari daging yangmembusuk dan lain lain.membusuk dan lain lain.
  101. 101. 101101ILMU PENGETAHUANILMU PENGETAHUANABAD KE-13ABAD KE-13 TOKOH; NIKOLAS KOPERNIKUSTOKOH; NIKOLAS KOPERNIKUSBerkebangsaan Polandia yangBerkebangsaan Polandia yangmencetuskan revolusi dunia ilmu.mencetuskan revolusi dunia ilmu.Teorinya menyatakan bahwa matahariTeorinya menyatakan bahwa mataharimerupakan pusat tata surya yang diedarimerupakan pusat tata surya yang diedarioleh bumi serta planet lainnya.oleh bumi serta planet lainnya.
  102. 102. 102102ILMU PENGETAHUANILMU PENGETAHUANABAD KE-16ABAD KE-16 TOKOH; SIR ISAAC NEWTONTOKOH; SIR ISAAC NEWTONBerkebangsaan Inggris yangBerkebangsaan Inggris yangmencetuskan hukum gravitasimencetuskan hukum gravitasibumi,pencipta teleskop cermin.bumi,pencipta teleskop cermin.Teorinya sangat mempengaruhi alamTeorinya sangat mempengaruhi alampikiran abad-18pikiran abad-18
  103. 103. 103103lanjutanlanjutan Perkembangan ilmu pengetahuan abadPerkembangan ilmu pengetahuan abad18, 19 melahirkan ilmu ilmu yang sangat18, 19 melahirkan ilmu ilmu yang sangatbermanfaat bagi kehidupan umatbermanfaat bagi kehidupan umatmanusia.manusia. Thomas Alpha Edison, dengan lampuThomas Alpha Edison, dengan lampulistriknyalistriknya Albert Enstain dengan teori atomnyaAlbert Enstain dengan teori atomnya
  104. 104. 104104PUNCAKPUNCAKPENGETAHUANPENGETAHUANDI ABAD 20DI ABAD 20 Para ilmuwan memanfatkan materi danPara ilmuwan memanfatkan materi danenergi. Materi merupakan bendaenergi. Materi merupakan bendasedangkan energi yang memilikisedangkan energi yang memilikikekuatan.kekuatan. Materi merupakan benda-benda hasilMateri merupakan benda-benda hasilolahanolahan
  105. 105. 105105lanjutanlanjutan Dalam kehidupan modrn penggunaanDalam kehidupan modrn penggunaanenergi semakin meluas.energi semakin meluas. Energi berwujud dalam berbagai bentuk;Energi berwujud dalam berbagai bentuk;cahaya, kimia, panas, gerak, nuklir dancahaya, kimia, panas, gerak, nuklir dansebagainya.sebagainya.
  106. 106. 106106TERIMA KASIHTERIMA KASIHSELAMAT BELAJARSELAMAT BELAJAR
  107. 107. 107107REFERENSIREFERENSI Nasution, HB. 2001.Nasution, HB. 2001. Filsafat Umum.Filsafat Umum.Jakarta :Gaya Media PratamaJakarta :Gaya Media Pratama Haryono Imam. 1994.Haryono Imam. 1994. Filsafat IlmuFilsafat IlmuPengetahuan.Pengetahuan. Jakarta : GramediaJakarta : Gramedia The Lian Gie. 1991.The Lian Gie. 1991. Pengantar FilsafatPengantar FilsafatIlmu.Ilmu. Yogyakarta : LibertyYogyakarta : Liberty
  108. 108. 108108
  109. 109. 109109Bab 3Bab 3Filsafat dan Ilmu dalam SejarahFilsafat dan Ilmu dalam Sejarah
  110. 110. 110110Orientasi SejarahOrientasi SejarahHubungan SejarahHubungan Sejarah• Filsafat dan ilmu di dalam filsafat ilmu berhubungan denganFilsafat dan ilmu di dalam filsafat ilmu berhubungan dengansejarah baratsejarah barat• Berpusat di Eropa, terutama Eropa BaratBerpusat di Eropa, terutama Eropa BaratPembabakan SejarahPembabakan Sejarah• Sejarah dibagi ke dalam sejumlah babak, dari zaman dahuluSejarah dibagi ke dalam sejumlah babak, dari zaman dahulusampai sekarangsampai sekarang• Pembabakan sejarah mengikuti pembabakan yang lazim diPembabakan sejarah mengikuti pembabakan yang lazim disejarah Eropasejarah EropaFilsafat dan IlmuFilsafat dan Ilmu• Di dalam sejarah ini, filsafat dan ilmu tidak diuraikan secaraDi dalam sejarah ini, filsafat dan ilmu tidak diuraikan secara
  111. 111. 111111Pembabakan ZamanPembabakan Zaman Zaman KunoZaman Kunosebelum abad ke-5 sMsebelum abad ke-5 sM Zaman Yunani KunoZaman Yunani Kunoabad ke-5 sM sampai abad ke-1 sMabad ke-5 sM sampai abad ke-1 sM Zaman RomawiZaman Romawiabad ke-1 sM sampai abad ke-5abad ke-1 sM sampai abad ke-5 Zaman Gelap (Dark Ages)Zaman Gelap (Dark Ages)abad ke-5 sampai abad ke-10abad ke-5 sampai abad ke-10 Zaman Pertengahan (Medieval)Zaman Pertengahan (Medieval)abad ke-10 sampai abad ke-15abad ke-10 sampai abad ke-15 Zaman Kebangkitan (Rennaissance)Zaman Kebangkitan (Rennaissance)abad ke-15 sampai abad ke-18abad ke-15 sampai abad ke-18 Zaman ModernZaman Modern
  112. 112. 112112Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMKeteraturan Alam (Louis de Broglie)Keteraturan Alam (Louis de Broglie)• Gembala Chaldea di Mesopotamia memperhatikan gejala diGembala Chaldea di Mesopotamia memperhatikan gejala dilangit terutama di malam harilangit terutama di malam hari• Gerak benda langit teratur sehingga mereka yakin akanGerak benda langit teratur sehingga mereka yakin akanketeraturan alamketeraturan alam• Muncul pengetahuan astronomi termasuk kalender bulanMuncul pengetahuan astronomi termasuk kalender bulandan muncul ilmudan muncul ilmu• Mereka juga mengenal musim, sehingga satu tahun terdiriMereka juga mengenal musim, sehingga satu tahun terdiriatas 12 bulan (tidak tepat)atas 12 bulan (tidak tepat)Keteraturan Alam (Dennis Gabor)Keteraturan Alam (Dennis Gabor)• Manusia percaya bahwa ada keteraturan pada dasar gelajaManusia percaya bahwa ada keteraturan pada dasar gelajaalamalam• Keteraturan ini layak dinyatakan melalui logikaKeteraturan ini layak dinyatakan melalui logika
  113. 113. 113113THE HISTORY OF SCIENCETHE HISTORY OF SCIENCEOn the simplest level, science is knowledge of the world ofOn the simplest level, science is knowledge of the world ofnature. There are many regularities in nature that mankind has hadnature. There are many regularities in nature that mankind has hadto recognize for survival since the emergence of Homo Sapiens asto recognize for survival since the emergence of Homo Sapiens asa species. The Sun and the Moon periodically repeat theira species. The Sun and the Moon periodically repeat theirmovements. Some motions, like the daily “motions” of the Sun, aremovements. Some motions, like the daily “motions” of the Sun, aresimple to observe; others, like the annual “motion” of the Sun, aresimple to observe; others, like the annual “motion” of the Sun, arefar more difficult. Both motions correlate with important terrestialfar more difficult. Both motions correlate with important terrestialevents. Day and night provide the basic rhythm of humanevents. Day and night provide the basic rhythm of humanexistence; the seasons determine the migration of animals uponexistence; the seasons determine the migration of animals uponwhich human depended for millennia for survival. With thewhich human depended for millennia for survival. With theinvention of agriculture, the seasons became even more crucial, forinvention of agriculture, the seasons became even more crucial, forfailure to recognize the proper time for planting could lead tofailure to recognize the proper time for planting could lead tostarvation. Science defined simply as knowledge of naturalstarvation. Science defined simply as knowledge of naturalprocesses is universal among mankind, and it has existed sinceprocesses is universal among mankind, and it has existed sincethe dawn of human existence.the dawn of human existence.The mere recognition of regularities does not exhaust the fullThe mere recognition of regularities does not exhaust the fullmeaning, however. In the first place, regularities may be simplymeaning, however. In the first place, regularities may be simplyconstructs of the human mind. Humans leap to conclusions; theconstructs of the human mind. Humans leap to conclusions; themind cannot tolerate chaos, so it constructs regularities even whenmind cannot tolerate chaos, so it constructs regularities even whennone objectively exists. Thus, for example, one of thenone objectively exists. Thus, for example, one of the
  114. 114. 114114astronomical “laws” of the Middle Ages was that the appearance ofastronomical “laws” of the Middle Ages was that the appearance ofcomets presaged a great upheaval, as the Norman Conquest ofcomets presaged a great upheaval, as the Norman Conquest ofBritain followed the comet of 1066. True regularities must beBritain followed the comet of 1066. True regularities must beestablished by detached examinations of data. Science, therefore,established by detached examinations of data. Science, therefore,must employ a certain degree of skepticism to prevent prematuremust employ a certain degree of skepticism to prevent prematuregeneralization.generalization.Regularities, even when expressed mathematically as laws ofRegularities, even when expressed mathematically as laws ofnature, are not fully satisfactory to everyone. Some insist thatnature, are not fully satisfactory to everyone. Some insist thatgenuine understanding demand explanations of the causes of thegenuine understanding demand explanations of the causes of thelaws, but it is in the realm of causation that there is the greatestlaws, but it is in the realm of causation that there is the greatestdisagreement. Modern quantum mechanics, for example, hasdisagreement. Modern quantum mechanics, for example, hasgiven up the quest for causation and today rests only ongiven up the quest for causation and today rests only onmathematical expression . Modern biology, on the other hand,mathematical expression . Modern biology, on the other hand,thrives on causal chains that permit the understanding ofthrives on causal chains that permit the understanding ofphysiological and evolutionary processes in terms of the physicalphysiological and evolutionary processes in terms of the physicalactivities of entities such as molecules, cells, and organism. Butactivities of entities such as molecules, cells, and organism. Buteven if causation and explanation are admitted as necessary, thereeven if causation and explanation are admitted as necessary, thereis little argument on the kinds of causes that are permissible, oris little argument on the kinds of causes that are permissible, orpossible in science. If the history of science is to make any sensepossible in science. If the history of science is to make any sensewhatsoever it is necessary to deal with the past on its own terms,whatsoever it is necessary to deal with the past on its own terms,and the fact in that for most of the history of science naturaland the fact in that for most of the history of science naturalphilosophers appealed to causes thatphilosophers appealed to causes that
  115. 115. 115115would be summarily rejected by modern scientists. Spiritual andwould be summarily rejected by modern scientists. Spiritual anddivine forces were accepted as both real and necessary until thedivine forces were accepted as both real and necessary until theend of 18end of 18ththcentury and, in areas such as biology, deep into the 19century and, in areas such as biology, deep into the 19ththcentury as well.century as well.Certain conventions governed the appeal to God or the gods orCertain conventions governed the appeal to God or the gods orthe spirits, it was held, could not be completely arbitrary in theirthe spirits, it was held, could not be completely arbitrary in theiractions; otherwise the proper response would be propitiation, notactions; otherwise the proper response would be propitiation, notrational investigation. But since the deity or deities wererational investigation. But since the deity or deities werethemselves rational, or bound by rational principles, it was possiblethemselves rational, or bound by rational principles, it was possiblefor humans to uncover the rational order of the world. Faith in thefor humans to uncover the rational order of the world. Faith in theworld could actually stimulate original scientific work. Kepler’s laws,world could actually stimulate original scientific work. Kepler’s laws,Newton’s absolute space, and Einstein’s rejection of theNewton’s absolute space, and Einstein’s rejection of theprobabilistic nature of quantum mechanics were all based onprobabilistic nature of quantum mechanics were all based ontheological, not scientific, assumptions. For sensitive interpreters oftheological, not scientific, assumptions. For sensitive interpreters ofphenomena, the ultimate intelligibility of nature has seemed tophenomena, the ultimate intelligibility of nature has seemed todemand some rational guiding spirit. A notable expression on thisdemand some rational guiding spirit. A notable expression on thisidea is Einstein’s statement that the wonder is not that mankindidea is Einstein’s statement that the wonder is not that mankindcomprehends the world, but that the world is comprehensible.comprehends the world, but that the world is comprehensible.Science, then is to be considered in this article as knowledge ofScience, then is to be considered in this article as knowledge ofnatural regularities that is subjected to some degree of skepticalnatural regularities that is subjected to some degree of skepticalvigour and explained by rati-vigour and explained by rati-
  116. 116. 116116onal causes. One final caution is necessary. Nature is known onlyonal causes. One final caution is necessary. Nature is known onlythrough the senses, of which sight, touch, and hearing are thethrough the senses, of which sight, touch, and hearing are thedominant ones, and the human notion of reality is skewed towarddominant ones, and the human notion of reality is skewed towardobjects of these senses. The invention of such instruments as theobjects of these senses. The invention of such instruments as thetelescope, the microscope, and the Geiger counter has brought antelescope, the microscope, and the Geiger counter has brought anever-increasing range of phenomena with the scope of the senses.ever-increasing range of phenomena with the scope of the senses.Thus, scientific knowledge of the world is only partial, and progressThus, scientific knowledge of the world is only partial, and progressof science follows the ability of humans to make phenomenaof science follows the ability of humans to make phenomenaperceivable.perceivable.
  117. 117. 117117Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMKeteraturan Alam (di Mesir Kuno)Keteraturan Alam (di Mesir Kuno)• Sungai Nil banjir setiap tahun secara teratur menghapus batasSungai Nil banjir setiap tahun secara teratur menghapus batastanah sehingga lahir ilmu ukur untuk menemukan kembalitanah sehingga lahir ilmu ukur untuk menemukan kembalibatas itubatas itu• Ilmu ukur digunakan juga untuk membuat piramidaIlmu ukur digunakan juga untuk membuat piramida• Secara teratur, gerak naik bintang sothis (sirius) sinkronSecara teratur, gerak naik bintang sothis (sirius) sinkrondengan siklus banjir sungai Nil, dan berlangsung setahundengan siklus banjir sungai Nil, dan berlangsung setahunsekalisekali• Muncul pengetahuan astronomi dan kalender matahari diMuncul pengetahuan astronomi dan kalender matahari disamping kalender bulansamping kalender bulanKeteraturan Alam (di Yunani Kuno)Keteraturan Alam (di Yunani Kuno)• Pengetahuan dari Mesopotamia dan Mesir Kuno masuk kePengetahuan dari Mesopotamia dan Mesir Kuno masuk keYunani KunoYunani Kuno
  118. 118. 118118Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMKeteraturan Alam (di Romawi Kuno)Keteraturan Alam (di Romawi Kuno)• Sebelum Romawi menjadi negara adikuasa (abad ke-1 sM),Sebelum Romawi menjadi negara adikuasa (abad ke-1 sM),mereka juga menerima kalender dari Yunani Kunomereka juga menerima kalender dari Yunani Kuno• Romawi menyusun kalender matahari yang berubah-ubah yangRomawi menyusun kalender matahari yang berubah-ubah yangkemudian distandardisasi oleh Julius Ceaserkemudian distandardisasi oleh Julius Ceaser• Kalender inilah yang kemudian menjadi kalender internasionalKalender inilah yang kemudian menjadi kalender internasionalyang kita pergunakan sekarang (disempurnakan oleh Pausyang kita pergunakan sekarang (disempurnakan oleh PausGregorius)Gregorius)Keteraturan Alam (Kalender)Keteraturan Alam (Kalender)• Salah satu pengetahuan astronomi (mungkin tertua) yangSalah satu pengetahuan astronomi (mungkin tertua) yangdilahirkan oleh keteraturan alam adalah kalenderdilahirkan oleh keteraturan alam adalah kalender• Di samping astronomi, muncul pula pengetahuan lain yangDi samping astronomi, muncul pula pengetahuan lain yangdikenal sebagai astrologidikenal sebagai astrologi
  119. 119. 119119LUNAR CALENDARLUNAR CALENDARAny dating system based on a year consisting of synodicAny dating system based on a year consisting of synodicmonths—months—i.e.i.e. complete cycles of phases of the Moon. In every solarcomplete cycles of phases of the Moon. In every solaryear (or year of the seasons), there are about 12.37 synodicyear (or year of the seasons), there are about 12.37 synodicmonths. Therefore, if a lunar-year calendar is to be kept in stepmonths. Therefore, if a lunar-year calendar is to be kept in stepwith the seasonal year, a periodic intercalation (addition) of days iswith the seasonal year, a periodic intercalation (addition) of days isnecessary.necessary.The Sumerians were probably the first to develop aThe Sumerians were probably the first to develop acalendar based entirely on the recurrence of lunar phases. Eachcalendar based entirely on the recurrence of lunar phases. EachSumero-Babylonian month began on the first day of visibility of theSumero-Babylonian month began on the first day of visibility of thenew Moon. Although an intercalary month was used periodically,new Moon. Although an intercalary month was used periodically,intercalations were haphazard, inserted when the royal astrologersintercalations were haphazard, inserted when the royal astrologersrealized that the calendar had fallen severely out of step with therealized that the calendar had fallen severely out of step with theseasons. Starting about 380 BC, however, fixed rules regardingseasons. Starting about 380 BC, however, fixed rules regardingintercalations were established, providing for the distribution ofintercalations were established, providing for the distribution ofseven intercalary months at designated intervals over 19-yearseven intercalary months at designated intervals over 19-yearperiods. Greek astronomers also devised rules for intercalations toperiods. Greek astronomers also devised rules for intercalations tocoordinate the lunar and solar years. It is likely that the Romancoordinate the lunar and solar years. It is likely that the Roman
  120. 120. 120120Lunar calendars remain in use among certain religiousLunar calendars remain in use among certain religiousgroups today. The Jewish calendar, which supposedly dates fromgroups today. The Jewish calendar, which supposedly dates from3,760 and three months before the Christian Era (BCE) is one3,760 and three months before the Christian Era (BCE) is oneexample. The Jewish religious year begins in autumn and consistsexample. The Jewish religious year begins in autumn and consistsof 12 months alternating between 30 and 29 days. It allows for aof 12 months alternating between 30 and 29 days. It allows for aperiodic leap year and an intercalary month. Another lunarperiodic leap year and an intercalary month. Another lunarcalendar, the Muslim, dates from the Hegira—July 15, AD 622, thecalendar, the Muslim, dates from the Hegira—July 15, AD 622, theday on which sthe prophet Muhammad began his migration fromday on which sthe prophet Muhammad began his migration fromMecca to Medina. It makes no effort to keep calendric andMecca to Medina. It makes no effort to keep calendric andseasonal years together.seasonal years together.SOLAR CALENDARSOLAR CALENDARAny dating system based on the seasonal year ofAny dating system based on the seasonal year ofapproximately 365approximately 365¼¼ days, the time it takes the earth to revolvedays, the time it takes the earth to revolveonce around the Sun. The Egyptians appear to have been the firstonce around the Sun. The Egyptians appear to have been the firstto develop a solar calendar, using as a fixed point the annualto develop a solar calendar, using as a fixed point the annualsunrise reappearance of the Dog Starsunrise reappearance of the Dog Star——Sirius, or Sothis--in theSirius, or Sothis--in theeastern sky, which coincided with the annual flooding of the Nile.eastern sky, which coincided with the annual flooding of the Nile.They constructed a calendar of 365 days, consisting of 12They constructed a calendar of 365 days, consisting of 12
  121. 121. 121121months of 30 days each, with a 5 days added at the year’s end.months of 30 days each, with a 5 days added at the year’s end.The Egyptian’s failure to account for the extra fraction of a day,The Egyptian’s failure to account for the extra fraction of a day,however, caused their calendar to drift gradually into error.however, caused their calendar to drift gradually into error.Ptolemy III Euergetes of Egypt, in the Decree of CanopusPtolemy III Euergetes of Egypt, in the Decree of Canopus(237 BC), introduced an extra day every four years to the basic(237 BC), introduced an extra day every four years to the basic365-day calendar (this practice also having been introduced in the365-day calendar (this practice also having been introduced in theSeleucid calendar adopted in 312 BC). In the Roman Republic,Seleucid calendar adopted in 312 BC). In the Roman Republic,Julius Ceaser in 45 BC replaced the confused Roman RepublicanJulius Ceaser in 45 BC replaced the confused Roman Republicancalendar. Which probably was based on the lunar calendar of thecalendar. Which probably was based on the lunar calendar of theGreeks, with the Julian calendar. The Julian calendar assigned 30Greeks, with the Julian calendar. The Julian calendar assigned 30or 31 days to 11 months but fewer to February; it allowed for a leapor 31 days to 11 months but fewer to February; it allowed for a leapyear every four years. The Julian calendar, however, made theyear every four years. The Julian calendar, however, made thesolar year slightly too long by adding a full quarter of day annuallysolar year slightly too long by adding a full quarter of day annually—the solar year actually runs 365.2422 days. By mid-16—the solar year actually runs 365.2422 days. By mid-16ththcenturycenturythe extra time had resulted in an accumulated error of about 10the extra time had resulted in an accumulated error of about 10days. To correct this error, Pope Gregory XIII instituted thedays. To correct this error, Pope Gregory XIII instituted theGregorian calendar in 1582, dropping October 5-14 that year andGregorian calendar in 1582, dropping October 5-14 that year andomitting leap years when they fell on centurial years not divisible byomitting leap years when they fell on centurial years not divisible by400—400—e.g.,e.g., 1700, 1800, 1900.1700, 1800, 1900.
  122. 122. 122122 Penanggalan Romawi mula-mula hanya 10 bulan, dari Martius sampaiPenanggalan Romawi mula-mula hanya 10 bulan, dari Martius sampaiDecember. Oleh kaisar Romawi ke-2, ditambah 2 bulan pada musimDecember. Oleh kaisar Romawi ke-2, ditambah 2 bulan pada musimdingin sehingga menjadidingin sehingga menjadiMartiusMartiusAprilisAprilisMaiusMaiusJuniusJuniusQuintilis (Julius)Quintilis (Julius)Sextilis (Augustus)Sextilis (Augustus)SeptemberSeptemberOctoberOctoberNovemberNovemberDecemberDecemberJanuariusJanuariusFebruariusFebruarius
  123. 123. 123123Pada tahun ke-45 sebelum Masehi, penanggalan Romawai cukupPada tahun ke-45 sebelum Masehi, penanggalan Romawai cukupkacau. Julius Ceaser minta Sosigenes membenahi kalender.kacau. Julius Ceaser minta Sosigenes membenahi kalender.Dasar pembenahan adalah 365 ¼ hari setahun sehingga setahunDasar pembenahan adalah 365 ¼ hari setahun sehingga setahun365 hari dan interkalasi 4 tahun sekali dengan 366 hari. Dimulai365 hari dan interkalasi 4 tahun sekali dengan 366 hari. Dimulaitahun 44 sebelum Masehi sehingga tahun 45 sM menjadi 400 haritahun 44 sebelum Masehi sehingga tahun 45 sM menjadi 400 harilebih.lebih.Senat menghormati Julius Ceaser dan mengganti Quintilis menjadiSenat menghormati Julius Ceaser dan mengganti Quintilis menjadiJulius. Pada tahun 4 sM, Senat menghormati Augustus Ceaser danJulius. Pada tahun 4 sM, Senat menghormati Augustus Ceaser danmengganti Sextilis menjadi Augustus. Bulan Julius dan Augustusmengganti Sextilis menjadi Augustus. Bulan Julius dan Augustusdibuat sama 31 hari.dibuat sama 31 hari.Ternyata setahun mengandung 365 ¼ hari kurang sedikit sehinggaTernyata setahun mengandung 365 ¼ hari kurang sedikit sehinggakelebihan. Pada abad ke-16 kelebihan sampai 10 hari. Agar cocokkelebihan. Pada abad ke-16 kelebihan sampai 10 hari. Agar cocokpada tahun 1527, 10 hari itu dihilangkan pada bulan Oktoberpada tahun 1527, 10 hari itu dihilangkan pada bulan Oktober(tanggal 5 lompat ke 15) dan selanjutnya setiap 400 tahun(tanggal 5 lompat ke 15) dan selanjutnya setiap 400 tahundikurangi 3 hari pada tahun ratusan.dikurangi 3 hari pada tahun ratusan.
  124. 124. 124124 PenanggalanPenanggalan MasehiMasehi : 1 – 1 – 2000: 1 – 1 – 2000 HijrahHijrah : 24 Ramadhan 1420: 24 Ramadhan 1420 JawaJawa : 24 Pasa 1932: 24 Pasa 1932 YahudiYahudi : 5761: 5761 KoptikKoptik : 1717: 1717 EthiopiaEthiopia : 1993: 1993 PersiaPersia : 1379: 1379 HinduHindu : 5101: 5101 KonghucuKonghucu : 25 – 11 – 2550: 25 – 11 – 2550 JepangJepang : 1 – 1 – 2660: 1 – 1 – 2660 RomawiRomawi : 2753: 2753 ThailandThailand : 1 – 1 - 2543: 1 – 1 - 2543
  125. 125. 125125 TANGGAL JULIAN DI DALAM KOMPUTERTANGGAL JULIAN DI DALAM KOMPUTER Oleh Dali S. NagaOleh Dali S. Naga Abstract. Database management systems uses Julian date in calculating calendar days. To understand Julian date, we have to trace it into theAbstract. Database management systems uses Julian date in calculating calendar days. To understand Julian date, we have to trace it into thehistory of our calendar. Our calendar is based on the movement of the moon and the sun. Intercalations and cycles are needed to come back to the previoushistory of our calendar. Our calendar is based on the movement of the moon and the sun. Intercalations and cycles are needed to come back to the previouspositions of the moon and the sun. One of the intercalation and system of cycle is Julian date. Julian date begins from 1 January 4713, B.C.positions of the moon and the sun. One of the intercalation and system of cycle is Julian date. Julian date begins from 1 January 4713, B.C. Di dalam komputer, seperti pada program manajemen basis data, tanggal yang digunakan adalah tanggal Julian. Apa sebenarnya tanggal JulianDi dalam komputer, seperti pada program manajemen basis data, tanggal yang digunakan adalah tanggal Julian. Apa sebenarnya tanggal Julianitu? Untuk itu, kita perlu menelaah sejarah kalender yang sekarang kita gunakan. Namun, sebelumnya, kita perlu membedakan dua hal yakni kalender dan era.itu? Untuk itu, kita perlu menelaah sejarah kalender yang sekarang kita gunakan. Namun, sebelumnya, kita perlu membedakan dua hal yakni kalender dan era.Tanggal kita 2 April, hari Rabu, jam 12.00 adalah kalender, tetapi tahun kita 2003 adalah era. Gabungan mereka, kalender dan era Masehi menghasilkanTanggal kita 2 April, hari Rabu, jam 12.00 adalah kalender, tetapi tahun kita 2003 adalah era. Gabungan mereka, kalender dan era Masehi menghasilkantanggal 2 April 2003.tanggal 2 April 2003. Era MasehiEra Masehi Era yang digunakan pada penanggalan kita adalah era Masehi, di samping era lain seperti era Hijrah, era Saka, dan era Konghucu. Era MasehiEra yang digunakan pada penanggalan kita adalah era Masehi, di samping era lain seperti era Hijrah, era Saka, dan era Konghucu. Era Masehidihitung sejak kelahiran Yesus. Sekalipun demikian, pada waktu kelahiran Yesus, belum ada era Masehi. Era Masehi baru kemudian disusun dan diusulkandihitung sejak kelahiran Yesus. Sekalipun demikian, pada waktu kelahiran Yesus, belum ada era Masehi. Era Masehi baru kemudian disusun dan diusulkanoleh seorang rahib bernama Denys le Petit pada tahun 532 Masehi. Pada waktu itu, Denys mencoba menghitung mundur untuk menemukan tanggal lahiroleh seorang rahib bernama Denys le Petit pada tahun 532 Masehi. Pada waktu itu, Denys mencoba menghitung mundur untuk menemukan tanggal lahirYesus. Menurut hasil hitung Denys, Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, 532 tahun lalu. Dengan demikian, Denys menetapkan bahwa era Masehi dimulaiYesus. Menurut hasil hitung Denys, Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, 532 tahun lalu. Dengan demikian, Denys menetapkan bahwa era Masehi dimulaipada hari Sabtu, tanggal 1 Januari 532 tahun sebelumnya.pada hari Sabtu, tanggal 1 Januari 532 tahun sebelumnya. Walaupun Denys le Petit telah menciptakan era Masehi pada tahun 532, namun era Masehi baru dipakai di Barat setelah tiga atau empat abadWalaupun Denys le Petit telah menciptakan era Masehi pada tahun 532, namun era Masehi baru dipakai di Barat setelah tiga atau empat abadkemudian. Dengan demikian, era Masehi baru ada di dalam pemakaian pada abad ke-9 atau ke-10. Sebelum abad ke-9 atau ke-10, belum ada penggunaan erakemudian. Dengan demikian, era Masehi baru ada di dalam pemakaian pada abad ke-9 atau ke-10. Sebelum abad ke-9 atau ke-10, belum ada penggunaan eraMasehi. Selanjutnya, era Masehi tidak mengenal tahun 0. Di dalam perhitungan mundur, hanya ada tahun 1 Masehi dan tahun 1 sebelum Masehi.Masehi. Selanjutnya, era Masehi tidak mengenal tahun 0. Di dalam perhitungan mundur, hanya ada tahun 1 Masehi dan tahun 1 sebelum Masehi. KalenderKalender Kini kita beralih ke kalender. Di dalam kalender, kita mengenal hari. Kapan suatu hari dimulai? Ternyata banyak caranya. Ada orang yangKini kita beralih ke kalender. Di dalam kalender, kita mengenal hari. Kapan suatu hari dimulai? Ternyata banyak caranya. Ada orang yangmenghitungnya sejak subuh ke subuh, ada orang yang menghitungnya sejak senja ke senja, ada orang yang menghitungnya sejak tengah hari ke tengah hari.menghitungnya sejak subuh ke subuh, ada orang yang menghitungnya sejak senja ke senja, ada orang yang menghitungnya sejak tengah hari ke tengah hari.Orang Romawi kuno menghitungnya dari tengah malam ke tengah malam. Tradisi Romawi inilah yang kita gunakan sekarang pada kalender kita yakni hari kitaOrang Romawi kuno menghitungnya dari tengah malam ke tengah malam. Tradisi Romawi inilah yang kita gunakan sekarang pada kalender kita yakni hari kitadimulai sejak tengah malam ke tengah malam berikutnya.dimulai sejak tengah malam ke tengah malam berikutnya. Sehari dibagi menjadi 24 jam berasal dari zaman kuno yakni dari zaman Babylonia. Mereka menggunakan bilangan Sumeria yakni bilangan yangSehari dibagi menjadi 24 jam berasal dari zaman kuno yakni dari zaman Babylonia. Mereka menggunakan bilangan Sumeria yakni bilangan yangberbasis 60. Dari basis 60 inilah ditemukan bilangan 12 yang masing-masing digunakan untuk siang dan untuk malam sehingga sehari menjadi 2 x 12 jam = 24berbasis 60. Dari basis 60 inilah ditemukan bilangan 12 yang masing-masing digunakan untuk siang dan untuk malam sehingga sehari menjadi 2 x 12 jam = 24jam. Hal ini pun diterima di mana-mana. Hari kita pada saat ini juga terdiri atas 2 x 12 jam = 24 jam. Satu jam sebanyak 60 menit dan satu menit sebanyak 60jam. Hal ini pun diterima di mana-mana. Hari kita pada saat ini juga terdiri atas 2 x 12 jam = 24 jam. Satu jam sebanyak 60 menit dan satu menit sebanyak 60detik juga berasal dari bilangan berbasis enam puluh (sexagesimal) yang digunakan oleh orang Sumeria.detik juga berasal dari bilangan berbasis enam puluh (sexagesimal) yang digunakan oleh orang Sumeria. Siklus Minggu kita yang 7 hari panjangnya berasal dari Babylonia dan Yahudi. Di Afrika Barat, siklus itu adalah 4 hari; di Asia Tengah dan juga diSiklus Minggu kita yang 7 hari panjangnya berasal dari Babylonia dan Yahudi. Di Afrika Barat, siklus itu adalah 4 hari; di Asia Tengah dan juga diJawa dikenal siklus 5 hari; Mesir kuno mengenal siklus 10 hari; dan Romawi kuno mengenal siklus 8 hari. Diduga bahwa siklus 7 hari berasal dari penanggalanJawa dikenal siklus 5 hari; Mesir kuno mengenal siklus 10 hari; dan Romawi kuno mengenal siklus 8 hari. Diduga bahwa siklus 7 hari berasal dari penanggalanbulan yakni waktu selama seperempat bulan. Pengguaan siklus 7 hari di dalam kalender kita didasarkan atas dekrit Kaisar Constantine I dan dimulai padabulan yakni waktu selama seperempat bulan. Pengguaan siklus 7 hari di dalam kalender kita didasarkan atas dekrit Kaisar Constantine I dan dimulai padatahun 321 dengan hari Minggu sebagai hari pertama. Di dalam dekrit Kaisar Constantine I itu, hari Minggu dinyatakan sebagai hari libur. Dan libur Minggu itutahun 321 dengan hari Minggu sebagai hari pertama. Di dalam dekrit Kaisar Constantine I itu, hari Minggu dinyatakan sebagai hari libur. Dan libur Minggu itumasih terus kita gunakan sampai sekarang.masih terus kita gunakan sampai sekarang. Bulan merupakan satu bagian dari kalender. Perhitungan bulan dilakukan melalui fasa bulan. Perhitungan bulan menimbulkan masalah karena satuBulan merupakan satu bagian dari kalender. Perhitungan bulan dilakukan melalui fasa bulan. Perhitungan bulan menimbulkan masalah karena satubulan terdiri atas 29 hari lebih sekian jam, pada hal jumlah hari di dalam bulan adalah bulat. Demikian pula dengan tahun. Satu tahun matahari terdiri atas 365bulan terdiri atas 29 hari lebih sekian jam, pada hal jumlah hari di dalam bulan adalah bulat. Demikian pula dengan tahun. Satu tahun matahari terdiri atas 365hari lebih sekian jam, pada hal jumlah hari di dalam setahun adalah bulat. Akibatnya, pada ulang bulan, kedudukan bulan tidak tepat sama sepertihari lebih sekian jam, pada hal jumlah hari di dalam setahun adalah bulat. Akibatnya, pada ulang bulan, kedudukan bulan tidak tepat sama sepertikedudukannya pada bulan lalu. Pada ulang tahun, kedudukan matahari tidak tepat sama seperti kedudukannya pada tahun lalu.kedudukannya pada bulan lalu. Pada ulang tahun, kedudukan matahari tidak tepat sama seperti kedudukannya pada tahun lalu. Untuk menyelesaikan masalah sekian jam yang lebih pada setiap bulan dan pada setiap tahun, maka pada bulan dan tahun tertentu diberikan tambahan hari.Untuk menyelesaikan masalah sekian jam yang lebih pada setiap bulan dan pada setiap tahun, maka pada bulan dan tahun tertentu diberikan tambahan hari.Hal ini dikenal sebagai interkalasi. Interkalasi merupakan hal yang cukup rumit di dalam kalender. Tidak mudah untuk menemukan interikalasi yangHal ini dikenal sebagai interkalasi. Interkalasi merupakan hal yang cukup rumit di dalam kalender. Tidak mudah untuk menemukan interikalasi yangmenyebabkan kedudukan bulan atau matahari tepat kembali sama seperti pada waktu sebelumnya.menyebabkan kedudukan bulan atau matahari tepat kembali sama seperti pada waktu sebelumnya. Kalender RomawiKalender Romawi Kita tinggalkan dulu interkalasi ini dan menengok ke sejarah kalender kita. Kalender kita berasal dari kalender Romawi kuno. Konon kabarnya,Kita tinggalkan dulu interkalasi ini dan menengok ke sejarah kalender kita. Kalender kita berasal dari kalender Romawi kuno. Konon kabarnya,kalender Romawi kuno ditetapkan oleh raja pertamanya pada abad ke-7 atau ke-8 sebelum Masehi. Pada ketentuan raja Romulus ini, awal tahun dimulai padakalender Romawi kuno ditetapkan oleh raja pertamanya pada abad ke-7 atau ke-8 sebelum Masehi. Pada ketentuan raja Romulus ini, awal tahun dimulai padabulan Martius dan diakhiri pada bulan December (desi = 10). Panjang tahun adalah 10 bulan. Setiap bulan terdiri atas 30 atau 31 hari sehingga di dalambulan Martius dan diakhiri pada bulan December (desi = 10). Panjang tahun adalah 10 bulan. Setiap bulan terdiri atas 30 atau 31 hari sehingga di dalamsetahun terdapat 304 hari. Setelah itu terdapat celah musim dingin yang tidak ada kalendernya.setahun terdapat 304 hari. Setelah itu terdapat celah musim dingin yang tidak ada kalendernya. Raja kedua Numa Pompilius membagi celah musim dingin itu menjadi dua bulan yakni bulan Januarius dan Februarius. Dua bulan tambahanRaja kedua Numa Pompilius membagi celah musim dingin itu menjadi dua bulan yakni bulan Januarius dan Februarius. Dua bulan tambahansebanyak 50 hari ini diletakkan di akhir tahun sehingga di dalam setahun terdapat 354 hari. Kemudian pada bulan Januarius ditambahkan satu hari lagisebanyak 50 hari ini diletakkan di akhir tahun sehingga di dalam setahun terdapat 354 hari. Kemudian pada bulan Januarius ditambahkan satu hari lagisehingga di dalam setahun terdapat 355 hari.sehingga di dalam setahun terdapat 355 hari. Raja kelima Tarquinius Priscus (616 – 579 sM) adalah orang Etruscan. Kalender diubah menjadi kalender republik. Pada kalender republik ini, Februarius 28Raja kelima Tarquinius Priscus (616 – 579 sM) adalah orang Etruscan. Kalender diubah menjadi kalender republik. Pada kalender republik ini, Februarius 28hari; Martius, Maius, Julius (waktu itu masih bernama Quintilis), dan October, masing-masing 31 hari; serta Januarius, Aprilis, Junius, Augustus (waktu ituhari; Martius, Maius, Julius (waktu itu masih bernama Quintilis), dan October, masing-masing 31 hari; serta Januarius, Aprilis, Junius, Augustus (waktu itumasih bernama Sextilis), dan December, masing-masing 29 hari. Di dalam setahun terdapat 355 hari. Raja ini juga memindahkan awal tahun ke bulanmasih bernama Sextilis), dan December, masing-masing 29 hari. Di dalam setahun terdapat 355 hari. Raja ini juga memindahkan awal tahun ke bulanJanuarius namun pada tahun 510 sM, melalui pengusiran orang Estrucan, awal tahun dikembalikan ke bulan Maret.Januarius namun pada tahun 510 sM, melalui pengusiran orang Estrucan, awal tahun dikembalikan ke bulan Maret. Pada setiap akhir tahun, orang Romawi melakukan pembayaran upah. Sering upah berkenaan dengan pekerjaan di dalam musim yang dipengaruhi olehPada setiap akhir tahun, orang Romawi melakukan pembayaran upah. Sering upah berkenaan dengan pekerjaan di dalam musim yang dipengaruhi olehkedudukan matahari. Namun dengan 355 hari setahun, kedudukan matahari bergeser dari akhir tahun ke akhir tahun. Karena itu orang Romawi menambahkankedudukan matahari. Namun dengan 355 hari setahun, kedudukan matahari bergeser dari akhir tahun ke akhir tahun. Karena itu orang Romawi menambahkan22 dan 23 hari selang-seling pada setiap dua tahun, dan tambahan diselipkan di antara tanggal 23 dan 24 Februarius. Dengan demikian, setiap empat tahun22 dan 23 hari selang-seling pada setiap dua tahun, dan tambahan diselipkan di antara tanggal 23 dan 24 Februarius. Dengan demikian, setiap empat tahunterdapat 1465 hari atau rerata di dalam setahun terdapat 366,25 hari.terdapat 1465 hari atau rerata di dalam setahun terdapat 366,25 hari. Julius Ceaser memanggil Sosigenes untuk membenahi kalender. Sosigenes menggunakan tahun dengan 365,25 hari. Pada tahun 46 sM, SosigenesJulius Ceaser memanggil Sosigenes untuk membenahi kalender. Sosigenes menggunakan tahun dengan 365,25 hari. Pada tahun 46 sM, Sosigenes
  126. 126. 126126
  127. 127. 127127
  128. 128. 128128 Tanggal Julian (tahun 1583 oleh Joseph Justus Scaliger)Tanggal Julian (tahun 1583 oleh Joseph Justus Scaliger) Menggabungkan tiga siklus interkalasiMenggabungkan tiga siklus interkalasi 19 x 15 x 28 = 7980 tahun19 x 15 x 28 = 7980 tahun Titik temu terakhir pada tahun 4713 sMTitik temu terakhir pada tahun 4713 sM Patokan tanggaln Julian 1 Januari 4713 sM sebagai tanggal 1Patokan tanggaln Julian 1 Januari 4713 sM sebagai tanggal 1(dimulai tengah hari)(dimulai tengah hari) 2 Oktober 2004 = 2 454 1782 Oktober 2004 = 2 454 178
  129. 129. 129129Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMKeteraturan Alam (Ramuan Bahan)Keteraturan Alam (Ramuan Bahan)• Keteraturan alam lainnya terdapat pada ramuan bahanKeteraturan alam lainnya terdapat pada ramuan bahan(material, logam, obat)(material, logam, obat)• Mereka menjadi ilmu bahan dan farmasiMereka menjadi ilmu bahan dan farmasi• Di samping ilmu bahan dan farmasi, terdapat pula ramuanDi samping ilmu bahan dan farmasi, terdapat pula ramuanbercampur kepercayaan dan mistik yang dikenal sebagaibercampur kepercayaan dan mistik yang dikenal sebagaialkemialkemiKeteraturan Alam (Pengobatan)Keteraturan Alam (Pengobatan)• Keteraturan alam juga terdapat pada pengobatan orang sakitKeteraturan alam juga terdapat pada pengobatan orang sakit• Mereka menjadi tabib dan dukunMereka menjadi tabib dan dukun• Di samping itu, terdapat pula kepercayaan dan mistik yangDi samping itu, terdapat pula kepercayaan dan mistik yangdikenal sebagai tenungdikenal sebagai tenung
  130. 130. 130130Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMKeteraturan Alam (Pertukangan)Keteraturan Alam (Pertukangan)• Keteraturan alam lainnya adalah pembuatan alatKeteraturan alam lainnya adalah pembuatan alat• Mereka dikenal sebagai pertukanganMereka dikenal sebagai pertukangan• Salah satu kegiatan arkeologi adalah mencari karyaSalah satu kegiatan arkeologi adalah mencari karyapertukangan pada zaman purbakalapertukangan pada zaman purbakalaTenungTenung• Merupakan kekuatan gaib yang dapat menyembuhkan atauMerupakan kekuatan gaib yang dapat menyembuhkan ataumenyakitkan orangmenyakitkan orang• Sekalipun tidak ada dasar ilmiahnya, sampai sekarang pun,Sekalipun tidak ada dasar ilmiahnya, sampai sekarang pun,kalangan tertentu masih percaya akan kekuatan tenung (guna-kalangan tertentu masih percaya akan kekuatan tenung (guna-guna)guna)
  131. 131. 131131Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMAstrologiAstrologi• Di samping astronomi, muncul juga pengetahuan lain yangDi samping astronomi, muncul juga pengetahuan lain yangdikenal sebagai astrologidikenal sebagai astrologi• Menurut astrologi, dunia bintang-bintang adalahMenurut astrologi, dunia bintang-bintang adalahmakrokosmos dan dunia manusia adalah mikrokosmosmakrokosmos dan dunia manusia adalah mikrokosmos• Mikrokosmos adalah refleksi dari makrokosmos sehinggaMikrokosmos adalah refleksi dari makrokosmos sehingganasib manusia dapat diramal dari gejala bintang-bintang dinasib manusia dapat diramal dari gejala bintang-bintang dilangitlangit• Jam dan tanggal lahir menjadi patokan untuk ramalanJam dan tanggal lahir menjadi patokan untuk ramalannasib manusianasib manusiaPeranan AstrologiPeranan Astrologi• Peranan astrologi melampau batas zaman kunoPeranan astrologi melampau batas zaman kuno• Sampai sekarang pun masih muncul ramalan astrologi di
  132. 132. 132132ASTROLOGYASTROLOGYAstrology is the type of divination that consists inAstrology is the type of divination that consists ininterpreting the influence of planets and the stars on earthlyinterpreting the influence of planets and the stars on earthlyaffairs in order ot predict the destinies of individuals, groups, oraffairs in order ot predict the destinies of individuals, groups, ornations. At times regarded as science, astrology has exerted annations. At times regarded as science, astrology has exerted anextensive or a peripheral influence in many civilizations, bothextensive or a peripheral influence in many civilizations, bothancient and modern. Astrology has also been defined as aancient and modern. Astrology has also been defined as apseudoscience and considered to diametrically opposed to thepseudoscience and considered to diametrically opposed to thetheories and findings of modern science.theories and findings of modern science.Astrology originated in Mesopotamia, perhaps in the 3rdAstrology originated in Mesopotamia, perhaps in the 3rdmillenium BC, but attained its full development in the Westernmillenium BC, but attained its full development in the Westernworld much later, within the orbit of Greek civilization of theworld much later, within the orbit of Greek civilization of theHellenistic period. It spread to India in its older MesopotamianHellenistic period. It spread to India in its older Mesopotamianform. Islamic culture absorbed it as part of the Greek heritage;form. Islamic culture absorbed it as part of the Greek heritage;and in the Middle Ages, when Western Europe was stronglyand in the Middle Ages, when Western Europe was stronglyaffected by Islamic science, European astrology also felt theaffected by Islamic science, European astrology also felt theinfluence of the Orient.influence of the Orient.The Egyptian also contributed though lessThe Egyptian also contributed though less
  133. 133. 133133directly, to the rise of astrology. They constructed a calendar,directly, to the rise of astrology. They constructed a calendar,containing 12 months of 30 days each with five days added at thecontaining 12 months of 30 days each with five days added at theend of the year, that was subsequently taken over by the Greeksend of the year, that was subsequently taken over by the Greeksas a standard of reference for astronomical observations. In orderas a standard of reference for astronomical observations. In orderthat the starry sky might serve them as a clock, the Egyptiansthat the starry sky might serve them as a clock, the Egyptiansselected a successian of 36 bright stars whose risings wereselected a successian of 36 bright stars whose risings wereseparated from each other by intervals of 10 days. Each of theseseparated from each other by intervals of 10 days. Each of thesestars, calledstars, called decansdecans by Latin writers, was conceived of as a spiritby Latin writers, was conceived of as a spiritwith power over the period of time for which it served; they laterwith power over the period of time for which it served; they latercentered the zodiac as subdivisions of its 12 signs.centered the zodiac as subdivisions of its 12 signs.In pre-Imperial China, the belief in an intelligible cosmicIn pre-Imperial China, the belief in an intelligible cosmicorder, comprehended aspects of which would permit influences onorder, comprehended aspects of which would permit influences oncorrelated incomprehended aspects, found expression incorrelated incomprehended aspects, found expression incorrelation charts that juxtaposed natural phenomena with thecorrelation charts that juxtaposed natural phenomena with theactivities and the fate of man. The transition from the belief to aactivities and the fate of man. The transition from the belief to atruly astrological belief in the direct influence of the stars on humantruly astrological belief in the direct influence of the stars on humanaffairs was slow, and numerous systems of observation and strainsaffairs was slow, and numerous systems of observation and strainsof lore developed. When Western astronomy and astrologyof lore developed. When Western astronomy and astrologybecame known in China through Arabic influence inbecame known in China through Arabic influence in
  134. 134. 134134Mongol times, their data were also integrated into the ChineseMongol times, their data were also integrated into the Chineseastrological corpus. In the later centuries of Imperial China it wasastrological corpus. In the later centuries of Imperial China it wasuniversal practice to have a horoscope case for each newbornuniversal practice to have a horoscope case for each newbornchild and at all decisive junctures in life.child and at all decisive junctures in life.Once established in the classical world, the astrologicalOnce established in the classical world, the astrologicalconception of causation invaded the sciences; particularly medicineconception of causation invaded the sciences; particularly medicineand allied disciplines. The Stoics, espousing the doctrine of aand allied disciplines. The Stoics, espousing the doctrine of auniversal “sympathy’ linking microcosm of man with theuniversal “sympathy’ linking microcosm of man with themacrocosm of nature, found in astrology a virtual map of such amacrocosm of nature, found in astrology a virtual map of such auniverse.universe.Greek astrology was slow to be absorbed by the Romans,Greek astrology was slow to be absorbed by the Romans,who had their own native methods of divination, but by the times ofwho had their own native methods of divination, but by the times ofAugustus, the art had resumed its original role as a royalAugustus, the art had resumed its original role as a royalprerogative. Attempts to stress its influence on the populace metprerogative. Attempts to stress its influence on the populace metrepeatedly with failure.repeatedly with failure.Throughout pagan antiquity the words astronomy andThroughout pagan antiquity the words astronomy andastrology had been synonymous; in the first Christian centuries theastrology had been synonymous; in the first Christian centuries themodern distinction between astronomy, the science of stars, beganmodern distinction between astronomy, the science of stars, beganto appear. As against the omnipotence of the stars, Christianityto appear. As against the omnipotence of the stars, Christianity
  135. 135. 135135taught the omnipotence of their Creator. To the determinism oftaught the omnipotence of their Creator. To the determinism ofastrology Christianity opposed the freedom of the will. But withinastrology Christianity opposed the freedom of the will. But withinthese limits the astrological worldview was accepted. To reject itthese limits the astrological worldview was accepted. To reject itwould have been to reject the whole heritage of classical culture,would have been to reject the whole heritage of classical culture,which had assumed an astrological complexion. Even at the centrewhich had assumed an astrological complexion. Even at the centreof Christian history, Persian magi were reported to have followed aof Christian history, Persian magi were reported to have followed acelestial omen to the scene of the Nativity.celestial omen to the scene of the Nativity.Although various Christian councils condemned astrologyAlthough various Christian councils condemned astrologythe belief in the worldview it implies was not seriously shaken. Inthe belief in the worldview it implies was not seriously shaken. Inthe late European Middle Ages, a number of universities, amongthe late European Middle Ages, a number of universities, amongthem Paris, Padua, Bologna, and Florence, had chairs of astrology.them Paris, Padua, Bologna, and Florence, had chairs of astrology.The revival of ancient studies by the humanists only encouragedThe revival of ancient studies by the humanists only encouragedthis interest, which persisted into the Renaissance and even intothis interest, which persisted into the Renaissance and even intothe Reformation.the Reformation.It was Copernican revolution of the 16th century that dealtIt was Copernican revolution of the 16th century that dealtwith the geocentric worldview of astrology its shattering blow. As awith the geocentric worldview of astrology its shattering blow. As apopular pastime or superstition, however, astrology continued intopopular pastime or superstition, however, astrology continued intomodern times to engage the attention of millions of people.modern times to engage the attention of millions of people.
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×