• Like
  • Save
Filsafat Ilmu
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Filsafat Ilmu

on

  • 1,351 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,351
Views on SlideShare
1,351
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
347
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Filsafat Ilmu Filsafat Ilmu Presentation Transcript

    • 11MATA KULIAHMATA KULIAHFILSAFAT ILMUFILSAFAT ILMU
    • 22MENGAPA HARUS BELAJARMENGAPA HARUS BELAJARFILSAFAT?FILSAFAT? Untuk mengetahui sejak kapanUntuk mengetahui sejak kapanmunculnya ilmu pengetahuanmunculnya ilmu pengetahuan Agar mampu berpikir sistematis, kritisAgar mampu berpikir sistematis, kritisuntuk memperoleh kebenaran.untuk memperoleh kebenaran.
    • 33PENGERTIAN FILSAFATPENGERTIAN FILSAFAT1.1. Dari sisi kebahasaanDari sisi kebahasaan Kata filsafat berasal dari bahasaKata filsafat berasal dari bahasaYunani, yaitu philosophia. Philo=Yunani, yaitu philosophia. Philo=cintacintaSophia=Sophia= kebijaksanaan/kebenaran.kebijaksanaan/kebenaran.Jadi philosophia adalah orang yangJadi philosophia adalah orang yangmencintai kebenaran, sehinggamencintai kebenaran, sehinggaberupaya memperoleh danberupaya memperoleh danmemilikinya.memilikinya.
    • 44lanjutanlanjutan Kata philosophia ditransformasikan keKata philosophia ditransformasikan keberbagai bahasa. Dalam bahsa arabberbagai bahasa. Dalam bahsa arabdisebutdisebut falsafahfalsafah. Dalam bahsa. Dalam bahsaIndonesia disebutIndonesia disebut falsafat/filsafatfalsafat/filsafat..Dalam bahsa Belanda dan JermanDalam bahsa Belanda dan Jermandisebutdisebut Philosophie.Philosophie.
    • 55lanjutanlanjutanDari sisi filsafat sebagai ilmuDari sisi filsafat sebagai ilmu Plato, fisuf besar Yunani mengatakan,Plato, fisuf besar Yunani mengatakan,filsafat adalah ilmu pengetahuan yangfilsafat adalah ilmu pengetahuan yangberusaha mencapai kebenaran yang asli,berusaha mencapai kebenaran yang asli,karena kebenaran mutlak di tangankarena kebenaran mutlak di tanganTuhanTuhan. Atau dengan singkat dikatakan. Atau dengan singkat dikatakanpengetahuan tentang segala yang ada.pengetahuan tentang segala yang ada.
    • 66lanjutanlanjutan Aristoteles, murid Plato mengatakan,Aristoteles, murid Plato mengatakan,filsafat adalah ilmu pengetahuan yangfilsafat adalah ilmu pengetahuan yangmeliputi kebenaran yang terkandung dimeliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu matafisika, logika,dalamnya ilmu matafisika, logika,retorika, politik, sosial budaya danretorika, politik, sosial budaya danestetika.estetika.
    • 77 Alfarabi, Filsuf besar muslim denganAlfarabi, Filsuf besar muslim dengangelar Aristoteles ke 2, mengatakangelar Aristoteles ke 2, mengatakanFilsafat adalah pengetahuann tentangFilsafat adalah pengetahuann tentangyang ada menurut hakikatnya yangyang ada menurut hakikatnya yangsebenarnyasebenarnya..
    • 88lanjutanlanjutan Immanuel Kant, Filsuf barat denganImmanuel Kant, Filsuf barat dengangelar raksasa pemikir Eropa,gelar raksasa pemikir Eropa,mengatakan filsafat adalah ilmumengatakan filsafat adalah ilmupokok dan pangkal segalapokok dan pangkal segalapengetahuan yang mencakup dipengetahuan yang mencakup didalamnya empat persoalan:dalamnya empat persoalan:
    • 99lanjutanlanjutan1. apa dapat kita ketahui, dijawab oleh1. apa dapat kita ketahui, dijawab olehmetafisikametafisika2. apa yang boleh kita kerjakan,2. apa yang boleh kita kerjakan,dijawab oleh etikadijawab oleh etika3. apa yang dinamakan manusia,3. apa yang dinamakan manusia,dijawab oleh antropologi.dijawab oleh antropologi.4. sampai dimana harapan kita,4. sampai dimana harapan kita,dijawab oleh agama.dijawab oleh agama.
    • 1010lanjutanlanjutan Hasbullah Bakry,Hasbullah Bakry, filsafat adalah ilmufilsafat adalah ilmuyang menyelidiki segala sesuatu denganyang menyelidiki segala sesuatu denganmendalam mengenai Ketuhanan, alammendalam mengenai Ketuhanan, alamsemesta, dan manusia sehingga dapatsemesta, dan manusia sehingga dapatmelahirkan pengetahuan tentangmelahirkan pengetahuan tentangbagaimana hakikatnya sejauh yangbagaimana hakikatnya sejauh yangdicapai manusia.dicapai manusia.
    • 1111lanjutanlanjutan3. Filsafat dari sisi benda3. Filsafat dari sisi benda Titus dkk, mengajukan dua pengertianTitus dkk, mengajukan dua pengertianfilsafat.filsafat.- filsafat adalah sekumpulan problem-- filsafat adalah sekumpulan problem-problem yang langsung dan mendapatproblem yang langsung dan mendapatperhatian dari manusia yang dicarikanperhatian dari manusia yang dicarikanjawabannya oleh ahli filsafat.jawabannya oleh ahli filsafat.
    • 1212lanjutanlanjutanFilsafat adalah sekumpulanFilsafat adalah sekumpulansikap dan kepercayaansikap dan kepercayaanterhapadap kehidupan dan alamterhapadap kehidupan dan alamyang biasanya diterima secarayang biasanya diterima secaratidaktidak kritis.kritis.
    • 1313lanjutanlanjutan4. Filsafat sebagai suatu aktifitas4. Filsafat sebagai suatu aktifitas Filsafat adalah sebagai suatu proses berpikirFilsafat adalah sebagai suatu proses berpikiruntuk memperoleh jawaban-jawaban dariuntuk memperoleh jawaban-jawaban dariberbagai problem.berbagai problem. Titus dkk, memberikan 3 pengertian filsafat sbgTitus dkk, memberikan 3 pengertian filsafat sbgaktifitas:aktifitas:- Filsafat adlah suatu proses kritik atau pemikiran- Filsafat adlah suatu proses kritik atau pemikiranterhadap kepercayaan diri dari sikap yangterhadap kepercayaan diri dari sikap yangsangat kita junjung tinggi.sangat kita junjung tinggi.
    • 1414lanjutanlanjutan- Filsafat adalah sebagai analisi logis dariFilsafat adalah sebagai analisi logis daribahasa serta penjelasan tentang arti katabahasa serta penjelasan tentang arti katadan konsep.dan konsep.- Filsafat adalah suatu usaha untukFilsafat adalah suatu usaha untukmemperoleh gambaran keseluruhanmemperoleh gambaran keseluruhan
    • 1515BERDASARKAN KONSEP DAN TEORIBERDASARKAN KONSEP DAN TEORITERSEBUT PROSES BERFILSAFATTERSEBUT PROSES BERFILSAFATTERSEBUT MELALUI EMPAT TAHAPTERSEBUT MELALUI EMPAT TAHAP1.1. LOGIS, yaitu berpikir dengan menggunakanLOGIS, yaitu berpikir dengan menggunakanlogika (undang-undang berpikir) yaitu melaluilogika (undang-undang berpikir) yaitu melaluitiga tahap;tiga tahap; pemahaman, keputusan danpemahaman, keputusan danargumentasiargumentasicontoh;:contoh;:- Alam berubah-ubah (premis minor)Alam berubah-ubah (premis minor)- Setiap berubah-ubah baru (premis mayor)Setiap berubah-ubah baru (premis mayor)- Alam baru (simpulan)Alam baru (simpulan)
    • 1616lanjutanlanjutan2. SISTEMATIS, yaitu berpikir melalui alur yang2. SISTEMATIS, yaitu berpikir melalui alur yangsistemik sehingga ditemukan adanya koherensistemik sehingga ditemukan adanya koheren(saling runtut), diantara satu pertanyaan(saling runtut), diantara satu pertanyaandengan pertanyaan lainnya.dengan pertanyaan lainnya.3. RADIKAL, berpikir sampai kepada akar3. RADIKAL, berpikir sampai kepada akarmasalah.masalah.4. UNIVERSAL, berpikir secara umum bukan4. UNIVERSAL, berpikir secara umum bukankhusus. Disini perbedaannyakhusus. Disini perbedaannya ilmu berpikirilmu berpikirsecara khusus, filsafat berpikir secara umum.secara khusus, filsafat berpikir secara umum.
    • 1717SEJARAH TIMBULNYASEJARAH TIMBULNYAFILSAFATFILSAFAT KAPAN MUNCULNYA FILSAFAT?KAPAN MUNCULNYA FILSAFAT?Filsafat muncul sejak manusia ada dan sejakFilsafat muncul sejak manusia ada dan sejakadanya pembicaraan manusia. Maka sejarahadanya pembicaraan manusia. Maka sejarahlahirnya filsafat dimana-mana Yunani, India,lahirnya filsafat dimana-mana Yunani, India,Persia. Karena filsafat memiliki kualifikasiPersia. Karena filsafat memiliki kualifikasitertentu, maka lahirnya filsafat diidentikantertentu, maka lahirnya filsafat diidentikandengan Yunani. Hal ini sesuai dengan karakterdengan Yunani. Hal ini sesuai dengan karakterorang yunani ialahorang yunani ialah RasionalRasional
    • 1818APA YANGAPA YANGMENYEBABKANMENYEBABKANLAHIRNYA FILSAFAT?LAHIRNYA FILSAFAT?1.1. PERTENTANGAN ANTARA MITOS DANPERTENTANGAN ANTARA MITOS DANLOGOSLOGOSDikalangan masyarakat Yunani dikenalDikalangan masyarakat Yunani dikenaladanya mitos, sebagai suatu keyakinan lamaadanya mitos, sebagai suatu keyakinan lamayang berkembang dengan pesat misalnyayang berkembang dengan pesat misalnyamite kosmologi yang melukiskan kejadianmite kosmologi yang melukiskan kejadianalam.alam. Lama-lama mitos hilang dikalahkanLama-lama mitos hilang dikalahkanoleh logos, makaoleh logos, maka logos penyebab pertamalogos penyebab pertamalahirnya filsafat.lahirnya filsafat.
    • 1919lanjutanlanjutan2. RASA INGIN TAHU2. RASA INGIN TAHUKarena mite hanya bersifat dongengKarena mite hanya bersifat dongengbelaka, maka orang mulai berpikirbelaka, maka orang mulai berpikirrasional, untuk mencari jawaban-rasional, untuk mencari jawaban-jawaban yang logis. Keingintahuanjawaban yang logis. Keingintahuanterhadap alam semesta, keingintahuanterhadap alam semesta, keingintahuanterhadap penciptanya dsb.terhadap penciptanya dsb.
    • 2020lanjutanlanjutan3. RASA KAGUM3. RASA KAGUMMenurut Plato, filsafat lahir adanyaMenurut Plato, filsafat lahir adanyakekaguman manusia tentang dunia dankekaguman manusia tentang dunia danlingkungannya. Para filsuf ataslingkungannya. Para filsuf ataskekagumannya mencoba merumuskankekagumannya mencoba merumuskanasal mula alam semesta.asal mula alam semesta.ThalesThales bapak filsafat Yunani, mengatakanbapak filsafat Yunani, mengatakanalam semestaalam semesta berasal dari air.berasal dari air.
    • 2121lanjutanlanjutan AnaximandrosAnaximandros, alam berasal dari, alam berasal dariapairon (api)apairon (api) Democrios,Democrios, alam berasalalam berasal dari atomdari atom Empedokles,Empedokles, alam berasalalam berasal dari empatdari empatunsur; air, api, angin, tanah.unsur; air, api, angin, tanah.4. PERKEMBANGAN KESUSASTRAAN4. PERKEMBANGAN KESUSASTRAANFaktor lain yang menyebakan lahirnyaFaktor lain yang menyebakan lahirnyafilsafat adalah kesusastraan.filsafat adalah kesusastraan.
    • 2222KARAKTERISTIKKARAKTERISTIKFILSAFATFILSAFAT1.1. SKEPTISISSKEPTISISSkeptisis adalah keraguan terhadapSkeptisis adalah keraguan terhadapsuatu kebenaran sebelum mendapatsuatu kebenaran sebelum mendapatargumen yang kuat terhadapargumen yang kuat terhadapkebenaran tersebut. Dikelompokan;kebenaran tersebut. Dikelompokan;-bersifat Gradasi , dari ragu ke yakin-bersifat Gradasi , dari ragu ke yakin-bersifat degradasi, dari yakin ke ragu-bersifat degradasi, dari yakin ke ragu-bertahan sophisme, terus menurus-bertahan sophisme, terus menurusragu.ragu.
    • 2323LanjutanLanjutan Sifat gradasi diungkapkan oleh RENESifat gradasi diungkapkan oleh RENEDECARTES Filsuf PrancisDECARTES Filsuf Prancis cagito ergo sumcagito ergo sum(saya berpikir maka saya ada)(saya berpikir maka saya ada)2.KOMUNALISME2.KOMUNALISMEHasil pemikiran filsafat dimiliki masyarakatHasil pemikiran filsafat dimiliki masyarakatumum tidak memandang ras, kelas, ekonomi,umum tidak memandang ras, kelas, ekonomi,dan keyakinan. Misalnya hasil pemikirandan keyakinan. Misalnya hasil pemikiranYunani bermanfaat untuk orang Eropa, AsiaYunani bermanfaat untuk orang Eropa, AsiaAfrika dsb.Afrika dsb.
    • 2424lanjutanlanjutan3. DISENTERESTEDNESS3. DISENTERESTEDNESSYANG BERASAL DARI KATAYANG BERASAL DARI KATA INTEREST,INTEREST,yaitu suatu kegiatan filsafat yang tidakyaitu suatu kegiatan filsafat yang tidakdimotivasi untuk suatu kepentingan tertentu.dimotivasi untuk suatu kepentingan tertentu.4. UNIVERSALISME4. UNIVERSALISMEFilsafat bersifat umum, berati filsafat adalahFilsafat bersifat umum, berati filsafat adalahhak seluruh umat manusia secara umum atauhak seluruh umat manusia secara umum atausifatnya internasional. Semua umat manusiasifatnya internasional. Semua umat manusiaberhak mengadakan kajian filsafat.berhak mengadakan kajian filsafat.
    • 2525APA GUNANYA FILSAFATAPA GUNANYA FILSAFATBAGI MANUSIA?BAGI MANUSIA? Filsafat mampu memberikanFilsafat mampu memberikanpemahaman yang menyeluruhpemahaman yang menyeluruh(general) terhadap suatu wujud(general) terhadap suatu wujud(ontologi) sekaligus memberikan(ontologi) sekaligus memberikankonsep kebenarankonsep kebenaran( justifikasi) terhadap wujud tersebut.( justifikasi) terhadap wujud tersebut.Dengan kebenaran manusia akanDengan kebenaran manusia akanbertindak bijaksana (wesdom)bertindak bijaksana (wesdom)
    • 2626lanjutanlanjutan Filsafat dapat memberikan kepuasanFilsafat dapat memberikan kepuasanbagi filsuf/seseorang karenabagi filsuf/seseorang karenakemampuannya dalamkemampuannya dalammenggambarkan problem kehidupanmenggambarkan problem kehidupanyang sedang dan akan dihadapi sesuaiyang sedang dan akan dihadapi sesuaidengan leluasan pemahamannya.dengan leluasan pemahamannya.Plato mengatakan, berpikir dan memikirkan itu suatuPlato mengatakan, berpikir dan memikirkan itu suatukenikmatan yang luar biasa dan kebahagian yang palingkenikmatan yang luar biasa dan kebahagian yang palingberharga.berharga.
    • 2727lanjutanlanjutan Filsafat dapat dijadikan sebagai bahanFilsafat dapat dijadikan sebagai bahanpijakan untuk merubah dunia.pijakan untuk merubah dunia.Karl Marx mengatakan,Karl Marx mengatakan, filsafat tidakfilsafat tidakhanya hanya menjelaskan padahanya hanya menjelaskan padadunia(interferd the world) melainkan jugadunia(interferd the world) melainkan jugamerubahnya.merubahnya.
    • 2828PROBLEMATIKAPROBLEMATIKAFILSAFATFILSAFAT Secara Umum terbagi menjadi tiga;Secara Umum terbagi menjadi tiga;1.1. ONTOLOGI, yaitu mengkaji hakikatONTOLOGI, yaitu mengkaji hakikatsegala sesuatu, terbagi 2:segala sesuatu, terbagi 2:1. Kualitas;1. Kualitas;- Monisme, asal lam terdiri dari satu- Monisme, asal lam terdiri dari satuunsur (mono=satu).unsur (mono=satu). ThalesThales dari air,dari air,AnaximandrosAnaximandros dari apairon,dari apairon,Anaximenes dari udara,Anaximenes dari udara, DemocritosDemocritosdari tanah.dari tanah.
    • 2929lanjutanlanjutan- Dualisme, yang mengatakan alamDualisme, yang mengatakan alamsemesta terdiri dari dua unsur yaitusemesta terdiri dari dua unsur yaitumateri dan rohmateri dan roh. Tokohnya. Tokohnya AnaxagorasAnaxagorasdandan Aristolteles.Aristolteles.- Pluralisme, alam semesta terdiri dariPluralisme, alam semesta terdiri dariempat unsur; air, angin, api, tanah.empat unsur; air, angin, api, tanah.TokohnyaTokohnya Empedokles, Leukippos.Empedokles, Leukippos.
    • 3030lanjutanlanjutan2. Kualitas2. KualitasPandangan ini membicarakan bagaimanaPandangan ini membicarakan bagaimanaalam berproses, dalam kaitannya muncul 4alam berproses, dalam kaitannya muncul 4teori:teori:-Mekanisme, yang mengatakan bahwa segala-Mekanisme, yang mengatakan bahwa segalasesuatu berproses secara mekanik.sesuatu berproses secara mekanik.-Teleologi, mengatakan bahwa segala sesuatu yang-Teleologi, mengatakan bahwa segala sesuatu yangterjadi di alam raya berproses menuju suatuterjadi di alam raya berproses menuju suatutujuan, yaitu Tuhan.tujuan, yaitu Tuhan.
    • 3131-Determinisme, kejadian di alam iniberproses-Determinisme, kejadian di alam iniberprosesmelalui suatu ketentuan yang telahmelalui suatu ketentuan yang telahditetapkan sebelumnya, baik oleh hukumditetapkan sebelumnya, baik oleh hukumalam maupun oleh Tuhanalam maupun oleh Tuhan-Indeterminisme, segala kejadian di alam ini-Indeterminisme, segala kejadian di alam iniberlangsung secara bebas, tanpa kendaliberlangsung secara bebas, tanpa kendalitertentu dari Tuhan atau kekuatannya.tertentu dari Tuhan atau kekuatannya.
    • 3232PROBLEM FILSAFATPROBLEM FILSAFAT2. EPISTEMOLOGI, membicarakan 2 hal;2. EPISTEMOLOGI, membicarakan 2 hal;a. Hakikat pengetahuan, muncul 2a. Hakikat pengetahuan, muncul 2pandangan;pandangan;-- realismerealisme, yaitu pengetahuan manusia riil, yaitu pengetahuan manusia riiladanya dalam kehidupan.adanya dalam kehidupan.-- idealisme,idealisme, yaitu hakikat ilmuyaitu hakikat ilmupengetahuan tidak terdapat dalam duniapengetahuan tidak terdapat dalam duniariil, melainkan konsep ideal atau duniariil, melainkan konsep ideal atau duniaide-ide.ide-ide.
    • 3333lanjutanlanjutanb. Sumber Pengetahuan, muncul 3 pandangan;b. Sumber Pengetahuan, muncul 3 pandangan;- rasionalisme,rasionalisme, mengatakan bahwa sumbermengatakan bahwa sumberpengetahuan muncul dari rasio (akal) manusia.pengetahuan muncul dari rasio (akal) manusia.- Empirisme,Empirisme, sumber pengetahuan adalahsumber pengetahuan adalahindera manusia.indera manusia.- Kritisme,Kritisme, pengetahuan manusia bersumberpengetahuan manusia bersumberdari luar diri manusia, yaitu Tuhan.dari luar diri manusia, yaitu Tuhan.
    • 3434PROBLEM FILSAFATPROBLEM FILSAFAT3.3. AXIOLOGI, TERBAGI MENJADI 6AXIOLOGI, TERBAGI MENJADI 6PANDANGAN;PANDANGAN;a.a. naturalisme, yang menyatakan ukurannaturalisme, yang menyatakan ukuranbaik buruk ialah sesuai tidaknyabaik buruk ialah sesuai tidaknyaperbuatan tersebut sesuai denganperbuatan tersebut sesuai denganfitrah (natura) manusia.fitrah (natura) manusia.b.b. Hedonisme, yang menyatakan bahwaHedonisme, yang menyatakan bahwaukuran baik buruk ialah sejauh manaukuran baik buruk ialah sejauh manasuatu perbuatan mendatangkansuatu perbuatan mendatangkankenikmatan (hedone) bagi manusia.kenikmatan (hedone) bagi manusia.
    • 3535lanjutanlanjutana.a. Vitalisme, ukuran baik burukVitalisme, ukuran baik burukditentukan oleh sejauh mana suatuditentukan oleh sejauh mana suatuperbuatan tersebut dapat mendorongperbuatan tersebut dapat mendorongmanusia untuk hidup lebih maju.manusia untuk hidup lebih maju.b.b. Ultitarianisme, Ukuran baik burukUltitarianisme, Ukuran baik burukditentukan oleh ada tidaknya suatuditentukan oleh ada tidaknya suatuperbuatan mendatangkan manfaatperbuatan mendatangkan manfaatbagi manusia.bagi manusia.
    • 3636lanjutanlanjutane. Idealisme, ukuran baik buruk ditentukan olehe. Idealisme, ukuran baik buruk ditentukan olehsesuai tidaknya sesuatu perbuatan dengansesuai tidaknya sesuatu perbuatan dengankonsep ideal (rancang bangun) pikirankonsep ideal (rancang bangun) pikiranmanusia.manusia.f. Teologis, baik buruknya suatu perbuatanf. Teologis, baik buruknya suatu perbuatanditentukan oleh sesuai tidaknya suatuditentukan oleh sesuai tidaknya suatuperbuatan dengan ketentuan agamaperbuatan dengan ketentuan agama(teos=Tuhan, agama)(teos=Tuhan, agama)
    • 3737lanjutanlanjutanBerdasarkan uraian problematika diBerdasarkan uraian problematika diatas kebenaran itu bersifat relatifatas kebenaran itu bersifat relatiftergantung pada latar belakangtergantung pada latar belakangpendidikan, sosial, budaya, agamapendidikan, sosial, budaya, agamadan sebagainya.dan sebagainya.
    • 3838BAGAIMANA HUBUNGANBAGAIMANA HUBUNGANILMU, FILSAFAT, DANILMU, FILSAFAT, DANAGAMAAGAMA Ilmu adalah sistem dari berbagaiIlmu adalah sistem dari berbagaipengetahuan yang masing-masingpengetahuan yang masing-masingmengenai suatu pengalaman tertentumengenai suatu pengalaman tertentuyang disusun melalui sistem tertentu,yang disusun melalui sistem tertentu,sehingga menjadi suatu kesatuan.sehingga menjadi suatu kesatuan. Menuurut Harsojo, ilmu terdiri dari tigaMenuurut Harsojo, ilmu terdiri dari tigakesimpulan, yaitu;kesimpulan, yaitu;
    • 3939lanjutanlanjutan1.1. Merupakan akumulasi pengetahuanMerupakan akumulasi pengetahuanyang disistematikanyang disistematikan2.2. Suatu pendekatan/metode pendekatanSuatu pendekatan/metode pendekatanterhadap seluruh dunia empiris, yaituterhadap seluruh dunia empiris, yaitudunia yang terikat oleh faktor ruang dandunia yang terikat oleh faktor ruang danwaktu, dunia yang pada prinsipnyawaktu, dunia yang pada prinsipnyadapat diamati oleh panca indradapat diamati oleh panca indramanusia, danmanusia, dan
    • 4040lanjutanlanjutan1.1. Suatu cara yang mengijinkanSuatu cara yang mengijinkankepada ahli-ahli lainnya untukkepada ahli-ahli lainnya untukmenyatakan suatu proporsi.menyatakan suatu proporsi.
    • 4141lanjutanlanjutan Filsafat menurut Plato dan Al Faraby;Filsafat menurut Plato dan Al Faraby;filsafat adalah pengetahuan tentangfilsafat adalah pengetahuan tentangsegala yang ada.segala yang ada.AGAMAAGAMATerdapat perbedaan pengertian agamaTerdapat perbedaan pengertian agamadikalangan tokoh agama. Hal inidikalangan tokoh agama. Hal inidisebabkan oleh perbedaan bidikdisebabkan oleh perbedaan bidikterhadap agama.terhadap agama.
    • 4242lanjutanlanjutanAgama diartikan secara praktis, adalahAgama diartikan secara praktis, adalahsuatu keyakinan akan adanyasuatu keyakinan akan adanyaaturan/jalan hidupaturan/jalan hidup (way of life)(way of life) yangyangbersumber dari suatu kekuatan yangbersumber dari suatu kekuatan yangabsolut (Tuhan).absolut (Tuhan). Agama memiliki empat perangkatAgama memiliki empat perangkatsbb:sbb:1.1. Adanya pengatur (Tuhan) sebagaiAdanya pengatur (Tuhan) sebagaikebenaran yang pertama dankebenaran yang pertama danterakhir.terakhir.
    • 4343lanjutanlanjutan2. adanya aturan (code hukum) yang harus2. adanya aturan (code hukum) yang harusdipahami yang termaktub dalam kitabdipahami yang termaktub dalam kitabsuci dan kebenarannya bersifat ansolut.suci dan kebenarannya bersifat ansolut.3. Adanya seorang nabi sebagai pembawa3. Adanya seorang nabi sebagai pembawaaturan hukum.aturan hukum.4. Adanya komunitas (manusia) sebagai4. Adanya komunitas (manusia) sebagaipelaksana aturan yang bersumber daripelaksana aturan yang bersumber dariTuhan.Tuhan.
    • 4444HUBUNGAN ILMU,HUBUNGAN ILMU,FILSAFAT DAN AGAMAFILSAFAT DAN AGAMAILMU, mencari kebenaran dengan caraILMU, mencari kebenaran dengan carapenyelidikan (riset) sesuai denganpenyelidikan (riset) sesuai denganeksistensinya yang berhubunganeksistensinya yang berhubungandengan alam empiris.Dalam penyelidikandengan alam empiris.Dalam penyelidikanilmu selalu mencari hukumilmu selalu mencari hukum sebabsebabakibat. Sebagai hukum sebab akibatakibat. Sebagai hukum sebab akibatmaka kebenaranya pasti ada.maka kebenaranya pasti ada.
    • 4545lanjutanlanjutanILSAFAT, karena selalu berhadapanILSAFAT, karena selalu berhadapandenga alam empiris, (metafisika, ghaib)denga alam empiris, (metafisika, ghaib)maka ia komit dengan organon (alatnya)maka ia komit dengan organon (alatnya)yaitu logika. Cara kerjanya selalu diawaliyaitu logika. Cara kerjanya selalu diawalidengan pertanyaan apa…. Berpikir logis,dengan pertanyaan apa…. Berpikir logis,sistematis, radikal, dan universal.sistematis, radikal, dan universal.
    • 4646lanjutanlanjutanAGAMA, menemukan konsepAGAMA, menemukan konsepkebenaran bersumber pada wahyu,kebenaran bersumber pada wahyu,kebenarannya bersifat mutlak,kebenarannya bersifat mutlak,absolut sebagiai kebenaranabsolut sebagiai kebenarantertinggi.tertinggi.
    • 4747 Ilmu kebenarannya bersifat empiris,Ilmu kebenarannya bersifat empiris,filsafat kebenarannya bersifat spekulatiffilsafat kebenarannya bersifat spekulatif(berdasrkan nalar dan logika), keduanya(berdasrkan nalar dan logika), keduanyabersifat nisbi. Agama kebenarannyabersifat nisbi. Agama kebenarannyabersifat absolut mutlak, dalambersifat absolut mutlak, dalampenentuannya semua perlu perumusanpenentuannya semua perlu perumusan
    • 4848lanjutanlanjutan Hubungan ilmu filsafat dan agama, AlbertHubungan ilmu filsafat dan agama, AlbertEinstein menagatakan dengan singkat’Einstein menagatakan dengan singkat’““science with out is blind, religion with outscience with out is blind, religion with outscience is blame” Ilmu tanpa agamascience is blame” Ilmu tanpa agamabuta, agama tanpa ilmu lumpuh.buta, agama tanpa ilmu lumpuh.
    • 4949BAGAIMANAKAHBAGAIMANAKAHKATEGORI MANUSIAKATEGORI MANUSIAITU?ITU?1.1. MANUSIA ADA YANG TIDAK TAHU DALAMMANUSIA ADA YANG TIDAK TAHU DALAMKETIDAKAHUANNYAKETIDAKAHUANNYA2.2. MANUSIA TIDAK TAHU DALAMMANUSIA TIDAK TAHU DALAMKETAHUANNYAKETAHUANNYA3.3. MANUSIA TAHU AKANMANUSIA TAHU AKANKETIDAKTAHUANNYAKETIDAKTAHUANNYA4.4. MANUSIA TAHU AKAN KETAHUANNYAMANUSIA TAHU AKAN KETAHUANNYAKategori manakah yang paling baik?Kategori manakah yang paling baik?
    • 5050Manusia adalah akhluk ciptaan TuhanManusia adalah akhluk ciptaan Tuhanyang tercanggih. Memiliki banyakyang tercanggih. Memiliki banyakkelebihan dibanding dengan makhluk lainkelebihan dibanding dengan makhluk lainterutama akalnya.terutama akalnya. Memiliki rasa ingin tahu, makaMemiliki rasa ingin tahu, makadiaktuakisasikan dalam bentuk bertanya.diaktuakisasikan dalam bentuk bertanya. Melalui rasio maka manusia memberikanMelalui rasio maka manusia memberikanjawaban terhadap aneka pertanyaanjawaban terhadap aneka pertanyaan Manusia bertanya, manusia pula menjawabManusia bertanya, manusia pula menjawab Manusialah yang benar-benar bereksistensiManusialah yang benar-benar bereksistensikarena memiliki kesadaran dan otonomikarena memiliki kesadaran dan otonomidirinya.dirinya.
    • 5151LanjutanLanjutanDENGAN KATA LAINDENGAN KATA LAINMalalui akalnya manusia mampu menyamaiMalalui akalnya manusia mampu menyamaimakhluk lain.makhluk lain. Burung terbang tinggi, manusia tefrbangBurung terbang tinggi, manusia tefrbangdengan pesawat ciptaannya.dengan pesawat ciptaannya. Angsa bisa berenang ke ujung pulau, manusiaAngsa bisa berenang ke ujung pulau, manusiaberenang dengan kapal Feri ciptaannya.berenang dengan kapal Feri ciptaannya. Ikan mampu menembus dasar lautan, manusiaIkan mampu menembus dasar lautan, manusiamenembus lautan dengan kapal selammenembus lautan dengan kapal selamciptaannya.ciptaannya.
    • 5252APAKAH SETIAP MANUSIA MAMPUAPAKAH SETIAP MANUSIA MAMPUBERFILSAFAT? Tidak juga.BERFILSAFAT? Tidak juga. Rule ofRule ofthe game ( ada aturan mainnya)the game ( ada aturan mainnya) Berpikir logis, sistematis, radikal, danBerpikir logis, sistematis, radikal, danuniversal.universal.Dengan mengindahkan ke empat aturanDengan mengindahkan ke empat aturanmain tersebut, maka Anda bisa menjadimain tersebut, maka Anda bisa menjadiseorang filsufseorang filsuf
    • 5353LAHIRNYA ILMU PENGETAHUANLAHIRNYA ILMU PENGETAHUANSEJAK KAPAN LAHIRNYA ILMUSEJAK KAPAN LAHIRNYA ILMUPENGETAHUAN?PENGETAHUAN? Manusia adalah makhluk ciptaan TuhanManusia adalah makhluk ciptaan Tuhanyang tercanggih.yang tercanggih. Dengan akalnya manusia mampu.Dengan akalnya manusia mampu.berpikir, dengan pikirannya memperolehberpikir, dengan pikirannya memperolehpengetahuan, dengan pengetahuannyapengetahuan, dengan pengetahuannyamanusia memiliki ilmu, dengan ilmunyamanusia memiliki ilmu, dengan ilmunyamanusia mampu berpikir rasional, logismanusia mampu berpikir rasional, logisdan sistematis.dan sistematis.
    • 5454JADI PENGETAHUAN LAHIRJADI PENGETAHUAN LAHIRSEJAK MANUSIA ITU ADASEJAK MANUSIA ITU ADASEJAK MANUSIA BERPIKIRSEJAK MANUSIA BERPIKIRSEJAK MANUSIASEJAK MANUSIABERINTERAKSI DENGANBERINTERAKSI DENGANALAMALAM
    • 5555BAGAIMANA HUBUNGAN (ILMUBAGAIMANA HUBUNGAN (ILMUPENGETAHUAN DENGANPENGETAHUAN DENGANFILSAFAT?FILSAFAT? Pengetahuan bagian dari kajian filsafat ilmu,Pengetahuan bagian dari kajian filsafat ilmu,pengetahuan lahir sejak adanya peradabanpengetahuan lahir sejak adanya peradabanmanusia dan berkembang pesat sesuaimanusia dan berkembang pesat sesuaidengan budayanya.dengan budayanya. Pengetahuan lahir dari aktivitasPengetahuan lahir dari aktivitas Aktivitas memerlukan metodeAktivitas memerlukan metode Pengetahuan melahirkan ilmu-ilmu.Pengetahuan melahirkan ilmu-ilmu. Ilmu dan pengetahuan tidak bisa dipisahkan.Ilmu dan pengetahuan tidak bisa dipisahkan.
    • 5656lanjutanlanjutan Aktivitas memerlukan metodeAktivitas memerlukan metode Pengetahuan melahirkan ilmu-ilmu.Pengetahuan melahirkan ilmu-ilmu. Ilmu dan pengetahuan tidak bisaIlmu dan pengetahuan tidak bisadipisahkan.dipisahkan.
    • 5757AKTIVITASPENGETAHUANMETODEILMUSIKLUS ILMUSIKLUS ILMU
    • 5858PENGERTIAN ILMUPENGERTIAN ILMUSEBAGAISEBAGAIPENGETAHUANPENGETAHUANDari segi maknanya pengertian ilmuDari segi maknanya pengertian ilmusekurang-kurangnya merujuk tiga hal:sekurang-kurangnya merujuk tiga hal:PengetahuanPengetahuanAktivitasAktivitasmetodemetode
    • 5959Pengertian UmumPengertian Umum Ilmu adalah sesuatu kumpulanIlmu adalah sesuatu kumpulanyang sistematis dari pengetahuan.yang sistematis dari pengetahuan. Ilmu berarti semua pengetahuanIlmu berarti semua pengetahuanyang dihimpun dengan perantarayang dihimpun dengan perantarametode ilmiah (John G. Kemeny).metode ilmiah (John G. Kemeny).
    • 6060lanjutanlanjutan Menurut Norman Campbell :Menurut Norman Campbell :Ilmu adalah suatu kumpulan pengetahuanIlmu adalah suatu kumpulan pengetahuanyang berguna dan praktis dan suatuyang berguna dan praktis dan suatumetode untuk memperoleh pengetahuanmetode untuk memperoleh pengetahuanIlmu tidak bersangkutan denganIlmu tidak bersangkutan dengankehidupan praktis dan tidak dapatkehidupan praktis dan tidak dapatmempengaruhinya kecuali dalam caramempengaruhinya kecuali dalam carayang paling tak langsung, baik kebaikanyang paling tak langsung, baik kebaikanatau keburukan.atau keburukan.
    • 6161SIMPULANSIMPULAN Ilmu adalah rangkaian aktivitas manusia yangIlmu adalah rangkaian aktivitas manusia yangrasional dan kognitif dengan berbagai metoderasional dan kognitif dengan berbagai metodeberupa aneka prosedur dan tata langkahberupa aneka prosedur dan tata langkahsehingga menghasilkan kumpulansehingga menghasilkan kumpulanpengetahuan yang sistematis mengenai gejala-pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan ataugejala kealaman, kemasyarakatan ataukeorangan untuk tujuan mencapai kebenaran,keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran,memperoleh pemahaman, memberikanmemperoleh pemahaman, memberikanpenjelasan, ataupun melakukan penerapan.penjelasan, ataupun melakukan penerapan.
    • 6262LANJUTANLANJUTANILMU SEBAGAI RANGKAIANILMU SEBAGAI RANGKAIANAKTIVITAS MANUSIA:AKTIVITAS MANUSIA:1.1. Rasional: proses pemikiran yangRasional: proses pemikiran yangberpegang pada kaidah-kaidah logikaberpegang pada kaidah-kaidah logika2.2. Kognitif : proses mengetahui danKognitif : proses mengetahui danmemperoleh pengetahuanmemperoleh pengetahuan
    • 6363lanjutanlanjutan1.1. Teologis:Teologis: mencapai kebenaran memperolehmencapai kebenaran memperolehpemahamanpemahaman Memberi penjelasanMemberi penjelasan Meakukan penerapan dengan peramalanMeakukan penerapan dengan peramalanatau pengendalianatau pengendalian
    • 6464ILMU SEBAGAIILMU SEBAGAIMETODE ILMIAHMETODE ILMIAH ANALISISANALISIS (analysis)(analysis) PEMERIANPEMERIAN (description)(description) PENGUKURANPENGUKURAN (measurement)(measurement) PERBANDINGANPERBANDINGAN (comparison)(comparison) SURVAISURVAI (survey)(survey)
    • 6565PengelompokanPengelompokanPengetahuanPengetahuan Menurut Bertrand Russell, pengetahuanMenurut Bertrand Russell, pengetahuandibedakan menjadi 2:dibedakan menjadi 2:1. Pengetahuan mengenai fakta-fakta1. Pengetahuan mengenai fakta-fakta(knowledge of facts)(knowledge of facts)2. Pengetahuan mengenai hubungan2. Pengetahuan mengenai hubunganumum antara faktaumum antara fakta (knowledge of(knowledge ofgeneral connection berween facts)general connection berween facts)
    • 6666Ledger Wood membagiLedger Wood membagipengetahuan menjadi:pengetahuan menjadi:1.Non inferential Apprehension1.Non inferential Apprehension;;pengetahuan nonpenyimpulan yangpengetahuan nonpenyimpulan yangmerupakan pengenalan terhadapmerupakan pengenalan terhadapbenda, orang, atau sifat tertentu.benda, orang, atau sifat tertentu.
    • 6767Bentuknya:Bentuknya: Perception ;pengenalan objek diluar diriPerception ;pengenalan objek diluar diriseseorangseseorang Introspection; pengenalan terhadapIntrospection; pengenalan terhadapdirinya sendiri dengan segenapdirinya sendiri dengan segenapkemampuan,kemampuan, pikiran kehendak, danpikiran kehendak, danperasaanperasaan
    • 6868LanjutanLanjutan2. Inferential Knowledge, meliputi;2. Inferential Knowledge, meliputi; Knowledge of other selves;Knowledge of other selves; pengetahuanpengetahuanmengenai diri orang lain.mengenai diri orang lain. Historical knowledge;Historical knowledge; pengetahuanpengetahuanmenyangkut masa lampau.menyangkut masa lampau. Scientific knowledge;Scientific knowledge; pengetahuanpengetahuanilmiah.ilmiah.
    • 6969George KlubertanzGeorge Klubertanz Pengetahuan langsung berdasarkanPengetahuan langsung berdasarkanpengenalannya terhadap objek-objekpengenalannya terhadap objek-objekpengalaman.pengalaman. Pengetahuan kemanusianPengetahuan kemanusian (humanistic(humanisticknowledge)knowledge) yang diperoleh karenayang diperoleh karenamempelajarimempelajari Pengetahuan IlmiahPengetahuan Ilmiah (scientific knowledge)(scientific knowledge)berdasarkan azas-azas yang cocok dan dapatberdasarkan azas-azas yang cocok dan dapatmembuktikan kesimpulannya kebenaran.membuktikan kesimpulannya kebenaran.
    • 7070lanjutanlanjutan Pengetahuan IlmiahPengetahuan Ilmiah (scientific(scientificknowledge)knowledge) berdasarkan azas-azasberdasarkan azas-azasyang cocok dan dapatyang cocok dan dapatmembuktikan kesimpulannyamembuktikan kesimpulannyakebenaran.kebenaran.
    • 7171HAKIKATHAKIKATPENGETAHUANPENGETAHUAN Darimanakah hakikat pengetahuan itu?Darimanakah hakikat pengetahuan itu?1.1. Realisme;Realisme; pengetahuan manusia riilpengetahuan manusia riiladanya dari kehidupan.adanya dari kehidupan.2.2. Idealisme;Idealisme; pengetahuan tidak terdapatpengetahuan tidak terdapatdalam dunia riil melainkan hanya dalamdalam dunia riil melainkan hanya dalamdunia konsep ideal atau dunia ide-ide.dunia konsep ideal atau dunia ide-ide.
    • 7272Dari manakah sumberDari manakah sumberpengetahuan manusia?pengetahuan manusia?1.1. Rasionalisme;Rasionalisme; sumber pengetahuansumber pengetahuanberasal dari rasio (akal) manusia.berasal dari rasio (akal) manusia.2.2. Empirisme;Empirisme; sumber pengetahuansumber pengetahuanadalah indra manusia (empiri)adalah indra manusia (empiri)3.3. Kritisisme/transidentalisme;Kritisisme/transidentalisme;pengetahuan manusia bersumber daripengetahuan manusia bersumber dariluar diri manusia, yaitu Tuhan.luar diri manusia, yaitu Tuhan.
    • 7373PENGETAHUAN SEBAGAIPENGETAHUAN SEBAGAIDASAR TEORITISDASAR TEORITIS YANGYANGMELAHIRKAN PENGETAHUAN ILMIAHMELAHIRKAN PENGETAHUAN ILMIAH CAKUPAN PENGETAHUAN ILMIAH:CAKUPAN PENGETAHUAN ILMIAH: 1. Jenis sasaran1. Jenis sasaran 2. Bentuk-bentuk pernyataan2. Bentuk-bentuk pernyataan 3. Ragam-ragam proposisi3. Ragam-ragam proposisi 4. Ciri-ciri pokok4. Ciri-ciri pokok 5. Pembagian sistematis5. Pembagian sistematis
    • 7474LanjutanLanjutanJenis sasaran Pengetahuan Ilmiah:Jenis sasaran Pengetahuan Ilmiah: Objek material; fenomena di duniaObjek material; fenomena di duniaini yang ditelaah oleh ilmuini yang ditelaah oleh ilmu Objek formal; pusat perhatianObjek formal; pusat perhatianpenelaahan ilmuwan terhadappenelaahan ilmuwan terhadapfenomena itu.fenomena itu.
    • 7575lanjutanlanjutanOBJEK MATERIAL PENGETAHUAN ILMIAHOBJEK MATERIAL PENGETAHUAN ILMIAHDIKELOMPOKAN MENJADI 6:DIKELOMPOKAN MENJADI 6: IDE ABSTRAKIDE ABSTRAK BENDA FISIKBENDA FISIK JASAD HIDUPJASAD HIDUP GEJALA ROHANIGEJALA ROHANI PERISTIWA SOSIALPERISTIWA SOSIAL PROSES TANDAPROSES TANDA
    • 7676OBJEK MATERIALOBJEK MATERIALKONSEP GUNUNG MERAPI, BURUNG,KONSEP GUNUNG MERAPI, BURUNG,INGATAN DSTINGATAN DSTDITELAAH BERDASARKAN OBJEKDITELAAH BERDASARKAN OBJEKFORMALFORMAL
    • 7777TELAAH OBJEK FORMALTELAAH OBJEK FORMALMANUSIAMANUSIA BIOLOGIBIOLOGI PSIKOLOGIPSIKOLOGI FILSAFAT KODRATIFILSAFAT KODRATIOBJEK TELAAHOBJEK TELAAHFORMALFORMAL
    • 7878SEPERTI APA BENTUKSEPERTI APA BENTUKPENGETAHUAN ILMIAHPENGETAHUAN ILMIAHITU?ITU?1.1. DESKRIPTIFDESKRIPTIF2.2. PRESKRIPSIPRESKRIPSI•ANATOMIANATOMI•GEOGRAFGEOGRAFII•UKURANUKURAN•AZAS-AZASAZAS-AZAS•PETUNJUKPETUNJUK•PROSEDURPROSEDUR
    • 7979LANJUTANLANJUTAN3. EKSPOSISI POLA3. EKSPOSISI POLA SOSIOLOGISOSIOLOGI POLA-POLAPOLA-POLABUDAYABUDAYA ANTROPOLOGIANTROPOLOGI PERKEMBANGANPERKEMBANGANBUDAYABUDAYA
    • 8080LANJUTANLANJUTAN4.4.REKONTRUKREKONTRUKSI HISTORISSI HISTORIS HISTORIOGRAFIHISTORIOGRAFI PURBAKALAPURBAKALA PALEONTOLOGIPALEONTOLOGI
    • 8181PROPOSISI ILMUPROPOSISI ILMUPENGETAHUANPENGETAHUAN1. AZAS ILMIAH1. AZAS ILMIAH MENGANDUNGMENGANDUNGKEBENARAN UMUMKEBENARAN UMUMBERDASARKANBERDASARKANFAKTA YANGFAKTA YANGTELAH DIAMATITELAH DIAMATIILMU SOSIALILMU SOSIAL
    • 8282LANJUTANLANJUTAN2. KAIDAH ILMIAH2. KAIDAH ILMIAH MengungkapkanMengungkapkankeajegan atau hubungankeajegan atau hubungantertib yang dapattertib yang dapatdiperiksa kebenarannyadiperiksa kebenarannyadiantara fenomenadiantara fenomenasecara umum berlakusecara umum berlakupula untuk berbagaipula untuk berbagaifenomena yang sejenis.fenomena yang sejenis. Boyle, Newton, PascalBoyle, Newton, Pascal
    • 8383LANJUTANLANJUTAN3. TEORI ILMIAH3. TEORI ILMIAH KemampuanKemampuanproposisi yangproposisi yangsaling berkaitansaling berkaitansecara logis untuksecara logis untukmemberi penjelasanmemberi penjelasanmengenaimengenaisejumlah fenomena.sejumlah fenomena. Teori DarwinTeori DarwinKau lahir darikuKau lahir darikubodohbodoh
    • 8484lanjutanlanjutan Teori; sekumpulam proposisi yangTeori; sekumpulam proposisi yangmencakup konsep-konsep tertentumencakup konsep-konsep tertentuyang saling berhubunganyang saling berhubungan
    • 8585APA MANFAAT DANAPA MANFAAT DANPERANAN TEORI?PERANAN TEORI? Mensistematiskan dan menyususn dataMensistematiskan dan menyususn datamaupun pemikiran tentang datamaupun pemikiran tentang datasehingga tercapai pertalian yang logissehingga tercapai pertalian yang logisdiantara aneka data yang semula kacaudiantara aneka data yang semula kacaubalau. Jadi teori berfungsi sebagaibalau. Jadi teori berfungsi sebagaikerangka, pedoman, bagan sistematisasikerangka, pedoman, bagan sistematisasiatau sistem acuan.atau sistem acuan.
    • 8686lanjutanlanjutan Memberikan skema atau rencanaMemberikan skema atau rencanasementara mengenai medan yangsementara mengenai medan yangsemula belum dipetakan sehinggasemula belum dipetakan sehinggaterdapat suatu orientasiterdapat suatu orientasi Menunjukkan atau menyarankan arah-Menunjukkan atau menyarankan arah-arah untuk penyelidikan lebih lanjut.arah untuk penyelidikan lebih lanjut.
    • 8787PEMBAGIAN ILMUPEMBAGIAN ILMUPENGETAHUANPENGETAHUAN Ilmu Pengetahuan dibedakan atas:Ilmu Pengetahuan dibedakan atas:1.1. Ilmu Pengetahuan Sosial (social science);Ilmu Pengetahuan Sosial (social science);membahas hubungan manusia sebagaimembahas hubungan manusia sebagaimakhluk sosial.makhluk sosial.a. Psikologi; ilmu pengetahuan yanga. Psikologi; ilmu pengetahuan yangmempelajari proses mental dan tingkah laku.mempelajari proses mental dan tingkah laku.b. Pendidikan; suatu perlakuan atau nprosesb. Pendidikan; suatu perlakuan atau nproseslatihan yang terarah dan sistematis menejulatihan yang terarah dan sistematis menejuke suatu tujuan.ke suatu tujuan.
    • 8888LanjutanLanjutanc.c. Antropologi; suatu ilmu pengetahuan yangAntropologi; suatu ilmu pengetahuan yangpempelajari asal-usul dan perkembanganpempelajari asal-usul dan perkembanganjasmani, sosial, kebudayaan serta tingkahjasmani, sosial, kebudayaan serta tingkahlaku manusia.laku manusia.d. Etnologi; studi antropologi dari aspekd. Etnologi; studi antropologi dari aspeksistem sosio ekonomi dan pewarisansistem sosio ekonomi dan pewarisankebudayaan terutama keaslian,kebudayaan terutama keaslian,perkembangan dan perubuhan dalamperkembangan dan perubuhan dalammasyarakat primitif.masyarakat primitif.
    • 8989LanjutanLanjutane. Sejarah; suatu pencataan peristiwa –e. Sejarah; suatu pencataan peristiwa –peristiwa yang telah terjadi pada suatuperistiwa yang telah terjadi pada suatubangsa, negara atau individu.bangsa, negara atau individu.f. Ekonomi; ilmu penghetahuan yangf. Ekonomi; ilmu penghetahuan yangberhubungan dengan produksi, tukarberhubungan dengan produksi, tukarmenukar barang produksi, pengelolaanmenukar barang produksi, pengelolaandalam lingkup rumah tangga,dalam lingkup rumah tangga,perusahaan atau negara.perusahaan atau negara.
    • 9090LanjutanLanjutang. Sosiologi; suatu studi tingkah laku sosial,g. Sosiologi; suatu studi tingkah laku sosial,terutama asal-usul organisasi, institusi danterutama asal-usul organisasi, institusi danperkembangan masyarakat manusia.perkembangan masyarakat manusia.2. Ilmu Pengetahuan Alam; yang membahas2. Ilmu Pengetahuan Alam; yang membahasalam semesta dengan segala isinya, ilmu inialam semesta dengan segala isinya, ilmu initerbagi atas:terbagi atas:a. Fisika (physics); suatu kajian tentang bendaa. Fisika (physics); suatu kajian tentang bendamati dari aspek wujud dengan perubahan yangmati dari aspek wujud dengan perubahan yangbersifat sementara.bersifat sementara.
    • 9191lanjutanlanjutanb.b. Kimia (chemistry); mempelajari bendaKimia (chemistry); mempelajari bendahidup dan tidak hidup dari aspek susunanhidup dan tidak hidup dari aspek susunanmateri dan perubahan-perubahan yangmateri dan perubahan-perubahan yangbersifat tetap;bersifat tetap;Kimia secara garis besar dibagi menjadi:Kimia secara garis besar dibagi menjadi: Kimia anorganikKimia anorganik Kimia organikKimia organikc. Biologi (biological science); ilmuc. Biologi (biological science); ilmupengetahuan yang mempelajari makhlukpengetahuan yang mempelajari makhlukhidup dan gejala-gejalanya.hidup dan gejala-gejalanya.
    • 9292lanjutanlanjutan Cabang-cabang biologi:Cabang-cabang biologi:1.1. Botani; mempelajari seluk belukBotani; mempelajari seluk beluktumbuhantumbuhan2.2. Zoologi; mempelajari hewanZoologi; mempelajari hewan3.3. Anatomi; mempelajari strukur dalamAnatomi; mempelajari strukur dalammakhluk hidupmakhluk hidup4.4. Fisiologi; studi tentang fungsi tubuhFisiologi; studi tentang fungsi tubuh
    • 93935. Sitologi; studi tentang sel secara5. Sitologi; studi tentang sel secaramendalammendalam6. Sitologi; studi tentang jaringan tubuh6. Sitologi; studi tentang jaringan tubuhatau organ makhluk hidupatau organ makhluk hidup7. Palaentologi:studi tentang makhluk7. Palaentologi:studi tentang makhlukmasa lampau yang kebanyakanmasa lampau yang kebanyakanhanya berupa fosilhanya berupa fosil
    • 9494lanjutanlanjutan3. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa3. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa(earth science and space)(earth science and space)a.a. Geologi; studi tentang struktur bumiGeologi; studi tentang struktur bumi Petrologi membahas batu-batuanPetrologi membahas batu-batuan Vulkanologi, membahas gempa bumiVulkanologi, membahas gempa bumi Mineralogi, membahas bahanMineralogi, membahas bahanmineral/bahan galianmineral/bahan galian Kristalografi, membahas bentuk-bentukKristalografi, membahas bentuk-bentukkristal dari mineral.kristal dari mineral.
    • 9595lanjutanlanjutanb. Astronomi; suatu ilmu pengetahuanb. Astronomi; suatu ilmu pengetahuanyang membahas benda-benda ruangyang membahas benda-benda ruangangkasa dan alam semesta.angkasa dan alam semesta.b. Geografi; ilmu pengetahuan tentangb. Geografi; ilmu pengetahuan tentangmuka bumi dan produk ekonomimuka bumi dan produk ekonomisehubungan dengan makhluk hidupsehubungan dengan makhluk hidupterutama manusia.terutama manusia.
    • 9696ILMU PENGETAHUANILMU PENGETAHUANBERDASARKAN KURUNBERDASARKAN KURUNWAKTUNYAWAKTUNYA ILMU PENGETAHUANILMU PENGETAHUANKONVENSIONALKONVENSIONAL ILMU PENGETAHUAN MODERNILMU PENGETAHUAN MODERN
    • 9797LanjutanLanjutan Ilmu penetahuan konvensionalIlmu penetahuan konvensionalmengedepankanmengedepankan mitosmitos, daripada, daripada logos.logos. Ilmu pengetahuan modernIlmu pengetahuan modernmengutamakan rasio, akal sehinggamengutamakan rasio, akal sehinggasegala sesuatu harus bersifat rasional.segala sesuatu harus bersifat rasional.MengedepankanMengedepankan logoslogos daripadadaripada mitos.mitos.
    • 9898PERKEMBANGANPERKEMBANGANPENGETAHUANPENGETAHUANMODERNMODERN Konsep atau teori Pengetahuan modernKonsep atau teori Pengetahuan modernberkembang berabad-abad, sejak manusiaberkembang berabad-abad, sejak manusiamempelajari alam semesta.mempelajari alam semesta. ThalesThales sebagaisebagaiBapak ilmu pengetahuan,Bapak ilmu pengetahuan, AristotelesAristoteles,,ScorattesScorattes sampai ke generasisampai ke generasi Newton.Newton.Berdasarkan pemikiran manusia pengetahuanBerdasarkan pemikiran manusia pengetahuanterus berkembang hingga melahirkan teori-terus berkembang hingga melahirkan teori-teori dan wujud untuk kepentingan umatteori dan wujud untuk kepentingan umatmanusia.manusia.
    • 9999lanjutanlanjutanBerdasarkan pemikiran manusiaBerdasarkan pemikiran manusiapengetahuan terus berkembang hinggapengetahuan terus berkembang hinggamelahirkan teori-teori dan wujud untukmelahirkan teori-teori dan wujud untukkepentingan umat manusia.kepentingan umat manusia.
    • 100100lanjutanlanjutan Aristoteles berpendapat, berdasarkanAristoteles berpendapat, berdasarkanpengamatan bebnda-benda hidup itupengamatan bebnda-benda hidup itumungkin dapat timbul dari benda takmungkin dapat timbul dari benda takhidup. Contoh cacing berasal darihidup. Contoh cacing berasal darilumpur, ulat berasal dari daging yanglumpur, ulat berasal dari daging yangmembusuk dan lain lain.membusuk dan lain lain.
    • 101101ILMU PENGETAHUANILMU PENGETAHUANABAD KE-13ABAD KE-13 TOKOH; NIKOLAS KOPERNIKUSTOKOH; NIKOLAS KOPERNIKUSBerkebangsaan Polandia yangBerkebangsaan Polandia yangmencetuskan revolusi dunia ilmu.mencetuskan revolusi dunia ilmu.Teorinya menyatakan bahwa matahariTeorinya menyatakan bahwa mataharimerupakan pusat tata surya yang diedarimerupakan pusat tata surya yang diedarioleh bumi serta planet lainnya.oleh bumi serta planet lainnya.
    • 102102ILMU PENGETAHUANILMU PENGETAHUANABAD KE-16ABAD KE-16 TOKOH; SIR ISAAC NEWTONTOKOH; SIR ISAAC NEWTONBerkebangsaan Inggris yangBerkebangsaan Inggris yangmencetuskan hukum gravitasimencetuskan hukum gravitasibumi,pencipta teleskop cermin.bumi,pencipta teleskop cermin.Teorinya sangat mempengaruhi alamTeorinya sangat mempengaruhi alampikiran abad-18pikiran abad-18
    • 103103lanjutanlanjutan Perkembangan ilmu pengetahuan abadPerkembangan ilmu pengetahuan abad18, 19 melahirkan ilmu ilmu yang sangat18, 19 melahirkan ilmu ilmu yang sangatbermanfaat bagi kehidupan umatbermanfaat bagi kehidupan umatmanusia.manusia. Thomas Alpha Edison, dengan lampuThomas Alpha Edison, dengan lampulistriknyalistriknya Albert Enstain dengan teori atomnyaAlbert Enstain dengan teori atomnya
    • 104104PUNCAKPUNCAKPENGETAHUANPENGETAHUANDI ABAD 20DI ABAD 20 Para ilmuwan memanfatkan materi danPara ilmuwan memanfatkan materi danenergi. Materi merupakan bendaenergi. Materi merupakan bendasedangkan energi yang memilikisedangkan energi yang memilikikekuatan.kekuatan. Materi merupakan benda-benda hasilMateri merupakan benda-benda hasilolahanolahan
    • 105105lanjutanlanjutan Dalam kehidupan modrn penggunaanDalam kehidupan modrn penggunaanenergi semakin meluas.energi semakin meluas. Energi berwujud dalam berbagai bentuk;Energi berwujud dalam berbagai bentuk;cahaya, kimia, panas, gerak, nuklir dancahaya, kimia, panas, gerak, nuklir dansebagainya.sebagainya.
    • 106106TERIMA KASIHTERIMA KASIHSELAMAT BELAJARSELAMAT BELAJAR
    • 107107REFERENSIREFERENSI Nasution, HB. 2001.Nasution, HB. 2001. Filsafat Umum.Filsafat Umum.Jakarta :Gaya Media PratamaJakarta :Gaya Media Pratama Haryono Imam. 1994.Haryono Imam. 1994. Filsafat IlmuFilsafat IlmuPengetahuan.Pengetahuan. Jakarta : GramediaJakarta : Gramedia The Lian Gie. 1991.The Lian Gie. 1991. Pengantar FilsafatPengantar FilsafatIlmu.Ilmu. Yogyakarta : LibertyYogyakarta : Liberty
    • 108108
    • 109109Bab 3Bab 3Filsafat dan Ilmu dalam SejarahFilsafat dan Ilmu dalam Sejarah
    • 110110Orientasi SejarahOrientasi SejarahHubungan SejarahHubungan Sejarah• Filsafat dan ilmu di dalam filsafat ilmu berhubungan denganFilsafat dan ilmu di dalam filsafat ilmu berhubungan dengansejarah baratsejarah barat• Berpusat di Eropa, terutama Eropa BaratBerpusat di Eropa, terutama Eropa BaratPembabakan SejarahPembabakan Sejarah• Sejarah dibagi ke dalam sejumlah babak, dari zaman dahuluSejarah dibagi ke dalam sejumlah babak, dari zaman dahulusampai sekarangsampai sekarang• Pembabakan sejarah mengikuti pembabakan yang lazim diPembabakan sejarah mengikuti pembabakan yang lazim disejarah Eropasejarah EropaFilsafat dan IlmuFilsafat dan Ilmu• Di dalam sejarah ini, filsafat dan ilmu tidak diuraikan secaraDi dalam sejarah ini, filsafat dan ilmu tidak diuraikan secara
    • 111111Pembabakan ZamanPembabakan Zaman Zaman KunoZaman Kunosebelum abad ke-5 sMsebelum abad ke-5 sM Zaman Yunani KunoZaman Yunani Kunoabad ke-5 sM sampai abad ke-1 sMabad ke-5 sM sampai abad ke-1 sM Zaman RomawiZaman Romawiabad ke-1 sM sampai abad ke-5abad ke-1 sM sampai abad ke-5 Zaman Gelap (Dark Ages)Zaman Gelap (Dark Ages)abad ke-5 sampai abad ke-10abad ke-5 sampai abad ke-10 Zaman Pertengahan (Medieval)Zaman Pertengahan (Medieval)abad ke-10 sampai abad ke-15abad ke-10 sampai abad ke-15 Zaman Kebangkitan (Rennaissance)Zaman Kebangkitan (Rennaissance)abad ke-15 sampai abad ke-18abad ke-15 sampai abad ke-18 Zaman ModernZaman Modern
    • 112112Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMKeteraturan Alam (Louis de Broglie)Keteraturan Alam (Louis de Broglie)• Gembala Chaldea di Mesopotamia memperhatikan gejala diGembala Chaldea di Mesopotamia memperhatikan gejala dilangit terutama di malam harilangit terutama di malam hari• Gerak benda langit teratur sehingga mereka yakin akanGerak benda langit teratur sehingga mereka yakin akanketeraturan alamketeraturan alam• Muncul pengetahuan astronomi termasuk kalender bulanMuncul pengetahuan astronomi termasuk kalender bulandan muncul ilmudan muncul ilmu• Mereka juga mengenal musim, sehingga satu tahun terdiriMereka juga mengenal musim, sehingga satu tahun terdiriatas 12 bulan (tidak tepat)atas 12 bulan (tidak tepat)Keteraturan Alam (Dennis Gabor)Keteraturan Alam (Dennis Gabor)• Manusia percaya bahwa ada keteraturan pada dasar gelajaManusia percaya bahwa ada keteraturan pada dasar gelajaalamalam• Keteraturan ini layak dinyatakan melalui logikaKeteraturan ini layak dinyatakan melalui logika
    • 113113THE HISTORY OF SCIENCETHE HISTORY OF SCIENCEOn the simplest level, science is knowledge of the world ofOn the simplest level, science is knowledge of the world ofnature. There are many regularities in nature that mankind has hadnature. There are many regularities in nature that mankind has hadto recognize for survival since the emergence of Homo Sapiens asto recognize for survival since the emergence of Homo Sapiens asa species. The Sun and the Moon periodically repeat theira species. The Sun and the Moon periodically repeat theirmovements. Some motions, like the daily “motions” of the Sun, aremovements. Some motions, like the daily “motions” of the Sun, aresimple to observe; others, like the annual “motion” of the Sun, aresimple to observe; others, like the annual “motion” of the Sun, arefar more difficult. Both motions correlate with important terrestialfar more difficult. Both motions correlate with important terrestialevents. Day and night provide the basic rhythm of humanevents. Day and night provide the basic rhythm of humanexistence; the seasons determine the migration of animals uponexistence; the seasons determine the migration of animals uponwhich human depended for millennia for survival. With thewhich human depended for millennia for survival. With theinvention of agriculture, the seasons became even more crucial, forinvention of agriculture, the seasons became even more crucial, forfailure to recognize the proper time for planting could lead tofailure to recognize the proper time for planting could lead tostarvation. Science defined simply as knowledge of naturalstarvation. Science defined simply as knowledge of naturalprocesses is universal among mankind, and it has existed sinceprocesses is universal among mankind, and it has existed sincethe dawn of human existence.the dawn of human existence.The mere recognition of regularities does not exhaust the fullThe mere recognition of regularities does not exhaust the fullmeaning, however. In the first place, regularities may be simplymeaning, however. In the first place, regularities may be simplyconstructs of the human mind. Humans leap to conclusions; theconstructs of the human mind. Humans leap to conclusions; themind cannot tolerate chaos, so it constructs regularities even whenmind cannot tolerate chaos, so it constructs regularities even whennone objectively exists. Thus, for example, one of thenone objectively exists. Thus, for example, one of the
    • 114114astronomical “laws” of the Middle Ages was that the appearance ofastronomical “laws” of the Middle Ages was that the appearance ofcomets presaged a great upheaval, as the Norman Conquest ofcomets presaged a great upheaval, as the Norman Conquest ofBritain followed the comet of 1066. True regularities must beBritain followed the comet of 1066. True regularities must beestablished by detached examinations of data. Science, therefore,established by detached examinations of data. Science, therefore,must employ a certain degree of skepticism to prevent prematuremust employ a certain degree of skepticism to prevent prematuregeneralization.generalization.Regularities, even when expressed mathematically as laws ofRegularities, even when expressed mathematically as laws ofnature, are not fully satisfactory to everyone. Some insist thatnature, are not fully satisfactory to everyone. Some insist thatgenuine understanding demand explanations of the causes of thegenuine understanding demand explanations of the causes of thelaws, but it is in the realm of causation that there is the greatestlaws, but it is in the realm of causation that there is the greatestdisagreement. Modern quantum mechanics, for example, hasdisagreement. Modern quantum mechanics, for example, hasgiven up the quest for causation and today rests only ongiven up the quest for causation and today rests only onmathematical expression . Modern biology, on the other hand,mathematical expression . Modern biology, on the other hand,thrives on causal chains that permit the understanding ofthrives on causal chains that permit the understanding ofphysiological and evolutionary processes in terms of the physicalphysiological and evolutionary processes in terms of the physicalactivities of entities such as molecules, cells, and organism. Butactivities of entities such as molecules, cells, and organism. Buteven if causation and explanation are admitted as necessary, thereeven if causation and explanation are admitted as necessary, thereis little argument on the kinds of causes that are permissible, oris little argument on the kinds of causes that are permissible, orpossible in science. If the history of science is to make any sensepossible in science. If the history of science is to make any sensewhatsoever it is necessary to deal with the past on its own terms,whatsoever it is necessary to deal with the past on its own terms,and the fact in that for most of the history of science naturaland the fact in that for most of the history of science naturalphilosophers appealed to causes thatphilosophers appealed to causes that
    • 115115would be summarily rejected by modern scientists. Spiritual andwould be summarily rejected by modern scientists. Spiritual anddivine forces were accepted as both real and necessary until thedivine forces were accepted as both real and necessary until theend of 18end of 18ththcentury and, in areas such as biology, deep into the 19century and, in areas such as biology, deep into the 19ththcentury as well.century as well.Certain conventions governed the appeal to God or the gods orCertain conventions governed the appeal to God or the gods orthe spirits, it was held, could not be completely arbitrary in theirthe spirits, it was held, could not be completely arbitrary in theiractions; otherwise the proper response would be propitiation, notactions; otherwise the proper response would be propitiation, notrational investigation. But since the deity or deities wererational investigation. But since the deity or deities werethemselves rational, or bound by rational principles, it was possiblethemselves rational, or bound by rational principles, it was possiblefor humans to uncover the rational order of the world. Faith in thefor humans to uncover the rational order of the world. Faith in theworld could actually stimulate original scientific work. Kepler’s laws,world could actually stimulate original scientific work. Kepler’s laws,Newton’s absolute space, and Einstein’s rejection of theNewton’s absolute space, and Einstein’s rejection of theprobabilistic nature of quantum mechanics were all based onprobabilistic nature of quantum mechanics were all based ontheological, not scientific, assumptions. For sensitive interpreters oftheological, not scientific, assumptions. For sensitive interpreters ofphenomena, the ultimate intelligibility of nature has seemed tophenomena, the ultimate intelligibility of nature has seemed todemand some rational guiding spirit. A notable expression on thisdemand some rational guiding spirit. A notable expression on thisidea is Einstein’s statement that the wonder is not that mankindidea is Einstein’s statement that the wonder is not that mankindcomprehends the world, but that the world is comprehensible.comprehends the world, but that the world is comprehensible.Science, then is to be considered in this article as knowledge ofScience, then is to be considered in this article as knowledge ofnatural regularities that is subjected to some degree of skepticalnatural regularities that is subjected to some degree of skepticalvigour and explained by rati-vigour and explained by rati-
    • 116116onal causes. One final caution is necessary. Nature is known onlyonal causes. One final caution is necessary. Nature is known onlythrough the senses, of which sight, touch, and hearing are thethrough the senses, of which sight, touch, and hearing are thedominant ones, and the human notion of reality is skewed towarddominant ones, and the human notion of reality is skewed towardobjects of these senses. The invention of such instruments as theobjects of these senses. The invention of such instruments as thetelescope, the microscope, and the Geiger counter has brought antelescope, the microscope, and the Geiger counter has brought anever-increasing range of phenomena with the scope of the senses.ever-increasing range of phenomena with the scope of the senses.Thus, scientific knowledge of the world is only partial, and progressThus, scientific knowledge of the world is only partial, and progressof science follows the ability of humans to make phenomenaof science follows the ability of humans to make phenomenaperceivable.perceivable.
    • 117117Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMKeteraturan Alam (di Mesir Kuno)Keteraturan Alam (di Mesir Kuno)• Sungai Nil banjir setiap tahun secara teratur menghapus batasSungai Nil banjir setiap tahun secara teratur menghapus batastanah sehingga lahir ilmu ukur untuk menemukan kembalitanah sehingga lahir ilmu ukur untuk menemukan kembalibatas itubatas itu• Ilmu ukur digunakan juga untuk membuat piramidaIlmu ukur digunakan juga untuk membuat piramida• Secara teratur, gerak naik bintang sothis (sirius) sinkronSecara teratur, gerak naik bintang sothis (sirius) sinkrondengan siklus banjir sungai Nil, dan berlangsung setahundengan siklus banjir sungai Nil, dan berlangsung setahunsekalisekali• Muncul pengetahuan astronomi dan kalender matahari diMuncul pengetahuan astronomi dan kalender matahari disamping kalender bulansamping kalender bulanKeteraturan Alam (di Yunani Kuno)Keteraturan Alam (di Yunani Kuno)• Pengetahuan dari Mesopotamia dan Mesir Kuno masuk kePengetahuan dari Mesopotamia dan Mesir Kuno masuk keYunani KunoYunani Kuno
    • 118118Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMKeteraturan Alam (di Romawi Kuno)Keteraturan Alam (di Romawi Kuno)• Sebelum Romawi menjadi negara adikuasa (abad ke-1 sM),Sebelum Romawi menjadi negara adikuasa (abad ke-1 sM),mereka juga menerima kalender dari Yunani Kunomereka juga menerima kalender dari Yunani Kuno• Romawi menyusun kalender matahari yang berubah-ubah yangRomawi menyusun kalender matahari yang berubah-ubah yangkemudian distandardisasi oleh Julius Ceaserkemudian distandardisasi oleh Julius Ceaser• Kalender inilah yang kemudian menjadi kalender internasionalKalender inilah yang kemudian menjadi kalender internasionalyang kita pergunakan sekarang (disempurnakan oleh Pausyang kita pergunakan sekarang (disempurnakan oleh PausGregorius)Gregorius)Keteraturan Alam (Kalender)Keteraturan Alam (Kalender)• Salah satu pengetahuan astronomi (mungkin tertua) yangSalah satu pengetahuan astronomi (mungkin tertua) yangdilahirkan oleh keteraturan alam adalah kalenderdilahirkan oleh keteraturan alam adalah kalender• Di samping astronomi, muncul pula pengetahuan lain yangDi samping astronomi, muncul pula pengetahuan lain yangdikenal sebagai astrologidikenal sebagai astrologi
    • 119119LUNAR CALENDARLUNAR CALENDARAny dating system based on a year consisting of synodicAny dating system based on a year consisting of synodicmonths—months—i.e.i.e. complete cycles of phases of the Moon. In every solarcomplete cycles of phases of the Moon. In every solaryear (or year of the seasons), there are about 12.37 synodicyear (or year of the seasons), there are about 12.37 synodicmonths. Therefore, if a lunar-year calendar is to be kept in stepmonths. Therefore, if a lunar-year calendar is to be kept in stepwith the seasonal year, a periodic intercalation (addition) of days iswith the seasonal year, a periodic intercalation (addition) of days isnecessary.necessary.The Sumerians were probably the first to develop aThe Sumerians were probably the first to develop acalendar based entirely on the recurrence of lunar phases. Eachcalendar based entirely on the recurrence of lunar phases. EachSumero-Babylonian month began on the first day of visibility of theSumero-Babylonian month began on the first day of visibility of thenew Moon. Although an intercalary month was used periodically,new Moon. Although an intercalary month was used periodically,intercalations were haphazard, inserted when the royal astrologersintercalations were haphazard, inserted when the royal astrologersrealized that the calendar had fallen severely out of step with therealized that the calendar had fallen severely out of step with theseasons. Starting about 380 BC, however, fixed rules regardingseasons. Starting about 380 BC, however, fixed rules regardingintercalations were established, providing for the distribution ofintercalations were established, providing for the distribution ofseven intercalary months at designated intervals over 19-yearseven intercalary months at designated intervals over 19-yearperiods. Greek astronomers also devised rules for intercalations toperiods. Greek astronomers also devised rules for intercalations tocoordinate the lunar and solar years. It is likely that the Romancoordinate the lunar and solar years. It is likely that the Roman
    • 120120Lunar calendars remain in use among certain religiousLunar calendars remain in use among certain religiousgroups today. The Jewish calendar, which supposedly dates fromgroups today. The Jewish calendar, which supposedly dates from3,760 and three months before the Christian Era (BCE) is one3,760 and three months before the Christian Era (BCE) is oneexample. The Jewish religious year begins in autumn and consistsexample. The Jewish religious year begins in autumn and consistsof 12 months alternating between 30 and 29 days. It allows for aof 12 months alternating between 30 and 29 days. It allows for aperiodic leap year and an intercalary month. Another lunarperiodic leap year and an intercalary month. Another lunarcalendar, the Muslim, dates from the Hegira—July 15, AD 622, thecalendar, the Muslim, dates from the Hegira—July 15, AD 622, theday on which sthe prophet Muhammad began his migration fromday on which sthe prophet Muhammad began his migration fromMecca to Medina. It makes no effort to keep calendric andMecca to Medina. It makes no effort to keep calendric andseasonal years together.seasonal years together.SOLAR CALENDARSOLAR CALENDARAny dating system based on the seasonal year ofAny dating system based on the seasonal year ofapproximately 365approximately 365¼¼ days, the time it takes the earth to revolvedays, the time it takes the earth to revolveonce around the Sun. The Egyptians appear to have been the firstonce around the Sun. The Egyptians appear to have been the firstto develop a solar calendar, using as a fixed point the annualto develop a solar calendar, using as a fixed point the annualsunrise reappearance of the Dog Starsunrise reappearance of the Dog Star——Sirius, or Sothis--in theSirius, or Sothis--in theeastern sky, which coincided with the annual flooding of the Nile.eastern sky, which coincided with the annual flooding of the Nile.They constructed a calendar of 365 days, consisting of 12They constructed a calendar of 365 days, consisting of 12
    • 121121months of 30 days each, with a 5 days added at the year’s end.months of 30 days each, with a 5 days added at the year’s end.The Egyptian’s failure to account for the extra fraction of a day,The Egyptian’s failure to account for the extra fraction of a day,however, caused their calendar to drift gradually into error.however, caused their calendar to drift gradually into error.Ptolemy III Euergetes of Egypt, in the Decree of CanopusPtolemy III Euergetes of Egypt, in the Decree of Canopus(237 BC), introduced an extra day every four years to the basic(237 BC), introduced an extra day every four years to the basic365-day calendar (this practice also having been introduced in the365-day calendar (this practice also having been introduced in theSeleucid calendar adopted in 312 BC). In the Roman Republic,Seleucid calendar adopted in 312 BC). In the Roman Republic,Julius Ceaser in 45 BC replaced the confused Roman RepublicanJulius Ceaser in 45 BC replaced the confused Roman Republicancalendar. Which probably was based on the lunar calendar of thecalendar. Which probably was based on the lunar calendar of theGreeks, with the Julian calendar. The Julian calendar assigned 30Greeks, with the Julian calendar. The Julian calendar assigned 30or 31 days to 11 months but fewer to February; it allowed for a leapor 31 days to 11 months but fewer to February; it allowed for a leapyear every four years. The Julian calendar, however, made theyear every four years. The Julian calendar, however, made thesolar year slightly too long by adding a full quarter of day annuallysolar year slightly too long by adding a full quarter of day annually—the solar year actually runs 365.2422 days. By mid-16—the solar year actually runs 365.2422 days. By mid-16ththcenturycenturythe extra time had resulted in an accumulated error of about 10the extra time had resulted in an accumulated error of about 10days. To correct this error, Pope Gregory XIII instituted thedays. To correct this error, Pope Gregory XIII instituted theGregorian calendar in 1582, dropping October 5-14 that year andGregorian calendar in 1582, dropping October 5-14 that year andomitting leap years when they fell on centurial years not divisible byomitting leap years when they fell on centurial years not divisible by400—400—e.g.,e.g., 1700, 1800, 1900.1700, 1800, 1900.
    • 122122 Penanggalan Romawi mula-mula hanya 10 bulan, dari Martius sampaiPenanggalan Romawi mula-mula hanya 10 bulan, dari Martius sampaiDecember. Oleh kaisar Romawi ke-2, ditambah 2 bulan pada musimDecember. Oleh kaisar Romawi ke-2, ditambah 2 bulan pada musimdingin sehingga menjadidingin sehingga menjadiMartiusMartiusAprilisAprilisMaiusMaiusJuniusJuniusQuintilis (Julius)Quintilis (Julius)Sextilis (Augustus)Sextilis (Augustus)SeptemberSeptemberOctoberOctoberNovemberNovemberDecemberDecemberJanuariusJanuariusFebruariusFebruarius
    • 123123Pada tahun ke-45 sebelum Masehi, penanggalan Romawai cukupPada tahun ke-45 sebelum Masehi, penanggalan Romawai cukupkacau. Julius Ceaser minta Sosigenes membenahi kalender.kacau. Julius Ceaser minta Sosigenes membenahi kalender.Dasar pembenahan adalah 365 ¼ hari setahun sehingga setahunDasar pembenahan adalah 365 ¼ hari setahun sehingga setahun365 hari dan interkalasi 4 tahun sekali dengan 366 hari. Dimulai365 hari dan interkalasi 4 tahun sekali dengan 366 hari. Dimulaitahun 44 sebelum Masehi sehingga tahun 45 sM menjadi 400 haritahun 44 sebelum Masehi sehingga tahun 45 sM menjadi 400 harilebih.lebih.Senat menghormati Julius Ceaser dan mengganti Quintilis menjadiSenat menghormati Julius Ceaser dan mengganti Quintilis menjadiJulius. Pada tahun 4 sM, Senat menghormati Augustus Ceaser danJulius. Pada tahun 4 sM, Senat menghormati Augustus Ceaser danmengganti Sextilis menjadi Augustus. Bulan Julius dan Augustusmengganti Sextilis menjadi Augustus. Bulan Julius dan Augustusdibuat sama 31 hari.dibuat sama 31 hari.Ternyata setahun mengandung 365 ¼ hari kurang sedikit sehinggaTernyata setahun mengandung 365 ¼ hari kurang sedikit sehinggakelebihan. Pada abad ke-16 kelebihan sampai 10 hari. Agar cocokkelebihan. Pada abad ke-16 kelebihan sampai 10 hari. Agar cocokpada tahun 1527, 10 hari itu dihilangkan pada bulan Oktoberpada tahun 1527, 10 hari itu dihilangkan pada bulan Oktober(tanggal 5 lompat ke 15) dan selanjutnya setiap 400 tahun(tanggal 5 lompat ke 15) dan selanjutnya setiap 400 tahundikurangi 3 hari pada tahun ratusan.dikurangi 3 hari pada tahun ratusan.
    • 124124 PenanggalanPenanggalan MasehiMasehi : 1 – 1 – 2000: 1 – 1 – 2000 HijrahHijrah : 24 Ramadhan 1420: 24 Ramadhan 1420 JawaJawa : 24 Pasa 1932: 24 Pasa 1932 YahudiYahudi : 5761: 5761 KoptikKoptik : 1717: 1717 EthiopiaEthiopia : 1993: 1993 PersiaPersia : 1379: 1379 HinduHindu : 5101: 5101 KonghucuKonghucu : 25 – 11 – 2550: 25 – 11 – 2550 JepangJepang : 1 – 1 – 2660: 1 – 1 – 2660 RomawiRomawi : 2753: 2753 ThailandThailand : 1 – 1 - 2543: 1 – 1 - 2543
    • 125125 TANGGAL JULIAN DI DALAM KOMPUTERTANGGAL JULIAN DI DALAM KOMPUTER Oleh Dali S. NagaOleh Dali S. Naga Abstract. Database management systems uses Julian date in calculating calendar days. To understand Julian date, we have to trace it into theAbstract. Database management systems uses Julian date in calculating calendar days. To understand Julian date, we have to trace it into thehistory of our calendar. Our calendar is based on the movement of the moon and the sun. Intercalations and cycles are needed to come back to the previoushistory of our calendar. Our calendar is based on the movement of the moon and the sun. Intercalations and cycles are needed to come back to the previouspositions of the moon and the sun. One of the intercalation and system of cycle is Julian date. Julian date begins from 1 January 4713, B.C.positions of the moon and the sun. One of the intercalation and system of cycle is Julian date. Julian date begins from 1 January 4713, B.C. Di dalam komputer, seperti pada program manajemen basis data, tanggal yang digunakan adalah tanggal Julian. Apa sebenarnya tanggal JulianDi dalam komputer, seperti pada program manajemen basis data, tanggal yang digunakan adalah tanggal Julian. Apa sebenarnya tanggal Julianitu? Untuk itu, kita perlu menelaah sejarah kalender yang sekarang kita gunakan. Namun, sebelumnya, kita perlu membedakan dua hal yakni kalender dan era.itu? Untuk itu, kita perlu menelaah sejarah kalender yang sekarang kita gunakan. Namun, sebelumnya, kita perlu membedakan dua hal yakni kalender dan era.Tanggal kita 2 April, hari Rabu, jam 12.00 adalah kalender, tetapi tahun kita 2003 adalah era. Gabungan mereka, kalender dan era Masehi menghasilkanTanggal kita 2 April, hari Rabu, jam 12.00 adalah kalender, tetapi tahun kita 2003 adalah era. Gabungan mereka, kalender dan era Masehi menghasilkantanggal 2 April 2003.tanggal 2 April 2003. Era MasehiEra Masehi Era yang digunakan pada penanggalan kita adalah era Masehi, di samping era lain seperti era Hijrah, era Saka, dan era Konghucu. Era MasehiEra yang digunakan pada penanggalan kita adalah era Masehi, di samping era lain seperti era Hijrah, era Saka, dan era Konghucu. Era Masehidihitung sejak kelahiran Yesus. Sekalipun demikian, pada waktu kelahiran Yesus, belum ada era Masehi. Era Masehi baru kemudian disusun dan diusulkandihitung sejak kelahiran Yesus. Sekalipun demikian, pada waktu kelahiran Yesus, belum ada era Masehi. Era Masehi baru kemudian disusun dan diusulkanoleh seorang rahib bernama Denys le Petit pada tahun 532 Masehi. Pada waktu itu, Denys mencoba menghitung mundur untuk menemukan tanggal lahiroleh seorang rahib bernama Denys le Petit pada tahun 532 Masehi. Pada waktu itu, Denys mencoba menghitung mundur untuk menemukan tanggal lahirYesus. Menurut hasil hitung Denys, Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, 532 tahun lalu. Dengan demikian, Denys menetapkan bahwa era Masehi dimulaiYesus. Menurut hasil hitung Denys, Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, 532 tahun lalu. Dengan demikian, Denys menetapkan bahwa era Masehi dimulaipada hari Sabtu, tanggal 1 Januari 532 tahun sebelumnya.pada hari Sabtu, tanggal 1 Januari 532 tahun sebelumnya. Walaupun Denys le Petit telah menciptakan era Masehi pada tahun 532, namun era Masehi baru dipakai di Barat setelah tiga atau empat abadWalaupun Denys le Petit telah menciptakan era Masehi pada tahun 532, namun era Masehi baru dipakai di Barat setelah tiga atau empat abadkemudian. Dengan demikian, era Masehi baru ada di dalam pemakaian pada abad ke-9 atau ke-10. Sebelum abad ke-9 atau ke-10, belum ada penggunaan erakemudian. Dengan demikian, era Masehi baru ada di dalam pemakaian pada abad ke-9 atau ke-10. Sebelum abad ke-9 atau ke-10, belum ada penggunaan eraMasehi. Selanjutnya, era Masehi tidak mengenal tahun 0. Di dalam perhitungan mundur, hanya ada tahun 1 Masehi dan tahun 1 sebelum Masehi.Masehi. Selanjutnya, era Masehi tidak mengenal tahun 0. Di dalam perhitungan mundur, hanya ada tahun 1 Masehi dan tahun 1 sebelum Masehi. KalenderKalender Kini kita beralih ke kalender. Di dalam kalender, kita mengenal hari. Kapan suatu hari dimulai? Ternyata banyak caranya. Ada orang yangKini kita beralih ke kalender. Di dalam kalender, kita mengenal hari. Kapan suatu hari dimulai? Ternyata banyak caranya. Ada orang yangmenghitungnya sejak subuh ke subuh, ada orang yang menghitungnya sejak senja ke senja, ada orang yang menghitungnya sejak tengah hari ke tengah hari.menghitungnya sejak subuh ke subuh, ada orang yang menghitungnya sejak senja ke senja, ada orang yang menghitungnya sejak tengah hari ke tengah hari.Orang Romawi kuno menghitungnya dari tengah malam ke tengah malam. Tradisi Romawi inilah yang kita gunakan sekarang pada kalender kita yakni hari kitaOrang Romawi kuno menghitungnya dari tengah malam ke tengah malam. Tradisi Romawi inilah yang kita gunakan sekarang pada kalender kita yakni hari kitadimulai sejak tengah malam ke tengah malam berikutnya.dimulai sejak tengah malam ke tengah malam berikutnya. Sehari dibagi menjadi 24 jam berasal dari zaman kuno yakni dari zaman Babylonia. Mereka menggunakan bilangan Sumeria yakni bilangan yangSehari dibagi menjadi 24 jam berasal dari zaman kuno yakni dari zaman Babylonia. Mereka menggunakan bilangan Sumeria yakni bilangan yangberbasis 60. Dari basis 60 inilah ditemukan bilangan 12 yang masing-masing digunakan untuk siang dan untuk malam sehingga sehari menjadi 2 x 12 jam = 24berbasis 60. Dari basis 60 inilah ditemukan bilangan 12 yang masing-masing digunakan untuk siang dan untuk malam sehingga sehari menjadi 2 x 12 jam = 24jam. Hal ini pun diterima di mana-mana. Hari kita pada saat ini juga terdiri atas 2 x 12 jam = 24 jam. Satu jam sebanyak 60 menit dan satu menit sebanyak 60jam. Hal ini pun diterima di mana-mana. Hari kita pada saat ini juga terdiri atas 2 x 12 jam = 24 jam. Satu jam sebanyak 60 menit dan satu menit sebanyak 60detik juga berasal dari bilangan berbasis enam puluh (sexagesimal) yang digunakan oleh orang Sumeria.detik juga berasal dari bilangan berbasis enam puluh (sexagesimal) yang digunakan oleh orang Sumeria. Siklus Minggu kita yang 7 hari panjangnya berasal dari Babylonia dan Yahudi. Di Afrika Barat, siklus itu adalah 4 hari; di Asia Tengah dan juga diSiklus Minggu kita yang 7 hari panjangnya berasal dari Babylonia dan Yahudi. Di Afrika Barat, siklus itu adalah 4 hari; di Asia Tengah dan juga diJawa dikenal siklus 5 hari; Mesir kuno mengenal siklus 10 hari; dan Romawi kuno mengenal siklus 8 hari. Diduga bahwa siklus 7 hari berasal dari penanggalanJawa dikenal siklus 5 hari; Mesir kuno mengenal siklus 10 hari; dan Romawi kuno mengenal siklus 8 hari. Diduga bahwa siklus 7 hari berasal dari penanggalanbulan yakni waktu selama seperempat bulan. Pengguaan siklus 7 hari di dalam kalender kita didasarkan atas dekrit Kaisar Constantine I dan dimulai padabulan yakni waktu selama seperempat bulan. Pengguaan siklus 7 hari di dalam kalender kita didasarkan atas dekrit Kaisar Constantine I dan dimulai padatahun 321 dengan hari Minggu sebagai hari pertama. Di dalam dekrit Kaisar Constantine I itu, hari Minggu dinyatakan sebagai hari libur. Dan libur Minggu itutahun 321 dengan hari Minggu sebagai hari pertama. Di dalam dekrit Kaisar Constantine I itu, hari Minggu dinyatakan sebagai hari libur. Dan libur Minggu itumasih terus kita gunakan sampai sekarang.masih terus kita gunakan sampai sekarang. Bulan merupakan satu bagian dari kalender. Perhitungan bulan dilakukan melalui fasa bulan. Perhitungan bulan menimbulkan masalah karena satuBulan merupakan satu bagian dari kalender. Perhitungan bulan dilakukan melalui fasa bulan. Perhitungan bulan menimbulkan masalah karena satubulan terdiri atas 29 hari lebih sekian jam, pada hal jumlah hari di dalam bulan adalah bulat. Demikian pula dengan tahun. Satu tahun matahari terdiri atas 365bulan terdiri atas 29 hari lebih sekian jam, pada hal jumlah hari di dalam bulan adalah bulat. Demikian pula dengan tahun. Satu tahun matahari terdiri atas 365hari lebih sekian jam, pada hal jumlah hari di dalam setahun adalah bulat. Akibatnya, pada ulang bulan, kedudukan bulan tidak tepat sama sepertihari lebih sekian jam, pada hal jumlah hari di dalam setahun adalah bulat. Akibatnya, pada ulang bulan, kedudukan bulan tidak tepat sama sepertikedudukannya pada bulan lalu. Pada ulang tahun, kedudukan matahari tidak tepat sama seperti kedudukannya pada tahun lalu.kedudukannya pada bulan lalu. Pada ulang tahun, kedudukan matahari tidak tepat sama seperti kedudukannya pada tahun lalu. Untuk menyelesaikan masalah sekian jam yang lebih pada setiap bulan dan pada setiap tahun, maka pada bulan dan tahun tertentu diberikan tambahan hari.Untuk menyelesaikan masalah sekian jam yang lebih pada setiap bulan dan pada setiap tahun, maka pada bulan dan tahun tertentu diberikan tambahan hari.Hal ini dikenal sebagai interkalasi. Interkalasi merupakan hal yang cukup rumit di dalam kalender. Tidak mudah untuk menemukan interikalasi yangHal ini dikenal sebagai interkalasi. Interkalasi merupakan hal yang cukup rumit di dalam kalender. Tidak mudah untuk menemukan interikalasi yangmenyebabkan kedudukan bulan atau matahari tepat kembali sama seperti pada waktu sebelumnya.menyebabkan kedudukan bulan atau matahari tepat kembali sama seperti pada waktu sebelumnya. Kalender RomawiKalender Romawi Kita tinggalkan dulu interkalasi ini dan menengok ke sejarah kalender kita. Kalender kita berasal dari kalender Romawi kuno. Konon kabarnya,Kita tinggalkan dulu interkalasi ini dan menengok ke sejarah kalender kita. Kalender kita berasal dari kalender Romawi kuno. Konon kabarnya,kalender Romawi kuno ditetapkan oleh raja pertamanya pada abad ke-7 atau ke-8 sebelum Masehi. Pada ketentuan raja Romulus ini, awal tahun dimulai padakalender Romawi kuno ditetapkan oleh raja pertamanya pada abad ke-7 atau ke-8 sebelum Masehi. Pada ketentuan raja Romulus ini, awal tahun dimulai padabulan Martius dan diakhiri pada bulan December (desi = 10). Panjang tahun adalah 10 bulan. Setiap bulan terdiri atas 30 atau 31 hari sehingga di dalambulan Martius dan diakhiri pada bulan December (desi = 10). Panjang tahun adalah 10 bulan. Setiap bulan terdiri atas 30 atau 31 hari sehingga di dalamsetahun terdapat 304 hari. Setelah itu terdapat celah musim dingin yang tidak ada kalendernya.setahun terdapat 304 hari. Setelah itu terdapat celah musim dingin yang tidak ada kalendernya. Raja kedua Numa Pompilius membagi celah musim dingin itu menjadi dua bulan yakni bulan Januarius dan Februarius. Dua bulan tambahanRaja kedua Numa Pompilius membagi celah musim dingin itu menjadi dua bulan yakni bulan Januarius dan Februarius. Dua bulan tambahansebanyak 50 hari ini diletakkan di akhir tahun sehingga di dalam setahun terdapat 354 hari. Kemudian pada bulan Januarius ditambahkan satu hari lagisebanyak 50 hari ini diletakkan di akhir tahun sehingga di dalam setahun terdapat 354 hari. Kemudian pada bulan Januarius ditambahkan satu hari lagisehingga di dalam setahun terdapat 355 hari.sehingga di dalam setahun terdapat 355 hari. Raja kelima Tarquinius Priscus (616 – 579 sM) adalah orang Etruscan. Kalender diubah menjadi kalender republik. Pada kalender republik ini, Februarius 28Raja kelima Tarquinius Priscus (616 – 579 sM) adalah orang Etruscan. Kalender diubah menjadi kalender republik. Pada kalender republik ini, Februarius 28hari; Martius, Maius, Julius (waktu itu masih bernama Quintilis), dan October, masing-masing 31 hari; serta Januarius, Aprilis, Junius, Augustus (waktu ituhari; Martius, Maius, Julius (waktu itu masih bernama Quintilis), dan October, masing-masing 31 hari; serta Januarius, Aprilis, Junius, Augustus (waktu itumasih bernama Sextilis), dan December, masing-masing 29 hari. Di dalam setahun terdapat 355 hari. Raja ini juga memindahkan awal tahun ke bulanmasih bernama Sextilis), dan December, masing-masing 29 hari. Di dalam setahun terdapat 355 hari. Raja ini juga memindahkan awal tahun ke bulanJanuarius namun pada tahun 510 sM, melalui pengusiran orang Estrucan, awal tahun dikembalikan ke bulan Maret.Januarius namun pada tahun 510 sM, melalui pengusiran orang Estrucan, awal tahun dikembalikan ke bulan Maret. Pada setiap akhir tahun, orang Romawi melakukan pembayaran upah. Sering upah berkenaan dengan pekerjaan di dalam musim yang dipengaruhi olehPada setiap akhir tahun, orang Romawi melakukan pembayaran upah. Sering upah berkenaan dengan pekerjaan di dalam musim yang dipengaruhi olehkedudukan matahari. Namun dengan 355 hari setahun, kedudukan matahari bergeser dari akhir tahun ke akhir tahun. Karena itu orang Romawi menambahkankedudukan matahari. Namun dengan 355 hari setahun, kedudukan matahari bergeser dari akhir tahun ke akhir tahun. Karena itu orang Romawi menambahkan22 dan 23 hari selang-seling pada setiap dua tahun, dan tambahan diselipkan di antara tanggal 23 dan 24 Februarius. Dengan demikian, setiap empat tahun22 dan 23 hari selang-seling pada setiap dua tahun, dan tambahan diselipkan di antara tanggal 23 dan 24 Februarius. Dengan demikian, setiap empat tahunterdapat 1465 hari atau rerata di dalam setahun terdapat 366,25 hari.terdapat 1465 hari atau rerata di dalam setahun terdapat 366,25 hari. Julius Ceaser memanggil Sosigenes untuk membenahi kalender. Sosigenes menggunakan tahun dengan 365,25 hari. Pada tahun 46 sM, SosigenesJulius Ceaser memanggil Sosigenes untuk membenahi kalender. Sosigenes menggunakan tahun dengan 365,25 hari. Pada tahun 46 sM, Sosigenes
    • 126126
    • 127127
    • 128128 Tanggal Julian (tahun 1583 oleh Joseph Justus Scaliger)Tanggal Julian (tahun 1583 oleh Joseph Justus Scaliger) Menggabungkan tiga siklus interkalasiMenggabungkan tiga siklus interkalasi 19 x 15 x 28 = 7980 tahun19 x 15 x 28 = 7980 tahun Titik temu terakhir pada tahun 4713 sMTitik temu terakhir pada tahun 4713 sM Patokan tanggaln Julian 1 Januari 4713 sM sebagai tanggal 1Patokan tanggaln Julian 1 Januari 4713 sM sebagai tanggal 1(dimulai tengah hari)(dimulai tengah hari) 2 Oktober 2004 = 2 454 1782 Oktober 2004 = 2 454 178
    • 129129Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMKeteraturan Alam (Ramuan Bahan)Keteraturan Alam (Ramuan Bahan)• Keteraturan alam lainnya terdapat pada ramuan bahanKeteraturan alam lainnya terdapat pada ramuan bahan(material, logam, obat)(material, logam, obat)• Mereka menjadi ilmu bahan dan farmasiMereka menjadi ilmu bahan dan farmasi• Di samping ilmu bahan dan farmasi, terdapat pula ramuanDi samping ilmu bahan dan farmasi, terdapat pula ramuanbercampur kepercayaan dan mistik yang dikenal sebagaibercampur kepercayaan dan mistik yang dikenal sebagaialkemialkemiKeteraturan Alam (Pengobatan)Keteraturan Alam (Pengobatan)• Keteraturan alam juga terdapat pada pengobatan orang sakitKeteraturan alam juga terdapat pada pengobatan orang sakit• Mereka menjadi tabib dan dukunMereka menjadi tabib dan dukun• Di samping itu, terdapat pula kepercayaan dan mistik yangDi samping itu, terdapat pula kepercayaan dan mistik yangdikenal sebagai tenungdikenal sebagai tenung
    • 130130Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMKeteraturan Alam (Pertukangan)Keteraturan Alam (Pertukangan)• Keteraturan alam lainnya adalah pembuatan alatKeteraturan alam lainnya adalah pembuatan alat• Mereka dikenal sebagai pertukanganMereka dikenal sebagai pertukangan• Salah satu kegiatan arkeologi adalah mencari karyaSalah satu kegiatan arkeologi adalah mencari karyapertukangan pada zaman purbakalapertukangan pada zaman purbakalaTenungTenung• Merupakan kekuatan gaib yang dapat menyembuhkan atauMerupakan kekuatan gaib yang dapat menyembuhkan ataumenyakitkan orangmenyakitkan orang• Sekalipun tidak ada dasar ilmiahnya, sampai sekarang pun,Sekalipun tidak ada dasar ilmiahnya, sampai sekarang pun,kalangan tertentu masih percaya akan kekuatan tenung (guna-kalangan tertentu masih percaya akan kekuatan tenung (guna-guna)guna)
    • 131131Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMAstrologiAstrologi• Di samping astronomi, muncul juga pengetahuan lain yangDi samping astronomi, muncul juga pengetahuan lain yangdikenal sebagai astrologidikenal sebagai astrologi• Menurut astrologi, dunia bintang-bintang adalahMenurut astrologi, dunia bintang-bintang adalahmakrokosmos dan dunia manusia adalah mikrokosmosmakrokosmos dan dunia manusia adalah mikrokosmos• Mikrokosmos adalah refleksi dari makrokosmos sehinggaMikrokosmos adalah refleksi dari makrokosmos sehingganasib manusia dapat diramal dari gejala bintang-bintang dinasib manusia dapat diramal dari gejala bintang-bintang dilangitlangit• Jam dan tanggal lahir menjadi patokan untuk ramalanJam dan tanggal lahir menjadi patokan untuk ramalannasib manusianasib manusiaPeranan AstrologiPeranan Astrologi• Peranan astrologi melampau batas zaman kunoPeranan astrologi melampau batas zaman kuno• Sampai sekarang pun masih muncul ramalan astrologi di
    • 132132ASTROLOGYASTROLOGYAstrology is the type of divination that consists inAstrology is the type of divination that consists ininterpreting the influence of planets and the stars on earthlyinterpreting the influence of planets and the stars on earthlyaffairs in order ot predict the destinies of individuals, groups, oraffairs in order ot predict the destinies of individuals, groups, ornations. At times regarded as science, astrology has exerted annations. At times regarded as science, astrology has exerted anextensive or a peripheral influence in many civilizations, bothextensive or a peripheral influence in many civilizations, bothancient and modern. Astrology has also been defined as aancient and modern. Astrology has also been defined as apseudoscience and considered to diametrically opposed to thepseudoscience and considered to diametrically opposed to thetheories and findings of modern science.theories and findings of modern science.Astrology originated in Mesopotamia, perhaps in the 3rdAstrology originated in Mesopotamia, perhaps in the 3rdmillenium BC, but attained its full development in the Westernmillenium BC, but attained its full development in the Westernworld much later, within the orbit of Greek civilization of theworld much later, within the orbit of Greek civilization of theHellenistic period. It spread to India in its older MesopotamianHellenistic period. It spread to India in its older Mesopotamianform. Islamic culture absorbed it as part of the Greek heritage;form. Islamic culture absorbed it as part of the Greek heritage;and in the Middle Ages, when Western Europe was stronglyand in the Middle Ages, when Western Europe was stronglyaffected by Islamic science, European astrology also felt theaffected by Islamic science, European astrology also felt theinfluence of the Orient.influence of the Orient.The Egyptian also contributed though lessThe Egyptian also contributed though less
    • 133133directly, to the rise of astrology. They constructed a calendar,directly, to the rise of astrology. They constructed a calendar,containing 12 months of 30 days each with five days added at thecontaining 12 months of 30 days each with five days added at theend of the year, that was subsequently taken over by the Greeksend of the year, that was subsequently taken over by the Greeksas a standard of reference for astronomical observations. In orderas a standard of reference for astronomical observations. In orderthat the starry sky might serve them as a clock, the Egyptiansthat the starry sky might serve them as a clock, the Egyptiansselected a successian of 36 bright stars whose risings wereselected a successian of 36 bright stars whose risings wereseparated from each other by intervals of 10 days. Each of theseseparated from each other by intervals of 10 days. Each of thesestars, calledstars, called decansdecans by Latin writers, was conceived of as a spiritby Latin writers, was conceived of as a spiritwith power over the period of time for which it served; they laterwith power over the period of time for which it served; they latercentered the zodiac as subdivisions of its 12 signs.centered the zodiac as subdivisions of its 12 signs.In pre-Imperial China, the belief in an intelligible cosmicIn pre-Imperial China, the belief in an intelligible cosmicorder, comprehended aspects of which would permit influences onorder, comprehended aspects of which would permit influences oncorrelated incomprehended aspects, found expression incorrelated incomprehended aspects, found expression incorrelation charts that juxtaposed natural phenomena with thecorrelation charts that juxtaposed natural phenomena with theactivities and the fate of man. The transition from the belief to aactivities and the fate of man. The transition from the belief to atruly astrological belief in the direct influence of the stars on humantruly astrological belief in the direct influence of the stars on humanaffairs was slow, and numerous systems of observation and strainsaffairs was slow, and numerous systems of observation and strainsof lore developed. When Western astronomy and astrologyof lore developed. When Western astronomy and astrologybecame known in China through Arabic influence inbecame known in China through Arabic influence in
    • 134134Mongol times, their data were also integrated into the ChineseMongol times, their data were also integrated into the Chineseastrological corpus. In the later centuries of Imperial China it wasastrological corpus. In the later centuries of Imperial China it wasuniversal practice to have a horoscope case for each newbornuniversal practice to have a horoscope case for each newbornchild and at all decisive junctures in life.child and at all decisive junctures in life.Once established in the classical world, the astrologicalOnce established in the classical world, the astrologicalconception of causation invaded the sciences; particularly medicineconception of causation invaded the sciences; particularly medicineand allied disciplines. The Stoics, espousing the doctrine of aand allied disciplines. The Stoics, espousing the doctrine of auniversal “sympathy’ linking microcosm of man with theuniversal “sympathy’ linking microcosm of man with themacrocosm of nature, found in astrology a virtual map of such amacrocosm of nature, found in astrology a virtual map of such auniverse.universe.Greek astrology was slow to be absorbed by the Romans,Greek astrology was slow to be absorbed by the Romans,who had their own native methods of divination, but by the times ofwho had their own native methods of divination, but by the times ofAugustus, the art had resumed its original role as a royalAugustus, the art had resumed its original role as a royalprerogative. Attempts to stress its influence on the populace metprerogative. Attempts to stress its influence on the populace metrepeatedly with failure.repeatedly with failure.Throughout pagan antiquity the words astronomy andThroughout pagan antiquity the words astronomy andastrology had been synonymous; in the first Christian centuries theastrology had been synonymous; in the first Christian centuries themodern distinction between astronomy, the science of stars, beganmodern distinction between astronomy, the science of stars, beganto appear. As against the omnipotence of the stars, Christianityto appear. As against the omnipotence of the stars, Christianity
    • 135135taught the omnipotence of their Creator. To the determinism oftaught the omnipotence of their Creator. To the determinism ofastrology Christianity opposed the freedom of the will. But withinastrology Christianity opposed the freedom of the will. But withinthese limits the astrological worldview was accepted. To reject itthese limits the astrological worldview was accepted. To reject itwould have been to reject the whole heritage of classical culture,would have been to reject the whole heritage of classical culture,which had assumed an astrological complexion. Even at the centrewhich had assumed an astrological complexion. Even at the centreof Christian history, Persian magi were reported to have followed aof Christian history, Persian magi were reported to have followed acelestial omen to the scene of the Nativity.celestial omen to the scene of the Nativity.Although various Christian councils condemned astrologyAlthough various Christian councils condemned astrologythe belief in the worldview it implies was not seriously shaken. Inthe belief in the worldview it implies was not seriously shaken. Inthe late European Middle Ages, a number of universities, amongthe late European Middle Ages, a number of universities, amongthem Paris, Padua, Bologna, and Florence, had chairs of astrology.them Paris, Padua, Bologna, and Florence, had chairs of astrology.The revival of ancient studies by the humanists only encouragedThe revival of ancient studies by the humanists only encouragedthis interest, which persisted into the Renaissance and even intothis interest, which persisted into the Renaissance and even intothe Reformation.the Reformation.It was Copernican revolution of the 16th century that dealtIt was Copernican revolution of the 16th century that dealtwith the geocentric worldview of astrology its shattering blow. As awith the geocentric worldview of astrology its shattering blow. As apopular pastime or superstition, however, astrology continued intopopular pastime or superstition, however, astrology continued intomodern times to engage the attention of millions of people.modern times to engage the attention of millions of people.
    • 136136Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMAlkemiAlkemi• Di samping ramuan bahan secara alamiah, munculDi samping ramuan bahan secara alamiah, munculkepercayaan dan mistik berkenaan dengan ramuan bahan itukepercayaan dan mistik berkenaan dengan ramuan bahan itu• Ramuan dengan kepercayaan seperti ini dikenal sebagaiRamuan dengan kepercayaan seperti ini dikenal sebagaialkemialkemi• Alkemi bertujuan untuk membuat emas dari bahan murahAlkemi bertujuan untuk membuat emas dari bahan murahserta membuat obat panjang umur yang membuat orang tidakserta membuat obat panjang umur yang membuat orang tidakmatimati• Ada alkemi yang hanya rajin menulis melalui sandi rahasiaAda alkemi yang hanya rajin menulis melalui sandi rahasiaserta ada alkemi yang rajin meramu bahanserta ada alkemi yang rajin meramu bahanPeranan AlkemiPeranan Alkemi• Peranan alkemi melampaui batas zaman kunoPeranan alkemi melampaui batas zaman kuno• Mereka baru hilang pada zaman modern (abad ke-18 dan ke-Mereka baru hilang pada zaman modern (abad ke-18 dan ke-
    • 137137Zaman KunoZaman KunoSebelum Abad ke-5 sMSebelum Abad ke-5 sMAsas Determinisme UniversalAsas Determinisme Universal• Ada keteraturan alam yang ditemukan oleh manusiaAda keteraturan alam yang ditemukan oleh manusia• Ada kepastian tentang keteraturan alam ituAda kepastian tentang keteraturan alam itu• Mereka menjadi suatu asas yakni asas determinismeMereka menjadi suatu asas yakni asas determinismeuniversaluniversal• Asas ini dikenal sejak Zaman Kuno dan terus berlangsungAsas ini dikenal sejak Zaman Kuno dan terus berlangsungsampai sekarrangsampai sekarrang• Asas determinisme universal menjadi dasar untukAsas determinisme universal menjadi dasar untukmenemukan dan mengembangkan ilmumenemukan dan mengembangkan ilmuAsas IndeterminismeAsas Indeterminisme• Dikenal sebagai uncertainty principle, ditemukan olehDikenal sebagai uncertainty principle, ditemukan olehHeisenberg pada tahun 1928Heisenberg pada tahun 1928• Bertentangan dengan asas determinisme universal, tetapiBertentangan dengan asas determinisme universal, tetapihanya berlaku di fisika partikel subatomik dan dalam ukuranhanya berlaku di fisika partikel subatomik dan dalam ukuranyang sangat kecilyang sangat kecil
    • 138138Zaman Yunani KunoZaman Yunani Kuno5 sM sampai 1 sM5 sM sampai 1 sMKebudayaan YunaniKebudayaan Yunani• Zaman ini merupakan zaman emas Yunani KunoZaman ini merupakan zaman emas Yunani Kuno• Budaya berkembang ke arah kecendekiaanBudaya berkembang ke arah kecendekiaan• Sekalipun Yunani Kuno mengenal dewa dan dewi, pemikiranSekalipun Yunani Kuno mengenal dewa dan dewi, pemikiranmereka tidak melibatkan dewa dewi itumereka tidak melibatkan dewa dewi itu• Di zaman itu lahir filsafat dan demokrasi dan sangatDi zaman itu lahir filsafat dan demokrasi dan sangatberpengaruh terhadap kebudayaan barat sampai sekarangberpengaruh terhadap kebudayaan barat sampai sekarangBabakanBabakan• Zaman pra-SokratesZaman pra-Sokrates• Zaman SokratesZaman Sokrates• Zaman pasca-SokratesZaman pasca-Sokrates
    • 139139Zaman Yunani KunoZaman Yunani Kuno5 sM sampai 1 sM5 sM sampai 1 sMZaman Pra-SokratesZaman Pra-Sokrates• Ada tiga pemikiran besar pada zaman itu yang dibicarakanAda tiga pemikiran besar pada zaman itu yang dibicarakandi sini:di sini:• Unsur dasar pembentuk alam dan bentuk alamUnsur dasar pembentuk alam dan bentuk alam• Alam tunggal dan alam jamakAlam tunggal dan alam jamak• Realitas bilanganRealitas bilanganZaman Sokrates (Sokrates, Plato, Aristoteles)Zaman Sokrates (Sokrates, Plato, Aristoteles)• DialogDialog• Metafisika dan epistemologiMetafisika dan epistemologi• LogikaLogika• Etika dan estetikaEtika dan estetikaZaman Pasca-SokratesZaman Pasca-Sokrates• Stoik, Epikurus, Cynics, dan SkeptikStoik, Epikurus, Cynics, dan Skeptik
    • 140140GreeceGreeceGreece, officially called Hellenic Republic (Greek:Greece, officially called Hellenic Republic (Greek: ΕλληνικήΕλληνικήΔημοκρατίαΔημοκρατία Eliniki Dhimokratia), is a country in the southeast of EuropeEliniki Dhimokratia), is a country in the southeast of Europeon the southern tip of the Balkan peninsula.on the southern tip of the Balkan peninsula.The historical name of Greece in Greek isThe historical name of Greece in Greek is ΈλλάςΈλλάς Ellas. ThisEllas. Thisname is also written Hellas in English, following the ancient Greekname is also written Hellas in English, following the ancient Greekpronunciation. More commonly, it is calledpronunciation. More commonly, it is called ΕλλάδαΕλλάδα Elladha in modernElladha in modernGreek. The mythical ancestor of the Greek is the eponymous Hellen.Greek. The mythical ancestor of the Greek is the eponymous Hellen.The name of Greece in European languages (English:The name of Greece in European languages (English: GreeceGreece,,French:French: GrèceGrèce, Portuguese:, Portuguese: GréciGrécia, Spanish and Italian:a, Spanish and Italian: GreciaGrecia,,German:German: GriechenlandGriechenland, Russian:, Russian: ГрецияГреция, etc) comes from a different, etc) comes from a differentroot:root: ΓραικόςΓραικός GraikGraikόόss (via Latin(via Latin GraecusGraecus) which according to Aristotle) which according to Aristotlewas an ancient name of the Greeks. On the other hand, the name ofwas an ancient name of the Greeks. On the other hand, the name ofGreece in some Middle Eastern and Eastern languages (Turkish:Greece in some Middle Eastern and Eastern languages (Turkish:YunanistanYunanistan, Arabic (tulisan Arab Yunan), Hebrew (tulisan Hebrew),, Arabic (tulisan Arab Yunan), Hebrew (tulisan Hebrew),ancient Persian:ancient Persian: YaunáYauná, Indian Pali:, Indian Pali: YonaYona, Malay and Indonesian:, Malay and Indonesian:YunaniYunani) derives from the Greek toponym) derives from the Greek toponym ΊωνίαΊωνία IōniaIōnia. Norwegian is one. Norwegian is oneof the few languages apart from Greek in which the nameof the few languages apart from Greek in which the name HellasHellaspredominates.predominates.
    • 141141THE HELLENISTIC WORLDTHE HELLENISTIC WORLDThe history of the Greek-speaking world in antiquity may beThe history of the Greek-speaking world in antiquity may bedivided into three periods: that of the free City States, which wasdivided into three periods: that of the free City States, which wasbrought to an end by Philip and Alexander; that of the Macedonianbrought to an end by Philip and Alexander; that of the Macedoniandomination, of which the last remnant was extinguished by thedomination, of which the last remnant was extinguished by theRoman annexation of Egypt after the death of Cleopatra; and finallyRoman annexation of Egypt after the death of Cleopatra; and finallythat of the Roman Empire. Of these three periods, the first isthat of the Roman Empire. Of these three periods, the first ischaracterized by freedom and disorder, and the second bycharacterized by freedom and disorder, and the second bysubjection and disorder, the third by subjection and order.subjection and disorder, the third by subjection and order.The second of these periods is known as the Hellenistic age. InThe second of these periods is known as the Hellenistic age. Inscience and mathematics, the work done during this period is thescience and mathematics, the work done during this period is thebest ever achieved by the Greeks. In philosophy, it includes thebest ever achieved by the Greeks. In philosophy, it includes thefoundation of the Epicurean and Stoic schools, and also offoundation of the Epicurean and Stoic schools, and also ofscepticism as a definitely formulated doctrine; it is therefore stillscepticism as a definitely formulated doctrine; it is therefore stillimportant philosophically, though less so than the period of Platoimportant philosophically, though less so than the period of Platoand Aristotle. After the third century BC, there is nothing really newand Aristotle. After the third century BC, there is nothing really newin Greek philosophy until the Neoplatonists in the third century AD.in Greek philosophy until the Neoplatonists in the third century AD.But meanwhile the Roman world was being prepared for the victoryBut meanwhile the Roman world was being prepared for the victoryof Christianity. ...of Christianity. ...After Alexander’s death, there was an attempt to preserve theAfter Alexander’s death, there was an attempt to preserve theunity of his empire. But of his two sons,unity of his empire. But of his two sons,
    • 142142one was an infant and the other was not yet born. Each hadone was an infant and the other was not yet born. Each hadsupporters, but in the resultant civil war both were thrust aside. Insupporters, but in the resultant civil war both were thrust aside. Inthe end, his empire was divided between the families of threethe end, his empire was divided between the families of threegenerals, of whom, roughly speaking one obtained the European,generals, of whom, roughly speaking one obtained the European,one the African, and one the Asiatic parts of Alexander’sone the African, and one the Asiatic parts of Alexander’spossessions. The European part fell ultimately to Antigonus’spossessions. The European part fell ultimately to Antigonus’sdescendants; Ptolemy, who obtained Egypt, made Alexandria hisdescendants; Ptolemy, who obtained Egypt, made Alexandria hiscapital; Seleucus, who obtained Asia after many wars, was toocapital; Seleucus, who obtained Asia after many wars, was toobusy with campaigns to have a fixed capital, but at later timesbusy with campaigns to have a fixed capital, but at later timesAntioch was the chief city of his dynasty. …Antioch was the chief city of his dynasty. …From the point of view of Hellenistic culture, the most brilliantFrom the point of view of Hellenistic culture, the most brilliantsuccess of the third century BC was the city of Alexandria. Egyptsuccess of the third century BC was the city of Alexandria. Egyptwas less exposed to war than the European and Asiatic parts ofwas less exposed to war than the European and Asiatic parts ofthe Macedonian domain, and Alexandria was in extraordinarilythe Macedonian domain, and Alexandria was in extraordinarilyfavoured position for commerce. The Ptolemies were patrons offavoured position for commerce. The Ptolemies were patrons oflearning, and attracted to their capital many of the best men of thelearning, and attracted to their capital many of the best men of theage. Mathematics became, and remained until the fall of Rome,age. Mathematics became, and remained until the fall of Rome,mainly Alexandrian … [from Bertrand Russell,mainly Alexandrian … [from Bertrand Russell, History of WesternHistory of WesternPhilosophyPhilosophy]]
    • 143143Unsur Dasar AlamUnsur Dasar Alam• Menurut Thales dari Miletus (± 624 sM - ± 546 sM) adalah airMenurut Thales dari Miletus (± 624 sM - ± 546 sM) adalah air• Menurut Anaximenes (± 570 sM - ± 500 sM) adalah udaraMenurut Anaximenes (± 570 sM - ± 500 sM) adalah udara• Menurut Xenophanes (± 570 sM - ± 480 sM) adalah tanahMenurut Xenophanes (± 570 sM - ± 480 sM) adalah tanah• Menurut Heraklitus (± 540 sM - ± 475 sM) adalah apiMenurut Heraklitus (± 540 sM - ± 475 sM) adalah api• Menurut Empedokles (± 490 sM - ± 430 sM) adalah kombinasiMenurut Empedokles (± 490 sM - ± 430 sM) adalah kombinasidari air, udara, tanah, dan apidari air, udara, tanah, dan apiSifat Dasar UnsurSifat Dasar Unsur• panas dan dinginpanas dan dingin• kering dan basahkering dan basahZaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: Unsur AlamPra-Sokrates: Unsur Alam
    • 144144THALES OF MILETUSTHALES OF MILETUSThales of Miletus (fl. 6Thales of Miletus (fl. 6ththcentury BC), philosophercentury BC), philosopherremembered for his cosmology based on water as the essenceremembered for his cosmology based on water as the essenceof all matter. According to the Greek thinker Apollodorus, heof all matter. According to the Greek thinker Apollodorus, hewas born in 624; the Greek historian Diogenes Laeritus placedwas born in 624; the Greek historian Diogenes Laeritus placedhis death in the 58his death in the 58ththOlympiad (548-545) at the age of 78.Olympiad (548-545) at the age of 78.No writings by Thales survive, and no contemporaryNo writings by Thales survive, and no contemporarysources exist; thus, his achievement are difficult to assess.sources exist; thus, his achievement are difficult to assess.Inclusion of his name in the canon of legendary Seven WiseInclusion of his name in the canon of legendary Seven WiseMen led to his idealization, and numerous acts and sayings,Men led to his idealization, and numerous acts and sayings,many of them no doubt spurious, were attributed to him.many of them no doubt spurious, were attributed to him.According to Herodotus, Thales was a practical statesman whoAccording to Herodotus, Thales was a practical statesman whoadvocated the federation of Ionian cities of the Aegian region.advocated the federation of Ionian cities of the Aegian region.The Greek scholar Callimachus recorded a traditional belief thatThe Greek scholar Callimachus recorded a traditional belief thatThales advised navigators to steer by the Little Bear (UrsaThales advised navigators to steer by the Little Bear (UrsaMinor) rather than by the Great Bear (Ursa Major), bothMinor) rather than by the Great Bear (Ursa Major), bothprominent constellation in the north.prominent constellation in the north.
    • 145145He is also said to have used his knowledge of geometry toHe is also said to have used his knowledge of geometry tomeasure the Egyptian pyramids and to calculate the distance frommeasure the Egyptian pyramids and to calculate the distance fromthe shore of ships at sea. Although such stories are probablythe shore of ships at sea. Although such stories are probablyapocryphal, they illustrate Thales’ reputation. The Greek writerapocryphal, they illustrate Thales’ reputation. The Greek writerXenophanes claimed that Thales predicted the solar eclipse thatXenophanes claimed that Thales predicted the solar eclipse thatstopped the battle between the Lydian Alyattes and the Medianstopped the battle between the Lydian Alyattes and the MedianCyaxares, evidently on May 48, 585. Modern scholars believe,Cyaxares, evidently on May 48, 585. Modern scholars believe,however, that he could not possibly have had the knowledge tohowever, that he could not possibly have had the knowledge topredict accurately either the locality or the character of an eclipse.predict accurately either the locality or the character of an eclipse.Thus, his feat was apparently isolated and only approximate;Thus, his feat was apparently isolated and only approximate;Herodotus spoke of his foretelling the year only. That the eclipseHerodotus spoke of his foretelling the year only. That the eclipsewas nearly total and occurred during a crucial battle probablywas nearly total and occurred during a crucial battle probablycontributed considerably to his exaggerated reputation as ancontributed considerably to his exaggerated reputation as anastronomer.astronomer.In geometry Thales has been credited with the discovery ofIn geometry Thales has been credited with the discovery offive theorems: (1) that a circle is bisected by its diameter, (2) thatfive theorems: (1) that a circle is bisected by its diameter, (2) thatangles at the base of a triangle having two sides of equal lengthangles at the base of a triangle having two sides of equal lengthare equal, (3) the opposite angles of intersecting straight lines areare equal, (3) the opposite angles of intersecting straight lines areequal, (4) that the angle inscribed in a semicircle is a right angle,equal, (4) that the angle inscribed in a semicircle is a right angle,and (5) that a triangle is determined if its base and the anglesand (5) that a triangle is determined if its base and the anglesrelative to the base are given. His mathematical achievements arerelative to the base are given. His mathematical achievements aredifficult o assess, however, because of the ancient practice ofdifficult o assess, however, because of the ancient practice ofcrediting particular discoveries to men with a general reputation forcrediting particular discoveries to men with a general reputation forwisdom.wisdom.
    • 146146The claim that Thales was the founder of a EuropeanThe claim that Thales was the founder of a Europeanphilosophy rests primarily on Aristotle, who wrote that Thales wasphilosophy rests primarily on Aristotle, who wrote that Thales wasthe first to suggest a single material substratum for the universe—the first to suggest a single material substratum for the universe—namely, water, or moisture. Even though Thales as philosophernamely, water, or moisture. Even though Thales as philosopherrenounced mythology, his choice of water as the fundamentalrenounced mythology, his choice of water as the fundamentalbuilding block of matter had its precedent in tradition. A likelybuilding block of matter had its precedent in tradition. A likelyconsideration in this choice was the seeming motion that waterconsideration in this choice was the seeming motion that waterexhibits, as seen in its ability to become vapour; for what changesexhibits, as seen in its ability to become vapour; for what changesor moves itself was thought by the Greeks to be close to life itself.or moves itself was thought by the Greeks to be close to life itself.To Thales the entire universe is a living organism, nourished byTo Thales the entire universe is a living organism, nourished byexhalations from water.exhalations from water.Thales’ significance lies in his choice of water as theThales’ significance lies in his choice of water as theessential substance than in his attempt to explain nature by theessential substance than in his attempt to explain nature by thesimplification of phenomena and in his search for causes withinsimplification of phenomena and in his search for causes withinnature itself rather than in the caprices of anthropomorphic gods.nature itself rather than in the caprices of anthropomorphic gods.Like his successors Anaximander and Anaximenes, Thales isLike his successors Anaximander and Anaximenes, Thales isimportant in bridging the worlds of myth and reason.important in bridging the worlds of myth and reason.
    • 147147Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: Unsur AlamPra-Sokrates: Unsur AlamLetak UnsurLetak Unsur• TanahTanahdi tengah alam, benda jatuh karena kembali ke letak asaldi tengah alam, benda jatuh karena kembali ke letak asal• AirAirdi tepi tanah, air keluar dari tanah melalui mata air karenadi tepi tanah, air keluar dari tanah melalui mata air karenakembali ke letak asalkembali ke letak asal• udaraudaradi tepi air, udara di dalam air bergelembung naik karena kembalidi tepi air, udara di dalam air bergelembung naik karena kembalike letak asalke letak asal• apiapidi tepi udara, dalam bentuk kilat di langitdi tepi udara, dalam bentuk kilat di langit• Unsur kelima (quintessential)Unsur kelima (quintessential)unsur pembentuk benda langit, unsur sempurnaunsur pembentuk benda langit, unsur sempurna
    • 148148Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: Unsur AlamPra-Sokrates: Unsur AlamSifat UnsurSifat Unsurtanahtanah kering dinginkering dinginairair basah dinginbasah dinginudaraudara basah panasbasah panasapiapi kering panaskering panasBendaBendaBenda merupakan kombinasi dari keempat unsur beserta sifatBenda merupakan kombinasi dari keempat unsur beserta sifatmerekamerekaAsumsiAsumsiUnsur alam beserta sifatnya ini dijadikan asumsi di dalamUnsur alam beserta sifatnya ini dijadikan asumsi di dalampengetahuan kemudianpengetahuan kemudian
    • 149149Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: Unsur AlamPra-Sokrates: Unsur AlamU n s u r d a s a r p e m b e n t u k a l a m d a n s i f a t m e r e k at a n a h ( k e r i n g d a n d i n g i n )a i r ( b a s a h d a n d i n g i n )u d a r a ( b a s a h d a n p a n a s )a p i ( k e r i n g d a n p a n a s )q u i n t e s s e n t i a l ( u n s u r k e l i m a )
    • 150150Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: Unsur AlamPra-Sokrates: Unsur AlamBentuk AlamBentuk Alam• Menurut Anaximander (± 610 sM - ± 546 sM) dari MiletusMenurut Anaximander (± 610 sM - ± 546 sM) dari Miletuslangit berentuk bola serta permukaan bumi melengkung danlangit berentuk bola serta permukaan bumi melengkung danberbentuk silinder dengan sumbu timur-baratberbentuk silinder dengan sumbu timur-barat• Menurut Anaximenes dari Miletus, bumi berbentuk mejaMenurut Anaximenes dari Miletus, bumi berbentuk mejabundar (cakram)bundar (cakram)• Menurut Pythagoras, bumi berbentuk bolaMenurut Pythagoras, bumi berbentuk bolaAlamAlam• alam terdiri atas substansi dan bentukalam terdiri atas substansi dan bentukPeta Zaman KunoPeta Zaman Kuno• Timur (orient) terletak di atasTimur (orient) terletak di atas• Membaca peta, perlu mencari letak timur duluMembaca peta, perlu mencari letak timur dulu
    • 151151Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: Wujud AlamPra-Sokrates: Wujud AlamPaham Alam Tunggal (Monisme)Paham Alam Tunggal (Monisme)• Realitas alam adalah tunggal walaupun tampak jamakRealitas alam adalah tunggal walaupun tampak jamak• Tidak ada celahTidak ada celah• Tidak terbagiTidak terbagi• Tiada gerakan (statis)Tiada gerakan (statis)• Penganut: perguruan Elea yang dipimpin oleh ParmenidesPenganut: perguruan Elea yang dipimpin oleh Parmenides
    • 152152Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: Wujud AlamPra-Sokrates: Wujud AlamPaham Alam Jamak (Pluralisme)Paham Alam Jamak (Pluralisme)• Realitas alam adalah jamah (banyak)Realitas alam adalah jamah (banyak)• Ada celahAda celah• TerbagiTerbagi• Ada gerakan (dinamis)Ada gerakan (dinamis)• Penganut: Heraklitus dan EmpedoklesPenganut: Heraklitus dan Empedokles
    • 153153Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: Wujud AlamPra-Sokrates: Wujud AlamPerguruan EleaPerguruan Elea• Dipimpin oleh ParmenidesDipimpin oleh Parmenides• Pengikut terkenal adalah Zeno dari EleaPengikut terkenal adalah Zeno dari Elea• Menganut alam tunggal (monisme)Menganut alam tunggal (monisme)HeraklitusHeraklitus• Mengagumi api yang bergerak dan air yang mengalirMengagumi api yang bergerak dan air yang mengalir• Ucapan terkenal “panta rhei = semua mengalir”Ucapan terkenal “panta rhei = semua mengalir”• Menganut alam jamakMenganut alam jamakEmpedoklesEmpedokles• Substansi alam terus bergerak, berpadu melalui kasih, danSubstansi alam terus bergerak, berpadu melalui kasih, danbercerai melalui benci, berulang-ulang terjadi secarabercerai melalui benci, berulang-ulang terjadi secaraperiodikperiodik
    • 154154PARMENIDESPARMENIDESParmenides (b. c. 515 BC), Greek philosopher of Elea inParmenides (b. c. 515 BC), Greek philosopher of Elea insouthern Italy who founded Eleaticism, one of the leading per-southern Italy who founded Eleaticism, one of the leading per-Socratic schools of Greek thought. His general teaching has beenSocratic schools of Greek thought. His general teaching has beendiligently reconstructed from the few surviving fragments of hisdiligently reconstructed from the few surviving fragments of hisprincipal work, a lengthy three-part verse composition titledprincipal work, a lengthy three-part verse composition titled OnOnNature.Nature.Parmenides held that the multiplicity of existing things, theirParmenides held that the multiplicity of existing things, theirchanging forms and motion, are but an appearance of a singlechanging forms and motion, are but an appearance of a singleeternal reality (“Being”), thus giving rise to the Parmenidianeternal reality (“Being”), thus giving rise to the Parmenidianprinciple that “all is one.” From this concept of Being, he went on toprinciple that “all is one.” From this concept of Being, he went on tosay that all claims of change or or bob-Being are illogical. Becausesay that all claims of change or or bob-Being are illogical. Becausehe introduced the method of basing claims about appearances onhe introduced the method of basing claims about appearances ona logical concept of Being, he is considered one of the founders ofa logical concept of Being, he is considered one of the founders ofmetaphysics.metaphysics.Plato’s dialogue thePlato’s dialogue the ParmenidesParmenides deals with his thought. Andeals with his thought. AnEnglish translation of his work was edited by L. Taran (1965).English translation of his work was edited by L. Taran (1965).
    • 155155Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: Wujud AlamPra-Sokrates: Wujud AlamParadoks ZenoParadoks Zeno• Zeno dari Elea (penganut paham alam tunggal) membantahZeno dari Elea (penganut paham alam tunggal) membantahpaham alam jamak melalui empat paradokspaham alam jamak melalui empat paradoks• Paradoks dikotomiParadoks dikotomi• Paradoks AchillesParadoks Achilles• Paradoks panahParadoks panah• Paradoks stadionParadoks stadionCaraCara• Menggunakan paham alam jamak (terbagi) dan menunjukkanMenggunakan paham alam jamak (terbagi) dan menunjukkanketidaklogisanketidaklogisan
    • 156156Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: Wujud AlamPra-Sokrates: Wujud AlamParadoks DikotomiParadoks Dikotomi• Dari titik A bergerak menuju ke titik BDari titik A bergerak menuju ke titik B• Kalau jarak ini terbagi (paham jamak) maka jalan itu dibagiKalau jarak ini terbagi (paham jamak) maka jalan itu dibagiduadua• Setelah tiba di tengah jalan, sisa jalan dibagi dua lagiSetelah tiba di tengah jalan, sisa jalan dibagi dua lagi• Setelah mencapai titik tengahnya, sisa jalan dibagi dua lagiSetelah mencapai titik tengahnya, sisa jalan dibagi dua lagi• Demikian seterusnya, sehingga kita tidak mungkin tiba di BDemikian seterusnya, sehingga kita tidak mungkin tiba di BA B
    • 157157Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: Wujud AlamPra-Sokrates: Wujud AlamParadoks AchillesParadoks Achilles• Achilles adalah dewa Yunani yang larinya tercepat; kura-kuraAchilles adalah dewa Yunani yang larinya tercepat; kura-kuraadalah hewan yang jalannya paling lambatadalah hewan yang jalannya paling lambat• Achilles ingin menyusul kura-kura yang sudah lebih dahuluAchilles ingin menyusul kura-kura yang sudah lebih dahuluberjalanberjalan• Setiap kali Achilles tiba ke tempat kura-kura, sang kura-kuraSetiap kali Achilles tiba ke tempat kura-kura, sang kura-kurasudah maju sedikitsudah maju sedikit• Demikian seterusnya, sehingga Achilles tidak mungkinDemikian seterusnya, sehingga Achilles tidak mungkinmelewati kura-kuramelewati kura-kura• Bahkan menurut paradoks dikotomi, Achilles tidak mungkinBahkan menurut paradoks dikotomi, Achilles tidak mungkinmencapai tempat kura-kuramencapai tempat kura-kuraAchilles Kura-kura
    • 158158Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: Wujud AlamPra-Sokrates: Wujud AlamTeori AtomTeori Atom• Leucippus dan Democritos muncul dengan teori atom ( aLeucippus dan Democritos muncul dengan teori atom ( atomos = tidak terpenggal)tomos = tidak terpenggal)• Menurut mereka segala sesuatu memiliki bagian terkecilMenurut mereka segala sesuatu memiliki bagian terkecilberupa atomberupa atom• Segala sesuatu itu meliputi benda dan bukan benda (berbedaSegala sesuatu itu meliputi benda dan bukan benda (berbedadengan atom unsur di kimia)dengan atom unsur di kimia)• Benda: kayu, batu, air; bukan benda: api, jiwa, perasaan,Benda: kayu, batu, air; bukan benda: api, jiwa, perasaan,pikiranpikiran• Ada atom kasar seperti atom api; ada atom halus (eidola)Ada atom kasar seperti atom api; ada atom halus (eidola)seperti atom jiwa (psyche)seperti atom jiwa (psyche)• Pemenggalan sesuatu akan terhenti pada atomPemenggalan sesuatu akan terhenti pada atom• Tampaknya teori atom ini dapat menjawab paradoks ZenoTampaknya teori atom ini dapat menjawab paradoks Zeno
    • 159159Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: BilanganPra-Sokrates: BilanganPerguruan PythagorasPerguruan Pythagoras• Kita mengenal dalil Pythagoras di geometri (sebelumKita mengenal dalil Pythagoras di geometri (sebelumPythagoras, dalil ini sudah dikenal)Pythagoras, dalil ini sudah dikenal)• Sebenarnya, banyak hal yang dikemukakan oleh PerguruanSebenarnya, banyak hal yang dikemukakan oleh PerguruanPythagoras, dan kesemuanya berkenaan dengan bilanganPythagoras, dan kesemuanya berkenaan dengan bilanganPaham PythagorasPaham Pythagoras• Segala sesuatu duduk di atas bilangan dan dapat dinyatakanSegala sesuatu duduk di atas bilangan dan dapat dinyatakandalam bilangandalam bilangan• Perguruan Pythagoras menemukan berbagai sifat bilanganPerguruan Pythagoras menemukan berbagai sifat bilangan• Tugas ahli filsafat, menurut perguruan Pythagoras, adalahTugas ahli filsafat, menurut perguruan Pythagoras, adalahmencari bilangan itumencari bilangan itu
    • 160160PYTHAGOREAN PHILOSOPHYPYTHAGOREAN PHILOSOPHYAlthough much of the tradition about PythagoreanAlthough much of the tradition about Pythagoreanphilosophy is confused because of dissensions within the schoolphilosophy is confused because of dissensions within the schooland on account of intermixture of later speculation with earlierand on account of intermixture of later speculation with earlierdoctrine, yet some of the chief principles are quite clear.doctrine, yet some of the chief principles are quite clear.Pythagoras’s discoveries in musical theory, such as that the basicPythagoras’s discoveries in musical theory, such as that the basicmusical harmonies depend on very simple numerical ratiosmusical harmonies depend on very simple numerical ratiosbetween the dimensions of the instruments (such as strings, pipes,between the dimensions of the instruments (such as strings, pipes,disks) producing them, let him interpret the world as a wholedisks) producing them, let him interpret the world as a wholethrough numbers. The discovery was the basis for the Pythagoreanthrough numbers. The discovery was the basis for the Pythagoreantheory of numbers, of which the systematic study induced thetheory of numbers, of which the systematic study induced theintense Pythagorean devotion to mathematics and the subsequentintense Pythagorean devotion to mathematics and the subsequentdevelopment of this science by Greek scientists. Pythagoras taughtdevelopment of this science by Greek scientists. Pythagoras taughtthat number is the fundamental part of the world’s framework.that number is the fundamental part of the world’s framework.According to his theory that the dominant note of the universe areAccording to his theory that the dominant note of the universe areproportion, order, and harmony. All three are expressible byproportion, order, and harmony. All three are expressible bynumerical relations. Pythagoreans thus considered that thenumerical relations. Pythagoreans thus considered that theuniverse’s essential character is number, but they went beyond thisuniverse’s essential character is number, but they went beyond thisby asserting that the world is made of numbers—a doctrine that isby asserting that the world is made of numbers—a doctrine that isthe core of Pythagoreanthe core of Pythagorean
    • 161161philosophy. In preaching this principle the Pythagoreans bothphilosophy. In preaching this principle the Pythagoreans bothpropounded several semi mystical speculations and discoveredpropounded several semi mystical speculations and discoveredmore scientific truths.more scientific truths.On the speculative side occurs the celebrated PythagoreanOn the speculative side occurs the celebrated Pythagoreantable of opposites, derived from their proposition that the universetable of opposites, derived from their proposition that the universeis composed of pairs of contradictories. The pairs are 10 inis composed of pairs of contradictories. The pairs are 10 innumber: (1) limited and unlimited; (2) odd and even; (3) one andnumber: (1) limited and unlimited; (2) odd and even; (3) one andmany; (4) right and left; (5) masculine and feminine; (6) rest andmany; (4) right and left; (5) masculine and feminine; (6) rest andmotion; (7) straight and crooked; (8) light and darkness; (9) goodmotion; (7) straight and crooked; (8) light and darkness; (9) goodand evil; (10) square and oblong. Though this theory may not be soand evil; (10) square and oblong. Though this theory may not be sofantastic as it appears, the Pythagorean development of numbersfantastic as it appears, the Pythagorean development of numberswas quite arbitrary in the following proposition. The number 1 is thewas quite arbitrary in the following proposition. The number 1 is thepoint, 2 is the line, 3 is the plane, 4 is the solid, 5 is physicalpoint, 2 is the line, 3 is the plane, 4 is the solid, 5 is physicalqualities, 6 is animation, 7 is intelligence and health, 8 is love,qualities, 6 is animation, 7 is intelligence and health, 8 is love,friendship, wisdom. Identification of different numbers with differentfriendship, wisdom. Identification of different numbers with differentthings exemplifies no principle. The Pythagoreans themselvesthings exemplifies no principle. The Pythagoreans themselvesdisagreed on what number should be assigned to what things.disagreed on what number should be assigned to what things.Thus, since justice is that which returns equal for equal, the onlyThus, since justice is that which returns equal for equal, the onlynumbers which do this are square numbers; thus 4 equals 2 into 2numbers which do this are square numbers; thus 4 equals 2 into 2
    • 162162for equal; thus 4 must be justice. But since 9 is equally square of 3,for equal; thus 4 must be justice. But since 9 is equally square of 3,9 also can represent justice. Such speculation seems sterile, save9 also can represent justice. Such speculation seems sterile, saveto numerologists.to numerologists.Among the Pythagorean achievements in science were:Among the Pythagorean achievements in science were:(1) The Pythagorean theorem, reliably reported to have(1) The Pythagorean theorem, reliably reported to havebeen discovered by Pythagoras, to whose speculation was owedbeen discovered by Pythagoras, to whose speculation was owedalso, quite probably, most of the first book of Euclid’salso, quite probably, most of the first book of Euclid’s StoicheaiaStoicheaia(Elements)(Elements) on geometry.on geometry.(2) By 500 BC the earth sphericity was proclaimed by(2) By 500 BC the earth sphericity was proclaimed byPythagoreans, who were among the first, if not the first, to teach it.Pythagoreans, who were among the first, if not the first, to teach it.(3) Hippasus (fl. 450 BC) discovered incommensurability(3) Hippasus (fl. 450 BC) discovered incommensurabilityand elaborated a theory of proportions applicable toand elaborated a theory of proportions applicable toincommensurables.incommensurables.(4) By 400 BC the Pythagoreans taught the theory that the(4) By 400 BC the Pythagoreans taught the theory that theearth, sun, and moon, planets, and fixed stars revolve around aearth, sun, and moon, planets, and fixed stars revolve around acentral fire—a denial of the earlier and later geocentric view of thecentral fire—a denial of the earlier and later geocentric view of theuniverse and an anticipation of Nicolaus Copernicus’ heliocentricuniverse and an anticipation of Nicolaus Copernicus’ heliocentrichypothesis announced in 1543. From this theory theyhypothesis announced in 1543. From this theory they
    • 163163developed the doctrine of the music of the spheres, which lasteddeveloped the doctrine of the music of the spheres, which lastedinto modern times.into modern times.(5) Archytas of Tarentum (fl. 360 BC) developed a very(5) Archytas of Tarentum (fl. 360 BC) developed a veryadvanced theory of acoustics and founded mechanics.advanced theory of acoustics and founded mechanics.(6) At an undetermined date Pythagoreans developed the theory(6) At an undetermined date Pythagoreans developed the theoryof mathematical “means” and they also invented the theory ofof mathematical “means” and they also invented the theory ofpolygonal numbers.polygonal numbers.Pythagorean ethics consisted in ascetics practice. HappinessPythagorean ethics consisted in ascetics practice. Happinesswas the perfection of the soul’s virtue, which was a kind ofwas the perfection of the soul’s virtue, which was a kind ofharmony. The process of purification of the soul was accomplishedharmony. The process of purification of the soul was accomplishedby metemorsychosis, the transmigration of the soul, a theoryby metemorsychosis, the transmigration of the soul, a theoryimported by Pythagoreans from the Orient and one of their mostimported by Pythagoreans from the Orient and one of their mostcharacteristic dogmas.characteristic dogmas.
    • 164164Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: BilanganPra-Sokrates: BilanganHarmoniHarmoni• Pythagoras menemukan bahwa nada dapat dinyatakanPythagoras menemukan bahwa nada dapat dinyatakandengan rasio panjang kawat yang menghasilkan nada (1 :dengan rasio panjang kawat yang menghasilkan nada (1 :¾ : 2/3 : ½ ) atau (12 : 9 : 8: 6)¾ : 2/3 : ½ ) atau (12 : 9 : 8: 6)• oktaf (diaspason) 12 : 6; fourth (diatessaron) 8 : 6; fifthoktaf (diaspason) 12 : 6; fourth (diatessaron) 8 : 6; fifth(diapente) 12 : 8(diapente) 12 : 8• Rasio ini dinamakan harmoniRasio ini dinamakan harmoni• Menurut mereka, jarak benda langit ke bumi juga memilikiMenurut mereka, jarak benda langit ke bumi juga memilikirasio harmonis (music of the sphere)rasio harmonis (music of the sphere)• Menurut mereka, tubuh manusia sehat memiliki tone yangMenurut mereka, tubuh manusia sehat memiliki tone yangharmonis; sakit berarti tone tidak harmonis lagi, diobati denganharmonis; sakit berarti tone tidak harmonis lagi, diobati dengantonikumtonikum
    • 165165Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: BilanganPra-Sokrates: BilanganArti BilanganArti Bilangan1 = titik; penalaran1 = titik; penalaran2 = garis; pendapat2 = garis; pendapat3 = bidang3 = bidang4 = bentuk ruang; keadilan4 = bentuk ruang; keadilan5 = kualitas fisik; perkawinan5 = kualitas fisik; perkawinan6 = animasi; semangat6 = animasi; semangat7 = inteligensi; kesehatan7 = inteligensi; kesehatan8 = cinta; persahabatan; kearifan8 = cinta; persahabatan; kearifan9 = keadilan9 = keadilanGenap GanjilGenap Ganjil• Bilangan genap (artios) tidak disukai karena mudahBilangan genap (artios) tidak disukai karena mudahterbagi/pecahterbagi/pecah
    • 166166Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: BilanganPra-Sokrates: BilanganBilangan 10Bilangan 10Bilangan 10 adalah ideal karena 1 + 2 + 3 +4 = 10Bilangan 10 adalah ideal karena 1 + 2 + 3 +4 = 10Ada 10 pasang lawananAda 10 pasang lawanan terbatas lawan tak terbatasterbatas lawan tak terbatas ganjil lawan genapganjil lawan genap satu lawan banyaksatu lawan banyak kanan lawan kirikanan lawan kiri lelaki lawan perempuanlelaki lawan perempuan diam lawan gerakdiam lawan gerak lurus lawan bengkoklurus lawan bengkok terang lawan gelapterang lawan gelap baik lawan jahatbaik lawan jahat bujur sangkar lawan lonjongbujur sangkar lawan lonjong
    • 167167Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: BilanganPra-Sokrates: BilanganBilangan dan GambarBilangan dan Gambar• Bilangan bulat = bilangan segi tigaBilangan bulat = bilangan segi tiga• Bilangan ganjil = bilangan bujur sangkarBilangan ganjil = bilangan bujur sangkar• Bilangan genap = bilangan persegi panjangBilangan genap = bilangan persegi panjang• Bilangan segi limaBilangan segi lima• Bilangan kubikBilangan kubikNumber and FigureNumber and Figure• Di dalam bahasa Inggris figure dapat diartikan number atauDi dalam bahasa Inggris figure dapat diartikan number ataubilangan; rupanya dari sinibilangan; rupanya dari siniBilangan IrasionalBilangan Irasional• BilanganBilangan √√2,2, √√3 membingungkan perguruan ini karena tidak3 membingungkan perguruan ini karena tidak
    • 168168Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: BilanganPra-Sokrates: Bilangan
    • 169169THE SQUARE ROOT OF TWOTHE SQUARE ROOT OF TWOThe square root of 2, which was the first irrational to beThe square root of 2, which was the first irrational to bediscovered, was known to the early Pythagoreans, and ingeniousdiscovered, was known to the early Pythagoreans, and ingeniousmethods of approximating to its value was discovered. The bestmethods of approximating to its value was discovered. The bestwas as follows: Form two columns of numbers, which we will callwas as follows: Form two columns of numbers, which we will callthethe aa’s and the’s and the bb’s; each starts with 1. The next’s; each starts with 1. The next aa, at each stage, is, at each stage, isformed by adding the lastformed by adding the last aa andand bb already obtained; the nextalready obtained; the next bb isisformed by adding twice the previousformed by adding twice the previous aa to the previousto the previous bb. The first 6. The first 6pairs so obtained are (1,1), (2,3), (5,7), (12,17), (29,41), (70,99). Inpairs so obtained are (1,1), (2,3), (5,7), (12,17), (29,41), (70,99). Ineach pair, 2a2each pair, 2a2−−bb22is 1 oris 1 or −−1. Thus1. Thus b/ab/a is nearly the square root ofis nearly the square root oftwo, and at each fresh step it gets nearer. For instance, the readertwo, and at each fresh step it gets nearer. For instance, the readermay satisfy himself that the square of 99/70 is very nearly equal tomay satisfy himself that the square of 99/70 is very nearly equal to2. [from Bertrand Russell,2. [from Bertrand Russell, History of Western PhilosophyHistory of Western Philosophy]](a, b), (a’, b’), …(a, b), (a’, b’), …a’ = a + ba’ = a + bb’ = 2a +bb’ = 2a +b ππ = b/a= b/a
    • 170170Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: BilanganPra-Sokrates: BilanganSifat BilanganSifat BilanganBilangan sempurnaBilangan sempurna jumlah faktor = bilanganjumlah faktor = bilangan mis. 1 + 2 + 3 = 6mis. 1 + 2 + 3 = 6 1 + 2 + 4 + 7 + 14 = 281 + 2 + 4 + 7 + 14 = 28Bilangan berkekuranganBilangan berkekurangan jumlah faktor < bilanganjumlah faktor < bilangan mis. 1 + 2 + 4 < 8mis. 1 + 2 + 4 < 8Bilangan berlimpahanBilangan berlimpahan jumlah faktor > bilanganjumlah faktor > bilangan mis. 1 + 2 + 3 + 4 + 6 > 12mis. 1 + 2 + 3 + 4 + 6 > 12Bilangan bersahabatBilangan bersahabat jumlah faktor bilangan = bilangan sahabatnyajumlah faktor bilangan = bilangan sahabatnya mis. 1+2+4+5+10+11+20+22+44+55+110=284mis. 1+2+4+5+10+11+20+22+44+55+110=284
    • 171171Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPra-Sokrates: ProtagorasPra-Sokrates: ProtagorasProtagoras (c. 500 sM)Protagoras (c. 500 sM)• Menyatakan dirinya sebagai sophistMenyatakan dirinya sebagai sophist• Tidak mendirikan perguruan, menerima bayaran dari jasaTidak mendirikan perguruan, menerima bayaran dari jasamengajarmengajarUkuranUkuran• Menurut Protagoras, manusia adalah ukuran dari semuaMenurut Protagoras, manusia adalah ukuran dari semuabenda, tentang benda yang ada dan tentang benda yang tidakbenda, tentang benda yang ada dan tentang benda yang tidakadaada• Akibatnya, menurut orang yang satu, benda adalah seperti ini,Akibatnya, menurut orang yang satu, benda adalah seperti ini,tetapi menurut orang yang lain, bisa lain lagitetapi menurut orang yang lain, bisa lain lagiBaik dan benarBaik dan benar• Sesuatu bisa lebih baik tetapi belum tentu lebih benarSesuatu bisa lebih baik tetapi belum tentu lebih benar
    • 172172Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoSokratesSokratesPerguruanPerguruan• Sokrates adalah guru dari PlatoSokrates adalah guru dari Plato• Plato adalah guru dari AristotelesPlato adalah guru dari Aristoteles• Sokrates, Plato, Aristoteles adalah tiga ahli filsafat yangSokrates, Plato, Aristoteles adalah tiga ahli filsafat yangterkenal dari zaman Yunani Kunoterkenal dari zaman Yunani Kuno• Setelah Aristoteles, Yunani ditaklukkan oleh Alexander, danSetelah Aristoteles, Yunani ditaklukkan oleh Alexander, danmengalami kemunduranmengalami kemunduranKegiatan Sokrates (± 470 sM - 399 sM)Kegiatan Sokrates (± 470 sM - 399 sM)• Memiliki perguruanMemiliki perguruan• Tidak menulis buku; karyanya terdapat di dalam tulisan PlatoTidak menulis buku; karyanya terdapat di dalam tulisan Plato• Ikut dalam politik sehingga dihukum mati pada tahun 399 sMIkut dalam politik sehingga dihukum mati pada tahun 399 sM• Merintis metoda dialogMerintis metoda dialog• Filsafat moral dan hipotesisFilsafat moral dan hipotesis
    • 173173Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPlatoPlatoPerguruanPerguruan• Memberi pelajaran di taman Akademon di pinggir kotaMemberi pelajaran di taman Akademon di pinggir kotaAthenaAthena• Dikenal sebagai Perguruan Akademia (asal usul dari kataDikenal sebagai Perguruan Akademia (asal usul dari kataakademik) dari 387 sM sampai 529akademik) dari 387 sM sampai 529Perguruan AkademiaPerguruan Akademia• Akademia tua oleh Plato (387 sM), diteruskan olehAkademia tua oleh Plato (387 sM), diteruskan olehpengikutnya (dan kemanakan) Speusippus, Xenokrates daripengikutnya (dan kemanakan) Speusippus, Xenokrates dariKhalkedon, Polemon dari Athena, KratesKhalkedon, Polemon dari Athena, Krates• Akademia pertengahan diteruskan oleh Arkesilaus (316 -Akademia pertengahan diteruskan oleh Arkesilaus (316 -241 sM)241 sM)• Akademia baru oleh Kameades (214?sM - 129 sM)Akademia baru oleh Kameades (214?sM - 129 sM)• Dibubarkan oleh Kaisar Justinian pada tahun 529Dibubarkan oleh Kaisar Justinian pada tahun 529
    • 174174Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPlatoPlatoKegiatan Plato (± 427 sM - ± 347 sM)Kegiatan Plato (± 427 sM - ± 347 sM)• Meninggalkan banyak karya; paling terkenal adalahMeninggalkan banyak karya; paling terkenal adalah“Dialogue”“Dialogue”• Merintis teori bentuk (form, ide) yakni bentuk umumMerintis teori bentuk (form, ide) yakni bentuk umum(universal) dari sesuatu seperti kursi, biru, buku, pohon(universal) dari sesuatu seperti kursi, biru, buku, pohon• Diduga bahwa bentuk umum ini ada di dalam ide, makaDiduga bahwa bentuk umum ini ada di dalam ide, makadikenal juga sebagai idedikenal juga sebagai ide• Berkarya juga di bidang epistemologi, logika, etika, hukum,Berkarya juga di bidang epistemologi, logika, etika, hukum,metoda dialektika (dialog)metoda dialektika (dialog)Paham tentang PengetahuanPaham tentang Pengetahuan• Menganut paham tunggal dari Parmenides, terutamaMenganut paham tunggal dari Parmenides, terutamatentang ketidakubahan pengetahuantentang ketidakubahan pengetahuan• Benda berubah tetapi bentuk tidak berubah; pengetahuanBenda berubah tetapi bentuk tidak berubah; pengetahuanharus melalui bentuk atau ide yang tidak berubahharus melalui bentuk atau ide yang tidak berubah
    • 175175Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoAristotelesAristotelesPerguruanPerguruan• Memberi pelajaran sambil berjalan-jalan (peripatetik) diMemberi pelajaran sambil berjalan-jalan (peripatetik) ditaman Lyceumtaman Lyceum• Dikenal sebagai Perguruan LyceumDikenal sebagai Perguruan Lyceum• Karena mengajar sambil berjalan-jalan, anggota perguruanKarena mengajar sambil berjalan-jalan, anggota perguruanini dikenal sebagai Peripatetikini dikenal sebagai Peripatetik• Pernah memberi pelajaran kepada anak Raja yangPernah memberi pelajaran kepada anak Raja yangkemudian menjadi Alexander Agungkemudian menjadi Alexander AgungKegiatan Aristoteles (384 sM - 322 sM)Kegiatan Aristoteles (384 sM - 322 sM)• Meninggalkan banyak sekali karyaMeninggalkan banyak sekali karya• Merintis logika, terutama silogismeMerintis logika, terutama silogisme• Merintis kategori: substansi, kuantitas, kualitas, relasi,Merintis kategori: substansi, kuantitas, kualitas, relasi,tempat, waktu, posisi, status, aksi, kepasifan (terkena aksi)tempat, waktu, posisi, status, aksi, kepasifan (terkena aksi)
    • 176176Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoAristotelesAristotelesKegiatan IlmiahKegiatan Ilmiah• Sebagai anak dokter, ia banyak menelaah alam terutamaSebagai anak dokter, ia banyak menelaah alam terutamabiologi dan psikologibiologi dan psikologi• Tidak sepaham dengan Plato tentang bentuk (ide); PlatoTidak sepaham dengan Plato tentang bentuk (ide); Platobentuk sebelum materi, Aristotles bentuk di dalam materibentuk sebelum materi, Aristotles bentuk di dalam materiBidang Karya AristotelesBidang Karya Aristoteles• Dari karya yang masih dapat ditemukan, karya AristotelesDari karya yang masih dapat ditemukan, karya Aristotelesdapat dikelompokkan ke dalam beberapa bidangdapat dikelompokkan ke dalam beberapa bidang• Filsafat teoretik atau spekulatif (teologi, fisik, metafisika,Filsafat teoretik atau spekulatif (teologi, fisik, metafisika,biopsikologi)biopsikologi)• Filsafat Praktis (etika dan ilmu politik)Filsafat Praktis (etika dan ilmu politik)• Filsafat Produktif (retorika, estetika, kritik sastra)Filsafat Produktif (retorika, estetika, kritik sastra)
    • 177177Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoAristotelesAristotelesKarya AristotelesKarya AristotelesLogika di dalam OrganonLogika di dalam Organon kategori, tentang interpretasi, prior analyticskategori, tentang interpretasi, prior analytics posterior analytics, topik, sophistical refutationsposterior analytics, topik, sophistical refutationsFilsafat AlamFilsafat Alam tentang langit (meteorologi)tentang langit (meteorologi) fisika (materi dan bentuk atau form)fisika (materi dan bentuk atau form) tentang unsur (tanah, air, udara, api)tentang unsur (tanah, air, udara, api) astronomi, geografi, kimia, biologiastronomi, geografi, kimia, biologiPsikologiPsikologi raga dan jiwa (materi dan bentuk)raga dan jiwa (materi dan bentuk) pikiranpikiranMetafisikaMetafisikaEtika dan PolitikEtika dan Politik
    • 178178CATEGORYCATEGORYCategory, in logic, a term used to denote the several mostCategory, in logic, a term used to denote the several mostgeneral or highest types of thought forms of entities, or to denotegeneral or highest types of thought forms of entities, or to denoteany distinction such that, if a form or entity belonging to oneany distinction such that, if a form or entity belonging to onecategory is substituted into a statement in place of one belongingcategory is substituted into a statement in place of one belongingto another a nonsensical assertion must result.to another a nonsensical assertion must result.The term was used by Aristotle to denote a predicate type;The term was used by Aristotle to denote a predicate type; i.e.,i.e.,the many things that may be said (or predicated) of a given subjectthe many things that may be said (or predicated) of a given subjectfall into classes—such as quantities, substances, relations, andfall into classes—such as quantities, substances, relations, andstates—which Aristotle called categories. To the Greeks, thestates—which Aristotle called categories. To the Greeks, theclarification of predicate categories helped resolve questions thatclarification of predicate categories helped resolve questions thatseemed to be paradoxes. In the course of a year or so, forseemed to be paradoxes. In the course of a year or so, forexample, Socrates could cease to be taller and come to be shorterexample, Socrates could cease to be taller and come to be shorterthan Alcibiades; so he is not now what he was at an earlier date.than Alcibiades; so he is not now what he was at an earlier date.Yet he does not cease to be human being. One may wonder howYet he does not cease to be human being. One may wonder howhe can not be what he used to be (taller) and still be what he usedhe can not be what he used to be (taller) and still be what he usedto be (a human being). The answer is that the categories areto be (a human being). The answer is that the categories aredifferent: a change of relation is not a change of substance.different: a change of relation is not a change of substance.Though the Stoics, philosophers of ancient Greece, hadThough the Stoics, philosophers of ancient Greece, hadrecognized only 4 “most generic” notions, Aristotle’s 10 categoriesrecognized only 4 “most generic” notions, Aristotle’s 10 categorieswere treated throughout thewere treated throughout the
    • 179179Middle Ages as though they were definitive. In a commentary on Aristotle’sMiddle Ages as though they were definitive. In a commentary on Aristotle’sCategoriaeCategoriae ((CategoriesCategories), the Neoplatonist Prophyry set the stage for the), the Neoplatonist Prophyry set the stage for theentire medieval controversy over universals, or general abstract terms (entire medieval controversy over universals, or general abstract terms (seeseeNominalism), and he thus posed the issues that any theory of categoriesNominalism), and he thus posed the issues that any theory of categoriesmust resolve.must resolve.In the 18In the 18ththcentury Immanuel Kant revived the term category tocentury Immanuel Kant revived the term category todesignate the different types of judgments or ways in which logicaldesignate the different types of judgments or ways in which logicalpropositions function. It should thus be clear that, whereas Kant retainedpropositions function. It should thus be clear that, whereas Kant retainedthe Aristotelian term “category” and even some of the subterms, such asthe Aristotelian term “category” and even some of the subterms, such as“quality,” “quantity,” and “relation,” his distinctions were different from those“quality,” “quantity,” and “relation,” his distinctions were different from thoseof Aristotle. For Aristotle, for example, “quality” referred to such predicatesof Aristotle. For Aristotle, for example, “quality” referred to such predicatesas “white” or “sweet,” whereas for Kant it designated the distinctionas “white” or “sweet,” whereas for Kant it designated the distinctionbetween affirmative and negative.between affirmative and negative.After Kant, G.W.F Hegel arranged many categories in a dialecticalAfter Kant, G.W.F Hegel arranged many categories in a dialecticalstructure of ascending triads and thus initiated the modern tendency tostructure of ascending triads and thus initiated the modern tendency toregard them as many and as comprising the basic principles of a logicalregard them as many and as comprising the basic principles of a logicaland/or metaphysical system; thus, for Hegel the categories encompassedand/or metaphysical system; thus, for Hegel the categories encompassedboth form and content. Early in the 20both form and content. Early in the 20ththcentury, Bertrand Russell, facedcentury, Bertrand Russell, facedwith a “contradiction” in the foundations of mathematics, developed thewith a “contradiction” in the foundations of mathematics, developed thetheory of types, which distinguished different levels of language and heldtheory of types, which distinguished different levels of language and heldthat the levels should not be intermixed .that the levels should not be intermixed .Meanwhile, Charles Sanders Peirce, an American logician andMeanwhile, Charles Sanders Peirce, an American logician andPragmatist, arguing from Kant’s categories, proposed aPragmatist, arguing from Kant’s categories, proposed a
    • 180180reduced list of categories. He defended the view that there can bereduced list of categories. He defended the view that there can bethree and only three types of predicates: “firstness,” that of “purethree and only three types of predicates: “firstness,” that of “purepossibility”; “secondness,” that of “actual existence”; andpossibility”; “secondness,” that of “actual existence”; and“thirdness,” that of “real generality.” Clearly, if universals belong to“thirdness,” that of “real generality.” Clearly, if universals belong tothe category of thirdness, then the Nominalist, who urges thatthe category of thirdness, then the Nominalist, who urges thatuniversals have no existence (the secondness category) isuniversals have no existence (the secondness category) isconfusing categories and, by the definition of “category,” is makingconfusing categories and, by the definition of “category,” is makinga nonsensical statement. Such misjudgments, made famous asa nonsensical statement. Such misjudgments, made famous as“category-mistakes” by Gilbert Ryle, a mind 20“category-mistakes” by Gilbert Ryle, a mind 20thth-century Oxford-century OxfordAnalytical philosopher, have played an important role in recentAnalytical philosopher, have played an important role in recentlinguistic philosophy, which, with the proliferation of categories, haslinguistic philosophy, which, with the proliferation of categories, hasapplied this critique, with powerful therapeutic effect, toapplied this critique, with powerful therapeutic effect, tophilosophical discourse.philosophical discourse.Stanislaw Lesniewski (1886-1939), a Polish logician, and RudolfStanislaw Lesniewski (1886-1939), a Polish logician, and RudolfCarnap (1891-1970), a German-American semanticist,Carnap (1891-1970), a German-American semanticist,distinguished between syntactical categories (dealing with thedistinguished between syntactical categories (dealing with theinterrelations of concepts) and semantical categories (dealing withinterrelations of concepts) and semantical categories (dealing withconcepts and referents). Distinctions akin to those of Aristotle areconcepts and referents). Distinctions akin to those of Aristotle arethus apt to be described today as semantical, as distinctionsthus apt to be described today as semantical, as distinctionsbetween kinds and modes of significance rather than kinds ofbetween kinds and modes of significance rather than kinds oflinguistic expressions or of things or happenings. P.F. Strawson,linguistic expressions or of things or happenings. P.F. Strawson,another Oxford philosopher, discussed the implications of categoryanother Oxford philosopher, discussed the implications of category
    • 181181Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoAristotelesAristotelesMetoda Induksi dan DeduksiMetoda Induksi dan Deduksi• Dari AristotelesDari Aristoteles• Induksi: dari observasi ke penjelasan (teori)Induksi: dari observasi ke penjelasan (teori)• Deduksi: dari teori ke konklusi sesuatuDeduksi: dari teori ke konklusi sesuatuSebabSebab• Ada material cause (bahan pembuat)Ada material cause (bahan pembuat)• Ada formal cause (bentuk buatan)Ada formal cause (bentuk buatan)• Ada efficient cause (pengerjaan pembuatan)Ada efficient cause (pengerjaan pembuatan)• Ada final cause (niatan pembuatan)Ada final cause (niatan pembuatan)
    • 182182CAUSECAUSECause, in the philosophy of Aristotle, is a special generic termCause, in the philosophy of Aristotle, is a special generic termreferring to the four principles through which one arrives atreferring to the four principles through which one arrives atknowledge of any entity. In distinguishing between the material,knowledge of any entity. In distinguishing between the material,formal, efficient, and final causes of a substance, Aristotleformal, efficient, and final causes of a substance, Aristotleattempted to take into account everything necessary to produce it.attempted to take into account everything necessary to produce it.Background. The theories of the pre-Socratic philosophersBackground. The theories of the pre-Socratic philosopherspostulated the elements from which all things were formed: earth,postulated the elements from which all things were formed: earth,air, fire, and water. This view corresponds somewhat to Aristotle’sair, fire, and water. This view corresponds somewhat to Aristotle’sconcept of a material cause; however, it was too limited to accountconcept of a material cause; however, it was too limited to accountfor an ordered cosmos and its intelligibility.for an ordered cosmos and its intelligibility.Plato’s concept of the causes of things in part resemblesPlato’s concept of the causes of things in part resemblesAristotle’s formal cause. Plato made the mistake of treating theAristotle’s formal cause. Plato made the mistake of treating theessences of entities (the Platonic Forms or Ideas) as though theyessences of entities (the Platonic Forms or Ideas) as though theywere substances in their own right.were substances in their own right.The Four Causes. Aristotle found unacceptable Plato’s view thatThe Four Causes. Aristotle found unacceptable Plato’s view thatthe essence of entities reside in a separate realm of Forms. Hethe essence of entities reside in a separate realm of Forms. Heattempted to describe the existence of all things in terms of theattempted to describe the existence of all things in terms of thethings themselves, without postulating a special metaphysicalthings themselves, without postulating a special metaphysicalrealm. According to Aristotelian analysis, all material thingsrealm. According to Aristotelian analysis, all material things(sensible substances) are composed of matter and form. Matter, or(sensible substances) are composed of matter and form. Matter, or
    • 183183of which a thing is made—brick is the material cause of a house. Itof which a thing is made—brick is the material cause of a house. Itis important to note here that “matter” is a relative term for Aristotle;is important to note here that “matter” is a relative term for Aristotle;by it he means the materials of a thing relative to the structure thatby it he means the materials of a thing relative to the structure thatholds them together. Thus, the elements are the material cause ofholds them together. Thus, the elements are the material cause oforgans; tissues are the material cause of the living body.organs; tissues are the material cause of the living body.The form of an entity, either its “shape” or its structural plan, isThe form of an entity, either its “shape” or its structural plan, isitsits formal causeformal cause. The blueprint, or the actual structure of a house,. The blueprint, or the actual structure of a house,are the formal causes of the house. The formal and materialare the formal causes of the house. The formal and materialcauses are generally inseparable for Aristotle—each requires thecauses are generally inseparable for Aristotle—each requires theother.other.Although each individual entity is a composite of matter andAlthough each individual entity is a composite of matter andform, these two categories do not sufficiently account for whyform, these two categories do not sufficiently account for whythings are what they are. There must be an agent or force thatthings are what they are. There must be an agent or force thatimposes the form on the matter. That something is Aristotle’simposes the form on the matter. That something is Aristotle’ssufficient causesufficient cause, the, the vis a tergovis a tergo, or “push from behind.” The builder, or “push from behind.” The builderof a house (or the builder in the act of building) is the efficientof a house (or the builder in the act of building) is the efficientcause of the house. This cause most closely corresponds to thecause of the house. This cause most closely corresponds to theordinary meaning of “cause” today.ordinary meaning of “cause” today.Just as the “push from behind” pushes the substanceJust as the “push from behind” pushes the substance
    • 184184to change in a specific direction, that direction is predetermined byto change in a specific direction, that direction is predetermined bythethe vis a frontevis a fronte, or “pull from the front”: the entelechy, or, or “pull from the front”: the entelechy, or finalfinalcause.cause. This cause is the end, purpose, or goal at which theThis cause is the end, purpose, or goal at which theprocess of change aims and terminates. The final cause of a houseprocess of change aims and terminates. The final cause of a housemight be “being comfortable to live in.”might be “being comfortable to live in.”Present-Day Implications. The Aristotelian account of causationPresent-Day Implications. The Aristotelian account of causationis not generally used in modern analysis of cause, which isis not generally used in modern analysis of cause, which isinterested in clarifying statements concerning cause in ordinaryinterested in clarifying statements concerning cause in ordinaryand scientific discourse. However, the subject of final causesand scientific discourse. However, the subject of final causes(teleological explanation) is still vigorously discussed, particularly in(teleological explanation) is still vigorously discussed, particularly inthe life and social sciences.the life and social sciences.
    • 185185Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoAristotelesAristotelesAristoteles tentang AlamAristoteles tentang Alam• Alam di bawah bulan (sublunar) terdiri atas tanah (berat), air,Alam di bawah bulan (sublunar) terdiri atas tanah (berat), air,udara, dan api (ringan). Alam di atas bulan terbuat dari unsurudara, dan api (ringan). Alam di atas bulan terbuat dari unsurkelima (quintessential) yang sempurnakelima (quintessential) yang sempurna• Gerakan di bawah bulan adalah lurus; gerakan di atas bulanGerakan di bawah bulan adalah lurus; gerakan di atas bulanadalah melingkaradalah melingkar• Penggerak di alam adalah benda langit dan angin serta hewanPenggerak di alam adalah benda langit dan angin serta hewandan manusiadan manusia• Pertumbuhan terjadi karena adalah prinsip internal yangPertumbuhan terjadi karena adalah prinsip internal yangmerupakan potensimerupakan potensi• Tidak mungkin ada hampaTidak mungkin ada hampa• Pandangan Aristoteles diadopsi oleh katedral sehingga sukarPandangan Aristoteles diadopsi oleh katedral sehingga sukardibantah. Ketika dibantah oleh ilmuwan zaman kebangkitan,dibantah. Ketika dibantah oleh ilmuwan zaman kebangkitan,terjadi kontradiksiterjadi kontradiksi
    • 186186Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPasca-AristotelesPasca-Aristoteles Zaman Pasca-ArsitotelesZaman Pasca-Arsitoteles• Yunani Kuno dikuasai oleh Alexander Agung danYunani Kuno dikuasai oleh Alexander Agung danmengalami kemunduran, serta terus mundur pada masamengalami kemunduran, serta terus mundur pada masapasca-Alexander Agungpasca-Alexander Agung• Ada empat paham dogmatis pada zaman itu, Stoik,Ada empat paham dogmatis pada zaman itu, Stoik,Epikurus, Skeptik, CynicsEpikurus, Skeptik, CynicsPaham StoikPaham Stoik• Dasar kebahagiaan adalah hidup dalam kecocokan denganDasar kebahagiaan adalah hidup dalam kecocokan dengandiri sendiri (kemudian dengan alam)diri sendiri (kemudian dengan alam)• Kebaikan sejati adalah kebajikan dan bukan harta; dasarKebaikan sejati adalah kebajikan dan bukan harta; dasarkebajikan adalah kontrol dirikebajikan adalah kontrol diriPaham EpikurusPaham Epikurus
    • 187187Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPengetahuan Matematika dan AlamPengetahuan Matematika dan AlamMatematikaMatematika• Matematika cukup maju melalui tokoh seperti Euclides,Matematika cukup maju melalui tokoh seperti Euclides,Eratosthenes, Pythagoras, ApolloniusEratosthenes, Pythagoras, ApolloniusPengobatanPengobatan• Tokoh terkenal di bidang pengobatan mencakup Hippocrates,Tokoh terkenal di bidang pengobatan mencakup Hippocrates,Galen (zaman Romawi)Galen (zaman Romawi)FisikaFisika• Tokoh terkenal di bidang fisika mencakup Archimedes (gayaTokoh terkenal di bidang fisika mencakup Archimedes (gayatimbul, pengungkit, katrol)timbul, pengungkit, katrol)AtronomiAtronomi
    • 188188Zaman Yunani KunoZaman Yunani KunoPendidikanPendidikanPendidikan SophistPendidikan Sophist• Pendidikan tinggi (belum ada universsitas) berlangsung tanpaPendidikan tinggi (belum ada universsitas) berlangsung tanpaperguruan dengan para sophist sebagai guruperguruan dengan para sophist sebagai guruPerguruan PhilosopherPerguruan Philosopher• Para philosopher seperti Sokrates, Plato, dan AristotelesPara philosopher seperti Sokrates, Plato, dan Aristotelessebagai guru; mereka membentuk perguruansebagai guru; mereka membentuk perguruanPendidikan AnakPendidikan Anak• Anak belajar pada waktu senggangAnak belajar pada waktu senggang• Dalam bahasa Yunani, waktu senggang adalah “skhole,” danDalam bahasa Yunani, waktu senggang adalah “skhole,” dandaripadanya lahir kata sekolahdaripadanya lahir kata sekolah• Guru adalah paidagogos yakni budak tua yang sudahGuru adalah paidagogos yakni budak tua yang sudahberpengalaman dan dipercayaberpengalaman dan dipercaya
    • 189189Zaman RomawiZaman RomawiAbad ke-1 sM - Abad ke-5Abad ke-1 sM - Abad ke-5Karateristik ZamanKarateristik Zaman• Romawi menjadi besar pada abad ke-1 sM denganRomawi menjadi besar pada abad ke-1 sM denganmenaklukkan Yunani, Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utaramenaklukkan Yunani, Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara• Tokoh terkenal: Julius Ceaser, Augustus CeaserTokoh terkenal: Julius Ceaser, Augustus Ceaser• Lebih tertarik kepada peperangan, memerintah, hukum,Lebih tertarik kepada peperangan, memerintah, hukum,daripada kepada filsafatdaripada kepada filsafat• Membiarkan filsafat diteruskan oleh orang Yunani, sehinggaMembiarkan filsafat diteruskan oleh orang Yunani, sehinggaperguruan Akademia dapat terus hidupperguruan Akademia dapat terus hidup• Mula-mula bukan nasrani, tetapi kemudian menjadi nasraniMula-mula bukan nasrani, tetapi kemudian menjadi nasrani(di mulai dari Romawi Timur)(di mulai dari Romawi Timur)• Dengan alasan bukan nasrani, Perguruan Akademia ditutupDengan alasan bukan nasrani, Perguruan Akademia ditutupoleh Kaisar Justinian pada tahun 529oleh Kaisar Justinian pada tahun 529
    • 190190Zaman RomawiZaman RomawiAbad ke-1 sM - Abad ke-5Abad ke-1 sM - Abad ke-5Runtuhnya RomawiRuntuhnya Romawi• Romawi diserang oleh Goth dari Utara serta oleh VandalsRomawi diserang oleh Goth dari Utara serta oleh Vandals• Pada akhir abad ke-4, Romawi pecah menjadi Romawi BaratPada akhir abad ke-4, Romawi pecah menjadi Romawi Barat(di Roma) dan Romawi Timur (di Konstantinopel)(di Roma) dan Romawi Timur (di Konstantinopel)• Romawi Barat runtuh pada abad ke-5Romawi Barat runtuh pada abad ke-5• Romawi Timur dapat bertahan sampai tahun 1475 namunRomawi Timur dapat bertahan sampai tahun 1475 namunmereka lebih dikenal sebagai Byzantium daripada sebagaimereka lebih dikenal sebagai Byzantium daripada sebagaiRomawiRomawi• Di sini, Zaman Romawi diakhiri dengan runtuhnya RomawiDi sini, Zaman Romawi diakhiri dengan runtuhnya RomawiBaratBarat• Dengan demikian, Zaman Romawi adalah dari abad ke-1 sMDengan demikian, Zaman Romawi adalah dari abad ke-1 sMsampai abad ke-5sampai abad ke-5
    • 191191Zaman RomawiZaman RomawiFilsafat dan IlmuFilsafat dan IlmuFilsafatFilsafat• Diteruskan oleh orang YunaniDiteruskan oleh orang Yunani• Mereka meneruskan filsafat dari zaman Yunani KunoMereka meneruskan filsafat dari zaman Yunani Kuno• Mereka dikenal sebagai Neo-Pythagoras, Neo-Plato, Neo-Mereka dikenal sebagai Neo-Pythagoras, Neo-Plato, Neo-AristotelesAristotelesAstronomiAstronomi• Pada waktu itu, Claudius Ptolemaeus mengemukakan pahamPada waktu itu, Claudius Ptolemaeus mengemukakan pahamgeosentris (benda langit beredar mengelilingi bumi)geosentris (benda langit beredar mengelilingi bumi)• Asumsi ini cocok dengan anggapan bahwa manusia adalahAsumsi ini cocok dengan anggapan bahwa manusia adalahpusat alam dan dianut oleh katedral (gereja)pusat alam dan dianut oleh katedral (gereja)• Asumsi ini bertahan sampai Zaman KebangkitanAsumsi ini bertahan sampai Zaman Kebangkitan
    • 192192Zaman RomawiZaman RomawiFilsafat dan IlmuFilsafat dan IlmuKalenderKalender• Julius Ceaser menugaskan Sosigenes menstandarkanJulius Ceaser menugaskan Sosigenes menstandarkankalenderkalender• Sebelum menggunakan kalender baru, tahun terakhirSebelum menggunakan kalender baru, tahun terakhirberlangsung selama 445 hariberlangsung selama 445 hari• Kalender ini yang kita gunakan sekarang (pada abad ke-15Kalender ini yang kita gunakan sekarang (pada abad ke-15dikoreksi oleh Paus Gregorius) dengan mengurangi tiga haridikoreksi oleh Paus Gregorius) dengan mengurangi tiga haripada setiap empat abad; ketika diterapkan, terjadi lompatanpada setiap empat abad; ketika diterapkan, terjadi lompatan10 hari10 hariIlmuIlmu• Sebagian ilmu diteruskan oleh orang Yunani dan sebagianSebagian ilmu diteruskan oleh orang Yunani dan sebagianlagi oleh orang Romawilagi oleh orang Romawi• Tokoh terkenal pada waktu itu: Ptolemaeus (astronomi),Tokoh terkenal pada waktu itu: Ptolemaeus (astronomi),Sosigenes (astronomi), Galen, Celsus (medik), VitruviusSosigenes (astronomi), Galen, Celsus (medik), Vitruvius(arsitek), Diophantus, Pappus, Hypatia (matematika)(arsitek), Diophantus, Pappus, Hypatia (matematika)
    • 193193Zaman RomawiZaman RomawiKaryaKaryaKarya Zaman RomawiKarya Zaman Romawi• Banyak karya peninggalan zaman iniBanyak karya peninggalan zaman ini• Karya arsitektur melalui bangunan besar yang reruntuhannyaKarya arsitektur melalui bangunan besar yang reruntuhannyamasih tampak sampai sekarangmasih tampak sampai sekarang• Karya di bidang jalan untuk transportasi yang menghubungkanKarya di bidang jalan untuk transportasi yang menghubungkanbanyak daerahbanyak daerah• Karya akuadak di bidang penyaluran air ke kota RomaKarya akuadak di bidang penyaluran air ke kota Roma• Karya di bidang bahan (logam dan nonlogam)Karya di bidang bahan (logam dan nonlogam)Kegiatan di Luar IlmuKegiatan di Luar Ilmu• AstrologiAstrologi• AlkemiAlkemi• Tenung dan witchcraftTenung dan witchcraft
    • 194194Zaman RomawiZaman RomawiAlkemiAlkemiKemunculanKemunculan• Berkembang sekitar tahun 100 di Alexandria, MesirBerkembang sekitar tahun 100 di Alexandria, Mesir• Gabungan dari beberapa sumberGabungan dari beberapa sumber Filsafat Yunani KunoFilsafat Yunani Kuno Tukang MesirTukang Mesir Astrologi MesopotamiaAstrologi MesopotamiaFilsafat Yunani KunoFilsafat Yunani Kuno• Semua bahan terbuat dari kombinasi panas, dingin, kering,Semua bahan terbuat dari kombinasi panas, dingin, kering,dan basahdan basah• Kombinasi ini membentuk tanah (kering dingin), air (basahKombinasi ini membentuk tanah (kering dingin), air (basahdingin), udara (basah panas) dan api (kering panas)dingin), udara (basah panas) dan api (kering panas)• Benda lain terdiri atas kombinasi merekaBenda lain terdiri atas kombinasi mereka
    • 195195Zaman RomawiZaman RomawiAlkemiAlkemiPertukangan MesirPertukangan Mesir• Mereka mahir di dalam pembuatan logam dan bahan warnaMereka mahir di dalam pembuatan logam dan bahan warna• Mengetahui bahwa bahan dapat berubahMengetahui bahwa bahan dapat berubah• Bahan yang sempurna dan langka adalah emasBahan yang sempurna dan langka adalah emasAstrologi MesopotamiaAstrologi Mesopotamia• Logam berkaitan dengan planet (makrokosmos)Logam berkaitan dengan planet (makrokosmos)• Planet berkaitan dengan kehidupan manusia (mikrokosmos),Planet berkaitan dengan kehidupan manusia (mikrokosmos),hewan, dan tumbuhan yang bisa lahir, tumbuh, sakit, danhewan, dan tumbuhan yang bisa lahir, tumbuh, sakit, danmatimati• Logam dapat lahir, tumbuh, sakit, dan matiLogam dapat lahir, tumbuh, sakit, dan mati• Karena itu, logam dapat disempurnakanKarena itu, logam dapat disempurnakan• Emas adalah logam sempurnaEmas adalah logam sempurna
    • 196196Zaman RomawiZaman RomawiAlkemiAlkemiKegiatan AlkemiKegiatan Alkemi• Meramu berbagai bahan dengan harapan menghasilkanMeramu berbagai bahan dengan harapan menghasilkanemas dari bahan murahemas dari bahan murah• Membuat catatan yang dirahasiakan (emas tidak akanMembuat catatan yang dirahasiakan (emas tidak akanberharga lagi kalau rahasia membuatnya dari bahan murahberharga lagi kalau rahasia membuatnya dari bahan murahdiketahui orang lain)diketahui orang lain)Eksoterik dan EsoterikEksoterik dan Esoterik• Pada abad keempat, alkemi pecah menjadi kelompokPada abad keempat, alkemi pecah menjadi kelompokeksoterik dan esoterikeksoterik dan esoterik• Eksoterik terus meramu bahan di laboratorium merekaEksoterik terus meramu bahan di laboratorium mereka• Esoterik hanya menuliskannya dengan sandi rahasiaEsoterik hanya menuliskannya dengan sandi rahasia• Eksoterik melemah dan esoterik menguat sehingga alkemiEksoterik melemah dan esoterik menguat sehingga alkemipenuh dengan mistikpenuh dengan mistik
    • 197197Zaman GelapZaman GelapAbad ke-5 sampai Abad ke-10Abad ke-5 sampai Abad ke-10Karakteristik ZamanKarakteristik Zaman• Berlangsung setelah keruntuhan Romawi (Barat) pada abadBerlangsung setelah keruntuhan Romawi (Barat) pada abadke-5 karena serangan Goth dan Vandalke-5 karena serangan Goth dan Vandal• Penyerangan Goth dan Vandal berlangsung secaraPenyerangan Goth dan Vandal berlangsung secarabarbarismebarbarisme• Terjadi kemunduran di bidang ekonomi dan demofrafiTerjadi kemunduran di bidang ekonomi dan demofrafi• Terlalu sedikit dokumen yang ditemukan (survive) untukTerlalu sedikit dokumen yang ditemukan (survive) untukmenceriterakan keadaan pada waktu itu, sehingga munculmenceriterakan keadaan pada waktu itu, sehingga munculistilah Zaman Gelap (Dark Ages)istilah Zaman Gelap (Dark Ages)• Pada zaman itu, Arab bangkit dan memiliki pusatPada zaman itu, Arab bangkit dan memiliki pusatkecendekiaan di Baghdad (Sultan Harun Al-Rasyid) dan dikecendekiaan di Baghdad (Sultan Harun Al-Rasyid) dan diCordoba (Spanyol)Cordoba (Spanyol)
    • 198198Zaman GelapZaman GelapCendekiawan ArabCendekiawan ArabSultan Harun Al-RasyidSultan Harun Al-Rasyid• Mula-mula penguasa adalah kalifat Umayyad dan kemudianMula-mula penguasa adalah kalifat Umayyad dan kemudiandiganti oleh Kalifat Abbasiddiganti oleh Kalifat Abbasid• Kalifat Abbasid memindahkan pusat pemerintahan dariKalifat Abbasid memindahkan pusat pemerintahan dariDamaskus ke BaghdadDamaskus ke Baghdad• Kalifat Abbasid mencapai puncaknya pada Sultan Harun Al-Kalifat Abbasid mencapai puncaknya pada Sultan Harun Al-Rasyid yang mengumpulkan para cendekiawanRasyid yang mengumpulkan para cendekiawan• Para cendekiawan ini mempelajari ajaran Plato dan AristitolesPara cendekiawan ini mempelajari ajaran Plato dan Aristitolesserta ajaran dari India dan Cinaserta ajaran dari India dan CinaSetelah Sultan Harun Al-RasyidSetelah Sultan Harun Al-Rasyid• Kekuasaan kalifat terpecah-pecahKekuasaan kalifat terpecah-pecah• Setelah abad ke-12, tidak lagi muncul cendekiawan penerusSetelah abad ke-12, tidak lagi muncul cendekiawan penerus
    • 199199Zaman GelapZaman GelapCendekiawan ArabCendekiawan ArabCendekiawan ArabCendekiawan Arab• Arab bangkit setelah bangkitnya Islam pada abad ke-7Arab bangkit setelah bangkitnya Islam pada abad ke-7• Cendekiawan ini berpusat di Baghdad dan di CordobaCendekiawan ini berpusat di Baghdad dan di Cordoba• Mereka menerjemahkan karya Yunani Kuno ke dalam bahasaMereka menerjemahkan karya Yunani Kuno ke dalam bahasaArabArab• Mereka juga menyerap kebudayaan dari India dan dari CinaMereka juga menyerap kebudayaan dari India dan dari Cina• Terjemahan ini menyebabkan banyak karya Yunani KunoTerjemahan ini menyebabkan banyak karya Yunani Kunotidak sampai hilangtidak sampai hilang• Setelah Zaman Gelap, terjemahan bahasa Arab iniSetelah Zaman Gelap, terjemahan bahasa Arab iniditerjemahkan lagi ke dalam bahasa Latin oleh cendekiawanditerjemahkan lagi ke dalam bahasa Latin oleh cendekiawanEropaEropa
    • 200200Zaman GelapZaman GelapCendekiawan ArabCendekiawan ArabCendekiawan di Bidang FilsafatCendekiawan di Bidang FilsafatAl-Kindi ( - 867)Al-Kindi ( - 867)Ar-Razi (± 865 - 925)Ar-Razi (± 865 - 925)Al-Farabi (± 870 - 950)Al-Farabi (± 870 - 950)Ibn-Sina (980 - 1037)Ibn-Sina (980 - 1037)Al-Ghazali (1058 - 1111) TeologiAl-Ghazali (1058 - 1111) TeologiIbn-Rushdi (1126 - 1198) TeologiIbn-Rushdi (1126 - 1198) TeologiCendekiawan di Bidang IlmuCendekiawan di Bidang IlmuIbn-HayyamIbn-Hayyam : alkemi, kimia: alkemi, kimiaAl-KhwarizmiAl-Khwarizmi : aljabar: aljabarAl-RaziAl-Razi : pengobatan: pengobatanAl-BattaniAl-Battani : astronomi: astronomiIbn-SaniIbn-Sani : fisika, pengobatan: fisika, pengobatan
    • 201201Zaman GelapZaman GelapAbad ke-5 sampai Abad ke-10Abad ke-5 sampai Abad ke-10Akhir Cendekiawan ArabAkhir Cendekiawan Arab• Setelah tahun 1100, cendekiawan Arab terus berkurangSetelah tahun 1100, cendekiawan Arab terus berkurang(tidak ada penerus)(tidak ada penerus)AlkemiAlkemi• Arab juga meneruskan kegiatan alkemiArab juga meneruskan kegiatan alkemi• Mereka memadukan alkemi dari Yunani dengan alkemi dariMereka memadukan alkemi dari Yunani dengan alkemi dariCina (dari Taoisme)Cina (dari Taoisme)• Kelompok eksoterik menguat lagi sehingga kedua-duanyaKelompok eksoterik menguat lagi sehingga kedua-duanyaesoterik dan eksoterik sama kuatnyaesoterik dan eksoterik sama kuatnya• Dari kegiatan mereka ditemukan bahan alkali caustik (sodaDari kegiatan mereka ditemukan bahan alkali caustik (sodaalkali)alkali)Zaman PertengahanZaman Pertengahan
    • 202202Zaman GelapZaman GelapAbad ke-5 sampai Abad ke-10Abad ke-5 sampai Abad ke-10Akhir Cendekiawan ArabAkhir Cendekiawan Arab• Setelah tahun 1100, cendekiawan Arab terus berkurangSetelah tahun 1100, cendekiawan Arab terus berkurang(tidak ada penerus)(tidak ada penerus)AlkemiAlkemi• Arab juga meneruskan kegiatan alkemiArab juga meneruskan kegiatan alkemi• Mereka memadukan alkemi dari Yunani dengan alkemi dariMereka memadukan alkemi dari Yunani dengan alkemi dariCina (dari Taoisme)Cina (dari Taoisme)• Kelompok eksoterik menguat lagi sehingga kedua-duanyaKelompok eksoterik menguat lagi sehingga kedua-duanyaesoterik dan eksoterik sama kuatnyaesoterik dan eksoterik sama kuatnya• Dari kegiatan mereka ditemukan bahan alkali caustik (sodaDari kegiatan mereka ditemukan bahan alkali caustik (sodaalkali)alkali)Zaman PertengahanZaman Pertengahan• Zaman Gelap disusul oleh Zaman Pertengahan (Medieval)Zaman Gelap disusul oleh Zaman Pertengahan (Medieval)
    • 203203Zaman PertengahanZaman PertengahanAbad ke-10 sampai Abad ke-15Abad ke-10 sampai Abad ke-15Karakteristik ZamanKarakteristik Zaman• Kehidupan di Eropa relatif lebih tenangKehidupan di Eropa relatif lebih tenang• Kegairahan belajar mulai bangkit lagi. Mulai ada pendidikanKegairahan belajar mulai bangkit lagi. Mulai ada pendidikandi luar katedraldi luar katedral• Karya Yunani dan Arab diterjemahkan dari bahasa Arab keKarya Yunani dan Arab diterjemahkan dari bahasa Arab kebahasa Latin terutama oleh orang Yahudibahasa Latin terutama oleh orang Yahudi• Perhatian kepada filsafat tararah ke metafisika dan bahkanPerhatian kepada filsafat tararah ke metafisika dan bahkandiperdebatkandiperdebatkan• Filsafat digunakan untuk menjustifikasi agamaFilsafat digunakan untuk menjustifikasi agama• Universitas dengan istilah universitas mulai muncul padaUniversitas dengan istilah universitas mulai muncul padazaman inizaman ini• Metoda induktif mulai digunakan di dalam pencarianMetoda induktif mulai digunakan di dalam pencarianpengetahuanpengetahuan
    • 204204Zaman PertengahanZaman PertengahanFilsafat MetafisikaFilsafat MetafisikaAliran FilsafatAliran Filsafat• Sejak zaman Yunani Kuno sudah ada perbedaan aliran diSejak zaman Yunani Kuno sudah ada perbedaan aliran dibidang metafisikabidang metafisika• Pada zaman pertengahan, setiap aliran mengemukakanPada zaman pertengahan, setiap aliran mengemukakanargumentasi masing-masingargumentasi masing-masing• Ada yang berpegang kepada Plato serta ada yangAda yang berpegang kepada Plato serta ada yangberpegang kepada Aristotelesberpegang kepada AristotelesPerdebatanPerdebatan• Ada kalanya, aliran berbeda saling berdebatAda kalanya, aliran berbeda saling berdebat• Argumentasi cukup marak pada abad ke-12 sampai ke-14;Argumentasi cukup marak pada abad ke-12 sampai ke-14;Universitas juga mempelajari esensi universal pada filsafatUniversitas juga mempelajari esensi universal pada filsafat• Dari zaman ke zaman terjadi pergeseran anutan dari satuDari zaman ke zaman terjadi pergeseran anutan dari satu
    • 205205Zaman PertengahanZaman PertengahanStudium dan UniversitasStudium dan UniversitasStudiumStudium• Bermunculan studium yakni tempat orang mempelajariBermunculan studium yakni tempat orang mempelajaribidang pengetahuan tertentu di bawah pengajarbidang pengetahuan tertentu di bawah pengajar• Ada tiga studium yang sangat terkenal yakni studium diAda tiga studium yang sangat terkenal yakni studium diSalerno (medik), Bologna (hukum dan teologi), dan ParisSalerno (medik), Bologna (hukum dan teologi), dan Paris(seni dan teologi); semacam program studi sekarang(seni dan teologi); semacam program studi sekarangStudium GeneraleStudium Generale• Studium generale adalah studium yang terbuka untukStudium generale adalah studium yang terbuka untuksemua pelajar (dari berbagai negeri)semua pelajar (dari berbagai negeri)• Jadi generale di sini berarti terbuka untuk semua jenisJadi generale di sini berarti terbuka untuk semua jenispelajarpelajar• Biasanya studium yang terkenal berbentuk studium generaleBiasanya studium yang terkenal berbentuk studium generale
    • 206206Zaman PertengahanZaman PertengahanStudium dan UunivesitasStudium dan UunivesitasDocendi, Doctor, MagisterDocendi, Doctor, Magister• Pengajaran di studium dilakukan melalui docendiPengajaran di studium dilakukan melalui docendi(menggurui)(menggurui)• Kemudian pengajar dibekali lisensi mengajar oleh katedralKemudian pengajar dibekali lisensi mengajar oleh katedralatau kaisar berupaatau kaisar berupa licentiae docendilicentiae docendi dandan ius ubique docendiius ubique docendi(berhak mengajar di mana-mana)(berhak mengajar di mana-mana)• Pelaksana docendi adalah doctor sehingga arti doctorPelaksana docendi adalah doctor sehingga arti doctoradalah pemberi docendi atau guruadalah pemberi docendi atau guru• Pengajar juga dikenal sebagai magister yang artinya jugaPengajar juga dikenal sebagai magister yang artinya jugaguruguru• Doctor dan magister adalah sejajar. Ada jenis studium yangDoctor dan magister adalah sejajar. Ada jenis studium yangmenggunakan istilah doctor dan ada yang menggunakanmenggunakan istilah doctor dan ada yang menggunakanistilah magisteristilah magister
    • 207207Zaman PertengahanZaman PertengahanStudium dan UniversitasStudium dan UniversitasLegereLegere• Jarang ada buku sehingga buku hanya dimiliki oleh paraJarang ada buku sehingga buku hanya dimiliki oleh parapengajarpengajar• Pengajaran berlangsung melalui pembacaan (legere,Pengajaran berlangsung melalui pembacaan (legere,lectus) oleh pengajar dan pelajar mencatatnyalectus) oleh pengajar dan pelajar mencatatnya• Pengajar yang membaca dikenal sebagai lektor yakniPengajar yang membaca dikenal sebagai lektor yaknimereka yang membaca (sekarang dikenal sebagai lektor)mereka yang membaca (sekarang dikenal sebagai lektor)• Ada juga commentatio (komentar) dan summa (ringkasan)Ada juga commentatio (komentar) dan summa (ringkasan)Disputatio dan TesisDisputatio dan Tesis• Sewaktu-waktu ada disputatio yakni perdebatanSewaktu-waktu ada disputatio yakni perdebatan• Di dalam disputatio, ada yang mendudukkan atauDi dalam disputatio, ada yang mendudukkan ataumenempatkan (thesis) pemikiran yang perlumenempatkan (thesis) pemikiran yang perludipertahankannya terhadap sanggahandipertahankannya terhadap sanggahan
    • 208208Zaman PertengahanZaman PertengahanStudium dan UniversitasStudium dan UniversitasTujuan BelajarTujuan Belajar• Tujuan belajar di studium adalah untuk menjadi doctor atauTujuan belajar di studium adalah untuk menjadi doctor ataumagister dengan hak mengajar (dengan semua hak yangmagister dengan hak mengajar (dengan semua hak yangberkenaan dengan jabatannya)berkenaan dengan jabatannya)GelarGelar• Kecuali hukum, medik, dan teologi, semua lainnya adalahKecuali hukum, medik, dan teologi, semua lainnya adalahfilsasat, sehingga gelar lulusan menjadi PhDfilsasat, sehingga gelar lulusan menjadi PhD• Lulusan medik adalah MD dan luluan hukum LLD (bukanLulusan medik adalah MD dan luluan hukum LLD (bukanPhD)PhD)PakaianPakaian• Di Oxford dan Cambridge, toga adalah pakaian sehari-hariDi Oxford dan Cambridge, toga adalah pakaian sehari-hari(kini dipakai pada upacara saja)(kini dipakai pada upacara saja)
    • 209209Zaman PertengahanZaman PertengahanStudium dan UniversitasStudium dan UniversitasUniversitas ScholariumUniversitas Scholarium• Dalam bahasa Latin, universitas berarti organisasi atauDalam bahasa Latin, universitas berarti organisasi ataukorporasikorporasi• Karena mahasiswa luar kota di Bologna mengalamiKarena mahasiswa luar kota di Bologna mengalamisejumlah kesulitan (pemondokan, makan), pada tahun ±sejumlah kesulitan (pemondokan, makan), pada tahun ±1158, mereka membentuk universitas scholarium (korporasi1158, mereka membentuk universitas scholarium (korporasipelajar)pelajar)• Mahasiswa berasal dari setiap negeri membentuk consiliariiMahasiswa berasal dari setiap negeri membentuk consiliariimasing-masingmasing-masing• Mereka mengangkat rector scholarium (rektor pelajar) untukMereka mengangkat rector scholarium (rektor pelajar) untukmenentukan kurikulum dan upah pengajarmenentukan kurikulum dan upah pengajar• Dari Bologna, model universitas scholarium menyebar keDari Bologna, model universitas scholarium menyebar kePadua, Roma, Montpellier, Salamanca, Perancis bagianPadua, Roma, Montpellier, Salamanca, Perancis bagianselatan (umumnya di Eropa selatan)selatan (umumnya di Eropa selatan)
    • 210210Zaman PertengahanZaman PertengahanStudium dan UniversitasStudium dan UniversitasUniversitas MagistrorumUniversitas Magistrorum• Di Paris, universitas dibentuk oleh para magister menjadiDi Paris, universitas dibentuk oleh para magister menjadiuniversitas magistrorum (korporasi pengajar)universitas magistrorum (korporasi pengajar)• Pimpinan dan organisasi universitas dipegang oleh paraPimpinan dan organisasi universitas dipegang oleh paramagistermagister• Model universitas magistrorum menyebar ke Oxford,Model universitas magistrorum menyebar ke Oxford,Cambridge, dan Eropa utara (dan ke jajahan mereka)Cambridge, dan Eropa utara (dan ke jajahan mereka)CessatioCessatio• Cessastio adalah berhenti (mogok). Cessatio terjadi kalauCessastio adalah berhenti (mogok). Cessatio terjadi kalautimbul masalah seriustimbul masalah serius• Pada tahun 1229, terjadi cessatio di Universitas ParisPada tahun 1229, terjadi cessatio di Universitas Parisselama hampir dua tahun. Banyak magister dan pelajarselama hampir dua tahun. Banyak magister dan pelajar
    • 211211Zaman PertengahanZaman PertengahanStudium dan UniversitasStudium dan UniversitasTradisi di Universitas ParisTradisi di Universitas Paris• Metoda ajar belajar: collatio (kuliah) dan lectio (penjelasan)Metoda ajar belajar: collatio (kuliah) dan lectio (penjelasan)• Masa kuliah:Masa kuliah: 1. St Remi (Okt) - Lent, dan1. St Remi (Okt) - Lent, dan 2. Easter - St. Pierre (29 Juni)2. Easter - St. Pierre (29 Juni)• Lulusan: di bawah magister adalah determinatioLulusan: di bawah magister adalah determinatio(baccaulaureate) dengan hak mengajar di bawah supervisi(baccaulaureate) dengan hak mengajar di bawah supervisimagistermagisterUpacara di Universitas ParisUpacara di Universitas Paris• Di Paris terdapat upacara wisuda berupa pidatoDi Paris terdapat upacara wisuda berupa pidatopengukuhan (sekarang: untuk guru besar), duduk di kursipengukuhan (sekarang: untuk guru besar), duduk di kursimagister dan memakai topi magistermagister dan memakai topi magister
    • 212212Zaman PertengahanZaman PertengahanStudium dan UniversitasStudium dan UniversitasPembentukan Universitas BaruPembentukan Universitas Baru• Mula-mula reputasi universitas bergantung kepadaMula-mula reputasi universitas bergantung kepadanamanya yang terkenalnamanya yang terkenal• Pengajar dari universitas kurang terkenal yang pindah kePengajar dari universitas kurang terkenal yang pindah keuniversitas lebih terkenal sering harus menempuh ujianuniversitas lebih terkenal sering harus menempuh ujianduludulu• Kaisar atau raja ingin mendirikan universitas. Agar memilikiKaisar atau raja ingin mendirikan universitas. Agar memilikireputasi, pendiriannya dilakukan melalui keputusan kaisarreputasi, pendiriannya dilakukan melalui keputusan kaisaratau rajaatau raja• Sering terjadi bahwa kaisar atau raja sendiri yang menjadiSering terjadi bahwa kaisar atau raja sendiri yang menjadikepala dari universitas itu dan menjabat sebagai chancellorkepala dari universitas itu dan menjabat sebagai chancellor• Dengan demikian, orang yang sehari-hari mengepalaiDengan demikian, orang yang sehari-hari mengepalaiuniversitas menjadi vice chancellor. Di sejumlahuniversitas menjadi vice chancellor. Di sejumlahuniversitas, tradisi ini masih berlaku sampai sekaranguniversitas, tradisi ini masih berlaku sampai sekarang
    • 213213Zaman PertengahanZaman PertengahanMetoda Deduktif dan InduktifMetoda Deduktif dan InduktifMetoda DeduktifMetoda Deduktif• Dimulai dari yang telah diketahui (premis), melaluiDimulai dari yang telah diketahui (premis), melaluipenalaran, mencapai konklusipenalaran, mencapai konklusi• Metoda ini digemari karena argumentasinya sangat kuatMetoda ini digemari karena argumentasinya sangat kuatdan lagi pula mereka tidak usah melakukan kegiatandan lagi pula mereka tidak usah melakukan kegiatanmanual (kegiatan manual dilakukan oleh para budak)manual (kegiatan manual dilakukan oleh para budak)AsumsiAsumsi• Kelemahan metoda deduktif terletak pada kasus ketikaKelemahan metoda deduktif terletak pada kasus ketikayang diketahui itu (premis) tidak adayang diketahui itu (premis) tidak ada• Diciptakan asumsi untuk dijadikan yang diketahui itu yakniDiciptakan asumsi untuk dijadikan yang diketahui itu yaknidijadikan premisdijadikan premis• Asumsi tidak diuji, terserah mau diterima atau tidakAsumsi tidak diuji, terserah mau diterima atau tidak
    • 214214Zaman PertengahanZaman PertengahanMetoda Deduktif dan InduktifMetoda Deduktif dan InduktifBelantara AsumsiBelantara Asumsi• Karena banyak hal tidak memiliki atau menemukanKarena banyak hal tidak memiliki atau menemukanpremis, maka asumsi bermunculan tanpa kendalipremis, maka asumsi bermunculan tanpa kendali• Hal yang sama dapat diterangkan melalui asumsi yangHal yang sama dapat diterangkan melalui asumsi yangberbeda-bedaberbeda-bedaParsimoni (Pisau Cukur Ockham)Parsimoni (Pisau Cukur Ockham)• William Ockham mempopulerkan kegiatan untuk hanyaWilliam Ockham mempopulerkan kegiatan untuk hanyamemilih argumentasi yang paling sederhana untuk diterimamemilih argumentasi yang paling sederhana untuk diterimadan yang lainnya ditolak (seperti dicukur)dan yang lainnya ditolak (seperti dicukur)• Prinsip untuk hanya menerima argumentasi yang palingPrinsip untuk hanya menerima argumentasi yang palingsederhana dikenal sebagai parsimoni atau pisau cukursederhana dikenal sebagai parsimoni atau pisau cukurOckhamOckham