Ahlak Terhadap Allah Swt dan Rasullulah Saw
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Ahlak Terhadap Allah Swt dan Rasullulah Saw

on

  • 2,530 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,530
Views on SlideShare
2,530
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
41
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Ahlak Terhadap Allah Swt dan Rasullulah Saw Ahlak Terhadap Allah Swt dan Rasullulah Saw Document Transcript

  • AHLAK TERHADAPALLAH SWT DAN RASULLULAH SAW( Kajian berahlak terhadap allah swt dan rasullah saw )MAKALAH(Diajukan untuk melengkapi salah satu tugas Mata Kuliah Al Islam II)Disusun Oleh :MUHAMAD YOGI ( 41032161121007)RIDWAN SOPIANA ( 41032161121016 )BAHRUL ULUM ( 41032124121006 )JUMROTUT THOLIBIN ( 41032124121021)PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DANKEWARGANEGARAAN DAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAANBAHASAARABFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA
  • BANDUNG2013
  • iKATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmatserta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalahini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “ BERAHLAK PADAALLAH SWT DAN RASULLULAH”Makalah ini membahas tentang berahlak pada Allah SWT dan Rasullulahserta Bentuk bentuk berahlak pada Allah SWT dan Rasullulah Kami menyadaribahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran darisemua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaanmakalah ini.Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperanserta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWTsenantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.Bandung, 20 April 2013PenyusunKelompok 4
  • iiDAFTAR ISIKATA PENGANTAR ................................................................................. iDAFTAR ISI ............................................................................................... iiBAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 11.1 Latar Belakang ......................................................................... 11.2 Rumusan Masalah .................................................................... 11.3 Tujuan ...................................................................................... 1BAB II PEMBAHASAN ............................................................................ 32.1 Ahlak kepada Allah SWT ....................................................................... 32.2 Macam macam ahlak kepada Allah SWT ................................. 42.3 Ahlak kepada Rasullulah SAW ............................................................. 82.4 Macam macam ahlak kepada Rasululah SAW .......................... 9BAB II PENUTUP ...................................................................................... 153.1 Kesimpulan ............................................................................... 153.2 Saran ......................................................................................... 15DAFAR PUSTAKA .................................................................................... 16
  • 1BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar BelakangSetiap muslim meyakini, bahwa Allah SWT adalah sember dari segalasumberdalam kehidupannya. Allah SWT adalah pencipta dirinya, pencipta jagadraya dengan segala isinya, Allah SWT adalah pengatur alam semesta yangdemikian luasnya. Allah SWT adalah pemberi hidayah dan pedoman hidup dalamkehidupan manusia dan lain sebagainya. Sehingga manakala hal seperti inimengakar dalam diri setiap muslim maka akan terimplementasikan dalam realitabahwa Allah SWT –lah yang pertama kaliharus dijadikan prioritas dalamberakhlak.Jika diperhatikan, akhlak kepada Allah SWT ini merupakan pondasi ataudasar dalam berakhlak kepada siapapun yang ada di muka bumi ini. Jikaseseorang tidak memiliki akhlak positif terhadap Allah SWT, maka ia tidak akanmemiliki akhlah positif terhadap siapapun. Demikian pula sebaliknya, jika iamemiliki akhlak yang karimah terhadap Allah SWT, maka ini merupakan pintugerbang untuk menuju kesempurnaan akhlak terhadap orang lain.Selain berakhlak kepada Allah SWT, kita juga sebagai umat muslim harusmempunyai akhlak kepada Nabi SAW. Karena Nabi Muhammad SAW –lah, satu-satunya manusia terhebat di dunia ini. Yang telah membawa banyak perubahanbagi dunia yang fana ini, dan beliaulah cahaya yang menerangi bumi yang dulukala gelap gulita. Yang sering dijuluki kekasih Allah SWT. Karena perilakunyabeliau pula lah, yang sangat patut untuk di contoh, ditiru dan di amalkankesehariannya oleh kita para umatnya.1.2. Rumusan Masalah1. Mengapa seorang muslim harus berakhlak kepada Allah SWT ?2. Mengapa seorang muslim harus pula berakhlak pada Rasulullah SAW ?3. Mencakup apa sajakah akhlak seorang muslim terhadap Allah SWT danRasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari ?1.3. Tujuan
  • 21. Untuk mengetahua alasan megapa seorang muslim harus berahlak pada AllahSWT2. Unutuk mengetahui alaan seorang muslim harus berahlak pada rasullah SAW3. Untuk mengetahui cakupan ahlak seorang muslim pada Allah SWT danRasullah SAW
  • 3BAB IIPEMBAHASAN2.1. Akhlak Kepada Allah SWTAkhlak kepada Allah SWT dapat diartikan sebagai sikap atau perbuatanyang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai makhluk, kepada Tuhan sebagaikhalik. Sikap atau perbuatan itu memiliki cirri-ciri perbuatan akhlak sebagaimanatelah disebut dalam latar belakang tadi. Sekurang-kurangnya ada empat alasanmengapa manusia perlu berakhlak kepada Allah SWT.Pertama, karena Allah SWT –lah yang menciptakan manusia. Dia yangmenciptakan manusia dari air yang dikeluarkan dari tulang punggung dan tulangrusuk, hal ini sebagaimana di firmankan Allah SWT dalam surat At-Thariq ayat 5-7, sebagai berikut :(۵) (۶) (۷)Artinya : “(5). Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah diadiciptakan?, (6). Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar, (7). Yang terpancardari tulang sulbi (punggung) dan tulang dada”.Kedua, karena Allah SWT –lah yang telah member perlengkapan panca indera,berupa pendengaran, penglihatan, akal fikiran dan hati sanubari, disampinganggota badan yang kokoh dan sempurna kepada manusia. Firman Allah SWTdalam syrat An-Nahl ayat 78 :, ,(۷۸)Artinya : “(78). Dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalamkeadaan tidak mengetahui sesuatupun dan DIa memberikan kamu pendengaran,penglihatan dan hati agar kamu bersyukur”.Ketiga, karena Allah SWT –lah yang menyediakan berbagai bahan dan saranayang diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia, seperti bahan makanan yangberasal dari tumbuh-tumbuhan, air, udara, binatang ternak dan lainnya. FirmanAllah SWT dalam surat Al-Jasiyah ayat 12-13 :(۱۲)
  • 4, (۱۳)Artinya : “(12). Allah -lah yang menundukkan laut untuk mu agar kapal-kapaldapat berlayar di atasnya dengan perintah-NYa, dan agar kamu bersyukur, (13).Dan Dia menundukan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmusemuanya (sebagai rahmat) dari -Nya. Sungguh, dalam hal yang demikian itubenar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yangberfikir.Keempat, Allah SWT –lah yang memuliakan manusia dengan diberikannyakemampuan daratan dan lautan. Firman Allah SWT dalam surat Al-Israa‟ ayat 70 :(۷٠ )Artinya : “(70). Dan sungguh, Kami telah muliakan anak-anak cucu Adam danKami angkut mereka di darat dan di laut dan Kami beri mereka rezeki dari yangbaik-baik dan Kami lebihkan mereka di ats banyak makhluk yang Kami ciptakandengan kelebihan yang sempurna”.Dari sedikit uraian diatas, kita memang benar perlu untuk berakhlak kepada AllahSWT. Karena alasan-alasan di atas adalah tolak ukur yang tepat dan terdapatperintah Allah SWT di dalamnya bahwa kita sebagai seorang muslim memangdiharuskan untuk berakhlak kepada Sang Pencipta.2.2. Macam Akhlak Kepada Allah SWT2.2.1. Taat Terhadap Perintah-NyaHal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada AllahSWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah –Nya., padahal Allah SWT–lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya. Allah SWT berfirmandala Al-Qur‟an surat An-Nisa ayat 65 :Artinya : “Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum merekamenjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang merekaperselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati merekaterhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengansepenuhnya”.
  • 5Kendati demikian, taat keada Allah SWT merupakan konsekwensi keimananseorang muslim kepada Allah SWT. Tanpa adanya ketaatan, maka ini merupakansalah satu indikasi tidak adanya keimanan. Dalam Sebuah hadits, Rasulullah SAWjuga menguatkan makna ayat diatas dengan bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kalian, hingga hawa nafsunya(keinginannya) mengikuti apa yang telah dating dariku (Al-Qur‟an dan Sunnah)”.(HR. Abi Ashim Al-Syaibani)2.2.2. TawakalTawakal bukan berarti meninggalkan kerja dan usaha, dalam surat Al-Mulk ayat15 di jelaskan, bahwa manusia di syariatkan berjalan di muka bumi utuk mecaririzki dengan berdagang, bertani dan lain sebagainya.Sahl At-Tusturi mengatakan, “Barang siapa mencela usaha (meninggalkan sebab)maka dia telah melncela sunatullah (ketetentuan yang Allah SWT ciptakan).Barang siapa mencela tawakal (tidak mau bersandar pada Allah SWT) maka diatelah meninggalkan keimanan”.2.2.3. Memiliki Rasa Tanggung Jawab Atas Amnanah Yang Di EmbankanPadanyaEtika kedua yang harus dilakukan seorang muslim kepada Allah SWT, adalahmemiliki rasa tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan padanya. Karenapada hakekatnya, kehidupan ini-pun merupakan amanah dari Allah SWT. Olehkarenanya, seorang mukmin senantiasa meyakini apapun yang Allah SWT berikanpadanya, maka itu meruakan amanah yang kelak akan diminta pertanggungjawaban dari Allah SWT. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda.Dari „Umar R.A, Rasulullah SAW bersabda :“Setia kalian adalah peminpin, dan setiap kalian bertanggung jawab terhadap apayang dipimpinnya. Seorang Amir (presiden/imam/ketua) atas manusia, merupakanpemimpin, dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang suamimerupakan pemimpin bagi keluarganya, dan ia bertanggung jawab atas apa yangdipimpinnya. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya, dan
  • 6iabertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya. Dan setiap kalian adalahpemimpin, dan bertanggujng jawab atas aa yang dipimpinnya”. (HR. Muslim).2.2.4. Ridlo terhadap ketentuan Allah SWTEtika berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah SWT,adala ridla terhadap segala ketentuan yang telah Allah SWT berikan pada dirinya.Seperti ketika ia dilahirkan baik oleh keluarga yang berada maupun keluarga yangkurang mampu, bentuk fisik yang Allah SWT berikan padanya, atau hal-hallainnya. Karena pada hakekatnya, sikap seorang muslim senantiasa yakin terhadapapaun yang Allah SWT berikan padanya. Baik yang berupa kebaikan, atau berupakeburukan. Rasulullah SAW bersabda :“Sungguh mempesona perkara orang beriman. Karena segala urusannya adalahdipandang baik bagi dirinya. Jika ia mendapatkan kebaikan, ia bersyukur, karenaia tahu bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya. Dan jika iatertimpa musibah, ia bersabar, karena ia tahu bahwa hal tersebut merupakan halterbaik bagi dirinya.” (HR. Bukhari).Apalagi terkadangsebagai seorang manusia, pengetahuan atau pendangan kitaterhadap sesuatu sangat terbatas. Sehingga bisa jadi, sesuatu yang kita anggapbaik, justru buruk, sementara sesuatu yang dipandang buruk ternyata malahmemiliki nilai kebaikan bagi diri kita.2.2.5. Senantiasa Bertaubat Kepada-NyaSebagai seorang manusia biasa, kita juga tidak akan pernah luput dari sifat lalaidan lupa. Karena hal ini merupakan sifat dan tabiat manusia. Oleh karena itulah,etika kita kepada Allah SWT manakala kita sedang terjerumus kedalam“kelupaan” sehingga berbuat kemaksiatan kepada –Nya adalah dengan segerabertaubat kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur‟an Allah SWT berfirman :“Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiayadiri mereka sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunterhadap dosa-dosa mereka. Dan siapakah yang dapat mengampuni dosa selain Allah? danmereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui”.
  • 72.2.6. Obsesinya Adalah Keridloan IllahiSeseorang yang benar-benar beriman kepada Allah SWT, akan memiliki obsesidan orientasi dalam segala aktifitasnya, hanya kepada Allah SWT. Dia tidakberamal dan beraktifitas untuk mencari keridloan atau pujian atau apapun darimanusia. Bahkan terkadang, untuk mencapai keridloan Allah SWT tersebut,“terpaksa” harus mendapatkan “ketidaksukaan” dari para manusia lainnya. Dalamsebuah hadits Rasulullah SAW pernah menggambarkan kepada kita :“Barang siapa yang mencari keridloan Allah dengan adanya kemurkaan manusia,maka Allah akan memberikan keridloan manusia juga. Dan barang siapa mencarikeridloan manusia dengnan cara kemurkaan Allah, maka Allah akan mewakilkankebencian-Nya pada manusia”. (HR. Tirmidzi Al-Qodlo‟i dan Ibnu Asakir).Dan hal seperti ini sekaligus merupakan bukti keimanan yang terdapat dalamdirinya. Karena orang yang tidak memiliki kesungguhan iman, otientasi yangdicarinya tentulah hanya keridloan manusia. Ia tidak akan peduli, apakah Allahmenyukai tindakannya atau tidak. Yang penting ia dipuji oleh orang lain.2.2.7. Merealisasikan Ibadah Kepada-NyaEtika atau akhlak berikutnya yang harus dilakukan seorang mulim terhadap AllahSWT adalah merealisasikan ibadah kepada Allah SWT. Baik ibadah yang bersifatmahdloh, ataupun ibadah yang ghairu mahdloh. Karena, pada hakekatnya seluruhaktivitas sehari-hari adalah ibadah kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur‟an AllahSWT berfirman :“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadahkepada-Ku”.Oleh karenanya, sebagai aktivitas, gerak gerik, kehidupan sosial dan lainsebagainya merupakan ibadah yang dilakukan seorang muslim terhadap AllahSWT. Sehingga ibadah tidak hanya yang memiliki skup mahdloh saja, sepertipuasa, shalat, haji dan lain sebagainya. Perealisasian ibadah yang paling pentinguntuk dilakukan pada saat ini adalah beraktifitas dalam rangkaian tujuan untukdapat menerakpak hukum Allah SWT di muka bumi ini. Sehingga islam menjadi
  • 8pedoman hidup yang direalisasikan oleh masyarakat islam pada khhususnya danjuga oleh masyarakat dunia pada umumnya.2.2.8. Banyak Membaca Al-Qur‟anEtika dan akhlak berikutnya yang harus dilakukan oleh seorang muslim terhadapAllah SWT adalah dengan memperbanyak membaca dan mentadaburi ayat-ayat,yang merupakan firman-firman –Nya. Seseorang yang mencintai sesuatu, tentulahia akan banyak dan sering menyebutnya. Demikian juga dengan mukmin yangmecintai Allah SWT, tentulah ia akan selalu menyebut-nyebut asma –Nya danjuga senantiasa akan membaca firman-firman –Nya. Apalagi manakala kitamengetahui keutamaan membaca Al-Qur‟an yang demikian besarnya. Dalamsebuah hadits Rasulullah SAW mengatakan kepada kita :“Bacalah Al-Qur‟an, karena sesungguhnya Al-Qur‟an itu dapat memberikansyafa‟at di hari kiamat kepada para pembacanya”. (HR. Muslim)Adapun bagi mereka yang belum bisa atau belum lancar dalam membacanya,maka hendaknya ia senantiasa mempelajarinya hingga dapat membacanya denganbaik. Kalaupun seseorang harus terbata-bata dalam membaca Al-Qur‟an tersebut,maka Allah SWT –pun akan memberikan pahala dua kali lipat bagi dirinya.Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda :“Orang (mu‟min) yang membaca Al-Qur‟an dan ia lancar dalam membacanya,maka ia akan bersama malaikat yang mulia lagi suci. Adapun orang mu‟min yangmembaca Al-Qur‟an sedang ia terbata-bata membacanya, lagi berat (dalammengucapkan huruf-hurufnya), ia akan mendapatkan pahala dua kali lipat”. (HR.Bukhori Muslim).2.3. Akhlak Kepada Rasulullah SAWSelain berakhlak kepada Allah SWT, kita juga sebagai umat muslim di haruskanuntuk berakhlak kepada Nabi SAW. Karena dari beliaulah kita banyakmendapatkan warisan yang bisa kita warikan lagi turun-menurun ke anak cucukita.Saat Rasulullah SAW wafat, beliau meninggalkan dua warisan yang berharga,yakni Al-Qur‟an dan As-Sunnah. Orang yang berpegang teguh pada keduanya
  • 9dipastikan tidak akan tersesat selamanya. Saat ini, tidak sedikit orang yangmelupakan, bahkan mematikan sunnah beliau. Tidak hanya itu, mereka kemudianmalah beralih pada tradisi dan adat istiadat yang justru tidak sesuai dengansyari„at.Makalah ini mencoba mengingatkan kita tentang sebagian sunnah RasulullahSAW yang telah dilupakan oleh banyak orang. Baik itu sunnah yang berbentukperkataan maupun perbuatan beliau. Dan makalah ini pula mencoba mengajakkita untuk kembali menghidupkan sunnah Rasulullah SAW sebagai bentukkomitmen cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya, yang menyuruh kita untukmengikuti sunnah beliau.2.4. Macam Akhlak Kepada Rasulullah SAW2.4.1. Menghidupkan SunnahDalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda yang menerangkan bahwa, kitasebagai umat muslim diperintahkan untuk menghidupkan sunah-sunah yang telahbeliau wariskan. “Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan(pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidakmengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR Ibnu Majah)Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi : “Barang siapamenghidupkan salah satu sunnahku yang telah dimatikan, sesudahku (sesudah akumeninggal dunia), maka bagi orang tersebut pahala seperti pahala orang yangmengamalkannya, tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala mereka.” (HR. At-Tirmidzi).2.4.2. Taat“Hai orang-orang yg beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan ulil amridi antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu makakembalikanlah hal itu kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu benar-benarberiman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama dan lebihbaik akibatnya.”
  • 10Allah SWT menyeru hamba-hamba-Nya yg beriman dengan seruan “Hai orang-orang yg beriman” sebagai suatu pemuliaan bagi mereka karena merekalah ygsiap menerima perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Dengan seruaniman merekapun menjadi semakin siap menyambut tiap seruan Allah SWT.Kewajiban taat kepada Allah dan kepada Rasul-Nya adalah dengan melaksanakanperintah-perintah -Nya serta larangan-larangan -Nya.Kaum muslimin harus taat kepada Ulil Amri apabila dalam memerintah merekamenyeru kepada yg ma‟ruf dan mencegah yg munkar. Akan tetapi jika merekamenyuruh kepada hal-hal yg dapat melalaikan kewajiban untuk taat kepada AllahSWT atau bahkan menyuruh perbuatan yang melanggar aturan Allah SWT makatiap kita kaum muslimin tidak boleh menaatinya. Rasulullah SAW telah bersabdayg artinya “Sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam hal yg ma‟ruf dan tidak adaketaatan terhadap makhluk dalam maksiat terhadap sang Khaliq.Jika terjadi perbedaan pendapat di antara kaum muslimin atau antara merekadengan Ulil Amri atau sesama Ulil Amri maka wajib baginya mengembalikanpersoalan itu kepada Allah SWT dan Rasul-Nya yaitu dgn merujuk kepadakitabullah dan sunnah Rasul-Nya.Jika benar-benar beriman seseorang hanya akan kembali kepada kitabullah danunnah Rasul-Nya dalam menyelesaikan segala perkara dan tidak akan berhukumkepada selain keduanya. Jika tidak maka iman seseorang dapat diragukan dariketulusannya.Jika seseorang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir ia akan taatkepada Allah dan Rasul-Nya karena ia mengimani benar bahwa Allah SWTsesungguhnya Maha Mengetahui segala sesuatu baik yang nampak maupun yangtersembunyi. Iman kepada hari akhir akan membuat seseorang berpikir akanakibat segala perbuatannya yg dilakukannya di dunia. Pada hari akhir seluruhamal anak Adam akan dibalas, jika baik maka baik pula balasannya, namun jikaburuk maka buruk pula balasannya. Boleh jadi seseorang dapat menghindarihukuman di dunia namun tidak akan dapat seseorang menghindar dari hukumanakhirat.
  • 11Dalam hal taat dan mengembalikan segala perselisihan kepada Allah dan Rasul-Nya terdapat kebaikan bagi orang-orang mukmin baik di dunia maupun di akhirat.Akibatnya lebih baik bagi mereka dari pada bermaksiat kepada Allah SWT danRasul-Nya atau kembali kepada selain-Nya.Perlu kita ketahui bahwa apabila manusia berlepas diri dari hukum Allah SWTniscaya mereka menjadi budak-budak setan dan hawa nafsu. Hal itu akanmembuat seseorang dapat berhenti berselisih. Seseorang ingin mendapatkankebebasan mutlak tetapi yg terjadi justru adalah menjadi budak setan dan hawanafsunya.2.4.3. Membaca Shalawat dan SalamSelawat atau Shalawat (bahasa Arab: ‫لوات‬ ‫ص‬ ) adalah bentuk jamak dari kata salatyang berarti doa atau seruan kepada Allah SWT. Membaca shalawat untuk NabiSAW, memiliki maksud mendoakan atau memohonkan berkah kepada Allah SWTuntuk Nabi SAW dengan ucapan, pernyataan serta pengharapan, semoga beliau(Nabi SAW) sejahtera (beruntung, tak kurang suatu apapun, keadaannya tetapbaik dan sehat).Salam berarti damai, sejahtera, aman sentosa dan selamat. Jadi saat seorangmuslim membaca selawat untuk Nabi SAW, dimaksudkan mendoakan beliausemoga tetap damai, sejahtera, aman sentosa dan selalu mendapatkankeselamatan.Membaca Selawat harus disertai dengan niat dan dengan sikap hormat kepadaNabi SAW. Orang yang membaca shalawat untuk Nabi SAW hendaknya disertaidengan niat dan didasari rasa cinta kepada beliau dengan tujuan untukmemuliakan dan menghormati beliau. Dalam penjelasan hadits (Akhbar Al-Hadits) disebutkan bahwa apabila seseorang membaca shalawat tidak disertaidengan niat dan perasaan hormat kepada Nabi SAW, maka timbangannya tidaklebih berat ketimbang selembar sayap. Nabi saw bersabda : “Sesungguhnyasahnya amal itu tergantung niatnya”.Ada tiga perkara yang timbangannya tidak lebih berat dari pada selembar sayap,yaitu :1. Shalat yang tidak disertai dengan tunduk dan khusyuk.
  • 122. Dzikir dengan tidak sadar. Allah SWT tidak akan menerima amal orang yanghatinya tidak sadar.3. Membaca Shalawat untuk Nabi Muhammad SAW tidak disertai dengan niatdan rasa hormat.Nabi SAW bersabda : “Dan kalau kamu membaca shalawat, maka bacalah denganpenuh penghormatan untuk ku.”Membaca shalawat untuk mencintai dan memuliakan Nabi SAW. Siti Aisyah ra.berkata : “Barangsiapa cinta kepada Allah SWT, maka dia banyak menyebutnyadan buahnya ialah Allah SWT akan mengingat dia, juga memberi rahmat danampunan kepadanya, serta memasukannya ke surga bersama para Nabi dan paraWali. Dan Allah SWT memberi kehormatan pula kepadanya dengan melihatkeindahan-Nya. Dan barang siapa cinta kepada Nabi SAW maka hendaklah iabanyak membaca shalawat untuk Nabi SAW dan buahnya ialah ia akan mendapatsyafa‟at dan akan bersama beliau di surga.”Selanjutnya Nabi SAW bersabda : “Barang siapa membaca selawat untukkukarena memuliakanku, maka Allah SWT menciptakan dari kalimat (shalawat) itusatu malaikat yang mempunyai dua sayap, yang satu di timur dan satunya lagi dibarat. Sedangkan kedua kakinya di bawah bumi sedangkan lehernya memanjangsampai ke Arasy”. Allah SWT berfirman kepadanya : “Bacalah selawat untukhamba-Ku, sebagaimana dia telah membaca selawat untuk Nabi-Ku. MakaMalaikat pun membaca selawat untuknya sampai hari kiamat.”2.4.4. Mencintai Keluarga Nabi SAWRasulullah SAW bersabda, “Wahai manusia sesungguhnya aku tinggalkan duaperkara yang besar untuk kalian, yang pertama adalah Kitabullah (Al-Quran) danyang kedua adalah Ithrati (Keturunan) Ahlulbaitku. Barangsiapa yang berpegangteguh kepada keduanya, maka tidak akan tersesat selamanya hingga bertemudenganku di telaga al-Haudh.” (HR. Muslim dalam Kitabnya Sahih juz. 2,Tirmidzi, Ahmad, Thabrani dan dishahihkan oleh Nashiruddin Al-Albany dalamkitabnya Silsilah Al-Hadits Al-Shahihah).Marilah kita letakkan segala bentuk fanatisme yang ada di pundak kita selama ini.Tidak dipungkiri lagi bahwa keluarga Nabi SAW yang terkenal dengan sebutan
  • 13Ahlulbait adalah manusia-manusia yang mempunyai kelebihan dan keutamaan-keutamaan yang tidak dimiliki oleh manusia lainnya setelah Rasulullah SAW.Akan tetapi sangat disayangkan sekali bahwa banyak sekali kaum Muslimin yangmelupakan dan bahkan tidak mengetahui eksistensi mereka (keluarga Nabi SAW).Hadits di atas adalah salah satu dari puluhan bukti otentik yang sangat jelas yangmengisyaratkan kepada kita semua bahwa begitu besar keutamaan mereka hinggaNabi SAW berwasiat kepada para sahabatnya dan kita khususnya sebagai umatIslam agar selalu berpegang teguh kepadanya (Al-Quran & Ahlulbait), jika tidakmaka akan tersesatlah mereka yang berpaling dari dua perkara besar tersebut (Ats-Tsaqalain).Mengapa keluarga Nabi Saw? Apakah beliau Saw berkata seperti itu hanyadikarenakan faktor kasih sayang beliau terhadap keluarganya dan juga karenahubungan darah semata? Tentu saja tidak, karena segala perkataan yang keluardari mulut suci beliau pasti atas dasar petunjuk dari Allah SWT, sebagaimanafirman-Nya:“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya.Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). yangdiajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.” (QS. An-Najm: 3-5)Marilah kita bertabarruk dengan mempelajari ayat-ayat Al-Quran maupun hadits-hadits sahih yang berkenaan dengan Ahlulbait Rasulullah kemudian membukamata dan hati kita untuk melihat kemuliaan-kemuliaan mereka yang selama initidak kita ketahui agar kita dapat mencintai mereka dan mengikuti apa yangdiajarkan oleh mereka „alaihimussalam.2.4.5. ZiarahKata ziarah berasal dari bahasa arab yaitu ziaroh, yang berarti masuk ataumengunjungi. Yaitu kunjungan yang dilakukan oleh orang islam ketempat tertentuyang dianggap memiliki nilai-nilai sejarah. Namun sering kali kata ziarah disebutoleh kebanyakan orang adalah berkunjung ke makam dan dan mendoakannyasambil mengingat akan diri sendiri dan mengambil pelajaran tentang kematian.Kegiatan berziarah tersebut terbagi dua bagian, yakni beerziarah menurut syari‟atdan berziarah yang berbentuk bid‟ah.
  • 14Pada awal sejarah islam, yang namanya ziarah itu diharamkan bagi laki-lakimaupun perempuan, dikarenakan hawatir akan goncangnya keimanan. Namun,ketika aqidah umat islam sudah demikian mantapdan telah diketahui hukumberziarah serta tujuannya, maka dibolehkan karena pula ada hadits yangmembolehkannya. Madzhab syafi‟i berpendapat bahwa ziarah kubur hukumnyasunnah, sedangkan kaum wahabi mengatakan bahwa ziarah kubur hukumnyamubah
  • 15BAB IIIPENUTUPA. KesimpulanKajian tentang akhlak Kepada allah dan Rasulnya merupakan kajian yangsangat penting, karena jatuh bangunnya suatu bangsa ataupun masyarakattergantung pada bagaimana akhlak manusia. Seseorang yang berakhlak muliaakan memenuhi kewajiban terhadap dirinya, memberikan hak kepada yangberhak, dia akan melakukan kewajibannya terhadap Allah dan terhadapRosulnya,Oleh karena itu, secara tidak langsung berahlak kepada allah danrosulnya dapat mewujudkan kehidupan yang sejahtera dan harmonis di dunia ini,dan menjadi kunci kebahagiaan abadi di akhirat kelak .B. SaranKita Selaku Manusia beriman kepada allah dan rasulnya tentunya haruspaham,mengerti dan mengimplementasikan bagaimana kita berahlak kepada allahdan rasulnya yang seharusnya kita lakukan selaku umatnya.
  • 16DAFTAR PUSTAKAMuntahir , Al Rado.2013. Tersedia:http://miftassyumaisah.wordpress.com/akhlak-2/akhlak-kepada-allah-swt-dan-nabi-saw/.( online ). Jakarta. Diakses pada 21April 2012