Kalimat

13,367

Published on

kalimat; kalimat efektif; kesatuan, kepaduan dsb

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
13,367
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
209
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kalimat

  1. 1. KALIMAT Oleh : Sugeng Rahardjo http://u13aps.blogspot.com
  2. 2. Pengertian Kalimat• Bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subyek (S) dan predikat (P) serta intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap dengan makna.Unsur Kalimat- Subyek - Pelengkap- Predikat - Keterangan- Obyek
  3. 3. Subyek (S)*Bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, tokoh, sosok (benda), sesuatu hal atau suatu masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan. Subyek biasanya diisi oleh kata/frasa benda (nominal), klausa, frasa verbal. Contoh: - Ayahku sedang melukis. - Meja direktur besar. - Yang berbaju batik, dosen saya. - Berjalan kaki menyehatkan badan. - Membangun jalan raya sangat mahal.
  4. 4. Predikat (P)* Bagian kalimat yang memberi tahu melakukan (tindakan) apa atau dalam keadaan bagimana subyek (pelaku, tokoh, atau benda dalam kalimat). Predikat (P) dapat pula menyatakan sifat, situasi, status, ciri, atau jati diri subyek (S).Contoh:- Kuda meringkik.- Ibu sedang tidur siang.- Putrinya cantik jelita.- Kota Jakarta dalam kedaan aman.- Kucingku belang tiga.- Robi, mahasiswa baru
  5. 5. Obyek (O)* Bagian kalimat yang melengkapi predikat. Obyek biasanya diisi oleh nomina, frasa nominal atau klausa.Contoh: - Ibu menimang bayi. - Presiden mengundang tokoh LSM terkenal. - Slobodan Milosevic menculik lawan politiknya. - Pemerintah mengumumkan bahwa harga BBM akan naik.
  6. 6. Pelengkap (Pel) atau Komplemen Bagian kalimat yang melengkapi P. Letak Pel umumnya di belakang P. Posisi ini sama dengan O. Perbedaan Pel dan O. - Posisi O bisa diubah menjadi S, sedangkan Pel tidak - Pengisi Pel selain sama seperti pengisi O, juga diisi oleh frasa adjektival dan frasa preposisional - Letak Pel selain di belakang P juga di belakang O.
  7. 7. Contoh: Banyak orsospol belandaskan pancasila. Sutardji membacakan pengagumnya puisi kontemporer. Sekretaris itu mengambilkan atasannya air minum. Pamanku membelikan anaknya rumah mungil.
  8. 8. Keterangan (Ket)• Bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal mengenai bagian kalimat yang lainnya (S,P,O,Pel). Posisinya bisa di awal, tengah, maupun akhir kalimat. Pengisi Ket adalah frasa nominal, frasa preposisional, adverbia, atau klausa.Contoh: Sekretaris itu mengambilkan atasannya air minum dari kulkas. Lia memotong roti dengan pisau. Karena malas belajar, mahasiswa itu tidak lulus.
  9. 9. Kalimat EfektifKalimat Efektif adalah :• Kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan penutur/penulisnya secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula.Syarat Kalimat Efektif :- kesatuan - ketepatan- kepaduan - kehematan- keparalelan - kelogisan
  10. 10. 1. KesatuanTerdapat satu ide pokok dalam kalimat.Contoh kalimat yang tidak jelas kesatuan gagasannya:* Dalam pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik. (memakai kata depan yang salah sehingga gagasan kalimat menjadi kacau)Contoh kalimat yang jelas kesatuan gagasannya :* Pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik..
  11. 11. 2. Kepaduan (Koherensi)Hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentuk kalimat (kata, frasa, klausa serta tanda baca yang membentuk S-P-O- Pel-Ket dalam kalimat.Contoh kalimat yang tidak koheren :* Saya punya rumah baru saja diperbaiki.Contoh kalimat yang koheren :* Rumah saya baru saja diperbaiki.
  12. 12. 3. Keparalelan (Kesejajaran)Keparalelan atau kesejajaran adalah terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai di dalam kalimat.Contoh paralelisme yang salah.• Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, membuat katalog, dan buku-buku diberi label.Contoh Paralelisme yang benar.* Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, pembuatan katalog, dan pelabelan buku.
  13. 13. 4. PenekananSuatu perlakuan khusus menonjolkan bagian kalimat sehingga berpengaruh terhadap makna kalimat secara keseluruhan.Cara yang dipakai untuk memberi penekanan:- Meletakkan kata yang ditonjolkan di depan.- Melakukan pengulangan kata (repetisi).- Melakukan pengontrasan kata kunci.- Menggunakan partikel/penegas.
  14. 14. Contoh: Pada bulan Desember kita ujian akhir semester (bukan bulan November) Saudara-saudara, kita tidak suka dibohongi, kita tidak suka ditipu, kita tidak suka dibodohi. Penduduk desa itu tidak menghendaki bantuan yang bersifat sementara, tetapi bantuan yang bersifat permanen. Andalah yang bertanggung jawab menyelesaikan masalah ini.
  15. 15. 5. Kehematan Kehematan adalah menghindari pemakaian kata yang tidak perlu ( tidak memakai kata-kata yang mubazir, tidak mengulang subyek, tidak menjamakkan kata yang memang sudah berbentuk jamak)Contoh kalimat yang tidak hemat: Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa mahasiswa itu belajar seharian dari pagi sampai petang.Contoh kalimat yang hemat:* Saya melihat sendiri mahasiswa itu belajar seharian.
  16. 16. 6. KelogisanKelogisan ialah mengupayakan agar ide kalimat masuk akal. Logis dalam hal ini juga menuntut adanya pola pikir yang sistematis.Contoh kalimat yang tidak logis: Kepada Bapak Direktur, waktu dan tempat kami persilahkan. (waktu dan tempat tidak perlu dipersilahkan) Uang bertumpuk itu terdiri dari pecahan ratusan, puluhan, sepuluh ribuan, lima puluh ribuan, dua puluh ribuan. (tidak runtut dalam merinci)
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×