0
EJAAN YANGDISEMPURNAKAN      (EYD)    Oleh : Sugeng Rahardjo   1
Pengertian Ejaan   Ejaan adalah seperangkat aturan atau    kaidah    pelambang    bunyi    bahasa,    pemisahan,      pen...
Sejarah Ejaan Dalam Bahasa Indonesia1. Ejaan Van Ophuijsen (1901-1947)   Diambil dari nama seorang guru   besar Belanda ya...
Perubahan Huruf    dalam 3 Ejaan Bahasa Indonesia   Ejaan Van     Ejaan Republik /               Ejaan Yang   Ophuisjen   ...
EJAAN YANG DISEMPURNAKAN            (EYD)Ruang Lingkup EYD2. Pemakaian Huruf3. Penulisan Huruf4. Penulisan Kata5. Penulisa...
1. Pemakaian HurufMembicarakan bagian-bagian dasar   dari suatu bahasa yaitu :b. huruf kapitalc. vokald. konsonane. pemeng...
2. Penulisan HurufA.   Huruf KapitalPenulisan huruf kapital dipakai pada:  - Huruf pertama pada kata di awal kalimat  - Hu...
B. Huruf Miring     Penulisan huruf miring dipakai pada :     (1) Penulisan nama buku, majalah, dan         surat kabar ya...
3. Penulisan Kata  A. Kata Dasar      Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu      kesatuan. Contoh: Buku itu san...
-   Jika bentuk dasar yang berupa gabungan    kata mendapat awalan dan akhiran    sekaligus, unsur gabungan kata itu ditul...
C. Kata Ulang / Bentuk Ulang   Ditulis secara lengkap dengan   Contoh: anak-anak, lauk-pauk,             gerak-gerik, teru...
(2) Gabungan kata, termasuk istilah khusus    yang mungkin menimbulkan salah    pengertian dapat ditulis dengan tanda     ...
(3)Gabungan kata berikut ditulis serangkai       karena hubungannya sudah sangat   padu sehingga tidak dirasakan lagi   se...
E. Kata ganti ku, kau, mu, dan nya        Kata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang        mengikutinya; ku...
G. Kata si dan sang   Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata   yang mengikutinya.Misalnya: Harimau itu marah sekali p...
H. Partikel 1.Partikel -lah, -kah, dan –tah   Ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.contoh:     Bacalah buku in...
2.Partikel pun     Ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.         contoh:           Jika ayah pergi adik pun ikut ...
3. Partikel per yang berarti mulai, demi, dan        tiap ditulis terpisah dari bagian kalimat        yang mendahuluinya a...
I. Singkatan dan Akronim1. Singkatan adalah bentuk yag dipendekkan   yang terdiri atas satu huruf atau lebih.  contoh : A....
2. Akronim ialah singkatan yang berupa  gabungan huruf awal, gabungan suku kata,  ataupun gabungan huruf dan suku kata dar...
4. Penulisan Unsur SerapanA. Unsur pinjaman yang belum   sepenuhnya terserap ke dalam bahasa   Indonesia.   contoh: reshuf...
B. Unsur pinjaman yang pengucapan dan   penulisannya disesuaikan dengan kaidah   bahasa Indonesia.  Contoh: aerobik       ...
5. Pemakaian Tanda BacaA. Tanda Titik   1. Dipakai pada akhir kalimat yang bukan      pertanyaan dan seruan.      contoh: ...
3. Dipakai untuk memisahkan angka   jam, menit, dan detik yang menunjukan   waktu dan jangka waktu.contoh:  pukul 1.35.20 ...
4. Dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang   tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru,   dan tempat ter...
B. Tanda Koma   1. Dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu      perincian atau pembilangan.      contoh:      * Kami mem...
~ Selamat belajar                         semoga sukseS ~                                           27Oleh : Sugeng Rahardjo
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Ejaan dalam bahasa

20,146

Published on

semoga ini bermanfaat bagi Anda yang membutuhkan...

Published in: Education
4 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
20,146
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
457
Comments
4
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Ejaan dalam bahasa"

  1. 1. EJAAN YANGDISEMPURNAKAN (EYD) Oleh : Sugeng Rahardjo 1
  2. 2. Pengertian Ejaan Ejaan adalah seperangkat aturan atau kaidah pelambang bunyi bahasa, pemisahan, penggabungan, dan penulisannya dalam suatu bahasa. Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa, demi keteraturan dan keseragaman bentuk, terutama dalam bahasa tulis. Oleh : Sugeng Rahardjo 2
  3. 3. Sejarah Ejaan Dalam Bahasa Indonesia1. Ejaan Van Ophuijsen (1901-1947) Diambil dari nama seorang guru besar Belanda yang juga pemerhati bahasa.2. Ejaan Republik/Ejaan Soewandi (1947-1972) Diambil dari nama menteri P dan K pada masa ejaan itu diresmikan.3. Ejaan Yang Disempurnakan Berlaku dari 16 Agustus 1972 sampai sekarang Oleh : Sugeng Rahardjo 3
  4. 4. Perubahan Huruf dalam 3 Ejaan Bahasa Indonesia Ejaan Van Ejaan Republik / Ejaan Yang Ophuisjen Ejaan Soewandi Disempurnakan (1901-1947) (1947-1972) (mulai 16-08-1972)khoesoes chusus khususDjoem’at Djum’at Jumatja’ni jakni yaknipajoeng pajung payungtjoetjoe tjutju cucusoenji sunji sunyi Oleh : Sugeng Rahardjo 4
  5. 5. EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD)Ruang Lingkup EYD2. Pemakaian Huruf3. Penulisan Huruf4. Penulisan Kata5. Penulisan Unsur Serapan6. Pemakaian Tanda Baca Oleh : Sugeng Rahardjo 5
  6. 6. 1. Pemakaian HurufMembicarakan bagian-bagian dasar dari suatu bahasa yaitu :b. huruf kapitalc. vokald. konsonane. pemenggalanf. nama diri Oleh : Sugeng Rahardjo 6
  7. 7. 2. Penulisan HurufA. Huruf KapitalPenulisan huruf kapital dipakai pada: - Huruf pertama pada kata di awal kalimat - Huruf pertama petikan langsung. - Huruf pertama ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan. - Huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, yang diikuti nama orang. - dll. Oleh : Sugeng Rahardjo 7
  8. 8. B. Huruf Miring Penulisan huruf miring dipakai pada : (1) Penulisan nama buku, majalah, dan surat kabar yang ditulis dalam karangan. (2) Penegasan huruf, bagian kata atau kelompok kata. (3) Penulisan kata nama ilmiah atau ungkapan asing yang tidak disesuaikan ejaannya. 8Oleh : Sugeng Rahardjo
  9. 9. 3. Penulisan Kata A. Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Contoh: Buku itu sangat tebal. B. Kata Turunan - Imbuhan ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Contoh: dikelola, penetapan - Jika bentuk dasar berupa gabungan kata awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Contoh: bertepuk tangan, garis bawahi. 9Oleh : Sugeng Rahardjo
  10. 10. - Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Contoh: menggarisbawahi- Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai. Contoh: adibusana, antarkota, biokimia, dasawarsa, prasangka, dll. Oleh : Sugeng Rahardjo 10
  11. 11. C. Kata Ulang / Bentuk Ulang Ditulis secara lengkap dengan Contoh: anak-anak, lauk-pauk, gerak-gerik, terus-menerus.D. Gabungan Kata(1) Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk termasuk istilah khusus, unsur- unsurnya ditulis terpisah. Contoh: duta besar, rumah sakit, dll Oleh : Sugeng Rahardjo 11
  12. 12. (2) Gabungan kata, termasuk istilah khusus yang mungkin menimbulkan salah pengertian dapat ditulis dengan tanda penghubung untuk menegaskan pertalian unsur yang berkaitan. Contoh: alat pandang-dengar anak-istri saya orang-tua muda buku sejarah-baru Oleh : Sugeng Rahardjo 12
  13. 13. (3)Gabungan kata berikut ditulis serangkai karena hubungannya sudah sangat padu sehingga tidak dirasakan lagi sebagai dua kata. contoh: acapkali, apabila, bagaimana, barangkali, beasiswa, dll. Oleh : Sugeng Rahardjo 13
  14. 14. E. Kata ganti ku, kau, mu, dan nya Kata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; ku, mu dan nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh: Apa yang kumiliki boleh kauambil. Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan. F. Kata Depan di, ke, dan dari Ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada. Contoh: Di mana Siti sekarang? Kami percaya sepenuhnya kepadanya. 14Oleh : Sugeng Rahardjo
  15. 15. G. Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.Misalnya: Harimau itu marah sekali pada sang Kancil. Akhirnya ada juga yang dapat mengalahkan si jagoan itu. Oleh : Sugeng Rahardjo 15
  16. 16. H. Partikel 1.Partikel -lah, -kah, dan –tah Ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.contoh: Bacalah buku ini baik-baik. Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? Oleh : Sugeng Rahardjo 16
  17. 17. 2.Partikel pun Ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. contoh: Jika ayah pergi adik pun ikut pergi. Apa pun yang dimakannya, ia tetap kurus. Catatan: Kelompok yang lazim dianggap padu, misalnya adapun, andaipun, bagaimanapun, dsb. Contoh: Adapun sebab-sebabnya belum diketahui. Walaupun miskin, ia selalu gembira. 17Oleh : Sugeng Rahardjo
  18. 18. 3. Partikel per yang berarti mulai, demi, dan tiap ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahuluinya atau mengikutinya. contoh: PNS mendapat kenaikan gaji per 1 April. Mereka masuk ke ruangan satu per satu. Harga kain itu Rp 10.000, 00 per meter. 18Oleh : Sugeng Rahardjo
  19. 19. I. Singkatan dan Akronim1. Singkatan adalah bentuk yag dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. contoh : A. Riyanto Kol. Mujiono GBHN dst. a.n. cm Oleh : Sugeng Rahardjo 19
  20. 20. 2. Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. contoh: ABRI Iwapi radar radio detecting and ranging Oleh : Sugeng Rahardjo 20
  21. 21. 4. Penulisan Unsur SerapanA. Unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. contoh: reshuffle shuttle cock Oleh : Sugeng Rahardjo 21
  22. 22. B. Unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Contoh: aerobik hidraulik sentral aklamasi vaksin varietas Oleh : Sugeng Rahardjo 22
  23. 23. 5. Pemakaian Tanda BacaA. Tanda Titik 1. Dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan dan seruan. contoh: Aku lahir di Palembang. 2. Dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar. contoh: 1.2 Ilustrasi 1.2.1 Gambar Tangan Oleh : Sugeng Rahardjo 23
  24. 24. 3. Dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan waktu dan jangka waktu.contoh: pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik 1.35.20 jam (1 jam, 35 menit, 20 detik) Oleh : Sugeng Rahardjo 24
  25. 25. 4. Dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka. contoh: Hidayat, Azis. 2007. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Salemba Medika. Jakarta.5. Dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan dan kelipatannya. contoh: Jumlah penduduk desaku 5.200 orang. Oleh : Sugeng Rahardjo 25
  26. 26. B. Tanda Koma 1. Dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. contoh: * Kami membutuhkan kertas, pena, dan tinta. 2. Dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului kata tetapi dan melainkan. contoh: * Saya ingin datang, tetapi hari hujan. Oleh : Sugeng Rahardjo 26
  27. 27. ~ Selamat belajar semoga sukseS ~ 27Oleh : Sugeng Rahardjo
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×