Snake bite
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Snake bite

on

  • 1,356 views

cuman menambah pengetahuan aja

cuman menambah pengetahuan aja

Statistics

Views

Total Views
1,356
Views on SlideShare
1,355
Embed Views
1

Actions

Likes
0
Downloads
54
Comments
0

1 Embed 1

https://si0.twimg.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Snake bite Document Transcript

  • 1. "Snake Bite".(Pertolongan disengat Ular berbisa). Ketika digigit ular kebanyakan orang selalu panik dan dicekam rasa takut. Sebenarnya, tidak perlu demikian, asal mengetahui ciri ular dan cara penanganannya..Perlu diketahui ular yang berbisa tinggi dan mematikan memiliki tipe gigi Proteroglypha dan Solenoglypha. Jika manusia tergigitkelompok ular ini, prinsipnya adalah segera mengeluarkan bisa keluar dari tubuh, hambat laju racun ke jantung serta secepatmungkin mendapatkan pertolongan pertama yang tepat dan benar.Jika tidak tertolong dan salah penanganan akan berakibat cukup fatal yaitu kematian. Jika tertolong, biasanya akan meninggalkancacat atau bekas pada gigitan. Sebenarnya, jumlah dan jenis ular berbisa tinggi lebih sedikit dibanding kelompok yang lain,kecuali semua jenis ular laut yang berbisa tinggi dan sangat mematikan.Nah, dari hasil perbincangan TNOL dengan komunitas Sioux, sebaiknya tips ini perlu diketahui untuk membedakan ciri ularberbisa dan tidak. Dan, seperti apa penanganan awal yang dapat dilakukan di lokasi kejadian, jika sewaktu-waktu hal inimenimpa Anda.Perbedaan ular berbisa tinggi dan rendah Jika kita mengamati dengan teliti, ada beberapa hal yang dapat membedakan ular yang berbisa tinggi dan berbisa rendah.Namun, beberapa ciri berikut masih belum secara tepat menunjukkan tingkatan bisa ular, sehingga perlu pengamatan danpenelitian lebih lanjut.Ular berbisa rendah- Gerakannya cepat, takut pada musuh, agresif- Beraktifitas pada siang hari (diurnal)- Membunuh mangsanya dengan membelit- Bentuk kepalanya bulat telur (oval)- Tidak memiliki taring bisa- Gigitannya tidak mematikan- Setelah menggigit langsung lariUlar berbisa tinggi- Gerakannya lambat, tenang, penuh percaya diri- Beraktifitas pada malam hari (nocturnal)
  • 2. - Membunuh mangsanya dengan menyuntikkan bisa- Bentuk kepalanya cenderung segitiga sempurna- Memiliki taring bisa, racun mematikan- Kanibal- Setelah menggigit, masih tinggal ditempatPengecualianBerikut ini yang tidak sesuai dengan ketentuan- berbisa tinggi, tetapi kepalanya oval (bulat telur), agresif, keluar siang, malam :1. Ular King Kobra - Ophiophagus hannah2. Ular Kobra Naja naja sputratix- berbisa tinggi, tetapi kepala oval, gerakan tenang3. Ular weling - Bungarus candidus4. Ular welang - Bungarus fasciatus5. Ular picung/pudak seruni6. Semua jenis ular laut- tidak berbisa, keluar malam hari, gerakan lamban7. Semua jenis ular phyton dan ular boa8. Ular Pelangi - Xenopeltis unicolorPenanganan Pertama Gigitan UlarOrang menganggap semua ular berbahaya, dan bila bertemu akan berusaha membunuhnya. Sebenarnya tidak seperti itu. Terlebih jika tergigit ular, biasanya melakukan penanganan gigitan yang berlebihan. Akibatnya, cukup fatal serta merugikanmanusia sendiri. Demikian pula, jika penanganan efek gigitan ular berbisa tinggi dilakukan dengan lambat dan salah, maka dapatmenyebabkan dampak yang fatal bagi korban.Efek gigitan racun ular ke tubuh manusia selain ditentukan oleh kadar bisa/racun itu sendiri juga dipengaruhi dari daya tahantubuh manusia yang digigit. Semakin baik “pertahanan” alami atau antibody yang dimiliki, dan semakin sehat metabolisme tubuhmanusia, efek gigitan akan berkurang rasanya. Jika, dibandingkan dengan korban yang memiliki imunitas redah atau sedangdalam kondisi tidak fit karena capek atau sakitPrinsipnya, walau pun digigit ular, JANGAN TERGESA MEMBUNUH ular tersebut.JIKA TERGIGIT ULAR !!!Satu JANGAN PANIK !Dua Amankan posisi penolong dan korban. Terutama dari bahaya lain seperti gigitan ular itu “lagi”, lokasi yang curam, dll. Jikadiri sendiri yang tergigit, ambil posisi yang aman, jauhi ular.Tiga Imobilisasi pasien dan Lakukan pembalutan elastic di atas luka gigitan untuk menghentikan dan memperlambat laju bisamenuju ke jantung.Empat Tenangkan korban, jangan banyak melakukan aktifitas/gerakan yang menguras tenaga dan mempercepat detak jantungLima Kenali ular yang menggigit (LANGKAH VITAL dan PENTING !)Jika dapat mengenali ular, sesuaikan tindakan pertolongan sesuai dengan karakter efek bisa nya terhadap manusia.Ingat perbedaan berbisa rendah dan berbisa tinggi ! ....dan yang utama.....Jika luka gigitan terdapat dua titik yang nyata, berartiberbisa tinggi. Jika luka gigitan membentuk huruf U dengan jumlah luka banyak berarti tidak berbisaJika tidak dapat mengenali jenis ular, anggap bahwa itu ular yang berbisa tinggi dan mematikan. Selanjutnya, usahakan untukmenghafalkan ciri – ciri ular itu dan jika perlu, bunuh ular tersebut untuk di bawa ke bagian medis .“snake everywhere, don’t worry just be prepared !”Enam Lakukan tindakan pertolongan pertamaPenanganan gigitan ular tidak berbisa
  • 3. Hanya akan menimbulkan luka sobek atau luka lecet dan gatal.⇒ Lepaskan pembalut elastis⇒ Cuci luka dengan air dan sabun atau pembersih luka (Revanol)⇒ Beri obat antiseptik.⇒ Jika perlu, tutup luka dengan kain kassa atau biarkan tetap terbuka agar cepat kering⇒ Ingat ! ular tidak perlu dibunuh............Penanganan gigitan ular berbisa menengahAkan mengakibatkan pembengkakan pada daerah sekitar luka, perubahan warna, dan jika kondisi tubuh tidak fit, akan terasademam panas – dingin sekitar 2 - 7 hari.⇒ Lepaskan pembalut⇒ Cuci luka dengan pembersih luka yang ada (revanol)⇒ Beri antiseptik⇒ Jika perlu, tutup luka dengan kain kassa atau biarkan tetap terbuka agar cepat kering⇒ Usahakan korban beristirahat sebentar⇒ Beri makanan atau minuman berkalori dan berprotein tinggi⇒ Beri vitamin tambahan⇒ Ingat ! ular tidak perlu dibunuh............Bila tergigit ular jenis raksasa, ular pyhtonMengakibatkan pendarahan terbuka dan luka sobek.⇒ Posisikan bagian luka di atas dari posisi jantung untuk mencegah pendarahan, lebih baik dalam posisi berbaring⇒ Hentikan Pendarahan ! dengan melakukan prosedur penanganan pendarahan terbuka atau dapat pula dengan teknik torniquet.⇒ Istirahatkan dan tenangkan korban⇒ Upayakan untuk evakuasi ke rumah sakit dengan tetap memperhatikan pendarahan agar tidak terbuka lagi.⇒ Beri makanan atau minuman berkalori dan berprotein tinggi⇒ Beri vitamin tambahanIngat ! - ular ini tidak beracun tetapi akan tetap berbahaya jika korban kehilangan banyak darah.- saat melepas gigitan dari korban, jangan paksakan dengan menarik kepala ular, tapi mulut harus dibuka ! Perhatikan jugabelitan ular.- tidak perlu membunuh ular jenis ini kecualiBila tergigit ular yang berbisa tinggiEfeknya berbeda beda sesuai jenis racun yang terkandung di dalam bisa ular.Efek gigitan pada umumnya :o Pembengkakan pada luka, diikuti perubahan warnao Rasa sakit di seluruh persendian tubuho Mulut terasa keringo Pusing, mata berkunang - kunango Demam, menggigilo Efek lanjutan akan muntah, lambung dan liver (hati) terasa sakit, pinggang terasa pegal, akibat dari usaha ginjal membersihkandarah.Penanganan jika tergigit dengan efek di atas: Posisikan bagian yang terluka lebih rendah dari posisi jantung⇒ Ikat diatas luka sampai berkerut. Setiap 10 menit, kendorkan 1 menit⇒ Buat luka baru dengan kedalaman sekitar 1 cm dengan pisau, cutter, silet (yang disterilkan atau tidak, tergantung situasi). Buatluka pada mulai dari bagian atas, melalui lubang luka akibat taring. INGAT ! irisan luka baru jangan horisontal tetapi vertikal.⇒ Keluarkan darah sebanyak mungkin dengan cara mengurut kearah luka baru. korban akan terasa sangat kesakitan, sehingga
  • 4. perlu dilakukan dengan hati – hati tetapi tetap berlanjut. Saat mengurut, ikatan dapat dikendorkan. Upaya pengeluaran dapatdibantu dengan alat khusus “snake bite”, alat suntik (tanpa jarum), batang muda pohon pisang, teknik menggunakan tali senar,dll....tidak dianjurkan melakukan proses pengeluaran darah dan racun dengan menyedot melalui mulut. Karena itu sangat beresikopada si penolong karena racun dapat mengkontaminasi mulut, gigi, gusi bahkan tertelan hingga lambung dan usus.⇒ Proses itu dilakukan berulang –ulang hingga darah berwarna merah kehitaman dan berbuih keluar semua dan berganti dengandarah berwarna merah segar.⇒ Evakuasi korban. Bawa ke ahli ular untuk penanganan pengeluaran bisa ular lebih lanjut atau dapat pula dibawa ke rumahsakit terdekat untuk mendapatkan suntikan antivenom yang tepat. Usahakan mendapatkan antivenom monovalen sesuai karakterbisa ular yang menggigit (haemotoxin atau neurotoxin)⇒ Informasikan pada dokter bila korban elergi terhadap obat tertentu, identifikasi.“snake everywhere, don’t worry just be prepared !”⇒ Perawatan merupakan hal yang penting. Usahakan untuk selalu berkonsultasi agar luka cepat kering.INGAT !Tidak semua efek gigitan berbisa tinggi seperti di atas. Jika yang diserang hanya syaraf, maka tidak terjadi pembangkakan,demam, pusing, muntah dll. Penanganan gigitan ular welang, ular weling, ular laut, ular pudak seruni membutuhkan teknikkhusus karena spesifikasi racunnya berbeda.WASPADALAH TERHADAP ULAR SNAKE"