Your SlideShare is downloading. ×
0
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Pertemuan ke -_1__2_prilaku
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pertemuan ke -_1__2_prilaku

515

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
515
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
30
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. KONSEP DASAR, PRILAKU DALAM BERORGANISASI Konsep Dasar Prilaku dalam Berorganisasi, Pengertian dan unsur-unsur organisasi , Pengertian perilaku Keorganisasian, Tingkat analisis dalam perilaku Keorganisasian, Karakteristik perilaku keorganisasian, Tujuan mempelajari perilaku keprganisasian, Sumbangan beberapa bidang ilmu terhadap perilaku keorganisasian 1 2 Prilaku Individu dalam Organisasi PERTEMUAN KE-1 & 2
  • 2. PENGERTIAN ORGANISASI, PENGORGANISASIAN DAN STRUKTUR ORGANISASI Apa itu Organisasi ? Setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk sesuatu tujuan bersama dan terikat secara formal dimana selalu terdapat hubungan seorang/sekelompok orang yang disebut pimpinan dan seorang/sekelompok yang lain yang disebut bawahan. Atau Organisasi adalah suatu unit Sosial yang dikoordinasikan secara sengaja yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang didirikan untuk jangka waktu lama ( Haryani : 2001 : 36) S e
  • 3. Ciri – Ciri Organisasi : 1. Adanya Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab.  Dalam organisasi dibagi menjadi beberapa divisi dan departemen yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing- masing untuk mempermudah pencapaian tujuan 1. Adanya Pusat Kekuasaan  Pimpinan atau atasan sebagai pusat kekuasaan dalam organisasi akan menentukan pengawasan dan kepemimpinan 1. Adanya Substitusi Sumber Daya Manusia  Terjadinya substitusi SDM seperti mutasi, promosi, pensiun, meninggal dunia dan PHK 1. Adanya Ketergantungan Antaranggota  Organisasi sebagai sebuah subsistem saling berhubungan antara bagian yang satu dengan bagian lainnya. Semester Ganjil 2010/2011
  • 4. Adanya Koordinasi Antarkomponen  Selalu melakukan kordinasi baik secara lisan maupun tertulis 5. Adanya Interaksi yang Berulang – ulang  Kegiatan organisasi dilakukan secara konstinue atau berulang –ulang dan permanen sehingga interaksi juga terjadi berulang – ulang dana berhenti jika organisasi tersebut bubar 5. Fungsi Organisasi : 1. 2. Sebagai wadah dimana kegiatan-kegiatan administrasi dan manajemen di jalankan. Sebagai proses dimana di analisa intraction antara orang-orang yang menjadi anggota organisasi itu. Semester Ganjil 2010/2011
  • 5. PENGORGANISASIAN Pengorganisasian adalah Proses menciptakan struktur sebuah organisasi Atau Suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. Semester Ganjil 2010/2011
  • 6. Tujuan Pengorganisasian 1. 2. 4. 5. 6. 7. Semester Ganjil 2010/2011 3. Membagi pekerjaan yang harus dilakukan menjadi departemen – departemen dan jabatan – jabatan yang terperinci Membagi – bagi tugas dan tanggung jawab yang berkaitan dengan masing – masing jabatan Mengkoordinasikan berbagai tugas organisasi Mengelompokan pekerjaan – pekerjaan ke dalam unit – unit Membangun hubungan dikalangan individu, kelompok dan departemen Menetapkan garis – garis wewenang formal Mengalokasikan dan memberikan sumber daya organisasi
  • 7. Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat Semester Ganjil 2010/201 1
  • 8. Aspek Penting Dalam Pengorganisasian Membagi pekerjaan secara spesifik Menetapkan tugas dan tanggungjawab sehubungan dengan pekerjaan Mengkoordinasikan tugas-tugas yang bermacammacam Membentuk hubungan diantara individu, kelompok dan departemen Membentuk garis wewenang formal Mengalokasikan dan menyebarkan sumberdaya organisasi Semester Ganjil 2010/2011
  • 9. Struktur Organisasi Pengertian  Kerangka kerja formal organisasi dimana tugas – tugas dan jabatan dibagi dan dikelompokan serta dikordinasikan Tujuannya  Agar para karyawan bisa bekerja secara efektif dan efesien Semester Ganjil 2010/2011
  • 10. Unsur – unsur yang harus diperhatikan dalam mendesain stuktur organisasi 1. Spesialisasi kerja atau pembagian kerja  Pembagian tugas atau membagi tugas organisasi menjadi pekerjaan – pekerjaan terpisah  Contohnya pembagian kerja di bagian keuangan ada kepala bagian keuangan, cashier dan accounting Semester Ganjil 2010/201 1
  • 11. 2. Departementalisasi  Dasar yang digunakan untuk mengelompokan tugas – tugas dan pekerjaan dalam rangka mencapai sasaran organisasi  Contoh departemen keuangan, pemasaran, penjualan, personalia, produksi dsb 2. Rantai komando  Sebuah garis wewenang yang tak terputus dari tingkat atas ke tingkat paling bawah tujuannya supaya karyawan mengetahui siapa yang harus dituju jika mereka menghadapi suatu masalah dan kepada siapa mereka bertanggung jawab Semester Ganjil 2010/2011
  • 12. 4. Rentang Kendali  Jumlah bawahan yang dapat disupervisi oleh seorang manajer secara efesien dan efektif  tujuannya agar pengawasan bisa dilakukan dengan efektif dan efesien  Belum ada angka ideal dalam rentang kendali artinya rentang kendali yang luas dianggap efesien tapi belum tentu dari segi efektivitasnya begitu juga sebaliknya Semester Ganjil 2010/2011
  • 13. 5. Sentralisasi  adalah suatu sistem dimana pengambilan keputusan itu terkonsentrasi ditingkat – tingkat atas organisasi 6. Desentralisasi  adalah suatu sistem dimana karyawan dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan organisasi Semester Ganjil 2010/2011
  • 14. Faktor-faktor utama yang menentukan Perancangan Struktur Organisasi Strategi Organisasi Untuk mencapai tujuan organisasi strategi akan menjelaskan sebagaimana aliran wewenang dan saluran komunikasi dapat disusun diantara para manajer dan bawahan strategi berubah struktur organisasi berubah. Teknologi yang digunakan Perbedaan terhadap yang digunakan untuk memproduksi barang-barang atau jasa akan membedakan bentuk Organisasi Anggota atau Karyawan Semua individu yang terlibat langsung dalam kegiatan organisasi. Ukuran Organisasi Besarnya organisasi secara keseluruhan maupun satuan-satuan kerjanya akan sangat mempengaruhi struktur organisasi. Semester Ganjil 2010/2011
  • 15. Tipe Organisasi  Dilihat dari Orientasi Terhadap Laba : 1. Organisasi yang berorientasi laba ( profit oriented organization ) – Tujuannya utama  mencari laba atau keuntungan – Laba digunakan untuk pengembangan dan membiayai operasional organisasi – Organisasi ini dikenal dengan organisasi bisnis atau perusahaan. Dimana pemilik menerima laba /keutungan terbesar – Contoh hotel, restoran, bank, perusahaan asuransi, toko dsb 1. Organisasi Nirlaba ( non-profit oriented organization ) – Tujuan  Tidak semata – mata mencari keuntungan atau laba – Contoh rumah sakit, lembaga pendidikan, panti asuhan LSM (lembaga swadaya masyarakat) dsb Semester Ganjil 2010/2011
  • 16. BENTUK ORGANISASI Organisasi lini ( garis ) Suatu bentuk organisasi yang setiap pekerjaannya hanya mengenal satu pimpinan yang langsung membawahinya. Kebaikannya :  Adanya kesatuan dalam pimpinan  Pimpinan lebih cepat dalam mengambil keputusan  Pimpinan lebih cepat memberikan perintah, karena langsung diberikan pada bawahan .  Penghematan biaya karena berbagai kegiatan di bawahi oleh satu orang. Semester Ganjil 2010/2011
  • 17. Keburukannya : Sering terdapat birokrasi yang menghambat jalannya organisasi. Tidak adanya spesialisasi, menyebabkan tugas dikerjakan kurang efisien. Kurangnya kerja sama diantara masingmasing bagian copytright erma@stikom-bali.ac.id
  • 18. Organisasi Fungsional Organisasi yang pembagian tugasnya didasarkan menurut fungsi yang ada dalam organisasi, bawahan mendapat perintah dari beberapa kepala bagian yang masing-masing ahli dibidangnya, karena pimpinan percaya penuh kepada para ahli dibidangnya tersebut. Kebaikannya :  Spesialisasi para karyawannya dipergunakan semaksimal mungkin  Solidaritas antara orang-orang yang menjalankan fungsi yang sama pada umumnya tinggi  Moral serta disiplin orang-orang yang menjalankan sama umumnya tinggi  Koordinasi antara orang-orang dalam satu fungsi mudah dijalankan
  • 19. Keburukannya : Orang terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang tertentu Orang-orang yang bergerak dalam satu bidang fungsi tertentu terlalu mementingkan fungsinya saja.
  • 20. Organisasi Matrik Organisasi manajemen proyek, yaitu struktur dimana para spesialis dari bagian-bagian yang ada disatukan untuk mengerjakan proyek khusus. Kebaikannya :  Memungkinkan organisasi menangani proyek khusus  Memungkinkan digunakannya pengetahuan khusus dimanapun ditemukan dalam organisasi  Melintasi banyak garis organisasi untuk mempercepat pengembangan proyek.
  • 21. Keburukannya : Memerlukan manajer yang sangat khusus Mengabaikan kesatuan perintah Dapat menumbulkan masalah bagi karyawan kalau mereka kembali keperjaan semula.
  • 22. Organisasi Divisional Suatu bentuk organisasi yang pembagian tugasnya dibagi menjadi beberapa unit yang agak otonom, yang tiap-tiap unitnya mempunyai sumber daya untuk beroperasi secara mandiri. Kebaikannya :  Titik berat pada produk divisi itu jelas  Pengendalian dan penilaian dilakukan secara langsung  Dasar pengembangan bagi manajer, umpan balik, keparipurnaan dan otonom sesui dengan bentuk organisasi.
  • 23. Keburukannya :  Koordinasi proyek yang harus melintasi garis divisi sering sukar  Penghematan mungkin menjadi masalah karena banyak fungsi berduplikasi pada tiap divisi.  Manajer mungkin menghadapi kesukaran dalam mengekspose keluar divisi mereka.
  • 24. Prilaku  Adalah Perbuatan, tindakan atau perkataan seseorang yang sifatnya dapat diamati, digambarkan dan dicatat oleh orang lain ataupun orang yang melakukannya  Prilaku dapat dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi,etika, kekuasaan dan genetika  Prilaku memiliki beberapa dimensi : 1. Fisik dapat diamati, digambar dan dicatat baik frekuensi, durasi atau intensitasnya 2. Ruang suatu prilaku yang memiliki dampak terhadap lingkungan fisik dan sosial,dimana prilaku itu terjadi 3. Waktu suatu prilaku yang memiliki keterkaitan dengan masa lampau maupun masa yang akan datang Semester Genap 2010/2011-Pertemuan Ke-1
  • 25. Pengelompokan prilaku 1. Prilaku wajar 2. Prilaku dapat diterima 3. Prilaku aneh 4. Prilaku menyimpang Semester Genap 2010/2011-Pertemuan Ke-1
  • 26. Karakter manusia yang dapat mempengaruhi dalam prilaku individu dalam berorganisasi dibagi menjadi empat golongan meliputi : 1. kolerik/dominant karakter ini kuat, biasanya orang dg karakter memiliki sifat tegas, suka memimpin, tidak suka diatur, tidak sulit berkata TIDAK. 2. sanguinis/intim sifat dari karakter intim berupa cheerfull, outspoken, suka bergaul, sulit berkata TIDAK, diri nya sendiri adalah fokus utama, berbicara dahulu baru berpikir. 3. plegmatis/stabil sifat dari karakter stabil adalah pendiam, suka memendam perasaan, tidak suka kerumunan, berpikir sebelum berbicara. 4. melankolis sifat dari karakter ini biasanya perasa, lembut, mudah tersinggung, memendam dendam
  • 27. PERILAKU ORGANISASI Adalah suatu studi yang menyangkut aspek – aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi, atau kelompok tertentu. Aspek tingkah laku manusia yang dimaksud adalah pembahasan tentang pengaruh organisasi terhadap manusia yang bekerja di dalamnya; dan sebaliknya pengaruh manusia terhadap organisasi dimana mereka berada. Tujuannya memperlancar upaya pencapaian tujuan organisasi.
  • 28. Ruang lingkup prilaku organisasi Menurut S.P. Robin dalam teori model 3 level tentang mempelajari perilaku manusia dalam organisasi melalui tiga tingkatan analisis. Tingkatan Individu : karakteristik bawaan individu dalam organisasi. 2. Tingkatan Kelompok : dinamika perilaku kelompok dan faktor-faktor determinannya 3. Tingkatan Organisasi : faktor-faktor organizational yang mempengaruhi perilaku. 1.
  • 29. IKLIM DAN MODEL PRILAKU DALAM BERORGANISASI
  • 30. IKLIM & MODEL PRILAKU DALAM PERILAKU ORGANISASI Empat variabel model prilaku individu yang mempengaruhi iklim dalam berorganisasi : 1. Karakteristik Biografis  Pengaruh Karakteristik pribadi seperti umur, jenis kelamin, dan status perkawinan, banyaknya tanggungan, dan masa kerja yang objektif serta tingkat kemampuan dalam menyelesaikan sesuatu  Usia atau umur berpengaruh terhadap : 1. Tingkat Pengunduran Diri  Semakin Tua Usia maka tingkat pengunduran dirinya semakin rendah 2. Tingkat Keabsenan  Semakin tua biasanya tingkat keabsenannya rendah tetapi ada yang sebaliknya, hal ini berkaitan dengan kamangkiran.
  • 31. Tingkat Produktivitas  Usia bertambah biasanya produktivitasnya turun tetapi hal itu bisa ditutupin dengan pengalaman yang cukup lama 4. Tingkat Kepuasan Kerja  Hubungan dengan karyawan profesional artinya semakin bertambah usia tingkat kepuasan kerja tinggi 3.  Jenis Kelamin : berpengaruh terhadap tingkat keabsenan, tingkat keabsenan wanita lebih tinggi daripada pria, hal ini dikarenakan fungsi dan tanggung jawab wanita sebagai ibu rumah tangga
  • 32. Status Perkawinan : berpengaruh terhadap tingkat pengunduran diri dan keabsenan, bagi wanita tingkat pengunduran diri dan keabsenannya lebih rendah daripada laki2 karena adanya tugas2 baru wanita setelah menikah Masa Kerja : Berpengaruh terhadap tingkat keabsenan dan pengunduran diri misalnya karyawan senior lebih rendah tingkat absensi dan pengunduran dirinya daripada karyawan junior
  • 33. Kemampuan : kapasitas individu dalam melaksanakan berbagai macam tugas dalam pekerjaan tertentu Ada 2 faktor kemampuan : 1. Kemampuan Intelektual  Merupakan Kemampuan untuk melaksanakan kegiatan mental seperti kemampuan verbal, kemampuan penalaran, kemampuan konseptual, kemampuan pemahaman dsb 1. Kemampuan Fisik  Merupakan kemampuan untuk manjalankan tugas yang menuntut stamina, keterampilan, kekuatan dan karakteristik
  • 34.  Kesesuaian pekerjaan dengan kemampuan 1. Pekerjaan tertentu biasanya menuntut kemampuan tertentu 2. Ketidak sesuaian antara pekerjaan dan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang akan membawa dampak pada kinerja dari pekerjaan itu sendiri
  • 35. 2. Pembelajaran Belajar adalah setiap perubahan yang relatif permanen dari perilaku yang terjadi sebagai hasil pengalaman. Untuk menjelaskan proses harus melakukan pola-pola perilaku : 1) Pengkondisian Klasik Suatu tipe pengkondisian di mana seorang individu menanggapi beberapa rangsangan yang tidak akan selalu menghasilkan respons semacam itu. 1) Pengkondisian Operan Suatu tipe pengkondisian dalam mana perilaku sukarela yang diinginkan menghantar ke suatu ganjaran atau mencegah suatu hukuman. 1) Pembelajaran Sosial Suatu perpanjangan dari pengkondisian operan yaitu mengandaikan perilaku sebagai fungsi dari konsekuensi dan mengakui pentingnya eksistensi pembelajaran observasional (lewat pengamatan).
  • 36. 3. Pembentukan Perilaku  Tujuannya : Memperkuat secara sistematis tiap langkah berurutan yang menggerakkan seorang individu lebih mendekati respons yang diinginkan.  Ada 4 cara untuk membentuk perilaku yaitu :  Penguatan Positif Respons terhadap sesuatu yang menyenangkan.  Penguatan Negatif Bila tanggapan diikuti oleh penghentian atau penarikan sesuatu yang tidak menyenangkan  Hukuman Mengakibatkan suatu kondisi yang tidak menyenangkan dalam upaya menyingkirkan suatu perilaku yang tidak diinginkan.  Pemusnahan Menyingkirkan penguatan apa saja yang mempertahankan suatu perilaku.
  • 37. SUMBANGAN BEBERAPA BIDANG ILMU TERHADAP PRILAKU ORGANISASI
  • 38. Sumbangan Beberapa Bidang Ilmu Terhadap Prilaku Keorganisasian Psikologi (psychology) adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur,menjelaskan dan terkadang merubah prilaku manusia dan mahluk lain. Konsep psikologi industri/organisasi : 1. Kontribusinya dulu fokus kepada permasalahan rasa lelah, capek, bosan yang dapat menghalagi kinerja yang efesien 2. Kontribusinya diperluas mencakup pengetahuan, persepsi, kepribadian, emosi, pelatihan keefektifan, kepemimpinan, kebutuhan dan kekuatan motivasional, kepuasan kerja, penghargaan kinerja, seleksi karyawan, dan stress pekerjaan.
  • 39. Psikologi Sosial (Social Psychologi ) adalah memadukan konsep dari psikologi dan sosiologi, berfokus pada pengaruh seseorang terhadap individu lainnya. Contohnya dalam hal komunikasi yang memerlukan pemahaman, perubahan sikap dan perubahan pendapat serta membangun kepercayaan. Sosiologi (sociology) adalah studi tentang manusia dalam kaitannya dengan lingkungan sosial dan kultur mereka Contohnya kultur organisasi, struktur dan teori organisasi formal, teknologi organisasi, komunkasi dan kekuatan dan konflik
  • 40. Antropologi (antrhopology ) adalah studi kemasyarakatan untuk mempelajari manusia dan aktivitas – aktivitas mereka. Contoh para antropolog telah membantu memberikan pemahaman tentang budaya organisasi, lingkungan organisasi, perbedaan budaya bangsa yang merupakan hasil kerja dari para antropolog dengan menggunakan metode antropologi
  • 41. SEKIAN & TERIMA KASIH

×