BAB I                                     PENDAHULUAN   1. A.    Latar belakangSalah satu mewujudkan visi dan misi bangsa ...
1. B.     TujuanAdapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut :   1. Untuk mengetahui dan memahami definisi dan Pe...
Pendidikan karakter adalah suatu sistem penamaan nilai-nilai karakter yang meliputi komponenpengetahuan, kesadaran atau ke...
aturan-aturan yang telah disepakati mekanisme penyelenggaraannya oleh suatu komunitasmasyarakat (Negara), melainkan lebih ...
dan mau dibentuk seperti apa nantinya, tergantung pada potensinya dan juga tergantung padapeluangnya.Pembangunan dan pendi...
penyadaran, pencerdasan dan pembangunan mental atau karakter, tentu bukan hanya identikdengan sekolah.Akan tetapi, berkait...
Strategi Pendidikan Karakter yang akan dibahas adalah Strategi Pendidikan Karakter melaluiMultiple Talent Aproach (Multipl...
arti pendidikan budaya dan karakter bangsa perlu dikemukakkan pengertian istilah budaya,karakter bangsa, dan pendidikan.Tu...
BAB III                                          PENUTUP3.1          KesimpulanAdapun kesimpulan dari makalah ini adalah s...
1. Tujuan Pendidikan Pendidikan Karakter Bangsa diantaranya adalah sebagai berikut :            1. Mengembangkan potensi a...
http://berbagireferensi.blogspot.com/2011/10/pengembangan-pendidikan-dan budaya-dan.htmlMuin,Fachtul.2011.Pendidikan Karak...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Isbd

1,546 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,546
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
49
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Isbd

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN 1. A. Latar belakangSalah satu mewujudkan visi dan misi bangsa Indonesia pada masa mendatang telah termuatdalam Garis-Garis Besar Haluan Negara yaitu mewujudkan sistem dan iklim pendidikan nasionalyang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasankebangsaan, cerdas, sehat, berdisplin dan bertanggung jawab,berketerampilan serta menguasaiilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusiaIndonesia.Terlihat dengan jelas GBHN mengamanatkan tentang arah kebijakan dibidangpendidikan diantaranya yaitu meningkatkan kemampuan akademik dan profesional sertameningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan, sehingga tenaga pendidik mampuberfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan watak atau karakter pendidik dan budipekerti. Prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dituangkan dalam RencanaPembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2005 – 2025 (UU No. 17 Tahun 2007)antara lain adalah dalam mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia, bermoral, beretika,berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila”. Salah satu upaya untukmerealisasikannya adalah dengan cara memperkuat jati diri dan karakter bangsa melaluipendidikan. Upaya ini bertujuan untuk membentuk dan membangun manusia Indonesia yangbertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mematuhi aturan hukum, memelihara kerukunaninternal dan antar umat beragama, melaksanakan interaksi antarbudaya, mengembangkan modalsosial, menerapkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, dan memiliki kebanggaan sebagai bangsaIndonesia dalam rangka memantapkan landasan spiritual, moral, dan etika pembangunan bangsa.Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak sertaperadaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yangbertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman danbertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Pendidikanmerupakan bagian penting dari kehidupan manusia yang tak pernah bisa ditinggalkan.Pendidikan bukanlah proses yang diorganisasi secara teratur, terencana, dan menggunakanmetode-metode yang dipelajari serta berdasarkan aturan-aturan yang telah disepakati mekanismepenyelenggaraan oleh suatu komunitas suatu masyarakat (Negara), melainkan lebih merupakanbagian dari kehidupan yang memang telah berjalan sejak manusia itu ada.Pendidikan bisadianggap sebagai proses yang terjadi secara sengaja, direncanakan, didesain, dan diorganisasiberdasarkan aturan yang berlaku terutama perundang-undangan yang dibuat atas dasarkesepakatan masyarakat.Pendidikan sebagai sebuah kegiatan dan proses aktivitas yang disengajamerupakan gejala masyarakat ketika sudah mulai disadari pentingnya upaya untuk membentuk,mengarahkan, dan mengatur manusia sebagaimana dicita-citakan masyarakat.
  2. 2. 1. B. TujuanAdapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui dan memahami definisi dan Perkembangan Pendidikan Karakter Bangsa 2. Mengetahui Strategi-strategi dalam Perkembangan Pendidikan Berkarakter 3. Mengetahui tujuan perkembangan Pendidikan Karakter Bangsa 1. C. Rumusan MasalahBerdasarkan permasalahan yang terurai diatas maka penulis membuat rumusan masalah sebagaiberikut : 1. Apa saja yang dapat dilakukan untuk membangun kepribadian dalam pendidikan karakter bangsa? 2. Bagaimanakah Pendidikan karakter bangsa Saat ini? 3. Bagaimana Proses Perkembangan Pendidikan karakter bangsa? 1. D. Ruang LingkupRuang lingkup dalam makalah ini mengurai tentang Perkembangan Pendidikan Karakter Bangsadengan mengritisi Pendidikan karakter Bangsa dalam keterpaduan pembelajaran. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Definisi dan makna Pendidikan Karakter
  3. 3. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penamaan nilai-nilai karakter yang meliputi komponenpengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut,baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri,sesama,lingkungan,maupunkebangsaan.Pengembangan karakter bangsa dapat dilakukan melalui perkembangan karakterindividu seseorang.Akan tetapi, karena manusia hidup dalam lingkungan sosial dan budayatertentu, maka perkembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalamlingkungan sosial dan budaya yang bersangkutan.Artinya, perkembangan budaya dan karakterdapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik darilingkungan sosial,budaya masyarakat, dan budaya bangsa.Lingkungan sosial dan budaya bangsaadalah Pancasila, jadi pendidikan budaya dan karakter adalah mengembangkan nilai-nilaiPancasila pada diri peseta didik melalui pendidikan hati, otak, dan fisik.Pendidikan karakter atau pendidikan watak sejak awal munculnya pendidikan oleh para ahlidianggap sebagai suatu hal yang niscaya.John Sewey, misalnya, pada tahun 1916 yangmengatakan bahwa sudah merupakan hal yang lumrah dalam teori pendidikan bahwapembentukan watak merupakan tujuan umum pengajaran dan pendidikan budi pekerti disekolah.Kemudian pada tahun 1918 di Amerika Serikat (AS), Komisi Pembaharuan PendidikanMenengah yang ditunjuk oleh Perhimpunan Pendidikan Nasioanal melontarkan sebuahpernyataan bersejarah yaitu mengenai tujuan-tujuan pendidikan umum.Lontaran itu dalamsejarah kemudian dikenal sebagai “Tujuh Prinsip Utama Pendidikan” , antara lain : 1. Kesehatan 2. Penguasaan proses-proses fundamental 3. Menjadi anggota keluarga yang berguna 4. Pekerjaan 5. Kewarganegaraan 6. Penggunaan waktu luang secara bermanfaat 7. Watak susilaPendidikan ke arah terbentuknya karakter bangsa para siswa merupakan tanggungjawab semuaguru. Oleh karena itu, pembinaannya pun harus oleh guru. Dengan demikian, kurang tepat jikadikatakan bahwa mendidik para siswa agar memiliki karakter bangsa hanya ditimpahkan padaguru mata pelajaran tertentu, misalnya guru PKN atau guru pendidikan agama. Walaupun dapatdipahami bahwa yang dominan untuk mengajarkan pendidikan karakter bangsa adalah para guruyang relevan dengan pendidikan karakter bangsa.Tanpa terkecuali, semua guru harus menjadikandirinya sebagai sosok teladan yang berwibawa bagi para siswanya. Sebab tidak akan memilikimakna apapun bila seorang guru PKn mengajarkan menyelesaikan suatu masalah yangbertentangan dengan cara demokrasi, sementara guru lain dengan cara otoriter. Atau seorangguru pendidikan agama dalam menjawab pertanyaan para siswanya dengan cara yang nalarsementara guru lain hanya mengatakan asal-asalan dalam menjawab.Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan manusia yang tak pernahditinggalkan.Sebagai sebuah proses, ada dua hal asumsi yang berbeda mengenai pendidikandalam kehidupan manusia.Pertama, bisa dianggap sebagai sebuah proses yang terjadi secaratidak disengaja atau berjalan secara alamiah.Pendidikan bukanlah proses yang diorganisasisecara teratur, terencana, dan mengunakan metode-metode yang dipelajari serta berdasarkan
  4. 4. aturan-aturan yang telah disepakati mekanisme penyelenggaraannya oleh suatu komunitasmasyarakat (Negara), melainkan lebih merupakan bagian dari kehiupan yang memang telahberjalan sejak manusia itu ada.Pengertian ini menunjuk bahwa pada dasarnya manusia secaraalamiah merupakan mahkluk yang belajar dari peristiwa alam dan gejala-gejala kehidupan yangada untuk mengembangkan kehidupannya.Kedua, pendidikan dianggap sebagai proses yangterjadi secara sengaja, disengaja, dan diorganisasi berdasarkan aturan yang berlaku, terutamaperundang-undangan yang dibuat atas dasar kesepakatan masyarakat.Pendidikan sebagai sebuahkegiatan dan proses aktivitas yang disengaja ini merupakan gejala masyarakat ketika sudah mulaidisadari pentingnya upaya untuk membentuk, mengarahkan, dan mengatur manusia sebagaimanadicita-citakan masyarakat terutama cita-cita orang yang mendapatkan kekuasaan.Cara mengaturmanusia dalam pendidikan ini tentunya berkaitan dengan bagaimana masyarakat akandiatur.Artinya, tujuan dan pengorganisasian pendidikan mengikuti arah perkembangan sosio-ekonomi yang berjalan.Jadi, ada aspek material yang menjelaskan bagaimana arah pendidikandidesain berdasarkan siapa yang paling berkuasa dalam masyarakat tersebut. Karaktermerupakan perpaduan antara moral, etika, dan akhlak. Moral lebih menitikberatkan pada kualitasperbuatan, tindakan atau perilaku manusia atau apakah perbuatan itu bisa dikatakan baik atauburuk, atau benar atau salah. Sebaliknya, etika memberikan penilaian tentang baik dan buruk,berdasarkan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat tertentu, sedangkan akhlak tatanannyalebih menekankan bahwa pada hakikatnya dalam diri manusia itu telah tertanam keyakinan dimana ke duanya(baik dan buruk) itu ada. Karenanya, pendidikan karakter dimaknai sebagaipendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang tujuannyamengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan bai-buruk, memeliharaapa yang baik itu, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuhhati.2.2 Membangun Karakter dan Kepribadian BangsaMembangun karakter bangsa adalah membangun pandangan hidup, tujuan hidup, falsafah hidup,rahasia hidup serta pegangan hidup suatu bangsa.Sebagai bangsa, bangsa Indonesia telahmemiliki pegangan hidup yang jelas.Dimulai sejak dikumandangkannya Proclamation ofIndependence Indonesia dan dicetuskannya declaration of Independence sebagai cetusankemerdekaan dan dasar kemerdekaan, sekaligus menghidupkan kepribadian bangsa Indonesiadalam arti kata yang seluas-luasnya meliputi kepribadian politik, kepribadian ekonomi,kepribadian sosial, kepribadian kebudayaan dan kepribadian nasional.Membangun karaktersangat diperlukan dalam memaknai kehidupan merdeka yang telah dicapai oleh bangsa kita ataskarunia Tuhan .Pembentukan karakter adalah proses membangun dari bahan mentah menjadicetakan yang sesuai dengan bakat masing-masing.Pendidikan adalah proses pembangunankarakter.Pembangunan karakter merupakan proses membentuk karakter, dari yang kurang baikmenjadi lebih baik, tergantung pada bekal masing-masing.Mau dibawa kemana karakter tersebut
  5. 5. dan mau dibentuk seperti apa nantinya, tergantung pada potensinya dan juga tergantung padapeluangnya.Pembangunan dan pendidikan karakter sebenarnya telah dibatasi (kontradiktif) denganpendidikan mahal dan komersil atau kapatalisme pendidikan.Bangsa adalah kumpulan manusiaindividual, Karakter bangsa dicerminkan oleh karakter manusia-manusia yang ada di dalambangsa tersebut.Sebuah bangsa lahir mirip dengan seorang manusia lahir.Seorang bayi lahir dariperjuangan keras seorang ibu.Pembangunan karakter bangsa juga demikian, dimanapembangunan karakter bangsa berkaitan dengan sejarah dimasa lalu yang memberikan syarat-syarat material yang memunculkan persepsi masyarakat terhadap kondisinya tersebut,dipengaruhi oleh kejadian konkret di masa kini.Pembangunan karakter diperlukan untukmenumbuhkan watak bangsa yang bisa dikenali secara jelas, yang membedakan diri denganbangsa lainnya, dan ini diperlukan untuk menghadapi situasi zaman yang terusberkembang.Pembangunan karakter menjadi penting karena situasi kehidupan tertentu dankonteks keadaan tertentu membutuhkan karakter yang sesuai untuk menjawab keadaan yang adatersebut.Misalnya, bangsa yang masih rendah teknologinya memerlukan karakter yang produktifdan kreatif dari generasi bangsanya, tempat berpikir ilmiah menjadi titik tekan karena hal itulahyang sangat dibutuhkan untuk menjawab tuntutan.Pembangunan karakter yang keras harusdilakukan untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan masyarakat.Jangan sampai titik tekanpembangunan karakter tersebut justru menjadi tidak cocok dengan kebutuhan untuk mengatasimasalah yang ada.Pembanguna karakter itulah yang kemudian dapat dilakukan oleh pendidikankarena didalamnya proses sosial mengarahkan generasi yang dilakukan.Kepribadian manusia selalu berkembang sehingga bisa dibentuk ulang dan diubah.Kepribadianadalah hubungan antara materi tubuh dan jiwa seseorang yang perkembangannya dibentuk olehpengalaman dan kondisi alam bawah sadar yang terbentuk sejak awal pertumbuhan manusia,terutama akibat peristiwa-peristiwa psikologis yang penting dalam pertumbuhan diri.Banyakyang beranggapan bahwa tidak ada orang yang memiliki dua kepribadian, kecuali orang yangsakit jiwa.Kepribadian orang digunakan untuk merespons lingkungan disekitarnya.Bukan segalatingkah laku orang dapat ditentukan kepribadiannya, akan tetapi ada saat tertentu lingkungan luardapat mengubah kepribadian seseorang jika lingkungan tersebut memiliki pengaruh yang sangatbesar.Oleh karena itu, Kepribadian dapat berubah apabila lingkungan tiba-tiba berubah.2.3 Pendidikan Karakter BangsaPendidikan karakter menjadi kunci terpenting kebangkitan Bangsa Indonesia dari keterpurukanuntuk menyongsong datangnya peradaban baru.Di Indonesia, akhir-akhir ini menjadi isu yangsangat hangat sejak Pendidikan Karakter dicanangkan oleh Presiden Susilo BambangYudhoyono (SBY) pada saat Peringatan Hari Pendidikan Nasional, pada tanggal 2 mei 2010lalu.Tekad Pemerintah tersebut bertujuan untuk mengembangkan karakter dan budaya bangsasebagai bagian yang tak terpisahkan dari sistem pendidikan Nasional yang harus didukung secaraserius.Karakter bangsa dapat dibentuk dari program-program pendidikan atau dalam prosespembelajaran yang ada di dalam kelas.Akan tetapi, apabila pendidikan memang bermaksudserius untuk membentuk suatu karakter generasi bangsa, ada banyak hal yang harus dilakukan,dan dibutuhkan penyadaran terhadap para pendidik dan juga terhadap pelaksana kebijakanpendidikan.Jika kita pahami arti dari Pendidikan secara luas, pendidikan sebagai proses
  6. 6. penyadaran, pencerdasan dan pembangunan mental atau karakter, tentu bukan hanya identikdengan sekolah.Akan tetapi, berkaitan dengan proses kebudayaan yang secara umum sedangberjalan, dan juga memliki kemampuan untuk mengarahkan kesadaran,membentuk carapandang, dan juga membangun karakter generasi muda.Artinya, karakter yang menyangkut carapandang dan kebiasaan siswa, remaja, dan juga kaum muda secara umum sedikit sekali yangdibentuk dalam ruang kelas atau sekolah, akan tetapi lebih banyak dibentuk oleh proses sosialyang juga tak dapat dilepaskan dari proses ideoogi dan tatanan material-ekonomi yang sedangberjalan.Mendidik budaya dan karakter bangsa adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diripeserta didik melalui Pendidikan hati, otak, dan fisik.Pendidikan adalah suatu usaha yang sadardan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik.Pendidikan adalah suatu usahamasyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi muda bagi keberlangsungan kehidupanmasyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan.Keberlangsungan tersebut dapat ditandaioleh pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa.Oleh karena itu,pendidikan merupakan proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda danjuga proses pengembangan budaya karakter bangsa untuk meningkatkan kualitas kehidupanmasyarakat dan bangsa di masa mendatang.Dalam proses pendidikan budaya dan karakterbangsa, secara aktif peserta didik mengembangkan potensi dirinya, melakukan prosesinteralisasi, dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian dalam bergaul di masyarakat,mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupanbangsa yang bermartabat.Berdasarkan pengertian budaya, karakter bangsa,dan pendidikan yangtelah dikemukakan diatas maka pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagaipendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didiksehingga memiliki nilai dan karakter sebagai karakter diri, yang menerapkan nilai-nilai tersebutdalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga Negara yang religius,nasionalis, produktif dan kreatif.Atas dasar pemikiran itu, pengembangan pendidikan budaya dankarakter sangat strategis bagi keberlangsungan dan keunggulan bangsa di masamendatang.Perkembangan tersebut harus dilakukan melalui perencanaan yang baik, pendekatanyang sesuai, dengan metode belajar serta pembelajaran yang efektif.Sesuai dengan sifat suatunilai, pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah oleh karenanyaharus dilakukan secara bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah, melalui semua matapelajaran, dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah.Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa adalah perkembangan potensi peserta didik agarmenjadi berperilaku baik, dan bagi peseta didik yang telah memiliki sikap dan perilaku yangmencerminkan budaya dan karakter bangsa, untuk memperkuat pendidikan nasional untukbertanggung jawab dalam perkembangan potensi peserta didik yang bermartabat, dan juga untukmenyaring budaya bangsa sendiri dengan bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budayadan karakter bangsa yang bermartabat. 2.4 Strategi-Strategi dalam Pendidikan Karakter
  7. 7. Strategi Pendidikan Karakter yang akan dibahas adalah Strategi Pendidikan Karakter melaluiMultiple Talent Aproach (Multiple Intelligent).Strategi Pendidikan Karakter ini memiliki tujuanyaitu untuk mengembangkan seluruh potensi anak didik yang manifestasi pengembangan potensiakan membangun Self Concept yang menunjang kesehatan mental.Konsep ini menyediakankesempatan bagi anak didik untuk mengembangkan bakat emasnya sesuai dengan kebutuhandan minat yang dimilikinya.Ada banyak cara untuk menjadi cerdas, dan cara ini biasanyaditandai dengan prestasi akademik yang diperoleh disekolahnya dan anak didik tersebutmengikuti tes intelengensia.Cara tersebut misalnya melalui kata-kata, angka, musik, gambar,kegiatan fisik atau kemamuan motorik atau lewat cara sosial-emosional.Menurut Gardner (1999), manusia itu sedikitnya memiliki 9 kecerdasan.Kecerdasan manusia,saat ini tak hanya dapat diukur dari kepandaiannya menguasai matematika atau menggunakanbahasa.Ada banyak kecerdasan lain yang dapat diidentifikasi di dalam diri manusia.Sedangkanmenurut Howard Gardner (1999) yang menjelaskan 9 kecerdasan ganda, apabila dipahamidengan baik, akan membuat semua orang tua memandang potensi anak lebih positif.Terlebihlagi, para orang tua (guru) dapat menyiapkan sebuah lingkungan yang menyenangkan danmemperdayakan di sekolah.Konsep Multiple Intelligence mengajarkan kepada anak bahwamereka bisa belajar apapun yang mereka ingin ketahui.Bagi Orangtua atau guru , yangdibutuhkan adalah kreativitas dan kepekaan untuk mengasah anak tersebut.Baik guru atau Orangtua juga harus berpikir terbuka, keluar dari paradigma tradisional.Kecerdasan bukanlah sesuatuyang bersifat tetap.Keceradasan bagaikan sekumpulan keterampilan yang dapat ditumbuhkan dandikembangkan.Kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah, kemampuan untukmenciptakan masalah baru untuk dipecahkan, kemampuan untuk menciptakan sesuatu yangberharga dalam suatu kebudayaan masyarakat.Melalui pengenalan Multiple Intellegence, kitadapat mempelajari kekuatan atau kelemahan anak dan dapat memberikan mereka peluang untukbelajar melalui kelebihan mereka, tujuannya adalah agar anak memiliki kesempatan untukmengeksplorasi dunia.2.5 Tujuan Pendidikan Karakter BangsaPerkembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, Pengertian Pendidikan Budaya danKarakter Bangsa Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional (UU Sisdiknas) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yangharus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia.Pasal 3 UU Sisdiknasmenyebutkan, “Pendidikan Nasional Berfungsi mengembangkan dan membentuk watak sertaperadaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuanuntuk berkembangnya potensi peseta didik agar menjadi manusia yag beriman,dan bertakwakepaa Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,sehat,berilmu, cakap, kreatif, mandiri, danmenjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.tujuan Pendidikan Nasionalmerupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiapsatuan Pendidikan.Oleh karena itu, rumusan tujuan Pendidikan Nasional menjadi dasar dalampengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.Untuk mendapatkan wawasan mengenai
  8. 8. arti pendidikan budaya dan karakter bangsa perlu dikemukakkan pengertian istilah budaya,karakter bangsa, dan pendidikan.Tujuan Pendidikan Pendidikan Karakter Bangsa diantaranyaadalah sebagai berikut : 1. Mengembangkan potensi afektif peserta didik sebagai manusia dan Warga Negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa 2. Mengembangkan Kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya dan karakter bangsa 3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa 4. Mengembangkan kemampuan pesrta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan dan 5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman,jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan.Nilai-nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa merupakan Nilai-nilai yang dikembangkandalam pendidikan budaya dan karakter bangsa dan diidentifikasi dari sumber-sumber Agama,karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama, maka kehidupan individu,masyarakat, dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaan.Secara politis,kehidupan kenegaraan didasari pada nilai yang berasal dari agama.Dan sumber yang keduaadalah Pancasila, Pancasila : Negara kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsip-prinsipkehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut dengan Pancasila.Pancasila terdapat padaPembukaan UUD 1945 dan dijabarkan lebih lanjut lagi dalam pasal-pasal yang terdapat dalamUUD 1945.Artinya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yangmengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan, budaya dan seni.Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadiWarga Negara yang lebih baik, yaitu Warga Negara yang memiliki kemampuan, kemauan,danmenerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sebagai Warga Negara.Budaya sebagai suatukebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak disadari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat tersebut.Nilai-nilai budaya tersebut dijadikan dasar dalampemberian makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antaranggota masyarakattersebut.Posisi budaya yang demikian penting dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.
  9. 9. BAB III PENUTUP3.1 KesimpulanAdapun kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penamaan nilai-nilai karakter yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri,sesama,lingkungan,maupun kebangsaan.Pengembangan karakter bangsa dapat dilakukan melalui perkembangan karakter individu seseorang.Akan tetapi, karena manusia hidup dalam lingkungan sosial dan budaya tertentu, maka perkembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan sosial dan budaya yang bersangkutan. 1. Strategi-strategi dalam Perkembangan Pendidikan Berkarakter salah satunya adalah Strategi Pendidikan Karakter melalui Multiple Intelligence (Multiple Talent Approach) Strategi ini bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi anak didik yang merupakan Pengembangan potensi yang membangun self concept yang menunjang kesehatan mental.
  10. 10. 1. Tujuan Pendidikan Pendidikan Karakter Bangsa diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Mengembangkan potensi afektif peserta didik sebagai manusia dan Warga Negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa 2. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya dan karakter bangsa 3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa 4. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan 5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas, dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan.3.2 SaranDalam penyusunan makalah ini Penulis mohon dengan sangat masukan dan kritikan dari BapakDosen agar menjadi lebih baik lagi, karena dalam penyusunan makalah ini kami, mungkinbanyak kata atau penulisan kata yang salah.3.3 Daftar PustakaAnanta Pramoedya Toer.2006. Anak Semua Bangsa.Jakarta : Lentera DipantarDepdiknas, 2003, Undang-undang No. 20 tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional,www.depdiknas.go.idGoble, G Frank.1991.Mazhab Ketiga : Psikologi Humanistik Abraham Maslow.Yogyakarta.Penerbit Kanisius
  11. 11. http://berbagireferensi.blogspot.com/2011/10/pengembangan-pendidikan-dan budaya-dan.htmlMuin,Fachtul.2011.Pendidikan Karakter Konstruksi Teoritik dan praktik.Yogyakarta : Arr-ruzzMediaRachman, Maman. 2000. Reposisi, Reevaluasi, dan Redefinisi Pendidikan Nilai Bagi GenerasiMuda Bangsa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun Ke-7

×