Your SlideShare is downloading. ×
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Makalah dasar-dasar statistika
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Makalah dasar-dasar statistika

1,438

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,438
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. MAKALAHDasar-Dasar StatistikaDitujukan untuk Memenuhi Tugas MandiriMata Kuliah: Bahasa IndonesiaDosen Pengampu: Indriya Mulyaningsih. M.pd.Siti Rita Anita(14121510622)Matematika C-II (Dua)FAKULTAS TARBIYAHINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)SYEKH NURJATI CIREBON2013
  • 2. BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangStatistik memegang peranan yang penting dalam penelitian, baik dalampenyusunan model, perumusan hipotesa, dalam pengembangan alat daninstrumen pengumpulan data, dalam penyusunan desain penelitian, dalampenentuan sampel dan dalam analisa data. Dalam banyak hal, pengolahan dananalisa data tidak luput dari penerapan teknik dan metode statistik tertentu,yang mana kehadirannya dapat memberikan dasar bertolak dalam menjelaskanhubungan-hubungan yang terjadi. Statistik dapat digunakan sebagai alat untukmengetahui apakah hubungan kausalitas antara dua atau lebih variabel benar-benar terkait secara benar dalam suatu kausalitas empiris ataukah hubungantersebut hanya bersifat random atau kebetulan saja.Statistik telah memberikan teknik-teknik sederhana dalammengklasifikasikan data serta dalam menyajikan data secara lebih mudah,sehingga data tersebut dapat dimengerti secara lebih mudah. Statistik telahdapat menyajikan suatu ukuran yang dapat mensifatkan populasi ataupunmenyatakan variasinya, dan memberikan gambaran yang lebih baik tentangkecenderungan tengah-tengah dari variabel.Statistik dapat menolong peneliti untuk menyimpulkan apakah suatuperbedaan yang diperoleh benar-benarberbeda secara signifikan. Apakahkesimpulan yang diambil cukup refresentatif untuk memberikan infrensiterhadap populasi tertentu.Teknik-teknik statistik juga dapat digunakan dalam pengujian hipotesa,mengingat tujuan penelitian pada umumnya adalah untuk menguji hipotesa-hipotesa yang telah dirumuskan, maka statistik telah banyak sekali menolongpeneliti dalam mengambil keputusan untuk menerima atau menolak suatuhipotesa. Statistik juga dapat meningkatkan kecermatan peneliti dalam rangkamengambil keputusan terhadap kesimpulan-kesimpulan yang ingin ditarik.
  • 3. B. Rumusan Masalah1. Apa yang dimaksud dengan ststistik?2. Apa ciri-ciri statistic?3. Bagaimana metode mengolah data yang baik?4. Skala apa saja yang digunaka dalam statistic?5. Apa saja data-data yang terdapat dalam statistic?6. Bagaimana perhitungan statistic?C. Tujuan1. Dapat memehami arti dari statistic2. Dapat mengetahui cirri-ciri statistic3. Mampu mengolah data dengan baik4. Mengetahui skala-skala dalam ilmu statistic5. Mengetahui data-data yang terdapat dalam statistic6. Dapat memhami perhitungan-perhitungan dalam statistic
  • 4. BAB IIKAJIAN TEORI1. Pengertian StatistikaMenurut Sudjana, (1992: 3) mengatakan bahwa statistic adalah ilmu yangterdiri dari teori dan metoda yang merupakan cabang dari matematika terapandan membicarakan tentang baggaimana mengumpulkan data, meringkas data,mengolah dan menyajikan data, menarik kesimpulan dari hasil analisis,menentukan keputusan dalam batas-batas resiko tertentu berdasarkan resikoyang ada.Statistic adalah suatu ilmu pengetahuan yang berhubungan data statisticdan fakta yang benar atau suatu kajian ilmu pengetahuan yang dengan teknikpengumpulan data, penglahan data, analisis data, penarikan kesimpulan, danpembuatan kebijakan yang cukup kuat alasanya berdasarkan data fakta yangbenar.1Pada prinsipnya statistic diartikan sebagai kegiatan untuk mengumpulkandata, meringkas/menyajikan data, menganalisa data dengan metode tertentu,dan menginterpretasikan hasil analisis tersebut.22. Pembagian StatistikaA. Staistik DeskriptifStaistik deskriptif adalah bagian dari statistic yang mempelacari carapengumpulan dan penyajian data sehingga mudah dipahami.3Statistika deskriptif adalah teknik statistik yang memberikan informasihanya mengenai data yang dimiliki dan tidak bermaksud untuk mengujihipotesis dan kemudian menarik inferensi yang digeneralisasikan untuk datayang lebih besar atau populasi. Statistik deskriptif “hanya” dipergunakan untukmenyajikan dan menganalisis data agar lebih bermakna dan komunikatif dandisertai perhitungan-perhitungan “sederhana” yang bersifat lebih memperjelas1Riduwan, Dasar-Dasar Statistika (Bandung: Alfabeta, 2003), halaman 3.2Singgih Santoso, Statistik Parametrik (Jakarta: Elexmedia Komputindo, 2002), halaman 2.3M. Iqbal Hasan, Statistika deskriftif , (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), halaman 6.
  • 5. keadaan dan atau karakteristik data yang bersangkutan. (Burhan Nurgiyantorodkk, 2000: 8).Ukuran statistik yang lazim digunakan untuk mendeskripsikankarakteristik sampel ialah ukuran kecenderungan sentral, Ukuran variasi ,ukuran letak, dan koefisien korelasi. Sekalipun statistika deskriptif ini hanyamenyajikan karakteristik sampel, namun statistika deskriptif merupakan dasaruntuk mengkaji dan melakukan inferensi karakteristik populasi.B. Statistic InferensialStatistik inferensial adalah bagian dari statistic yang mempelajarimengeni penafsiran dan penarikan kesimpulan yang berlaku secara umumdari data yang telah tersedia.4Statistika inferensial adalah statistik yang berkaitan dengan analisis data(sampel) untuk kemudian dilakukan penyimpulanpenyimpulan (inferensi)yang digeneralisasikan kepada seluruh subyek tempat data yang diambil(populasi). (Burhan Nurgiyantoro dkk, 2000: 12).Statistika inferensial atau statistika induktif bertujuan menyajikan,menganalisa data dari suatu kelompok untuk ditarik kesimpulan-kesimpulan, prinsip-prinsip tertentu yang berlaku bagi kelompok yanglebih besar (populasi) disamping berlaku bagi kelompok yangbersangkutan (sampel).Statistika inferensial merupakan langkah akhir dari tugas statistikakarena dalam setiap penelitian kesimpulan inilah yang diinginkan.Statistika inferensial harus berdasar pada statistika deskriptif, sehinggakedua-duanya harus ditempuh secara benar agar kita mendapatkankegunaan maksimal dari statistika ini.Yang merupakan bagian dari statistic inferensial yaitu:1) Statistika parametrik adalah suatu ukuran tentang parameter, artinyaukuran seluruh populasi dalam penelitian yang harus diperkirakan dariapa yang terdapat di dalam sampel (karakteristik populasi). Satu syarat4Ibid, Hal 7
  • 6. umum yang harus dipenuhi apabila seorang peneliti akanmenggunakan statistika parametrik, yaitu normalitas distribusi.2) Statistika non parametrik yaitu statistik yang tidak memperhatikan nilaidari satu parameter populasi atau lebih. Statistik non parametrikdigunakan karena analisis parametrik tidak konsisten lagi sehinggatidak terikat atau terbebas dari model distribusi dan sampelnya relatifkecil. Pada umumnya validitas pada statistika non parametrik tidakbergantung pada model peluang yang spesifik dari populasi. Data yangdibutuhkan lebih banyak berskala ukuran nominal atau ordinal.3. Landasan Kerja StatistikAda tiga jenis landasan kerja statistic, menurut Sutrisno Hadi (1994: 222-223)A. Variansi : Didasarkan atas kenyataan bahwa seorang peneliti selalumenghadapi persoalan dan gejala yang bermacam-macam (varian) baikdalam bentuk tingkatan dan jenisnya.B. Reduksi : Hanya sebagian dan seluruh kejadian yang berhak diteliti(sampling)C. Generalisasi : Sekalipun penelitian dilakukan terhadap sebagain atauseluruh kejadian yang hendak diteliti, namun kesimpulan dan penelitianini akan diperuntukkan bagi keseluruhan kejadian atau gejala yangdiambil.4. Ciri-Ciri Pokok StatistikAda ciri-ciri pokok atau karakteristik statistic menurut Riduwan (2003: 4-5)A. Statistik berkerja dengan angka1) Angka statistic sebagai jumlah atau frekuensi angka sebagai nilai atauharga, pengertian ini mengandung arti bahwa statistic adalah sebagaidata kuantitatif.2) Angka statistic sebagai nilai mempunyai arti data kualitatif yangdiujudkan dalam angka.
  • 7. B. Statistic bersifat objektifStatistik bekerja dengan angka sehingga mempunyai sifat objektif, artinyaangka statistic dapat digunakan sebagai alat pencari fakta, pengungkapankenyataan yang ada dan memberikan keterangan yang benar, kemudianmenentukan kebijakan sesuai fakta dan temuannya yang diungkapkan apaadanya.C. Statistic bersifat universalStatistik tidak hanya digunakan dalam salah satu disiplin ilmu saja, tetapidapat digunakan secara umum dalam berbagai bentuk disiplin ilmupengetahuan dengan penuh keyakinan.5. Data StatistikData ialah bahan mentah yang perlu diolah sehingga menghasilkaninformasi atau keterangan, baik kualitatif maupun kuantitatif yangmenunjukan fakta.5Data statistic dapat dikumpulkan dengan menggunakanprosedur yang sistematis. Dalam pengumpulan data dapat dibedakan menjadidua jenis menurut M. Iqbal Hasan (2003: 17-18) yaitu: Berdasarkan jenis carapengumpulannya yaitu pengmatan, penelusura (literature), penggunaankuesioner (angket), dan wawancara. Berdasarkan banyaknya data yangdiambil yaitu sensus, dan sampling (pengumpulan data dengan mengambilsebagian dari elemen atau anggota populasi untuk diselidiki).Terdapat dua jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif, datakualitatif yaitu data yang berhubungan dengan kategorisasi, karakteristikberwujud pernyataan atau berupa kata-kata. Sedangkan data kuantitatif yaitudata yang berwujud angka-angka.Selain pembagian tersebut, ada yang membagi data menjadi data primer dandata sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung darisumbernya, misal melalui wawancara, penyebaran kuesioner, pengukurnlangsung, dan lain lain. Sedangkan data sekunder adalah data yang diambil/5Riduwan, Dasar-Dasar Statistika (Bandung: Alfabeta, 2003), halaman 31.
  • 8. disadur dari pihak lain, misal diambil dari koran, jurnal, penelitian/ publikasipihak lain, dan lain-lain.6. Jenis Skala PengukuranSkala pengukuran bertujuan untuk mengklasifikasikan variable yang akandiukur agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan analisis data danlangkah penelitian selanjutnya.6Menurut Ridwan (1997:32-33) menerangkanbahwa ada empt jenis skala pengukura yaitu:1) Skala nominal yaitu skala yang paling sederhana disusun menurut jenisatau fungsi bilangan hanya sebagai symbol untuk membedakan sebuahkarakteristik dengan karakteristik lainnya. Adapun cirri-ciri skala nominalantara lain: hasil perhitungan tidak dijumpai bilangan pecahan, angka yangtertera hanya label saja, tidak mempunyai urutan, tidak mempunyai ukuranbaru, dan tidak mempunyai nol mutlak.Contoh skala nominal :No. Jenis Kendaraan Jumlah (Unit)1. Peugeuot 1,3672. Toyota 68,6383. Isuzu 20,5214. Daihatsu 15,7215. BMW 1,5152) Skala ordinal yaitu skala yang berdasarkan pada rangking atau urutan, darijenjang yang tertinggi sampai jenjang yang terendah, atau sebaliknya.Contoh skala ordinal:No. Jenis Kendaraan Jumlah (Unit)1. Toyota 68,6382. Isuzu 20,5213. Daihatsu 15,7216M. Iqbal Hasan, Statistika deskriftif , (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), halaman 32
  • 9. 4. BMW 1,5155. Peugeuot 1,3673) Skala interval yaitu skala yang menunjukan jarak antara satu data denganyang lain dan mempunyai bobot yang sama. Contoh skala interval yaitu:Suhu udara dapat berkisar antara -4° hingga 40° C. Jika termometermenunjukkan 0° C, bukan berarti tidak ada suhu, tetapi hanya sebagaipenunjuk bahwa suhu saat itu tergolong rendah.4) Skala ratio yaitu skala pengukuran yang mempunyai niali nol mutlak danmempunyai jarak yang sama. Misalnya umur manusia dan ukurantimbangan keduanya tidak memiliki angka nol negative, artinya seseorangtidak dapat berumur dibawah nol tahun, dan timbangan harus memilikiangka diatas nol. Contoh skala rasio yaitu:Jumlah komponen mesin yang diproduksi per batch adalah 1.000.000komponen. Bila dalam suatu batch menunjukkan angka produksi 0, makaartinya adalah pada saat itu tidak dilakukan proses produksi sehingga tidakada output produksi.7. Istilah-Istilah dalam StatistikA. Rentang (range) yaitu suatu perangkat data yang biasanya dilambangkandengan huruf R. Rumusnya adalah :Rentang = data terbesar – data terkecilB. Panjang Kelas atau interval menunjukkan banyak angka (nilai) yangtercakup oleh suatu interval. Panjang kelas dapat ditentukan denganbeberapa cara. Salah satu cara yang dapat membantu menentukan panjangkelas adalah rumus yang diusulkan oleh Sturgess, yaituK = I + 3,3 log nC. Banyak kelas menunjukkan jumlah interval kelas yang diperlukan untukmengelompokkan suatu perangkat data. Banyak kelas selalu berbentukbilangan bulat dan sebaiknya berkisar antara 5 sampai 20.
  • 10. D. Frekuensi setiap kelas dapat diperoleh dengan cara turus (tally) setiap nilaiyang ada pada interval kelas masing-masing dan kemudian menjumlahkanbanyaknya turus yang didapat. Batas bawah suatu kelas skor (niali)terkecil (terendah) pada kelas itu, sedangkan batas atas suatu kelas adalahskor terbesar atau tertinggi pada kelas yang bersangkutan.E. Simpangan Rata-Rata (Mean Deviation) yaitu jumlah nilai mutlak dariselisih semua nilai dengan nilai rata-rata dibagi banyaknya data.F. Varians (Variance) yaitu rata-rata hitung deviasi kuadrat setiap dataterhadap rata-rata hitungnyaG. Standar Deviasi yaitu akar kuadrat dari varians dan menunjukkan standarpenyimpangan data terhadap nilai rata-ratanya.H. Jangkauan kuartil dan jangkauan persentil 10-90. Jangkauan kuartildisebut juga simpangan kuartil atau semi antar kuartil atau deviasi kuartilsedangkan jangkauan persentil 10-90 disebut juga rentang persentil 10-90.8. Karakteristik utama statistikaA. Distribusi data (distribusi frekuensi)Distribusi frekuensi yaitu penyusunan suatu data mulai yang terkecilsampai yang terbesar yang membagi banyaknya data kedalam beberapakelas.7Menurut Riduwan (2003: 66), distribusi frekuensi terdiri dari duayaitu:1) Distribusi frekunsi katagori, yaitu distribusi frekuensi yangpengelompokan datanya disusun berbentuk kata-kata atau distribusifrekuensi yang penyatuan kelas-kelasnya didasarkan pada datakatagori (kualitatif)2) Distribusi frekuensi numeric, yaitu distribusi frekuensi yangpenyatuan kelas-kelasnya disusun secara interval yang didasarkanpada angka-angka kuantitatif.B. Ukuran pemusatan yaitu salah satu aspek yang paling penting untukmenggambarkan distribusi data adalah nilai pusat pengamatan. Contoh7Ibid, hal 66
  • 11. dari ukuran pemusatan yaitu rata-rata, median, modus, kuartil, dll.Karakteristik yang penting untuk ukuran pemusatan yang baik yaitu:1) Harus mempertimbangkan semua gugus data2) Tidak boleh terpengaruh oleh nilai-nilai ekstrim.3) Harus stabil dari sampel ke sampel.4) Harus mampu digunakan untuk analisis 11amper11en lebih lanjut.9. Manfaat dan Kegunaan StatistikManfaat dan kegunaan staistika menurut Riduwan dan Sunarto (2007: 5-6)yaitu sebagai berikut:A. Komunikasi. Adalah sebagai penghubungan beberapa pihak yangmenghasilkan data statistic atau berupa analisis statistic sehingga beberapapihak tersebut akan dapat mengambil keputusan melalui informasitersebut.B. Deskripsi. Merupakan penyajian data dan mengilustrasikan data, misalnyamengukur tingkat kelulusan siswa, laporan keuangan, tingkat inflasi,jumlah penduduk, dan seterusnya.C. Regresi. Adalah meramalkan pengaruh data yang satu dengan data yanglainnya dan untuk menghadapi gejala-gejala yang akan dating.D. Korelasi. Untuk mencari kuatnya atau besarnya hubungan data dalamsuatu peneltianE. Komparasi yaitu membandingkan data dua kelompok atau lebih.Sedangkan menurut Sugiyono (2003:12), statistika berperan sebagai:A. Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel yang diambil dari suatupopulasi, sehingga jumlah sampel yang dibutuhkan akan lebih dapatdipertanggungjawabkan.B. Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas 11amper11ent sebelum11amper11ent tersebut digunakan dalam penelitian.C. Sebagai teknik untuk menyajikan data, sehingga data lebih komunikatif,misalnya melalui 11ampe, grafik, atau diagram.
  • 12. D. Alat untuk menganalisis data seperti menguji hipotesis yang diajukandalam penelitian.10. Pengukuran Tendensi Sentral dan Ukuran PenempatanPengukuran tendensi sentral dan ukuran penempatan digunakan untukmenjaring data yang menunjukan pusat atau pengetahuan dari gugus data yangmenyebar.8A. Ukuran tendensi sentral terdiri dari:1) Rata-rata hitung (Mean) atau nilai rata-rata merupakan metode yangpaling banyak digunakan untuk menggambarkan ukuran tendensisentral. Untuk mean (rata-rata) data tunggal dihitung denganmenjumlahkan semua nilai data pengamatan kemudian dibagi denganbanyaknya data.=Sedangkan untuk menghitung mean (rata-rata) data berkelompokmenggunakan rumus:=2) Rata-rata ukur yaitu untuk mencari rata-rata kenaikan dalam bentukpersentase, perbandingan tiap data berurutan yang 12amper tetap atausecara tetap, menghitung rata-rata terhadap persentase atau ratioperubahan suatu gejala pada data tertentu. Rata-rata ukur untuk datatunggal menggunakan dengan rumus:– 100Untuk data berkelmpok menggunakan rumus:3) Rata-Rata Harmonik yaitu jumblah data dibagi jumblah satu persetiapdata. Rata-rata harmonic ini jarang digunakan untuk hitungan rata-rata,8Ibid hal 101
  • 13. namun untuk data bersifat khusus rata-rata harmonic ini sangatdiperlukan. Rumus yang digunaka untuk menghitung rata-rataharmonic data tunggal yaitu:Sedangkan untuk data berkelmpok menggunakan rumus:4) Modus atau mode (Mo) ialah nilai dari beberapa data yang mempunyaiferkunsi tertinggi baik data tunggal maupun data berkelompok ataudapat pula diartikan sebagai data yang sering muncul.9Caramenghitung modus data tunggal sangat sederhana, yaitu denganmencari nilai yang sering muncul diantara sebaran data. Sedangkanuntuk mencari modus data berkelompok yaitu menggunakan rumus:Mo =Keterangan:Lo : Tepi bawah kelas modusd1 : Selisih frekunsi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelum kelasmodusd2 : Selisih frekunsi kelas modus dengan frekuensi kelas setelah kelasmodusC : Panjang interval kelasB. Menghitung Ukuran Penempatan1) Median ialah nilai tengah dari gugus data yang telah diurutkan(disusun) dari data yang terkecil sampai data yang terbesar atausebbaliknya. Terdapat dua perhitungan untuk menentukan median yaitimedian data tunggal dan median data kelompok, untuk mencari9Riduwan, Dasar-Dasar Statistika, (Bandung: Alfabeta, 2002), hal 115
  • 14. median data tunggal yaitu dengan mengurutkan data tersebut dari yangterkecil sampai data terbesar atau sebaliknya kumudia posisi mediandicari dengan menggunakan rumus:n : banyaknya dataSedangkan untuk median data berkelompok perlu dibuat susunandistribusi frekuensi terlebih dahulu dengan cara mengurutkan dataterkecil sampai data terbesar atau sebaliknya, kemudian menghitungrentangan ( R ), jumlah kelas ( K ), dan panjang interval kelas ( P ).Dengan menggunaka rumus:Me =Ket:L2 : tepi bawah kelas medianf2 : frekuensi kelas median∑f2 : jumblah frekunsi sebelum kelas medianN : Jumblah data (∑f )C : Panjang interval kelas2) Kuartil ialah nilai atau angka yang membagi data dalam tiga bagianyang sama, setelah itu disusun dari data terkecil sampai data terbesaratau sebaliknya. Ada tiga bentuk kuartil yaitu kuartil atas (Q1), kuartiltengah (Q2) dan kuartil bawah (Q3). Untuk mencari kuartil datatunggal yaitu denggan cara menyususun atau mengurutkan dataterkecil sampai data terbesar kemudian posisi kuartil dicari denganrumus:(n+1)
  • 15. (n+1)(n+1)Sedangkan untuk mencari kuartil data berkelompok harus dibuatsususna distribusi frekuensi kelompok terlebih dahulu, hal ini untukmempermudah perhitungan. Cara menghitung kuartil databerkelompok perlu dibuat susunan distribusi frekuensi terlebih dahuludengan cara mengurutkan data terkecil sampai data terbesar atausebaliknya, kemudian menghitung rentangan ( R ), jumlah kelas ( K ),dan panjang interval kelas ( P ).10Dengan menggunaka rumus:Q1= Bb + PQ2= Bb + PQ3= Bb + P3) Desil ialah nilai atau angka yang membagi data menjadi 10 bagianyang sama, setelah disusun dari data yang terkecil sampai data yangterbesar atau sebalknya.11Cara mencari desil 15amper sama denganmencari nilai kuartil, bedanya hanya pada pembagiannya saja. Untukmencari desil data tunggal yaitu denggan cara menyususun ataumengurutkan data terkecil sampai data terbesar kemudian posisi desildicari dengan rumus:Posisi DS1 = 1/10 (n+1) Posisi DS6 = 6/10 (n+1)Posisi DS2 = 2/10 (n+1) Posisi DS7 = 7/10 (n+1)Posisi DS3 = 3/10 (n+1) Posisi DS8 = 8/10 (n+1)Posisi DS4 = 4/10 (n+1) Posisi DS9 = 9/10 (n+1)10Ibid hal 12711Ibid hal 133Keterangan:Bb : batas bawah sebelum nilai kuartilP : Panjang kelasn : Jumlah dataf : banyaknya frekunsiJf : Jumblah dari semua frekunsikumulatif
  • 16. Posisi DS5 = 5/10 (n+1) (Dimana n = jumlah data)Untuk mencari desil data berkelompok harus dibuat sususna distribusifrekuensi kelompok terlebih dahulu, hal ini untuk mempermudahperhitungan. Cara menghitung desil data berkelompok perlu dibuatsusunan distribusi frekuensi terlebih dahulu dengan cara mengurutkandata terkecil sampai data terbesar atau sebaliknya, kemudianmenghitung rentangan ( R ), jumlah kelas ( K ), dan panjang intervalkelas ( P ).12Dengan menggunaka rumus:DS data ke-x = Bb + P–, x= 1-94) Presentil adalah fraktil yang membagi seperangkat data yang telahterurut menjadi seratus bagian yang sama.13Cara mencari presentildata tunggal yaitu menggunakan rumus:Pi = nilai ke , i= 1,2,3,…,99Untuk presentil data kelompok menggunakan rumus:Ps data ke-x = Bp + P–, x= 1-9912Ibid hal 12713M. Iqbal Hasan, Statistika deskriftif , (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), halaman 86
  • 17. BAB IIIPENUTUPA. KesimpulanDari penjabaran pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa:1. Statistik adalah untuk menunjukkan kepada pencatatan angka-angka darisuatu kejadian atau kasus tertentu. Selaras dengan apa yang didefinisikanoleh Sudjana (1995:2) bahwa statistik adalah kumpulan fakta berbentukangka yang disusun dalam daftar atau tabel dan atau diagram, yangmelukiskan atau menggambarkan suatu persoalan.2. Statistik berbeda dengan statistika, perbedaannya yakni statistikmenunjukkan pencatatan angka-angka suatu kejadian, sedangkan statistikaadalah ilmu tentang cara-cara mengumpulkan, mentabulasi danmenggolongkan, menganalisis dan mencari keterangan yang berarti daridata yang berupa angka.3. Secara menyeluruh, peran dan fungsi statistika digunakan untukmenunjukkan tubuh pengetahuan (body of knowledge) tentang cara-carapengumpulan data, analisis dan penafsiran data.4. Pengklasifikasian statistika dilihat dari isi yang dipelajari yang terbagimenjadi statistika teoritis dan terapan, sedangkan dari aktifitas yangdilakukan yakni statistika deskriptif dan statistika inferensial. Dalampenerapannya, statistika menggunakan istilah-istilah umum yang seringdigunakan dalam rumus statistik.5. Jenis data statistik terbagi dua yakni data kualitatif dan kuantitatif. Jenisdata tersebut dianalisis dengan menggunakan skala pengukuran, yakni skalanominal, ordinal, interval, dan rasio. Dengan menggunakan skala tersebut,maka data statistik dapat dilihat ukuran hasilnya.6. Pengukuran tendensi sentral dan ukuran penempatan digunakan untukmenjaring data yang menunjukan pusat atau pengetahuan dari gugus datayang menyebar.
  • 18. Daftar PustakaAksin, Nur dan Miyanto. 2011. Detik-Detik Ujian Nasional Matematika. Klaten::Intan Pariwara.Faslah, Asrony. 2011. Html. Konsep-dasar-statistik-341504. (Diunduh tanggal 30Mei 2013 jam 15.16)Iqbal, M. Hasan. 2003. Statistika deskriftif. Jakarta: Bumi Aksara.Riduwan. 2002. Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Alvabeta.Santoso, Singgih. 2002. Statistik Parametrik. Jakarta : Elexmedia Komputindo.Sudjana. 1992. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.Sunarto. 2007. Pengantar Statistika. Bandung: Alvabeta.

×