PERBANDINGAN EVALUASI EFEK DARI PEMBERSIH LIDAH TERHADAP TINGKAT PLAK PADA ANAK

1,095 views
868 views

Published on

TI UPLOAD THIS JUST FOR EDUCATION NOT FOR COMMERCIAL
erjemahan Jurnal : The Comparative Evaluation of the Effect of Tongue Cleaning on Existing Plaque Levels in Children (International Journal Clinical Pediatric Dentistry 2013;6(3):188-192) by J Jasmin Winnier, S Rupesh, Ullal Anand Nayak, Venugopal Reddy, Arun Prasad Rao

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,095
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

PERBANDINGAN EVALUASI EFEK DARI PEMBERSIH LIDAH TERHADAP TINGKAT PLAK PADA ANAK

  1. 1. PERBANDINGAN EVALUASI EFEK DARI PEMBERSIH LIDAH TERHADAP TINGKAT PLAK PADA ANAK J Jasmin Winnier, S Rupesh, Ullal Anand Nayak, Venugopal Reddy, Arun Prasad Rao International Journal Clinical Pediatric Dentistry 2013;6(3):188-192 ABSTRAK Penelitian ini membandingkan dan mengevaluasi efek dari pembersih lidah dan menyikat lidah terhadap adanya tingkat plak pada anak. Penelitian ini adalah penelitian single blind, perbandingan stratifikasi tiga kelompok yang paralel dari anak yang menggunakan pembersih lidah atau menyikat lidah dengan menggunakan sikat gigi atau hanya menyikat gigi gigi dua kali sehari dengan pengawasan orang – orang profesional selama 21 hari. Plak gigi didata dengan menggunakan indeks plak Silness dan Loe pada hari pertama, hari ke 10 dan ke 12. Semua data diuji dengan menggunakan Wilcoxon’s signed rank Sum Test dan Mann-Whitney U-Test. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan tingkat plak yang signifikan setelah 10 hari dan juga setelah 21 hari pada kelompok pembersih lidah dan menyikat lidah. Hal ini juga menunjukkan bahwa pembersih lidah dan menyikat lidah efektif mengurangi jumlah plak pada anak. Kata kunci : membersihkan lidah, pembersih lidah, menyikat lidah, menyikat gigi, adanya plak. 1
  2. 2. PENDAHULUAN Karies gigi adalah penyakit multifaktorial dan plak gigi memiliki peran utama pada proses patogenesisnya. Plak gigi adalah biofilm, yang terbentuk oleh kolonisasi bakteri yang melekat pada permukaan gigi. Hal ini merupakan hal kompleks, interkoneksi metabolism, tingginya sistem organisasi bakteri menyebabkan adanya massa padat dari mikroorganisme yang melengket pada matriks antimikrobial. Pelikel merupakan bakteri organik non film, menumpuk pada permukaan gigi dalam beberapa detik setelah menyikat gigi. Kemudian bakteri mulai untuk memberntuk koloni pada permukaan gigi. Plak gigi, pada konsentrasi yang cukup, dan menganggu hubungan host-parasite dan menyebabkan karies gigi. Ketebalan plak gigi berbeda – beda tergantung dari kekuatan yang diberikan saat membersihkan rongga mulut, kebersihan rongga mulut dan faktor lain seperti komponen saliva. Permukaan mulut adalah tempat kolonisasi 500 jenis bakteri dan lidah memiliki jumlah bakteri yang terbanyak dari jaringan lunak lainnya dan memiliki peran yang penting atas adanya bakteri dalam rongga mulut. Lebih dari 100 bakteri yang mungkin terdapat pada satu sel epitel pada lidah, dimana hanya ada 25 bakteri yang terdapat pada masing – masing sel di daerah lain dalam rongga mulut. Ada juga pelepasan secara terus menerus dari sel pada lapisan permukaan epitel pada lidah dan palatal dan adanya debris rongga mulut pada daerah ini bisa berkontribusi terhadap pembentukan plak pada gigi. Dengan mengurangi jumlah baktei pada lidah mungkin dapat membantu mengurangi pembentukan plak pada gigi. Menyikat gigi adalah kegiatan yang dilakukan berulang kali dalam menjaga kebersihan rongga mulut, tapi hal ini hanya membersihkan daerah gigi dan gingival. Bahkan ketika metode tambahan pada pembersihan rongga mulut, seperti penggunaan perangkat air jet, dental floss dan tusuk gigi, pasien merasa terjamin meskipun hanya membersihkan permukaan gigi dan gingival. Beberapa referensi literatur gigi muncul pada awal abad ke-20 tentang pembersihan lidah atau membersihkan lidah. Pada beberapa tahun terakhir terdapat kemajuan dari alat untuk membersihkan lidah. 2
  3. 3. Efek dari prosedur pembersihan rongga mulut tambahan pada anak belum didokumentasikan dan literature tentang penelitian ini relatif kurang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan mengevaluasi efek dari pembersih lidah terhadap tingkat plak pada anak umur 9 tahun sampai 12 tahun. BAHAN DAN METODE Penelitian ini adalah penelitian single blind, perbandingan stratifikasi tiga kelompok parallel dari anak yang melakukan pembersihan lidah, menyikat lidah dengan menggunakan sikat gigi atau hanya menyikat gigi (kelompok placebo) dua kali sehari dibawah pengawasan orang – orang professional selama 21 hari. Semua anak sekolah yang berada di rentang umur 9 sampai 12 tahun dari sekolah perumahan (pesantren) untuk anak laki – laki di periksa dengan menggunakan survey kesehatan mulut dan 45 anak di pilih berdasarkan criteria ; 1. Sampel berada di kisaran umur 9 sampai 12 tahun 2. Memiliki 4 gigi yang direstorasi, karies dan / atau kehilangan gigi (DMFS/dmfs ≥ 4) 3. Sampel secara rutin melakukan sikat gigi dua kali sehari (menggunakan sikat gigi dan pasta gigi tidak berfluoride) dan tidak melakukan pembersihan rongga mulut yang lain, baik yang di orang – orang professional maupun di rumah, selain yang di minta oleh peneliti 4. Tidak ada riwayat penggunaan antibiotik selama 1 bulan terakhir 5. Tidak ada perawatan ortodontik 6. Tidak ada abses, sinus, selulitis, atai kondisi lainnya yang membutuhkan perawatan gigi darurat 7. Sampel kooperatif dan menerima aturan perawatan 8. Tidak ada riwayat kesehatan/kondisi herediter atau penggunaan obat dalam jangka panjang/jangka pendek/ atau baru – baru yang merupakan modifikasi diet. Persetujuan verbal dari anak dan penandatanganan surat persetujuan dari orang tua atau wali didapatkan setelah tujuan penelitian dan kemungkinan resiko sudah dijelaskan. Penelitian ini telah disetujui oleh komite etik. Sampel dibagi ke 3
  4. 4. dalam tiga kelompok dengan 15 orang ada masing – masing kelompok yang dibandingkan berdasarkan jenis kelamin (hanya sampel laki – laki yang di pilih karena dilakukan di pesantren laki - laki), umur, jumlah gigi, nilai dmfs/DMFS. Kebersihan rongga mulut di ukur pada masing – masing kelompok : Kelompok I : kelompok ini terdiri dari 15 sampel yang merupakan kelompok pembersih lidah. Sampel diberikan pembersih lidah yang terbuat dari metal dan diminta untuk membersihkan daerah dorsum lidah dua kali sehari. Pembersih lidah yang digunakan pada penelitian ini adalah pembersih lidah yang terbuat dari stainless stell berbentuk V terbalik dengan pegangan dari plastic. Pembersih di pegang dengan menggunakan tangan dan ujung dari V terbalik terbuat dari stainless stell yang lurus yang ditempatkan pada dorsum lidah. Instruksi yang diberikan adalah : 1. Julurkan lidah keluar mulut sejauh mungkin dan tempatkan pembersih lidah sejauh mungkin kearah posterior dari lidah (senyaman mungkin untuk menghindari tersedak). 2. Berikan kekuatan pada pembersih lidah untuk meratakan lidah, buat sehingga sesuai dengan permukaan lidah dan tarik pembersih lidah ke depan dengan perlahan tapi pasti sampai ke ujung lidah. 3. Keluarkan sisa saliva dan/atau debris yang terakumulasi di lidah dan hilangkan debris pada pembersih lidah dengan cara menempatkannya di bawah air mengalir. 4. Ulangi prisedur tersebut sebanyak 5 kali Kelompok II : terdiri dari 15 sampel yang merupakan kelompok menyikat lidah. Sample diberikan sikat gigi yang terbuat dari nylon lembut dengan kepala sikat kecil dan diperintahkan untuk menyikat dorsum lidah dua kali sehari. Instruksi yang diberikan adalah : 1. Julurkan lidah keluar sejauh mungkin. Tempatkan sikat sejauh mungkin kearah posterior pada daerah midline lidah (senyaman mungkin untuk menghindari tersedak) dan berikan tekanan ke depan dan kebelakang (gerakkan sikat sampai ujung lidah lalu kembali). 4
  5. 5. 2. Keluarkan sisa saliva dan/atau debris yang terakumulasi di lidah dan hilangkan debris pada pembersih lidah dengan cara menempatkannya di bawah air mengalir. 3. Ulangi prosedur tersebut di sisi yang lain pada lidah Kelompok III : terdiri dari 15 sampel yang merupakan kelompok menyikat gigi secara teratur dua kali sehari. Pengawas yang telah terlatih menginstruksikan kepada sampel dan memberikan mereka bantuan untuk melakukan prosedur pembersihan rongga mulut secara langsung pada pesantren tempat tinggal sampel. Prosedurnya dilakukan dua kali sehari (di pagi hari setelah sarapan dan malam setelah makan malam) PROSEDUR KLINIS Penilaian klinis dilakukan di pesantren oleh satu pemeriksa dan mendapatkan metode control infeksi. Sampel penelitian diberi kode dari 1 sampai 45 sebelum dilakukan pemeriksaan klinis oleh pemeriksa untuk memastikan waktu tidak terbuang sia – sia. Data kemudian dikumpulkan pada akhir penelitian. Skor plak gigi dinilai oleh pemeriksa pada masing – masing sampel. Formulir penilaian plak berbeda pada setiap pemeriksaan. Plak di disclosing dengan menggunakan bahan disclosing solution dan pemeriksa melakukan pemeriksaan klinis pada waktu yang sama. Indeks plak Silness dan Loe (1964) digunakan untuk mengukur plak gigi pada anak. Gigi yang digunakan adalah 16,12,24,36,32,44. Gigi decidu digunakan bila gigi permanen belum tumbuh. Pada empat permukaan gingival di berikan skor berkisan 0 – 3. Dengan menambahkan skor pada masing – masing gigi dan dibagi dengan jumlah gigi yang diperiksa, indeks plak untuk masing –masing individu didapatkan. 5
  6. 6. EVALUASI STATISTIK Semua data di masukkan ke dalam database pada Microsoft excel dan dianalisis menggunakan software SPSS dengan ANOVA dua arah (untuk perbandingan rata – rata semua kelompok), Wilcoxon’s Signed Ranks Sum Test (untuk perbandingan intragrup dari perbedaan antara hari pertama, hari ke 10 dan hari ke 12 pemeriksaan indeks plak) dan Mann – Whitney U-test (untuk perbandingan indeks plak intergrup) HASIL Karakteristik sampel dari populasi penelitian ditampilkan pada tabel 1. Nilai rata – rata indeks plak semua kelompok pada hari pertama, hari ke 10 dan setelah hari ke 21 di tampilkan pada tabel 2. Tabel 1. Karakteristik sampel pada populasi penelitian Nilai rata – rata dan Standar Deviasi Kelompok Umur Kelompok I Jumlah gigi dmft/DMFT dmfs/DMFS 10.50±1.09(9-12) 23.42±0.9 7.00±2.37 11.50±6.7 10.50±1.00(9-12) 23.42±0.9 6.92±2.88 11.42±7.29 10.53±1.16(9-12) 23.42±0.79 7.67±3.75 11.33±8.04 N=15 Kelompok II N=15 Kelompok III N=15 6
  7. 7. Tabel 2 : Nilai rata – rata dan Standar Deviasi dari indeks plak (nilai log) pada hari pertama, hari ke-10 dan hari ke-21 pada semua kelompok Nilai rata – rata dan Standar Deviasi Kelompok Hari pertama Hari ke-10 Hari ke-21 I 1.60±0.49 1.52±0.50 1.46±0.50 II 1.62±0.46 1.54±0.46 1.47±0.45 III 1.53±0.53 1.52±0.51 1.58±0.45 PERBANDINGAN INTRAGRUP Perbandingan dari perbedaan data indeks plak antara hari pertama dan hari ke 10, hari pertama dan hari ke 21 dan antara hari ke 10 dan hari ke 21 di tampilkan pada table 3. Anak yang melakukan pembersihan lidah dan menyikat lidah menunjukkan pengurangan skor plak yang signifikan setelah 10 hari dan juga setelah 21 hari. Hasil yang signifikan juga diperoleh ketika dibandingkan dengan hasil antara antara hari ke 10 dan hari ke 21. Namun, anak yang hanya melakukan penyikatan gigi memperlihatkan tidak ada pengurangan skor plak yang signifikan setelah 10 hari dan bahkan setelah 21 hari ketika dibandingkan dengan hari pertama. Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada hari ke 10 dan hari ke 21. Tabel 3 : Perbandingan dari perbedaan antara hari pertama, hari ke-10 dan hari ke-21 untuk indeks plak menggunakan Wilcoxon’s Signed Rank Sum Test Kelompok Hari pertama vs hari Hari pertama vs hari ke-10 Z Hari ke-10 vs hari ke-21 p Z ke-21 p Z p I 2.955 0.003*** 3.066 0.002*** 2.820 0.005*** II 2.274 0.023** 2.943 0.003*** 3.097 0.002*** III 0.393 0.694* 1.338 0.181* 1.582 0.114* *** Sangat signifikan, **Signifikan, *Tidak signifikan 7
  8. 8. PERBANDINGAN INTERGRUP Perbandingan intergroup dari indeks plak pada hari pertama, pada hari ke 10 dan hari ke 21 ditampilkan pada table 4. Tidak ada perbedaanyang signifikan pada skorplak antara kelompok I, II, dan III pada hari pertama dan setelah 10 hari. Setelah 21 hari, kelompok I dan II menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap kelompok III (p=0,047 dan p=0,032). Tidak ada perbedaan yang terlihat antara kelompok I dan II (p=0,977) Tabel 4 : Perbandingan Intergrup dari indeks plak pada ahari pertama, hari ke10, dan hari ke-21 dengan menggunakan Mann-Whitney U Test Kelompok Hari pertama Z p Hari pertama ke-10 Z p Hari ke-21 Z p I vs II 0.029 0.977* 0.058 0.954* 0.029 0.977* I vs III 0.694 0.488* 1.041 0.298* 2.059 0.047** II vs III 0.636 0.524* 1.186 0.236* 2.019 0.032** *** Sangat signifikan, **Signifikan, *Tidak signifikan DISKUSI Plak adalah sumber penting bagi Streptococcus mutans dan lidah menjadi tempat terbesar bila dibandingkan dengan jaringan mulut yang lain dan memberikan kontribusi yang besar untuk perkembangan bakteri. Pada evaluasi risiko karies, hal ini menjadi menarik untuk diketahui efek dari teknik mekanik pembersihan lidah terhadap plak. Umur adalah faktor penting pada pemilihan sampel, yang berkaitan dengan jumlah gigi yang beresiko. Sampel dengan rata – rata umur 11 tahun dipilih karena berada pada periode aktifitas karies yang tinggi, dengan banyak gigi permanen yang telah tumbuh. Sampel dengan rampan karies atau kebersihan rongga mulut yang buruk juga dimasukkan ke dalam penelitian ini karena sangat penting untuk menentukan apakah protokol tersebut efektif untuk semua kondisi dari kebersihan rongga mulut dengan tingkat plak yang berbeda. Karena penelitian ini dilakukan di pesantren laki – laki, jadi tidak ada perempuan yang dipilih. 8
  9. 9. Penelitian epidemiologi pada prevalensi karies tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kerentanan laki – laki dan perempuan pada usia rata – rata. Penelitian ini dilakukan di pesantren, semua sampel mengkonsumsi makanan yang sama dan diet yang sama selama dilakukan penelitian. Karies gigi adalah diet karbohidrat yang menyebabkan penyakit infeksi, karena faktor utamanya dipercaya secara lokal ada di alam. Frekuensi terkenanya diet kariogenik dan pembentukan intak makanan kariogenik muncul sebagai faktor penting pada pembentukan plak gigi dan karies. Diet merupakan faktor penting pada karies gigi dan flora plak di kontrol pada penelitian ini, prosedur pembersihan lidah yang berbeda diberi kesempatan terbaik untuk menunjukkan keberhasilan mereka terhadap plak gigi Plak gigi di ukur pada hari pertama, hari ke-10 dan hari ke-21 dengan menggunakan indeks plak Silness dan Loe (1964). Indeks ini di kritik karena sangat subjektif dan oleh karena itu disarankan menggunakan pemeriksa yang terlatih dan digunakan di setiap kelompok dari pasien yang dilakukan uji klinis. Pada penelitian ini, plak gigi diukur oleh satu pemeriksa. Hasil dari uji klinis menunjukkan pada kelompok penggunaan pembersih lidah dan menyikat lidah menunjukkan pengurangan jumlah plak yang signifikan ketika nilai hari pertama dibandingkan dengan hari ke 10 dan 21. Hasil ini menunjukkan ada penurunan skor plak bahkan dalam 10 hari pembersihan lidah dimana dengan menggunakan pembersih lidah sedikit lebih signifikan daripada menyikat gigi. Kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan, ketika hari ke 10 dan hari ke 21 ketika dibandingkan dengan hari pertama. Perbandingan intergroup menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dari skor plak antara ketiga kelompok pada hari pertama. Hal ini menunjukkan semua kelompok sama sebelum di mulai perawatan. Setelah dilakukan pengawasan selama 21 hari, penggunaan pembersih lidah menyikat lidah menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap kelompok control. Telah di tunjukkan bahwa kebiasaan menyikat gigi mengurangi atau mengeliminasi organisme pada lidah yang membentuk plak secara in vitro dan jumlah dan tipe organisme plak berubah oleh kebiasaan menyikat lidah. 9
  10. 10. pengurangan pembentukan plak pada gigi ketika membersihkan lidah dan menyikat lidah telah dicatat. Ketika di gabungkan dengan kebiasaan menyikat gigi, mengurangi tingkat awal pembentukan plak dan jumlah akumulasi plak. Rupesh dan kawan – kawan (2011) mengevaluasi efek membersihkan lidah terhadap tingkat Streptococcus mutan dan dilaporkan pengurangan yang signifikan dalam 10 hari dan setelah 21 hari. Pengamatan pada penelitian ini mendukung adanya pengurangan skor plak dengan membersihkan lidah pada penelitian sekarang ini. Meskipun penelitian menunjukkan sikat gigi lebih rendah dalam membersihkan debris, pada penelitian ini kedua prosedur terbukti efektif dalam mengurangi tingkat plak. Pengukuran kebersihan mulut yang digunakan pada penelitian ini adalah pengukuran yang mudah, dapat dilakukan dengan cepat dan baik digunakan pada anak-anak karena investasinya kecil dan waktu yang dibutuhkan untk menyelesaikan prosedur ini. Juga tidak ada dari sampel yang memiliki masalah, kelainan, lesi dan lain – lain selama penelitian setelah menggunakan pembersih atau menyikat lidah. Konsep dari membersihkan lidah sangat logis dan mudah bagi orang – orang yang berorientasi preventif hanya perlu menambahkan membersihkan lidah kedalam kegiatan rutin memmbersihkan rongga mulut. Penelitian ini adalah salah satu desain upaya baru untuk merangsang kebiasaan rumah yang realistis yang mana sampel melalukan pembersihan lidah atau menyikat lidah dua kali sehari saat melanjutkan kegiatan rutin menyikat gigi dua kali sehari. Dalam konteks ini patut diperhatikan bahwa pengurangan skor plak pada penelitian ini muncul karena merupakan efek dari menyikat gigi dua kali sehari. Jadi, pada era baru kedokteran gigi, sangat penting untuk membuktikan perlunya memasukkan lidah dalam mengukur kebersihan mulut. Dengan pembersih/menyikat lidah telah menjadi alat yang bagus untuk mengurangi tingkat plak dalam rongga mulut, akan menjadi sangat menarik untuk membandingkan keefektifannya dengan metode utama lainnya. 10
  11. 11. KESIMPULAN Kelompok pembersih lidah dan menyikat lidah menunjukkan pengurangan jumlah plak yang signifikan setelah 10 hari dan juga setelah 21 hari ketika dilakukan bersama dengan menyikat gigi. Jadi, pada penelitian ini, penggunaan pembersih lidah efektif dalam pembersihan kesehatan mulut 11

×