Your SlideShare is downloading. ×
Perbandingan evaluasi mikroflora plak subgingiva pada wanita hamil dan tidak hamil : penelitian klinis dan mikrobiologi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Perbandingan evaluasi mikroflora plak subgingiva pada wanita hamil dan tidak hamil : penelitian klinis dan mikrobiologi

692
views

Published on

I UPLOAD THIS JUST FOR EDUCATION NOT FOR COMMERCIAL …

I UPLOAD THIS JUST FOR EDUCATION NOT FOR COMMERCIAL
Terjemahan Jurnal : Comparative evaluation of subgingival plaque microflora in pregnant and non-pregnant women : A clinical and microbiologic study (Journal of Indian Society of Periodontology – Vol 17, Issue 1, Jan – Feb 2013) by Rishi Emmatty, Jayan Jacob Mathew, Jacob Kuruvilla

Published in: Education

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
692
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Perbandingan evaluasi mikroflora plak subgingiva pada wanita hamil dan tidak hamil : penelitian klinis dan mikrobiologi (Comparative evaluation of subgingival plaque microflora in pregnant and non-pregnant women : A clinical and microbiologic study) Rishi Emmatty, Jayan Jacob Mathew, Jacob Kuruvilla Abstrak Konteks : perubahan gingiva pada masa kehamilan telah dihubungkan dengan perubahan pada biofilm subgingiva yang berhubungan dengan perbedaan hormon. Tujuan : untuk mengevaluasi mikroflora plak subgingival pada wanita hamil dan tidak hamil untuk menentukan apakah kehamilan mempengaruhi perubahan pada plak subgingiva dan untuk menghubungkan perubahan ini dengan perubahan pada status periodontal. Pengaturan dan desain : 30 wanita hamil dan 10 wanita tidak hamil dengan kelompok umur 20 – 35 tahun yang memiliki kedalaman poket probing (PPD) sebesar 3 – 4 mm yang dimasukkan ke dalam penelitian ini. Wanita hamil termasuk kedalam 3 kelompok masing – masing kelompok sebanyak 10, yaitu trimester I, II, dan III.Bahan dan Metode : Indeks plak, indeks gingival, PPD, dan evaluasi mikrobiologi untuk menghitung jumlah bakteri Prevotella intermedia, actinomycetencomitans, Porphyromonas Parvimonas gingivalis, micra, dan Aggregatibacter Fusobacterium nucleatumdiambil di semua subjek penelitian.Analisis statistik : digunakan Mann – Whitney U test. Hasil : Ditemukan peningkatan inflamasi gingiva pada trimester II dan IIIdibandingkan dengan trimester I dan kelompok kontrol. Skor plak tidak
  • 2. menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara wanita hamil dan tidak hamil. Pemeriksaan spesifik bakteri menunjukkan peningkatan jumlah P. intermedia pada wanita hamil pada trimester II dan III dibandingkan trimester I dan wanita tidak hamil. Simpulan : Terdapat peningkatan jumlahP. intermedia yang terdapat di mikroflora plak subgingival pada wanita hamil yang mungkin bertanggung jawab terhadap meningkatnya respon gingiva. Kata Kunci : Gingivitis, kehamilan, plak, Prevotella intermedia PENDAHULUAN Perubahan gingiva pada masa kehamilan dijelaskan pada awal tahun 1898 bahkan sebelum banyak diketahui tentang perubahan hormonal.Loe melaporkan insiden gingivitis sebesar 100% pada kelompok wanita hamil.Banyak penelitian yang mengatakan bahwa perubahan gingiva yang terlihat pada masa kehamilan merupakan hasil dari meningkatnya progesterone dan hal tersebut adalah efek dari microvasculature.Beberapa peneliti menunjukkan hormon mempengaruhi sistem imun dengan kontribusi secara signifikan terhadapt etiopatogenesis dari kondisi tersebut. Terdapat peningkatan gingivitis dari perubahan massa plak, mengarahkan kepada adanya perubahan tingkat steroid yang meningkatkan respon inflamasi untuk memberikan skor plak.Salah satu hipotesis yang diterima adalah perubahan biofilm subgingiva berhubungan dengan perubahan hormon. Banyak peneliti yang menganggap bahwa gingivitis pada masa kehamilan berhubungan dengan meningkatnya jumlah Prevotela intermedia.Penelitian ini dilakukan untuk
  • 3. memonitor mikroflora gingiva pada wanita hamil dan tidak hamil untuk menentukan apakah selama kehamilan menghasilkan perubahan pada mikroflora subgingiva dan perubahan klinis berkaitan dengan hal itu. BAHAN DAN METODE Pasien yang di ambil untuk penelitian ada pasien yang rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit Lady Goshen dan pasien yang berkunjung di bagian periodontologi A. B. Shetty Memorial Institute of Dental Science, Mangalore, Karnataka, India.Informed consent diperoleh dari semua sampel dan penelitian ini diakui oleh komite etik dari institusi yang bersangkutan.30 wanita hamil dan 10 wanita tidak hamil dengan kelompok umur 20 – 35 tahun yang memiliki kedalaman poket probing 3 – 4 mm dimasukkan kedalam penelitian ini.30 wanita hamil dibagi kedalam 3 kelompok, yaitu trimester I, II, dan III.Wanita tidak hamil (kelompok kontrol) ditanyakan tentang tanggal periode menstruasinya untuk menstandarisasi waktu pemeriksaan. Kelompok dibentuk menjadi kelompok I (kelompok kontrol), kelompok II ( trimester I), kelompok III (trimester II), dan kelompok IV ( trimester III). Pasien yang dipilih untuk penelitian ini telah memenuhi beberapa kriteria : 1. Tidak ada riwayat penyakit sistemik. 2. Tidak ada riwayat perawatan gigi selama 6 bulan terakhir, termasuk oral prophylaxis. 3. Tidak ada riwayat terapi obat antibiotic selama 6 bulan terakhir. 4. Tidak ada riwayat penggunaan oral contraceptive (untuk kelompok kontrol)
  • 4. Pasien dengan oral hygiene buruk dan kalkulus yang banyak seperti perokok dikeluarkan dari kelompok penelitian. Pemeriksaan klinis Masing – masing pasien, dicatat indeks plak dan indeks gingiva pada 4 permukaan (mesial, distal, bukal dan lingual) pada semua gigi. Untuk PPD dicatat dengan menggunakan periodontal probe William’s Analisis mikrobiologi Sampel Bakteri Plak supragingival dibersihkan dari permukaan gigi dengan menggunakan kuret steril sebagai upaya untuk menghindari kontaminasi.Sampel plak subgingival dikumpulkan dari poket 3 – 5 mm pada masing – masing sampel dengan menggunakan paper point steril yang diletakkan di dalam sulkus selama 30 detik. Kemudian dipindahkan ke Robertson’s cooked meat medium (RCM) untuk dikultur dan pulasan cairan diambil dari gelas untuk pewarnaan. Prosedur mikrobiologi Paper point dipindahkan ke laboratorium mikrobiologi dalam preheated RCM segera setelah pengumpulan. Isolasi dari bakteri anaerob dilakukan di laboratorium. Pemeriksaan bakteri spesifik
  • 5. Fusobacterium nucleatum, Aggregatibacter Actinomycetemcomitans, Parviromonas micra, P. intermedia, dan Porphyromonas gingivalis yang dipilih untuk diteliti Isolasi bakteri anaerob Media transfor dengan paper point dimasukkan kedalam vortex mixer selama 5 – 10 menit untuk menghomogenkan sampel plak. Sampel plak yang telah dikumpulkan secara langsung diinokulasi kedalam media selektif dan nonselektif : 1. Brain heart infusion blood agar ditambah dengan cysteine, yeast extract, Vit. K, dan hemin. 2. Laked blood agar untuk P. gingivalis dan P. intermedia 3. Neomycin blook agar (media selektif untuk semua bakteri anaerob) 4. Tryptic soy agar ditambah dengan bacitracin, vancomycin, horse serum, dan yeast extract (TSBV), yang merupakan media selektif untuk A. Actinomycetemcomitans. Cawan menginkubasi bakteri anaerob di tempat bakteri anaerob(himedia Laboratories, Mumbai) dan diinkubasi pada suhu 37º C selama 48 – 72 jam. Tryptic soy agar ditambah dengan bacitracin dan vancomycin untuk A. Actinomycetemcomitans disimpan dalam incubator karbondioksida pada suhu 37º C selama 48 – 72 jam dengan aliran karbondioksida 5 – 10%. Pengisolasian dibagi kedalam tingkat spesies pewarnaan bakteri dan karakteristik
  • 6. biokimia.Metode semi-kuantitif (Mackie-McCatrney) digunakan untuk menghitung jumlah bakteri pada plak. Digunakan standar loop dengan diameter 4mm, yang dapat menahan 0,01mm RCM dan colony-forming units (CFU) di hitung.Jumlah dari ++++, berhubungan dengan ≥ 105 CFU.Organisme yang teridentifikasi tergantung dari reaksi biokimianya. Analisis statistik Mann – Whitney U testdigunakan untuk membandingkan skor plak dan skor gingiva pada kelompok yang dibandingkan dari berbagai mikroorganisme. HASIL Tabel 1 : Rata – rata ± standar deviasi dari skor plak, skor gingiva, dan kedalaman poket probing Kelompok I Kelompok II Kelompok III Kelompok IV 1.071±0.262 1.071±0.223 0.842±0.323 1.054±0.163 1.101±0.282 1.033±0.254 1.472±0.295 1.45±0.187 3.6±0.516 3.5±0.527 3.7±0.483 3.7±0.483 Skor indeks plak Skor indeks gingiva Kedalaman poket probing
  • 7. Tabel 2 : Perbandingan antar kelompok dari skor indeks gingiva dengan menggunakan Mann – Whitney U test Perbandingan kelompok Nilai Z Nilai P Kelompok I vs II 45 0.731 Kelompok I vs III 17.5 0.014 Kelompok I vs IV 13 0.005 Kelompok II vs III 11 0.003 Kelompok II vs IV 5.5 0.001 Kelompok III vs IV 49.5 0.970 Tabel 3 : Frekuensi dari deteksi dari patogen periodontal (persentase dan nilai absolut dihubungkan dengan kelompok). Kelompok I Kelompok II, Kelompok III, Kelompok IV, kontrol trimester I trimester II trimester III (n=10) (%) (n=10) (%) (n=10) (%) (n=10) (%) 20 (2) 10 (1) 80 (8) 70 (7) 20 (2) 30 (3) 20 (2) 20 (2) 30 (3) 30 (3) 30 (3) 30 (3) 70 (7) 50 (5) 60 (6) 60 (6) 20 (2) 10 (1) 20 (2) 30 (3) Provotella intermedia Porphyromonas gingivalis Aggregatibacter Actinomycetemcomitans Parvimonas micra Fusobacterium nucleatum
  • 8. Tabel 4 : Perbandingan antar kelompok dari Porphyromonas gingivalis, Prevotella intermedia, Aggregatibacter Actinomycetemcomitans, Porviromonas micra, dan Fusobacterium nucleatum dengan menggunakan Mann – Whitney U test. A. P.gingivalis Nilai Z P.intermedia Actinomycetem P. micra F. nucleatum comitans dan P Z Kelompok P Z >0.05 0.794 Z >0.05 1.739 I vs II NS Kelompok P NS <0.05 S 0.257 Kelompok I vs IV <0.05 S 0.272 NS Kelompok <0.01 2.721 II vs III NS Kelompok II vs IV <0.05 S 0.358 NS Kelompok III vs IV >0.05 0.189 NS NS >0.05 0.189 NS >0.05 0.522 NS >0.05 NS NS >0.05 0.354 0.514 >0.05 0.428 NS NS >0.05 0.524 NS >0.05 0.286 >0.05 2.457 >0.05 0.542 NS NS >0.05 0.425 NS >0.05 >0.05 NS >0.05 0.485 0.412 0.423 NS NS NS >0.05 0.794 >0.05 >0.05 0.428 >0.05 2.229 >0.05 0.354 NS Gambaran klinis Table 1 menunjukkan rata – rata ± standar deviasi dari skor indeks plak, skor indeks gingival, dan PPD pada semua kelompok. Perbandingan antar kelompok dari skor PI dan PPD menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik(data tidak ditunjukkan). P 0.794 NS NS >0.05 1.134 Z >0.05 NS NS P 0.254 >0.05 2.457 I vs III Z >0.05 0.158 >0.05 1.209 P NS
  • 9. Perbandingan antarkelompok dari skor indeks gingiva menunjukkan skor GI meningkat pada trimester II dan III ketika dibandingkan dengan trimester I dan pasien tidak hamil, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik. Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik pada skor GI antara pasien tidak hamil dengan pasien trimester I sama seperti antara trimester II dan trimester III. (tabel 2) Tidak ada perbesaran gingiva yang cukup besar pada sampel. Gambaran mikrobiologi Frekuensi dari pendeteksian patogen periodontal (persentase dan jumlah yang berkaitan dengan kelompok) ditunjukkan pada table 3. Koloni bakteri dinilai sebagai ++++, +++, ++, dan + berdasarkan jumlah dari CFU yang ditemukan pada cawan. Jumlah dari ++++ sebanyak ≥ 105 CFU, +++ sebanyak ≥104 CFU, ++ sebanyak ≥ 103 CFU, dan + sebanyak ≥ 102 CFU.Perbandingan antarkelompok dari P. gingivalis, P. intermedia, A. actinomycetencomitans, P. micra, dan F. nucletum menggunakan Mann- Whitney U test ditunjukkan pada table 4. Provotella intermedia PerbandinganP. intermedia antara kelompok I dan III, kelompok I dan IV, dan kelompok II dan IV menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (P<0,05). Perbandingan kelompok II dan kelompok III sangat signifikan secara statistik (P<0,01). Tidak ada perbedaan signifikan (P>0,05) ketika perbandingan
  • 10. antara kelompok I dan II atau antara kelompok III dan IV. Pada kelompok I (kelompok kontrol), P. intermedia yang diisolasi dari 2 sampel, salah satu sampel memiliki pertumbuhan +++ dan yang lainnya memiliki pertumbuhan ++. 8 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur.Pada kelompok II (trimester I) P. intermediayang diisolasi dari satu sampel yang memiliki pertumbuhan +++. 9 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur. Pada kelompok III (trimester II) P. intermedia yang diisolasi dari 8 sampel diantaranya, 3 memiliki pertumbuhan ++++, 1 sampel memiliki pertumbuhan +++, dan 4 memiliki pertumbuhan ++. 2 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur. Pada kelompok IV (trimester III) P. intermedia yang diisolasi dari 7 sampel diantaranya, 3 memiliki pertumbuhan ++++, 3 memiliki pertumbuhan +++, dan 1 memiliki pertumbuhan +. 3 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur. Porphyromonas gingivalis Pada kelompok I (kontrol) P. gingivalis yang diisolasi dari 2 sampel, satu diantaranya memiliki pertumbuhan +++ dan yang lainya memiliki pertumbuhan ++. 8 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur. Pada kelompok II P. gingivalis yang diisolasi dari 3 sampel diantaranya 2 memiliki pertumbuhan +++ dan 1 memiliki pertumbuhan +. 7 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur.Pada kelompok III P. gingivalis yang diisolasi dari 2 sampel diantaranya 2 sampel tersebut memiliki pertumbuhan +++. 8 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur. Pada kelompok IVP. gingivalisyang
  • 11. diisolasi dari 2 sampel yang dari keduanya memiliki pertumbuhan ++++. 8 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur. Aggregatibacter Actinomycetemcomitans Organisme yang diisolasi dari 3 sampel pada masing – masing kelompok. Pada kelompok I, 1 sampel memiliki pertumbuhan +++ dan 2 sampel memiliki pertumbuhan +. Pada kelompok II, 2 sampel memiliki pertumbuhan ++ dan 1 sampel memiliki pertumbuhan +. Pada kelompok III, 2 sampel memiliki pertumbuhan ++ dan 1 sampel memiliki pertumbuhan +++.Pada kelompok IV, 2 sampel memiliki pertumbuhan ++++ dan 1 sampel memiliki pertumbuhan ++. 7 sampel di masing – masing kelompok tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur. Parvimonas micra Pada kelompok I, Parvimonas yang diisolasi dari 7 sampel diantaranya 2 memiliki pertumbuhan ++++, 1 sampel memiliki pertumbuhan +++ dan 4 memiliki pertumbuhan ++. 3 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur. Pada kelompok II, Parvimonas yang diisolasi dari 5 sampel diantaranya 4 memiliki pertumbuhan +++ dan 1 memiliki pertumbuhan ++++.5 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur. Pada kelompok III, Parvimonas yang diisolasi dari 6 sampel diantaranya 1 memiliki pertumbuhan +++ dan 1 memiliki pertumbuhan ++++. 4 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur. Pada kelompok IV, Parvimonas yang diisolasi dari 6 sampel
  • 12. diantaranya 2 memiliki pertumbuhan ++++, 3 sampel memiliki pertumbuhan +++ dan 1 memiliki pertumbuhan +. 4 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur. Fusobacterium nucleatum Pada kelompok I, F. nucleatum yang diisolasi dari 2 sampel diantaranya satu diantaranya memiliki pertumbuhan ++++ dan yang satu sampel lainnya memiliki pertumbuhan +++. 8 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur. Pada kelompok II, F. nucleatum yang diisolasi hanya terdapat 1 sampel yang memiliki pertumbuhan +++. 9 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur. Pada kelompok III, F. nucleatum yang diisolasi dari 2 sampel dari keduanya memiliki pertumbuhan +++. 8 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur. Pada kelompok IV, F. nucleatum yang diisolasi dari 3 sampel diantaranya 2 memiliki pertumbuhan + dan 1 sampel memiliki pertumbuhan ++++ . 7 sampel tidak menunjukkan adanya organisme pada kultur DISKUSI Destruksi jaringan periodontal dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti nutrisi, hormon, mekanisme imun, dan lainnya.Banyak peneliti yang menunjukkan bahwa ketidakseimbangan hormon selama masa kehamilan dapat memberikan efek yang kurang baik kepada gingiva. Yang biasanya bermanifestasi dengan cara inflamasi yang berlebihan. Peningkatan inflamasi gingiva pada masa
  • 13. kehamilan dan hingga proses kelahiran membuat banyak peneliti menganggap perubahan tingkat progesterone dan estrogen selama masa kehamilan menjadi etiologi utama. Penelitian ini di buat untuk mengevaluasi flora microbial plak subgingiva pada wanita hamil dan tidak hamil, untuk menentukan apakah masa kehamilan menyebabkan perubahan mikroflora subgingiva dan apakah perubahan tersebut berhubungan dengan perubahan status periodontal. Hasil dari penelitian ini yang melibatkan 30 wanita hamil (masing – masing kelompok sebanyak 10 dimasukkan ke dalam kelompok trimester I, II, dan III) dan 10 wanita tidak hamil menunjukkan peningkatan skor GI yang signifikan pada trimester II dan III dibandingkan dengan trimester I dan wanita tidak hamil. (P<0,01). Perbandingan skor PI tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (P>0,05). Kedalaman poket pada wanita hamil dan tidak hamil tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (P>0,05). Hasil ini sama dengan penelitian yang dilaporkan sebelumnya oleh Kornman dan Loeshe, Jensen dan kawan - kawan, dan Rabert-Durlacher dan kawan - kawan. Kornman dan Loeshe melaporkan peningkatan yang signifikan pada gingivitis selama masa kehamilan dengan tingkat tertinggi terjadi pada masa trimester II. Pada penelitian ini, perbedaan skor GI sangat kecil antara trimester II dan III dengan sedikit meningkat pada trimester II.Hal ini mungkin karena perbedaan desain penelitian.Pada penelitian ini, 10 orang masing – masing termasuk ke dalam trimester I, II, dan III di evaluasi. Di sisi lain, Kornman dan Loesche mengawasi 20 wanita hamil, sepanjang masa kehamilan. Setelah semuanya selesai diteliti mereka tidak menemukan adanya fluktuasi pada skor PI.Penelitian ini juga
  • 14. menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada skor PI selama trimester I, II, dan III. Jensen dan kawan - kawan pada penelitiannya menunjukkan peningkatan yang signifikan pada skor GI dari wanita hamil dibandingkan dengan wanita tidak hamil. Mereka juga menunjukkan peningkatan yang signifikan pada sekresi cairan krevikular gingiva selama masa kehamilan.Mereka tidak menemukan perbedaan yang signifikan pada kedalaman poket antara wanita hamil dan tidak hamil.Pada penelitian ini juga, tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik pada kedalaman poket pada wanita hamil dan tidak hamil.Raber-Durlacher dan kawan kawan pada penelitiannya menilai tanda klinis, endokrinologi, aspek mikrobiologi dari gingivitis selama masa kehamilan.Mereka menemukan peningkatan pembesaran, kemerahan, dan perdarahan saat probing pada masa kehamilan.Mereka menganggap hal tersebut merupakan hasil dari akumulasi plak gigi, inflamasi gingiva pada masa kehamilan berhubungan dengan perubahan psikologi. Jonsson dan kawan - kawanmeneliti hubungan antara kesehatan periodontal, kelenjar saliva, dan Bacteroids intemedius pada laki – laki, wanita hamil dan tidak hamil.Mereka melaporkan tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok pada gambaran klinis dan parameter bakteriologi.Evaluasi mikrobiologi dari sampel plak subgingiva pada penelitian ini menunjukkan, jumlah P. intermedia meningkat apda wanita hamil pada trimester II dan III dibandingkan dengan trimester I dan wanita tidak hamil.P. intermedia secara umum terdapat pada trimester II dan III. Namun jumlah bakteri anaerob lainnya yang terdapat pada penelitian ini, seperti P. gingivalis, F. nucleatum, A.
  • 15. Actinomycetemcomitans, dan P. micra tidak menunjukkan perbeedaan yang signifikan diantara wanita hamil dan tidak hamil.Hasil ini bisa dibandingkan dengan penelitian sebelumnya oleh Kornman dan Losche, Jensen dan kawan kawan, dan Raber-Durlacher dan kawan - kawan yang juga melaporkan peningkatan pada P. intermedia selama kehamilan. Kornman dan Losche meneliti microbial flora subgingiva selama kehamilan. Organisme yang mereka masukkan kedalam penelitian adalah Actinomyces naeslundi, Actinomyces odontolyticus, Actinomyces viscosus, B. melaninogenicus, intermedius, bacteroides sub sp. Melaninogenicus, bacteroides assacharolyticus, bacteroides ocharaceus, F. nucletum, dan streptococcus sanguis. Hasilnya menunjukkan peningkatan jumlah B. malninogenicus sub sp. Intermedius (sekarang ini P. intermedia) selama trimester II. Pada penelitian ini tingkat P. intermedia tidak berbeda secara signifikan antara orang yang berada di trimester II dan III.Tapi terdapat perbedaan yang signifikan antara trimester I dan II. Jensen dan kawan - kawan mengevaluasi status periodontal 3 kelompok : wanita hamil, wanita tidak hamil dan wanita yang menggunakan kontrasepsi, secara klinis dan mikrobiologis, khususnya untuk persentase spesies Fusobacterium dan bacteroides. Hasilnya menunjukkan peningkatan jumlah spesies bacteroides sebanyak 55 kali lipat pada wanita hamil dan 16 kali lipat pada wanita yang menggunakan kontrasepsi dibandingkan dengan wanita tidak hamil.Mereka menganggap peningkatan hormon seks wanita menggantikan naphthaquinone dari spesies bacteroides merupakan hal yang paling bertanggung jawab atas peningkatannya selama masa kehamilan.Raber-Durlacher dan kawan -
  • 16. kawan juga melaporkan peningkatan jumlah P. intermedia pada plak subgingiva selama masa kehamilan, tidak seperti yang dilaporkan oleh Johnson dan kawan – kawan mereka tidak menemukan perbedaan pada jumlah P. intermedia pada sampel plak wanita hamil dan tidak hamil. Penelitian ini menunjukkan peningkatan jumlah P. intermedia pada trimester II dan III dibandingkan dengan trimester I dan wanita tidak hamil.Carrillo-de-Albornoz dan kawan - kawan meneliti pengaruh perubahan hormon pada biofilm subgingiva selama masa kehamilan.Mereka menemukan P. gingivalis secara positif meningkat pada inflamasi gingiva yang tidak berkaitan dengan plak.Hubungan juga ditemukan antara tingkat hormon dan P. gingivalis dan P. intermedia. Peningkatan hormon seks wanita, yaitu progesterone dan estrogen selama masa kehamilan terlihat berhubungan dengan peningkatan skor GI dan peningkatan jumlah P. intermedia pada trimester II dan III. Hal ini didukung dengan ditemukannya kedua hormon tersebut digantikan dengan naphthaquinone (menadione), yang merupakan makanan untuk P. intermedia dan juga terlihat steroid tersebut mengambil plak selama masa kehamilan yaitu meningkat.Karena P. intermedia adalah patogen periodontal yang sangat penting, meningkatnya jumlah P. intermedia pada plak subgingiva selama trimester II dan III harus dipertimbangkan sebagai perubahan yang signifikan. Akhirnya, penelitian ini memiliki keterbatasan pada ukuran sampel dan kelemahan pada evaluasi longitudinal, yangakan menggambarkan lebih jelas hubungan sementara antara kehamilan dan perubahan gingiva.Juga, tes biokimia yang tidak ditunjukkan untuk menilai perbedaan hormonal.
  • 17. SIMPULAN Pada penemuan klinis dan mikrobiologi di penelitian ini, peningkatan jumlah P. intermedia terjadi di mikroflora pla subgingiva selama masa kehamilan.Respon gingiva yang berlebihan selama masa kehamilan berhubungan dengan peningkatan prevalensi P. intermedia di plak subgingiva. Penelitian selanjutnya dapat mencari hubungan konsentrasi hormon seks wanita pada wanita tidak hamil dan hamil pada ketiga trimester dengan jumlah mikroorganisme dan skor GI pada masa kehamilan