Vol 12 no 3 (juli 2004)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Vol 12 no 3 (juli 2004)

on

  • 1,100 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,100
Views on SlideShare
1,100
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
21
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Vol 12 no 3 (juli 2004) Vol 12 no 3 (juli 2004) Document Transcript

    • Vol 12 no. 3 Juli 2004 Warta Konservasi Lahan Basah ISSN: 0854-963XEdisi kali ini:Pulau KAGET mulaiBersemi KembaliPembukaan lahan gambutdengan cara dibakarmurah ?Reklamasi Pesisir bagaiPisau Bermata DuaMengamati MigrasiBurung PantaiBerita-berita khusus dariBerbak (Jambi),Sembilang (SumateraSelatan), dan KalimantanTengah
    • Warta Konservasi Daftar Isi Lahan Basah Vol 12 no. 3, Juli 2004 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Dari Redaksi ...................................................................... 3 Forum Komunikasi .......................................................... 3 Berita Lahan Basah .......................................................... 4DEWAN REDAKSI Fokus Lahan Basah Pulau Kaget Mulai Bersemi ...................................... 5 Konservasi Lahan BasahLahan basah (termasuk danau, sungai, hutan bakau, hutan Benarkah Penyiapan Lahan dengan Pembakaranrawa gambut, hutan rawa air tawar, laguna dan lain-lain) Murah ? ..................................................................... 6mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari Berita Kegiatanmasyarakat di Indonesia. Lahan basah merupakan salah satusumberdaya utama pendukung perekonomian dan BERSEMI SEMERBAKpembangunan Indonesia yang berkelanjutan. Proyek Konservasi Terpadu Lahan Basah Pesisir Berbak-Sembilang .................................... 9-16Penerbitan Warta Konservasi Lahan Basah ini dimaksudkan CCFPIuntuk meningkatkan perhatian dan kesadaran masyarakat Proyek Perubahan Iklim, Hutan dan Lahan Gambutakan manfaat dan fungsi lahan basah, guna kepentingan di Indonesia ........................................................ 17-24generasi sekarang maupun yang akan datang. Berita dari Lapang Selintas Tentang Danau “Dendam Tak Sudah”Warta Konservasi Lahan Basah disebarkan kepada lembaga di Kota Bengkulu ..................................................... 25pemerintah, lembaga non-pemerintah, perguruan tinggi danmasyarakat yang terlibat/tertarik akan lahan basah. Reklamasi di Pesisir, Bagai Pisau Bermata Dua ........................................................... 26Majalah ini diterbitkan atas kerjasama antara Ditjen. Flora dan Fauna Lahan BasahPerlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Dephutdengan Wetlands International - Indonesia Programme, dalam Hutan Mangrove: Potensi dan Ancamanrangka pengelolaan dan pelestarian sumberdaya lahan basah Kelestariannya ......................................................... 28di Indonesia. Mengamati Migrasi Burung Pantai ......................... 29 Agenda Pertemuan Internasional ............................... 30Pendapat yang terdapat di dalam Warta Konservasi LahanBasah adalah pendapat para penulis yang bersangkutan. Publikasi Lahan Basah .................................................. 31 Kotak Katik Lahan Basah .............................................. 31 PENASEHAT Direktur Jenderal PHKA PENANGGUNG JAWAB Sekretaris Ditjen PHKA Direktur Program WI-IP Undangan ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Redaksi dengan senang hati menerima bahan dari pembaca berupa PEMIMPIN REDAKSI artikel, hasil pengamatan, kliping, gambar dan foto. Tulisan yang Yaya Mulyana (PHKA) dikirimkan hendaknya tidak lebih dari 1.500 kata. I Nyoman N. Suryadiputra (WI-IP) Anda dapat mengirimkan bahan tersebut kepada: ANGGOTA REDAKSI Triana - Publication & Graphic Design Officer Wetlands International - Indonesia Programme Hart Lamer Susetyo (PHKA) Soewartono (PHKA) Jl. A. Yani No. 53 Bogor 16161, PO Box 254/BOO Bogor 16002 Hutabarat (PHKA) tel: (0251) 312-189; fax./tel.: (0251) 325-755 Juss Rustandi (PHKA) e-mail: publication@wetlands.or.id; http://www.wetlands.or.id Triana (WI-IP) Sofian Iskandar (Balitbang Kehutanan) Suwarno (Biro Humas Setjen Dephut) Disain dan tata letak: Triana Foto sampul muka: Pelabuhan Ratu, Jawa Barat (Wim Giesen) & Perikanan (Dok. WI-IP) 2- Warta Konservasi Lahan Basah
    • Dari Redaksi Dari Redaksi ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Dari Redaksi Salam redaksi, Disela-sela kegiatan lainnya, kami pencemaran air di S. Barito, bekantan tentang potensi dan ancaman tetap berupaya menyapa Anda melalui menjadi terancam dan menurun kelestarian hutan mangrove. rubrik lahan basah ini. Selamat populasinya. Tetapi harapan baru Sementara Iwan Londo mengajak kita bersua kembali, semoga kita semua muncul ketika Arief S. menyaksikan mengamati burung-burung pantai di selalu dalam keadaan sehat dan sendiri tunas-tunas pohon rambai Surabaya, Jawa Timur. bahagia! mulai menghijau. CA Pulau Kaget mulai bersemi kembali. Kegiatan Berbak Sembilang (BSP) Diawali pengalaman yang dialami dan Climate Change, Forests and anggota redaksi saat kunjungan ke Di halaman berikutnya, Bambang Peatlands in Indonesia (CCFPI), Palembang dan Jambi, di kolom berita Hero. S. mempertanyakan apakah masih setia menemani Anda semua. lahan basah, redaksi mencoba pembukaan lahan gambut dengan Simak guratan-guratannya pada mengingatkan bahwa Pelestarian Alam cara dibakar, murah? Anda mungkin kolom khusus BSP dan CCFPI. masih belum disikapi secara serius akan terbelalak melihat analisa yang dan terpadu. Sepertinya alam hanya disajikan, penasaran? simak Di kolom terakhir tersaji kotak-katik merupakan tanggung jawab satu atau tulisannya hingga akhir. lahan basah seperti biasanya. Ayo beberapa kelompok/institusi saja. lepaskan ketegangan dan kejenuhan Padahal kalau mau jujur, semua Oleh-oleh dari lapang lainnya datang dengan mengisi dan mengotak atik manusia hidupnya sangat tergantung dari Iin Purwati Handayani, dengan jawabannya. dari alam. “Danau Dendam Tak Sudah”nya yang ada di Bengkulu, dia mengajak Tak lupa kami ucapkan terima kasih Di lembar berikutnya, Arief Soendjoto menguak keunikan nama itu. Tulisan kepada para penulis yang telah membawa kabar kembira. Cagar Alam menarik juga disuguhkan M. Badrun menyumbangkan waktu dan Pulau Kaget (Kalimantan Selatan) Bancin, ibarat pisau bermata dua fikirannya, serta Anda semua sebelum tahun 1995 adalah surga reklamasi pesisir bisa berdampak pembaca setia kami. Mudah-mudahan bagi bekantan. Rambai (Sonneratia positif dan negatif. wadah informasi ini dapat terus caseolaris) yang daun dan buahnya dipertahankan wujud dan manfaatnya. merupakan pakan utama bagi Selanjutnya Anda kami ajak menyimak bekantan (Nasalis larvatus), tumbuh tulisan ringan pada kolom flora dan Redaksi subur di CA Pulau Kaget. Namun fauna lahan basah. Kali ini setelah adanya peranggasan pohon menampilkan tulisan Mustari Tepu rambai akibat kemarau panjang dan Forum Komunikasi Forum Komunikasi ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ B ila anda memerlukan Redaksi Yth., penjelasan lebih lanjut Forum Komunikasi Terima kasih atas kesetiaannya untuk selalu berbagi informasi. Banyak manfaat dan/atau ingin menyampai- yang saya dan teman-teman dapatkan dari WKLB. Apabila tidak keberatan saya kan kritik/saran tentang isi WKLB juga berminat mengirimkan tulisan untuk dimuat di WKLB. Mohon maaf, bila saya ini, silahkan menghubungi Seksi saya bertanya apakah setiap penulis akan mendapatkan fee/honor atas artikel Publikasi Wetlands International - yang dimuat? Sekian, terima kasih atas perhatiannya. Indonesia Programme melalui e- Iyan Safaruddin (Bandung - Jawa Barat) mail: publication@wetlands.or.id. (Catatan: kritik dan saran tersebut Terima kasih rekan Iyan atas suratnya. Kami dengan senang hati menerima akan kami muat pada kolom setiap tulisan yang masuk. WKLB adalah wadah pertukaran informasi tentang Forum Komunikasi) perlahanbasahan yang setiap edisinya tidak kurang dari 1.500 exp kami sebarluaskan ke seluruh pelosok Indonesia baik: instansi pemerintah, swasta, media, LSM, KSM, Universitas, dan para peminat/pemerhati lainnya secara cuma- cuma. Mengingat misi WKLB tsb serta kebijakan kami yang bersifat non-profit, maka kami tidak mengadakan fee (honor) atas segala tulisan yang masuk. Namun apabila teman-teman membutuhkan materi-materi publikasi yang ada pada kami (buku, poster, komik, dsb), kami dengan senang hati akan mendukung.Vol. 12 no. 3, Juli 2004 -3
    • Berita Lahan Basah ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○Berita Lahan Basah Pendidikan Lingkungan Hidup - Lahan Basah Disikapi tidak Simpatik oleh Beberapa Oknum Polisi S eiring berkembangnya kesadaran masyarakat patrolinya. Mula-mula menanyakan surat-surat luas akan pentingnya peran alam/lingkungan di kelengkapan kendaraan dan surat ijin pengemudi. Melihat era otonomi sekarang ini, semakin gencar pula lengkap, oknum polisi tersebut lalu menanyakan barang usaha-usaha ke arah perbaikan dan pelestarian alam. apa yang dibawa dan surat jalannya. Dia menjelaskan Beragam kelompok dan latar belakang berpadu demi satu bahwa kami telah melanggar Undang-Undang tekad yaitu mengelola dan memanfaatkan sumber daya kelalulintasan, pasalnya mobil tersebut hanya diperuntukan alam secara optimal dan lestari. buat manusia. Kami mencoba memaparkan bahwa misi kami adalah sosial, non-profit, dan demi mendukung Wetlands International - Indonesia Programme (WI-IP) proses belajar mengajar di Sumatera. Namun semua sia- adalah salah satu contoh kecil lembaga non-pemerintah sia, niat baik dan surat jalan ternyata tidaklah berguna. yang mencoba turut andil dalam pembangunan khususnya Oknum polisi itu memberi gambaran sejumlah uang denda pemulihan dan pelestarian lingkungan-lahan basah. bila diproses di pengadilan. Ujung-ujungnya sudah dapat kita tebak “damai”, yang lebih lucu dan konyolnya lagi, dia Sejak aktif 17 tahun yang lalu, sudah banyak kegiatan minta “uang damai” untuk dua mobil, padahal satunya lagi yang digeluti oleh WI-IP di beberapa wilayah di Indonesia. adalah mobil barang yang dilengkapi surat-surat. Survey dan inventarisasi data, Pelestarian flora dan fauna, Pendampingan masyarakat, Peningkatan Setelah terjadi kesepakatan “damai”, perjalanan kami perekonomian masyarakat, Penyediaan data dan lanjutkan melalui jalan lintas timur. Namun, pengalaman informasi, Perbaikan/rehabilitasi lingkungan (pesisir, serupa kami alami kembali. Sebanyak empat kali kami gambut, dll), Pendidikan Lingkungan, serta dukungan distop oknum-oknum polisi di sepanjang Lampung Tengah, data-data dan rekomendasi bagi pemerintah, adalah hal semuanya klise berakhir dengan “damai”. Sayangnya, yang rutin dilakukan. kami tidak sempat mencatat nama dan kesatuan masing- masing oknum tersebut. Selain gelap juga umumnya TN Berbak (Jambi) dan TN Sembilang (Sumatera badge nama terhalang kertas yang terselip di kantung Selatan) adalah wilayah-wilayah yang merupakan bagian seragam atas. Posisi diam dan bertanya kami tidak ada dari kegiatan WI-IP. Di penghujung kegiatan yang sudah bedanya, yang jelas kendali ada di tangan si oknum. berjalan lima tahun di Sumatera tersebut, WI-IP menajamkan akhir aktivitasnya dengan menerbitkan paket Ironi memang, di satu sisi bangsa Indonesia sedang Pendidikan Lingkungan (PL) bagi Siswa Sekolah Dasar memperbaiki diri, tapi di sisi lain segelintir orang dan Sederajat di sekitar lokasi kedua taman nasional memanfaatkan kesempatan dan kewenangannya untuk tersebut. Pembekalan dan pembelajaran ini penting untuk kepentingan pribadi. Kejadian di atas mungkin saja benar membangun pemahaman dan kesadaran siswa tentang bahwa kami melanggar, namun sebagai warga biasa nalar potensi wilayah serta hal-hal apa saja yang saya berfikir begitu tidak pedulikah oknum-oknum polisi itu mengancamnya. Sehingga diharapkan suatu saat nanti, terhadap proses PL yang sedang gencar digiatkan?? mereka dapat mengelola dan memanfaatkan alam fatalkah kesalahan yang kami lakukan?? apa fungsi surat sekitarnya secara lestari. Hal itu disambut baik oleh pihak jalan?? kalau memang salah, apakah hal ini diberlakukan pemerintah daerah khusunya Dinas Pendidikan setempat sama bagi semua lapisan masyarakat termasuk jajaran dengan dijadikannya Pendidikan Lingkungan - Lahan kepolisian beserta keluarganya?? dan haruskah hilang Basah muatan lokal (mulok) bagi sekolah-sekolah dasar kebanggaan saya sebagai anak seorang purnawirawan dan sederajat di Jambi dan Sumatera Selatan. POLRI kepada bekas almamater ayahnya?? Ada pengalaman menarik yang saya dan tim alami, saat Mudah-mudahan sekelumit pengalaman di teknis pengiriman paket PL (berupa buku-buku untuk guru atas dapat diambil hikmahnya. Bangsa saat dan murid, komik, poster, tas, flipchart) dari Bogor (Jawa ini membutuhkan tenaga dan fikiran kita Barat) ke Palembang (Sumsel) dan Jambi. Dengan semua. Mari bersinergi untuk mengendarai dua mobil (pick-up dan minibus), kami mencapai cita-cita bersama. Tidak sangat bersemangat untuk segera menyebarluaskan paket ada salahnya bila ke depan tersebut bagi saudara-saudara kami di Sumatera. institusi kepolisian juga dapat Berbekal surat jalan dari organisasi, tim mulai berangkat dilibatkan dalam pengembangan dari Bogor tanggal 20 Agustus malam. Pengalaman yang Pendidikan Lingkungan. tidak enak diceritakan sebenarnya diawali sekitar pukul 11 malam saat tim berada di pertengahan jalan tol Bogor- (Triana, Bogor) Jakarta. Kami distop seorang bapak polisi dengan mobil 4- Warta Konservasi Lahan Basah
    • Pulau Kaget mulai bersemi Fokus Lahan Basah Oleh: M. Arief Soendjoto * P ulau Kaget merupakan Pulau Kaget dan bekantan menjadi et al. (1998b) menyatakan bahwa sebuah delta yang luasnya satu kesatuan yang tak terpisahkan penyebab peranggasan tanaman kurang lebih 200 ha dan serta menjadi merek dagang rambai adalah kelebihan populasi terletak di muara Sungai Barito. Kalimantan Selatan dalam (overpopulation) primata dan Sebagian dari pulau ini (yaitu 85 ha) kepariwisataan internasional. Primata sekaligus ketidakmampuan rambai ditetapkan menjadi Cagar Alam (CA) berhidung mancung dan endemik untuk memulihkan diri. berdasarkan Surat Keputusan Menteri Borneo ini mudah sekali dijumpai. Pertanian No. 701/Kpts/Um/11/1976 Apabila menyusuri pulau dengan Kompilasi data oleh Soendjoto et al. tanggal 6 Nopember 1976 jo. Surat klotok (perahu bermotor), kita dengan (1998b) menunjukkan adanya Keputusan Menteri Kehutanan dan mudah menyaksikan perilaku alami peningkatan populasi bekantan. Pada Perkebunan No. 337/Kpts-II/1999 bekantan, seperti makan daun dan tahun 1984 terdapat 229 ekor tanggal 24 Mei 1999. Dengan buah rambai, tidur di atas cabang bekantan, pada tahun 1992 terdapat penetapan ini, CA Pulau Kaget atau ranting, berloncatan dari satu 207 ekor, dan pada tahun 1997 merupakan salah satu dari 3 cagar dahan ke dahan lain, atau bahkan terdapat 304 ekor. Pada tahun 1997 alam di Provinsi Kalimantan Selatan terjun dari ketinggian 15 m ke ini tercatat juga primata lain, yaitu (catatan: cagar alam lainnya adalah permukaan tanah atau air. lutung Trachypithecus cristatus CA Gunung Kentawan dan CA Teluk sebanyak 78 ekor dan monyet ekor Kelumpang, Selat Laut, Selat Sebuku). Keadaan demikian berubah sama panjang Macaca fascicularis 22 ekor sekali, setelah peranggasan rambai (Soendjoto et al., 1998a). Apabila Sebelum tahun 1995, vegetasi CA terjadi. Hampir semua rambai yang jumlah pakan bekantan 900 g/hari Pulau Kaget didominasi oleh rambai tumbuh di daratan dan tepian cagar (Soerianegara et al., 1994) dan (Sonneratia caseolaris), salah satu alam mati. Pemandangan alami diasumsikan jumlah pakan kedua tumbuhan mangrove yang akarnya menjadi membosankan. Yang tampak primata lainnya sama dengan jumlah mencuat vertikal dari permukaan dominan adalah pepohonan rambai pakan bekantan ini, maka jumlah tanah. Karena daun dan buah rambai yang kering kerontang. Walaupun pakan bagi semua primata yang ada merupakan pakan utama bagi populasi bekantan mencapai 304 ekor di Pulau Kaget adalah 363,6 kg/hari. bekantan (Nasalis larvatus), tidak (Soendjoto et al., 1998a), perilaku mengherankan apabila kemudian CA khasnya berangsur-angsur tidak bisa Tampaknya jumlah pakan ini tidak Pulau Kaget dikenal sebagai dinikmati. Bekantan ini hanya dapat dapat dicukupi oleh rambai. surganya bekantan. dijumpai di lantai hutan. Akibatnya, Masalahnya, hijauan rambai yang industri kepariwisataan Kalimantan tersedia paling sedikit harus dua kali Selatan pun anjlok. lipat (atau sekitar 730 kg/hari). Pada sisi lain, rambai yang ada di Pulau Terdapat dua faktor Kaget tidak dapat pulih dengan cepat yang diduga karena adanya gangguan dan menjadi penyebab masalah fisiologi lainnya (Soendjoto et peranggasan, yaitu al., 1998b). Akar rambai terganggu, musim kemarau karena dipotong oleh masyarakat yang panjang dan untuk diolah jadi bonggol kok dan pencemaran air tutup botol. Pernafasan oleh akar dari berbagai terhambat, karena adanya penutupan industri yang ada oleh eceng gondok dan lumpur yang di sepanjang semakin menumpuk. Rambai tidak Sungai Barito. mampu bersaing dengan tumbuhan Namun, Soendjoto ..... bersambung ke halaman 8 Bekantan (Nasalis larvatus) sebelum tahun 1995 adalah primadona Pulau Kaget. (Foto: Dok. WI-IP)Vol. 12 no. 3, Juli 2004 -5
    • SEKILAS INFO Benarkah Penyiapan Lahan denganKonservasi Lahan Basah Pembakaran Murah ? Oleh: Dr. Bambang Hero Saharjo* M enurut laporan media cetak dan elektronik tumbuhan yang hidup diatasnya tidak dapat lagi mengambil hingga hari ini kabut asap masih menyelimuti hara dari lapisan mineral, dan muka air sungai dan muka air beberapa wilayah di Kalimantan seperti di tanah berada jauh di bawah, maka gambut yang terbentuk Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang diduga adalah miskin hara. Hara mineral tersebut semata-mata akibat penyiapan lahan dengan menggunakan api dan hanya dapat diproses tumbuhan dari hujan atau hasil terjadi di lahan gambut. Bagi masyarakat tradisional hal itu penambahan bahan organik setempat. Lapisan gambut yang dilakukan karena mereka tidak mampu untuk melakukan miskin ini disebut gambut Ombrogen (Noor, 1999). kegiatan penyiapan lahan dengan tanpa bakar karena biaya yang dibutuhkan mahal serta mereka tidak yakin Jadi jelas mengapa biaya penyiapan lahan dengan tanpa kalau dengan tanpa bakar hama dan penyakit yang akan bakar begitu tinggi, karena biaya tersebut digunakan untuk merusak tanaman mereka akan lenyap. Namun sayangnya mengubah lahan gambut yang miskin hara menjadi lahan kegiatan yang mereka lakukan ternyata tidak sendirian tapi yang lebih produktif sehingga dapat dibudidayakaan. Biaya juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang tersebut dipergunakaan untuk kegiatan pengapuran, yaitu berkantong tebal dan mampu untuk melakukan kegiatan untuk menaikkan pH tanah agar menjadi lebih layak, penyiapan lahan tersebut tanpa bakar, terlebih merekapun membeli pupuk dalam rangka meningkatkan kesuburan lahan melakukan pinjaman kepada Bank untuk membangun tersebut dan yang terahir adalah untuk membiayai kegiatan usahanya entah itu dalam bidang kehutanan ataupun perlindungan terhadap serangan hama dan penyakit melalui perkebunan dengan tanpa bakar (PLTB) sehingga tidak penggunaan pestisida maupun herbisida. heran biayanyapun hingga ke penanaman dapat membengkak hingga Rp. 12-15 juta perhektar, sementara dengan pembakaran mereka hanya mengeluarkan sebesar Rp. 3-4 Juta per hektar. Dalam suatu laporan penelitian pernah disimpulkan bahwa kegiatan penyiapan lahan Benarkah Murah dengan Pembakaran? dengan pembakaran hanya mengeluarkan biaya sebesar sepertiga dari biaya yang dikeluarkan bila penyiapan lahan dilakukan tanpa bakar. Sehingga tidak heran banyak Penyiapan lahan dengan pembakaran seperti sering pengusaha “nakal” ingin memanfaatkan selisih biaya diakukan di lahan gambut tentu saja akan menimbulkan penyiapan lahan tersebut, yaitu dengan melakukan kegiatan dampak yang merugikan bagi lingkungan. Suhu akibat penyiapan lahan dengan pembakaran, meskipun izin yang pembakaran yang tinggi akan merusak gambut, diberikan kepadanya untuk membangun usaha di menghilangkan kapasitas penyimpanan air, menghilangkan kehutanan maupun perkebunan disyaratkan penyiapan kapasitas penyerapan karbon, menghilangkan berbagai lahannya tanpa bakar seperti juga tertulis dalam dokumen fungsi ekologis dan ekonomis serta yang tidak kalah AMDAL. pentingnya adalah mencoreng nama bangsa di mata dunia. Secara alami gambut akan mengalami proses pengkikisan (pada lahan yang diolah) dengan kecepatan yang bervariasi bergantung pada tipe gambutnya serta kegiatan yang Mengapa Mereka Nekat Membakar? terdapat di permukaannya dan diperkirakan rata-rata 0,8-1,5 cm per tahun. Sementara dengan pembakaran ketebalan gambut akan terbakar hanya dalam hitungan jam. Sehingga Pada awal perkembangannya, akar tumbuh-tumbuhan yang tidak heran bila tebal gambut rata-rata 10 cm dapat habis hidup di atas timbunan sisa tumbuhan (gambut tipis) masih terbakar dalam suatu kegiatan penyiapan lahan dengan dapat mengambil hara mineral dari lapisan dibawahnya pembakaran hanya dalam waktu beberapa jam, sementara (stratum) dan sebagian disumbangkan dari luapan air secara alami membutuhkan waktu paling tidak selama 15 sungai. Hasil timbunan berupa bahan organik dari sisa-sisa tahun. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa dengan tumbuh-tumbuhan yang relative kaya mineral (eutrofik) rusaknya gambut setebal 10 cm seluas 1 ha akibat membentuk gambut Topogen (Noor, 1999). Namun, begitu pembakaran maka itu sama saja dengan menghilangkan lapisan bahan organik bertambah tebal sehingga akar kapasitas penyimpanan air sebesar 650 m3/ha, sehingga 6- Warta Konservasi Lahan Basah
    • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○kalau lahan gambut yang dibakar Konservasi Lahan Basahseluas 3000 ha maka itu setaradengan penghilangan kapasitaspenyimpanan air sebesar 1.950.000m3. Sehingga menjadi hal yangwajar sekali pada daerah yangmelakukan kegiatan tersebut seringterjadi erosi dan banjir, karena airtersebut telah kehilangan tempatberlabuh sebab gambut yangterbakar akan rusak dan tidak mungkin kembali lagi Profil areal penyiapan lahan dengan menggunakan api di lahan gambutkarena kalaupun kembali membutuhkan waktu ratusan untuk penanaman kelapa sawit (Foto: Bambang Hero S.)bahkan ribuan tahun lagi.Dengan melakukan penyiapan lahan dengan lahan dengan pembakaran sebenarnya tidak murah bahkanpembakaran di lahan gambut maka itu sama saja artinya sangat mahal bila dikaitkan dengan keinginan agardengan menghilangkan kapasitas penyimpanan air. sumberdaya tersebut tetap menghasilkan dari pada dibiarkanSehingga gambut menjadi rentan terhadap banjir dan musnah secara perlahan-lahan, namun sayangnya hanyaerosi, menghilangkan kapasitas penyerapan karbon, sedikit orang yang menyadari hal ini dan yang sangatrentan terhadap banjir dan erosi, mempengaruhi proses dikhawatirkan adalah ketika sadar ternyata sumberdayapembentukan tanah, mempengaruhi proses daur ulang tersebut telah hilang.unsur hara, mempengaruhi proses penguraian limbah,menghilangkan sumberdaya genetik, menghilangkan Tabel 1. Biaya yang dibutuhkan untuk mengganti kerusakan ekologis, kerugian ekonomis dan upaya pemulihan.keanekaragaman hayati, melepaskan karbon, serta jugamemperpendek umur pakai lahan (bagi perusahaan)disamping kerugian dari sisi ekonomis serta kerugian tak No. Kerusakan Ekologis Biaya (Rp.)ternilai lainnya seperti nama baik bangsa di dunia 1. Penyimpanan air 190.095.000.000internasonal. Untuk itu agar sumberdaya (gambut) 2. Pengaturan tata air 89.100.000tersebut tidak rusak maka perlu dipulihkan. 3. Pengendalian erosi 3.638.250.000 4. Pembentukan tanah 148.500.000Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Laboratorium 5. Pendaur ulang unsure hara 13.691.700.000Kebakaran Hutan dan Lahan IPB bekerjasama dengan 6. Pengurai limbah 1.291.950.000Kantor Kementrian Negara Lingkungan Hidup, 7. Keanekaragaman hayati 8.910.000.000menunjukkan bahwa bila penyiapan lahan dilakukan 8. Sumberdaya genetic 1.217.700.000dengan menggunakan api dan terjadi di lahan gambut 9. Pelepasan karbon 4.662.900.000 10. Perosot karbon 45.738.000.000untuk areal seluas 3000 ha dengan ketebalan gambut Total 269.483.000.000yang rusak rata-rata 10 cm, maka biaya yangdibutuhkan untuk mengganti kerusakan ekologis dan No. Kerugian Ekonomis Biaya (Rp.)ekonomis akibat pembakaran tersebut serta 1. Hilangnya umur pakai 73.810.440.000memulihkannya hanya dengan kompos saja maka 2. Limbah tebangan yang dibakar 7.425.000.000diperlukan biaya sebesar hampir Rp. 800 Milyar (Tabel 81.235.440.0001). Padahal selisih yang akan diperoleh denganmemanipulasi kegiatan penyiapan lahan yang No. Upaya Pemulihan Biaya (Rp.)seharusnya dilakukan dengan tanpa bakar namun 1. Pembelian kompos 594.000.000.000dilakukan dengan pembakaran mungkin hanya sekitar 2. Pengangkutan 118.000.000.000Rp 15-20 Milyar. 3. Penyebaran kompos 5.940.000.000 4. Mengaktifkan fungsi ekologis 75.512.250.000Informasi ini kembali menunjukkan bahwa keuntungan - Pendaur ulang unsur hara - Pengurai limbahbesar yang tampak dari penyiapan lahan dengan - Keanekaragaman hayatipembakaran sehingga banyak pengusaha yang nekat - Sumberdaya genetikmelakukannya, sebenarnya merupakan bencana yang - Pelepasan karbontengah diciptakan. Fakta lapangan telah membuktikan ini - Perosot karbonsemua, seperti yang terjadi di beberapa daerah Total 794.252.250.000(Sumatera dan Kalimantan) pada lahan gambut yangdikelola oleh masyarakat dengan penyiapan lahannyamenggunakan api, sekarang mereka tengah menikmatihasil kerjanya berupa tanah sulfat masam dan peristiwa * Kepala Laboratorium Kebakaran Hutan dan Lahan,banjir di musim hujan yang justru menimbulkan Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.penderitaan baru. Jadi jelas sekali bahwa penyiapanVol. 12 no. 3, Juli 2004 -7
    • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ..... Sambungan dari halaman 5Konservasi Lahan Basah Pulau Kaget mulai bersemi .......... bawah untuk memperoleh unsur hara. harapan baru. Pulau Kaget mulai terjadinya kawin antar-kerabat dekat Tumbuhan bawah yang mulai bersemi. Walaupun di daratan CA (inbreeding)? mendominasi daratan CA Pulau Kaget Pulau Kaget tidak dijumpai lagi antara lain adalah piai (Acrostichum pepohonan rambai, di sepanjang tepi aureum), nipah, dan bakung (Crinium pulau mulai dari bagian utara, barat, asiaticum). Umur rambai sudah tua selatan hingga tenggara terlihat Daftar Pustaka dan peregenerasian tampaknya tidak pepohonan rambai yang mulai normal. Di cagar alam ditemukan menghijau. Terdapat lebih dari 20 Soendjoto, M.A., A. Yamani, M. Akhdiyat 51,05% populasi rambai tingkat semai, pohon rambai berdiameter di atas 20 & Kurdiansyah. 1998a. Populasi 1,81% tingkat pancang, 1,70% tingkat cm. Rambai-rambai yang 8 atau 9 primata dan keanekaragaman jenis tiang, dan sekitar 45% rambai yang tahun lalu masih berada pada tingkat satwa di Pulau Kaget, Kalimantan berumur 20 tahun ke atas. Semua semai kini bertumbuh dan Selatan. Kalimantan Scientae (50):1-9. rambai tingkat semai ini pun hanya berkembang ke tingkat pancang (tinggi tumbuh di tepi cagar alam yang lebih dari 1,5 m) atau tingkat tiang Soendjoto, M.A., A. Yamani, M. langsung berbatasan dengan air (berdiameter sekitar 10 cm). Akhdiyat & Kurdiansyah. 1998b. Sungai Barito. Telaahan vegetasi dan keadaan rambai (Sonneratia caseolaris) di Cagar Alam Harapan ini tentunya harus mulai Pulau Kaget, Kalimantan Selatan. Untuk menyelamatkan bekantan, disikapi bijaksana. Pertumbuhan Kalimantan Scientae (49):51-62. Departemen Kehutanan mengambil rambai yang menggembirakan masih langkah tegas. Pada akhir tahun 1998 belum bisa disepadankan dengan Soerianegara, I., D. Sastradipradja, H.S. sekitar 150 ekor bekantan dievakuasi harapan terhadap kelestarian Alikodra & M. Bismark. 1994. Studi ke Pulau Jawa (Kebun Binatang bekantan. Pada tanggal tersebut Habitat, Sumber Pakan, dan Perilaku Surabaya) dan ke pulau-pulau di penulis dan crew TV swasta hanya Bekantan (Nasalis larvatus) sebagai Sungai Barito (Pulau Bakut, Pulau bisa menemukan seekor bekantan. Parameter Ekologi dalam Mengkaji Kembang, Pulau Tempurung). Penulis masih bertanya-tanya. Masih Sistem Pengelolaan Habitat Hutan adakah bekantan lainnya? Apakah Mangrove di Taman Nasional Kutai. pepohonan rambai sudah mampu Bogor: Laporan Akhir Pusat Penelitian Pada saat ini, perubahan ke arah mendukung kelompok bekantan ini? Lingkungan Hidup, IPB. positif mulai tampak. Ketika pada tanggal 2 Mei 2004 penulis dan crew Apakah bekantan yang dievakuasi salah satu TV swasta mengelilingi perlu dikembalikan untuk membugarkan populasi yang tersisa di * Dosen pada Fak. Kehutanan UNLAM, Pulau Kaget dengan klotok, penulis Pulau Kaget atau untuk menghindari Banjarbaru; masoendjoto@telkom.net cukup gembira dan memperoleh ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Ceplas ceplos bang DONG Hebat ye negeri kite ini, ude mangkin demokratis aje keliatannye .. misal, Otonomi Daerah, siape nyang kaga seneng ngedengernye .. ampir di tiap daerah antusias menanggapi dan menindaklanjutinye Pokonye heboh, pembangunan dimane-mane, maklum kejar setoran ... PAD ... Gedung-gedung mewah bermunculan, mobil-mobil mengkilap tambe hilir mudik ... aye sih setuju-setuju aje, tapi sayangnye ade yang aye kaga demen nih ... cari “setoran” sih boleh-boleh aje, maju emang kudunye .... tapi rawanya jangan diilangin .. dong, hutannya jangan digundulin .. dong, sungainya jangan dicemarin .. dong, udaranya jangan dikotorin .. dong, burungnya jangan diusirin .. dong, si miskin diperhatikan .. dong, yang salah dihukum .. dong, bapak jangan zzz .. dong, ibu jangan sss .. dong Sebagai orang kecil .. aye mau titip pesen nih .. yuk kita bangun same-same, ngerasain same-same, maju same-same .. tapi inget jaga tuh lingkungan jangan sampe rusak ... Maju pembangunannye ... Lestari alamnye .... itu baru TOP ... dong!! 8- Warta Konservasi Lahan Basah
    • Proyek Konservasi Terpadu Lahan Basah Pesisir Berbak - Sembilang DEWAN REDAKSI Penasehat Kepala BKSDA Sumsel Kepala TN. Berbak Penanggung Jawab Prianto Wibowo (Koordinator BSP) BERSEMI SEMERBAK Pemimpin Redaksi Irwansyah Reza Lubis (BSP) Anggota Redaksi Suryanto Adi Wardoyo (BSP) Dandun Sutaryo (BSP) Pendidikan Lingkungan Hidup Joko Purnomo (BSP) Ferry Hasudungan (BSP) perlu diberikan sejak DINI Oleh: Sylvi Iriyani* itu pihak Berbak-Sembilang Project bersama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah melaksanakan Pelatihan Penguasaan Materi Lingkungan Hidup Bagi Guru Sekolah Dasar dan Sederajat di Sekitar Taman Nasional Sembilang. Kegiatan ini bertujuan agar guru yang ada disekitar TNS dapat mengaplikasikan materi yang ada kepada siswa sehingga proses pendidikan dapat berjalan dengan semestinya sesuai dengan yang diharapkan. Manfaat untuk siswa : T aman Nasional Sembilang (TNS) 1. Meningkatnya kesadaran generasi merupakan satu-satunya Taman Nasional muda terhadap lingkungan. Hal yang ada di Sumatera Selatan, demikian adalah penting untuk keberadaannya merupakan kebanggaan menanggapi kepedulian mereka serta tersendiri bagi masyarakat disana. Aktivitas mendukungnya. Dalam kegiatan ini manusia disekitar maupun dalam kawasan TNS dilakukan penelaahan permasalahan jelas akan mengancam keberadaan TNS. aktual dan membuat upaya-upaya agar Upaya yang dilaksanakan untuk menanggulangi siswa terlibat sebagai motivator. Proses hal tersebut salah satunya adalah dengan ini merupakan pembelajaran yang menanamkan rasa memiliki dan rasa mencintai relevan terhadap kehidupan mereka. TNS bagi generasi penerus terutama anak usia sekolah dasar. 2. Menjalani proses penelitian dan melakukan suatu tindakan dapatAlamat Proyek Berbak-Sembilang: Upaya menumbuhkan rasa cinta anak sekolah menimbulkan rasa optimis pada siswa Jl. Sumpah Pemuda Blok K-3 dasar dan sederajat terhadap TNS diwujudkan tentang masa depan mereka. Siswa Kel. Lorok Pakjo perlu memahami seriusnya Palembang 30137 dengan memberikan materi pendidikan lingkungan hidup. Materi yang diberikan ini permasalahan lingkungan serta juga Sumatera Selatan, Indonesia berkaitan dengan TNS dan dikembangkan mengembangkan rasa pengharapan Phone : +62 711 350786 sebagai kurikulum muatan lokal. Untuk dan komitmen untuk perubahan. Fax : +62 711 350786 Email : bsp-plg@indo.net.id melaksanakan program tersebut, diperlukan http://www.bsp.or.id kerjasama yang baik antar semua pihak. Untuk ..... bersambung ke halaman 10 Vol. 12 no. 3, Juli 2004 -9
    • Berbak - Sembilang : Berita Kegiatan○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ..... Sambungan dari halaman 9 Pendidikan Lingkungan Hidup ......................... 3. Memperhatikan isu-isu lingkungan dan berdiskusi dan sikap yang tepat semua pengetahuan yang diperoleh tentang cara-cara pemecahannya berarti mengajak hanya melalui logika tidak akan bersifat berkelanjutan. siswa ikut berperan aktif dalam pemecahan masalah. Intinya dengan metode tersebut diharapkan terwujud Ini secara khusus diperlukan ketika informasi tidak kesadaran dan kecintaan dari hati terhadap lingkungan di sempurna atau tidak lengkap. Mereka belajar kawasan Taman Nasional Sembilang. bagaimana menerapkan keterampilan dan pengetahuan mereka serta membangun nalar yang Program Pendidikan Lingkungan Hidup bagi siswa berlogika. sekolah dasar dan sederajat di kawasan TNS tersusun dalam tiga bagian yang diberikan dalam bentuk tiga paket 4. Mempelajari isu-isu lingkungan dapat memberdayakan pembelajaran. Paket pertama adalah paket yang generasi muda dengan menghubungkan kehidupan menyajikan Panduan tentang Lahan Basah, buku ini keseharian mereka dan komunitas lokal dengan disusun dengan maksud memberikan informasi dan pelajaran-pelajaran di kelas. pengetahuan lahan basah secara umum bagi penyelenggara pendidikan yaitu guru. Buku yang kedua adalah buku panduan bagi guru untuk menjalankan Selain siswa, manfaat dari pendidikan lingkungan juga proses pembelajaran dengan latihan kegiatan praktek dapat dirasakan oleh guru seperti pengetahuan tentang yang akan dilakukan siswa sebagai bentuk pemahaman isu-isu lingkungan. Sehingga diharapkan dengan yang telah diberikan secara teoritis. Buku yang ke tiga mengetahui dan memahami isu-isu yang ada, guru dapat adalah Lembar kerja Siswa yang disusun sesuai dengan melakukan berbagai kegiatan yang mendukung atau mengacu pada materi dua buku sebelumnya. Buku peningkatan kualitas pengajaran. ini telah disesuaikan sebagai buku latihan dan praktek yang mudah dipahami siswa. Keterlibatan siswa dalam kegiatan-kegiatan lingkungan akan menumbuhkan kerjasama dan rasa kepedulian Untuk membantu proses pembelajaran tersebut maka guru diantara mereka. diberikan alat peraga berupa flip chart yang berisikan lembaran-lembaran gambar dengan keterangan- keterangan yang berhubungan dengan materi pembahasan. Dari gambar-gambar ini siswa dapat langsung melihat topik-topik yang sedang dibahas oleh Pendekatan Pendidikan guru, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami dan Lingkungan Hidup mengerti. Kegiatan ini terdiri dari beberapa topik materi dan setiap materi terbagi dalam beberapa aktivitas yang disusun sesuai dengan materi pembelajaran beserta metode praktek dan perlengkapan yang diperlukan (lihat Dalam menerapkan program tersebut metode pendekatan Tabel pada halaman berikutnya). diarahkan pada pembentukan pola berfikir. Adanya keseimbangan antara daya kerja otak kanan dan otak kiri yang merupakan kesatuan dari alat berfikir manusia. Pola berfikir yang dipacu oleh kerja otak sebelah kiri akan melahirkan pemikiran yang berhubungan dengan logika, didukung oleh kerja otak kanan yang memacu daya cipta rasa. Tujuan pendidikan Lingkungan Hidup adalah mewujudkan manusia yang berwawasan lingkungan, maka metoda yang digunakan harus terlebih dahulu membidik bagaimana membangkitkan rasa akan pentingnya memiliki wawasan lingkungan. Membangkitkan rasa ini dapat dicapai dengan pembinaan mental atau nurani manusia tersebut. Tanpa mental 10 - Warta Konservasi Lahan Basah
    • Berbak - Sembilang : Berita Kegiatan○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Tabel Materi Pendidikan Lingkungan Hidup bagi Siswa Sekolah Dasar dan Sederajat di kawasan TN Sembilang No Materi dan aktivitas Tujuan khusus Tujuan Umum 1 Ekosistem Lahan Basah Mengenal lahan basah Siswa faham,mengerti dan dapat Mengenal lahan basah Memahami siklus air mengapresiasikannya dalam kehidupan Memahami siklus air Mengetahui manfaat lahan basah sehari-hari Manfaat lahan basah 2 Keanekaragaman Hayati Tumbuhan Mengetahui peranan masing-masing Siswa mengetahui besarnya potensi dan Hewan jenis dalam ekosistem & manfaatnya dan manfaat keanekaragaman hayati Mengenal jenis tumbuhan bermanfaat bagi manusia yang kita miliki dan pentingnya upaya Keanekaragaman tumbuhan pelestarian keanekaragaman hayati Keanekaragaman hewan Hubungan antar mahluk hidup dan keseimbangan alam 3 Sumberdaya Alam Pesisir Mengenal keanekaragaman hayati Siswa memahami pentingnya Keanekaragaman hayati perairan diperairan, produk dari pesisir mengelola sumberdaya pesisir Produk dari pesisir Mengenal hutan mangrove secara lestari dan bijaksana Hutan bakau Mengetahui alat tangkap ikan Alat tangkap ikan 4 Hutan Lahan Gambut Mengenal hutan sebagai sumber Siswa mengerti dan memahami Mengenal gambut dan peranannya kehidupan pentingnya pelestarian hutan rawa dalam ekosistem Mengenal gambut dan peranannya gambut untuk kepentingan masyarakat Hutan gambut dan bahaya Mengetahui hubungan antara hutan kebakaran gambut dan kebakaran hutan 5 Pemanfaatan hutan yang bijaksana Memahami pemanfaatan hutan yang Siswa memahami manfaat dan Hasil-hasil hutan bijaksana demi masa depan pemanfaatan hutan secara bijaksana Pemanfaatan hutan Memahami dampak pemanfaatan dan mengetahui dampak akibat Permainan hutan yang tidak bijaksana pemanfaatan hutan yang tidak lestari 6 Pelestarian TNS Mengenal kawasan TNS Siswa mengenal dan mengetahui Perlindungan Kawasan keberadaan TNS dan manfaatnya Mengenal TNS 7 Hubungan manusia dengan Mengetahui dan memahami inti Siswa mengetahui hubungan timbal lingkungannya materi dari awal hingga akhir dan balik antara manusia dan lingkungannya Menikmati alam menarik kesimpulan antara keberadaan sehingga tergugah untuk melaksanakan Manusia wajib menjaga keutuhan manusia dan kelestarian lingkungan perubahan dimasa depan dan kelestarian lingkungannya Dari materi dan aktivitas tersebut, diharapkan program dapat dijalankan pada tahun ajaran baru 2004-2005. pemberian pengetahuan di sekolah dasar melalui muatan lokal di kawasan Taman Nasional Sembilang, dapat Dari kegiatan tersebut kita semua berharap bahwa program meningkatkan pemahaman siswa tentang hubungan pendidikan berwawasan lingkungan khususnya di kawasan antara masyarakat dengan kawasan Taman Nasional konservasi dapat terus diupayakan sebagai upaya pelestarian Sembilang. Sehingga dari program ini dapat dihasilkan kawasan konservasi, salah satunya kawasan Taman Nasional generasi muda yang dapat memberikan sumbangsih Sembilang. Keberpihakan pemerintah dan kerjasama yang yang besar terhadap kelestarian lingkungan Taman baik antara seluruh komponen masyarakat dan instansi Nasional Sembilang. diharapkan dapat menjadikan program pelestarian kawasan konservasi terus berjalan sebagaimana yang kita harapkan. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut, direkomendasikan Save our forest and wetlands for our next beberapa hal, diantaranya: kelas yang akan menerima generations ! pelajaran tersebut adalah kelas IV dan V dan diberikan secara bertahap. Untuk menjalankan hasil kegiatan tersebut, saat ini Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten * The volunteer of BSP Banyuasin II sedang mengkaji dan mengusahakan Alamat e-mail: sylviya2001@yahoo.com sebaik-baiknya agar pendidikan lingkungan hidup segera Vol. 12 no. 3, Juli 2004 - 11
    • Berbak - Sembilang : Berita dari Lapang Mengapa Hutan Ditebang, Ikan Jadi Sulit Didapat ?? (Pengalaman di S. Merang, Muba dan Semenanjung Banyuasin, Sumatera Selatan) Oleh: Suryanto Adi Wardoyo S umatera adalah salah satu muda. Sebagai contoh adalah dapat menetas. Hingga tahun 2000, di pulau di dunia yang memiliki berbagai jenis ikan tempalo atau Sungai Merang, Sumsel, jumlah jenis keanekaragaman hayati cupang (famili Belontiidae) dan ikan relatif banyak, bahkan merupakan cukup tinggi. Tipe habitat hutannya arwana (Sclerophages formosus) sungai yang terbanyak hasil ikannya tersebar mulai dari hutan mangrove di habitat aslinya dipenuhi dengan dari hasil lelang lebak lebung pesisir, hutan dataran rendah, hutan vegetasi lebat dengan perairan dibandingkan sungai-sungai lain yang rawa air tawar, hutan rawa gambut yang relatif tenang. Ikan belida bermuara ke Sungai Lalan. Sejak hingga hutan daratan tinggi. (Notopterus sp) bahkan adanya HPH di kawasan S. Merang, Keanekaragaman jenis hutan ini membutuhkan ranting atau daun dan diteruskan dengan penebangan mempengaruhi juga keanekaragaman untuk telur-telurnya. liar, hasil perikanan terus merosot. jenis ikan yang mendiami perairan di Kegiatan penebangan ini difasilitasi dalam dan sekitarnya. Sumatera 2. Terbukanya hutan menyebabkan dengan membuat parit-parit atau rel-rel memiliki jenis ikan yang beberapa kenaikan suhu perairan, sehingga pengangkut kayu, menyebabkan erosi diantaranya merupakan spesies mempengaruhi kondisi fisika dan dan abrasi pada tanah gambut semakin endemic atau asli pulau ini, sedikitnya kimia perairan serta metabolisme menjadi. Pada pelaksanaan survei 30 jenis (Koettelat, 1993). ikan. Hal ini yang menyebabkan tahun 2002, di beberapa lokasi yang kematian masal ikan-ikan akibat sebelumnya banyak ditemukan ikan, Sebagian besar hutan yang ada di penggundulan hutan besar- sudah tidak ditemukan lagi. Di tahun Indonesia adalah hutan hujan tropis, besaran di Taman Nasional Way 2003, parit-parit dan rel pengangkut yang tidak saja mengandung kekayaan Kambas, Lampung tahun 1984 kayu yang bermuara ke sungai hayati flora yang beraneka ragam, (Koettelat, 1993). Di Taman Merang semakin banyak dan kayu di tetapi juga termasuk ekosistem terkaya Nasional Berbak (TNB), pada dalam hutanpun semakin habis. di dunia sehubungan dengan daerah bekas terbakar, hampir keanekaragaman hidupan liarnya. tidak ada lagi ikan. Kecuali ikan Keanekaragaman dan kelestarian hutan famili Channidae (toman, gabus, sangat berpengaruh terhadap keragaman Penggundulan hutan selain bujuk dan serandang) yang tahan jenis ikan. Hal ini berkaitan erat dengan mengancam kehidupan di dalam hutan, pada kondisi miskin oksigen, rantai makanan, tempat asuhan, tempat ia juga mengancam kelestarian itupun di daerah yang dekat berkembang biak dan tempat kehidupan di perairan. Perusakan dengan sungai. Padahal di perlindungan bagi ikan. [Untuk jelasnya habitat di dalam hutan telah daerah yang masih bervegetasi lihat gambar] mengganggu ekosistem hutan yang lebat tidak jauh dari lokasi pada gilirannya mengancam kehidupan terbakar, sering dijumpai berbagai Hancur dan hilangnya hutan berdampak berbagai spesies. Eksploitasi spesies famili dan jenis ikan. langsung pada hasil perikanan. Menurut flora dan fauna yang berlebihan MacKinnon, J (1986) dalam Davies J. et menimbulkan kelangkaan dan 3. Erosi dan abrasi, akibat al 1995, Di wilayah Sumatera, hasil kepunahan spesies. Sementara penggundulan hutan, produksi ikan di tambak-tambak daerah penyeragaman varietas tanaman dan menyebabkan meningkatnya pesisir rata-rata sebesar 287 kg/ha/th. ras hewan budidaya menimbulkan kekeruhan di perairan. Lumpur Namun, dari hasil suatu penelitian diketahui erosi genetika. Kesemuanya ini dan partikel menyebabkan bahwa hilangnya satu hektar hutan bakau menimbulkan krisis keanekaragaman tertutupnya insang, sehingga ikan karena dirubah menjadi tambak atau hayati. Kepunahan spesies ini termasuk sulit bernafas. Dampak lain pemukiman, dapat mengurangi hasil juga pada spesies ikan. Beberapa dengan banyaknya lumpur adalah tangkapan ikan dan udang alam di lepas penyebab, mengapa dengan terganggunya proses fotosintesa pantai sebanyak 480 kg/ha/th. Dengan punahnya hutan berarti pula terjadi alga (periphiton) dan tanaman air demikian pembangunan tambak di lahan kepunahan pada jenis ikan. yang merupakan sumber mangrove dikhawatirkan dapat makanan. Lumpur dapat menurunkan hasil perikanan tangkap di 1. Vegetasi selain sebagai habitat bagi menimbun atau menutupi telur laut. ikan-ikan, juga merupakan tempat sehingga tidak dapat terbuahi oleh perlindungan telur dan ikan-ikan sel kelamin jantan sehingga tidak ..... bersambung ke halaman 16 12 - Warta Konservasi Lahan Basah
    • Berbak - Sembilang : Berita dari Lapang Kebakaran Hutan Oleh: Lulu Yuningsih* terjadi aliran permukaan tanah (run off) yang pada akhirnya akan merusak keseimbangan tata air dan terjadinya erosi. K ebakaran hutan merupakan pengolahan kayupun akan Penyerapan air ke dalam tanah salah satu penyebab dari terganggu. (infiltrasi) pun akan berkurang musnahnya hutan secara sehingga ketersediaan air tanah cepat, padahal suksesi alami yang 3. Sumber Plasma Nutfah berkurang dan pada saat musim diharapkan untuk mengembalikan Kebakaran hutan mempengaruhi kering tiba bisa terjadi kekeringan. hutan ke asalnya memerlukan waktu kehidupan biologi didalam hutan yang lama. Kerugian besar akibat diantaranya adalah matinya satwa 6. Iklim Mikro dan Keindahan kebakaran hutan dapat terjadi dalam didalam hutan, terganggunya (estetika) waktu yang relatif singkat. kehidupan satwa dan kehidupan Hutan merupakan sumber oksigen organisme tanah, bahkan bahkan dianggap sebagai paru- Dampak kebakaran hutan sangat musnahnya habitat serta pakan paru dunia. Akibat kebakaran kompleks antara lain: satwa. Dengan demikian akan hutan maka proses fotosintesis terjadi perubahan ekosistem bukan akan terganggu sehingga sumber 1. Rusaknya Tegakan dan Nilai saja ekosistem satwa tapi juga oksigen akan berkurang, polusi Hutan ekosistem tumbuhan dan alam. udara meningkat dan akan Rusaknya pohon akibat terbakar mempengaruhi iklim mikro, adalah dikarenakan kerusakan 4. Sumber Usaha Masyarakat sehingga kenyamanan yang atau kematian jaringan kambium. Sebagaimana kita ketahui bahwa dirasakan masyarakat sekitar akan Walaupun demikian bukan berarti masyarakat sekitar hutan terganggu. Nilai keindahan hutan semua pohon akan mati dan tidak mempunyai sumber mata akan berubah yang pada bisa dimanfaatkan lagi. Ada pencaharian dari hutan antara akhirnya akan menurunkan fungsi beberapa pohon menjadi turun lain pengumpul hasil ikutan dan hutan secara keseluruhan. kualitasnya disebabkan karena sampingan seperti damar, kayu adanya luka bakar pada pohon bakar, madu, dsb. sedangkan Kebakaran yang melanda hutan baik yang akan merangsang tumbuh nelayan di kawasan hutan pada hutan lindung, suaka alam kembangnya hama dan penyakit. mangrove akan terganggu mata maupun hutan produksi tetap dan Penurunan kualitas ini pencahariannya akibat kebakaran hutan produksi tidak tetap (terbatas) berlangsung terus sampai pada hutan, dan ini akan menimbulkan memerlukan usaha rehabilitasi dengan suatu saat kayu yang tadinya keresahan masyarakat dan teknik yang berbeda. Bila lahan masih bisa dimanfaatkan berubah kestabilan ekonomi rakyat. hutan tidak segera direhabilitasi maka menjadi kayu mati yang tidak disamping nantinya tidak memberi mempunyai nilai ekonomis lagi. 5. Fungsi Hidroorologis manfaat juga produktivitas akan terus Kebakaran hutan akan menurun dengan cepat. Tujuan utama 2. Pengusahaan Hutan mengganggu sifat fisik dan kimia rehabilitasi melalui penanaman dan Akibat langsung kebakaran hutan tanah, serasah sebagai penutup pengayaan dimaksudkan untuk bagi pengusaha hutan adalah tanah hutan akan musnah mengembalikan fungsi hutan yang terhentinya kegiatan produksi terbakar (Surface fire) sehingga telah rusak disesuaikan dengan fungsi karena terganggunya permukaan tanah akan terbuka, hutan tersebut. Berikut ini adalah pengangkutan. Hal ini pun akan berbarengan dengan itu tajuk upaya-upaya rehabilitasi pada membuat terganggunya pohon pun terbuka akibat berbagai jenis lahan hutan bekas perencanaan produksi sehingga terbakar (Crown fire). Kondisi terbakar: jatah tebang dan target tebangan yang ditimbulkan akibat kebakaran akan menurun. Jika pengusaha hutan adalah partikel-partikel hutan menjadi pensuplai utama hujan akan langsung jatuh industri perkayuan maka produksi ketanah yang terbuka sehingga ..... bersambung ke halaman 16Vol. 12 no. 3, Juli 2004 - 13
    • Berbak - Sembilang : Fauna Ikan-Ikan di TN Sembilang Satu, Dua atau Lebih yang belum Teridentifikasi Oleh: Muhammad Iqbal S alah satu ruh dari kehidupan mengenai jumlah jenis ikan yang dipublikasi oleh Jurnal Perikanan masyarakat di Taman Nasional ditangkap dengan tuguk di Muara Universitas PGRI Palembang (TN) Sembilang adalah Banyuasin (Burhanuddin 1980a), melaporkan bahwa jumlah jenis ikan kegiatan mencari ikan. Mencari ikan Penelitian mengenai perikanan kelong di TN Sembilang berjumlah 75 jenis bahkan boleh dianggap sebagai satu- di Selat Bangka (Burhanuddin et al. (Wardoyo & Iqbal 2003). satunya sumber mata pencaharian 1983), Penelitian mengenai jenis-jenis masyarakat lokal. Djamali & Sutomo ikan yang tertangkap dengan jaring Belum di dapat gambaran yang pasti (1999) menyebutkan bahwa besarnya klitik di Sembilang (Djamali & Sutomo mengenai jumlah jenis ikan di TN potensi perikanan yang ada di TN 1999), Survey Perikanan di CTN Sembilang. Di sisi lain, hasil kerja Sembilang menjadi daya tarik tersendiri Sembilang (Wardoyo & Sutaryo 2001) rekan tim BSP (Berbak Sembilang bagi nelayan pendatang untuk membuka dan data kompilasi mengenai jenis- Project) di lapangan terutama dari usahanya. Kondisi demikian diiringi pula jenis ikan di TN Sembilang (Wardoyo kegiatan “Monitoring dan Evaluasi’ oleh kegiatan pemukiman yang cukup & Iqbal 2003). selalu menemukan jenis-jenis semarak, mulai dari toko, warung, tambahan yang belum terdaftar untuk restoran sampai tempat hiburan. Dari laporan-laporan tersebut di dapat kawasan TN Sembilang, atau dengan Sayangnya, potensi perikanan di TN hasil bahwa jenis-jenis ikan di TN kata lain merupakan jenis ikan baru Sembilang tampaknya mulai mengalami Sembilang selalu bertambah dari untuk kawasan TN Sembilang (Iqbal penurunan (lihat lampiran 9 Laporan hasil-hasil sebelumnya. Hal ini cukup 2004, dalam persiapan). Contoh Teknis No. 22 Proyek Berbak menarik mengingat penambahan penemuan dari jenis-jenis ikan baru Sembilang, Wardoyo & Sutaryo 2001). jumlah jenis ikan untuk kawasan TN untuk kawasan TN Sembilang adalah Sembilang terjadi di saat-saat potensi ikan buaya/kili-kili buaya (Doryicthis Penurunan potensi sumber daya perikanan di kawasan ini mulai sp, catatan : mungkin lebih dari satu perikanan di TN Sembilang tentu saja mengalami penurunan. jenis dari famili Sygnathidae terdapat cukup memprihatinkan, mengingat studi dalam kawasan ini), ikan elang (Coius mengenai keanakaragaman jenis ikan- Adapun laporan-laporan mengenai quadrifasciatus, catatan : Coius ikan di kawasan ini belum sepenuhnya keanekaragaman jumlah jenis ikan di microlepis tampaknya juga ada, tapi dipelajari secara khusus dan mendalam. TN Sembilang diantanya adalah: belum dikonfirmasi), kuda laut Walaupun ada beberapa laporan Survey tahun 1994-1995 yang (Hippocampus sp, catatan : dilaporkan mengenai jumlah keanekaragaman jenis dilakukan oleh Djamali & Sutomo ada beberapa variasi warna, ada ikan TN Sembilang, tetapi umumnya (1999) yang melaporkan bahwa kemungkinan lebih dari satu jenis), laporan tersebut berasal dari sebuah jumlah ikan di kawasan TN Sembilang kluyu/kloyo (satu jenis dari famili survey singkat yang biasanya hanya adalah berjumlah 57 jenis, Survey Carcharhinidae, hiu dengan seluruh menggambarkan jenis-jenis ikan yang yang dilakukan oleh Proyek Berbak tubuhnya berwarna putih), buntal umum dikenal oleh masyarakat nelayan Sembilang pada tahun 2001 (Carinotetraodon larterti, catatan : atau terbatas pada ikan-ikan yang sering melaporkan bahwa di kawasan TN sudah ada laporan mengenai empat tertangkap oleh para nelayan. Sembilang terdapat sekitar 120 jenis jenis ikan buntal, tetapi belum ada (Wardoyo & Sutaryo 2001). Lubis untuk jenis ini), sumpit (Toxotes Adapun studi-studi mengenai jumlah jenis 2003 dalam “Mengenal lebih jauh TN microlepis, catatan : Toxotes jaculatrix ikan di TN Sembilang diantaranya Sembilang”, (WKLB Vol 11 No. 4 sudah dideskripsikan, tetapi belum adalah : Penelitian mengenai ikan Oktober 2003) menyebutkan bahwa di ada catatan untuk Toxotes microlepis) Gelodok Periapthalmodon schlosseri TN Sembilang terdapat 142 jenis ikan dan beberapa jenis lainnnya. Lihat (Burhanuddin 1980), Penelitian dari 43 familia. Sebuah laporan yang juga photo-photo di bawah ini. 14 - Warta Konservasi Lahan Basah
    • Berbak - Sembilang : Fauna○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Carinotetraodon larterti Buntal hitam Dorycthis sp Ikan buaya/kili-kili buaya Coius quadrifasciatus Ikan elang Toxotes microlepis Ikan sumpit Famili Carcharhinidae, Hiu berwarna putih Gambar ikan-ikan yang termasuk jenis baru untuk kawasan TN Sembilang (Foto: Muhammad Iqbal & Suryanto A. W.) Satu hal yang juga penting untuk besar terdapat di Kalimantan dan perikanan karena kedudukannya dicatat disini adalah bahwa baru-baru hanya ada satu atau dua jenis yang dalam jaring-jaring kehidupan. ini tim pemantauan ke 10 TN tercatat di Sumatera (lihat Kottelat et Dengan melakukan studi lebih lanjut Sembilang mengamati satu jenis ikan al. 1993). dan melakukan pemantauan mengenai patin (Pangasius sp, atau mungkin jenis ikan-ikan di kawasan ini, maka juga Helicophagus sp) di pemukiman Studi lebih lanjut mengenai jenis-jenis akan sangat membantu usaha-usaha nelayan Terusan Dalam. Ikan-ikan ikan di TN Sembilang sangat penting kegiatan konservasi sumber daya tersebut ditangkap di dekat muara untuk dilakukan. Selain merupakan perairan di TN Sembilang. Dengan perairan TN Sembilang. Hal ini suatu kebanggaan, kekayaan jumlah demikian, hal ini akan dapat menarik mengingat ikan patin adalah jenis ikan-ikan di kawasan ini akan membantu masyarakat sekitar untuk satu ikan suku primer yang tidak dapat menggambarkan komposisi jenis tetap dapat mempertahankan sumber terlalu toleran dengan air asin. ikan di TN Sembilang yang mata pencaharian sebagai pencari Nelayan Terusan Dalam melaporkan sebenarnya. Banyak ikan yang ikan (nelayan). bahwa ikan tersebut “relatif’ sering belum diketahui manfaatnya secara tertangkap di air asin. Dari tujuh jenis langsung sesungguhnya memilki Pangasius di Sunda Besar, sebagian peranan penting dalam produksiVol. 12 no. 3, Juli 2004Vol. 12 no. 3, Juli 2004 - 15
    • Berbak - Sembilang : Berita dari Lapang○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ..... Sambungan dari halaman 12 Mengapa hutan ditebang, ikan ....................... Nelayan bagan di sepanjang semenanjung Banyuasin, 4000 ha lahan dijarah untuk tambak. Kondisi ini diperburuk Sumsel, menyatakan bahwa sejak berdirinya tambak, dengan semakin banyaknya trawl mini menangkap ikan di mereka merasakan semakin berkurangnya hasil daerah pesisir yang merupakan wilayah para nelayan tangkapan di laut. Semenanjung Banyuasin yang bagan. Hasil panen yang semakin rendah ini ternyata tidak merupakan daerah penting persinggahan burung migran, hanya terjadi di semenanjung Banyuasin, namun juga hingga telah banyak yang rusak, diperkirakan mencapai 3000 – ke hampir seluruh kawasan TNS.○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ..... Sambungan dari halaman 13 4. Hutan Produksi Tetap Bilamana kerusakan akibat Kebakaran Hutan .................. kebakaran termasuk kategori ringan dilakukan pengayaan dengan jenis yang bernilai ekonomis tinggi. Dan 1. Hutan Lindung satwa yang dilindungi, maka bila kerusakan kategori sedang maka Terhadap hutan lindung yang kondisi habitat awalnya perlu dipadukan antara permudaan alami dikategorikan mengalami kerusakan dikembalikan. Oleh karena suksesi dan penanaman. Sedangkan ringan maka upaya pemulihan alami tidak menjamin akan kerusakan dengan kategori parah sebaiknya dilakukan dengan sistem terciptanya habitat yang sama dapat diambil kebijaksanaan untuk suksesi alami saja. Jadi rehabilitasi seperti semula maka suksesi alami dibangun Hutan Tanaman Industri, dibiarkan kepada alam dengan tidak diberlakukan. Sebaiknya bila luasnya memenuhi syarat. permudaan alam. Bila kebakaran rehabilitasi lahan hutan suaka alam termasuk kategori sedang dilakukan dengan cara penanaman 5. Hutan Konversi disarankan agar dilakukan kembali dan kegiatanya harus Sesuai dengan tujuannya hutan penanaman tumbuhan kayu dengan dilakukan bersama-sama dengan konversi adalah hutan yang dapat jenis lokal. Apabila kebakaran tenaga ahli yang mempunyai diubah peruntukannya bagi termasuk kategori kerusakan parah pengetahuan tentang satwa, keperluan lain seperti pemukiman, maka rehabilitasinya dilakukan ekosistem ataupun habitat untuk pertanian, perkebunan, transmigrasi dengan dua alternatif yang pertama satwa. dan lain-lain. Sejalan dengan itu rehabilitasi dengan penanaman jenis maka rehabilitasi diserahkan eksotik dan yang ke-dua dilakukan 3. Hutan Produksi Terbatas sepenuhnya pada suksesi alam perpaduan antara permudaan alami Apabila kerusakan akibat kecuali di daerah tertentu dengan dengan penanaman jenis lokal. kebakaran termasuk kategori parah pertimbangan fungsi hidroorologis maka rehabilitasi dilakukan dengan yang harus dipertahankan. 2. Hutan Suaka Alam penanaman didaerah terbuka. Bagi hutan suaka alam, dengan Tetapi apabila tingkat kerusakan * Dosen dan Ketua Program Studi pertimbangan bahwa hutan tersebut ringan sampai sedang maka cukup Konservasi Sumberdaya Hutan berfungsi untuk berkembang biaknya dilakukan penanaman pengayaan. Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang 16 - Warta Konservasi Lahan Basah Warta Konservasi Lahan Basah
    • Climate Change, Forests and Peatlands in Indonesia (CCFPI) DEWAN REDAKSI Pemimpin Redaksi Yus Rusila Noor Anggota Redaksi Vidya Fitrian Indra Arinal Alue Dohong (Foto:Yus Rusila Noor /Dok.CCFPI) Musim Kebakaran telah Tiba! B angsa ini mungkin sedang dilanda spot yang terjadi hingga pertengahan Juni 2004, Amnesia. Banyak hal buruk yang baik di Sumatera maupun Kalimantan, masih rendah terjadi berulang-ulang setiap dibandingkan dengan jumlah rata-rata selama 7 tahunnya seolah-olah kita lupa bahwa hal tahun terakhir. Namun demikian, kebakaran adalah tersebut pernah terjadi sebelumnya. tetap kebakaran, dengan segala akibatnya. Teriakan dari negara-negara tetangga yang terkena dampak Memasuki bulan-bulan kering, penduduk di asap serta gagalnya penerbangan beberapa beberapa wilayah, seperti Sumatera dan pesawat di Riau dan Jambi akibat jarak pandang Kalimantan sepertinya harus menerima yang hanya mencapai 300 meter, adalah contoh kenyataan bahwa wilayah mereka kembali kecil bahwa kebakaran lahan tahun inipun telah diserang oleh kebakaran hutan dan lahan mendatangkan kerugian yang tidak sedikit. gambut, yang asapnya telah menimbulkan berbagai kerugian. Menurut data yang ada, Pertanyaannya, mengapa kebakaran masih saja jumlah hot spot, yang mengindikasikan terjadi? Laporan mengatakan bahwa kebakaran banyaknya sebaran lokasi kebakaran hutan terjadi karena kelalaian dari sebagian penduduk dan dan lahan, biasanya cenderung mengalami pemilik HPH. Api ditengarai berasal dari kenaikan pada bulan Juli - September. pembakaran untuk pembukaan lahan menjadi areal perkebunan. Pembukaan lahan dengan cara Memasuki paruh pertama dari tahun 2004, kita dibakar masih dianggap sebagai cara termurah dihenyakkan kembali oleh terjadinya kebakaran dalam pengusahaan lahan. Hal ini tidak sepenuhnya Alamat Kantor Proyek CCFPI: hutan dan lahan gambut, yang kali ini terpusat di diamini oleh warga petani. Di Kalteng, seorang Kalimantan dua wilayah: Riau dan Pontianak, yang warga transmigran menyatakan bahwa aktivitas Jl. Teuku Umar No 45 kemudian juga merambah ke Jambi dan pembakaran lahan merupakan rutinitas yang Palangkaraya 73111 Kalimantan Tengah. Kebakaran lahan dan hutan dilakukan warga yang umumnya adalah petani. Kalimantan Tengah gambut tahun ini dimulai pada awal Juni ketika Mereka hanya membakar rumput, bukan membakar Tel/Fax: 0536-38268 lebih dari ratusan hot spot terpantau di wilayah hutan, karena mereka memiliki kebun yang sudahE-mail: alue_dohong@hotmail.com Riau, dengan jarak pandang terbatas pada 100 puluhan tahun dipelihara. Menteri Lingkungan Hidup Sumatera – 200 meter. Jumlah ini memang kemudian bahkan menyatakan bahwa penyebab kebakaran di Jl. A. Tholib RT 03 No. 8 menurun dengan adanya hujan hingga Kalimantan Barat, Riau dan Jambi adalah Kel. Pematang Sulur setengahnya pada pertengahan Juni dan pengusaha perkebunan yang membakar hutan, Kec. Telanaipura kemudian semakin menyusut pada akhir Juni. bukan masyarakat peladang berpindah. Jambi 36124 [catatan redaksi: namun dalam kunjungan tim redaksi Tel: 0741 60431 WKLB pada bulan Juni dan Agustus ke Riau dan Berita di media massa memang menyiratkan bahwa kebakaran lahan dan hutan gambut tahun Kalteng, dijumpai adanya pembakaran calon ladang di Bogor ini tidak separah kejadian serupa pada tahun lahan gambut oleh masyarakat, yang akhirnya api Wetlands International- Indonesia Programme tersebut merambah ke dalam HTI dan/atau hutan 1997/98. Analisa Departemen Kehutanan dalam Jl A. Yani No 53 Bogor 16161 gambut di sekitarnya] salah satu rilisnya mengatakan bahwa kebakaran P.O. Box 254/BOO, Bogor 16002 tahun ini ”hanya” melalap sekitar 38.000 – Tel: 0251-312189; Sementara itu, para aktivis lingkungan cenderung Tel/Fax: 0251-325755 40.000 hektar, kira-kira sama dengan jumlah menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan E-mail: co_ccfpi@wetlands.or.id lahan yang terbakar pada tahun 2003. Analisa http://www.wetlands.or.id data satelit juga menunjukan bahwa jumlah hot ..... bersambung ke halaman 21Vol. 12 no. 3, Juli 2004 --17 17
    • Climate Change, Forests and Peatlands in IndonesiaBerita Kegiatan CCFPI Penutupan Kantor CCFPI SumateraB erhubung sebagian besar kegiatan di Sumatera kerjasama dengan mitra kerja di Jambi dan Sumatera telah dapat dijalankan oleh mitra kerja di Selatan, suatu Tim dari Bogor (Direktur Program WI-IP,lapangan, maka Manajemen Proyek CCFPI telah Project Coordinator CCFPI, Finance Manager dan Mainte-memutuskan untuk menutup kegiatan Kantor CCFPI di nance Officer) telah melakukan kunjungan ke Jambi danSumatera terhitung sejak Juni 2004. Sehubungan dengan melakukan diskusi serta pertemuan dengan pihak-pihakpenutupan tersebut, maka Koordinator CCFPI untuk terkait, antara lain Bappeda, Dinas Kehutanan, TamanSumatera (Indra Arinal) juga telah menyelesaikan Nasional dan Mitra Kerja pelaksana kegiatan (PINSE, WBH,tugasnya disertai ucapan terima kasih. Untuk selanjutnya, PT. PDIW). Hasil dari pertemuan tersebut telah disampaikantanggung jawab untuk berbagai kegiatan yang tersisa di kepada seluruh peserta pertemuan.Sumatera akan diambil alih oleh Project Coordinator yangberkedudukan di Bogor, dibantu oleh Sdr. Telly Kurniasari Selepas pertemuan-pertemuan tersebut, Yus Rusila Nooryang akan menjalankan posisinya sebagai Sekretaris dan Hidayat Sunarsyah dari Bogor, disertai Iwan Tri Cahyohingga bulan Juni 2004 dan kemudian dilanjutkan dengan Wibisono (Konsultan CCFPI di Sumatera) dan Mahasiswatugas barunya sebagai Sumatra Liason Officer hingga dari Unja serta staf PT. PDIW melakukan kunjungan kebulan Desember 2004. lokasi rehabilitasi di AHL. Kunjungan tersebut akan dijadikan sebagai acuan untuk kelanjutan kegiatan rehabilitasi diUntuk koordinasi dan penyelesaian berbagai kewajiban Taman Nasional Berbak. (Yus Rusila Noor)CCFPI kepada pihak ketiga serta meneruskan komitmen Talk Show Kebakaran HutanR abu, 30 Juni 2004 yang lalu, Iwan Tri Cahyo Kehutanan Propinsi Jambi dan Maraden Purba, Kepala Wibisono sebagai perwakilan dari Wetlands BKSDA Jambi. International – Indonesia Programme diundanguntuk menjadi nara sumber dalam acara talk show yang Acara ini cukup mengundang antusiasme masyarakat untukdiselenggarakan oleh TVRI Jambi. Talk show tersebut ikut memberikan pertanyaan-pertanyaan yang terkait denganmerupakan program TVRI dalam merespon isu kebakaran kebakaran hutan serta mengenai Taman Nasional Berbak,hutan dan lahan di Propinsi Jambi. Dua nara sumber sehingga kemudian dirasa perlu untuk meneruskan berbagailainnya adalah Ir. Frans Tandiampau dari Dinas kegiatan sejenis. (Iwan Tri Cahyo Wibisono) Patroli Bersama di Taman Nasional BerbakD alam rangka mengurangi tekanan dan gangguan terhadap Taman Nasional Berbak, Wetlands International - Indonesia Programme, melaluiproyek CCFPI, turut memfasilitasi kegiatan PATROLIBERSAMA di kawasan Taman Nasional Berbak denganmelibatkan berbagai pihak terkait, seperti Camat Kumpe(Koordinator), Kapolsek Kumpe (Drs. Ali Rahman), LurahTanjung - Suak kandis (Saparudin), Kepala DesaPematang Raman, Ketua BPD Sungai Aur, M. Hairul(LSM PINSE), Maslian (LSM PINSE), Kadir (WartawanJambi Ekspress), serta Kamerawan SCTV. Patroli Bersama di TN Berbak (Foto: Dok. CCFPI) 18 - Warta Konservasi Lahan Basah Warta Konservasi Lahan Basah
    • Climate Change, Forests and Peatlands in Indonesia○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○Selama Patroli yang dilaksanakan di Sungai Aur dan meminta pemilik lahan untuk menghentikan aktifitas pembakarandilanjutkan dengan menyusuri Sungai Batanghari, Sungai Air tersebut.Hitam Dalam hingga Simpang Pahat dan Sungai Palu telahditemukan sekitar 60 batang (+120 m3) kayu “bantalan” yang Patroli ini mendapatkan perhatian yang positif dari berbagaidirakit di Sungai Palu. Disinyalir bahwa pemilik kayu sengaja pihak, bahkan sebagian besar anggota tim menyarankanmeninggalkan kayu tersebut karena mengetahui adanya patroli untuk melanjutkan kegiatan ini secara rutin. Kegiatan patroli iniini. Selain itu, juga dijumpai aktivitas pembakaran lahan untuk ditayangkan SCTV pada hari minggu, 8 Agustus 2004. (Tellykeperluan pertanian. Dalam kesempatan tersebut, team Kurniasari)mengingatkan betapa bahayanya pembakaran lahan serta Diskusi “Indonesia telah Meratifikasi Protokol Kyoto: What Next?”S elama beberapa tahun terakhir, berbagai upaya telah (Sudaryono, Deputi VI KLH); (2) Sejarah, peluang dan dilakukan pemerintah, akademisi, kalangan bisnis tantangan Protokol Kyoto (Daniel Murdiyarso, CIFOR); (3) dan LSM untuk memperkenalkan Protokol Kyoto Implementasi CDM bidang kehutanan (Rizaldi Boer, IPB); (4)kepada masyarakat. Upaya ini mengalami proses yang panjang Implementasi CDM bidang energi (Djuwarno, Masyarakathingga akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 23 Energi Terbarukan Indonesia); dan (5) Peluang implementasiJuni 2004 menyetujui RUU ratifikasi Protokol Kyoto tersebut. CDM di Indonesia (Olivia Tanudjaya, Yayasan Pelangi).Untuk mengetahui tantangan dan peluang bagi Indonesia ke Prosiding diskusi tersebut dapat diperoleh di Wetlands Interna-depan setelah ratifikasi tersebut, telah dilaksanakan suatu diskusi tional - Indonesia Programme. Silahkan menghubungi Lilisdi Gedung Manggala Wanabhakti, pada tanggal 5 Agustus 2004 Herlisah melalui alamat e-mail: sec_ccfpi@wetlands.or.id.membahas lima topik utama, yaitu mengenai: (1) Kelembagaan (Muhammad Ilman) Lokakarya Internasional “Peatlands Conservation, Restoration and Sustainable Use”P royek CCFPI telah mengirimkan dua orang utusan Kalimantan, Indonesia”, sedangkan Sdr. Reza Irwansyah yaitu Alue Dohong (Kalimantan Site Coordinator- Lubis mempresentasikan:”Conservation and Management of CCFPI) dan Reza Irwansyah Lubis (Konsultan CCFPI) Peat Swamp Forest in South Sumatera, Indonesia”.untuk mengikuti dan menyajikan presentasi pada LokakaryaGambut Internasional yang bertajuk ”Peatlands Conservation, Disamping mengikuti workshop tersebut, Sdr. Alue DohongRestoration and Sustainable Use” di Lanzhou City, Cina, juga mengikuti technical visit dengan mengunjungi berbagaitanggal 7-9 Juli 2004. lokasi bergambut serta memberikan penjelasan dan demonstrasi mengenai cara pengukuran dan monitoring tinggiKegiatan workshop tersebut dihadiri lebih kurang 90 orang muka air pada kegiatan penabatan saluran yang diterapkanahli, perwakilan pemerintah dan NGO dari sebelas negara di Saluran Primer Induk (SPI) eks PLG dan Sungai Puning,seperti Cina, Jerman, Indonesia, Rusia, Inggris, Belarus, Kalimantan Tengah. Penjelasan tersebut rencananya akanJepang, Malaysia, Mongolia, dll. Pada Workshop tersebut Sdr. diadopsi dan diterapkan oleh pihak pengelola RuoergaiAlue Dohong mempresentasikan topik berjudul: “Restoration of Nature Reserve dalam memantau penabatan saluran diPeat Hydrology Through Canal Blocking in Central wilayah tersebut. (Alue Dohong) Round Table Meeting Keberlanjutan Kegiatan ProyekU ntuk meyakinkan bahwa berbagai kegiatan yang telah Pada pertemuan tersebut disampaikan uraian capaian kegiatan dilaksanakan oleh Proyek CCFPI memiliki daya guna yang telah berlangsung hingga bulan Juli 2004 serta diskusi dan alih guna yang berkelanjutan, maka pada tanggal mengenai bagaimana strategi yang harus diambil untuk22 Juli 2004 telah diadakan suatu pertemuan yang membahas meyakinkan bahwa setelah proyek CCFPI selesai, kegiatankeberlanjutan kegiatan proyek setelah masa proyek berakhir. tersebut masih dapat terus dilaksanakan dengan dukunganHadir para peserta diantaranya berasal dari Dep. Kehutanan, dan fasilitasi oleh Pemerintah Daerah atau Departemenperwakilan dari Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, terkait (Yus Rusila Noor)CIDA, Konsultan Proyek serta staf CCFPI sendiri.Vol. 12 no. 3, Juli 2004 --19 19
    • Climate Change, Forests and Peatlands in Indonesia Gambaran Umum VEGETASI dan HIDUPAN LIAR di areal bekas terbakar Taman Nasional Berbak, Jambi Oleh : Iwan Tricahyo Wibisono dan Yus Rusila NoorK ebakaran hutan pada tahun komposisi vegetasi serta beberapa Terentang Campnosperma 1997 telah menghanguskan jenis satwa liar yang ditemukan di macrophyllum. Sementara itu, Pulai lebih dari 27.000 hektar areal lokasi sepanjang perjalanan menuju Alstonia pneumatophora hanyaTaman Nasional Berbak, khususnya di areal rehabilitasi di Simpang Raket, sesekali terlihat di tepi sungai AHL. Disebagian areal sepanjang Sungai Air Air HItam Laut. belakang zona tanaman tersebut,Hitam Laut. Tegakan batang-batang berbagai jenis pohon yang berukurangundul serta tunggul-tunggul pohon Pada saat menelusuri Sungai Air lebih besar mulai terlihat. Jenis-jenisberwarna hitam merupakan gambaran Hitam Laut, Bakung Hanguana pohon besar tersebut adalah Durianumum jika kita menelusuri Sungai Air malayana dan Rasau Pandanus Durio carinatus, Meranti ShoreaHitam Laut dari arah areal konsesi PT. helicopus, P.atrocarpus merupakan pauciflora, Ramin GonystylusPutra Duta Indah Wood (PT PDIW). dua jenis tanaman yang paling sering bancanus, Nyatoh Palaquium sp., dijumpai disepanjang sungai AHL. Selumar Jackia ornata , RengasKebakaran yang terjadi tersebut telah Disela-sela bakung dan rasau tembaga Melanoorhoea walichii, Arang-menyebabkan suksesi alami untuk tersebut sering dijumpai kehadiran arang Diospyros siamang, Punakmemulihkan kondisi vegetasi menjadi tanaman menjalar (climber) seperti Tetramerista glabra, Kempassulit terjadi dan memakan waktu yang Flagellaria indica, Paku hurang Koompassia malaccensis, dan Jelutunglama. Untuk membantu rehabilitasi pada Stenichlaena palustris, Morinda Dyera lowii. Diantara semuanya, tigaareal bekas terbakar, Proyek CCFPI phillipensis, Akar elang Uncaria jenis tanaman yang paling dominan dibekerjasama dengan Balai Taman glabrata dan U. sclerophylla,. Bahkan kanan dan kiri sungai, yaitu MerantiNasional Berbak, masyarakat nelayan Anggrek pensil Vanda hookeriana dan Shorea pauciflora, Durian Duriodi Desa Pematang Raman serta PT. Dendrobium salaccensis juga terlihat carinatus dan Rengas tembagaPDIW telah melaksanakan kegiatan disela-sela tanaman rasau. Beberapa Melanoorhoea walichii. Pepohonanpenanaman pohon di lokasi areal bekas saat kemudian, Eugenia spicata mulai tersebut, terutama yang tinggi seringkaliterbakar Air Hitam Laut. Sampai akhir terlihat berkoloni di kanan dan kiri memberikan ruang tumbuh kepadatahun 2003 telah berhasil ditanam sungai. Sesekali, Psichotria terlihat berbagai jenis paku pohon, seperti14.000 bibit tanaman Meranti rawa disela-sela tajuknya. Saat itu, kedua Paku Kepala Tupai DrynariaShorea sp, Jelutung rawa Dyera sp, jenis tanaman ini sedang berbuah quersifolia, Paku Sarang BurungRamin Gonystilus sp, Renghas rawa sehingga warna putih mendominasi Apslenium nidus. Jenis anggrek yangGluta renghas, Punak Tetramerista sp, sebagian besar tajuknya. Buah sering terlihat menempel pada pohonBalam Palaqium sp dan Tanah-tanah Eugenia spicata dan Psycothria yang tinggi adalah GrammatophylumTrisyaniopsis sp. Sayangnya, banjir berwarna putih dan memiliki ukuran speciosum. Sementara itu, anggrekbesar melanda Provinsi Jambi, yang hampir sama. Karenanya, orang jenis Geodorum purporium mempunyaitermasuk areal rehabilitasi. Dua kali awam akan mengalami kesulitan untuk kecenderungan melekat pada pohonbanjir besar yang melanda areal membedakan keduanya. Pada areal yang lebih pendek.tersebut sampai bulan juni 2004 telah bekas terbakar yang tergenang,merendam bibit yang baru ditanam dan Zyzigium cerina dan Thoraxostachym Beberapa jenis tanaman indah danmenyebabkan sebagian besar tanaman sumatranus, T.bancanus seringkali palm seperti Ixora grandifolia, Palasmati. Dengan belajar dari terendamnya tumbuh secara berdampingan. Lichuala paludosa dan L.spinosa, Palmbibit pohon tersebut penanaman merah Cyrtotachys lakka, beberapakembali 8000 bibit pohon sedang Semakin masuk kedalam Taman jenis rotan (Calamus spp. dandilaksanakan dengan melakukan Nasional Berbak, beraneka Khortalsia spp.) sering dijumpai diberbagai modifikasi. pepohonan mulai terlihat. Jenis yang kanan dan kiri sungai. paling sering dijumpai dipinggir kananUntuk memperoleh gambaran mengenai dan kiri sungai adalah Putat Hal yang menarik di hutan TNB adalahkondisi vegetasi serta hidupan liarnya, Barringtonia racemosa, Perupuk munculnya Mahang Macarangatulisan ini akan menguraikan mengenai Coccoceras borneense, dan pruinosa di kanan dan kiri sungai. 20 - Warta Konservasi Lahan Basah Warta Konservasi Lahan Basah
    • Climate Change, Forests and Peatlands in Indonesia○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Kondisi ini diduga sebagai akibat dari Perupuk (Coccoceras borneense) Terentang (Campnosperma macrophyllum) masuknya benih Mahang dari areal bekas terbakar ke areal berhutan yang terletak di zona inti TNB. Agen pembawa benih dalam proses penyebaran biji mahang adalah air (Hydrochory). Hal ini sangat beralasan mengingat sebagian areal hutan bekas terbakar di zona inti TNB didominasi oleh Mahang Macaranga pruinosa. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa Sungai AHL memiliki peran dalam kehadiran Mahang Macaranga pruinosa ke areal yang masih berhutan Contoh dua jenis tumbuhan yang banyak dijumpai di dipinggir kanan dan kiri sungai bekas areal TNB, terutama di kanan dan kiri sungai. kebakaran di dalam TN Berbak (Foto: Iwan Tricahyo W./Dok. CCFPI) Di sepanjang perjalanan, jenis-jenis Pelatuk besi Dinopium javense dan mutar ekornya. Yang menarik adalah burung yang umum terlihat adalah Betet Caladi tilik Picoides mollucensis yang ditemukannya koloni burung Pecuk ular ekor-panjang Psittacula longicauda berbunyi monoton. Pada pohon di Anhinga melanogaster yang bersarang dengan suaranya yang khas terlihat dekat pondokan, Elang-ikan kepala- pada tegakan batang bekas terbakar. mondar-mandir melintasi sungai. Jenis kelabu Ichthyophaga ichthyaetus Setidaknya 89 individu teramati disekitar 24 lain, seperti Serindit Melayu Loriculus terlihat bertengger menunggu sarapan buah sarang. Observasi ini merupakan galgullus, Kucica Kampung Copsychus pagi berupa ikan yang banyak catatan pertama observasi burung Pecuk saularis, dan Kucica Hutan Copsychus terdapat di sungai. Jika beruntung, Ular berbiak di TN Berbak dan yang malabaricus juga kadang terlihat. Ketiga Buaya Senyulong Tomistoma kedua di Sumatera setelah catatan pertama jenis tersebut serta burung Beo Gracula schlegelii juga bisa terlihat, di rawa Tulang Bawang, Lampung. religiosa dilaporkan sering ditangkap sebagaimana observasi kami yang Sayangnya, pada pengamatan berikutnya oleh penduduk. memergoki satu ekor buaya cukup teramati bahwa sebagian besar sarang besar muncul ke permukaan air tidak menghasilkan anakan. Wawancara Pada lokasi bekas kebakaran, pada sungai di sekitar pondokan.Tepat di dengan penduduk mengatakan bahwa pagi hari, teriakan Presbytis cristata lokasi yang paling parah terbakar, besar kemungkinan telur-telur burung merupakan alarm yang segera Kekep babi Artamus leucorhynchus tersebut diambil oleh penduduk untuk membangunkan tidur, disusul ocehan terlihat asyik hinggap sambil memutar- kemudian ditetaskan dan dipelihara.○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ..... Sambungan dari halaman 17 10 tahun penjara serta denda hingga 2 trilyun rupiah. Bagaimana hasilnya? Kita tunggu saja nanti. Musim Kebakaran telah tiba .......... Dengan mengetahui gejala penyakit, kejadian serta akibat yang ditimbulkannya, lalu haruskah kita mengalami gambut yang terjadi berulang-ulang setiap tahun adalah buah kebakaran lahan lagi di tahun-tahun mendatang? dari kurangnya supervisi dari pihak pemerintah yang Jawabannya tentu terpulang kepada usaha kita sendiri. menyebabkan para pemilik HPH cenderung melakukan Usaha yang paling efektif tentu saja adalah mencegah jangan pembakaran di lahan mereka. Kondisi di lapangan menunjukan sampai kebakaran terjadi. Dari sisi kebijakan, perlu dipikirkan bahwa institusi pemberi ijin cenderung hanya memberikan ijin kembali adanya sistem perijinan terpadu dalam hal pengusahaan tanpa diikuti panduan yang jelas mengenai pengusahaan lahan, sehingga pemantauannya menjadi lebih bagaimana perlakuan pengusahaan lahannya. Pada tingkat mudah. Yang juga tidak kalah pentingnya tentu saja adalah daerah, kebakaran yang kembali melanda Riau merupakan sikap proaktif dari para aparat yang telah diberikan amanah akibat dari ketidaktegasan pemerintah setempat dalam untuk melakukan deteksi awal terjadinya kebakaran hutan. melaksanakan UU lingkungan hidup. Meskipun ijin dikeluarkan oleh Pemda tetapi sejauh ini sanksi hukum yang diterapkan Telah banyak upaya dan dana yang kita keluarkan. Tak sangat ringan sehingga tidak menimbulkan efek jera. Menteri terhitung lagi berapa program dan proyek yang telah LH-pun kembali mengakui bahwa penegakan hukum adalah dijalankan untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan kendala utama dalam pengendalian kebakaran hutan. Kabar gambut. Sayangnya, itu semua hanya akan menjadi catatan baiknya, meskipun terdengar sayup-sayup, Pemerintah telah jika kebakaran masih saja terjadi. Kalau sudah begini, siapa berhasil menyeret salah satu perusahaan yang terbukti bilang membuka lahan dengan membakar adalah cara yang membakar hutan pada tahun 2003, menahan pimpinannya paling murah? serta memberikan denda sebesar 1 juta dollar. Pada tahun inipun, 10 perusahaan telah dibawa ke meja hijau dan dituntut (Yus Rusila Noor dari berbagai sumber media massa) Vol. 12 no. 3, Juli 2004 --21 21
    • Climate Change, Forests and Peatlands in Indonesia Peran Teknologi Informasi (TI) dalam Penyebaran Bahan Penyuluhan dan Informasi CCFPI Oleh: Ahmad Alimie & Yus Rusila Noor • tempat berdiskusi; • tempat bersosialisasi; • perencanaan dan pengorganisasian; • team building; • relationship building; • tempat bekerja; • arena belajar; • berbagi informasi; • dll.A lvin Toffler, dalam bukunya 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Dengan berbagai manfaat diatas, yang sangat terkenal The juga merupakan kelebihan Teknologi organisasi (terutama organisasi yang Third Wave, menggambarkan Informasi yang dapat dimanfaatkan padat pengetahuan seperti LSM,bahwa tingkat kemajuan suatu bangsa untuk kemajuan umat manusia, pusat studi, profesi, dan lain-lain)dapat diukur dari tingkatan gelombang meskipun harus diakui bahwa banyak dapat menjadi lebih baik dalamyang dia bagi menjadi tiga. Salah satu pula sisi negatif dari pemanfaatan mengorganisasikan komunitasnya.tingkatan tersebut adalah apabila Teknologi Informasi tersebut.masyarakat dan pemerintahan suatu Web based application merupakan isubangsa telah dapat memanfaatkan Dalam lingkup suatu organisasi, yang sedang hangat belakangan ini.Teknologi Informasi dengan mumpuni. pemanfaatan Teknologi Informasi juga Aplikasi-aplikasi berbasis web telah merambah ke dalam menawarkan banyak sekaliHal tersebut setidaknya telah terbukti pelaksanaan kegiatan suatu keunggulan. Perkembangan teknologisaat ini, diantaranya dengan organisasi, termasuk Lembaga aplikasi berbasis web-pun kemudianmerebaknya teknologi maya internet Swadaya Masyarakat, serta semakin mantap dengan munculnyayang telah terbukti membawa banyak hubungan antar organisasi. Teknologi teknologi portal. Dengan adanyamanfaat. Dengan telah informasi digunakan sebagai sarana portal, semua aplikasi yang dulunyadikembangkannya perangkat berbasis untuk pengelolaan sumber daya berdiri sendiri dan sulit diintegrasikan,teknologi informasi ini, telah lahir ataupun membangun komunitas online kini masalah tersebut hampir semuaberbagai turunan kegiatan dan bisnis, yang merupakan media dimana para dapat dipecahkan. Aplikasi-aplikasiseperti e-commerce, e-education, dan anggota dapat berinteraksi kapanpun dapat dibuat secara terpisah kemudianlain-lain. Teknologi Informasi datang dan dimanapun. diintegrasikan kedalam sebuahmendobrak batasan-batasan geografis framework portal.sehingga kita tidak merasakan lagi Manfaat yang dirasakan denganadanya halangan untuk membangun komunitas online Menyadari adanya potensi sertaberkomunikasi, bahkan untuk antar diantaranya adalah: manfaat tersebut, Proyek CCFPI telahnegara sekalipun. Layanan interaktif • tempat berkumpul; menginisiasi suatu situs berbasis portal 22 - Warta Konservasi Lahan Basah Warta Konservasi Lahan Basah
    • Climate Change, Forests and Peatlands in Indonesia○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Tampilan menu utama situ Peat - Portal (http://www.indo-peat.net) yang beralamat Http://www.indo- informasi untuk dibagi dengan anggota mengenai berbagai isu yang terkait peat.net. Situs ini merupakan anak lainnya (setelah terlebih dahulu dengan lahan gambut, hutan rawa dari situs yang lebih besar yang disetujui oleh penyunting jaringan). gambut dan berbagai tanah organik diberi nama PEAT PORTAL, lainnya. Melalui wadah ini, para beralamat Http://www.peat-portal.net. Melalui portal ini, Proyek CCFPI anggota akan diberikan informasi menyebarluaskan berbagai informasi diskusi yang tengah berlangsung Peat Portal adalah suatu situs yang terkait dengan pengelolaan mengenai suatu topik tertentu. jaringan yang dirancang sebagai lahan gambut di Indonesia, khususnya wahana untuk bertukar informasi, berbagai kegiatan yang dilakukan Siapa saja dapat memasuki situs Peat mengidentifikasi berbagai oleh proyek sendiri. Termasuk Portal ini dengan cara mengunjungi permasalahan yang timbul berkaitan didalamnya adalah informasi alamat tersebut diatas. Pada saat dengan pengelolaan lahan gambut, mengenai teknik-teknik pengelolaan pengguna memasuki alamat tersebut, berbagai gagasan, mendorong lahan gambut, berita terkait dengan maka akan diperlakukan sebagai kesadartahuan di berbagai tingkatan lahan gambut, berbagai produk Tamu. Setiap tamu kemudian dapat dan lebih jauh juga dapat digunakan publikasi dan penyuluhan yang telah menjadi anggota dengan mengikuti sebagai alat untuk pendidikan bagi dikeluarkan oleh kegiatan proyek petunjuk yang tersedia dalam portal generasi muda. serta informasi mengenai berbagai tersebut. kegiatan yang akan dilakukan terkait Peat Portal dikembangkan dengan dengan isu pengelolaan lahan gambut Apabila para pembaca ingin menggunakan perangkat lunak yang dikenal sangat rentan dan mengetahui lebih lanjut mengenai situs SIMPLIFY yang memiliki kemampuan mudah terganggu. Untuk mereka tersebut serta menginginkan untuk untuk mendesentralisasi pengelolaan yang telah bergabung menjadi memperoleh buku panduannya, informasi oleh beberapa mitra yang anggota, pada situs ini tersedia suatu silakan menghubungi Ahmad Alimie berbeda. Selain itu, perangkat lunak wadah yang dinamakan Peat Forum. (deo_ccfpi@wetlands.or.id), Informa- ini menggunakan perangkat yang Forum ini merupakan wadah maya tion Officer CCFPI. mudah digunakan dan memungkinkan berbasis elektronik yang khusus untuk memasukan (upload) berbagai disediakan untuk mewadahi diskusi Vol. 12 no. 3, Juli 2004 --23 23
    • Climate Change, Forests and Peatlands in Indonesia ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tanjung(Foto: Indra A./Dok.CCFPI) Jabung Barat, Bapak Amdani secara terpisah mengatakan bahwa untuk memotivasi petani dapat dilakukan antara lain r dengan pemberian contoh nyata, kalau ada satu orang saja yang berhasil, yang lainnya akan mengikut dengan sendirinya. Pak Mapak dan Pak Usman masing-masing o adalah ketua dan anggota kelompok Tani Beringin Baru membenarkan pendapat tersebut. Sekarang ini Pak Ponijan, dan anggota-anggota kelompok lainnya dapat p mengembangkan usaha pertanian tanaman sayurnya dengan Ponijan dengan bantuan dana berupa small grant dari proyek Perubahan Iklim, Hutan dan Lahan Gambut di Indonesia (CCFPI) o kerjasama Wetlands International - Indonesia Program (WI- langkah kecilnya IP), Wildlife Habitat Canada (WHC) dan Canadian Interna- l tional Development Agency (CIDA). Sedangkan pembinaannya dilakukan secara bersama-sama antara Oleh: Indra Arinal & Maslian e CCFPI dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten CCFPI-Sumatera Tanjung Jabung Barat. P Dua hal yang dilakukan oleh kelompok dalam memperoleh S uatu pertanyaan sering diajukan ketika orang kontinuitas pemasukan uang: pertama adalah dengan melihat suatu kelompok tani berhasil sedangkan melakukan penanaman bertingkat, yaitu menanam dalam yang lainnya tidak, adalah kenapa? beberapa periode, biasanya dalam jarak satu bulan. Umumnya dua atau tiga tingkat, dengan demikian dalam suatu l Jawabnya tentu bermacam-macam tergantung kasusnya masing- periode ada saja hasil yang dapat dipanennya. Kedua masing, kadang keberhasilan tersebut ditunjang oleh berbagai i dengan cara menanam dua atau tiga jenis sayuran dalam faktor yang saling terkait. Kasus berikut ini diangkat dari waktu yang berdekatan di areal yang berbeda namun keberhasilan kelompok tani Beringin Baru Desa Pembengis, Kec. f berdekatan. Kombinasi yang sering dilakukan adalah antara Tungkal Hilir Kab. Tanjung Jabung Barat, Jambi, letaknya ketimun dan kacang panjang. dipinggir jalan raya Jambi-Kuala Tungkal, sekitar 15 km sebelum Ibu Kota Kabupaten atau 15 menit dari pusat kota. Hal yang menarik dan perlu dipertimbangkan oleh petani di o daerah lain dalam mengolah lahan gambut adalah cara Kelompok Tani Beringin Baru saat ini aktif menggeluti pertanian kelompok tani ini dalam mempersiapkan lahannya. Kelompok holtikultura berupa: ketimun, kacang panjang, kacang lender, r Beringin Baru menerapkan pertanian tanpa membakar lahan terakhir juga dicoba semangka dan sawi. Kelompok ini sebelumnya. Semak dan rumput disemprot pakai racun rumput beranggotakan 14 orang dengan luas lahan olahan kurang lebih setelah kering ditebas dan dikumpulkan membujur sepanjang P 15 ha. Lahan berupa lahan gambut tipis yang sebagian lahan dan dibiarkan melapuk. Mereka menanam sayur- besarnya menjadi lahan tidur, semak, tempat hama bersarang, sayuran diantara rumput-rumput tadi. Selain tidak rusaknya terutama hama babi dan setiap tahunnya potensi menjadi sumber lahan gambut akibat terbakar, juga rumput yang membusuk tadi kebakaran hutan dan lahan. akan menyuburkan lahan pada rotasi tanam berikutnya. Ponijan, lelaki kelahiran Jawa yang sudah menjadi warga Dalam hal ini Pak Amdani menambahkan: “ada dua hal yang setempat pada pertengahan tahun 2000 mulai menekuni tanaman perlu diperhatikan dalam pengolahan lahan gambut. Pertama sayur secara serius di Desa Pembengis ini. Didorong keinginan jangan diganggu dia, sekali diganggu rusaklah. Dan kedua untuk mencukupi kebutuhan ekonominya sehari-hari, ia nekat adalah pengelolaan air. Air diperlukan untuk pencucian pirit meninggalkan berhektar-hektar kebun kelapanya di Kuala Enok, yang biasanya banyak terdapat di lahan gambut dangkal, dan Riau untuk memulai bertanam sayur-sayuran di tempat yang baru. selanjutnya air dimusim kemarau perlu untuk mempertahankan Pertimbangannya sederhana, kebun kelapa sulit mendatangkan kandungan air di lahan gambut. Kalau kedua hal ini bisa uang untuk mencukupi kebutuhan harian, tetapi bertanam sayur dijaga terus maka pertanian di lahan gambut dapat bertahan”. walaupun menguras tenaga dapat mendatangkan uang setiap hari. Contohnya : “tanaman Begitulah langkah kecil yang dilakukan Ponijan. Berawal kacang panjang ini dapat memperoleh penghasilan secara berkelanjutan, akhirnya tidak dipanen sekali dalam dua hari hanya mampu menghidupi seorang istri dengan empat orang dan setiap panen kami dapat anaknya yang bersekolah tetapi juga telah dapat merangsang menjual setengah pikul dan itu warga sekitarnya untuk berusaha bersama. Saat ini sayur dari dijemput oleh pedagang ke Desa Pembengis sudah dapat mengisi sebagian kebutuhan desa tambahnya sambil sayur untuk kota Kuala Tungkal yang selama ini disuplai dari mengelus-elus buah kacang Jambi. Keberhasilan ini bukan tanpa hambatan, tetapi panjang yang ukurannya hambatan tersebut dianggap bagian dari keberhasilan. Kacang panjang hasil panen Pak Ponijan (Foto: Indra A./Dok. CFFPI) hampir sedepa” (80 cm). Selamat buat Ponijan dan para petani lahan gambut. 24 - Warta Konservasi Lahan Basah Warta Konservasi Lahan Basah
    • Selintas Tentang Danau “Dendam Tak Berita dari Lapang Sudah” di Kota Bengkulu Oleh: Iin P. Handayani, PhD sebagai kawasan hutan tetap (Register 61) dengan fungsi Potensi Alam Suaka Alam atau Cagar Alam, dan diberi nama Hutan Suaka Alam/Cagar Alam Danau Dusun Besar (SK Menhut).D i sebelah barat Kota Bengkulu, Prop. Bengkulu, di Sumatera bagian Selatan, terdapat sebuah Walaupun sudah ada ketentuan-ketentuan yang dapat diacu kawasan Cagar Alam dengan suasana asri, dalam melindungi DDTS, namun sejak pertengahan 1997indah dan alami yang dikenal dengan sebutan ”Danau hingga 1998, kerusakan Cagar Alam Danau semakin jelas danDendam Tak Sudah”. Secara geografis, kawasan Cagar mulai meresahkan masyarakat Bengkulu, terutama para petaniAlam tersebut dikelilingi oleh delapan desa yang dihuni oleh yang menggantungkan hidupnya pada DDTS. Sejak jamanMasyarakat Adat Suku Lembak yang sejak dahulu telah kolonial, DDTS telah berfungsi sebagai penyedia air untukberinteraksi secara mutualisme dengan ekosistem Danau irigasi sawah seluas hampir 700 ha. Untuk saat ini, petani yangDendam Tak Sudah (DDTS). Desa-desa yang mengelilingi terlibat dalam usaha tani sawah di sekitar DDTS telah mendekatiDDTS antara lain, Desa Semarang, Desa Tanjung Jaya, 500 kepala keluarga.Kelurahan Panorama, Kelurahan Dusun Besar, Desa TabaPasmah, Desa Kembang Seri, Desa Nakau dan Desa Saat ini, hampir di sekeliling kawasan Cagar Alam DDTS sudahSurabaya. Kegunaan ekosistem DDTS ini sangat besar bagi terusik dan di beberapa spot terlihat hamparan lahan takmasyarakat Lembak, terutama untuk pengairan dan sumber bervegetasi. Nampaknya, hamparan yang terbuka telah siapikan air tawar, karena pada umumnya mata pencaharian menjadi areal pemukiman baru yang siap untuk dikembangkan,mereka adalah petani sawah dan nelayan air tawar, yang misalnya untuk jalan dan perumahan. Fenomena ini tentu sajasecara total sangat tergantung pada fasilitas air Danau. sangat merisaukan. Bahkan ada aktivitas pemeliharaan ikan dengan keramba apung yang telah menstimulasi prosesKawasan Cagar Alam DDTS memiliki dua tipe ekosistem yaitu eutrofikasi (pengkayaan nutrisi danau secara tak seimbang)ekositem perairan danau dengan luas sekitar 90 ha yang akibat akumulasi sisa-sisa makanan ikan. Dalam kasus ini, sisa-terdiri atas genangan perairan danau terbuka seluas 69 ha sisa makanan ikan akan mengendap ke dasar danau, dandan zona habitat bakung-bakungan yang menjadi inang bagi menyebabkan ketidakseimbangan unsur-unsur hara dalamanggrek pensil seluas 21 ha; dan zona ekosistem hutan air danau, yang akhirnya dapat mencemari ekosistem dantawar dengan luas 487 ha yang berfungsi sebagai kawasan berdampak pada rantai makanan serta munculnya spesies barutangkapan air (catchment area) bagi zona perairan danau. yang dapat bersifat merugikan keseimbangan ekosistem, sepertiCagar Alam DDTS memiliki kekayaan flora yang spesifik, yaitu timbulnya hamparan eceng gondok. Yang palingAnggrek Pensil (Vanda hokeriana) dan ikan tembakang serta mengkhawatirkan para petani adalah terjadinya penurunanfauna yang khas seperti kukang (Nytchebus coucang), kucing debit air danau, sehingga tidak mampu mengairi sawahhutan (Felis marmorata), burung rangkong (Buceros penduduk. Adanya perambahan dan kebakaran hutan jugarhinoceros), bangau putih (Bubulcus ibis), bangau hitam telah memusnahkan sebagian spesies anggrek pensil yang(Ciconia episcopus), burung raja udang (Pelargopsis merupakan spesies langka dan memusnahkan ikan-ikancopensis) dan belibis (Cairina scutulata). tembakang akibat terjadinya proses eutrofikasi di dalam danau. Permasalahan di atas haruslah dicari jalan keluarnya dengan memadukan berbagai buah pikir dari berbagai pihak-pihak terkait serta masyarakat sekitar danau. Adanya integrasi antar Riwayat dan Fenomena berbagai stakeholders, diharapkan dapat menciptakan model- Danau Dendam Tak Sudah model pengelolaan DDTS secara terpadu dan berkelanjutan, dengan memperhatikan azas pemanfaatan sekaligus konservasi.Di sepanjang bentang Danau Dendam Tak Sudah dapat Sehingga keasrian dan potensi DDTS sebagai satu-satunyaditemui hamparan anggrek pensil, yang dianggap sebagai ”Danau Alam” yang terletak di tengah kota Bengkulu ini dapatanggrek endemik. Karena hal inilah Gubernur Hindia terus dinikmati oleh generasi mendatang.Belanda pada tahun 1936 menetapkan kawasan tersebut Sumber: Berbagai informasi yang diperoleh dari surat kabar lokal dansebagai kawasan Cagar Alam dengan luas perlindungan penggalian pasrtisipatif.sebesar 11,5 ha. Selanjutnya pada tahun 1981, kawasanlindung telah diperluas sebesar 430 ha sehingga menjadi * Pusat Studi Lingkungan, Universitas Bengkulu, BENGKULU441,5 ha (Surat Keputusan Menteri Pertanian). Pada tahun E-mail: iin_phanda@yahoo.com1992, kawasan diperluas lagi hingga 577 ha dan ditetapkanVol. 12 no. 3, Juli 2004 - 25
    • Reklamasi di Pesisir,Berita dari Lapang Bagai Pisau Bermata Dua Oleh : M. Badrun Bancin* S atu langkah maju kembali pertimbangan sustainability dari mendapatkan kawasan pengembangan digagas Departemen sumberdaya yang dieksploitasi. Tak ekonomi baru. Banyak contoh kasus Kelautan dan Perikanan, terkecuali sumberdaya pesisir dan yang bisa dilihat dalam hal ini seperti dengan berupaya membuat sebuah lautan, menjadi objek eksploitasi tanpa Singapura, Hongkong, Sidney dan acuan umum bagi pengelolaan kendali. Kawasan pesisir dimanfaatkan banyak kota-kota dinegara lain sumberdaya pesisir dan lautan. untuk berbagai peruntukan seperti menempatkan pesisir sebagai pusat Mengingat sumberdaya pesisir dan permukiman, perkotaan, daerah pengembangan ekonomi. Di Indonesia, lautan yang bersifat common property industri bandara, pelabuhan, Jakarta, Balikpapan dan Manado adalah (milik umum), langkah ini dipandang pertambakan, tempat rekreasi dan beberapa contoh kota di Indonesia yang sebagai suatu upaya yang strategis sebagainya. menjadikan kawasan pesisir sebagai guna menyelamatkan sumberdaya pusat pertumbuhan ekonomi dan sentral pesisir dan lautan yang selama ini Terkait dengan pemanfaatan kawasan pembangunan daerah. pemanfaatannya cenderung ekstraktif pesisir sebagai pusat aktivitas sosial dan berorientasi profit semata. Acuan dan ekonomi telah melahirkan sebuah tersebut adalah Pedoman Umum konsekwensi berupa masalah Reklamasi di Wilayah Pesisir, keterbatasan lahan di samping Dampak Reklamasi melalui lokakarya yang dampak negatif berupa kerusakan di Kawasan Pesisir diselenggarakan pada tanggal 14-15 ekosistem pesisir. Pembangunan yang Juni 2004 lalu, telah menambah demikian intensif di kawasan pesisir harapan baru akan pengelolaan juga membawa perubahan-perubahan Baik secara langsung maupun tidak, sumberdaya pesisir dan lautan yang pada sumberdaya alam. Ini kegiatan reklamasi akan membawa lebih bijaksana dimasa datang. merupakan konsekwensi logis dari banyak pengaruh terhadap lingkungan pembangunan. Sebab semakin tinggi maupun sosial ekonomi masyarakat. Dari Kawasan pesisir tersusun dari intensitas pembangunan di suatu sisi manfaatnya kegiatan reklamasi dapat berbagai ekosistem yang sangat kawasan maka akan semakin tinggi memberikan keuntungan dalam berbagai dinamis. Melingkupi daerah-daerah juga perubahan-perubahan yang hal, diantaranya adalah terbentuknya yang secara geografis ke arah terjadi pada sumberdaya. lahan baru dengan berbagai peruntukan daratan masih ditemukan pengaruh yang dapat memberikan keuntungan lautan dan sebaliknya ke arah lautan Menyikapi masalah perubahan ekonomi lebih besar seperti kegiatan masih terdapat pengaruh daratan lingkungan serta keterbatasan lahan industri, pelabuhan, wisata, perumahan seperti sedimentasi. Di dalamnya bagi pengembangan aktivitas sosial atau hotel. Disamping itu reklamasi juga terhimpun komponen-komponen hayati dan ekonomi di kawasan pesisir, salah dapat memperbaiki kondisi fisik pantai dan non hayati yang bermanfaat bagi satu alternatif yang sedang trend yang telah mengalami kerusakan akibat manusia. Oleh karenanya kawasan ini dikembangkan adalah dengan erosi. Dengan adanya reklamasi juga dikenal sangat produktif sebagai melakukan reklamasi pesisir. dapat memberikan ketegasan status penyedia sumberdaya baik untuk Reklamasi dimaksudkan sebagai kepemilikan lahan yang berimplikasi bahan pangan, tambang, mineral dan upaya menyediakan lahan baru pada lahirnya tanggung jawab untuk energi maupun penyedia jasa-jasa melalui pemanfaatan lahan yang mengelola pantai secara baik dan benar. lingkungan berupa kawasan kurang produktif untuk ditingkatkan pariwisata, rekreasi atau transportasi. daya gunanya dan diharapkan Namun dibalik keinginan meningkatkan memberikan manfaat baik secara manfaat lahan secara ekonomi melalui Sejalan dengan kemajuan yang ekonomi maupun secara ekologi. reklamasi tersebut, sesungguhnya akan dialami manusia, tuntutan kehidupan timbul berbagai dampak yang harus telah membawa keinginan untuk Bagi daerah-daerah pesisir yang diperhatian oleh para perencana memanfaatkan sumberdaya alam memiliki kepadatan penduduk tinggi program reklamasi. Paling tidak dapat semaksimal mungkin. Ironisnya khususnya, upaya reklamasi pesisir dilihat dari dua dimensi dampak yang keinginan tersebut sering kali tanpa menjadi salah satu alternatif guna mungkin timbul secara luas. 26 - Warta Konservasi Lahan Basah
    • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Berita dari Lapang Reklamasi kawasan pesisir (Sumber: www.holyhead.com/ reclamation/ ) Pertama, dimensi ekologi. Dampak sosial budaya masyarakat. Hal ini yang paling dominan ditimbulkan akibat terjadi karena secara tidak langsung Pengelolaan Pesisir reklamasi terhadap ekologi adalah akan ada infiltrasi kebiasaan, perilaku, Secara Terpadu terjadinya perubahan stabilitas pada dan nilai-nilai dari luar yang masuk ekosistem dan sumberdaya alam. melalui aktivitas interaksi masyarakat Sedimentasi sebagai salah satu dampak “baru”. Tidak bisa dipungkiri, bahwa Dengan pemaparan di atas nampak dari kegiatan awal reklamasi misalnya, kegiatan reklamasi umumnya terjadi bahwa kegiatan reklamasi ibarat pisau membawa perubahan pada kuantitas sebagai wujud keinginan para pemilik bermata dua. Jika kegiatan reklamasi bahan tersuspensi di dalam perairan modal untuk mengembangkan dilakukan tanpa adanya perencanaan dan yang mengakibatkan tingginya tingkat usahanya. Sehingga dikhawatirkan studi-studi dampak lingkungan, maka yang kekeruhan. Seiring dengan itu akan justru melalui program reklamasi timbul kemudian adalah bencana. Akan terjadi penurunan intensitas sinar berimplikasi pada bergesernya posisi tetapi bila dilakukan dengan penuh matahari yang masuk ke perairan. masyarakat pesisir yang tadinya pertimbangan dan perencanaan yang Dengan demikian proses fotosintesis dari memiliki akses langsung ke pesisir matang tentunya akan memberikan berbagai fitoplankton di perairan akan menjadi terbatasi dengan adanya manfaat yang tidak kecil. mengalami gangguan. Lebih parah lagi, kawasan baru hasil reklamasi. Contoh dengan tingginya sedimentasi di perairan nyata dalam hal ini adalah munculnya Salah satu upaya dalam pengelolaan akan membawa dampak ikutan berupa bentuk-bentuk hotel maupun sumberdaya pesisir yang lebih maksimal hilangnya nilai estetika perairan, perumahan elit di daerah reklamasi, namun tetap lestari adalah dikembangkan- gangguan pada mekanisme filter feeding yang dengan sendirinya akan nya konsep pengelolaan pesisir terpadu. bagi organisme penyaring makanan dan membentuk kultur masyarakat sendiri. Konsep ini berupaya menumbuhkan lain sebagainya. kesadaran masyarakat, membangun Pergeseran nilai, pola hidup dan kapasitas, mendorong kerjasama antar Dampak lain adalah terjadinya degradasi sistem sosial yang terjadi biasanya sektor, memperkuat kelembagaan dan sumberdaya alam dan keanekaragaman hasil dari sebuah proses interaksi kerangka peraturan dan memformulasikan hayati. Kegiatan reklamasi pantai sosial. Dalam konteks ini masyarakat serta mengimplementasikan rencana aksi diperkirakan akan dapat merubah struktur pesisir akan berupaya melakukan yang didasarkan pada kondisi-kondisi ekologi komunitas biota laut sebagai salah adaptasi sosial, bukan karena aktual di lapangan. Secara keseluruhan satu bentuk perubahan ekosistem terumbu keinginan tetapi karena tuntutan program terpadu tersebut diharapkan karang. Sebab ekosistem terumbu karang kondisi lingkungan. Misalnya akan bermuara pada pembangunan menjadi bagian penting dari sistem ekologi terjadi perubahan pola pekerjaan berkelanjutan dalam dimensi ekologis, yang tersusun secara integral dengan yang tadinya menggantungkan pada sosial ekonomi budaya, sosial politik dan ekosistem lainnya di kawasan pesisir. lingkungan laut, dengan adanya hukum serta kelembagaan. Selain itu, dengan kegiatan reklamasi reklamasi berubah menjadi pekerja- dimungkinkan terjadinya perubahan- pekerja kasar, buruh bangunan dan Kita berharap, dengan dilahirkannya perubahan faktor hidro-oseanografis sebagainya. Hal ini tentunya akan pedoman umum reklamasi di kawasan (misal pola arus) dan geologi dari pesisir membawa ketimpangan sosial yang pesisir, pemanfaatan sumberdaya pesisir yang mengakibatkan kawasan pesisir lebih jauh, disebabkan adanya dapat terus digali secara maksimal namun akan kehilangan fungsinya secara anggota masyarakat yang beralih juga dampak negatif yang mungkin timbul ekologis. pekerjaaan secara drastis tanpa ada baik secara ekologis maupun sosial skill yang memadai. Dengan budaya dapat diminimalisir. Semoga Kedua, dimensi sosial budaya dan sendirinya akan semakin menurunkan ekonomi. Kegiatan reklamasi di tingkat pendapatan yang berimplikasi * Mahasiswa Pascasarjana IPB Program Studi Pengelolaan Sumberdaya kawasan pesisir memungkinkan pada rendahnya tingkat kesejahteraan Pesisir dan Lautan terjadinya proses perubahan kondisi masyarakat. Vol. 12 no. 3, Juli 2004 - 27
    • Hutan Mangrove: Potensi danFlora dan Fauna Lahan Basah Ancaman Kelestariannya Oleh: Mustari Tepu* kemudian dibawa ke pasar hingga Pendahuluan Potensi memperoleh uang untuk membiayai hidup keluarganya. Hal ini tidaklah bisa dianggap remeh, dimana banyak H utan mangrove merupakan Keberadaan hutan mangrove sangat orang tua yang berhasil dan sukses kumpulan pepohonan pantai di penting bagi kehidupan, karena dapat menyekolahkan anak-anaknya dan daerah tropis yang mampu memberikan fungsi dan manfaat bahkan beberapa kalangan berhasil hidup, tumbuh dan berkembang secara langsung dan tidak langsung menjadi konglomerat dari sub sektor secara alami pada daerah pasang kepada mahluk hidup termasuk tersebut. surut yang berpantai lumpur. manusia. Misalnya di bidang Sepanjang pesisir pantai berlumpur di perikanan, hutan mangrove Hutan mangrove juga merupakan Indonesia pada umumnya ditumbuhi merupakan daerah pengasuhan penghasil kayu yang bermutu, baik oleh pohon-pohon bakau (mangrove) (nursery ground), daerah pemijahan untuk kayu bakar (fire wood), arang dari berbagai family dan spesies. (spawning ground) dan pembesaran maupun untuk konstruksi bangunan; Tidak kurang ada 4 (empat) family atau tempat mencari makan (feedling penghasil bahan baku kertas (pulp), yang mendominasi hutan mangrove ground) dari berbagai jenis biota laut, kosmetika, alkohol, pewarna, kita, yaitu Rhizophoraceae, seperti ikan, udang, kepiting, moluska penyamak kulit dan lain-lain. Selain Sonneratiaceae, Avicenniaceae dan dan invertebrata lainnya. itu hutan mangrove juga berfungsi Meliaceae. Mangrove di Indonesia sebagai wahana untuk pendidikan, dikenal sebagai kawasan hutan Selain itu hutan mangrove penelitian dan pariwisata. sejenis yang paling beragam dan memberikan manfaat ekonomi bagi terluas di dunia, sekaligus merupakan masyarakat di sekitarnya. Manfaat Manfaat lain dari hutan mangrove pelabuhan bagi kehidupan berbagai terbesar adalah sebagai areal adalah di sektor ekologi atau jenis flora dan fauna. Sebanyak 189 lapangan kerja. Tak dapat dipungkiri, lingkunga. Hutan mangrove jenis flora (Noor, dkk., 2000) dan 170 bahwa banyak penduduk Indonesia merupakan benteng terhadap erosi jenis burung (Noor, 1994) telah yang menggantungkan hidupnya dan pantai (abrasi), angin topan, ombak diketahui hidup di hutan mangrove bekerja di sub sektor ini. Mereka besar (tsuname), pengolah limbah, Indonesia termasuk beberapa jenis mencari ikan, udang, kepiting dan pencegah intrusi air laut serta yang terancam punah. lain-lain yang memiliki nilai jual, penghasil oksigen. Ancaman Kelestarian Laju kerusakan hutan mangrove di Indonesia saat ini sudah pada tahap yang sangat mengkhwatirkan. Jumlah angka kerusakan mana yang valid, akurat dan dapat dipercaya, itu tidaklah penting, yang jelas laju kerusakan hutan mangrove kita kini semakin parah. Banyak faktor yang menyebabkan kerusakan hutan mangrove antara lain adalah adanya pembalakan liar (illegal logging) Ekosistem di Hutan Mangrove (Dok. WI-IP) ..... bersambung ke halaman 30 28 - Warta Konservasi Lahan Basah
    • Mengamati Migrasi Flora dan Fauna Lahan Basah Burung Pantai Oleh: Iwan LondoP antai Timur Surabaya kaki kanan atas (tibia). Burung merupakan daerah lahan tersebut diperkirakan berusia dewasa. basah (wetlands) yang memilikikeanekaragaman ekosistem, termasuk Pada tgl 02 Mei 2004 terlihat kembaliekosistem pesisir, rawa payau dan Kedidi leher-merah pada lokasi/petak Pengamatan burung pantai di perairan.bakau dengan luas sekitar 3.100 hektar. tambak yang sama. Pada saat itu (Foto: Ferry H. /Dok. WI-IP)Meskipun saat ini sebagian besar terlihat sekitar 100 ekor Gajahan kecilwilayahnya sudah dialihfungsikan Nimenius minutus, 20 ekor Biru-lautmenjadi tambak ikan, udang maupun ekor-blorok Limosa lapponica dan Januari 1990. Sementara itu tandaperumahan, ternyata pantai Timur 200 ekor Kedidi leher-merah Calidris kuning berasal dari Australia BaratSurabaya masih menyisakan kehidupan ruficollis. Sebanyak 4 ekor burung Laut yang berjarak 1582 km.,satwa liar yang menarik untuk diamati, Kedidi leher-merah terlihat sementara yang berwarna kuning dantermasuk Kera ekor-panjang Macaca menggunakan tanda pada bagian kaki oranye bersal dari Australia Selatan.fascicularis, Garangan Herpestes sp, kanan atasnya, dimana 3 diantaranyaserta Biawak. Diantara berbagai jenis dengan kombinasi cincin pada bagian Pertemuan dengan Kedidi leher-hidupan liar yang hidup di kawasan tarsus. Dari keempat ekor burung merah Calidris ruficollis dengantersebut, yang paling menarik untuk bertanda tersebut, 2 ekor diantaranya bendera memang sangat jarangdiamati adalah kehidupan burung, menggunakan tanda berwarna terjadi terutama di Wonorejo danterutama di Wonorejo (704’0” LS, oranye, 1 ekor kombinasi tanda biasanya sangat sulit mengingat tidak11402’0”BT). Wonorejo terletak di oranye dan kuning serta 1 ekor setiap hari petak tambak dalam kondisiKecamatan Rungkut dan diapit oleh dua lainnya berwarna kuning. kering / surut. Menurut Clive Minton,Sungai, yaitu Brantas (kali londo hasil pengamatan di Wonorejosebutan masyarakat lokal) dan Sungai Pada tanggal 03 Mei 2004, masih di tersebut sangat menarik karenaWonorejo. Lokasinya cukup menarik petak yang sama, terlihat lagi burung memberikan petunjuk mengenaidan sangat mudah di jangkau, baik yang menggunakan tanda berwarna migrasi burung pantai yang melintasdalam kondisi hujan maupun kemarau. kuning. di Indonesia, terutama saat migrasi keKarena lokasinya yang mudah ini utara. Pada saat mendarat diWonorejo selalu ramai di kunjungi, Untuk mengetahui dimana burung- Indonesia, burung-burung tersebutterutama pada hari minggu. Namun burung tersebut dicincin, penulis hanya mencari makan untuktidak semua yang berkunjung membandingkan warna-warna memulihkan tenaga. Setelah itumempunyai niat baik. Sebagan tersebut dengan buku Panduan perjalanan akan dilanjutkan menujudiantaranya bahkan bertujuan untuk Burung Pantai yang diproduksi oleh pantai Cina. Untuk Kedidi leher-berburu Garangan, Biawak maupun Wetlands International, serta dengan merah Calidris ruficollis denganburung. bantuan Yus Rusila Noor (Wetlands bendara warna kuning cukup International –IP) dan Rudyanto membinggungkan, karena selama ini (Yayasan BirdLife Indonesia) beliau berpikir kalau burung ini kemudian mengkonfirmasikannya secara normal akan langsung terbang Perjumpaan dengan kepada Clive Minton dari Australasian menuju Vietnam atau ke Cina Selatan, Burung Migran Wader Studies Group (AWSG). dan kemungkinan akan terlihat/turun Informasi yang diperoleh dari studi lagi setelah melakukan perjalanan literatur dan konfirmasi langsung sejauh 700 km. atau karena kondisiKetika pertama kali terlihat pada tgl 01 tersebut ternyata cukup cuaca yang tidak memungkinkan untukMei 2004, ada sekitar 40 ekor Kedidi mencengangkan. Burung yang terbang sehingga memaksa untukleher-merah Calidris ruficollis sedang menggunakan tanda berwarna untuk mendarat.mencari makan dimana salah satu oranye ternyata dipasangi tanda didiantaranya terlihat menggunakan tanda negara bagian Victoria, Australia * Alamat: Jl. Kutisari 1 no 19 Surabaya(colour flagging) berwarna oranye pada (4641 km. dari Wonorejo) sejak E-mail : iwan_londo@yahoo.comVol. 12 no. 3, Juli 2004 - 29
    • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○Berita dari Lapang ..... Sambungan dari halaman 28 Hutan Mangrove: Potensi dan Ancaman ................... secara berlebihan tanpa peduli alam yang dimilikinya. Dan parahnya merupakan rumah terakhir bagi fauna silvikultur dan kaidah-kaidah lagi penegakan supremasi hukum (low tertentu. Seperti di Taman Nasional kelestarian hasil (sustainable yield); enforcement) masih jauh dari rasa Rawa Aopa Watumohai-Sulawesi adanya konversi lahan untuk keadilan masyarakat. Tenggara, hutan mangrove menjadi peruntukan lain misalnya sebagai habitat bagi Anoa dataran rendah bahan pertambakan ikan/udang Apabila kondisi ini terus berlangsung, (Bubalus depresicornis) maupun secara modern, permukiman, areal diperkirakan dalam waktu yang tidak tempat berlindung dan berbiak pertanian, industri, pertambangan dan terlalu lama, kawasan hutan mangrove berbagai jenis burung pantai pencemaran lingkungan. Laju di Indonesia akan lenyap dan musnah. (shorebirds), mamalia, reptil, amfibi pertumbuhan penduduk juga telah dan lain-lain. Oleh karena itu mari memberikan kontribusi dalam kira sama-sama melestarikan hutan pengrusakan hutan mangrove di mangrove dan habitatnya, kalau beberapa tempat di Indonesia melalui bukan kita yang menjaganya siapa program transmigrasi. Penutup lagi. Kalau bukan sekarang kapan lagi. (FR VI-2000). Kondisi ini lebih parah lagi ketika otonomi daerah diberlakukan sejak Melindungi hutan mangrove bukan tahun 2001. Pemerintah daerah hanya melindungi kayunya, tetapi juga berusaha meningkatkan PAD-nya bagaimana melindungi habitat * Calon Teknisi Kehutanan pada Balai secara besar-besaran dengan sekaligus ekosistemnya. Mengapa Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, mengeruk sumber-sumber kekayaan demikian ? Karena hutan mangrove Provinsi Sulawesi Tenggara ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ AgendaAgenda Internasional Pertemuan Internasional Simposium “Konservasi Terumbu Karang” 16 Dec 2004 sampai 17 Dec 2004 london, UK Dalam simposium yang diadakan oleh Zoological Society of London and Fisheries Conservation Foundation ini, berkumpul pakar-pakar dengan beragam ketertarikan kepada konservasi terumbu karang, mulai dari pakar ekologi yang peduli terhadap kepunahan spesies terumbu karang sampai pakar ekonomi yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat yang bergantung kepada terumbu karang. Tujuan diadakannya simposium ini adalah untuk mengembangkan prespektif multidisiplin yang luas terhadap masalah dan solusi dalam konservasi terumbu karang. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi: Deborah Body, Scientific Meetings Coordinator Tel. 44-207-449-6227 Email: deborah.body@zsl.org Web Site: http://www.zsl.org/press/pml_0000001642.html 30 - Warta Konservasi Lahan Basah
    • Publikasi Lahan Basah Publikasi Lahan Basah○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ CCFPI. 2004. Peat-Portal: Burung Air. Seri Selamatkan Syafriadi, H., S.A. Saragih, H.S. Publikasi Lahan Basah Pedoman Penggunaan untuk Lingkungan Teluk Banten 4. Siregar. 2004. Sorotan Pers: Krisis Anggota. Wetlands International, Wetlands International. xii + 70. Lingkungan, Hutan dan Ditjen PHKA, Wildlife Habitat Canada Konsumen. Unri Press, liv + 572. dan Global Environment Centre. Nuraini, S. 2004. Potret Perikanan Bogor. iv + 26. di Teluk Banten tahun 1997-1998 Tiwi, D.A. 2004. Amdal Pantai Disertai Paparan Peranan Ikan untuk Pengelolaan Terpadu Kiswara, W. 2004. Kondisi Padang Krapu Lumpur Sebagai Bio Kawasan Teluk Banten. Badan Lamun (Seagrass) di Perairan Indikator Kestabilan Perairan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Teluk Banten tahun 1998-2001: Teluk Banten. Seri Selamatkan xiii + 22. Seri Selamatkan Lingkungan teluk Lingkungan Teluk Banten 3. Badan Banten 2. Lembaga Penelitian Riset Perikanan Tangkap Departemen Tiwi, D.A. 2004. Gambaran Oseanologi LIPI. xii + 33. Kelautan dan Perikanan. xii + 40. Ekosistem Kawasan Teluk Banten Tahun 1998-1999: Seri Selamatkan Murdiyarso, D., U. Rosalina, K. Suryadiputra, A. 2004. Petualangan Lingkungan Teluk Banten 1. Hairiah and (dkk.). 2004. Petunjuk di Terumbu Karang: Badan Pengkajian dan Penerapan Lapangan: Pendugaan Cadangan Seri Komik Teknologi. xii + 19. Karbon pada Lahan Gambut. CAKRA. Wetlands Wetlands International - IP. vi + 32. International - IP. Wei, D.L.Z and T. Mundkur. 2004. 60. Numbers and Distribution of Noor, Y.R. 2004. Paparan Nilai Waterbirds and Wetlands in the Penting Cagar Alam Pulau Dua, Asia Pacific Region: Results of Teluk Banten sebagai Kawasan the Asian Waterbird Census: Berbiak Burung air. Disertai 1997-2001. Wetlands International Panduan Pengenalan Jenis Malaysia. xii + 166.○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Kotak-Katik Lahan Basah Y A N A F G S P I O J N A T O R Untuk melengkapi temuan Anda E B V N I P A H X E L Z U M M A pada dua edisi sebelumnya D U H H U N G L A I O G L A D M tentang tipe-tipe lahan basah S A M Z C V U R N E Q K X F F I dan jenis-jenis satwa yang B X D E M C E M A R A L A U T N hidup didalamnya, maka kali ini kami ajak Anda mencari dan U A H B B A L O N N V S T E E G menemukan 12 nama-nama N Z K A N T U N G S E M A R R I jenis tanaman yang hidup di H F O A A N G K A S A B O A A Y lahan basah. I J E L U T U N G H U Z E T T Y B R A K A N A K L G O W O A A Z Ayo telusuri ke-12 jenis tsb. pada kotak-katik disamping, baik J P E I G F R R D V P P A D I O mendatar, menurun, diagonal, O X S X L E A X V E J E J A K Q terbalik, dsb. B Y S U L M E R A N T I K K U Q ‘bang tri’ Jul-04 T A P I R S W A T E R P U K A U Jawaban Kotak-Katik Lahan Basah Vol. 12 No 2 April 2004 R W U V I V A G L U K O R I U H A E Z A K E P I T I N G N Y A A 12 jenis hewan yang hidup di lahan basah: N H C O M B Z O E N A K K J E R S J N E B U A Y A A T H A S B I TAPIR, KEPITING, BUAYA, BERANG-BERANG, B E R A N G B E R A N G F R O M BEKANTAN, HARIMAU, UDANG, PENYU, A K D E K Q U Z W I A M T Y X A BADAK, IKAN, GAJAH, BURUNG N A B I R I S O B E K G N A D U K L Y A D O B U C J E J A K M U R M I J L E R I M B B G A P U S I O T Q Y U Y N E P E U Y E U M N D R A N G G A L A K D I O L A G F E G U R S U N X R L N H Q N Vol. 12 no. 3, Juli 2004 - 31