Pelatihan Kelompok dan Kepemimpinan (Buku-5 KPA)

957 views
890 views

Published on

Bagi Perusahaan yang membutuhkan Pelatihan ini dapat menghubungi Kami HARD-Hi SMART CONSULTING di Hotline : 0878-7063-5053 (Fast Response) dengan Bpk. M. Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr.

Published in: Business
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
957
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pelatihan Kelompok dan Kepemimpinan (Buku-5 KPA)

  1. 1. BOOK-05
  2. 2. KELOMPOK &KEPEMIMPINAN
  3. 3. KELOMPOK
  4. 4. Manusia & Tujuannya  27% Manusia tanpa Tujuan yang Jelas  60% Manusia punya Tujuan yang Tidak Nyata (Tidak Realistis)  10% Manusia punya Tujuan yang Jelas tetapi Tidak Tertulis/tercatat  Hanya sebanyak 3% saja, Manusia yang punya Tujuan Jelas serta Tertulis
  5. 5. Perkembangan INDIVIDUTahap2 Perkembangan menurut Stephen R. Covey : Tahap DEPENDENCE  Ketergantungan: The Paradigm of “You” Tahap INDEPENDENCE  Bebas/Merdeka: The Paradigm of “I” Tahap INTERDEPENDENCE  Saling Bergantung: The Paradigm of “We”
  6. 6. Definisi KELOMPOKadalah sekumpulan individu yang saling berinteraksi dan salingtergantung, serta mencoba untuk memenuhi beberapa kebutuhandlm mencapai tujuan yg diatur melalui seperangkat peran & norma OBJEKTIF  ditentukan oleh faktor diri Auditor INDEPENDEN • Senyatanya  Faktor dari luar • Dalam Keahlian  Kompetensi tertentu • Dalam Tampilan  Lebih dari 1 orang
  7. 7. Klasifikasi KELOMPOK  Bentuk (Formal-Informal)  Lembaga (Politik-NonPolitik)  Ukuran (Besar-Kecil)  Bidang (Umum-Khusus)  Komunitas (Keluarga-Masyarakat)  Jangka Waktu (Laten-Temporer)  Keterikatan (Kohesif-Adesif)  Pasar (Produsen-Konsumen)
  8. 8. Proses Terjadinya KelompokOrientasi Psikologi  Kelompok adalah lanjutan dari individuOrientasi Sosiologi  Kelompok & individu terpisahDalam ORIENTASI PSIKOLOGI (Teori PerkembanganKelompok), mempunyai 2 (dua) Aspek, yakni : 1. Aspek Otoritas 2. Aspek Pribadi
  9. 9. Dalam Orientasi PSIKOLOGI  ASPEK OTORITAS :  Tahap Ketergantungan pada otoritas  Tahap Pemberontakan  Tahap Pencairan  ASPEK PRIBADI :  Tahap Harmoni  Tahap Identitas  Tahap Pencairan masalah pribadi
  10. 10. Proses Terjadinya KelompokDalam ORIENTASI SOSIOLOGI  IDENTITAS SOSIALsebagai Proses (bukan tingkah laku), tak terjadi padaindividu tapi individu merupakan bagian dari proses.IDENTITAS SOSIAL  Proses yang mengikatkan indi-vidu pada kelompoknya  terkait dengan waktu dansejarah.
  11. 11. INTERAKSI DALAMKELOMPOK
  12. 12. Jenis Interaksi dalam Kelompok1. Interaksi pada Tingkat PRIBADI  disebabkan adanya Faktor Pribadi.2. Interaksi pada Tingkat SOSIAL  disebabkan oleh Faktor Kelembagaan.KETERPADUAN & SOLIDARITAS Kelompok hanyaada pada INTERAKSI TINGKAT SOSIAL.
  13. 13. SIGMUND FREUD’s Conception ofThe Personality’s OrganizationFreud conceived of the Human Personality asorganized through 3 Major systems : 1. The Id 2. The Ego 3. The Superego
  14. 14. ID – EGO – SUPEREGO
  15. 15. The IDSatu-satunya Fungsi dari The Id adalahMenyediakan Saluran Pelepasan atasKuantitas Eksitasi (excitation) yangdihasilkan Tubuh/Jasad (organism)melalui Stimulasi secara internalmaupun secara eksternal The Id fokus kepada “Pleasure Principle” – relief from Tension.
  16. 16. The EGO The Ego fokus pada interaksi antara Pribadi dengan Dunia Luar yang melingkupinya (reality principle) The Ego menyeimbangkan antara The Id dan Superego
  17. 17. The SUPEREGO The Superego adalah Cabang Moral yang Paling Utama dari Kepribadian The Id fokus pada Pleasure Principle, The Ego fokus pada Reality Principle, maka The Superego fokus pada yang Ideal yakni Morality Principle
  18. 18. Sistem Psikologi yang MengendalikanDINAMIKA & EMOSI dlm interaksi sosial  ID = Kebutuhan & Motif Kelompok yang Tidak Disadari  EGO = Tujuan & Mekanisme kerja kelompok yang Disadari  SUPEREGO = Keterbatasan2 Kelompok dalam Menghadapi Lingkungannya
  19. 19. FAKTOR-FAKTOR yang DAPATMenumbuhkan JIWA KELOMPOK1. KELANGSUNGAN KEBERADAAN KELOMPOK2. ADANYA : TRADISI, KEBIASAAN & ADAT3. ADANYA : ORGANISASI DALAM KELOMPOK4. KESADARAN DIRI DARI PARA ANGGOTA KELOMPOK (SALING KENAL)
  20. 20. HAL-HAL yang MEMPENGARUHIKETERPADUAN KELOMPOK1. HUBUNGAN YANG RELATIF SUKARELA2. KERJASAMA ATAUPUN KOMPETISI3. SALING MENERIMA DIANTARA INDIVIDU4. ADA BAHAYA YG MENGANCAM KELOMPOK5. STATUS YANG HOMOGEN DAN TINGGI6. TINGKAHLAKU & SIFAT PRIBADI YG KHUSUS7. KESAMAAN SIKAP, NILAI & LATAR BELAKANG
  21. 21. Dampak Keterpaduan Kelompok Agresifitas sebagai reaksi dari gangguan yang datangnya dari luar kelompok Evaluasi diri yang positif dari orang lain Evaluasi yang berlebihan atas keunggulan /kelemahan yang ada pada kelompok Evaluasi yang positip terhadap kelompok Persepsi ttg kesamaan antar pribadi dalam hal : sikap, tingkahlaku, dan kepribadian Komunikasi yang bebas dari hambatan Sikap dan penampilan yang “konformitas” pada standar kelompok yang bersangkutan
  22. 22. Definisi “PEMIKIRAN KELOMPOK”Selain KETERPADUAN KELOMPOK, PEMIKIRAN KELOMPOK jugamerupakan MASALAH di dalam suatu KELOMPOK !I.J. JENIS mendefinisikan PEMIKIRAN KELOMPOK sbb:“Proses pembuatan Keputusan yang kurang baik, yangbesar kemungkinannya akan menghasilkan keputusanyang Buruk dengan akibat yang sangat Merugikan…”
  23. 23. TIMBULNYA GEJALA-GEJALAATAS “PEMIKIRAN KELOMPOK” KEKOMPAKAN KELOMPOK YANG TINGGI KESALAHAN STRUKTUR ORGANISASI :  Ter-isolasi  Kurang adanya kepemimpinan yang netral  Keseragaman latar belakang KONTEKS PEMBUATAN KEPUTUSAN  Stres karena Ancaman dari luar, kecilnya harapan pemecahan yang lain, dsb HARGA DIRI YANG RENDAH KARENA SERING TERJADINYA KEGAGALAN-KEGAGALAN
  24. 24. INDIKATOR ADANYA/TERJADINYA“PEMIKIRAN KELOMPOK” Persepsi dari Kelompok bahwasannya Kelompok tidak akan pernah Terkalahkan Pembenaran hal-hal yang salah seolah-olah masuk akal (rasionalisasi) Percaya pada Moralitas terpendam yang ada dalam diri kelompok Streotip dari kelompok lain Tekanan langsung pada anggota yang pendapatnya berbeda dengan pendapat kelompok Sensor diri sendiri terhadap penyimpangan dari konsensus kelompok Ilusi bahwa semua anggota telah sepakat Otomatis menjaga mental utk menyaring informasi- informasi yang tidak mendukung
  25. 25. DAMPAK PEMIKIRAN KELOMPOKthdp PENGAMBILAN KEPUTUSAN Diskusi hanya terbatas pada beberapa Altermatif Pemecahan yang semula telah dipilih akan cenderung tidak dievaluasi ataupun dikaji ulang Alternatif yang sejak semula telah ditolak tak pernah dipertimbangkan kembali Tidak pernah mencari atau meminta pendapat Ahli Bila ada nasihat/pertimbangan lain, penerimaannya akan diseleksi karena ada “bias” pada pihak anggota Tidak melihat kemungkinan-kemungkinan bagaimana lawan akan beraksi sehingga tidak mempersiapkan rencana pengamanan atau langkah-langkah darurat Sasaran tidak di-survey dengan lengkap & sempurna
  26. 26. 1O KIAT bagi PEMIMPIN untukMenghindari Pemikiran Kelompok1. Ingatkan kepada seluruh anggota kelompok tentang kemungkinan adanya Pemikiran Kelompok dengan segala konsekuensinya2. Jangan memihak dan mendukung posisi manapun3. Minta kepada setiap anggota untuk mengevaluasi secara kritis (dorong keberatan & keraguan mereka)4. Tunjuk 1 atau 2 anggota untuk menjadi wakil “setan” yang tugasnya adalah “mengkritik terus”5. Saat-saat tertentu kelompok dipecah untuk diskusi secara terpisah, lalu disatukan kembali spt semula6. Bila menyangkut kelompok pesaing, sediakan waktu yang cukup untuk memperlajari semua tanda-tanda bahaya serta kenali semua kemungkinan tindakan dari pihak kelompok lawan/pesaing tersebut
  27. 27. 1O KIAT bagi PEMIMPIN untukMenghindari Pemikiran Kelompok7. Setelah dicapai keputusan sementara, adakan pertemuan lagi, dan minta kepada setiap anggota untuk menyatakan keraguan mereka8. Undang para pakar dari luar untuk menghadiri pertemuan kelompok, minta kepada mereka untuk mempertanyakan pandangan & pendapat kelompok9. Dorong anggota kelompok untuk memberitahukan perdebatan yg terjadi kepada teman-teman mereka yang dapat dipercaya, lalu laporkan kembali reaksi mereka kepada kelompok lagi10. Buat beberapa sub-kelompok yang lepas dan tidak saling tergantung untuk bekerja secara bersama dan memecahkan hal yang sama
  28. 28. KONFLIK (Ketegangan) Konflik (Ketegangan) “tak mungkin” dapat dihindari bagi orang-orang yang bekerja dalam suatu Kelompok SUMBER-SUMBER KONFLIK : • Manusia dan Perilakunya • Struktur Organisasi • Komunikasi
  29. 29. Sumber-sumber Konflik MANUSIA & PERILAKUNYA : • Atribut (pangkat, jabatan, lambang) • Sistem Nilai yang tidak sama • Harapan-harapan • Gaya Kepemimpinan • Sifat & Kepribadian • Semangat & Ambisi
  30. 30. Sumber-sumber Konflik STRUKTUR ORGANISASI : • Tugas Pokok & Fungsi dalam organisasi • Hubungan & Arus Pelaksanaan Tata Kerja • Perencanaan & Pelaksanaan Tata Kerja • Kekuasaan, Wewenang & Tanggungjawab • Sistem Reward & Punishment yang ada • Sistem Karier & Prestasi Kerja KOMUNIKASI : • Perintah yang tidak jelas • Berbagai Hambatan Sarana Komunikasi • Lingkungan Komunikasi yg tak mendukung
  31. 31. Bentuk Konflik  Menyangkut Pihak-pihak yang Terlibat  BENTUK KONFLIK DAPAT BERUPA : • Konflik antar Per-orangan • Konflik Per-orangan Vs Kelompok • Konflik antar Kelompok • Konflik Kelompok Vs Organisasi • Konflik antar Organisasi
  32. 32. GEJALA TIMBULNYA KONFLIK Ketidak- Timbulnya Terdapat sepahaman Perbedaan Kemarahan Meningkat INDIKASI yang dapat Rendahnya Adanya Atensi Persaingan menimbulkan KONFLIK Adanya Tanda- Tanda- Keluh- tanda tanda kesah Kelemahan Keraguan
  33. 33. Bentuk Konflik dalamTeam Pemeriksa/AuditBiasanya adalah KONFLIK antar : Sesama Anggota Team Anggota Team dengan Ketua Team Ketua Team dengan Atasannya Team Pemeriksa dengan Yang Diperiksa
  34. 34. TAHAP-TAHAP KONFLIK Konflik yang Dipersepsikan Konflik yang Dirasakan Konflik yang DimanifestasikanKonflik Antar Kelompok Berkembang dalam Jangka Waktu yang Lama
  35. 35. SIKLUS KONFLIK ANTISIPASI (Kura-kura) MENGAMATIPERENUNGAN ( Elang )(Burung Hantu) DAMAI BERKEMBANG (Merpati) Mundur (Jamur) ANALISA TERBUKA (Monyet) (Ayam Jago)
  36. 36. Strategi MengatasiKonflik (Ketegangan) 1. Ketegangan dapat di-Hindari 2. Ketegangan dapat di-Redakan 3. Ketegangan dapat di-Damaikan :  Diagnosa (diagnosis)  Inisiatif (initiative)  Dengarkan (listening)  Pecahkan Masalah (solving) (rumuskan – alternatif – putuskan)
  37. 37. 4 CARA MENDAMAIKAN KONFLIK1. DIAGNOSA : mencari apa yang menjadi penyebab dari ketegangan yang timbul2. INISIATIF : mengambil langkah-langkah pertama untuk menciptakan kerukunan3. MENDENGARKAN : kecakapan untuk melihat sudut pandang orang lain serta kemampuan utk mengerti apa-apa yang dikatakan, baik secara verbal maupun non-verbal4. PEMECAHAN MASALAH : merupakan proses untuk mencapai kerukunan dengan melakukan 3 langkah sebagai berikut :  Merumuskan Masalah  Menyusun Alternatif  Pengambilan Keputusan
  38. 38. SIKAP MENGHADAPI KONFLIKAsertif KOMPETISI KOLABORASI KOMPROMITidak MENGHINDAR AKOMODASIAsertif Tidak Koperatif Koperatif
  39. 39. KONFRONTASIKonfrontasi terjadi apabila orang melakukan sesuatu secara lang-sung yang memaksa orang lain untuk :  BERPIKIR  MEMERIKSA  MEMPERTANYAKAN,  MENGUBAH PERILAKUKonfrontasi tidak selalu menunjukan hal NEGATIF tetapi bisa jugamenunjukkan hal-hal yang POSITIF, dikarenakan hal itu dapat/bisa:“menjadikan tindakan yang saling MEMPERKAYA WAWASAN”
  40. 40. Syarat2 untuk Orang yang melakukan KONFRONTASI (agar berhasil) :1. Mempunyai hubungan baik dgn orang yg dikonfrontasi2. Menerima & bersedia terlibat dg orang yg dikonfrontasi3. Mengutamakan konfrontasi tsb sebagai suatu sarana daripada sebagai sebuah ajang tuntutan4. Mengarahkan kepada perilaku kongkrit dan spesial yg dapat diingat oleh orang yang dikonfrontasi5. Harus bersifat positif & konstruktif, bukannya bersifat negatif & destruktif6. Menyatakan konfrontasi dgn singkat, langsung & jelas7. Menyampaikan fakta sbg fakta, perasaan sbg perasaan, dan tafsiran sbg tafsiran, bukan malah dicampur-aduk
  41. 41. Syarat2 untuk Orang yang menerimaKONFRONTASI (agar berhasil) :1. Menerima konfrontasi sbg ajakan untuk menggali diri2. Terbuka, untuk mengetahui bagaimana perilakunya yang dapat dirasakan oleh orang lain3. Siap untuk menahan kekacauan bathin dan kehilangan keseimbangan diri untuk sementara beberapa waktu4. Menanggapi konfrontasi secara wajar, tidak terlalu menerima & tidak juga terlalu apriori5. Mendengarkan & berusaha mengerti apa yg dikatakan orang tentang dirinya, memikirkannya, kemudian meminta penjelasan tanpa bersikap defensif
  42. 42. SYARAT 2 UNTUK KELOMPOKApabila Konfrontasinya terjadi didalam Kelompok, maka : HARUS SUDAH TERCIPTA : SALING PERCAYA & MENERIMA ORANG LAIN HARUS SESUAI DENGAN TUJUAN KELOMPOK TERSEBUT !
  43. 43. KEPEMIMPINAN
  44. 44. Definisi KEPEMIMPINAN “KEMAMPUAN UNTUK MEMPENGARUHI PERILAKU ORANG LAIN ATAU SEKELOMPOK ORANGSEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA PERILAKU TERSEBUTMENJADI PENDORONG KUAT BAGI TINDAK-TANDUKYANG POSITIF UNTUK MENCAPAI TUJUAN BERSAMA”
  45. 45. HOW TO PERSUADE OTHERS?1. Know Your Power Focus on your strong value, eliminate your weakness2. Convince Yourself Make yourself feel comfortable before you convince others3. Visualize Make a strong description of what you want to do/be4. Affirmative Be sure of you think already set in your mind. State!5. Use The Convincing Words Magnify your strong point to be delivered6. Involved Your Arsenal Non verbal communication to emphasize your words
  46. 46. Influence Your EnvironmentAdd POSITIVE Behavior !REPLACE THE BAD HABITS with THESE :• Spread a SMILE around• Sprinkle some “+” on the “-”• Focus on the good of each day• Stay out of the “feeding frenzies”• Say “please” and “thank you”• Practice EMPATHY• Evaluate YOUR BEHAVIOR• Never miss an opportunity to complement BEHAVIOR
  47. 47. Tugas Pemimpin (LEADER)To Choose The Right Actions to be Accomplished:  Memulai  Mengatur  Memberitahu  Mendukung  Menilai/Meninjau  Menyimpulkan
  48. 48. Tugas Pengelola (MANAGER)To Accomplish The Chosen Right Actions : Merencanakan (Planning) Menyusun (Organizing) Memilih Orang (Staffing) Memimpin (Leading) Mengarahkan (Directing) Mengendalikan (Controlling)
  49. 49. TUGAS KEPEMIMPINANTugas Kepemimpinan yang berhubungandengan Kerja Kelompok adalah :  MEMULAI  MENGATUR  MEMBERITAHU  MENDUKUNG  MENILAI  MENYIMPULKAN
  50. 50. TUGAS KEPEMIMPINANTugas Kepemimpinan yang berhubungandengan Kekompakan Kelompok adalah :  MENDORONG  MENGUNGKAPKAN PERASAAN  MENDAMAIKAN  MENGOLAH  MEMPERLANCAR  MEMBUAT ATURAN MAIN
  51. 51. TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN1. Kepemimpinan OTOKRATIK  Pemegang Kekuasaan Mutlak2. Kepemimpinan DEMOKRATIK  Mengambil keputusan berdasarkan suara terbanyak dari para bawahannya3. Kepemimpinan BEBAS  Memberikan kesempatan seluas- luasnya kepada para bawahan untuk menentukan sendiri caranya bekerja
  52. 52. Tipe-tipe PEMIMPIN  Otokratik  Birokratik  Demokratik  Karismatik  Bebas  Situasional
  53. 53. LEADER Must Have : 1. Energy 2. Energized Power 3. Edge/Bound 4. Execution
  54. 54. FAKTOR yg mempengaruhi 2KEPEMIMPINANKepemimpinan dapat dipengaruhi olehFaktor-faktor sebagai berikut : FAKTOR YANG BERASAL DARI DALAM (INTERNAL) DIRINYA SENDIRI PANDANGAN SESEORANG TERHADAP /TENTANG DIRI MANUSIA KEADAAN/KONDISI DARI KELOMPOK ORANG-ORANG YANG DIPIMPINNYA
  55. 55. MENYEMPURNAKAN GAYAKEPEMIMPINANKEPEMIMPINAN : MEMBUTUHKAN BAKAT TERTENTU BUKAN SUATU ANUGERAH YANG JATUH / DATANGNYA DARI LANGIT DAPAT DICIPTAKAN ATAU DILATIH MEMERLUKAN UMPAN BALIK DARI ORANG-ORANG YANG DIPIMPINNYA
  56. 56. EFEKTIFITAS KEPEMIMPINANDAPAT DIUKUR DARI :Kemampuan dan Kemahiran dalam mengambil suatukeputusan yang Rasional, Logis, Realistis & FragmatisKEPUTUSAN YANG BAIK HARUS DILIHAT DARI SEGI :Pertama : MUTUNYA Apakah secara Objektif tepat dalam rangka Mencapai Tujuan Organisasi/Kelompok ?Kedua : PENERIMAAN KEPUTUSAN OLEH ORANG2 YANG TERLIBAT DALAM PEMBUATANNYA, UNTUK MELAKSANAKAN KEPUTUSAN TSB
  57. 57. Sampai Jumpa Lagi… dalamSesi Pelatihan Berikutnya . . .

×