Effective Supervisory Skill (New With Music)

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

1 comments

Comments 1 - 1 of 1 previous next Post a comment

  • + norhanazawi norhanazawi 5 months ago
    Sangat cemerlang slides ini yang dipenuhi dengan maklumat penting berkenaan tanggungjawab sebagai seorang Penyelia. Jika tidak menjadi keberatan boleh tak saya dapatkan slide ini. Di dahului dengan ucapan ribuan terima kasih.
Post a comment
Embed Video
Edit your comment Cancel

2 Favorites

Effective Supervisory Skill (New With Music) - Presentation Transcript

  1. Pelatihan EFFECTIVE SUPERVISORY SKILL HARDHI SMART Consulting
    • SUPER
    • Luar Biasa
    • Lebih dari Biasanya
    • Berbeda dari yang lain
    • Di atas Rata-rata
    V I S I Daya Pandang Yang Jauh ke Masa Depan (FUTURISTIC) Pengertian SUPERVISI
  2. SUPERVISOR LINE MANAGER SENIOR MANAGER P O S I S I LINE MANAGER
  3. KE ATAS : Memberikan Informasi kepada Atasan Langsung KE BAWAH : Menjalankan Perintah/Kebijakan Atasan Langsung PERAN UTAMA LINE MANAGER
    • Kuantitas Produksi/Penjualan
    • 2. Kualitas Produksi/Penjualan
    •  Sesuai Standar Mutu yang telah ditetapkan
    • Biaya Operasional yang Efisien
    • - Hemat Biaya Produksi
    • - Hemat Biaya Penjualan
    • - Hemat Biaya Lainnya
    TANGGUNGJAWAB LINE MANAGER
  4. K E P A D A ATASAN
    • Memenuhi Mutu Standar Kerja
    • Mencapai Target Produksi
    • 3. Menjalankan Operasi sesuai Anggaran yang ditetapkan
    • 4. Memelihara Dokumen/Catatan Kerja yang tertulis
    • 5. Membuat Laporan Kerja kepada Atasan tepat waktu
    TANGGUNGJAWAB LINE MANAGER
  5. TANGGUNGJAWAB K E P A D A LINE MANAGER BAWAHAN
    • Menciptakan Suasana Kerja yang Kondusif, Aman & Nyaman
    • Menyampaikan Masukan/Keluhan kepada Atasan/Manajemen
    • 3. Bersikap Adil kepada bawahan dlm setiap keputusan yg diambil
    • 4. Memberi Semangat & Dukungan atas Setiap Niat Maju Bawahan
    • 5. Loyal Kepada Bawahan
  6. TANGGUNGJAWAB LINE MANAGER
    • Memberikan PRODUK TERBAIK
    • Menyediakan LAYANAN PRIMA
    • 3. Memberikan PENGALAMAN BISNIS yang MENYENANGKAN
    K E P A D A PELANGGAN
  7. TANGGUNGJAWAB LINE MANAGER
    • BERBAGI PENGALAMAN, PENGETAHUAN & INFORMASI
    • MEMBANTU KELANCARAN BAGIAN / DEPARTEMEN LAINNYA DALAM KEGIATAN OPERASIONAL
    KEPADA SESAMA LINE MANAGER
  8. T U G A S –T U G A S LINE MANAGER
    • Merencanakan Setiap Pekerjaan
    • Mengawasi Pekerjaan Setiap Bawahan
    • Memecahkan Masalah & Membuat Keputusan
    • Memberikan Feedback atas Kinerja Bawahan
    • Memberikan Bimbingan Kepada Bawahan
    • Mengarahkan & Memotivasi Kerja Bawahan
    • Mengelola Waktu Kerja (Time Management)
    • Berkomunikasi kepada Atasan & Bawahan
    • Membuat Dokumen/Catatan-catatan Kerja
    • Mengadakan Pertemuan/Rapat Kerja Bawahan
    • Mengembangkan Diri Sendiri & Bawahan
  9. W E W E N A N G LINE MANAGER
    • Memiliki Jabatan Resmi Struktural Perusahaan
    • Berhak Memerintah & Menghukum Bawahan dalam kaitannya dengan Hubungan Kerja
    • Sumber Daya yang ada di bawah kontrolnya :
    • a. Bawahan (SDM)
    • b. Anggaran, Uang, Biaya
    • c. Peralatan, Perlengkapan, Persediaan
    • 4. Berhak atas Informasi tertentu dari Manajemen
    • 5. Memecahkan Masalah & Mengambil Keputusan
  10. Knowledge Skill Attitude TAHU MAMPU MAU . . . KOMPETENSI MANAGER DEVELOPING MOTIVATING
  11. Knowledge Q : Why Must ATTITUDE ? A : To Keep Us Stay There EVERLASTING TIME Q : Why Must KNOW HOW ? A : To Help Us to Reach LEADING POSITION Skill Attitude HIERARKHI KOMPETENSI HIERARKHI KOMPETENSI MANFAAT KOMPETENSI
  12. KETERAMPILAN 2 YANG HARUS DIMILIKI SEORANG LINE MANAGER SENIOR MANAGER LINE MANAGER SUPERVISOR Keterampilan Teknis Keterampilan Hubungan Antar Manusia Keterampilan Konseptual
  13. K E T E R A M P I L A N T E K N I S SEORANG LINE MANAGER Keterampilan Teknis
    • Tentang Pekerjaan secara Teknis
    • Tentang Industri & Proses 2 nya
    • Tentang Peralatan Kerja Teknis
    • Tentang “ Trouble Shooting ” nya
  14. KETERAMPILAN HUB. ANTAR MANUSIA SEORANG LINE MANAGER Keterampilan Hubungan Antar Manusia
    • Kemampuan Berhubungan dengan Orang lain
    • Pengetahuan tentang Perilaku
    • Kemampuan Bekerjasama dengan Atasan, Rekan Kerja dan Bawahannya
    • Kemampuan Berkomunikasi dengan Orang 2 di Sekitarnya
  15. KETERAMPILAN K O N S E P T U A L SEORANG LINE MANAGER Keterampilan Konseptual
    • Kemampuan Merencanakan dan Mengendalikan Pekerjaan
    • Kemampuan Pemecahan Masalah, Pengambilan suatu Keputusan serta Antisipasinya
    • Kemampuan Sistem Organisasi dan Pengkoordinasiannya
    • Kemampuan Managerial serta Pengelolaan Informasi Terkini
  16. KOMUNIKASI SEBAGAI MODAL LINE MANAGER PENGIRIM PESAN Communicator ( SENDER ) PENERIMA PESAN Communicatee ( RECEIVER ) Aliran Pesan (Message Flow) Aliran Umpan Balik (Feedback Flow) DISTORSI PROSES KOMUNIKASI
    • HAMBATAN-HAMBATAN BERKOMUNIKASI
    • FISIK , dapat berupa :
    • > Jarak (Jauh-Dekat)
    • > Usia (Tua-Muda, Besar-Kecil)
    • > Jenis Kelamin (Pria-Wanita)
    • > Keterbatasan (Tuli-Bisu-Buta)
    • > Sarana (Telepon, Fax, Internet, E-Mail)
    D I S T O R S I Hambatan Komunikasi
    • HAMBATAN-HAMBATAN BERKOMUNIKASI
    • SEMANTIK , dapat berupa :
    • > Bahasa Verbal (Sunda, Jawa, Batak, dsb)
    • > Level Pendidikan (SD, SMP, SMA, D3, S1, S2, S3)
    • PSIKOLOGIK , dapat berupa :
    • > Atasan Vs Bawahan
    • > Orang Tua Vs Anak-anak
    • > Gembira Vs Sedih
    • > Tergesa Vs Santai
    • > Tertekan Vs Rileks
    • > Mood Vs Tidak Mood
  17. KERANGKA BERPIKIR ( FRAME OF REFERENCE ) KERANGKA BERPIKIR SI PENGIRIM PESAN KERANGKA BERPIKIR SI PENERIMA PESAN KESAMAAN KERANGKA BERPIKIR KOMUNIKASI SEMAKIN EFEKTIF APABILA AREA KESAMAAN KERANGKA BERPIKIR SEMAKIN BESAR
  18. HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI K O M U N I K A S I 1. OBYEK KOMUNIKASI 2. SUBYEK KOMUNIKASI 3. WAKTU KOMUNIKASI 4. CARA BERKOMUNIKASI
  19. MENGATASI HAMBATAN K O M U N I K A S I
    • PERSIAPKAN KOMUNIKASI
    •  Apa Isi dari Komunikasi
    •  Apa Tujuan Komunikasi
    •  Siapa Lawan Komunikasi
    •  Bagaimana Cara Komunikasi
    • KENALI LAWAN KOMUNIKASI
    •  Latar Belakangnya
    •  Minat atau Interest -nya
    •  Apa 2 yang sudah diketahuinya
    •  Apa 2 yang belum diketahuinya
    •  Apa 2 yang ingin diketahuinya
    MENGATASI HAMBATAN K O M U N I K A S I
  20. 3. DAPATKAN UMPAN BALIK  Tanya Ulang  Konfirmasikan  Minta Pendapat  Bila Perlu Diskusikan MENGATASI HAMBATAN K O M U N I K A S I
  21. 4. BERKOMUNIKASI SECARA AKTIF  Berkomunikasilah Dua Arah  Dengarkan Dengan Seksama  Jangan Sekali-kali Berasumsi  Gunakan Bahasa Tubuh Jika Perlu MENGATASI HAMBATAN K O M U N I K A S I
  22. MITRA KOMUNIKASI YANG BURUK
    • Selalu Memotong / Interupsi Pembicaraan
    • Pandangan Mata Berkeliling Kemana-mana
    • Mengambil Kesimpulan Tergesa-gesa
    • Merubah Pokok Pembicaraan Awal
    • Tidak Memberi Tanggapan / Response
    • Cepat Menjadi Marah / Temperamental
    • Dalam Keadaan Tergesa-gesa / Tidak Sabar
  23. MITRA KOMUNIKASI Y A N G B A I K
    • Tidak Memotong / Interupsi Pembicaraan
    • Pandangan Ke Arah Mitra Komunikasi
    • Bertanya Untuk Meminta Penjelasan
    • Mengulangi Hal-hal yang Dirasa Penting
    • Memberi Tanggapan / Reaksi / Response
    • Sabar / Tenang / Tidak Tergesa-gesa
    • Mengikuti Pembicaraan Hingga Selesai
  24. KONSEP KINERJA
  25. KEMAMPUAN K E R J A KEMAUAN K E R J A UNJUK KERJA + MENJADI PENGERTIAN KINERJA
  26. KINERJA PERUSAHAAN Dipengaruhi Oleh LINGKUNGAN KARYAWAN SUMBER DAYA dimiliki : (Keuangan, Peralatan, Tanah & Bangunan, Lokasi, Metode Kerja, dsb) KINERJA PERUSAHAAN . . .
    • Kuantitas Output Kerja
    • 2. Kualitas Output Kerja
    •  Sesuai Standar Mutu yang telah ditetapkan
    • Biaya atas Output Dihasilkan
    • - Biaya Produksi
    • - Biaya Penjualan/Marketing
    • - Biaya-biaya Lainnya
    UKURAN KINERJA LINE MANAGER
  27. 1. KOMPETENSI : a. Perencanaan Kerja b. Keterampilan Kerja c. Kuantitas Kerja d. Kualitas Kerja e. Kemampuan Komunikasi f. Daya Analisa & Sintesa g. Pemecahan Masalah 2. KEDISIPLINAN : a. Kehadiran Kerja b. Kepatuhan thd Peraturan ASPEK PENILAIAN K I N E R J A STAFF
  28. 3. LOYALITAS KERJA : a. Ketekunan & Kesungguhan b. Tanggungjawab c. M o t i v a s i Kerja d. Orientasi Pencapaian Hasil 4. MENTALITAS KERJA : a. Kemauan untuk Belajar b. Inisiatif, Inovasi, Kreatifitas c. Sikap Profesionalisme d. Kematangan Pribadi e. Kemampuan Beradaptasi ASPEK PENILAIAN K I N E R J A STAFF
  29. 1. INTEGRITAS : a. K e j u j u r a n b. K e a n d a l a n c. Komitmen kpd Perusahaan d. Kepedulian kpd Perusahaan 2. KEUNGGULAN : a. K o m p e t e n s i b. Sikap Profesionalisme c. Kualitas Hasil Kerja d. Rasa Percaya Diri e. Kemauan & Kemampuan untuk Belajar & Berinovasi ASPEK PENILAIAN K I N E R J A MANAGER
  30. 3. PENGHARGAAN & EMPATI TERHADAP ORANG LAIN 4. KEMAUAN & KEMAMPUAN MELAKUKAN PERUBAHAN 5. SEMANGAT KERJASAMA 6. PEMBERDAYAAN : a. Kemampuan menjalankan Tugas, Wewenang, T.Jawab b. Kemampuan Mendelegasikan Pekerjaan kepada Bawahan 7. KEMAMPUAN BERPIKIR UNTUK MASA DEPAN ASPEK PENILAIAN K I N E R J A MANAGER
  31. SUMBER MASALAH dalam KINERJA KARYAWAN
    • Ketidak-tahuan cara untuk melaksanakan Tugas-tugas & Tanggung-jawabnya
    • Adanya hambatan untuk melakukan Tugas-tugas & Tanggung-jawabnya
    • Tak ada kemauan yang cukup untuk melaksanakan apa-apa yang sudah menjadi Tugas & Tanggungjawabnya
  32. KEPRIBADIAN & PERILAKU
  33. 4 JENIS BAWAHAN
    • KEMAMPUAN RENDAH, SULIT
    • MENERIMA TANGGUNGJAWAB
    • SARAN TINDAKAN :
    • Berikan BIMBINGAN yang jelas
    • Berikan PUJIAN bila Pekerjaannya Baik
    • Berikan TEGURAN bila Hasil Kerjanya Tidak Memenuhi Standar
    • Berikan SANKSI bila mereka Tak Berubah
  34. 4 JENIS BAWAHAN 2. KEMAMPUAN RENDAH, RELA MENERIMA TANGGUNGJAWAB
    • SARAN TINDAKAN :
    • Berikan KESEMPATAN untuk tetap bekerja sesuai dengan batas kemampuannya
    • Berikan PELATIHAN untuk hal-hal yang menjadi bidang pekerjaannya
    • Berikan PUJIAN bila mereka memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan
    • Berikan BIMBINGAN yang jelas & spesifik
  35. 4 JENIS BAWAHAN 3. MAMPU, TETAPI SULIT UNTUK MENERIMA TANGGUNGJAWAB
    • SARAN TINDAKAN :
    • Berikan DUKUNGAN & SARAN agar mereka lebih mau terlibat aktif / berpartisipasi
    • Lakukan DISKUSI KONSULTATIF sebagai Pemotivasian untuk unjuk kerja yg lebih baik
    • Lakukan PUJIAN jika ada kemajuan, atau TEGURAN jika tidak ada perubahan
    • Berikan SANKSI jika Standar kerja tak t’capai
  36. 4 JENIS BAWAHAN 4. MAMPU & MAU/RELA UNTUK MENERIMA TANGGUNGJAWAB
    • SARAN TINDAKAN :
    • JAGALAH Sifat Positif & Motivasi Kerja yang sudah baik tersebut, jangan sampai berubah
    • Berikan PENGHARGAAN & REWARD atas Prestasi yang telah mereka capai tersebut
    • Berikan KESEMPATAN TERLIBAT di dalam Kegiatan, Tugas-tugas ataupun Pemecahan Masalah Yang Lebih Menantang
  37. PERILAKU KARYAWAN DIPENGARUHI OLEH FAKTOR 1. LINGKUNGAN KERJA
    • Luas Area
    • Temperatur
    • Penerangan
    • Kebisingan
    • Warna Ruang
    6. Bau R. Kerja 7. Kelembaban 8. Masyarakat 9. Adat Istiadat 10. Eksternalitas
  38. PERILAKU KARYAWAN DIPENGARUHI OLEH FAKTOR 2. TATA RUANG KERJA
    • M e j a
    • K u r s i
    • Komputer
    • P r i n t e r
    • Mesin Fax
    6. Alat-alat Kerja 7. Pesawat Telp. 8. Air Conditioner 9. Fasilitas Kerja 10. Benda2 Lain
  39. PERILAKU KARYAWAN DIPENGARUHI OLEH FAKTOR 3. SIKAP & PERILAKU DARI
    • P e m i l i k
    • Manajemen
    • A t a s a n
    • Rekan Kerja
    • Atasan Atasan
    6. Bawahan 7. Pelanggan 8. Masyarakat 9. Pemerintah 10. Pemasok
  40. PERILAKU KARYAWAN DIPENGARUHI OLEH FAKTOR 4. PEKERJAAN ITU SENDIRI
    • Jenis Pekerjaan
    • Standar Kerja
    • Beban Kerja
    • Tekanan Kerja
    • Gangguan Kerja
    6. Sistem Kerja 7. Prosedur Kerja 8. Volume Kerja 9. Proses Pekerjaan 10. Output Pekerjaan
  41. PERILAKU KARYAWAN DIPENGARUHI OLEH FAKTOR 5. MASALAH 2 YG DIHADAPI
    • Persaingan
    • Pemogokan
    • Sabotage
    • Biaya Tinggi
    • Pendpt Turun
    6. Harga Jual 7. Laba Rendah 8. Gedung/Pabrik 9. Metode Lama 10. Tekno. Usang
  42. MEMOTIVASI KERJA B A W A H A N
  43. MOTIVASI SUATU DORONGAN DARI DALAM DIRI SESEORANG UNTUK MELAKUKAN SESUATU ATAU UNTUK TIDAK MELAKUKAN SESUATU…
  44. HIERARKHI KEBUTUHAN I II III IV V AKTUALISASI DIRI PENGHARGAAN BERSOSIALISASI RASA AMAN JASMANIAH KEBUTUHAN MANUSIA ( Menurut T. Motivasi Abraham Maslow )
  45. MENGAPA ORANG Harus BEKERJA ?
    • ALASAN EKONOMIS
    • Memenuhi Kebutuhan Hidup
    • Mencari Kesenangan Hidup
    • ALASAN PSIKOLOGIS
    • Sosialisasi dengan orang lain
    • Menunjukkan P r e s t a s i
    • Kodrat / Fitrah Manusia
  46. I II III IV V ARTI HIDUP PENGEMBANGAN DIRI GENGSI & HARGA DIRI RELASI / HUBUNGAN UANG ! APA YANG ORANG CARI DARI suatu PEKERJAAN ?
  47. *** I N G A T *** Anda Tak Dapat Memotivasi Orang Lain… Anda Hanya Dapat Memberikan Perangsang Agar Mereka Mau Memotivasi Diri Mereka Sendiri…
  48. *** I N G A T *** Jangan Pernah Beranggapan Bahwa Orang Lain Juga Melihat Sesuatu Seperti Anda Melihatnya …
  49. MEMOTIVASI , Berarti : MENGGERAKKAN SESEORANG DARI SATU TITIK KE TITIK YANG LAIN DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR PENGGERAK SUASANA HATINYA SENDIRI …
  50. MEMOTIVASI , Berarti : MENEMUKAN APA YANG MAMPU MENGGERAKKAN DARI DALAM DIRI SENDIRI DENGAN MENGGU-NAKAN KEKUATAN, KEINGINAN & DINAMIKA DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MENCAPAI TUJUAN …
  51. MEMOTIVASI , Berarti : MEMBANGKITKAN SEGALA SUMBERDAYA YANG DIMILIKI DARI DALAM DIRI ORANG LAIN AGAR KEMUDIAN MEREKA TERGERAK UNTUK MEMBERI-KAN HASIL YANG TERBAIK …
  52. TERMOTIVASI , Berarti :
    • Unjuk Kerja Lebih Baik
    • Produktifitas Meningkat
    • Teamwork Semakin Baik
    • Kemangkiran Kerja Minimal
    • Turnover Karyawan Rendah
  53. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI KERJA
    • Kebanggaan Diri
    • Perhatian Dari Atasan
    • Penyaluran Minat & Bakat
    • Suasana Kerja Menyenangkan
    • Keamanan & Kenyamanan Kerja
    • Penghargaan Atas Hasil/Prestasi Kerja
    • Perasaan Suka Cita Diri Dalam Bekerja
    • Persaingan Kerja Yang Fair & Kompetitif
    • Kemudahan Akses dari & ke Tempat Kerja
    • Pengakuan Atas Kemampuan / Potensi Diri
  54. INNERVIEW UNTUK MEMAHAMI MOTIVASI ORANG LAIN
    • Keluarganya
    • Orang tuanya
    • Teman-temannya
    • Cita-cita / Obsesinya
    • Kesukaan / Hobby-nya
    • Lokasi Tempat tinggalnya
    • Latar Belakang Pendidikannya
    • Latar Belakang Kebudayaannya
    • Lingkungan Tempat Tinggalnya
  55. Rasa Senang PERMANENT TIDAK PERMANENT Rasa Cinta Rasa Syukur MEMOTIVASI KARYAWAN Rasa Takut RELATIF PERMANENT Dengan: Hasilnya:
  56. Rasa Senang By “PRINSIP” By “PERUT” Rasa Cinta Rasa Syukur MEMOTIVASI >> HAKEKAT Rasa Takut By “SDM” Dengan : Paradigma:
  57. PUJIAN SEBAGAI ALAT PEMOTIVASI
    • PUJIAN adalah alat Pemotivasi yang SANGAT HEBAT apabila diberikan secara TULUS…
    • MANFAAT PUJIAN , diantaranya :
    • Meningkat Moral Karyawan
    • Membangkitkan Semangat Kerja
    • Membentuk Perilaku Kerja Yang Baik
  58. PUJIAN SEBAGAI ALAT PEMOTIVASI Perilaku yang Dipuji adalah Perilaku yang Cenderung akan Terus Diulang-ulang …
  59. CARA MEMBERIKAN PUJIAN KEPADA BAWAHAN
    • Berikan Pujian secara langsung pada saat Kejadian. Katakan bahwa Anda senang dengan hal itu.
    • Jelaskan secara Spesifik apa yang telah mereka kerjakan dengan baik & apa manfaatnya.
    • Berikan dorongan agar hal tersebut terus dilakukan di waktu-waktu sekarang & yang akan datang.
    • Berikan Jabat Tangan atau Tepukan di Bahu sebagai tanda Bentuk Penghargaan.
    • Sebarluaskan kepada Bawahan yang lain pada saat Pertemuan / Rapat / Briefing agar bawahan yang lain juga termotivasi untuk melakukan hal yang sama.
  60. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN ( Menurut FREDERICK HERZBERG )
    • A. HYGIENE FACTOR
    • Faktor yang dapat Mengurangi Perasaan Tidak Puas pada diri seseorang NAMUN BUKAN Faktor Pencipta Produktifitas Kerja yang lebih tinggi , yakni :
    • Uang (mis: Gaji, Insentif, Bonus)
    • Fasilitas (mis: Tunjangan Jabatan, Kendaraan, Kesehatan)
    • Status Dalam Pekerjaan (Tetap, KKWT, Borongan, Harian)
    • Hubungan / Kedekatan Antar Individu / Para Karyawan
    • Kebijakan & Prosedur Administrasi dalam Bekerja
    • Kondisi Fisik Lingkungan Tempat Bekerja
  61. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN ( Menurut FREDERICK HERZBERG )
    • B. MOTIVATOR FACTOR
    • Faktor Motivasional yang mengarah kepada Pengembangan Sikap Mental Positif yang dapat dijadikan Motor Penggerak Internal di dalam Diri seseorang , yakni :
    • Pengakuan atas ide/gagasan/prestasi yang telah dicapai
    • Promosi kepada Jabatan & Tanggungjawab yang lebih tinggi
    • Kesempatan untuk Mencoba Pengalaman/hal-hal yang Baru
    • Kesempatan Pemberian Pekerjaan yang lebih menantang
    • Peningkatan Tanggungjawab & Wewenang Pekerjaan
  62. MENGATASI KARYAWAN BERMASALAH
  63. TEORI X >< TEORI Y ( Menurut Mc GREGOR ) TEORI X Para Pekerja adalah orang-orang yang malas dan tidak dapat diperbaiki kinerjanya TEORI Y Para Pekerja adalah orang-orang yang mau bekerja keras. Bekerja harus seimbang dengan istirahat dan bermain
  64. CIRI-CIRI KARYAWAN BERMASALAH
    • Banyak Mangkir
    • Banyak Melamun
    • Ceroboh & Sering Celaka
    • Cepat Marah & Uring-uringan
    • Mudah Lelah Dalam Bekerja
    • Banyak Ijin dengan Berbagai Alasan
    • Sulit untuk Menerima Instruksi Kerja
    • Lamban dalam Memahami Pekerjaan
    • Perubahan Perilkau tiba-tiba & Ekstrim
  65. JENIS-JENIS PEMANGKIR KERJA
    • Si Pemalas
    • Si Sakit Hati
    • Si Demotivator
    • Si B o d o h
    • Si Pembosan
    • Si Banyak Alasan
    • Si Pekerja Sambilan
    • Si Pemangkir Kronis
    • Si Pemangkir Profesional
  66. PENGAMBILAN TINDAKAN DISIPLIN
    • Adalah Tindakan yang bertujuan untuk :
    • Mendorong Karyawan Mencapai Standar Kerja yang telah ditetapkan
    • Mendorong Perilaku Kerja yang baik guna ter-ciptanya suasana kerja yang kondusif
    • Mengoreksi, Mengarahkan, Membina serta Mengendalikan Perilaku-perilaku para Karyawan
  67. PENEGAKKAN DISIPLIN
    • DISIPLIN PREVENTIF
    • Merupakan Bentuk Disiplin yang harus dipatuhi, dimana Peraturan-peraturan dijalankan secara Sukarela
    • 2. DISIPLIN KOREKTIF
    • Merupakan Bentuk Disiplin yang dipaksakan kepada Para Pelaku sebagai Konsekuensi Tindak Pelanggaran yang telah dilakukan agar mereka kembali mematuhi segala Peraturan yang telah ditetapkan / dibuat
  68. PENDISIPLINAN KOREKTIF
    • PERINGATAN LISAN (Verbal Warning)
    • PERINGATAN TERTULIS (Written Reprimand)
    • a. Surat Peringatan Pertama (SP-1)
    • b. Surat Peringatan Kedua (SP-2)
    • c. Surat Peringatan Ketiga (SP-3)
    • SKORSING (Suspension)
    • PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)
    • (Termination)
    4 TAHAP PROSES
  69. WAWANCARA TINDAKAN DISIPLIN KOREKTIF
    • Ungkapkan Masalah Kinerja atau Pelanggaran Disiplin
    • Tanyakan Pendapat Si Pelaku atas Masalah tersebut (Mengapa & Bagaimana terjadinya)
    • Tanyakan kepada karyawan tersebut Bagaimana Cara Mengatasi atau Memecahkan Masalah itu
    • Buat Kesepakatan Rencana Pemecahan Masalah tsb
    • Beri Peringatan Administratif (lisan/tertulis) kepada karyawan tersebut
    • Tentukan Waktu pertemuan guna membahas Hasil Tinjauan Ulang atas Kesepakatan Tindakan Koreksi
  70. PERLUNYA DOKUMENTASI ATAS TINDAKAN PENDISIPLINAN
    • Sebagai Bukti Tertulis (Written Proof) untuk Proses Lebih lanjut di masa depan jika Perilaku dan Disiplin Karyawan Ybs Tidak Mengalami Perubahan atau bahkan Semakin Memburuk
    • 2. Untuk Membantu dalam Proses Menjernihkan Masalah jika dalam Upaya memperbaiki Disiplin tersebut Muncul perbedaan Persepsi
  71. PEDOMAN WAWANCARA TINDAKAN DISIPLIN
    • Mulailah dengan Mengemukakan Fakta , berbicaralah langsung ke Pokok Persoalan yang sedang dihadapi
    • Selidiki apa yang menjadi Penyebab terjadinya Kesalahan, Penyimpangan atau Tindakan indisipliner
    • Bersikaplah yang Adil , tidak mudah terpengaruh, Tunjukkan Penghargaan Anda dan Kendalikan Emosi
    • Hindari Perdebatan tentang Siapa yang Benar – Siapa yang Salah, tetapi Carilah Apa yang Benar dan Bagaimana Pekerjaan tsb Seharusnya dilakukan
  72. PEDOMAN WAWANCARA TINDAKAN DISIPLIN
    • 5. Jadilah Pendengar yang Baik dan Bijaksana
    • 6. Gunakan Kata-kata yang mudah dimengerti & dipahami
    • 7. Akhiri Wawancara dengan Menciptakan Kesan Positif
    • Sebagai Tindak lanjut, Ikuti Perkembangan & Perubahan Perilaku Karyawan tersebut. Jika Ybs membuat suatu Kemajuan berikan Pengakuan & Pujian. Jika tak ada kemajuan berikan Sanksi yang Lebih Berat lagi
    • 9. Buatlah Kejadian Wawancara sebagai Sesuatu yang Confidential (=Rahasia) sehingga tidak diketahui oleh para karyawan yang lain
  73. IMBALAN > < SANKSI
    • Pujian atas Pekerjaan
    • Meningkatkan Rasa Hormat Rekan Kerja, Atasan dan Bawahan
    • Menambah Kesempatan untuk mendapatkan Penghargaan
    • Mengurangi Ketegangan
    • Meningkatkan Kualitas Komunikasi
    • Hukuman atas Pekerjaan
    • Menurunkan Rasa Hormat Rekan Kerja, Atasan dan Bawahan
    • Mengurangi Kesempatan untuk mendapatkan Penghargaan
    • Menambah Ketegangan
    • Menurunkan Kualitas Komunikasi
  74. IMBALAN > < SANKSI
    • Menambah Hak-hak Khusus & T. Jawab
    • Menambah Kebebasan untuk Bertindak
    • Menambah Kesempatan Promosi Jabatan
    • Menambah Kesempatan untuk Pencapaian Prestasi Lebih Tinggi
    • Mengurangi Hak-hak Khusus & T.Jawab
    • Mengurangi Kebebasan untuk Bertindak
    • Menambah Kesempatan Demosi, Mutasi, Dipecat
    • Mengurangi Kesempatan untuk Pencapaian Prestasi Lebih Tinggi
  75. PENDEKATAN KONSULTASI KARYAWAN BERMASALAH
    • Dengarkan dengan Sabar apa yang ingin dikatakan karyawan sebelum memberikan komentar apapun
    • Berikan Perhatian yang penuh pada saat Ybs berbicara
    • Menahan Diri supaya Jangan mengkritik atau memberi nasihat yang asal-asalan tentang masalah pribadi ybs
    • Jangan sekali-kali berdebat dengan Ybs pada saat Anda memberikan Konsultasi atau Nasihat
    • Selidiki apa yang ada di balik kata-katanya. Dengarkan dengan seksama barangkali Ybs sedang mencoba menceritakan secara lebih mendalam kepada Anda
  76. PENDEKATAN KONSULTASI KARYAWAN BERMASALAH
    • 6. Biarkan Ybs Mengendalikan Arah Pembicaraan
    • Usahakan agar Ybs Mengetahui bahwa Perusahaan hanya mempersoalkan Masalah Kinerja saja
    • Yakinkanlah bahwa Masalah Pribadi umumnya akan menjadi semakin kompleks Tanpa Adanya Bantuan dari orang-orang yang ahli
    • Tekankan mengenai Kerahasiaan
    • Jelaskan bahwa dengan adanya Bantuan tidak menyebabkan sesorang karyawan mendapatkan perlakuan khusus dari Peraturan Perusahaan
  77. PENDEKATAN KONSULTASI KARYAWAN BERMASALAH
    • Jelaskan dengan istilah yang sangat Spesifik tentang Apa yang harus dilakukan Ybs dalam rangka memenuhi harapan-harapan Perusahaan
    • Jangan Mendiagnosis, karena Anda bukan Ahlinya
    • Jangan mendiskusikan masalah-masalah Pribadi selama konsultasi, kecuali hal itu muncul dalam Pekerjaan
    • Jangan Coba Ngelantur, batasi Pembicaraan hanya pada Masalah Kinerja saja
    • Jangan terkecoh oleh suasana Emosi atau Cerita Sedih, mungkin itu hanya taktik Ybs untuk mendapatkan Simpati
  78. KONDISI DIMANA TINDAKAN DISIPLIN TAK DAPAT DITERAPKAN
    • Menghukum Pelanggaran yang Tidak Jelas
    • Tidak adanya Penjelasan / Peringatan sebelumnya
    • Tidak adanya Bukti-bukti Positif yang terdokumentasi
    • Hanya didasarkan Prasangka, Pilih Kasih & Diskriminasi
    • Tidak adanya catatan administratif (tertulis) tentang Pelanggaran sebelumnya
    • Hukuman yang terlalu Berat, yang tidak seimbang dengan Pelanggaran yang telah dilakukan
    • Pelanggaran atas Kontrak Kerja Waktu Tertentu (KKWT)
  79. Untuk Mencegah Terjadinya Pelanggaran BIMBINGAN INFORMAL Dapat Dilakukan dengan Cara :
    • Saat Shift Briefing
    • Saat Istirahat Makan
    • Percakapan Ringan
    • Pujian-pujian Ringan
    • Pendekatan Pertemanan
    • Senasib Sependeritaan
    • Solidaritas Karyawan
  80. Manfaat Dari Dilakukannya BIMBINGAN INFORMAL
    • Praktis, Hanya memerlukan sedikit waktu
    • Mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan kecil sebelum menjadi kesalahan besar
    • Menunjukkan kepada Para Bawahan bahwa Anda memperhatikan eksistensi mereka
    • Membantu Para Bawahan agar selalu mengerti Proses, Prosedur dan Standar Kerja yang telah dibuat dan ditetapkan Perusahaan
  81. Nilai Kesuksesan Tergantung Seberapa Banyak Manfaat Yang Dapat Kita Berikan bagi Bawahan & Orang Lain KATA BIJAK
    • NIAT  Sumber dari segala KEKUATAN adalah NIAT “You Can… If You Think You Can…”
    • BELAJAR  Untuk Meningkatkan KOMPETENSI DIRI
    • HARUS BEDA  Jadilah yang “TER…” dalam bidangnya
    • PERLUAS “COMFORT ZONE”
    •  Semakin Luas, semakin besar kemungkinan untuk Sukses !
    • BERPIKIR JANGKA PANJANG
    •  Raih Tujuan J. Panjang  Bukan Tujuan J. Pendek !
    • BERBUAT YANG POSITIF  Jauhi Hal 2 NEGATIF…
    • BERPERILAKU GOLONGAN HIJAU  Motivator
    KIAT SUKSES DIRI DI MASA DEPAN
  82. Sampai Jumpa Mengucapkan dalam Pelatihan Berikutnya . . . SHOBRIE HARDHI
SlideShare Zeitgeist 2009

+ Shobrie Hardhi, SE, CPTr, CPHRShobrie Hardhi, SE, CPTr, CPHR Nominate

custom

941 views, 2 favs, 1 embeds more stats

More info about this document

© All Rights Reserved

Go to text version

  • Total Views 941
    • 939 on SlideShare
    • 2 from embeds
  • Comments 1
  • Favorites 2
  • Downloads 0
Most viewed embeds
  • 2 views on http://hardhismart-consulting.blogspot.com

more

All embeds
  • 2 views on http://hardhismart-consulting.blogspot.com

less

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

Cancel
File a copyright complaint
Having problems? Go to our helpdesk?

Categories