Your SlideShare is downloading. ×
Makalahku.shinta
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Makalahku.shinta

9,625

Published on

Makalah Meningitis ini ku susun bersama teman kelompokKu mbak Riani n Puji,,,, semoga bermanfaat,,, ^&^

Makalah Meningitis ini ku susun bersama teman kelompokKu mbak Riani n Puji,,,, semoga bermanfaat,,, ^&^

Published in: Education
1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
  • gmn downloadnya??????????????????????????????
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
9,625
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
156
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Makalah Ilmu Kesehatan Anak tentang <br />Meningitis<br />Disusun Oleh:<br />
    • Riani Dwi Indah Sari
    • 2. Puji Kurniawati
    • 3. Shinta Maharani
    Dosen Pembimbing: Ns.Yusniarita S.Kep, M.Kes<br />DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA<br />POLITEKNIK DEPKES BENGKULU<br />PRODI KEBIDANAN CURUP<br />TAHUN 2009/2010<br />KATA PENGANTAR<br />Puji Syukur ke hadirat Allah SWT karena dengan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. <br />Tujuan dari penulisan makalah “ Meningitis ” ini adalah sebagai tugas dalam mata kuliah Ilmu Kesehatan Anak dan membahas tentang satu factor Penyebab penyakit Meningitis, gejala-gejala, serta pencegahan dan pengobatan Meningitis<br />Penulis mengharapkan dengan adanya makalah ini, masyarakat dapat lebih mengetahui mengenai Manfaat Meningitis dan penyebabnya supaya masyarakat dapat lebih waspada terhadap penyakit ini.<br />Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Ilm Kesehatan Anak , yaitu:<br />Bunda Ns.Yusniarita, S.Kep,M.Kes , atas bimbingannya selama ini. Dengan adanya tugas makalah ini, penulis bisa mengetahui lebih mendalam tentang bahan yang dibahas dan juga dapat mengasah kemampuan menulis sehingga dapat berguna di hari yang akan datang.<br />Penulis sadar bahwa penulis masih dalam tahap belajar, jadi apabila dalam makalah ini terdapat kekeliruan, penulis memohon maaf yang sebesar – besarnya. Penulis sangat mengharapkan saran dan kritik dari pembaca sekalian agar di kemudian hari , penulis tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Terima kasih<br />DAFTAR ISI<br />Kata Pengantar…..……………………………………………………………i<br /> Daftar Isi…………………………………….………………………………..ii<br />BAB I PENDAHULUAN………………………………………..………….1<br />
    • 1.1 Latar Belakang………………………………………………………..1
    • 4. Rumusan masalah…………………………………………………..1
    • 5. 1.3 Tujuan ………………………………………………….………..2
    • 6. 1.4 Manfaat………………….………………………………………….2
    BAB III.PEMBAHASAN<br /> 2.1 Definisi Meningitis………………………………………………..3<br /> 2.2 Penyebab Meningitis……………………………………………….4<br /> 2.3 Letak Penyakit Meningitis…………………………………………5<br /> 2.4 Jenis/Tipe Meningitis………………………………………………5<br /> 2.5 Gejala Meningitis………………………………………………….7<br /> 2.6 Pencegahan Meningitis…………………………………………….8<br /> 2.7 Pengobatan Meningitis……………………………………………..8<br />BAB III.PENUTUP<br /> Kesimpulan………………………………………………………12<br /> Saran……………………………………………………………...12<br />Daftar Pustaka…………………………………………………………………13<br />BAB I<br />PENDAHULUAN<br />I.Latar Belakang<br />Meningitis adalah radang membran pelindung sistem syaraf pusat. Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik, kanker, atau obat-obatan tertentu. Meningitis adalah penyakit serius karena letaknya dekat otak dan tulang belakang, sehingga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian.<br />Kebanyakan kasus meningitis disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, jamur atau parasit yang menyebar dalam darah ke cairan otak. Daerah " sabuk meningitis" di Afrika terbentang dari Senegal di barat ke Ethiopia di timur. Daerah ini ditinggali kurang lebih 300 juta manusia. Pada 1996 terjadi wabah meningitis di mana 250.000 orang menderita penyakit ini dengan 25.000 korban jiwa.<br />Oleh karena itu dalam Makalah ini kami akan membahas secara detail tentang Meningitis. Tujuannya agar pembaca Mengerti dan Waspada terhadap penyakit meningitis. Selain itu, harapan kami , Dengan Mengetahui Meningitis, kasus meningitis di Indonesia dapat menurun.<br />II.Rumusan masalah<br />
    • Apa itu meningitis ?
    • 7. Apa Penyebab meningitis ?
    • 8. Di mana meningitis menyerang ?
    • 9. Apa saja Jenis meningitis ?
    • 10. Apa saja Gejala meningitis ?
    • 11. Bagaimana cara Pencegahan Meningitis ?
    • 12. Bagaimana Cara pengobatan meningitis ?
    III.Tujuan<br />Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah Untuk:<br />
    • Mengetahui definisi meningitis
    • 13. Mengetahui Penyebab Meningitis
    • 14. Mengetahui dibagian mana saja Meningitis menyerang
    • 15. Mengetahui jenis-jenis/ tipe dari meningitis
    • 16. Mengetahui Gejala yang ditimbulkan dari meningitis
    • 17. Mengetahui cara pencegahan meningitis
    • 18. Mengetahui cara pengobatan meningitis
    IV. Manfaat<br />
    • Pembaca Mengetahui definisi Meningitis
    • 19. Pembaca Mengetahui penyebab Meningitis
    • 20. Pembaca mengetahui, dimana letak meningitis Menyerang
    • 21. Pembaca memahami jenis-jenis atau tipe-tipe meningitis
    • 22. Pembaca mengetahui gejala-gejala yang di timbulkan dari meningitis
    • 23. Pembaca menjadi tahu cara pencegahan meningitis
    • 24. Pembaca Mengetahui pengobatan pada meningitis
    BAB II<br />PEMBAHASAN<br />2.1 Definisi meningitis<br />Meningitis adalah suatu infeksi/peradangan dari meninges,lapisan yang tipis/encer yang<br />mengepung otak dan jaringan saraf dalam tulang punggung, disebabkan oleh bakteri, virus,<br />riketsia, atau protozoa, yang dapat terjadi secara akut dan kronis.<br />Meningitis adalah infeksi yang menular. Sama seperti flu, pengantar virus meningitis<br />berasal dari cairan yang berasal dari tenggorokan atau hidung. Virus tersebut dapat berpindah<br />melalui udara dan menularkan kepada orang lain yang menghirup udara tersebut.<br /> Meningitis yg disebabkan oleh bakteri berakibat lebih fatal dibandingkan meningitis penyebab lain karena mekanisme kerusakan dan gangguan otak yg disebabkan oleh bakteri maupun produk bakteri lebih berat,” kata Dr. Setyo Handryastuti, SpA, Divisi Neurologi Departemen Kesehatan Anak RSCM-FKUI.<br />Bakteri pneumokokus adalah salah satu penyebab meningitis terparah. Penelitian yang diungkapkan konsultan penyakit menular dari Leicester Royal Infirmary, Inggris, Dr Martin Wiselka, menunjukkan bahwa 20-30 persen pasien meninggal dunia akibat penyakit tersebut, hanya dalam waktu 48 jam. Angka kematian terbanyak pada bayi dan orang lanjut usia. Pasien yang terlanjur koma ketika dibawa ke rumah sakit, sulit untuk bisa bertahan hidup. Infeksi pneumokokus lebih sering terjadi pada anak dibanding orang dewasa karena tubuh anak belum bisa memproduksi antibodi yang dapat melawan bakteri tersebut.<br />Sebanyak 50 persen pasien meningitis yang berhasil sembuh biasanya menderita kerusakan otak permanen yang berdampak pada kehilangan pendengaran, kelumpuhan, atau keterbelakangan mental. Komplikasi penyakit tersebut akan timbul secara perlahan dan semakin parah setelah beberapa bulan.<br />Penderita meningitis perlu mendapat antibiotik sesegera mungkin. Perawatan umumnya dilakukan selama 10-14 hari. Pengobatan panjang itu dianggap perlu untuk mencegah komplikasi atau mencegah infeksi datang kembali. Pada kasus yang dianggap berat, diperlukan perawatan intensif di UGD dan ketersediaan ventilasi udara untuk membantu pernapasan.Terjadinya meningitis dapat secara langsung sebagai akibat cedera traumatis atau secara tidak langsung dipindahkan dari tempat lain didalam tubuh dalam cairan serebrospinalis (CSS<br /> 2.2 Penyebab meningitis<br />Penyebab infeksi ini dapat diklasifikasikan atas : Penumococcus, Meningococcus,<br />Hemophilus influenza, Staphylococcus, E.coli, Salmonella.<br />Penyebab meningitis terbagi atas beberapa golongan umur :<br />1. Neonatus : Eserichia coli, Streptococcus beta hemolitikus, Listeria monositogenes<br />2. Anak di bawah 4 tahun : Hemofilus influenza, meningococcus, Pneumococcus.<br />3. Anak di atas 4 tahun dan orang dewasa : Meningococcus, Pneumococcus. <br />Meningitis dapat diidentifikasi penyebabnya , berdasarkan tipe-tipe meningitis itu sendiri Seperti pada Meningitis Purulenta yang penyebabnya antara lain : Diploccoccus pneumoniae(pneumokok), Neisseria meningitides(meningokok), Streptoccoccus haemolyticus, Straphyloccoccus aureus, Haemophilus influenza, Escherichia coli, kiebsiella pneumonia,Pseudomonas aeruginosa .<br />Kemudian pada Meningitis Bakterial, infeksi dapat mencapai selaput otak melalui :<br />
    • Aliran darah (Hematogen)karena infeksi di tempat lain seperti faringitis, tonsillitis, endokarditis , pneumonia, infeksi gigi, Pada keadaan ini sering didapatkan biakan kuman yang positif dalam darah, yang sesuai dengan kuman yang ada dalam cairan otak.
    • 25. Perluasan langsung dari infeksi ( per kontinuitatum) yang disebabkan oleh infeksi dari sinus paranasalis, mastoid, abses otak, sinus kavernosus.
    • 26. Implamasi langsung :trauma kepala terbuka, tindakan bedah otak, fungsi lumbal , dan mielokel.
    • 27. Meningitis pada neonatus dapat terjadi karena :
    • 28. Aspirasi dari cairan amnion yang terjadi pada saat bayi melalui jalan lahir atau oleh kuman-kuman yang normal ada pada jalan lahir.
    • 29. Infeksi bacterial secara transpasental terutama listelia
    Sebagian besar infeksi susunan saraf pusat, terjadi akibat penyebaran hematogen. Saluran napas merupakan port d’entrée utama bagi banyak penyebab meningitis purulenta. Proses terjadinya meningitis bacterial melalui jalur hematogen diawali dengan perlekatan bakteri pada sel epitel mukosa nasofaring dan melakukan kolonisasi, kemudian menembus rintangan mukosa dan memperbanyak diri dalam aliran darah dan menimbulkanbakteremia. Selanjutnya bakteri masuk ke dalam cairan serebrospinal dan memperbanyak diri didalamnya. Bakteri ini menimbulkan peradangan pada selaput otak (meningen) dan otak.<br />2.3 Letak Penyakit meningitis<br />Otak dan sumsum otak belakang diselimuti meningea yang melindungi struktur syaraf<br />yang halus, membawa pembuluh darah dan dengan sekresi sejenis cairan yaitu cairan<br />serebrospinal. Meningea terdiri dari tiga lapis, yaitu:<br />a. Pia meter : yang menyelipkan dirinya ke dalam celah pada otak dan sumsum tulang<br />belakang dan sebagai akibat dari kontak yang sangat erat akan menyediakan darah untuk<br />struktur-struktur ini.<br />b. Arachnoid : Merupakan selaput halus yang memisahkan pia meter dan dura meter.<br />c. Dura meter : Merupakan lapisan paling luar yang padat dan keras berasal dari jaringan<br />ikat tebal dan kuat.<br />2.4 Jenis/Tipe meningitis<br />Meningitis Kriptikokus<br />adalah meningitis yang disebabkan oleh jamur kriptokokus. Jamur ini bisa masuk ke<br />tubuh kita saat kita menghirup debu atau tahi burung yang kering. Kriptokokus ini dapat<br />menginfeksikan kulit, paru, dan bagian tubuh lain. Meningitis Kriptokokus ini paling<br />sering terjadi pada orang dengan CD4 di bawah 100.<br />Diagnosis<br />Darah atau cairan sumsum tulang belakang dapat dites untuk kriptokokus dengan dua<br />cara. Tes yang disebut ‘CRAG’ mencari antigen ( sebuah protein) yang dibuat oleh<br />kriptokokus. Tes ‘biakan’ mencoba menumbuhkan jamur kriptokokus dari contoh cairan.<br />Tes CRAG cepat dilakukan dan dapat memberi hasi pada hari yang sama. Tes biakan<br />membutuhkan waktu satu minggu atau lebih untuk menunjukkan hasil positif. Cairan<br />sumsum tulang belakang juga dapat dites secara cepat bila diwarnai dengan tinta India.<br />Viral meningitis<br />Termasuk penyakit ringan. Gejalanya mirip dengan sakit flu biasa, dan umumnya si<br />penderita dapat sembuh sendiri. Frekuensi viral meningitis biasanya meningkat di musim<br />panas karena pada saat itu orang lebih sering terpapar agen pengantar virus. Banyak virus<br />yang bisa menyebabkan viral meningitis. Antara lain virus herpes dan virus penyebab flu<br />perut. <br />Bacterial meningitis<br />disebabkan oleh bakteri tertentu dan merupakan penyakit yang serius. Salah satu<br />bakterinya adalah meningococcal bacteria. Gejalanya seperti timbul bercak kemerahan<br />atau kecoklatan pada kulit. Bercak ini akan berkembang menjadi memar yang<br />mengurangi suplai darah ke organ-organ lain dalam tubuh dapat berakibat fatal dan<br />menyebabkan kematian. <br />Meningitis Tuberkulosis Generalisata<br />Gejala : demam, mudah kesal, obstipasi, muntah- muntah, ditemukan tanda-tanda<br />perangsangan meningen seperti kaku kuduk, suhu badan naik turun, nadi sangat<br />labil/lambat, hipertensi umum, abdomen tampak mencekung, gangguan saraf otak.<br />Penyebab : kuman mikobakterium tuberkulosa varian hominis.<br />Diagnosis : Meningitis Tuberkulosis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan cairan otak,<br />darah, radiologi, test tuberkulin.<br />Meningitis Purulenta<br />Gejala : demam tinggi, menggigil, nyeri kepala yang terus-menerus, kaku kuduk,<br />kesadaran menurun, mual dan muntah, hilangnya nafsu makan, kelemahan umum, rasa<br />nyeri pada punggung serta sendi.<br />Penyebab : Diplococcus pneumoniae(pneumokok), Neisseria meningitidis(meningokok),<br />Stretococcus haemolyticus, Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, Escherichia<br />coli, Klebsiella pneumoniae, Pneudomonas aeruginosa.<br />Diagnosis : dilakukan pemeriksaan cairan otak, antigen bakteri pada cairan otak, darah tepi,<br />elektrolit darah, biakan dan test kepekaan sumber infeksi, radiologik, pemeriksaan EEG<br />2.5 Gejala meningitis<br />Manifestasi Klinis<br />Keluhan pertama biasanya nyeri kepala. Rasa ini dapat menjalar ke tengkuk dan<br />punggung. Tengkuk menjadi kaku. Kaku kuduk disebabkan oleh mengejangnya otot-otot<br />ekstensor tengkuk. Bila hebat, terjadi opistotonus, yaitu tengkuk kaku dalam sikap kepala<br />tertengadah dan punggung dalam sikap hiperekstensi. Kesadaran menurun. Tanda Kernig’s dan<br />Brudzinky positif. <br />Gejala meningitis tidak selalu sama, tergantung dari usia si penderita serta virus apa yang<br />menyebabkannya. Gejala yang paling umum adalah demam yang tinggi, sakit kepala, pilek,<br />mual, muntah, kejang. Setelah itu biasanya penderita merasa sangat lelah, leher terasa pegal dan<br />kaku, gangguan kesadaran serta penglihatan menjadi kurang jelas. Gejala pada bayi yang terkena<br />meningitis, biasanya menjadi sangat rewel, muncul bercak pada kulit, tangisan lebih keras dan<br />nadanya tinggi, demam ringan, badan terasa kaku, dan terjadi gangguan kesadaran seperti<br />tangannya membuat gerakan tidak beraturan. Dibawah ini merupakan tanda-tanda atau gejala dari Meningitis yang Umum pada bayi dan anak-anak<br />Bayi     * Demam      * Kejang pada tengkuk    * Rewel/gelisah       * Susah makan    * Menangis terus-menerus    * Lemah     * Intensitas interaksi berkurang    * Ubun-ubun membenjol Anak    * Demam    * Kejang pada tengkuk    * Sakit kepala    * Mual    * Bingung/disorientasi    * Serangan mendadak    * Tidak suka cahaya terang (fotofobia)    * Ruam di sekujur tubuh<br />2.6 Pencegahan Meningitis<br />Kebersihan menjadi kunci utama proses pencegahan terjangkit virus atau bakteri<br />penyebab meningitis. Ajarilah anak-anak dan orang-orang sekitar untuk selalu cuci tangan,<br />terutama sebelum makan dan setelah dari kamar mandi. Usahakan pula untuk tidak berbagi<br />makanan, minuman atau alat makan, untuk membantu mencegah penyebaran virus. Selain itu<br />lengkapi juga imunisasi si kecil, termasuk vaksin-vaksin seperti HiB, MMR, dan IPD.<br />Untuk mencegah IPD, termasuk meningitis, Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan vaksin konjugat pneumokokus. Vaksin tersebut dianjurkan untuk diberikan kepada bayi dan anak yang berusia 2 bulan hingga 9 tahun. Pemberian vaksin paling baik dilakukan pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 12 – 15 bulan. “Data yang dikeluarkan Centers for Disease Control and Prevention pada 2005 menyatakan infeksi pneumokokus berkurang hingga 97 persen dalam 6 tahun setelah pemberian vaksin,” kata Dr. Aman. Selain itu, vaksin juga mengurangi jumlah anak yang menjadi pembawa bakteri penyakit tenggorok serta mengurangi penyebaran IPD dari anak ke orang dewasa.<br />Vaksin konjugat pneumokokus juga hanya menimbulkan efek samping yang ringan seperti kulit kemerahan, sedikit bengkak dan nyeri pada daerah sekitar suntikan. Gejala umum setelah pemberian vaksin seperti demam, mengantuk, rewel, nafsu makan berkurang, jarang ditemukan pada bayi. “Vaksinasi pneumokokus boleh diberikan bersamaan dengan vaksin lain, seperti vaksin DTP/HiB, DtaP, Hib, IPV, Hepatitis B, MMR, dan Varicella,” kata Dr. Aman.<br />2.7 Pengobatan meningitis<br />Pengobatan meningitis dapat diobati,tetapi tergantung dari penyebabnya. Pengobatan meningitis dapat dilakukan terapi. Terapi tersebut bertujuan untuk memberantas penyebab infeksi disertai perawatan intensif suportif . Selain itu harus dilakukan pemberian obat sesuai anjuran dokter. Seperti pada tipe Meningitis dibawah ini:<br />
    • Meningitis Tuberkulosis Generalisata
    • 30. Rejimen terapi :2HRZE-7RH
    • 31. 2 Bulan pertama
    • 32. -INH:1 x 400mg/hari, oral
    • 33. -Rifampisin : 1 x 600mg/hari, oral
    • 34. -Pirazinamid: 15 – 30 mg/kg/hari, oral
    • 35. -Sterepsomisin: 15mg/kg/hari, oral Atau
    • 36. -Etambutol: 15 – 20 mg/kg/hari, oral
    • 37. 7-12bulan berikutnya
    • 38. -INH:1 x 400mg/hari, oral
    • 39. -Rifampisin : 1 x 600mg/hari, oral
    2. Steroid<br /> Diberikan untuk:<br />
    • Menghambat reaksi inflamasi
    • 40. Mencegah komplikasi infeksi
    • 41. Menurunkan edema serebri
    • 42. Mencegah perlekatan
    • 43. Mencegah arteritis
    Indikasi:<br />
    • kesadaran menurun
    • 44. deficit neurologi fokal
    Dosis:<br />Deksametason 10 mg bolus intravena,kemudian 4 kali 5 mg intravena selama 2 – 3 mingguselanjutnya turunkan perlahan selama 1 bulan.<br />Disamping tuberkulostatik dapat diberikan rangkaian pengobatan dengan deksametason untuk menghambat edema serebri dan timbulnya perlekatan-perlekatan antara araknoid dan otak.<br />
    • Pada Meningitis Purulenta :
    • 45. Kombinasi ampisilin 12 – 18 gram, kloramfenikol 4 gram, intravena dalam dosis terbagi 4 kali per hari.
    • 46. Dapat ditambahkan campuran trimetoprim 80 mg, sulfametoksazol 400 mg intravena.
    • 47. Dapat pula ditambahkan seftriakson 4 – 6 gram intravena.
    • 48. Meningitis tuberculosis
    • 49. Pengobatan biasanya terdiri dari INH,rifampisin,dan Pirazinamid, kalau berat dapat ditambah etambutol atau streptomisin. Pengobatan Minimal 9 bulan,dapat lebih lama. Pemberian Kortikosteroid sebagai anti imflamasi ,menurunkan tekanan intrakarnial dan mengobati edema otak. Pemberian kortikosteroid selama 2-3 minggu kemudian diturunkan secara bertahap sampai lama pemberian 1 bulan. Ada yang memberinya sampai 3 bulan.
    • 50. Meningitis Bacterial
    • 51. Cairan intravena
    • 52. Koreksigangguan asaam-basa dan elektrolit
    • 53. Kortikosteroid . Berikan deksametason 0,6 mg/kgBB/hari selama 14 hari,15-20 menit sebelum pemberian antibiotic
    • 54. Antibiotik. Terdiri dari 2 fase, yaitu empiric dan setelah ada hasil biarkan dan uji resistensi.Pengobatan empiric pada neonatus adalah kombinasi ampisilin dan aminoglikosida atau ampisilin dan sefotaksim.Pada umur 3bulan sampai 10 tahun kombinasi ampisilin dan kloramfenikol atau sefuroksim /Sefutaksim/Seftriakson. Pada usia lebih dari 10 tahun digunakan penisilin. Pada Neonatus pengobatan selama 21 hari, pada bayi dan anak 10-14 hari
    Antibiotik yang digunakan untuk Meningitis Bakterial <br />KumanAntibiotikH.influenzaeAmpisilin, kloramfenikol, seftriakson, sefotaksimS.pneumoniaePenisilin, kloramfenikol, sefuroksim, seftriakson , vankomisinN.meningitidisPenisilin, kloramfenikol, sefuroksim, seftriaksonStafilokokNafsilin, vankomisin, rifampisinGram negativeSefotaksim, seftazidim, seftriakson, amikasin<br />Dosis yang diberikan Untuk Meningitis Bakterial<br />
    • AntibiotikDosisAmpisilin200-300mg/kgBB/hari(tunggal 400mg)Kloramfenikol100mg/kgBB/hari;Neonatus :50mg/kgBB/hariSefuroksim250mg/kgBB/hariSefotaksim200mg/kgBB/hari; Neonatus 0-7 hari:100mg/kgBB/hari Seftriakson100mg/kgBB/hariSeftazidim150mg/kgBB/hari; Neonatus :60-90mg/kgBB/hariGentamisinNeonatus 0-7hari :5mg/kgBB/hari 7-28hari:7,5mg/kgBB/hariAmikasin10-15mg/kgBB/hari
    BAB III<br />PENUTUP<br />
    • Kesimpulan
    • 55. Meningitis merupakan Radang umum pada arakhnoid dan piamater , disebabkan oleh bakteri , virus ,riketsia atau protozoa yang dapat terjadi secara akut dan kronis.
    • 56. Jenis/ tipe Meningitis terdiri dari :
    • 57. Meningitis Kriptokosus Merupakan meningitis yang disebabkan oleh jamur Kriptokokus
    • 58. Viral Meningitis Merupakan penyakit ringan yang gejalanya mirip sakit flu biasa dan umumnya si penderita dapat sembuh sendiri
    • 59. Bakterial meningitis adalah meningitis yang disebabkan oleh bakteri dan merupakan penyakit yang serius.
    • 60. Meningitis Purulenta radang bernanah araknoid dan piamater yang meliputi otak dan medulla spinalis.
    3.2 Saran<br />Sebaiknya kita harus menjaga kebersihan,karena kebersihan menjadi kunci utama proses pencegahan terjangkit virus atau bakteri penyebab meningitis. Marilah kita ajari anak-anak dan Orang dewasa, serta masyarakat untuk selalu menjaga personal hygiene, kebersihan lingkungan, serta mencuci tangan saat melakukan aktivitas terutama sebelum makan dan setelah dari kamar mandi. Usahakan pula untuk tidak berbagi makanan, minuman atau alat makan, untuk membantu mencegah penyebaran virus. Selain itu lengkapi juga imunisasi si kecil, termasuk vaksin-vaksin seperti HiB, MMR, dan IPD.<br />DAFTAR PUSTAKA<br />Hidayat, A.Aziz Alimul.2006.Pengantar ilmu keperawatan Anak.Salemba Medika:Jakarta<br />Mansjoer, Arif Dkk.2000.Kapita Selekta Kedokteran.Media Aesculapius: Jakarta<br />Arvin, Behrman Kliegaman.1999. Ilmu Kesehatan Anak Vol 2. EGC:Jakarta<br />Biddulpn John.1999.Kesehatan Anak.Gadjah Mada University: Jogjakarta<br />Askep Meningitis ditulis oleh Hidayat2 : http://hidayat2.wordpress.com/2009/03/24/askep-meningitis/. Diunduh pada tanggal 06 April 2010<br /> <br />

×