• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Isi pneumatik
 

Isi pneumatik

on

  • 3,219 views

laporan pneumatik

laporan pneumatik

Statistics

Views

Total Views
3,219
Views on SlideShare
3,219
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
158
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Isi pneumatik Isi pneumatik Document Transcript

    • BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Pada zaman yang serba maju ini dunia dipenuhi oleh teknologi-teknologicanggih yang setiap harinya mengalami perubahan ke arah yang lebih maju.Sehingga tidak jarang mahasiswa teknik mesin dituntut untuk berpikir ke arahdepan guna menghadapi persaingan dunia luar. Alat-alat yang digunakan juga banyak menggunakan sistem pneumatikterutama didunia industri dan perusahaan-perusahaan yang besar yang adadidaerah kita. Oleh karena itu praktikum pneumatik ini merupakan mata kuliah yang harusdiselesaikan oleh mahasiswa teknik mesin untuk dapat mempraktekan sertamemahami dalam melaksanakan sehingga mahasiswa dapat mengetahui peralatanapa saja yang menggunakan aplikasi pneumatik.1.2 Tujuan Adapun tujuan dilaksanakan praktikum pneumatik ini adalah sebagai berikut : 1. Agar mahasiswa mengetahui fungsi dari katup yang digunakan dan dapat membuat rangkaian pneumatik dengan benar. 2. Agar mahasiswa mengetahui peralatan apa saja yang menggunakan sistem pneumatik. 3. Agar mahasiswa mengerti prinsip kerja dari rangkaian pneumatik yang dibuat pada saat praktikum. 4. Agar mahasiswa mengetahui jenis-jenis katup yang digunakan dalam praktikum pneumatik. 1
    • 1.3 Manfaat Adapun manfaat yang didapat setelah melakukan praktikum pneumatik ini adalah sebagai berikut : 1. Mahasiswa dapat mengetahui prinsip kerja dari setiap rangkaian pneumatik. 2. Mahasiswa dapat membuat rangkaian dengan benar serta rangkaian tersebut bisa berjalan sesuai dengan yang dinginkan. 3. Mahasiswa mengetahui peralatan apa saja yang menggunakan aplikasi dari sistem pneumatik.1.4 Sistematika Penulisan Laporan Adapun sistematika penulisan dari laporan praktikum pneumatik ini adalah antara lain : BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini berisikan tentang latar belakang, tujuan dari praktikum, manfaat serta sistematika penulisan. BAB II TEORI DASAR Pada bab ini berisikan tentang teori dasar mengenai praktikum pneumatik. BAB III JAWABAN DARI SOAL-SOAL PADA MODUL YANG SUDAH DIKERJAKAN Bab ini berisi tentang jawaban soal-soal yang dikerjakan pada saat praktikum. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang dapat selama praktikum. 2
    • BAB II TEORI DASAR2.1 Pengertian Pneumatik berasal dari kata Yunani yaitu ”pneuma” yang berarti udara.Jadi Pneumatik adalah ilmu yang berkaitan dengan gerakan maupun kondisi yangberkaitan dengan udara. Perangkat Pneumatik bekerja dengan memanfaatkanudara yang dimampatkan (compressed air). Dalam hal ini udara yang dimampatkan akan didistribusikan kepada sistemyang ada sehingga kapasitas sistem terpenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan udarayang dimampatkan kita memerlukan Compressor.2.2 Komponen Sistem Pneumatik1. Kompressor Kompressor digunakan untuk menghisap udara di atmosfer danmenyimpannya kedalam tangki penampung atau receiver. Kondisi udara dalamatmosfer dipengaruhi oleh suhu dan tekanan. Kompresor yang biasa digunakan ada 2 macam yaitu :a. Kompresor langkah positif (positive-displecement) Pada kompresor langkah positif ada dua jenis : 1. Kompresor bolak-balik (reciprocating) input terbagi lagi jadi 2 yaitu : dengan mempergunakan piston (piston compressor) dan dengan mengunakan diapragma (diaphragma compressor). 2. Kompressor berputar (rotary compressor) terbagi lagi menjadi beberapa bagian yaitu : slinding vane rotary compressor (baling-baling), two axial screw compresor (kompressor ulir) dan root blower.b. Kompressor turbo (turbo compressor) Kompresor ini tidak cocok apabila digunakan sebagai sumber (pengolah)udara yang dimampatkan untuk pneumatik, hal ini disebabkan kerena tekananudara yang dihasilkan terlalu besar. 3
    • 2. Oil and Water Trap Fungsi dari Oil and Water Trap adalah sebagai pemisah oli dan air dariudara yang masuk dari kompressor. Jumlah air persentasenya sangat kecil dalamudara yang masuk kedalam sistem Pneumatik, tetapi dapat menjadi penyebabserius dari tidak berfungsinya sistem.3. Dehydrator. Fungsi unit ini adalah sebagai pemisah kimia untuk memisahkan sisa uaplembab yang mana boleh jadi tertinggal waktu udara melewati unit Oil and WaterTrap.4. The Air Filter Setelah udara yang dikompresi melewati unit Oil and Water Trap dan unitDehydrator, akhirnya udara yang dikompresi akan melewati Filter untukmemisahkan udara dari kemungkinan adanya debu dan kotoran yang manamungkin tedapat dalam udara. Gambar 2.1 The Air Filter5. Restrictor Restrictor adalah tipe dari pengontrol klep yang digunakan dalam sistemPneumatik, Restrictor yang biasa digunakan ada dua tipe yaitu : tipe Orifice danVariable Restrictor.6. Pressure Regulator. Sistem tekanan udara siap masuk pada tekanan tinggi menambah tekananpada bilik dan mendesak beban pada piston. 4
    • Gambar 2.2 Pressure Regulator2.3 Aktuator Aktuator adalah bagian terakhir dari output suatu sistem kontrol Pneumatik.Output biasanya digunakan untuk mengidentifikasi suatu sistem kontrol ataupunaktuator. Pada Pneumatik, jenis aktuator ada bermacam-macam, diantaranya:1. Aktuator gerakan linier: a. Silinder aksi tunggal (Single acting cylinder) Silinder kerja tunggal mempunyai seal piston tunggal yang dipasang padasisi suplai udara bertekanan. Pembuangan udara pada sisi batang piston silinderdikeluarkan ke atmosfir melalui saluran pembuangan. Gambar 2.3 Silinder Aksi Tunggal b. Silinder aksi ganda (Double acting cylinder) Konstruksi silinder kerja ganda adalah sama dengan silinder kerja tunggal,tetapi tidak mempunyai pegas pengembali. Silinder kerja ganda mempunyai duasaluran (saluran masukan dan saluran pembuangan). 5
    • Prinsip kerja dari silinder kerja ganda ini dengan memberikan udarabertekanan pada satu sisi permukaan piston (arah maju), sedangkan sisi yang lain(arah mundur) terbuka ke atmosfir, Gambar 2.4 Silinder Aksi Ganda2. Aktuator gerakan berputar: a. Motor yang digerakkan oleh udara. Motor Pneumatik adalah suatu peralatan Pneumatik yang menghasilkan gerakan putar yang sudut putarnya tidak terbatas bila terhadap peralatan ini dialiri udara yang dimampatkan. Ada 4 jenis motor Pneumatik, yaitu piston motors, sliding vane motors, gear motors, turbin. b. Aktuator yang berputar atau gerakan putar.2.4 Katup Pneumatik Sistem perangkaian Pneumatik terdiri atas katup-katup yang memilikifungsi dan kegunaan yang berbeda-beda, diantaranya yaitu:1. Katup kontrol arah (Directional Control Valve), Katup kontrol arah adalah bagian yang mempengaruhi jalannya aliran udara.Aliran udara akan lewat, terblokir atau membuang ke atmosfir tergantung darilubang dan jalan aliran katup kontrol arah tersebut. Menurut jenisnya katup pengarah dapat di bagi menjadi beberapa jenis : a. Katup 3/2 Katup 3/2 adalah katup yang membangkitkan sinyal dengan sifat bahwasebuah sinyal keluaran dapat dibangkitkan juga dapat dibatalkan/diputuskan.Katup 3/2 mempunyai 3 lubang dan 2 posisi. 6
    • Ada 2 konstruksi sambungan keluaran : a. Posisi normal tertutup (N/C): katup belum diaktifkan, pada lubang keluaran tidak ada aliran udara bertekanan yang keluar. b. Posisi normal terbuka (N/O): katup belum diaktifkan, pada lubang keluaran sudah ada aliran udara bertekanan yang keluar. Adapun dari jenis-jenis katup 3/2 adalah sebagai berikut :1) Katup 3/2 Diaktifkan Secara Pneumatik Katup 3/2 diaktifkan secara Pneumatik , dioperasikan oleh sinyal udara padalubang pengaktifan 12(Z), menggunakan udara dari luar sebagai pembantu. Inidigolongkan sebagai katup beroperasi dengan pilot tunggal, karena hanya ada satusinyal kontrol dan katup mempunyai pegas pengembali.2. Katup 3/2 Pilot Tunggal N/C Gambar 2.5 Katup 3/2 Pilot Tunggal N/C3. Katup 3/2 Pilot Tunggal N/O Gambar 2.6 Katup 3/2 Pilot Tunggal N/O 7
    • 4. Katup 3/2 N/C , Bola Duduk Gambar 2.7 Katup Dalam Keadaan Aktif5. Katup 3/2 Geser Dengan Tangan ( Hand Slide Valve ) Gambar 2.8 Katup 3/2 Geser Dengan Tangan6. Katup 3/2 Dengan Tuas Rol Gambar 2.9 Katup 3/2 , NC Pengaktifan Dengan Tuas Rol 8
    • Jenis katup 3/2 normal terbuka dengan tuas rol diperlihatkan seperti padagambar di bawah : Gambar 2.10 Katup 3/2 , NO, Pengaktifan Dengan Rol b. Katup 4/2 Katup 4/2 mempunyai 4 lubang dan 2 posisi kontak. Sebuah katup 4/2dengan kedudukan piringan adalah sama konstruksi dengan kombinasi gabungandua katup 3/2 . Gambar 2.11 Katup 4/2 Dudukan Piringan, Dalam Keadaan Tidak Aktif c. Katup 4/3 Katup 4/3 mempunyai 4 lubang dan 3 posisi kontak. Contoh katup iniadalah katup geser pelat dengan pengaktifan tangan. Konstruksi katupdiperlihatkan seperti pada gambar di bawah : 9
    • Gambar 2.12 Katup 4/3 , Plat Geser Dengan Posisi Tengah Tertutup Pada saat posisi normal ( pegangan di tengah ), semua lubang terblokir.Pada saat aktif, kanal-kanal sirkulasi akan saling berhubungan dengan berputarnyadua piringan. Jika pegangan diputar ke kanan, aliran dari 1(P) ke 4(A) dan 2(B) ke3(R) terbuka. Sedangkan jika pegangan diputar ke kiri, aliran dari 1(P) ke 2(B)dan 4(A) ke 3(R) terbuka. d. Katup 5/2 Gambar 2.13 Katup 5/2 , Prinsip Geser Mendatar7. Katup searah (Non return valve), Katup satu arah adalah bagian yang menutup aliran ke satu arah danmelewatkannya ke arah yang berlawanan. Jenis- jenis katup searah a. Check valves 10
    • Hanya mempunyai 1 inlet dan 1 outlet, dapat menutup aliran pada satu arah aliran. Pada arah lainnya katup ini dengan bebas dapat mengalirkan aliran udara dengan tekanan rendah. Gambar 2.14 Katup Cekb. Two pressure valve Mempunyai 2 inlet dan 1 outlet. Udara mampat mengalir melalui katup ini bila sinyal udara terdapat pada kedua sambungan inlet. (= Logic AND function) Gambar 2.15 Katup Fungsi “DAN” Dengan Input Pada Yc. Shuttle valve (= Logic OR function) Udara mampat dapat mengalir dari salah satu atau kedua saluran inlet menuju outlet. Gambar 2.16 Katup Fungsi“ATAU” Dengan Input Pada Y 11
    • d. Quick exhaust valve Katup ini berfungsi sebagai penambah kecepatan silinder. Dengan ini memungkinkan waktu yang diperlukan untuk langkah kerja silinder terutama untuk single acting cylinder lebih singkat lagi. Gambar 2.17 Katup Buangan Cepat, Udara Mengalir Ke Silinder3. Katup pengatur aliran (Flow control valve), berfungsi mengatur aliran udarasecara volumetrik. Katup kontrol aliran mempengaruhi volume aliran udara bertekanan yangkeluar pada dua arah. a. Bi-directional flow control valve, mengatur udara ke dua arah. Gambar 2.18 Katup Bi-Directional Flow Control Valve b. One way flow control valve, mengalirkan udara ke satu arah untuk mengatur kecepatan aktuator. 12
    • Gambar 2.19 Katup Kontrol Aliran, Satu Arah4. Katup pengatur tekanan (pressure valve), fungsinya mengatur besarnya tekananudara yang diperlukan. a. Pressure regulating valve Berfungsi mengatur tekanan udara konstan yang dibutuhkan. Gambar 2.20 Katup Pembatas Tekanan b. Pressure limiting valve Gambar 2.21 Katup Pengatur Tekanan 13
    • Simbol-simbol Pneumatik yang digunakan berdasarkan DIN (DeutcheInstitut fur Normung) No. 1219 dan sudah dijadikan ISO dengan nomor yangsama.1. Simbol yang digunakan untuk konversi energi dan preparasi Gambar 2.22 Konversi Energi Dan Preparasi 14
    • 2. Simbol katup penentu arah (simbol penyeimbangan) Gambar 2.23 Simbol Penyeimbangan3. Simbol katup pengatur arah, sambungan port dan posisi Gambar 2.24 Simbol Katup Pengatur Arah4. Simbol/Metoda Aktuasi 15
    • Gambar 2.25 Simbol Metoda Aktuasi 16
    • 5. Contoh penggambaran katup penentu arah beserta sinyal/kontrolnya Gambar 2.26 Katup Penentu Arah Beserta Sinyal/Kontrolnya6. Simbol katup searah Gambar 2.27 Simbol Katup Searah7. Simbol Katup pengatur aliran Gambar 2.28 Simbol Katup Pengatur Aliran8. Simbol katup pengatur tekanan 17
    • Gambar 2.29 Simbol Katup Pengatur Tekanan 18
    • 9. Simbol aktuator linier Gambar 2.30 Simbol Aktuator Linier2.5 Susunan Sistem Pneumatik Susunan sistem Pneumatik merupakan suatu rangkaian yang bila dijalankanmaka akan melakukan kerja.Adapun susunan sistem Pneumatik terdiri atas:1. Catu daya (energi supply) Yang dimaksud catu daya ini adalah pembangkit udara bertekanan(compressor). Catu daya merupakan tempat tersimpannya energi yang siapmelakukan tekanan kerja pada suatu rangkaian jika kran penutup dibuka.2. Elemen masukan (sensors) Elemen masukan atau sensor disini merupakan suatu alat yang digunakanuntuk memulai jalan kerja pada setiap rangkaian.3. Elemen pengolah (processors) Elemen pengolah merupakan alat yang melakukan pengolahan aliransebelum aliran sebelum aliran dijalankan ke elemen control4. Elemen pengontrol (final control elemen) Elemen pengontrol merupakan terdiri dari alat atau katup yang mengontrolgerakan kerja aliran udara sesuai dengan sinyal-sinyal yang diberikan.5. Elemen kerja 19
    • Elemen kerja disini berupa silinder yang dapat menggerakkan piston sesuaidengan aliran udara yang diberikan.2.6 Udara Bertekanan Udara bertekanan memiliki banyak sekali keuntungan, tetapi dengansendirinya juga terdapat segi-segi yang merugikan atau pembatasan-pembatasanpada penggunaan nya. Hal-hal yang menguntungkan dari pneumatik padamekanisasi yang sesuai dengan tujuan sudah diakui oleh cabang-cabang industriyang lebih banyak lagi. Pneumatik mulai digunakan untuk pengendalian maupunpenggerakan mesin-mesin dan alat-alat. Sifat-sifat udara yang mempengaruhi sifat-sifat pengontrolan sistempneumatik antara lain :1. Udara tidak mempunyai bentuk khusus. Bentuknya selalu sesuai dengan tempatnya.2. Dapat dimampatkan /kompresible.3. Memenuhi semua ruang dengan sama rata.4. Dapat dikontrol baik laju alirannya maupun tekanan dan gaya yang bekerja. Ada beberapa media kerja (bentuk energi) yaitu elektrik, hidrolik danpneumatik.Persaingan antara peralatan pneumatik dengan peralatan mekanik,hidrolik atau elektrik makin menjadi besar. Dalam penggunaannya sistem pneumatik diutamakan karena beberapa halyaitu :1. Paling banyak dipertimbangkan untuk beberapa mekanisasi2. Dapat bertahan lebih baik terhadap keadaan-keadaan tertentu Sering kali suatu proses tertentu dengan cara pneumatik, berjalan lebih rapi (efisien) dibandingkan dengan cara lainnya. 20
    • Gambar 2.31 Susunan Sistem Pneumatik2.7 Aljabar Bool Dasar dan Gerbang Logika Dasar1. Bilangan Biner Bilangan biner adalah bilangan yang berbasis dua (2), jadi hanya memilikidua nilai, yaitu : 0 dan 1. Pada permasalahan teknik, arti nilai bilangan binertersebut berkembang lagi dan menjadi dasar dari pola pikir logika, seperti padatabel berikut :Tabel 2.1 Aljabar Bool Nilai Kondisi sinyal Lampu Level Tombol 0 Low Padam Rendah Tidak ditekan 1 High Nyala Tinggi Ditekan 21
    • Tabel berikut memudahkan untuk pengkonversian :Tabel 2.2 Konversi Biner ke Desimal Bilangan Biner Bilangan Desimal No.Bit 7 6 5 4 3 2 1 0 Pengali 27 26 25 24 23 22 21 20 Dst 0 0 0 0 1 0 1 0 102. Gerbang Logika Dasar Catatan : Untuk Operasi Logika “BUKAN”, dibaca “BAR” atau “NOT”Misalnya : Ã Dibaca “A BAR” atau “NOT-A”Aturan penghitunganTabel 2.3 Gerbang Logika Dasar DAN ATAU BUKAN A.0=0 A+0=A Ã=X A.1=A A+1=1 A = A=X A.A=A A+A=A A = A=X A.A=0 A+A=1 A =A=X 22
    • BAB III JAWABAN DARI SOAL-SOAL PADA MODUL YANG SUDAH DIKERJAKANPENGATURAN KECEPATAN LANGKAH MAJU-MUNDUR TERPISAH[PRAKTIKUM 1]Prisip kerja Ketika tombol start ditekan maka saluran (P) dan (A) pada katup 3/2 withpush botton normaly close terhubung, sehingga udara dari manifold mengalir darisaluran (P) menuju saluran (A) pada katup 3/2 with push botton normaly close.Dan mengalir menuju saluran (S) pada flow control 1 , yang berfungsi mengaturtekanan balik piston pada posisi semula, lalu mengalir menuju saluran (T).kemudian mengalir lagi menuju saluran masuk (U) pada flow control (2) yangberfungsi mengatur tekanan maju piston, kemudian mengalir menuju saluran (V) 23
    • dan mengalir ke saluran (W) pada sigle acting cylinder sehingga menekan pistonmaju. Ketika tombol start pada katup 3/2 with push botton normaly close dilepasmaka, hubungan saluran (P) dan (A) pada 3/2 with push botton normaly closeterputus, dan piston kembali ke semula karna adanya spring. Udara mengalir kesaluran (W) single acting cylinder menuju saluran (V) pada flow control 2 dansaluran (U) . dan mengalir menuju saluran (T) pada flow control (1) dan mengalirmenuju saluran (S) pada flow control (1) dan mengalir kembali menuju saluran(A) dan mengalir keluar menuju saluran (R) pada katup 3/2 with push bottonnormaly close.MEMPERBESAR KECEPATAN LANGKAH MUNDUR[PRAKTIKUM 2] 24
    • PRINSIP KERJA Ketika tombol start ditekan maka saluran (P) dan (A) pada katup 3/2 withpush button normaly close terhubung udara dari manifold mengalir menujusaluran (P) pada katup 3/2 with push button normaly close menuju saluran (A)dan udara mengalir ke saluran (D) pada flow control yang berfungsi mengaturtekanan maju piston. Dan udara mengalir menuju saluran (E) dan mengalirmenuju saluran (F) pada quick exhaust valve yang berfungsi mempercepatpembuangan udara, dan mengalir menuju saluran (G) dan mengalir pada saluran(H) pada single acting cylinder, sehingga menekan piston maju. Pada saat tombol start push botton 3/2 normaly close dilepas , maka saluran(P) dan (A) pada katup 3/2 with push button terputus. Dan piston kembali keposisi semula karna adanya spring, dan udara dari saluran (H) mengalir menujusaluran (G) quick exhaust valve dan udara mengalir keluar menuju saluran (I)quick exhaust valve. 25
    • PENGATURAN KECEPATAN LANGKAH MAJU-MUNDUR MELALUIPENYUMBATAN UDARA CATU[PRAKTIKUM 3]PRINSIP KERJA: Sebelum tombol start ditekan saluran (P) dan saluran (B) pada katup 5/2with push button terhubung udara dari manifold masuk menuju saluran (P) danmengalir ke saluran (B) pada katup 5/2 with push button. Dan mengalir menujusaluran (C) flow control (1), dan saluran (D), dan menuju saluran (E) pada doubleacting cylinder yang menekan piston pada posisi normal. Ketika tombol start 5/2 with push button ditekan maka, saluran (P) dansaluran (B) terputus, dan saluran (P) terhubung ke saluran (A). sehingga udaradari manifold mengalir menuju saluran (P) dan menuju saluran (A) pada katup5/2 with push button dan udara mengalir menuju saluran (H) pada flow control (2)yang berfungsi mengatur tekanan maju piston. Dan mengalir kembali menujusaluran (G) pada flow control (2) dan mengalir menuju saluran ( F) pada doubleacting cylinder sehingga piston maju. Pada saat tombol start 5/2 with push button dilepas saluran (P) dan saluran(B) terhubung, udara dari manifold mengalir menuju saluran (P) dan mengalirmenuju saluran (B) pada katup 5/2 with push button dan udara mengalir menuju 26
    • saluran (C) pada flow control (1) yang berfungsi mengatur tekanan balik pistondan mengalir menuju saluran (D) pada flow control (1) dan mengalir ke saluran(E) pada doule acting cylinder yang menekan piston mundur, dan udara mengalirke saluran (F) pada doule acting cylinder, dan mengalir menuju saluran (G) padaflow control (2) yang berfungsi mengatur tekanan maju piston. Dan mengalir kesaluran (H) flow control (2) dan mengalir menuju saluran (A) pada 5/2 with pushbutton dan keluar menuju saluran (S) pada 5/2 with push button. 27
    • PENGATURAN KECEPATAN LANGKAH MAJU-MUNDUR MELALUIPENYUMBATAN UDARA BUANG[PRAKTIKUM 4]PRINSIP KERJA: Sebelum tombol start ditekan saluran (P) dan (B) pada 5/2 with pushbutton terhubung, udara dari manifold mengalir menuju saluran (P) pada katup5/2 with push button dan mengalir menuju saluran (K) pada flow control (1) yangberfungsi mengatur kecepatan balik piston. Dan mengalir ke saluran (L) pada flowcontrol (1) dan mengalir ke saluran (M) pada double acting cylinder yangmenekan piston mundur ke posisi normal. Ketika tombol start 5/2 with push button ditekan maka, saluran (P) dansaluran (B) pada katup 5/2 with push button terputus. Dan saluran (P) dan (A)pada katup 5/2 with push button terhubung. Udara dari manifold mengalir kesaluran (P) dan (A) pada katup 5/2 with push button , dan mengalir menujusaluran (Z) pada flow control (2) yang berfungsi mengatur kecepatan mundur 28
    • piston. Dan mengalir ke saluran (O) pada flow control (2) dan mengalir ke saluran(N) pada double acting cylinder, sehingga piston keluar. Pada saat tombol start 5/2 with push button dilepas saluran (P) dan (B)pada katup 5/2 with push button terhubung , udara dari manifold mengalir menujusaluran (P) dan (B) pada katup 5/2 with push button dan mengalir menuju saluran(K) pada flow control (1) yang berfungsi mengatur kecepatan balik piston, danmengalir ke saluran (L) pada flow control (1) dan mengalir ke saluran (M) doubleacting cylinder, sehingga piston bergerak mundur, dan udara mengalir ke saluran(N) pada double acting cylinder , dan mengalir menuju saluran (O) pada flowcontrol (2) yang berfungsi mengatur kecepatan maju piston, dan mengalir kesaluran (Z) pada flow control (2) dan mengalir ke saluran (A) pada katup 5/2 withpush button dan mengalir keluar menuju saluran (S) pada katup 5/2 with pushbutton. 29
    • PENGATURAN KECEPATAN LANGKAH SATU ARAH[PRAKTIKUM 5] A. SUPPLY AIR THROTTLINGPRINSIP KERJA: Sebelum tombol start ditekan saluran (P) dan (B) pada katup 5/2 with pushbutton terhubung, udara dari manifold mengalir menuju saluran (P) dan (B) padakatup 5/2 with push button. Dan mengalir menuju saluran (F) pada double actingcylinder sehingga piston mundur pada posisi normal. Ketika tombol start ditekan saluran (P) dan (A) pada katup 5/2 with pushbutton terhubung , udara dari manifold mengalir menuju saluran (P) dan mengalirke saluran (A) pada katup 5/2 with push button dan udara mengalir menujusaluaran (C) pada flow control yang berfungsi mengatur kecepatan maju piston,dan mengalir menuju saluran (D) flow control dan udara mengalir menuju saluran(E) pada double acting cylinder dan udara mendorong piston maju. 30
    • Ketika tombol start 5/2 with push button dilepas maka, saluran (P) dan (B)pada katup 5/2 with push button terhubung kemudian udara dari manifoldmengalir ke saluran (P) dan (B) pada katup 5/2 with push button dan mengalirmenuju saluran (F) pada double acting cylinder dan udara menekan piston padaposisi normal. Udara mengalir ke saluran (E) pada double acting cylinder danmengalir menuju saluran (D) flow control yang berfungsi mengatur kecepatanmaju piston. Dan mengalir menuju saluran (C) pada flow control dan mengalir kesaluran (A) pada 5/2 with push button dan keluar menuju saluran (S) pada 5/2with push button. 31
    • B. EXHAUST AIR THROTTLINGPRINSIP KERJA Sebelum tombol start ditekan saluran (P) dan (B) pada 5/2 with push buttonterhubung, udara dari manifold mengalir menuju saluran (P) dan saluran (B) pada5/2 with push button dan mengalirmenuju saluran (S) pada flow control yangberfungsi mengatur kecepatan maju pada piston dan mengalir menuju saluran (E)pada flow control dan mengalir menuju saluran (T) pada double acting cylinder,sehingga menekan piston mundur ke posisi normal. Ketika tombol start ditekan saluran (P) dan (A) pada 5/2 with push buttonterhubung , sehingga udara dari manifold mengalir menuju saluran (P) dan (A)pada katup 5/2 with push button dan mengalir menuju saluran (O) pada doubleacting cylinder sehingga piston bergerak maju Ketika tombol start dilepas, saluran (P) dan (B) pada katup 5/2 with pushbutton terhubung udara dari manifold mengalir menuju saluran (P) dan (B) padakatup 5/2 with push button dan mengalir menuju saluran (S) pada flow control 32
    • yang berfungsi mengatur kecepatan maju piston , dan udara mengalir ke saluran(E) pda flow control dan udara mengalir ke saluran (T) double actng cylinder danmengalir menuju saluran (A) pada katup 5/2 with push button dan keluar kesaluran (S pada katup 5/2 with push button.PENGGUNAAN DUA BUAH ROLLER UNTUK PENGEMBALIAN SECARAOTOMATIS[PRAKTIKUM 6]PRINSIP KERJA: Sebelum tombol strat 3/2 with push button normaly close ditekan maka udaradari manifold masuk ke katup 5/2 double pilot valve melalui saluran (P) yangterhubung ke saluran (B) dan udara mengalir ke saluran (X) pada double actingcylinder , dan piston masuk ke dalam . pada saat itu Udara dari manifold menujuke roller (B) pada saluran (P) yang terhubung ke saluran (A) pada roller(B). udaramasuk ke dual pressure melalui saluran (Y). Pada saat tombol start 3/2 with push button normaly close ditekan saluran (P)dan (A) pada katup 3/2 with push button normaly close terhubung, udara darimanifold masuk kesaluran (P) dan (A) pada katup 3/2 with push button normaly 33
    • close dan udara mengalir ke saluran (X) pada dual pressure valve, udara darisaluran (A) pada dual pressure valve mengalir ke saluran 14(Z) pada katup 5/2double pilot valve , sehingga posisi katup berubah saluran (P) dan (A) pada katup5/2 double pilot valve terhubung, udara dari manifold mengalir menuju saluran(P) dan (A) pada katup 5/2 double pilot valve dam mengalir ke saluran (M) padadouble acting cylinder sehingga mendorong piston keluar, pada saat ujung pistonmenyentuh roller (A) sehingga posisi 3/2 roller valve (A) berubah udara darisaluran (P) terhubung ke saluran (A) menuju saluran 12(Y) pada katup 5/2 doublepilot valve, sehingga posisi katup 5/2 double pilot valve berubah saluran (P) dan(B) pada katup 5/2 double pilot valve tethubung , udara dari manifold masuk kesaluran (P) dan (B) pada katup 5/2 double pilot valve, dan mengalir menujusaluran (X) pada double acting cylinder sehingga piston masuk , maka terjadilahgerakan bolak-balik. Pada saat tombol start 3/2 with push button normaly close dilepas maka saluran(P) dan (A) pada 3/2 with push button normaly close terputus dan udara darimanifold tidak mengalir dan udara dari saluran (X) pada double acting cylindermengalir menuju saluran (B) pada katup (5/2) double pilot valve, dan udara keluarmelalui saluran (S) pada katup double pilot valve 34
    • PENGONTROLAN SECARA MANUAL[PRAKTIKUM 7] 35
    • PENGONTROLAN SECARA AUTOMATIK[PRAKTIKUM 8] 36
    • RANGKAIAN LOGIKA ‘OR’[PRAKTIKUM 9] 37
    • RANGKAIAN LOGIKA ‘AND’[PRAKTIKUM 10] 38
    • PRAKTIKUM11 RANGKAIAN KONBINASI LOGIKA ‘AND-OR’(ANF ORCIRCUIT)1. Persamaan aljabar bool = T1 + T2 + T3 . A3 = (T1 . T2. T3) T41. Skema rangkaian digital 39
    • 2. Skema rangkaian Pneumatik : 40
    • RANGKAIAN APLIKASI SQUENSIONAL(PRAKTIKUM 12)Prinsip kerja 12 Sebelum tombol start 3/2 with push button normaly close ditekan, udara daimanifold masuk ke katup 5/2 double pilot valve, melalui saluran (P) terhubung kesaluran (B) dan udara mengalir ke saluran (M) pada double acting cylinder danpiston masuk kedalam.pada saat itu udara dari manifold masuk ke roller (A) padasaluran (P) yang terhubung ke saluran (A) pada roller (A) udara masuk ke dualpressure melalui saluran 12(Y) Ketika tombol start 3/2 with push button normaly close ditekan maka , saluran(P) dan (A) pada 3/2 with push button normaly close terhubung. Udara dari 41
    • manifold masuk menuju saluran (P) dan mengalir ke saluran (A) pada katup 3/2with push button normaly close dan mengalir ke saluran 12(Z) pada pressuresequence valve yang berfungsi mengatur tekanan piston maju untuk beberapa saat,sehingga saluran (P) dan (A) pada pada pressure sequence valve dan mengalir kesaluran 14(Z) 5/2 double pilot valve, sehingga saluran (P) dan (A) pada 5/2double pilot valve terhubung udara dari manifold mengalir menuju saluran (P) dan(A) pada 5/2 double pilot valve dan mengalir ke saluran (X) pada double actingcylinder dan piston bergerak maju. Pada saat tombol start 3/2 with push button normaly close dilepas maka,saluran (P) dan (A) pada katup3/2 with push button normaly close terputus, udaradari manifold tidak mengalir dan piston bergerak mundur. Udara dari saluran (M)double acting cylinder dan mengalir menuju saluran (B) pada 5/2 double pilotvalve dan mengalir keluar melalui saluran (S) pada 5/2 double pilot valve. 42
    • RANGKAIAN APLIKASI KATUP TIME DELAY[PRAKTIKUM 13]Prinsip kerja 13: Pada saat tombol start 3/2 with push button normaly close ditekan, makasaluran (P) dan (A) pada katup 3/2 with push button normaly close terhubung ,udara dari manifold masuk menuju saluran (P) dan mengalir ke saluran (A) padakatup 3/2 with push button normaly close dan mengalir ke saluran 12(Z) padatime delay yang berfungsi mengatur waktu tunda pada saat piston maju, sehinggasaluran (P) dan (A) pada time delay terhubung, udara dari manifold mengalir kesaluran (P) dan (A) pada time delay dan udara mengalir menuju saluran 12(Z)pada 3/2 pneumatic valve normaly close, sehingga saluran (P) dan (A) pada 3/2pneumatic valve normaly close terhubung, udara dari manifold mengalir ke 43
    • saluran (P) dan (A) pada 3/2 pneumatic valve normaly close dan mengalir kesaluran (M) pada single acting cylinder, sehingga piston bergerak maju. Pada saat tombol pada 3/2 pneumatic valve normaly close dilepas , saluran(P) dan (A) pada 3/2 pneumatic valve normaly close terputus, sehingga udara darimanifold tidak mengalir dan udara dari saluran (M) pada single acting cylindermengalir menuju saluran (A) pada pada 3/2 pneumatic valve normaly close dankeluar menuju saluran (R) pada pada 3/2 pneumatic valve normaly close.RANGKAIAN APLIKASI PENGHITUNG[PRAKTIKUM 14 PEMISAHAN KOTAK] 44
    • SISTEM PENGUNCIAN DOMINAN “OFF:[PRAKTIKUM 15]Prinsip kerja 15 Pada saat tombol on pada 3/2 with push button normaly close ditekan makasaluran (P) dan (A) pada 3/2 with push button normaly close terhubung, sehinggaudara dari manifold mengalir menuju saluran (P) dan (A) pada 3/2 with pushbutton normaly close dan udara mengalir ke saluran (Y) pada shutt valve danmengalir melalui saluran (P) dan (A) pada 3/2 katup with push button normalyopen dan udara mengalir ke saluran 14(Z) pada 3/2 pneumatic valve normalyclose, sehingga saluran (P) dan (A) pada 3/2 pneumatic valve terhubung. Udaradari saluran (A) pada 3/2 pneumatic valve terbagi ke beberapa saluran 1. Saluran (M) pada single acting cylinder sehingga piston keluar 45
    • 2. Saluran (X) pada shuttle valve udara mengalir ke saluran (A) pada shuttle valve terhubung ke katup 3/2 push button normaly open saluran (A) dan (P) pada 3/2 push button normaly open terhubung dan mengalir ke 14(Z) pada 3/2 pneumatic valve normaly close, sehingga saluran (P) dan (A) pada 3/2 pneumatic valve normaly close terhubung dan mengalir ke saluran (M) pada single acting cylinder sehingga piston tetap tertahan di luar. Apabila tombol off pada 3/2 swith push button normaly open ditekan makasaluran (P) dan (A) pada katup 3/2 swith push button normaly open terputus ,sehingga berubah menjadi katup 3/2 swith push button normaly close dan udaradari manifold tidak mengalir dan piston bergerak mundur , dari saluran (M) padasingle acting cylinder mengalir menuju saluran (A) pada 3/2 pneumatic valvemenuju salurabn (R) pada 3/2 pneumatic valve . Sistem penguncian dominan off apabila kedua tombol on dan off ditekanbersamaan maka piston berada pada posisi normal. 46
    • SISTEM PENGUNCIAN DOMINAN “ON:[PRAKTIKUM 16]Prinsip Kerja Praktikum 16 Apabila tombol ON pada katup 3/2 normaly close ditekan maka saluran(P) dan (A) pada katup 3/2 normaly close terhubung, udara darai manifold masukmenuju katup 3/2 normaly close dari saluran (P) dan (A) serta masuk menujusaluran (Y) pada shutt valve terhubung ke saluran 14(Z) pada katup 3/2 pneumaticvalve normaly close. Sehingga posisi katup berubah saluran (P) dan (A) padakatup 3/2 pneumatic valve normaly close, terhubung , udara dari manifold masukmenuju saluran (P) dan (A) pada pneumatic valve normaly close, dari saluran (A)pneumatic valve normaly close, udara terbagi : 1. Ke saluran (M) pada single acting cylinder sehingga piston keluar 47
    • 2. Ke katup 3/2 normaly open, udara dari saluran (P) terhubung ke saluran (A) pada 3/2 normaly open, dan udara mengalir ke saluran (X) pada shutt valve, terhubung ke seluran 14(Z) pada 3/2 pneumatic valve normaly close udara mengalir ke saluran (A) dan mengalir menuju saluran (M) single acting cylinder sehingga piston tetap tertahan di luar. Apabila tombol OFF pada katup 3/2 normaly open ditekan maka katup 3/2normaly open berubah ke posisi close, sehingga udara dari saluran (P) yangterhubung ke saluran (A) pada katup 3/2 normaly open terputus, udara darisaluran (A) pada katup shutt valve yang terhubung ke saluran 14(Z) pada katup3/2 pneumatic valve normaly close tidak dialiri udara, sehingga katup 3/2pneumatic valve normaly close berubah maka piston masuk ke silinder, udara darisaluran (M) masuk ke saluran (A) 3/2 pneumatic valve normaly close dan keluarke saluran (R) pada katup 3/2 pneumatic valve normaly close. System penguncian dikatakan dominan ON apabila kedua tombol ON danOFF ditekan bersamaan maka piston keluar. 48
    • RANGKAIAN APLIKASI KATUP TUNDA WAKTU DAN IMPULS DIRAC[PRAKTIKUM 17 PRESS UNTUK PENGELEMAN] 49
    • IMPULS DIRAC DENGAN ONE-WAY FLOW CONTROL[PRAKTIKUM 18]Prinsip Kerja Pada saat tombol start 3/2 with push button normaly close ditekan maka,saluran (1) dan (2) pada 3/2 with push button normaly close terhubung, udara darimanifold mengalir ke saluran (1) dan (2) pada katup 3/2 with push button normalyclose. Dari saluran (2) pada 3/2 with push button normaly close udara terbagimenuju: 1. Saluran (1) dan (2) pada katup 3/2 pneumatic normaly open. 2. Menuju saluran (Y) pada flow control yang berfungsi mengatur besarnya tekanan udara yang akan menuju katup 3/2 pneumatic normaly open, melalui saluran 12 (Z), kemudian udara dari saluran (1) dan (2) pada katup 3/2 pneumatic valve normaly open terhubung dalam waktu sesaat, sebelum 50
    • katup terdorong, udara dari saluran (2) pada 3/2 pneumatic valve normaly open mengalir ke saluran (X) pada single acting cylinder, sehingga mendorong piston maju dalam waktu sesaat lalu piston bergerak mundur ke posisi normal.IMPULS DIRAC DENGAN TIME DELAY SWITCH ON NORMALY OPEN[PRAKTIKUM 19]Prinsip Kerja Pada saat tombol start pada 3/2 with push button normaly close ditekanmaka, saluran (P) dan (A) pada katup 3/2 with push button normaly closeterhubung udara dari manifold masuk menuju saluran (P) dan (A) udara darisaluran (A) pada katup 3/2 with push button normaly close terbagi denganmengunakan fitting menuju : 1. Saluran (P) menuju saluran (A) pada time delay swith on normaly open dan mengalir menuju saluran (X) pada single acting cylinder, sehingga posisi silinder bergerak maju. 51
    • 2. Saluran (Z) pada time delay swith on normaly open berubah menjadi close, sehingga saluran (P) dan (A) terputus dan mengakibatkan piston mundur.RANGKAIAN APLIKASI KATUP GERBANG LOGIKA DAN IMPULSDIRAC[PRAKTIKUM 20 : PENGAMANAN MESIN FREIS]RANGKAIAN KOMBINASI EXOR[PRAKTIKUM 21 PENGONTROL PINTU DENGAN DUA TOMBOL]1.Tabel Kebenaran. T1 T2 Y 0 0 0 52
    • 0 1 1 1 0 1 1 1 03.Skema Rangkaian PneumatikPRAKTIKUM 22 PENGONTROL PINTU DENGAN TIGA TOMBOL1.Tabel Kebenaran T1 T2 T3 Y 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 53
    • 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 02.Persamaan Aljabar Bool. Y= A.B.C+A.B.C+A.B.C = A.(B.C+B.C)+A.B.C3. Skema Rangkaian Pneumatik 54
    • BI-STABIL DENGAN LAGIKA “OR”[PRAKTIKUM 23]Prinsip Kerja Sebelum tombol start ditakan, maka saluran (P) dan (B) pada katup 5/2double pilot (2) terhubung, udara dari manifold mengalir ke saluran (P) dan (B)pada katup 5/2 double pilot (2). Dan mengalir ke saluran (K) pada flow control(B) yang berfungsi mengatur aliran udara. Kemudian udara ke saluran (L) flowcontrol (B) menuju saluran (M) pada cylinder aksi ganda. Sehingga piston berada 55
    • pada posisi normal, sehingga udara dari saluran (B) 5/2 double pilot mengalir kesaluran (X) shutt valve (2) melalui fitting. Yang berfungsi membagi udara darisaluran (B) 5/2 double pilot. Kemudian udara mengalir ke saluran (A) pada shuttvalve (2) dan mengalir menuju saluran (Y) pada katup 5/2 double pilot (1). Pada saat tombol start pada katup 3/2 with push button ditekan makasaluran (P) dan (A) pada katup 5/2 with push button normaly close terhubung,sehingga udara dari manifold mengalir menuju saluran (P) dan (A) pada katup 5/2with push button normaly close dan udara mengalir ke saluran (P) pada katup 5/2double pilot (1) dan saluran (B), kemudian udara mengalir ke saluran 14(Z) padakatup 5/2 duble pilot (2), sehingga saluran (P) dan (A) pada katup 5/2 double pilot(2) mengalir ke saluran (O) pada flow control (A) yang berfungsi mengatur aliranudara dan mengalir ke saluran (N) dan mengalir ke saluran (X) pada doubleacting cylinder dan mendorong piston bergerak maju, sebagian udara pada saluran(B) double pilot (1) mengalir ke saluran (Y) pada shutt valve (2) dan mengalir kesaluran (A) dan mengalir ke saluran 12(Y). Udara yang berada pada saluran (Y) pada silinderaksi ganda, akanmengalir ke saluran (L) dan (K) pada flow control (B) menuju saluran (B) dan (R)pada katup 5/2 double pilot (2). Pada rangakaian inipiston bergerak sesuai dengan tombol 3/2 with pushbutton normaly close, meskipun ketika piston belum sampai pada posisi terluar. 56
    • BI-STABIL DENGAN GERBANG LOGIKA “AND”[PRAKTIKUM 24]Prinsip Kerja Sebelum tombol start 5/2 with push button ditekan, maka saluran (P) dan(B) pada katup 5/2 with push button terhubung udara dari manifold mengalirmenuju saluran (P) dan (B) pada katup double pilot (2) dan udara mengalir kesaluran (M) flow control (2) yang berfungsi mengatur aliran udara , dan mengalirke saluran (N) pada flow control (2) dan mengalir ke saluran (L) pada doubleacting cylinder sehingga posisi piston berada pada posisi normal, udara darisaluran (B) pada katup 5/2 double pilot (2) sebagian mengalir ke saluran (X) padakatup dual pressure (2). 57
    • Pada saat tombol start pada 5/2 with push button ditekan, maka saluran (P)dan (A) pada katup 5/2 with push button terhubung, udara dari manifold mengalirke saluran (P) dan (A) pada 5/2 with push button, dan mengalir ke saluran (P) dan(B) pada katup 5/2 double pilot (1) dan mengalir menuju saluran 14(Z) pada katup5/2 double pilot (2) sehingga saluran (P) dan (A) pada katup double pilot (2)terhubung dan mengalir menuju saluran (P) pada flow control (1) yang berfungsimengatur aliran udara, sebagian udara mengalir ke saluran (X) pada dual pressure(1), dan udara mengalir ke flow control (1) saluran (O) dan mengalir menujusaluran (X) pada silinder aksi ganda sehingga piston bergerak maju. Ketika itutombol 5/2 wihh push button dilepas dan posisi piston masih berada diluar. Piston akan kembali ke posisi normal apabila tombol 5/2 push buttonditekan kembali. 58
    • BI-STABIL DENGAN KATUP 3/2[PRAKTIKUM 25]rinsip Kerja Sebelum tombol start ditekan saluran (P) dan (B) pada katup 5/2 doubleselenoid (2) terhubung udara dari manifold mengalir ke saluran (P) dan (B) padakatup 5/2 double selenoid (2), udara dari saluran (B) 5/2 double selenoid (2)terbagi 2 yaitu: a. Menuju saluran (S) pada flow control (B) dan saluran (T) flow control (B) dan mengalir ke saluran (U) pada double acting cylinder dan menekan piston pada posisi normal 59
    • b. Menuju saluran (P) pada katup 3/2 pneumatic valve normaly open Pada saat tombol start pada 3/2 with push button normaly close di tekan makasaluran (P) dan (A) pada 3/2 with push button normaly close terhubung, udara darimanifold masuk ke saluran (P) dan (A), dan dari saluran (A) pada 3/2 with pushbutton normaly close udara terbagi ke tiga saluran 1. Saluran 14(Z) pada katup 3/2 pneumatic valve normaly open (1). 2. Saluran 14(Z) pada katup 3/2 pneumatic valve normaly open (2). 3. Ke saluran (P) pada katup 5/2 double pilot (1) dan saluran (P) dan (B) pada 5/2 double pilot (1) terhubung, dari saluran (B) pada 5/2 doule pilot (2) udara mengalir ke 14(Z) pada 5/2 double pilot (2) sehingga posisi katup berubah saluran (P) dan (A) pada 5/2 double pilot (2) terhubung dan udara mengalir ke saluran (X) pada flow control (A), dan mengalir ke saluran (W) pada flow control (A) dan mengalir ke saluran (V) double acting cylinder sehingga mengakibatkan piston bergerak maju dan tertahan. Pada saat tombol start pada 3/2 with push button normaly close di tekankembali maka saluran (P) dan (A) pada 3/2 with push button normaly closeterhubung udara dari manifold mengalir ke saluran (P) dan (A) pada katup 3/2with push button normaly close, dan udara dari saluran (P) dan (A) pada 5/2double pilot (2) mengalir menuju saluran (P) pada 3/2 pneumatic normaly opendan mengalir menuju saluran (A) 3/2 pnematic valve dan mengalirmenuju saluran12(Y) pada 5/2 duoble pilot valve (1) sehingga posisi katup berubah saluran (P)dan (A) pada 5/2 duoble pilot valve (1) terhubung, udara mengalir ke saluran12(Y) pada double pilot (2) sehingga saluran (P) dan (B) double pilot (2)terhubung dan udara mengalir ke saluran (S) pada flow control (B) dan mengalirmenuju saluran (T) pada flow control (B), serta mengalir menuju saluran (U) padadouble acting cylinder dan menekan piston maju. 60
    • BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN4.1 KESIMPULAN Adapun kesimpulan yang dapat dalam praktikum pneumatiki adalah:1. Pneumatik adalah ilmu yang berkaitan dengan gerakan maupun kondisi yang berkaitan dengan udara. Perangkat Pneumatik bekerja dengan memanfaatkan udara yang dimampatkan (compressed air).2. Untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan pada pneumatic dapat diselesaikan dengan banyak cara dan dengan penggunaan katup yang berbeda-beda juga sesuai dengan penggunaanya.3. Sistem pneumatik pada suatu rangkaian akan bekerja dengan benar jika penggunaan komponen sesuai dengan fungsinya.4.2 SARAN Adapun saran yang dapat penulis berikan setelah melakukan praktikumyaitu:1. Supaya tidak sulit dalam membuat suatu rangkaian pneumatik mahasiswa seharusnya lebih mengetahui fungsi dari berbagai macam katup, dan komponen-komponen pneumatik lainya.2. Dalam membuat suatu rangkaian haruslah benar-benar teliti agar rangkaian yang di buat sesuai dengan yang dinginkan.3. Ketika ingin memasang selang dari manifold ke katup sebaiknya selang dipasang pada katup terlebih dahulu kemudian baru dipasang pada manifold, supaya selang tidak terbang ketika dipasang., dan jika selang sering lepas gunakanlah kain untuk menganjalnya.4. Ketika ingin melepas selang dari manifold hendalaklah penjepit pada katup atau manifold ditekan kedalam terlebih dahulu. 61
    • 62