Kurva s jasa konsultansi

9,525 views

Published on

1 Comment
6 Likes
Statistics
Notes
  • How to make S-Curve with 3 contract, can you explain me?

    Thanks.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
9,525
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
350
Comments
1
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kurva s jasa konsultansi

  1. 1. Kurva S-2013 Hal - 1Kurva-S Jasa KonsultansiIr. Nugroho Satrio S, MMSII. PENDAHULUANDalam manajemen proyek banyak dijumpai alat yang dapat dipakai dalam evaluasi pelaksanaanproyek. Keberhasilan suatu proyek yakni mencapai tujuan akhir dilakukan denganmenyelaraskan 3 (tiga) sasaran utama proyek, yaitu : (i) biaya yang optimal, (ii) mutu yang bagusdan (iii) waktu yang tepat, semua itu sangat dipengaruhi oleh kecermatan dari perencanaproyek (project planner) dalam menjadwal pelaksanaan suatu proyek.Proyek adalah sebuah bisnis yang memiliki batasan, diantaranya adalah :• Adanya batasan waktu pelaksanaan;• Adanya batasan pemakaian sejumlah sumber daya manusia;• Adanya batasan nilai dari sebuah proyek;• dsb.Berbeda dengan bisnis lainnya, seperti industri, manufacture, assembling, garment, dsb. Padaberbagai industri tersebut tidak ada batasan waktu pelaksanaan, karena proses produksi (secaranormal) berlangsung sepanjang tahun dan terus menerus. Tidak ada batasan penggunaansumber daya manusia, karena kebutuhan sumber daya manusia bisa bertambah seiring denganpertambahan barang atau produk yang akan dihasilkan. Juga tidak ada batasan nilai proyek,karena nilai sebuah proyek bisa ditambah atau dikurangi sesuai dengan banyaknya produk ataubarang yang ingin dihasilkan, misalnya pesawat telepon, pakaian, mie instant, kendaraanbermotor, barang dalam kemasan, dsb.Bandingkan dengan proyek, dalam kondisi normal sebuah proyek tidak bisa menambah waktupelaksanaan proyek, karena proyek punya batasan waktu yakni dimulainya suatu proyek dandiakhirinya suatu proyek. Konsultan juga tidak bisa menambah penggunaan sumber dayamanusia, karena jumlah sumber daya manusia telah disesuaikan dengan besarnya volumesesuai dengan keahlian yang diperlukan dalam sebuah proyek. Proyek juga tidak bisamenambah nilai dari sebuah proyek, karena nilai proyek ditentukan oleh pemilik (owner)proyek, bisa pemerintah atau mungkin juga pihak swasta.Dari berbagai keterbatasan itu, maka proyek membutuhkan adanya perencanaan, penjadwalandan pengendalian proyek. Tujuannya adalah menyelaraskan antara biaya proyek yang optimal,mutu pekerjaan yang berkualitas, dan waktu pelaksanaan yang tepat. Karena ketiganya adalahunsur yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya.
  2. 2. Kurva S-2013 Hal - 2Ilustrasi dari 3 (tiga) circles diagram diatas adalah :• Jika biaya proyek berkurang (atau dikurangi) sementara waktu pelaksanaandirencanakan tetap, maka secara otomatis anggaran belanja akan dikurangi dan mutupekerjaan akan berkurang –> Secara umum proyek Rugi!• Jika waktu pelaksanaan mundur/terlambat, sementara tidak ada rencana penambahananggaran, maka mutu pekerjaan juga akan berkurang –> Secara umum proyek Rugi!• Jika mutu ingin dijaga, sementara waktu pelaksanaan mundur/terlambat, maka akanterjadi peningkatan anggaran belanja –> Secara umum proyek juga Rugi!Inti dari 3 (tiga) unsur proyek tersebut adalah upaya dalam menjadwal dan mengendalikanpelaksanaan proyek agar berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, selesai tepatpada waktunya, sehingga tidak terjadi pengurangan mutu pekerjaan atau penambahananggaran belanja.Untuk maksud tersebut diatas, maka dalam evaluasi proyek, khususnya dalam perencanaan danpengendalian proyek dibutuhkan adanya suatu alat manajemen agar dapat mengontrol danmemonitor, alat manajemen yang umum dikenal salah satunya adalah Kurva-SII. DEFINISI KURVA-SKurva S merupakan suatu grafik yang menggambarkan kemajuan proyek yang diplot padakoordinat sumbu absis (X) yang menyatakan satuan waktu sepanjang masa proyek, dan sumbuordinat (Y) yang menyatakan prosentase kumulatif biaya selama masa proyek tersebut.
  3. 3. Kurva S-2013 Hal - 3Pada diagram Kurva-S dapat diketahui biaya yang dibutuhkan dalam satuan waktu, kemajuanpekerjaan yang didasarkan pada volume yang dihasilkan. Pengendalian terhadap pelaksanaanproyek dilakukan dengan membandingkan posisi Kurva-S aktual terhadap Kurva-S rencana.III. FUNGSI KURVA-SSecara umum Kurva-S mempunyai 2 (dua) fungsi utama, yaitu;1. Kurva-S sebagai alat manajemen dalam mengevaluasi dan mengendalikan waktu danbiaya untuk menyelesaikan proyek;2. Kurva-S sebagai alat manajemen untuk menilai prestasi pembayaran sesuai dengankemajuan pelaksanaan pekerjaan.IV. MANFAAT KURVA-SManfaat dari Kurva-S ini cukup banyak disamping sebagai alat indikasi dan memantau kemajuanpelaksanaan proyek, ada beberapa manfaat lain dari Kurva-S yang dapat diaplikasikan dalamproyek, yaitu:• Sebagai alat yang dapat membuat prediksi atau forecast penyelesaian proyek;• Sebagai alat untuk mengkaji dan membuat program kerja pelaksanaan proyek dalamsatuan waktu mingguan atau bulanan;• Sebagai dasar perhitungan eskalasi proyek;TAHAPAWALTAHAPPERENCANAANPELAKSANAANDANPENGENDALIANPENYELESAIAN100%WAKTUKINERJA
  4. 4. Kurva S-2013 Hal - 4• Sebagai alat bantu dalam menghitung cash flow;• Sebagai alat untuk percepatan penyelesaian proyek;• Sebagai dasar evaluasi kebijakan manajerial secara makro.V. PERSEPSI PENGGUNAAN KURVA-SKendati Kurva-S mudah dan praktis dalam penggunaannya, namun tetap saja masih ada pelakuproyek yang salah persepsi dan salah menggunakan fitur sederhana ini. Berdasarkanpengalaman, ada beberapa hal yang keliru dan belum lengkap dalam aplikasi Kurva-S ini, yaitu:1. Anggapan bahwa kemajuan 50% adalah tepat pada 50% waktu pelaksanaan.Asumsi ini mengesampingkan kenyataan variasi jenis proyek atau keunikan proyek.Kenyataan bahwa kemajuan 50% belum tentu tepat pada 50% waktu pelaksanaan. Inikarena komposisi biaya dan waktu pelaksanaan tiap jenis proyek berbeda-beda. Padasuatu jenis proyek cukup variatif terkait lingkup pekerjaan.2. Bentuk kurva harus mendekati huruf S, banyak pelaku proyek mempersepsikan nama Kurva-S berarti grafiknya juga harus berbentuk S.Bentuk S pada kurva adalah pendekatan, variasi bentuk S pada Kurva-S akan sesuaikondisi proyek yang dilaksanakan yaitu distribusi bobot, urutan pelaksanaan, durasi,lingkup, dan yang lainnya. Sehingga tidak perlu memaksakan bentuk kurva atau grafikmenyerupai huruf S pada Kurva-S, walaupun pada kebanyakan kasus kurva yangterbentuk memang mendekati huruf S.3. Distribusi bobot pekerjaan berdasarkan waktu untuk suatu item pekerjaan seringdiasumsikan terdistribusi merata.Pada dasarnya perhitungan yang dimaksud adalah menentukan bobot yang diperoleh,pengalokasian struktur biaya masing-masing item pekerjaan dan urutan pelaksanaan dandurasinya. Distribusi bobot haruslah memperhitungkan rencana volume yang akandikerjakan dalam satuan waktu dan nilai biayanya.4. Jika dihubungkan dengan Kurva-S hasil realisasi pelaksanaan, hanya menghasilkan selisihakumulatif realisasi terhadap rencana yaitu Ahead (lebih cepat) atau Behind (terlambat).Sangat jarang memanfaatkannya untuk estimasi atau forecast penyelesaian proyek.Sangat disayangkan apabila pada suatu proyek jadwal Kurva-S dibuat namun tidakpernah diperbarui (update) realisasi pelaksanaannya. Proyek seakan berjalan tanpadiketahui akan mengalami keterlambatan atau sebaliknya. Produk turunan dari Kurva-Syang paling gampang adalah estimasi waktu penyelesaian proyek. Keterlambatan proyekbiasanya sering dikaitkan dengan parameter waktu perkiraan penyelesaian proyek.
  5. 5. Kurva S-2013 Hal - 5Untuk mendapatkan parameter ini perlu mempelajari mengenai Earned Value Method(EVM).5. Ahead atau Behind adalah satu-satunya alat untuk menyatakan kondisi realisasi pelaksanaantanpa memperhatikan aspek lain.Perlu diketahui bahwa Kurva-S menyatakan realisasi pekerjaan dalam bentuk bobot ataunilai biaya yang telah dikerjakan. Dasar tersebut berarti tingkat akurasi dalam hal deviasitidaklah benar-benar akurat. Untuk menyatakan apakah proyek benar-benar sedangmengalami keterlambatan, diperlukan alat yang lain misalnya Critical Path Method(CPM) atau Earned Value Method (EVM). Akan tetapi untuk deviasi jadwal dan realisasiyang cukup besar, indikasi dari Kurva-S sudah cukup. Pada deviasi yang kecil, perluinstrumen lain untuk menyatakan keterlambatan proyek.6. Cara menilai kemajuan pekerjaan persiapan adalah berdasarkan proporsional terhadappekerjaan fisik. Sebagai contoh, jika realisasi pekerjaan fisik mencapai 40% maka kemajuanpekerjaan persiapan juga harus 40%.Pekerjaan persiapan merupakan salah satu item pekerjaan yang selalu ada dalam BQ (BillQuantity) dan Kurva-S. Pekerjaan persiapan memiliki karakteristik yaitu tergantungdengan waktu. Artinya pekerjaan ini tidak terkait dengan kemajuan pelaksanaan.Seringpula pada aktualnya pekerjaan persiapan dilakukan lebih dulu seperti kantordireksi, jalan akses, papan nama, dan lain-lain. Cakupan pekerjaan persiapan tersebuttidak terkait dengan seberapa besar kemajuan pelaksanaan pada item pekerjaan fisikyang lain.Pekerjaan persiapan haruslah direncanakan sesuai dengan realisasi aktual di lapangan.Hal ini karena merencanakan pelaksanaan dengan Kurva-S adalah suatu tindakan yangmengakui biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa. Merencanakan adalah samadengan mengakui biaya yang dikeluarkan. Perlu kesepakatan awal mengenai bobotkemajuan pada item pekerjaan ini.7. Cara menilai kemajuan realisasi berbeda dengan asumsi atau cara membuat distribusi bobotmasing-masing pekerjaan pada rencana jadwal Kurva-S.Perbedaan yang akhirnya akan membuat deviasi dalam pelaksanaannya. Asumsi-asumsiterhadap menetapkan distribusi bobot item pekerjaan pada saat perencanaan jadwaldalam Kurva-S haruslah sama dengan asumsi-asumsi yang diterapkan dalam melakukankemajuan realisasi pekerjaan. Agar tidak terjadi perbedaan pendapat, maka haruslahdilakukan kesepakatan di awal. Perlu diingat bahwa distribusi bobot item pekerjaan danketentuan kemajuan pekerjaan adalah fokus pada biaya yang dikeluarkan berdasarkankontrak yang telah disepakati baik ditinjau terhadap BQ maupun jenis kontrak.
  6. 6. Kurva S-2013 Hal - 68. Percepatan dilakukan dengan mempercepat item pekerjaan yang memiliki bobot yang besar,sehingga realisasi jadwal dalam waktu singkat dapat menjadi Ahead tanpa melihat aspekpekerjaan kritis.Dalam usaha percepatan atas keterlambatan pekerjaan, parameter yang paling pentingadalah perkiraan waktu penyelesaian proyek. Percepatan hanya dapat berhasil apabilamenggunakan fitur Critical Path Method yang merupakan turunan dari Bar Chart.Dengan menggunakan fitur Critical Path Method, rencana percepatan akan jauh lebihakurat.Kesalahan dan kurang optimalnya penggunaan Kurva-S pada beberapa kasus di atas harusnyadihindari dalam rangka mencapai target waktu yang benar. Walaupun sederhana, Kurva-S cukupbermanfaat sebagai alat kendali waktu pelaksanaan di proyek. Pemahaman filosofis mengenaiKurva-S akan sangat membantu proyek untuk mencapai target waktu.Kurva-S pada dasarnya adalah perbandingan antara rencana dan realisasi pengeluaran biayaatau lebih pada kebutuhan cash flow. Namun dapat bermanfaat dalam menyatakan apakahproyek terlambat maupun tidak. Keterlambatan yang dinyatakan dalam Kurva-S tersebutsebenarnya hanyalah merupakan pendekatan sehingga memiliki akurasi yang tidak tinggi dalammenyatakan keterlambatan proyek. Alat yang lebih baik dalam menyatakan keterlambatanproyek adalah Bar Chart dan produk turunannya yaitu Critical Path Method.Pada berbagai proyek, umumnya menggunakan 3 (tiga) alat kendali sekaligus yaitu Kurva-S, BarChart, dan Critical Path Method. Ketiganya digunakan dalam mencapai akurasi penilaian danmembuat program pelaksanaan proyek agar target waktu dapat tercapai. Bila perlu dapatmeniru dan mencoba mengaplikasikannya.VI. PEMBUATAN KURVA-S6.1. Prosedur Pembuatan Kurva-S1. Buat bar chart dari setiap aktivitas sesuai dengan waktu penyelesaiannya.2. Melakukan pembobotan pada setiap aktivitas, biasanya aktivitas diawal dan diakhirberlangsung lambat, sehingga bobot yang diplot juga rendah.3. Bobot setiap aktivitas dihitung berdasarkan biaya setiap aktivitas dibagi dengan biayatotal aktivitas dikalikan 100.4. Setelah bobot masing-masing setiap aktivitas dihitung, selanjutnya didistribusikanbobot aktivitas sesuai dengan waktu yang diperlukan untuk penyelesaian aktivitastersebut.5. Jumlah bobot dari aktivitas tiap periode waktu dijumlahkan secara kumulatif,
  7. 7. Kurva S-2013 Hal - 76. Angka kumulatif pada setiap periode diplot pada sumbu ordinat (Y) dalam grafik danwaktu pada sumbu absis (X).7. Dengan menghubungkan semua titik-titik antara ordinat (Y) dan absis (X) akandiperoleh Kurva-S6.2. PembobotanPada umumnya setiap proyek Jasa Konsultansi menghasilkan produk akhir berupa pelaporan,dalam pelaksanaan pekerjaan paling tidak meliputi tahapan sebagai berikut; (i) Tahap Persiapan;(ii) Tahap Pelaksanaan; dan (iii) Tahap Pelaporan.Pembobotan setiap tahap pekerjaan biasanya identik dengan nilai biaya yang dikeluarkan untukdapat menyelesaikan perkerjaan pada tahap yang bersangkutan. Pada proyek jasa konsultansi,bobot terbesar adalah pada tahap pelaksanaan, hal ini karena dalam pelaksanaan menyangkutpada tanggung jawab, pengetahuan, kompleksitas dan ketrampilan yang mencukupi darisumber daya manusia yang disertakan dalam pelaksanaan proyek.
  8. 8. Kurva S-2013 Hal - 8PUSTAKA1. Annonim, 2008. Perencanaan, Penjadwalan dan Pengendalian Proyek dengan Bar Chartdan S-Curve, http://architectaria.com.2. Annonim, 2011. Mana yang Terbaik : S-Curve, CPM, atau EVM?. http://www.miazawa.com,20 Agustus 2011.3. Budisuanda, 2011. Kesalahan Persepsi dan Aplikasi Kurva-S. http://manajemenproyekindonesia.com/?p=764, 18 March 2011.4. Cioffi., Denis F., 2003. New Tools for Project Managers: Evolution of S-Curve and EarnedValue Formalism. Contribution Paper at the Third Caribbean and Latin American Conferenceon Project management, 21-23 may 2003.5. Microsof Corporation, 2007. Mircrosoft Excell in Microsof Office System 2007.6. Midori Media, 2012. The Mysterious S-Curve. 3rdEdition.7. Project Management Training and Resources, 2011. What is the S-Curve in a project ?.http://www.visitask.com
  9. 9. Kurva S-2013 Hal - 9CONTOH5.35 14.80 42.40 15.05 10.05 5.05 7.301 Persiapan dan Perencanaan 6.30 4.82 1.482 Pengumpulan Data 4.44 4.443 Observasi 17.16 4.44 12.724 Analisis Data dan Desain Aplikasi Sistem 21.68 4.44 12.72 4.525 Pengembangan Aplikasi Sistem 20.76 12.72 4.52 2.51 1.016 Uji coba (Debug) Sistem 8.04 4.52 2.51 1.017 Internalisasi/Penerapan 4.98 2.51 1.01 1.468 Review Berkala 4.98 2.51 1.01 1.469 Pemecahan Masalah dan Penetapan Solusi 2.47 1.01 1.4611 Laporan 7.74 0.54 4.24 1.51 1.4612 Selesai Pekerjaan 1.46 1.46BOBOT 5.35 14.80 42.40 15.05 10.05 5.05 7.30KUMULATIF BOBOT 5.35 20.15 62.55 77.60 87.65 92.70 100.00TOTALBIAYA JUN JUL AGT SEP OKT NOV DESA. Biaya Personil 600,000 50,000 100,000 150,000 100,000 100,000 50,000 50,000B. Biaya Non Personil1. Biaya Kantor 5,500 500 500 2,500 500 500 500 5002. Biaya Operasional 347,500 47,500 250,000 50,0003. Biaya Laporan 4,500 500 1,500 2,5004. Biaya Presentasi/Workshop 42,500 2,500 20,000 20,0001,000,000 53,500 148,000 424,000 150,500 100,500 50,500 73,000BOBOT 100.00 5.35 14.80 42.40 15.05 10.05 5.05 7.30OKT NOV DES100.00KURVA-S PEKERJAAN JASA KONSULTANSINO PROGRAM KERJA BOBOTBULANPERSENJUN JUL AGT SEPPERSIAPAN PELAKSANAAN PELAPORANTAHAPBULANTOTALNO. KOMPONEN BIAYA020406080100

×