Membuat storyboard

24,645 views
24,540 views

Published on

4 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
24,645
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
11
Actions
Shares
0
Downloads
1,471
Comments
4
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Langkah 1. Buat gambar dengan pensil dan kertas terlebih dahulu, baru nanti hasilnya dipindahkan ke komputer. Tahap awal membuat storyboard banyak membutuhkan sketsa kasar yang nantinya akan diperbaiki sejalan dengan pengembangan plot. Meskipun proses design akan dilakukan dengan komputer nantinya, namun sketsa awal yang digambar dengan tangan lebih cepat dilakukan sehingga cara ini dianggap cara paling cepat untuk mendapatkan ide awal. Pada proses yang terjadi di balik layar Blizzard Entertainment, penghasil Diablo, Starcraft, dan Warcraft, juga menerapkan cara sketsa konsep ini di awal (lihat Resources). Langkah 2. Mulai dengan design karakter. Meskipun banyak developer pemula yang berfokus pada cerita di game secara keseluruhan, tapi sebuah storyboard lebih dari sekadar plot. The International Academy of Design and Technology di Seattle menjelaskan bahwa “pembuat storyboard mendesain sketsa karakter” di samping juga membuat plot keseluruhan. Sketsa karakter mendetail akan menolong kita membuat detail visual yang lebih besar berkaitan dengan pembuatan plot. Langkah 3. Buat sketsa action frames untuk semua plot penting. Action-action yang menawan secara visual harus dibuat sketsanya, sedangkan dialog yang sifatnya tambahan atau action yang kurang intense cukup dijelaskan dengan catatan sidebar . Sebuah contoh yang bagus tentang action frame dengan catatan sidebar dapat ditemukan di FineGameDesign.com's "Game Script and Storyboard Creation"(lihat Resources). Pastikan plot game yang utuh telah dibuat storyboardnya baik secara visual maupun melalui sidebar teks sebelum beranjak menuju pengembangan effect dan game design yang sebenarnya. Langkah 4. Gunakan catatan sidebar yang dijelaskan di Langkah 3 untuk menjelaskan angle kamera virtual, special sound effects dan hal-hal nonvisual lainnya. Langkah 5. Buat desain kasar tentang karakter-karakter kunci dan scene-scene pada game dengan program pengolah grafis untuk mendukung action frame yang telah digambar tangan.
  • Membuat storyboard

    1. 1. Memahami StoryboardMendeskripsikan tentang multimedia
    2. 2. Menjelaskan Storyboard Storyboard adalah jalan lain untuk menjelajahi kemungkinan narasi atau untuk melatih sebuah penampilan. Para orang tua mengatakan bahwa “sebuah gambar dapat menerangkan ribuan kata” sangat cocok untuk storyboard.Hal.: 2 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    3. 3. Menjelaskan Storyboard Pada umumnya, pada pembuatan film, buku komik dan animasi, sebuah skrip dikembangkan sebelum storyboard dibuat. Penerangan cerita tidak selalu memerlukan skrip yang selesai untuk mengambil keuntungan dalam proses storyboard.Hal.: 3 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    4. 4. Menjelaskan Storyboard Namun kita harus memiliki cerita dan cerita terebut memiliki konsep yang kuat. Storyboard yang baik dapat membantu kita memahami sebuah cerita yang tidak biasa atau memfasilitasi perkembangan cerita aslinya.Hal.: 4 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    5. 5. Menjelaskan Storyboard Sebuah storyboard adalah sebuah seri dari gambar yang bersambung, dengan atau tanpa kata, yang memberitahukan sebuah cerita yang berkelanjutan. Seni dan lembar storyboard tersedia di toko kebutuhan seni, tetapi kita juga dapat membuatnya sendiri.Hal.: 5 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    6. 6. Menjelaskan Storyboard Cukup gambar satu seri kotak pada sebuah kertas tulis horizontal. Beri sedikit ruang dibawah setiap kotak untuk kata-kata. Kita dapat membuatnya langsung dengan bolpoin atau bisa juga menggunakan komputer.Hal.: 6 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    7. 7. Menjelaskan Storyboard Setelah kita memiliki contoh desainnya, cetak atau perbanyak beberapa lembar untuk digunakan. Sekarang kita bisa mulai membuat tipe game dengan storyboard di bawah ini.Hal.: 7 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    8. 8. Menjelaskan Storyboard Game #1 – Rehearsal Storyboard. Dasar dari game storyboard ini adalah cerita yang telah dikenal sebelumnya, misanya Cinderella, Gadis Berkerudung Merah, dll.Hal.: 8 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    9. 9. Menjelaskan Storyboard Bagi cerita menjadi beberapa bagian yang mudah diceritakan. Batasi kata-kata pada setiap panel sampai tidak lebih dari dua atau tiga garis saja. Hal ini membutuhkan latihan yang rutin.Hal.: 9 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    10. 10. Menjelaskan Storyboard Lakukan beberapa kali sampai kita mendapatkan sebuah seri dari segmen sekuensial yang cocok untuk kita. Selanjutnya, cari beberapa gambar yang cocok, misalnya foto atau artwork dari koran atau majalah, menggunakan clip art atau mancari di internet.Hal.: 10 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    11. 11. Menjelaskan Storyboard Clip, cut, paste, trace, copy dan color adalah teknik dasar dalam pembuatan storyboard. Orang dengan kemampuan seni lebih dapat melakukan ini lebih baik tetapi setiap orang harus mencobanya sendiri.Hal.: 11 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    12. 12. Menjelaskan Storyboard Sekali kita memiliki gambar yang cocok dengan kata-kata di bawah panel, lanjutkan ke panel berikutnya.Hal.: 12 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    13. 13. Menjelaskan Storyboard Perlu diingat kalau kita dapat memotong, menyalin dan menempel menggunakan koleksi gambar yang dikumpulkan dari berbagai sumber dan membuat sebuah adegan yang membantu menerangkan cerita.Hal.: 13 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    14. 14. Menjelaskan Storyboard Bentangkan storyboard kita pada sebuah papan poster dan tempel dengan selotip. Sekarang kita memiliki satu set storyboard yang dapat digunakan untuk mengetahui cerita kita.Hal.: 14 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    15. 15. Menjelaskan Storyboard Game #2 – Storybuilding Storyboard. Gunakan tipe storyboard ini untuk membuat cerita baru. Clipping adalah proses paling penting pada game jenis ini. Luangkan waktu untuk mengumpulkan gambar- gambar. Kita harus meng-clip gambar yang menarik untuk kita.Hal.: 15 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    16. 16. Menjelaskan Storyboard Kita akan menemukan sebuah pola yang perlahan-lahan muncul. Kelompokkan gambar itu ke dalam kategori atau subjek yang sama. Kita juga dapat mang-clip kata-kata yang menarik dari sebuah iklan. Terdapat banyak kata-kata yang ‘pintar’ di dalam sebuah majalah.Hal.: 16 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    17. 17. Menjelaskan Storyboard Setelah kita memiliki koleksi yang baik, bentangkan hasil clipping pada sebuah meja sehingga kita dapat mengambil dan memilihnya. Kunci untuk sukses dalam game ini adalah mengijinkan proses asosiasi bebas untuk memandu pilihan kita.Hal.: 17 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    18. 18. Menjelaskan Storyboard Gunakan rasa “bagaimana jika…” dan bermainlah dengan clipping tersebut. Atur dan susun ulang mereka sampai sesuatu muncul di imajinasi kita. Jika masih memiliki keraguan tentang kekuatan teknik ini, cobalah pada seorang anak kecil.Hal.: 18 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    19. 19. Menjelaskan Storyboard Setelah kita mendapatkan konsep cerita kita, kita dapat meng-clip, meng-copy, dan mem- paste gambar-gambar kita ke dalam lembar cerita dan menempel mereka di papan poster. Kita telah menyelesaikan satu set storyboard yang dapat digunakan untuk mengembangkan ide cerita baru untuk ditulis dan ditunjukkanHal.: 19 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    20. 20. Menjelaskan Storyboard Game #3 – Photo Storyboard. Gunakan storyboard ini untuk membantu menghubungkan cerita personal atau keluarga. Kita memerlukan foto keluarga hitam putih yang bersih atau foto perjalanan sebelum memulai storyboard ini. Jangan terlalu jelas pada pembukaan. Kita tidak akan mendapat runtutan cerita yang akurat dari foto liburan kita atau reuni keluarga.Hal.: 20 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    21. 21. Menjelaskan Storyboard Pertimbangkan tambahan salinan atau potongan dari majalah atau brosur perjalanan, membuat salinan foto keluarga dari peristiwa yang mirip, atau cukup potong sesuatu dari majalah yang sesuai dengan narasi kita.Hal.: 21 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    22. 22. Menjelaskan Storyboard Setelah kita mendapatkan blok cerita, ceritakan cerita tersebut dengan kata-kata sendiri menggunakan panel pada lembar cerita. Lakukan ini beberapa kali sampai kita merasa nyaman dengannya.Hal.: 22 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    23. 23. Menjelaskan Storyboard Kita dapat menuliskan sebuah narasi singkat dibawah setiap panel jika diperlukan. Sekarang setelah kita menyelesaikan lembar cerita kita, tempel pada papan poster.Hal.: 23 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    24. 24. Menjelaskan Storyboard Storyboard akan memberi kita ide bagaimana kita mengambil gambar untuk video game kita. Storyboard tidak harus sempurna. Storyboard berfungsi untuk membantu kita bahwa semua ide bagus tertulis di dalam skrip membuat transisi yang baik di dalam game.Hal.: 24 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    25. 25. Menjelaskan Storyboard Dalam pembuatan storyboard kita dapat memutuskan siapa yang muncul di setiap adegan dan mendapat ide yang lebih baik tentang bagaimana melanjutkan cerita dengan hasil tangkapan dan editing kita.Hal.: 25 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    26. 26. Menjelaskan Storyboard Kita dapat juga dapat menggunakan sebuah Storyboard Organizer Chart untuk membantu kita ISI merencanakan dan membuat storyboard : Jelaskan secara singkat bagian dari cerita yang akan kita ceritakan. Jika mungkin, tuliskan deskripsi dengan langkah yang diberi nomor.Hal.: 26 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    27. 27. Menjelaskan StoryboardLihat pada langkah yang diberi nomor dan keluarkanlangkah-langkah yang kira-kira tidak membantu kita dalammenerangkan cerita. Tambahkan langkah yang kira-kirakita anggap kurang.Buat sebuah chart yang dapat digunakan untukmenampung storyboard kita.Hal.: 27 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    28. 28. Menjelaskan Storyboard Sketsa kita harus sesuai dengan deskripsi adegan. Kita harus mengidentifikasi pengambilan gambar, segala pergerakan kamera dan posisi layar. Beri perhatian pada transisi seperti ‘cut’, ‘fade’, ‘dissolve’, dan detail-detail lainnya.Hal.: 28 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    29. 29. Menjelaskan Storyboard Kita dapat membuat storyboard kita lebih menarik dengan mengambil gambar dari sudut yang berbeda. Beberapa jenis sudut pengambilan gambar :Hal.: 29 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    30. 30. Menjelaskan Storyboard Wide Shot : Ini adalah nama sudut pengambilan gambar yang diambil dari jarak jauh karakter akan nampak kecil. Jenis pengambilan gambar ini biasanya terjadi pada awal game untuk membuat player mengetahui tentang setting tempat.Hal.: 30 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    31. 31. Menjelaskan Storyboard Long Shot : Pada sudut pengambilan ini karakter terlihat lebih besar dari Wide Shot. Karakter terlihat dari kepala sampai kaki secara utuh tetapi setting tempat juga masih terlihat secara jelas.Hal.: 31 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    32. 32. Menjelaskan Storyboard Medium Shot : Karakter terlihat dari bawah pinggang sampai kepala. Pada sudut pengambilan ini kita bisa melihat ekspresi karakter bahkan cukup dekat untuk melihat apa yang dilakukan tangan si karakter.Hal.: 32 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    33. 33. Menjelaskan Storyboard Close-up Shot : Menunjukkan hanya kepala dari karakter. Cocok untuk memperlihatkan ekspresi karakter secara jelas.Hal.: 33 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    34. 34. Menjelaskan Storyboard High Camera Angle : Posisi ini melihat karakter dari arah atas. Posisi ini membuat karakter nampak seperti sosok yang penting.Hal.: 34 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    35. 35. Menjelaskan Storyboard Low Camera Angle : Posisi ini melihat karakter dari arah bawah. Posisi ini membuat karakter terlihat besar dan gagah.Hal.: 35 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    36. 36. Character Design Sebuah game yang sukses, disamping dipengaruhijalan cerita, karakter dalam game juga memegang perananpenting. Karakter yang baik harus dibuat memenuhikriteria tertentu dan merepresentasikan game yang akankita buat.Hal.: 36 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    37. 37. Character Design Dalam pembuatan karakter terdapat beberapa tips yang dapat diikuti. Seorang karakter akan menjadi menarik jika memenuhi kriteria sebagai berikut :Hal.: 37 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    38. 38. Character Design 1.Karakter itu menginginkan sesuatu untuk dicapai. 2.Untuk mencapai keinginannya itu si karakter harus berjuang menghadapi berbagai tantangan. Hal ini dapat berupa kepemilikan tubuh, sebuah hubungan, keadaan pikiran, dll.Hal.: 38 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    39. 39. Character Design Bagaimana kita memilih konflik yang akan terjadi pada si karakter. Ada beberapa metode pemilihan masalah untuk karakter yang akan kita buat :Hal.: 39 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    40. 40. Character Design 1.Trait vs trait : Tujuan karakter terbagi menjadi dua yang saling seimbang atau cacat membuat dia sulit mendapatkan apa yang diinginkannya. Kasus sederhananya bisa berupa “duty vs survival” misalnya kita dihadapkan pada masalah menyelamatkan tawanan dengan taruhan nyawa. Contoh lainnya adalah “social justice vs law” seperti pada cerita Robin Hood.Hal.: 40 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    41. 41. Character Design 2.Double-Edged Sword : Apa yang membuat karakter yang kita buat menjadi seorang pahlawan sekaligus membuatnya menderita. Contohnya Superman harus membenarkan apa yang salah walaupun mustahil untuk dilakukan dan Lex Luthor telah menunggunya dengan membawa setengah ton kryptonite.Hal.: 41 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    42. 42. Character Design Dalam pembuatan karakter kita juga harus menyiapkan biografi si karakter. Biografi berisi tentang latar belakang karakter.Hal.: 42 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    43. 43. Character Design Apakah dia memiliki keluarga, teman, atau rahasiayang tidak boleh diketahui orang lain? Apakah diamemiliki masalah tertentu? Apakah yang dia sukai danbenci? Pertanyaan-pertanyaan itu dapat membantudalam pembuatan biografi karakter.Hal.: 43 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    44. 44. Character Design Pembentukan karakter dalam sebuah game harus memenuhi aturan sederhana yaitu : “Beri player waktu mengenali karakter sebelum masalah utamanya dimulai.”Hal.: 44 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    45. 45. Character Design Pada film Rocky, adegan pertama dimulai ketika kredit awal mulai berjalan. Adegan langsung menuju pertarungan tanpa mengetahui siapa karakter utama dan apakah Rocky harus menang atau tidak.Hal.: 45 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    46. 46. Character Design Pada akhir cerita Rocky harus bertarung dengan Apollo Creed yang tidak berhubungan sama sekali dengan adegan pertarungan di awal cerita.Hal.: 46 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    47. 47. Contoh Pembuatan Storyboard Storyboard merupakan naskah yang dituangkan dalam bentuk gambar atau sketsa yang berguna untuk lebih memudahkan cameraman dalam pengambilan gambar Nih salah satu contohnya storyboard dalam pembuatan video klip.Hal.: 47 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    48. 48. CONTOHHal.: 48 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    49. 49. Storyboard menampilkan informasi Karakter dan bagaimana mereka bergerak  Komunikasi antar karakter (jika ada)  Durasi antara frame di storyboard  Lokasi dan perlakuan kameraHal.: 49 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    50. 50. Langkah-langkah  Buat gambar dengan pensil dan kertas terlebih dahulu, baru nanti hasilnya dipindahkan ke komputer.  Mulai dengan design karakter.  Buat sketsa action frames untuk semua plot penting.  Gunakan catatan sidebar yang dijelaskan di Langkah 3 untuk menjelaskan angle kamera virtual, special sound effects dan hal-hal nonvisual lainnya.  Buat desain kasar karakter kunci dan scene dengan program pengolah grafis untuk mendukung action frame yang telah digambar tangan.Hal.: 50 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    51. 51. STORYBOARD  Sekumpulan sketsa yang menunjukkan bagaimana rangkaian kejadian terjadi.  Mirip dengan panel kartun, karena memiliki gambar dan panel yang menjelaskan scene dan beberapa kemungkinan dialog.  Pada game, storyboard menjelaskan bagaimana game akan berjalan.Hal.: 51 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    52. 52. STORYBOARD  Game tidak linier (tidak seperti film)  Sudut kamera, posisi karakter, dan even muncul karena kontrol dari elemen game.  Storyboard didesain dengan menampilkan (hampir semua) kemungkinan sequence event.Hal.: 52 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    53. 53. Alasan penggunaan storyboard  Membantu menjelaskan konsep game  Membantu komunikasi antar tim  Mempunyai ide dasar dari game  Membuat storyboard dan sketch kasar dari dunia game yang akan dibuat, karakter utama dan aksi-aksi yang nantinya terkandung di dalamnyaHal.: 53 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    54. 54. Alasan penggunaan storyboard  Membantu memikirkan detil game dan alam keseluruhan dari game.  Menggabungkan konsep menjadi dokumen desain (semacam moviescript).Hal.: 54 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    55. 55. Fungsi Storyboard  Merencanakan sequence sinematik  Membangun animasi  Menunjukkan aksi-aksi komplek  Menunjukkan aksi-aksi non playerHal.: 55 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    56. 56. Contoh :Hal.: 56 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    57. 57. Basic : Perspective  Representasi obyek/karakter dalam gambar sehingga terhubungan spasial dengan pandangan mata secara natural.Hal.: 57 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    58. 58. Basic Focal Point  Daerah gambar yang menarik minat utama pemirsaHal.: 58 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    59. 59. Basic : Shading  Bayangan digunakan untuk menampilkan volume / tonjolan / efek 3dimensi pada gambar.Hal.: 59 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    60. 60. SpriteHal.: 60 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    61. 61. STORYBOARD AND CHARACTER DESIGN Mendesain sebuah game lebih dari hanya sekedar menggabungkan tiap-tiap bagiannya. Ada banyak aspek yang harus dipikirkan dan digali sehingga akan dihasilkan sebuah game yang menarik dan memberikan suatu kesenangan (fun) kepada yang memainkannya. Urutan- urutan proses yang biasanya dipakai dalam pembuatan game adalah sebagai berikut:Hal.: 61 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    62. 62. STORYBOARD AND CHARACTER DESIGN  1. Mempunyai ide dasar dari game yang akan dibuat  2. Membuat storyboard dan sketch kasar dari dunia game yang akan dibuat, karakter utama dan aksi-aksi yang nantinya terkandung di dalamnyaHal.: 62 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    63. 63. STORYBOARD AND CHARACTER DESIGN  3. Memikirkan dan mendaftarkan detil dari game yang akan dibuat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan alam keseluruhan dari game.  4. Terakhir adalah menggabungkan semua konsep tersebut ke dalam sebuah dokumen desain yang bentuknya kurang lebih seperti sebuah moviescript yang mengandung segala sesuatu yang berkaitan dengan game tersebut.Hal.: 63 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    64. 64. STORYBOARD Story board digunakan untuk merancang struktur dari halaman web yang dibuat berdasarkan urutan-urutan atau bagian-bagian dari suatu rangkaian halaman web tersebut.Hal.: 64 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    65. 65. Peran Storyboard dalam Film  Istilah storyboard bagi sebagian orang masih terdengar asing. Storyboard adalah rancangan berupa sket atau gambar yang dilengkapi dengan petunjuk atau catatan pengambilan gambar untuk kebutuhan syuting. Storyboard adalah salah satu komponen yang wajib dalam tahapan produksi media audio visual termasuk film.Hal.: 65 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    66. 66. CONTOHHal.: 66 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    67. 67. Script Writer Pengertian Script Writer Pengertian editor/ Scriprt Writer menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang mengedit naskah tulisan atau karangan yang akan diterbitkan di majalah, surat kabar, dan sebagainya; sedangkan pengertian skenario adalah rencana lakon sandiwara atau film berupa adegan demi adegan yang tertulis secara terperinci.Hal.: 67 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    68. 68. Jadi, pengertian umum script writer atau editor skenario adalah orang yang bertugas untuk mengedit naskah skenario yang akan diproduksi oleh sebuah perusahaan atau produser film.Hal.: 68 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    69. 69. Skenario dalam pengertian di sini adalah skenario untuk film, baik yang ditayangkan secara serial di televisi (sinetron) maupun skenario untuk film layar lebar. Skenario untuk lakon sandiwara tidak dibahas di sini karena bukan bidang kerja Script Writer di sebuah production house (PH) atau rumah produksi film.Hal.: 69 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    70. 70. Skenario berupa rangkaian cerita scene demi scene (bagian) yang ditulis secara terperinci oleh seorang penulis atau tim penulis yang akan divisualisasikan dalam bentuk gambar.Hal.: 70 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    71. 71. Berdasarkan keterangan tersebut, intinya seorang SE bertugas menjembatani antara penulis dengan pihak sutradara, produser, dan juga bagian editing gambar untuk memberikan hasil yang terbaik, sehingga tayangan yang dihasilkan disenangi oleh penonton. (Lebih kurang sama dengan editor dalam dunia penerbitan yang sudah lebih dipahami posisi dan kinerjanya oleh masyarakat).Hal.: 71 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    72. 72. Aspek-aspek editorial yang perlu dipahami oleh seorang Script Writer meliputi dalam beberapa hal, sebagai berikut:Hal.: 72 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    73. 73. 1. Memahami visi dan misi perusahaan tempat dirinya bekerja secara umum terhadap skenario yang ditanganinya; apakah untuk tujuan sosial atau komersial, untuk serial jangka pendek, jangka panjang, atau film lepas.Hal.: 73 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    74. 74. Dari sini, seorang Script Writer juga harus memahami dan mengerti dengan benar standar perusahaan tempat dirinya bekerja dalam menilai dan menentukan skenario yang layak untuk diproduksi.Hal.: 74 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    75. 75. Masing-masing perusahaan memiliki standar penilaian dan kelayakan yang berbeda-beda. Bisa jadi penulis A yang dianggap hebat di perusahaan B, dia tidak berarti apa-apa di perusahaan D, misalnya. Namun demikian, ada nilai-nilai universal yang berlaku di mana-mana sehingga skenario dapat dikatakan bagus dan layak diproduksi.Hal.: 75 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    76. 76. 2. Memahami jenis cerita yang hendak ditanganinya, apakah itu berjenis drama, dokumenter, maupun komedi. Mengetahui jenis cerita ini sangat penting karena seorang Script Writer akan tahu bagaimana caranya mengarahkan penulis bila ada kekurangan-kekurangan yang tidak sesuai dengan pengertian jenis cerita.Hal.: 76 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    77. 77. 3. Memahami ke mana arah cerita skenario yang akan diproduksi itu secara keseluruhan. Biasanya untuk menentukan cerita secara keseluruhan ini, yang termuat dalam sinopsis global sudah melibatkan beberapa pihak yang terkait untuk memproduksi sinetron atau film, yaitu penulis, Script Writer, sutradara, dan produserHal.: 77 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    78. 78. Sering pula bagian editing gambar dilibatkan untuk memberikan masukan tentang hal-hal yang sebaiknya tidak perlu ditulis, tidak perlu diambil gambar karena mubazir. Penentuan konsep global sebagai arah cerita ini akan sangat membantu Script Writer ketika naskah penulis yang ditanganinya sudah mulai melenceng dan tidak terfokus pada tujuan awalnya.Hal.: 78 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    79. 79. 4. Mengerti apa kekurangan setiap bagian cerita penulis yang ditanganinya sehingga mudah memberikan pengarahan dan masukan agar dalam proses revisi tulisan penulis bisa memberikan hasil yang terbaik, sesuai dengan standar perusahaan dan konsep global yang telah disepakati sejak awal.Hal.: 79 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    80. 80. 5. Memahami bahwa menulis skenario bukan hanya memindahkan pemikiran yang bagus di dalam kertas. Hasil tulisan yang tertera di dalam skenario itu harus mampu divisualisasikan dengan baik sehingga dapat diterima oleh penonton. Adalah sia-sia belaka, bila seorang penulis skenario menggambarkan adegan atau deskripsi yang hebat di dalam skenario, tetapi tidak dapat divisualisasikan.Hal.: 80 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    81. 81. Yang perlu selalu diingat, tujuan penulisan skenario adalah untuk divisualisasikan dan hasil visualisasi itulah yang akan ditonton atau dinikmati orang.Hal.: 81 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    82. 82. 6. Memeriksa hal-hal yang sudah disepakati secara umum apa-apa yang tidak boleh hadir dalam tontonan, seperti kekerasan fisik yang berlebihan, kata-kata makian dan jorok yang merendahkan martabat manusia, konsep- konsep yang mengandung celaan, fitnahan, atau pun merendahkan pihak lain, dan sebagainya.Hal.: 82 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    83. 83. 7. Memeriksa kelengkapan teknis naskah; file, printout, rekapan pemain, sinopsis per episode, karakterisasi, dan lain-lain. Masing-masing perusahaan memiliki aturan sendiri soal ini.Hal.: 83 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    84. 84. 8. Memberikan masukan kepada sutradara untuk pengambilan adegan-adegan tertentu yang bisa dijelaskan secara lisan, tetapi kurang bisa dijelaskan secara deskripsi dalam skenario.Hal.: 84 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    85. 85. Tak ketinggalan pula memberikan masukan kepada editor gambar tentang adegan-adegan yang tidak bisa dihilangkan atau perlu dihilangkan.Hal.: 85 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    86. 86. Agar dapat menjalankan dan memenuhi semua tugas-tugas editorial tersebut, seorang Script Writer bukan hanya seorang yang memiliki ilmu atau cukup berpengalaman di bidang tersebut.Hal.: 86 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    87. 87. Namun seorang Script Writer haruslah seorang yang mampu menempatkan dirinya sebagai calon penonton ketika membaca sebuah skenario dengan membayangkan visualisasinya secara objektif, apakah tulisan yang tertera dalam skenario tersebut akan menarik atau malah membuat jengkel penonton, serta memiliki kemampuan untuk mengarahkan penulis dalam memperbaiki tulisannya. Dengan demikian, dalam proses revisi penulis dapat memberikan tulisan sesuai yang diharapkan.Hal.: 87 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    88. 88. Script Writer haruslah seorang yang memiliki visi yang jernih, memiliki pengetahuan yang luas, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik karena dia akan berurusan dengan penulis, sutradara, produser, dan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan produksi film, dan bersedia terus menerus menimba ilmu karena perkembangan informasi yang luar biasa cepat, mau tidak mau menuntut seorang Script Writer harus terus belajar agar apa yang disampaikan dalam arahan kepada penulis bukan lagi hal yang ketinggalan zaman atau bahkan sudah tidak lagi menjadi minat masyarakat.Hal.: 88 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    89. 89. Script Editor-lah orang yang pertama kali mengetahui bagus tidaknya sebuah skenario, selain penulisnya --tentu saja-- yang sering kali mengklaim bahwa tulisannya sudah terbaik, dan orang yang pertama kali bisa melihat dengan pikiran objektif apakah skenario yang dibacanya bagus atau buruk, layak atau tidak layak untuk diproduksi, apa kelebihan dan kekurangannya.Hal.: 89 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    90. 90. Di tangan seorang Script Writer berpengalaman, sebuah skenario yang sangat buruk tapi embrio premisnya bagus, bisa menjadi tulisan yang luar biasa bagus, bahkan ketika baru dibaca pun, pihak lain sudah bisa jatuh cinta dan tertarik untuk menunggu hasil visualisasinya.Hal.: 90 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    91. 91. Dengan bantuan seorang Script Writer pula, penulis yang semula tidak sempat memikirkan ‘hal-hal gila’ untuk ditulis, bisa melahirkan tulisan-tulisan yang luar biasa.Hal.: 91 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    92. 92. Sayangnya, eksistensi Script Writer belumlah sekuat posisi pekerjaan lain di sebuah PH. Bahkan ada banyak PH yang barangkali tidak memiliki Script Writer karena merasa cukup puas dengan mengandalkan kemampuan para penulis skenarionya—yang barangkali saja memang dianggap sudah berpengalaman.Hal.: 92 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    93. 93. Namun perlu diingat, seberapa pun berpengalamannya seorang penulis skenario, suatu ketika dia akan lupa, dia akan lengah memperhatikan kualitas tulisannya—terlebih untuk tayangan serial yang lebih dari 100 episode.Hal.: 93 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    94. 94. Di sini sangat diperlukan kehadiran orang lain, yang bisa melihat dan membaca skenario secara objektif, yaitu Script. Penghargaan kepada Script Writer pun rasanya sangat kurang. Kekurangan ini bukan semata-mata dalam hal materi yang dengan mudah bisa disebutkan layak atau tidak layak.Hal.: 94 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    95. 95. Dengan sistem kerja yang biasanya tidak terikat waktu, banyak PH yang bahkan tidak pernah mencantumkan nama SE yang menangani sebuah judul tertentu yang tayang di televisi sebagai sinetron maupun dalam layar lebar.Hal.: 95 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    96. 96. PH merasa cukup menampilkan nama penulis skenario semata, karena menganggap itu semua lahir dari seorang penulis. Padahal Script Writer memiliki andil yang besar dalam melahirkan karya yang bagus melalui tulisan skenario yang bagus.Hal.: 96 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    97. 97. Demikianlah sekilas tentang Script Writer yang keberadaannya belum terlalu “dianggap” dan diperhitungkan sebagai sebuah keharusan di PH. Bahkan mungkin masyarakat pun masih terlalu awam untuk mengerti apa itu pekerjaan seorang Script Writer.Hal.: 97 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    98. 98. Diakui atau tidak, keberadaan Script Writer sangatlah penting untuk menjaga kesinambungan cerita. Script Writer berperan banyak untuk melahirkan karya- karya besar, meskipun tidak pernah terlihat dan diekspos karena pekerjaannya yang hanya di balik layar.Hal.: 98 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    99. 99. Pembuat storyboard  Pembuat storyboard dikenal dengan istilah storyboard artist. Storyboard artist bertugas membuat storyboard dari skenario yang digunakan sebagai panduan visual dari cerita. Antara skenario dan storyboard saling mendukung, skenario berisi panduan cerita dalam bentuk tulisan sedangkan storyboard sebagai panduan visualnya.Hal.: 99 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    100. 100. Pembuat storyboard Di Indonesia, storyboard lebih banyak digunakan dalam produksi iklan TV atau video klip musik. Iklan TV dan video klip musik memang memiliki tingkat detail gambar yang tinggi dan dinamika kamera yang kompleks. Sedangkan untuk film layar lebar penggunaan storyboard masih bergantung pada genre atau jenis filmnya.Hal.: 100 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    101. 101. Peran Storyboard dalam Produksi Film Bila mengacu pada tahapan produksi film yang benar, peran storyboard teryata memegang peranan yang penting, terutama dalam mendukung proses pra produksi. Selama proses pra produksi, perencanaan atau keinginan sutradara yang berhubungan dengan visualiasasi film yang akan dibuat membutuhkan storyboard sebagai media bantunya.Hal.: 101 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    102. 102. Peran Storyboard dalam Produksi Film Seorang sutradara membutuhkan peran storyboard artist untuk menerjemahkan secara detail, shot per shot dari setiap bagian cerita yang terdapat dalam skenario.Hal.: 102 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    103. 103. David RussellHal.: 103 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    104. 104. Hal.: 104 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    105. 105. Hal.: 105 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    106. 106. STORYBOARD “Gambar yang terorganisir dan ditampilkan secara berurutan sebagai konsep awal dari sebuah pertunjukan”.Hal.: 106 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    107. 107. STORYBOARD  Composition  Shot sizes  FramingHal.: 107 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    108. 108. COMPOSITION “Mengatur hubungan antara elemen gambar, dan dimana peletakannya pada layar”. a. Horizontal lines b. Vertical lines c. Thirds d. Diagonal lines e. PerspectiveHal.: 108 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    109. 109. Horizontal linesHal.: 109 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    110. 110. CompositionHal.: 110 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    111. 111. Vertical linesHal.: 111 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    112. 112. Thirds 1 2 3Hal.: 112 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    113. 113. ThirdsHal.: 113 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    114. 114. Diagonal linesHal.: 114 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    115. 115. Composition and framingHal.: 115 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    116. 116. Perspective linesHal.: 116 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    117. 117. Perspective linesHal.: 117 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    118. 118. SHOT SIZES “Ukuran ‘Shot’ ini berhubungan dengan penentuan seberapa banyak layar kita isi dengan subyek”.Hal.: 118 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    119. 119. Very Long Shot (VLS) Long Shot (LS)Hal.: 119 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    120. 120. Mid Shot (MS) Medium Long Shot (MLS)Hal.: 120 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    121. 121. Medium Close-Up (MCU) Close-Up (CU)Hal.: 121 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    122. 122. Big Close-Up (BCU) Extreme Close-Up (ECU)Hal.: 122 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    123. 123. FRAMING  Framing of the shot “Framing ini menentukan dimana letak ujung gambar secara keseluruhan dalam layar”. a. Head Room b. Looking or Talking room c. Walking room d. Appropriate size e. MaskingHal.: 123 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    124. 124. a. Head room 1 2 3Hal.: 124 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    125. 125. b. Looking or talking roomHal.: 125 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    126. 126. c. Walking roomHal.: 126 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    127. 127. d. Appropriate sizeHal.: 127 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    128. 128. e. MaskingHal.: 128 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    129. 129. Composition and framingHal.: 129 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    130. 130. Composition and framingHal.: 130 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    131. 131. Composition and framingHal.: 131 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    132. 132. Composition and framingHal.: 132 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    133. 133. Composition and framingHal.: 133 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    134. 134. Composition and framingHal.: 134 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    135. 135. Composition and framingHal.: 135 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    136. 136. Shooting two-dimentional objectHal.: 136 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    137. 137. Shooting two-dimentional objectHal.: 137 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    138. 138. Shooting two-dimentional objectHal.: 138 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    139. 139. Reverse shots for dialogueHal.: 139 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    140. 140. CAMERA  Line of Action  Movement a. Pan b. TILT c. ZOOM d. TILT with ZOOM  Motivation for a camera moveHal.: 140 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    141. 141. Line of ActionHal.: 141 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    142. 142. Line of Action A BHal.: 142 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    143. 143. PanHal.: 143 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    144. 144. TiltHal.: 144 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    145. 145. ZoomHal.: 145 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    146. 146. Tilt with ZoomHal.: 146 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    147. 147. Motivation for a camera move 1. “Benda apa itu dikejauhan?” 2. “Pria itu sedang membawa apa?” 3. “Mau kemana sih pria itu?” 4. “Apa yang ada diujung jalan itu?” 5. “Seberapa tinggi gedung ini?”Hal.: 147 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    148. 148. The DollyHal.: 148 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    149. 149. TracksHal.: 149 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    150. 150. CranesHal.: 150 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    151. 151. Cut to Frame 1 Frame 2 ‘JUMP CUT’Hal.: 151 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    152. 152. Cut to Frame 1 Frame 2Hal.: 152 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    153. 153. Cut to Cut to Frame 1 Frame 2 Frame 3Hal.: 153 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    154. 154. ‘Crossing the lines’Hal.: 154 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    155. 155. Crossing the linesHal.: 155 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    156. 156. A B CHal.: 156 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    157. 157. Crossing the linesHal.: 157 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    158. 158. A BHal.: 158 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    159. 159. ScriptHal.: 159 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    160. 160. ScriptHal.: 160 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    161. 161. STORYBOARD  GRAPHIC  VIDEO  AUDIOHal.: 161 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    162. 162. Telling the storyHal.: 162 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    163. 163. Telling the storyHal.: 163 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    164. 164. Telling the storyHal.: 164 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    165. 165. Telling the storyHal.: 165 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    166. 166. Hal.: 166 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    167. 167. Telling the storyHal.: 167 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    168. 168. Telling the storyHal.: 168 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi
    169. 169. SMK NEGERI 1 TUTUR PASURUAN The EndHal.: 169 Isikan Judul Halaman Teknologi Informasi dan Komunikasi

    ×