Pergaulan Bebas Remaja
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

Pergaulan Bebas Remaja

  • 7,419 views
Uploaded on

For our next generation :)

For our next generation :)

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
7,419
On Slideshare
7,419
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
474
Comments
0
Likes
6

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Dalam memasuki masa kanak-kanak menuju dewasa, remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Dengan demikian remaja pada umumnya adalah mereka yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Masa-masa inilah yang perlahan para remaja mulai memasuki lingkungan dengan berbagai macam pergaulan. Masa-masa ini pula adalah masa dimana para remaja mulai memunculkan rasa ingin tahunya pada hal-hal baru yang diperoleh di lingkungannya.
  • 2. Pada masa ini remaja mulai memperoleh pergaulan baru di lingkungan tempat tinggal dan tempat belajar. Umumnya mereka membentuk kelompok bergaul yang didalamnya memiliki karakter dan pengetahuan masing-masing. Dari kelompok bergaul ini pula yang memulai para remaja mendapatkan hal-hal baru yang memunculkan rasa ingin tahu dan keinginan untuk mencoba-coba pada hal-hal baru tersebut.
  • 3. Dalam pergaulan remaja ini pula, mereka mulai membentuk tempat berkumpul, waktu berkumpul dan hal-hal baru untuk dilakukan bersama. Kebanyakan dari remaja berkumpul di waktu-waktu yang salah, hal demikian membuat remaja masuk ke dalam pergaulan yang bersifat negatif dan merugikan. Jiwa remaja yang tidak stabil dapat berpengaruh besar dari teman sekelompok, yang seringnya saling mengolok-olok dengan sebutan tidak keren atau tidak gaul, hal demikian membuat remaja-remaja tersebut tidak mau kalah dari teman sekelompoknya dalam hal pergaulan.
  • 4.  Lingkungan baru di kalangan remaja secara tidak sengaja melibatkan para remaja berada pada kelompok bergaul yang salah. Pengaruh buruk teman sekelompok dapat menjerumuskan remaja pada hal yang salah pula. Jiwa labil pada remaja yang memiliki pengetahuan yang minim dan keinginan besar untuk mencoba pada hal-hal baru yang diperolehnya pada teman sekelompok mempermudah remaja masuk pada hal-hal bersifat negatif.
  • 5. Hal-hal bersifat negatif pada remaja ini lah yang disebut dengan Kenakalan Remaja, yang memilikii arti suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak dan dewasa. Kebanyakan dari perbuatan nakal remaja ini diperoleh di kota-kota besar, dimana perkembangan dan moderenisasi pada kota besar semakin hari semakin pesat, sehingga hal ini dapat menjadi salah satu pemicu mudahnya terjadi kenakalan-kenakalan khususnya pada remaja yang umumnya masih berjiwa labil atau tidak stabil dalam melakukan kegiatan bersama teman sekelompoknya.
  • 6.  Bolos Remaja saat ini lebih senang mendengar bel istirahat dan pulang sekolah, hal ini bisa diakibatkan dari pelajaran yang diterima di sekolah bersifat monoton, sehingga menimbulkan rasa jemu. Hal inilah yang memicu remaja untuk bolos sekolah. Ada baiknya kegiatan belajar sekolah ditambah dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan memicu semangat belajar remaja baik di dalam kelas maupun luar kelar.
  • 7.  Membentuk Kelompok Remaja (Geng) Kegiatan bolos sekolah pada remaja biasanya dilakukan bersama dengan teman sekelompok di sekolahnya yang umumnya sudah dibentuk, bahkan beberapa diantara mereka memiliki nama tersendiri untuk sebutan kelompoknya atau biasa disebut dengan geng. Hal ini tidak hanya berlaku pada remaja lelaki tapi juga pada remaja perempuan. Kebanyakan dari remaja ini melakukan kegiatan yang bersifat negatif saat setelah bolos bersama dari sekolahnya, contohnya : berkumpul di tempat tersembunyi, merokok, menonton bioskop bahkan film porno, dan lain sebagainya.
  • 8.  Tawuran Antar Pelajar Terbentuknya kelompok atau geng pada remaja sekolah dapat menimbulkan perbuatan tawuran antar pelajar. Sekolah yang berdekatan, atau mengenal masing-masing teman antar sekolah bisa menjadikan aktifitas bersama walau berbeda sekolah. Dalam aktifitas bersama ini terkadang menimbulkan kesalah pahaman antar kelompok remaja atau bisa saling mengejek kekurangan masing-masing sekolah, hal-hal inilah yang dapat mengakibatkan tawuran antar pelajar yang dapat merugikan diri masing-masing dan juga lingkungan sekolah.
  • 9.  Merusak Fasilitas Sekolah Kenakalan remaja juga dapat dilakukan pada sekolahnya sendiri. Kegiatan belajar yang dianggap menjemukan atau beberapa guru yang kurang menyenangkan dapat memicu remaja untuk merusak fasilitas sekolah, ada kepuasan yang diperoleh pada diri remaja setelah melakukan hal tersebut, padahal hal itu dapat merugikan dirinya sendiri dan lingkungan sekolah karena tidak dapat lagi menggunakan fasilitas sekolah dengan baik. Kegiatan remaja lainnya yang dapat merusak lingkungan sekolah adalah dengan mencoret-coret dinding sekolah secara ilegal, coretan ini biasanya disebut dengan coretan graffiti.
  • 10.  Berpacaran Berpacaran bukan lagi hal yang tabu pada lingkungan remaja saat ini, bahkan para remaja merasa malu kalau tidak berpacaran alias jomblo. Kondisi labil pada remaja atau masih pada masa-masa kasmaran menimbulkan rasa ingin terus bersama dengan pasangannya. Bumbu-bumbu pacaran yang dimulai dari kebersamaan dilanjutkan dengan berciuman, pemulaan ini dapat memicu perilaku seks bebas pada remaja saat ini. Sangat tidak heran kalau sudah banyak ditemukan banyak remaja yang hamil tanpa menikah.
  • 11.  Penyalahgunaan Obat-obatan Terlarang Kegiatan perkumpulan remaja yang kebanyakan bersifat negatif tidak pula lepas dari penyalahgunaan obat-obat terlarang. Para remaja memiliki banyak akses untuk mendapatkan obat-obat terlarang tersebut. Bermula dari keingin tahuan untuk menggunakan obat-obat terlarang sampai dengan candu yang tidak dapat lepas dari benda tersebut. Ada pula sebagian dari para remaja yang tidak mau dibilang ketinggalan dalam pergaulan atau biasa disebut dengan cupu atau tidak keren yang mau tidak mau ikut dalam penggunaan obat-obat terlarang tersebut.
  • 12.  Mencuri Kebutuhan dalam bergaul di kalangan remaja juga memicu remaja untuk mencuri. Merasa tidak ingin tinggal dalam pergaulan seperti merokok, bolos sekolah, pergi menonton dan lain sebagainya mendorong remaja untuk memiliki uang saku yang cukup untuk hal-hal tersebut. Kebanyakan orangtua tentu tidak memberi uang jajan yang berlebihan. Sehingga para remaja melakukan perbuatan mencuri, baik itu beruba uang maupun barang. Tindakan inipun dapat dilakukan di mana saja, tanpa memikirkan dampak yang terjadi pada masa yang akan datang.
  • 13.  Kurangnya perhatian, kasih sayang orangtua, serta pengawasan dari orang-orang dewasa. Peran orangtua beserta orang-orang dewasa dalam lingkungan remaja tentu sangat dibutuhkan. Pada masa-masa pengembangan diri para remaja, banyak orangtua yang lalai karena kesibukan pekerjaan, ada pula sebagian dari pada mereka adalah keluarga yang biasa disebut dengan broken home. Didikan orangtua yang salah seperti memanjakan anak dan tidak memberikan pendidikan agama bisa menjadi pemicu kenakalan-kenakalan anak pada masa-masa remajanya.
  • 14.  Beredarnya VCD Porno baik di dalam negri maupun di luar negri. Remaja adalah mereka yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, jika menemukan atau melihat suatu hal yang baru maka para remaja ingin merasakannya atau mencobanya tanpa memikirkan dampak yang terjadi. Pada masa ini remaja adalah mereka yang memiliki banyak hormon, berpacaran bukan lagi hal yang tabu di kalangan remaja, rasa ingin tahu dan coba-coba inilah yang dilakukan bersama oleh para remaja berpasangan.
  • 15.  Siaran Televisi Semakin banyak siaran televisi remaja dan dewasa yang ditayangkan bebas. Para remaja sendiri pun memiliki siaran televisi favorite sendiri. Umumnya isi siaran televisi mengisahkan tentang percintaan mulai dari remaja hingga dewasa, banyak pula yang menceritakan secara gamblang mengenai pergaulan bebas yang terjadi pada masyarakat Indonesia. Siaran televisi yang bebas ditonton para remaja menjadi hal yang ditiru di dalam lingkungannya.
  • 16.  Lingkungan Lingkungan sangat berpengaruh pada kenakalankenakalan remaja, lingkunga ini terdiri dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dari pengaruh lingkungan yang ada, lingkungan keluarga lebih diutamakan dalam pembentukan keperibadian pada para remaja. Melalui pola asuh dari orangtua, pendidikan, pengajaran dan perhatian yang diberikan pada para remaja akan menjadi bekal untuk memasuki masa remaja yang penuh gejolak atau jiwa yang tidak stabil. Pola asuh yang baik akan menjadi bekal dalam menghadapi pengaruh lingkungan yang masuk pada diri para remaja.
  • 17.  Dosa Kepada Tuhan Yang Maha Esa Perilaku-perilaku yang menyimpang dari normanorma tentu akan berakibat pada diri kita sendiri sebagai makhluk yang beragama, terutama kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menilai setiap perbuatan baik dan buruk kita sebagai makhluk ciptaan-Nya.  Tidak Bisa Lepas Dari Pergaulan Terbiasa berkumpul dengan kelompok pergaulan yang salah juga dapat mengakibatkan para remaja sulit melepaskan diri. Mereka terus saja berada pada lingkungan tersebut, sehingga mereka pun akan kesusahan menemukan jalan untuk memperbaiki diri.
  • 18.  Candu Obat-Obat Terlarang Kenakalan remaja dan pergaulan bebas tidak lepas dari pemakaian obat-obat terlarang. Pemakaian yang berlebihan membuat para remaja candu dan akan kesulitan untuk lepas dari obat-obat terlarang tersebut. Akibat yang ditimbulkan salah satunya adalah dapat merusak organ-organ tubuh pada diri remaja itu sendiri.  Hamil Diluar Nikah Pergaulan bebas sering juga dikaitkan dengan kehamilan remaja yang semakin meraja lela. Remaja yang saling mencintai seringnya tidak dapat mengendalikan diri mereka, sehingga mereka melakukan hubungan intim yang seharusnya tidak dilakukan jika belum menikah.
  • 19.  Tindakan Aborsi Untuk menutupi aib, tak sedikit pula para remaja perempuan melakukan tindakan aborsi. Mereka sendiri tau bahwa tindakan tersebut sangat membahayakan bagi kesehatan tubuhnya juga keselamatannya secara fisik. Hal ini dapat pula berakibat pada mental remaja perempuan itu sendiri dalam melakukan tindakan aborsi tersebut.  HIV/AIDS Meningkat Pada Kalangan Remaja Jumlah penderita HIV/AIDS semakin meningkat di kalangan remaja, khususnya pada remaja perempuan yang diakibatkan oleh seks bebas.
  • 20.  Terjerumus Ke Dalam Penjara Penggunaan obat-obatan terlarang, tawuran, mencuri dan kenakalan-kenakalan remaja lainnya akan mengakibatkan para remaja terjemus ke dalam penjara.  Mempermalukan Nama Baik Keluarga Keluarga adalah orang terdekat kita. Mereka adalah orang yang paling utama memberikan pendidikan dan bimbingan pada diri kita, maka baik dan buruk perilaku yang kita lakukan akan berdampak pada keluarga. Setiap perilaku yang kita lakukan tak luput dari pantauan masyarakat, karena itu setiap perilaku akan berpengaruh besar pada nama baik keluarga.
  • 21.  Dikucilkan Dari Lingkungan Tak hanya mempermalukan nama baik keluarga, pergaulan bebas dan kenakalan remaja yang dilakukan para remaja dapat berakibat pada lingkungan yang menjauhkan diri para remaja tersebut. Tidak hanya dari masyarakat, teman dan juga keluarga akan mengucilkan karena perbuatan-perbuatan buruk yang telah dilakukan. Secara perlahan hal ini juga dapat merusak mental, sebab para remaja akan sangat merasa dijauhkan dari lingkungannya, ada rasa sedih dan bahkan dapat membenci orang-orang dilingkungannya tersebut.
  • 22.  Menjadi Tidak Tenang Dikucilkan dari lingkungan atas perbuatanperbuatan buruk yang dilakukan akan membuat para remaja tadi menjadi tidak tenang, dibayangbayangi akan dosa atas perbuatan-perbuatan tersebut, juga menjadi tidak nyaman karena merasa lingkungan sangat membenci peribadi diri para remaja tersebut.  Menjadi Generasi Muda Yang Rusak Generasi muda memiliki peran meneruskan keberlangsungan bangsa, namun meningkatnya kenakalan-kenakalan remaja yang tak dapat dibendung menjadikan bangsa memiliki penerus yang tidak sesuai dengan harapan.
  • 23.  Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri pada remaja dapat diatasi dengan prinsip keteladanan, memperoleh figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remaja dengan baik di dalam lingkungannya. Hal ini dapat pula menjadi perbaikan diri pada remaja yang sebelumnya gagal pada tahap ini.  Memperoleh motivasi, bimbingan dan masukan dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama sebagai pembentukan pribadi yang baik.
  • 24.  Peran penting orangtua dalam membenahi kondisi keluarga untuk menjadikan keluarga yang harmonis, komunikatif dan nyaman.  Menjadi remaja yang pandai dalam memasuki lingkungan baik dan memilih teman bergaul, agar tidak ikut-ikutan dan sampai terjerumus ke dalam pergaulan bebas.  Peran orangtua dalam mengarahkan dengan siapa remaja bergaul, lingkungan atau komunitas mana remaja boleh bergaul.  Menjadikan pribadi remaja yang tidak mudah terpengaruh kalaupun ia berada di dalam lingkungan dan pergaulan yang tidak baik.
  • 25.  Mengisi waktu luang bersama teman sebaya dengan kegiatan positif, seperti mengerjakan tugas sekolah bersama di rumah, mengikuti kegiatan belajar di luar sekolah bersama, mengkitu kelas musik, dan lain sebagainya.  Peran penting sekolah untuk menambahkan kegiatan sekolah di luar jam belajar normal dengan kegiatan eskul, seperti olahraga, mengasah bakat, bakti sosial, kegiatan pramuka dan lain sebagainya.  Tidak berpacaran agar dapat menjauhkan diri dari perbuatan yang mengarah pada seks bebas, hingga akhirnya merugikan diri sendiri khususnya remaja perempuan.
  • 26.  Mengisi waktu luang di rumah dengan keluarga lebih baik dibanding harus ke luar rumah bersama dengan teman, karena hanya akan mengeluarkan ongkos. Menonton bersama dengan keluarga akan lebih baik, karena orangtua dapat mengarahkan apa yang diperoleh dari acara televisi yang ditonton.  Memperdalam agama agar menjadikan pribadi yang kokoh dalam menghadapi pergaulan bebas yang semakin meraja lela. Sehingga mencegah diri untuk melakukan hal-hal yang merusak diri sendiri dan juga lingkungan.  Perlunya peran penting pemerintah dalam mengawal peraturan dalam menertibkan pergaulan remaja.
  • 27. Tidak akan pernah ada kata dan tindakan terlamabat untuk memulai sesuatu yang baik, begitu pula untuk mengakhiri sesuatu yang buruk. TERIMAKASIH Always be BETTER and BETTER!