PELAKSANAAN KURIKULUM TINGKAT SATUANPENDIDIKAN (KTSP) PADA TINGKAT DASAR DANMENENGAH (MADRASAH)DAFTAR ISIKATA PENGANTAR iD...
5. Membangun serta menemukan jati, diri melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektifdan menyenangkan.B. Perumu...
dasar dan menengah Depdiknas berpendapat bahwa salah satu peningkatan mutu pendidikan adalahdengan pembenahan kurikulum ya...
menjadi sejumlah kompetensi dasar.B. Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)Sebelum membahas pengertian KTSP...
pendidikan dan komite sekolah/Madrasah di bawah koordinasi dan supervisi diluarpendidikan/kantor Depag Kab/Kota untuk pend...
yang Maha Esa, barakhlak mulia, sehat warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Untuk mendukung tujuan tersebut...
4. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang salingmenerima dan menghargai akrab, terb...
1. Visi, misi dan tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikana. Visi satuan pendidikan1) Berorientasi ke depan 2) dikemban...
RPP adalah penjabaran dari silabus sebagai rencana guru dalam pelaksanaan pembelajaran untuksetiap pertemuan.C. Pelaksanaa...
http://ahmadazhar.wordpress.com/2009/08/27/pelaksanaan-kurikulum-tingkat-satuan-pendidikan-ktsp-pada-tingkat-dasar-dan-men...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan

3,242 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,242
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
181
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan

  1. 1. PELAKSANAAN KURIKULUM TINGKAT SATUANPENDIDIKAN (KTSP) PADA TINGKAT DASAR DANMENENGAH (MADRASAH)DAFTAR ISIKATA PENGANTAR iDAFTAR ISI iiBAB I PENDAHULUAN 1A. Latar Belakang 1B. Perumusan Masalah 2C. Maksud dan Tujuan 2D. Metode Penulisan 2E. Sistematika Penulisan 3BAB II LANDASAN TEORI 4A. Sejarah dan Perkembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 6B. Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan 7C. Karakteristik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 11D. Prinsip Pengembangan Kurikulum 12E. Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 14BAB III PEMBAHASAN 17A. Acuan Operasional Penyusunan KTSP 17B. Komponen KTSP 18C. Pelaksanaan Penyusunan KTSP 21BAB IV PENUTUP 23A. Kesimpulan 23B. Saran 23Daftar PustakaBAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangUndang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasionaldan Peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikanmengamanatkan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah di susun oleh satuan pendidikanmengacu kepada standar isi dan standar kompetensi serta berpedoman pada panduan yang disusunoleh badan standar nasional. Disini dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikannasional.Kurikulum dikembangkan sebagai acuan penyelenggaraan kegiatan pendidikan nasional yangsesuai dengan kondisi, potensi peserta didik. Oleh sebab itu, kurikulum disusun oleh satuanpendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan keutuhan dan potensiyang ada di setiap daerah.Kurikulum dilaksanakan dengan harapan peserta didik dapat menegakkan lima pilar belajar, yaitu :1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT2. Memahami dan menghayati3. Mampu melaksanakan dan berbuat4. Berguna bagi orang lain
  2. 2. 5. Membangun serta menemukan jati, diri melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektifdan menyenangkan.B. Perumusan MasalahHal-hal yang di bahas dalam Makalah ini adalah berkisar tentang sejarah dan perkembangan KTSPdi Indonesia, pengertian KTSP, karakteristik KTSP, prinsip pengembangan kurikulum, prinsippelaksana kurikulum, acuan operasional penyusunan KTSP, standar kompetensi lulusan, dankeunggulan KTSP.C. Maksud dan TujuanMaksud dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui dan memahami lebih mendalamtentang pelaksanaan KTSP untuk mendukung pengetahuan kita pada mata kuliah administrasi danmanajemen pendidikan.Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :1. Untuk lebih mengetahui karakteristik KTSP, prinsip pengembangan kurikulum dan prinsippelaksana kurikulum.2. Untuk lebih mengetahui acuan operasional penyusunan KTSP, kompetensi KTSP, pelaksanaanpenyusunan KTSP, dan standar kompetensi lulusan serta keunggulan KTSP.D. Metode PenulisanDalam pembuatan makalah ini, penulis menggunakan metode kepustakaanE. Sistematika PenulisanDalam pembuatan makalah maka kami menggunakan sistematik sebagai berikut:Bab I Pendahuluan yang berisikan latar belakang, rumusan masalah, maksud dan tujuan, MetodePenulisan dan sistematika penulisan.Bab II yang memuat uraian perkembangan kurikulum tingkat satuan pendidikanBab III, uraian tentang acuan operasional penyusunan KTSPBab IV, penutup yang berisi kesimpulan dan saran-saranBAB IILANDASAN TEORISalah satu variabel yang mempengaruhi sistem pendidikan nasional adalah kurikulum. Oleh karenaitu, kurikulum harus dapat bisa menjawab kebutuhan masyarakat luas dalam menghadapi persoalankehidupan yang dihadapi sudah sepatutnya kurikulum itu dunia pendidikan dalam membekalipeserta didik menjadi manusia yang siap hidup dalam berbagai keadaan. Kurikulum haruskomprehensif dan responsive terhadap dinamika sosial, relevan tidak overload, dan mampumengakomodasikan keseragaman keperluan dan kemampuan teknologi (Narhadi, dkk, 2003).Kurikulum harus dirancang dalam rangka lebih mengelubankan segala potensi yang ada padapeserta didik. Oleh karena itu, kurikulum jangan sampai membebani peserta didik, seperti bebanbelajar yang terlalu berat. Menurut ketua badan bahwa beban standar nasional pendidikan (BSNP)Bambang Suhendro bahwa beban belajar di Indonesia mencapai 1000-2000 jam per tahun. Bahkansekolah-sekolah tertentu menerapkan jam belajar lebih tinggi sehingga memberatkan siswa bebanjumlah jam pelajaran seperti itu terlalu berat, apalagi selalu tatap muka di kelas siswa masih harusmengikuti ekstra kurikuler dan mengerjakan pekerjaan rumah. Jika dijumlahkan jam yang waktuuntuk istirahat beban belajar siswa di Indonesia kelebihan 20% jika dibandingkan dengan bebanbelajar siswa di luar negeri yang beban belajar siswa berkisar 800-900 jam per tahun (mediaIndonesia, 23-12-2005).Dalam kaitan pembaharuan kurikulum, indra Djati Sidi (2003) mantan direktur jenderal pendidikan
  3. 3. dasar dan menengah Depdiknas berpendapat bahwa salah satu peningkatan mutu pendidikan adalahdengan pembenahan kurikulum yang dapat memberikan kemampuan dan keterampilan dasarminimal, menerapkan konsep belajar di atas, dan membangkitkan sikap kreatif, inovatif demokratisdan mandiri bagi peserta didik. Oleh karena itu pembaharuan suatu keniscayaan. Lebih lanjut Sisiberpendapat bahwa kurikulum pendidikan nasional harus dikembangkan berdasarkan beberapaindikator. Pertama kurikulum pendidikan harus bersifat luas, sederhana, dan bisa menampungberbagai kemungkinan perubahan di masa yang akan datang sebagai dampak perkembanganteknologi dan tuntutan masyarakat. Kedua, kurikulum harus bersifat pedoman pokok kegiatanpembelajaran siswa. Ketiga, pengembangan kurikulum selayaknya dilakukan serta simultan denganpengembangan bahan ajar (buku dan lembar kerja peserta didik) dan media atau alat pembelajaran.Keempat, kurikulum pendidikan hendaknya berbatikan pada standar global atau regional,berwawasan nasional, dan dilaksanakan secara lokal, kelima sinambungan dengan satuankurikulum bukan lagi menjadi otoritas pemerintah pusat. Tetapi merupakan shard activity (bagiankegiatan) dengan pemerintah daerah, bahkan komunitas ke depan pemerintah cukup menanganikurikulum pendidikan yang sifatya cuti, yang umumnya meliputi : Matematika, IPA, dan Bahasa,sedangkan kurikulum yang sifatnya extended (secara luas) di susun dan dikembangkan oleh daerahuntuk menciptakan satu kurikulum tunggal yang diberlakukan untuk semua sekolah. Kedelapan,kurikulum juga mesti memperhatikan pendidikan yang terjadi dikeluarkan dan pemerintah melaluidepartemen pendidikan nasional kini melakukan pembaharuan dengan menerapkan kurikulumtingkat satuan pendidikan (KTSP) yang merupakan hasil revisi dari kurikulum berbasis kompetensi(KBK) untuk mengganti kurikulum sebelumnya yang cenderung content bases. Kurikulum barutersebut menekankan aspek kompetensi yang diharapkan akan menghasilkan lulusan yang lebihbaik dan siap menghadapi kehidupan di masyarakat. KTSP ingin memusatkan diri padapengembangan seluruh kompetensi peserta didik. Peserta didik dibantu agar melalui proses belajarmengajar yang menekankan kompetensi dengan pendekatan contextual treading and learuing(CTL). Dan life skill diharapkan peserta didik akan menjadi pribadi yang unggul secara akademismaupun non akademis.A. Sejarah dan perkembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di IndonesiaKurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan revisi dan pengembangan dari kurikulumberbasis kompetensi )KBK) atau ada yang menyebut kurikulum 2004. KTSP lahir karena di anggapKBK masih sarat dengan beban belajar dan pemerintah pusat dalam hal ini Depdiknas masihdipandang terlalu intervensi dalam pengembangan kurikulum. Kurikulum KTSP ini menekankanaspek kompetensi yang diharapkan akan menghasilkan lulusan yang lebih baik dan siapmenghadapi kehidupan di masyarakat. KTSP ingin memusatkan diri pada pengembangan seluruhkompetensi peserta didik. Peserta didik dibantu agar kompetensinya muncul belajar mengajar yangmenekankan kompetnsi dengan pendekatan contextual teaching and learuing (CTL) dan life skilldiharapkan peserta didik akan menjadi pribadi yang unggul secara akademis maupun non akademis.Oleh karena itu, dalam KTSP beban belajar siswa sedikit berkurang dan tingkat satuan pendidikan(sekolah, guru, dan komite sekolah) diberikan kewenangan untuk mengembangkan kurikulum,seperti membuat indikator, silabus, dan beberapa kurikulum lainnya.Ada beberapa alasan mengapa KTSP menjadi pilihan dalam upaya perbaikan kondisi pendidikan ditanah air antara lain :1. Potensi siswa itu berbeda-beda dan potensi tersebut akan berkembang jika stimulusnya tepat.2. Mutu hasil pendidikan yang masih rendah serta mengabaikan aspek-aspek moral, akhlak, budipekerti, seni dan olahraga, serta life skill.3. Persaingan global sehingga menyebabkan siswa/anak yang mampu akan berhasil atau eksis dankurang mampu akan gagal.4. Persaingan pada kemampuan SDM produk lembaga pendidikan.5. Persaingan terjadi pada lembaga pendidikan kompetensi perlu rumusan yang jelas mengenaistandar kompetensi lulusan, yang selanjutnya standar kompetensi mata pelajaran perlu dijabarkan
  4. 4. menjadi sejumlah kompetensi dasar.B. Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)Sebelum membahas pengertian KTSP, terlebih dahulu akan dibahas pengertian kurikulum secaraumum.Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin “curriculum” sedang menurut bahasa Prancis “cuuries”artinya “to ru” berlari. Istilah kurikulum pada awalnya dipakai dalam dunia olahraga dengan istilah“curriculae” (bahasa latin) yaitu suatu jalan yang harus ditempuh oleh pelari atau kerek dalamperlombaan, dari awal sampai akhir. Dari dunia olahraga istilah kurikulum masuk ke duniapendidikan yang berarti sejumlah mata kuliah di perguruan tinggi. Dalam kamus Webstar tahun1955 kurikulum diartikan sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggiyang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah. Dalam kamus ini kurikulum juga diartikankeseluruhan pelajaran yang disajikan oleh suatu lembaga pendidikan.Berikut ini pengertian kurikulum menurut beberapa pakar kurikulum.1. Alice Miel dalam bukunya changing the curriculum : a sosial proses (1946) menyatakan bahwakurikulum yang bercorak pendidikan dan pengaruh anak di sekolah, kurikulum dan pengaruhmencakup pengetahuan, kecakapan, kebiasaan sikap, apresiasi dan seluruh pegawai sekolah.2. J. Gaeln Saylor dan William M. Alexander dalam bukunya curriculum planning for betterteaching and Learuing (2956) mengartikan kurikulum adalah segala usaha sekolah untukmempengaruhi anak belajar, apakah dalam ruang kelas, di halaman sekolah atau diluar sekolah,termasuk kurikulum-kurikulum juga meliputi kegiatan ekstra kurikuler.3. Harold B. Alberyes dalam bukunya Reorganizing the High School curriculum (1956)mengartikan kurikulum sebagai semua kegiatan baik di dalam kelas maupun di luar kelas yangberasa di bawah tanggung jawab sekolah.4. William B. Ragan dalam bukunya Modern Elementary curriculum (1966) menyatakan bahwakurikulum meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah, yakni segala pengalaman anakdi bawah tanggung jawab sekolah. Kurikulum tidak hanya meliputi bahwa pelajaran, tetapi jugameliputi bahwa pelajaran, tetapi juga meliputi seluruh kehidupan dalam kelas, termasuk didalamnya hubungan sosial antara guru dan murid, metode mengajar, dan cara mengevaluasi.5. B. Othanel Smith, W.O Stanley, dan J. Harlan Shores mengartikan kurikulum sebagai sejumlahpengalaman yang secara potensi dapat diberikan kepada anak dan pemuda, agar mereka dapatberpikir dan berbuat sesuai dengan masyarakat.6. J. L Loyd Trmp dan Deluas F. Miller dalam bukunya Secondary School Improvement (1973)mengartikan kurikulum meliputi metode mengajar dan belajar, cara mengevaluasi murid danseluruh program, perubahan tenaga mengajar, bimbingan dan penyuluhan, supervisi danadministrasi dan hal 2 struktural mengenai waktu, jumlah ruangan, serta kemungkinan memilihmata pelajaran.Sementara itu, menurut PP Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan, kurikulumadalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan isi, dan bahan pelajaran serta carayang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuanpendidikan tertentu.Pengertian kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) berkaitan dengan kurikulum baru untukmenggantikan kurikulum 1994 dan merevisi kurikulum 2004 (KBK) pemerintah peraturanDepartemen pendidikan nasional mengeluarkan peraturan Menteri pendidikan nasional nomor 22tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan Menteri pendidikan nasional nomor 23 tahun 2006tentang standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah sementara itu,untuk melaksanakan kedua penmen diatas pemerintah melalui Depdiknas mengeluarkan penmennomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan penmen DIknas nomor 22 tahun 2006 an nomor 23tahun 2006 tersebut di atas.Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang di susun dan dilaksanakanoleh masing-masing satuan pendidikan KTSP dikembangkan oleh setiap kelompok atau satuan
  5. 5. pendidikan dan komite sekolah/Madrasah di bawah koordinasi dan supervisi diluarpendidikan/kantor Depag Kab/Kota untuk pendidikan dasar dan dinas pendidikan/Kantor Depaguntuk pendidikan dinas pendidikan khusus.Satuan pendidikan dasar dan menengah mengembangkan dan menetapkan kurikulum tingkat satuanpendidikan dasar dan menengah sesuai kebutuhan berdasarkan pada :a. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 36 sampaidengan pasal 38.b. Peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan pasal 5 sampaidengan pasal 18 dan pasal 25 sampai dengan pasal 27.c. Peraturan Menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi untuk satuanpendidikan dasar dan menengah.d. Peraturan Menteri pendidikan nasional nomor 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusanuntuk satuan pendidikan dasar dan menengah (pasal 1 ayat 1 penmen Diknas nomor 24 tahun2006).C. Karakteristik Kurikulum Tingkat Satuan PendidikanKurikulum tingkat satuan pendidikan menekankan pada kemampuan yang harus dicapai dandimiliki oleh lulusan suatu jenjang pendidikan. Kemampuan lulusan yang harus dicapai dinyatakandengan standar kompetensi, yaitu kemampuan minimal yang harus dicapai lulusan. Standarkompetensi lulusan merupakan modal utama untuk bersaing disingkat regional maupun global,karena persaingan sumber daya manusia globalisasi adalah persaingan sumber daya manusiakarakteristik kurikulum ini adalah :1. Hasil belajar dinyatakan dengan kemampuan atau kompetensi yang dapat diadministrasikan atauditampilkan2. Semua peserta didik harus kompetensi ketuntasan belajar, yaitu menguasai semua kompetensidasar3. Kecepatan belajar peserta didik tidak sama4. Penilaian menggunakan acuan kriteria5. Ada program remedial, pengayaan dan percepatan6. Tenaga pengajar atau pendidik merancang pengalaman belajar peserta didik7. Tenaga pengajar sebagai fasilitator8. Pembelajaran mencakup aspek efektif yang terintegrasi dalam semua bidang studiSebagai sebuah konsep, sekaligus sebagai sebuah program, KTSP memiliki karakteristik sebagaiberikut :1. KTSP menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara kurikulum tingkat satuanpendidikan individual maupun tingkat satuan pendidikan dibentuk untuk mengembangkanpengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap, dan minat yang pada akhirnya akanmembentuk pribadi yang terampil dan mandiri.2. KTSP berorientasi pada hasil belajar (learuing aut comes) dan keberagaman3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi4. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif5. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaiansuatu kompetensi.D. Prinsip pengembangan kurikulumKurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan olehsekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi sertapanduan penyusunan kurikulum yang di buat oleh BSNP penyusunan dikembangkan berdasarkanprinsip-prinsip berikut :1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik danlingkungannya kurikulum berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untukmengembangkan kompetensi nya agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan
  6. 6. yang Maha Esa, barakhlak mulia, sehat warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Untuk mendukung tujuan tersebut lembaga kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi,perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan2. Beragam dan terpaduKurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisidaerah, dan jenjang serta jenis pendidikan tanpa membedakan agama, suku, budaya, dan adatistiadat, serta status sosial ekonomi dan gender.Kurikulum meliputi substansi kompetensi muatan wajib kurikulum , muatan lokal, danmengembangkan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yangberahlak dan tepat antar substansi3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seniKurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, dan seniberkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum mendorong secara tepatperkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni4. Relevan dengan kebutuhan kehidupanPengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholder)untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk didalamnyakehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembanganketerampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik danketerampilan vocational merupakan keniscayaan.5. Menyeluruh dan berkesinambunganSubstansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan matapelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antara semua dan disajikansecara jenjang pendidikan.6. Belajar sepanjang hayatKurikulum diarahkan kepada proses pengembangan pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didikyang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsurpendidikan formal, non formal, dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutanlingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerahKurikulum dikembangkan dengan memerlukan kepentingan kehidupan bermasyarakat, berbangsa,dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi danmemberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka negara kesatuanRepublik Indonesia.E. Prinsip Pelaksanaan KurikulumDalam pelaksanaan kurikulum disetiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip sebagaiberikut :1. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi perkembangan dan kondisi peserta didik untukmenguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkanpelayanan pendidikan yang mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis serta menyenangkan.2. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu :1. Belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa2. Belajar untuk memahami dan menghayati3. Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif4. Belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain5. Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran3. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifatperbaikan, pengayaan dan atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan dan kondisipeserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yangberdimensi ketuhanan, keindividual, kesosialan, dan moral.
  7. 7. 4. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang salingmenerima dan menghargai akrab, terbuka dan hangat dengan prinsip Tut Wuri Handayani ini ingmadia mangunkarsa, ing ngarsa sung tulada (dibelakang memberikan daya dan kekuatan di tengahmembangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan)5. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumberbelajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar,dengan prinsip alam berkembang jadi guru (semua yang terjadi tergelar dan berkemabngan dimasyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contohdan teladan)6. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya sertakekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secaraoptimal7. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran muatan lokal, danpengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan diselenggarakan dalamkeseimbangan, keterkaitan dan kesinambungan yang cocok dan memadai antar kelas dan jenis sertajenjang pendidikan.BAB IIIPEMBAHASANA. Acuan Operasional Penyusunan KTSP1. Peningkatan iman dan taqwa serta akhlak muliaKeamanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didiksecara utuh.2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dankemampuan peseta didikKurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi dan kinesthetic pesertadidik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan daerah memiliki keragaman potensikebutuhan tantangan oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untukmenghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah.4. Tuntutan pembangunan daerahPengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dannasional5. Tuntutan dunia kerjaKurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerjasesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja6. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seniKurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan denganperkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni7. AgamaKurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama sertamemperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah.8. Dinamis perkembangan globalKurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidupberdampingan dengan bangsa lain.9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaanKurikulum harus mendorong wawasan serta sikap kebangsaan dan persatuan nasional untukmemperkuat keutuhan bangsa dalam negara kesatuan Republik IndonesiaB. Komponen KTSP
  8. 8. 1. Visi, misi dan tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikana. Visi satuan pendidikan1) Berorientasi ke depan 2) dikembangkan bersama oleh seluruh warga sekolah 3) merupakanperpaduan antara langkah strategis dan sesuatu yang di cita-cita 4) dinyatakan dalam kalimat yangpadat bermakna tidak lebih dari 25 kata 5) dapat diajarkan ke dalam tujuan dan indikatorkeberhasilannya 6) berbasis nilai-nilai mudah diingat.Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun visi, yaitu :a) Hasil belajar siswaApa yang harus dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap setelahmereka menamatkan sekolahb) Suasana pembelajaranSuasana pembelajaran seperti apa yang dikenandaki untuk mencapai hasil belajar ituc) Suasana sekolahSuasana sekolah sebagai lembaga apa yang dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itud) Rumusan visi tersebut secara singkat, padat dan bermakna (tidak lebih dari 25 kata)b. Misi satuan pendidikanBerdasarkan bisa satuan pendidikan, maka tentukan misinya (sejumlah langkah strategis menujuvisi yang telah dirumuskan)c. Tujuan pendidikan tingkat satuanTujuan pendidikan dasar adalah meletakkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia,serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.2. Struktur dan muatan KTSPa. Mata pelajaranMata pelajaran beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat satuan pendidikan tertera padastruktur kurikulum yang tercantum dalam standar isi.b. Muatan lokalMuatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikandengan ciri khas dan potensi materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yangada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaranketerampilanc. Kegiatan pengembangan diriKegiatan pengembangan adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada pesertadidik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan keutuhan, bakat, dan minatsetiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah serta dibimbing oleh konselor, guru atau tenagakependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler.d. Pengaturan beban belajare. Ketuntasan belajarf. Kenaikan kelas dan kelulusang. Penjuruanh. Pendidikan kecakapan hidupi. Pendidikan berbasi keunggulan lokal dan global3. Kalender tahunSatuan pendidikan dasar dan menengah dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengankebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, denganmemperhatikan kalender pendidikan sebagaimana yang dimuat dalam standar isi4. Pengembangan silabusSilabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran/tema tertentuyang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan kompetensiindikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber bahan/alat belajar.5. Rencana pelaksanaan pengajaran (RPP)
  9. 9. RPP adalah penjabaran dari silabus sebagai rencana guru dalam pelaksanaan pembelajaran untuksetiap pertemuan.C. Pelaksanaan Penyusunan KTSPLangkah-langkah dalam penyusunan KTSP adalah sebagai berikut :1. Analisis Konteksa. Analisis potensi dan kekuatan/kelemahan yang ada di sekolah peserta didik, pendidik dan tenagakependidikan. Saran prasarana, biaya, dan program yang ada di sekolahb. Analisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar komite sekolah,dewan pendidikan dinas pendidikan, asosiasi profesi, dunia industri dan dunia kerja, SDA, dansosial budaya.c. Mengidentifikasi standar isi dan standar kompetensi lulusan sebagai acuan dalam penyusunanKTSP.2. Tim penyusunTim penyusun KTSP SD, SMP, SMA dan SMK terdiri atas guru, konselor, kepala sekolah, komitesekolah, dan nara sumber, dengan kepada sekolah sebagai ketua merangkap anggota, dan supervisioleh dinas Kabupaten/Kota dalam Provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.BAB IVPENUTUPA. KesimpulanPendidikan merupakan investasi sumber daya manusia (SDA) jangka panjang yang mempunyainilai yang tinggi bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia. Hampir semua negara di duniamenempatkan pendidikan sebagai suatu yang penting dan utama dalam pembangunan bangsa dannegara. Begitu pula Indonesia menempatkan pendidikan sebagai sesuatu yang penting dan utama,hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.Untuk mencapai ke arah itu, kurikulum dan peran guru sangat menentukan keberhasilanpendidikan, karena kurikulum berjalan, sedangkan kurikulum adalah seperangkat rencana danpengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran pada KTSP ada beberapa alasan yang menjadipilihan dalam upaya perbaikan kondisi pendidikan dalam upaya perbaikan kondisi pendidikan ditanah air, salah satunya adalah potensi siswa itu berbeda-beda dan potensi tersebut akanberkembang jika stimulusnya tepat dan mutu hasil pendidikan yang masih rendah sertamengabaikan aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerja seni dan olahraga serta life skill.Selain itu kurikulum harus mempunyai tujuan yang ingin di capai baik yang bersifat kongkritmaupun abstrak dan berbagai konsepsinya seperti yang disebutkan di atas, sehingga hakekatkurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan benar-benar terwujud.B. SaranDengan membaca makalah ii disarankan pada pembaca agar mengetahui tentang pelaksanaanKTSP, yang mana berawal dari mana atau lahirnya KTSP dan sampai pelaksanaannya, sertakeunggulan dari pada KTSP tersebut.Penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak untukkesempurnaan makalah yang akan datang.DAFTAR PUSTAKAEddy Widowo, Mungin. 2008. Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan PendidikanSekolah Dasar. Jakarta : BSNPKunandar. 2008. Guru Profesional. Jakarta : Rajawali Pers
  10. 10. http://ahmadazhar.wordpress.com/2009/08/27/pelaksanaan-kurikulum-tingkat-satuan-pendidikan-ktsp-pada-tingkat-dasar-dan-menengah-madrasah/

×